Turis China Melonjak Tak Diimbangi Pramuwisata Berbahasa Mandarin

0
136
Turis China di Bunaken Sulut (Foto: Terbitsport.com)

MANADO, bisniswisata.co.id: Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih memerlukan banyak pramuwisata bahasa mandarin untuk mengimbangi meningkatnya wisatawan dari China di Sulut.

“Tingginya kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) khususnya dari China di Sulut belum diimbangi dengan pertumbuhan pramuwisata yang bisa berbahasa mandarin,” Sekretaris Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Utara Frankie Najoan di Manado, Kamis (23/8/2018).

Dia menilai, salah satu tantangan di Sulut adalah masih kurangnya sumber daya manusia yang bisa berbahasa mandarin. “Kalau tour guide yang mampu berbahasa Inggris saya kira sudah banyak, tapi yang mampu menguasai bahasa mandarin masih sangat sedikit,” jelasnya.

Karena itu, kata dia, selama ini pemandu wisata yang mendampingi Wisman China kebanyakan berasal dari luar Sulut. “Yang jadi pemandu justru ada yang didatangkan dari Batam, ada dari Bali, ada juga yang dari China,” ujarnya seperti dilansir laman Antara.

Padahal, kata dia, pemandu wisata tersebut belum menguasai seluk beluk wisata di Sulut. Sehingga yang dikhawatirkan ada informasi penting yang tidak tersampaikan ke Wisman. Berbeda dengan warga lokal, hanya saja pemandu wisata lokal belum mahir berbahasa Mandarin.
“Tour guide dari luar belum tahu banyak tentang potensi wisata kita,” jelasnya.

Dari segi kuliner kata dia, tidak menjadi masalah bagi Wisman China. Akan tetapi, pemerintah juga mesti memperhatikan, sebab dalam waktu dekat sedang direncanakan penerbangan langsung Korea-Manado. Wisman Korea ini ingin sekali jika di negara tujuannya ada masakan khas Korea. “Dari informasi yang kami dapat, Korea akan segera masuk tapi kita belum punya restoran yang ada kimchi-nya,” katanya.

Sulut memiliki panjang garis pantai kurang lebih 1.837 Km, memiliki tempat yang terkenal, di antaranya Bunaken merupakan kawasan yang meliputi lima pulau dan daratan pesisir utara dan selatan yang memiliki beragam keunikan, seperti lokasi selam, hutan bakau, dugong, burung, pulau ular, pendakian gunung, dan pantai pasir putih serta kuliner.

Selain itu, Lembeh berada di lokasi selam dan pantai serta pelabuhan samudera, Mahangetang yakni gunung api bawah laut dan lokasi selam serta pantai. Sepanjang pantai utara dan selatan daratan Sulut memiliki pantai indah, baik pasir putih maupun hitam.

Hingga kini masih menyimpan banyak potensi Tempat Wisata bahari tersembunyi. Selain beragam Tempat Wisata budaya yang sudah tidak diragukan lagi keaneka ragamannya, Sulawesi Utara juga memiliki Tempat Wisata alam berupa Pulau yang keindahannya tak bisa ditemukan di tempat lain. Wisata bahari pulau yang kerap dikunjungi wisatawan dari Negeri Panda antara lain:

#. Pulau Lembeh

Pulau Lembeh, destinasi Wisata yang dicari pecinta diving dan snorkling karena keindahan wisata bawah lautnya. Pulau terletak di Kota Bitung ini dipisahkan daratan utama Pulau Sulawesi oleh Selat Lembeh. Pesona Pulau Lembeh diberi nama Bastianos Diving Resort, karena keindahan pesona alam bawah laut yang mengagumkan yang tak kalah dari Raja Ampat. Diving Resort di Pulau Lembeh sejak 2006, yang miliki sepuluh cottage yang disuguhkan untuk dapat dinikmati pengunjung dengan nyaman. Informasi lengkap tentang Pulau Lembeh.

#. Pulau Mahoro

Pulau Mahoro di wilayah Kabupaten Sitaro dan masih berada ruang lingkup Nusa Utara. Pulau ini terkenal keindahan dan keunikan alamnya yang memukau. Gugusan Pulau Mahoro dan pulau-pulau kecil diantaranya sering disebut Cluster Buhias. Gugusan pulau-pulau kecil ada sebagian pulau yang tidak berpenghuni, termasuk Pulau Mahoro dan berada di paling ujung gugusan Cluster buhias. Pulau Mahoro merupakan titik paling timur dari cluster Buhias, sehingga menjadikan pulau ini semacam benteng bagi pulau-pulau lainnya. Salah satu sisinya langsung berhadapan dengan lautan bebas yang membuat dinding-dinding batunya terhantam ombak.

#. Pulau Lihaga

Pulau ini terletak di daerah di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Lihaga, sebuah pulau hanya memiliki luas 8 ha. Untuk mempermudah imajinasi tentang posisi pulau ini, bayangkan saja peta Sulawesi Utara yang berbentuk mirip huruf K. Nah, posisi Pulau Lihaga persis di ujung atas huruf k itu. Pulau Lihaga punya keistimewaan tersendiri dibanding dengan pulau-pulau lainnya di Sulawesi Utara. Pasir putihnya sehalus tepung membuat pulau ini sangat menggoda untuk didatangi. Pulau Lihaga juga tanpa penduduk.

#. Pulau Gangga

Pulau Gangga ibaratnya surga tersembunyi belum banyak orang tahu akan keberadaannya. Kealamian Pulau ini sangat terjaga. Hampir 80 persen alam yang ada di daerah ini belum terjamah sedikitpun. Sebagian besar nelayan yang turut menjaga pulau tersebut. Keindahan Pulau Gangga menjanjikan pengalaman diving yang tidak akan terlupakan. Kekayaan biota laut yang bervariasi dari terumbu karang warna-warni sampai berbagai jenis ikan khas Samudera Indonesia dan Pasifik juga menjadi favorit untuk fotografi bawah laut.

#. Pulau Nain

Taman Laut Bunaken jadi destinasi paling populer. Bukan hanya punya Pulau Bunaken saja. Ada empat pulau lainnya yang punya keindahan sendiri, Salah satunya Pulau Nain yang terletak di Kecamatan Wori, Minahasa, Sulawesi Utara. Pulau Nain kini menjadi salah satu destinasi Tempat Wisata yang sering dikunjungi karena keunikan pasir timbulnya. Keindahan pasir putih yang berkilau saat air laut surut, juga disebut pasir timbul. Jika kondisinya surut, pasirnya bisa tampak menyembul ke permukaan yang seolah membentuk pulau tersendiri. Sebuah hamparan pasir putih, dikelilingi karang dan berada di tengah laut, melengkapi keindahan pasir timbul. (redaksi@bisniswisata.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.