Sri Mulyani Buka ArtJog 2019 dan Mengapresiasi Karya Seni

0
4

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id:  Menteri Keuangan Sri Mulyani membuka ArtJog 2019, pameran seni tahunan yang diadakan di Yogyakarta dan menikmatinya berbagai macam ekspresi dan hasil karya para seniman,” kata Sri Mulyani dalam sambutannya, malam ini. 

Memandang karya seni, kara Sri Mulyani, tidak ada yang disebut yang baik atau terbaik, mana yang benar atau salah. Tapi seni merupakan suatu ekspresi yang sifatnya dekoratif. Semuanya memiliki interpretasi sendiri-sendiri.

 “Saya selalu sebagai pengagum, penonton menikmati  Dan dalam hati selalu menginginkan seandainya saya menjadi artis. Saya selalu mengagumi hasil karya dari para artis dalam berbagai bentuk,” katanya.

Menurut dia, sebagai Menteri Keuangan Sri Mulyani memerlukan dan menikmati moment mengapresiasi karya seni itu sehingga hidupnya lebih balance.

“Saya perlu itu, tidak selalu lihat angka lihat APBN tapi saya diberikan kesempatan untuk bisa merasakan jeda karena  bisa menikmati karya seni menjadi hiburan tersendiri, tidak hanya melihat angka dan APBN.”, tegasnya.

Sri Mulyani menyampaikan apresiasi pada ArtJog yang sudah 11 tahun terakhir selalu diadakan, dari hanya sebuah event menjadi sebuah festival yang menjadi jadi ajang bagi seniman dan penikmat seni untuk berinteraksi. 

“Saya rasa perubahan menjadi festival adalah suatu gerakan yang sangat konsisten, jadi kita semua membuat ekosistem mengenai art di Indonesia yang makin kuat,” katanya. 

Dia juga menyatakan apresiasinya atas partisipasi dari berbagai stakeholder yang terlibat di dalam penyelenggaraan ArtJog. Termasuk memberikan penghargaan terhadap para artis yang masih muda di bawah 35 tahun yang dinilainya memiliki karya luar biasa. 

Ajang pameran seni terbesar di Yogyakarta ini mengusung tema besar Arts in Common dan salah satu tema di dalamnya mengangkat isu alam atau kondisi lingkungan yang dikaitkannya dengan jumlah penduduk di dunia yang sudah dihuni oleh tujuh miliar manusia dan akan bertambah menjadi sembilan miliar pada lima tahun mendatang.

Heri Pemad, Direktur ArtJog 2019 ini berlangsung 25 Juli hingga 25Agustus 2019 sebagai sebuah Festifal Seni Rupa Kontemporer Internasional (Yogyakarta International Contemporary Art Festival) dan tetap mempertahankan Jogja National Museum(JNM) sebagai tempat penyelenggaraannya.

“Mulai tahun ini hingga 2021, ArtJog akan dibingkai dengan tema besar Arts in Common.Tema tersebut kemudian akan di turunkan menjadi sub-tema dalam tiga edisi festival setiap tahunnya,” ujar Heri Pemad.

Acara ini  diikuti oleh 39 seniman baik individu maupun kelompok dari dalam dan luar negri.Selain itu Special Project hadir dengan melibatkan 5 seniman lintas displin yang di tunjuk langsung Mereka adalah Handiwirman Saputra,Riri Riza, Sunaryo,Teguh Ostenrik dan Piramida Gerilya (proyek kolaborasi antara Indieguerillas dengan Singgih S.Kartono).

ArtJog  juga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan Yayasan  Museum MACAN, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada Seni dan Pendidikan) dalam menghadirkan hibah residensi bagi para seniman terpilih.

Hibah Residensi ini di berikan untuk mendukung seniman muda untuk memajukan karir mereka dengan kesempatan untuk melakukan penelitian dan eksplorasi artistik di luar negri.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here