Rohaya, inisiator Dental Tourism
BANDAR SUNWAY, Selangor, Malaysia bisniswisata.co.id: Lantai 15 hotel Sunway Resort di sulap menjadi arena pameran ( Expo) dengan deretan stand makanan, jasa-jasa pariwisata, badan promosi pariwisata dari berbagai negara bagian di Malaysia hingga paviliun sejumlah negara. Paviliun Indonesia terpisah dengan paviliun Sumatera Barat yang fokus mempromosikan potensi pariwisata Sumbar termasuk desa-desa wisatanya.
Di koridor luar Bunda Rohaya menyambut pengunjung standnya di Witex dengan ramah dengan stand bertuliskan Dental Tourism. Dia menjelaskan programnya dengan mimik yang lucu karena dia menggabungkan kegiatan liburan dan perawatan gigi.
Nama kliniknya adalah Klinik Pergigian Rohaya, sesuai nama pemiliknya Dr Rohaya binti Isa. Di stand giginya itu sudah disiapkan juga game- game sehingga pengunjung langsung akrab dengan para dokter gigi yang berkumpul di stand untuk bermain bersama.
Jari tangan langsung searching di Google, wah ternyata fasilitas klinik giginya memang luas dan lengkap dan bunda Rohaya senyum-senyum saja melihat kelakuan pengunjungnya ini sambil nakal bertanya: Jadi dental tourism periksa gigi sambil berwisata ? bagaimana caranya sambil jalan-jalan ?.
Dia mengangguk dan mengatakan bahwa destinasi wisata yang dipilih menyesuaikan dengan keinginan turisnya. Jadi yang jelas periksa dan perawatan gigi tetap di klinik. Nah sambil menunggu perawatan lanjutan pergi jalan-jalan dulu deh keliling Malaysia atau sekedar putar-putar city tour, ucapnya tergelak.
Bermitra dengan lebih dari 10 dokter gigi terkemuka, dokter yang berjiwa bisnis ini mendirikan klinik di kawasan Kota Damansara, masih di daerah Petaling Jaya Selangor. Menurut dia, pelanggannya selain warga lokal memang turis asing yang datang ke Malaysia untuk perawatan gigi.
“Banyak yang kami tawarkan karena di negara asal mereka biaya perawatan gigi mereka kalau harus bayar sendiri mahal kira-kira setara dengan dia periksa gigi plus berwisata ke Malaysia. Kan lebih enak sambil jalan-jalan dong makanya kita sebut Dental Tourism, atasi masalah gigi sambil berwisata,” katanya
Negara-negara seperti Australia yang musim dinginnya antara Juni-Agustus pilih periksa gigi waktu musim dingin karena Malaysia justru musim panas. Klien juga datang dari Eropa dan Amerika karena itulah jasa yang ditawarkan juga beragam.
Dia melayani mulai dari bikin gigi palsu, perawatan, pencegahan, bedah kecil rongga mulut, tanam gigi palsu, meluruskan gigi sampai scaling & polishing alias pembersihan gigi. Di area pameran, Rohaya juga bertetangga dengan stand peserta dari China Muslim seperti Ningxia yang jualan makanan.
Di bagian ballroom hotel paviliun yang menjadi arena expo dan panggung besar untuk pertunjukan kesenian, tempat berlangsungnya World Cultural & Arts Festival (WCAF) 2025 dari 22 hingga 25 Agustus 2025. Jadi sambil menonton pameran, pengunjung juga bisa menikmati atraksi kesenian.

KHairul Haffiz Othman ( ksnan) dari Asheeq Travel & Tours Sdn Bhd
Paviliun Serawak berhadap-hadapan dengan Paviliun Indonesia. KHairul Haffiz Othman dari Asheeq Travel & Tours Sdn Bhd menawarkan jasa umroh, travel & tour, sewa mobil dan juga ticketing.
“Kami juga terhimpun dalam asosiasi umroh dan haji karena di Serawak penduduknya banyak dari suku dayak ( non Muslim) sehingga kalau ada wisatawan lokal dari ibukota Kuala Lumpur misalnya, kami mendampingi untuk wisata halal, kalau tamu dari Eropa, AS mereka senang wisata alam dan bagi warga muslim Ssrawak kami tawarkan jasa umroh dan haji,” kata Khairul yang berpartisipasi untuk mempunyai pengalaman baru di pasar internasional.
Selain Serawak, paviliun Trengganu juga all-out promosikan pariwisatanya.Buat pecinta wisata alam yang suka jelajahi tempat hidden gem, tandanya wajib memasukkan berbagai wisata Terengganu Malaysia dalam itinerary liburan selanjutnya.
Terengganu merupakan sebuah negara bagian yang terletak di pantai timur Semenanjung Malaysia. Wilayah ini berbatasan dengan Pahang, Laut Cina Selatan, dan Kelantan. Promosi mereka di WITEX juga termasuk kuliner dan oleh-oleh.

Twaambo C.Koyombo, Sekretaris dua Kedubes Zambia di Kuala Lumpur di Expo Witex
Zambia, Thailand, Kamboja dan Taiwan meski bukan negara mayoritas Muslim namun hadir di arena expo dan conference untuk mengikuti perkembangan di dunia Islam. Thailand yang penduduknya hanya 5% penganut Islam semangat dalam mempromosikan pariwisatanya ke negara tetangganya ini.
“Penerbangan langsung dari Malaysia ke Thailand banyak sekali dengan harga tiket yang murah-murah sekitar Rp 300 ribu – Rp 400 ribu sekali jalan jadi kami selalu hadir di event internasional ini,” kata Sirinthara Surakanitaya, Direktur Tourism Authority of Thailand ( TAT) untuk Malaysia dan Brunei.
Salah satu produk yang ditawarkan untuk keluarga adalah Cervidae untuk jelajahi destinasi baru peternakan rusa terbesar di Laut Andaman, Thailand. Peternakan yang didirikan oleh Amnuay Phet in sejak 23 tahun yang lalu pada tahun 2000 dengan bereksperimen memelihara 6 rusa dan peternakannya saat ini sudah dipenuhi 600 an rusa.

Stand Zambia diwakili dengan kehadiran Twaambo C.Koyombo, Sekretaris dua Kedubes Zambia di Kuala Lumpur. Bersama staf kedubes seorang keturunan India, Twaambo melayani pertanyaan pengunjung.
Pihaknya memang selain dengan Malaysia juga menjalin kolaborasi dengan negara – negara Asean seperti Brunei, Filipina, Indonesia, Vietnam, Kamboja, Republik Demokratik Rakyat Laos dan Thailand.
“ Asosiasi travel agent Malaysia dan Zambia misalnya punya kerjasama untuk meningkatkan wisata halal antara kedua negara. Tahun lalu turis Malaysia yang berkunjung ke Zambia sudah di atas satu juta orang,” jelas Twaambo.
Negara Azerbaijan dan Kazakhstan juga hadir di area Expo Witex untuk memperkenalkan potensi pariwisatanya. Seorang desainer di stand itu mengatakan suaminya bekerja di perusahaan minyak & gas di Kuala Lumpur dan mereka sudah tinggal 7 tahun di negara itu.
“ Waktu kami datang 7 tahun lalu belum banyak warga Malaysia mengenal negara kami, Azerbaijan, tapi sekarang seiring kebangkitan wisata halal kami juga ingin mengembangkannya seoerti Malaysia,” ujarnya.
Azerbaijan adalah destinasi baru yang menarik untuk acara bisnis! Terletak di antara Laut Kaspia dan Pegunungan Kaukasus, negara kontemporer yang kaya akan sejarah dan rumah bagi perpaduan unik antara warisan budaya ini dikenal dengan keramahan, dan modernitas yang pasti akan meninggalkan kesan abadi.
Baku, ibukota Azerbaijan dipenuhi bangunan pencakar langit yang futurustik tapi juga tempat bangunan kuno berusia ratusan tahun tetap terawat dengan keindahan arsitekturnya.
Di stand Azerbaijan kita bisa temukan semua yang perlu diketahui tentang hotel, atraksi, dan pengalaman kelas dunia hingga santapan lezat, dan tempat untuk setiap acara.

Stand Azerbaijan
Kazakhstan juga tampil di WITEX dengan bangunan stand yang unik berbentuk kemah mirip bangsa Mongol dan menjadi tempat selfie bagi para pengunjung maupun peserta pameran dari mancanegara.
Negara yang terkurung daratan di Asia Tengah ini bisa dikunjungi sepanjang tahun destinasi unik di tiap periode sepanjang tahun, baik itu musim panas, sedang, musim dingin bersalju, musim gugur keemasan, atau musim semi yang mekar.
Ibu kotanya, Almaty dan negara ini terletak di jantung benua Eurasia, Almaty merupakan salah satu tempat terindah di dunia yang wajib dikunjungi untuk wisata massal. Disebut sebagai Ibu Kota Selatan Stepa Besar, Almaty lambangkan keberagaman multikultural Kazakhstan.
Masyarakat Asia Tengah yang dinamis dan terglobalisasi, serta mutiara pegunungan Zailisky Alatau yang dapat dilihat dari mana saja di kota ini. Obyek wisata lainnya yang berdekatan dengan Almaty adalah Danau bunglon yang unik karena setiap musim, warna danaunya baru.
Di akhir pekan, untuk mencapainya melalui perjalanan darat memakan waktu hanya 30 menit ke salah satu danau pegunungan terindah di wilayah ini. Saat berdiri di tepi danau, pengunjung akan takjub dengan keindahan danau berwarna biru kehijauan dan automatis merasa bahwa ada begitu banyak hal yang bisa dilihat di planet kita yang menakjubkan ini.










