DESTINASI HALAL INTERNATIONAL LIFESTYLE

Pertumbuhan Ditampilkan pada Indonesia Halal Travel Fair Pertama di Bandung

Gedung Sate, icon kota Bandung tuan rumah IIHTF 2025

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Pada bulan Oktober 2025, Indonesia Halal Travel Fair perdana, yang pertama di Indonesia, diadakan di Festival Citylink Mall di Bandung, Jawa Barat.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, pameran ini bertujuan untuk meningkatkan pariwisata ramah Muslim dan layanan perjalanan halal, dan diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA).

Pameran ini dihadiri oleh 30 peserta pameran, seperti agen perjalanan, pelaku bisnis pariwisata halal, hotel, dan maskapai penerbangan. Mereka menawarkan penawaran khusus untuk produk gaya hidup halal, paket perjalanan, dan layanan untuk Umrah dan Haji.

Pengunjung pameran mendapatkan informasi tentang sektor perjalanan halal yang berkembang dan berbagai penawarannya melalui gelar wicara (talk show), permainan, lokakarya, dan kesempatan edukasi lainnya.

Memperkuat Ekosistem Perjalanan Ramah Muslim di Jawa Barat

Dalam upacara pembukaan Indonesia Halal Travel Fair, Iendra Sofyan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, menekankan pentingnya acara tersebut dalam sistem perjalanan ramah Muslim di wilayah tersebut.

Sofyan menyoroti keragaman budaya Jawa Barat yang kaya, dan dengan adanya pameran ini, provinsi tersebut akan menjadi pusat daya tarik yang lebih besar bagi wisatawan Muslim yang tertarik pada penawaran wisata spesifik.

Tema pariwisata halal pada pameran ini merupakan upaya untuk merespons meningkatnya permintaan global akan layanan perjalanan yang disesuaikan untuk umat Muslim, yang mencakup makanan halal, fasilitas salat, dan layanan lainnya.

Penyelenggaraan acara di Bandung melampaui promosi pariwisata daerahnya sendiri untuk menunjukkan kepada dunia: Indonesia siap melayani wisatawan Muslim dan mereka yang mencari layanan perjalanan halal.

Peserta Pameran dan Penawaran di IHTF
2025 menampilkan berbagai peserta pameran yang memamerkan produk dan layanan perjalanan halal andalan Indonesia. Para peserta pameran ini termasuk agen perjalanan mapan dengan paket perjalanan Umrah dan Haji, serta bisnis pariwisata yang melayani wisatawan Muslim dengan hotel dan restoran halal.

Ada juga booth yang menawarkan produk dari gaya hidup halal, seperti pakaian, perlengkapan mandi, dan kosmetik, sehingga memberikan solusi lengkap bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman perjalanan halal yang utuh.

Di antara diskon dan penawaran khusus yang ditampilkan, paket perjalanan untuk ziarah Haji dan Umrah jelas menonjol. Ini adalah perjalanan keagamaan paling populer bagi wisatawan Muslim dan oleh karena itu sangat diminati, dan agen perjalanan dengan senang hati menawarkan layanan mereka.

Sejumlah besar agen perjalanan menambahkan penawaran mereka dengan tur yang dirancang khusus ke berbagai situs warisan Islam yang terletak di Indonesia, sehingga memperkuat pengalaman perjalanan keagamaan dan budaya.

Aktivitas interaktif dan Gelar Wicara yang ditujukan untuk Tren dan Kiat Pariwisata dan Perjalanan Halal, serta Pasar Halal Indonesia, memberikan arah yang pasti pada tujuan IHTF 2025, yang berfokus pada pariwisata yang menampilkan gaya hidup halal yang menyertai kebutuhan perjalanan Muslim.

Panduan Pariwisata Halal Digital versi 1.0, yang mencakup segmen kerangka kerja 2025 dan 2030, menyediakan topik webinar tentang Panduan Halal Ekowisata Digital.
Topik-topik tersebut meliputi penyediaan dan penyajian makanan halal, area salat yang ditentukan dan fasilitas di hotel dan restoran, keramahan penyedia destinasi kepada pengunjung Muslim, dan shalat serta layanan lain yang ditawarkan di hotel yang ramah.

IHTF 2025 juga berfokus pada Hak Anak, Halal ditambahkan ke demokrasi Ortodoks yang bersekutu erat dengan kelas MDFI, 2025, yang dirayakan pada Konferensi Penutup MDFI 2020, Halal dan tidak Halal Ortodoks, dan Hak atas Kesepakatan Digital, yang Pertama dan Kosmonot, ke Beirut, menjadi orang tua. Selain itu, ada sesi menyenangkan yang bertujuan untuk memperluas konsep cap-friendly

Dampak pada Potensi Industri Perjalanan dan Kemajuan Ekonomi

Seperti halnya negara-negara Asia Tenggara lainnya, pasar perjalanan halal di Indonesia berkembang pesat. Inilah mengapa negara ini memperhatikan untuk menjadi tujuan pariwisata halal utama secara global.

Untuk pertama kalinya, negara ini mengambil langkah-langkah untuk melayani wisatawan Muslim secara global. Ini adalah fondasi strategi Indonesia: untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar dari sektor perjalanan halal yang berkembang.

Pergeseran strategi ini menjadi keuntungan Jawa Barat. Provinsi ini telah memegang posisi terdepan untuk pariwisata di negara ini, dan Kota Bandung berupaya memimpin sektor perjalanan halal.

Dengan cara ini, Jawa Barat akan meningkatkan sektor pariwisatanya, dan pada saat yang sama, wilayah tersebut akan dapat memperoleh manfaat untuk kegiatan pariwisata pendukung lainnya, seperti perhotelan, ritel, dan transportasi.

Prospek Sektor di Indonesia

Negara ini kemungkinan akan menerima lebih banyak wisatawan Muslim sekarang, pasca IHTF 2025 yang sukses. Menilai dari itu, Indonesia dapat memberikan wisatawan Muslim layanan yang diperlukan seperti makanan halal, akses yang nyaman untuk shalat, dan pengaturan perjalanan yang sesuai dengan tradisi Islam.

Pemerintah Indonesia dan para pemangku kepentingan di sektor swasta diperkirakan akan terus menanamkan modal pada infrastruktur pariwisata halal sehingga semakin banyak pilihan bagi wisatawan Muslim yang ingin mendapatkan pengalaman berlibur yang lebih spesifik.

Komitmen yang semakin mendalam pada pariwisata berkelanjutan dan inklusif di Indonesia akan berkontribusi penting pada citranya di masa mendatang sebagai salah satu tujuan utama wisatawan Muslim.

Evan Maulana