Pernikahan Unik di Yogyakarta Jadi Daya Tarik Wisata dan Sosialisasi 3 M

0
19

Suasana pernikahan di atas perahu di Bendungan 

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Acara Manten Satukan Tekad Reresik  Bumi untuk Pariwisata Indonesia dipersembahkan FORTAIS ( Forum Ta’aruf Indonesia Sewon), Bantul, Dermaga Cinta Kali Gajahwong Giwangan didukung Pemerintah Kota Yogyakarta, Minggu.

Program yang di dukung pula oleh  Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta ini digelar di destinasi wisata Kota Yogyakarta. Walau sederhana  tetap menerapkan protokol kesehatan dan prosesi diawali  naik dua mobil penyapu jalan Road sweeper (penyapu) DLH Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Iring-iringan dimulai dari Kelurahan Giwangan menuju ke Dermaga Cinta Kali Gajahwong diringi  petugas Cantik berkostum DLH dan Srikandi Gajahwong sambil di jalan melakukan penyapuan sebagai simbol reresik bumi.

Sesampai lokasi dilakukan pengecekan suhu tubuh pemakaian handsanitizer (cuci tangan semua yang hadir termasuk pengantin dan petugas yang dilakukan oleh tim Puskesmas Umbulharjo bersama Pol PP. Polisi dan TNI. 

Selanjutnya tiga pasang calon pengantin langsung memasuki Dermaga Cinta Sungai Gajahwong yang telah disulap menjadi pelaminan Sebelum prosesi ijab  qobul sebagai tanda mereka tetap semangat dalam mengadapi pandemi saat ini, bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Ikrar Sumpah Pemuda sekaligus penanda Kebangkitan Pariwisata.

Acara diwali sambutan ketua panitia Nikah Bareng Nasional & FORTAIS RM Ryan Budi Nuryanto, SE dan sambutan Wakil Walikota Kota Yogyakarta yang diwakili Camat Umbulharjo Drs Rumpis Trimintarta dilanjutkan prosesi ijab oleh Kepala KUA Umbulharjo, H Handdri Kusuma, SAg. M.S dan penghulu Muhammad Fauzan Fatkhulloh, S.HI.

Saksi nikah adslah Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Camat Umbulharjo dan Ketua FORTAIS & NIkah Bareng Nasional RM Ryan Budi Nuryanto SE beserta jajaran Muspika Umbulharjo dan dihadiri Ketua Komisi B. DPRD Kota Yogyakarta serta Lurah Giwangan.

Acara  ditutup dengan do’a untuk pengantin dan keselamatan Indonesia serta nikah bareng ini membawa misi: Kampanye 3 M (mencuci tangan memakai masker. dan menjaga jarak), acara Budaya, Kebangsaan & Pariwisata Jogia.

Kegiatan  ini adalah pernikahan unik pertama di Indonesia dan dunia karena dilakukan secara bersamaan di atas kapal yang berlayar di Bendungan dan Mobil Road Sweeper (penyapu) DLH Kota Yogyakarta dengan mahar seperangkat alat sholat dan masker 28 buah (sesuai tanggal Sumpah Pemuda) dan 1 buah sapu lidi (gerang) simbol reresik bumi dan persatuan dimana sebelum ijab pengantin membagikan masker kepada wisatawan sebagai komitmen mereka menjadi Duta Protokol Kesehatan 3 M.

Para pengantin adalah Divya Merlinda (22th) dari Kec. Umbulharjo Jogja, & Angga Nur Nugroho (26th). Kec Miati, Sleman menikah di atas Bendung Lepen Mrican. Pasangan kedua  Suwaryati (48th), Kec Gedongtengen, Jogja, & Fajar Novianto (47th), Kec Gondokusuman, Jogja. Keduanya menikah di atas kapal berlayar.

Pengantin ke tiga adalah  Suswanti (39 th). Kec Kraton, Jogja & Paul Wijaya Panjaitan (37th) Kec Mantrijeron, Jogja yang menikah di atas mobil Road Sweeper (penyapu) DLH Kota Yogyakarta).

Ijab kabul di atas mobil road sweeper ( mobil penyapu jalan)

Acara ini gratis fasilitas dari biaya nikah mahar pelaminan unik cincin kawin tematik dengan tulisan aksara jawa , rias/ baju pengantin, dokumentasi dan bulan madu di hotel berbintang sebagai komitmen mereka menjadi Duta Protokol Kesehatan dan lingkungan di masyarakat dan kehidupan berumah tangga mereka membagikan masker dan menyapu jalan. 

Para pengantin tampak antusias untuk membagikan masker kepada para wisatawan sambil juga menerima ucapan selamat berbahagia. Ketua Golek Garwo FORTAIS Sewon & Nikah Bareng Nasional  Ryan Budi juga menegaskan dengan pernikahan ini sebagai Tanda Kebangkitan Pariwisata.

Sekaligus mempromosikan Yogyakarta sebagai  tujuan wisata Wedding yang harus digarap bersama-sama banyak pihak untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. 

Acsta nikah bareng kali ini adalah serie ke-7 yang digelar ditengah pandemi untuk meringankan beban masyarakat untuk menikah sesuai dengan protokol kesehatan.

” Kami juga menyatukan tekad, bersama 8500 pasang Alumni Golek Garwo dan Nikah Bareng untuk mengkampayekan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak dalam kehidupan tatanan baru atau normal baru ini  pada HUT Kota Yogyakarta  ke 264 tahun, ” tegas Ketua Panita Ryan Budi Nurvanto.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.