Pengunjung memetik anggur di kebun anggur di Provinsi Khanh Hoa.( Foto: Nhat Xuan / Tuoi Tre)
HO CHI MINH, bisniswisata.co.id:
Kota Ho Chi Minh meningkatkan kerja sama dengan berbagai daerah di wilayah selatan-tengah dan Dataran Tinggi Tengah melalui familiarization trip selama enam hari.
Kegiatan ini bertujuan menghubungkan perusahaan perjalanan terkemuka dengan destinasi serta penyedia layanan guna mengembangkan produk dan pengalaman wisata baru.
Program survei yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 16 Agustus ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata kota tersebut bekerja sama dengan daerah-daerah yang berpartisipasi.
Kegiatan ini mempertemukan para pakar pariwisata, lembaga penelitian, dan perguruan tinggi, serta 25 operator tur terkemuka dari kota tersebut.
Wisatawan Mencari Pengalaman yang Lebih Mendalam
Perusahaan perjalanan yang berpartisipasi dalam survei tersebut mengatakan bahwa keempat provinsi tersebut memiliki sumber daya yang melimpah untuk kembangkan produk pariwisata baru, mulai dari pantai dan dataran tinggi hingga pertanian, kerajinan tradisional, dan ruang budaya berbasis komunitas.
Dengan koneksi yang tepat, sumber daya ini dapat diintegrasikan ke dalam rencana perjalanan antarwilayah yang mengga-bungkan wisata dengan pengalaman produksi langsung, kuliner, budaya, dan belanja produk lokal dan OCOP.
Vo Van Luong, perwakilan dari BenThanh Tourist, mengatakan kepada surat kabar daring Tuoi Tre (Youth) bahwa survei itu telah memberikan perusahaannya pemahaman yang lebih praktis tentang destinasi dan potensinya untuk dimasukkan dalam program wisata.
“Kebutuhan wisatawan berubah. Alih -alih hanya berwisata, menikmati pemandangan, dan mencicipi makanan, mereka semakin ingin mempelajari lebih dalam tentang kisah, orang-orang, dan proses di balik produk di destinasi tersebut.” ujarnya.
Untuk lokasi pertanian dan desa kerajinan pengunjung dapat berpartisipasi dalam tahap produksi dan membuat produk sendiri dapat menciptakan interaksi yang lebih besar sekaligus membantu mereka memahami nilai di balik produk-produk tersebut.
Ma Ngoc Thanh, perwakilan dari Khang Hung Group (Travelmates), mengatakan kebun anggur di daerah Ninh Thuan di Provinsi Khanh Hoa dapat dikembangkan dengan cara ini.
“Jika pengunjung dapat mempelajari proses budidaya, memahami betapa sulitnya merawat tanaman anggur, dan berparti-sipasi sejak awal sambil diperkenalkan dengan siklus pertumbuhan tanaman, mereka akan mengembangkan apresiasi yang lebih besar dan mendukung produk-produk Vietnam,” kata Thanh.
Dia menambahkan bahwa memiliki lebih banyak destinasi akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada perusahaan perjalanan dalam merancang tour.
Setiap kebun anggur dapat tawarkan pengalaman khasnya sendiri, mulai dari mempelajari budidaya dan perawatan hingga mengunjungi, mencicipi, dan membeli produk berbasis anggur.










