GABORONE, Botswana, bisniswisata.co.id: Sekretariat Komunitas Pembangunan Afrika Selatan atau The Secretariat of the Southern African Development Community (SADC) selenggarakan Lokakarya Konsultatif Bersama tentang Pos Perbatasan Ramah Wisatawan melalui Program Aksi Bersama Natur Africa/Ketahanan Iklim dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (C-NRM)
Lokakarya termasuk Pelatihan Layanan Pelanggan untuk Petugas Perbatasan SAD yang didukung oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Uni Eropa (UE),
Difasilitasi oleh Southern Africa Tourism Alliance dan Fischer Consulting, kegiatan akhir juli lalu untuk petugas perbatasan dari Angola, Botswana, Namibia, Afrika Selatan, Zambia, dan Zimbabwe.
Kegiatan Konsultatif Bersama tentang Peningkatan Pos Perbatasan Ramah Pariwisata dan Layanan Pelanggan Pariwisata untuk Petugas Perbatasan merupakan hal penting bagi daya saing pariwisata regional dan merupakan bagian dari implementasi Program Pariwisata SADC (2020–2030).
Lokakarya ini mempertemukan para pejabat pariwisata dan pemangku kepentingan utama dari petugas perbatasan di bidang Imigrasi, Bea Cukai, Kepolisian, Kesehatan Pelabuhan, dan petugas meja pariwisata, serta operator pariwisata dan struktur manajemen pos perbatasan untuk meneliti tantangan yang dihadapi wisatawan di pos perbatasan SADC.
Membahas pendekatan praktis untuk mengatasi tantangan- antangan ini guna memastikan pengalaman pengunjung yang lancar dan berkesan. Informasi yang dibagikan akan memfasilitasi penyusunan Pedoman Pos Perbatasan Ramah Pariwisata SADC.
Tujuan utama program pelatihan ini adalah untuk memperkuat kesadaran petugas perbatasan mengenai kebutuhan pengunjung dan membekali mereka dengan kompetensi untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara efektif.
SADC tetap berkomitmen untuk mempromosikan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabilitas, transparansi, dan integritas di seluruh kawasan, sejalan dengan mandatnya untuk memajukan pembangunan pariwisata berkelanjutan dan integrasi regional.










