KATHMANDU, bisniswisata.co.id: Pasar wisata kebugaran global diperkirakan mencapai USD 1,02 triliun pada tahun 2030, menurut laporan terbaru dari Grand View Research, Inc. Pasar ini diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR sebesar 9,93% dari tahun 2022 hingga 2030.
Dilansir dari travelbiznews.com,
meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan perawatan pribadi akan menjadi salah satu pendorong utama pasar ini.
Kampanye promosi yang diselenggarakan oleh berbagai pemerintah juga mendorong wisata kebugaran di seluruh dunia, menurut rilis yang dikeluarkan oleh Grand View Research.
Layanan kebugaran yang ditawarkan oleh para pelaku industri membantu pelanggan menemukan solusi untuk meningkatkan atau menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Meningkatnya jumlah orang yang peduli kesehatan berkontribusi pada meningkatnya permintaan aktivitas kebugaran di destinasi wisata populer.
Dari segi layanan, segmen penginapan mendominasi pasar pada tahun 2021. Hal ini disebabkan oleh pesatnya ekspansi jaringan hotel besar yang menyediakan terapi eksotis termasuk program peremajaan, perawatan spa, dan layanan lainnya.
Berdasarkan jenis perjalanan, segmen domestik menyumbang pangsa pendapatan terbesar pada tahun itu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pengeluaran wisatawan domestik untuk aktivitas kesehatan.
Amerika Utara diperkirakan akan mendominasi pasar sepanjang periode perkiraan. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan akan kesehatan fisik dan mental, peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan, dan meningkatnya kesadaran akan manfaat spa.
Meningkatnya penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup seperti diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi akibat jadwal kerja yang padat dan gaya hidup yang kurang gerak mendorong pertumbuhan pasar.
Pasar ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti meningkatnya kesadaran akan pariwisata kesehatan dan meningkatnya beban penyakit.
Lebih lanjut, meningkatnya prevalensi penyakit mental seperti depresi dan kecemasan, peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan, meningkatnya adopsi layanan perjalanan daring.
Begitu puka meningkatnya pengaruh media sosial, dan meningkatnya investasi pemerintah untuk menarik wisatawan turut mendorong pertumbuhan pasar ini,” menurut Grand View Research, perusahaan riset pasar dan konsultan yang berbasis di AS.










