Dari Kuala Lumpur, Malaysia Airlines bakal Singgahi Solo

this formate

SOLO, bisniswisata.co.id: Bandara Internasional Adi Soemarmo rencana membuka rute baru Solo-Kuala Lumpur. Pembukaan rute baru dilakukan pada 18 September 2019. yang merupakan hasil kerja sama dengan maskapai penerbangan Malaysia Airlines. Pembukaan rute baru Solo-Kuala Lumpur ini, merupakan dampak positif dari keberadaan KA Bandara di Bandara Adi Soemarmo.

“Jadi segera dioperasikan, rencananya akan ada penerbangan dua kali dalam seminggu (reguler). Dengan adanya rute tersebut juga berpotensi untuk membuka rute Solo-Singapore. Dan kami menawarkan rute tersebut ke maskapai lain,” papar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman.

Seperti dilansir laman Republika, Kamis (12/09/2019) Usman melanjutkan, kemajuan Bandara Adi Soemarmo saat ini meningkatkan potensi pembukaan rute-rute baru penerbangan. Terutama ke 10 negara di Asia dan Australia. “Ke depan kita tidak hanya Kuala Lumpur, tetapi potensi SOC ini bisa sampai ke 10 Negara Asia dan 4 Kota Australia, di mana titik tersebut masuk dalam jangkauan Airbus 330, ungkapnya.

Dengan fasilitas yang ada saat ini, lanjut dia, kenapa tidak kita tawarkan. Meski nanti yang kita jual masih tetap Borobudur. Karena selama ini, orang-orang kalau mau ke sana harus lewat Bali atau Jakarta dulu.

Usman menambahkan, keberadaan KA Bandara akan memudahkan penumpang langsung menuju ke Borobudur. “Nanti bisa langsung menuju Stasiun Tugu Jogjakarta. Rencananya jalur KA Stasiun Tugu-Magelang akan dibuka kembali untuk memfasilitasi wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk lebih mudah pergi ke Borobudur,” ucap dia.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose menyampaikan, di semester pertama 2019 memang ada penurunan penumpang sebesar 48 persen jika dibandingkan semester pertama 2018. Diakuinya, penurunan disebabkan oleh keberadaan jalan tol dan harga tiket pesawat yang terjadi di awal 2019.

“Kami akan terus mengembangkan Bandara. Saat di weekday penggunaan slot kita hanya 40 persen dan di weekend sebesar 65 persen. Artinya masih ada sisa, bahkan kita siap jika ada lonjakan penumpang dua kali lipat. Saat ini rata-rata penggunaan take off-landing hanya 12 slot per jam,” ucapnya.

Dan untuk apron kta nambah 5 unit, sehingga totalnya 15 apron. Tinggal gimana kita mengkonsep penumpang untuk datang ke Solo. Dengan jarak tempuh dan fasilitas yang tersedia kita siap sampai Beijing dan Australia paling ujung. Terlebih Solo memiliki transportasi antarmoda yang sudah bagus,” tukasnya. (ndy)

Dana Desa Dongkrak Koja Doi jadi Desa Wisata Ternama

this formate

SIKKA NTT, bisniswisata.co,id: DESA Koja Doi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timut (NTT) pantas bersyukur. Desa yang berada di gugusan pulau yang mengitari perairan teluk Maumere ini menyertakan dana desa untuk mengembangkan pariwisata. Melalui penyertaan modal dari dana desa, kini Desa Koja Doi siap meraup PADes yang besar.

Kepala Desa Koja Doi, Hanawi, yakin wilayahnya cocok untuk dikembangkan menjadi desa wisata. “Kami punya keindahan Teluk Maumere di sini. Kita juga punya mangrove, terumbu karang yang indah, teluk, jalur trekking, lingkungan yang bagus dan tentu saja masyarakatnya juga,” tutur Hanawi di kediamannya di Koja Doi, Rabu (11/9).

Nama Koja Doi sudah cukup terkenal dengan beberapa keunikannya seperti Bukit Batu Purba yang berada di sisi utara perkampungan. Bukit batu ini sering dikunjungi wisatawan untuk sekadar mengabadikan momen dengan latar belakang perkampungan dan eloknya biru laut.

“Kita juga punya jembatan batu yang sudah dibangun sejak tahun 1979. Jembatan ini panjangnya 680 meter, menghubungkan Pulau Koja Doi dan Pulau Besar. Ini langka. Keunikan lainnya juga adalah Pulau Koja Doi ini mirip janin bayi kalau dilihat dari lereng bukit di Pulau Besar,” tutur Hanawi.

Beragamnya potensi pariwisata di Desa Koja Doi memantik semangat pihak desa untuk serius mengelola pariwisata. Pengembangan potensi istimewa ini menemui titik terang dengan bergulirnya dana desa. Langkah awal yang sedang mereka godok adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kita siapkan orang-orang muda, ibu-ibu penenun dan dasawisma. Kita juga rencanakan mengirim anak-anak muda untuk studi banding tentang pengelolaan pariwisata yang baik,” beber Hanawi sambil menambahkan selain penguatan SDM, secara teknis Desa Koja Doi menyertakan modal kepada Bumdes dengan nama Bumdes Monianse yang memiliki perhatian khusus untuk mengembangkan pariwisata desa di samping beberapa unit kerja lainnya.

Tahun 2017 lalu, pihak desa mulai mengintervensi dana desa untuk penataan Bukit Batu Purba. Tingginya perhatian desa terhadap pengelolaan pariwisata di Koja Doi, bagi Manajer Bumdes Monianse, M Salihun, menjadi angin segar bagi usaha Bumdes.

Sejauh ini, Bumdes Monianse bersama Pokdarwis getol memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memajukan pariwisata. Salihun menyampaikan empat kegiatan Bumdes Monianse desa Koja Doi, pariwisata, perdagangan, perikanan dan pelayanan. “Kami baru mendapat penyertaan modal awal Rp50 juta dari dana desa, sehingga kita baru bergerak di sektor pariwisata, kita bentuk lagi pokdarwis,” ungkapnya.

Salihun menyampaikan Bumdes juga memfasilitasi masyarakat sehingga beberapa rumah dijadikan homestay dan menggelar kegiatan penataan lingkungan. “Masyarakat harus dilibatkan dalam pengelolaan pariwisata. Mereka bukan penonton. Kita ubah kebijakan, jadikan masyarakat sebagai pelaku. Luar biasanya, masyarakat paham dan tidak ada kendala yang besar,” tuturnya seperti dilansir laman MediaIndonesia.

Salihun menceritakan, sebelum Bumdes ada, geliat membangun pariwisata di Desa Koja Doi sudah dimulai sekitar tahun 2001, pihak desa bersama masyarakat memulai kegiatan konservasi dengan melakukan transplantasi terumbu karang di laut sekitar Pulau Koja Doi. “Dulu masyarakat rajin bom ikan. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Kita sudah sadar. Kalau bom, ikan akan mati semua. Sekarang ikan sudah banyak karena rumah mereka sudah ada,” tukasnya.

Hal ini benar adanya, wilayah perairan di sekitar Pulau Koja Doi dipenuhi terumbu karang dengan jenis yang bervariasi. Terumbu karang dengan ukuran besar akan muncul ke permukaan saat air laut surut. Nampak juga biota laut terutama ikan hidup aman dalam pelukan terumbu karang.

Bumdes Monianse, jelas Salihun, sejauh ini berusaha menyusun satu paket pariwisata yang ramah lingkungan atau yang familiar diaebut dengan istilah ekowisata. Setiap tamu diajak untuk ikut merawat identitas Teluk Maumere sebagai taman wisata bawah laut. Aktivitasnya melalui kegiatan tranplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove.

La Mane Untu, selaku tokoh masyarakat Koja Doi, sangat antusias dengan langkah pemerintah desa membangun desa pariwisata. Baginya, ikon desa pariwisata akan menjadi sumber penghasilan baru bagi desa. Kendati demikian, La Untu berharap agar pariwisata tidak boleh memudarkan identitas orang Koja Doi. Adat stiadat tidak boleh luntur karena pariwisata. “Setiap tamu atau turis yang datang harus ikut adat-istiadat kita,” tandas La Untu.

Berkat kegigihannya membangun sektor pariwisata, Desa Koja Doi kini menghasilkan PADes puluhan juta rupiah per tahun. Kini, target PADes pun dinaikkan.,(ndy)

Undang Wisatawan Datang, Kota Solok Kembangkan Agrowisata

this formate

KOTA SOLOK, bisniswisata.co.id: Destinasi wisata Kota Solok, Sumatera Barat memang masih sangat minim. Terbatasnya objek wisata bukan berarti Kota berjulukan Kota Beras Serambi Madinah ini, pesimis mendatangkan wisatawan. Berbagai terobosan dan inovasi dilakukan. Kini untuk mengundang wisatawan datang, Kota Solok melirik mengembangkan wisata agro

“Destinasi wisata agro ini bisa menjadi peluang besar untk menggaet wisatawan lokal maupun mancanegara mampir dan berbelanja di Kota Solok,” papar Wali Kota Solok Zul Elfian didampingi wakilnya, Reinier dalam keterangannya seperti dilansir laman Tempo, Rabu (11/09/2019).

Pengembangan wisata agro, Walikota Solok menginstruksikan aagar Dinas Pariwisata bersama Dinas Pertanian menjadikan kawasan Payo Kelurahan Tanah Garam sebagai destinasi agrowisata. Kegiatan itu sudah dimulai sejak awal Maret 2019.

Dijelaskan, Kawasan Payo memiliki jarak 6 km dari pusat Kota Solok. Untuk mencapai kawasan Payo sangatlah gampang, karena jalan menuju ke RT IV itu sudah beraspal beton. Kendaraan roda dua maupun roda empat sangat lancar menuju lokasi dengan jarak tempuh 20 menit.

“Hanya saja bagi driver perlu berhati-hati karena jalannya banyak tikungan dan tanjakan. Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Solok menjadikan Payo sebagai tujuan agrowisata, di wilayah itu sudah mulai dikembangkan budidaya bunga krisan,” ungkapnya

Tidak hanya itu, lanjut dia, Pemerintah Kota Solok juga mengalokasikan anggaran Rp 190 juta pada tahun 2018, untuk membangun menara pandang di Puncak Payo. Sehingga, jika bangunan selesai, wisatawan lokal maupun mancanegara bisa menyaksikan Danau Singkarak dan pusat Kota Solok jika berdiri diatas menara pandang tersebut.

Berbagai macam program sosialisasi sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Solok kepada masyarakat demi wujudkan agrowisata, “Masyarakat harus mampu melihat peluang ekonomi dari kedatangan orang ke Payo,” kata Walikota Zul Elfian.

Hal tersebut dapat diwujudkan dengan menyediakan makanan dan minuman dari hasil produksi pertanian. Setidaknya bisa muncul warung-warung minuman di sepanjang jalan, serta kios-kios bunga krisan. Selain ada deplot, masyarakat juga dibimbing membudidayakan bunga krisan.

Tak cukup dengan itu, Pemerintah Kota Solok mulai melirik potensi tanaman kopi Payo. Zul Elfian dan Reinier optimistik mengenai kopi asli Kota Solok. Pengembangan tanaman kopi dilakukan di Kawasan Payo yang merupakan dataran tinggi. Setidaknya ini menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Jenis yang dikembangkan di Payo adalah jenis kopi Robusta, yang memang kopi asli kawasan Payo.

“Kami sangat berharap dengan adanya potensi ini, dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, kami juga selalu meminta kepada OPD terkait untuk selalu proaktif mengembangkan potensi ini” sambung Wakil Walikota Reiner.

Dengan adanya potensi tersebut, seharusnya masyarakat dapat memanfaatkan kondisi yang ada dilapangan untuk menjadikan payo sebagai pusat agrowisata. Masyarakat dapat membangun warung-warung kopi yang menyediakan langsung seduhan kopi payo.

Sehingga wisatawan yang berkunjung tak hanya melihat kopi saja melainkan juga dapat mencicipinya. “Ini merupakan peluang yang besar bagi masyarakat, tentunya kami sebagai pemerintah selalu berupaya untuk membuka peluang usaha bagi masyarakat” ungkap Reinier.

Tidak hanya itu, Reiner memaparkan, wisatawan juga bisa menikmati jagung bakar, pisang rebus, gorengan maupun makanan ringan yang dibuat dari hasil pertanian. Jadi orang yang datang ke payo tidak hanya sekedar melihat potensi alamnya yang indah dan sejuk, melainkan menikmati industri olahan dari produksi pertanian.

Dengan demikian agrowisata yang dicita-citakan tidak hanya sekadar impian melainkan menjadi kenyataan. Perekonomian masyarakat Payo juga bisa meningkat dengan banyaknya orang berkunjung ke lokasi wisata.

Sawah Solok nantinya menjadi mitra agrowisata Payo sebagai pemikat wisatawan. Hanya saja untuk wisata Sawah Solok masih memiliki perjalanan panjang karena, di Sawah Solok baru sekadar melihat tanaman padi dan budidaya ikan kolam air deras. Jika panen tiba, tentunya agrowisatanya tadi tidak ada lagi, karena hanya terlihat hamparan sawah semata.

Setidaknya, untuk melangkah ke arah agro wisata sudah ada, apalagi untuk lokasi Sawah Solok sudah dibangun gadung-gadung, mushala, dan pondok istirahat yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai sambil memandang hamparan padi dan budidaya ikan kolam air deras. Sejak dibangunnya gadung-gadung di Sawah Solok, sudah banyak masyarakat yang berkunjung.

Masyarakat yang berkunjung ke lokasi itu hanya sekadar berswafoto. Mereka belum bisa berlama-lama menikmati pemandangan atau sekadar berwisata kuliner. Peluang ekonomi tersebut hendaknya dapat dibaca oleh masyarakat setempat, dengan membuka warung-warung minuman sehingga pendapatan masyarakat bisa meningkat. (ndy)

Maskapai Aigle Azur Pailit, 13 Ribu Penumpang Menjerit

this formate

PARIS, bisniswisata.co.id: Maskapai penerbangan Prancis Aigle Azur bangkrut. Aigle Azur mengajukan pailit akhir pekan lalu. Maskapai yang menerbangkan total 1,9 juta penumpang pada tahun 2018, secara tiba-tiba membatalkan seluruh penerbangannya. Akibatnya, sebanyak 13 ribu penumpang pesawat yang sudah membeli tiket pun menjerit. Bahkan penumpang terkatung-katung, di antaranya 11 ribu penumpang terjebak di Aljazair.

“Bukan hanya belasan ribu pelancong yang dirugikan, namun 150 karyawan dan 500 awak pesawat kena dampak pailit Aigle Azur. Ada 13 ribu penumpang yang membeli tiket mereka dan perlu dipulangkan. Di antara mereka, 11 ribu penumpang berada di Aljazair, enam penumpang di Mali, dan Lebanon, Moskow, dan Senegal,” papar Menteri Transportasi Prancis Jean-Baptiste Djebbari di Paris, Rabu (11/09/2019).

Dilansir laman CNN, Djebbari menyebut upaya menerbangkan kembali penumpang-penumpang yang terlantar di negara lain, akan memakan waktu berminggu-minggu dan membutuhkan proses lama untuk menerbangkannya. Karenanya, pihaknya eminta maskapai-maskapai penerbangan Prancis lainnya untuk ikut membantu proses pemulangan penumpang yang berada di Aljazair.

“Saya meminta mereka (maskapai Prancis) memainkan peran mereka dalam pemulangan para penumpang. Saya ingin berterima kasih kepada Air France karena men-carter penerbangan tambahan ke Aljazair,” katanya dengan bangga.

Djebbari memperkirakan proses pemulangan penumpang akan memakan waktu tiga minggu, meskipun maskapai Prancis lainnya ikut memberikan bala bantuan dengan memulangkan para penumpang yang tengah melancong di negara lain.

Aigle Azur merupakan maskapai yang khusus menerbangkan penumpang dari Prancis ke Aljazair dan sebaliknya. Sebelumnya, maskapai ini telah menerima 14 penawaran untuk pengambilalihan. Di antara partner strategis yang menawarkan diri tersebut, berdasarkan informasi AFP, antara lain Air France, Easy Jet yang memiliki Air Caraibes. Namun, keduanya hanya menawarkan pengambilalihan saham sebagian. Bukan seluruhnya.

Termasuk juga, HNA Group, konglomerat asal China yang menerbangkan pesawat Hainan Airlines selaku pemegang 49 persen saham Aigle Azur. Kemudian, maskapai asal Amerika Serikat yang menerbangkan JetBlue dan TAP Air Portugal, serta satu pengusaha Prancis bernama Gerard Houa. (ndy)

Mulai Dibangun, Hotel Pertama di Bandara Kertajati

this formate

MAJALENGKA, bisniswisata.co.id: Hotel pertama di Bandara Kertajati Majalengka mulai dibangun. Pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati diawali dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Kertajati, Majalengka, Rabu (11/9/19).

“Peletakan ini pertanda dimulainya pengembangan kawasan Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati),” papar Gubenur Emil – sapaan akrabnya. Dalam acara ini Gubernur Emil didampingi Bupati Majalengka Karna Sobahi, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Komisaris PT Metropolitan Land, Tbk. Nanda Widya, Presiden Direktur PT Metropolitan Land, Tbk. Thomas J Angfendy, dan jajaran Direksi Metland.

“Ini kick off bahwa konsep kawasan Rebana dimulai optimismenya dengan groundbreaking (peletakan batu pertama) hari ini. Karena masa depan Jawa Barat saya ramalkan akan hadir di kawasan ini, jantungnya ada di Majalengka,” tambahnya.

Menurut Emil, tidak ada kawasan strategis di Indonesia seperti Rebana –kawasan yang berdekatan dengan pelabuhan Patimban dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dia pun menyebut kawasan Rebana sebagai kota futuristik. “Tidak ada kawasan pelabuhan yang berdekatan dengan bandar udara. Cari di Indonesia yang punya kawasan se-strategis ini,” katanya.

Emil berharap Hotel Horison Ultima Kertajati bisa membawa kemajuan bagi Majalengka. Apalagi, sektor pariwisata Majalengka sedang berkembang. Hal itu membuat Majalengka menjadi salah satu destinasi wisatawan yang datang ke Jabar. Dia pun meminta agar Metland memprioritaskan warga lokal untuk bekerja di hotelnya. “Saya yakin pembangunan hotel ini akan membawa kemajuan luar biasa. Dan saya minta prioritaskan warga lokal (pekerjanya),” ucapnya.

Bupati Majalengka Karna Sobahi menyambut baik pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati. Menurut dia, hotel tersebut tidak hanya menjadi infrastruktur pendukung kawasan sekitar Bandara Kertajati, tetapi juga sarana pendukung pariwisata di Majalengka.

Apalagi, kata Karna, saat ini Majalengka tengah sibuk menerima kedatangan para investor yang ingin menanamkan modalnya di Majalengka. “Kami berkomitmen bagaimana investor merasa aman, nyaman, dan sejuk melaksanakan investasinya,” ucapnya.

Karna menjelaskan, realisasi investasi Kabupaten Majalengka selama dua tahun terus meningkat. Pada 2017 dan 2018, nilai investasi di Majalengka sebesar Rp 551,9miliar dan Rp 1,145triliun. Sedangkan, pada Januari-Agustus 2019, nilai investasi mencapai Rp 1,3triliun. “Nilai investasi kami sebesar 60 persen berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan 40 persen dari dalam negeri,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar memberikan bantuan program strategis untuk Majalengka, seperti bantuan untuk pembangunan Alun-Alun Majalengka senilai Rp 18miliar dan pengembangan kawasan destinasi wisata. “Sehingga, saat ini, kami sedang memperkuat RTRW yang sedang kami sesuaikan degan RTRW provinsi,” kata Karna.

PT Metropolitan Land, Tbk. (Metland) melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari menghadirkan Hotel Horison Ultima Kertajati untuk memenuhi kebutuhan akomodasi penumpang pesawat terbang, serta masyarakat lain yang beraktivitas di BIJB Kertajati.

“Kami merupakan pihak swasta pertama yang turut serta dalam pembangunan pengembangan sarana pendukung Bandara Kertajati atau kawasan airport city,” ungkap Presiden Direktur PT Metropolitan Land, Tbk. Thomas J Angfendy dalam siaran pers tertulisnya.

Hotel Horison Ultima Kertajati ini merupakan hotel bintang empat dengan desain modern dan sentuhan lokal. Dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 10.890 meter persegi, hotel ini terdiri dari delapan lantai dan satu lantai, serta 110 kamar untuk pembangunan tahap pertama dari rencana 200 kamar. Fasilitas di antaranya convention hall dengan kapasitas hingga 700 orang, ruang meeting, kolam renang, lobby lounge, restoran, fitness center, dan area komersial.

“Lokasi Hotel Horison Ultima Kertajati sangat strategis, hanya berjarak dua kilometer dari Bandara (Kertajati). Hal ini memberikan nilai tambah untuk hotel,” kata Thomas seperti dilansir laman Bisnis.

Target Hotel Horison Ultima Kertajati adalah para crew maskapai penerbangan, traveler, wisatawan domestik maupun asing yang singgah di Kertajati, serta para karyawan dan eksekutif yang bekerja di kawasan industri sekitar Kertajati. (ndy)

Revitalisasi Museum Gunung Merapi Tunggu ACC Presiden

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Museum Gunung Merapi perlu direvitalisasi. Museum di Jalan Kaliurang Km 22,5, Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman DI Yogyakarta ini diperlukan terutama untuk memperbaiki bangunan yang lebih representatif, lebih artistisk dan lebih menarik. Pasalnya, kunjungan wisatawan menyaksikan museum ini grafiknya terus naik.

Sayangnya revitalisasi belum dijalankan lantaran menunggu ACC atau surat persetujuan dari presiden. Mengingat, revitalisasi museum menalan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Sesuai aturan untuk nilai aset lebih dari Rp100 miliar perlu persetujuan presiden. Apalagi untuk aset tidak bergerak (bangunan). Sedangkan untuk aset bergerak, yaitu isi dan koleksi museum secara penuh sudah diserahkan kepada Kabupaten Sleman.

“Museum ini, selain sebagai destinasi wisata, juga tempat edukasi kebudayaan. Karena itu, harus terus dioptimalkan, baik fisik maupun materinya. Sebenarnya sudah diserahkan dari pemerintah pusat ke pemkab Sleman pada tahun 2019. Sehingga Sleman dapat mengelolaan Museum,” papar Kepala dinas kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara di Sleman. Rabu (9/11/2019).

Hanya saja untuk proses revitalisasi, lanjut dia, terutama peningkatan bangunan terbentur pada peraturan. Sebab untuk penyerahan aset tidak bergerak (bangunan) yang nilanya lebih Rp100 miliar harus ada persetujuan dari presiden. “Saat ini kami sedang memproses dan suratnya sudah sampai di sekretaiat negara, diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama,” ungkapnya.

Dilanjutkan, sambil menunggu surat persetujuan presiden, Sleman melakukan berbagai persiapan. Di antaranya membuat detail engineering desain (DED) pembanguna gedung dan DED pengembangangan lingkungan. Saat surat persetujuan presiden turun, segera dapat melaksanakan revitalisasi MGM.

“Revitalisasi ini diperlukan terutama untuk memperbaiki bangunan MGM. Karena itu, untuk DED bangunan garis besarnya untuk melindungi dan bentuknya sama, terutama air tidak menyentuh langsung ke atap. Anggaran DED Rp8 miliar yang berasal dari Danais,” jelasnya seperti dilansir laman Sindonews.

Dengan revitalisasi ini, selain bisa merawat gedung secara optimal, dengan kondisi MGM yang baik, juga bisa menjual MGM lebih proporsional sekaligus mengoptimalkan edukasi serta kecintaan pada museum. Termasuk akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) Sleman. “Tahun ini PAD MGM ditargetkan Rp2 miliar,” paparnya.

Museum yang berdiri kokoh dan artistik dengan latar Gunung Merapi diresmikan tahun 2010. Bentuk bangunan museum dua lantai ini sangat unik dan menarik. Berbentuk trapesium dengan salah satu sisi puncaknya mengerucut membentuk segitiga. Ketika hari cerah dan Gunung Merapi tak tertutup awan,

Memasuki museum, sebuah replika sebaran awan panas dari tiga buah letusan Gunung Merapi, yakni pada tahun 1969, 1994 dan 2006 akan menyambut para pengunjung. Alat inilah yang membuat seluruh ruangan bergemuruh. Tekan saja salah satu tombolnya, sebaran awan panas dan aliran lava pijar akan terlihat menyerupai kejadian waktu itu.

Terbayang betapa dahsyatnya gejolak gunung api ini tiap kali meletus. Ratusan rumah tertimbun material vulkanik, ribuan ternak mati dan warga harus dievakuasi. Kehidupan di sekitar Merapi tandas ditelan wedhus gembel. Peristiwa tersebut bagai rajah yang tak akan hilang dari ingatan siapa saja yang menjadi korban.

Menjelajahi ruangan lain, menemukan display tipe letusan gunung api, batuan dari Gunung Merapi sejak tahun 1930, koleksi benda-benda sisa letusan tahun 2006 hingga koleksi foto-foto Gunung Merapi dari zaman ke zaman yang dipajang sedemikian rupa sehingga mudah diamati. Panel-panel ilustrasi dengan gambar kartun pun dapat dijumpai dan tentunya ramah bagi anak-anak.

Dari sekian banyak koleksi benda yang ada, salah satu yang menarik adalah batu bom (volcanic bomb). Batu ini sepintas terlihat seperti batu biasa dengan bentuk yang tak beraturan. Tapi siapa sangka, batu ini adalah rupa lain lava pijar bersuhu 700 – 1.200 derajat celcius yang kemudian terlempar ke udara dan mengalami proses pendinginan cepat sebelum sampai ke permukaan bumi.

Puas mengamati setiap koleksi di lantai satu, saatnya menilik apa yang ada di lantai dua museum. Setidaknya ada sembilan tipe benda koleksi dan alat peraga yang tersimpan di sana, mulai dari display letusan dan erupsi Merapi, lorong peraga simulasi LCD, peraga simulasi tsunami hingga peraga simulasi gempa. Masing-masing koleksi tersebut berhasil menarik perhatian tiap pengunjung, apalagi koleksi alat peraga yang ada masih berfungsi dengan baik.

Usai semua sisi museum dijelajahi, masuk ke dalam teater mini museum ini adalah pilihan yang tepat. Sembari beristirahat, pengunjung akan disuguhi sebuah film pendek berdurasi 24 menit berjudul Mahaguru Merapi. Film ini menunjukkan dua sisi Merapi yang begitu berbeda. Merapi memberi kesuburan dan kehidupan bagi tiap makhluk di sekitarnya, tapi ada kalanya ia juga meluluhlantakkan semuanya tanpa tersisa.

Sungai-sungai yang mengalir dari lerengnya memenuhi kebutuhan warga akan air, tapi ada saatnya sungai tersebut berubah jadi ancaman kehidupan karena lahar dingin yang mengalir di dalamnya. Melalui film ini, sekali lagi, Merapi berhasil mengundang decak kagum, membawa tiap pengunjung mengenal lebih dekat sosoknya yang mengagumkan. Kehadirannya adalah pengingat akan keagungan Sang Pencipta, ketika semua yang sudah ada kapan pun bisa hilang dan kehidupan berulang dari awal. (ndy)

2020, Anggaran Destinasi Wisata Super Prioritas Ditambah

this formate

JAKARTA. bisniswisata.co.id: Pengembangan pariwisata menjadi salah satu prioritas pemerintah di tahun 2020.. Anggaran belanja pemerintah pusat pun dikucurkan untuk menyelesaikan pengembangan destinasi wisata super prioritas. Ada 10 Kawasan Pariwisata Strategis Nasional atau 10 Bali Baru yang ditetapkan. Namun, ada 4 kawasan menjadi super prioritas untuk diselesaikan pengembangannya yakni kawasan Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan, komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan pariwisata sangat tinggi. Untuk itu, pemerintah memberi alokasi anggaran belanja yang cukup besar untuk mendukung proyek-proyek pariwisata.

“Harapannya kalau ini bisa dilakukan dengan melibatkan Kementrian/Lembaga (K/L), juga Pemda dan skema KPBU, maka bisa menghasilkan turisme yang tinggi dan membangkitkan kegiatan ekonomi di wilayah-wilayah objek wisata,” tuturnya dalam rapat kerja di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (10/9).

Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, misalnya, direstui menerima tambahan anggaran belanja untuk mendukung pembangunan destinasi wisata. 2020, anggaran belanja Kemenhub yang diusulkan dalam RAPBN 2020 sebesar Rp 42,67 triliun. Namun, pemerintah dan Banggar menyepakati untuk menambah lagi anggaran sebesar Rp 441,5 miliar sehingga total belanja Kemenhub tahun depan mencapai Rp 43,11 triliun.

“Tambahan Rp 441,5 miliar tersebut untuk pembangunan enam destinasi di luar super prioritas, serta kebutuhan perpanjangan landasan pacu di Bandara Komodo, Labuan Bajo,” ucapnya seperti dilansir laman Kontan, Rabu (11/09/2019).

Sementara, Kemenpar memiliki pagu belanja sebesar Rp 4,38 triliun dalam RAPBN 2020. Pemerintah mengusulkan tambahan anggaran Rp 100 miliar sehingga belanja Kemenpar tahun depan disepakati sebesar Rp 4,47 triliun. “Tambahan anggaran untuk Kemenpar untuk mendukung pembangunan kawasan Danau Toba, terutama terkait pembangunan infrastruktur danau dan proses hak pengelolaan (HPL),” ungkapnya.

Di luar dua kementerian tersebut, ada pula enam K/L lainnya yang terlibat dan mengalokasikan anggaran khusus dalam pembangunan 10 KPSN tersebut.
Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 7,8 triliun, Kementerian ESDM Rp 45,8 miliar, Kementerian LHK Rp 150 miliar, Kemendes PDTT Rp 82,99 miliar, Kemendikbud Rp 51,2 miliar, dan Bekraf Rp 19,2 miliar.

Selain membangun KPSN, anggaran tersebut ditujukan untuk membangun embung dan jaringan air minum, membangun jalan pelabuhan, TPA, IPAM, Geopark Dermaga, membangun atau merehab pelabuhan danau, runway, dan bandara, pengembangan dan revitalisasi desa adat. Serta pemberdayaan desa wisata dan penyediaan sarana ruang kreatif.

Ditempat terpisah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2020 memproyeksikan peningkatan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, serta Manado Bitung-Likupang.

Pembangunan infrastruktur di lima destinasi super prioritasdilakukan secara bertahap, di mana pada 2019 dianggarkan sebesar Rp 1,7 triliun. Untuk mengakselerasi pengembangan, Kementerian PUPR akan meningkatkan pagu anggaran infrastruktur menjadi sebesar Rp 7,1 triliun pada 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR melaksanakan visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan dan mempercepat pembangunan di lima destinasi super prioritas yang telah ditetapkannya setelah rapat terbatas pada 15 Juli 2019. “Sektor pariwisata adalah sektor unggulan yang harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (11/9/2019).

Pada 2020, dalam mendukung konektivitas di KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga membangun infrastruktur seperti Jembatan Tano Pangol di Kabupaten Samosir sepanjang 1,2 km. Anggaran untuk proyek ini adalah sebesar Rp 297 miliar dengan masa pelaksanaan 2020-2021. Kemudian Preservasi dan Pelebaran Jalan Lingkar Samosir, dengan total anggaran sebesar Rp 526 miliar.

Selanjutnya, yakni infrastruktur Sumber Daya Air berupa Pelebaran Alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter dengan panjang 120 meter, dengan anggaran Rp 325 miliar. Kementerian PUPR juga melakukan Penataan Kawasan Parapat, yakni pembangunan gerbang kawasan Rp 148,2 miliar, dan penataan ruang publik Parapat dengan anggaran Rp 50 miliar

Di KSPN Borobudur, pada 2020 dilakukan kegiatan berupa penataan kawasan permukiman Borobudur dengan membangun Gerbang Palbapang dan penataan koridor Jalan Mayor Kusen dengan anggaran sebesar 150 miliar.

Lalu, pembangunan Gerbang Klangon dan penataan jalan Klaben, Gerbang Wisata Borobudur, serta Penataan parkir, drop off dan koridor pedagang kaki lima di kawasan Candi Mendut dengan anggaran sebesar Rp 70 miliar.

Untuk KSPN Lombok akan dilakukan pembangunan Jalan Bandara Internasional Lombok (BIL)–Kuta Mandalika dengan panjang 17 km lebar 25 meter dengan anggaran Rp 1,45 triliun.

Selanjutnya, pembangunan Promendede dengan anggaran Rp 20 miliar, pengembangan kawasan Gili sebesar 50 miliar, dan pengembangan Geopark Rinjani dengan alokasi Rp 30 miliar.

Sementara untuk KSPN Labuan Bajo, pada 2020 dilakukan peningkatan jalan dan trotoar ruas jalan Soekarno Hatta Atas, peningkatan jalan dan trotoar ruas jalan Soekarno Hatta Bawah, penataan kawasan Puncak Waringin, Batu Cermin, Kampung Baru, Bukit Pramuka, serta kawasan Rinca.

Kemudian untuk KSPN Manado–Bitung–Likupang akan diselesaikan pembangunan Bendungan Kuwilkawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, peningkatan Jalan Akses Likupang, pembangunan Jembatan Bitung–Pulau Lembeh, Jalan Tol Manado–Bitung, penataan Kawasan Bunaken, penataan Kawasan Pantai Malalayang, dan Kawasan Wisata Pantai PAAL–Likupang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Gairahkan Milenial Cinta Budaya, Festival Ketoprak Pelajar Digelar

this formate

KLATEN, bisniswisata.co.id: Festival Ketoprak Pelajar kembali digelar. Gelaran yang memasuki tahun ke-10 ini, sangat membanggakan. Bangga lantaran minat generasi milenial mencintai sekaligus melestarik budaya tradisional semakin meningkat. Peningkatan ini terlihat dari jumlah peserta. Tercatat ada 62 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK di Klaten Jawa Tengah, berpartisipasi dalam festival tahunan ini.

Festival diselenggarakan Amigo Peduli Budaya Klaten ini, memperebutkan Piala Bupati dan Gubernur Jawa Tengah. Festival dimulai Kamis (12/09) hingga Ahad (13/10/2019) di Aula SD Krista Gracia Klaten yang rencananya dibuka Bupati Klaten, pada Kamis (12/9).

Ada beberapa tingkatan festival ini, untuk tingkat SMA/SMK diselenggarakan 12-15 September, dengan jumlah peserta 24 sekolah tingkat provinsi. Tingkat SMP, 27-29 September, diikuti 19 sekolah, dan tingkat SD dijadwalkan 11-13 Oktober dengan peserta 19 sekolah.

“Gubernur Ganjar Pranowo akan hadir di SD Krista Gracia pada puncak pelaksanaan FKP tingkat SMA/SMK, 15 September nanti. Sekaligus untuk menyerahkan piala kepada pemenang,” papar Ketua Panitia FKP X Eko Hariyanto dalam keterangan resminya, Rabu (11/09/2019).

Tujuan penyelenggaraan FKP untuk mewujudkan generasi muda cinta budaya. Selain itu, kegiatan nonkulikuler ini sebagai pendidikan budi pekerti, moral, dan karakter siswa. “Kami berterima kepada seluruh sekolah yang telah mendukung terselenggaranya FKP. Baik untuk tahun ini maupun tahun yang akan datang, demi terwujudnya generasi muda yang cinta seni budaya tradisional khususnya ketoprak,” lontarnya.

Pemrakasa Festival Ketoprak Pelajar (FKP) Edy Sulistyanto menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahunnya yang diawali sejak 2010. Sebelumnya FKP diselenggarakan piala Bupati Klaten. “Piala Gubernur ini sudah yang kedua kali diperebutkan khususnya pada FKP tingkat SMK/SMA pada tahun 2018 yang lalu,” ungkapnya.

Gelaran FKP tahun ini rencananya Gubernur akan hadir pada puncak acara, yakni pada 15 September 2019, sekaligus penyerahan pemenang FKP tingkat SMA/SMK. “Festival ini sebagai stimulan bagi sekolah dalam hal pelestarian budaya Jawa melalui ketoprak. Pelestarian budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari penguatan pendidikan karakter,” katanya.

Diakui, FKP dinilai tidak hanya sekadar menjadi rutinitas pergelaran ketoprak yang digelar setiap tahun namun sebagai tempat untuk mengajarkan kemajemukan.

Tahun ini, panitia rencananya akan menyiarkan live streaming di Channel Youtube Amigo “Amigo Peduli Budaya”. Amigo menerapkan teknologi Digital sebagai pengganti booklet yang rutin dicetak setiap tahunnya. Boklet digital berbasis WEB ini dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Seniman ketoprak kondang asal Yogyakarta, Yati Pesek mengapresiasi terselenggaranya FKP tingkat pelajar di wilayah Kabupaten Klaten ini. Dengan begitu, kelestarian budaya seperti ketoprak ini perlu diuri uri agar tetap hidup dan tidak hilang.

“Saya sebagai seniman, saya sangat bangga dengan adanya gelaran FKP ini. Saya kawatir bila seni ketoprak ini hilang. Padahal, ketoprak ini kesenian dari tanah Jawa,” tandasnya.

Perempuan yang terkenal dengan Ketoprak Humornya yang ditayakan di Stasiun TV Swasta, mengakui sempat khawatir bagaimana kalau ketoprak hilang begitu saja. Padahal itu juga peninggalan nenek moyang dan anak-anak muda ini bisa meneruskan warisan budaya.

“Selama beberapa tahun belakangan ini festival ketoprak sempat vakum di beberapa daerah. Tapi saya senang akhir-akhir ini ketoprak bisa berkembang lagi,” harap dia. (end)

Komunitas Konsumen Indonesia Laporkan Menhub ke Ombudsman

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) melaporkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi c.q. Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti ke Ombudsman. Laporan yang disampakain Selasa (10/09) terpaksa dilakukan lantaran KKI banyak menerima pengaduan dari masyarakat pengguna jasa angkutan udara terkait ketiadaan media hiburan pada maskapai kelas ekonomi, yang menerapkan standar pelayanan maksimun atau full services.

“Padahal dalam peraturan penerbangan di Indonesia, standar pelayanan penumpang kelas ekonomi terbagi ke dalam tiga kelompok pelayanan yaitu standar maksimum (full services), standar menengah (medium services), dan standar minimum (no frills). Konsumen pun mengeluh lalu mengadukan ke KKI,” lontar
Ketua KKI David Tobing dalam keterangan resminya, Rabu (11/09/2019).

Dilanjutkan, Menteri Perhubungan diduga lakukan maladministrasi karena telah lalai menjalankan tugasnya dalam pengawasan penerbangan. “Ini dengan membiarkan maskapai full services seperti Garuda dan Batik Air tidak menyediakan media hiburan di dalam sebagian pesawatnya, kok dibiarkan saja,” paparnya.

KKI Mengacu pada ketentuan Pasal 30 ayat satu huruf e Permenhub 185 tahun 2015, maskapai dengan standar pelayanan full services wajib menyediakan media hiburan. Sayangnya, dalam temuan di lapangan, maskapai full services seperti Garuda Indonesia dan Batir Air tidak menyediakan media hiburan di beberapa pesawatnya. Beberapa di antaranya seperti pesawat jenis Bombardier CRJ-1000, ATR 72-600, Boeing, dan Airbus.

Dengan adanya praktik itu, lanjut dia, sepatutnya tidak boleh menjual kursi penerbangan kepada masyarakat. Atau, kata dia, maskapai tersebut harus menurunkan kelas pelayanannya menjadi medium services atau no frills. “Sehingga harga tiket yang dibayarkan masyarakat sesuai dengan fasilitas yang diterima,” ungkapnya.

Menurutnya, praktik tersebut diduga telah terjadi berulang kali selama bertahun tahun. Dia menegasakan Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara diduga telah melakukan maladministrasi karena telah memberikan izin kepada Garuda Indonesia mengoperasionalkan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 yang tidak memiliki media hiburan TV.

“Menteri Perhubungan lalai melakukan pengawasan penerbangan dengan membiarkan maskapai full services seperti Garuda dan Batik Air tidak menyediakan media hiburan di dalam sebagian pesawatnya,” jelas David serius.

Diharapkan, dengan adanya pelaporan tersebut, Menteri Perhubungan dapat melakukan pengawasan dan penindakan terhadap maskapai yang tidak menjalankan kewajibannya. Khususnya maskapai yang memberikan pelayanan kepada konsumen tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam laporannya, KKI meminta Ombudsman untuk mengeluarkan salah satu dari dua rekomendasi. Pertama, meminta kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia c.q. Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk melarang maskapai Garuda dan Batir Air menjual tiket pesawat yang tempat duduknya tidak dilengkapi media hiburan yang berfungsi dengan baik.

Kedua, atau meminta kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia c.q. Direktur Jenderal Perhubungan Udara untuk menurunkan standar pelayanan penumpang kelas ekonomi maskapai Garuda dan Batik Air menjadi pelayanan dengan standar menengah atau standar minimum. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Turis Inggris Buktikan Ritual Seks di Gunung Kemukus

this formate

SRAGEN, bisniswisata.co.id: Gunung Kemukus sudah mendunia. Bahkan menjadi sorotan salah satu media asing beberapa tahun silam. Sorotan itu terkait image negatif berupa ritual seks di obyek wisata Gunung Kemukus, yang ada di wilayah Pendem Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah (Jateng).

Untuk membuktikan kebenaran itu, Turis asal Inggris Robert Radford sengaja datang saat ritual satu Sura, Ahad (1/9/2019). Robert bersama istrinya Olivia sengaja datang sehari sebelum puncak ritual digelar. Dan kedatangannya murni untuk berwisata, bukan melakukan ritual seks yang digembor-gemborkan selama ini.

“I just come here as a tourist. We came yesterday. I come from UK England. . Just looking to see what happen and see the culture. Just see how interesting is in here. Nothing else,”,” lontar Robert seperti dilansir Joglosemarnews.com, Selasa (10/09/2019).

Robert mengaku memang tak banyak mengenal riwayat soal Kemukus. Namun ketertarikannya terhadap tradisi ritual dan kebudayaan yang ada di Kemukus saat puncak ritual di satu sura. Setelah dibuktikan langsung dengan menginap di Kemukus, Robert mengaku tak percaya dengan kabar dan cerita ritual seks di Kemukus. “Tak ada seks bebas di sini,” lontarnya.

Olivia mengaku sudah dua kali datang ke Kemukus juga saat puncak ritual satu sura. Ia mengungkapkan tertarik datang ke Kemukus untuk berwisata, melakukan ritual ziarah dan melihat budaya larap slambu yang digelar tiap satu sura. Soal image dan kabar soal ritual seks yang selama ini diidentikkan dengan Kemukus, Olivia juga mengaku tak percaya dan mengesampingkan mitos itu.

Memang image obyek wisata Kemukus sempat kondang sebagai salah satu lokasi wisata religi yang beraroma negatif. Kemukus juga sempat menjadi sorotan dunia setelah salah satu media asing di Australia membuat geger dengan menulis soal tradisi seks bebas oleh pengunjung di Kemukus saat malam Jumat Pon.

Malam Jumat Pon selama ini identik sebagai hari paling ramai ritual dan pengunjung kemukus bisa mencapai ribuan orang. “Sebenarnya itu mitos dan pemahaman yang salah. Karena di sini sebenarnya hanya murni wisata religi. Ziarah ke makam Pangeran Samudera. Itu saja,” tutur Penanggungjawab Obyek Wisata Gunung Kemukus, Marcellu Suparno.

Umumnya, peziarah datang ke Kemukus pada malam Jumat, terutama Jumat Pon dan Jumat Kliwon (penanggalan Jawa), warga berbagai daerah mendatangi pusara Pangeran Samudera, tokoh penyebaran Islam yang dimakamkan di pegunungan itu.

Kabar wisata religi ini sudah lama berembus ke masyarakat. Namun, objek wisata religi Gunung Kemukus kian populer karena disertai adanya praktik ritual seks terselubung. Dikabarkan, sebagian peziarah yang datang dikisahkan menjalani ritual seks dengan warga sekitar untuk mendapat berkah.

Gunung Kemukus sendiri berada di wilayah sabuk hijau Waduk Kedungombo. Gunung tersebut masuk ke wilayah Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen. Akses masuk ke Gunung Kemukus sebelumnya hanya bisa dilakukan melalui kendaraan roda dua dan perahu. Para peziarah biasanya meninggalkan kendaraannya, dan beralih menggunakan perahu menuju Gunung Kemukus.

Namun, kini, peziarah bisa langsung ke gunung itu karena Pemrov Jateng memberi bantuan Rp 14,7 miliar untuk pembangunan Jembatan Garong, jembatan yang menghubungkan dataran Sragen dengan pulau kecil di tengah Waduk Kedongombo. Para peziarah pun bisa leluasa masuk ke pegunungan itu. Sesampainya di pusara Makam Pangeran Samudra, umumnya peziarah membaca doa tahlil dipandu juru kunci makam.

Cerita soal kawasan Gunung Kemukus seolah menjadi tempat prostitusi terselubung itu, muncul beberapa tahun lalu ketika media Australia, SBS, gencar memberitakan praktik-praktik seks bebas di gunung itu pada 2014.

Media Australia, SBS, menyebut peziarah harus menjalani ritual, yaitu berhubungan intim dengan yang bukan pasangannya agar mendapatkan berkah dari Pangeran Samudra yang dimakamkan di bukit Kemukus.

Hingga kini, Pemkab Sragen dan Pemprov Jawa Tengah berusaha terus mengikis image negatif soal obyek wisata Gunung Kemukus. Dan melalukan sosialisasi bahwa keberadaan Gunung Kemukus merupakan destinasi wisata religi. (end)