Diusulkan Pelabuhan Tanjung Emas Khusus Wisatawan

this formate

SEMARANG, bisniswisata.co.id: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengusulkan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, diperuntukkan khusus untuk wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman). Tunjuannya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan yang melintas jalur laut.

Dengan status khusus ini nantinya kegiatan industri akan dipindahkan dari Pelabuhan Tanjung Emas. “Untuk kegiatan industri, saya meminta pemerintah memindahkannya ke Pelabuhan Kendal,” lontar Gubernur Ganjar di Semarang, Selasa (1/10).

Dilanjutkan, pihaknya sedang mengonsep pembangunan dua pelabuhan besar yakni Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Kendal. Harapannya, dua pelabuhan itu dapat berdampak positif dengan potensi pelayaran internasional. “Kita sedang mengembangkan dua pelabuhan itu, bukan tidak mungkin, jalur pelayaran Selat Malaka akan berpengaruh pada perairan Jateng,” ujarnya.

Usulan itu sudah disampaikan ke pemerintah pusat yang diharapkan segera ditindaklanjuti. “Kami sudah dua kali rapat dengan presiden terkait rencana ini,” kata politikus PDI Perjuangan seperti dilansir Antara.

Sedangkan realisasi pembangunan Pelabuhan Kendal saat ini sedang dalam proses, namun meminta agar realisasi itu dilakukan cepat karena Pelabuhan Tanjung Emas sekarang sudah terlalu ramai. “Ini tadi barusan dari Pelindo II mau paparan terkait pembangunan Pelabuhan Kendal, mereka sudah siap memaparkan, tinggal nanti eksekusinya seperti apa,” ujarnya.

Pelabuhan Tanjung Emas sendiri merupakan pintu masuk turis mancanegara yang akan menuju ke berbagai obyek wisata di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Candi Borobudur, Prambanan, Keraton Jogjakarta, Museum KA Ambarawa, Kota Lama Semarang, Taman Wisata Widuri Pemalang, serta kawasan Rawapening Semarang.

Saat ini, kolam Dermaga Samudera di Pelabuhan Tanjung Emas, eksisting telah mampu melayani kapal pesiar atau cruise dengan draft hingga -8 LWS (Low Water Spring). Sementara MV Silver Shadow hanya memiliki draft kapal -6,1 LWS dan dengan panjang 186 meter. Tanjung Emas juga telah menjamin keamanan pada area pelabuhan (port facility) sebagai wujud implementasi ISPS Code (International Ship and Port Facility Security) A.

Pembuka tahun 2019, Pelabuhan Emas pertama kali disinggahi kapal pesiar MS Maasdam berbendera Rotterdam ini memiliki GT (Gross Tonnage) 55.575 T dan LOA (Length Over All) 219.21 meter ini mengangkut 1.213 wisatawan dan 570 kru kapal.

PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) mencatat bakal ada 153 kedatangan kapal pesiar di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh perseroan di tahun 2019. Dari jumlah itu sebagian besar menjadikan Pelabuhan Benoa, Bali, sebagai tujuan utama. Tercatat akan ada rencana 75 kedatangan di Pelabuhan Benoa. Selanjutnya 17 rencana kedatangan ke Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat, ke Pelabuhan Tanjung Emas, Jawa Tengah sebanyak 16 rencana kedatangan. (ndy)

1 Oktober 2019, Garuda Terbangi Denpasar – Medan – Amesterdam

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: Maskapai nasional Garuda Indonesia, mulai 1 Oktober 2019 resmi melayani penerbangan Denpasar – Medan – Amsterdam. Langah ini sebagai upaya Maskapai Plat Merah dalam memenuhi harapan para pengguna jasa terhadap ragam konektivitas jaringan penerbangan internasional serta untuk lebih menggairahkan dunia pariwisata nasional, khususnya wilayah Sumatera Utara.

Penerbangan ini diharapkan juga memberikan pilihan jadwal penerbangan yang lebih beragam bagi pengguna jasa yang sebelumnya dilayani melalui rute penerbangan langsung Jakarta – Amsterdam PP.

Penerbangan Denpasar – Medan – Amsterdam dilayani Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang dengan konfigurasi kursi 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi dengan jadwal 6 kali dalam seminggu yaitu setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Ahad.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan penyesuaian rute ini merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia memenuhi harapan pengguna jasa dari Denpasar maupun Kualanamu Medan, yang ingin menikmati konektivitas layanan penerbangan ke Amsterdam maupun sebaliknya.

“Bagi penumpang yang sebelumnya telah memiliki tiket penerbangan Jakarta – Amsterdam akan kami terbangkan melalui Kualanamu dari Jakarta untuk kemudian melanjutkan penerbangan menuju Amsterdam, demikian juga sebaliknya”, kata Pikri dalam keterangan resminya, Selasa (01/10/2019).

Dioperasikannya rute ini, lanjut dia, juga merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia untuk memperkuat konektivitas jaringan penerbangan internasional serta memenuhi demand market yang tinggi khususnya dari Amsterdam menuju Denpasar. Penerbangan ini sekaligus menjadi komitmen maskapai mendukung program pemerintah dalam mengembangkan pariwisata Indonesia melalui destinasi wisata unggulan Indonesia seperti Medan dan Bali.

“Sebagai salah hub penerbangan terpadat di Indonesia bagian barat, Medan menjadi pilihan strategis bagi Garuda Indonesia dalam menyediakan konektivitas layanan penerbangan yang lebih beragam menuju Amsterdam maupun sebaliknya”, papar Pikri.

Medan telah lama menjadi destinasi favourite wisatawan Eropa yang hendak melihat dan merasakan keindahan Danau Toba yang telah menjadi destinasi andalan dunia serta melihat penangkaran orang utan di Bohorok, Bukit Lawang. Pilihan penerbangan tersebut sekaligus menjadikan Medan sebagai salah satu hub transit penerbangan di domestic dan internasional yang strategis.

“Sementara itu, Denpasar yang merupakan destinasi penerbangan yang menjadi salah satu hub & spoke wisatawan mancanegara dari Australia maupun Asia tentunya akan menjadikan Bandara Internasional Ngurah Rai kian strategis dengan hadirnya pilihan penerbangan menuju Amsterdam”. sambungnya.

Layanan penerbangan Denpasar – Kualanamu – Amsterdam ini juga dapat terhubung langsung dengan penerbangan dari Jakarta, mengingat saat ini Medan dan Denpasar memiliki sedikitnya empat puluh layanan penerbangan per harinya dari dan menuju Jakarta. Dengan demikian pilihan koneksi penerbangan dari Jakarta maupun Denpasar, lontarnya.

Penerbangan Denpasar – Medan – Amsterdam dilayani dengan GA 088 yang berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 20.25 LT dan akan tiba pukul 23.15 LT di Bandara Internasional Kualanamu dan kemudian akan diberangkatkan menuju Amsterdam pada pukul 23.55 LT dan tiba di Bandara Internasional Schipol pada pukul 07.50 LT.

Sementara penerbangan dari Amsterdam akan dilayani dengan GA 089 berangkat dari Bandara Internasional Schipol pada pukul 12.05 LT dan akan tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Medan pada pukul 06.25 LT kemudian akan berangkat kembali menuju Denpasar pada pukul 07.05 LT dan akan tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai pada pukul 11.05 LT. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Arab Saudi: Turis Langgar Kesopanan Publik akan Didenda

this formate

RIYADH, bisniswisata.co.id: Kebijakan Arab Saudi yang membuka negaranya bagi turis non-Muslim diikuti oleh serangkaian aturan. Salah satunya adalah memberlakukan denda atas pelanggaran ‘kesopanan publik’. Denda termasuk mengatur pakaian yang tidak sopan dan bermesraan di ranah publik.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan ada 19 pelanggaran serupa tetapi tidak merinci hukumannya. Karena negara Islam ultra-konservatif itu, mulai mengeluarkan visa turis untuk pertama kalinya sebagai bagian dari upaya untuk mendiversifikasi ekonominya, yang selama ini hanya bergantung pada minyak.

“Peraturan baru itu mengharuskan laki-laki dan perempuan untuk berpakaian sopan, dan untuk menahan diri dari bermesraan di depan umum. Wanita bebas memilih pakaian sederhana apapun asal sopan,” kata dia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir EPA, Selasa (01/10/2019).

Peraturan tersebut dimaksudkan untuk memastikan pengunjung dan wisatawan yang datang ke kerajaan, mengetahui hukum yang berkaitan dengan perilaku publik. Sehingga para wisatawan asing harus mematuhinya.

Arab Saudi pada Jumat (27/9), mengatakan warga negara dari 49 negara sekarang dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan visa daring atau visa kedatangan, termasuk Amerika Serikat, Australia dan beberapa negara Eropa.

Pariwisata Kickstarting, salah satu pusat dari program reformasi Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman, untuk mempersiapkan ekonomi Arab terbesar untuk era pascaminyak. Tetapi negara konservatif yang melarang alkohol dan terkenal karena pemisahan jenis kelamin itu, tetap tidak membolehkan wisatawan global selain para jamaah Muslim, untuk mengunjungi tempat-tempat suci di Mekkah dan Madinah.

Pria dan wanita harus menghindari pakaian ketat atau pakaian dengan bahasa atau gambar tidak senonoh. Juga harus membaca instruksi di situs website yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris yang diluncurkan oleh otoritas pariwisata. “Wanita harus menutupi bahu dan lutut di depan umum,” kata dia lagi.

Tetapi Kepala Pariwisata Arab Saudi, Ahmed al-Khateeb mengatakan, wanita asing tidak diwajibkan untuk mengenakan jilbab yang menutupi seluruh tubuh, yang saat ini masih wajib dipakai publik untuk wanita Saudi.

Pangeran Mohammed berusaha untuk melepaskan citra ultra-konservatif negaranya dengan mencabut larangan ke bioskop dan mengemudi bagi wanita. Termasuk memberikan izin konser yang bercampur gender dan olahraga ekstra. Norma-norma sosial santai di kerajaan itu, disambut baik oleh banyak masyarakat Arab Saudi, di mana dua pertiganya berusia di bawah 30 tahun.

Tetapi pedoman kesopanan publik yang baru pertama kali disetujui oleh kabinet pada April 2019 lalu, secara luas dianggap tidak jelas dan telah memicu kekhawatiran publik bahwa negara ini akan memiliki banyak interpretasi.

Saudi juga memicu kekhawatiran akan bangkitnya kembali kebijakan moral. Polisi agama Arab Saudi pernah memunculkan ketakutan yang meluas, dengan mengusir pria dan wanita keluar dari mal agar segera menunaikan ibadan, dan menegur siapapun yang terlihat berbaur dengan lawan jenis. Kekuasaan mereka telah terpotong dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan sekarang sebagian besar sudah tidak terlihat.

Berikut adalah beberapa tujuan wisata utama di Arab Saudi seperti dilansir Malay Mail, antara lain:

Al-Ula

Al-Ula terletak di barat laut kerajaan. Al-Ula adalah daerah yang dipenuhi reruntuhan pra-Islam dan sisa-sisa arkeologi lainnya. Zona gurun ini jauhnya sekitar 1,5 jam dari Riyah dengan kira-kira sebesar Negara Belgia. Di Al-Ula terdapat Madain Saleh, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Madain Saeh merupakan kota kuno berusia lebih dari 2.000 tahun yang diukir menjadi batu-batu gurun oleh kaum Nabataen, orang-orang Arab dari zaman pra-Islam yang juga membangun Petra di Yordania. Pengembangan Al-Ula adalah bagian dari upaya untuk meletarikan situs-situs peninggalan zaman pra-Islam.

Oasis Al-Ahsa

Oasis Al-Ahsa yang subur terletak di Timur Saudi Arabia. Oasis ini dipenuhi dengan situs-situs arkeologi yang belum digali, dan membawa jejak-jejak pendudukan manusia sejak zaman Neolitik. Pada Juni tahun lalu, UNESCO menambahkan oasis Al-Ahsa yang memiliki jutaan pohon kurma ke dalam daftar warisan dunia.

Kawah Al-Wahbah

Kawah yang kurang dikenal ini terletak di Timur Laut Kota Jeddah di Laut Merah. Kawah ini adalah sisa dari aktivitas vulkanik. Cerita rakyat yang berkembang menyebutkan bahwa kawah terbentuk ketika dua gunung saling mencintai. Namun, salah satu gunung lenyap sehingga meninggalkan depresi dan terbentuklah rongga berupa kawah Al-Wahbah.

Mega Proyek

Kerajaan Arab Saudi telah mengumumkan serangkaian proyek besar senilai ratusan miliar dolar. Salah satunya proyek Saudi Vision 2030 itu adalah membangun Neom, sebuah kota masa depan senilai 500 miliar dollar AS. Neom disebut-sebut akan menyulap padang pasir tandus di pantai Laut Merah Utara menjadi kota metropolitan yang megah. Menurut para pejabat, nantinya di sana akan difasilitasi taksi terbang dan robot yang bisa berbicara. Pada 2017, kerajaan Saudi juga mengumumkan proyek untuk mengubah 50 pulau dan situs lainnya di Laut Merah menjadi resor mewah. Tahun lalu, pembangunan “kota hiburan” Qiddiya diluncurkan di dekat Riyadh, yang akan mencakup taman hiburan kelas atas, fasilitas olahraga motor dan area safari. (ndy)

Komunitas Calya Jelajahi 8 Destinasi sambil beri Donasi

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: KOMUNITAS Toyota Calya Indonesia (KTCI) genap berusia tiga tahun pada 6 Oktober 2019. Menyongsong perayaan hari ulang tahun digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), anggota KTCI dari berbagai chapter seluruh Indonesia sibuk mempersiapkan diri.

Seperti yang dilakukan KTCI chapter Tangerang yang menuntaskan perjalanan mereka menjelajahi delapan destinasi. Perjalanan 8 hari yang dimulai sejak 21 hingga 29 September 2019 tersebut diakhiri dan ditutup di Sumatra Selatan. Tim ekspedisi berjumlah 8 orang dan melibatkan 4 unit Toyota Calya ini memulai perjalanan mereka dari Auto2000 Pasar Kemis, Tangerang, Sabtu (21/9).

Kegiatan ekspedisi ini juga digelar untuk memperingati dua tahun berdirinya KTCI chapter Tangerang. Pelepasan tim dilakukan Kepala Bengkel Auto2000 Pasar Kemis Erwin Surianto. Sebanyak 40 member ikut melepas keberangkatan tim eksplorasi tersebut.

Destinasi pertama adalah Outlet Auto2000 Raden Inten Bandar Lampung. Rombongan disambut kepala bengkel Nurrahman. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Taman Nasional Way Kambas. Tim eksplorasi memberikan sumbangan berupa peralatan kebersihan serta pemberian piagam penghargaan terhadap keberhasilan taman nasional ini dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.

Penyerahan piagam diwakili perwakilan KTCI chapter Lampung Raya kepada Pengendali Ekosistim Hutan Taman Nasional Way Kambas Catur Marsudi. Dari Way Kambas, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Limbang Jaya dan Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Perjalanan menuju lokasi ini ditempuh selama delapan jam.

Tim eksplorasi KTCI Chapter Tangerang memberikan sumbangan berupa tas dan alat-alat tulis kepada anak-anak pengrajin tenun songket. Khusus di Kampung Burai, selain sebagai penghasil songket, desa ini juga dikenal sebagai pembuat pempek tradisional yang sudah turun temurun. “Kami biasa tangkap ikan di sungai Kelakar untuk bahan bakunya. Jadi asli ikan dari sungai kami ini,” ujar Linda, penenun songket dan pembuat pempek.

Selain terkenal dengan songket dan pempeknya, Desa Burai juga memiliki keindahan alam yang luar biasa. Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan dibangun tempat wisata alam. Hal itu diungkapkan Wili, Ketua Kelompok Burai Mandiri di desa itu. “Target kami dalam dua tahun ke depan insha Allah bisa terealisasi karena semua pihak sudah mendukung baik pemerintah, CSR perusahaan, maupun masyarakat setempat,” tutur Wili.

Untuk mewujudkan kepedualian terhadap lingkungan, tim ekslorasi memberikan bibit pohon kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Kabupaten Ogan Ilir Dicky Syailendra. Tim juga singgah di SDN 10 Tanjung Batu untuk membagi-bagikan lampu LED yang lebih hemat energi.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan kembali. Pulau Kemaro menjadi destinasi favorit tim elsplorasi di karenakan tidak ada satu kendaraan pun di sana baik motor atau mobil. “Untuk menuju ke sini kita harus naik perahu sekitar 30 menit menyeberangi Sungai Musi. Agak takut sih tapi puas pas sampai di sini indah banget pemandangannya,” beber Asika, salah satu peserta perempuan di tim ekplorasi itu.

Pulau Kemaro adalah pulau delta yang berada di tengah-tengah Sungai Musi. Pulau ini ramai dikunjungi pada saat perayaan Cap Go Meh karena terdapat Klenteng Hok Tjing Rio.

Ketua Pelaksana Eksplorasi KTCI Tangerang Aliem mengatakan walau pun sangat ramai diunjungi, Klenteng Hok Tjing Rio lokasinya sangat jauh dari fasilitas pemadam kebakaran dan rumah sakit. Karena itu, timnya berinisiatif memberikan sumbangan berupa Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) dan Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke destinasi terakhir yaitu di Auto2000 Tanjung Api-Api Palembang yang jaraknya sekitar 700 km dari Pulau Kemaro. Di sini para anggota tim memeriksakan kendaraan. “Perlu dilakukan cek kendaraan secara detail karena utk perjalanan menuju kembali ke Jakarta juga hampir 700 km. Ini perlu dilakukan guna menjaga performa dan kesiapan kendaraan,” imbuh Raja Nami Siregar selaku kepala bengkel Auto2000 Tanjung Api-Api.

Sambil menunggu kendaraan mereka diservis, salah satu peserta rombongan mengungkapkan konsumsi bahan bakar selama perjalanan. “Untuk konsumsi BBM sangat irit. Malah lebih mahal ongkos nyebrang kapal ferrynya,” canda Imam.

Hal senada diungkapkan Didit yang kebetulan sering mondar mandir Jakarta-Palembang. “Saya sering ke Palembang tapi biasanya bawa mobil lain. So far is better lah,” ujar Didit sambil menambahkan usai memeriksakan kendaraan para peserta rombongan kemudian menuju hotel untuk berisitirahat dan menyiapkan diri menuju Jakarta keesokan harinya.

Ketua Umum KTCI Sapto Prayitno mengatakan saat ini organisasi yang dipimpinnya sudah mempunyai member aktif sekitar 800 lebih yang tersebar di 25 chapter. “Ini jejak pertama kita di Pulau Sumatra. Rencananya awal tahun depan kami akan melanjutkan jejak selanjutnya dan Smoga KTCI lebih baik,” tutur Sapto. (ndy)

Cerita Orang Rimba di Pementasan Beralas Bumi Beratap Langit

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pementasan Beralas Bumi Beratap Langit pada akhir pekan lalu berkisah tentang asal muasal dan kearifan Orang Rimba. Di antara pepohonan, syair-syair didendangkan oleh para lelaki berkalung sarung. Ada di antaranya membawa tombak, ada pula yang tengah memakan ubi. Dari situ pula, cerita Orang Rimba dideraskan.

Salah satu kisahnya ialah asal muasal Orang Rimba. Dari berbagai versi, yang diceritakan ialah versi pertemuan antara Bujang Rantau dan Putri Gelumpang. Setelah keduanya menikah dan beranak pinak, keturunan mereka pun ada yang memilih tinggal di hutan dan di kampung, atau yang dikenal dengan Orang Terang.

Pentas yang berjudul Beralas Bumi Beratap Langit ini terinspirasi saat sang produser, Maudy Koesnaedi, mengunjungi Sokola Institute yang diinisiasi pegiat literasi Marlina ‘Butet’ Manurung.

Bermula ketika Maudy membacakan kisah makna pohon Setubung yang sangat erat maknanya bagi kehidupan Orang Rimba, ia pun lalu menggali lebih dalam kisah mereka. Dalam pentas teater yang bergaya naratif itu sendiri, Maudy berperan sebagai narator.

Bertempat di studio 7 TVRI, Senayan, Jakarta Selatan, nuansa panggung juga terbangun dengan audio yang direkam langsung di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. Syair-syair yang berkumandang sebagai suara latar untuk mengiringi dendangan para aktor, juga merupakan syair yang dikumandangkan oleh para Orang Rimba.

Dalam kisahnya, juga diceritakan kebiasaan melangun Orang Rimba, yakni saat mereka berpindah dari satu titik ke titik lain, bila ada dari kelompok mereka yang meninggal. Ini ditujukan sebagai ‘penghiburan’ sebelum akhirnya mereka kembali ke titik awal mereka bermukim. Melangun bisa dilakukan selama bertahun-tahun. Namun, saat ini meski melangun masih dilakukan, daya jelajah Orang Rimba menjadi terbatas akibat deforestasi.

Beralas Bumi Beratap Langit membawa penonton untuk memahami sudut pandang Orang Rimba, dan kearifan luhur yang dijunjung mereka. Termasuk kebiasaan mengunduh madu, berburu binatang, dan menghormati pohon sebagai ekosistem yang menjadi bagian hidup.

Panggung Bercerita menceritakan filosofi Orang Rimba terhadap alam. Dialek yang diucapkan para aktor yang tergabung di Teater Abnon ini juga cukup meyakinkan peran mereka sebagai Orang Rimba.

Dalam prosesnya, survei dan riset dilakukan selama kurang lebih sepekan di Jambi. Untuk pengarahan dialek, para aktor dibantu oleh dua aktor yang berasal dari Jambi, Jagat Alfath Nusantara dan Kiel Darmawel.

“Dialek bagi sebagian aktor mungkin agak kesulitan, saya dan Kiel yang orang Jambi dan bisa dikatakan lumayan dekat dengan budaya kami, butuh sekitar sebulanan untuk melatih teman-teman, lebih intensif pada setiap latihan. Awalnya belajar dialek Jambi dulu, setelah sudah enak didengar, baru masuk dialek rimba. Karena dialek Orang Rimba itu ada tiga bahasa yaitu Jambi, Padang, dan Palembang,” ungkap Jagat seperti dilansir laman MediaIndonesia, Senin (30/09/2019).

Penata musik Mia Ismi Halida menambahkan, selama sepekan dikirim Maudy ke Jambi, ia bertemu dengan beberapa tokoh adat untuk meminta izin dan meriset instrumen yang digunakan para Orang Rimba.

“Riset selama seminggu, datang ke Jambi. Jagat kenalkan kami dengan Pak MG Alloy, Pa Wo Azhar, dan pengendum. Kami menggali filosofi orang Jambi pada umumnya, mencari tahu tetabuhan dan ritme yang ada di Jambi yang agak kuno,” papar Mia Ismi Halida.

Sebenarnya Orang Rimba itu tidak ada instrumen musik, lebih condong pada lagu dan mantra-mantra. Di hutan kami juga merekam langsung suara binatang dan dibantu para pengendum untuk menyanyikan lantunan syair agar spirit Orang Rimba juga terbawa saat pementasan,” jelas Mia.

Pentas yang berlangsung selama akhir pekan lalu itu menjadi seruan dari panggung seni untuk mengingatkan kembali kita sebagai manusia dalam menghargai alam dan belajar dari laku hidup Orang Rimba. (ndy)

Unggah Foto Sepulang dari Liburan di Eropa, Five Vi Dipuji Netizen

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pulang dari liburan di Luar Negeri lantas membagi kenangan dengan mengunggah foto di dunia maya, bagi kalangan selebriti merupakan lagu wajib. Kini Fivey Rachmawati atau yang akrab disapa Five Vi melakukan hal serupa sepulang dari melancong ke Jerman, Swiss dan terakhir di Prancis.

Belakang ini memamg Five Vi jarang muncul di dunia entertaiment yang mempopulerkan namanya. Dan kini, Fimemilih banting setir dengan terjun ke dunia politik. Pada Pemilu 2019, Five Vi maju sebagai calon legislatif dapil Jawa Barat. Hanya saja, Five Vi gagal melangkah ke senayan karena perolehan suaranya tak mencukupi.

Nampaknya kegagalan itu dilampiaskan dengan jalan-jalan keliling Eropa. Five Vi yang sudah membintangi 8 judul film sepanjang kariernya dan terakhir main film berjudul Drakula Cinta di 2014, menjadi perbincangan hangat di media sosial sepulang dari melancong.

Five Vi sempat mengunjungi beberapa bangunan megah dan restoran mewah yang ada di Prancis. Dalam unggahan foto and video via Instagram @five_vrachmawati, Senin (30/9/2019).

Perempuan kelahiran 12 September 1979m bergaya modis dengan memakai rok berwarna biru di jalanan Prancis. Selama di Prancis, Five Vi tidak lupa mengunjungi Palais de Justice. Bangunan megah yang dulu merupakan istana kota Paris. Bahkan, dengan bergaya santai dengan kaos lengan panjang bergaris-garis warna merah hitam di depan gedung megah di Paris.

Selama di Prancis, Five Vi sempat mengunjungi Restaurant Le Train Bleu Paris. Restoran tersebut memiliki kesan yang megah dan mewah dengan dominasi warna emas. Sebelum ke Prancis, mantan caleg dapil Jawa Barat ini mengunjungi banyak negara di Eropa seperti Jerman dan Swiss.

Dari akun instagram pribadi Five Vi, @five_vrachmawati, memosting beberapa potret liburannya di Eropa. “Try on with music @zurich.switzerland.. 6th of September,” tulis Five Vi.

Dalam video tersebut, Five Vi tampak mengibaskan rambut hitam indahnya dan melenggak-lenggokkan tubuhnya yang indah. Dari postingan video unggahan akun @five_vrachmawati tersebut, banyak netizen yang memuji kecantikan Five Vi.

“Sexy kece badai Babe!” tulis akun @deazyazhari.

“Sehatttt selalu idolaaa,” timpal akun @putrapmgkss.

“Internationalll model ini,” ujar akun @neney_jayanti.

“Wihh kak Five lagi di luar negeri, sehat terus kak Five @five_vrachmawati,” timpal akun @fajargokil26.

“Idola ieu mah euy,” tulis akun @ga_signature.

“Mbak @five_vrachmawati selalu yang paling cantik. Sehat terus mbak,” timpal akun @arjunsalahuddin.

“Kak @five_vrachmawati body-nya best lah pokoknya, shape-nya itulo,” puji akun @bisri_nu. (ndy)

Batam Great Sale Targetkan 255.000 Wisman

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Batam menggelar pesta wisata belanja bertajuk Batam Great Sale. Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menargetkan 255.000 orang wisatawan mancanegara (Wisman) mengunjungi Batam sepanjang pelaksanaan program pesta wisata belanja yang berlangsung Oktober 2019.

“Target kami kunjungan wisman meningkat 70 persen, dari rata-rata kunjungan per bulan sebanyak 150.000 wisman,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, dalam keterangan resminya yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (30/09/2019).

Rencananya, Batam Great Sale digelar sepanjang Oktober 2019 dengan melibatkan 20 pelaku usaha di 9 pusat perbelanjaan di Kota Batam. Pemkot mengajak pelaku usaha di mal untuk memberikan potongan harga hingga 70 persen dalam program itu, demi memancing wisman untuk datang ke Batam.

Ardi optimistis program itu akan diminati wisman untuk datang ke Batam. Pasalnya sebelum acara berlangsung sudah sejak beberapa bulan lalu melakukan promosi kegiatan itu di Singapura. “Di singapura sudah promo sejak 2 hingga 3 bulan lalu,” kata dia.

Selain itu, Batam Great Sale juga dibalut bersama program Kementerian Pariwisata, Hot Deals yang mana pelancong asing mendapatkan potongan harga paket liburan ke Batam, termasuk biaya untuk kapal Singapura-Batam pulang dan pergi.(Ant)

Dalam kesempatan itu, ia juga optimistis, harga yang ditampilkan pelaku usaha adalah benar-benar potongan harga. Bukan tipu-tipu, seperti yang selama ini dikeluhkan wisman, harga dinaikkan lebih dulu, baru didiskon. Itu sudah jadi opini umum. Kami sudah mengontrol, karena sistem itu tidak populer dilakukan lagi. Wisman dan masyarakat tahu harga,” kata dia.

Rencananya, Batam Great Sale akan digekar setiap tahun di Bulan Oktober. Pemerintah dan pelaku usaha sepakat menggelar Batam Great Sale pada Oktober, karena itu adalah musim rendah kunjungan, sehingga diharapkan dapat mendorong kedatangan wisman ke Batam. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Minim Sosialisasi, Wisata Tangerang Sepi Kunjungan Wisman

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: Pemkot Tangerang memiliki tantangan berat untuk mendatangkan turis mancanegara. Selama ini kunjungan turis asing masih sangat minim ke sejumlah tempat wisata baik wisata belanja, wisata kuliner, maupun objek wisata lainnya di Kota Tangerang. Tercatat ada 59 obyek wisata di Tangerang.

Kurang populernya pariwisata di Kota Tangerang lantaran minimnya sosialisasi dari Pemkot Tangerang, sehingga belum dijadikan agenda rutin turis asing untuk berkunjung. Di sisi lain, kunjungan ke taman-taman tematik atau kampung-kampung tematik seperti Kampung Bekelir mesti dipromosikan lebih masif.
Sebenarnya Pemkot Tangerang sudah memahami persoalan tersebut. Saat ini kedatangan turis asing ke Kota Tangerang belum masuk skala prioritas pariwisata.
Bukan hanya persoalan internal, persoalan pariwisata juga dipengaruhi faktor eksternal seperti kondisi sosial dan politik berkembang di Indonesia sehingga perlu pengelolaan yang baik dari pemerintah daerah.

Kemajuan dunia pariwisata di Kota Tangerang yang terbelah oleh Sungai Cisadane memang cukup lambat karena dimulai dengan mengembangkan sesuatu yang baru bukan pada kebudayaan yang sedang berkembang.

Sejauh ini, taman dan kampung tematik yang dibangga-banggakan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dinilai belum sanggup menarik minat turis asing. Begitupun dengan berbagai festival rutin yang diadakan setiap tahun, hanya ramai oleh warga lokal dan menjadi acara seremonial semata sehingga tidak menjadi agenda wajib yang harus dikunjungi warga asing.

Beberapa tempat pariwisata yang memiliki nilai sejarah tinggi seperti kelenteng, penjara, reruntuhan benteng, pasar, masjid, hingga museum masih sepi-sepi saja. Kondisi ini ditambah tuna literasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang yang tidak pernah meng-update kegiatannya maupun informasi tempat wisata yang dapat dikunjungi di-website-nya.

Di situs resmi dinas yang bertanggung jawab terhadap kegiatan wisata di Kota Tangerang, situs tersebut tidak aktif dan hanya berisi tentang laporan kerja, perjanjian kerja, serta rencana kerja. Sementara, informasi tentang kebudayaan dan kegiatan pariwisata tidak ada sama sekali.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Raden Rina Hernaningsih mengklaim kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang meningkat, namun masih didominasi turis lokal. “Tempat wisata di Kota Tangerang itu ada taman dan cagar budaya. Sejak Januari sampai sekarang ada 1.246.832 turis yang datang,” kata Rina seperti dilansir laman Sindonews, Senin (30/09/2019),

Dari total 1,2 juta turis, kunjungan turis asing masih sangat sedikit dan kedatangan turis asing ke Kota Tangerang belum menjadi prioritas utama. Ini sangat disayangkan mengingat potensi yang ada dapat dimaksimalkan.

“Kunjungannya tersebar di sejumlah tempat wisata. Untuk turis asing sebanyak 150.894. Tahun lalu turis sebanyak 1,5 juta jiwa. Sekarang belum akhir tahun sudah 1,2 juta jiwa,” ujar Rina.

Hanya 150.894 Wisman ke Kota TangPariwisata di Kota Tangerang sebenarnya sangat potensial. Kota yang dikepung pabrik ini memiliki Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. Bandara Soetta merupakan bandara terbesar di Indonesia. Bandara ini juga merupakan pintu masuk dunia internasional ke Indonesia dengan jumlah pengunjung mencapai 200.000 jiwa per hari.

“Untuk pengunjung Bandara Soetta baik penerbangan domestik dan internasional, jumlahnya 200.000 orang. Itu sudah termasuk turis asing,” kata Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura (AP) II Yado Yarismano.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan asing yang masuk ke Indonesia sepanjang Juni 2019 meningkat hingga 9,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kunjungan turis asing itu paling banyak menggunakan jalur udara, salah satunya melalui Bandara Soetta yang mencapai 1,45 juta selama Januari-Agustus 2019.

Dari total kunjungan turis asing yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soetta hanya sekitar 150.894 jiwa yang berkunjung ke Kota Tangerang. Sisanya 1,44 juta jiwa lebih hanya menumpang lewat saja. (ndy)

RRC Libur Nasional, Indonesia dapat Limpahan Kunjungan Turis Tiongkok

this formate

BEIJING, bisniswisata.co.id: Indonesia bakal mendapat limpahan turis China selama libur hari nasional berdirinya Republik Rakyat China pada 1-7 Oktober 2019. Data Ctrip sebagai penyedia jasa penjualan paket perjalanan berbasis elektronik terbesar di China, Senin, menyebutkan bahwa akan ada 7,5 juta warga setempat yang akan bepergian ke luar negeri selama musim libur perayaan ke-70 berdirinya RRC itu.

Hampir separuh dari jumlah tersebut akan berangkat secara mandiri atau tidak dalam rombongan menggunakan jasa agen perjalanan wisata. Ctrip menyebutkan beberapa negara atau wilayah yang menjadi tujuan favorit wisatawan mandiri China adalah Jepang, Thailand, Singapura, Hong Kong, Makau, Malaysia, Vietnam, Maladewa, Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia.

Sejak adanya penurunan kunjungan wisata ke Hong Kong dan Taiwan pada tahun ini, sejumlah wisatawan China mengalihkan perjalanannya ke Jepang dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Demikian halnya dengan data Lvmama, platform daring paket wisata lainnya, menyebutkan bahwa turis China masih memfavoritkan Jepang dan Thailand diikuti Vietnam, Singapura, Malaysia, Turki, Rusia, Australia, Indonesia, dan Spanyol.

Imigrasi China (NIA) mencatat selama musim libur “National Day” tahun ini akan ada 1,98 juta orang keluar-masuk daratan Tiongkok itu setiap hari atau naik 2,7 persen dibandingkan momentum yang sama tahun lalu.

Kenaikan penumpang pesawat secara signifikan akan terjadi di Bandar Udara Internasional Ibu Kota Beijing (BCIA), Bandara Pudong Shanghai, Bandara Baiyun Guangzhou di Provinsi Guangdong, dan Bandara Shuangliu Chengdu di Provinsi Sichuan.

Jumlah penumpang harian selama masa liburan tersebut di BCIA diperkirakan mencapai 79.000, Pudong (100.000), Baiyun (55.000), dan Shuangliu (21.000).

Dengan demikian, keempat bandara internasional itu masing-masing mengalami kenaikan 6,5 persen, 1,2 persen, 17 persen, dan 27,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Beberapa maskapai penerbangan asal Indonesia juga menyinggahi bandara internasional di empat kota besar di China itu, baik reguler maupun carter. Pos pemeriksaan Gongbei yang berada di perbatasan darat China-Makau akan dilalui 467.000 pelaju setiap hari dalam libur sepekan pada awal Oktober 2019 atau naik 7 persen dibandingkan Oktober 2018.

Namun di perbatasan China-Hong Kong diperkirakan masih stabil pada kisaran angka 44.000 hingga 245.000 pelaju yang melalui pos Luohu, Futian, Teluk Shenzhen, Huanggang, dan stasiun kereta api Kowloon Barat, demikian Global Times. (ndy)

Sempat Viral, Obyek Wisata Negeri di Atas Awan malah Ditutup

this formate

LEBAK, bisniswisata.co.id: Sempat viral dan dipadati wisatawan domestik, kini objek wisata Negeri di atas awan yang ada di Gunung Luhur, Desa Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Bantenm saat ini ditutup. Para wisatawan diimbau untuk tidak berkunjung ke destinasi wisata ini untuk sementara waktu hingga pembangunan fasilitas penunjang wisatanya rampung.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Pariwisata Lebak, Luli Agustina mengimbau masyarakat untuk berwisata di objek lain. Dia mengatakan bahwa Kabupaten Lebak masih memiliki pilihan tempat wisata yang tidak kalah menarik dengan Negeri di atas awan.

“Kami menyarankan untuk memilih alternatif destinasi wisata yang lain seperti wisata budaya Badui di Kecamatan Leuwidamar, atau wisata Hutan adat Meranti di Desa Jagaraksa Kecamatan Muncang, maupun Kebun teh Cikuya di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cibeber,” terang Luli Agustina dalam keterangan resminya, Senin (30/09/2019).

Luli merekomendasikan masyarakat untuk mencoba berwisata ke Pemukiman Suku Badui di Kecamatan Leuwidamar yang telah menjadi ikon wisata Lebak sejak lama. Cara hidup suku Badui yang mempunyai karakteristik tersendiri ditambah keasrian tanah adat para Suku Badui di Desa Kanekes ini akan memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan.

Dia juga merekomendasikan Hutan adat Meranti di Kecamatan Muncang. Wisata alam yang merupakan area hutan adat Kasepuhan Karang ini punya banyak titik untuk berfoto. Aktivitas berkemah juga bisa dilakukan di sini yang didukung suasana asri dengan panorama yang indah.

Wisata alam Kebun teh Cikuya di kecamatan Cibeber juga bisa dijadikan pilihan wisata alam yang keindahannya tidak kalah dengan kebun teh di Bogor. Destinasi wisata ini memang sudah sejak lama menjadi pilihan wisatawan yang gemar dengan wisata alam dengan suguhan udara sejuk dan bentang panorama alam yang indah.

“Pesona keragaman geodiversity destinasi wisata di Kabupaten Lebak banyak memberikan atraksi wisata menarik sebagai alternatif lain kunjungan wisata di waktu weekend,” terangnya.

Meski sudah ditutup, ternyata tak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung ke wisata alam yang ramai diperguncingkan di dunia maya. Wisatawan banyak yang penasaran dengan keindahan hamparan awan yang tengah viral di media sosial.

Pengelola wisata Negeri di atas awan Sukmadi Jaya Rukmana mengaku masih ada wisatawan yang berkunjung ke Negeri di atas awan. Namun, jumlahnya saat ini sudah berkurang jika dibanding pada akhir pekan sebelumnya.

“Antusias wisatawan memang cukup tinggi untuk datang ke Gunung luhur, mereka sebenarnya sudah tau adanya penutupan sementara. Tapi kami dari pengelola tetap mengkondisikan wisatawan yang tetap memaksakan diri untuk berkunjung, seperti untuk yang menggunakan roda 4 kami kondisikan di Kampung Ciusul agar mereka bisa nyaman,” terang Sukmadi Jaya Rukmana.

Dilanjutkan, pembangunan akses jalan masih dalam pengerjaan dan dilihatnya menjadi lebih kondusif dibanding pekan lalu. Petugas kepolisian juga sebenarnya telah berjaga di wisata tersebut untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak berkunjung ke lokasi ini sementara waktu. “Gunung luhur lebih kondusif sekarang, pembangunan jalan juga lebih lancar,” katanya.

Kondisi membludaknya wisatawan di Negeri di atas awan disebutnya hanya terjadi di pekan lalu. Viralnya destinasi wisata ini di media sosial disebutnya menjadi alasan tingginya pengunjung pada hari tersebut yang sebelumnya tidak pernah terjadi.

Wisatawan di destinasi wisata Negeri di Atas Awan membludak pada Ahad (22/9) lalu. Sekitar 15 ribu pengunjung memadati objek wisata ini yang sebenarnya hanya kuat menampung 1.500 orang saja. Alhasil, kemacetan kendaraan di puncak Gunung luhur terjadi, kemacetan mengular hingga 7 kilometer panjangnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)