Great Bali Xperience, Sajikan Wisata Murah Tapi Bukan Murahan

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Saat kondisi pariwisata mengalami low season, Bali meluncurkan program “Great Bali Xperience”. Program yang digelar 1 hingga 15 Oktober 2019, sebagai upaya mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata. Selama program “Great Bali Xperience”
yang didukung kalangan pariwisata, maskapai penerbangan dan pengusaha ritel berlangsung wisatawan asing maupun domestik akan menikmati wisata murah

“Meski murah bukan menjadikan wisata Bali murahan, tetapi ini momen spesial yang harus dinikmati oleh para wisatawan,” papar Gubernur Bli Wayan Koster saat menyampaikan sambutan pada acara peluncuran GBX di Sanur, Denpasar, seperti dilansir Antara, Ahad (29/09/2019)

Dijelaskan Sejumlah promo hotel, restoran, penerbangan, dan diskon harga produk ritel dalam Great Bali Xperience dapat dinikmati wisatawan asing maupun wisatawan domestik “Kita harus berpikir soal pariwisata secara menyeluruh dari hulu ke hilir dan bisa membaca gelagat eksternal maupun internal yang terjadi, serta siklus alami,” lontarmya.

Karena itu harus ada jurus, di saat siklus (wisatawan) sepi apa manuvernya, termasuk di siklus ramai juga melakukan yang terbaik, ucap Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng.

Menurut Koster, selama ini kalangan pariwisata dan pemerintah mungkin merasa sudah merasa berada di zona nyaman, sehingga agak lalai untuk menyiapkan tata kelola pariwisata yang andal dan siap dengan berbagai tantangan yang terjadi.

“Sehingga kalau terjadi apa-apa di luar Bali kita kaget. Oleh karena itu, harus menjadi pemahaman yang dalam, bagaimana kita mengelola pariwisata dengan tepat, Kita tidak bisa mengelola dengan cara konvensional, harus dengan sistem yang andal,” ucap Wayan Koster.

Dunia pariwisata itu sangat sensitif terhadap berbagai isu seperti isu politik, ekonomi, dan sebagainya, serta regulasi yang diberlakukan. “Dulu karena faktor internal erupsi Gunung Agung pariwisata sempat goyang, belakangan juga ada penundaan kedatangan karena isu terkait Revisi KUHP. Yang harus dibaca juga perubahan ekonomi global terutama dari negara-negara yang menjadi sumber wisatawan ke Bali seperti Australia, China, dan Eropa,” ungkapnya.

Dengan Great Bali Xperience, lanjut dia, merupakan salah satu upaya jangka pendek untuk mengakselerasi kunjungan wisatawan di saat low season. Namun, setelah itu, pemangku kepentingan pariwisata harus duduk bersama dan lebih serius untuk pengelolaan pariwisata ke depan yang lebih baik. “Apa yang kita terima sekarang lebih banyak karena faktor anugerah, kebaikan alam Bali yang indah dan keunikan budaya, sedikit karena pengaruh kebijakan,” tambahnya

Pembangunan sejumlah infrastruktur seperti jalan pintas dari Bali selatan ke utara, hingga penataan TPA Suwung, merupakan upaya pemerintah mendukung pariwisata. Di samping melalui sejumlah peraturan gubernur untuk merawat taksu atau aura alam Bali yang tidak dimiliki daerah lain. “Saya pencinta pariwisata, saya sedang memikirkan hal yang lebih serius untuk menjadikan kepariwisataan Bali lebih berkelas dan membangun pondasinya agar tidak mudah goncang,”.

Ketua Pembina Masata, Michael Umbas menjelaskan, alasan lahirnya program Great Bali Xperience karena melihat Bali sebagai ujung tombak pariwisata Indonesia yang memerlukan program dalam rangka mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Hal tersebut didasari lantaran adanya trend penurunan kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, wisatawan mancanegara yang datang ke Bali pada semester I 2019 mengalami penurunan menjadi hanya sebanyak 2,84 juta orang saja. “Artinya ada penurunan 1,29% dari jumlah wisatawan mancanegara pada semester I 2018,” ujarnya.

Sementara pertumbuhan jumlah wisatawan ke Bali di tahun 2018 mengalami penurunan dari tahun 2017 yang mencapai 6,54%. “Masalah ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, karena Bali masih memegang peranan penting bagi industri pariwisata nasional,” ujar Umbas.

Menurut Umbas kuncinya kolaborasi industri di Bali sehingga bisa menjadi role model. “Industri di Bali saat ini benar-benar ngayah, yang artinya kompak bekerja sama. Hal ini yang diharapkan bisa ditiru di destinasi wisata lainnya,” katanya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, melihat pariwisata menjadi sektor andalan di Bali dalam mendorong percepatan menurunkan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD). Selain itu, dengan pariwisata yang merupakan 70% nafas industri di Bali, mendorong penciptaaan lapangan kerja, dan menumbuhkan kegiatan usaha. “Pariwisata juga mampu menghasilkan devisa dengan cepat,” ujarnya.

Ketua Bali Tourism Board dan Gabungan Industry Pariwisata Indonesia, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, optimistis kegiatan Great Bali Xperience dapat meningkatkan kembali tingkat kunjungan wisatawan ke Bali. “Selain itu kami berinisiatif melakukan aktivasi-aktivasi dalam waktu dekat di Jakarta, Perth, Surabaya,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) DPD Bali, Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra, menegaskan komitmen dalam memberikan dukungan dari ribuan outlet. “Mulai hari ini logo Great Bali Xperience akan kami sosialisasikan kepada anggota. Kami juga menyiapkan kejutan-kejutan harga retail serta kegiatan aktivasi yang mendukung. Misalnya seperti lomba, pameran bekerjasama dengan Assosiasi Pengelola Pusat Belanja di Bali,” jelasnya.

Selain itu, dia menerangkan, juga dirangkul para UKM untuk berpartisipasi. Ketua Umum Masata sekaligus Wakil Ketua DPP Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Panca R Sarungu, mengatakan setiap daerah di Indonesia memiliki waktu low season yang berbeda, sehingga diperlukan adanya right program at the right place.

“Program sejenis Great Bali Xperience sudah banyak dilakukan di Indonesia. Namun masih kurang efektif, karena tidak saja diperlukan kolaborasi industri, tetapi juga penggunaan teknologi serta sistem distribusi yang tepat,” tandasnya seperti dilansir .sindonews.com.

Great Bali Xperience adalah sebuah kegiatan yang diadakan untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Bali dengan memanfaatkan periode low season selama bulan Oktober sampai Desember.

Selama periode kegiatan ini, GBX memberikan penawaran paket flight dan hotel dengan harga terbaik bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi hotel dan maskapai serta tranportasi darat, serta memberikan promo retail dan tourist attraction. Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, Great Bali Xperience menyediakan teknologi QR yang dapat memudahkan retail.

Memberikan penawaran terbaik selama periode kegiatan berlangsung yang bekerja sama dengan QRdeals.id, serta memberikan penawaran paket transportasi menuju ke Bali dan akomodasi selama di Bali dengan harga yang terjangkau dengan dukungan dari Liburan.co.id sebagai reservation partner, serta didukung oleh Rajawali Indonesia sebagai entertainment partner.

kegiatan Great Bali Xperience ini didukung penuh oleh asosiasi-asosiasi sebagai berikut: Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Bali, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (GAHAWISRI) Bali, Persatuan Angkutan Wisata Bali (PAWIBA).

Lalu ada juga Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI), Bali Wedding Association (BWA), Ubud Homestay Association (UHSA), Majelis Utama Desa Pakraman Bali, Indonesia Marketing Association (IMA) Wilayah Bali, Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA).

Paiketan Krama Bali, Forum Komunikasi Desa Wisata Bali (Forkom Dewi Bali), Society of Indonesia Professional Convention Organizers (SIPCO) Bali, Bali Villa Association (BVA), Bali Sales & Marketing Community (Bascomm), Pacific Asia Travel Association (PATA), Ubud Hotels Association (UHA), Bali Hotels Association (BHA), serta Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). (end)

Komunitas Pajero Sport Gelar Kopdarnas VI sambil Fun Offroad

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id KOMUNITAS pecinta dan pengguna Mitsubishi Pajero Sport berencana menggelar Kopdarnas VI di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Kegiatan yang akan digelar pada 12 Oktober 2019 itu akan diawali dengan berbagai aktivitas sosial juga menggelar dun offroad.

“Kami akan memberikan santunan uang tunai kepada sekitar 500 anak yatim piatu di Serang. Setelah itu, anak-anak itu kami ajak berkeliling kota Serang menggunakan mobil Pajero Sport,” papar Ketua Panitia Pelaksana Kopdarnas VI Banten, sekaligus Sekretaris Jenderal Pajero Indonesia ONE (PI ONE) Igor Dharma dalam keterangan resminya, Ahad (29/09/2019).

Kegiatan lainnya adalah fun offroad di Sirkuit Pagedangan, Serpong untuk menguji dan melatih keterampilan anggota mengendalikan kendaraan di medan rusak, disusul kegiatan kontes cutting sticker. Bagi anggota yang membawa keluarga, lanjut dia, disediakan aneka lomba di antaranya lomba mewarnai untuk anak-anak.

Acara yang diinisiasi PI ONE chapter Tirtayasa, Banten itu juga menghadirkan berbagai kesenian dan kebudayaan khas lokal Banten seperti tarian Rampak Bedug, Debus, dan Golok Raksasa.

Ketua Umum PI ONE R Wahyu Haryadi mengatakan, kegiatan tahunan ini diperkirakan bakal dihadiri sekitar 850 peserta. “Saat ini sudah tercatat 335 anggota dari 32 chapter yang menyatakan ikut,” ujar Wahyu.

Saat ini, PI ONE sudah beranggotakan lebih dari 3.000-an yang tercatat dari 33 chapter seluruh Indonesia. Peserta terjauh yang sudah menyatakan hadir di acara Kopdarnas VI berasal dari Balikpapan, Makassar, dan Dumai.

Wahyu menambahkan, meski kegiatan seluruhnya dibiayai anggota PI ONE sendiri, panitia Kopdarnas VI Banten berjanji menghadirkan acara hiburan terbaik buat para anggota. Di antaranya dengan mengundang grup band Republik dan musik dangdut Viola Arsa dan Queena KDI.

Lewat kegiatan ini Wahyu berharap Agen Tunggal Pemegang Merek Mitsubishi Motors ikut mendukung dan berpartisipasi pada kegiatan komunitas Pajero Sport terbesar di Indonesia ini.

PI ONE (dibaca: piwan) berdiri secara resmi pada 17 Agustus 2013 dengan tujuan membangun jejaring silaturahmi pemilik dan pengguna kendaraan Mitsubishi Pajero khususnya Pajero Sport untuk bersinergi dan berbagi untuk kemajuan dan kemanfaatan bersama serta peduli sesama.

Komunitas ini merupakan perkumpulan berbadan hukum yang telah disahkan KemenkumHAM RI dan terdaftar di Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai Anggota Asosiasi Klasifikasi B. PI-ONE adalah klub otomotif pemilik dan pengguna kendaraan PAJERO berskala nasional. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Mie Rebus Medan Diperkenalkan di Bosnia

this formate

SARAJEVO, bisniswisata.co.id: Indonesia terus berupaya memopulerkan kuliner Tanah Air di Bosnia dan Herzegovina. Kali ini, Kedutaan Besar RI di negara itu mengenalkan masakan negeri tercinta pada gelaran Halal Fair 2019, yang digelar 26-28 September 2019 di Kota Sarajevo. Pada Sarajevo Halal Fair yang kedua itu, Indonesia mengenalkan kuliner mi rebus Medan.

Berbeda dengan mi rebus lainnya, mi rebus Medan yang dikenalkan kepada para pengunjung dan peserta pameran itu merupakan mi berkuah kental dengan toping sea food dan telur rebus. Memang bukan mie rebus biasa! Keunikan dari mie rebus satu ini terdapat dari bumbunya yang dimasak dengan bumbu-bumbu khas India. Mienya tebal, kenyal, dan dilengkapi dengan kuah bumbu yang begitu kental dan spesial.

Karena itu Promosi kuliner mie rebus Indonesia tersebut dilakukan sekaligus dengan memperlihatkan cara pengolahannya oleh warga negara Indonesia yang sehari-hari gemar memasak, Dimas Tjahjono Drajat.

Sarajevo Halal Fair 2018, stan Indonesia memperkenalkan nasi goreng dan sate ayam oleh Tomi Siswanto. Seperti halnya pada Halal Fair terdahulu, kali ini, para pengunjung antusias mencicipi kuliner Indonesia yang dikenal kaya bumbu dan rempah-rempah. Tidak mengherankan ketika selesai diolah, puluhan porsi mi Medan langsung habis dinikmati para pengunjung.

Para pengunjung yang mencicipi mi Medan terlihat terkesima setelah suapan pertama. “Ini rasa baru bagi kami,” kata salah seorang pengunjung yang mendapat kesempatan menikmati semangkuk mi rebus itu seperti dilansir laman Media Indonesia, Ahad (29/09/2019).

Demikian halnya sang pengolah mi rebus. Ia mengaku tidak menyangka kuliner yang ditampilkannya mendapat respon positif dari masyarakat Bosnia. “Mereka menyebut bumbu masakan saya sangat eksotis,” kata Dimas di sela acara Sarajevo Halal Fair 2019.

Dengan apresiasi tersebut, lanjutnya, memberi semangat kepadanya untuk mengembangkan kuliner Indonesia di manapun. “Selain bumbu dasar seperti bawang merah dan bawang putih, rempah yang menjadi bumbu kuliner yang dimasaknya antara lain kapolaga, cengkeh, bunga lawang, dan kayu manis,” paparnya.

Dilanjutkan, makanan menjadi ‘alat invasi’ budaya satu negara di negara lain. “Untuk memperkenalkan sebuah negara atau bangsa, selain melalui bahasa, juga dapat dilakukan melalui makanan,” sambungnya.

Stan Indonesia yang diisi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest – Hongaria yang meliputi lingkup Eropa timur termasuk Bosnia dan Herzegovina, mempromosikan produk-produk halal Tanah Air. Kali ini, ITPC mempromosikan aneka jenis beras, antara lain beras merah berkadar serat tinggi untuk diet dan beras dengan kandungan gula rendah untuk penderita diabetes.

Duta Besar RI untuk Bosnia dan Herzegovina Amelia Achmad Yani mengatakan Indonesia selalu mendapat undangan sebagai peserta Sarajevo Halal Fair dari Bosnia Bank Internasional (BBI) sebagai penyelenggara. Penyelenggaraan Halal Fair setiap tahun dibiayai Islamic Development Bank. Acara juga dihadiri pengusaha Indonesia asal Makassar, Halim Kalla. (ndy)

Tiga Pemenang Tenaga Kerja Impian RedDoorz Langsung Jelajahi Destinasi RI Selama 3 Bulan

this formate

Salah satu desa wisata budaya di Pulau Nias dengan atraksi lompat batu. Pemenang kompetisi RedDoorz akan berwisata ke berbagai daerah.( foto Humas Kemenpar)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: -Setelah melewati tahapan submission, seleksi dan wawancara dari mulai 12 Agustus – 16 September 2019 lalu, program Tenaga Kerja Impian yang diinisiasi oleh RedDoorz akhirnya mendapatkan tiga orang pemenang yang akan diberangkatkan untuk mengeskplor keindahan Indonesia, gratis selama tiga bulan.

“Mereka adalah Fahmi Abdussalam dari Majalengka, Arya Nursangga dari Bandung dan Harry Zantino Dayun dari Palangkaraya. Bukan hanya berkeliling menjelajahi keunikan dan keindahan Indonesia, mereka bertiga juga akan mendapatkan gaji Rp15 juta setiap bulannya beserta akomodasi dan transportasi yang ditanggung oleh RedDoorz,” kata Sandy Maulana, Marketing Director RedDoorz Indonesia,

Jumlah peserta yang ikut melebihi dari espektasi mereka pada awalnya, sehingga pemenang yang terpilih adalah yang benar-benar menunjukkan kecintaan dan minatnya untuk memajukan pariwisata Indonesia, tambahnya. “Kami senang dengan antusiasme generasi milenial dalam mengikuti program Tenaga Kerja Impian dan akhirnya dapat memilih tiga pemenang yang akan menjelajahi Indonesia dari barat hingga timur”.

Menurut dia dari  ekspekrasi 1000 peserra  ternyata tercatat total 2.833 orang yang ikut serta mengirimkan karyanya.  Dari ribuan peserta dengan unggahan foto dan video yang kami terima, RedDoorz memilih pemenang berdasarkan kecintaan dan minat mereka yang besar untuk memajukan pariwisata Indonesia yang terlihat dari unggahan mereka yang sangat kreatif.

Lebih lanjut, Hidayat Septian selaku Head Project Tenaga Kerja Impian dan Brand Manager RedDoorz menjelaskan bahwa dalam proses seleksi yang sangat ketat, bukan cuma sisi kreatifitas saja yang dilihat, namun juga estetika dan yang paling utama adalah apakah content-nya dapat menyampaikan pesan tentang keindahan dan keunikan Indonesia.

“Dengan jumlah submission yang hampir 3.000 dan semuanya bagus-bagus, kami memang kesulitan untuk memilih tiga pemenang. Yang kami nilai bukan cuma kreatifitas tapi juga sisi estetika dan isi dari content tersebut apakah dapat menggambarkan kecintaan terhadap Indonesia,” ujarnya.

Pihaknya juga menilai komitmen mereka, karena selama tiga bulan mereka harus meninggalkan pekerjaan mereka sementara dan mampu nggak nih mereka untuk terus membuat content yang bisa menunjukkan bahwa Indonesia memang indah dari Barat hingga Timur.

Setiap pemenang akan diberikan rute yang berbeda-beda setiap bulannya. Dan di setiap kota, mereka harus mengulas berbagai hal unik dari kota tersebut dan di-upload di sosial media mereka masing-masing. Para pemenang akan memulai perjalanan dari Oktober hingga Desember 2019 dengan dukungan penuh dari RedDoorz.

Selama perjalanan, mereka akan menginap di RedDoorz yang tersebar di seluruh Indonesia secara gratis. Bukan cuma itu, RedDoorz memberikan tiket pesawat secara cuma-cuma untuk memudahkan perjalanan setiap pemenang ke kota-kota tujuan selama tiga bulan perjalanan, dan juga memberikan uang saku yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi keindahan Indonesia.

Setiap pemenang selama tiga bulan tersebut akan menjelajahi kota-kota di Indonesia, seperti  Arya Nursangga akan menyambangi Bandung, Lembang, Sukabumi, Banyuwangi, Malang dan Jember pada bulan Oktober. Kemudian pada bulan November Arya akan menjelajahi Mojokerto, Madiun, Pacitan, Kediri, Padang, Bukittinggi, Medan dan Samosir.

Lalu di bulan Desember Arya akan mengulik keindahan Aceh, Sabang, Gorontalo, Ternate , Labuan Bajo dan Kupang. RedDoorz memberikan kebebasan penuh pada setiap pemenang untuk melakukan eksplorasi.

Dengan adanya Tenaga Kerja Impian ini, RedDoorz berharap dapat membantu Kementerian Pariwisata untuk lebih memajukan pariwisata Indonesia serta menginspirasi milenial untuk memanfaatkan sosial media untuk hal-hal yang positif.

Selebriti dan Travel Content Creator Indonesia Gading Marten, juga turut mendukung program ‘Tenaga Kerja Impian’ untuk generasi milenial ini. “Selamat untuk para pemenang terpilih, semoga mereka dapat menikmati perjalanan seraya membagikan pengalaman menyenangkan saat mengunjungi berbagai destinasi wisata Indonesia bersama RedDoorz,” ungkapnya.

Gading menambahkan, “Jaga kesehatan dan siapkan perencanaan yang matang untuk menjelajahi Indonesia selama tiga bulan ke depan. Saya berharap kisah yang akan mereka bagikan dapat menginspirasi banyak orang untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia, dan membantu mempromosikan pariwisata Indonesia bahkan hingga mancanegara”.

Desainer Denny Wirawan Terinspirasi Alam Lombok Timur

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: KETENANGAN dan keindahan alam di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menginspirasi desainer Denny Wirawan untuk menghasilkan Spring Summer 2019/2020. Diperkenalkan koleksi terbaru di Kembang Goela Restaurant, Jakarta menggelar koleksi teranyar bertajuk “Pringgasela”, yang diambil dari nama desa di Lombok Timur.

Di desa itu masyarakatnya hidup selaras dengan alam, serta masih menjaga warisan budaya leluhur mereka berupa wastra tenun Sumba. Kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia dan semangat untuk membawa wastra Nusantara ke panggung fashion ini kembali menyatukan Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Denny Wirawan untuk mengangkat kain tradisional dengan sentuhan modern agar dapat diterima oleh lintas generasi, khususnya generasi muda.

Tenun Sundawa yang diangkat dalam koleksi terbaru ini lebih daripada selembar kain. Ini merupakan warisan budaya karena pada masa dulu seorang gadis harus membuat tenunan untuk calon suaminya dan juga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Untuk menghasilkan selembar kain membutuhkan proses yang panjang. “Untuk itu perlu diangkat ke panggung fashion agar menjadi tuan rumah di negara sendiri,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam keterangan resminya, Sabtu (28/09/2019).

Salah satu jenis tenun Sumba yang diangkat Denny Wirawan dalam koleksi terbarunya adalah tenun Sundawa dengan motifnya yang diilhami oleh alam. Kebanyakan motif wastra ini berbentuk garis lurus yang terinspirasi dari sungai yang banyak terdapat di Lombok Timur.

Tenun dari Desa Pringgasela ini juga telah ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2018 dengan domain budaya kemahiran dan kerajinan tradisional. Kearifan lokal dan keindahan tenun Sundawa dari Lombok Timur ini menggugah Denny Wirawan untuk mengolahnya menjadi baju ready to wear deluxe dan premium collection.

Hal ini juga merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Denny Wirawan untuk ikut secara aktif melestarikan warisan wastra Nusantara dengan melahirkan label Balijava sebagai lini busana siap pakai (pret-a-porter) dan busana siap pakai madya (preta- porter deluxe) yang menggunakan kain-kain Indonesia sejak 2008.

Tema “Pringgasela” ini juga diambil dari dua suku kata, yaitu pringga (Sanskerta: pribadi) dan sela (KBBI: ruang). “Selain karena memang menggunakan tenun Sundawa dari Desa Pringgasela, saya ingin koleksi ini menjadi sesuatu yang bermakna, serta memberi manfaat bagi setiap ruang pribadi, baik itu pemakainya maupun untuk masyarakat di Lombok Timur, khususnya di Desa Pringgasela.

Ini merupakan langkah awal untuk mengenalkan tenun Sundawa kepada para pencinta mode dan mengembangkannya dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya,” ujar Denny Wirawan. Untuk menghasilkan kain tenun Sundawa berukuran 90 X 300 cm juga melalui proses panjang. Proses ini dimulai dari memintal kapas jadi benang, kemudian mengurai benang kapas menjadi benang bola yang siap ditenun.

Setelah itu, benang dicelup dengan menggunakan warna alam, kemudian benang diikat, baru ditenun di atas alat tenun tradisional yang disebut gedogan. Tenun Sundawa ini selalu menggunakan warna dari alam, seperti dari dedaunan atau kayukayuan. Para perajin tenun menggunakan daun nila yang menghasilkan pasta indigo untuk warna biru muda.

Ada juga kayu sejaraman yang menghasilkan warna cokelat muda atau krem, serta untuk menghasilkan warna hijau muda didapatkan dari daun dan bunga putri malu. Warnawarni benang yang dihasilkan dari pewarna alam ini tidak mencolok atau calm sehingga menghasilkan kain tenun dengan warna pastel yang lembut, elegan, dan menawan.

Koleksi terbarunya menampilkan 45 setlook yang beragam dengan gaya etnik modern. Denny Wirawan menampilkan rancangan yang fresh, modern, dan edgy dipadu dengan embroidery yang menjadi inspirasi busana cocktail dan evening wear. Keseluruhan koleksinya kali ini juga menampilkan permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dan menggunakan pakaian bertumpuk (layering) dan semuanya bisa dipadupadankan (mix and match).

Pada peragaan busana ini, Denny Wirawan menggandeng E.P.A Jewelry by Eliana Putri Antonio untuk kreasi aksesori. Penampilan para model semakin memesona dengan tata rias wajah dan rambut oleh Oscar Daniel dengan LT Pro Professional Make-up. Denny Wirawan dikenal dengan karya yang khas, yaitu berkreasi dan berinovasi dengan melakukan tabrak beberapa motif (clash pattern) dalam satu look dengan konsep padu padan yang bertumpuk (layering). (redaksi@bisniswisata.co.id)

Gaet Wisatawan, Cilacap Gelar Festival Nelayan

this formate

CILACAP, bisniswisata.co.id: Menggaet kunjungan wisatawan agar berwisata ke Cilacap Jawa Tengah, Pemkab Cilacap dan nelayan mengelar proses sedekah laut yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Dan diganti resmi berganti nama menjadi Festival Nelayan. Kegiatan bertajuk Festival Nelayan yang dilaksanakan dengan menggelar berbagai upacara tradisi ini, berlangsung mulai Jumat (27/9).

”Kegiatan yang digelar dalam festival memang tidak berbeda dengan dengan kegiatan yang dilaksanakan pada acara Sedekah Laut. Namun nama acaranya kita ganti menjadi ‘Festival Nelayan, agar tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat,” jelas Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Heroe Harjanto dalam keterangan resminya, Sabtu (28/09/2019)

Pihaknya tetap menggelar kegiatan tersebut, mengingat berbagai upacara tradisi cukup mendapat perhatian masyarakat. ”Hal ini merupakan bagian agar minat wisatawan untuk berkunjung ke Cilacap, terutama kawasan pantainya, dapat terus meningkat,” katanya.

Meski upacara tradisi yang digelar tidak mengalami perubahan, namun Heroe mengakui, beberapa tempat yang menjadi lokasi pelaksanaan upacara tradisi memang mengalami perubahan. Antara lain, seperti acara kirab yang sebelumnya berawal dari pendopo Setda Cilacap, dipindah ke Lapangan Batalyon.

Dilanjutkan, pemindahan lokasi keberangkatan kirab ini dilakukan diputuskan berdasarkan beberapa pertimbangan. Antara lain, agar masyarakat yang bisa menyaksikan kegiatan bisa lebih banyak. ”Kalau tetap dilaksanakan di pendopo, tidak semua warga bisa masuk komplek pendopo karena kapasitasnya terbatas. Tapi kalau dilaksanakan di lapangan, justru seluruh warga yang hadir bisa menyaksikan,”’ katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, dalam penyelenggaraan kirab tersebut ada 10 jolen sesaji yang diarak oleh nelayan yang mengenakan pakaian tradisional. Ke-10 jolen tersebut, melakukan pawai menuju Pantai Teluk Penyu melalui jalur yang melalui Alun-alun Kota Cilacap. Jolen sesaji tersebut, kemudian diserahkan pada kepada sesepuh Kelompok Nelayan Pandanarang, untuk dinaikkan ke atas perahu dan dilarung di sisi selatan Pulau Nusakambangan.

Kota Cilacap terletak di pesisir selatan. Kotanya memang kecil, namun bukan berarti gak asyik untuk dijelajahi. Ternyata ada 36 obyek wisata yang unik dan menarik. Dari jumlah itu ada destinasi yang menarik dan instagramable, antara lain:

#. Pantai Teluk Penyu

Berwisata di pantai Teluk Penyu, idealnya sih berkunjung sebelum subuh, supaya kamu bisa menikmati matahari terbit di pantai ini. Namun, datang selepas fajar pun gak masalah. Malah bisa lebih puas menikmati pantai dengan banyaknya perahu-perahu nelayan yang mulai melaut. Yang unik dari pantai ini, pasirnya warna hitam karena mengandung bijih besi. Selain itu, puluhan trekdam atau pemecah gelombang di sepanjang pesisirnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Kalau punya nyali, kamu bisa berjalan di atas trekdam hingga ke ujung. Trekdam ini kerap ramai sebagai spot memancing juga, lho.

#. Benteng Pendem

Berdekatan dengan pantai Teluk Penyu, masih ada satu tempat wisata yang pantang kamu lewatkan, yaitu Benteng Pendem. Wisata ini merupakan bekas markas tentara Hindia Belanda yang dibangun pada tahun 1861. Dinamakan Bentem Pendem karena dulunya bangunan benteng dengan luas sekitar 6,5 hektar tersebut sempat terpendam atau tertutup tanah selama bertahun-tahun. Barulah di tahun 1986, pemerintah kabupaten Cilacap menggali bangunan ini dan menjadikannya sebagai obyek wisata sejarah.

#. Hijaunya Kemit Forest

Suasana pegunungan yang asri yang memanjakan mata dengan hamparan bukit hijau. Kemit Forest ini merupakan salah satu wisata edukasi juga, yakin deh bikin kamu bakal betah nongrong dan foto-foto lama di sini.

#. Selok View

Sekali dayuh dua tiga pulau terlampaui. Begitulah gambaran ketika kamu ke Selok View, karena kamu akan disuguhi keindahan birunya laut dan hijaunya bukit dalam sekali memandang.

#. Hutan Payau Mangrove

Eits, jalan-jalan di tengah Hutan Mangrove ini bakal bikin kamu enggak mau cepat-cepat pulang. Matamu akan dimanjakan hijaunya hutan mangrove dan sensasi berjalan di atas laut. Yakin gak mau nyoba?

#. Taman Taliasmoro

Warna-warni bunga yang cantik di Taman Bunga Taliasmoro ini akan bikin hati kamu tambah berbunga-bunga kalau ke sini.

#. Pantai Kali Kencana

Pantai Kali Kencana dengan pasir putihnya serta deburan ombak yang menghempas karang dan indahnya Pulau Nusakmbangan bisa jadi destinasi penutup spesial di trip hits kamu di Cilacap. (ndy)

Tragis, 4,9 Juta Data Pemesan Kuliner Online Bocor di Internet

this formate

SAN FRANCISCO, bisniswisata.co.id: Data pelanggan bocor di Internet, bukan hanya menguncang maskapai penerbangan di Kuala Lumpur, kini layanan pengiriman makanan DoorDash Inc yang berpusat di San Francisco Amerika Serikat, mengalami nasib yang sama.

Data pelanggan menjadi korban penyerangan keamanan privasi teranyar, menurut laporan Reuters, (27/9/2019). Karena serangan itu, ada sekitar 4,9 juta data pelanggan, mitra pengirim, dan restoran yang diduga bocor dan tersebar secara bebas di dunia maya.

Tak hanya itu, empat digit terakhir kartu pembayaran untuk sejumlah konsumen dan empat digit terakhir nomor rekening bank untuk mitra pengirim dan restoran juga berpotensi mengalami kebocoran. “Data tersebut diakses oleh penyedia layanan pihak ketiga illegal pada 4 Mei lalu,” kata DoorDash melalui kiriman blog resminya, Sabtu (28/09/2019).

Data itu sepertinya juga memuat informasi pribadi, seperti nama, surat-el, alamat pengiriman, nomor telepon, serta nomor SIM dari sekitar 100 ribu mitra pengirim. Namun, ada sedikit kabar baik bagi para pengguna baru DoorDash, karena mereka tak terdampak insiden tersebut. “Pengguna yang bergabung setelah 5 April 2019 tidak terpengaruh,” ujar perusahaan.

Kasus pelanggaran data itu baru diketahui oleh perusahaan pada awal bulan ini dan mengaku tengah menyelidiki insiden tersebut. Para pengguna pun diimbau untuk mengganti kata sandi mereka. DoorDash sendiri merupakan aplikasi pengantaran makanan berbasis permintaan yang beroperasi di Amerika Serikat yang berbasis di San Francisco yang didirikan tahun 2013 oleh siswa Stanford Andy Fang, Stanley Tang, Tony Xu dan Evan Moore. (ndy)

Forkom Pokdarwis Ajang Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman Pengelola Desa Wisata

this formate

Ni Wayan Giri Adyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata ( ke enam dari kiri) bersama peserta Forkom di Hotel Spark Luxe, Pecenongan, Jakarta

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) dapat menjadi penggerak dalam memberikan solusi masalah lingkungan terutama masalah kebersihan, kata Ni Wayan Giri Adyani, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, hari ini.

Berbicara Pada Forum Komunikasi ( Forkom) Pokdarwis Tingkat Nasional di Hotel Spark Luxe , Giri Adyani  mengatakan bahwa pariwisata sudah jadi kebijakan nasional karena indeks daya saing kepariwisataan yang terus membaik. 

“World Economic Forum, mencatat pariwisata Indonesia menembus peringkat 40 besar dunia dari 140 negara pada 2019. Meski demikian masih ada PR yang mesti dibenahi a.l adalah environment sustainability,” ujarnya.

Meski  masih ada beberapa catatan merah, seperti security and safety, environment sustainability, ICT Readiness, dan lainnya. Pekerjaan Rumah ke depan adalah harus terus dikolaborasikan dengan Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah, agar daya saing pariwisata kita terus naik, tambah Giri Adnyani.

Menurutnya, Pokdarwis juga perlu mengikuti  jurus Kemenpar yaitu solid, speed dan smart. Dalam menentukan level kebersihan misalnya harus ada benchmarking mau sebersih apa lingkungannya. Maka harus bersatu untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dengan baik.

” Pokdarwis juga harus menerapkan aturan kalau wisatawan ke desanya maka mereka harus mematuhi aturan adat karena desa wisata punya tatanan adat,” kata Giri Adnyani.

Pihaknya berharap Pokdarwis sebagai ujung tombak dan pengelola desa wisatanya masing-masing menjadikan kebersihan lingkungan sebagai masalah bersama yang harus ditangani untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Sementara itu Wisnu Bawa Tarunajaya, Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga, Kemenpar pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa Pokdarwis sebagai pengelola desa wisata harus memiliki mindset bersatu, bersinergi dalam menjaring kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negri.

Mindsetnya bukan berkompetisi siapa menang, siapa kalah tapi bersinergi untuk membuat produk wisata bersama misalnya. Sekarang jamannya mewujudkan sinergy strategy dan tingkatkan hospitality melalui Sapta Pesona yaitu aman, bersih, tertib, sejuk, indah, ramah-tamah dan kenangan,”.

Menurut dia, Sapta Pesona bukan untuk kepentingan orang lain tapi di mulai dari dalam diri kita sendiri sehingga anggota Pokdarwis memiliki integritas, antusias dan totalitas yang tinggi untuk menerapkan unsur-unsur Sapta Pesona itu.

Kegiatan Forum Komunikasi Pokdarwis juga menghadirkan nara sumber dari para pengelola desa wisata yang sudah sukses hingga ke ajang internasional Seperti Sugeng Handoko dari Desa Nglanggeran, DIY, yang berbagi pengalaman mengangkat hal-hal unik, memilih anggota yang punya niat tulus, bersedia berbagi peran dan terlibat langsung untuk kemajuan desa.

Sugeng juga mendorong 140 orang anggotanya untuk berani mengambil peluang, melakukan evaluasi dan bersikap transparan terutama dalam hal keuangan, inovasi tiada henti, kolaborasi dengan berbagai pihak dan memanfaatkan tekhnologi dengan baik termasuk medsos.

“Kami juga punya wadah bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pernah bekerja di Singapura, Malaysia, Arab, Hongkong dengan divisi tersendiri yaitu TKI Purna yang juga menjadi anggota Pokdarwis dan mengelola beragam usaha,” kata Sugeng Handoko.

Sementara Pokdarwis Padang Pariaman di wakili Ritno Kurniawan mampu menanamkan mindset wisata kepada para pemuka desa dan warga hingga akhirnya tercipta beragam paket wisata sekaligus menjadi upaya pelestarian alam yang mensejahterakan warga akibat kunjungan wisatawan.

Ada juga Wilda Yanti, Pendiri Asosiasi Bank Sampah Indonesia yang memberikan arahan untuk memilah sampah dan menjadikan sampah sebagai sumber ekonomi. Dia juga mendorong Pokdarwis berani mengedukasi wisatawan dengan menciptakan desa wisata peduli sampah dan menerapkan denda bagi yang membuang sampah sembarangan.

Mangku Kandia, mantan guide yang juga pendiri Desa Wisata Academy dan tokoh agama Desa Mas, Ubud berbagi pengetahuan cara membuat sebanyak mungkin paket wisata dari aktivitas desa sehari-hari mulai dari kuliner, mengeksplor tradisi-tradisi pengobatan, mandi penyucian diri, meditasi, spa dan lainnya.

Desa Mas sejak dulu adalah desa para maestro pemahat dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Secara rutin pihaknya juga membranding desa sebagai pusat Forum Grup Discussion ( FGD) untuk membahas pelestarian budaya dan secara reguler mengadakan FGD.

” Percaya tidak, paket belajar nilai-nilai budaya kami laris, kini wisatawan asing umur 17 tahunan belajar cara bagaimana orang Bali menghormati ibunya sehingga mereka juga bisa menerapkan sepulangnya dari Bali,” kata Mangku Kandia.

Kabid Pengembangan Masyarakat Pariwisata, Kemenpar Ambar Rukmi yang sekaligus penyelenggara Forkom dan Apresiasi Pokdarwis mengatakan tahun 2019 ini kegiatan yang diikuti 58 pokdarwis dari 18 provinsi dan lolos 15 finalis dari 15 Provinsi pemenangnya tidak hanya Jawa Bali sentris.

Pihaknya membagi dua kategori yaitu Pokdarwis Mandiri dan Berkembang. Kategori Mandiri didominasi pokdarwis Bali, DIY,  Banten dan Jatim. Sedangkan kategori berkembang pemenangnya dari Tanah Laut, Kalsel, Kota Bontang dan Kabupaten Paser di Kaltim, Toraja, Sulsel dan Kab Pringsewu,Lampung.

” Kami senang Gerakan Sadar Wisata ( GSW), pelatihan dan pendampingan yang kami lakukan membuat banyak desa wisata di luar Jawa bangkit mengembangkan desa-desa wisatanya,” ujar Ambar Rukmi.

Forkom yang berlangsung sehari penuh juga menampilkan 4 ketua Pokdarwis kategori Mandiri dan satu Pokdarwis kategori berkembang yang menjadi pemenang tahun ini sehingga sedikitnya 100 peserta yang ada bisa belajar best practise dari pengelolaan desa wisata mereka.

 

Komitmen Kepala Daerah Dorong Apresiasi Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis)

this formate

Wisnu Bawa Tarunajaya ( tengah),  Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Kementrian Pariwisata bersama para pemenang Pokdarwis.

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Para Kepala Daerah dalam pengembangan pariwisata di daerahnya masing-masing sangat besar dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, kata Menpar Arief Yahya, hari ini.

“Peran CEO Commitment atau keberpihakan pemimpin daerah untuk sektor pariwisata sangat penting. Sebelum bangun usaha bangun dulu masyarakat dan alamnya, jadi semakin lestari dan memakmurkan juga,” ujarnya.

Berbicara saat memberikan Indonesia Suistainable Tourism Awards (ISTA)  2019 di Ballroom the Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, semalam, Menpar Arief Yahya mengatakan sustainable tourism atau pengembangan pariwisata berkelanjutan mustahil terwujud bila tidak ada CEO commitment ini.

Oleh sebab itu dia memberikan apresiasi yang tinggi pada para kepala daerah yang hadir pada pemberian penghargaan ISTA, Green Hotel, Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) dan penghargaan kepada perguruan tinggi yang telah melaksanakan Program Pengembangan Desa Wisata melalui pendampingan.

Wisnu Bawa Tarunajaya, Asdep Pengembangan SDM dan Hubungan Antar Lembaga Kementrian Pariwisata mengatakan Pokdarwis menjadi komunitas yang menjadi ujung tombak pariwisata berkelanjutan di daerah.

Tahun ini Juara Pokdarwis Mandiri  yaitu peringkat I Dukuh Penaban, Kab. Karangasem, Bali,  peringkat II Tlatar Seneng, Kab. Sleman D.I Yogyakarta,  peningkat III Ki Amuk, Kota Serang, Banten, peringkat IV Dukung Alas Lestari, Kab. Malang, Jawa Timur dan peringkat V Desa Mangir, Kab. Bantul, D. I Yogyakarta.

Sementara untuk Juara Pokdarwis Berkembang adalah peringkat I Dewa Katar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, peringkat II Kuala Abadi, Kota Bontang, Kalimantan Timur, peringkat III Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dan peringkat IV,  Kampung Warna warni Janju, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dan peringkat V , Talang Indah, Kab. Pringsewu, Provinsi Lampung.

“kehadiran para pimpinan daerah pada penyerahan hadiah dan apresiasi Pokdarwis Tingkat Nasional menunjukkan tingkat sadar wisata yang tinggi  dan dampak dari Gerakan kampanye Sadar Wisata ( GSW) yang kami gencarkan di berbagai daerah,” kata Wisnu Bawana Tarunajaya.

Hadir a.l Wakil Bupati Sunbawa Barat, Walikota Manado, Wakil Walikota Palangkaraya, Wakil Bupati Papua Barat, Bupati Beliung, Bupati Lombok Barat dan Wakil Bupati Pringsewu, Lampung.

Wakil Bupati Pringsewu hadir menyemangati Ketua Pokdarwis Talang Indah, Suratmin, menerima penghargaan Pokdarwis tingkat nasional.

Samsi Kasim, Kepala Dinas Pariwisata Pringsewu, Provinsi Lampung mengatakan kehadiran Wakil Bupati Dr.H.Fauzi, S.E., M.Kom., Akt., C.A., C.M.A saat penyerahan Pokdarwis untuk Talang Indah telah memberikan semangat yang tinggi pada pengurus Pokdarwis ysng hadir di Jakarta.

“Komitmen beliau untuk datang dan secara phisik berada diantara kami yang membina maupun mengelola Pokdarwis sama-sama memberikan semangat yang kuat untuk memajukan pariwisata Pringsewu,” kata Samsi Kasim.

Sejumlah rencana juga langsung dibahas Fauzi setelah mendengarkan langsung paparan Menpar Arief Yahya dan bertemu kangsung dengan kepala daerah lainnya yang telah menerapkan pariwisata berkelanjutan.

“Intinya memang kita bisa saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan usaha-usaha yang dilakukan di wilayah masing-masing untuk selanjutnya bersinergi,” kata Samsi Kasim.

Daya saing pariwisata Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat dan mendapat perhatian serta pengakuan dunia. “Pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan pembangunan. Presiden Joko Widodo kunjungi semua destinasi yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas,” kata Menpar.

Dalam malam penganugerahan ISTA 2019 juga terselenggara Penandatanganan MoU Kerjasama Penelitian untuk Pariwisata Berkelanjutan antara Monash University dan UGM di STO Borobudir disaksikan oleh Menteri Pariwisata, Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.

Malam apresiasi ini memberikan  penghargaan ISTA 2019 terbagi dalam beberapa kategori yaitu: Kategori Tata Kelola Destinasi:

  1. Geowisata Piaynemo – Green Gold
  2. Wisata Grand Watu Dodol – Green Silver
  3. Wisata Alam Green Canyon (Cukang Taneuh) – Green Bronze
  4. Desa Wisata Cibuntu – Green
  5. Desa Wisata Koja Doi – Green
  6. Kategori Pemanfaatan Ekonomi Untuk Masyarakat Lokal:
  1. Siladen Resort and Spa – Green Gold
  2. Desa Wisata Kereng Bangkirai – Green Silver 
  3. Desa Wisata “Boonpring” Sanankerto – Green Bronze
  4. Alam Asri Jelenga – Green

Kategori Pelestarian Budaya:

  1. Kampung Naga – Green Gold
  2. Wisata Alam Watu Rumpuk dan Pendakian Tapak Bima – Green Silver
  3. Museum Pasifika – Green Bronze
  4. Dusun Bambu – Green

Kategori Pelestarian Lingkungan:

  1. Bukit Peramun – Green Gold
  2. Desa Wisata Sesaot – Green Silver
  3. Kampung Wisata Saporkren Forest Park – Green Bronze
  4. Sebangau Koran River – Green Bronze
  5. Desa Wisata Kertosari – Green.

 

Bandara Sultan Hasanuddin Diperluas Tiga Kali Lipat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, akan diperluas hingga tiga kali lipat dari sekitar 50.000 m² menjadi sekitar 150.000 m². Perluasan bandara ini karena menjadi hub (penghubung) Indonesia bagian timur, hampir semua penerbangan ke Indonesia bagian timur itu melewati Makassar.

“Sekarang ini luasnya hanya 50.000 m² dan sedang dibangun tiga kali lipat seluas 150.000 m². Dengan ini diharapkan kapasitasnya akan naik menjadi 15 juta penumpang,” lontar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Dilanjutkan, perluasan tempat parkir di Bandara Sultan Hasanuddin juga akan dilakukan, dari semula hampir 40 m² akan diperluas menjadi 72 m². Perluasan bandara ini rencananya akan diselesaikan tahun 2021. “Artinya pada saat pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2021 bandara semakin besar, sehingga pelayanannya akan lebih baik,” jelasnya.

Selain bandara Makassar, Menhub menyampaikan akan mempercepat pembangunan Bandara Internasional Buntu Kunik yang terletak di Toraja. “Toraja juga akan selesai akhir tahun dengan panjang runway kurang lebih 1.600 meter. Sehingga pesawat ATR bisa mendarat. Jadi, Sulawesi sebagai hub dari Indonesia Timur akan kita kembangkan secara intensif,” tutupnya.

Ke depannya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang dikelola PT Angkasa Pura I terus dikembangkan hingga tahap ultimate, dimana pengembangan dibagi ke dalam empat tahap. Setelah pengembangan Tahap I dimulai pada awal tahun ini, pengembangan Tahap II akan dimulai pada 2024 dimana pada tahap ini kapasitas penumpang akan bertambah menjadi 21 juta penumpang per tahun dan kapasitas parking stand menjadi 47 parking stand.

Pengembangan Tahap III akan dimulai pada 2034 dengan penambahan kapasitas terminal menjadi 30,8 juta penumpang per tahun dengan 64 parking stand. Sementara pengembangan Tahap IV akan dimulai pada 2044 dengan kapasitas ultimate terminal mencapai 40 juta penumpang per tahun dengan 78 parking stand.
(redaksi@bisniswisata.co.id)