Dongkrak Kunjungan & Belanja Wisman, VAT Refund Diturunkan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mulai 1 Oktober 2019, pemerintah memberlakukan skema baru value added tax (VAT) refund atau pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) bagi turis asing. Kebijakan terbaru ini, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan turis mancanegara (wisman) sekaligus berbelanda di Indonesia.

Dalam skema baru ini, pelancong asing yang membeli barang kena pajak di Indonesia dapat mengumpulkan struk barang belanjaan dengan nilai minimal Rp500 ribu per struk, dari berbagai toko ritel. Setelah mencapai total Rp5 juta, mereka dapat mengajukan klaim pengembalian PPN.

Permintaan pengembalian PPN dapat dilakukan di konter VAT refund, di area sebelum konter check-in di beberapa bandara seperti Soekarno-Hatta Banten, Ngurah Rai Bali, Adisutjipto Yogyakarta, Juanda Surabaya, dan Kualanamu Medan.

“Mereka cukup memberikan struk belanjaan tersebut lalu menunjukkan paspor dan boarding pass ke luar negeri. Dengan berlakunya skema baru ini pemerintah berharap akan semakin mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor ritel,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Hestu Yoga Saksama dalam keterangan resminya seperti dilansir Antara, Jumat (27/09/2019).

Sebelumnya, turis asing hanya bisa mengklaim VAT refund jika mereka belanja sebesar Rp5 juta sekaligus dalam satu struk. Hal tersebut dinilai tidak menarik sehingga para wisatawan mancanegara malah tidak memaksimalkan belanja mereka.

Dengan dilonggarkannya ketentuan minimal belanja menjadi Rp500 ribu per struk dan dapat diakumulasikan, banyak pengusaha ritel dan pelaku UMKM yang ikut mendaftar sebagai peserta program VAT refund. Saat ini program VAT refund telah diikuti 55 pengusaha ritel dengan 600 lebih toko yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, hingga Agustus 2019, jumlah permohonan VAT refund mencapai sekitar 4.000 klaim dengan nilai lebih dari Rp7,8 miliar. Jumlah klaim pada 2018 mencapai Rp11,2 miliar dengan indikasi belanja sebesar Rp112 miliar.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari menilai Indonesia sangat terlambat menerapkan sekaligus mengangkat Shopping Tourism, lain halnya dengan Singapore yang gencar menawarkan wisata belanja ke dunia Internasonal sehingga minat wisatawan pun datang. “Saya sudah 3 tahun yang lalu berbicara di DPR tentang Tax Refund, sayangnya tak ditanggapi bahkan tidak ada implementasinya. Baru kini digencarkan,” lontar Azril kepada Bisniswisata.co.id di Jakarta, Jumat (27/09/2019).

Memang, lanjut dia, batas total Rp 5 juta dalam aturan lama itu sangat tinggi dan sangat memberatkan wisatawan asing. Dan kini diturunkan. “Menurut hemat saya sebaiknya diturunkan menjadi Rp 1 juta. Sehingga wisatawan asing pun tertarik, apalagi barang-barang yang dijual di Indonesia tidak kalah dengan negara lain, termasuk Indonesia,” lontarnya.

Azril melanjutkan sebaiknya penerapan VAT refund tidak hanya di Bandara saja atau International airport/port departure terminal at Customs Area Terminal), tapi juga bisa di kota-kota besar seperti toko, Store juga Department Sore) dengan Pilot Scheme di Denpasar, Jakarta dan Batam.

Juga harus menunjuk perusahaan yag biasa menangani VAT Refund seperti “GLOBAL BLUE” atau “INNOVA” sebagai Tourism Shopping Tax Refund Company (“City Cash”) seperti yang dilakukan Singapore dan beberapa negara lainnya. “Jadi bukan oleh Pemerintah, namun perusahaaan lain yang berpengalaman yang ditunjuk. Karena perusahaan ini melakukan: dynamic currency conversion, marketing services, pont-of-sale technology, retail staff education, and customer intelligence,” sarannya.

Disisi lain juga harus mengembangkan Premium Outlet Shopping, Street Shopping (uniqueness & authenticity), Pipeline for Business Events (misal Annual Indonesia Cilinary & Shopping Festival)

Sementara Managing Director PT Panen Lestari Internusa Handaka Santosa menilai pengembalian pajak sebesar 10% atas transaksi belanja minimal Rp5 juta itu diberlakukan sejak 2010. Namun, para peritel dan pelaku usaha menilai VAT refund itu kelewat tinggi dan tidak sejalan dengan misi untuk menggenjot wisatawan mancanegara.

Akibatnya, banyak turis asing tidak berminat belanja di Indonesia. “Orang ke Indonesia paling jalan-jalan saja, lihat alam. Kalau belanja, nanti dulu deh, mending ke Singapura atau Bangkok. Jadinya kita ketinggalan peluang,” lontar Handaka.

Di Singapura, jelas Handaka, turis asing bisa mengklaim VAT refund dengan berbelanja minimal 100 dolar Singapura (sekitar Rp1 juta), di Inggris 50 pound sterling (sekitar Rp900 ribu), dan di Jepang sebesar 5.000 yen (sekitar Rp650 ribu). “VAT refund-nya bahkan ada yang di kasir. Mudah sekali,” katanya.

Handaka berharap usaha pemerintah menggenjot sektor pariwisata dilakukan dengan konsep yang menyatu dan saling mendukung. Selain itu, fasilitas VAT refund juga dinilai masih terbatas karena hanya diterapkan di lima bandara tersebut. (end)

27-29 September 2019, Pentas Tari “Untukmu Indonesiaku”

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Keempat kalinya, Indonesia Dance Company (IDCO) kembali menyelenggarakan pertunjukan tari. IDCO IDCO) sebuah wadah professional dalam pengembangan karir para seniman tari berkualitas di Indonesia dibawah pimpinan Claresta Alim, untuk tahun ini pementasan tari dengan mengusung tema bertajuk ‘Untukmu Indonesiaku’, yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat pada 27 sampai 29 September 2019.

Untukmu Indonesiaku sebagai persembahan karya anak-anak bangsa sebagai bentuk kebanggan dan cinta terhadap Seni & Budaya Indonesia. “Ide ini tercetus ketika muncul sebuah pertanyaan dalam diri Saya, Apa yang bisa Kami berikan kepada bangsa Indonesia? Dengan tekad kuat, Kami berkontribusi melalui karya – karya kami lewat pagelaran tari juga ingin menebarkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara ini” papar pendiri IDCO sekaligus direktur artistik, Claresta Alim dalam keterangan resminya.

Sama dengan judulnya, Claresta ingin memberikan karya terbaik untuk Indonesia. Sehingga menimbulkan minat pada kesenian tari, termasuk balet. Dan, pertunjukan ‘Untukmu Indonesiaku’ bakal menyuguhkan banyak tarian modern.

Sedikitnya sepuluh tarian sudah disiapkan oleh puluhan penari bertalenta yang dikemas secara apik dan menarik dengan musik dan koreografi. Ketujuh tarian itu, tarian balet klasik, kontemporer , jazz hingga tradisional, di antaranya tarian Malin Kundang asal Sumatera Barat dan tari Kalimantan khas suku Dayak.

“Kami memadukan tari balet dengan tarian daerah kemudian didukung musik dan kostum dari budaya tersebut. Nanti juga ada tarian Untukmu Indonesia dibawain anak-anak, terinspirasi kekayaan alam dan budaya Indonesia,” lanjut Claresta, yang dikenal sebagai generasi ketiga, anak dari Fifi Sijangga dan cucu dari Tokoh Balet Indonesia, Marlupi Sijangga.

Pertunjukan ‘Untukmu Indonesiaku’ telah disiapkan sejak beberapa bulan lalu. Melibatkan puluhan penari dari anak-anak hingga dewasa. Pihak Indonesia Dance Company menyebut tiket penyelenggaraan ‘Untukmu Indonesiaku’ selama tiga hari telah nyaris ludes. Ini menjadi bukti bahwa tari balet masih sangat diminati. “Peminat balet di Indonesia masih sangat tinggi. Semoga kami bisa membawa pertunjukan ini ke berbagai daerah di Indonesia,” tutup Claresta.

Diakui, kekayaan budaya dan kesenian tari asal Indonesia tidak kalah hebat dengan luar negeri. Terbukti anak didik IDCO acapkali pentas dan mendapat penghargaan di luar negeri. Sayangnya generasi muda belum bisa menghargai malah tahu-tahunya lagu dari luar negeri,

IDCO berdiri sejak 2016 telah sukses mementaskan pagelaran tari “We Dance”. Tahun 2017, IDCO menggelar pementasan bertajuk “Danceventure” dan “Its….. Showtime” yang merupakan pertunjukan pada 2018. Secara konsisten, IDCO ingin menghadirkan pementasan tari setiap tahunnya di bulan September. Pementasan ini sebagai perwujudan mereka dalam unjuk gigi dan menampilkan karya terbaik kepada masyarakat.

Sesuai visi IDCO mau membawa nama Indonesia lebih besar lagi di dunia balet. Karena itu, pertunjukan tari Untukmu Indonesiaku ini mempunyai misi untuk mengedukasi generasi muda untuk mengenal cerita rakyat juga budaya Indonesia yang dikemas melalui sebuah pagelaran tari,” lontar Claresta. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Arab Saudi Tawarkan Wisata Gurun Pasir

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Arab Saudi untuk pertama kalinya akan menawarkan visa turis ke berbagai negara karena mendorong dengan rencana untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar perekonomiannya. Pengumuman rezim visa, yang dijadwalkan pada Jumat (27/9/2019) ini dan rinciannya akan datang. Kebijakan ini datang hanya dua pekan setelah serangan teror yang diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman menutup setengah dari produksi minyak kerajaan.

“Untuk pertama kalinya kami membuka petualangan, warisan, dan sejarah bagi orang-orang yang akan mengunjungi KSA sebagai turis,” Ahmad Al-Khateeb, ketua Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi, seperti mengutip laman CNBC, Jumat (27/09/2019).

Tujuan kerajaan, sebagai bagian dari agenda Visi 2030, termasuk meningkatkan kontribusi ekonomi pariwisata dari 3% saat ini menjadi 10% dari PDB pada tahun 2030 dan menjadikan kunjungan internasional dan domestik menjadi 100 juta per tahun pada waktu yang sama.

Saat ini pasar pariwisata asing Arab Saudi bergantung hampir secara eksklusif pada jamaah haji yang datang ke negara itu untuk haji. Pemerintah memperkirakan angka-angka itu akan mencapai 30 juta setiap tahun pada tahun 2030.

Sementara rencana itu merupakan tonggak penting dalam upaya kerajaan menuju diversifikasi ekonomi yang bergantung pada hidrokarbon, pengumumannya datang pada saat yang sulit. Ketegangan antara Arab Saudi dan wilayah regionalnya, Syiah, Iran telah mencapai titik didih, dengan Riyadh menuduh Teheran berada di belakang drone 14 September dan serangan rudal terhadap beberapa fasilitas minyak terbesarnya, tuduhan yang dibantah Iran.

Berita itu juga datang hanya beberapa hari sebelum peringatan satu tahun pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang terbunuh di tangan agen pemerintah Saudi pada Oktober tahun lalu. CIA menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, pewaris takhta dan penguasa de facto, terlibat dalam kematian itu, sesuatu yang disangkal oleh Riyadh dengan paksa.

Skandal itu mengasingkan kerajaan konservatif dari banyak komunitas internasional dan membuat beberapa investor asing memutuskan hubungan. Sekarang, kekhawatiran tentang serangan teroris, ketidakstabilan regional, dan keamanan darah kehidupan ekonomi Arab Saudi pro, uction produksi minyak dapat menimbulkan bayangan panjang atas rencana Visi 2030 bagi banyak investor dan pengunjung potensial.

Meskipun demikian, kerajaan tampaknya bertekad untuk melanjutkan dengan apa yang dilihatnya sebagai reformasi yang penting untuk menarik investasi swasta dan menciptakan lapangan kerja baru bagi populasi yang sedang booming, 70% di antaranya berusia di bawah 30 tahun. “Kami tahu berapa banyak yang harus kami lakukan untuk memuaskan tamu-tamu kami di masa depan,” kata Al-Khateeb kepada CNBC.

“Kami tahu berapa banyak kursi pesawat yang perlu kami tambahkan berapa banyak mobil, persewaan mobil, dll. Kami mempelajari seluruh ekosistem; kami mengisi kesenjangan dengan apa yang akan disediakan oleh pemerintah dan apa yang disediakan oleh sektor swasta. Sebut saja: resor terbaik, hotel, mendirikan perusahaan penyewaan mobil, bandara lebih besar, pusat pelatihan, banyak hal. Untuk industri ini akan menambah banyak perekonomian kita.”

Pada kontroversi Khashoggi, Al-Khateeb menggambarkannya sebagai “dijaga oleh pihak berwenang,” sambil menambahkan bahwa dia tidak menemukan investasi telah jatuh pada tahun sejak pembunuhan. “Hari ini, (telah ada) banyak perjanjian dan banyak MoU yang ditandatangani, suatu tanda ketertarikan di sektor ini dan di Arab Saudi secara umum,” katanya.

Dua tahun terakhir telah melihat perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara yang terkenal konservatif itu, termasuk pencabutan larangan berpuluh-puluh tahun pada mengemudi perempuan, pengenalan kembali bioskop, dan penawaran hiburan mulai dari Janet Jackson dan konser 50 Cent ke pertarungan WWE dan potensi Perlombaan Formula Satu.

Kerajaan ini membuka akses ke lima Situs Warisan Dunia UNESCO. Pembangunan kota-kota baru juga sedang berlangsung, termasuk kota futuristik senilai US$500 miliar, NEOM, dan Qiddiya, sebuah “kota super hiburan,” yang sedang dibangun 25 mil di luar ibukota, Riyadh.

Six Flags adalah operator taman tema internasional utama pertama yang mendaftar untuk proyek Qiddiya, dan berjanji untuk membangun roller coaster tertinggi dan tercepat di dunia di sana.

Arab Saudi berharap dapat menciptakan sejuta pekerjaan baru melalui mega proyek ini. Qiddiya, NEOM dan Proyek Laut Merah bertema pariwisata mewah semuanya mendapat dukungan dari Dana Investasi Publik Arab Saudi.

Mengenai masalah alkohol sesuatu yang dilarang keras di negara itu al-Khateeb tidak berpikir pengunjung akan terhalang. “Itu tidak membuat atau menghancurkan,” katanya. “Riyadh akan menawarkan warisan, makanan, dan banyak hal hebat lainnya kami memiliki banyak hal untuk ditawarkan selain alkohol.”

Arab Saudi masih terkenal dengan catatan buruk tentang hak-hak perempuan dan dikritik di luar negeri karena tindakan keras terhadap perbedaan pendapat. Sepuluh aktivis pengendara perempuan diadili pada musim semi lalu meskipun dicabut larangan mengemudi setelah berbulan-bulan tuduhan bahwa mereka disiksa saat berada di penjara.

Memenangkan investasi asing untuk pengembangan pariwisata adalah kunci bagi kerajaan karena kerajaan itu mencoba untuk memfokuskan kembali citranya dan beralih dari krisis diplomatik tahun lalu serta mempertahankan standar hidup yang tinggi untuk orang Saudi ketika harga minyak turun. (ndy)

Penghargaan ISTA Dorong RI Jadi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Kelas Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ajang penghargaan Indonesia Suistainable Tourism Awards (ISTA) Festival 2019 digelar di Ballroom the Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta. Penghargaan ini diharapkan mampu mendorong pariwisata Indonesia berkelanjutan kelas dunia.

Ketua panitia Dadang Rizki Ratman sekaligus Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata mengatakan tahun ini adalah tahun ketiga ISTA diadakan. Setiap tahunnya peserta semakin meningkat dan di tahun ini berjumlah 263 dimana di tahun 2018 hanya 176 peserta.

” Di tahun ketiganya diharapkan kegiatan ini mampu mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan kelas dunia,” ujarnya di Ballroom the Ritz-Carlton Jakarta, Kamis malam (26/9/2019).

Dadang menambahkan kegiatan Ini tidak sekedar memberi penghargaan bagi yang sudah menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Namun juga ajang promosi wisata.

Menpar Arief Yahya pun mengutarakan bahwa untuk pengembangan industri dan usaha pariwisata dapat diukur bukan dengan 3 aspek. Melainkan sudah ditingkatkan menjadi 3P yaitu people, planet, profit menjadi prosperity, peace, dan patnership.

“Peran CEO Commitment atau keberpihakan pemimpin daerah untuk sektor pariwisata sangat penting. Sebelum bangun usaha bangun dulu masyarakat dan alamnya, jadi semakin lestari dan memakmurkan juga. Makanya sustainable touris mustahil terwujud bila tidak ada CEO commitment ini,” ujar Arief.

Terdapat perbedaan ISTAfest 2019 dengan tahun sebelumnya. Dalam pelaksanaanya dibagi menjadi 3 rangkaian yaitu ISTA Forum, ISTA Mart, dan ISTA Awards.Penghargaan juga diberikan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pada Perguruan Tinggi pendamping Pokdarwis dan penghargaan pada Green Hotel Award. Khusus hotel, ada 10 hotel terbaik yang mewakili RI di ajang internasional di Brunei Darussalam.

Sementara itu apresiasi bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berupa penghargaan  diberikan sebagai penggerak/motivator masyarakat di wilayahnya masing-masing dalam mewujudkan Sapta Pesona. 

Selain itu juga mendorong Kelompok Sadar Wisata agar makin meningkatkan kualitas, peran, dan kapasitasnya dalam mendorong masyarakat untuk mengambil manfaat dari kegiatan kepariwisataan di wilayah masing-masing sebagai pelaku usaha pariwisata.

Menpar Arief Yahya mengatakan seluruh pemenang ISTA akan berkompetisi lagi  ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sustaianble top 100 destination di Kroasia. Ada juga forum di Brunei, dan ASEAN. 

“Semuanya saya janjikan ikutkan kompetisi  jadi kelas ASEAN dan dunia,” kata Arief Yahya menyemangati semua peserta berbagai apresiasi.

 

Selain Lestarikan Kuliner, Bango juga Peduli Regenerasi Petani

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bango memang luar biasa. Merek kecap produksi PT Unilever Indonesia Tbk, bukan hanya peduli melestarikan sekaligus mempopulerkan kuliner tradisional Indonesia, namun juga peduli mencetak regenerasi petani. Melalui Program Petani Muda, langkah nyata ini demi mendorong regenerasi petani agar kelezatan asli kuliner Indonesia tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Selain itu, seluruh pecinta kuliner juga dapat menunjukkan dukungan mereka terhadap program ini dengan bergabung dalam gerakan PetaniUntukIndonesia yang disebarluaskan Bango melalui kemasan khusus berlebel Cita Mallika.

Regenerasi petani bagi Bango dirasakan sangat penting, juga memiliki nilai strategis. Bango juga melihat penerapan prinsip pertanian yang berkelanjutan merupakan hal yang harus dijalankan, salah satunya melalui regenerasi petani yang kini semakin dibutuhkan.

Petani yang tidak teregenerasi dapat menyebabkan penyusutan lahan serta penurunan produktivitas maupun kualitas hasil pertanian. Jika bahan pangan yang berkualitas jumlahnya semakin terbatas, akan sulit bagi kita untuk terus menikmati dan melestarikan aneka kuliner khas Indonesia yang selalu dibanggakan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dalam jangka waktu dua tahun (2016 – 2018), terjadi penurunan jumlah petani di Indonesia cukup signifikan, yaitu sebanyak 4 juta petani, dimana salah satu penyebab masih kurangnya regenerasi petani. Dan, 65% dari jumlah petani di Indonesia kini berusia di atas 45 tahun, dengan produktivitas yang relatif rendah.

Sementara di wilayah perdesaan, hanya sekitar 4% anak muda berusia 15-23 tahun, tertarik bekerja menjadi petani. Sisanya memilih bekerja di sektor industri, sektor industri kecil-menengah atau sektor informal kota, karena dipandang lebih potensial untuk menjamin kesejahteraan di masa depan.

“Sejak tahun 2001, Bango melalui Yayasan Unilever Indonesia menggandeng Universitas Gajah Mada dan mitra lainnya mengembangkan komunitas petani kedelai Mallika melalui program “Program Pengembangan Petani Kedelai Hitam”. Langkah ini untuk mengantisipasi penurunan produktivitas maupun kualitas kedelai,” lontar Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia Tbk. Hernie Raharja dalam keterangan resminya, Rabu (25/09/2019).

Hernie melanjutkan sebagai brand yang selalu berkomitmen mengangkat dan mempopulerkan kuliner Indonesia, Bango sangat membutuhkan kedelai berkualitas jenis Mallika. Mengingat dalam prakteknya, 100% kedelai hitam lokal digunakan untuk memproduksi Kecap Bango memenuhi Unilever Sustainable Agriculture Code (USAC), yaitu standar cara bertani ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani binaannya, sejalan pilar Unilever Sustainable Living Plan (USLP).

Karena itu, lanjut dia, untuk mendorong regenerasi petani dan menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan berkualitas dalam jangka panjang, Bango kini menggagas Program Petani Muda berkolaborasi dengan The Learning Farm Indonesia.

“Program ini secara bertahap akan memberikan pembinaan intensif bagi masing-masing 30 hingga 40 petani muda potensial tentang keterampilan hidup lewat pendidikan bercocok tanam yang memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan. Kesempatan yang langka ini juga akan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi agen perubahan,” lontar Herrnie serius.

”Melalui program ini, Bango berharap regenerasi petani dapat tercapai karena generasi muda akan memiliki kepercayaan diri dan minat lebih tinggi terhadap profesi bertani. Dengan regenerasi yang terjaga, ketersediaan bahan pangan akan ikut terjamin dan pelestarian kelezatan asli kuliner Indonesia dapat terus dilakukan,” tutup Hernie.

Senior Brand Manager Bango, Nando Kusmanto membenarkan berkurangnya petani muda di Indonesia menjadi keprihatinan di sektor pertanian. Generasi milenial melihat sebelah mata profesi petani dan lebih memilih bekerja di perkotaan. Dalam kenyataannya, menjadi petani sangat menjanjikan di masa depan. ” Anak-anak muda sekarang itu belum terinspirasi untuk menjadi petani. Mungkin petani dianggap sebagai profesi yang tidak inspiratif,” ucapnya.

Karena itu program petani muda ini juga bertujuan untuk membuat komunitas sustainable agriculture, yaitu pertanian berkelanjutan. “Pertanian berkelanjutan adalah sebuah prinsip pertanian yang ramah linkungan. Pertanian ini akan memberikan dampak seminimal mungkin bagi lingkungan, serta menghasilkan produksi yang efisien, menguntungkan, dan kompetitif,” paparnya.

Kepala Bidang Program dan Kerjasama Pendidikan Pertanian, Kementerian Pertanian Dr. Setyabudi Udayana, SPT, M perlu dukungan banyak pihak untuk regenerasi “Kita memiliki program tahunan yang dijalankan untuk pertumbuhan wirausahawan muda pertanian dalam rangka regenerasi. Belum optimal kalau tidak dilakukan oleh pelaku usaha juga,” tegasnya.

Untuk itu Bango sebagai brand yang melibatkan petani, memperkenalkan Program Petani Muda sebagai upaya mendorong regenerasi petani agar tetap menjaga kelezatan asli kuliner Indonesia tetap terjaga dari generasi ke generasi. “Saya sangat mengapresiasi terhadap Program Petani Muda, sebab regenerasi bisa juga untuk pembelajaran dan mengubah stigma yang selama ini melekat. Stigmanya kan petani itu kotor, tidak pasti. Dengan adanya kepastian yang kuat dapat merubah mindset mereka agar mau untuk menjadi petani,” tandasnya.

Executive Director The Learning Farm Indonesia, Nona Pooroe Utomo mempertegas Bango dan The Learning Farm bersama-sama mengembangkan kurikulum Program Petani Muda untuk mendorong semangat, pengetahuan dan keterampilan generasi muda dalam melanjutkan regenerasi petani.

Selama 100 hari, seluruh peserta mendapatkan 60% materi pertanian yang terbagi dalam empat kelompok besar yaitu tanah, budidaya tanaman-perikanan dan ternak, pemupukan dan pengendalian hama, serta analisa usaha tanam. 40% materi lainnya, berfokus pada pengembangan soft skills seperti manajemen waktu dan keuangan, entrepreneurship, healthy life style, Bahasa Inggris, komputer, dan komunikasi.

” Nantinya, kami harap para peserta akan mampu menyebarluaskan ilmunya dan menginspirasi lebih banyak generasi muda di kampung halaman mereka untuk menjadikan bertani sebagai pilihan profesi yang menjanjikan.” ungkap Nona.

Nona Percaya semangat mendorong regenerasi petani akan membawa dampak yang lebih besar melalui upaya bersama, Bango mengajak seluruh pecinta kelezatan asli kuliner Indonesia untuk mendukung program ini melalui Bango kemasan khusus Cita Mallika. “Pasalnya setiap kemasannya akan berikan pelatihan tani untuk pemuda Indonesia,” tambahnya.

Bango kemasan khusus Cita Mallika didesain oleh fashion designer kebanggaan Indonesia, Didiet Maulana. ”Perjalanan mengunjungi para petani Mallika di Desa Lendah, Kulon Progo, membukakan mata saya pada sebuah brand yang dibangun dengan cinta,” cerita Didiet.

Pemilihan warna, karakter visual dari tenun, cerita dari perjalanan tertuang dalam motif ‘Cita Mallika’. “Semoga dapat menggambarkan kebahagiaan, optimisme dan keindahan kerja sama yang akan terus terjalin antara Bango, petani dan setiap penikmat kelezatan asli kuliner Indonesia.” tambahnya sambil menambahkan di balik kemasan juga tertera kisah-kisah inspiratif dari empat petani kedelai hitam Mallika yang ditulis ulang penulis kenamaan, Dee Lestari.

Penyanyi sekaligus penulis, Dee Lestari menceritakan berdasarkan pengalaman saat berinteraksi langsung dengan para petani kedelai hitam binaan Bango, membuahkan tulisan dengan tema Dari Tanah Tani ke Piring Saji; berupa prosa singkat mengenai suka duka, perjuangan, dan mimpi para petani. (endy)

IFEAT 2019, Naturals of Asia : Pertama Kali Pamerkan Produk Olahan “Minyak Terbang”

this formate

BALI, bisniswisata.co.id,- INTERNATIONAL Federation of Essential Oils and Aroma Trades (IFEAT/Federasi Internasional Pedagang Minyak Esensial dan Aroma) mulai 29 September sampai 3 Oktober menggelar konferensi tahunan di Nusa Dua Bali. Lebih dari 1600 orang delegasi dari 73 negara memastikan diri mengikuti pertemuan tahunan yang untuk pertama kalinya dilengkapi ajang pameran dagang produk olahan “minyak terbang” atsiri dan aroma.

Dalam pameran dagang disediakan lebih dari 30 booth diisi oleh perusahaan- perusahaan olahan produk atsiri. Konferensi IFEAT 2019 di Bali ini menjadi sangat istimewa, anggota IFEAT tidak hanya mendapat informasi up date perkembangan budidaya raw material atsiri dan aroma. Peserta juga mendapat update trend perdagangannya, perkembangan produk olahan utama dan ikutan minyak “terbang” tersebut.

“Ada Fragrance Workshop dan Workshop Flavour, sekaligus disediakan perusahaan- perusahaan yang memperdagangkan produknya,“ jelas Ketut Jaman, Managing Director DMC Melali selaku Komite Penyelenggara IFEAT 2019, kepada bisniswisata.co.id.

Bukan tanpa alas an jika IFEAT 2019 mengambil tema Naturals of Asia. Iklim dan budaya memainkan peran penting dalam membentuk keanekaragaman tanaman, beragam rempah-rempah dan tumbuhan alami yang luar biasa berlimpah di kawasan subur Asia Tenggara dan Timur. Indonesia,  salah satu negara dengan keanekaragaman hayati paling kaya di dunia dan menawarkan berbagai minyak esensial yang telah diekspor selama berabad-abad. Oleh karenanya, konferensi IFEAT 2019 berfokus pada minyak atsiri dan bahan-bahan F&F lainnya yang berasal dari Australia, Cina, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Selandia Baru, Singapura dan Vietnam.

IFEAT merupakan organisasi internasional yang bertujuan mendekatkan petani, rumah dagang, dan perusahaan dari negara maju dan negara berkembang untuk menyelaraskan perdagangan minyak esensial dan aroma kimia. Konferensi IFEAT berfungsi sebagai pertukaran informasi, berbagi penawaran produk, informasi pasar, penelitian baru, dan perkembangan masa depan.

30 Perusahaan

Sementara perusahaan yang mengikuti pameran dagang tercatat  H J Arochem Pvt Ltd,  Sarogi Shellac,  Hangzhou Grascent Co., Ltd,  Al-Can Exports Pvt. Ltd., India,  Jayshree Aromatics Pvt., Ltd,  OQEMA,  Van Aroma,  Golden Grove Naturals,  Ashapura Aromas,  PT Haldin Pacific Semesta,  PT Indesso Aroma,  Tech-Vina JSC,  Mentha & Allied Products Private Limited,  CV. Ratu Aroma,  EFECAN,  Tengzhou Tianxiang Aroma Chemical Co., Ltd,  Qingdao Free Trade Zone United International Co., Ltd, LLUCH ESSENCE,  Natura Aromatik, Bulgarian Herb BG Ltd,  Organica Aromatics Pvt. Ltd,  Prakash Chemicals International Pvt. Limited,  Purong Essences Mfg. Co., Ltd,  Yili Bio-Young Aromas Manufacturing Co., Ltd,  Triglav-Edelvais, DM Aromatics (Ambrettolide), Nanjing Univis International Development Co., Ltd,  INDO-GSP CHEMICALS LLP,  PT Aroma Atsiri Indonesia dan  Camlin Fine Sciences Ltd. * Dwi

Tenun Ikat Sumba Memikat Masyarakat Athena

this formate

ATHENA, bisniswisata.co.id: Kedutaan Besar RI (KBRI) di Athena menggelar resepsi dilomatik dengan mempersembahkan fashion show bertajuk “Culturage Heritage Show”, di wisma Duta Besar Athena Yunani pada Rabu (25/09/2019). Acara memeringati HUT ke-74 Kemerdekaan RI yang dihadiri sekitar 200 tamu undangan mendapat sambutan luar sambutan.

Saat fashion show, KBRI Athena menghadirkan 3 desainer Indonesia. Desainer Nita Seno Aji menyajikan kain tenun ikat Sumba Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan motif Njara atau kuda dan Ruha atau rusa. Agar motif-motif tersebut tampil prima, desianer asal Jakarta ini menghindari permainan cutting yang mengganggu keberadaan motif. Elemen cropped jacket dan overcoat adalah pilihan yang tepat sebagai kanvas penopang tenun Sumba.

Nita juga mentransfer motif tenun tersebut ke bentuk printed pattern pada bahan sifon transparan, lalu bahan sifon dijadikan kimono panjang dan juga overcoat yang ringan. Penampilan para peragawati yang memamerkan pakaian khas Indonesia dengan motif Sumba ini, mengundang perhatian bahkan decak kagum.

Mereka tak hanya berasal dari kalangan diplomatik dan pejabat pemerintah, namun juga pengusaha dan media Yunani. Kekaguman dapat terlihat dari kesediaan para undangan untuk tak melewatkan seluruh rangkaian fashion show, meskipun waktu jamuan makan malam telah tiba.

Selain Nita Seno Aji, juga menampilkaan pakaian hasil desainer Rudi Chandra yang membawakan motif pakaian etnik kontemporer. Juga ada rancangan Malik Moestaram dengan tema pakaian malam yang didominasi hiasan payet khas Indonesia.

Salah satu pengunjung Olga Chiotakis mengungkapkan kekagumannya. Dia terpikat dengan keberagaman kain Indonesia yang baru saja ditampilkan. Dari ketiga desainer itu, masing-masing memiliki karakter yang berbeda, bahkan tidak mirip sama sekali. Hal itu menunjukkan betapa beragamnya corak kain Indonesia.

Kegiatan resepsi diplomatik rutin dilaksanakan setiap tahunnya. KBRI Athena selalu menyelipkan agenda promosi dalam acara semacam itu, demi mengenalkan Indonesia. Promosi ini biasanya berbentuk pertunjukan tari, maupun penampilan pakaian Indonesia dalam fashion show seperti tahun ini.

“Sebagai perwakilan Indonesia di Yunani, KBRI selalu berusaha menyelipkan promosi mengenai Indonesia dalam berbagai kesempatan. Diharapkan, melalui promosi ini, masyarakat Yunani akan semakin mengenal mengenai Indonesia,” kata Ferry Adamhar, Duta Besar RI untuk Yunani dalam keterangan pers-nya, Kamis (26/09/2019). (redaksi@bisniswisata.co.id)

CNN: Pulau Komodo Masuk Daftar Pulau Terindah di Dunia

this formate

ATLANTA, bisniswisata.co.id: Pulau Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mewakili Indonesia dalam daftar 10 pulau terindah di dunia. Daftar itu dirilis CNN pada 24 September 2019. Keindahan Pulau Komodo menjadikannya bisa dibilang merupakan surga tropis yang jatuh ke bumi.

Garis pantai pasir putih yang bersih dan jernihnya air laut biru seolah menjadi gambaran nyata akan pesona tropis idaman banyak orang. Keasrian alam Pulau Komodo juga masih sangat terjaga. Ekosistem pulau sangat bervatiasi dan merupakan tempat berlindung bagi banyak satwa liar yang unik. Komodo, kadal raksasa purba penghuni Pulau Komodo

Satu hal paling unik tentu apa lagi jika bukan kadal raksasa purba bernama Komodo yang merupakan penghuni lokal pulau. Hewan purba ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang ke Pulau Komodo, meski ia memiliki gigi tajam dan racun mematikan.

Keindahan Pulau Komodo pun tidak hanya ada di daratan. Bawah lautan sekitar pulau juga dipenuhi oleh terumbu karang indah yang dihuni oleh berbagai satwa unik. Terumbu karang itu merupakan habitat yang spektakulier bagi kuda laut kerdil. Ada pula gurita cincin biru yang terlihat menawan di antara warna-warni terumbu karang.

Seolah belum cukup, penyelam pun bisa dikatakan beruntung saat melihat paus Omura yang langka atau dugong. Mereka akan tampak menawan ketika saat menghabiskan kesehariannya di atas rumput laut. Tentu menyaksikannya merupakan pengalaman tak terlupakan bagi para penyelam.

Itulah keindahan Pulau Komodo yang membuatnya masuk dalam daftar 10 pulau terindah bersi CNN. Berikut ini adalah daftar lengkap dari ke-10 pulau tersebut dan tidak ada urutan peringkat dalam daftar ini:

1 Milos (Yunani)
2 Bartolome (Ekuador)
3 Fregate (Republik Seychells)
4 St. Lucia (Lesser Antilles)
5 Jura (Skotlandia)

6 Pulau Komodo (Indonesia)
7 Pulau Senja (Norwegia)
8 Mo’orea (Polinesia Perancis)
9 Palawan (Filipina)
10 Kaua’I (Amerika Serikat)
(ndy)

Bantul Jaring Wisatawan Lewat Simphony Orchestra

this formate

BANTUL, bisniswisata.co.id: Semarakkan Hari Pariwisata Dunia, Bantul punya cara tersendiri untuk menarik wisatawan datang dengan menggelar Simphony Orchestra. Event ini bukan digelar di gedung, namun di area terbuka kawasan Gumuk Pasir Barchan berlokasi di Parangkusumo Kabupaten Bantul Yogyakarta, pada Jumat (27/09/2019).

Gelaran simfoni orkestra ini bakal disajikan musik orkesta spektakuler berlatar alam eksotis. Bintang tamu simfoni, penyanyi Egha Latoya, personil duo The Fatima besutan Republik Cinta Management milik Ahmad Dhani. Ditambah dengan berbagai acara untuk meramaikan Gumuk pasir Barchan.

“Event musik ini sengaja digelar di kawasan Gumuk Pasir Barchan Parangkusumo karena ingin mengenalkan kawasan gumuk pasir ke wisatawan dalam dan luar negeri. Sehingga promosi perlu digencarkan dengan berbagai event menarik yang sebelumnya digelar lomba lari,” papar Panitia Simphony Orchestra Gumuk Pasir, Fandi Romadhanny dalam keterangan resminya, Kamis (26/09/2019).

Dijelaskan, jenis gumuk pasir di Bantul merupakan salah satu dari dua gumuk pasir yang dimiliki dunia yakni gumuk pasir Meksiko dan Bantul. Gumuk Pasir Barchan atau Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki bentang alam yang ada di Asia Tenggara. Berbeda dengan gurun atau padang pasir, gumuk pasir ini terbentuk karena masifnya penumpukan pasir dalam jumlah besar. Faktor alam yang sangat mempengaruhi proses penumpukan pasir ini khususnya angin.

Keunikan ini, lanjut dia, menjadi lokasi pertunjukkan musik dengan suasana yang berbeda. Apalagi dalam event ini bukan hanya digelar Simphony Orchestra namun sandboarding, lomba fotografi, penampilan tari tradisional reog wayang uwong Beksa Satria Manunggal, jamming seasion, deklarasi Jogja Tourism Festival (JTF) dan tak ketinggalan pameran kuliner tradisional.

“Perhelatan simfoni ini, merupakan bagian puncak rangkaian panjang Jogja Tourism Festival (JTF) yang digelar sejak awal September 2019. Pada JTF 2019, mengangkat konsep penta-helix yang mengkolaborasikan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan komunitas. Tak kurang dari 60 asosiasi dan komunitas pariwisata DIY terlibat dalam melaksanakan JTF 2019 ini,” tambah Direktur Pertunjukan Symphony Orchestra dari Mita-Mita Mandiri Angga Rinda Tama. (ndy)

Susi Air Buka Penerbangan Perintis Antar Pulau di Sumenep

this formate

SUMENEP, bisniswisata.co.id: SUSI Air resmi menjadi operator layanan rute penerbangan keperintisan antar pulau di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur. Penerbangan pertama rute tersebut dilakukan Kamis (26/9) dengan membawa 10 orang penumpang.

Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim mengatakan untuk tahap awal, rute keperintisan tersebut hanya melayani penerbangan dari Bandara Trunojoyo menuju Pulau Pagerungan di Kecamatan Sapeken. Sementara untuk rute lainnya masih menunggu kesiapan bandara yang saat ini sedang dalam kajian.

Di Pagerungan, bandara yang digunakan adalah bandara milik PT Kangean Energy Indonesia (KEI) di Pukau Pagerungan Besar. “Nanti akan kami kembangkan layanan rute penerbangan perintis untuk pulau lainnya, seperti Masalembu dan Kangean,” kata Busyro Karim seperti dikutip laman Medcom.

Penerbangan antar pulau di Sumenep, kata dia, menggunakan pesawat berbadan kecil berkapasitas penumpang sepuluh orang dengan jadual penerbangan dua hari sekali setiap trip. Hal itu karena jumlah penumpang yang masih minim karena masih dalam tahap sosialisasi. “Kalau peminatnya tinggi, jadual akan disesuaikan, bisa setiap hari. Begitu pula dengan pesawat yang digunakan,” pungkasnya.

Dengan dibukanya penerbangan perintis antar pulau di Sumenep madura, berdampak pada kunjungan wisata. Pasalnya, Sumenep memiliki destinasi wisata yang beraneka ragam, terutama kaya wisata bahari, juga ada wisata alam, wisata menghiup oksigen agar awet muda juga wisata air terjun. Destinasi wisata di Sumenep Madura, antara lain:

#. Gili Labak

Pulau yang berada di ujung paling timur Madura ini wajib hukumnya untuk kamu kunjungi. Saking indahnya, para traveller menjuluki pulau ini sebagai surga tersembunyi. Pantai berpasir putih dan jernihnya air laut yang kebiruan, dijamin bakal memuaskan dahaga travellingmu. Untuk bisa sampai ke sini, harus menyeberang sekitar dua jam dari Pelabuhan Kalianget.

#. Kepulauan Kangean

Dari Gili Labak, tidak ada salahnya bila kamu meneruskan perjalanan ke Kepualauan Kangean. Di sini ada beberapa pulau yang masih perawan dan sayang untuk dilewatkan. Beberapa pulau yang ada di Kepulauan Kangean antara lain adalah Pulau Kangean, Pulau Sapeken, dan Pulau Saebus. Namun masih banyak lagi pulau lainnya di kepulauan Kangean yang siap wajib untuk kamu sambangi.

#. Pantai Slopeng

Pantai Slopeng berada di Desa Sema’am, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Madura. Pantai ini berada di bagian utara Pulau Madura dan berjarak 21 km dari Kota Sumenep. Pantai ini berpasir putih dan ombaknya tidak terlalu besar sehingga tidak perlu khawatir untuk bermain di pinggir pantai.

#. Pantai Sambilangan

Kalau kamu bosan hanya untuk bermain air di pinggir pantai, maka harus datang ke Pantai Sembilangan. Karena di sini anda bisa menikmati keindahan pantai dan lautan dari puncak mercusuar. Mercusuar di pantai Sembilangan sendiri telah berdiri sejak 1879. Jadi selain menikmati pemandangan laut, kamu juga bisa menyaksikan langsung bukti sejarah peninggalan Belanda.

#. Air Terjun Toroan
Kalau kamu berpikir harus pergi ke pegunungan untuk menikmati air terjun, maka kamu salah besar. Tidak seperti air terjun pada umumnya, Air Terjun Toroan adalah air terjun yang alirannya jatuh langsung ke lautan. Jadi bila datang ke sini, anda akan disuguhkan dua pemandangan berbeda, yaitu air terjun dan laut nan indah.

#. Pantai Nepa
Pantai Nepa memiliki pasir berwana putih kekuningan dengan ombak yang cukup tenang. Tak salah bisa pantai ini selalu di padati pengunjung bila musim liburan datang. Di kawasan ini kamu juga tidak hanya bisa menikmati indahnya suasana pantai dan lautan, namun terdapat juga Hutan Nepa yang dihuni oleh kawanan monyet.

#. Wisata Pulau Berkadar Oksigen

Pulau Giliyang semakin menjadi bahan perbincangan di dunia pariwisata. Pulau berada di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur ini memiliki kandungan oksigen tertinggi ke dua di dunia, setelah Yordania. Kadar oksigen di Pulau Giliyang sudah dibuktikan keampuhannya melalui penelitian. Hasil penelitiah LAPAN pada 2006, kadar oksigen berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal. Bahkan pada tahun 2016, penelitian serupa dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep. Hasilnya, Kandungan oksigen Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni 21 persen. Pulau ini juga dijuluki Pulau Awet Muda. Mengingat banyak penduduk lanjut usia di atas 100 tahun, nampak masih segar bugar, aktif dan produktif bekerja.

Destinasi lain di Pulau Giliyang seperti Pantai Batu Cangge, Pantai Ropet, Gua Air, Gua Sarepa, fosil ikan paus. Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Giliyang, wisatawan dapat menempuh perjalanan dengan becak ke Terminal Angkutan Umum lalu ke Pelabuhan Dungkek, Sumenep. Setelah itu dilanjutkan dengan perahu angkutan reguler menuju Pulau Giliyang. (ndy)