60 Perusahaan di Jakarta Ikuti Padmamitra+ Awards 2019

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sekitar 60 perusahaan menjadi peserta Padmamitra+ Awards 2019. Sebuah penghargaan untuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Gelaran Padmamitra + Awards ini digelar dua tahun sekali dan pengumuman pemenang pada 2 November 2019.

“Kami bangga dengan kehadiran Padmamitra Awards ini. Event yang diinisiasi Forum CSR DKI Jakarta yang menjadi mitra kami dalam menyelenggarakan Padmamitra memiliki tujuan yang mulia dalam meningkatkan kesejahteraan sosial sekaligus membantu tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” papar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah dalam keterangan resminya, Rabu (25/09/2019).

Diakui, dalam melaksanakan pembangunan sosial, memang membutuhkan kontribusi berbagai pihak, baik pemerintah, perusahaan dan masyarakat. “Kegiatan-kegiatan tanggung jawab bersama ini menjadi hal yang tidak bisa lagi dikesampingkan, ini bentuk kepedulian kita semua. Ini juga sebagai upaya mewujudkan visi Kota Jakarta ini, maju kotanya bahagia warganya,” lontarnya.

Ketua Panitia Sustain Ability Fest 2019, Rio Zaakrias menjelaskan ini merupakan kali ketiga Padmamitra+ Awards dilaksanakan, setelah sebelumnya dilakukan pada 2015 dan 2017. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini Padmamitra+ Awards menyiapkan 15 kategori yang dilombakan.

Tujuh kategori yang sudah ada sebelumnya yaitu Penanggulangan Masalah Kemiskinan, Penanggulangan Masalah Keterlantaran, Penanggulangan Masalah Disabilitas, Penanggulangan Masalah Keterpencilan, Penanggulangan Masalah Ketunaan Sosial atau penyimpangan perilaku, Penanggulangan Korban Bencana, dan Penanggulangan Masalah Korban Tindak Kekerasan Eksploitasi dan Diskriminasi.

Ke delapan kategori tambahan yang dilombakan dalam Padmamitra Awards 2019 ini adalah Program Sosial yang Memberikan Dampak Berkelanjutan, Penyelamatan Keanekaragaman Hayati dan Penyelamatan Lingkungan, Penyelesaian Stunting, Keberlanjutan di dalam Rantai Nilai Organisasi, Inovasi Sosial, Inovasi Digital, Kontribusi di dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, dan Kemitraan untuk Keberlanjutan, tambahnya.

“Itulah mengapa, kami beri nama Padmamitra Plus Award, karena ada tambahan kategori yang dilombakan. Ternyata kali ini jumlah pesertanya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya hanya 20 peserta perusahaan. Dengan event ini diharapkan tahun-tahun mendatang jumlah pesertanya lebih banyak lagi, karena masalah CSR merupakan masalah yang sangat penting dan memiliki nilai strategis,” sambungnya.

Dikatakan, Rangkaian Sustain Ability Fest 2019 yang diawali dengan sosialialisasi, registrasi peserta dan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sebelumya sosialisasi Padmamitra+ Awards yang telah dilakukan yakni kunjungan ke beberapa perusahaan serta Community Action dan donation berupa bakti sosial ke panti sosial tuna netra bina cahaya batin, sharing session : digital innovation in industrial 4.0 for sustainable future & Restorasi kerang hijau berkolaborasi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol.

Pada 30 September 2019, 60 perusahaan akan memasuki tahap seleksi dokumen. Kriteria penilaiannya terkait kebijakan dan struktur program pemberdayaan sosial, perencanaan program pemberdayaan sosial, pelaksanaan dan monitoring evaluasi program, hasil pelaksanaan program pemberdayaan sosial, evaluasi dampak dan komunikasi, serta kategori spesifik yang dipilih.

Pada Oktober 2019, para peserta yang lolos seleksi akan melakukan tahapan seleksi lanjutan yakni presentasi di hadapan Dewan Juri, sementara Pengumuman dan Malam Penghargaan Padmamitra+ Awards akan dilakukan pada 2 November 2019 mendatang. “Presentasinya terkait dengan hasil dokumen yang telah dilaporkan. Sementara untuk bobot penilaian untuk dokumen dan Presentasi masing-masing sebesar 50%,” lontarnya.

Sementara Ketua Forum CSR DKI Jakarta, Mahir Bayasut menambahkan Padmamitra+ Awards, merupakan bagian dari Rangkaian Sustain Ability Fest 2019, dimana penghargaan diberikan kepada dunia usaha, baik perusahaan BUMN dan BUMD serta anak perusahaannya, organisasi masyarakat, Yayasan, Lembaga Non Profit yang telah berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial dan tujuan pembangunan berkelanjutan di wilayahnya,

“Dalam hal ini Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut tentunya sesuai dengan UU No.40 Tahun 2007, tentang Perseroan Terbatas dan PP No.47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 6 tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial Badan Usaha Dalam Penyelenggaran Kesejahteraan Sosial,” ungkapnya.

Mahir Bayasut mengakui penyelenggaraan Padmamitra+ Awards di tahun 2019 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain pihak pelaksana, tema dan jumlah kategori yang dilombakan pun berbeda. “Perbedaan Padmamitra+ Awards tahun 2019 yaitu kategori penghargaan yang sebelumnya hanya 7 kategori, saat ini bertambah menjadi 15 kategori untuk lebih memberikan apresiasi kepada setiap insan perusahaan/organisasi/lembaga/NGO,” ujar Mahir. (end)

58% Konsumen Indonesia Gemar Pesan Makanan Via Aplikasi Online

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” membuktikan mayoritas responden Indonesia semakin gemar memesan makanan melalui platform aplikasi online. Hasil riset ini semakin menunjukan tren online food delivery yang dibawa oleh para tech startup telah mengubah kebiasaan konsumen Indonesia dalam memesan makanan.

Dari sekitar 1000 responden dalam riset tersebut, sebanyak 95% mengaku memesan makanan siap santap. Dari beragam metode pembelian makanan siap santap, seperti membeli dan menyantap langsung di kedai, membungkus makanan lantas dibawa pulang, dan memesan lewat telepon. Sebanyak 58% responden memesan makanan siap santap tersebut melalui platform aplikasi pemesanan makanan.

Terkait banyaknya pesanan yang dilakukan. Mayoritas responden memesan makanan sebanyak 2,6 kali per minggu melalui aplikasi pemesanan makanan seperti Go-Food dan GrabFood. Tentunya hal ini perlu diperhatikan oleh para pelaku di industri makanan dan minuman di Indonesia.

Platform online food delivery kini muncul menjadi channel baru bagi pelaku F&B untuk memasarkan produknya. Pasalnya, di kota-kota besar, masyakarat kini semakin menghargai kenyamanan dan waktu untuk melakukan hal-hal yang lebih produktif.

Dalam riset ditemukan bahwa alasan responden gemar memesan makanan melalui platform tersebut karena menghemat waktu dan tenaga mengantre dan melakukan perjalanan menuju outlet restoran. Selain itu yang menjadi alasan adalah beragamnya promo dan diskon yang ditawarkan semakin membuat responden semakin giat dalam memesan makanan.

Menurut Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, memesan makanan via aplikasi digital tidak lagi dipandang sebagai kemewahan. Konsumen memutuskan memesan makanan via platform tersebut karena sudah menjadi kebutuhan. “Saat ini orang rela mengeluarkan uang untuk membeli kenyamanan. Salah satunya adalah hemat energi dan waktu dengan memesan makanan lewat aplikasi online,” terang Garick.

Alasan lainnya, mengapa layanan pesan antar makanan secara online digemari, di Indonesia sedang tumbuh kelas menengah. Kalangan kelas menengah ini juga diikuti dengan banyaknya professional muda. Para kalangan professional muda ini memiliki pendapatan lebih yang salah satunya dialokasikan untuk memesan makanan.

“Para kelas menengah dan professional muda ini terpola memesan makan siang untuk disantap di kantor. Kalau malam mereka memesan makanan untuk dinikmati bersama keluarga,” jelasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Maskapai Murah Eropa Berlomba Terbangi Udara Rusia

this formate

ROMA, bisniswisata.co.id: Sejumlah maskapai penerbangan bertarif rendah di Eropa berlomba untuk dapat menerbangi St. Petersburg, Rusia. Penerbangan tersebut dinilai akan meningkatkan arus wisatawan ke kota itu. Tiga maskapai yang telah mengajukan diri beroperasi dari Bandara Pulkovo di St. Petersburg, antara lain Ireland’s Ryanair, Britain’s EasyJet, dan Hungary’s Wizz Air. Namun, ketiga maskapai ini belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

CEO Operator Bandara Northern Capital Gateway LLC, Leonid Sergeev, mengatakan kepada outlet RBC, dalam setahun maskapai-maskapai itu bisa menambah sekitar 6 juta turis yang berlibur ke kota tersebut hingga tahun 2025. “Peningkatan trafik penumpang juga datang dari negara-negara Eropa lain, seperti Jerman, Prancis, Inggris, Italia, dan Spanyol,” sambungnya.

Maskapai dari negara bekas Uni Soviet (Commonwealth of Independent States/CIS) juga disebutkan telah mengajukan diri untuk mengoperasikan pesawatnya antara Pulvoko dan Amerika Serikat. Harapan tersebut diungkapkan otoritas bandara sebelum dikeluarkan pengumuman resmi mengenai peraturan Seven Freedom of the Air.

Peraturan ini akan diuji selama setahun dan selama itu pula pesawat diizinkan terbang masuk dan keluar tanpa mendarat di negara asal. Pesawat Irlandia misalnya, dapat terbang dari St Petersburg ke Roma atau negara Dunia Ketiga lain.

Rencana pemberian hak istimewa kepada maskapai asing mendapat perhatian dari operator penerbangan lokal. Mereka khawatir peraturan tersebut hanya akan dimanfaatkan pada musim-musim puncak liburan. Maskapai lokal akan merugi karena hanya mengisi kekosongan di luar musim-musim itu. Maskapai lokal juga menginginkan hak yang sama di negara-negara yang menikmati kebebasan terbang dari Pulvoko.

Maskapai non-Rusia rencananya akan beroperasi sepanjang tahun, yakni 60 persen di musim panas, dan 40 persen di musim dingin. Northern Capital Gateway telah meminta otoritas transportasi Rusia untuk mengizinkan rute ke 33 negara. Pembicaraan masih berlangsung. Demikian dilansir dari rt.com, Kamis (29/09/2019). (ndy)

5 dan 7 Oktober, Pameran “KLM 100 Years – Celebrate the Future”

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id,- MEMPERINGATI 100 tahun melayani jasa angkutan udara, manajemen KLM Royal Dutch Airlines menggelar pameran pada 5 dan 7 Oktober di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda Jakarta. Pameran 100 tahun KLM bertajuk  Celebrate the Future  memberi pengunjung wawasan yang unik tentang sejarah dan masa depan KLM serta perannya menjadi pelopor dalam dunia penerbangan. Demikian dijelaskan Wouter Gregorowitsch, Country Manager Air France KLM Indonesia kepada bisniswisata.co.id

Tanggal 7 Oktober 2019, KLM menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang masih beroperasi dengan nama aslinya serta merayakan hari jadinya yang ke-100 tahun. KLM mencapai tonggak sejarah gemilang, karena berkomitmen untuk memanfaatkan peluang, menerima tantangan, terhubung dengan mitra dan merangkul teknologi.

KLM 100 Years – Celebrate the Future menampilkan sebuah terowongan kapsul waktu dengan timeline sejarah KLM. Mencakup kisah menarik tentang penerbangan perdana antar benua dari Amsterdam ke Indonesia tahun 1924. Dilengkapi beragam inovasi digital dan komitmen untuk berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. Koleksi Delft Blue Miniature Houses oleh KLM. Rumah-rumah tersebut mewakili beberapa rumah tradisional Belanda yang dapat ditemukan di sepanjang kanal di Amsterdam dan kota-kota bersejarah lainnya di Belanda.

Menurut Wouter Gregorowitsch, Indonesia adalah destinasi spesial dalam jaringan besar KLM. KLM mulai terbang ke Indonesia 5 tahun setelah didirikan (1924) dan tahun 1930 memulai penerbangan penumpang terjadwal antara Belanda dan Indonesia.

Bagi pendiri KLM Royal Dutch Airlines, Dr Albert Plesman,  Jakarta merupakan destinasi antarbenua pertama KLM ketika pada tanggal 24 November 1924 sebuah pesawat Fokker F-VII mendarat di Jakarta setelah menempuh perjalanan selama 55 hari. KLM memulai penerbangan terjadwal ke Jakarta dari tahun 1930, sampai masa Perang Dunia II, penerbangan ini adalah koneksi penerbangan terjadwal paling lama di dunia.

“Udara menghubungkan kita semua, sesuatu yang telah kita lakukan sejak lama antara Indonesia dan dunia. Perayaan hari jadi kami juga merupakan momen untuk melihat ke depan hingga ke abad selanjutnya, karena kami ingin menetapkan standar untuk dunia
penerbangan ke depannya. Kami ingin terus menghubungkan dunia, dengan tetap memperhatikan lingkungan kami. Oleh karena itu, pameran ini juga berfokus pada upaya KLM untuk membuat produk-produknya lebih berkelanjutan, “ jelasnya.

Selain melayani penerbangan rute Amsterdam – Jakarta, KLM Royal Dutch Airlines sejak Desember 2009 menambah tujuan terbang ke Bali. Penerbangan ke Bali dilayani dengan menggunakan pesawat Boeing 777 – 300 ER, tiga kali seminggu, dan di tahun 2010 menjadi penerbangan tiap hari. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Traveloka Epic Sale Persembahkan Banjir Diskon bagi Travelling

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Traveloka Epic Sale 2019, resmi dibuka. Pembukaan yang berlangsung di Mal Kota Kasablanka Jakarta Selatan pada 25 September, pukul 08.00 WIB, mendapat sambutan dari masyarakat dalam menentukan perjalanan wisata di akhir tahun. Apalagi Traveloka Epic Sale ada banjir diskon hngga 80 persen, bagi yang pesan kamar hotel, tiket pesawat, rental mobil, shuttle bandara, kereta api, JR Pass, tiket bioskop, eats, dan protect.

“Traveloka Epic Sale ini digelar kedua kalinya. Yang pertama pada Aprul 2019 dan mendapat sambutan bagus dari masyarakat karena program ini untuk memanjakan masyarakat Indonesia. Karena itu, kami menggelar untuk keduanya kali yang dimulai 25 September hingga 29 September 2019,” papar Vice President of Market Management Traveloka, John Safenson disela-sela pembukaan di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Dijelaskan memang dibandingkan Epic Sale periode sebelumnya, kali ini Traveloka lebih total dalam memberikan kejutan bagi pelanggan setianya. “Cara memesan bisa langsung di Mall Kota Kasablanka buat mendapatkan beragam potongan harga, namun juga bisa via online, Kami berharap Traveloka Epic Sale jilid dua ini bisa mendorong jumlah wisatawan untuk mewujudkan impian mereka dalam rangka mendukung pariwisata Indonesia,” lontarnya

Selama Epic Sale, lanjut John, bisa memanfaatkan momen untuk mendapatkan promo hotel bintang 5 dengan tarif di bawah sejuta per malam. “Bakal ada promo harga epic sekitar Rp800 ribu untuk menginap di hotel bintang lima selama satu malam. Nah kapan lagi bisa mendapatkan harga semurah itu untuk hotel bintang lima,” jelasnya.

Dilanjutkan, prono hotel dari Traveloka Epic Sale ini, berlaku untuk periode menginap kapan pun. Juga bisa memesan hotel untuk check-in jauh-jauh hari. Juga dapat memanfaatkan promo Traveloka Epic Sale untuk menikmati staycation akhir pekan untuk rehat sejenak dari kepenatan pekerjaan.

“Sama halnya dengan Epic Sale periode sebelumnya, kali ini Epic Sale juga masih menggunakan label EPIC! untuk menandai besaran potongan harga di setiap hotel. Semakin merah warna label yang menempel di hotel, semakin besar diskon yang bisa dapatkan,” tambahnya sambil menambahkan label diskon ini juga dipasang di jenis akomodasi lain. Seperti vila dan apartemen.

Meski berlangsung sepanjang hari selama periode promo hotel berjalan, Traveloka Epic Sale tetap menyiapkan satu jam khusus setiap harinya untuk memberikan penawaran spesial. Setiap hari, hingga 28 September, pukul 12.00-13.00 WIB adalah satu jam di mana deretan hotel terbaik diobral dengan diskon hingga 80 persen.

Head of Marketing Acommodation Traveloka Shitley Lesmana menambahkan diskon produk akomodasi selama promo hotel murah dari Traveloka ini berlaku tanpa minimum pembelian dan tanpa batas jam tertentu. Pastikan produk yang dipilih berlabel “Epic” berwarna merah bila ingin mendapatkan promo terbaik.

Selain itu, untuk mendapatkan diskon yang lebih tinggi, Shitley menyarankan agar mencari tanggal check in di luar peak season. “Traveloka tidak memberlakukan syarat dan ketentuan macam-macam dalam program Epic Sale. Jadi bisa membeli berbagai produk unggulan Traveloka selama periode promo, untuk digunakan hingga tahun depan,” tandasnya.

Disamping itu dapat menggunakan promo Traveloka Epic Sale untuk membeli tiket pesawat maupun hotel ke destinasi favorit Tanah Air. Anda juga tak perlu khawatir meskipun berlibur ataupun staycation lebih sering, adanya Traveloka Epic Sale jelas membuat Anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam, ucapnya.

Untuk promo yang berlaku pada 25/29 September 2019, dimulai pada pukul 10.00-11.00 WIB, ada potongan harga khusus untuk tiket pesawat tujuan internasional. Sementara pada pukul 13.00-14.00 WIB, ada potongan harga khusus untuk kendaraan antar-jemput bandara. Lalu, pada pukul 14.00-15.00 WIB, promo harga khusus untuk rental mobil. Sedangkan pada pukul 17.00-18.00 WIB, ada promo khusus untuk shuttle/travel antar kota.

“Ini cuma buat yang datang ke Mal Kota Kasablanka, ada potongan harga yang lebih besar lagi khusus untuk akomodasi. Secret Epic Hour ini hanya ada selama dua hari yaitu pada 28-29 September 2019 pada sore atau menjelang malam hari,” tambahnya.

Acara di mal tersebut akan menampilkan permainan interaktif berhadiah menarik, talkshow inspirasi perjalanan, hingga penampilan konser musik yang asyik dari penyanyi dan band top Indonesia. Ada Ardhito Pramono dan Mocca di hari pertama, lalu Hivi di hari kedua, Maliq & D’Essentials di hari ketiga, Reza Artamevia dan Dipha Barus di hari keempat dan hari kelima atau hari terakhir akan ada penampilan dari The Changcuters dan Jaz.

“Dengan menghadirkan konsep travel fair inovatif pertama di Indonesia, kami berharap acara Traveloka Epic Sale bisa memberikan pengalaman berbeda bagi para pelanggan dalam mengumpulkan informasi tentang perencanaan perjalanan sampai mewujudkan inspirasi liburan mereka,” sambung Senior Vice President of Acommodation Traveloka, Nelly Nurmalasari. (ens)

Sustainable Tourism Diterapkan Industri Perhotelan Semakin Bagus

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism yang diterapkan industri perhotelan di Indonesia, terutama Bali perkembangannya semakin bagus. Ini menandakan sustainable tourism sudah bisa diterima wisatawan mancanegara, begitu juga sebaliknya industri perhotelan nasional mampu mengajak turis untuk berbuat hal yang positif terhadap lingkungan, masyarakat setempat, bahkan ekonomi.

“Saya yakin ke depannya Sustainable Tourism akan terus berkembang mengalami kemajuan, juga kesadaran menjaga lingkungan semakin tinggi dan kondisi seperti ini jelas sangat menggembiarakan bagi pariwisata Indonesia,” papar Founding Director of Magister Management (MM) Sustainability Universitas Trisakti Dr. Maria Nindita Radyati kepada Bisniswisata.co.id disela-sela acara Sustain Ability Fest “Padmamitra+ Awards 2019 di Jakarta, Rabu (25/09/2019).

Dijelaskan management hotel di Bali mampu menerapkan Sustainable Tourism dengan mengajak wisatawan yang menginap di hotel agar menghemat pemakaian air, penghematan penggunaan handuk, merokok di area yang telah ditetapkan serta menjaga kebersihan di lingkungan hotel.

“Nah ini yang didalam hotel. Di luar hotel, turis asing juga diajak untuk menanam pohon, mencintai satwa, menjaga lingkungan hingga melepas penyu ke lautan bebas. Ini sesuatu yang luar biasa dalam mengembangkan Sustainable Tourism. Saya mengharapan kondisi ini bisa ditiru hotel-hotel lainnya di luar Bali sehingga nama Indonesia dalam menerapkan Sustainable Tourism semakin tambah bagus,” lontarnya.

Menurutnya, membangun pariwisata berkelanjutan di Indonesia, tidak hanya melihat dari sektor ekonomi yang menjanjikan, tetapi pariwisata yang berdasarkan nilai-nilai leluhur bangsa, memperhatikan lingkungan. Juga pariwisata Indonesia bukan hanya sekedar “masyarakat untuk pariwisata”, tetapi “pariwisata untuk masyarakat”. Sehingga dalam hal ini, pariwisata berkelanjutan harus bisa berbicara tentang manfaat bagi masyarakat. Khusunya, masyarakat di desa yang memiliki ekonomi rendah, agar mereka juga bisa bisa menuai manfaat dari industri pariwisata.

“Secara konsptual kita ingin menggarisbawahi, pariwisata Indonesia jangan disamakan dengan yang lain-lain. Karena, kita memiliki pariwisata yang beradab sekaligus mewujudkan pariwisata dengan nilai-nilai yang luhur. Sehingga, pariwisata jadi berkat bagi masyarakat, dan ekonomi semakin maju,” ungkapnya.

Salah satunya adalah konsep dasar sustainable tourism yakni menempatkan lingkungan, sosial budaya, dan aspek ekonomi dalam garis yang seimbang. Manfaatkan secara optimal sumber daya lingkungan yang merupakan elemen kunci dalam pengembangan pariwisata. Seperti memelihara proses ekologi, dan membantu melestarikan warisan alam dan keanekaragaman hayati.

Kemudian menghormati dan melestarikan warisan budaya yang telah meresap dalam nilai-nilai bangsa Indonesia. Dan yang terakhir adalah, memastikan perekonomian dan layanan sosial bagi masyarakat di Indonesia. Sehingga dapat berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan, sambungnya.

Kementrian Pariwisata kini serius menggarap pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) dengan kejasama UNWTO. Ada tiga kota di Indonesia yang akan menjadi proyek bersama yaitu Yogyakarta, Lombok, dan Wakatobi. Ketiga kota ini dipilih agar pengembangan pariwisata di Indonesia tidak hanya terfokus pada Bali dan Jakarta saja.

Penerapan ketiga kota wisata dalam Sustainable tourism ini, diharapkan adalah sebuah konsep pariwisata yang menguntungkan dari berbagai sisi, antara lain ekonomi, lingkungan dan sosial.

Kerjasama ini meliputi tiga tahap. Pertama, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan UNWTO akan bersama-sama menggarap kerangka kebijakan soal sustainable tourism. Hal ini dilakukan agar arah pengembangan pariwisata Indonesia ke depan tidak hanya terfokus pada sisi ekonomi saja. Pasalnya Pariwisata adalah industri yang menyeimbangkan aspek sosial dan ekonomi

Kedua, setelah kerangka kebijakan selesai dibuat, UNWTO akan melakukan observasi langsung di tiga destinasi wisata tersebut. Ketigar, setelah program ini selesai dikerjakan, pemerintah akan membentuk sebuah lembaga sertifikasi yang memiliki tugas khusus untuk memantau perkembangan sustainable tourism di sebuah destinasi wisata. Sebagai langkah awal, proyek bersama ini akan diawali di kota Yogyakarta.

Yogyakarta dipilih sebagai proyek pertama karena dianggap sesuai dengan nilai dari pengembangan sustainable tourism ke depan. Pengembangan kawasan Candi Borobudur, yang secara geografis letaknya berdekatan dengan Yogyakarta, juga candi-candi lain yang ada di Yogyakarta akan menjadi contoh tepat untuk membangun model pariwisata yang berkelanjutan. (end)

Sebulan, 8 Mal Yogyakarta Persembahkan Festival Kuliner

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisata kuliner Yogyakarta memang luar biasa. Beragam kulinernya, sajianya sangat memikat, rasanya sesuai selera dan lokasinya berada dimana-mana termasuk pasar tradisional pun tersedia. Kini ada terobosan menarik, penuh inovasi dengan menikmati santapan kuliner unik, menarik, tradisional serta sesuai khas daerah. Inovasi dan terobosan baru dengan dinikmati di mal – mal yang tersebar di kota budaya ini.

Sajian kuliner di Mal itu bertajuk Wonderful Indonesia Culinary And Shopping Festival (WICSF). Perhelatan yang berlangsung di delapan mal dan pusat perbelanjaan di Yogya yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY. Gelaran yang memasuki tahun keempat akan diadakan mulai 27 September sampai 27 Oktober 2019.

“Perhelatan ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Yogyakarta sekaligus menjadi agenda wisata yang mengenalkan kuliner lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Surya Ananta, Ketua APPBI DIY, Surya Ananta dalam keterangan resminya yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (25/09/2019).

Secara umum, lanjut Ananta, setiap mal akan menonjolkan keunikannya masing-masing dan mengangkat menu kuliner lokal yang mulai go international, seperti rendang, gado-gado, dan nasi goreng. Juga tak ketinggalan kuliner Yogyakarta ikut menyemarakkan seperti gudeg, krecek, oseng-oseng mercon, bakmi Jawa, Sate Klathak serta tak ketinggalan bakpia, lengko dan kuliner lainnya.

Soal Target kunjungan setiap mal pun beragam, tergantung dari kebijakan manajemen masing-masing mal dalam menyerap pengunjung. “Dan yang paling penting promosi dan publikasi festival kuliner ini harus digencarkan sehingga pengunjung mal akan semakin ramai,” ungkapnya.

Beberapa mal yang menggelar WICSF antara lain:

Plaza Ambarrukmo

Plaza Ambarrukmo menjadi mal pembuka rangkaian WICSF ke-4. Tema Taste of Harmony diusung selama tiga hari acara, mulai 27 sampai 29 September 2019 di Pendopo Royal Ambarrukmo. Pengunjung bisa menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman, misal, nasi bakar, cireng, aneka olahan seafood, asinan Bogor, mendoan, dan sebagainya.

Galeria Mal

Galeria Mal mengangkat tema Howdy Foodie pada 3 sampai 6 Oktober 2019. Pengunjung bisa menikmati beragam kuliner kekinian sembari menikmati pertunjukan menarik. Varian hiburan yang dihadirkan mengangkat konsep western country yang berkaitan dengan rangkaian program ulang tahun ke-24 mal ini.

Lippo Plaza Jogja

Lippo Plaza Jogja juga tidak ketinggalan. Mal ini berpatisipasi dalam ajang ini pada 4 sampai 6 Oktober 2019 dengan menghadirkan lebih dari 100 jenis kuliner yang disediakan oleh 40 tenant makanan dan minuman. Mal yang mengusung tema ReFOODlution 4 ini juga memberikan berbagai atraksi music dan hiburan untuk pengunjung yang bisa dinikmati di area Ground Floor dan Avenue of The Stars. “Kami juga ingin memperkenalkan fasilitas baru di mal ini yakni Avenue of The Stars, pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman dengan suasana outdoor diiringi live music,” kata Nazwar, Marketing Communication Lippo Plaza Jogja.

Sleman City Hall

Sleman City Hall juga berpartisipasi dalam WICSF ke-4 mulai dari 10 sampai 13 Oktober 2019. Selain menghadirkan ragam makanan berat, mal ini juga menampilkan hiburan kesenian tradisional yang bisa dinikmati pengunjung.

Malioboro Mal

Malioboro Mal menghadirkan festival kuliner di Atrium Utama pada 11 sampai 13 Oktober 2019. Selain itu, anak-anak juga bisa berpartisipasi dalam kompetisi bongkar pasang lasy dan lomba tari kreasi baru pada hari terakhir acara. “Festival ini kiranya dapat menarik lebih banyak pengunjung di akhir pekan dan berimbas positif terhadap omzet tenant,” ujar Eunike Set Satyarini, staf marketing and promotion Malioboro Mal.

Jogjatronik

Jogjatronik sebagai pusat perbelanjaan barang elektronik juga ambil bagian dalam WICSF mulai 12 sampai 20 Oktober 2019. Di tempat ini, pengunjung bisa membeli kebutuhan elektronik sambil menyantap kuliner. Promo yang ditawarkan cukup menarik, yakni mendapatkan harga khusus produk sekaligus voucher makan atau minum pilih sesukamu di booth kuliner. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mendapatkan es krim gratis untuk 100 pengunjung pertama per hari.

Hartono Mal

Hartono Mal menawarkan pesta cokelat dalam perhelatan yang digelar di Atrium Hartono Mal Yogyakarta pada 17 sampai 20 Oktober 2019. Jogja Cocoa Day 2019 yang diusung sebagai bagian dari WICSF ke-4 ini diisi oleh beberapa tenant cokelat yang dapat memanjakan pengunjung. Tidak hanya menyantap cokelat, pengunjung juga bisa memperoleh pengalaman lewat kegiatan chocolate creating experience, chocolate batik, face painting, chocolate museum, talkshow, workshop, dan bazar. Bagi pengunjung yang ingin menambah deretan koleksi foto di media sosial juga bisa memanfaatkan booth selfie berkonsep cokelat. Hartono Mal sengaja mengangkat cokelat karena ingin mengedukasi masyarakat. Cokelat kerap dihindari karena identik dengan membuat gemuk. Padahal, cokelat, terutama dengan kadar 70 persen, memiliki banyak manfaat, seperti menghilangkan stres dan mengurangi risiko diabetes. Data dari salah satu produsen cokelat di Indonesia menyebutkan konsumsi cokelat di Indonesia masih rendah, yakni hanya 0,5 kilogram per tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan fakta Indonesia adalah negara penghasil cokelat terbesar ketiga setelah Pantai Gading dan Ghana.

Jogja City Mal

Jogja City Mal sebagai lokasi penutup rangkaian WICSF ke-4 pada 24 sampai 27 Oktober 2019. Pusat perbelanjaan ini juga akan membagikan jajanan khas tradisional Keraton Yogyakarta kepada pengunjung yang beruntung. (redaksi@bisniswisata.co.id)

2020, Target Kunjungan Wisatawan Tiongkok 2,8 Juta Orang

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2020, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok ditargetkan tembus 2,8 juta orang dari total kunjungan turis ke Indonesia sekitar 20 juta orang. Target sebesar itu dianggap realistis, mengingat Negeri Panda itu merupakan pasar utama bagi pariwisata Indonesia yang setiap tahun memberikan kontribusi signifikan terhadap kunjungan wisman ke Indonesia.

“Turis Tiongkok selama berkunjung ke Indonesia rata-rata menghabiskan lama tinggal tujuh hari dengan pengeluaran sebesar US$1.019 per kunjungan per orang. Sementara destinasi yang paling favorit bagi wisman Tiongkok adalah Bali, Manado, Lombok, Jakarta, dan Kepulauan Riau (Batam dan Bintan),” papar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional I Kemenpar, Vinsensius Jemadu dalam keterangan resminya yang diterima Bisniswisata.co.id, Rabu (25/09/2019).

Dilanjutkan, guna mendongkrak kunjungan turis China ke Indonesia, berbagai upaya dilakukan pemerintah, di antaranya menggencarkan promosi melalui berbagai misi penjualan (sales mission) maupun consumer selling dengan online travel agent (OTA) ternama di Tiongkok, seperti Ctrip, Tuniu, dan Tongcheng.

Upaya lainnya dengan kembali menggelar Indonesia Festival (Inafest) 2019 pada 20-22 September 2019 di Oriental Pearl Tower (OPT) yang merupakan ikon kota Shanghai, Tiongkok. Penyelenggaraan Inafest 2019 merupakan kali keempat.

“Event Inafest 2019 ini diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap Wonderful Indonesia melalui seni budaya dan produk Indonesia agar semakin dikenal oleh masyarakat Tiongkok, sehingga dapat menarik wisatawan asal Tiongkok untuk berkunjung ke Indonesia,” lontar Vinsensius.

Booth Wonderful Indonesia turut diramaikan oleh tim kesenian yang membawakan tari-tari tradisional serta angklung interaktif, coffee corner oleh barista, dan workshop membuat batik oleh Ambassador of Indonesian Batik (Putri Batik Nusantara).

Juga menawarkan informasi pariwisata, di antaranya mengenai perkembangan terkini pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas sebagai ’10 New Bali’, termasuk lima destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobodur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. \

Data Biro Pusat Statistis (BPS) menyebutkan secara kumulatif, Januari-Juli 2019, jumlah kunjungan turis asing mengalami kenaikan mencapai 9,31 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 2,63 persen jika dibandingkan kunjungan wisman periode sama tahun sebelumnya yang berjumlah 9,07 juta kunjungan.

Berdasarkan kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari Malaysia sebanyak 240,3 ribu kunjungan, Tiongkok 193,8 ribu kunjungan, Singapura 145,0 ribu kunjungan, Australia 138,3 ribu kunjungan, dan Timor Leste 108,6 ribu kunjungan. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Komunitas Kopi Nusantara Selenggarakan Malioboro Coffee Night Sekaligus Peringati Hari Batik Nasional

this formate

Suasana  informal jumpa pers Malioboro Coffee Night

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.idKomunitas Kopi Nusantara kembali menggelar Malioboro Coffee Night untuk  ketiga kalinya sekaligus memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Tahun ini lokasi berlangsung  di pedestrian Malioboro Yogyakarta.

Ketua Panitia Malioboro Coffee Night Anggi Dita mengatakan kegiatannya a.l bursa Kopi yang akan digelar di Loko Coffee Shop pada 30 September hingga 1 Oktober 2019. Dalam kegiatan ini akan diperkenalkan kopi dari berbagai daerah di Indonesia dan masyarakat bisa membeli hasil olahan atau produk dari petani kopi secara langsung.

“Kami juga akan menggelar kejuaraan aeropress di lokasi yang sama. Ada 54 barista yang akan mengikuti lomba dan pemenang akan mewakili Y

Jogyakarta untuk lomba yang sama di tingkat nasional,” kata Anggi Dita

Di tempat yang sama juga akan digelar dialog tentang diplomasi kopi yang menampilkan tokoh masyarakat untuk kemajuan kopi dari Indonesia.

Sejumlah artis, musisi, budayawan dan seniman juga siap memeriahkan gelaran Malioboro Coffee Night di sepanjang Malioboro pada 2 Oktober malam, di antaranya Katon Bagaskara, dan Langit Sore yang dikenal dengan musik bergenre romantic-rap.

Sedangkan untuk acara puncak Malioboro Coffee Night akan digelar pada 2 Oktober mulai pukul 20.00 WIB. Panitia menyiapkan tiga titik untuk membagikan kopi gratis yaitu di Loko Coffee Shop, depan Malioboro Mall dan Kepatihan.

“Jumlahnya tidak kami batasi asalkan masih ada persediaan. Pembagian kopi gratis baru akan dimulai usai pembukaan hingga pukul 03.00 WIB,” katanya yang menyebut ada 110 anjungan yang akan menampilkan kedai kopi, petani kopi hingga industri pendukung termasuk peserta dari Jepang yang memperkenalkan mesin kopi.

Berdasarkan pengalaman dua tahun sebelumnya, lanjut Anggi, kegiatan Malioboro Coffee Night sangat diminati dan ditunggu masyarakat termasuk wisatawan mancanegara. 

“Kegiatan ini adalah daya tarik baru berwisata di Yogyakarta. Apalagi, kegiatan ini hanya digelar sekali dalam setahun,” katanya.

Sementara itu, salah satu penggiat kopi Agus Prasetyo mengatakan, konsumsi kopi untuk masyarakat Indonesia masih tergolong rendah meskipun Indonesia adalah produsen kopi dunia.

“Dari data, tingkat konsumsi kopi baru mencapai 1,3 kilogram per kapita per tahun. Masih rendah dibanding negara lain,” katanya.

Ia pun berharap, Malioboro Coffee Night tersebut mampu mengangkat kopi Indonesia sehingga masyarakat semakin mengenal kopi lokal, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan petani kopi.

“Kami memiliki harapan besar, dengan digelarnya event Malioboro Coffee Night, semakin mempertegas bahwa Yogyakarta telah mampu memposisikan diri sebagai kota dengan apresiasi terbaik untuk dunia kopi,” kata Agus Prasetyo.

Semua elemen konsisten menjadikan Jogjakakarta sebagai Kota Wisata Kopi Dunia. Kegiatan yang digelar untuk menyambut hari jadi kota Jogja ini memiliki karakter event yang berbeda yang di hadiri peserta penggiat kopi dari hulu ke hilir. 

Keunikan lainnya seluruh peserta, panitia serta seluruh elemen masyarakat yang hadir diharapkan dapat menggunakan pakaian atau aksesoris yang bertemakan batik karena sekaligus memperingati Hari Batik Nasional.

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta aktif  mengadakan beragam event. Sebelumnya digelar event bertajuk Malioboro Night Festival 2019 di kawasan Jalan Malioboro pula sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun asing.

Menpar Arief Yahya dakam kesempatan terpisah menjelaskan untuk Jawa Tengah dan DIY agar mampu menyumbang dua juta wisman pada 2020. Oleh karena itu perlu mempercepat pembangunan dari sisi Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas.

 

Selendang Mayang, Minuman Khas Betawi Nyaris Punah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kuliner makanan dan minuman khas Betawi, memang beragam. Sayangnya, beberapa di antaranya susah ditemui, malah nyaris punah ditelan maraknya kuliner asing yang menyerbu Ibu Kota. Salah satunya, minuman tradisional es selendang mayang. Minuman yang masuk nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia tahun 2019 harus bersaing dengan sembilan minuman tradisional lainnya dari penjuru nusantara.

Selendang mayang sekarang jarang ditemukan, karena dikalangan masyarakat Betawi sendiri minuman ini dianggap minuman kuno, jadul dan yang menyakitkan dianggap ketinggalan zaman. Padahal sejak tahun 1940-an, selendang mayang yang merupakan kuliner turun-temurun dianggap minuman paling top. Seiring perkembangan zaman, apalagi masuknya kuliner impor mampu mengeser popularitas es selendang sehingga susah dicari.

Namun di acara-acara tertentu seperti Lebaran Betawi, juga ada di resto dan hotel sesuai pesanan yang punya acara maka minuman ini disajikan dan sering disertai dengan label “minuman Betawi jadul”. Selain menyegarkan, minuman ini dapat mengurangi rasa lapar karena dibuat dengan bahan dasar tepung beras ditambah syrup serta es batu. Beberapa penjual di kota tua membuat minuman ini dengan bahan dasar tepung hunkwe dengan alasan lebih mudah dan efisien.

Dinamakan selendang karena warna hijau dan merah yang berada di ujung kue, layaknya selendang penari. Sementara mayang merujuk pada arti manis dan kenyal. Kue yang dimaksud mirip kue lapis kanji. Adonan kue dibuat dari tepung kanji atau sagu aren, gula, air dan pewarna makanan. Adonan yang sudah matang kemudian dipotong tipis melebar seperti kue lapis sesaat sebelum es disajikan. Uniknya, untuk memotong kue ini digunakan bambu tipis.

Selanjutnya kue diracik bersama kucuran sirup gula merah dan es batu, lalu disiram kuah santan. Rasanya manis dengan semburat rasa gurih dari pemakaian santan. Paling enak dimakan dingin-dingin agar menyegarkan.

Dulu sesuai tradisi Betawi bahkan sampai sekarang meski jarang ditemui, selendang mayang biasanya disajikan saat pesta pernikahan, sunatan, menu takjil atau acara hajatan bernuansa budaya Betawi. Menyantap es ini kabarnya melambangkan kehangatan dan kemeriahan. Untuk menikmatinya, es selendang mayang banyak dijual pedagang pikulan. Ada juga yang kini sudah modern dengan memanfaatkan motor. Bisa ditemui di beberapa wilayah Jakarta, salah satunya sekitar Kota Tua.

Di daerah wisata Kota Tua Jakarta, Jakarta Utara, tepatnya di jalan sekitar pelataran Stasiun Jakarta Kota. Salah satu penjualnya bernama Jaip. Ia mengaku sudah berjualan es selendang mayang selama 12 tahun. “Dulu harganya masih Rp 2.000 tapi sekarang gara-gara ngikutin zaman jadinya seporsi Rp 5.000,” kata Jaip sambil memegang gelas plastik yang menjadi wadah es selendang mayang.

Jaip menjelaskan cara pembuatan es ini. Bahan yang paling penting dalam pembuatan adonan kuenya adalah tepung kue dan sagu aren. Kedua bahan ini akan dicampur dengan air dan dimasak perlahan di kompor. “Untuk buat kuenya perlu satu jam dimasak, tapi kan nggak langsung jadi habis dimasak. Dinginnya bisa sampai enam jam, baru kenyal,” ujar Jaip.

Seperti dikutip laman Kompas, Selasa (24/09/2019) Jaip mengaku bisa menjual sampai 80 porsi es ini dalam sehari. “Itu saya juga tidak sendiri, ada teman saya dua lagi yang jualan hal yang sama sekitaran sini,” ujar Jaip. Bagi dia, jumlah ini tergolong sedikit. Sepuluh tahun lalu, ia mengaku bisa menjual hingga 300 porsi es. “Tahun 2010-an, itu saya bisa tiga kali bolak-babik rumah saking sering banget habis. Sekarang satu kali juga syukur,” ujar Jaip yang biasanya berjualan mulai jam 08.00-11.00 WIB. (ndy)