Taman Mozaik, Daya tarik Wisata Kota yang Instagramable

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Pariwisata Surabaya terus melakukan inovasi dengan mempercantik taman di berbagai sudut kota. Dengan harapan menjadi daya tarik wisatawan lokal, nasional maupun internasional datang ke Kota Pahlawan. Kini Taman Mozaik beraneka warna yang berada di Jalan Wiyung Praja, Kota Surabaya, bisa menjadi tujuan rekreasi dan swafoto baru bagi wisatawan.

“Taman Mozaik itu memiliki konsep berupa taman rekreasi aktif yang bertema mozaik warna warni,” kata Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya Rochim Yuliadi di Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Dilanjutkan, tampilannya sangat instagramable dan benar-benar memanjakan warga kota maupun wisatawan yang gemar hunting (berburu) pemandangan untuk dipajang di media sosial. Pemerintah Kota sudah menyelesaikan pembangunan tahap pertama taman tersebut. Taman bekas rawa ini luasnya total 5.100 meter persegi.

Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Surabaya sudah menyelesaikan pembangunan taman di area seluas 1.850 meter persegi. Di Taman Mozaik, ada rumah dengan dinding dan atap berupa mosaik warna-warni yang bisa menjadi pilihan latar foto.

Rochim menjelaskan sebelumnya lokasi pembangunan taman itu merupakan lahan berawa yang dihuni berbagai satwa reptil liar. “Sebelum dibangun taman, kondisinya dulu sangat memprihatinkan, karena lahan yang sudah sangat lama tidak dimanfaatkan,” ujarnya seperti dilansir laman Bisnis,

Pemerintah Kota Surabaya pada awal 2019 merencanakan pembangunan Taman Mozaik di kawasan itu lalu memasukkannya ke lelang pada Mei dan memulai pekerjaan fisik seperti pemadatan tanah dan pembuatan fondasi pada Juli 2019.

“Pengurukan awal dikerjakan oleh DPUBMP (Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan) pada Maret hingga Mei 2019. Tanah pengurukan diambil dari hasil pengerukan tanah di Underpass Mayjend Sungkono dan Bozem Yono Suwoyo,” kata Rochim.

Anggaran untuk tahap pertama pembangunan taman, menurut dia, mencakup penyediaan dana untuk membangun fasilitas taman seperti lanskap tanaman, pedestrian, tempat bermain, tempat parkir, dan rumah mosaik. “Saat ini pekerjaan telah selesai, tinggal pembersihan lokasi dan perawatan tanaman,” katanya.

Pada tahap tahap berikutnya akan dibangun fasilitas penunjang lain seperti toilet, pos jaga, mushalla, dan Taman Baca Masyarakat. Kalau dana yang tersedia mencukupi, dinas juga akan melengkapi taman dengan air mancur dan lampu taman. “Total anggaran untuk taman ini sekitar Rp1 miliar,” kata Rochim. (ndy/bisnis)

Jogja Street Sclupture Project (JSSP) Libatkan Pematung RI & Malaysia  

this formate

Kepala Dinas Kebudayaan (DIY), Aris Eko Nugroho bersama panitia dan kurator

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.idSebanyak 33 orang pematung dari Indonesia dan Malaysia ikut ambil bagian dalam proyek Jogja Street Sclupture Project (JSSP), kata Rosanto Bima Pratama, Ketua panitia, hari ini.

Berbicara di Galeri Tiforti Art Space, dia mengatakan pameran tahun ini dibuat berbeda dari tahun sebelumnya.Tahun ini JSSP ke 3 memamerkan puluhan patung di tiga lokasi yang berbeda yang masuk kedalam Garis Imajiner Jogyakarta yaitu Pantai Parangkusumo, Titik Nol Jogyakarta dan Kinahrejo Cangkringan,” ujarnya.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Jogyakarta bekerjasama dengan Asosiasi Pematung Indonesia (API) berlangsung mulai  17-23 Oktober 2019.  Kepala Dinas Kebudayaan (DIY), Aris Eko Nugroho mengungkapkan bahwa JSSP merupakan bagian dari program dinas kebudayaan provinsi DIY menggunakan dana keistimewaan.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam rangka mengembangkan kebudayaan, maka itulah bermitra dengan API. Kegiatan JSSP sudah memasuki ketiga kalinya, diadakan tiap dua tahun sekali, kami berharap kegiatan kebudayaan di Jogyakarta bisa terlaksana dengan tertata dan konsisten,” ungkap Aris Eko Nugroho.

JSSP adalah proyek seni patung di ruang publik  yang hadir sebagai bentuk kontribusi pematung atas perkembangan dinamika ruang hidup masyarakat. Proyek ini menjadi platform intervensi artistik yang bukan semata menambah keindahan ruang, namun juga diikhtiarkan sebagai medium pemantik kesadaran masyarakat akan dinamika sosial yang terjadi. 

Rosanto Bima Pratama menambahkan bahwa gagasan-gagasan kontemporer dalam JSSP secara sadar telah memproduksi generator kreativitas bagi tumbuhnya berbagai persepsi publik yang cerdas terhadap ruang hidupnya.

Lahirnya kesegaran interpretasi kreatif ini menjadi passion bagi JSSP untuk merevitalisasi peran strategis ruang publik sebagai laboratorium seni dan kreatifitas. 

Hasil karya para pematung ini, diharapkan dapat menelusuri kembali kemungkinan poros-poros baru dan dapat menjembatani keterbatasan serta kepedulian sosial dalam merespons ruang. Melahirkan tantangan untuk proses interaksi penonton dalam memberikan respons terhadap konsep karya, lokasi dan dampak sosial.

” Poros tata ruang Daerah Istimewa Jogyakarta memiliki keistimewaan berupa garis imajiner yang masih satu garis lurus, terbentang dari laut selatan, Keraton, hingga Gunung Merapi,”ungkap Soewardi salah seorang kurator.

Kurator JSSP terdiri dari tiga orang yaitu, Kris Budiman, Eko Prawoto, dan Soewardi. Ketiganya meramu konsep kuratorial dan diterjemahkan para pematung yang terlibat termasuk 4 orang dari Malaysia. Seleksi diperuntukkan bagi anggota API yang sifatnya nasional.

“Patung tidak hanya diletakkan di suatu tempat, namun diharapkan mampu menciptakan efek keberlangsungan dan kegunaan bagi masyarakat. Misalnya, jika nanti patung berada di area Gumuk Pasir mampu menunjang daya tarik bagi wisatawan untuk datang ke lokasi tersebut,” jelasnya.

Penekanan tafsir garis imajiner bukan hanya ruang namun juga pada imajinasi. Dalam konteks ruang, kekuatan Gunung Merapi, Laut Selatan dan Keraton mempengaruhi dinamika alam dan sosial.

Imajinasi sosial dalam konteks kekinian yang mewarnai perilaku masyarakat plural.     Banyak poros baru yang sekarang sangat majemuk. Keberanian mendefinisikan kembali poros imajiner klasik, memberi tafsir baru dan kontekstual.

 JSSP juga mengadakan workshop dan diskusi agar wawasan masyarakat sekitar juga bertambah, terutama di lokasi Gumuk Pasir dan Gunung Merapi. Banyak Seniman yang tergabung di API juga pelaku usaha. 

Edukasi yang diberikan seperti branding dan marketing bagi masyarakat sekitar untuk membuat merchandise khas daerah masing-masing,” ungkap Rosanto Bima Pratama.

“Kami ingin menjadikan Jogyakarta kota berbudaya, salah satunya dengan patung. Dengan memamerkan patung di tiga tempat berbeda yaitu Bantul, Kota Jogyakarta, dan Sleman, kami mencoba agar patung itu masuk ke masyarakat. Kegiatan JSSP #3 akan melibatkan pemuda, perangkat desa, dan masyarakat setempat. 

Agenda JSSP #3 akan diisi sejumlah kegiatan seperti pameran maket, pameran utama, dan seminar. Diskusi, tidak hanya soal karya, tetapi juga soal branding wisata melalui patung-patung, workshop edukasi pada masyarakat soal pembuatan dan marketing merchandise. JSSP tour kamisan, JSSP performing art ruang publik dan aneka lomba.

Suarsono, B. FA., ketua umum API mengakui tema Pasir Bawono Wukir lumayan berat bagi pematung sebab harus merespon garis filosofis Yogyakarta dari selatan, tengah, dan utara. 

“Dari 170-an anggota API terdapat 61 anggota yang mengikuti , baik secara individu maupun kolaborasi,” ujarnya.

 

      

Musik Reggae Jadi Magnet Turis Kunjungi Kepulauan Seribu

this formate

KEPULAUAN SERIBU, bisniswisata.co.id: Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kepulauan Seribu bersama warga Kepulauan Seribu menggelar Festival Musik & Kesenian Seribu Utara di Lapangan Sepak Bola Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (12/10). Acara gratis diinisiasi Karang Taruna dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan ini digelar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendongkrak perekonomian warga sekitar.

Pengunjung yang datang dari luar Kepulauan Seribu ada yang memilih berkemah atau menginap di homestay sekitar Pulau Kelapa. Salah satunya Eko yang berangkat bersama teman-temannya dari Jakarta Barat. Sehari sebelumnya ia berangkat dari Pelabuhan Marina Ancol pagi hari. Kemudian sampai di Pulau Kelapa pada sore hari dan langsung menggelar tikar serta mendirikan tenda.

Selain panggung musik dan kesenian yang dimeriahkan oleh Tony Q Rastafara, Santri Rock, Jalie Gimbs dan PMR, festival ini juga menghadirkan kegiatan bazar makanan dan kerajinan tangan warga binaan Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu.

Warga yang membuka lapak untuk berdagang mengaku mendapat keuntungan yang besar selama acara ini digelar. Dalam video yang sempat viral, seorang pemilik warung mengaku mendapat untung 17 juta selama jualan di acara tersebut. “Alhamdulillah dagangan meningkat pesat, sebesar 17 juta rupiah, senang sekali. Saya berharap acara ini diadakan setahun dua kali,” kata Masriah seperti dilansir Antara, Kamis (17/10/2019).

Panitia Festival Seribu Utara, Hendra acara ini juga mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, karena mereka bisa merasakan langsung kemeriahan konser musik yang biasanya hanya dilihat di televisi. Turis yang datang juga bisa menikmati alam Kepulauan Seribu dengan bonus konser musik.

“Dengan konsep seperti ini saya yakin jumlah wisatawan yang hadir bisa lebih banyak, sehingga target pengunjung pertahun bisa lebih meningkat lagi. Untuk kedepan mungkin acara-acara ini bisa dibuat lebih bagus dan rapih, kerjasama yang baik antar pejabat, panitia dengan masyarakat pulau,” kata Hendra.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia mengaku bersyukur karena acara yang dibuatnya bukan hanya menghibur masyarakat dan wisatawan tapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah banyak pedagang yang mendapat untung besar, ada yang mengaku mendapat 4 juta. Event serupa juga pernah kami lakukan di Pulau Pari dan Pulau Tidung, mereka juga mendapat berkah dari kegiatan yang Sudin lakukan. Dan saya akui musik menjadi magnet yang cepat untuk mendatangkan wisatawan ke Kepulauan Seribu,” kata Cucu.

Sementara Musisi reggae Indonesia, Tony Q Rastafara, ikut menyemerakkan festival ini, dengan menyajikan musik reggae. Sambutan wisatawan domestik yang datang di festival ini benar-benar luar biasa, umumnya turis milenial. “Saya meminta masyarakat lokal dan turis untuk tidak mengotori Kepulauan Seribu yang saat ini tengah dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Jakarta,” lontar Pria yang berjulukan Presiden Reggae Indonesia

Tony mengaku sudah dua kali pentas di wilayah Kepulan Seribu dan menyayangkan perilaku masyarakat yang belum disiplin buang sampah pada tempatnya. “Paling penting, bagaimana masyarakat menyadari jangan sampai mengotori tempat. Kalau tempat bersih di pantai maupun pulau, otomatis akan bikin kesan yang baik bersih, lebih berkesan dari disambut dengan sampah dimana-mana,” ujar Tony.

Ini bukan kali pertama Tony manggung di Kepulauan Seribu. Sebelumnya ia pernah tampil dalam acara promosi wisata di Pulau Pari. Baginya musik bisa menjadi medium penyampai pesan untuk menjaga lingkungan. Menurutnya jika destinasi wisata dipenuhi sampah, turis bakal enggan datang.

“Istilahnya kita holiday (liburan), air kotor kan enggak enak. Kalau suasana bersih pasti orang-orang akan senang mau rileks. Paling tidak, saya sebagai musisi bisa menyampaikan melalui ‘corong’ di atas panggung, kita sampaikan saja,” lanjutnya. (ndy/ant)

Lava Gunung Karangetang Keluar, Wisatawan Jangan Mendaki

this formate

SITARO SULAWESI UTARA, bisniswisata.co.id: Aktivitas guguran lava pijar keluar dari puncak Gunung Karangetang (1784 mdpl), Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara (Sulut), masih tinggi. Berdasarkan pengamatan pada Kamis (17/10/2019) pukul 00:00-06:00 WITA, asap kawah bertekanan sedang hingga kuat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 150-400 m di atas puncak kawah.

Kepala PGA Karangetang Yudia Prama Tatipang dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, sinar api kawah utama tinggi lebih kurang (lk) 25-50 m dan cahayanya terang. Guguran lava pijar dari puncak kawah sering dan guguran lava pijar dari ujung leleran lava sering bahkan menerus ke arah kali Nanitu Sesepe dengan jarak luncur lk 1000-1750 m, sense lk 1000-1500 m.

“Guguran ke arah kali Batang dan Beha Barat sesekali terjadi lk 800 m, dan rerumputan di pinggiran Gunung Areng Kambing/Kali Batang terbakar. , sampai saat ini Gunung Karangetang masih Level III atau siaga. Dan masih ada sinar api lebih kurang sepuluh meter, dan luncuran lava dari puncak sesekali terjadi,” ungkap Yudia seperti dilansir laman Sindonews, Kamis (17/10).

Begitu pula dengan leleran lava pijar kali Pangih lk 1750 m, dan dari ujung leleran terjadi guguran lava lk 25-50m. Asap kawah dua putih tipis, sedang tekanan gas lemah sampai sedang tinggi lk 50-400 m sinar api lk 10-25 meter. Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Karangetang masih di level III (Siaga).

Yudia merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya, yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan), termasuk area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km. Dan, dari kawah utama sejauh 3 km ke arah barat.

Masyarakat maupun wisatawan di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

“Masyarakat maupun wisatawan pendaki yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” sarannya.

Wisatawan selain mendaki gunung Karangetang juga menikmati pantai Temboko Lehi di kaki gunung Karangetang. Pantai ini memiliki keunikan tersendiri. Air lautnya terasa panas di sepanjang garis pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih berwarna kebiruan. Air di sekitar pantainya terasa tawar. Seakan terpecah menjadi dua sisi, ada air asin dan air tawar.

Pemandangan gelembung panas kerap terlihat di pantai ini. Bagi yang suka bermain istana pasir, Anda dapat menyaksikan uap air panas muncul dari dalam galian pasir. Ikan-ikan pun tidak ada yang berani mendekat dan hidup di sekitar Pantai Lehi.

Saking panasnya suhu air pantai, telur mentah yang dicelupkan ke dalam air pantai bisa matang. Karena itu, pengunjung dilarang masuk dan berenang sembarangan di pantai ini. Bila ingin berenang, Anda bisa menuju sebuah kolam kecil yang ada di sekitar pantai.

Lokasi agak tersembunyi. Anda harus berjalan beberapa meter dari pantai berpasir, dan menyusuri batu-batu besar untuk menemukan lekukan bebatuan. Di lokasi bebatuan itu, Anda bisa merasakan sensasi hangat dari uap air panas yang keluar dari bebatuan. (ndy)

IHCL: Turis Muslim Berwisata ke Indonesia masih Kecil

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC), Sapta Nirwandar mengatakan potensi pariwisata halal sangat besar, di mana untuk traveller muslim jumlahnya mencapai 300 juta orang. Namun, turis muslim yang datang ke Indonesia baru 3 juta orang. “Kita punya potensi, yang datang ke Indonesia baru 3 juta,” ujarnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata & BPS, 2018 ada lebih dari 15 juta turis yang datang berkunjung ke Indonesia. Dari angka tersebut, 22% persen diantaranya atau sekitar 3,4 juta adalah turis muslim. Angka ini lebih kecil dibanding muslim turis yang menjejakkan kakinya di negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand hingga Turki.

Jumlah turis muslim yang mengunjungi Singapura mencapai 4,1 juta, ke Malaysia mencapai 6,4 juta, ke Thailand mencapai 5,2 juta dan ke Turki mencapai 6,1 juta. Sertifikasi halal di sejumlah destinasi wisata menurutnya penting, untuk menggaet turis muslim ini, seperti yang sudah dilakukan di Malaysia.

“Di Bukit Bintang ada toko buka sampai malam atau subuh. Ngapain? karena traveller Timur Tengah tidurnya subuh, itu adalah bagian dari servis,” ujar mantan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif jaman SBY ini.

Menurutnya, Indonesia harus mampu mengejar ketertinggalan itu. Salah satunya dengan memberikan fasilitas seperti Musholla di sejumlah pusat perbelanjaan. “Karena bicara pariwisata halal ya termasuk belanja juga,” lontar Sapta.

Di Bali misalnya, banyak turis muslim yang berkunjung. Ini menjadi satu catatan penting, agar terkait sertifikasi halal menjadi jelas, bagaimana dan apa saja yang bisa dilakukan untuk menggaet lebih banyak turis. “Muslim ke Bali banyak, masa ngga solat. disediakan tempat solat, itu servis, bukan Bali-nya di halalkan. Ini yang salah kaprah, masa lokasinya yang di halal-kan, tapi servis,” tegasnya.

Terkait Sertifikasi halal, Sapta Nirwandar menilai sertefikat halal menjadi aspek penting dalam bisnis makanan di Tanah Air. Hal itu berkaitan dengan rasa aman seiring garansi yang diberikan atas produk atau jasa yang dibeli. Bagi perusahaan besar seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), tak bisa dimungkiri sertifikasi halal menambah penjualan produk yang dihasilkan.

“Begitu ada lambang hijau MUI (Majelis Ulama Indonesia), (produknya) laku keras. Mayora dan Garuda Food juga begitu. Sertifikasi itu penting. Kenapa sushi tei rajin buat sertifikasi karena naikkan sales (penjualan),” ungkapnya serius.

Dicontohkan bagaimana rantai pasok restoran siap saji seperti KFC. Di Kuala Lumpur, bisa dipastikan 99,99 persen restoran itu sudah melalui sertifikasi halal. Mulai dari rantai pasok ayam hingga sampai ke meja konsumen. Prosesnya sudah diawasi dengan ketat. “Ini lebih profitable, masyarakat sadar, tak akan makan kalau tak ada sertifikasi halal. Sertifikasi itu membuktikan,” ujarnya lagi.

Tak hanya menyoal produk berupa makanan hingga kosmetik, sertifikasi halal dalam sektor pariwisata juga penting dilakukan. Namun sayangnya, banyak yang salah kaprah perihal yang satu ini. “Yang dihalalkan bukan destinasinya, tapi servisnya. Borobudur tak bisa dihalalkan, tapi kalau servisnya jadi ada musholla, restoran, boleh,” tegasnya.

Pelaksanaan wajib sertifikasi halal efektif mulai 17 Oktober 2019. Itu adalah mandat dari UU Nomor 33 Tahun 2014. Semua produk yang beredar di republik ini harus memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang berada di bawah Kementerian Agama.

Dalam kesempatan itu, BI juga menargetkan kegiatan perekonomian yang masuk dalam kategori syariah dan halal bisa mencapai 50 persen. Suhaedi mengatakan, saat ini sedang dicari formula penetapan terkait dengan produk domestik bruto (PDB) yang bisa masuk ke dalam kategori syariah.

Dalam hal ini, butuh kerja sama juga dengan Badan Pusat Statistik, Majelis Ulama Indonesia hingga Dewan Syariah Nasional (DSN). “Apabila sudah selesai untuk kompilasi statistik, dalam lima tahun ke depan, minimal 50 persen kegiatan ekonomi nasional termasuk yang halal,” kata Suhaedi seperti dilansir laman CNBC.

Dia menambahkan, mengenai industri halal secara keseluruhan, kegiatan perekonomiannya selalu merujuk kepada PDB nasional. Sebab, dari sekian banyak kegiatan perekonomian tersebut, masih harus ditelaah lebih jauh mana yang termasuk halal dan mana yang masih harus didiskusikan lebih jauh lagi. “Misinya ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat rujukan ekonomi keuangan syariah global,” tegasnya.

Untuk menggenjot ekonomi dan keuangan syariah, BI akan kembali menggelar Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2019 yang rencananya diadakan mulai 12-17 November 2019. ISEF merupakan agenda tahunan sejak 2014 yang memiliki tujuan untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Acara ini merupakan upaya BI bersama stakeholder terkait, pemerintah, masyarakat, serta organisasi-organisasi.

Tema ISEF ke-6 ini adalah Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth. Setidaknya ada 25 pembicara dari luar negeri yang akan hadir serta peserta lebih dari 50 negara. Tak hanya itu, ada lebih dari 100 kelembagaan serta beberapa eksekutif bisnis dan lembaga keuangan. “Jika dalam ISEF tersebut nantinya akan membahas berbagai aspek. Tak hanya keuangan, tapi juga bagaimana industri halal secara global,” sambungnya. (ndy)

Turis Sering Tersesat, Kota Baunei Larang Gunakan Google Maps

this formate

BAUNEI ITALIA, bisniswisata.co.id: Baunei, kota pegunungan di Italia itu meminta turis untuk tak lagi menggunakan Google Maps setelah muncul banyak laporan wisatawan yang tersesat. Berdasarkan catatan, tim pemadam kebakaran atau penyelamat gunung menerima 144 laporan wisatawan tersesat sepanjang tahun 2018.

“Laporan itu dari turis yang tersesat karena mereka mengikuti panduan Google Maps. Larangan penggunaan Google Maps terpaksa kami terapkan,” papar Salvatore Corrias, Wali Kota Baunei Italia, Salvatore Corrias seperti dilansir Oddity Central, Rabu (16/10/2019).

Mereka diketahui menggunakan GPS menuju “pantai tersembunyi” kota di Sardinia, Italia, dan berakhir di tempat yang tak cocok dilewati mobil. Untuk mencegah lebih banyak kasus serupa, polisi kemudian mendirikan papan peringatan bertuliskan “Jangan mengikuti arahan dari Google Maps”. “Yang sebenarnya terjadi adalah wisatawan tidak biasa menempuh jalanan berdebu. Jadi, mereka memakai Google Maps,” ungkap Corrias.

Namun setelah mereka menyadari bahwa jalan yang dipaparkan tidak sesuai, mereka harus meminta bantuan kepada polisi setempat. “Nampaknya, Google tidak membawa mereka ke tempat yang diinginkan,” tutur Wali Kota Corrias kembali sebagaimana dikutip The Guardian.

Karena tim penyelamat dibiayai oleh pemerintah lokal, maka turis yang tersesat tidak perlu membayar ketika mereka diselamatkan. Anggaran makin membengkak jika lokasi tempat si wisatawan sulit dijangkau sehingga membutuhkan peralatan yang lebih lengkap.

Karena itulah, otoritas setempat begitu getol melarang pemakaian Google Maps. Namun, upaya mereka dilaporkan tidak membuahkan hasil. “Tak mungkin bagi kami melarang sepenuhnya. Jadi, kami hanya memperingatkan. Tentu butuh akal sehat bagi mereka untuk mengerti,” jelasnya.

Pemerintah kota dikabarkan sudah melayangkan keluhan kepada Google perihal aplikasi mereka. Namun hingga saat ini, Baunei tak menerima respons. Jadi, mereka memilih pendekatan klasik dengan mendirikan banyak papan petunjuk dan peringatan bagi turis yang berniat menggunakan Google Maps. (Oddity Central/Ndy)

Isi Ulang Baterai Mobil Listrik bakal Dipasang di Bandara AP II

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Era mobil listrik, diantisipasi serius PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II. Antisipasi itu dengan menyediakan infrastruktur pengisian baterai mobil listrik atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada bandara yang dikelolanya.

Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara perseroan dengan PT PLN (Persero) tentang Kerja Sama Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai pada Rabu (16/10). Penandatanganan ini semakin menegaskan dukungan perseroan terhadap kendaraan listrik. Sebagai proyek pertama (pilot project), SPKLU disediakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah penumpang setiap hari sekitar 200 ribu orang dan pekerja mencapai 50 ribu orang, kami berharap Soekarno-Hatta yang menjadi pilot project pada program pengembangan kendaraan listrik ini akan mampu menjadi contoh bagi bandara-bandara lain dan infrastruktur pelayanan publik lainnya,” papar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (17/10).

Selanjutnya, perusahaan dan PLN segera membahas lebih detail terkait rencana kerja sama ini di antaranya pemetaan kebutuhan kendaraan bermotor listrik serta kebutuhan tempat pengisian baterai mobil listrik sesuai dengan lokasi bandara. “Yang jelas, saat ini di Soekarno-Hatta sudah dioperasikan sejumlah kendaraan bermotor listrik untuk melayani penumpang serta mendukung operasional bandara,” ujarnya,

Saat ini, kendaraan bermotor listrik yang sudah dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta adalah taksi listrik Tesla dan BYD milik Blue Bird. Kendaraan listrik lainnya di bandara terbesar di Indonesia ini adalah Skytrain, Segway, skuter listrik, baggage towing tractor, dan bus listrik untuk di dalam kawasan bandara.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pembahasan detail dengan seluruh pihak penandatanganan MoU akan dilakukan maksimal dalam waktu 1 bulan. “Jangan sampai konsumen sudah membeli mobil listrik tapi kesulitan untuk charging (isi ulang baterai),” ujarnya.

PT Angkasa Pura II menitik beratkan bandar udara di wilayah barat Indonesia antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Internasional Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Internasional Kuala Namu menggantikan Bandara Internasional Polonia (Medan), Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Bandara Internasional Minangkabau (Padang), Bandara Internasional Supadio (Pontianak). Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Bandara Internasional Sultan Thaha (Jambi), Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang -Bangka Belitung).

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Bandara Internasional Silangit (Tapanuli Utara), Bandar Udara Internasional Kertajati (Majalengka) Bandara Internasional Banyuwangi (Banyuwangi) dan Bandar Udara Tjilik Riwut (Palangkaraya). (redaksi@bisniswisata.co.id)

Saham Garuda Indonesia Melemah

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melemah tipis pada perdagangan Kamis (17/10/2019), setelah Rabu kemarin melesat dan perlahan menuju harga saham perdana ketika tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data BEI pukul 10.13 WIB, saham GIAA minus 1,65% di level Rp 595/saham dengan nilai transaksi Rp 3,87 miliar dan volume perdagangan 6,47 juta saham. Rabu kemarin saham GIAA menguat 8,04% di level Rp 605/saham, pelan-pelan mendekati harga saat tercatat pertama kali di BEI atau initial public offering (IPO) pada 11 Februari 2011 yakni Rp 750/saham.

Namun Kamis pagi terjadi koreksi dan investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) Rp 945 juta. Hanya saja secara tahun berjalan, saham Garuda sudah meroket 101% dengan beli bersih (net buy) asing Rp 89 miliar.

Salah satu sentimen positif bagi Garuda adalah kabar akuisisi Sriwijaya Air. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pun buka suara mengenai rumor Garuda akan mengakuisisi Sriwijaya Air, salah satu maskapai di Grup Sriwijaya Air (lainnya adalah NAM Air).

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah menjelaskan, saat ini tengah berlangsung proses verifikasi utang dan valuasi Sriwijaya Air. Namun, dia mengatakan, itu bukan berarti Garuda Indonesia membeli Sriwijaya Air. “Ada proses verifikasi utang dan valuasi perusahaan. Bukan berarti Garuda mau beli Sriwijaya,” katanya dikutip detikcom, Rabu (16/10/2019) malam.

Menurut Erwin, perhitungan valuasi Sriwijaya dilakukan karena merupakan bagian dari kerja sama manajemen (KSM). Itu juga dilakukan jika pembayaran utang Sriwijaya ditempuh melalui skema konversi saham. “Valuasi dimintakan karena bagian dari KSM salah satunya meningkatkan nilai perusahaan ketika KSM berjalan dan juga jika restrukturisasi utang melibatkan skema konversi,” paparnya.

Sejauh ini, Edwin mengatakan, belum ada kesepakatan mengenai konversi saham tersebut. Sriwijaya masih punya peluang untuk mencicil pembayaran utang. “Belum [kesepakatan konversi] karena deal dulu semua aspek komersial termasuk pengakuan kewajiban,” terang Edwin.

Dalam keterbukaan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (11/10/2019), manajemen Garuda menyebutkan, bahwa anak usaha Garuda yakni PT Citilink Indonesia, menyatakan berpeluang melakukan konversi utang ke dalam kepemilikan saham Sriwijaya Air dan opsi lainnya atas piutang yang dimiliki oleh maskapai BUMN tersebut kepada Sriwijaya Air Group.

“Citilink sampai dengan saat ini masih melakukan kajian terhadap opsi-opsi yang mungkin dilakukan dengan Sriwijaya Group, termasuk mengenai opsi konversi saham maupun opsi-opsi pelunasan lainnya,” kata manajemen Garuda Indonesia, dalam surat jawaban kepada BEI yang diperoleh CNBC Indonesia. “Kajian tersebut dilakukan guna memberikan manfaat yang terbaik bagi kedua belah pihak,” kata manajemen GIAA lagi.

Sampai saat ini, tulis manajemen Garuda, tidak ada informasi atau kejadian penting yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perseroan ke depan serta dapat mempengaruhi harga saham GIAA. “Perseroan akan melakukan pemenuhan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tulis manajemen Garuda.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Akshara pada pertengahan tahun mengatakan ada alasan di balik opsi akuisisi minimal 51% saham Sriwijaya Air. Opsi akuisisi ketika itu dipilih setelah sebelumnya dilakukan kerja sama operasi (KSO)–yang berujung menjadi kerja sama manajemen (KSM).

Menurut Ari Akshara, opsi akuisisi minimal 51% itu sebetulnya sudah ada dalam klausul KSO dengan Sriwijaya. (CNBC/NDY)

Berbusana Jawa, Ariel Tatum Hebohkan Jagat Maya

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Lama tak terdengar kabarnya, pesinetron dan pemain film layar lebar Ariel Tatum tiba-tiba menghebohkan jagat maya setelah tampil dalam sebuah reality show di salah satu stasiun televisi swasta. Dalam acara yang dipandu Jessica Iskandar dan Nia Ramadhani itu, Ariel diminta untuk melakukan beberapa pose seksi hingga membuat keduanya terkagum-kagum.

Nia Ramadhani bahkan sampai mengakui bahwa dirinya merasa kalah saing dengan pesinetron berusia 22 tahun itu. Sejak berkecimpung di dunia hiburan Indonesia, Ariel Tatum memang dikenal sebagai salah satu artis yang tidak pernah ragu berpenampilan seksi. Tidak hanya di dunia nyata saja, di media sosial, Ariel tidak pernah sungkan membagikan foto-foto seksi ke dalam akun Instagram pribadinya.

Namun ada satu foto yang berhasil membuat netizen gagal fokus ketika melihat penampilan Steffhanie Michelle Gabriella Tatum, nama asli Ariel. Ia sampai disebut-sebut mirip dengan anggota keluarga Kardashian. Siapa lagi kalau bukan Kylie Jenner. Hal ini bermula unggahan foto Ariel pada awal Juni 2018.

Kala itu, seperti dilansir laman okezone.com, Kamis (17/10/2019) perempuan kelahiran Jakarta dipercaya untuk bermain dalam sebuah teater bertajuk ‘Langit 7 Bidadari’. Pagelaran seni yang mengangkat legenda Jaka Tarub ini merupakan pengalaman pertama Ariel tampil di pementasan teater.

Dalam foto tersebut, Ariel Tatum tampil cantik dan seksi mengenakan kostum ala bidadari berbusana adat Jawa lengkap dengan mahkota dan selendang. Di bagian lehernya tersemat aksesoris berbahan emas yang sukses menciptakan kesan elegan dan mewah.

Penampilan Ariel semakin sempurna dengan sentuhan makeup bernuansa bold yang sangat kental. Bibir manisnya dihiasi lipstick berwarna plum, lalu diberi sentuhan akhir eyeshadow metallic bronze. Kombinasi makeup inilah yang membuat penampilan Ariel disebut-sebut mirip Kylie Jenner oleh sejumlah netizen.

Tak sedikit pula netizen yang memuji kecantikan Ariel Tatum karena ia terlihat sangat berbeda saat mengenakan pakaian tradisional. Aura kecantikannya begitu terpampang nyata tanpa buaian.

“Gila mirip Kylie Jenner sumpah,” tulis akun @anthy_husain.

“Kalau aku orang kaya pasti aku cari kamu dan meminangmu, sayangnya aku orang miskin,” tulis akun @abidabrori.

Beautiful. Memang Indonesia cantik budayanya, enggak kalah dengan negara lain apalagi orang-orangnya,” tulis akun @imron_ajhaa123.

“Aduh kak Ariel Tatum cantik amat. Aku belum siap jadi imammu kak,” tulis akun @roisul.umam99.

“Masya Allah ada Kylie Jenner Pakai Kebaya,” tulis akun @adelglstn

Pasar Keroncong 2019 kelima, Jadi Icon Kotagede Untuk Jaring Wisman

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Perhelatan Pasar Keroncong Kotagede 2019 kelima kalinya akan berlangsung akhir pekan ini dengan menggandeng grup orkes dari berbagai daerah seperti Solo, Klaten, Salatiga dan Semarang, kata Natsir Dabey, Ketua Panitia Pasar Kroncong Kotagede , hari ini.

” Acara akan berlangsung pada 19 Oktober 2019 mulai jam 19.30. Seperti tahun-tahun sebelumnya,tiga panggung Pasar Kroncong tahun ini akan hadir di sekitaran pasar Kotagede dengan tema “Kroncong Tak Kunjung Padam”. ujar Natsir

Acara yang berlangsung di seputaran Pasar Kotagede menjadi kemeriahan di Kawasan Kerajaan Mataram. Pemilihan lokasi dinilai tepat karena selama ini Kotagede menjadi Heritage City dan merupakan tonggak budaya Mataram, cikal bakal Jogyakarta.Di sini, banyak potensi budaya tapi belum terlalu populer.

Inilah saatnya pecinta dan pemain musik keroncong berkumpul kembali dalam acara tahunan dan tiga panggung serta belasan grup orkestra keroncong akan menghibur penonton di panggung Sopingen, panggung Kajengan dan panggung Kudusan. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, ungkap Batsir Dabey.

Tak hanya menikmati alunan musik keroncong yang syahdu, pengunjung juga bisa selfie dan menikmati jajanan tradisional khas Kotagede, serta berbincang ria dengan teman-teman disana. Di kawasan pasar utamanya pada siang hari pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman tradisional.

Minuman jejamuan dan sedikitnya empat macam jajan pasarnya yang populer adalah Kipo atau enten-enten, Ketan lupis, cenil dan sate kulit yang menggugah selera. Pengunjung juga bisa berbelanja merchandise sebagai oleh-oleh untuk orang-orang di rumah.

“Musik Keroncong bukan hanya diperuntukkan untuk para orang tua. Anak muda pun sekarang banyak yang menekuni musik keroncong. Musik keroncong dikemas sedemikian rupa sehingga nyaman didengar oleh kaum milenial,” kata Natsir.

Pagelaran tahunan musik keroncong ini juga diharapkan mampu menjadi pelopor pelestarian musik keroncong di Jogyakarta maupun Indonesia terutama di Kotagede sendiri. Meski tahun ini penyelenggaraan agak keluar pasar karena adanya perbaikan jalan yang sedang berlangsung di depan Pasar Kotagede.

Menariknya, pada tahun-tahun sebelumnya pagelaran Pasar Keroncong Kotagede ini sering dikunjungi oleh wisatawan asing lho. “Tahun 2018 kemarin banyak wisatawan asing, vokalis keroncong asing yang datang ke Pasar Keroncong Kotagede,” ujar Rose Sutikno, Sekretaris Dinas Pariwisata DIY,

Dinas Pariwisata Kota DIY sendiri berharap agar Pasar Keroncong Kotagede ini nantinya bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar maupun menyatukan kembali berbagai perbedaan dalam iklim politik yang tengah memanas. 

M Natsir yang menjadi penggagas Pasar Keroncong Kotagede ini mengatakan, hajatan ini juga upaya untuk melestarikan musik keroncong yang kini mulai banyak ditinggalkan. Kehadiran musik dangdut dan juga balutan musik modern diakui memang telah membuat musik keroncong kian terpinggirkan. 

“Nasib seniman keroncong mulai terpinggirkan. Upaya regenerasi musik keroncong seolah terhenti karena tidak ada pementasan keroncong secara reguler yang dilakukan,” ujarnya.

Kini, pihaknya berupaya kembali menghidupkan musik keroncong di kawasan Heritage Kotagede. Dengan memberikan panggung pementasan, diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang mengenal dan mencintai musik keroncong sebagai salah satu pendukung kebudayaan di tanah air. 

“Kami juga berharap agar keroncong ini juga menjadi ikon baru di Kotagede sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujarnya.

Musik keroncong sudah di mainkan di Kotagede sejak tahun 1930 dengan adanya OK Terang Bulan. Pada periode setelahnya ada group OK Keluarga yang seluruhnya personil merupakan keluarga  dari Subarjo dan OK Cahaya Muda.

Pada tahun 1950 para pemain keroncong menggunakan jas ketika tampil.Tidak seperti sekarang yang lebih beragam tampil ketika di atas panggung. Keluarga Subarjo juga pada tahun 60-an para pelaku keroncong mengenakan jas saat tampil.

Musik keroncong di Kotagede terus berkembang dari sisi jumlah pemain, penampilan maupun musikal keroncong yang dulunya memainkan bentuk klasik lama. Alhasil  pada tahun 2000 sudah ada 17 group Keroncong di Kotagede yang aktif.

Usia keroncong di Kotagede beriring dengan usia Kemerdekaan Indonesia yang menua tetapi selalu memuat semangat muda dalam pelestariannya. Tidak hanya menjalankan niat mulia melestarikan keroncong, pada tahun 2015 bersama rekan-rekannya M Natsir menginisiasi Pasar Keroncong sebagai dokumentasi nyata perkembangan musik keroncong Indonesia.

Pasar keroncong ini termasuk mendokumentasikan proses sejarah perkembangan keroncong dari tahun ke tahun. “Dokumentasinya jelas,ada videonya ada fotonya ada pemainnya yang bisa dijadikan data sekaligus sumber sejarah yang otentik disetiap tahun” jelas Natsir.

Melhat potensi dan perkembangan musik keroncong di Kotagede yang ada, masyarakat Kotagede bersama M Natsir mengembangkannya menjadi seni pertunjukan yang dikemas sedemikian rupa sehingga bisa dinikmati sekaligus menginpirasi khalayak luas. 

Pasar Keroncong 2019 akan menampilkan grupKeroncong Pemuda Kekinian (Salatiga), OK Zigma(Solo), OK Serenade (Klaten), OKSVARAMA (Semarang), Sri Rejeki, Orkes Pasar Keroncong Feat Brian Brian Prasetyoadi, OK Lintang Kanistha dan Keroncong Akar.

Akan tampil pula OK X-Bening, OK Sakpenake, OK Adi Gita Gama (UGM), OK Madu Sari Feat Subarjo, OK Irma Kasih Feat Cinta, Subarjo HS, Komunitas Keroncong Nusantara,.Angkung RW X Prenggan Kotagede dan Grup Sintren.