Gangguan Mata Bisa Melanda Ketika Asyik Berwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id Liburan Akhir tahun sebaiknya jangan dilewatkan begitu saja. Libur pergantian tahun menjadi waktu yang tepat untuk berwisata, berpetualang menikmati pengalaman dan petualangan baru. Mau berwisata di tempat yang ramai pengunjung, bisa. Menyepi untuk melakukan introspeksi sekaligus refleksi diri, serta mencari resolusi untuk tahun yang baru pun juga boleh.

Keuntungan lain berwisata di akhir tahun adalah melepaskan segala beban selama hampir setahun ke belakang demi mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang baru di masa-masa yang baru pula. Namun di balik keceriaan libur tahun baru, harus tetap waspada dan berhati-hati. Karena berbagai penyakit siap menghadang. Apalagi perubahan musim saat ini sangat ekstrem, di mana kondisi cuaca terus gonta-ganti tanpa kejelasan.

Apalagi Indonesia sebagai negara beriklim tropis yang rentan dengan perubahan cuaca malah terkadang cukup extrim menghantui. Cuaca yang panas berangin, debu dan ditambah tingkat polusi asap kendaraan yang cukup tinggi di Indonesia membuat mata terkadang menjadi rentan terkena iritasi ataupun gangguan mata lainnya. Juga saat diving atau menyelam, mata juga alami iritasi, mata merah.

Ditambah lagi trend penggunaan gadget yang menuntut mata untuk selalu berhadapan langsung terus menerus dengan layar gadget terkadang bisa menyebabkan gangguan mata kering dikarenakan kurang pelumas. “PT. Rohto Laboratories Indonesia sebagai perusahaan yang dikenal selalu memberikan solusi lengkap seputar kesehatan mata, melihat ini sebagai peluang untuk menajamkan lini bisnisnya sebagai eye care expert di Indonesia,” papar President Director PT. Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Massidy, Kamis (28/11/2019).

Mukdaya melanjutkan, memang tidak mengenakan kalau mengalami sakit mata saat sedang berwisata. Apalagi saat wisata mendaki gunung yang tiba-tiba terjadi erupsi yang mengeluarkan debu sehingga menggagu kesehatan mata. Melihat kondisi itu, akhir tahun 2019 Rohto Laboratories Indonesia mengeluarkan produk tetes mata terbaru yaitu Rohto DryFresh dan Rohto V-Extra.

“Kehadiran kedua produk ini akan semakin memperkuat posisi Rohto sebagai salah satu pemain besar di pasar obat tetes mata. Rohto DryFresh adalah tetes mata dengan kandungan Hypromellose 0,3% hingga dapat mengatasi gejala mata kering karena memberikan efek pelumas seperti air mata pada mata kering. Produk ini juga memiliki keunikan dengan adanya sensasi dingin yang sejuk di mata,” ungkapnya.

Dokter spesialis mata dr. Iva Yulia, Sp.M mengakui masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami mata kering, yaitu keadaan dimana mata tidak mendapatkan pelumasan yang memadai dari air mata sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman. Gejala mata kering diantaranya mata terasa perih, pedas, dan pegal. Kondisi ini jika dibiarkan tentu dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas kerja, sehingga penanganan mata kering memang diperlukan segera.

Produk kedua yang diperkenalkan oleh PT. Rohto Laboratories Indonesia adalah Rohto V-Extra. Sesuai namanya produk ini mempunyai extra manfaat, dengan kandungan Tetrahidrozolin HCl 0,05% dan Macrogol 400 1% sehingga bermanfaat untuk mengatasi mata merah karena iritasi ringan yang disertai kondisi mata kering. Juga, sensasi dingin yang dihadirkan oleh Rohto V-Extra akan terasa lebih lama dinginnya. Juga mengandung 2 vitamin yaitu vitamin E dan Vitamin B6 dan aroma borneol untuk memberikan rasa nyaman saat penggunaan.

dr. Iva Yulia, Sp.M juga menjelaskan iritasi mata ringan ditandai dengan mata merah yang disertai mata kering. Hal ini sering terjadi juga tanpa kita sadari, terutama pada para pengendara sepeda motor. Dimana adanya polusi udara, debu dan asap serta terpaan angin di saat berkendara membuat mata menjadi rentan terhadap iritasi ringan.

“Rohto V-Extra dapat menjadi pilihan pertama untuk mengatasi masalah iritasi mata. Tak hanya itu, kedua produk tetes mata ini juga menggunakan botol dengan design baru, yang lebih modern dan praktis. Dengan twist and push, mudah dibuka dan ditutup hanya dengan 1 tangan. Botol yang transparan juga masih dihadirkan sehingga konsumen dapat melihat dan menjamin kejernihan dan kualitas produk,” tambahnya.

Bagi yang sudah merencanakan berlibur di akhir tahun, ketahui lima gangguan mata yang bisa menghampiri dan merusak keceriaan saat berwisata.

#. Iritasi Mata

Iritasi mata adalah gangguan yang bisa mengancam siapa saja di tempat liburan. Kandungan garam pada air laut bisa menyebabkan iritasi bila terkena mata. Hembusan angin pantai atau gunung yang kencang dan menerbangkan debu bisa juga membuat iritasi karena ada benda yang masuk ke mata.

#. Konjungtivitis

Sulit untuk mendeteksi penyebaran penyakit. Bisa dari uang kembalian, air kolam, atau karena bersalaman dengan orang yang memiliki virus atau kuman. Tanpa sadar, tangan biasanya naik ke mata ketika terasa gatal. Kalau lupa mencuci tangan, sementara tangan sudah terlanjur dihinggapi virus, maka tak menutup kemungkinan dapat menularkan konjungtivitis, atau pink eye. Sebuah peradangan pada mata yang menyebabkannya berair dan gatal.

#. Kornea Terbakar Sinar UV

Berjemur di pinggir pantai memang menyenangkan. Namun Sahabat Braito harus tahu dampak negatif ketika mata terus terpapar oleh sinar matahari secara terus-menerus. Anne Summers, peneliti dari American Academy of Ophthalmology menyebutkan sinar UV dari matahari bisa berpengaruh pada kesehatan mata, yaitu membakar kornea. Orang yang mengalami gangguan ini akan merasa matanya seperti kemasukan pasir. Padahal tidak ada sebutir pun pasir di sana. Ini adalah efek dari terbakarnya kornea mata. Sebagai bagian dari indera penglihatan dengan sensitivitas tinggi, kornea memang rentan mengalami cacat bila tidak dilindungi. Untuk itu, kenakan kacamata hitam untuk mengurangi sinar UV yang masuk ke mata serta membuat pandangan jadi lebih adem.

#. Surfer’s Eye

Selain kornea terbakar, gangguan lain yang bisa terjadi pada mereka yang berlibur ke pantai adalah Surfer’s Eye. Masalah ini terjadi ketika terjadi penebalan konjungtiva pada mata sehingga muncul bintik kuning di dekat kornea. Ketika diremehkan, penebalan pun terus terjadi sampai menutupi kornea, atau pterygium, atau disebut sebagai Surfer’s Eye.

#. Katarak

Sinar UV dari matahari yang terus-menerus mengenai mata bisa memengaruhi lensa mata dan kesehatannya. Bila dibiarkan tanpa pengobatan bisa menimbulkan katarak. Tak asik rasanya kalau pulang liburan bukannya senang malah kena katarak. (ens)

Desainer Hannie Hananto Terinspirasi Mbok Jamu

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Inspirasi untuk menciptakan karya fesyen bisa datang dari mana saja. Bahkan, membuat koleksi busana ada yang terinspirasi dari hal tidak terpikirkan, seperti keberadaan mbok jamu. Apalagi penampilannya berubah seiring dengan waktu, diterjemahkan desainer Indonesian Fashion Chamber (IFC), Hannie Hananto dalam bentuk busana seperti dress, kaftan, dan bawahan dalam koleksi “Suwe Ora Jamu”.

Semua pasti tahu, jamu adalah ramuan tradisional Indonesia yang berasal dari akar-akaran, daun-daunan, kulit, batang dan buah. Pedagang jamu tradional bisanya membawa botol-botol jamu dalam bakul yang terbuat dari anyaman kulit bambu. Kali ini, desainer asal Indonesia menuangkan ide dan konsep tukang jamu dalam busana-busana. Warna yang disuguhkan adalah warna cerah.

Desainer asal Indonesia, Hannie Hananto menilai identitas tukang jamu baginya adalah perempuan bersuku Jawa dengan geungan di kepala, mengenakan kebaya, selendang dan bakul jamu dengan membawa botol kaca dan ember. Bahkan menjajakan jamunya harus keliling dengan jalan kaki atau menunggu pembeli di pasar-pasar yang mayoritas dikunjungi ibu-ibu.

“Identitas ini sudah tertanam dibenak saya berpuluh-puluh tahun, yang kemudian saya sadari bahwa tukang jamu saat ini sudah mengalami banyak perubahan identitas, branding baru yang agak kagok di mata saya,” ungkap Hannie Hananto dalam keterangannya saat perhelatan Jakarta Fashion Trend 2020 di Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

Dalam beberapa tahun lalu, wanita lulusan jurusan arsitektur di PTN melihat para mbok jamu sudah tak berkebaya dan bercepol, digantikan dengan blus biasa dan kunciran ekor kuda. Kini Hannie juga menyadari mbok jamu juga tak memakai jarik, yang menghasilkan langkah-langkah khas ketika berjalan dan juga tak menggunaan selendang dan bakul.

Bakul jamu digantikan oleh sepeda dengan boncengan yang didesain khusus agar botol jamu dan ember bisa dibawa dengan mudah. Selain itu, kualitas dan jenis jamu juga berubah, setiap jenis ramuan jamu akan dikemas terpisah satu per satu dalam botol seperti kunyit, beras kencul, jahe lalu dicampurkan dengan takaran tertentu yang disesuaikan dengan permintaan pelanggan.

Menurutnya saat penjual jamu sudah membuat ramuan instan sesuai dengan permintaan pasar, seperti ramuan masuk angin,pegal-pegal, khusus wanita dan lain-lain, hasilnya komunikasi yang tercipta saat ini pun sudah tak seakrab dulu, karena sudah timbal balik pertanyaan untuk mendiagnosa keluhan pelanggan yang digunakan sebagai dasar pembuat ramuan jamu.

Dalam peragaan busana, Hannie Hananto menggunakan ragam warna cerah kuning, merah, hitam dan putih yang dipadukan dengan sesain print karatkter Mbok Jamu yang sangat playful dalam busana yang dirancangnya. Sementara itu, dress yang dirancangnya juga terbuat dalam bentuk print yang dituangkan dalam kain kaftan. “Koleksi ini juga pernah ditunjukkan di perhelatan fashion Korea,” ungkapnya sambil menambahkan tanggapannya sangat luar biasa.

“Fashion bukan hanya tentang sebuah baju. Kita harus tau siapa pembuatnya. Sustainable tak cuma memakai bahan daur ulang dan ramah lingkungan tapi juga berkualitas serta berdesain bagus sehingga memengaruhi kesejahteraan pekerja,” kata Hannie Hananto yang juga Ketua Indonesia Fashion Chamber. (ndy)

PHRI: Manajemen Hotel Virtual Timbulkan Persaingan Tak Sehat

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memdesak pemerintah agar menertibkan keberadaan manajemen hotel virtual (MHV), karena dianggap menimbulkan persaingan tidak sehat di bisnis perhotelan.

“Bisnis Hotel virtual seperti Reddoorz dan OYO jelas menimbulkan dampak persaingan yang tidak sehat, apalagi kondisinya semakin meluas dan resistensi ini telah dirasakan oleh hampir bisnis perhotelan seluruh Indonesia. Jadi ya perlu ditertibkan.,” jelas Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta Deddy Pranowo dalam keterangan resminya.

Saat ini mendekati puncak libur Natal dan Tahun Baru, lanjut dia, saat melakukan pengawasan serta penertiban. Jika tidak ada pengawasan terhadap MHV, persaingan yang tidak sehat di bisnis perhotelan akan terjadi.

Dia menegaskan, MHV harus ditertibkan dengan membuat regulasi yang jelas dari pemerintah untuk mengatur bisnis hotel dengan sistem online ini. Pasalnya, selama ini mereka itu tidak memiliki badan hukum yang jelas dan menyebabkan hilangnya potensi penambahan pendapatan asli daerah (PAD) pada sektor pariwisata.

Ia menjelaskan, Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI telah mendapatkan laporan tentang keresahan yang terjadi dampak dari kehadiran bisnis hotel virtual tersebut. Terdapat sejumlah peraturan dan kebijakan yang berbenturan bila disandingkan dengan pengawasan dan pengaturan aplikasi digital platform.

Deddy mencontohkan, MHV saat ini telah mengambil beberapa homestay dan kos-kosan yang secara legalitas belum memiliki izin namun mengambil alih gedung yang tidak berizin terus dijadikan hotel. Dari segi keamanan yang tidak mumpuni layaknya standarisasi hotel yang ada. MHV juga tidak mengikuti bahkan melalaikan kewajiban membayar pajak luar negeri atau PPh pasal 26.

”Kami hanya menginginkan aksi dari pemerintah untuk mengatur sejumlah MHV tersebut agar seluruh wisatawan yang datang baik ke Yogyakarta atau ke seluruh Indonesia mendapatkan keamanan dan kenyamanan yang terbaik,” kata Ketua PHRI Yogyakarta seperti diunduh laman MediaIndonesia.

Yogya menargetkan dapat memenuhi sekitar 90% okupansi hotel pada puncak libur Natal dan Tahun Baru. Namun, kehadiran Bisnis Hotel Virtual dapat menghambat target okupansi tersebut.

Brunei Pasar Potensial Wisata Halal di Sumbar

this formate

PADANG, bisniswisata.co.id: Brunei Darussalam bisa menjadi pasar potensial untuk paket wisata halal Sumatra Barat (Sumbar). Mengingat, karakter wisatawannya yang tidak mau meninggalkan ibadah saat berwisata. “Sumbar selain memiliki potensi destinasi, kuliner, dan budaya yang luar biasa juga memiliki masjid dan mushala di semua daerah. Ini menjadi daya tarik bagi wisatawan Brunei,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial, di Padang, Kamis (28/11/2019).

Karakter wisatawan brunei itu, lanjut dia, cocok dengan konsep wisata halal yang sedang dikembangkan Sumbar. Akses untuk beribadah hingga kuliner yang higienis tersedia dengan baik sehingga wisatawan bisa terlayani dengan baik.

Berdasarkan evaluasi kegiatan Famtrip KBRI Bandar Seri Begawan 24-27 November 2019 yang membawa 10 orang masing-masing empat travel agen, dua orang selebgram dan dua media, wisatawan Brunei juga sangat suka belanja. “Mereka belanja pada banyak kesempatan. Ini adalah karakter wisatawan yang sangat ideal karena akan berdampak secara langsung pada masyarakat,” kata Novrial.

Membawa travel agen, influencer, dan media massa dari negara tertentu ke Sumbar merupakan salah satu program Dinas Pariwisata untuk mempromosikan potensi wisata daerah dengan tujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar Hendri Agung Indrianto mengatakan saat malam penutupan acara terkait dengan kepariwisataan di daerah itu, para wisatawan asal Brunei memuji keindahan alam dan kenikmatan kuliner di Sumbar.

Selama ini, kata dia, mereka ternyata tidak mengetahui tentang Sumbar. Masyarakat Brunei hanya familiar dengan Bali dan Yogyakarta. “Setelah berkunjung ke Sumbar, mereka menilai ini adalah tempat wisata yang paling cocok dengan wisatawan Brunei yang tidak ingin meninggalkan ibadah saat wisata,” katanya.

Agung optimistis ke depan jumlah wisatawan Brunei ke Sumbar akan semakin banyak, seperti halnya wisatawan Malaysia yang selama ini mendominasi. “Informasinya sudah ada travel agen yang memesan mobil untuk perjalanan di Sumbar pada Maret 2020,” ujar Hendri seperti diunduh laman Republika.

Wisata halal merupakan sebuah keuntungan bagi Sumatera Barat karena punya target pasar yang jelas dengan potensi turis muslim di penjuru dunia mencapai 30 juta orang setahun. Dari jumlah potensi itu, Sumbar bisa mengambil 5 persen saja dari potensi itu akan sangat luar biasa bagi Sumbar,”

Wisata halal itu artinya bisa memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim untuk bisa beribadah di tempat-tempat wisata atau pusat kuliner yang telah tersertifikasi. Keunggulan wisata halal itu jelas bahwa makanan di hotel atau pusat kuliner itu higienis karena konsep halal itu juga menuntut kebersihan. Juga tidak bercampur dengan makanan non-halal baik tempat penyimpanan maupun perlengkapan memasaknya. Sehingga tetap terjaga kehalalannya.

Selain itu, Tempat berwudhu dan bersuci termasuk toilet di destinasi itu bersih. Jika kotor dan jorok berarti belum bisa masuk dalam konsep halal. Harga yang harus dibayarkan oleh wisatawan muslim juga dipastikan sesuai dengan harga jasa atau barang karena dalam konsepnya dalam Islam harga modal dan harga jual itu harus wajar.

Velofest, Festival Sepeda Pertama & Terbesar di Pusat Perbelanjaan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gowes semakin berkembang pesat di penjuru nusantara. Olahraga bersepeda ini, semakin digemari, diminati dan melahirkan wadah komunitas baru serta merebaknya lomba di akhir pekan. Fenomena ini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan yang mendukung pola hidup sehat.

Melihat fenomena itu, diantisipasi Kuningan City Jakarta, dengan menyelenggarakan Velofest, festival sepeda pertama dan terbesar di dalam pusat perbelanjaan. Bertajuk “A Celebration of All Things Cycling”, festival ini diselenggarakan di Kuningan City Jakarta, pada 13-15 Desember 2019,

“Velofest merupakan sebuah inovasi Kuningan City bersama dengan Oranye Lab selaku brand owner Velofest untuk mengadakan festival ini, Hadirnya acara Velofest merupakan komitment kami untuk selalu mempersembahkan hal terbaik bagi pecinta gowes, pengunjung setia kami sekaligus menjadi wadah untuk mempertemukan bike enthusiasts di Jakarta dan sekitarnya,” papar Center Director Kuningan City, Christopher Hardja di Jakarta, Kamis (28/11/2019)

Christopher melanjutkan Velofest mempersembahkan Bicycle Exhibition dari toko dan merek ternama seperti Build A Bike, Techobike, Pro Bicycle, Sepeda Kita dan D’loops, yang akan berlangsung di level GF Kuningan City.

Juga ada acara menarik lainnya mulai bike photography, bazaar, lelang sepeda bersama peralatan sepeda yang modern serta canggih. Dan ditutup dengan sesi meet and greet bersama para atlet nasional ternama, serta kesempatan untuk melakukan Bike Fitting dengan para professional.

Bagi para pengunjung event Velofest yang melakukan pembelian sepeda atau komponen sepeda, juga akan dimudahkan dengan hadirnya layanan ekspedisi oleh Ninja Xpress. Kerjasama antara Kuningan City Mall dan Ninja Xpress ini, memungkinkan para pembeli untuk menggunakan layanan jasa pengiriman barang-barang ke tujuan masing-masing secara gratis, dengan syarat & ketentuan yang berlaku, tambahnya.

Selain itu, Festival ini diramaikan dengan showcase Bike Photography dari para fotografer professional seperti Jacky Suharto, Wito Nugroho dan B. Benjamin. Kuningan City juga bangga bisa menggandeng Ninja Xpress sebagai official delivery service partner di Velofest.

“Kami melihat bike enthusiast membutuhkan apparel dan aksesoris berkualitas baik, padahal brand lokal memiliki kualitas bagus namun minim dukungan dalam menjangkau market yang lebih luas. Mengambil momentum Velofest, Ninja Xpress melalui program Lokalisme berkolaborasi dengan Castle, brand lokal apparel & aksesoris bagi cyclist, dalam peluncuran produk jersey terbarunya “Horizon”,” sambung Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa

Sebagai delivery service berbasis teknologi yang menghubungkan bangsa, tambah Andi, Ninja Xpress berharap kolaborasi ini dapat membuka akses lebih luas sehingga brand lokal seperti Castle lebih dikenal seluruh penjuru negeri. Juga ada berbagai penawaran menarik berupa diskon hingga 70%, diantaranya dari merek Specialized, BMC, Garmin, Willier dan Carvello.

Tidak hanya itu, Kuningan City Mall juga bekerjasama dengan Blibli.com membuat sebuah kegiatan sosial berupa program lelang sepeda 785 HUEZ yang akan dilaksanakan selama periode acara Velofest. Para peserta lelang yang berminat untuk memiliki sepeda ini bisa membeli secara langsung ataupun menggunakan aplikasi Blibli.com dan hasil lelang akan diserahkan seluruhnya untuk PB ISSI.

Selain Velofest, Kuningan City juga memiliki Shopping Program bertajuk “Royal Pass”, pengunjung bisa memenangkan beragam hadiah mulai dari 2 Tiket Round Trip Bangkok dan Jepang, 5 Unit Nescafe Dolce, K-Gift Voucher seharga Rp 5.000.000 hingga grandprize berupa satu unit motor Royal Enfield 350 Classic, hanya dengan berbelanja minimal Rp 50.000 dan mengumpulkan hingga 20 poin untuk kemudian ditukarkan mejadi satu kupon undian berhadiah. Pengunjung juga bisa berswafoto dengan hadiah utama yang akan dipajang di Main Atrium Level GF selama periode berlangsung. Pemenang akan diumumkan pada 29 Maret 2020.

“Kami berharap dengan hadirnya beragam acara di Kuningan City ini mampu memantapkan langkah kami sebagai sebuah mall berkonsep urban lifestyle playground yang mengedepankan visi menjadi wadah bagi para komunitas, pecinta fashion, pecinta seni dan pecinta kuliner,” tandasnya serius.

Sementara Wakil Ketua Umum PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia) Andhika A. Hermanto menjelaskan, bersepeda telah tumbuh menjadi tren baru gaya hidup sehat masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. “Ada beragam alasan melatarbelakangi terpilihnya sepeda sebagai solusi gaya hidup sehat di perkotaan, mulai dari solusi kemacetan, membangun kebersamaan, bahkan menjadi simbol status sosial.

Namun apapun alasannya, yang terpenting adalah kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dapat terbangun, guna memberikan dampak positif bagi peningkatan produktivitas dan kinerja masyarakat, jelas Andhika.

Acara yang akan digelar selama tiga hari ini juga akan menjadi wadah bagi para komunitas cyclist dalam membangun networking yang lebih luas. Kesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan beragam komunitas pun sangat terbuka bagi seluruh pengunjung, beberapa diantaranya adalah WCC (Women’s Cycling Club), JKTCC (Jakarta Cycling Club), KGB (Kelapa Gading Bike), Binloop (Bintaro Loop) dan SACC. Website Velofest dapat di akses di www.velofest.id/. Velofest juga tentunya hadir di social media. Follow @velofest.id di Instagram dan Velo Fest di Facebook. (ens)

Liburan Akhir Tahun, 12 Destinasi Christmas Market yang Spektakuler

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Di akhir tahun, Natal dan Tahun Baru sudah menunggu. Persiapan liburan akhir tahun bersama keluarga maupun orang-orang terkasih pun sudah direncanakan secara matang. Apalagi beberapa destinasi wisata di dunia, akan tampil beda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dengan dianugerahi keindahan, kemewahan, keunikan dan keasyikan yang membuat suasana Natal dan Tahun Baru menjadi lebih meriah.

Bagi Anda yang belum menentukan destinasi liburan, ada daftar 12 Pasar Natal atau Christmas Market yang spektakuler bahkan layak dikunjungi di penjuru dunia bagi yang ingin merasakan dan merayakan semangat Natal seutuhnya serta mungkin mencicipi minuman khas Natal, mulled wine. Dalam keterangan resmi Agoda, Rabu (27/11/2019) menyebutkan destinasi Christmas Market antara lain:

Eropa:
Pasar Natal berasal dari Eropa sehingga menjadikan benua ini sebagai salah satu tempat terbaik untuk merasakan semarak Natal melalui lampu-lampu jalannya yang romantis, gang-gangnya yang menawan, serta kemeriahan perayaan Natal yang menyeluruh.

Pasar Natal Gendarmenmarkt, Berlin, Jerman

Tiga bangunan bersejarah di alun-alun Gendarmenmarkt, yang selalu menakjubkan sepanjang musim dalam setahun, akan semakin menawan dan bersinar terang berkat lampu-lampu hias selama musim Natal. Kunjungi toko pengrajin untuk menemukan barang-barang Natal seperti kerajinan origami, ikat pinggang, dan seni kaca. Anda juga dapat menemukan toko-toko makanan beraroma sedap yang menawarkan hidangan Jerman, Austria, dan Bavaria mulai dari masakan sehari-hari hingga hidangan gourmet.

Tahukah Anda? Jika Anda memesan minuman anggur mulled wine dan ditagih lebih tinggi dari harga yang tertera di pasar, jangan panik. Jumlah tambahan itu merupakan deposit untuk sebuah cangkir. Anda dapat mengembalikan cangkir tersebut atau menyimpannya sebagai suvenir karena biasanya mug-mug tersebut dirancang khusus untuk acara akhir tahun.

Pasar Natal Basilica Santo Stefanus, Budapest, Hongaria
Jika Anda senang mengikuti perkembangan teknologi, Pasar Natal Basilika Santo Stefanus (St. Stephen’s Basilica) mungkin merupakan tempat yang tepat untuk Anda. Pasar ini terkenal akan salah satu pertunjukan lukisan cahaya 3D terbesar di Eropa, di mana pengunjung dapat menjadi bagian dari narasi yang diproyeksikan di façade Basilika Santo Stefanus. Terdapat arena seluncur es gratis untuk anak-anak di bawah usia 14 tahun dan bilik-bilik kuliner yang menawarkan cita rasa khas Hungaria seperti sosis goreng dan pálinka (brandy buah).

Tahukah Anda? Anak-anak Hongaria dapat menerima hadiah sebanyak dua kali selama musim Natal yang meriah ini. Pada tanggal 6 Desember, anak-anak meninggalkan sepatu di ambang jendela mereka untuk mendapatkan hadiah kecil seperti permen atau cokelat dan menunggu hadiah yang lebih besar di bawah pohon Natal mereka pada malam Natal atau pagi hari Natal.

Tempat Menginap: Ada 8.000 properti yang bisa dipilih di Budapest dengan banyak pasar Natal di dekatnya, dan Basilika Santo Stefanus yang hanya berjarak beberapa menit.

Pasar Natal Abad Pertengahan (Perayaan Adven di Wittelsbacherplatz), Munich, Jerman

Bersiaplah untuk dibawa ke abad pertengahan di Munich. Pasar malam Medieval ini mencoba mengabadikan suasana pasar Natal Munich berabad-abad yang lalu, di mana para penjual mengenakan kostum-kostum abad pertengahan, dan barang-barang dari abad pertengahan, serta menghadirkan pertunjukan dari abad tersebut. Kunjungi pasar ini pada akhir pekan di mana suasana akan lebih semarak, dan pastikan untuk mempersiapkan kamera Anda dan mengabadikan para penyanyi dan kesatria berbaju besi beraksi di jalanan. Setiap makanan juga dibuat menggunakan resep tradisional agar tetap selaras dengan tema acara.

Tahukah Anda? Anda dapat mencoba Lebkuchen di pasar ini. Santapan tradisional Jerman ini merupakan kue besar yang biasanya berbentuk hati dengan pesan Natal di atasnya sehingga menjadikannya hadiah yang sempurna untuk seseorang spesial yang menyukai hidangan yang manis.

 Winter Wonderland Hyde Park, London, Inggris
Mencari sensasi yang berbeda di perayaan Natal kali ini? Selain hadiah dan hidangan Natal tradisional, ada lebih dari 100 wahana dan atraksi taman bermain bagi setiap pengunjung. Tahun ini, pasar Winter Wonderland Hyde Park menghadirkan bianglala (observation wheel) tertinggi di dunia yang dapat diangkut, gelanggang es terbuka yang terbesar di Inggris, karaoke, patung, pertunjukan, dan lebih banyak kegembiraan bagi seluruh keluarga.

Tahukah Anda? Jika Anda bukan orang yang suka cokelat panas dan mulled wine, Anda bisa mencicipi minuman dingin di Bar Ice di Winter Wonderland. Bar ini menjaga minuman beralkohol dan non-alkohol Anda tetap dingin pada suhu -10°C dan menyajikannya dalam gelas es yang telah diukir sebelumnya. Lakukan pemesanan terlebih dahulu untuk memastikan Anda mendapatkan tiket.

Old Town Square, Praha, Republik Ceko
Benamkan diri Anda dalam perayaan Natal ala Ceko yang autentik di Pasar Natal di Alun-alun Kota Tua Praha, salah satu pasar paling indah dan semarak di negeri ini dengan banyak tarian dan pertunjukan paduan suara untuk menghibur pengunjung. Nikmati hidangan tradisional seperti ham panggang, sosis, kue Natal Ceko, dan bir lokal. Jaga tubuh Anda agar tetap hangat dengan minuman panas seperti anggur madu, minuman beralkohol grog dan cokelat panas.

Tahukah Anda? Orang-orang Ceko secara turun-temurun menyajikan ikan mas/karper goreng, dan bukan kalkun, untuk makan malam Natal tahunan mereka.
Tempat Menginap: Setelah menjelajahi pasar Natal, beristirahatlah di Ventana Hotel yang nyaman, yang terletak di sebelah Old Times Square, beberapa menit berjalan kaki dari pasar Natal. Atau menginaplah di Iron Gate Hotel & Suites Prague yang menenangkan yang menawarkan berbagai jenis kamar yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Terdapat lebih dari 6.000 properti di Praha.

Karlsplatz Art Advent, Wina, Austria

Pasar ini merupakan pasar alternatif bagi penggemar seni dan budaya untuk berbelanja produk bertema Natal dan banyak lagi. Anda dapat membeli kerajinan unik dan berkualitas tinggi orisinal dari para pengrajin berbakat. Setiap vendor harus melewati sebuah panel juri untuk dapat memamerkan dan menjual kerajinan mereka di pasar ini! Warung makanan dan minuman menyajikan masakan dan minuman organik sehingga Anda tidak akan kelaparan berjalan-jalan di sekitar Karlsplatz.

Tahukah Anda? Orang Austria mengambil ranting dari pohon ceri dan menaruhnya di vas air pada tanggal 4 Desember. Dipercayai bahwa jika ranting itu mekar pada malam Natal, keluarga tersebut akan diberkati dengan keberuntungan.

Amerika Utara:
Natal adalah salah satu perayaan paling terkenal di Amerika, dan musim ini dimulai dengan sale belanja besar-besaran seperti Black Friday tepat setelah Thanksgiving pada akhir bulan November.

The Great Dickens Fair, San Francisco, California

Novel klasik Charles Dickens “A Christmas Carol” dihidupkan kembali di The Cow Palace, di mana Anda akan terbenam dalam penciptaan kembali suasana malam yang sibuk di kota London di era Victoria pada abad ke-19. Anda dapat berdandan dengan kostum era Victoria dan bergabung dalam kemeriahan ini! Lihat apakah Anda dapat menemukan Oliver Twist atau Ratu Victoria di antara ratusan karakter berkostum di sepanjang jalan-jalan berlampu. Kunjungi ‘pub Inggris’ jika Anda ingin mencicipi minuman, pai daging, dan chestnut panggang, atau berbelanja di berbagai kios Natal.

Tahukah Anda? Banyak tradisi Natal diciptakan selama era Victoria, termasuk mengirim kartu Natal, menyanyikan lagu-lagu Natal, Christmas cracker pull (saling tarik-menarik hadiah Natal) dan menyantap kalkun panggang.

Tempat Menginap: Pilih dari lebih dari 1.000 properti Agoda di San Francisco, atau jauhi keramaian dan hiruk pikuk kota dengan menginap di AC Hotel San Francisco Airport/Oyster Point Waterfront. Hotel ini memiliki pusat kebugaran yang luar biasa, taman luar ruangan, dan bar, serta pemandangan indah jika Anda berjalan-jalan di sekitar area tepi teluk.

Pasar Natal Vancouver, Vancouver, Kanada

Pasar yang terinspirasi oleh Jerman ini memiliki apa yang Anda butuhkan untuk membuat Anda merasakan semangat Natal yang riang dan gembira. Anda akan menemukan berbagai produk di sini, mulai dari dekorasi bertema Natal, suvenir buatan tangan, dan jenis produk lainnya dari seluruh dunia. Pork knuckle, chimney cake, raclette, bratwurst akan mengingatkan Anda pada pasar-pasar Natal di Eropa. Ada banyak tempat mengambil foto Instagram yang bagus di pasar-pasar ini seperti di area pohon Natal, komidi putar Natal dan Lovers’ Lane & Love-Lock Installation.

Tahukah Anda? Boxing Day diperingati di Kanada pada tanggal 26 Desember, dan merupakan momen yang sempurna untuk para pecandu belanja karena pada hari ini biasanya toko-toko menggelar sale terbesar mereka dalam setahun. Berasal dari Britania Raya, istilah Boxing Day berasal dari kata “Kotak (Box) Natal”.

Enchant Christmas, Washington, DC, Amerika Serikat
Walaupun Enchant bukanlah jenis pasar Natal yang sama dengan yang mungkin ditemukan di Eropa, Enchant mungkin merupakan salah satu perayaan Natal paling cemerlang di Amerika. Daya tarik utama Enchant adalah labirin cahaya Natal terbesar di dunia, yang merupakan perjalanan yang luar biasa berdasarkan sebuah kisah nyata. Ada juga jalur seluncur es yang dikelilingi pohon-pohon yang bercahaya, rusa kutub, dan dekorasi Natal yang spektakuler.

Tahukah Anda? Pohon Natal Nasional berdiri dengan tegak di depan Gedung Putih dan dikelilingi oleh 56 pohon kecil yang mewakili berbagai negara bagian dan teritori di Amerika Serikat.

Asia Pasifik:
Musim sukacita dan bertukar hadiah ini juga terasa di beberapa bagian Asia Pasifik dalam beberapa tahun terakhir dan setiap destinasi memiliki sesuatu yang berbeda untuk ditawarkan.

Christmasland, Kota Taipei Baru, Taiwan

Diakui karena skalanya yang besar dan dekorasi bertema Natal yang paling indah di negara ini, Christmasland menampilkan Pohon Natal tertinggi di Taiwan dan kegiatan yang menyenangkan untuk segala usia termasuk wahana, permainan karnaval, dan konser. Rasakan kemeriahan Natal dan bersiaplah untuk terpukau melihat instalasi lampu LED yang luar biasa dan pertunjukan cahaya sambil menikmati lagu daerah dan pertunjukan tarian.

Tahukah Anda? Pameran berlangsung di distrik Banqiao di Kota Taipei Baru yang dapat dengan mudah diakses dengan menaiki MRT. Berjalanlah ke arah Citizens Square dan Anda dapat mulai mengagumi lampu-lampu yang ada sepanjang perjalanan ke sana.

Pasar Natal Jerman, Sapporo, Jepang
Pasar ini menciptakan kembali semangat pasar Natal Jerman di Jepang. Para pengunjung dapat menelusuri kios-kios suvenir Natal, menonton pertunjukan, atau berpartisipasi dalam lokakarya untuk membuat kerajinan dekorasi. Bilik-bilik makanan dan minuman menawarkan cita rasa masakan Jerman serta makanan Eropa lainnya. Anda dapat memilih minuman panas seperti Glühwein (mulled wine) dan cokelat panas untuk menghangatkan tubuh Anda.

Tahukah Anda? Anda bisa mendapat hasil foto yang dapat dipajang di Instagram Anda setelah berjalan melalui pasar di Taman Odori dan menikmati suasana romantis Sapporo White Illumination. Taman indah dihiasi dengan lampu-lampu berwarna-warni dan patung-patung yang bersinar dan berbinar kontras dengan salju putih.

Christmas Wonderland, Singapura
Pernahkah Anda bertanya-tanya seperti apa pasar Natal di daerah tropis? Christmas Wonderland tahunan Singapura akan membuat Anda terkagum di tengah-tengah Gardens by the Bay yang ikonik. Rasakan semarak Natal saat Anda memasuki area pasar yang memikat yang penuh dengan patung cahaya dan sebuah Pohon Natal luminarie tertinggi di Asia. Nantikan jadwal pertunjukan Badai Salju (Blizzard Time) karena akan turun salju di Singapura, dan Anda bahkan dapat berseluncur es di pasar ini! Anak-anak muda dapat menikmati permainan karnaval, wahana anak kecil dan selfie dengan Santa di Grotto-nya.

Tahukah Anda? Pengunjung dapat menikmati kemeriahan Natal di sepanjang Orchard Road, surga belanja terkenal Singapura sambil membeli barang-barang keperluan liburan. Area ini ditransformasi menjadi negeri ajaib dengan dekorasi yang berkilauan dan lampu yang menawan. (*)

Wisata Alam dan Petualangan Jadi Andalan Kabupaten Boyolali dan Klaten, Jateng.

this formate

Empat sekawan di sayap Elang Gancik, Selo, Jateng. ( foto-foto: Forwarpar) 

Forum Wartawan Pariwisata (forwarpar) Kemenparekraf menyelenggarakan  famtrip dari 18- 21 November 2019. Selama kegiatan berlangsung para awak media di ajak mengunjungi sejumlah destinasi andalan Jawa Tengah di Solo, Boyolali dan Klaten. Berikut laporan perjalanannya 

SELO, Boyolali, bisniswisata.co.id: Siap-siap bangun di pagi buta untuk melihat matahari terbit ( sunrise) menjadi agenda hari ke empat eksplor obyek-obyek wisata di Boyolali dan Klaten, Jawa Tengah.

Kegiatan hari ini kental dengan wisata alam dan petualangan karena dari Boyolali akan mengunjungi Mata Air Cokro, Klaten lanjut kembali ke Solo untuk naik kereta Api Argo Dwipangga tujuan Jakarta jam 20.00 WIB.

” Kita siap kumpul di cafe Damandiri tempat kita datang ke homestay ya. Jangan lupa sudah kumpul jam 4.00 pagi,” ujar Johan Sompotan sang ketua Forwarpar.

Maklum selama di Selo kami tidur di berbagai homestay yang ada sehingga titik kumpul saat makan adalah di cafe Damandiri dan kali ini untuk berangkat bersama mengintip matahari terbit juga di tempat yang sama.

Tepatnya homestay kami berada di Dukuh Jarakan RT04/RW07, Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Fasilitas di cafe ini bisa untuk parkir 10 mobil sehingga mobil-mobil jeep untuk membawa anggota Forwarpar ke  Bukit Gancik Selo Boyolali stand by di sini.

Naik jeep terbuka di pagi buta memang menjadi tantangan sendiri, apalagi perut terasa lapar terus di tengah udara dingin. Sementara sebagian anggota rombongan berangkat dengan tiga jeep, sisanya tetap berada di bawah selimut.

Gancik Hill Top dengan panorama indah ( foto-foto Forwaroar)

Berada di ketinggian sekitar 1.850 Mdpl, lokasinya di kaki Gunung Merbabu. Keberadaan Gancik Hill Top Selo ini cukup populer di kalangan wisatawan karena pemandangannya yang indah dan instagramable.

Konsep utamanya adalah gardu pandang sehingga bisa menyaksikan pesona alam desa Selo Nduwur dan desa-desa lainnya yang terlihat asri dari ketinggian. Ada beberapa gardu pandang yang dihubungkan langsung jembatan bambu, sehingga mempermudah pengunjung berkeliling di area wisata itu.

Kalau takut ketinggian dan nafas tersengal-sengal memang sulit mencapai Gancik untuk berpose di sayap elang. Pagi itu hanya Imam, Bowo, Aaron dan Vessy Frizona yang bisa berpose ria dan menikmati siraman matahari di tempat tertinggi.

Di tempat inilah pengunjung berburu keindahan sunrise maupun saat matahari tenggelam (sunset). Pesona matahari yang terbit dari bukit tak usah diragukan keindahannya, hanya saja harus datang tepat waktu karena belum lagi jam lima pagi, sinar matahari sudah mulai muncul.

Saat matahari terbit maka dari gardu pandang saja pengunjung bisa menyaksikan hamparan sawah, rumah-rumah dan area perkebunan warga sekitar. Keindahan yang sulit didapatkan ketika hidup di kota. 

Selain dijadikan objek wisata alam kekinian, wisata Gancik Hill Top Boyolali juga dijadikan sebagai jalur pendakian baru ke gunung Merbabu. Jika mendaki melalui jalur Gancik maka akan muncul di pos tiga jalur pendakian gunung Merbabu melalui Selo lama.

Supaya memudahkan berwisata disana, pihak pengelola telah menyediakan berbagai fasilitas wisata seperti spot foto, area parkir luas, toilet umum, ojek, warung-warung makan dan camping ground

Sebelum menjadi objek wisata, Bukit Gancik sudah tersohor di kalangan pendaki karena berada di sini juga kerap dijuluki Negeri di Atas Awan. Konon pada musim penghujan, Bukit Gancik seolah menyembul di atas lautan awan yang menaungi lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Jadi ingat saat kemarin duduk manis di depan pondokan. Dari kejauhan bisa melihat bukit New Selo, lereng Gn Merapi berkalung awan tapi puncaknya tetap jelas terlihat,  menjadi panorama yang indah.

Banyak teman dan keponakan yang justru bolak-balik ke Jepang menikmati pegunungan di negri Sakura itu. Padahal di Selo juga tidak kalah cantiknya. Mau lihat bunga-bunga indah juga bertebaran di halaman pondokan. Bahkan bunga mawarnya anti mainstream alias banyak warna seperti oranye yang jarang saya lihat di toko bunga Jakarta.

Gancik awalnya dibuat untuk tempat nongkrong sederhana buat masyarakat sekitar dan pendaki yang baru turun dari puncak gunung pada 2016 saat objek wisata alternatif berbasis alam sedang tren. Bambu-bambunya juga sumbangan dari masyarakat.

Gardu pandang itu disambungkan dengan ‘jalan layang’ yang juga dibuat dari bambu, mulai dari lantai, pagar, dan tiang-tiang penyangganya. Jalan atau jembatan layang itu cukup panjang dan berliku-liku mengikuti kontur tepi Bukit Gancik sisi timur dan selatan.

Selain menjadi panggung untuk menyaksikan keindahan lanskap lereng Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, estetika bentuk gardu pandang dan jalan layang bambu itu menarik perhatian wisatawan pula sehingga banyak yang datang.

Berkat foto-foto dan cerita pengalaman pengunjung yang merebak di media sosial, Gancik Hill Top pun naik daun, sampai ke telinga Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di RI sudah pernah berkunjung ke sini loh. Kekinian banget kan beliau.

Makan pagi minum susu segar panas dan pisang serta ubi rebusan kembali dilakukan di cafe Damandari yang menjadi titik kumpul. Ada permintaan makan mie instan untuk menikmati kuah panasnya juga dipenuhi oleh Johan Soputan. Kami boleh tidur lagi sejenak dan berkemas untuk meninggalkan Selo jam 11.00 siang.

Tiba di dalam Elf, anggota rombongan sudah lengkap sehingga langsung menuju obytk lainnya yaitu Mata Air Cokro Klaten, kota yang menyimpan tempat wisata menarik di antara Solo dan Jogja. 

Selain terkenal akan Candi Prambanannya, Kota kecil ini juga populer dengan wisata air atau umbulnya. Sebut saja Umbul Ponggok yang bisa berfoto ria dengan ikan-ikan aneka warna seperti di  dasar laut saja padahal cuma di kolam mata air juga.

Kurang dari satu jam rombongan sudah tiba di obyek wisata ini. Rupanya benar-benar mata air yang menjadi andal an pasokan air bersih untuk kota Solo dan sekitarnya. Dulu namanya dikenal dengan nama Umbul Ingas karena mata airnya berada diantara pohon Ingas berukuran besar.

Pohon ini pula yang menjadi atap alami lokasi tersebut sehingga hawa sejuk dan rindang akan menemani setiap wisatawan berkunjung. Selain itu pohon – pohon raksasa yang mengelilingi obyek wisata Klaten ini juga merupakan salah satu alasan air di umbul ini selalu jernih

Obyek Mata Air Cokro ( OMAC ) memiliki luas ± 15.000 m2. Di dalamnya jadi tempat yang asyik untuk bersantai bersama keluarga. Meski datang pada hari kerja ternyata tetap ramai oleh berbagai komunitas seperti Forwarpar yang khusus darang untuk  river tubing dan makan siang.

Di Lokasi ini wisatawan baik anak – anak hingga dewasa akan menemukan keseruan yang berbeda. Selain umbulnya yang begitu jernih dan sejuk, tempat wisata ini juga telah memiliki berbagai fasilitas dan wahana yang menarik.

keseruan foto dalam air
Ketua Forwarpar Johan Sompotan

Saat melintas di atas jembatan irigasi di kawasan obyek, saya jadi berhenti memandang jernihnya air dan banyaknya ikan tawar yang berenang bebas. Ukurannya lumayan besar buat makan siang he he he.. 

Aktivitas kalau diturutin bisa menghabiskan banyak waktu karena ada mini waterboom, water slide yang kekinian, snorkeling atau menyelam di air tawar alami, river tubing, permainan susur sungai yang seru, rafting, bungy jumping, wahana pacu andrenalin terjun dari atas jembatan Sungai Cokro atau bisa melakukan aktivitas outbound.

Banyak ya aktivitas yang bisa dilakukan. Maaf banget waktu baru datang sempat under estimate juga, ternyata kreativitas menciptakan produk membuat pengunjung cukup sibuk. 

Mau wisata kuliner juga bisa menyewa tikar untuk beristrahat dibawah rindangnya pohon – pohon Ingas dan menikmati berbagai menu yang ditawarkan.

Harga tiket masuk mata air Cokro Klaten ini juga sangat terjangkau bagi semua lapisan hanya sebesar Rp 10.500/ orang, harga tiket river tubing  Rp 40.000. Sedangkan biaya parkir Omac sebesar Rp 3.000,-.

River tubing di Indonesia menjadi salah satu kegiatan wisata petualangan di berbagai daerah. Sensasi menghanyut dengan sarana ban di sungai tentu cukup menantang bagi sejumlah orang.

Dalam river tubing, wisatawan akan menaiki perahu dari ban truk satu persatu, setiap orang menaiki ban nya masing-masing. Namun, tak sembarang ban, ban yang digunakan ialah bekas ban dalam truk kontainer, yang dapat melindungi tubuh manusia dari sisi kanan dan kiri.

Ban truk tersebut kemudian dilengkapi webing, atau tali khusus outdoor di bagian bawahnya. Tali-temali ini berfungsi menjaga bagian pantat dari wisatawan saat melewati jeram yang ada batu di bawahnya.

River tubing kali ini dilakukan di aliran irigasi, dan sungai yang mengalir dengan ban untuk menghanyut. Di ban itu ada pegangan untuk tangan, ada juga yang polos tanpa pegangan.

Untuk pengaman hanya helm untuk pelindung kepala, pelampung dan sepatu karet saja yang digunakan rombongan. Body protector lain seperti pelindung siku sampai lengan, juga pelindung lutut hingga tulang kering kaki tidak ada.

Tak apalah karena medan susur sungainya tidak jauh dan aman dan sungainya juga tak begitu dalam, dimana pengunjung segala umur dapat berenang sepuasnya.

Namanya main air, agaknya memang permainan yang membuat lupa umur sehingga semua asyik menikmati kegiatan river tubing dan berfoto ria. Kapan lagi para pemburu berita ini bisa santai jika bukan sedang famtrip seperti ini meski tetap ada beban moral dan membuat laporan perjalanannya juga.

Makan siang yang tertunda hingga pukul 15.00 juga tidak masalah karena keseruan yang baru saja dilalui. Makan nasi bungkus, ikan goreng garing dan lalapan di atas tikar, di bawah rerimbunan pohon ingas memang luar biasa membuat aktivitas terakhir terasa komplit.

Di mobil ELF dalam perjalanan belanja oleh-oleh dan menuju  ke stasiun Solo Balapan untuk kembali pulang, memang lagu Koes Plus yang paling pas di dendangkan terutama bagian reffrain

Ke jakarta aku kan kembali……

Walaupun apa yang kan terjadi………”

Di sana rumahku

Dalam kabut biru

Di sana kasihku

Berdiri menunggu

Di batas waktu

Yang telah tertentu

 

Melongok Pembuatan  Keju di Indrakila, Boyolali dan Wisata Kesunyian di Kec Selo.

this formate

Forum Wartawan Pariwisata (forwarpar) Kemenparekraf menyelenggarakan  famtrip dari 18- 21 November 2019. Selama kegiatan berlangsung para awak media di ajak mengunjungi sejumlah destinasi andalan Jawa Tengah di Solo, Boyolali dan Klaten. Berikut laporan perjalanannya 

BOYOLALI, Jateng, bisniswisata.co.id: Semangat tinggi mengawali kegiatan di hari ketiga Famtrip Forwarpar di wilayah Jawa Tengah. Soalnya dalam jadwal kunjungan ke Boyolali pagi ini tujuan pertamanya adalah pabrik keju Indrakila. Keju sudah menjadi makanan favorit saya sejak kecil.

Almarhum ibunda tercinta adalah bidan pertama RS CBZ yang sekarang dikenal sebagai RS Cipto Mangunkusumo. Dia mendapat pendidikan dari mentor-mentor Belanda, berinteraksi dengan komunitas dari negri kincir angin itu di era tahun 1950 an.

Memiliki anak-anak dengan nama Belanda seperti Hilda, Hilma, Hilman, Hilmi, hanya dua anak lain namanya adalah Halim dan Fatimah karena nama pemberian dari mertuanya. Tak heran bahasa Belanda akrab di telinga dan pasokan keju merah akrab di lidah sejak kami kecil.

“Jangan lupa pakai kaos biru lengan panjang  ya mbak,” sapa Ekasanti, Bos media online Tag Pariwisata.com yang menjadi pengurus Forwarpar. Dia mengingatkan peserta famtrip agar kompak dengan Outfit of The Day ( OOTD), sebagai panduan pakaian apa yang harus kami pakai di hari ke tiga perjalanan ini.

Hal lain yang membuat saya semangat adalah ingin berjumpa dengan Noviyanto, sang pemilik pabrik keju ini yang tahun lalu pernah muncul di acara TV Kick Andy. Arsitek yang mengawali bisnisnya karena ingin menolong peternak Boyolali agar susu sapi perahnya mendapat kepastian pasar.

Asal tahu saja, seringkali, KUD yang menampung susu segar dari petani peternak tak mampu menjualnya kembali ke industri pengolahan susu karena pasarnya sudah jenuh. Pernah mereka membuang susu sampai 200 liter per hari karena over produksi.

Niat mulia dari anak muda kreatif yang pernah menjadi pendamping ahli dari Jerman selama 3 tahun di Boyolali akhirnya terwujud. Ketika sang ekspatriat pulang ke negaranya, Noviyanto diwarisi ilmu membuat keju. Susu yang over supply di desa bisa diolah menjadi keju natural, induk dari keju olahan dan beragam jenis produk turunannya.

Usaha pembuatan keju dirintis oleh Noviyanto saat ia menjadi asisten tenaga ahli dari Jerman tahun 2008. Saat itu ada kerjasama antara Indonesia dengan Deutscher Entwicklungsdiens (DED) Jerman. Sebuah program pemerintah Jerman untuk membantu usaha atau proyek kecil di dunia. 

Di Bappeda Boyolali tugasnya Noviyanto mencarikan solusi agar susu Boyolali itu dikelola dengan baik dan dilanjutkan dengan membuat rekomendasi untuk Bupati. Misalnya dimanfaatkan untuk sabun susu, ada yang untuk yogurt dan yang kualitasnya paling tinggi dibikin keju. Tahun 2009, Noviyanto bersama 19  temannya membuat koperasi dan merintis produksi keju hingga akhirnya berlanjut hingga sekarang.

Proses pembuatan keju di pabrik Indrakila dari bahan baku susu segar. ( foto-foto : Forwarpar).

Kabupaten Boyolali memang dikenal sebagai salah satu produsen susu segar terbesar di Indonesia dan dijuluki sebagai Kota Susu dimana jumlah populasi penduduknya saja kalah jauh dengan populasi sapi yang ada di daerah tersebut. 

Dua mobil Isuzu Elf Micro Buz masing-masing kapasitas 16 penumpang membuat rombongan kami bisa lebih gesit melalui jalan menanjak menuju Boyolali, 25 km dari Surakarta atau disebut kota Solo. Pabrik keju yang kami tuju memang di Kabupaten Boyolali yang terletak di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Jalur Solo-Boyolali-Cepogo-Selo- Borobudur (SSB) yang melintasi kedua gunung tersebut dipromosikan menjadi jalur wisata menarik yang menjadi pilihan bagi wisatawan baik domestik maupun wisman dari kota budaya Surakarta menuju Candi Borobudur dan melintasi Kabupaten Boyolali.

Selain itu jadwalnya adalah mengunjungi Kecamatan Selo yang dikenal sebagai daerah peristirahatan sementara bagi para pendaki Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Kecamatan Cepogo dan Selo merupakan sentra penghasil sayuran hijau yang segar dan murah serta pusat kerajinan tembaga di Boyolali.

Bayangan akan tiba di sebuah pabrik keju besar langsung hilang karena mobil parkir di lingkungan rumah penduduk. Sebuah bangunan mirip gudang menjadi sentra produksi keju Indrakila. Ruangan depan untuk menerima tamu berkapasitas sekitar 50 orang.

Di balik ruangan multi fungsi untuk menerima tamu itulah yang menjadi ‘pabrik ‘ keju dan pemasok kebutuhan keju natural ke sejumlah daerah di tanah air terutama Solo, Semarang, Jogja, Malang, Bali dan Lombok. Sedangkan antar pulau ke Pontianak dan Samarinda.

Sejumlah tamu baru saja menikmati salad buah bertabur keju parut dan air mineral. Rupanya sebelum kedatangan kami, Romy Anjas, Manajer Pemasaran Indrakila baru saja usai menerima tamunya dari Dinas Peternakan Kabupaten Grobokan, Jateng yang sedang study banding.

Tak ada Noviyanto, Romy pun jadilah sebagai nara sumber. Dia juga seorang arsitek rekan Noviyanto mengabdi bersama di desa dan banyak memberikan presentasi dan penyuluhan bagaimana membuat keju yang baik sehingga Indrakila mampu bersaing dengan produk impor.

“Kalau untuk penjualan, kita memang belum bisa masuk ke supermarket atau toko-toko retail umum. Sebab, kita memang tidak menggunakan pengawet untuk pebuatannya. Kejunya tidak tahan lama, maksimal tiga bulan,” kata Romy.

Setiap order yang masuk, akan langsung dikirim oleh tim ekspedisi dari Keju Indrakila melalui jalur ekspedisi malam yang bisa tiba di tujuan kurang atau hanya sehari. Tujuannya, agar produk bisa terjaga kualitasnya dan tidak rusak.

Mengingat proses produksi masih menggunakan teknik manual, saat ini Keju Indrakila hanya mampu memproduksi olahan keju natural. Bahan dasarnya menggunakan 99,9% susu sapi segar lokal yang kemudian dicampur dengan garam dan bakteri khusus.

Produksi  keju sendiri memang terbagi dua jenis yakni, keju natural dan olahan. Romy menjelaskan, sebagian besar keju yang sering kita temukan di pasaran merupakan keju olahan. Proses produksinya jauh lebih kompleks, karena menggunakan berbagai macam bahan tambahan, termasuk keju natural.

“Keju natural itu, pasarnya masih didominasi wisatawan asing. Masyarakat di sini masih sangat awam soal keju dan rasanya. Tapi belakangan mulai ada resto-resto lokal yang membeli keju mozarella,” papar Romy.

Keju Indrakila menjual 8 olahan keju natural antara lain, keju mountain chili, keju mozzarella, keju mountain original, keju feta blackpaper, keju feta olive oil, dan boyobert yang menjadi produk andalan mereka.

Boyobert merupakan jenis keju seperti keju Prancis camembert, tapi sengaja diubah namanya dari gabungan kata Boyolali dan camembert. Keju ini bisa dimakan langsung atau disantap dengan biscuit cracker dan biasa dijumpai di hotel-hotel berbintang lima terutama menu breakfast, disajikan untuk camilan pagi.

Lebih lanjut, Romy menjelaskan, produksi Keju Indrakila ditentukan oleh order yang diterima. Namun, mereka kini sudah memiliki pelanggan tetap. Sebulan bisa mengirim 2 ton keju natural ke Pulau Dewata Bali.

Pihaknya bekerjasama dengan salah seorang distributor asal Prancis, pengusaha restoran sehingga lebih mudah melakukan penetrasi kepada para ekspatriat maupun wisatawan mancanegara di sana.

“Waktu keju Boyolali muncul, rasanya memang sangat deket dengan keju impor. Sangat cocok untuk pizza,” ujar Romy.

Sejak didirikan pada 2016 silam, Keju Indrakila juga membuka peluang bagi warga lokal yang ingin mempelajari lebih jauh lagi tentang produk-produk hasil kreasi susu sapi segar. Ia pun berharap ke depannya, banyak warga yang menyadari bahwa susu sapi bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

” Sekarang ini sudah mulai usaha masyarakat berjualan paduan menu tradisional dan keju seperti bakso isi keju, nasi goreng keju dan menu lainnya,” kata Romy.

Sayang pabrik tidak menyatu dengan toko jadi kami harus jalan kaki ke toko di jalur satu arah Jl. Profesor Soeharso No.41, Dusun 3, Kiringan, Kec. Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57314.

Selayaknya perusahaan PMA yang menjual produk berbahan baku susu segar yang sudah puluhan tahun bercokol di Indonesia memiliki program Corporate Social Responsibility ( CSR) untuk Indrakila. Soalnya perusahaan lokal ini telah menyelamatkan peternak dan mengatasi over suply.

Bisa transfer tekhnologi, membuatkan tempat produksi terintegrasi dengan toko Indrakila ataupun membantu dengan mensponsori kegiatan pelatihan untuk membuat produk turunan susu, pelatihan kemasan dan aktivitas lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat Boyolali.

Kami melanjutkan perjalanan ke Selo, kawasan pegunungan sambil tetap memikirkan bagaimana agar bisa mendorong PT Danone, PT Nestle maupun PT Greenfield Indonesia bisa membantu kiprah Noviyanto dkk dalam proyek CSR bagi negri ini.

Obyek wisata Omah Bambu, Selo.

Selo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Boyolali. Terletak di kaki Gunung Merapi sebelah timur. Para pendaki gunung memulai pendakian dari kecamatan ini. Sejauh mata memandang di lereng-lereng bukit dan pot-pot di halaman rumah penduduk adalah sayuran terutama daun bawang dan bunga-bunga yang cantik.

Ternak sapi perah juga banyak di Kecamatan Selo. Jadi Indrakila mengepul susu segar dari peternak du kawasan ini. Di Selo terdapat banyak jenis sayuran, terutama kobis atau kol. Ada sayuran khas, yaitu adas. Adas adalah jenis tanaman musiman yang lezat untuk dibuat pecel. Di Selo juga banyak tanaman tembakau. 

Mobil menanjak terus hingga akhirnya parkir di kawasan wisata New Selo yang kemudian dikenal dengan obyek Omah Bambu. Jaraknya ke puncak Merapi hanya berjarak 3 kilometer saja atau cukup 3-4 jam perjalanan kaki. Di Omah Bambu tersebut dibangun sebuah bangunan menara pandang yang sengaja dibuat dari bahan bambu. 

Dari rumah bambu itu, kita bisa menyaksikan keindahan alam lembah Selo yang berada diantara Gunung Merapi dan Merbabu. Menurut Jarwadi, salah seorang warga Selo, kehadiran Omah Bambu ini merupakan bangunan baru yang dinisiasi oleh remaja-remaja setempat untuk meningkatkan pariwisata di Selo, Boyolali.

Di balik meletusnya Gunung Merapi yang terjadi tahun 2010 silam membawa berkah tersendiri buat daerah sekitar terutama tanah didaerah itu menjadi subur. Selain itu kini di wilayah Selo mulai mengembangkan tanaman Kopi sebagai jenis tanaman unggulan. 

Khusus untuk wilayah Selo, bibit kopinya sendiri berasal dari pemberian mantan Presiden Megawati Soekarno Putri kala dirinya menjabat Presiden di tahun 2006. 2000 bibit sempat diabaikan penduduk dan baru di tanam di pekarangan rumah warga sejak tahun 2012 lalu dan mulai menghasilkan pada tahun 2015.

Kawasan homestay Damandiri, tempat para pendaki gunung mengawali perjalanan.

Turun dari mobil rasanya lega sekali berdiri di atas ketinggian menghirup udara segar dan berfoto ria depan tugu berbentuk hati bertuliskan New Selo. Ada deretan pedagang, mushola dan toilet seperi di rest area.

Dan dari sini wisatawan  bisa melihat puncak Merapi dari dekat serta puncak Merbabu. kalau cuaca bagus juga bisa menyaksikan beberapa puncak gunung yang ada di sekitar Boyolali seperti Gunung Lawu (Solo), Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Slamet di Purwokerto, dan Gunung Tidar Di Magelang.

Nah sambil menyaksikan pemandangan itu, enaknya memang minum kopi Khas Merapi. Saya bersama rekan Nelly Marinda tidak mengikuti rombongan yang naik lagi berjalan kaki untuk menikmati  menara dengan ketinggian 10 meter yang terbuat dari bambu. Cukup menikmati video dan foto dari anggota rombongan.

Oemah Bambu Merapi tidak hanya memiliki menara, tapi juga gardu pandang untuk menikmati pesona Merbabu. Di lokasi yang sama, kamu pun dapat melihat kemegahan gunung Merapi hanya dengan berbalik badan. 

Hingga saat ini, destinasi wisata ini hit di instagram dan selalu ramai dengan pengunjung yang hobi hunting foto. Obyek wisata ini berada di ketinggian 1700 mdpl dan cocok jadi tempat wisata kesunyian yang diusulkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat diskusi dengan rombongan di hari pertama.

Semilir angin dari pegunungan, rasa dingin yang masih bisa ditolerir cukup menunjang untuk berkontemplasi dengan diri misalnya dengan bertanya pada diri sendiri. Saya jadi ingat pelatihan-pelatihan yang diberikan Ary Ginanjar Agustian lewat ESQ Learning Center agar kita mengenal diri sendiri.

Siapakah saya ? untuk apa dilahirkan dimuka bumi ?, dimana saya? apa yang sudah saya lakukan ? mulailah melakukan wisata sunyi untuk mengenal diri sendiri,  menemukan tujuan hidup, kebahagian yang sejati dan mengetahui kekuatan diri.

Hari sudah menjelang magrib ketika tiba di penginapan, kampoeng Homestay Damandiri. Ada sekitar 25 rumah penduduk yang menjadi homestay di jalur pendakian gunung Merapi dan Merbabu atau tepatnya di Dukuh Jarakan RT 04/RW 07, Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Pembagian kamar dengan cepat dilakukan dan ternyata di hari ke tiga ini teman sekamar adalah Nelly Miranda, bos majalah Samudranesia yang sebelumnya menjadi senior journalist di sebuah media cetak mainstream.

Wanita bermarga Situmorang ini punya bisnis lain di bidang perikanan sehingga jadilah kami berdiskusi panjang lebar setelah sholat magrib. Udara dingin menggigit tulang membuat ajakan makan malam di rumah pakdhe Nardi rasanya ingin dilewatkan saja karena malas keluar dari  pondokan.

Tetapi mengingat tidak ada makanan dan kehabisan minuman air mineral dalam kamar akhirnya saya menyusul teman-teman makan malam ala desa dengan sayur lodeh, telor ceplok, krupuk dan sambel. Wah…sesederhana itu namun nikmatnya luar biasa, sementara saat kembali ke kamar, Nelly pilih tidur….Goodnight all….

 

 

City Tour di Solo, Menyelami Peninggalan Budaya dan Tradisi.

this formate

Sepur Kluthuk Jaladara menyusuri pinggiran rel jalan Slamet Riyadi, Solo, Jateng. ( foto- foto: forwarpar).

Forum Wartawan Pariwisata (forwarpar) Kemenparekraf menyelenggarakan famtrip dari 18- 21 November 2019. Selama kegiatan berlangsung para awak media di ajak mengunjungi sejumlah destinasi andalan Jawa Tengah di Solo, Boyolali dan Klaten. Berikut laporan perjalanannya 

SOLO, Jateng, bisniswisata.co.id: Pagi hari buka handphone, Ekasanti sudah mengingatkan acara hari ke dua di kota Surakarta atau Solo dari jam makan pagi yang hanya satu jam mulai jam 6.00-7.00 WIB dan acara city tour sampai jam 21.00 malam nanti.

” Jangan lupa pakai kaos merah ya mbak,” sapanya. Bos media online Tag Pariwisata.com ini menjadi pengurus Forwarpar sehingga pagi-pagi sudah mengingatkan peserta famtrip agar kompak dengan Outfit of The Day ( OOTD), sebagai panduan pakaian apa yang harus kami pakai di hari kedua perjalanan ini.

Meski malas bangun karena acara diskusi serius tapi santai bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo semalam berakhir hingga jelang tengah malam, akhirnya semua peserta bisa tepat waktu berada di dalam bis.

Sesuai jadwal, bis pariwisata yang kami tumpangi keluar dari halaman hotel Novotel, Solo langsung menuju stasiun Purwosari, melewati jalan Slamet Riyadi. Jalan utama di pusat kota Solo yang banyak dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat ini di sisi kiri jalan beraspal uniknya ada rel keretanya. 

Tak sampai 10 menit, kami sudah berkenalan dengan mbak Pipit, guide Tourist Information Service dari bandara Adi Sumarmo yang diutus Kadispar Solo untuk mendampingi rombongan wartawan dari Jakarta ini. Pipit sudah menunggu rombongan di stasiun Purwosari.

Kami langsung dipandu menuju kereta kuno Jaladara, dimana dalam dua rangkaian gerbongnya pengunjung tak hanya disuguhkan dengan pemandangan kota Solo saja, namun kami juga menikmati minuman jamu beras kencur yang menyegarkan dan kue-kue jajan pasar.

Masinis Pujiono, Suasana dalam sepur dan keseruan foto bersama sepur klutuk Jaladara

Wisata city tour pagi ini diawali dengan menikmati sensasi naik kereta uap Jaladara atau bahasa jawanya Sepur Kluthuk Jaladara menyusuri pinggiran rel jalan Slamet Riyadi. Kereta Ini adalah satu-satunya kereta antik yang beroperasi dan keberadaannya digagas oleh Presiden Jokowi kala masih menjabat sebagai Walikota Solo.

Presiden Jokowi spesial pergi ke Ambarawa untuk menjadikan kereta kuno menjadi magnet wisata Solo. Dari beberapa kereta kuno yang ada, kereta inilah yang sangat bisa dipakai dan akhirnya dibawa ke Solo hingga bisa dinikmati rombongan kami.

“Lokomotif kereta uap Sepur Kluthuk Jaladara keluaran tahun 1896 ini bernomor seri C1218,  menjadi satu-satunya kereta tua yang masih beroperasi di dunia diatas jalan aspal. Lokomotifnya buatan Jerman, sedangkan dua gerbongnya buatan Belanda dengan interior dan bangku dari kayu jati,” jelas Pipit.

Sepanjang jalan dari stasiun pemberangkatan Purwosari ke stasiun Solo Kota sejauh 6 km biasanya ada kesempatan berhenti sekitar 15 menit  di beberapa titik seperti Loji Gandrung (Rumah Dinas Walikota Solo), House of Danar Hadi, Museum Radya Pustaka, Sriwedari, Kampung Batik Kauman, Benteng Trade Center sebelum tiba di tujuan akhir, stasiun Kota Solo.

” Pemberhentian tergantung dari keinginan penyewa karena kereta ini beroperasi dengan sistem sewa untuk keperluan wisata satu grup yang berminat dengan biaya Rp 3,5 juta, kapasitas 70 orang. Harga sudah subsidi dari Pemkot Solo karena normal biaya sewa kereta adalah sekitar Rp. 8 juta, ” kata Pipit.

Saya memilih berdiri di gerbong belakang menghadap jalan raya. Rupanya sepanjang perjalanan bunyi tuit..tuit..kereta yang keras menarik perhatian warga yang menyaksikan. Mereka  nampak ‘excited’ dan tak akan menyiakan kesempatan mengambil foto atau video saat kereta melintas. 

Jadilah sementara waktu saya merasa menjadi model kereta uap karena dari pinggir jalan bahkan dari dalam mobil kerap ada yang memotret. Sebagai turis yang berada di dalam kereta, saya  merasa beruntung bisa menjajal naik kereta uap yang hanya beroperasi 8 kali sebulan atau sekitar 80 kali saja dalam setahun.

Maklum bukan kereta reguler sehingga warga Solo sendiri belum banyak yang menikmati kereta antik ini. Tingginya biaya operasional kereta uap ini karena bahan bakarnya adalah sisa-sisa potongan kayu jati yang sifatnya tahan lama dan lebih kuat menghasilkan panas. Sebelum kereta melaju, lokomotif dipanaskan dulu dengan 5 meter kubik kayu jati dan 5 liter air selama 3 jam.

Ketika kereta beraksi di jalan kecepatannya rata-rata hanya 20 kilometer per jam saja. Kereta ini merupakan satu diantara 6 kereta uap tertua peninggalan Belanda di Indonesia.  Dari 6 kereta, 1 kereta kini berada di Sawahlunto, 2 kereta di Solo dan 3 kereta di Ambarawa.

Tiba di stasiun Solo Kota, kereta ternyata harus menunggu lewatnya kereta api Betara Kresna, kereta reguler jurusan Purwosari-Wonogiri sekitar satu jam lagi. Akhirnya Pujiono,  masinis Jaladara menjadi sasaran awak media untuk menceritakan pengalamannya selama ini , membawa berbagai komunitas maupun wisatawan mancanegara.

” Saya tidak merasakan masalah yang berarti dalam merawatnya. Ada sesekali pipa bocor tapi kita bisa atasi. Saya bangga kereta uap ini satu-satunya kereta antik di dunia yang masih bisa melintas di rel jalan aspal dan hanya ada di Indonesia yang masih beroperasi,” kata Pujiono.

Kebanggaan lainnya secara rutin wisman dari Kunming, China datang dengan charter fligt langsung ke Solo untuk naik Jaladara. ” Berkat ikon kereta ini, turis asing datang, hotel penuh, kuliner laris, toko oleh-oleh dan batik laris,” kata Pujiono yang kereta dalam perawatannya mampu menggerakkan perekonomian rakyat.

Ucapannya membuat saya langsung berhayal apalagi melihat Aaron Cheah, Co founder dan wartawan Tripcanvas.co dari Singapura yang ikut dalam rombongan sibuk memotret kereta dari segala sisi. Duh, seandainya di stasiun Solo Kota ini ada penyewaan baju gaya nonik-nonik Belanda pasti saya sudah mengenakan kostum cantik bergaya abis di berbagai sisi kereta antik ini pula untuk pemotretan.

Nuansa Seni dan Budaya 

Kota Solo menawarkan berbagai destinasi rekreasi yang unik bagi wisatawan. Bukan hanya keraton Kasunanan dan Mangkunegara Surakarta, tapi aktivitas warganya juga jadi daya tarik karena tetap melestarikan budaya Jawa terutama batik. 

Kampung Batik Laweyan menjadi tujuan berikutnya. Kampung kuno nan eksotis ini memiliki andil sejarah yang besar dalam perjalanan batik Solo. Bangunan-bangunan di kampung ini memiliki desain arsitektur Jawa kuno yang dipengaruhi juga oleh gaya Eropa, China, dan Islam. 

Pipit membawa rombongan melalui gang-gang sempit kampung ini, melewati rumah penduduk yang berdagang batik, warung kopi dan tak jarang diantara kami berselfie ria depan dinding rumah yang dicat mural batik atau pintu rumah antik yang tinggi dan lebar.

Kampung batik Laweyan dengan keunikan bangunan lawasnya

Uniknya lagi, beberapa rumah di kampung ini juga memutar musik tradisional Solo seperti keroncong, karawitan, dan rebana yang memperkuat nuansa lawas di kampung ini ketika tamu melintas depan workshop sekaligus rumah tinggal mereka.

Kampung ini sudah ada sejak tahun 1546 di zaman Kerajaan Pajang. Di kala itu masyarakat Laweyan sendiri banyak yang menekuni batik sebagai mata pencaharian mereka. Hingga awal tahun 1900-an masih menikmati kejayaanya dimana banyak terdapat saudagar dan pengusaha batik pribumi yang kemudian mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI).

Tahun 1970 an ketika teknologi batik printing dari China mulai memasuki kampung ini, berakhirlah masa kejayaan dan tinggal 8 usaha yang bertahan. Produksi masal batik printing mematikan usaha pedagang batik tulis yang membutuhkan waktu 2 sampai 4 bulan untuk menyelesaikan selembar kain batik. 

Pemerintah Kota Solo di era Walikota Jokowi merespon penghidupan kembali kampung ini dengan melakukan konservasi terhadap 30 rumah kuno yang memiliki nilai sejarah dalam perkembangan batik Laweyan. Lingkungan kampung pun ditata lebih rapi oleh pemerintah.

Museum Haji Samanhudi juga mulai didirikan yang berisikan peninggalan-peninggalan bersejarah milik sang pendiri Serikat Dagang Islam ( SDI) tersebut yang juga merupakan pengusaha batik. Semua langkah ini ditempuh untuk mengembangkan Kampung Laweyan sebagai sebuah wisata heritage khas Solo.

Masih seputar kota, ada yang lawas, tapi juga ada obyek wisata baru yang bisa dikunjungi yaitu Tumurun Private Museum Solo. Sesuai namanya, isi dari museum ini adalah milik pribadi  anak dari pendiri perusahaan tekstil terbesar Asia, PT. Sritex yaitu Iwan Kurniawan Lukminto. 

Dia mendirikan museum ini sebagai bentuk penghormatan kepada sang Ayah, alm HM Lukminto, seorang kolektor dan penikmat karya seni. Nama Tumurun berasal dari kata Turun Temurun yang berarti mewariskan dari generasi satu ke generasi lainnya. 

Selain itu, berdirinya tempat ini menjadi penghargaan untuk seniman Indonesia agar karyanya bisa diapresiasi oleh publik. Namun untuk berkunjung harus reservasi dahulu, jadi tamu datang sesuai jadwal yang diberikan pihak pengelola.

Berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional No.8, Surakarta, Temurun Private menerima kunjungan secara gratis dari hari Senin hingga Sabtu dengan maksimal 10 reservasi tiap harinya. Bangunan museum ini berwarna putih, simpel dan bergaya modern.

Tumurun tampak menyerupai galeri seni bergaya modern, yang terdiri dari dua lantai seluas 1.800 meter persegi. Museum ini memiliki langit-langit yang tinggi untuk memberikan kesan lega dan jauh dari kesan museum kuno.

Jangan terkejut kalau pemandu mengawali informasi dengan sederet aturan seperti tidak menyalakan flash kamera, tidak memegang karya, tidak berdiri terlalu dekat dengan karya. Maklum museum dua lantai ini berisi master piece dari dalam dan luar negri yang harganya juga bervariasi bahkan selangitlah.

Pengunjung akan dipandu dengan durasi satu jam untuk menikmati aneka koleksi di dalamnya. Di lantai dasar berisi koleksi contemporary art, lalu di lantai atas untuk koleksi modern art. Ada sekitar 100 karya seni yang dipajang di lantai dasar. Ada karya milik Eko Nugroho, Eddy Susanto, Heri Dono, Eddie Hara, dan Entang Wiharso.

Selain lukisan, beberapa karya instalasi lain juga tak kalah membuat kagum. Sebut saja karya Handiwirman Saputra dan Mujahidin Nurrahman. Masih dilantai yang sama, tampak mobil lawas pribadi milik HM Lukminto merk Dodge dan Mercedes Benz.

Museum Tumurun berisi lukisan dan karya instalasi unik

Instalasi bertajuk Changing Perspectives karya perupa muda asal Jogjakarta, Wedhar Riyadi nampaknya menjadi ikon museum  karena bentuk, warna dan ukurannya yang tinggi seperti banyak mata yang berdiri megah di tengah ruangan.

Pemandu menjelaskan bahwa penciptanya ingin mengkritisi masyarakat jaman Now yang asyik bermedsos sehingga banyak mata yang mudah menelaah kehidupan pribadinya yang diumbar ke tengah khalayak ramai.

Ada banyak perupa Indonesia yang karyanya dipajang di museum ini, mulai dari seniman old master hingga kontemporer. Seperti Hendra Gunawan, Basoeki Abdullah, Raden Saleh, Affandi, hingga Heri Dono, Eko Nugroho dan Eddy Santoso.

Lukisan karya J.A. Pramuhendra berjudul ‘A Heaven Tale’ menggunakan arang sebagai media lukisnya. Sementara karya Eddy Susanto yang berjudul ‘Melencolia I’ di mana lukisannya terbentuk dari rangkaian cerita yang ditulis dengan Aksara Jawa kecil-kecil yang membutuhkan tekhnik dan kesabaran tingkat dewa dalam pembuatannya 

Tak hanya seniman Indonesia, karya luar negeri pun bisa kita temukan di sini. Ada dari Jepang, Filipina, Singapura, dan Amerika. Tentunya tak kalah luar biasa epik dilihat dari teknik, media, makna, dan filosofinya. Sementara di lantai atas memang belum dibuka untuk publik. Namun kita tetap bisa mengakses informasi dari pemandu.

Menyusuri Lorong Waktu

Rupanya agenda City Tour hari ini semuanya berhubungan dengan olah rasa dan ibarat menyusuri lorong waktu saat berbelanjapun pilihannya adalah mengunjungi Pasar Triwindu dengan bentuk bangunan khas Jawa berupa joglo dengan komponen utama kayu. 

Di sini, banyak sekali terdapat barang antik bekas pakai yang masih terawat dengan baik terutama perabotan vintage lucu dari masa lalu yang bernilai seni, serta sejarah tinggi. Mulai dari piring-piring antik, kursi, lemari, gramofon, cermin, koin kuno, sepeda kuno dan perabot lain.

Berdasarkan sejarah, pasar  ini sudah ada sejak 1939. Pada masa itu, keberadaan pasar ini pertama kali digagas untuk meramaikan acara naik tahta Adipati Sri Mangkunegara VII yang ke tiga windu atau triwindu. Windu adalah sebutan penanggalan Jawa untuk 8 tahun.

Pasar Triwindu Solo pada awalnya berdiri di tanah kekuasaan milik Pura Mangkunegaran. Tanah ini kemudian beralih kepemilikan menjadi kepunyaan Pemerintah Kota Surakarta dan diresmikan pada 2011 lalu oleh Walikota Solo, Joko Widodo ( Jokowi).

Pemerintah Solo juga menaruh perhatian yang besar terhadap pasar ini. Berbagai renovasi pada bangunan dilakukan. Kini Pasar Triwindu Solo pun menjadi lebih rapi, tertata dan nyaman. Banyak turis asing mengunjungi pasar barang antik itu yang juga menjual barang-barang tiruan atau replika.

Setiap kali blusukan ke dalam pasar dua lantai dengan 257 kios, saya selalu mencari aksesoris terutama kalung-kalung perak replika dari perhiasan tempo dulu. Barulah melihat keramik Belanda berbentuk bulat panjang ukuran setengah meter semacam dispenser di rumah nenek dulu.

Dari Pasar Triwindu, rombongan diajak menikmati bis tingkat wisata untuk keliling kota Solo yang bisa dinikmati wisatawan dan warga lokal dengan membayar Rp 20.000/ orang atau sewa Rp 800.000 per bis khususnya di akhir pekan.

Bukan bis tingkat terbuka seperti yang menjadi ikon kota London, Inggris tapi bis berwarna kuning bertuliskan sponsor Mayapada, mampu menampung 43 penumpang, 18 penumpang duduk di bus bagian bawah dan 25 penumpang di lantai dua bus. Dengan tinggi bus 4,5 meter, lebar 2,5 meter, dan berat 12 ton.

Oke sajalah yang jelas dari lantai atas bus tingkat ini kita bisa menikmati gedung-gedung tua hingga ke Pabrik Gula Colomadu yang telah direvitalisasi menjadi tempat wisata dan kawasan komersial. Karena masih ada jadwal lain, rombongan tidak singgah di obyek wisata yang namanya kini dikenal sebagai De Tjolomadoe pasca revitalisasi yang dilakukan oleh sejumlah Badan Usaha Milik Negara ( BUMN).

Slamet Raharjo ( kiri) pemilik Resto Omah Sinten ysng menyajikan makanan favorit para Sultan Mangkunegaran

Mencoba hidangan tradisional ketika berkunjung ke satu kota bisa jadi sudah biasa. Tapi  bagaimana jadinya jika menu yang disantap ternyata menjadi bagian dari menu yang dihidangkan di dalam keraton? .

Akhir perjalanan hari kedua kami menyambangi Omah Sinten untuk merasakan kuliner ala raja-raja Solo. Lokasi restorannya sejajar dengan Pasar Triwindu dan letaknya di ujung jalan, bersebrangan dengan Pura Mangkunegaran. 

Tidak hanya memanjakan pengunjung dengan masakan dan minumannya yang spesial, Omah Sinten juga menawarkan atmosfer Jawa khas bagi para pelanggannya. di sini makanan menu khas keraton dapat dinikmati dengan harga terjangkau mulai Rp. 35-50 ribu saja.  

Selain interior utama restoran banyak spot selfie dan instagramable, di bagian halaman ada joglo kecil dan meja-meja yang mengelilingi. Slamet Raharjo, sang pemilik restoran bahkan memfasilitasi tamu menikmati suasana budaya Jawa sambil mendengarkan alunan musik keroncong setiap Senin Wage karena di hari itulah komunitas penggemar keroncong memainkan musik di halaman restoran.

Semua menu masakan yang ditawarkan di Omah Sinten Solo terinspirasi dari masakan tradisional Pura Mangkunegaran dan sekitarnya agar tak sampai punah. Restoran yang juga memiliki sejumlah kamar untuk tamu-tamu menginap ini semua chef atau juru masaknya belajar langsung dari abdi dalem yang biasa bekerja untuk Keraton. Hal ini dirasa perlu untuk menyajikan rasa masakan otentik.

Hadirlah kemudian Nasi Golong yang menjadi andalan terdiri dari nasi putih yang dibentuk bulat, kemudian dilengkapi tambahan lauk seperti urap sayur, ayam goreng, tahu dan tempe yang dipotong kecil, telur rebus, dan sayur bening. Hidangan ini terasa kian unik karena disajikan di atas nampan berbentuk bambu.

Ada juga Sate Penthul, makanan khas ini sebelumnya hanya dimasak sekali dalam delapan tahun, bertepatan dengan upacara Adang sega Tahun Dal, namun kini tamu bisa memesannya setiap saat tanpa harus menunggu 8 tahun sekali.

Coba juga Garang Asem Bumbung, konon merupakan salah satu menu favorit Mangkunegara VI, yang berkuasa antara 1896 hingga 1916. Pengajiannya juga unik bukan dalam mangkok tapi di dalam bambu. Menu favorit lain disini yakni Manuk Nom atau burung muda yang dimakan pakai emping.

Dalam bahasa Jawa, Omah Sinten artinya adalah rumah siapa. ” Saya ingin menghilangkan keakuan bahwa ini bukan tempat saya,  meski saya pemilik, tapi tempat milik semua yang ada disini, ” ungkap Slamet Raharjo di dampingi istri tercinta pada anggota Forum Wartawan Pariwisata Kemenparekraf ini.

Ucapannya membuat saya baper mengingat akhir Desember ada liburan, Tahun 2020 sudah di depan mata, lalu ada Lebaran. Selama ini karena semua orang-orang terkasih saya seperti kedua mertua dan suami tercinta sudah kembali pada sang pencipta, rumah di Jogjapun sudah tidak ada lagi untuk tempat pulang maka masih ada Omah Sinten.

Mudik ke Jogja dan Solo, masih ada Omah Sinten tempat saya bisa melepaskan rindu dengan semua tradisi Jawa yang menjadi kenangan manis saat semua anggota keluarga suami sebagai salah satu keturunan dari keluarga besar Sultan Hamengkubuwono ke IV masih lengkap. 

Sayapun kembali ke hotel dengan perut yang penuh dan rencana kembali ke Omah Sinten bersama anak, menantu dan cucu. Bismillah semua rencana lancar…..

Agoda: Melonjak, Traveling Bersama Keluarga di Indonesia

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Agoda, platform pemesanan perjalanan secara online juga menyediakan layanan reservasi hotel maupun resor secara online mencatat hasil survei Agoda yakni adanya kencederungan baru dalam wisatawan Indonesia melakukan traveling saat liburan, dalam setahun bisa mencapai delapan kali. Sementara rata-rata masyarakat global melakukan perjalanan wisata sebanyak 6 kali setahun.

Dari jumlah itu jelas terjadi lonjakan yang sangat menggembirakan dalam perkembangan pariwisata di dalam negeri. Apalagi dari 8 kali lakukan traveling, ternyata 5 diantaranya adalah berlibur bersama keluarga. Bahkan turis Indonesia, ternyata lebih senang menginap di homestay, villa, pondok wisata hingga rumah pohon ketimbang menginap di hotel berbintang.

“Wisatawan Indonesia yang menjalankan traveling bersama keluarga statistiknya mencapai 54 persen. Dibandingkan statistik dunia cuma 35 persen yang traveling bersama family. Melihat potensi itu, Agoda mempersembahkan fitur terbarunya yakni Agoda Homes, yang memberikan kemudahan bagi keluarga untuk memesan penginapan yang sangat nyaman,” papar Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan di sela-sela Press Tour Agoda ke Bandung, Rabu (27/11/2019).

Dibandingkan memilih kamar hotel, Agoda Homes dirasa sangat memberikan manfaat yang banyak untuk keluarga. Kencenderungan masyarakat Indonesia berlibur bersama keluarga, jumlahnya bisa mencapai 5 sampai 10 orang. Ini membuat para traveller mencari penginapan dengan kamar yang lebih dari satu dan memungkinkan untuk melakukan aktivitas menyiapkan makan.

Saat traveller mencari penginapan di Agoda Homes, lanjut dia, mereka bisa memiliki ruang tamu, ruang makan, dapur, halaman rumah, kolam renang, semua lebih terasa private. “Misalnya keluarga isinya 10 orang. Bisa mendapatkan living room-nya, juga ada fasilitas kitchen – nya, maupun fasilitas seperti rumah lainnya yang lebih lengkap, lebih modern dan lebih mudah dalam pemakaiannya,” tambahnya.

Menurutnya, Agoda Homes bukan hanya untuk para traveling yang ingin menjelajahi pelosok Nusantara, namun juga yang ingin melancong ke luar negeri. Dicontohkan, ketika banyak traveller berkunjung ke Jepang. Penginapan di Jepang yang cenderung kecil dan mahal, membuat para traveller mencari sewa apartement yang cenderung harganya terjangkau dan memiliki luas kamar yang lebih besar. “Kalau di Jepang itu kan kamarnya kecil – kecil. Dengan Agoda homes bisa mendapat apartment besar dengan tiga kamar. ” ujarnya.

Masih menurutnya, Agoda Homes yang terdapat dalam aplikasi Agoda memang sangat populer dan dicari banyak orang. Hal ini karena dapat memudahkan para traveller menginap dan dekat dengan tujuan wisata. “Kenapa Agoda Homes sangat populer karena dekat dengan tujuan wisata. Dekat dengan local culture, begitu yang dirasakan para pengguna Agoda Homes,” ujarnya.

Ditambahkan, kelebihan Agoda Homes akan memberikan kenyamanan, kepuasan dan kemudahan bagi para wisatawan saat liburan. Apalagi lokasi tempat menginap itu, umumnya sangat dengan tempat wisata. Sehingga wisatawan tak menambah anggaran lagi untuk menuju destinasi wisata itu.

Bahkan wisatawan yang memilih penginapan di Agoda Homes akan mendapatkan privasi yang sangat luar biasa. Hal ini dikarenakan, semua fasilitas yang ada di Agoda Homes bisa dinikmati oleh para wisatawan yang telah reservasi di Agoda Homes. “Semua fasilitas yang ada di Agoda Homes seperti kolam renang, dapur, peralatan dapur hingga mesin cuci bisa digunakan oleh wisatawan yang telah reservasi di Agoda Homes,” ungkapnya

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Agoda, ada lebih dari 174 juta wisatawan yang akan berpergian tanpa memilih hotel sebagai tempat menginap dan beristirahat. “Tentunya ini menjadi peluang yang sangat besar bagi kami untuk terus mengembangkan dan meningkatkan Agoda Homes,” katanya.

Hingga kini Agoda global mencapat 2,5 juta property yang bergabung di Agoda Homes serta juta anggota Agoda Homes. Sementara Agoda Indonesia tercatat ada 62.000 properti yang bergabung dan sekitar 19.000 anggota Agoda Homes yang terdaftar. “Pilihan Agoda Homes di Indonesia sudah banyak sekali. Jadi, wisatawan tidak perlu khawatir untuk mendapatkan tempat penginapan nyaman yang sesuai dengan keinginan,” jelasnya.

Ditambahkan. selain wisatawan dengan keluarga, ada tipe lain yang juga lebih memilih menyewa homestay. Tipe lainnya ialah wisatawan milenial yang biasanya pergi beramai-ramai. “Wisatawan milenial biasanya senang pergi secara grup, bisa berlima atau bersepuluh. Mereka lebih senang menyewa homestay karena bisa mendapatkan semua fasilitas dengan harga yang lebih murah,” ujar Gunawan.

Contoh, untuk menginap di hotel, 10 orang wisatawan mungkin membutuhkan 5 kamar. Harga sewa kamar per malam sebut saja Rp200 ribu. Sedangkan homestay yang memiliki beberapa kamar serta fasilitas lainnya hanya disewakan Rp700 ribu per malam. Tentunya itu jauh lebih terjangkau.

“Alasan lain wisatawan senang menginap di homestay karena lokasinya dekat dengan objek wisata. Atau homestay tersebut berada di lokasi yang tidak ada hotelnya. Diperkirakan pada tahun 2021 statistik wisatawan yang menginap di akomodasi non hotel mencapai 121 juta orang,” sambungnya.

Press Tour Agoda ke Bandung di hari kedua, dengan mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kota Bandung dan Lembang Jawa Barat. Di kota Bandung dengan mengadakan city tour seperti mengunjungi kawasan Dago, wisata belanja dan wisata kuliner. Sementara di Lembang mengunjungi destinasi wisata Floating Market, Lodge Maribaya, dan Farmhouse (emd)