Special Mission Vehicle, Dukungan Kemenkeu buat Bandara Komodo

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui salah satu Special Mission Vehicle yaitu PT PII. Bandara Komodo menjadi bandar udara pertama di Indonesia yang menggunakan skema proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan partisipasi investor asing.

“Kehadiran PT PII sebagai penyedia penjaminan dalam struktur proyek Bandara Komodo ini, merupakan salah satu bentuk dukungan dari pemerintah, yang bisa meningkatkan confidence, dengan menggunakan Special Mission Vehicle-nya Kementerian Keuangan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kemenkeu, Jakarta, Kamis kemarin seperti dilansir laman Tempo, Jumat (27/12/2019).

Pada November 2019, PT PII telah menerbitkan pernyataan kesediaan penjaminan/In Principle Approval (IPA) kepada proyek Bandara Komodo. Saat ini, lelang proyek tersebut telah dimenangkan konsorsium PT Cardig Aero Services Tbk, Changi Airport International PTE LTD, dan Changi Airports Mena PTE LTD. Total investasi untuk proyek bandara ini mencapai Rp1,2 triliun dengan masa konsesi 25 tahun.

Ruang Lingkup yang dikerjasamakan dari Proyek KPBU Bandar Udara Komodo adalah merancang, membangun dan membiayai pembangunan seperti membangun fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan perkerasan landasan pacu, penambahan apron, stopway dan RESA.

Selain itu, ada pembangunan fasilitas sisi darat yang meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional, kantor dan gedung, serta fasilitas pendukung lainnya.

Pemenang proyek ini juga harus memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo selama masa kerjasama; dan menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo kepada PJPK pada saat masa kerja sama berakhir.

Pengembangan Bandara Labuan Bajo dilakukan dalam rangka menyukseskan dan menunjang Kawasan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu kawasan destinasi pariwisata superprioritas. Salah satu tujuan dari proyek ini adalah meningkatkan jumlah penumpang sampai dengan 4 juta penumpang dan kargo sebesar 3.500 ton pada 2044, serta untuk memperluas konektivitas nasional dan internasional.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pemerintah telah memilih investor yang akan mengembangkan Bandara Komodo, yakni PT Cardig Aero Service Tbk (CAS) dan Changi Airports International Pte Ltd lah yang akan mengelola bandara tersebut melalui skema kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU).

“Pengembangan bandara ini, konsorsium akan mengucurkan nilai investasi Rp 1,2 triliun dengan biaya operasional Rp 5,7 triliun selama 25 tahun. Investasi (konsorsium) Rp 1,2 triliun diinvestasikan paling lama lima tahun, dan selama 25 tahun itu Rp 5,7 triliun untuk operasional,” ujar Budi di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (26/12/2019).

Menurutnya, investasi itu akan digunakan untuk memperpanjang landasan pacu (runway) hingga 2.700 meter dari saat ini yang hanya 2.400 meter. Dengan demikian, Bandara Komodo bisa memfasilitasi penerbangan pesawat besar dari dalam dan luar negeri. “Investasi untuk pengembangan runway yang panjangnya menjadi 2.750 meter sehingga pesawat menengah seperti A300 dari China dan Jepang bisa langsung mendarat di Labuan Bajo,” kata dia.

Konsorsium CAS terpilih menjadi pemenang tender proyek pengembangan Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini diusung dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Konsorsium ini nantinya akan berinvestasi sebesar RP 1,23 triliun dengan biaya operasional Rp 5,7 triliun selama 25 tahun atau sampai 2044.

Lantas kapan konsorsium CAS benar-benar mengoperasikan Bandara Labuan Bajo di NTT? Presiden Direktur CAS, Nurhadijono Nurjadin mengatakan konsorsium akan mulai mengoperasikan Bandara Labuan Bajo pada pertengahan tahun 2020. Pasalnya, setelah penunjukan pemenang harus menyelesaikan kontrak pendanaan dan pengoperasian. “Kurang lebih 6 bulan (lagi), tapi nunggu kontrak selesai,” tambah Nurhadijono. (*)

Esensi Sebuah Kota, Aroma Roti Atau Chestnut Panggang?

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: SEBUAHsurvei independen di tujuh kota besar tujuan wisata mengungkapkan bahwa sebagian besar penduduk lokal (59%) merasa bahwa pengunjung tidak mengetahui warna sejati dari tempat tersebut. Wisatawan telah melewatkan hal terbaik yang ada di kota mereka karena hanya mengetahui tempat-tempat popular dan “wajib dikunjungi”. Sementara 75% luxury travelers ingin merasakan pengalaman di kota tersebut seperti penduduk lokal dan mendapat informasi lengkap dari pelakunya. Sebanyak 77% wisatawan merasa wajib menyusuri jalur wisata tradisional untuk menemu kenali kembali kekhasan, keunikan yang menjadi ikon tujuan wisata tersebut.

 Selain itu, analisa dari unggahan di instagram menemukan bahwa menara Eiffel di Paris adalah situs wisata paling banyak diposting, mewakili 10% dari semua unggahan di seluruh dunia. Istana Buckingham, situs yang paling ditandai di London (21%) dan Central Park, paling sering ditandai di New York City (20%), menyoroti bahwa tempat-tempat tersebut merupakan situs-situs  yang “wajib dikunjungi”.

 Menyikapi hasil survey tersebut, mendorong manajemen sebuah brand hotel mewah meluncurkan kampanye berbagi pengalaman tentang beberapa kota paling menakjubkan di dunia, seperti London, New York, Paris, Shanghai, Dubai, Sydney, dan Meksiko. Kampanye bertujuan untuk menginspirasi para wisatawan dunia dalam menemukan kembali kekhasan yang membuat kota-kota tersebut menarik.. Dalam campaign ini, publik diminta memilih pemandangan, suara, rasa, aroma, dan suasana yang menjadi ikon masing-masing kota melalui pemungutan suara online. Dari pilihan-pilihan yang diberikan di masing-masing kota, diharapkan wisatawan bisa menemukan keaslian dari kota tersebut ketika mereka berkunjung. Selain melakukan voting online, campaign InterContinental ICons juga mengajak publik untuk berdiskusi di sosial media dengan menggunakan tagar #intercontinentalicons

 Beberapa pengalaman multi-indera yang teridentifikasi dari luxury travelers di seluruh dunia meliputi:

· Paris– Harumnya aroma roti yang baru matang di jalan-jalan Oberkampf, Paris 11e

· London– Kehangatan api unggun di pub tua London pada hari yang dingin

·  New York – Harumnya aroma chestnut panggang dari para penjual makanan pinggir jalan sepanjang Broadway

·Shanghai– Hangatnya aroma Xiaolongbao di Temple of the City Gods.

·Dubai– Suara air bersentuhan dengan abra (perahu kayu tradisional) saat meluncur sepanjang Dubai Creek

· Sydney – Angin sejuk yang menyentuh wajah Anda ketika menggunakan kapal feri dari Manly menuju Circular Quay

. Kota Meksiko – Alunan musik Mariachi di Garibaldi plaza

 Menurut Ginger Taggart, Vice President, Global Marketing, IHG Luxury Portfolio, sebagai pelopor dalam luxury travel, yang identic dengan pintu gerbang menuju tempat-tempat menarik dengan kearifan budaya lokalnya, manajemen InterContinental memahami bahwa para wisatawan menginginkan hubungan yang lebih mendalam dengan tempat-tempat yang mereka kunjungi. Melalui InterContinental ICons, ditemu kenali tempat dan momen otentik yang mungkin diabaikan oleh pengunjung. Namun benar-benar merupakan bagian dari apa yang membuat sebuah kota istimewa.

 “Pengalaman-pengalaman ikonik ini, mungkin termasuk pengalaman yang tidak banyak diekspos, atau hotspot wisata terkenal yang dilihat dengan cara baru dan tidak terduga. Kami ingin menghidupkan kembali pesona dan daya tarik kota-kota yang banyak dikunjungi ini dan mendorong adanya diskusi tentang apa yang membuat mereka benar-benar ikonik,” jelas Ginger Taggart. *

Turis Asing Nikmati Gerhana Matahari Cincin di Batam

this formate

BATAM, bisniswisata.co.id: Fenomena alam gerhana matahari cincin yang melintas di langit Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (Wisman) di penghujung 2019. Dengan antusias turis asing menyaksikan dengan memakai kacamata pelindung. Mereka pun bersorak sorai saat gerhana cincin terlihat sempurna.

Keberadaan wisman itu berbaur dengan ratusan masyarakat Batam, memenuhi dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kamis siang (26/12/2019). Mereka dengan menunggu dengan sabar untuk menyaksikan gerhana matahari cincin.

Turis AS, Bruce Webster, istrinya Roberta, dan anaknya Maria, adalah satu keluarga diantara turis lain yang hadir di lokasi ini. Bruce mengaku sangat menikmati fenomena gerhana matahari. Sebuah fenomena spesial yang sebisa mungkin akan terus mereka saksikan.

Bruce yang telah empat kali menyaksikan fenomena ini, mengaku selalu terasa spesial ketika ia bisa menyaksikan gerhana matahari. Perasaan serupa juga sama dirasakan oleh istrinya yang sekali lebih sedikit dibanding dirinya menyaksikan fenomena alam ini. “Ketika menyaksikan gerhana matahari di Nebraska (Negara Bagian AS) istri saya sangat emosional, setelah itu kami memutuskan untuk terus melihatnya,” kata Bruce di Alun-Alun Engku Putri

Momen terakhir atau yang ke-4 ini, menjadi yang paling berkesan bagi Bruce. Karena ia bisa menyaksikan perpaduan antara bulan dan matahari yang tidak tertutupi sepenuhnya, membentuk cincin yang menurutnya sangat indah.

Pada empat tiga momen sebelumnya, ia pernah melihat Gerhana Matahari Total yang membuat tempatnya memantau menjadi gelap gulita untuk beberapa saat. Ia juga sempat melihat gerhana matahari sebagian dan menurutnya setiap momen tersebut menghadirkan kesan tersendiri.

Roberta mengaku akan terus berupaya mengejar gerhana matahari. Ia mengaku telah menyusun rencana untuk bisa kembali melihat momen ini di Taiwan pada 2020 mendatang. “Saya tidak tahu apakah bisa datang, tapi saya berharap bisa menyaksikan gerhana matahari di Taiwan,” kata Roberta seperti dilansir Bisnis.com

Hal senada juga diungkapkan Guy Margalits, pelancong asal Amerika Serikat. Dia mengaku sengaja datang ke Batam untuk menyaksikan langsung gerhana matahari cincin. Gerhana ini membuat penasaran warga untuk melihatnya karena hanya terjadi dalam 18 tahun sekali. Guy bersama rekan rekannya mengaku kagum dengan warga Batam yang antusias melihat gerhana matahari cincin ini.

Dia juga mengaku kagum karena di Batam diadakan lokasi khusus bagi masyarakatnya untuk menyaksikan gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin di Batam berlangsung sejak pukul 10.27 WIB dan akan berakhir pada pukul 14.18 WIB. Di Kepri, selain Batam gerhana matahari cincin juga bisa di lihat di Tanjung Pinang.

Selain di Batam, menyaksikan gerhana Matahari Cincin juga di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sekitar pukul 10.19 WIB, saat terjadinya gerhana, Kebun Binatang Kinantan Zoo di Bukittinggi sedang dipadati para pengunjung. Langit yang secara perlahan mulai gelap, dan pertanda gerhana sudah terjadi langsung dimanfaatkan para wisatawan dengan melihat proses terjadinya gerhana menggunakan kacamata khusus.

Seperti keluarga Fani, wisatawan asal Kota Padang mengaku sengaja datang ke kebun binatang Kinantan Zoo untuk melihat Gerhana Matahari Cincin bersama anak-anak/ sekaligus melihat pengaruh gerhana terhadap satwa di kebun binatang. “Terlihat mataharinya sudah mulai tertutup tapi masih ada cincin setengahnya sedikit. Kami dari Padang kebetulan lagi liburan ke sini dan pas sekali bisa lihat gerhana matahari di sini,” ujar Fani.

Gerhana Matahari Cincin sebagian yang membuat langit di Kota Bukittinggi agak gelap, cukup mempengaruhi sebagian satwa di Kinantan Zoo. Seperti orangutan yang biasanya aktif, pada pukul 12.00 WIB tengah hari, orangutan terlihat bengong dan berdiam diri seperti bersiap masuk kandang.

Pemerintah Tanjungpinang menggelar pengamatan gerhana matahari cincin di Gedung Gonggong dan Pulau Penyengat. Dinas Pariwisata (Dispar) setempat menyediakan 300 kacamata khusus pada saat fenomena gerhana matahari cincin. Kacamata tersebut dipinjamkan bagi warga maupun wisatawan yang tertarik melihat gerhana matahari cincin.

Tak hanya kacamata khusus, BMKG Tanjungpinang menyediakan teropong bagi masyarakat pada Kamis (26/12/2019). “Kami menargetkan kehadiran 3.000 hingga 4.000 wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal,” kata kepala Dispar Tanjungpinang, Surjadi.

Selain di Batam, Tanjung Pinang dan Bukittinggi, gerhana matahari cincin dapat dilihat di 25 kabupaten dan kota di Indonesia. Seperti Sinabang, Singkil, Padang Sidempuan, Sipirok, Siak, Bengkalis, Pontianak, Tanjung Pinang, Banten dan lainnya. (end)

Dubai Masih Jadi Destinasi Wisata Terfavorit di Dunia

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Dubai terus menjadi lokasi wisata tervaforit di dunia lepas dari iklim yang menyertainya. Kota tersebut menawarkan wisata yang megah dan mewah dengan banyak bangunan tinggi, restoran terkenal di dunia.

Dilansir melalui luxurylaunches, Kamis (26/12), sejumlah lokasi wisata lawas dan modern dapat dikunjungi ketika berkunjung ke Dubai, misalnya saja Burj Khalifa. Gedung setinggi 829 meteritu merupakan bangunan tertinggi di dunia. Pemandangan dari atas gedung itu disebut-sebut sangat spektakuler. Menapakinya tentu akan menjadi pengalaman tertentu yang tidak akan terlupakan.

Mengunjungi Dubai artinya juga bisa menikmati gurun pada malam hari. Dubai memiliki banyak pasir untuk dijelajahi. Perbedaan mencolok antara gedung pencakar langit yang berkilauan dan pasir yang gelap merupakan pengalaman yang tidak kalah spektakuler.

Pengunjung bisa menghabiskan malam dengan menginap di tenda suku nomaden Arab, Bedu. Dari sana, pendatang bisa menghabiskan malam dengan menatap bintang-bintang dan melanjutkan perjalanan dengan menjelajahi Cagar Konservasi Gurun Dubai.

Dubai juga menyimpan arsitektur masjid yang indah seperti misalnya masjid Jumeirah. Ada juga masjid biru Al Farooq Omar Bin Al Khattab yang menyerupai masjid biru di Istanbul. Pelancong juga bisa menikmati indahnya Miracle Garden, kanopi dari bunga di sebuah taman di distrik Dubailand. Taman tersebut dirawat dengan hati-hati. Taman tersebut merupakan salah satu lokasi wisata dengan peringkat terbaik di dunia.

Dubai juga siap memanjakan pengungjung dengan wisata kuliner. Sejumlah restoran berperingkat Michelin dan restoran mewah lainnya ada di sini. Dubai bahkan memiliki restoran terbesar di dunia bagi vegetarian. Dubai juga menyimpan segala jenis parfum. Tetapi satu parfum yang membedakan Dubai adalah Shumukh, parfum yang bernilai hampir 1,3 juta dolar. Parfum tersebut dikabarkan bertahan di pakaian hingga satu bulan.

Bahkan, Dubai menawarkan wisata klasik seperti merasakan dunia arab lama yang mencertakan bagaimana kota serta negara itu tumbuh bersama budaya mereka. Ada kontras antara desa dan bangunan yang terbentuk secara tidak sengaja dan akan memberikan pengalaman lain kepada para pelancong. Dan Dubai memiliki wisata pantai. Salah satu yang wajib dikunjungi adalah pantai La Mer. Pantai tersebut memiliki air yang jernih taman hiburan air serta karya seni yang bagus.

Wisata pantai lainnya juga bisa ditemukan disini. Cukup dengan derjalan di sepanjang dermaga dan menjelajahi bagian utara serta selatan pantai Namun yang harus diingat adalah beberapa warga Uni Emirat Arab merupakan penduduk yang tradisional dan konservatif. artinya pelancong diwajibkan berpakaian dan berperilaku sesuai dengan adat yang ada. (*)

Swiss Belhotel Internasional Sabet 8 Penghargaan ITTA 2019-2020

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Jaringan manajemen hotel global Swiss-Belhotel International, menyabet 8 penghargaan sekaligus pada ajang Indonesia Travel and Tour Awards (ITTA) ke-10 tahun 2019-2020, yang digelar di Jakarta, pertengahan Desember 2019, Termasuk terpilihnya kembali sebagai “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” untuk ke sembilan kalinya.

“Memenangkan penghargaan “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain”, Swiss-Belhotel International sekali lagi mengungguli sejumlah merek hotel global lainnya,” papar Chairman and President Swiss-Belhotel International, Gavin M. Faull dalam keterangan resminya secara tertulis, Kamis (26/12/2019).

7 properti Swiss-Belhotel International memperoleh penghargaan untuk kategori yang sangat kompetitif, sebagai kelanjutan dari hubungan berkesinambungan antara Swiss-Belhotel International dengan negara ini sejak masuknya lebih dari 25 tahun lalu hingga saat ini telah mengelola lebih dari 70 hotels dan resorts. Swiss-Belhotel International merupakan salah satu dari brand hotel yang dikenal stabil dan diminati.

Seluruh penghargaan ini menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk menyediakan akomodasi terbaik dengan standard internasional pada pada segment pasar – mulai dari bintang 2 – hingga – bintang 5 di seluruh Indonesia, paparnya.

Penghargaan juga diberikan kepada Gavin M. Faull, Chairman dan Presiden Swiss-Belhotel International, Mr. Emmanuel Guillard, Swiss-Belhotel International Senior Vice President of Operations and Development untuk Indonesia, Malaysia dan Cambodia, bersama dengan Deddy Sasmita, General Manager Swiss-Belhotel Airport Jakarta, diantara 13 peraih Penghargaan Top Hospitality Leader Award.

Gavin mengatakan bahwa Swiss-Belhotel International sangat senang dan bangga telah terpilih kembali menjadi “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” untuk ke sembilan kalinya dalam sejarah ITTA ke-10, dan sangat senang bahwa tujuh dari hotel kami memenangkan penghargaan. “Karena panjangnya sejarah kesuksesan yang kami lalui di Indonesia, keterkaitan Swiss-Belhotel International dengan negara ini dan masyarakatnya sangatlah erat,” paparnya.

“Selama lebih dari 25 tahun keputusan kami dalam melihat potensi bahwa Indonesia memiliki potensi besar telah membawa hasil. Pada kenyataannya, kami merupakan salah satu jaringan hotel manajemen international yang menanamkan bendera kami di pasar utama ini, dan kami mengungguli pesaing kami di daerah-daerah tersebut.” sambungnya,

Dilanjutkan, raihan penghargaan dari ITTA menunjukkan Swiss-Belhotel International telah meningkatkan potensi hubungan kerjasamanya dengan para rekanan, para pemilik hotel-hotel kami dan komunitas lokal untuk “meningkatkan standard akomodasi hotels dan resort di setiap pasar yang kami layani”

Penghargaan yang diterima oleh Swiss-Belhotel International grup adalah: Swiss-Belhotel International: Indonesia’s Leading Global Hotel Chain, Swiss-Belhotel Airport Jakarta: Indonesia’s Leading Airport Hotel, Swiss-Belinn Airport Surabaya: Indonesia’s Leading Airport Hotel, Surabaya. Juga Swiss-Belboutique Yogyakarta: Indonesia’s Leading Boutique Hotel, Yogyakarta

Selain itu, Swiss-Belresort Tanjung Binga, Belitung: Indonesia’s Leading Hotel, Bangka-Belitung. Swiss-Belresort Dago Heritage, Bandung: Indonesia’s Leading Resort, Bandung , Swiss-Belinn Luwuk: Indonesia’s Leading Hotel, Central Sulawesi serta Swiss-Belhotel Jambi: Indonesia’s Leading 4 Star Hotel, Jambi (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tren 2020, Traveling Alami Perubahan Drastis

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2020 tinggal menghitung hari. Memasuki tahun dan dekade baru, kebutuhan, perilaku, dan keinginan wisatawan berkaitan dengan travel mengalami perubahan yang sangat drastis. Juga memasuki dekade baru, industri travel akan menanggapi traveler yang berkelanjutan, punya rasa ingin tahu, dan cakap di dunia teknologi.

Karenanya perlu dilakukan melalui pengembangan produk, layanan, dan fungsi yang mempermudah semua orang untuk menjelajahi dunia. “Dari mencari kota kedua untuk mengatasi pariwisata berlebihan, menyediakan rekomendasi yang dibuat khusus, sampai memastikan adanya pilihan menginap yang beragam untuk pelanggan di seluruh dunia,” papar Senior Vice President dan Chief Marketing Officer Booking.com, Arjan Dijk dalam keterangan, Kamis (26/12/2019).

Diprediksi, lanjut Dijk, tahun 2020 akan menjadi tahun yang kian penuh dengan eksplorasi yang didorong teknologi dan rasa tanggung jawab. Selain itu ada hubungan lebih dalam dengan orang dan tempat yang dikunjungi. Prediksi tersebut dihasilkan dari riset terhadap lebih dari 22.000 traveler di 29 market, serta wawasan dari 180 juta ulasan tamu terverifikasi.

Berikut prediksi tren traveling tahun 2020 menurut Booking.com:

Munculnya traveler kota kedua

Wisata kota kedua, yang berarti eksplorasi destinasi yang tidak terlalu populer untuk mengurangi pariwisata berlebihan dan melindungi lingkungan, akan semakin diminati. Lebih dari separuh, 54 persen, traveler global ingin mengambil bagian dalam mengurangi pariwisata berlebihan. Adapun 51 persen traveler rela menukar destinasi awal mereka dengan tempat yang tidak terlalu terkenal tapi serupa, jika mereka tahu bahwa dampak lingkungannya lebih kecil.

Untuk menggugah minat mereka, 60 persen traveler global ingin mengakses layanan (aplikasi/situs) yang merekomendasikan destinasi di mana pertumbuhan pariwisata dapat memberi dampak positif terhadap komunitas lokal. Diperkirakan berbagai perusahaan akan menanggapi permintaan ini dengan memperkenalkan berbagai fungsi yang mempermudah traveler untuk menemukan destinasi kota/area kedua.

Hal ini dilakukan dengan mencocokkan preferensi perjalanan mereka dengan destinasi alternatif di negara atau wilayah pilihannya. Meningkatnya kolaborasi dalam ekosistem travel juga berarti meningkatnya kampanye kesadaran dan perbaikan infrastruktur yang akan menarik pengunjung ke tempat-tempat yang belum terlalu ramai.

Ekspektasi tinggi terhadap teknologi

Di tahun 2020 traveler akan lebih banyak mengandalkan teknologi untuk menentukan aspek-aspek penting dalam membuat keputusan. Memilih satu dari sekian banyak tempat untuk dijelajahi di planet yang menakjubkan ini tidak mudah. Untungnya, tahun depan kita akan melihat teknologi inventif yang dapat menginspirasi dan memungkinkan kita untuk mengatasi masalah ini dengan mudah.

Rekomendasi yang dibuat berdasarkan teknologi pintar yang terpercaya akan menghubungkan kita dengan begitu banyak pengalaman baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, menghemat waktu kita (termasuk waktu di depan layar gadget), dan memungkinkan kita untuk menikmati waktu liburan dengan optimal. Hal ini akan menjadi kabar gembira bagi enam dari 10 orang, 59 persen, yang berharap dapat dikejutkan oleh teknologi dengan berbagai opsi dan ide baru di tahun depan.

Selain itu, hampir separuh, 46 persen, traveler global menyatakan akan memakai aplikasi yang mempercepat dan mempermudah mereka untuk menjelajahi dan memesan aktivitas secara real time ketika bepergian. Traveler dengan jumlah serupa, 44 persen, juga berencana memakai aplikasi untuk merencanakan aktivitas, sehingga dapat mencari semua jawaban di satu tempat.

Untuk memenuhi permintaan itu, di tahun 2020 akan muncul lebih banyak aplikasi dengan kecerdasan buatan yang menawarkan rekomendasi khusus tentang destinasi, tempat menginap, dan aktivitas berdasarkan preferensi dan riwayat perjalanan. Selain itu ada informasi faktor penting seperti cuaca dan popularitas.

Slow traveling

Kalau dulu banyak yang takut untuk melewatkan segala sesuatu  dan mencoba untuk melakukan banyak hal sekaligus, di tahun 2020 banyak yang akan justru melambatkan perjalanannya. Tahun depan, hampir separuh, 48 persen, traveler berencana memilih transportasi yang lebih lambat untuk mengurangi dampak lingkungan,

Kemudian enam dari 10, 61 persen, akan memilih untuk mengambil rute yang lebih jauh demi lebih menikmati perjalanannya. Ada berbagai tipe transportasi yang juga mendorong keinginan kita untuk melambat, mulai dari sepeda, tram, kereta luncur, perahu, hingga kaki kita sendiri. Bahkan, lebih dari separuh, 57 persen, tidak keberatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan ke destinasi mereka, asal jenis transportasinya unik. Serupa dengan 64 persen yang ingin merasakan kembali ke masa lalu dengan naik kereta bersejarah.

Mencari liburan menyenangkan yang lengkap

Dunia berputar dengan begitu cepatnya sampai kebanyakan dari kita selalu merasa kekurangan waktu. Sama halnya dengan ketika liburan. Traveler mau waktu yang efisien saat berlibur. Daripada memilih satu tema untuk seluruh liburan, tahun depan akan semakin banyak traveler yang mencari pengalaman menyenangkan yang lengkap atau ‘all-amusive’.

Traveler pergi ke destinasi yang menawarkan beragam pilihan aktivitas dan atraksi. Lebih dari separuh, 54 persen, traveler global mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perjalanan panjang ke sebuah tempat yang memiliki semua aktivitas favorit mereka dan atraksi yang saling berdekatan. Adapun 62 persen setuju, keinginan tersebutmuncul karena mereka ingin menghemat waktu. Untuk menjawab tren ini, industri travel akan terus mempermudah traveler dalam menyesuaikan rencana perjalanan dengan lebih banyak ragam, promo, dan rute.

Hewan peliharaan jadi prioritas

Lebih dari separuh, 55 persen, pemilik hewan peliharaan global menganggap bahwa peliharaan mereka tidak kalah penting dari anak sendiri. Karena itu, tidak heran jika di tahun 2020 akan semakin banyak yang pergi berlibur dengan membawa hewan peliharaan. Kian banyak traveler yang mementingkan kebutuhan hewan peliharaannya sebelum kebutuhan mereka sendiri saat memutuskan destinasi, akomodasi, dan aktivitas yang akan dilakukan.

Sebanyak 42 persen pemilik hewan peliharaan global setuju, tahun depan mereka akan memilih destinasi liburan berdasarkan kemungkinan mereka membawa peliharaannya, dan 49 persen rela membayar lebih untuk akomodasi yang ramah hewan peliharaan. Tren ini juga terlihat dari jumlah properti ramah peliharaan yang terus meningkat di Booking.com. Akomodasi di seluruh dunia akan terus mencari cara yang inovatif untuk menawarkan layanan dan amenitas khusus hewan peliharaan, seperti tempat tidur anjing gratis hingga spa hewan.

Membuat kenangan dengan berlibur bersama kakek-nenek

Di tahun 2020, semakin banyak kakek-nenek yang berlibur bersama cucu-cucunya dan meninggalkan generasi tengah di rumah. Hampir tiga perempat, 72 persen, kakek-nenek setuju bakal menghabiskan waktu dengan cucu-cucu membuat mereka merasa awet muda. Bahkan, 71 persen percaya, orang tua perlu beristirahat sendiri tanpa anak-anaknya. Apa lagi, generasi tua saat ini lebih sehat, lebih pemberani, dan lebih ingin untuk tetap muda dan aktif dari sebelumnya.

Berburu reservasi restoran

Tahun depan traveler akan memiliki ambisi kuliner yang lebih tinggi dan menjadikannya faktor dalam mengambil keputusan. Kian banyak orang akan berlomba-lomba untuk membuat reservasi di restoran-restoran bergengsi. Bagi banyak orang, ke mana dan kapan mereka bepergian dimulai dari, dan bergantung pada, apakah mereka bisa memesan tempat di restoran bergengsi, bahkan di tempat yang daftar antreannya sampai berbulan-bulan lamanya.

Dengan nafsu makan yang dibangkitkan oleh konten dan rekomendasi media sosial, traveler tidak hanya akan mendambakan makan di restoran-restoran ternama saja. Tempat tersembunyi atau hidden gem yang sudah lama menjadi favorit orang lokal menawarkan rasa khas yang dicari-cari, dan sering kali berada di tempat yang tidak biasa. Tempat seperti inilah yang menggugah selera makan traveler yang mencari pengalaman gastronomi lokal. Hal ini terlihat dari tujuh dalam 10, 71 persen, traveler global yang menganggap penting untuk makan dari bahan pangan lokal dalam liburan mereka.

Rencana perjalanan jangka panjang

Kini, masa pensiun bukan lagi soal mencapai usia tertentu dan meninggalkan dunia kerja. Kian banyak orang yang secara sengaja merencanakan pensiun dini, dan hal ini diiringi dengan munculnya ‘perencanaan perjalanan petualangan’. Hampir seperempat, 23 persen, orang yang berusia 18-25 tahun berencana untuk pensiun sebelum berusia 55 tahun dan rencananya pun berbeda dari sebelumnya.

2020 terjadi perubahan pemikiran traveler mulai merencanakan tahun keemasannya, dengan hampir dua pertiga, 65 persen, traveler global melihat perjalanan sebagai cara yang sempurna untuk menghabiskan waktu luang. Hampir separuh, 47 persen, traveler global berencana untuk lebih berani dalam pilihan perjalanannya ketika mereka pensiun. Hampir seperlima, 19 persen, dari mereka yang telah pensiun sedang merencanakan gap year atau tahun jeda, yaitu berlibur beberapa bulan tanpa gangguan. Lebih dari separuh, 52 persen, traveler menganggap bahwa hal ini dapat dilakukan di usia berapa saja.

Starbucks di Jepang Singkirkan Sedotan Plastik

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Mulai Januari tahun 2020, Starbucks di Jepang akan menghilangkan penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, Starbucks akan menggunakan sedotan kertas. Kebijakan ini akan diimplementasikan terlebih dahulu di Starbucks Jepang. Langkah ini dilakukan demi menjaga lingkungan hidup dan mengurangi penggunaan plastik

Penggantinya berupa sedotan kertas. Dan disediakan di 1500 gerai Starbucks di Jepang. Sedotan kertas terbuat dari kertas bersumber secara bertanggung jawab yang disertifikasi oleh Forest Stewardship Council (FSC), bahkan tersedia dalam ukuran standar untuk minuman es dan ukuran besar untuk minuman campuran Frappuccino.

Sedotan kertas ukuran standar baru akan tersedia di toko-toko tertentu mulai Januari, dengan peluncuran lengkap ke semua gerai di Jepang pada bulan Maret. Sedotan berukuran besar untuk minuman campuran Frappuccino akan tersedia di semua gerai pada bulan Mei. Semua sedotan kertas akan datang dalam kemasan kertas dengan pesan positif tentang keberlanjutan lingkungan.

“Sejak kami mengumumkan komitmen global kami untuk menghilangkan sedotan plastik sekali pakai di semua toko pada akhir 2020, Starbucks Jepang telah berfokus tanpa lelah untuk menemukan alternatif sedotan yang memenuhi standar wakil direktur dan CEO Starbucks Jepang dalam keterangan medianya, Kamis (26/12/2019)

Starbucks terus mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk mengurangi plastik sekali pakai di toko-toko di seluruh Jepang. Sejak toko pertama dibuka di Ginza, Tokyo pada tahun 1996, toko-toko Starbucks di Jepang telah menawarkan diskon sebesar 20 yen untuk pelanggan yang membawa gelas atau gelas sendiri. Kapan di Indonesia? (end)

Travelling, Ed Sheeran Pamit Rehat Sejenak

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Musisi juga butuh liburan, begitu juga Ed Sheeran. Setelah tur panjang, Edward Christopher Sheeran nama aslinya pun mengumumkan mau istirahat sejenak. Lewat akun Instagramnya, musisi kelahiraran Halifax, Britania Raya 17 Februari 1991 ini menegaskan bakal istirahat dari pekerjaan dan media sosial sampai waktu yang tepat untuk kembali.

Selama rehat itu, pelantun lagu Shape Of You dan Perfect (2017) akan travelling, menulis, dan membaca. Saat balik lagi kerja, Ed juga menjanjikan dia bakal membawa musik yang baru untuk penggemarnya. Bersamaan dengan pesan tersebut, musisi yang gemar dengan instrumen gitar juga mengganti profil picture-nya dengan rangkaian huruf “BRB” atau “Be Right Back” dengan latar warna hitam.

Awal tahun ini, manager Ed Sheeran, Stuart Camp, mengatakan bahwa kemunculan Ed di panggung musik sudah terlalu keseringan. “Kami sadar bahwa Ed Sheeran kebanyakan muncul,” kata Stuart dalam podcast BBC Music Introducing’s, Does My Music Suck?

Sejak 2017, Ed memang belum cuti dari musik. Setelah mengeluarkan album “Devide” pada Maret 2017, dia langsung melanjutkan dengan tur album yang baru aja berakhir. Sebelum mengumumkan rehatnya, Ed Sheeran dinobatkan sebagai musisi dekade ini oleh Official Charts Company berkat kesuksesannya dalam dunia musik. Sebelumnya, suami dari Cherry Seaborn juga pernah cuti panjang pada 2015. (*)

Hati-hati, Situs Hotel pun Dipalsukan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjelang Malam Tahun Baru, berita tak mengenakan menguncang Sultan Hotel & Residence Jakarta. Nama beken hotel bintang lima di pusat Jakarta ini dicatut oleh organisasi atau segelintir orang dengan menjual paket harga palsu secara online untuk Malam Tahun Baru.

Setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh manajemen hotel yang melibatkan polisi dan organisasi pemerintah, The Sultan Hotel & Residence Jakarta memahami situs palsu bernama www.thesultanjakarta.com benar adanya telah mengkloning situs resmi hotel legendaries ini.

General Manager The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Fintan O ‘Doherty, merekomendasikan siapa pun yang berencana menghabiskan Malam Tahun Baru di hotel The Sultan agar memesan langsung ke hotel melalui email atau telepon, bisa juga booking via online travel agent.

“Para tamu hanya dapat melakukan reservasi melalui reservasi@sultanjakarta.com atau fb.host@sultanjakarta.com atau melalui telepon langsung kemeja pesta kami,” lontar Fintan serius.

Fintan mengingatkan,”Jangan percaya informa siapa pun yang Anda temukan di tempat lain, selain dari kami situs resmi https://sultanjakarta.com danakun Instagram resmi kami @thesultanhoteljkt.” tegasnya seperti dilansir laman MediaIndonesia, Kamis (26/12/2019)

Terkait kasus ini, Manajemen Hotel The Sultan telah melaporkan kasus phishing (pemalsuan website) ini kepada polisi sebagai cyber crime dan mengajukan keluhan mereka tentang situs penipu tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informasi. Mereka akan menindak lanjuti agar situs palsu www.thesultanjakarta.com ditutup segera.

Namun, sebagai hotel yang kerap diketahui publik sebagai salah satu hotel penyelenggara pesta tahun baru yang meriah maka The Sultan Hotel & Residence Jakarta hadir dengan penawaran yang menarik.

(*)

Sleman Sosialisasi Persepsi Keliru Soal Wisata Halal

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan persepsi wisata halal hanya untuk wisatawan Muslim tidak benar alias keliru dan salah besar. “Adanya persepsi tempat wisata halal hanya diperuntukkan untuk pengunjung Muslim saja, tidaklah benar. Konsep wisata halal merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dan fasilitas untuk pengunjung Muslim,” kata Kepala Dispar Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Kamis (26/12).

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan dan fasilitas untuk wisatawan Muslim tersebut, seperti adanya tempat beribadah dan toilet perempuan dan laki-laki yang dibedakan. “Kami selalu sampaikan jangan salah paham dengan konsep wisata halal. Ada yang salah persepsi menganggap wisata halal khusus untuk Muslim saja,” sambungnya.

Dilanjutkan, wisata halal untuk mengakomodir kebutuhan untuk masyarakat Muslim seperti tempat ibadah. “Kalau yang lain kan ibadah tidak terlalu sering. Dan untuk desa wisata untuk atraksinya lebih ke tradisional, jangan yang menampakkan aurat,” tandasnya seperti dilansir laman Republika.

Sementara untuk makanan, lanjut dia, penerapan yang dilakukan harus dimulai dari produk makanan yang mempunyai izin Pangan Industri Rumah Tangga( PIRT). “Upaya kami dalam mendukung ini salah satunya dengan menggandeng Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta,” ucapnya.

Sementara untuk desa wisata, diinisiasi dari KKN UIN Sunan Kalijaga yang salah satu dosen pembimbing lapangannya dari halal center. “Mencoba untuk di sana, kemarin ada enam produk yang sudah tersetifikasi dibantu oleh mereka mahasiswa KKN,” katanya.

Sudarningsih mengatakan, untuk sektor hotel dan restoran sudah melakukan sosialisasi wisata halal kepada sejumlah pengusaha tersebut. Dari sosialisasi yang sudah dilakukan, beberapa makanan di restoran sudah mempunyai sertifikasi halal. “Hotel Cakrakusuma 30 atau 40 makanan sudah dinyatakan sebagai makanan halal. Resto seperti Pizza Hut dan Sushi Tei sudah memasang plakat halal,” lontarnya.

Saat ini baru satu Desa Wisata Pulesari yang menjadi pencontohan wisata halal yang sudah berjalan di Kabupaten Sleman. Konsep wisata halal sudah berjalan di desa tersebut karena adanya dukungan dari masyarakat sekitar. “Di Desa Wisata Pulesari sudah bisa jalan, karena masyarakatnya sangat menyambut baik konsep tersebut,” paparnya

Dispar Sleman terus mendorong wisata halal di wilayah setempat untuk mendongkrak kunjungan wisatawan Muslim baik dalam negeri maupun luar negeri. “Perlu keterlibatan dan dukungan masyarakat dalam penerapan wisata halal di Kabupaten Sleman. Selain keterlibatan masyarakat dalam mendukung konsep tersebut, juga dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Menurut dia, tidak mudah menerapkan konsep wisata halal di Kabupaten Sleman yang banyak tumbuh berbagai destinasi wisata. Perlu adanya kesiapan dan dukungan masyarakat agar program wisata halal tersebut bisa terlaksana. “Kita tidak bisa memaksa karena itu tergantung masyarakat sendiri, kalau mereka siap dan mau kita akan dukung. Saat ini kami baru sebatas mengimbau karena kita belum bisa sepenuhnya memfasilitasi,” tutupnya. (*).