Swiss Belhotel Internasional Sabet 8 Penghargaan ITTA 2019-2020

this formate

HONG KONG, bisniswisata.co.id: Jaringan manajemen hotel global Swiss-Belhotel International, menyabet 8 penghargaan sekaligus pada ajang Indonesia Travel and Tour Awards (ITTA) ke-10 tahun 2019-2020, yang digelar di Jakarta, pertengahan Desember 2019, Termasuk terpilihnya kembali sebagai “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” untuk ke sembilan kalinya.

“Memenangkan penghargaan “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain”, Swiss-Belhotel International sekali lagi mengungguli sejumlah merek hotel global lainnya,” papar Chairman and President Swiss-Belhotel International, Gavin M. Faull dalam keterangan resminya secara tertulis, Kamis (26/12/2019).

7 properti Swiss-Belhotel International memperoleh penghargaan untuk kategori yang sangat kompetitif, sebagai kelanjutan dari hubungan berkesinambungan antara Swiss-Belhotel International dengan negara ini sejak masuknya lebih dari 25 tahun lalu hingga saat ini telah mengelola lebih dari 70 hotels dan resorts. Swiss-Belhotel International merupakan salah satu dari brand hotel yang dikenal stabil dan diminati.

Seluruh penghargaan ini menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk menyediakan akomodasi terbaik dengan standard internasional pada pada segment pasar – mulai dari bintang 2 – hingga – bintang 5 di seluruh Indonesia, paparnya.

Penghargaan juga diberikan kepada Gavin M. Faull, Chairman dan Presiden Swiss-Belhotel International, Mr. Emmanuel Guillard, Swiss-Belhotel International Senior Vice President of Operations and Development untuk Indonesia, Malaysia dan Cambodia, bersama dengan Deddy Sasmita, General Manager Swiss-Belhotel Airport Jakarta, diantara 13 peraih Penghargaan Top Hospitality Leader Award.

Gavin mengatakan bahwa Swiss-Belhotel International sangat senang dan bangga telah terpilih kembali menjadi “Indonesia’s Leading Global Hotel Chain” untuk ke sembilan kalinya dalam sejarah ITTA ke-10, dan sangat senang bahwa tujuh dari hotel kami memenangkan penghargaan. “Karena panjangnya sejarah kesuksesan yang kami lalui di Indonesia, keterkaitan Swiss-Belhotel International dengan negara ini dan masyarakatnya sangatlah erat,” paparnya.

“Selama lebih dari 25 tahun keputusan kami dalam melihat potensi bahwa Indonesia memiliki potensi besar telah membawa hasil. Pada kenyataannya, kami merupakan salah satu jaringan hotel manajemen international yang menanamkan bendera kami di pasar utama ini, dan kami mengungguli pesaing kami di daerah-daerah tersebut.” sambungnya,

Dilanjutkan, raihan penghargaan dari ITTA menunjukkan Swiss-Belhotel International telah meningkatkan potensi hubungan kerjasamanya dengan para rekanan, para pemilik hotel-hotel kami dan komunitas lokal untuk “meningkatkan standard akomodasi hotels dan resort di setiap pasar yang kami layani”

Penghargaan yang diterima oleh Swiss-Belhotel International grup adalah: Swiss-Belhotel International: Indonesia’s Leading Global Hotel Chain, Swiss-Belhotel Airport Jakarta: Indonesia’s Leading Airport Hotel, Swiss-Belinn Airport Surabaya: Indonesia’s Leading Airport Hotel, Surabaya. Juga Swiss-Belboutique Yogyakarta: Indonesia’s Leading Boutique Hotel, Yogyakarta

Selain itu, Swiss-Belresort Tanjung Binga, Belitung: Indonesia’s Leading Hotel, Bangka-Belitung. Swiss-Belresort Dago Heritage, Bandung: Indonesia’s Leading Resort, Bandung , Swiss-Belinn Luwuk: Indonesia’s Leading Hotel, Central Sulawesi serta Swiss-Belhotel Jambi: Indonesia’s Leading 4 Star Hotel, Jambi (redaksibisniswisata@gmail.com)

Tren 2020, Traveling Alami Perubahan Drastis

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Tahun 2020 tinggal menghitung hari. Memasuki tahun dan dekade baru, kebutuhan, perilaku, dan keinginan wisatawan berkaitan dengan travel mengalami perubahan yang sangat drastis. Juga memasuki dekade baru, industri travel akan menanggapi traveler yang berkelanjutan, punya rasa ingin tahu, dan cakap di dunia teknologi.

Karenanya perlu dilakukan melalui pengembangan produk, layanan, dan fungsi yang mempermudah semua orang untuk menjelajahi dunia. “Dari mencari kota kedua untuk mengatasi pariwisata berlebihan, menyediakan rekomendasi yang dibuat khusus, sampai memastikan adanya pilihan menginap yang beragam untuk pelanggan di seluruh dunia,” papar Senior Vice President dan Chief Marketing Officer Booking.com, Arjan Dijk dalam keterangan, Kamis (26/12/2019).

Diprediksi, lanjut Dijk, tahun 2020 akan menjadi tahun yang kian penuh dengan eksplorasi yang didorong teknologi dan rasa tanggung jawab. Selain itu ada hubungan lebih dalam dengan orang dan tempat yang dikunjungi. Prediksi tersebut dihasilkan dari riset terhadap lebih dari 22.000 traveler di 29 market, serta wawasan dari 180 juta ulasan tamu terverifikasi.

Berikut prediksi tren traveling tahun 2020 menurut Booking.com:

Munculnya traveler kota kedua

Wisata kota kedua, yang berarti eksplorasi destinasi yang tidak terlalu populer untuk mengurangi pariwisata berlebihan dan melindungi lingkungan, akan semakin diminati. Lebih dari separuh, 54 persen, traveler global ingin mengambil bagian dalam mengurangi pariwisata berlebihan. Adapun 51 persen traveler rela menukar destinasi awal mereka dengan tempat yang tidak terlalu terkenal tapi serupa, jika mereka tahu bahwa dampak lingkungannya lebih kecil.

Untuk menggugah minat mereka, 60 persen traveler global ingin mengakses layanan (aplikasi/situs) yang merekomendasikan destinasi di mana pertumbuhan pariwisata dapat memberi dampak positif terhadap komunitas lokal. Diperkirakan berbagai perusahaan akan menanggapi permintaan ini dengan memperkenalkan berbagai fungsi yang mempermudah traveler untuk menemukan destinasi kota/area kedua.

Hal ini dilakukan dengan mencocokkan preferensi perjalanan mereka dengan destinasi alternatif di negara atau wilayah pilihannya. Meningkatnya kolaborasi dalam ekosistem travel juga berarti meningkatnya kampanye kesadaran dan perbaikan infrastruktur yang akan menarik pengunjung ke tempat-tempat yang belum terlalu ramai.

Ekspektasi tinggi terhadap teknologi

Di tahun 2020 traveler akan lebih banyak mengandalkan teknologi untuk menentukan aspek-aspek penting dalam membuat keputusan. Memilih satu dari sekian banyak tempat untuk dijelajahi di planet yang menakjubkan ini tidak mudah. Untungnya, tahun depan kita akan melihat teknologi inventif yang dapat menginspirasi dan memungkinkan kita untuk mengatasi masalah ini dengan mudah.

Rekomendasi yang dibuat berdasarkan teknologi pintar yang terpercaya akan menghubungkan kita dengan begitu banyak pengalaman baru yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, menghemat waktu kita (termasuk waktu di depan layar gadget), dan memungkinkan kita untuk menikmati waktu liburan dengan optimal. Hal ini akan menjadi kabar gembira bagi enam dari 10 orang, 59 persen, yang berharap dapat dikejutkan oleh teknologi dengan berbagai opsi dan ide baru di tahun depan.

Selain itu, hampir separuh, 46 persen, traveler global menyatakan akan memakai aplikasi yang mempercepat dan mempermudah mereka untuk menjelajahi dan memesan aktivitas secara real time ketika bepergian. Traveler dengan jumlah serupa, 44 persen, juga berencana memakai aplikasi untuk merencanakan aktivitas, sehingga dapat mencari semua jawaban di satu tempat.

Untuk memenuhi permintaan itu, di tahun 2020 akan muncul lebih banyak aplikasi dengan kecerdasan buatan yang menawarkan rekomendasi khusus tentang destinasi, tempat menginap, dan aktivitas berdasarkan preferensi dan riwayat perjalanan. Selain itu ada informasi faktor penting seperti cuaca dan popularitas.

Slow traveling

Kalau dulu banyak yang takut untuk melewatkan segala sesuatu  dan mencoba untuk melakukan banyak hal sekaligus, di tahun 2020 banyak yang akan justru melambatkan perjalanannya. Tahun depan, hampir separuh, 48 persen, traveler berencana memilih transportasi yang lebih lambat untuk mengurangi dampak lingkungan,

Kemudian enam dari 10, 61 persen, akan memilih untuk mengambil rute yang lebih jauh demi lebih menikmati perjalanannya. Ada berbagai tipe transportasi yang juga mendorong keinginan kita untuk melambat, mulai dari sepeda, tram, kereta luncur, perahu, hingga kaki kita sendiri. Bahkan, lebih dari separuh, 57 persen, tidak keberatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di perjalanan ke destinasi mereka, asal jenis transportasinya unik. Serupa dengan 64 persen yang ingin merasakan kembali ke masa lalu dengan naik kereta bersejarah.

Mencari liburan menyenangkan yang lengkap

Dunia berputar dengan begitu cepatnya sampai kebanyakan dari kita selalu merasa kekurangan waktu. Sama halnya dengan ketika liburan. Traveler mau waktu yang efisien saat berlibur. Daripada memilih satu tema untuk seluruh liburan, tahun depan akan semakin banyak traveler yang mencari pengalaman menyenangkan yang lengkap atau ‘all-amusive’.

Traveler pergi ke destinasi yang menawarkan beragam pilihan aktivitas dan atraksi. Lebih dari separuh, 54 persen, traveler global mengungkapkan keinginannya untuk melakukan perjalanan panjang ke sebuah tempat yang memiliki semua aktivitas favorit mereka dan atraksi yang saling berdekatan. Adapun 62 persen setuju, keinginan tersebutmuncul karena mereka ingin menghemat waktu. Untuk menjawab tren ini, industri travel akan terus mempermudah traveler dalam menyesuaikan rencana perjalanan dengan lebih banyak ragam, promo, dan rute.

Hewan peliharaan jadi prioritas

Lebih dari separuh, 55 persen, pemilik hewan peliharaan global menganggap bahwa peliharaan mereka tidak kalah penting dari anak sendiri. Karena itu, tidak heran jika di tahun 2020 akan semakin banyak yang pergi berlibur dengan membawa hewan peliharaan. Kian banyak traveler yang mementingkan kebutuhan hewan peliharaannya sebelum kebutuhan mereka sendiri saat memutuskan destinasi, akomodasi, dan aktivitas yang akan dilakukan.

Sebanyak 42 persen pemilik hewan peliharaan global setuju, tahun depan mereka akan memilih destinasi liburan berdasarkan kemungkinan mereka membawa peliharaannya, dan 49 persen rela membayar lebih untuk akomodasi yang ramah hewan peliharaan. Tren ini juga terlihat dari jumlah properti ramah peliharaan yang terus meningkat di Booking.com. Akomodasi di seluruh dunia akan terus mencari cara yang inovatif untuk menawarkan layanan dan amenitas khusus hewan peliharaan, seperti tempat tidur anjing gratis hingga spa hewan.

Membuat kenangan dengan berlibur bersama kakek-nenek

Di tahun 2020, semakin banyak kakek-nenek yang berlibur bersama cucu-cucunya dan meninggalkan generasi tengah di rumah. Hampir tiga perempat, 72 persen, kakek-nenek setuju bakal menghabiskan waktu dengan cucu-cucu membuat mereka merasa awet muda. Bahkan, 71 persen percaya, orang tua perlu beristirahat sendiri tanpa anak-anaknya. Apa lagi, generasi tua saat ini lebih sehat, lebih pemberani, dan lebih ingin untuk tetap muda dan aktif dari sebelumnya.

Berburu reservasi restoran

Tahun depan traveler akan memiliki ambisi kuliner yang lebih tinggi dan menjadikannya faktor dalam mengambil keputusan. Kian banyak orang akan berlomba-lomba untuk membuat reservasi di restoran-restoran bergengsi. Bagi banyak orang, ke mana dan kapan mereka bepergian dimulai dari, dan bergantung pada, apakah mereka bisa memesan tempat di restoran bergengsi, bahkan di tempat yang daftar antreannya sampai berbulan-bulan lamanya.

Dengan nafsu makan yang dibangkitkan oleh konten dan rekomendasi media sosial, traveler tidak hanya akan mendambakan makan di restoran-restoran ternama saja. Tempat tersembunyi atau hidden gem yang sudah lama menjadi favorit orang lokal menawarkan rasa khas yang dicari-cari, dan sering kali berada di tempat yang tidak biasa. Tempat seperti inilah yang menggugah selera makan traveler yang mencari pengalaman gastronomi lokal. Hal ini terlihat dari tujuh dalam 10, 71 persen, traveler global yang menganggap penting untuk makan dari bahan pangan lokal dalam liburan mereka.

Rencana perjalanan jangka panjang

Kini, masa pensiun bukan lagi soal mencapai usia tertentu dan meninggalkan dunia kerja. Kian banyak orang yang secara sengaja merencanakan pensiun dini, dan hal ini diiringi dengan munculnya ‘perencanaan perjalanan petualangan’. Hampir seperempat, 23 persen, orang yang berusia 18-25 tahun berencana untuk pensiun sebelum berusia 55 tahun dan rencananya pun berbeda dari sebelumnya.

2020 terjadi perubahan pemikiran traveler mulai merencanakan tahun keemasannya, dengan hampir dua pertiga, 65 persen, traveler global melihat perjalanan sebagai cara yang sempurna untuk menghabiskan waktu luang. Hampir separuh, 47 persen, traveler global berencana untuk lebih berani dalam pilihan perjalanannya ketika mereka pensiun. Hampir seperlima, 19 persen, dari mereka yang telah pensiun sedang merencanakan gap year atau tahun jeda, yaitu berlibur beberapa bulan tanpa gangguan. Lebih dari separuh, 52 persen, traveler menganggap bahwa hal ini dapat dilakukan di usia berapa saja.

Starbucks di Jepang Singkirkan Sedotan Plastik

this formate

TOKYO, bisniswisata.co.id: Mulai Januari tahun 2020, Starbucks di Jepang akan menghilangkan penggunaan sedotan plastik sekali pakai. Sebagai gantinya, Starbucks akan menggunakan sedotan kertas. Kebijakan ini akan diimplementasikan terlebih dahulu di Starbucks Jepang. Langkah ini dilakukan demi menjaga lingkungan hidup dan mengurangi penggunaan plastik

Penggantinya berupa sedotan kertas. Dan disediakan di 1500 gerai Starbucks di Jepang. Sedotan kertas terbuat dari kertas bersumber secara bertanggung jawab yang disertifikasi oleh Forest Stewardship Council (FSC), bahkan tersedia dalam ukuran standar untuk minuman es dan ukuran besar untuk minuman campuran Frappuccino.

Sedotan kertas ukuran standar baru akan tersedia di toko-toko tertentu mulai Januari, dengan peluncuran lengkap ke semua gerai di Jepang pada bulan Maret. Sedotan berukuran besar untuk minuman campuran Frappuccino akan tersedia di semua gerai pada bulan Mei. Semua sedotan kertas akan datang dalam kemasan kertas dengan pesan positif tentang keberlanjutan lingkungan.

“Sejak kami mengumumkan komitmen global kami untuk menghilangkan sedotan plastik sekali pakai di semua toko pada akhir 2020, Starbucks Jepang telah berfokus tanpa lelah untuk menemukan alternatif sedotan yang memenuhi standar wakil direktur dan CEO Starbucks Jepang dalam keterangan medianya, Kamis (26/12/2019)

Starbucks terus mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk mengurangi plastik sekali pakai di toko-toko di seluruh Jepang. Sejak toko pertama dibuka di Ginza, Tokyo pada tahun 1996, toko-toko Starbucks di Jepang telah menawarkan diskon sebesar 20 yen untuk pelanggan yang membawa gelas atau gelas sendiri. Kapan di Indonesia? (end)

Travelling, Ed Sheeran Pamit Rehat Sejenak

this formate

LONDON, bisniswisata.co.id: Musisi juga butuh liburan, begitu juga Ed Sheeran. Setelah tur panjang, Edward Christopher Sheeran nama aslinya pun mengumumkan mau istirahat sejenak. Lewat akun Instagramnya, musisi kelahiraran Halifax, Britania Raya 17 Februari 1991 ini menegaskan bakal istirahat dari pekerjaan dan media sosial sampai waktu yang tepat untuk kembali.

Selama rehat itu, pelantun lagu Shape Of You dan Perfect (2017) akan travelling, menulis, dan membaca. Saat balik lagi kerja, Ed juga menjanjikan dia bakal membawa musik yang baru untuk penggemarnya. Bersamaan dengan pesan tersebut, musisi yang gemar dengan instrumen gitar juga mengganti profil picture-nya dengan rangkaian huruf “BRB” atau “Be Right Back” dengan latar warna hitam.

Awal tahun ini, manager Ed Sheeran, Stuart Camp, mengatakan bahwa kemunculan Ed di panggung musik sudah terlalu keseringan. “Kami sadar bahwa Ed Sheeran kebanyakan muncul,” kata Stuart dalam podcast BBC Music Introducing’s, Does My Music Suck?

Sejak 2017, Ed memang belum cuti dari musik. Setelah mengeluarkan album “Devide” pada Maret 2017, dia langsung melanjutkan dengan tur album yang baru aja berakhir. Sebelum mengumumkan rehatnya, Ed Sheeran dinobatkan sebagai musisi dekade ini oleh Official Charts Company berkat kesuksesannya dalam dunia musik. Sebelumnya, suami dari Cherry Seaborn juga pernah cuti panjang pada 2015. (*)

Hati-hati, Situs Hotel pun Dipalsukan

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjelang Malam Tahun Baru, berita tak mengenakan menguncang Sultan Hotel & Residence Jakarta. Nama beken hotel bintang lima di pusat Jakarta ini dicatut oleh organisasi atau segelintir orang dengan menjual paket harga palsu secara online untuk Malam Tahun Baru.

Setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh oleh manajemen hotel yang melibatkan polisi dan organisasi pemerintah, The Sultan Hotel & Residence Jakarta memahami situs palsu bernama www.thesultanjakarta.com benar adanya telah mengkloning situs resmi hotel legendaries ini.

General Manager The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Fintan O ‘Doherty, merekomendasikan siapa pun yang berencana menghabiskan Malam Tahun Baru di hotel The Sultan agar memesan langsung ke hotel melalui email atau telepon, bisa juga booking via online travel agent.

“Para tamu hanya dapat melakukan reservasi melalui reservasi@sultanjakarta.com atau fb.host@sultanjakarta.com atau melalui telepon langsung kemeja pesta kami,” lontar Fintan serius.

Fintan mengingatkan,”Jangan percaya informa siapa pun yang Anda temukan di tempat lain, selain dari kami situs resmi https://sultanjakarta.com danakun Instagram resmi kami @thesultanhoteljkt.” tegasnya seperti dilansir laman MediaIndonesia, Kamis (26/12/2019)

Terkait kasus ini, Manajemen Hotel The Sultan telah melaporkan kasus phishing (pemalsuan website) ini kepada polisi sebagai cyber crime dan mengajukan keluhan mereka tentang situs penipu tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Informasi. Mereka akan menindak lanjuti agar situs palsu www.thesultanjakarta.com ditutup segera.

Namun, sebagai hotel yang kerap diketahui publik sebagai salah satu hotel penyelenggara pesta tahun baru yang meriah maka The Sultan Hotel & Residence Jakarta hadir dengan penawaran yang menarik.

(*)

Sleman Sosialisasi Persepsi Keliru Soal Wisata Halal

this formate

SLEMAN, bisniswisata.co.id: Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan persepsi wisata halal hanya untuk wisatawan Muslim tidak benar alias keliru dan salah besar. “Adanya persepsi tempat wisata halal hanya diperuntukkan untuk pengunjung Muslim saja, tidaklah benar. Konsep wisata halal merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dan fasilitas untuk pengunjung Muslim,” kata Kepala Dispar Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Kamis (26/12).

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan dan fasilitas untuk wisatawan Muslim tersebut, seperti adanya tempat beribadah dan toilet perempuan dan laki-laki yang dibedakan. “Kami selalu sampaikan jangan salah paham dengan konsep wisata halal. Ada yang salah persepsi menganggap wisata halal khusus untuk Muslim saja,” sambungnya.

Dilanjutkan, wisata halal untuk mengakomodir kebutuhan untuk masyarakat Muslim seperti tempat ibadah. “Kalau yang lain kan ibadah tidak terlalu sering. Dan untuk desa wisata untuk atraksinya lebih ke tradisional, jangan yang menampakkan aurat,” tandasnya seperti dilansir laman Republika.

Sementara untuk makanan, lanjut dia, penerapan yang dilakukan harus dimulai dari produk makanan yang mempunyai izin Pangan Industri Rumah Tangga( PIRT). “Upaya kami dalam mendukung ini salah satunya dengan menggandeng Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta,” ucapnya.

Sementara untuk desa wisata, diinisiasi dari KKN UIN Sunan Kalijaga yang salah satu dosen pembimbing lapangannya dari halal center. “Mencoba untuk di sana, kemarin ada enam produk yang sudah tersetifikasi dibantu oleh mereka mahasiswa KKN,” katanya.

Sudarningsih mengatakan, untuk sektor hotel dan restoran sudah melakukan sosialisasi wisata halal kepada sejumlah pengusaha tersebut. Dari sosialisasi yang sudah dilakukan, beberapa makanan di restoran sudah mempunyai sertifikasi halal. “Hotel Cakrakusuma 30 atau 40 makanan sudah dinyatakan sebagai makanan halal. Resto seperti Pizza Hut dan Sushi Tei sudah memasang plakat halal,” lontarnya.

Saat ini baru satu Desa Wisata Pulesari yang menjadi pencontohan wisata halal yang sudah berjalan di Kabupaten Sleman. Konsep wisata halal sudah berjalan di desa tersebut karena adanya dukungan dari masyarakat sekitar. “Di Desa Wisata Pulesari sudah bisa jalan, karena masyarakatnya sangat menyambut baik konsep tersebut,” paparnya

Dispar Sleman terus mendorong wisata halal di wilayah setempat untuk mendongkrak kunjungan wisatawan Muslim baik dalam negeri maupun luar negeri. “Perlu keterlibatan dan dukungan masyarakat dalam penerapan wisata halal di Kabupaten Sleman. Selain keterlibatan masyarakat dalam mendukung konsep tersebut, juga dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit,” katanya.

Menurut dia, tidak mudah menerapkan konsep wisata halal di Kabupaten Sleman yang banyak tumbuh berbagai destinasi wisata. Perlu adanya kesiapan dan dukungan masyarakat agar program wisata halal tersebut bisa terlaksana. “Kita tidak bisa memaksa karena itu tergantung masyarakat sendiri, kalau mereka siap dan mau kita akan dukung. Saat ini kami baru sebatas mengimbau karena kita belum bisa sepenuhnya memfasilitasi,” tutupnya. (*).

18 Komunitas Apresiasi Koperasi Pariwisata Kawasan Komodo

this formate

LABUAN BAJO, bisniswisata,co.id: SEBANYAK 18 Komunitas dari berbagai aktifitas pariwisata di kawasan wisata Komodo, Labuan Bajo Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat apresiasi dan menyambut postif lahirnya Koperasi Pariwisata Republik Indonesia (KoparRi) Cabang Komodo, yang dikukuhkan di Aula Kampus Politeknik eLBajo, Labuan Bajo, Sabtu (21/12/2019).

Pengukuhan ditandai pembacaan Surat Keputusan Pendirian Cabang Komodo oleh Sekjen KoparRi Aventinus Janur dan penyerahan petaka bendera KoparRi dari Ketua Umum KoparRi pusat Yosef Tor Tulis kepada Ketua Pengurus Cabang Komodo, Reynes Sahadun yang didampingi sekretaris Edigius Jehadut dan bendahara Elisabeth Gelora.

Pengukuhan KoparRi Cabang Komodo mendapat sambutan positif dari perwakilan 18 komunitas antara lain komunitas petani sayur, komunitas ternak, komunitas nelayan, komunitas kuliner, komunitas pengrajin/penenun, komunitas travel, komunitas warung dan kios, komunitas pemasok sayur, komunitas homestay, dan komunitas rumah makan.

Penyerahan SK dan Petaka KoparRi disaksikan Direktur Promosi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vincensius Jemadu, dan tokoh Manggarai Marsel Agot. “Saya mengucapkan selamat kepada para pendiri dan penggerak yang telah mendeklarasikan KoparRi Komodo tepat dua bulan lalu, 21 Oktober 2019. KoparRi sebagai gerakan ekonomi rakyat memang sesungguhnya muncul dari inisiatif masyarakat di akar rumput,” papar Yosef Tor dalam rilisnya, Rabu (25/12/2019).

Marsel Agot, pejuang keadilan dan kelestarian destinasi wisata Labuan Bajo – Komodo, mengapresiasi gagasan dan misi KoparRi dalam memperjuangan keadilan dan kelestarian destinasi wisata Komodo, Labuan Bajo yang tak ternilai. Selama ini, 80 hingga 90% masyarakat Labuan Bajo dan Manggarai Barat hanya menjadi penonton di tengah geliat pembangunan dan kemajuan Komodo – Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Saya tertarik dengan gagasan besar dan arah perjuangan KoparRi. Jika KoparRi mampu menjalankan perannya sebagai komunikator dan fasilitator pemberdayaan masyarakat dan UMKM di Labuan Bajo dan sekitarnya, saya yakin hasilnya akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan kelestarian ekosistem destinasi,” lontarnya.

KoparRi Cabang Komodo menjadi cabang utama pertama sejalan prioritas pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang menempatkan Komodo sebagai destinasi nomor satu, sehingga disebut super-prioritas. Dari 11 destinasi prioritas dikerucut menjadi 5 destinasi premium, dari 5 destinasi premium menjadi 2 destinasi super-premium, yaitu pertama Komodo – Labuan Bajo (NTT) dan kedua Mandalika (NTB).

Dilanjutkan, KoparRi adalah wadah penggerak ekonomi masyarakat di daerah-daerah wisata sebagai simpul pertumbuhan ekonomi. Ia mengutip visi dan misi Presiden Joko Widodo meredesain struktur ekonomi negara yang timpang di mana ada 62 juta lebih UMKM di Indonesia namun hanya menyumbang 14% dari total ekspor Indonesia.

Padahal, kontribusi UMKM Indonesia terhadap perekonomian nasional mencapai 60%. Bandingkan dengan Cina yang 70% ekspornya disokong oleh produk UKM, Korea Selatan 60%, Jepang 55%, dan Thailand 35%. “Intinya, 62 juta lebih UMKM kini lahir secara alamiah tanpa desain. Dengan berhimpun dalam koperasi sebagai wadah usaha bersama, UMKM naik kelas. Skala mikro naik menjadi kecil, kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar,” ujar Yosef.

Diharapkan, KoparRi mampu ikut dalam upaya pemerintah meredesain struktur ekonomi negara yang timpang itu. “Hanya saja, kami jadikan destinasi wisata sebagai simpul gerakan. Dengan berhimpun dalam KoparRi, UMKM-UMKM di dalam maupun di sekitar destinasi wisata memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas dan nilai produk mereka,” kata Yosef.

Perkuatan Berbasis Komunitas

Nurhayati Alwi, koordinator komunitas UMKM kuliner, mengatakan sangat senang dengan kehadiran KoparRi. Ia mengakui dirinya sudah cukup lama menggeluti makanan dan oleh-oleh khas Flores. Tapi, belum banyak orang lokal yang fokus ke situ. Padahal, lanjut Nurhayati, itu jatidiri kita yang menjadi kekuatan destinasi dari aspek budaya lokal.

“Saya menaruh harapan besar pada KoparRi untuk menggerakkan masyarakat kita agar mampu mengikuti arus perkembangan Labuan Bajo yang sangat cepat. Peluang sangat banyak dan terbuka. Jangan sampai semua peluang itu direbut orang luar dan masyarakat kita hanya menonton kemajuan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium,” ujar yang sempat heboh dengan masakan cumi raksasa yang ditayangkan dalam acara Hitam Putih asuhan Deddy Corbuzer.

Donatus Matur, representasi dari komunitas travel agent, berharap KoparRi tidak hanya mengangkat UMKM di Kota Labuan Bajo dan sekitarnya, tetapi juga di desa-desa di Manggarai Raya. Dikatakan, produk yang diperlukan wisatawan di Labuan Bajo seharusnya disuplai oleh desa-desa di Manggarai Raya.

“Namun, masyarakat di desa-desa memerlukan perencanaan yang matang dan fokus. Bukan hanya pendidikan dan pelatihan, tapi juga pendampingan yang intensif sehingga produk mereka bermutu sesuai kebutuhan pasar dan berkelanjutan. Untuk itu, pembangunan infrastruktur jangan hanya terfokus di Labuan Bajo tetapi merata di seluruh destinasi di desa-desa wisata. Ini juga bagian dari gerakan promosi desa wisata,” ujar Donatus.

Wati Ontong, koordinator komunitas penenun, menyampaikan beberapa persoalan yang melilit UMKM di desa, khususnya para penenun. Wati bercerita, pihaknya masih kesulitan dalam hal akses jalan raya ke sentra-sentra tenun, masalah kualitas bahan baku benang, sumber daya manusia penenun, hingga alat produksi.

“Ketika pasar (wisatawan) meminta tenunan yang lebih ringan dengan motif yang lebih variatif, dalam jumlah tertentu, di situ kami mentok. SDM kita tidak siap mendesain kain tenun yang sesuai selera pasar. Kita juga terkendala kualitas bahan baku dan mesin produksi yang masih tradisional sehingga sulit memenuhi permintaan konsumen,” ujar Wati Ontong. (redaksi@bisniswisata.co.id)

Film Home Alone Selalu Muncul Saat Natal. Kenapa?

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Bagi penggemar film pasti tahu tentang film keluarga Home Alone. Film Home Alone terdiri dari beberapa sekuel. Pertama Home Alone yang dibintangi Macaulay Culkin muncul tahun 1990. Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1992 tayang Home Alone 2. Dilanjutkan Home Alone 3 tahun 1997 dan Home Alone 4 tayang tahun 2002. Terakhir, Home Alone 5 tayang pada tahun 2012. Dan tujuh tahun belum ada lagi sekuelnya.

Home Alone 1 menceritakan seorang anak bernama Kevin McCallister yang tak sengaja ditinggal ibunya saat akan pulang kampung. Alhasil, ia harus tinggal di rumahnya sendirian dan menghadapi para pencuri. Kemudian, Home Alone 2 menceritakan kisah Kevin yang bertemu kembali dengan para pencuri. Kala itu, Kevin juga tengah sendiri karena tak sengaja berpisah dengan keluarganya.

Home Alone 3 dibintangi oleh artis cilik Alex D Linz. Ceritanya pun tak jauh beda dengan sekuel sebelumnya di mana ia harus berhadapan dengan para pencuri. Home Alone 4 menceritakan seorang anak yang diperankan Mike Weinberg yang harus menjaga rumah ibu tirinya dari serangan para pencuri. Sedangkan, Home Alone 5 dibintangi pleh Christian Martyn menceritakan keseruannya membuat jebakan bagi para pencuri di rumahnya.

Pemeran Kevin McCallister dalam film Home Alone 1 dan 2 dibintangi oleh Macaulay Culkin. Kemudian, Home Alone 3, 4, dan 5 dibintangi oleh artis cilik yang berbeda-beda, yakni Alex D Linz, Mike Weinberg, dan Christian Martyn.

Dulu, film ini selalu sukses dan menyedot perhatian penonton. Apalagi selalu tayang saat liburan Natal hingga Tahun Baru. Meski sudah tak tayang di layar lebar, kini Film Home Alone bisa ditonton di layar lebar, juga munculnya kerap saat Natal dan Tahun Baru.

Penasaran kenapa sih film Home Alone selalu jadi film wajib saat libur Natal hingga tahun baru? Ternyata, ada alasannya kenapa film yang sudah berusia cukup tua ini masih tetap bisa relevan hingga saat ini. Antara lain:

Musik
Musik adalah kunci dari setiap film yang luar biasa, entah itu berhubungan dengan Natal ataupun tidak, tapi ketika ada nama John Williams di dalam sebuah produksi film, bisa dipastikan bahwa ada hal istimewa yang sedang dibuat. Itu yang terjadi pada Home Alone, di mana Williams memberikan soundtrack luar biasa untuk peristiwa yang terjadi dalam film. Seperti suara lonceng, yang kapan pun mendengar akan merasakan bahwa film ini memang salah satu film Natal terbaik.

Penjahat tapi lucu

Ketika membandingkan film Home Alone dengan film Natal lainnya, karakter penjahat di film ini jauh berbeda, bukan hanya soal pencuri yang mengincar rumah Kevin yang sebenarnya keluarga biasa-biasa saja. Karakter penjahat dalam film ini juga tidak menimbulkan rasa benci ataupun kesal. Selain itu, ada hal lain terkait dinamika keluarga, ketika antara saudara juga bisa selalu adu argumen lucu yang akan ditemukan juga dalam kehidupan nyata.

Sederhana

Saat Natal dan keluarga duduk berkumpul di depan televisi, orang hanya ingin melihat sesuatu yang mudah, santai, yang membiarkan antara anggota keluarga tetap bisa saling berbincang, bukan justru membuat orang fokus pada apa yang terjadi dalam film. Namun, ini bukan berarti film Home Alone lantas layak diabaikan. Menyenangkan bisa bersantai sambil menonton film yang sama setiap tahun dan tidak perlu terlalu serius. Nuansa itu yang sebenarnya ingin dihadirkan di setiap film Natal, tapi tetap saja Home Alone rasanya tetap jadi yang terbaik.

Bagus untuk seluruh keluarga

Home Alone sempurna untuk semua orang, adegan komedi di dalam film akan menghibur semua yang menonton. Ini adalah film yang luar biasa bagi seluruh anggota keluarga dan bagaimana seharusnya Natal yang baik, itulah kenapa Home Alone tetap terlihat sebagai film terhebat sepanjang masa.

Fokus pada komedi
Kunci untuk sebuah film Natal yang hebat adalah memastikan memberi perasaan pada seluruh anggota keluarga akan nuansa Natal, dan Home Alone memang dibuat untuk Natal dan tentu saja waktu liburan. Bukan itu saja, Home Alone juga film komedi yang ingin membuat penonton tertawa sebanyak mungkin. (ens)

Tips Agar Tak Ketinggalan Pesawat

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketinggalan pesawat memang pengalaman yang menyakitkan, tak menyenangkan. Apalagi bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar, yang kerap dilanda kemacetan, menuju bandara sehingga perjalanan menuju bandara pun sangat menegangkan.

Belum lagi bila terhalang hujan deras dan genangan air di mana-mana. Bisa dipastikan kemacetan bakal mengular. Agar tak mengalami pengalaman “horor” itu, Angkasa Pura II berbagi kiat agar tak ketinggalan pesawat. Antara lain:

Tiba di bandara 2 jam sebelum terbang

Peringatan agar para penumpang datang dua jam sebelum berangkat, dulu bisa didapati tercetak pada tiket pesawat. Kini situs pemesanan tiket online hingga situs maskapai tetap memajang ketentuan tersebut. Hal itu bisa dimaklumi, pasalnya jarak yang aman untuk antre check in atau proses boarding memakan waktu yang relatif lama. Bila datang terlalu mepet, Anda bisa ketinggalan pesawat. Hal lain, meskipun pesawat kadang delay, namun tak jarang mereka juga terbang lebih cepat.

Lakukan check-in secara online

Untuk menghemat waktu check-in secara online sangat dianjurkan. Apalagi, Anda bisa mencetak bukti check-in, kian pendek pula antrean yang harus dilakukan. Apalagi, bila bawaan penumpang hanya tas punggung dan tas jinjing, penumpang bisa langsung melaju ke ruang tunggu tanpa harus ke meja check-in. Keuntungan lainnya, check-in secara online memungkinkan memilih tempat duduk yang diinginkan.

Jangan salah terminal dan gate

Salah terminal dan gerbang (gate), bisa menyebabkan Anda terlambat. Pasalnya, seperti di bandara internasional, antara terminal satu dengan yang lain, jaraknya cukup jauh. Beberapa bandara dunia, karena persoalan jarak ini, menyediakan Skytrain. Nah, bisa dibayangkan bila Anda salah terminal dan tak ada fasilitas Skytrain atau shuttle bus. Jadi perhatikan benar terminal dan gate yang tertera pada tiket.

Selalu perhatikan pengumuman bandara

Tertidur dan terlalu asyik ngobrol, sebaiknya dihindari. Pasalnya pengumuman penerbangan atau penundaan terbang hingga pengalihan gate, kerap diperdengarkan. Sebaiknya bila tanda-tanda (bel) dibunyikan pertanda terdapat informasi penting, segeralah menyimak dan bergegas. Bila tidak, persoalan sepele itu bisa membuat Anda ketinggalan pesawat. (*)

Natalan, Wisata Religi Palestina Dibanjiri Wisatawan Mancanegara

this formate

BETHLEHEM, bisniswisata.co.id: MESKI dalam suasana bayangan keserakahan dan ketamakan Israel menduduki Palestina. Namun, suasana semarak hari Natal di Palestina kembali berjalan dengan damai. Pemerintah Palestina menyambut positif perayaan tersebut dan Presiden Mahmoud Abbas menghadiri misa Natal di tempat kelahiran Yesus Kristus, yakni Gereja Kelahiran (Church of Nativity) di Bethlehem, Tepi Barat.

Dilaporkan AP News, Rabu (25/12/2019), Mahmoud Abbas datang pada Selasa pada malam Natal bersama tokoh-tokoh penting di Palestina serta wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Gereja Kelahiran yang terletak di Bethlehem, Tepi Barat, kerap dikunjungi wisatawan peziarah pada hari Natal. Alhasil, wisata religi tersebut menjadi kekuatan ekonomi di Tepi Barat.

Pemerintah Palestina memperkirakan pengunjung tahun ini ada sekitar 15 ribu orang. Hotel-hotel di Betlehem pun penuh. Menteri Pariwisata Rula Maayah menyambut positif sukacita Natal tahun ini meski ada pendudukan Israel.

“Tentunya kami merayakan Natal meski berada dalam masa pendudukan Israel. Kami harap bisa merayakan Natal dengan sukacita tahun depan dengan berakhirnya okupasi sehingga kita bisa merayakan seperti negara-negara lain di negara kita yang merdeka tanpa okupasi,” ujarnya.

Menurut Menteri Maayah, tempat-tempat favorit turis di Tepi Barat adalah Ramallah, Jericho, dan Yerusalem. Kota Bethlehem pun telah berinvestasi pada pariwisata dengan cara membangun hotel-hotel dan memperkaya kuliner mereka. Secara keseluruhan, pengunjung Tepi Barat tahun ini diperkirakan mencapai 3,5 juta orang. Angka itu bertambah 500 ribu pengunjung dari tahun lalu.

Perayaan Natal merupakan andalan wilayah Bethlehem untuk menunjang ekonomi di tengah konflik. Masyarakat kristen di Bethlehem pun menurun karena banyak orang yang pindah ke daerah lain akibat konflik.

Perayaan hari Natal di Jalur Gaza sejauh ini dikabarkan berjalan lancar. Masyarakat kristen di wilayah Gaza pun bisa mengunjungi Bethlehem, kota kelahiran Yesus Kristus, setelah mendapat kelonggaran dari pihak Israel.

Ada lagi yang unik dari Jalur Gaza, para wanita di sana pun aktif memeriahkan perayaan Natal dengan membuat boneka Sinterklas. Mereka berkarya di pabrik kecil yang merupakan bagian dari program Zeina Cooperative yang memberdayakan wanita Palestina.

Dilaporkan AFP, sekitar 20 perempuan itu bekerja di Desa Umm al-Nasser di dekat Beit Hanoun. Pabrik kecil tempat mereka bekerja menjadi lokasi mencari mafkah, sebab keluarga mereka tak membolehkan mereka kerja di luar desa.

Semua perempuan itu tampak memakai niqab. Boneka-boneka Sinterklas yang mereka buat juga dituliskan kalimat “Selamat Hari Natal” dalam Bahasa Arab. Selain itu, mereka juga membuat figur pohon Natal. “Kami membuat hadiah-hadiah Natal dengan cinta dan presisi,” ujar supervisor Asma Abu Qaida.

Meski boneka-boneka itu dibuat di desa kecil, pelanggannya justru banyak masyarakat internasional. Di antaranya adalah delegasi-delegasi asing yang bekerja di Jalur Gaza. Desa tempat mereka tinggal memiliki populasi 6.000 orang dan tercatat dikuasai Hamas sejak 2007. Israel pun memblokade daerah tersebut.

Para wanita itu sudah dilatih vokasi selama tiga tahun. Segala macam hadiah hari raya pun mereka buat, mulai dari tema bulan suci Ramadan hingga hari Natal.

Kehadiran program Zeina Cooperation pun memberikan peluang bagi wanita-wanita ini untuk ikut aktif di dunia bisnis dan aktif di luar rumah. “Proyek pembuatan hadiah ini memberikan mereka kesempuan untuk menunjukan kemampuan mereka,” ujar eksekutif direktur Zeina, Hanin Rizk al-Sammak.

Zeina Cooperative merupakan asosiasi yang pemberdayaan warga Palestina. Kehadiran Zeina sudah mendapatkan listensi Kementerian Ketenagakerjaan Palestina. Nama lengkap asosiasi ini adalah Zeina Cooperative Association for Handicrafts (Asosiasi Kerja Sama Zeina untuk Kerajinan Tangan). Sesuai namanya, anggota yang bergabung berpeluang bekerja di sektor kerajinan, mulai dari tekstil, utensil, sampai furnitur.

Beberapa contoh produk mereka adalah boneka, mainan, dan beragam produk berbasis kayu. Boneka unta mereka merupakan salah satu best seller. Para anggota juga dilarang untuk mendiskriminasi baik dari segi gender, sosial, politik, ras, atau agama. Zeina pun menyediakan pelatihan agar anggota-anggota mereka bisa berkontribusi pada organisasi. (*)