Generasi Z dan Milenial Harus Tetap optimistis Hadapi Perubahan Perilaku New Normal

this formate

Bersepeda di tepi pantai, salah satu aktivitas Gen Z dalam berwisata. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Generasi Z dan milenial harus tetap optimistis menghadapi perubahan perilaku manusia (New Normal) termasuk perubahan perilaku berwisata. Akibat situasi pandemi COVID-19 memang tidak mudah bagi pariwisata untuk bertahan atau berkembang, apalagi seluruh dunia merasakannya.

Menparekraf Wishnutama mengatakan hal itu saat konferensi virtual I’M Milenial dan Genersi Z dengan tema “Tantangan, Harapan dan Masa Depan New Normal” , kemarin yang dihadiri lebih dari 100 peserta dipandu Stella Nau dan menghadirkan Anggota DPR RI Komisi VII Maman Abdurrahman dan Chief Executive I’M Gen Z, Budi Setiawan.

“Yang terpenting, adalah kita harus optimistis pada masa depan kita. Kita meyakini pascapandemi masa depan pariwisata kita akan luar biasa. Untuk jadi pemenang jangan ada sifat pesimistis. Pemenang mencari kesempatan, bukan kekurangan. Buat generasi muda, ayo cari apa kesempatan yang ada. Hal ini tidak bisa dipelajari, tapi harus dicari sendiri,” kata Whisnutama.

Sebetulnya sebelum pandemi COVID-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun berbagai skenario strategis yang sifatnya sangat dasar dalam rencana kerja tahun 2020 seperti fasilitas wisata yang sesuai standard higienitas, kebersihan toilet, keselamatan, keamanan.

Dalam masa pandemi ini, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait sekuat tenaga mencari cara untuk mempercepat langkah pemulihan sektor parekraf. Karena negara lain juga akan berusaha keras untuk mendatangkan wisatawan. “Untuk tahap awal kita akan coba mendorong wisatawan nusantara dulu, baru kita datangkan wisatawan mancanegara,” katanya.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 telah membuat perilaku manusia yang baru (New  Normal) yang berbeda dan berubah dari perilaku sebelumnya. Perilaku yang jauh lebih peduli terhadap kesehatan hingga selalu menjaga jarak aman. Perubahan perilaku tersebut juga kemungkinan besar akan terjadi pada wisatawan saat berkunjung ke destinasi.

New normal tersebut ternyata inline dengan apa yang sudah dipersiapkan Kemenparekraf. Sangat dasar, ditambah dengan protokol-protokol kesehatan yang sedang kita persiapkan. Seperti protokol kesehatan di bandara, restoran, hotel, tempat hiburan, bioskop, juga terus dipersiapkan, “kata Wishnutama.

Oleh Karena itu  kita juga ingin perekonomian harus tetap berjalan, harus tetap sustainable. Untuk itu antisipasi kebutuhan menghadapi new normal, yang harus dipersiapkan salah satunya adalah kebutuhan dasar, tegasnya.

New normal berikutnya, lanjut Wishnutama, adalah era digital. Dimana era digital saat ini sangat terakselerasi dengan cepat. Dia menjelaskan, dalam kondisi seperti ini semua orang dipaksa melakukan aktivitas secara digital. Yang artinya, ada potensi digitalisasi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Di sektor parekraf banyak potensi itu. Dan kita akan membuka ruang-ruang diskusi untuk itu. Yang penting di era digital, adalah bagaimana bangsa Indonesia menguasai ekosistem digital, itu yang bisa membuat kita menang. Yang juga penting adalah data. Bahkan menurut saya, saat ini data sangat berharga dibandingkan minyak. Minyak bisa habis digunakan, sedangkan data terus berkembang dan bisa dipakai sampai kapanpun,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Maman Abdurrahman juga mengakui menghadapi pandemi COVID-19 tidaklah mudah. Dia menjelaskan negara maju seperti Amerika saja kewalahan. Untuk itu langkah yang diambil pemerintah harus diapresiasi. Banyak sektor yang terdampak. Tapi memang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang paling terimbas.

“Kita semua harus memikirkannya. Semua harus bisa mendukung Kemenparekraf, minimal dengan menyampaikan hal-hal positif. Tidak hanya itu, anak-anak muda juga harus mampu menciptakan platform media sosial lokal Indonesia untuk bersaing dengan dunia. Karena, sudah saatnya Indonesia mendorong industri digital dalam negeri untuk mampu bersaing,” kata Maman.

Jeprat-Jepret Memotret Hidangan Jadi Kebiasaan Traveler Asia

this formate

Masakan Indonesia bubur ayam, hasil jepretan @husniatisalma ( foto: unsplash.com)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Memfoto makanan pesanan setelah disajikan di meja menjadi hal yang lumrah jika berada di Cafe atau Restoran. Disadari atau tidak, kegiatan ini sudah menjadi sebuah budaya atau tren sekarang ini. Kenapa bisa disebut budaya? Karena dilakukan secara terus menerus, dan dilakukan oleh banyak orang.

Budaya foto sebelum makan dan meng-uploadnya atau menggunggahnya ke media sosial, apapun niatnya jangan lupa berdoa dulu ya, berterima kasih pada Allah SWT karena masih mampu menikmati berkahnya menyantap makanan yang indah di mata dan enak dilidah serta sehat tentunya.

Terlepas pada niat mereka yang  datang ke Resto atau Cafe mewah dan mahal hanya demi eksistensi mereka dengan cara meng-upload makanan di media sosial agar mendapat ‘pengakuan’ dari teman-teman baik di media sosial atau di dunia nyata, foto-foto makanan itu cukup menggiurkan dan cepat viral jika netizen tergiur baik dari penampilan, review rasa maupun harganya yang terjangkau.

Bagi mereka yang suka kuliner maka budaya ini, melihat foto-foto makanan sekaligus bisa mencari referensi dimana bisa menikmati menu makanan yang disediakan, harga makanan dan fasilitas yang disediakan mulai dari street food alias di kaki lima hingga ke restoran mahal.

Tak salah memang jika Booking.com perusahaan e-commerce travel terbesar di dunia mengeluarkan riset di bulan Desember  2019 dan mengungkapkan 

hampir sepertiga dari wisatawan global (31%) berencana untuk mengambil lebih banyak foto makanan di tahun 2020 dan  ini memang kebiasaan yang sangat populer di antara traveler Asia untuk memamerkan makanan mereka yang unik selama perjalanan.

Asia adalah percampuran budaya, dan itu terlihat dari ragam jajanan yang mereka miliki. Kawasan  ini menjadi hidup di malam hari, di antara gedung-gedung pencakar langit dan restoran mewah,  kota-kota metropolitan Asia memiliki “harta” tersembunyi dari apa yang mereka tawarkan di restoran, di antara jalan-jalan yang ramai. 

Kita akan menemukan masyarakat dari berbagai kalangan di satu jalan dengan penjual makanan yang memuaskan hasrat kuliner mereka dengan kearifan lokal dan hidangan pedas.

Pepatah mengatakan kita makan dengan “indra penglihatan” kita, hal ini terbukti karena 61% mengatakan mereka memilih destinasi wisata karena makanan atau minuman yang lezat dan  lebih dari separuh wisatawan global (51%) memilih mencari pasar jajanan lokal.  

Wah pantas saja media sosial kini dipenuhi foto-foto yang memamerkan petualangan perjalanan dan makan foodie adventures. Makanan yang cantik, cerah dan tidak biasa adalah cara sempurna untuk memenuhi feed dan memamerkan makanan hasil penjelajahan wisata. 

Riset lainnya dari Booking.com di tahun 2018 melalui survey online dengan total 56,727 responden yang diselesaikan pada bulan Oktober 2017 di berbagai negara menunjukkan hampir sepertiga dari wisatawan (31%) berencana untuk mengambil lebih banyak gambar makanan dalam kegiatan travelingnya.

Ternyata wisatawan yang gemar jeprat-jepret sebelum makan itu untuk survey di Indonesia mencapai 50%. Kegiatan ini juga populer di antara pelancong asal Asia seperti China (65%), India (57%), Thailand (53%) dan Hong Kong (48%).

Pepijn Rijvers, Senior Vice President dan Chief Marketing Officer di Booking.com mengatakan, “Makanan memegang peranan penting bagi kita dalam pilihan perjalanan dan terutama dalam keseluruhan pengalaman perjalanan,” ujarnya.

Mencoba makanan lokal atau street food merupakan cara terbaik bagi para wisatawan untuk merasakan budaya lokal sebenarnya, dan tenggelam dalam komunitas lokal, serta eksplor sesuatu yang baru dan berbeda.

Rijvers mengatakan dengan menggunakan referensi dari ulasan para wisatawan maka hal ini  membantu dalam mengidentifikasi tempat terbaik untuk dicoba dan tempat terbaru untuk dijelajahi sehingga dapat merasakan setiap kenikmatan di seluruh dunia.

 

Di Spanyol, Kini Perlu Reservasi untuk Berjemur di Pantai  

this formate

Pantai di Eropa siap menerima pengunjung dengan penerapan social distancing yang ketat (foto : the atlantic) 

SPANYOL, bisniswisata.co.id: Liburan musim panas, biasanya dimulai awal Juli hingga September, bagi penduduk di negara empat musim berarti saatnya melakukan aktivitas outdoor. Mandi sinar matahari di pantai menjadi pilihan banyak orang. Namun, di zaman pandemi Covid-19, ada kebijakan ‘jaga jarak sosial’ yang membatasi jumlah kerumunan orang, termasuk di pantai. 

Lalu, bagamana mengaturnya? Apakah dengan membuat reservasi di muka, seperti memesan tempat di restoran? Persis. Setidaknya itulah yang terjadi di Spanyol. Para pengunjung pantai diminta untuk terlebih dahulu mem-booking spot berjemur di pantai untuk liburan musim panas mendatang.

Canet d’en Berenguer, sebuah kota Mediterania yang terletak di utara Valencia, misalnya, hanya mengizinkan maksimum 5.000 orang setiap hari untuk berjemur di pantai setempat. Jumlah itu mewakili setengah dari keadaan normal. Pembatasan ini dilakukan untuk mematuhi aturan ‘jaga jarak sosial.’

Penguasa setempat meminta agar mereka yang hendak berjemur di pantai memesan tempat terlebih dahulu sebelum datang melalui aplikasi telepon selular. 

“Musim panas kali ini akan sangat berbeda,” kata Walikota Pere Joan Antoni Chordá kepada CNN. Dia menambahkan, akan ada jarak yang lebih besar antar para pengunjung pantai. “Seperti pantai ‘kelas bisnis’.”

Penguasa di Kota Canet akan membuat semacam sekat-sekat selebar masing-masing dua meter di sepanjang pantai untuk memastikan social distancing tetap terjaga. Para pengunjung pantai hanya diizinkan memesan tempat untuk berjemur pada pagi atau sore hari, dan bukan untuk sepanjang hari. 

Pemandangan seperti ini akan menjadi new normal bagi pengunjng pantai. Menurut sang walikota, mereka yang akan datang ke pantai untuk mandi matahari dapat memesan tempat seperti layaknya saat memilih kursi bioskop secara online. Waktu kedatangan pun diatur sedemikian rupa guna menghindari keramaian.

Selain itu, akses masuk ke pantai juga dibatasi. Saat tiba di pantai, para pengunjung diminta melapor ke petugas setempat yang akan mengkonfirmasi reservasi mereka. Lalu petugas akan mengarahkan mereka ke tempat yang telah disiapkan. Walikota Antoni menganggap cara ini penting untuk membendung penyebaran virus yang hingga saat ini belum ada penangkalnya.

“Saya tidak akan mampu mengontrol arus kedatangan orang tanpa dibarengi dengan langkah-langkah pencegahan baru. Mereka akan berkumpul bersama-sama dan saling menulari virus,” jelasnya.

Canet d’en Berenguer bukanlah satu-satunya kota di Spanyol yang membuat sekat-sekat dan membatasi kunjungan orang ke pantai  saat musim panas mendatang. Pengelola Pantai Galacia, di kota Sanxenxo memberlakukan aturan ‘first come, first served.’

Walikota Telmo Martin mengaku tidak terlalu khawatir adanya keramaian di akses masuk ke pantai. “Pariwisata menopang 80% ekonomi kita,” kata Martin yang dilansir CNN. “Kita harus mencari solusi bagaimana agar warga di sini tetap merasa aman, terutama dari sudut pandang kesehatan. Saya meminta ini menjadi tanggung jawab semua.”

Sanxenxo yang lokasinya hanya satu jam perjalanan darat dari perbatasan Portugis, berencana membuka akses pantai hingga 75% dari jumlah pengunjung saat sebelum Pandemi Covid-19.

Sama seperti di kota Canet, Sanxenxo juga membangun sekat-sekat selebar masing-masing 1,5 meter di sepanjang pantai untuk memastikan mereka yang berjemur di pantai tetap menjaga jarak sosial.

Selain itu, pengelola pantai juga membangun tiang-tiang kayu yang membentuk kotak-kotak kecil sebagai pembatas ruang. Petugas akan rajin mengawasi akses masuk pantai serta mendampingi para pengunjung di tempat-tempat berjemur.

Lama berjemur pun dibatasi. Mereka tidak diizinkan menguasai tempat itu selama seharian penuh meski sudah meletakkan handuk di atas pasir. Jika mereka pergi makan siang, berarti tempatnya menjadi milik orang lain, kata Martin.

 

Widha Chaidir: Kapan Kuliner dan Restoran  Indonesia Bisa Mendunia ?

this formate

Nasi goreng, masakan Indonesia ( Unsplash.com/ Ariv Kurniawan)

MELBOURNE, Aussie, bisniswisata.co.id: Kuliner di suatu tempat bisa menjadi ciri khas daerah sebagai salah satu kebutuhan utama bagi wisatawan untuk dikonsumsi di tempat ataupun untuk dibawa pulang ke daerahnya sebagai oleh-oleh dari daerah yang dikunjunginya seperti gudeg Yogya, misalnya.

Dalam perkembangannya wisata kuliner bukan hanya sekedar menikmati menu makanan di tempat atau dibawa pulang. Bahkan proses pembuatan mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan masakan, dan pengemasannya dapat dijadikan paket wisata yang sangat menarik dan digemari wisatawan terutama di desa-desa wisata.

Bagi Widha Chaidir, diaspora Indonesia yang kini bermukim di Melbourne, Australia, kuliner tradisional justru membuatnya selalu mencarinya saat pulang ke Indonesia. Setiap hari saat pulang kampung akan dimanfaatkannya untuk menyantap masakan dari berbagai daerah.

“Nasi bukan makanan utama, jadi saya suka pilih gado-gado Betawi, karedok Sunda, Asinan, Mie kocok Bandung dan lainnya,” kata Widha Chaidir, hari ini melalui daring.

Meninggalkan Indonesia tahun 1983 dan bermukim serta bekerja di Marseilles, Perancis membuatnya terbiasa makan roti dan pasta ketimbang mencari nasi yang juga memang lebih sulit didapat. Tentu saja untuk kebutuhan buah dan sayurnya hampir setiap hari dia membuat salad dan bumbunya sendiri.

Saat di negri orang dimana umat Muslim menjadi kelompok minoritas masak sendiri memang yang paling aman dan saat jamuan makan baik menjamu tamu di rumah maupun jamuan di Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI) di luar negri maka menu andalan a.l nasi goreng, sate ayam dan rendang Padang.

” Saya sendiri kalau menjamu tamu di rumah lebih suka bikin nasi goreng, lumpia, salad dan kalaupun bikin opor isinya bukan ayam tapi kentang dan wortel,” kata Widha.

Hijrah dari Perancis ke Australia pada 1997, Widha yang berprofesi sebagai guru bahasa Perancis di sebuah sekolah swasta di kawasan Ivanhoe, 8 km dari pusat kota Melbourne, mengaku agak  sulit mengajak teman-temannya warga Australia menikmati kuliner otentik Indonesia. Soalnya restorannya sangat terbatas dan pilihan akhirnya hanya itu-itu juga.

“Restoran Indonesia memang tidak banyak, dari dulu yang eksis misalnya Restoran Nelayan dimana yang datang kebanyakan orang Indonesia dan keturunan China. Kalau orang bule ( Aussie) umumnya yang sudah pernah datang ke Indonesia,” jelas Widha.

Menurut Widha, warga Australia adalah tamu repeater ke Bali dengan total turis Aussie ke Indonesia mencapai 1,5 juta/ tahun. Mereka bahkan hampir tiap tahun datang lagi ke Indonesia meskipun promosi pariwisata Thailand juga sangat gencar.

” Jaman Menpar Jero Wacik datang ke Aussie dan jumpa dengan diaspora RI sudah saya ungkapkan kalau bikin Festival Indonesia atau bikin Festival kuliner cukup ampuh untuk menjaring wisman. Apalagi kalau banyak restoran Indonesia dibuka di kota-kota besar di negri kangguru ini,” ungkapnya.

Negara-negara tetangga kalau mempromosikan pariwisata negaranya akan all-out dan promosi di TV nasional, bus, tram dan ruang publik lainnya minimal sebulan sebelumnya sehingga ketika eventnya tiba sambutannya juga luar biasa, jelasnya.

Sayang alasan budget promosi terbatas selalu menjadi jawaban klise sementara restoran Vietnam dengan menu unggulan Pho ( mie) dan Pad Thai serta restoran Malaysia dengan andalannya Nasi Lemak menjamur di Melbourne dan kota lainnya. Begitu pula resto Sushi Jepang.

Widha Chaidir, diaspora Indonesia di Melbourne, Australia

“Pemerintah Indonesia melalui BUMN harus berani buka restoran di kota-kota penting di dunia sehingga bisa mempopulerkan masakan Indonesia di tingkat dunia. Katanya Rendang sudah jadi makanan yang enaknya nomor satu di dunia, tapi kok turis tidak datang berduyun-dutun ke Sumatra Barat ?,” katanya kritis.

Widha Chaidir berharap dalam benak wisatawan asing akan muncul satu saja menu andalan Indonesia yang bisa menjadi trigger mereka datang ke Indonesia gara-gara kepincut kuliner yang jadi andalan. Sama seperti orang kita ke Italia pingin mencicipi originalitas pizza yang dikenalnya di Tanah Air.

Selain soal kuliner, hospitality harus menjadi perhatian pemerintah yang sudah mempromosikan 10 daerah tujuan wisata baru dan destinasi prioritasnya. Mengapa orang Australia misalnya, tetap rajin ke Bali tidak ke Sumatra Barat yang kulinernya sudah diakui dunia ?.

SDM di Bali sekalipun hanya tamatan Sekolah Dasar ( SD)  sangat berbeda kemampuannya dalam melayani wisatawan asing dengan SDM pendidikan yang sama bahkan di Jakarta sekalipun.

“Pengalaman sebagai traveler di Indonesia, masalah hospitality ini harus ditingkatkan terutama di kota-kota Kabupaten. Destinasi wisata ada di pelosok bukan di ibukota provinsi saja. Di daerah kita kerap menemukan harga untuk turis meroket, pelayanan yang lama dan tidak ramah,” ungkapnya.

Soal kuliner Indonesia sudah lama jadi perhatian diaspora Indonesia di Australia, oleh karena itu pihaknya berharap BUMN di bawah Menteri Erick Thohir bisa menghadirkan restoran Indonesia di mancanegara dan membuat wisatawan juga mampu mengingat menu unggulan.

” Saya pingin satu aja menu kuliner Indonesia yang bisa diingat wisatawan saat pulang ke negaranya sudah bagus itu. Test aja apa soto ada di benak turis asing sebagai kuliner khas Indonesia ?. Hampir tiap daerah di Indonesia punya soto,” kata Widha Chaidir.

Jangan lupa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia pula dan punya 700 bahasa daerah dan 300 lebih suku etnik.

” Semua itu menjadi daya saing wisata kuliner Indonesia jika memang mau fokus mengembangkannya, kata Widha mengakhiri obrolannya.

 

Etihad Airways Lakukan Layanan Repatriasi dari 12 Kota

this formate

ABU DHABI, bisniswisata.co.id: MENDAPAT kabar dari Gulf Business, bahwa mulai Sabtu 9 Mei Etihad Airways milik pemerintah Abu Dhabi melaksanakan penerbangan repatriasi dari 12 kota di luar jasirah Arab. Penerbangan repatriasi ini menganggkut warga UEA (Uni Emirat Arab) dari Amsterdam, Barcelona, Frankfurt, Jakarta, Kuala Lumpur, London, Manila, Melbourne, Seoul, Singapura, Tokyo, Toronto menuju Abu Dhabi.

UEA menangguhkan semua penerbangan regular rute internasional reguler di bulan Maret sebagai upaya memutus penyebaran COVID-19. Akibatnya sejumlah warga UEA yang sedang melakukan perjalanan di luar wilayah UEA, tertahan tidak dapat kembali ke negaranya.

Untuk dapat menggunakan layanan penerbangan repatriasi tersebut, warga UEA harus mengajukan permohonan persetujuan ICA melalui layanan residen UEA Twajudi, —tersedia di situs web Kementerian Luar Negeri (MoFAIC.gov.ae)–. Jika permohonan disetujui, warga akan menerima nomor persetujuan ICA yang harus diberikan kepada Etihad saat memesan tiket.

Menurut pihak Etihad Airways, hanya mereka yang memiliki visa tinggal UEA dan nomor persetujuan ICA yang diizinkan memasuki UEA. Setiba di Abu Dhabi, semua penumpang mendapat perlakukan sesuai protocol COVID-19 (tes PCR) dan pengujian termal dan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Jadual penerbangan ke Abu Dhabi dari:
Amsterdam: 13, 15, 20, 22, 27, dan 29 Mei
Barcelona: 14, 17, 24 dan 31 Mei
Frankfurt: 17 Mei, 24 dan 31
Jakarta: 15 dan 29 Mei
Kuala Lumpur: 23 dan 30 Mei
London: 9, 13, 16, 20, 23, 27 dan 30 Mei
Manila: 13, 15, 16, 20, 22, 23, 27, 29, dan 30 Mei
Melbourne: 13, 20 dan 27 Mei
Seoul: 22 dan 29 Mei
Singapura: 20 dan 27 Mei
Tokyo: 20 dan 27 Mei
Toronto: 12 Mei

Pihak Etihad juga menjelaskan bahwa mereka telah menerapkan program sanitasi dan keselamatan yang luas di kapal, di bandara dan di seluruh layanan transfer bandara gratis dan penumpang harus memakai masker saat bepergian.

Dalam pesawat, posisi duduk menerapkan aturan physical distancing dan akan menawarkan layanan makanan dan minuman sesuai dengan pedoman COVID-19. Selain mengoperasikan layanan repatriasi, Etihad Airways secara bertahap memulai penerbangan penumpang reguler per 16 Mei, tergantung pada langkah-langkah pengaturan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Tips Masak Sehat Selama Berpuasa 18 Jam di Skandinavia

this formate

Chef Yoocy Teintang sedang menjelaskan langkah-langkah memasak sup ayam ( Foto: KBRI Stockholm).

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id:  Akhir pekan ini , KBRI Stockholm  memfasilitasi kegiatan yang diinisiasi oleh WNI di Swedia, yaitu Tim “2AnakRantau”, Connie Paloma dan Stanley Setiawan.

Kegiatan live cooking demo dan diskusi virtual dengan judul, “Masak Sehat Selama Berpuasa 18 Jam di Skandinavia” tersebut dibuka dengan sambutan dari Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro. Bertindak selaku narasumber adalah Yoocy Teintang, chef; Resthie Rachmanta, dokter dan ahli nutrisi; dan William Wongso, pakar kuliner.

Kegiatan ini diinisiasi oleh WNI yang tinggal di Swedia dan ditujukan utamanya untuk dapat memberikan inspirasi memasak sederhana namun bernutrisi tinggi dalam masa puasa bagi para WNI yang tinggal di Swedia dan negara Skandinavia lainnya.

Pada sambutan pembukaannya, Dubes Bagas menyatakan bahwa kegiatan berpuasa merupakan Ibadah yang wajib dilakukan, yaitu bagi umat Muslim. Dan kini di Swedia sudah masuk dalam waktu puasa selama 18 jam. Apalagi keadaan sekarang ini yang ditambah dengan adanya pandemi, tentunya semakin memberatkan Ibadah puasa.

“Oleh karena itu, asupan nutrisi dari makanan, khususnya makanan sahur dan berbuka, harus sangat baik. Namun demikian, saya juga mengetahui keterbatasan kita untuk memasak sesuatu yang kompleks. Masakan itu harus sederhana, namun memiliki nutrisi yang baik, agar kita kuat menjalani Ibadah puasa hingga 18 jam atau bahkan lebih” ujar Dubes Bagas.

Pada kegiatan memasak, Chef Yoocy memilih menu berbuka, yaitu sup ayam dan nasi ayam hainan. Sedangkan untuk menu sahur dipilih fritata dengan daun kale dan ikan asap.

“Ini menu yang cukup mudah ditemukan bahan-bahannya karena dapat ditemui di banyak toko asia di negara-negara Eropa. Selain itu, menu tersebut bisa dihidangkan bersama nasi putih dan salad, cocok dengan lidah kita orang Indonesia” ujar Yoocy.

Resthie menambahkan bahwa daging ayam, seperti dalam menu nasi ayam hainan ini memiliki kandungan protein yang baik dan cukup memberikan nutrisi dalam hari-hari berpuasa.

Rule of thumb-nya, ayam sebagai lauk harus mencapai 1/4 dari ukuran piring makan yang digunakan, tapi jangan makan kulitnya. Kalau makannya seperti itu, akan mendapatkan manfaat dan nutrisi daging ayam tersebut” ujar Resthie.

“Kalau untuk nurunin berat badan, cara gampangnya adalah dalam 1 piring makan, sayur harus mendominasi, kedua terbanyak harus protein, dan karbohidrat seperti nasi harus paling sedikit” tambah Resthie.

Dalam kegiatan live cooking ini, sembari Yoocy memasak, William memberikan penjelasan terkait asal usul dan latar masakan tersebut. Pakar kuliner senior ini juga memberikan arahan dan masukan dalam memasak dan juga usulan-usulan penggunaan bumbu dan cara memasak.

“Di masa sekarang ini, ketika masa puasa, bahkan sekarang di tengah-tengah masa pandemi, saya selalu sampaikan kepada ibu-ibu agar jangan fokus dengan resep. Fokuslah dengan membuat stok bumbu, seperti bumbu kuning, merah, dan lain-lain. Kalau sudah ada bumbunya, mau masak apa tinggal dicocokan dengan pilihan lauk yang tersedia, baik itu ayam, daging, maupun ikan” ujar William.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah WNI yang tinggal di Swedia, negara-negara Skandinavia dan Eropa lainnya, bahkan yang tinggal di Indonesia. Kegiatan semacam ini dipandang baik untuk terus dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan WNI di Swedia dan Latvia dalam masa pandemi Covid-19.

 

Caketapenyahudson, Diburu Pembeli Dari Berbagai Kota di P. Jawa  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kiriman paket kue datang tiga jam sebelum bedug Maghrib berbuka puasa. 6 Kotak segi empat ukuran 14 cm x 18 cm berjejer di atas meja mengundang selera. Sebuah kotak dengan tanda centang Browncheese di belakangnya langsung di buka. Wow…baunya menggoda dan begitu kotak dibuka maka dibagian dalam penutupnya tertulis ;      

                       Caketapenyahudson

Dibuat dari bahan tradisional berkualitas terbaik dan diolah secara modern.Sangat kaya akan rasa, begitu otentik  dengan cita rasa tinggi. Cake tape kami adalah harta karun .Resep rahasia warisan leluhur

Kue tape rasa coklat dan cheese ini masih terbalut kertas putih bertuliskan caketapenyahudson, premium quality dengan perekat bulatan kertas warna coklat tepat di tengahnya. Dilengkapi silica gel dan sebuah pisau plastik berwarna putih sehingga pembeli tinggal buka dan potong sesuai selera.

Sehari sebelumnya di WA Grup komunitas Les Bavardes, ibu-ibu alumni IKIP Perancis Jakarta  mengunggah foto-foto Cakenya Hudson dengan packaging cardboard yang cukup tebal, dilengkapi dengan handle yang mempermudah untuk membawa-bawa si cake tape. 

Kemasannya sekilas jadi mirip tas koper echolac jadul yang mungil dan memang cocok banget buat yang mau membeli Cakenya Hudson sebagai hadiah, hantaran maupun oleh-oleh. Packaging dan detil yang memikat dari kotak seberat 500 gram ini baru dipesan sehari sebelumnya dari Jl. KS Tubun Nomer 99 Yogyakarta, Pembuatnya tak lain adalah Hudson Prananjaya.

Ya betul jebolan Indonesia Mencari  Bakat (IMB) yang tampil bermuka dua, maksudnya dia menyanyi dengan dua suara, suara laki-laki  dan perempuan, juga dengan dua karakter yang berbeda, yaitu Hudson yang merupakan laki-laki dan Jessica yang merupakan wanita.

Tak hanya menampilkan performa suara yang total, Hudson juga menunjukkan kemampuannya dalam mengenakan kostum yang memang dibuat sedemikian rupa agar cocok dengan karakternya sisi pria dan wanita. 

Beragam cake tape produk caketapenyahudson

Nah kembali ke soal Caketapenyahudson, bisnis yang sudah dijalaninya dua tahun terakhir ini begitu terjadi wabah virus Corona ( COVID-19) sempat tutup selama sebulan, namun kini buka kembali hingga H-2 Lebaran dan tidak tanggung-tanggung orderannya datang dari berbagai kota di Pulau Jawa termasuk Jakarta.

” Order dari Jakarta sekarang malah paling banyak bisa 40-60 dus per hari. Meski kami produksi di Yogyakarta, pengiriman hanya sehari jadi besoknya pemesan sudah bisa menikmati beragam kue yang diorder” kata Hudson per telpon.

Ada 6 varian rasa cake tape yang diproduksinya yaitu topping kismis, prunes, chocolate dan cheese masing-masing seharga Rp 50.000/box dan Mandarin Nutella serta Browncheese seharga  Rp 60.000/box. Dua terakhir ini tidak ada tersisa rasa tapenya justru lembut dan lumer di mulut.

Beberapa tahun yang lalu, dunia kuliner khususnya pastry dan bakery kedatangan berbagai jenis kue kekinian yang menggandeng nama-nama para artis kondang ibu kota. Nyatanya kue-kue kekinian tersebut malah menghilang, akun sosial media yang tidak update, dan bahkan beberapa outlet sudah tutup.

Cakenya Hudson tidak seperti jualan kue dari artis-artis lainnya yang gencar promo dan mengandalkan popularitas sang artis. Dari awal dia memang sudah punya konsep mengolah tape singkong sebagai makanan tradisiona menjadi cake modern.

Itu sebabnya begitu membuka kotak kuenya sudah tertulis dia memperlakukan tape singkong sebagai harta karun dan dengan dengan resep rahasia warisan leluhur serta kemasan yang bagus sehingga  bisa menjadi kue modern bertekstur lembut.

” Semua ini warisan turun temurun dari ibundaku, almarhum ibu Daryanti yang semasa hidup memang  usahanya membuat kue-kue untuk arisan dan acara lainnya,” katanya mengenang.

Sayang sebulan sebelum Hudson tampil di acara Indonesia Mencari Bakat ( IMB) di Trans TV , sang bunda wafat. Usaha kue yang kini digelutinya benar-benar usaha keluarga yang dijalaninya sendiri bersama keponakan dan tante dengan total hanya 5 orang yang menangani produksinya.

“Jadi artis, apalagi mengandalkan popularitas atau nama besar dalam bisnis kuliner tidak menjamin akan sukses. Semua tergantung dari kualitas rasa dan seberapa besar rasa cinta untuk membesarkan usaha,” ujarnya.

Niatnya melestarikan tape, makanan tradisional yang terlupakan terbukti mengangkat derajat tape itu sendiri menjadi cake modern dengan kemasan yang menarik dan yang terpenting, ujarnya, semua diproduksi dengan rasa cinta dan bersungguh-sungguh menyajikan rasa terbaik.

Tidak perlu ditanya bagaimana Hudson dan keluarga bisa sampai punya produk yang menggiurkan ini karena prosesnya juga panjang dalam berlatih untuk mendapatkan produk dan rasa terbaik. Dia juga memilih bahan-bahan premium sehingga rasanya beda dengan cake artis lainnya

Kuenya bukan hanya dikasih topping kismis, keju, prune, coklat tapi sampai  kedalem-dalem. Saat mencicipi cake tape keju misalnya, ketika digigit ada potongan keju di dalamnya. Jadi buat penggemar keju bisa membayangkan dong rasanya….

Lokasi gerai Cakenya Hudson ini ada di Jl. KS Tubun Nomer 99 Yogyakarta, kalo kalian bingung, Jl KS tubun itu jalanan yang disebelah baratnya Malioboro yang jadi sentra bakpia. Nah sederetan pabrik bakpia, tokonya ada di ujung jalan di sebelah utara.

Tempat toko sudah disewa untuk 7 tahun dan meski mungil tapi bernuansa Parisienne dengan interiornya yang  didominasi nuansa kayu dan instagramable juga. Apalagi Hudson juga suka melayani sendiri para pembelinya plus yang minta foto-foto juga.

Kehadiran outlet caketapenyahudson ini di tujuan wisata nomor dua setelah Bali jelas menjadi daya tarik wisata melalui keunikan, originalitas, otentisitas, dan keragaman varian kue tape termasuk kue kering menghadapi Lebaran.

Pilihannya bermitra dengan jasa pengiriman Paxel juga tepat karena penggemar kue tapenya yang berada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang jika pesan di pagi hari maka besok sore atau malam paket kuenya sudah tiba. Ongkos kiriman untuk satu hingga 6 box cukup bayar Rp 30.000 kalau sekaligus 12 box juga total  hanya bayar Rp 50.000.

Sedangkan untuk yang berada di Semarang dan Solo jika pesan pagi bisa tiba di hari yang sama dengan biaya Rp 20.000 ( 1-6 box) dan Rp 30.000 untuk 12 box. ” Jadi satu box ongkir ke Jakarta kalau beli 6 box sekalian sama saja seharga Rp 5000,-. Murahkan….,” kata Hudson dengan semangat. Oke deh Hudson, sukses ya bisnis kue tapenya…

 

MNC Peduli Gandeng Kemenparekraf Dalam Program 100.000 #GerakanMaskerKain

this formate

Serah terima  49.930 masker kain di balairung Kemenparekraf kepada PHRI DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan Transjakarta yang karyawannya seriap hari melayani masyarakat ditengah pandemi. ( foto: Kemenparekraf)

JAKARTA,bisniswisata.co.id:GerakanMaskerKain Kemenparekraf dengan membagikan 100.000 masker pada industri pariwisata sebagian sudah dapat direalisasikan sehingga mereka yang setiap hari harus bekerja dapat meminimalisir penyebaran COVID-19.

“Pada tahap pertama, dilakukan serah terima sebanyak total 49.930 masker kain kepada PHRI DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan Transjakarta,” kata Josua Simanjuntak Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf pada acara penyerahan masker kain secara simbolis, hari ini.

Mewakili Menparekraf Whisnutama Kusubandio, Joshua mengatakan bahwa sebelum memulai program ini, Kemenparekraf membuka Pendaftaran Terbuka untuk memilih UKM yang tepat sebagai produsen masker kain. Pendaftaran telah dilakukan pada 1 hingga 5 April 2020 di kanal media sosial Kemenparekaf.

“Kriteria yang diharapkan termasuk di dalamnya proses kerja yang mengutamakan kebersihan dan protokol kesehatan. Pada tahap pertama ini #GerakanMaskerKain melibatkan 13 pelaku industri kreatif fesyen dengan total 122 tenaga kerja,” tambahnya.

GerakanMaskerKain memiliki tiga tujuan utama.Tujuan pertama adalah isu humanitas, dimana dalam gerakan ini berupaya mengajak dan mengedukasi masyarakat yang sehat untuk cukup menggunakan masker yang terbuat dari kain. Sehingga ketersediaan masker medis tercukupi untuk tenaga kesehatan dan pasien yang membutuhkan.

“Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus, dan droplets di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan work from home dan harus berinteraksi dengan banyak orang,” kata Josua Simanjuntak di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta.

Selanjutnya adalah isu inovasi berkelanjutan, dimana dalam program ini industri yang dilibatkan memanfaatkan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk mengurangi sampah industri fesyen.

“Dan ketiga yang sangat penting adalah membantu menggiatkan atau menggerakkan industri kreatif fesyen dalam menggerakkan usahanya agar dapat terus bekerja dengan membuat masker kain yang dapat mereka buat dari kain perca atau sisa bahan kain produksi mereka,” kata dia.

Kemenparekraf menggandeng sejumlah pihak salah satunya MNC Peduli untuk menggelar kampanye yang merupakan bagian dari #GerakanMaskerKain sebagai upaya untuk menekan penyebaran COVID-19, sekaligus membantu menggerakkan industri kreatif fesyen tanah air utamanya UMKM yang ikut terdampak COVID-19.

Dia memastikan #GerakanMaskerKain akan terus berjalan dengan melibatkan lebih banyak industri fesyen tanah air. “Kami akan terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa bersama-sama menggerakkan ekonomi kreatif melalui gerakan ini,” kata Josua.

Sementara itu Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution menjelaskan, dalam kerja sama ini pihaknya menghimpun dana sebesar Rp 500 juta melalui MNC Peduli untuk memproduksi masker kain yang kemudian hasilnya didistribusikan oleh Kemenparekraf.

“Harapannya melalui kegiatan ini kita semua masyarakat Indonesia dapat terus meningkatkan disiplin memakai masker dan menjaga jarak. Dengan begitu kita harapkan kondisi kembali normal dan masyarakat segera beraktivitas kembali,” kata Syafril Nasution.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mendikbud Nadiem Makarim Lantik Pejabat Tinggi Madya & Anggota Lembaga Sensor Film

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Pemimpin Umum portal berita wisata ini: www. bisniswisata.co.id, Rita Sri Hastuti dilantik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim secara daring sebagai anggota Lembaga Sensor Film bersama 16 anggota lainnya.

Rita dilantik bersama 8 pejabat tinggi madya di lingkungan internal Kemendikbud. “Hari Ini Jumat, 8 Mei 2020 Kita dapat melaksanakan pelantikan pejabat tinggi madya serta anggota Lembaga Sensor Film periode 2020-2024,” kata Nadiem dalam upacara pelantikan 

Untuk para pejabat, Nadiem berpesan agar mereka mampu berkreasi, berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Hal itu menjadi tantangan sendiri, terlebih pada masa pandemi virus korona (COVID-19) ini.

“Agar saudara melakukan koordinasi internal, melihat tantangan dan menjadikan itu sebagai motivasi kuat untuk mewujudkan Merdeka Belajar berjalan efektif dalam sistem pendidikan untuk Indonesia,” terang Nadiem dikutip Antara.

Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum bisniswisata.co.id dilantik sebagai anggota Lembaga Sensor Film ( LSF).

Sedangkan kepada anggota Lembaga Sensor Film, Nadiem berpesan, agar mereka mendukung dan mengimbangi program Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan beberapa bulan lalu.  Tak sekadar memperkuat integritas, tapi juga mengimbangi perkembangan dan kemajuan teknologi di dunia perfilman.

“Kami berharap Saudara mampu menjalankan tugas ini sebaik-baiknya untuk periode 2020-2024,” kata Nadhiem.

Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Iwan Syahril, juga dilantik pula sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud.

Pejabat lainnya yang dilantik yakni Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Wikan Sakarinto menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud.

Kemudian Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Prof H Endang Aminudin Aziz dilantik menjadi Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud.

Selanjutnya Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Totok Suprayitno dilantik menjadi Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kemdikbud.

Nadiem juga melantik ulang sejumlah pejabat yang sebelumnya sudah dilantik yakni Sesjen Kemdikbud Prof Ainun Naim, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Irjen Kemdikbud Muchlis Rantoni Luddin. Sedangkan Chatarina Maulina Girsang sebagai Staf Ahli Mendikbud bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan.

Nadiem Makarim meminta pejabat Kemdikbud yang baru dilantik untuk menggulirkan kebijakan yang memberikan kebebasan pada insan pendidikan dan kebudayaan.

“Insan pendidikan harus dilihat sebagai subjek bukan objek, untuk itu kebijakan yang digulirkan harus memberikan kebebasan pada insan pendidikan dan kebudayaan,” ujar Nadiem.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat insan pendidikan dan kebudayaan dapat berkreasi, berinovasi dan berpartisipasi aktif untuk memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan.

Dia menambahkan pendidikan manusia seutuhnya harus bisa mengikuti perkembangan zaman, serta memperhatikan pelaku pendidikan yakni manusia.

“Agar hal tersebut menjadi tantangan dan motivasi kuat Merdeka Belajar, serta bekerja secara efektif untuk Indonesia dan memberikan peluang untuk sistem pendidikan agar dapat menghadapi tantangan zaman,” terang dia.

Dalam kesempatan itu, Nadiem juga melantik anggota Lembaga Sensor Film (LSF) dan Prof Dr Sri Mulyani sebagai Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang periode 2020-2024. 

Pejabat Kemendikbud dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 74/TPA2020 dan 84/TPA2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sejumlah pejabat yang dilantik ini diketahui sudah dilantik sebelumnya, namun ikut dilantik ulang pada hari ini karena ada penyesuaian Perpres.  Sebelumnya Perpres 72/020 menjadi Perpres 82/2020 tentang Kemendikbud.

Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:

  1. Ainun Naim sebagai Sekretaris Jendral Kemendikbud (dilantik ulang)
  2. Hilmar Farid sebagai Dirjen Kebudayaan Kemendikbud (dilantik ulang)
  3. Muchlis Rantoni Ludin sebagai Ispektor Jendral Kemendikbud (dilantik ulang)
  4. Totok Suprayitno sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud
  5. Iwan Syahril sebagai Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan
  6. Wikan Sakarinto sebagai Dirjen Vokasi
  7. Endang Amunin Aziz sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud
  8. Chatarina Maulina Girsang sebagai Staf Ahli bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayan Kemendikbud (dilantik ulang)

Sedangkan anggota Lembaga Sensor Film dilantik dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia dengan Nomor 39/TPA2020 tentang pemberhentian dengan hormat pengangkatan Lembaga Sensor Film. Berikut anggota yang dilantik:

1.Ahmad Yani Basuki

2.Arturo Gunapriyatni

  1. Erfan ismail
  2. Fetrimen
  3. Hefidah
  4. Yosep Samuel
  5. Mukayat Al Amin
  6. Naswardi
  7. Nurka m Masardi
  8. Rita Sri Hastuti
  9. Romy Fibri Hardianto
  10. Triwidiastuti Setianingsih
  11. Andi Muslim
  12. Kuat Prihatin
  13. Nasrullah
  14. Rosery Rosdi Putri
  15. Saptary Noviastri

KBRI di Nordik Fokus Perlindungan WNI dan Kerja Sama Vaksin Covid-19

this formate

STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id:  Bincang Virtual  kembali digelar KBRI Stockholm  dengan tema “Perkembangan Covid-19 di Seluruh Negara Nordik”. Hadir sebagai narasumber adalah 4 Duta Besar RI di Negara Nordik, yaitu Dubes Todung Mulya Lubis dari KBRI Oslo, Dubes Muhammad Ibnu Said dari KBRI Kopenhagen, Dubes Wiwiek Setyawati Firman dari KBRI Helsinki, dan Dubes Bagas Hapsoro dari KBRI Stockholm.

“Kegiatan ini selain silaturahmi antar Perwakilan RI dan masyarakat Indonesia yang tinggal di negara-negara Nordik, juga untuk dapat terus memonitor WNI sekaligus melakukan update mengenai langkah-langkah penanganan Covid-19 secara terpadu,” kata Dubes Swedia,  Bagas yang juga bertindak sebagai moderator,

Hal ini juga menyangkut kerja sama antar negara di Nordik dengan Indonesia terkait bantuan penanggulangan Covid-19 hingga kerja sama penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19 agarpandemi global ini bisa segera teratasi,  tambah Dubes Bagas.

Dubes Todung dari KBRI Oslo  menekankan ihwal perlindungan WNI dan ikhtiar untuk membuat vaksin Covid-19. “PT Bio Farma tengah menjajaki kerja sama pengembangan dan produksi vaksin Covid-19 dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) yang bermarkas di Oslo,” jelasnya.

Selain itu, KBRI Oslo juga selalu melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan simpul-simpul WNI, seperti Persatuan Pelajar Indonesia ( PPI) dan perwakilan kelompok masyarakat Indonesia” ujar Dubes Todung.

Dubes Muhammad Ibnu Said dari KBRI Kopenhagen, menyatakan bahwa perlindungan WNI dan kerja sama Indonesia dan Denmark, yaitu salah satunya untuk menemukan vaksin Covid-19, yang kini menjadi fokus utama.

“KBRI Kopenhagen memprioritaskan Diplomasi Perlindungan WNI di wilayah akreditasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini dengan pendekatan kepedulian dan keberpihakan. KBRI Kopenhagen secara aktif menghubungi WNI yang tercatat dalam database WNI dan aplikasi Lapor Diri Online untuk mendapat keterangan terhadap kondisi terkini WNI.

Mereka juga diminta menyampaikan informasi resmi dari masing-masing pemerintah setempat serta Pemerintah RI serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas terkait dari pemerintah setempat, khususnya yang terkait dengan usaha pelindungan WNI di wilayah akreditasi.

“Hingga saat ini, tidak terdapat WNI yang terjangkit Covid-19 di wilayah akreditasi KBRI Kopenhagen” ujar Dubes Ibnu.

Sedangkan Dubes Wiwiek Setyawati Firman dari KBRI Helsinki, menekankan pada sisi pandemi Covid-19 yang mendorong kerja sama kemanusiaan global. “Ada 3 hal besar dalam kerja sama khususnya mengenai penanganan Covid-19, yaitu tes, pengobatan, dan vaksin,” ujarnya

Wiwiek  baru saja, hari ini, 8 Mei 2020 berbicara dengan Rektor Helsinki University, Prof. Dr. Jari Niemelä, tentang peluang kerja sama riset Covid-19 di bawah MoU antara Pemerintah Indonesia dan Finlandia di bidang Science, Technology, Innovation, and Higher Education Cooperation sejak 2015. ” Rektor Jari juga mengundang untuk dapat melihat fasilitas dan berbagai riset terkait Covid-19 di Helsinki University” ujar Dubes Wiwiek.

Sebagai moderator sekaligus narasumber terakhir, Dubes Bagas menyatakan bahwa KBRI Stockholm yang menangani WNI dengan jumlah lebih dari 1.300 orang di Swedia dan 5 orang di Latvia, kini fokus pada perlindungan WNI di masa pandemi dan juga peningkatan kerja sama Indonesia-Swedia khususnya dalam bantuan penanganan Covid-19 yang hingga saat ini telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan Swedia di Indonesia.

“Kami juga mengapresiasi masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia yang terus aktif menggalang donasi untuk bantuan penanganan Covid-19 di Indonesia. Selain itu, terdapat sejumlah ilmuwan asal Indonesia yang membantu Swedia untuk menanggulangi Covid-19. Mereka ada yang mengajar di universitas, laboratorium, dan RS Umum di Swedia” ujar Dubes Bagas.

Dia menyimpulkan bahwa KBRI di Nordik selalu hadir membantu dan melindungi WNI dan Badan Hukum Indonesia. Selain itu, perhatian negara-negara Nordik sangat besar kepada Indonesia khususnya dalam kerja sama penanggulangan Covid-19. Hal ini dirasa dapat melengkapi peringatan HUT ke-70 hubungan diplomatik negara Indonesia dengan Denmark, Norwegia dan Swedia pada tahun 2020 ini.

Bincang Virtual kali ini diikuti oleh sejumlah masyarakat Indonesia yang tinggal di sejumlah negara di kawasan Nordik, negara-negara Eropa lainnya, bahkan juga dari Indonesia. Kegiatan ini dipandang baik untuk terus dilakukan guna menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan WNI di Swedia dan Latvia dalam masa pandemi Covid-19.