Chef Yoocy Teintang sedang menjelaskan langkah-langkah memasak sup ayam ( Foto: KBRI Stockholm).
STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id: Akhir pekan ini , KBRI Stockholm memfasilitasi kegiatan yang diinisiasi oleh WNI di Swedia, yaitu Tim “2AnakRantau”, Connie Paloma dan Stanley Setiawan.
Kegiatan live cooking demo dan diskusi virtual dengan judul, “Masak Sehat Selama Berpuasa 18 Jam di Skandinavia” tersebut dibuka dengan sambutan dari Dubes RI untuk Swedia merangkap Latvia, Bagas Hapsoro. Bertindak selaku narasumber adalah Yoocy Teintang, chef; Resthie Rachmanta, dokter dan ahli nutrisi; dan William Wongso, pakar kuliner.
Kegiatan ini diinisiasi oleh WNI yang tinggal di Swedia dan ditujukan utamanya untuk dapat memberikan inspirasi memasak sederhana namun bernutrisi tinggi dalam masa puasa bagi para WNI yang tinggal di Swedia dan negara Skandinavia lainnya.
Pada sambutan pembukaannya, Dubes Bagas menyatakan bahwa kegiatan berpuasa merupakan Ibadah yang wajib dilakukan, yaitu bagi umat Muslim. Dan kini di Swedia sudah masuk dalam waktu puasa selama 18 jam. Apalagi keadaan sekarang ini yang ditambah dengan adanya pandemi, tentunya semakin memberatkan Ibadah puasa.
“Oleh karena itu, asupan nutrisi dari makanan, khususnya makanan sahur dan berbuka, harus sangat baik. Namun demikian, saya juga mengetahui keterbatasan kita untuk memasak sesuatu yang kompleks. Masakan itu harus sederhana, namun memiliki nutrisi yang baik, agar kita kuat menjalani Ibadah puasa hingga 18 jam atau bahkan lebih” ujar Dubes Bagas.
Pada kegiatan memasak, Chef Yoocy memilih menu berbuka, yaitu sup ayam dan nasi ayam hainan. Sedangkan untuk menu sahur dipilih fritata dengan daun kale dan ikan asap.
“Ini menu yang cukup mudah ditemukan bahan-bahannya karena dapat ditemui di banyak toko asia di negara-negara Eropa. Selain itu, menu tersebut bisa dihidangkan bersama nasi putih dan salad, cocok dengan lidah kita orang Indonesia” ujar Yoocy.
Resthie menambahkan bahwa daging ayam, seperti dalam menu nasi ayam hainan ini memiliki kandungan protein yang baik dan cukup memberikan nutrisi dalam hari-hari berpuasa.
“Rule of thumb-nya, ayam sebagai lauk harus mencapai 1/4 dari ukuran piring makan yang digunakan, tapi jangan makan kulitnya. Kalau makannya seperti itu, akan mendapatkan manfaat dan nutrisi daging ayam tersebut” ujar Resthie.
“Kalau untuk nurunin berat badan, cara gampangnya adalah dalam 1 piring makan, sayur harus mendominasi, kedua terbanyak harus protein, dan karbohidrat seperti nasi harus paling sedikit” tambah Resthie.
Dalam kegiatan livecooking ini, sembari Yoocy memasak, William memberikan penjelasan terkait asal usul dan latar masakan tersebut. Pakar kuliner senior ini juga memberikan arahan dan masukan dalam memasak dan juga usulan-usulan penggunaan bumbu dan cara memasak.
“Di masa sekarang ini, ketika masa puasa, bahkan sekarang di tengah-tengah masa pandemi, saya selalu sampaikan kepada ibu-ibu agar jangan fokus dengan resep. Fokuslah dengan membuat stok bumbu, seperti bumbu kuning, merah, dan lain-lain. Kalau sudah ada bumbunya, mau masak apa tinggal dicocokan dengan pilihan lauk yang tersedia, baik itu ayam, daging, maupun ikan” ujar William.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah WNI yang tinggal di Swedia, negara-negara Skandinavia dan Eropa lainnya, bahkan yang tinggal di Indonesia. Kegiatan semacam ini dipandang baik untuk terus dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan WNI di Swedia dan Latvia dalam masa pandemi Covid-19.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kiriman paket kue datang tiga jam sebelum bedug Maghrib berbuka puasa. 6 Kotak segi empat ukuran 14 cm x 18 cm berjejer di atas meja mengundang selera. Sebuah kotak dengan tanda centang Browncheese di belakangnya langsung di buka. Wow…baunya menggoda dan begitu kotak dibuka maka dibagian dalam penutupnya tertulis ;
Caketapenyahudson
Dibuat dari bahan tradisional berkualitas terbaik dan diolah secara modern.Sangat kaya akan rasa, begitu otentik dengan cita rasa tinggi. Cake tape kami adalah harta karun .Resep rahasia warisan leluhur
Kue tape rasa coklat dan cheese ini masih terbalut kertas putih bertuliskan caketapenyahudson, premium quality dengan perekat bulatan kertas warna coklat tepat di tengahnya. Dilengkapi silica gel dan sebuah pisau plastik berwarna putih sehingga pembeli tinggal buka dan potong sesuai selera.
Sehari sebelumnya di WA Grup komunitas Les Bavardes, ibu-ibu alumni IKIP Perancis Jakarta mengunggah foto-foto Cakenya Hudson dengan packaging cardboard yang cukup tebal, dilengkapi dengan handle yang mempermudah untuk membawa-bawa si cake tape.
Kemasannya sekilas jadi mirip tas koper echolac jadul yang mungil dan memang cocok banget buat yang mau membeli Cakenya Hudson sebagai hadiah, hantaran maupun oleh-oleh. Packaging dan detil yang memikat dari kotak seberat 500 gram ini baru dipesan sehari sebelumnya dari Jl. KS Tubun Nomer 99 Yogyakarta, Pembuatnya tak lain adalah Hudson Prananjaya.
Ya betul jebolan Indonesia Mencari Bakat (IMB) yang tampil bermuka dua, maksudnya dia menyanyi dengan dua suara, suara laki-laki dan perempuan, juga dengan dua karakter yang berbeda, yaitu Hudson yang merupakan laki-laki dan Jessica yang merupakan wanita.
Tak hanya menampilkan performa suara yang total, Hudson juga menunjukkan kemampuannya dalam mengenakan kostum yang memang dibuat sedemikian rupa agar cocok dengan karakternya sisi pria dan wanita.
Beragam cake tape produk caketapenyahudson
Nah kembali ke soal Caketapenyahudson, bisnis yang sudah dijalaninya dua tahun terakhir ini begitu terjadi wabah virus Corona ( COVID-19) sempat tutup selama sebulan, namun kini buka kembali hingga H-2 Lebaran dan tidak tanggung-tanggung orderannya datang dari berbagai kota di Pulau Jawa termasuk Jakarta.
” Order dari Jakarta sekarang malah paling banyak bisa 40-60 dus per hari. Meski kami produksi di Yogyakarta, pengiriman hanya sehari jadi besoknya pemesan sudah bisa menikmati beragam kue yang diorder” kata Hudson per telpon.
Ada 6 varian rasa cake tape yang diproduksinya yaitu topping kismis, prunes, chocolate dan cheese masing-masing seharga Rp 50.000/box dan Mandarin Nutella serta Browncheese seharga Rp 60.000/box. Dua terakhir ini tidak ada tersisa rasa tapenya justru lembut dan lumer di mulut.
Beberapa tahun yang lalu, dunia kuliner khususnya pastry dan bakery kedatangan berbagai jenis kue kekinian yang menggandeng nama-nama para artis kondang ibu kota. Nyatanya kue-kue kekinian tersebut malah menghilang, akun sosial media yang tidak update, dan bahkan beberapa outlet sudah tutup.
Cakenya Hudson tidak seperti jualan kue dari artis-artis lainnya yang gencar promo dan mengandalkan popularitas sang artis. Dari awal dia memang sudah punya konsep mengolah tape singkong sebagai makanan tradisiona menjadi cake modern.
Itu sebabnya begitu membuka kotak kuenya sudah tertulis dia memperlakukan tape singkong sebagai harta karun dan dengan dengan resep rahasia warisan leluhur serta kemasan yang bagus sehingga bisa menjadi kue modern bertekstur lembut.
” Semua ini warisan turun temurun dari ibundaku, almarhum ibu Daryanti yang semasa hidup memang usahanya membuat kue-kue untuk arisan dan acara lainnya,” katanya mengenang.
Sayang sebulan sebelum Hudson tampil di acara Indonesia Mencari Bakat ( IMB) di Trans TV , sang bunda wafat. Usaha kue yang kini digelutinya benar-benar usaha keluarga yang dijalaninya sendiri bersama keponakan dan tante dengan total hanya 5 orang yang menangani produksinya.
“Jadi artis, apalagi mengandalkan popularitas atau nama besar dalam bisnis kuliner tidak menjamin akan sukses. Semua tergantung dari kualitas rasa dan seberapa besar rasa cinta untuk membesarkan usaha,” ujarnya.
Niatnya melestarikan tape, makanan tradisional yang terlupakan terbukti mengangkat derajat tape itu sendiri menjadi cake modern dengan kemasan yang menarik dan yang terpenting, ujarnya, semua diproduksi dengan rasa cinta dan bersungguh-sungguh menyajikan rasa terbaik.
Tidak perlu ditanya bagaimana Hudson dan keluarga bisa sampai punya produk yang menggiurkan ini karena prosesnya juga panjang dalam berlatih untuk mendapatkan produk dan rasa terbaik. Dia juga memilih bahan-bahan premium sehingga rasanya beda dengan cake artis lainnya
Kuenya bukan hanya dikasih topping kismis, keju, prune, coklat tapi sampai kedalem-dalem. Saat mencicipi cake tape keju misalnya, ketika digigit ada potongan keju di dalamnya. Jadi buat penggemar keju bisa membayangkan dong rasanya….
Lokasi gerai Cakenya Hudson ini ada di Jl. KS Tubun Nomer 99 Yogyakarta, kalo kalian bingung, Jl KS tubun itu jalanan yang disebelah baratnya Malioboro yang jadi sentra bakpia. Nah sederetan pabrik bakpia, tokonya ada di ujung jalan di sebelah utara.
Tempat toko sudah disewa untuk 7 tahun dan meski mungil tapi bernuansa Parisienne dengan interiornya yang didominasi nuansa kayu dan instagramable juga. Apalagi Hudson juga suka melayani sendiri para pembelinya plus yang minta foto-foto juga.
Kehadiran outlet caketapenyahudson ini di tujuan wisata nomor dua setelah Bali jelas menjadi daya tarik wisata melalui keunikan, originalitas, otentisitas, dan keragaman varian kue tape termasuk kue kering menghadapi Lebaran.
Pilihannya bermitra dengan jasa pengiriman Paxel juga tepat karena penggemar kue tapenya yang berada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang jika pesan di pagi hari maka besok sore atau malam paket kuenya sudah tiba. Ongkos kiriman untuk satu hingga 6 box cukup bayar Rp 30.000 kalau sekaligus 12 box juga total hanya bayar Rp 50.000.
Sedangkan untuk yang berada di Semarang dan Solo jika pesan pagi bisa tiba di hari yang sama dengan biaya Rp 20.000 ( 1-6 box) dan Rp 30.000 untuk 12 box. ” Jadi satu box ongkir ke Jakarta kalau beli 6 box sekalian sama saja seharga Rp 5000,-. Murahkan….,” kata Hudson dengan semangat. Oke deh Hudson, sukses ya bisnis kue tapenya…
Serah terima 49.930 masker kain di balairung Kemenparekraf kepada PHRI DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan Transjakarta yang karyawannya seriap hari melayani masyarakat ditengah pandemi. ( foto: Kemenparekraf)
JAKARTA,bisniswisata.co.id:GerakanMaskerKain Kemenparekraf dengan membagikan 100.000 masker pada industri pariwisata sebagian sudah dapat direalisasikan sehingga mereka yang setiap hari harus bekerja dapat meminimalisir penyebaran COVID-19.
“Pada tahap pertama, dilakukan serah terima sebanyak total 49.930 masker kain kepada PHRI DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan Transjakarta,” kata Josua Simanjuntak Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf pada acara penyerahan masker kain secara simbolis, hari ini.
Mewakili Menparekraf Whisnutama Kusubandio, Joshua mengatakan bahwa sebelum memulai program ini, Kemenparekraf membuka Pendaftaran Terbuka untuk memilih UKM yang tepat sebagai produsen masker kain. Pendaftaran telah dilakukan pada 1 hingga 5 April 2020 di kanal media sosial Kemenparekaf.
“Kriteria yang diharapkan termasuk di dalamnya proses kerja yang mengutamakan kebersihan dan protokol kesehatan. Pada tahap pertama ini #GerakanMaskerKain melibatkan 13 pelaku industri kreatif fesyen dengan total 122 tenaga kerja,” tambahnya.
GerakanMaskerKain memiliki tiga tujuan utama.Tujuan pertama adalah isu humanitas, dimana dalam gerakan ini berupaya mengajak dan mengedukasi masyarakat yang sehat untuk cukup menggunakan masker yang terbuat dari kain. Sehingga ketersediaan masker medis tercukupi untuk tenaga kesehatan dan pasien yang membutuhkan.
“Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus, dan droplets di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan work from home dan harus berinteraksi dengan banyak orang,” kata Josua Simanjuntak di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta.
Selanjutnya adalah isu inovasi berkelanjutan, dimana dalam program ini industri yang dilibatkan memanfaatkan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk mengurangi sampah industri fesyen.
“Dan ketiga yang sangat penting adalah membantu menggiatkan atau menggerakkan industri kreatif fesyen dalam menggerakkan usahanya agar dapat terus bekerja dengan membuat masker kain yang dapat mereka buat dari kain perca atau sisa bahan kain produksi mereka,” kata dia.
Kemenparekraf menggandeng sejumlah pihak salah satunya MNC Peduli untuk menggelar kampanye yang merupakan bagian dari #GerakanMaskerKain sebagai upaya untuk menekan penyebaran COVID-19, sekaligus membantu menggerakkan industri kreatif fesyen tanah air utamanya UMKM yang ikut terdampak COVID-19.
Dia memastikan #GerakanMaskerKain akan terus berjalan dengan melibatkan lebih banyak industri fesyen tanah air. “Kami akan terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa bersama-sama menggerakkan ekonomi kreatif melalui gerakan ini,” kata Josua.
Sementara itu Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution menjelaskan, dalam kerja sama ini pihaknya menghimpun dana sebesar Rp 500 juta melalui MNC Peduli untuk memproduksi masker kain yang kemudian hasilnya didistribusikan oleh Kemenparekraf.
“Harapannya melalui kegiatan ini kita semua masyarakat Indonesia dapat terus meningkatkan disiplin memakai masker dan menjaga jarak. Dengan begitu kita harapkan kondisi kembali normal dan masyarakat segera beraktivitas kembali,” kata Syafril Nasution.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wakil Pemimpin Umum portal berita wisata ini: www. bisniswisata.co.id, Rita Sri Hastuti dilantik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim secara daring sebagai anggota Lembaga Sensor Film bersama 16 anggota lainnya.
Rita dilantik bersama 8 pejabat tinggi madya di lingkungan internal Kemendikbud. “Hari Ini Jumat, 8 Mei 2020 Kita dapat melaksanakan pelantikan pejabat tinggi madya serta anggota Lembaga Sensor Film periode 2020-2024,” kata Nadiem dalam upacara pelantikan
Untuk para pejabat, Nadiem berpesan agar mereka mampu berkreasi, berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam memajukan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Hal itu menjadi tantangan sendiri, terlebih pada masa pandemi virus korona (COVID-19) ini.
“Agar saudara melakukan koordinasi internal, melihat tantangan dan menjadikan itu sebagai motivasi kuat untuk mewujudkan Merdeka Belajar berjalan efektif dalam sistem pendidikan untuk Indonesia,” terang Nadiem dikutip Antara.
Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum bisniswisata.co.id dilantik sebagai anggota Lembaga Sensor Film ( LSF).
Sedangkan kepada anggota Lembaga Sensor Film, Nadiem berpesan, agar mereka mendukung dan mengimbangi program Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan beberapa bulan lalu. Tak sekadar memperkuat integritas, tapi juga mengimbangi perkembangan dan kemajuan teknologi di dunia perfilman.
“Kami berharap Saudara mampu menjalankan tugas ini sebaik-baiknya untuk periode 2020-2024,” kata Nadhiem.
Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Iwan Syahril, juga dilantik pula sebagai Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud.
Pejabat lainnya yang dilantik yakni Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Wikan Sakarinto menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemdikbud.
Kemudian Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Prof H Endang Aminudin Aziz dilantik menjadi Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud.
Selanjutnya Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Totok Suprayitno dilantik menjadi Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Kemdikbud.
Nadiem juga melantik ulang sejumlah pejabat yang sebelumnya sudah dilantik yakni Sesjen Kemdikbud Prof Ainun Naim, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Irjen Kemdikbud Muchlis Rantoni Luddin. Sedangkan Chatarina Maulina Girsang sebagai Staf Ahli Mendikbud bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan.
Nadiem Makarim meminta pejabat Kemdikbud yang baru dilantik untuk menggulirkan kebijakan yang memberikan kebebasan pada insan pendidikan dan kebudayaan.
“Insan pendidikan harus dilihat sebagai subjek bukan objek, untuk itu kebijakan yang digulirkan harus memberikan kebebasan pada insan pendidikan dan kebudayaan,” ujar Nadiem.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat insan pendidikan dan kebudayaan dapat berkreasi, berinovasi dan berpartisipasi aktif untuk memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan.
Dia menambahkan pendidikan manusia seutuhnya harus bisa mengikuti perkembangan zaman, serta memperhatikan pelaku pendidikan yakni manusia.
“Agar hal tersebut menjadi tantangan dan motivasi kuat Merdeka Belajar, serta bekerja secara efektif untuk Indonesia dan memberikan peluang untuk sistem pendidikan agar dapat menghadapi tantangan zaman,” terang dia.
Dalam kesempatan itu, Nadiem juga melantik anggota Lembaga Sensor Film (LSF) dan Prof Dr Sri Mulyani sebagai Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang periode 2020-2024.
Pejabat Kemendikbud dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 74/TPA2020 dan 84/TPA2020 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sejumlah pejabat yang dilantik ini diketahui sudah dilantik sebelumnya, namun ikut dilantik ulang pada hari ini karena ada penyesuaian Perpres. Sebelumnya Perpres 72/020 menjadi Perpres 82/2020 tentang Kemendikbud.
Berikut nama-nama pejabat yang dilantik:
Ainun Naim sebagai Sekretaris Jendral Kemendikbud (dilantik ulang)
Hilmar Farid sebagai Dirjen Kebudayaan Kemendikbud (dilantik ulang)
Muchlis Rantoni Ludin sebagai Ispektor Jendral Kemendikbud (dilantik ulang)
Totok Suprayitno sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud
Iwan Syahril sebagai Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan
Wikan Sakarinto sebagai Dirjen Vokasi
Endang Amunin Aziz sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud
Chatarina Maulina Girsang sebagai Staf Ahli bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayan Kemendikbud (dilantik ulang)
Sedangkan anggota Lembaga Sensor Film dilantik dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia dengan Nomor 39/TPA2020 tentang pemberhentian dengan hormat pengangkatan Lembaga Sensor Film. Berikut anggota yang dilantik:
STOCKHOLM, Swedia, bisniswisata.co.id: Bincang Virtual kembali digelar KBRI Stockholm dengan tema “Perkembangan Covid-19 di Seluruh Negara Nordik”. Hadir sebagai narasumber adalah 4 Duta Besar RI di Negara Nordik, yaitu Dubes Todung Mulya Lubis dari KBRI Oslo, Dubes Muhammad Ibnu Said dari KBRI Kopenhagen, Dubes Wiwiek Setyawati Firman dari KBRI Helsinki, dan Dubes Bagas Hapsoro dari KBRI Stockholm.
“Kegiatan ini selain silaturahmi antar Perwakilan RI dan masyarakat Indonesia yang tinggal di negara-negara Nordik, juga untuk dapat terus memonitor WNI sekaligus melakukan update mengenai langkah-langkah penanganan Covid-19 secara terpadu,” kata Dubes Swedia, Bagas yang juga bertindak sebagai moderator,
Hal ini juga menyangkut kerja sama antar negara di Nordik dengan Indonesia terkait bantuan penanggulangan Covid-19 hingga kerja sama penelitian untuk menemukan vaksin Covid-19 agarpandemi global ini bisa segera teratasi, tambah Dubes Bagas.
Dubes Todung dari KBRI Oslo menekankan ihwal perlindungan WNI dan ikhtiar untuk membuat vaksin Covid-19. “PT Bio Farma tengah menjajaki kerja sama pengembangan dan produksi vaksin Covid-19 dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) yang bermarkas di Oslo,” jelasnya.
Selain itu, KBRI Oslo juga selalu melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan simpul-simpul WNI, seperti Persatuan Pelajar Indonesia ( PPI) dan perwakilan kelompok masyarakat Indonesia” ujar Dubes Todung.
Dubes Muhammad Ibnu Said dari KBRI Kopenhagen, menyatakan bahwa perlindungan WNI dan kerja sama Indonesia dan Denmark, yaitu salah satunya untuk menemukan vaksin Covid-19, yang kini menjadi fokus utama.
“KBRI Kopenhagen memprioritaskan Diplomasi Perlindungan WNI di wilayah akreditasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini dengan pendekatan kepedulian dan keberpihakan. KBRI Kopenhagen secara aktif menghubungi WNI yang tercatat dalam database WNI dan aplikasi Lapor Diri Online untuk mendapat keterangan terhadap kondisi terkini WNI.
Mereka juga diminta menyampaikan informasi resmi dari masing-masing pemerintah setempat serta Pemerintah RI serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas terkait dari pemerintah setempat, khususnya yang terkait dengan usaha pelindungan WNI di wilayah akreditasi.
“Hingga saat ini, tidak terdapat WNI yang terjangkit Covid-19 di wilayah akreditasi KBRI Kopenhagen” ujar Dubes Ibnu.
Sedangkan Dubes Wiwiek Setyawati Firman dari KBRI Helsinki, menekankan pada sisi pandemi Covid-19 yang mendorong kerja sama kemanusiaan global. “Ada 3 hal besar dalam kerja sama khususnya mengenai penanganan Covid-19, yaitu tes, pengobatan, dan vaksin,” ujarnya
Wiwiek baru saja, hari ini, 8 Mei 2020 berbicara dengan Rektor Helsinki University, Prof. Dr. Jari Niemelä, tentang peluang kerja sama riset Covid-19 di bawah MoU antara Pemerintah Indonesia dan Finlandia di bidang Science, Technology, Innovation, and Higher Education Cooperation sejak 2015. ” Rektor Jari juga mengundang untuk dapat melihat fasilitas dan berbagai riset terkait Covid-19 di Helsinki University” ujar Dubes Wiwiek.
Sebagai moderator sekaligus narasumber terakhir, Dubes Bagas menyatakan bahwa KBRI Stockholm yang menangani WNI dengan jumlah lebih dari 1.300 orang di Swedia dan 5 orang di Latvia, kini fokus pada perlindungan WNI di masa pandemi dan juga peningkatan kerja sama Indonesia-Swedia khususnya dalam bantuan penanganan Covid-19 yang hingga saat ini telah dilakukan oleh sejumlah perusahaan Swedia di Indonesia.
“Kami juga mengapresiasi masyarakat Indonesia di Swedia dan Latvia yang terus aktif menggalang donasi untuk bantuan penanganan Covid-19 di Indonesia. Selain itu, terdapat sejumlah ilmuwan asal Indonesia yang membantu Swedia untuk menanggulangi Covid-19. Mereka ada yang mengajar di universitas, laboratorium, dan RS Umum di Swedia” ujar Dubes Bagas.
Dia menyimpulkan bahwa KBRI di Nordik selalu hadir membantu dan melindungi WNI dan Badan Hukum Indonesia. Selain itu, perhatian negara-negara Nordik sangat besar kepada Indonesia khususnya dalam kerja sama penanggulangan Covid-19. Hal ini dirasa dapat melengkapi peringatan HUT ke-70 hubungan diplomatik negara Indonesia dengan Denmark, Norwegia dan Swedia pada tahun 2020 ini.
Bincang Virtual kali ini diikuti oleh sejumlah masyarakat Indonesia yang tinggal di sejumlah negara di kawasan Nordik, negara-negara Eropa lainnya, bahkan juga dari Indonesia. Kegiatan ini dipandang baik untuk terus dilakukan guna menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan WNI di Swedia dan Latvia dalam masa pandemi Covid-19.
Yunani siap buka diri untuk turis per 1 Juli (foto: epoch time)
ATHENA, bisniswisata.co.id: Yunani akan kembali membuka diri bagi turis pada Juli mendatang. Harapan orang untuk liburan musim panas di negara Mediterania itu bukan lagi hanya mimpi. Yunani sendiri mewakili kisah sukes bagaimana mereka menghadapi virus Corona. Penerapan kebijakan lockdown yang ketat dan sedini mungkin terbukti mampu menekan angka kematian. Sejauh ini jumlah korban meninggal akibat virus corona hanya sekitar 150 orang.
Minggu ini, sejumlah aktivitas bisnis seperti salon dan toko buku mulai diizinkan kembali buka. Menurut Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis, itu akan menjadi model bagi industri pariwisata saat pelancong musim panas mulai berdatangan.
“Pengalaman wisata musim panas tahun ini mungkin sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,” kata Mitsotakis kepada CNN.
Untuk memastikan social distancing (jaga jarak sosial) tetap dijalankan, kata Mitsotakis, kemungkinan bar-bar belum boleh buka dan kerumunan orang dibatasi. “Tetapi Anda tetap dapat menikmati pengalaman yang fantastis di Yunani.”
Sekadar info, sektor pariwisata memainkan peran penting di Yunani, negeri para dewa. Setidaknya 20% PDB negara itu bergantung pada industri pariwisata, dua kali lipat dibanding rata-rata negara di dunia. Pada 2019 jumlah turis yang datang ke Yunani mencapai lebih dari 31 juta orang, setara dengan 3 kali lipat jumlah penduduknya.
Dalam 10 tahun terakhir wisatawan yang datang selalu naik dua kali lipat per tahunnya. Tak sia-sia pemerintah investasi miliaran dollar di bidang layanan dan infrastruktur. Saat ini, satu dari empat warga Yunani bekerja di bidang pariwisata atau industri terkait lainnya.
Meski mengakui keputusan ini berisiko karena virus corona bisa saja dibawa para pelancong, Mitsotakis tetap optimis hal itu bisa ditekan. Caranya, dengan memberlakukan tes corona yang ketat. Saat ini, setiap pelancong internasional yang tiba di Athena akan langsung dicek.
Pengecekan virus Corona bagi pendatang bahkan sudah dimulai sejak dari bandara tempat orang tersebut bertolak. Mereka sudah dimintai mengisi formulir di dalam pesawat. Formulir itu berisi pertanyaan menyangkut data pribadi dan nomor tempat duduk.
Info tempat duduk penting agar otoritas Yunani dapat melacak kontak jika kedapatan ada penumpang di pesawat tersebut yang dites positif Corona. Setelah mendarat pun para penumpang langsung digiring ke sebuah ruangan untuk dites swab. Hasilnya baru diketahui 12 jam kemudian. PM Mitsotakis berharap ada protokol berstandar internasional jika negara-negara lain ingin melakukan hal serupa.
“Asumsi saya, orang akan dites terlebih dahulu sebelum naik pesawat, bukan setelah mereka tiba di sini.” Mereka yang diizinkan melanjutkan perjalanan adalah yang hasil tesnya negatif. Nah, jika semua berjalan sesuai rencana, ia berharap Yunani dapat betul-betul mulai menyambut wisatawan pada 1 Juli 2020.
Untuk sementara waktu, Yunani mengharapkan kembalinya para turis kelas atas karena sejumlah maskapai yang menjual tiket murah pun masih berhenti beroperasi.
Wisata kapal pesiar dan agrowisata nampaknya akan banyak diminati. Melancong dengan kapal pesiar memungkinkan Anda untuk berkumpul dengan sedikit orang. “Jumlah orang yang ada di atas kapal lebih sedikit; mereka pun akan pergi berlayar dengan membawa perbelakan; dan makan di kapal,” ujar Mitsotakis.
Pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup orang, termasuk untuk plesiran. Orang kini cenderung melancong ke tempat-tempat wisata yang tidak ramai. Agrowisata dengan hotel-hotel yang lebih kecil cocok dengan kebutuhan wisata pasca Covid-19.
PURBALINGGA, Jateng, bisniswisata.co.id: Walau sekadar numpang lahir, ari-ariku berkubur di Purbalingga, Jawa Tengah. Barangkali pertalian fisiologi dan sejarah itulah yang membuat aku—anak kolong yang menghabiskan masa kecil dan remaja di kitaran markas besar Kopassus Cijantung dan di Perumnas Klender, Jakarta—selalu merindukan kota di Keresidenan Banyumas tersebut. Setelah berkeluarga pun aku masih menjambanginya walau sesekali.
Liburan sekolah tiba. Kami putuskan untuk mengunjungi siMbah yang sudah sepuh di Purbalingga. Beliau katanya kangen buyut dan cucunya. Wajar, memang. Mbah Kakung baru saja meninggal dan kami tak sempat melayat kala itu karena padat kegiatan.
Tiket kereta api eksekutif pulang-pergi kami pesan. Tak sulit mendapatkan karcis ke Purwokerto. Pilihan banyak sebab seluruh kereta ke timur yang lewat jalur selatan akan transit di sana. Pilihan kami jatuh pada KA Bima. Selain nyaman, waktu keberangkatan cocok yakni bertolak dari stasiun Gambir pukul 17.00. Artinya, kami yang tinggal di Bogor tak perlu rush berangkat ke Gambir untuk mengejar kereta. Ini yang paling penting.
Setelah menitip kendaraan di rumah Eyang Uti anak-anak di Klender, Jakarta Timur, kami ke Gambir naik taksi. Seperti biasa, kedua anak kami selalu tertarik berkenalan dengan orang baru termasuk dengan pak sopir taksi yang berbadan gempal.
“Memang Bapak orang bule ya,” celetuk Che, anak nomor dua kami sesaat setelah mobil mulai melaju meninggalkan rumah Uti.
“Memang kenapa,” ucap saya menimpali.
“Kok rambutnya putih semua….”
Kami tertawa; pun pak supir yang asli Banjar, Kalimantan.
Perjalanan ke Gambir kurang dari 30 menit saja. Celoteh anak-anak sepanjang perjalanan membuat waktu yang berjalan terasa lebih singkat.
Tiba di Gambir ‘kepagian’, kami putuskan untuk ngopi di kedai favorit anak-anak: Dunkin Donut di lantai dasar. Tempatnya nyaman. Sayang, kedai ini juga menyediakan smoking area yang bersekat dinding kaca belaka. Pintu senantiasa terbuka sehingga asap rokok bebas bermigrasi ke seluruh ruangan. Tampaknya hexos tidak bekerja di sana. Ruangan terasa pengap oleh asap rokok terutama buat kami yang tak terbiasa menghirupnya.
Kira-kira setengah jam menjelang keberangkatan, kami naik ke lantai atas menuju peron tempat pemberhentian sekaligus pemberangkatan kereta.
Anak-anak selalu exciting jika ke Jawa [baca: Jawa Tengah] naik kereta. Trip ke Purbalingga ini bukanlah pengalaman pertama mereka. Beberapa kali sudah kami memilih kereta sebagai moda transportasi; termasuk saat liburan ke Yogyakarta dan Solo.
Perjalanan dari Gambir ke Purwokerto hanya lima jam. Jadi OK-lah buat anak kami yang masih bocah. Kalau berangkat tepat pulul 17.00 dari Jakarta maka sampai di kota itu masih sekitar pukul 22.00; belum terlalu malam.
Dari stasiun Purwokerto kami masih harus naik mobil selama kurang lebih 30 menit ke Purbalingga. Bulik (adik ibuku) pasti sudah menunggu kami di sana sejak sore. Biasanya kami akan menghubungi taksi langganan keluarga untuk menjemput di Purwokerto.
Sebenarnya taksi lokal banyak yang nongkrong di halaman stasiun. Jadi tak sulit mencari kendaraan di sana. Hanya saja kalau dengan taksi langganan, kita tak perlu lagi menjelaskan tujuan atau arah jalan menuju rumah Bulik.
Saat kereta mulai bergerak meninggalkan Gambir, ada satu ritual yang dilakukan anak sulung kami. Kei akan menyusuri gerbong demi gerbong mulai dari yang di depan (belakang lokomotif) hingga ke gerbong paling belakang. Ia akan melaporkan apa yang dilihatnya termasuk yang tetap ada dan yang berubah.
Ulah penumpang yang sempat ia rekam selama menyusuri gerbong juga akan ia wartakan. Seusai melapor dia akan duduk manis menunggu pramugari kereta api menawarkan makan malam. Ia suka bersantap sajian on board; akan serius bertanya dan menimbang apa kira-kira makanan yang cocok dipesan. Acara ini seolah menjadi bagian dari ritual yang musti ia jalani.
Yap! Makanan pun siap. Kei akan makan sampai tuntas. Ini ada bagusnya karena akan menggugah selera sang adik. Che tak doyan bersantap. Setelah kenyang tentu mudah ditebak, ia dan Che akan mengantuk dan kemudian tidur. Biasanya kami memesan empat kursi misalnya 9 A, B dan 10 A, B sehingga satu deret kursi (dua tempat duduk) bisa diputar agar berhadapan. Posisi duduk seperti ini memberi ruang yang nyaman buat anak-anak untuk bermain dan bercengkerama selama perjalanan.
Setiba di Purwokerto hujan deras. Che masih tidur; artinya Daddy musti menggendong sehingga kami kehilangan satu tenaga pembawa koper. Di luar stasiun Pak Yuli, sopir taksi langganan keluarga, sudah menunggu. Setelah memasukkan bawaan ke bagasi yang cukup luas kami pun duduk manis untuk diantar. Bulik tinggal sendiri karena dua anaknya sudah berkeluarga dan menetap di Jakarta.
Di Purbalingga seorang Paklik (adik laki-laki ibu) bercerita bahwa di sana ada taman reptil yang koleksi ularya aneka. Che, sangat ngefans pada ular. Dia pun kontan berteriak kegirangan. “Mau dong ke sana…ya Mom. Aku mau lihat ular yang banyak. Janji ya Mom.” Aku iyakan. Kebetulan lokasi Taman Reptil searah jalan menuju kolam renang Owabong. Jadi kedua tempat itu bisa kami kunjungi sekaligus dalam sehari perjalanan.
Selain berenang anak-anak juga ingin sekali masuk gua. Sudah sering mereka melihat gua dalam bentuk visual, terutama di saluran Discovery atau National Geographic; begitupun menyusurinya mereka belum pernah. Maka ketika aku mengatakan kita akan ke Gua Lawa (kelelawar) juga bukan kepalang girang mereka. Rencana tur segera kami buat. Pertama kami akan ke Owabong sekalian melihat koleksi ular Taman Reptil. Esoknya baru ke ke Gua Lawa.
Meski Taman Reptil kecil dan koleksinya tak banyak, anak-anak cukup senang di sana sebab bisa bercengkerama dengan ular python berbagai ukuran. Namun hari itu Owabong-lah yang mencuri perhatian mereka. Kolam renang yang memanfaatkan air gunung ini dilengkapi dengan fasilitas bermain. Kolam air panas juga tersedia di sana.
Gua Lawa dan Pancuran Tujuh
Petualangan hari kedua ternyata lebih menarik. Jalan menuju Gua Lawa cukup menantang: kadang berbelok-belok, menanjak, menurun tajam, serta menyempit. Untunglah sopir kami, Pak Slamet, handal dan berpengalaman. Kami tenang saja walau ia ngebut.
Perjalanan menelusuri lorong gua sungguh memicu adrenalin sekaligus menyenangkan. Bahkan Kei perlu dua kali kembali menyusur jalan setapak di dalamnya. Lintasan itu memang dirancang sedemikian menarik sehingga pengunjung merasa nyaman.
Kelelawar yang bergelantungan di langit-langit mempertebal eksotisme alam. Seorang guide menerangkan ke kami spot yang menarik di sepanjang jalur. Tempat yang sering dipakai orang bersemedi saat malam Jumat Kliwon, misalnya. Memang ada saja orang yang datang ngelmu dengan bertapa di sana. Sisa sesajen berupa bunga segar tampak di beberapa titik.
Baturaden menjadi tujuan kami berikutnya. Berada di ketinggian sekitar 1.300 meter dari permukaan laut, obyek wisata kebanggaan Puwokerto ini tempat yang cocok untuk melepas kepenatan. Udara sejuk yang cenderung dingin membuat kami betah berlama-lama di sini; rasanya waktu tak bergerak. Sebenarnya kami sudah beberapa kali ke tempat ini. Saat jembatan gantungnya putus pas Lebaran Oktober 2006, misalnya, keluarga besar kami sedang bersantap di restoran di dekatnya.
Rupanya ada tempat yang tak kalah eksotik dari lokasi wisata Baturaden. Pancuran Tujuh namanya. Sudah lama aku mendengar nama ini tapi sekali pun belum pernah ke sana. Sebelumnya aku pernah mendengar cerita bahwa kalau mau ke sana kita harus menapak berjam-jam dari Baturraden. Siapa sudi kalau harus membawa bocah-bocah?
Zaman sudah sangat berubah, ternyata. Sekarang kita sudah bisa naik mobil ke Pancuran Tujuh, lewat jalan lingkar lereng Gunung Slamet. Mobil kami pun bergerak ke sana. Lintasan itu hanya cukup untuk dua mobil yang berpapasan. Kendaran berukuran kecil dan sedang, tentunya.
Medannya agak berat. Namanya juga mendaki punggung gunung: serba terjal dan meliuk. Hutan alami di kiri-kanan. Kendaran yang melintas jarang. Kalau mobil sampai mogok kita akan kelimpungan. Jangan harapkan akan bisa menelepon truk derek.
Che dan Kei berlatar air belerang yang sehat di Pancuran Tujuh (foto-foto: P. Hasudungan Sirait)
Main air dipancuran cukup mengasyikan
Kelak, saat hendak pulang kami melihat sebuah sedan agak melintang sehingga cukup merintangi jalan. Pengemudinya bilang kendaraannya sulit menanjak karena kanvas koplingnya aus. Waktu itu sudah lengang dan gelap sebab lewat pukul 18.00. Entah bagaimana mereka akan keluar dari hutan.
Sesampai di pelataran parkir Pancuran Tujuh kami tak melihat fasilitas rekreasi macam restoran atau kedai kopi-teh. Yang ada cuma toilet umum. Jadi, kalau tidak buang air atau cuci muka pengunjung akan menapaki anak tangga menurun yang jumlahnya hampir 300 menuju pancuran.
Kami tak langsung turun melainkan mengisi perut dulu di pelataran. Bekal yang sudah disiapkan Bulik kami ganyang dengan penuh gairah. Ayam kampung goreng, tempe mendoan, mi goreng, serta sambal terasi itu begitu sedap rasanya walau tidak berpadu dengan nasi ngebul. Udara yang dingin serta atmosfir hutan yang menyejukkan batin membuat semangat kami membuncah untuk meludeskan bekal.
Seusai isi perut kami menyortir bawaan. Prinsipnya: seperlunya saja agar tak keberatan saat menaiki tangga waktu pulang. Anak-anak bersemangat melangkah di tangga semen. Saking senangnya terkadang mereka berlari adu cepat. Saat hendak mencapai ujung tangga kami berpapasan dengan seorang nenek. Bersama rombongan keluarga, ia hendak naik.
Tapi baru di anak tangga kedua ia sudah terengah-engah sehingga perlu mengasoh. Seorang anak muda yang merupakan kerabatnya menawarkan diri untuk menggendong. Tapi sang nenek menampik. Ia bilang dirinya masih kuat; cuma perlu rehat saja.
Saat melihat si nenek aku langsung ingat iklan zaman baheula yang berbunyi: nafsu besar tenaga kurang. Panggilan Pancuran Tujuh rupanya begitu kuat sehingga ia tak memperdulikan lagi kerentaan dirinya. Melihat adegan itu aku sempat ciut. Dalam hati aku pun berujar: wah perlu juga menyimpan energi biar kuat menapak sampai ke pelataran atas.
Selepas anak tangga terakhir deretan warung kopi-mi instan serta kios celana pendek, cinderamata langsung menyambut kami. Lupa membawa celana pendek pengganti aku pun mampir di kios batik. Si mbak pedagang langsung nyerocos: “Celana pendek batik 10.000 rupiah, harga pas. Dijamin tidak luntur deh…itu batik Pekalongan.” Aku membeli empat celana pendek sekaligus.
Ketika masih di pelataran atas aku sempat membayangkan seperti apa Pancuran Tujuh. Tentu tujuh mata air serba besar yang membuncah deras. Air dingin mengalir deras menyungai dengan menciptakan gemuruh laksana deru air terjun.
Mataku mencari-cari dimana gerangan pancuran tersebut. Aku tak melihat pemandangan sedahsyat yang kubayangkan. Lantas ke seorang pengunjung aku bertanya. Dia menunjuk ke arah sebuah dinding tebing. Tampak memang sejumlah pancuran kecil yang mengeluarkan air berasap.
“Oh…bukan air terjun ya?”
“Namanya juga pancuran, ya itu pancurannya,” katanya sambil tersenyum.
Aku mengamati sumber air panas. Jalan setapak yang cukup terjal di sisi parit kecil menarik hatiku. Itu jalur menuju lokasi jatuhnya air pancuran. Kami menyusurinya. Hanya pasangan muda dan sekolompok remaja saja yang kami temui di lintasan. Medannya cukup menantang.
Setelah berhasil menuruni jalan terjal sekitar 500 meter kami melihat mulut gua yang dari atasnya air jatuh. Sungguh eksotik! Bergegas kami ke sana. Kita bisa duduk sambil bermain di mulut gua berbatu ini sembari menikmati kucuran air hangat. Tubuh kita seperti dipijati saja. Kemewahan ini tak ada duanya. Kalau tak ingat waktu mau rasanya tak beranjak dari sana.
Pijat refleksi dan lulur lempung
Di bawah, di depan mulut gua, ada pula layanan pijat refleksi. Penduduk setempat menawarkan pijat refleksi kaki. Tarifnya bersahabat: anak-anak Rp. 10 ribu dan dewasa Rp. 15 ribu. Para pemijat ini masih berkerabat. Yang memijat aku pernah berguru ke seorang dokter Tionghoa yang baik hati. “Penyakit ibu di perut. Ada asam urat juga,” kata lelaki Sunda separuh baya itu sambil terus memijat.
Di tempat ini tersedia juga jasa lulur. Kalau mau, wajah dan sekujur tubuh kita akan dibalur dengan semacam tanah lempung berbelerang. Selain mengenyahkan gatal di badan, kata si penyedia jasa lumuran ini akan menghaluskan dan mengencang kulit. Anggota rombongan kami ada yang mencobanya. Kian halus dan kencangkah kulitnya setelah itu? Tentu saja tidak karena sekali itu saja ia menjajal.
Tak terasa senja pun menjelang. Penampakan langit berubah sudah. Orang-orang mulai beringsut dari kitaran gua. Gerimis kecil menemani saat kami, kelompok terakhir, meninggalkan lokasi yang sangat bersahabat dan alami ini.
Setelah segar berendam air hangat berbelerang perut pun menuntut haknya. Sebelum berjuang menapaki tangga kami sempatkan menyantap bakso dan ngopi di salah satu dari segelintir warung yang masih buka. Dengan perut yang berisi kami memiliki energi yang cukup untuk menggapai pelataran atas tempat kendaraan kami menunggu.
Sungguh memuaskan percengkeramaan kami dengan alam Pancuran Tujuh nan asri. Saat mobil kami bergerak membelah malam yang sudah gelap aku berjanji di hati: kelak akan kembali lagi untuk dibelai hangat air Pancuran Tujuh. Semoga semesta mendukung.
“STAY at home economy akan menjadi tren di masa yang akan datang,” demikian pernyataan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa (28/4).
Kita semua telah tahu, bahwa kuartal pertama tahun 2020 ini dimulai dengan masa suram perekonomian rakyat. Untuk Bali, sudah terasa seretnya pendapatan bagi pekerja pariwisata, perhotelan dan lingkaran ekosistemnya pada bulan Maret. Bisa diperhitungkan mulai dari di tetapkannya status siaga Corona oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Status siaga yang berlaku dari 16 sampai 30 Maret 2020. Kemudian diperpanjang sampai 29 May 2020. Selanjutnya, provinsi lain di Indonesia juga terdampak.
Dalam perjalanan status siaga ini, kita sekarang mematuhi tambahan ketetapan pemerintah pusat, yaitu “larangan mudik”. Tindakan yang diambil demi mencegah semakin meluasnya penyebaran virus Corona penyebab COVID-19. Peraturan ini disampaikan oleh Presiden NKRI Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas, Selasa 21 April 2020. Tindakan larangan mudik diberlakukan pemerintah mulai Jumat, 14 April.
Keputusan ini mengakibatkan seluruh moda transportasi dihentikan sementara. Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyebutkan, moda transportasi baik darat, laut, udara dan kereta api, dihentikan sementara hingga batas waktu yang ditentukan. Kendaraan bermotor dilarang beroperasi hingga 31 Mei, transportasi laut hingga 8 Juni, dan kereta api hingga 15 Juni 2020.
Bisnis rumahan dadakan
Dari mengamati dan menyadari cara hidup keseharian di kuartal pertama 2020 ini, kita pasti merasa dipaksa untuk mendigitalisasi banyak hal dalam menjalani aktifitas keseharian. Kondisi #DiRumahAja ini telah membangkitkan bisnis kuliner rumahan dadakan sektor bisnis informal. Para pekerja terutama dari sektor pariwisata dan perhotelan —penghasilan tetap bulanannya harus rela “dicacah”—, mulai mengeluarkan jurus-jurus mempertahankan ekonomi rumah tangga dari keahlian memasak.
Berbekal pengetahuan social media, mereka mulai beraktifitas memulai e-commerce industri rumahan. Membuka pesanan dan sesuai kesepakatan ditentukan juga hari dan jam pengantarannya. Bahkan yang sebelumnya gaptek – gagap teknologi dipaksa untuk go digital untuk memulai bisnisnya. Tiada ampun covid-19 ternyata juga memberi nilai positif untuk memaksa semua orang beradaptasi dengan lingkungannya.
Opsi pesan-antar membuka peluang bisnis rumahan yang sangat luas. Komunikasi untuk menerima pesanan pun sangat mudah dengan menggunakan platform gratis digital berbasis sosial media, termasuk instagram message, facebook messenger, whatsapp, line dan beberapa lagi. Juga yang sudah eksis bekerjasama dengan provider ojol Go-Jek dan Grab.
Apakah bisnis pesan-antar yang sekarang menjadi tren perjuangan mengais rejeki untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga hanya untuk sementara?
Kalau saja, bisnis pesan-antar dadakan ini menyehatkan ekonomi rumah tangga saat ini dan beberapa bulan ke depan, tentunya stay at home economy tren bisnis kekinian akan menjadi tonggak main income pelakunya. Kelangsungan bisnis masa depan yang bisa diperhitungkan sebagai membuka lapangan kerja di sektor UKM / UMKM dengan didukung digital platform yang tepat sasaran untuk memudahkan cara kerja dengan jangkauan pasar yang lebih luas.
Industri Kuliner
Bagaimana dengan restoran-restoran dan usaha lainnya dari kategori PT, CV, UD dan UKM?
Stay at home economy ini bisa diterjemahkan lebih luas lagi. Karena pergeseran seismik ini, platform digital dan solusi pesan-antar berkembang pesat. Semua sektor industri menjadi semakin tergantung pada digitalisasi ini. Solusi menggunakan platform pesan-antar digital pasti diperlukan untuk meraih pangsa pasar yang lebih luas dan mempermudah sistem kerja. Investasi dengan biaya murah dan menjadi solusi jangka panjang dalam berbisnis. Bisa dipastikan sistem e-commerce ini akan terus dikembangan untuk kepentingan masa depan.
Pebisnis makanan dan minuman pun dipaksa untuk bertransformasi untuk mendatangi customer. Sesuai keputusan pemerintah, restoran harus tutup. Tetapi para pengusaha restoran termasuk restoran di hotel dituntut untuk mampu mempertahankan karyawannya dan menggaji sesuai kesepakatan kerja antara kedua belah pihak.
Thanks to Technology.
Dengan makin canggihnya alat komunikasi dan bisa saling diintegrasikan, maka Platform Digital Pesan-Antar sangat membantu para pebisnis dan konsumennya untuk tetap berinteraksi, dan walaupun pendapatan turun tetapi bisnis hidup. Untuk pebisnis sektor formal, ada beberapa solusi perangkat lunak (SaaS) di pasar yang memberi kita alat untuk menjalankan dan maintain operasional pengiriman kita sendiri.
Beberapa nama yang dikenal dari luar Indonesia adalah Oddle, Tabsquare, Kaddra, Weeloy, dan Butleric. Sedangkan Digital Ordering Platform yang sudah banyak dipakai di indonesia adalah deeats dan linktr.ee instagram tool,selain google, dan facebook yang juga merespon situasi stay at home /#DiRumahAja dengan menyediakan fasilitas bisnis untuk publik.
Lantas! Solusi atau platform pesan-antar mana yang lebih baik?
Kita dapat menyimpulkan bahwa solusi pesan-antar masuk akal untuk perusahaan mapan juga UKM / UMKM yang memiliki sumber daya untuk mengelola operasi pengiriman mereka sendiri. Kita harus berpikir secara logis dan menganalisa apa sebenarnya yang akan menjadi biaya. Terutama saat kita menganggap platform digital ini tiba-tiba sebagai bagian penting dari rantai pasokan.
Kita seharusnya menganggapnya sebagai kebutuhan wajar dalam menjalani new normal berkelanjutan dalam etika bisnis era COVID-19. Solusi pemesanan online yang dapat kita tawarkan kepada customer untuk melihat menu, memesan, dan melakukan pembayaran online. Biasanya solusi ini diberi istilah white label merek restoran.
Nilai tambah platform digitalpesan-antar
Bisa di evaluasi dari kebiasan kita yang menjadi konsumen, yaitu akan melihat peningkatan jumlah opsi menu dan beragam penawaran untuk dipilih. Pebisnis kuliner dadakan dan restoran memiliki aliran pendapatan dari bisnis pesan-antar untuk membiayai dapur masing-masing.
Pebisnis kuliner pesan-antar menciptakan lebih banyak pekerjaan untuk karyawan dan driver ojol sebagai partner kerjasama pihak ketiga. Platform digital pesan-antar mendorong inovasi dan mengimplementasikan smart kitchen berbasis cloud yang biaya operasionalnya lebih rendah dibandingkan conventional kitchen.
Akhirnya kembali kepada topik awal, apakah stay at home economy, bisnis berbasis ekonomi kerakyatan akan menjadi sumber pendapatan masa depan kita?
DENPASAR, bisniswisata.co.id: PANDEMIK COVID-19 cukup mempengaruhi kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk kepentingan hari raya Lebaran. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Perbankan, Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang tunai di wilayah Bali adalah sebesar Rp. 3.441 milyar. Bila dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang tunai di periode Lebaran tahun lalu tercatat sebesar Rp. 5.727 milyar.
“Diprediksi menurun 40% atau sebesar Rp. 2.296 milyar,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, pagi ini.
KPwBI Provinsi Bali telah menyiapkan uang tunai sebanyak Rp. 7.882 milyar untuk periode Lebaran 2020, sebanyak Rp.1.600 milyar disiapkan untuk kebutuhan di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan sebanyak Rp. 6.282 milyar untuk kebutuhan di Provinsi Bali.
Penyediaan uang tunai dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan layak edar merupakan salah satu tugas Bank Indonesia. Dalam menjalankan tugas tersebut di tengah pandemi COVID-19, Bank Indonesia melakukan beberapa kebijakan untuk pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu : Melakukan karantina selama 14 hari terhadap uang yang diterima dari perbankan sebelum diedarkan kembali ke masyarakat. Melakukan pembatasan kegiatan penukaran uang yaitu tidak memberikan layanan penukaran uang melalui kas keliling tetapi mengoptimalkan jaringan kantor perbankan. Melakukan pembatasan permintaan klarifikasi uang palsu. Melakukan pengamanan terhadap uang yang disetorkan, bank, yaitu wajib packing sebelum disetorkan ke Bank Indonesia.
Juga, melakukan pengamanan petugas operasional dengan wajib menggunakanalat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Melakukan pembatasan jadwal penyetoran dan penarikan perbankan di Bank Indonesia yang sebelumnya dilaksanakan setiap hari menjadi 3 (tiga) hari dalam sepekan yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Membatasi pelaksanakan kegiatan penyetoran dan penarikan perbankan di kantor Bank Indonesia dengan menyiapkan lokasi kerja aternatif (LKA).
” Posisi 30 April 2020, Jumlah uang yang dikarantina di KPwBI Provinsi Bali mencapai Rp. 1.915 miliar. Uang tersebut mendapat serangkaian perlakuan khusus sebelum diedarkan kembali ke masyarakat,” papar Trisno Nugroho lebih lanjut..
Di Bali pada bulan Januari s.d. April 2020 jumlah penarikan perbankan tercatat sebesar Rp. 4.796 milyar atau 88% dari yang telah diproyeksikan. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, tercatat penarikan perbankan mencapai Rp. 5.277 milyar menurun 9%. Selama masa pandemi COVID-19, permintaan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai memperlihatkan kecenderungan yang semakin menurun, yaitu pada bulan Maret tercatat sebesar Rp. 1.466 milyar dan pada bulan April tercatat turun menjadi sebesar Rp. 771,8 milyar atau turun sebesar 47,4%.
Sementara itu, jumlah uang yang disetorkan bank ke Bank Indonesia pada Januari s.d. April 2020 tercatat sebanyak Rp. 7.236 milyar. Bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, tercatat penyetoran perbankan mencapai Rp. 8.249 milyar atau turun 12%. Selama masa pandemi COVID-19, jumlah uang yang disetorkan masyarakat Bali menunjukkan kecenderungan meningkat, yaitu tercatat di bulan Maret 2020 sebesar Rp. 1.229 milyar dan pada bulan April meningkat menjadi Rp. 1.473 milyar atau meningkat sebesar 19,85%.
“Terjadi net-inflow — uang yang masuk ke BI lebih besar dibanding yang dikeluarkan– sebesar Rp 2.440 milyar. Pembatasan pergerakan berdampak pada kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai,” jelasnya menutup pembicaraan.
LONDON, bisniswisata.co.id: World Travel & Tourism Council (WTTC) sudah punya gambaran seperti apa itu NewNormal yang akan berlaku ketika negara-negara mulai mengakhiri pembatasan-pembatasan travel (perjalanan) untuk mengunci penyebaran virus COVID-19.
WTTC memang sudah merencanakan prosedur traveling di era New Normal lengkap dengan langkah-langkah kritis dan tindakan terkoordinasi, termasuk standar dan protokol baru, yang menawarkan cara aman dan bertanggung jawab untuk pemulihan sektor travel & tourism ketika konsumen global mulai melakukan perjalanannya lagi.
Selama beberapa minggu terakhir, WTTC, yang mewakili sektor travel & tourism global, telah mengerahkan upaya untuk berbagi praktik terbaik dari berbagai penjuru dunia guna menyusun strategi bersama untuk diterapkan.
Kolaborasi pemerintah -swasta sangat penting untuk mengembangkan protokol kesehatan baru yang akan membentuk pengalaman perjalanan dan juga memberi jaminan yang kuat saat orang mulai bepergian lagi
WTTC dalam rilisnya mengatakan sektor ini akan menghadapi pemulihan bertahap untuk melakukan perjalanan selama beberapa bulan mendatang dan ketika New Normal berlaku sebelum vaksin tersedia dalam skala massal dan cukup besar untuk menginokulasi miliaran orang.
Kegiatan travel akan kembali lebih dulu menyasar tujuan-tujuan domestik antar kota dengan akomodasi untuk menginap. Kemudian dilanjutkan bangkitnya perjalanan ke negara tetangga terdekat sebelum berekspansi ke berbagai daerah hingga akhirnya melintasi benua untuk menyambut kembalinya perjalanan internasional jangka panjang.
WTTC percaya bahwa pelancong milenial yang usianya lebih muda dalam kelompok umur antara 18-35 tahun adalah yang tidak rentan terhadap COVID-19. Mungkin mereka inilah termasuk yang pertama mulai bepergian lagi.
Gloria Guevara, Presiden & CEO WTTC, mengatakan sangat penting bagi kelangsungan hidup sektor travel & tourism untuk bekerja bersama dan memetakan upaya pemulihan, melalui terkoordinasi dan menawarkan jaminan yang diperlukan orang untuk mulai bepergian lagi .
“Kami telah belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa ketika protokol dari sektor swasta diperhitungkan dan kami memiliki pendekatan yang terkoordinasi, jangka waktu pemulihan berkurang secara signifikan, sehingga kolaborasi sektor swasta-publik sangat penting,” kata Gloria Guevera.
Menurut dia harus dihindari kebijakan yang malah menbuat bottol neck atau menghambat dan malah memperlambat pemulihan. Namun, kembalinya aktivitas perjalanan yang cepat dan efektif hanya akan terjadi jika pemerintah di seluruh dunia menyetujui protokol kesehatan umum yang dikembangkan sektor swasta.
“Ini harus memberikan jaminan yang dibutuhkan pelancong dan pihak berwenang dengan menggunakan teknologi baru menawarkan perjalanan New Normal yang tidak merepotkan dan ada pra-vaksin dalam jangka pendek.”
Protokol dan standar baru didefinisikan setelah adanya umpan balik dan kordinasi dengan para anggota WTTC maupun kolaborasi dari asosiasi -asosiasi yang mewakili sektor perjalanan yang berbeda.
Hal Ini termasuk Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Dewan Bandara Internasional (ACI), Asosiasi Kapal Pesiar Internasional (CLIA), Asosiasi Perjalanan Amerika Serikat (USTA), Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) , Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Komisi Perjalanan Eropa (ETC) dan Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO).
Asosiasi seperti IATA, ACI dan ICAO mengumpulkan keahlian penting mereka dan bekerja erat untuk mendefinisikan protokol terbaik agar pelancong dan karyawan tetap aman saat sektor penerbangan pulih. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pakar kesehatan lainnya juga berkontribusi dengan memberikan pengalaman mereka dari berbagai krisis medis global.
Untuk menawarkan kebersihan kelas dunia, perlu peningkatan standar kebersihan dan memastikan keamanan tamu. Hotel bisa mengembangkan protokol berdasarkan pembelajaran dari menawarkan kamar gratis kepada petugas kesehatan garis depan selama krisis COVID-19.
“Akan ada protokol baru untuk check-in yang melibatkan teknologi digital; handsanitiser station di tempat-tempat yang sering dikunjungi termasuk tempat penyimpanan barang, sistem pembayaran non tunai; menggunakan tangga lebih sering daripada lift karena aturan jaga jarak 2 meter lebih sulit dipertahankan bahkan peralatan Gym (kebugaran) juga dipindahkan untuk jaga jarak pemisahan yang lebih besar
Operator pelayaran akan mengambil tindakan lebih lanjut untuk memastikan kapal pesiar bebas dari COVID-19 termasuk staf yang mengenakan sarung tangan setiap saat yang kemudian sering ditata ulang agar lebih sering membersihkan kamar.
Wisatawan di bandara akan mengikuti serangkaian prosedur diri bahwa kondisi mereka sehat sebelum terbang dan begitu juga setibanya di bandara tujuan mereka. Mereka dapat melihat langkah-langkah jarak sosial di bandara dan selama naik pesawat tetap mengenakan masker saat berada dalam pesawat.
Pesawat juga akan diwajibkan melakukan pembersihan yang intensif. Langkah-langkah ini akan digabungkan dengan pelacakan kontak, melalui aplikasi seluler, yang akan memungkinkan penerbangan meninggalkan bandara dan diny bebas COVID-19.
Protokol, yang telah dikembangkan menggunakan pengalaman dari pemulihan awal di China dimana aturan New Normal diterapkan. Pihaknya akan mengumunkan standar baru dalam dua minggu ke depan yang akan dibagikan kepada pemerintah secara global, sehingga ada pendekatan terkoordinasi untuk bepergian dalam COVID-19 dunia.
Ada tanda-tanda positif dari pemulihan pertama. Penelitian oleh pakar data perjalanan dan analisis Cirium menunjukkan bahwa lebih dari 30% kapasitas domestik telah kembali ke pasar penerbangan China dalam dua bulan terakhir.
Penerbangan domestik juga telah dilanjutkan di beberapa negara, seperti di Vietnam antara Kota Ho Chi Minh dan Hanoi dan Vietnam mencatat relatif sedikit kematian akibat virus korona.
Untuk mempercepat pemulihan global, WTTC akan terus bekerja sama dengan G20, UE, organisasi internasional dan pemerintah di seluruh dunia untuk membantu menerjemahkan protokol baru ke dalam kebijakan publik yang diadopsi oleh masing-masing negara dengan tetap berpegang pada standar global bersama.
WTTC mengatakan sektor travel & tourism sekarang menghadapi lebih dari 100 juta kehilangan pekerjaan di seluruh dunia karena pandemi coronavirus, dengan biaya hingga US $ 2,7 triliun dari PDB. Pada tahun 2019, travel & tourism menyumbang 10,3% dari PDB Global.
Sektor ini menghasilkan satu dari empat pekerjaan baru dunia dan selama sembilan tahun berturut-turut, telah melampaui pertumbuhan ekonomi global.