BALI, bisniswisata.co.id: Menparekraf Wishnutama meninjau kawasan ITDC Nusa Dua Bali dan mengikuti semua prosedur kunjungan sekaligus memastikan kesiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dalam implementasi protokol kesehatan kenormalan baru yang fokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan.
Sejak kedatangan di bandara Ngurah Rai, Bali, mengikuti proses pemeriksaan surat pelengkap perjalanan, masuk ke dalam fasilitas ITDC dan meninjau obyek wisata, Whisnutama yang lebih akrab disapa Mas Menteri ini menikmati prosesnya dengan selalu memakai masker.
Dalam kunjungan kerjanya ini, Selasa (16/6/2020) untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan kesiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dalam mengimplementasi protokol kesehatan . Hal ini mengingat ada beberapa poin penting yang harus diawasi ketat oleh seluruh stakeholder pariwisata, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Semua tetap harus memperhatikan betul kondisi R0 dan Rt, atau laju penyebaran COVID-19 di daerah, kesiapan daerah, dan kedisiplinan dalam pelaksanaan termasuk di Bali nantinya sangat menentukan kapan sektor pariwisata ini dapat menyambut wisatawan kembali,” kata Menparekraf Wishnutama.
Rt adalah metode penghitungan yang dianggap valid mengenai potensi penularan virus Corona secara real time. Sedangkan R0 digunakan untuk memperkirakan atau memproyeksikan reproduksi virus pada awal masa penularan
Menurut dia, hal tersebut menjadi sangat penting. Lantaran ia tidak ingin, bila tergesa-gesa justru akan memicu terjadinya peningkatan jumlah pasien COVID-19. “Kami khawatir jika terburu-buru, nanti menjadi penyebab peningkatan COVID-19, yang memicu gelombang kedua. Saya betul-betul ingin nantinya sektor pariwisata bangkit kembali produktif dan aman dari covid19,” ujarnya.
Menparekraf menanti pemeriksaan petugas di bandara Ngurah Rai
Dalam kunjungannya ke Bali, Menparekraf melakukan site visit untuk melihat kesiapan di kawasan ITDC Nusa Dua, mulai dari pengecekan suhu tubuh wisatawan saat pintu masuk kawasan, kemudian menuju Bali Art Collection sebagai kawasan ekonomi kreatif, hingga melihat kesiapan penanganan wisatawan di RS BIMC.
Menparekraf Wishnutama mengatakan, pedoman protokol kesehatan harus dipatuhi dengan ketat agar masa normal baru ini membawa kebaikan bagi semua. Untuk itu, Ia juga menekankan agar pemerintah daerah yang ingin membuka aktivitas sektor parekraf harus mempersiapkan secara detail dan tidak terburu-bur.
” Pastikan protokol kesehatan sudah siap diimplementasikan karena pariwisata adalah sektor yang sangat bergantung dengan kepercayaan wisatawan terhadap rasa aman dan nyaman,” katanya.
Wishnutama juga optimistis bahwa keunikan destinasi di Bali masih menjadi daya tarik utama pariwisata tanah air yang akan terus dibanjiri wisatawan nusantara maupun mancanegara.
“Dengan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di lapangan yang ketat maka kita semua akan bisa berwisata dengan aman, dan pelaku-pelaku pariwisata dan ekraf bisa kembali produktif,” katanya.
Fasilitas di Grand Maerakaca sangat indah dikunjungi di malam hari ( Foto: dok. pribadi Titah)
SEMARANG,bisniswisata.co.id: Grand Maerakaca Taman Mini Jawa Tengah, punya spot baru di Era New Normal, disamping akan melakukan pembatasan pengunjung dan pembatasan jam buka operasional jika sudah bisa dibuka kembali, kata Titah Listyorini, Dirut PT PRPP atau Pusat Rekeasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, pengelola kawasan seluas 23 hektar itu, hari ini.
” Sejak tutup untuk pengunjung sejak 18 Maret 2020 sampai sekarang, kami bebenah, melakukan perbaikan, menambah fasilitas baru. Untuk dibukanya masih menyesuaikan keputusan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) pemerintah kota Semarang,” ujarnya.
Lumina Grand Maerakaca
Keputusan Pemkot Semarang sampai dengan 21 Juni 2020. Diharapkan setelah PKM dilonggarkan maka Grand Maerakaca siap menerima pengunjung. Pihaknya tengah menyekessikan spot baru di sebelah utara area yang diberi nama Lumina Grand Maerakaca.
” Ini merupakan kawasan baru yang instagramable, spot baru dengan tampilan depan (facade) kampung internasional. Dimulai dengan kampung Jepang dengan 6 facade rumah – rumah khas Jepang lalu ada kampung santorini terdiri dari lima rumah,” kata Titah.
Eksplorasi pengunjung dapat dilanjutkan ke kampung Mexico dengan 6 rumah, kampung turki ( 6 rumah) dan kampung Arab juga 6 rumah. Tentu saja kampung-kampung itu akan dilengkapi dengan ornamen dekorasi penguat konsep negara tersebut.
Lokasi Lumina Grand Maerakaca terletak di sebelah utara miniatur laut jawa yang sebelumnya ada lorong jalan tanggul tambak. Di sebelah kirinya hutan bakau dan sebelah kanannya tanggul tambak.
Titah Listyorini, Dirut PT PRPP
“Sekarang sedang dikerjakan dan baru on progres 60%. Harapannya setelah Grand Maerakaca dibuka kembali Lumina Grand Maerakaca juga selesai sehingga bisa dinikmati pengunjunguuntuk foto-foto.Akann kita sediakan pakaian adat negara-negara tersebut,” jelas Titah.
Di era New Normal setelah pencabutan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) maka jam buka Grsnd Maerakaca jam 08.00 sampai jam 16.00. Ssbelumnya buka mulai dari jam 07.00 sampai jam 18.00 WIB.
“Pembatasan pengunjung juga akan kami lakukan. Sementara untukSementarauntukkuotanya maksimal 3 dibu pengunjung. Nanti gantian bila ada yang sudah keluar kami persilahkan untuk masuk kembali,”
Dalam menyambut Fase New Normal pihaknya juga sydah siapkan sarana prasarana dengan protokol kesehatan. Diantaranya peraturan afar pengunjung wajib menggunakan masker dan setiap pengunjung sebelum masuk lokasi sebelumnya diperiksa suhu badan menggunakan thermogun.
Bila suhu badan diatas 37,5 derajat maka dipersilahkan pulang atau malah disarankan untuk menuju rumah sakit daerah terdekat. Untuk transaksi senua sudah menggunakan cashless.
“Di area Grand Maerakaca sudah disediakan hand sanitizer dan tempat-tempat cuci tangan diarena terbuka beserta sabunnya. Secara berkala kami bersihkan sarana dan prasarana dengan disinfektan secara rutin,”
Sejumlah papan petunjuk maupun saran ditempelkan ditempat yang mudah dijangkau mata agar pengunjjbg tetap menjaga jarak dan ada petugas yang keliling agar pengunjung tidak berkerumun di suatu tempat saja. ” Semua protab kami akan terapkan dan sudah kami simulasikan,” kata Titah Listyorini
Pusat Rekeasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, pada tahun ini akan direvitalisasi besar-besaran dengan dana revitalisasi sebesar Rp700 miliar dan pembangunannya dimulai pada November 2020.
Fasilitas baru ditargetkan selesai dan bisa digunakan pada 2022 mendatang, setelah era New Normal berlalu dan pandemi global tidak lagi menghantam pariwisata, harsp Titah.
Wisatawan memenuhi kawasan pantai. Pulau Mallorca di Spanyol adalah tujuan favorit turis Jerman (Foto: yahoo)
PALMA DE MALLORCA, bisniswisata.co.id: Ratusan turis Jerman mendarat di Pulau Mallorca, Spanyol, Senin (15/6). Mereka merupakan rombongan pelancong pertama yang diizinkan masuk sejak otoritas setempat menutup perbatasan pada Maret lalu karena pandemi Covid-19.
Kedatangan para turis Jerman di pulau yang merupakan tujuan wisata favorit orang Jerman, Inggris, dan tentunya Spanyol ini lebih awal dari yang semula dijadwalkan. Otoritas di Pulau cantik yang beriklim khas mediterania ini sebelumnya mengatakan baru akan kembali menerima tamu, itupun dalam jumlah terbatas, pada akhir Juni.
Lebih dari 1.500 wisatawan Jerman diharapkan akan berkunjung ke Kepulauan Balears yang memiliki sejumlah pulau cantik, seperti: Pulau Mallorca, Minorca, Ibiza, dan Formentera. Kedatangan turis Jerman ini akan menjadi semacam pilot project dibukanya kembali sektor pariwisata yang sebelum pandemi Covid-19 menyumbang 12% dari total ekonomi Spanyol.
Protokol ketat diterapkan otoritas setempat. Begitu mendarat, para turis ini langsung dicek suhu tubuhnya. Pejabat setempat, Francina Armengol, juga mengnstruksikan agar mereka mematuhi aturan kesehatan dan keselamatan yang berlaku di sana.
“Virus ini masih menginfeksi, masih membunuh orang di seluruh dunia. Jadi sebelum ada vaksin, cara terbaik agar kita selamat adalah menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” katanya dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters.
Menurut seorang wisatawan, Marcel Leifholz, cuaca di sini tak mudah berubah seperti di Jerman jadi virus relatif lebih mudah mati. Apalagi pelaku industri pariwisata setempat telah siap dengan protokol kesehatan yang ketat .
Tingkat hunian hotel dibatasi hanya maksimal 50%. Pengelola hotel juga wajib melengkapi diri dengan kamera infra merah untuk mengukur suhu tubuh.
Sebagai salah satu negara tujuan wisata paling populer di dunia, Spanyol mulai bersiap diri menerima kunjungan turis dari luar Eropa per 1 Juli. Sementara itu negara-negara di Eropa mulai melonggarkan pengawasan di perbatasan sejak Senin, menyusul penurunan jumlah kasus covid-19.
Tahun lalu, sepertiga dari total turis asing yang berkunjung ke Kepulauan Balears adalah orang Jerman. Pemberlakukan kebijakan lockdown di Spanyol jelas berimbas pada industri pariwisata di Mallorca tetapi eksekutif senior TUI, Sebastian Ebel, mengatakan pulau itu punya alasan untuk berharap bisnis akan baik.
“Pulau Mallorca ini adalah tujuan favorit orang Jerman – kedekatan, keramahtamahan penduduknya, serta tingginya standar kesehatan mendorong orang, bahkan mereka yang masih ragu untuk bepergian, untuk segera berkunjung ke sini,” kata Evel saat konferensi Pers.
Pulau Mallorca di Spanyol, favorit turis Jerman (Foto: yahoo)
PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Olahan kacang kedele bergizi tinggi khas Indonesia, juga digemari masyarakat Kamboja (Cambodia). Masyarakat Kamboja mengenal tempe dengan baik, hanya mereka kurang paham mengolahnya. Tempe dapat disajakan dengan digoreng setelah direndam bumbu garam, ketumbar dan bawang putih yang dihaluskan. Jika cukup waktu dan tersedia bumbu- bumbu Nusantara, tempe dapat diolah menjadi makanan lezat, tempe bacem, tempe mendoan, botok tempe bahkan balado tempe.
Tatacara mengolah tempe menjadi balado tempe, merupakan salah satu strategi KBRI Phnom Penh memperkenalkan Indonesia. Salah satunya memperkenalkan bahasa Indonesia dengan strategi mengolah masakan Nusantara. Sempat mengolah nasi menjadi ragam nasi goreng dalam sesi belajar bahasa Indonesia bagi masyarakat Kamboja, sekaligus belajar bahasa Khmer bagi masyarakat Indonesia.
Pada kegiatan daring “Sapa Alumni dan Sahabat Khmer” serangkaian peluncuran e-book Cuplikan Kisah I-CAN, dipadukan dengan demo mengolah tempe menjadi balado tempe. Serta mengenalkan kehadiran start- up, Gibbor Tempe dan Warung Sumatra, sebagai salah satu warung Indonesia di Phnom Penh dengan menu khas Nusantara yang lezat.
Daring “Sapa Alumni dan Sahabat Khmer” diikuti alumni Indonesia di Kamboja yang tergabung dalam Indonesia-Cambodia Alumni Network (I-CAN), peserta Pusat Budaya Indonesia di Kamboja (Pusbudi Nusantara), para pemelajar bahasa Indonesia dari Sekolah Nurul Iman, Cambodia Islamic Center (CIC), Tentara Pasukan Khusus Kamboja 911 serta mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh program double degree di Kamboja
@KBRI Phnom Phen
Menurut Dubes RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng, daring dalam masa pandemic dilaksanakan untuk mengenal lebih dekat para alumni Indonesia di Kamboja, memupuk rasa persaudaraan dan mempererat Indonesian connection sebagai sebuah keluarga besar Indonesia.
KBRI juga menginisiasi penyusunan sebuah buku elektronik (e-book) cuplikan kenangan para alumni semasa di Indonesia. Terdapat 77 alumni mengisi e-book edisi pertama ini. Mereka adalah para alumni yang menempuh studi dari tahun 1990an hingga yang baru saja lulus pada tahun 2019.
“Saya mengharapkan akan ada edisi selanjutnya seiring dengan bertambahnya para alumni Indonesia di Kamboja.”, jelas Duta Besar RI, Sudirman Haseng.
Dalam catatan KBRI, sejumlah alumni Indonesia di Kamboja berhasil dan sukses meniti karir di berbagai bidang, bahkan ada juga yang bekerja pada berbagai kementerian strategis di Kamboja, seperti Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Pertanian, Perdagangan, Pariwisata, Agama, dan lain-lain. Para alumni diharapkan dapat terkoneksi dalam suatu wadah I-CAN.
“Mari kita saling mendukung, berbagi informasi/pengalaman tidak hanya antar sesama alumni, tetapi juga kepada keluarga, teman/masyarakat Kamboja lainnya tentang pendidikan dan kehidupan sosial budaya di Indonesia. Masing-masing pasti memiliki cerita, apalagi para Alumni tersebar di berbagai daerah, dari bagian barat, tengah hingga timur Indonesia.’, lanjut Dubes Sudirman.
Dubes RI juga menyampaikan bahwa KBRI Phnom Penh, menyambut baik berbagai inisiatif program dari para alumni untuk mendekatkan hubungan dan kerja sama bilateral kedua negara serta dengan masing-masing keahliannya dapat turut andil menjawab tantangan pembangunan bersama, baik di kawasan mau pun global.
Selain data terkini dan kesan-kesan 77 alumni dari berbagai latar pendidikan, buku elektronik ini juga terdiri dari sambutan Dubes RI, sambutan dari Neng Vannak sebagai Wakil I-CAN, serta beberapa artikel seperti ‘Sebelas Bulan di Indonesia’ oleh Chann Piseth, Juara Pertama Penulisan Artikel tentang Indonesia pada HUT ke-74 RI tahun lalu.
Artikel “Menjaring Alumni Indonesia di Kamboja” oleh Made Santi Ratnasari, Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud, serta Tips Mengurus Izin Belajar Di Indonesia oleh Hermawan Janu Wibowo/Sekretaris Pertama Fungsi Konsuler-Pensosbud KBRI Phnom Penh. Dalam Buku tersebut, terdapat pula persembahan puisi untuk alumni berjudul “Semangat dan Sahabat” oleh Saridin Tua Sinaga, Staf Lokal Fungsi Pensosbud.
Acara peluncuran buku dilanjutkan dengan presentasi tentang khasiat tempe oleh pengusaha Indonesia di Kamboja, Roland Uly Uju dari Gibbor Tempe. Kegiatan semakin semarak dengan adanya presentasi dari Chef Markus Dwinanta ditemani sang putra Markhel Timotius D. dari Warung Sumatra (Warsum) yang menjelaskan berbagai macam masakan nusantara diteruskan dengan demo masak tempe dan terong balado.
Acara interaktif ini, dipandu oleh Fakhri Fauzi, salah satu pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan Met Chandara, alumni Indonesia dari Universitas Jember. Selain via zoom, acara disiarkan langsung melalui KBRI Phnom Penh TV (Youtube) dan FB Live yang dalam kurun waktu 2.5 jam menjangkau 2.225 orang dengan 721 interaksi. Viewer tersebut terpantau berasal dari berbagai daerah di Kamboja seperti Phnom Penh, Kandal, Battambang, Sihanoukville dan Siem Reap. ***
Wisata alam bawah laut Indonesia harus dikelola secara berkelanjutan ( Foto Kemenparekraf)
MADRID, bisniswisata.co.id: Kalangan praktisi dan industri pariwisata di Indonesia maupun dunia sepakat Visi One Planet untuk pemulihan pariwisata yang bertanggung Jawab menjadi pedoman memulai kembali sektor ini agar lebih kuat dan lebih berkelanjutan dari krisis COVID-19.
Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan sustainable tidak boleh lagi menjadi bagian dari pariwisata tetapi harus menjadi norma baru untuk setiap bagian dari sektor ini.
“Sustainable adalah salah satu elemen utama dari pedoman global untuk memulai kembali pariwisata, mengubah pandemi global menjadi titik balik untuk pariwisata yang keberlanjutan,” ungkapnya di situs resminya UNWTO hari ini.
Visi One Planet akan mendukung ketahanan pariwisata lebih siap menghadapi krisis di masa depan dan visi ini akan mendukung pengembangan dan implementasi rencana pemulihan, yang berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Perjanjian Paris.
Pada saat pemerintah dan sektor swasta memulai jalan menuju pemulihan, saatnya tepat untuk terus melangkah maju menuju model pariwisata yang lebih berkelanjutan secara ekonomi, sosial dan lingkungan, tambah Zurab Pololikashvili.
Komitmen swasta
Sabina Fluxà, Wakil Ketua dan CEO Iberostar Group, sebuah perusahaan Hotel dan Resort internasional terkemuka, menekankan bahwa “sangat penting untuk tetap fokus pada menciptakan cara bepergian yang lebih bertanggung jawab dan adil”, ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Iberostar telah merespons dengan mengintegrasikan keberlanjutan dalam protokol keselamatan yang ditingkatkan dan selanjutnya berkomitmen pada kebijakan ekonomi untuk diterapkan serta memastikan setiap limbah baru dikelola dengan benar.
Menurut Delphine King, Direktur Eksekutif The Long Run, sebuah komunitas internasional bisnis pariwisata berbasiskan alam, “Anggota kami secara kolektif melestarikan lebih dari 20 juta hektar ekosistem yang rapuh, dan tidak satu pun dari pekerjaan ini yang berhenti meskipun ada pandemi dan pariwisata berhenti. Hal ini menunjukkan di mana prioritas berada. “
James Thornton, CEO, Intrepid Travel, penyedia terkemuka kegiatan petualangan, menyerukan tindakan yang berkomitmen dan menegaskan untuk menunjukkan tindakan-tindakan yang telah mereka ambil untuk mengatasi perubahan iklim.
“Kami percaya aksi iklim adalah komitmen kolektif untuk keberlanjutan seluruh industri perjalanan, dan dunia yang selalu kami jelajahi,” kata James Thornton.
Visi One Planet untuk pemulihan yang bertanggung jawab dari sektor pariwisata disusun dengan enam jalur tindakan untuk memandu pemulihan pariwisata yang bertanggung jawab bagi manusia, planet dan kemakmuran, yaitu kesehatan masyarakat, inklusi sosial, konservasi keanekaragaman hayati, aksi iklim, ekonomi sirkuler dan tata kelola serta keuangan .
Program ini bertujuan untuk meningkatkan dampak pembangunan berkelanjutan dari sektor pariwisata pada tahun 2030 dengan mengembangkan, mempromosikan dan meningkatkan praktik konsumsi dan produksi yang berkelanjutan yang mendorong penggunaan sumber daya alam yang efisien, sembari menghasilkan lebih sedikit limbah dan mengatasi tantangan perubahan iklim dan keanekaragaman hayati.
Program Pariwisata Berkelanjutan One Planet dipimpin oleh UNWTO, dengan pemerintah Perancis dan Spanyol sebagai co-lead dan bekerja sama dengan UNEP.
Suara Indonesia
Ary Suhandi, Direktur INDECON (Indonesian Ecotourism Network) mengatakan RI harus memperhatikan target-target perubahan iklim. Sebagai salah satu penanda tangan Perjanjian Paris, Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29 persen dari emisi yang akan dihasilkan jika tidak ada perubahan yang dilakukan pada tahun 2030
“Indonesia memiliki peran penting dalam membantu mewujudkan target-target perjanjian yaitu membatasi kenaikan suhu global di bawah 2°C, jadi hal ini harus terus disosialisasikan pada masyarakat terutama di kawasan konservasi,” katanya mengingatkan.
Ary mengatakan prinsip ekowisata adalah konservasi melibatkan masyarakat dengan memberi peluang dan kesempatan guna berpartisipasi dan mendapat manfaat.
Jika ingin berkelanjutan maka pengembangan pariwisata harus menyeimbangkan antara ekonomi dan ekologi, konservasi alam, budaya dan sosial.
“Prinsip pariwisata berkelanjutan pasca COVID-19 a.l meminimalkan dampak negatif, meningkatkan kesadaran & apresiasi terhadap alam, peninggalan sejarah, budaya dan memberikan pengetahuan bagi pengunjung ( wisatawan), masyarakat setempat dan pihak terkait,” kata Ary.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Meskipun jadwal penerbangan telah dibuka kembali namun hal tersebut tidak memperlihatkan kenaikan yang signifikan atas jumlah masyarakat yang bepergian menggunakan jalur transportasi udara.
Hal ini diungkapkan Jeffry Darjanto selaku Koordinator bagian Ticketing Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) dalam Live Instagramnya yang dikutip hari ini.
“Alih-alih kebanjiran akan permintaan pembelian tiket pesawat, Travel Agent anggota kami banyak menerima permintaan refund sejak bulan Februari hingga saat ini” ujar Jeffry.
Menurut dia hampir semua maskapai juga mengalami kesulitan likuiditas akibat minimnya angka penjualan dan juga masih terbebani dengan biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa parkir pesawat, maintenance pesawat.
“Akhirnya maskapaipun memutuskan untuk melakukan pengembalian tiket dengan menggunakan voucher/creditrefund (maskapai internasional) atau top up deposit (maskapai domestik)” terang Jeffry
Minimnya penumpang juga dikarenakan masih belum optimalnya jadwal penerbangan di setiap daerah dan adanya beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon penumpang, diantaranya mempunyai surat keterangan sehat, surat keterangan dari perusahaan, melakukan rapid test/PCR.
“Namun dalam hal ini, Travel Agent dan konsumen adalah pihak yang dirugikan, karena baik Travel Agent sebagai pihak yang memberikan pembayaran tempo kepada kliennya maupun konsumen harus membayar terlebih dahulu kepada maskapai pada saat tiket dikeluarkan oleh maskapai,” kata Jeffrey.
Menurut dia boleh dikatakan maskapai penerbangan beroperasi bermodalkan uang milik konsumen dan travel agent. Kondisi bisnis Travel Agent ini dapat diibaratkan pepatah , Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.Tidak hanya harus menalangi terlebih dahulu pembelian tiket maskapai
penerbangan, sejak merebaknya pandemi Covid-19 hingga saat ini, hampir seluruh Travel Agent anggota ASTINDO tidak memperoleh penghasilan namun tetap berkewajiban untuk membayar seluruh biaya operasional kantornya, seperti bayar gaji karyawan, pajak, BPJS, sewa kantor, cicilan pinjaman, dll.
Menyikapi kondisi ini, ASTINDO telah bernegosiasi dengan beberapa maskapai panjang untuk merencanakan ulang perjalanannya yang memberikan refund berbentuk voucher/credit refund untuk memberikan kelonggaran batas waktu pemakaian voucher/credit refund.
“Tadinya voucher hanya dapat dipergunakan sampai dengan bulan Desember 2020, namun berhasil dimundurkan sampai bulan Desember 2021, sehingga konsumen masih mempunyai waktu yang cukup “
Jeffry yang mewakili suara dari Travel Agent anggota ASTINDO mengharapkan pengertian seluruh konsumen yang telah melakukan pengajuan proses refund melalui Travel Agent agar bersabar, bahwa dalam kondisi normalpun proses refund biasanya memakan waktu 2-3 bulan.
Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini, dimana hampir semua kantor maskapai penerbangan juga menerapkan “WFH” sehingga proses refund akan berjalan lebih lama dari kondisi normal.
“Disamping itu kami juga meminta pengertian seluruh konsumen agar tidak menuntut pengembalian penuh (full refund) mengingat adanya beberapa biaya yang telah dikeluarkan oleh Travel Agent sebelum proses refund ini dilakukan, seperti misalnya biaya gaji karyawan, operasional kantor, PPN atas penjualan tiket yang sebelumnya telah dibayarkan ke negara, dan biaya-biaya lainnya.
“Disamping pengembalian dana refund berbentuk voucher/creditrefund, beberapa maskapai khususnya maskapai domestik mengembalikan dana refund ke dalam Top up deposit mengendap di rekening bank maskapai dan tidak dapat diuangkan oleh Travel Agent.
Dana yang mengendap/deposit tersebut hanya dapat diambil untuk pembelian tiket maskapai tersebut. Itulah sebabnya dia menyayangkan kebijakan yang diberlakukan oleh beberapa maskapai ini.
Dana mengendap/deposit tersebut tidak dapat langsung dipergunakan karena hingga saat ini beberapa maskapai domestik belum beroperasi dan juga konsumen masih enggan bepergian menggunakan transportasi udara dikarenakan banyaknya aturan/syarat yang dirasa memberatkan konsumen.
Kondisi ini sangat berdampak pada cash flow Travel Agent, terlebih bagi mereka yang tidak mempunyai cukup dana cadangan, sehingga tidak dapat mengembalikan dana refund kepada kliennya dalam bentuk tunai.
“Sangatlah wajar jikaTravel Agent mengenakan biaya pelayanan ataupun biaya administrasi kepada konsumen sebagai jasa atas proses pengurusan refund tiket tersebut dilakukan, terlebih lagi sudah tidak ada pemasukan apapun karena tidak adanya transaksi penjualan tiket penerbangan akhir-akhir ini” tutup Jeffry.
KUPANG, bisnisiwsata.co.id: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang telah menyiapkan protokal new normal di tempat wisata Raja Ampat yang dijadwalkan buka pada Desember mendatang.
Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, telah menutup semua wisata di daerah tersebut sejak 22 Maret untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Menurut Kepala BKKPN Kupang Ikram M. Sangadji pedoman umum pariwisata new normal antara lain berupa pembuatan pedoman new normal, pembuatan sistem satu pintu untuk pariwisata Raja Ampat, pengecekan wisatawan pada pintu masuk bandara/pelabuhan, dan digitalisasi sistem reservasi.
Selain itu juga akan dilakukan penguatan sarana prasarana kesehatan untuk mendukung kegiatan pariwisata new normal dengan pengembangan sentra kesehatan di tingkat distrik, penguatan puskesmas terpadu yang berada di dalam kawasan serta penyiapan SDM medis dan paramedis yang berkualitas.
Ikram menambahkan, prinsip utama new normal pariwisata dalam kawasan konservasi perairan adalah menjamin terlaksananya aktivitas wisata dengan prinsip 4K yaitu kesehatan, keselamatan, kenyamanan dan kepuasan.
“BKKPN Kupang telah membuat protokol new normal pariwisata alam perairan, yang dapat menjadi masukan dalam pembuatan protokol pariwisata new normal di Raja Ampat,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (15/6/2020).
Lebih lanjut, dia menegaskan Raja Ampat perlu fokus pada pariwisata terbatas yang mengutamakan masyarakat lokal sebagai penerima keuntungan dari kegiatan pariwisata dan mengedepankan pariwisata yang tidak merusak alam/budaya warisan masyarakat Papua.
Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan izin operasi pelaku wisata sesuai dengan dokumen daya dukung yang telah disusun, menerapkan system mooring buoy, memperketat regulasi pengolahan limbah di kapal, resort dan Kota Waisai, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal agar lebih siap menghadapi tamu.
Persiapan new normal pariwisata di Raja Ampat ini disampaikan melalui webinar dengan menghadirkan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Conservation International, Fauna & Flora International, Indonesian Ecotourism Network, Konservasi Alam Nusantara, RADRA dan PUWSI. Kegiatan dilaksanakan secara virtual pada Kamis (10/06) untuk menjaring masukan dalam mempersiapkan new normal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosisasi Game Indonesia (AGI) meluncurkan sebuah program baru bertajuk Game Lokal Kreasi Indonesia atau GELORA 2020 untuk memfasilitasi para pengembang game lokal di Indonesia dalam mewujudkan ide pengembangan game terkait sosialisasi pencegahan dan penanganan wabah COVID-19.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung sosialisasi pencegahan penularan COVID-19 melalui game kreatif yang diciptakan oleh para pengembang game lokal tanah air itu.
Kemenparekraf/Baparekraf bekerja sama dengan Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Josua Simanjuntak menjelaskan, selama satu pekan terakhir pihaknya bekerja sama dengan AGI dan Junior Doctors Network Indonesia melakukan seleksi yang terdiri dari dua tahap.
Seleksi ini selain untuk melakukan validasi ide game milik peserta untuk memastikan bahwa game tersebut memuat pesan kesehatan yang valid dan membantu program sosialisasi pencegahan dan penanganan wabah COVID-19.
“GELORA bertujuan untuk mendorong kreasi anak bangsa dalam menciptakan game-game yang inovatif. Kami fokus melakukan kampanye berbagai kebijakan pemerintah terkait penanganan COVID-19 dengan cara yang menghibur, namun penuh dengan unsur edukasi,”
Dengan demikian, mereka yang asyik memainkan game tersebut, secara tidak langsung mendapatkan informasi-informasi kesehatan dan sosialisasi ini. Protokol Masyarakat Produktif dan Aman yang sesuai dengan arahan Presiden juga dapat disosialisasikan dengan menggunakan game, tambah Josua Simanjuntak.
Ide game yang terpilih dari kurasi nantinya akan difasilitasi oleh Kemenparekraf untuk diwujudkan menjadi sebuah game siap pakai. Bukan hanya itu, Junior Doctors Network Indonesia juga akan melakukan pendampingan selama proses pengembangan untuk memberikan saran-saran mengenai konten kesehatan dan sosialisasi apa yang bisa dimasukkan dalam game.
Sementara itu, perwakilan dari Junior Doctor Network, dr. Bela Dirk menjelaskan saat menghadapi masa pandemi ini memang dibutuhkan edukasi secara massif dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak menyusahkan serta mudah dicerna di berbagai kalangan masyarakat, contohnya edukasi dari audio dan visual, salah satunya melalui game.
“Harapannya adalah masyarakat Indonesia bisa teredukasi dan berperan aktif dalam pencegahan COVID-19. Kami senang bisa berpartisipasi di acara GELORA 2020 karena ide edukasi ini merupakan suatu hal yang tidak kami sangka awalnya dan ternyata menjadi salah satu aspek yang bisa membantu kami melakukan sosialisasi berbagai hal terhadap pandemi saat ini,” katanya.
Game-game yang terpilih pun dianggap sudah membawa pesan yang digaungkan pemerintah, antara lain “Jaga Jarak”, “Pakai Masker”, “Bangga Buatan Indonesia”, dan “NewNormal”. Dari hasil seleksi, akhirnya terpilih tujuh studio yang akan mendapatkan dukungan dari Kemenparekraf untuk mewujudkan ide game yakni Educa Studio, GINVO Studio, Anoman Studio, SLAB Games, Arsanesia, Wisageni Studio, dan CIAYO Games.
Ketua Umum AGI Cipto Adiguno menjelaskan, Yayasan Teknologi untuk Indonesia juga siap membantu untuk membawa pesan-pesan sosialisasi GELORA 2020 dalam game mobile mereka yang sudah rilis.
Berjudul Dawn of Civilization: Game for Charity, game ini adalah sebuah game edukasi gratis ciptaan Solve Education! Indonesia yang bisa dimainkan tanpa memakai kuota internet. Game ini mengajak anak belajar tentang bahaya COVID-19, cara menjaga diri dan lingkungan, serta menangkal hoaks.
Di masa seluruh dunia terpengaruh oleh pandemi, baik secara kesehatan maupun ekonomi, industri game adalah salah satu yang relatif beruntung karena kedekatannya dengan format digital.
“Namun demikian industri ini pun tidak luput dari efek domino surutnya ekonomi, terutama bagi bisnis jasa pembuatan game bagi industri lain,” ujar Cipto Adiguno.
Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum bisniswisata.co.id dan E-Mag EXPLORE
JAKARTA, bisniswisata.co.id – Nyaris tak ada hari-harinya yang luput dari aktivitas berkait jurnalistik. Bahkan bisa jadi, dalam tidur pun mimpinya adalah ihwal jurnalistik yang memang menjadi bagian besar dari gairah hidupnya.
Rita Sri Hastuti (RSH), akrab disapa: Rita, adalah sahabat saya sejak kami sama belia dan mulai menapak karier sebagai jurnalis di Ibu Kota. Kami sama -sama menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Bahkan kini juga eksis di media yang sama. Rita menjadi atasan saya sebagaii Wakil Pemimpin Umum Portal Berita Wisata, www. bisniswisata.co.id serta Wakil Pemimpin Umum E-Magazine EXPLORE.
Tapi bukan alasan kedekatan itu, juga tak dengan maksud ‘jeruk makan jeruk’ atausekadar politik pencitraan, bila saya menulis dan memprofilkannya. Melainkan, ini karena Rita punya seabreg pengalaman hidup yang pantas buat diungkap, bahka untuk dtulis menjadi sebuah buku memoar yang apik buat diselisik.
Bagi saya, Rita adalah jurnalis komplet. Ia tak cuma terasah sebagai reporter diberbagai lapangan tugas, tapi juga berpengalaman mengisi ragam jenjang kerja dalam struktur keredaksian dan bidang manajemen di media tempatnya bekerja.
Di organisasi kewartawanan, dari sekadar sebagai Calon Anggota (CA) PWI Jaya, kini Rita menempati beberapa posisi penting dalam struktur organisasi PWI Pusat.Tak cuma koran dan majalah, Rita juga mengukir karier di radio dan televisi serta media massa baru berbasis internet.
Posisinya beragam baik sebagai jurnalis, manajer pelaksana usaha, bahkan sebagai public relations (PR) berbagai perusahaan, instansi, dan kegiatan nonpers. Sejak lima tahun lalu dan lima tahun ke depan, Rita juga dipercaya negara menjadianggota dan pengurus Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia.
Rita ( kanan) bersama Presiden Jokowi dan pengurus PWI Pusat di Solo
Anak Zaman
Di Ibu Kota pada 1980-an, ada beberapa jurnalis yang dikenal dengan nama sapaan Rita. Maka untuk membedakan antara satu dengan lainnya, di belakang nama-nama yang sama itu biasa diimbuhi ‘kata kunci’ spesifik. Rita kita ini populer sebagai Rita Zaman, untuk merujuk bahwa Rita kita ini adalah Rita yang ‘anak’ Majalah Zaman, tempatnya bekerja dulu.
Lahir di Jakarta, 13 November 1955, Rita menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, yakni di SD Tarakanita, SMPN XII, dan SMA Tarakanita. Selain kuliah di LPK Tarakanita Jakarta, pada 1975, Rita kuliah juga di Jurusan Sastra Indonesia , Fakultas Sastra Universitas Indonesia, yang kini menjadi FIB-UI atau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.
Semasa kuliah ini Rita mulai mengasah minatnya menulis, dengan menjadi Reporter Surat Kabar Kampus UI Salemba (1976 – 1980), kiprah yang mengantar langkah Rita masuk ke lingkungan Majalah Tempo yang tahun 1979 mendirikan Majalah Mingguan Zaman, dan Rita menjadi Reporter/Staf Redaksi Bidang Film dan Budaya (1980 –1985).
Dari Swa ke Warisan Indonesia
Bagi Rita, menjadi jurnalis komplet agaknya sudah terpatri sebagai life ofpassion atau gairah hidup. Saat Majalah Zaman berhenti terbit dan lingkar Majalah Tempo mendirikan Majalah Ekonomi Bulanan SWA (yang merupakan singkatan dari jargonperekonomian Indonesia saat itu, yakni Swasembada), Rita bergabung sebagai Redaktur (1985 – 1987).
Kemudian pada 1987, dalam situasi politik yang represif terhadap pers Indonesia, bersama sebagian awak Tempo, Rita ikut mendirikan Majalah Mingguan Berita Editor dan duduk sebagai Redaktur Film dan Budaya kemudian Redaktur Bisnis (1987 –1990).
Dia juga sempat menjadi Kepala Biro Majalah Editor di Jawa Timur (1990 -1992). Ketika Majalah Editor dibredel bersamaan dengan Majalah Tempo dan Tabloid Detik (1994), Rita ikut menerbitkan Majalah Tiras (1995 – 1998). Di situ ia duduk sebagai Manager Promosi kemudian Redaktur Pelaksana.
Lepas dari situ, selain menjadi penulis lepas koran berbahasa Inggris The Jakarta Post untuk bidang kebudayaan, ia membantu wartawan senior Wina Armada menerbitkan Tabloid Power dan Tabloid Gosip (1999). Ia kemudian bersama wartawan senior Chrys Kelana menerbitkan Majalah d’Maestro (2004 – 2008) yang lantas bersalin rupa jadi MaestroNews.
Rita tercatat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur Pelaksana (Mei – November 2008), dan Pemimpin Redaksi hingga tahun 2009. Bersama budayawan Putu Wijaya, seniornya di Majalah Zaman, Rita ikut menerbitkan Majalah Warisan Indonesia dan menjadi Pemimpin Redaksi majalah tersebut hingga 2013.
Radio, Televisi, dan Kehumasan
Saya sebut Rita sebagai jurnalis komplet karena ia tak melulu aktif di media cetak, tapi sejak awal juga menapak jejak di media audio-visual, bahkan di bidang kehumasan.Tahun 1984 – 1987 misalnya, Rita juga aktif sebagai Reporter acara Seni dan Sastra diRRI, Penyiar Siaran Film di Radio Prambors (1986), Penyiar dan Produser di Radio DELTA FM (1994 – 2004).
Di media televisi, Rita adalah Redaktur Pelaksana Acara WANITA dan BERITA diANTV (Avi Prod, 2001), Redaktur dan Narator Acara KABAR-KABARI MINGGU di RCTI(Shandika, 2002), Redaktur dan Narator Acara KABAR BAIK di TVRI( Sinemaindonesia, 2009 – 2010).
Hal yang menarik, Rita juga dipercaya banyak pihak untuk ikut menangani kehumasan. Penulis advertorial untuk televisi (1986) ini ikut mendirikan PT Adhidaya Visi Selaras(1993 – sekarang) sebagai penyelenggara seminar dan penerbitan media internal.
Dia juga sigap sebagai Humas Festival Internasional Art Summit ’98 yang diselenggarakan Direktorat JenderalKebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998), Tim Asistensi Media untuk Dirjen Kebudayaan Prof. Dr. Edi Sedyawati (1999), dan Humas Festival Budaya Nusantara yang digelar di Jakarta, tahun 1999.
Di Jakarta pada tahun 2003 berdiri Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) yang merupakanLembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia pertama untuk bidang budaya yangkehadirannya diakui oleh UNESCO – Lembaga PBB untuk urusan budaya dan ilmu pengetahuan.
Hingga sekarang, Rita adalah Koordinator Humas Seminar dan Festival Tradisi Lisan yang digelar oleh ATL. Di luar itu, Rita juga tercatat sebagai Humas Festival Revitalisasi Budaya Melayu di Tanjungpinang (2004), Koordinator Humas Festival Film Indonesia (2005–2006), serta Koordinator Humas Indonesian Science Festival (2007 – 2013).
Rita ( depan) bersama Pengurus PWI Pusat yang didominasi kaum Pria.
Literasi dan buku
Tak cuma sibuk melakoni kerja sebagai jurnalis dan tenaga kehumasan, Rita juga berbagi pengetahuan, antara lain dengan menjadi Pengajar Jurnalistik Media Cetak diMabes TNI (2010 – 2017) dan sejak 2009 mengajar bahasa jurnalistik di Politenik Negeri Jakarta.
Dia juga pengurus Forum Bahasa Media Massa (FBMM) dan bersamaBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud menjadi pembicara dibeberapa media massa dan menjadi Tim Editor sejumlah buku.
Antara lain buku Layar Perak, Sejarah Bioskop Indonesia (Penerbit GPBSI, 1992), buku Biografi H. Masagung, Ketut Masagung: Bapak Saya Pejuang Buku (Gunung Agung, 2003), Memoar Megawati: Anak Putra Sang Fajar (Yayasan Kusuma Pertiwi, 2012) bersama Yvonne de Fretes,
Kumpulan Esai Myra Sidharta Seribu Senyum dan Setetes Air Mata (Penerbit Kompas, 2015), Bunga Rampai Seni Pertunjukan Kebetawian karya Julianti Parani (IKJ Press bersama Gandung Bondowoso, 2017), dan Seribu Cermin karya Putu Wijaya (Teater Mandiri, 2019).
Menyensor buat Anda
Rita juga Ketua Panitia Tetap (Pantap) Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Pusat (2018 – 2023). Dengan seabreg pengalaman itu, pantaslah bila negara merangkul Rita sebagai bagian dari SDM di Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia.
LSF adalah lembaga (independen) penyensoran film dan iklan film dibawah Kemendikbud RI, terkait aturan bahwa film (film cerita ataupun film noncerita) dan iklanfilm yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan wajib memperoleh surat tanda lulussensor film.
Sebagai lembaga tetap dan independen yang berkedudukan di ibu kota negara Republik Indonesia, LSF terdiri dari 17 orang pengurus merangkap anggota dipilih oleh panitia seleksi yang dibentuk Kemendikbud RI, dan dikonsultasikan kepada DPR-RI. Dalam melaksanakan tugas, LSF berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri terkait.
Rita sendiri bukan orang baru di LSF. Pada 2009 – 2015, Rita telah aktif di LSF sebagai Anggota LSF mewakili PWI Pusat. Pada kepengurusan LSF tahun 2015 – 2019 yang diketuai Dr Ahmad Yani Basuki M.Si, Rita memilih menjadi Tenaga Sensor Film LSF.
Jalan terbuka lebar. Maret lalu, saat pandemi Covid-19 sedang marak dan jadi trendingnews, di televisi muncul wajah Rita Sri Hastuti yang tengah dilantik Menteri Nabiel Makarim sebagai seorang dari 17 orang pengurus LSF terpilih setelah melalui fit and proper test DPR RI.
Dipimpin Ketua Rommy Fibri Hardianto dan Wakil Ketua Ervan Ismail, Rita duduk sebagai Ketua Sub-Komisi Data, Laporan, dan Publikasi (tentu merangkap Anggota) LSF Periode 2020 – 2024.
Kolam pribadi kini disewakan (foto: click2houston)
CALIFORNIA, bisniswisata.co.id: Saat Pandemi Covid-19, banyak tempat umum di Amerika Serikat (AS) termasuk kolam renang ditutup. Keadaan ini telah menghancurkan bisnis kolam renang umum di sana.
Namun kini muncul tren baru yang menarik. Para pemilik kolam-kolam pribadi mulai menyewakan kolam mereka kepada para parenang dengan memanfaatkan platform yang mirip Airbnb, penyedia penginapan unik itu.
Swimply adalah nama platform yang diciptakan Bunim Laskin, pengusaha muda berusia 23 tahun. Dia membuat website dan aplikasi yang memungkinkan para perenang dan pemilik kolam renang ‘bertemu’. Sebenarnya ide membuat “Airbnb for pools” ini telah ada sejak 2018 lalu. Namun kala itu, dia belum mendapat peruntungan pembiayaan. Kini, nampaknya bisnis startup yang ia rintis itu mulai menggeliat.
“Memiliki kolam renang bisa mahal, tetapi untuk sekadar menikmatinya tidak harus seperti itu,” kata Laskin, pendiri dan CEO Swimply, dalam siaran pers seperti dilansir CNN International. “Kami berusaha mendemokratisasi pengalaman berenang sehingga setiap orang dapat sejenak escape from reality meski itu hanya ke halaman belakang orang lain di ujung jalan.”
Cara mendapatkan kolam renang pun sederhana saja, meski tetap butuh kesabaran dan fleksibilitas. Pertama, tentukan lokasi pilihan Anda. Swimply kemudian akan memberi sejumlah opsi beberapa kolam renang terdekat. Anda hanya diminta menentukan tanggal dan waktu berenang. Tarif tata-rata sewa kolam renang perjam adalah US$ 45 (sekitar Rp 650.000). Dan jika ada fasilitas tambahan seperti perapian, sauna, atau bahkan lapangan tenis, tarifnya tentu akan naik.
Menurut daya Swimply, saat ini ada 60.000 perenang yang terdaftar di aplikasi mereka. Para pendaftar ini mewakili rata-rata 5 hingga 8 orang. Musim panas tahun ini, Swimply memiliki lebih dari 3.000 kolam renang yang tersebar di 26 negara bagian di Amerika Serikat. Ada juga beberapa kolam, tapi tak banyak, di Kanada dan Australia.
Seperti halnya di platform Airbnb, tamu dan pemilik kolam renang dapat dengan aman ngobrol untuk mengonfirmasi detil rencana penggunaan kolam, atau sekadar mengajukan pertanyaan. Layanan Swimply tersedia selama 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu.
Sejauh ini review yang muncul postif, artinya baik konsumen maupun pemilik kolam sama-sama menemukan layanan yang sesuai standar.
Yang pasti, berenang itu aman dilakukan. Virus corona tidak dapat bertahan di air yang diklorinasi dengan baik. Jadi akan banyak orang menghabiskan waktu musim panas dengan berenang. Oleh sebab itu Swimply mewajibkan para pemilik kolam untuk mematuhi aturan keamanan sesuai standar. Kolam-kolam harus dipastikan telah didesinfeksi sepenuhnya.
Rin Hindryati
Kolam pribadi kini disewakan (foto: click2houston)