Islandia Kini Seakan Tak Pernah Dihantui Virus Corona

this formate

Islandia terbuka lebar bagi Pelancong (Foto: WFSB)

ISLANDIA, bisniswisata.co.id: Bar dan restoran penuh. Orang keluar rumah untuk  memanjakan diri. Tempat wisata geologi yang spektakuler terbuka lebar bagi pelancong. Siapa pun yang menjambangi Islandia sekarang akan merasa laksana virus Corona tak pernah meneror di sana. 

Bagi mereka yang datang dari negeri yang masih menjalankan kebijakan lock-down, kenormalan saat makan siang di kafe Reykjavik yang ramai sama mendebarkannya dengan berdiri di tepi jurang air terjun Gullfoss.

Ada bonus tambahan bagi mereka yang melawat ke negeri ini sekarang. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang senantiasa ramai, negeri ini kini lengang. Jadi,  wisatawan bisa leluasa menikmati alam Gullfoss, air panas Geysir yang eksplosif, serta yang lain. 

Ini semua bukan karena Islandia kebal terhadap Covid-19. Awalnya, virus berbiak di negera mungil Eropa Utara yang berpenduduk cuma sekitar 360-an ribu jiwa. Tapi, berkat aturan pelacakan dan penelusuran yang ketat,  bibit penyakit mematikan itu bisa disingkirkan sehingga perbatasan negara dapat dibuka kembali sejak 15 Juni kemarin.

Dua hari berselang, pada 17 Juni, Islandia merayakan hari nasionalnya dengan perhelatan seperti sebelumnya. Kala itu warga berhimpun di jalan-jalan Nordik yang indah. Tak ada wajah bermasker atau jarak sosial saat Perdana Menteri Katrin Jakobsdóttir tampil dan bicara di hadapan khalayak ramai. 

Deteksi Ketat

Sebelum menginjakkan kaki di Islandia,  pelancong harus mengenakan masker selama di pesawat  dan di pelataran Bandara Keflavik. Sesudah mendarat, mereka mengantri untuk pendeteksian hidung dan tenggorokan untuk memastikan semuanya bebas virus Corona. 

Ini bisa jadi merupakan pengalaman yang tak enak. Nanti semua orang akan di arahkan ke sebuah bilik. Di sana dua petugas yang berpakaian pelindung-medis lengkap menggunakan pipet plastik panjang untuk merengkuh wilayah yang lebih jauh dari yang Anda bayangkan,  guna mengambil sampel.

Sejak 1 Juli, hari pertama Islandia membuka diri ke Zona Schengen Eropa, pelancong harus membayar U$114 untuk proses pemeriksaan ini. 

Hasil pemeriksaan, dalam bentuk teks, akan datang beberapa jam berselang. Jika positif, pengunjung harus masuk karantina 14 hari, terlepas dari apa pun tujuan perjalanannya. Ada pilihan bila pengunjung hendak melanjutkan pemeriksaan atau langsung saja masuk karantina. 

Jika hasil test negatif, pengunjung boleh menikmati Islandia sepuasnya tanpa batasan. Seperti pada akhir pekan ini, umpamanya: mereka bisa langsung berangkat dari bandara ke spa panas bumi Blue Lagoon yang jaraknya beberapa kilometer saja. 

Semula Islandia salah satu negara yang paling tinggi tingkat infeksinya di Eropa yakni 513 kasus per 100.000; di Inggris 450 per 100.000.  Hebatnya,  sistem pemeriksaan dan pelacakan yang diterapkan pemerintah sangat efektif sehngga tingkat kematin akibat virus di sana terendah sedunia: 3 per 100.000 orang; sementara di Inggris 440 per 100.000. 

Kári Stefánsson, CEO dari deCODE, laboratorium swasta di Reykjavik yang menangani semua pemeriksaan di Islandia mengatakan kepada CNN bahwa sebagian keberhasilan mereka itu berkat upaya pengidentifikasian. Mereka mencermati ciri regional yang diperlihatkan mutasi virus yang berasal dari pelbagai kawasan dunia. 

“Ketika sebuah virus berpindah ke kawasan baru,  ia mulai bermutasi secara acak karena sudah mengurutkan virus yang masuk ke Islandia, kami langsung dapat menentukan dari mana asal mutasi,” jelas Stefánsson.

Begitupula, bisa menelusuri pembiakannya di tengah masyaratkat.Data tersebut diteruskan ke otoritas kesehatan agar dipakai untuk menelusuri siapa pun yang mungkin terkena virus, tambahnya.

 

Thailand Kucurkan Dana Stimulus US$ 718 Juta untuk Gerakan Wisata Domestik

this formate

Bangkok terkenal dengan wisata di Sungai Chao Phraya ( Foto: unsplash.com/@evankrause)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Thailand telah menyetujui stimulus pariwisata domestik sebesar 22,4 miliar baht (US $ 718 juta), sebagai bagian dari upaya untuk meredakan dampak pandemi COVID-19 dan mempercepat pemulihan di sektor travel & tourism 

Paket stimulus diusulkan oleh Kementerian Pariwisata dan Olahraga dan Kementerian Keuangan (Depkeu), dan terdiri dari tiga paket yang ditujukan untuk personel garis depan, tamu hotel dan mereka yang menggunakan transportasi domestik untuk bepergian.

Dikutip dari Bangkok Post, disebutkan bahwa hingga saat ini, belum ada rencana konkret yang disusun mengenai kapan wisatawan internasional akan diizinkan kembali masuk ke Thailand yang membuat para kepala DMC setempat frustrasi.  Dengan petunjuk bahwa travel bubble tidak dilaksanakan pada bulan Juli. 

Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Tampaknya pemerintah Thailand telah menempatkan kedatangan wisatawan  asing bukan prioritas malah mengalihkan fokus pada wisata domestik menghidupkan kembali pariwisata dengan tiga paket insentif  dari Juli hingga Oktober tahun ini.

Subsidi liburan

Paket Dukungan Moral senilai 2,4 miliar baht akan mendanai perjalanan liburan 1,2 juta personel medis garis depan, sukarelawan kesehatan masyarakat, dan pejabat rumah sakit kecamatan.  Subsidi ini dibatasi pada 2.000 baht per wisatawan selama minimal 2 hari dan 1 malam untuk perjalanan yang dipesan melalui agen yang berpartisipasi.

Semua warga negara Thailand lainnya yang berusia 20 tahun ke atas akan memenuhi syarat untuk paket ‘Perjalanan Bersama’ yang dikucurkan sebanyak 18 miliar baht, dimana pemerintah akan mendanai 40 persen dari tarif menginap semalam di hotel-hotel yang berpartisipasi, maksimal 3.000 baht per malam selama tidak lebih dari lima malam.  

Subsidi akan berlaku untuk lima juta room night pertama yang memenuhi syarat yang dipesan di luar provinsi asal pelancong.  Paket ini juga termasuk subsidi, maksimal 600 baht per kamar, per malam untuk layanan lain, termasuk F&B terkait.

Dua miliar baht lainnya telah dialokasikan untuk paket ketiga, ‘Perjalanan Berbagi Kebahagiaan’, untuk mensubsidi tarif penerbangan domestik, tarif bus antar provinsi, dan biaya sewa mobil untuk dua juta orang.  Subsidi akan mencakup 40 persen dari biaya, tetapi dibatasi pada 1.000 baht per wisatawan.

Paket ini diharapkan dapat merangsang 100 juta perjalanan domestik dan memberi manfaat bagi 36.755 operasi F&B dan 24.700 akomodasi yang berpartisipasi dalam industri perhotelan.

 Dengan skema ini, pemerintah berharap untuk memberi insentif kepada orang Thailand yang seharusnya bepergian ke luar negeri untuk memilih petualangan lokal dan penerimaan domestik dapat menutupi kerugian devisa dari pariwisata

 Wisarawan Thailand menghabiskan 400 miliar baht untuk bepergian ke luar negeri pada 2019 – dan pemerintah berharap dapat menangkap 75 persen dari jumlah itu dalam penerimaan domestik tahun ini.

 Pada tahun 2019, Thailand mendapat 18 persen dari PDB pariwisata, dan pengeluaran perjalanan domestik mencapai sekitar enam persen dari total itu, sekitar satu triliun (dari tiga triliun) baht devisa pariwisata.

Pemerintah berharap mendapatkan setidaknya 900 miliar baht dari perjalanan domestik tahun ini, yang hampir akan menyaingi pendapatan pariwisata 2019 sebesar 1,28 triliun baht yang dihasilkan oleh kota-kota utama Thailand.

 Hotel yang ingin bergabung dengan program ini dapat mendaftar di Bank Thailand Krung milik negara, sementara wisatawan yang memenuhi syarat dapat mendaftar melalui aplikasi Bank Krungthai (KTB) untuk mendapatkan voucher elektronik.  

Tahun lalu, pemerintah Thailand juga mengeluarkan subsidi pariwisata domestik melalui aplikasi KTB, yang terbukti sangat populer sehingga aplikasi tersebut sempat macet dalam beberapa jam setelah peluncuran programnya.

 

Safri Burhanudin: Pariwisata Geopark RI adalah  Pariwisata Berkelanjutan

this formate

Pemandangan Geopark Banyuwangi dengan kawah Ijen, Jawa Timur.( Foto: Pinterest)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengembangan berbagai Geopark di Indonesia yang terus dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah kegiatan pariwisata yang berkelanjutan, kata Safri Burhanudin, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves. 

” Sustanaible Tourism arsu pariwisata berkelanjutan berbasis alam bukan untuk dieksploitasi tapi justru mekestarika alam,” ujarnya dalam forum virtual, Pengembangan Geopark, dihelat pada kemarin (18/06/2020)

Menurut analisa para pengamat, ujarnya, wisatawan yang mengunjungi wisata alam cenderung bertambah akibat dampak pandemi covid-19 ini. Berarti fasilitas dan segala sesuatunya harus dibenahi dan  pengelola Geopark dapat membangun infrastruktur lebih baik lagi. 

Pariwisata yang berkelanjutan dan bukan mengeksploitasi karena itu saatnya menentukan jumlah berapa orang wisatawan yang boleh masuk itu diatur. Dalam pariwisata Geopark, aspek pelestarian alam adalah yang utama dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. 

“Artinya alamnya tidak terganggu, budayanya tidak terganggu dan segala isinya tidak terganggu. Kalau misalkan di kemudian hari hal-hal tersebut terganggu, maka kami nyatakan pariwisata itu gagal,” jelasnya. 

Sementara itu, Plt Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Kosmas Harefa menjelaskan mengenai apa saja yang tengah dilakukan oleh Kemenko Marves untuk turut mengawal pengembangan Geopark di Indonesia.

“Kami sedang mengawal berbagai ketentuan terkait Geopark di Indonesia. Apa yang kami lakukan sekarang adalah tetap memberikan dukungan kepada pengembangan Geopark Indonesia ke depan. Geopark ini sangat luar biasa kontribusinya terhadap perekonomian kita, demikian juga untuk kontribusi terhadap sektor pariwisata yang sekitar 35 persen,” jelas Kosmas. 

Ia juga mengatakan, Kemenko Marves juga terus melakukan rapat-rapat intensif lintas kementerian/lembaga, dalam rangka penyiapan seluruh destinasi wisata di era New Normal. “Termasuk di dalamnya penyiapan destinasi berbentuk alam dan satu di antaranya adalah Geopark,” ujarnya. 

Sebagai informasi, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan sebelumnya telah ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI). 

Indonesia adalah rumah bagi wisata alam dan  menjadi tuan rumah pertemuan bagi beberapa Geopark yang diresmikan oleh UNESCO, dan kebanyakan dari mereka dipenuhi oleh wisatawan.

Geopark atau Geological Park adalah wilayah dengan unsur geologi yang sangat kaya, di mana semua pihak wajib menjaga, menggunakan, dan mengembangkan semua warisan alam yang terkandung di dalamnya termasuk nilai-nilai dalam ekologi, arkeologi, sosiologi, dan termasuk seni dan budaya. 

Indonesia memiliki sekitar 15 Geopark yang sangat menakjubkan dan 7 di antaranya adalah, Gunung Rinjani NTB, Danau Toba Sumatera Utara, Gunung Batur Bali, Ciletuh Pelabuhanratu di Jawa Barat, Merangin di Jambi, Gunung Sewu di Yogyakarta, dan Banyuwangi Geopark di Jawa Timur.

 

Angkasa Pura I Siap Dengan Prosedur New Normal di 15 Bandara, Traffic Ngurah Rai di Posisi 8

this formate

Faik Fahmi ( kiri) saat mendampingi Kemenparekraf di Bandara Ngurah Rai, Bali yang sudah melayani jalur penerbangan domestik.

MANGUPURA, Bali, bisniswisata.co.id: Traffic penumpang domestik di Bandara Ngurah Rai Bali di bawah pengelolaan Angkasa Pura 1 pada periode 1-15 Juni 2020 mencapai 8.116 orang dengan 260 penerbangan. Jika dibandingkan dengan trafik bandara Angkasa Pura I lainnya pada periode yang sama maka jumlah ini berada pada posisi ke-8.

” Traffic penumpang di Ngurah Rai di bawah Bandara Sultan Hasanuddin yang melayani trafik penumpang tertinggi yaitu 53.940 orang dengan 996 pergerakan pesawat, Bandara Juanda Surabaya dengan 50.261 orang dan 886 pergerakan pesawat, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan 34.345 orang dan 659 pergerakan pesawat,” kata Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura, kemarin.

Berbicara saat menerima kunjungan kerja Kemenparekraf Whisnutama Kusubandio di Bandara Ngurah Rai,  Faik Fahmi menjelaskan bahwa pihaknya juga  telah menerapkan prosedur pelayanan dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal di 15 bandara yang dikelola.

 Upaya PT Angkasara Pura I dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang yang  melakukan perjalanan udara langsung mendapat apresiasi dari Whisnutama. 

“Saya sangat mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang telah berjalan dengan sangat bagus. Saya mengapresiasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” puji Whisnutama.

Sistem pengaturan saat penumpang melakukan pengambilan bagasi pun telah diatur dengan sangat baik dengan memperhatikan konsep jaga jarak atau physical distancing, tambah Menparekraf Wishnutama

Menurut Faik Fahmi, pihaknya  selalu memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik seperti konter check in, trolley, self check in machine, security check point (tray & x-ray), toilet, boarding pass scanner, hand rail,  arm chair  dengan pembersihan secara intens dan berkala menggunakan disinfektan.

Selain itu Angkasa Pura I juga mendorong mitra usaha atau tenant di bandara untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam pelayanan kepada pengguna jasa bandara dengan melalui penerapan:

  1. Menyediakan peralatan pelindung yang mungkin dibutuhkan karyawan, seperti pelindung wajah, sarung tangan, masker dan pemeriksaan kondisi kesehatan (< 38ºC). 
  2. Penyesuaian ruang kerja dan bisnis sesuai dengan panduan jarak fisik yang berlaku. 
  3. Penyediaan beberapa stasiun pembersih tangan dan atau wastafel di seluruh area disertai dengan rambu/petunjuk yang memadai untuk penumpang. 
  4. Mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan baru jika ada, seperti pemasangan perisai plexiglass antara karyawan yang berhadapan dengan pelanggan.
  5. Menganjurkan penggunaan tiang penopang antrean dan atau marka lantai untuk mengampanyekan penerapan jaga jarak fisik. 
  6. Meningkatkan kebersihan, pembersihan, dan disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan serta menyesuaikan jumlah staf yang dialokasikan untuk pelaksanaan pembersihan berdasarkan kapasitas atau volume penerbangan dan penumpang. 
  7. Implementasi pengaturan sirkulasi, jumlah pengunjung atau antrean dan batas waktu kunjungan di pintu masuk dan keluar untuk mencegah keramaian atau kerumunan. 
  8. Menyaratkan penggunaan peralatan makan sekali pakai dan penyediaan makanan dan minuman dalam kemasan untuk dibawa pulang dan atau dimakan di tempat. 
  9. Mengelola limbah secara efisien untuk meminimalkan penyebaran penyakit ke seluruh siklus hidup pemangku kepentingan dan titik kontak pengelolaan limbah. 

Sedangkan kepada petugas operasional yang bertugas, Angkasa Pura I mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata pelindung (goggles), pelindung wajah (face shield),  masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di area-area terminal.

Selain itu untuk pelaksanaan physical distancing juga telah melakukan pengaturan jarak antrian minimal 1,5 meter pada area check in counter, security check point, imigrasi, boarding lounge, garbarata, area baggage claim serta area tunggu transportasi publik.

“Penggunaan teknologi juga dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC) yang berfungsi untuk mengendalikan dan memonitor operasional bandara secara realtime dan memastikan penerapan protokol kesehata ,” kata Faik Fahmi.

Diiterapkan juga online customer service, boarding pass scanner serta digital meeting point (DMP) untuk meminimalisir interaksi langsung dengan penumpang dan mempermudah penjemputan penumpang, khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” imbuh Faik. 

 

 

Jepang Cabut Larangan Perjalan Domestik untuk Bangkitkan Ekonomi

this formate

Jepang dorong warganya untuk keluar jalan-jalan (foto: CBS)

TOKYO, bisniswisata.co.id: Jepang mencabut segala bentuk pembatasan perjalanan dalam negeri. Perdana Menteri Shinzo Abe bahkan menyerukan warganya untuk keluar jalan-jalan, menghadiri konser, atau acara lain demi membantu membangkitkan ekonomi yang tepuruk akibat pandemi Covid-19.

Sejak Mei, negeri matahari terbit ini telah mencabut kebijakan lockdown usai kasus virus Corona di sana menurun. Pelonggaran pembatasan perjalanan domestik yang diambil Kamis (18/6) merupakan kebijakan terbaru untuk mengakhiri keadaan darurat. Orang-orang kembali diizinkan bekerja. Bar dan restoran boleh buka tetapi dengan tetap menerapkan menerapkan physical distancing.  

 “Saya ingin orang-orang keluar melakukan perjalanan wisata, sambil tetap menerapkan jaga jarak sosial. Kami mau anda sebisanya terlibat dalam kegiatan sosial dan ekonomi,” kata Abe dalam pidato yang ditujukan kepada warga Jepang Kamis (18/6) malam, seperti dilansir Reuters.

Keputusan pemerintah untuk mengakhiri pembatasan orang bepergian diharapkan mampu membantu hotel, resort, dan daerah-daerah lain yang sangat bergantung pada sektor pariwisata.

Meski demikian, pemulihan nampaknya akan berjalan lambat. Masih banyak orang takut untuk bepergian. Mereka juga sebisanya menghindari kerumunan. Apalagi sebagian besar negara juga belum mencabut aturan pembatasan perjalanan ke luar negeri, termasuk ke Jepang.

Menurut data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang, di Bulan Mei hanya ada 1.700 orang asing yang datang ke Jepang. Jumlah terendah sejak 1964.  Hingga Kamis (18/6) Jepang mencatat 17.789 kasus Corona baru dengan 948 meninggal, demikian seperti disiarkan televisi NHK.

Dua maskapai besar Jepang, ANA Holdings dan Japan Airlines Co., mengatakan mereka telah membuka kembali beberapa penerbangan domestik seiring dengan permintaan yang meningkat. Meski demikian keduanya mengaku jumlah penerbangan untuk Juli masih belum maksimal, atau sekitar setengah dari yang mereka rencanakan sebelum pandemi Covid-19.

Selain mengakhiri pembatasan perjalanan domestik, Jepang juga mengizinkan orang berkumpul di acara indoor dan outdoor. Tapi jumlah orang yang boleh berkumpul tetap dibatasi maksimal 1.000. Tim baseball profesional Jepang juga akan kembali berlaga pada Jumat (19/6) meski tanpa penonton. 

 

Noah Rilis Kembali Lagu ‘Kala Cinta Menggoda’ Karya Guruh Soekarno Putra

this formate
“Kita buat konsepnya beda dari versi aslinya, karena lirik lagunya menurut saya masih bisa mewakili dua keadaan perasaan yang berbeda. Jadi, kita ubah nuansa lagunya lebih fresh karena lagu itu sudah pernah hits,” ungkap vokalis NOAH, Ariel, dalam  siaran persnya hari ini.

“Biasanya, lagu yang pernah hits itu akan susah mengulang kesuksesan kalau dalam format yang sama,” sambungnya.

Jika didengarkan, lagu Kala Cinta Menggoda versi Noah terasa lebih mellow dan sendu ketimbang aslinya. Meski begitu, roh dari mendiang Chrisye masih tetap terasa dan dipertahankan.

Saat ini, Kala Cinta Menggoda versi Noah sudah bisa dinikmati di Spotify, JOOX, dan Apple Music. Video klipnya akan segera tersedia di channel Youtube Musica Studio’s. Lagu tersebut akan menjadi bagian dari album kompilasi Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra yang dirilis oleh PT Musica Studio’s.

UNWTO: Restart Pariwisata Dengan Cara Berkelanjutan ( Sustainable)

this formate

Keindahan alam Indonesia yang diminati wisatawan mancanegara ( Foto: Kemenparekraf)

MADRID, bisniswisata.co.id: Sekretaris Jenderal  Badan Pariwisata Dunia di bawah PBB (UNWTO), Zurab Pololikashvili mengatakan negara anggota dapat memulai kembali pariwisata dengan cara yang bertanggung jawab yaitu keberlanjutan, inovasi, kolaborasi, dan solidaritas

Sudah lebih dari tiga bulan sejak Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mendeklarasikan pandemi global  COVID-19 hingga krisis datang terus mengancam pekerjaan dan mata pencaharian di bidang pariwisata dan lainnya.

“Komite Krisis Pariwisata Global yang dipimpin UNWTO mendukung pedoman kami untuk memulai kembali pariwisata, dan kami sekarang mengubah tekad ini menjadi tindakan nyata untuk pemulihan,” Zurab Pololikashvili dalam pernyataannya dikutip dari situs unwto.org ini.

Menurut dia, upaya  UNWTO dihargai di tingkat tertinggi mulai dari kepala negara hingga dukungan penting dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres yang mengidentifikasi sektor ini sebagai pilar pertumbuhan ekonomi.

Sekjen PBB, tambahnya, mengakui kepemimpinan UNWTO ketika ia mengatakan kepada warga dunia bahwa “pariwisata dapat menjadi platform untuk mengatasi pandemi”.

Sekarang, karena masing-masing Komisi Regional UNWTO akan berkumpul bersama secara virtual selama minggu-minggu ke depan, maka pihaknya dengan keahlian dan pengaruh yang dimiliki akan mengumpulkan keahlian agar semua memulai kembali pariwisata dengan  tekad mewujudkan dekade aksi menuju tujuan pembangunan berkelanjutan agar kembali ke jalurnya.

Komite Dunia tentang Etika Pariwisata, sebuah badan independen yang dibentuk oleh UNWTO, telah menekankan pentingnya menjaga Kode Etik Global untuk Pariwisata ketika pembatasan perjalanan dikurangi.  

Pemerintah dan industri pariwisata agar memulai kembali  sektor travel & tourism ini  dengan tepat waktu dan bertanggung jawab, menghindari semua biaya yang datang kemudian dengan mengorbankan perlakuan yang adil dan setara dari wisatawan.

Restart ini menawarkan kesempatan untuk menata kembali tidak hanya bagaimana kita melakukan perjalanan, tetapi bagaimana pariwisata dapat membantu membangun masa depan yang lebih baik bagi manusia dan planet, tambah Zurab Pololikashvili.

Komitmen Indonesia

I Gede Ardika, aggota dari UNTWO (United Nations World Tourism Organization) yang juga mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata 2001-2004 sudah sejak tahun 1990 an Indonesia mengembangkan pariwisata berkelanjutan ( sustainable tourism).

Oleh karena itu keputusan UNWTO agar pengembangan pariwisata berkelanjutan setelah pandemi global ini agar kembali ke jalurnya akan lebih mudah menerapkannya dengan berbagai kebijakan dan program yang sudah dimiliki RI

Sebagai Ketua Indonesia Sustainable Tourism Council, I Gede Ardika mengatakan bahwa  konsep sustainability seperti yang diusung oleh organisasi pariwisata dunia UNWTO adalah harus mampu merubah pola pikir dan pola tindak untuk menghadapi tantangan ke depan. 

Sekjen UNWTO, Zurab Pololikashvili dan I Gede Ardika, Ketua Indonesia Sustainable Tourism Council

“Perubahan ini terkait bidang ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, melalui kebijakan-kebijakan yang ditetapkan. Dari sini prinsip sustainable untuk pariwisata harus meliputi tiga faktor yaitu memberi manfaat ekonomi, melestarikan lingkungan alam, dan melestarikan budaya,” tambahnya

Dalam berbagai kesempatan I Gede Ardika mengingatkan bahwa pariwisata yang sustain harus menjadi alat pemerataan kesenjangan, dan mengikutsertakan partisipasi masyarakat lokal. Sehingga pariwisata yang ditawarkan tidak hanya bicara objek wisatanya tapi juga suasana dan masyarakatnya.

Bila sebelumnya, kata I Gede, paradigma seseorang dalam memandang wisatawan hanya sebatas sumber uang atau seperti mesin ATM. Padahal wisatawan itu berkaitan dengan human being, mencakup spirit, mind, dan body, sehingga pastinya berkaitan dengan pengalaman dan human right.

“Jadi fungsi pariwisata di Indonesia bukan sekedar untuk menghasilkan uang tapi lebih penting harus mampu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan harus memunculkan happiness,” jelasnya.

Oleh karena itu menurut I Gede, konsep sustainable dari PBB tersebut tidak cukup bagi Indonesia. Tidak hanya bicara seputar ekonomi, lingkungan, dan masyarakat, tapi lebih dari itu bagaimana sustainable ini memunculkan perasaan bahagia dan menciptakan pengalaman, mampu menciptakan hubungan antar manusia, menghasilkan mutual understanding.

“Dengan mengupayakan mutual understanding ini lah, pariwisata dapat berkontribusi untuk membangun persahabatan dan kedamaian dalam satu negara. Ini yang dimaksud dengan membanugn Indonesia beradab,” tambahnya.

Pengembangan pariwisata berkelanjutan memiliki 3 program utama yaitu Sustainable Tourism Destination, Observatory, dan Certification. Pedoman tersebut sudah diturunkan menjadi panduan teknis yang menjadi pedoman untuk sertifikasi.

” Dengan kesiapan dokumen ini, sejak tahun 2017 Indonesia dapat menyelenggarakan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) perdana pada tahun 2017 dan sudah tiga  kali diselenggarakan hingga 2019 agar masyarakat terlibat aktif dalam pengembangan wisata berkelanjutan di Tanah Air,” kata I Gede Ardika.

Pariwisata Indonesia selain harus sustainable juga harus mampu melekatkan identitas nasional, mampu membangun moral bangsa. Indonesia begitu kaya akan sumber daya alam dan perbedaan budaya. Tahun 2030 Indonesia akan berjaya karena potensi pariwisatanya,” ungkapnya.

 

 

Kisah Romantis di Balik Kimchi

this formate

Kimchi, kebanggaan orang Korea (foto: job-like)

JEALLO, bisniswisata.co.id: Bagi orang Korea, Kimchi – makanan tradisional yang wajib ada di setiap jamuan makan – bukan sekadar kudapan. Makanan fermentasi yang dibuat dari sawi putih dan lobak ini merupakan simbol kebanggaan nasional. Kimchi sudah ada sejak 4.000 tahun silam. Seseorang akan merasa bangga jika sukses membuat kimchi yang enak.

Seorang teman dari Seoul yang kini bermukim di New York, Amerika Serikat, pernah mengatakan, dirinya harus pandai memasak kimchi jika ingin memukau calon mertua. Barangkali itu juga alasan mengapa Ji-sun Park, begitu ia biasa disapa, hingga kini melajang. Dulu dia pernah mengeluh tak pandai memasak.

Sementara bagi Kim Myung-Sung, salah seorang pembuat kimchi terbaik di Korea Selatan, justru sebaliknya. Kimchi memiliki makna yang dalam. “Untuk saya sendiri, kimchi mewakili cinta dan masa depan,” katanya seperti dituturkan kepada greatbigtstory.

Pria yang tinggal di Provinsi Jeallo bagian selatan ini terkenal sebagai pembuat berbagai jenis makanan Korea yang difermentasi, termasuk kimchi. Karirnya justru dimulai saat dia terobsesi ingin membuatkan kimchi yang sempurna bagi sang istri. Sayangnya, kala itu dia gagal menemukan resep kimchi yang pas. 

Ia lalu mulai bereksperimen menciptakan resep sendiri sehingga mampu menghasilkan rasa kimchi yang sempurna dan menjadi kebanggaan setiap orang, termasuk istri terncinta. Kini, dia merasa telah menemukannya. Resep itu kelak akan diturunkan pada anak-anaknya.

Menurut Myung-Sung, kimchi yang enak itu adalah yang segar, renyah, dan sedikit menggelitik saat di mulut. Untuk menghasilkan kimchi enak dibutuhkan nappa cabbage (kubis napa yang asin) atau lobak putih yang diasinkan. Jangan lupa tambahkan bumbu lain pengkaya rasa, seperti bawang, bawang putih, bawang hijau atau mentimun, jahe dan ikan asin. 

“Terakhir, saya akan simpan kimchi-kimchi saya dalam pot dari tembikar yang secara sempurna dapat menghalangi masuknya oksigen. Lalu, biarkan kimchi ini di sana dengan suhu rendah setidaknya selama 6 bulan untuk berferementasi,” kata Myung-Sung.

 Myung-Sung mengaku untuk mendapatkan pengetahuan yang sempurnant tentang Kimchi, dia banyak bertemu para pakar. “Dengan mendengarkan pengalaman hidup mereka serta falsafah hidup yang bijaksana, saya dapat pengetahuan untuk membuat kimchi yang sempurna.”

Kimchi memiliki sejarah panjang dalam budaya Korea. Sebagai negara yang terletak di Asia Timur Laut, musim dingin bisa menjadi sangat brutal. Pengawetan makanan menjadi krusial. Kimchi merupakan salah satu temuan kebanggan orang Korea. 

“Kita harus meneruskan kimchi sebagai warisan dan budaya kuliner yang membanggakan kepada generasi muda. Saya yakin, jika kita mau berinovasi maka kita dapat menghubungkan masa lalu dan masa kini,” kata Myung-Sung.

 

 

 

Pemprov Bali Siapkan Tiga Tahap & Terima Wisatawan Pertama 9 Juli 2020

this formate

Gubernur Bali I Wayan Koster ( baju merah)  mendampingi kunjungan kerja Kemenparekraf bersama Wagub Cok Ace dan Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose. ( Foto: Kemenparekraf).

UBUD, Bali, bisniswisata.co.id:  Pemprov Bali telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan di wilayahnya. Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan tiga tahapan untuk implementasi protokol kesehatan menyambut kenormalan baru dan tahap pertama akan dilakukan pada 9 Juli 2020. 

“Kami mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Bali dalam menarik kepercayaan publik di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Protokol kesehatan memang harus dipersiapkan jauh hari agar dapat membangun kepercayaan publik untuk kembali berwisata di Pulau Dewata,” kata Menparekraf Wishnutama Kusubandio saat bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Restoran Bebek Tepi Sawah, Ubud, Rabu (17/6/2020).

Dia gembira mendengar penjelasan Gubernur karena secara overall penyebaran COVID-19 di Bali ini relatif lebih rendah dibanding di tempat lain. “Tapi sekali lagi yang perlu kita bangun di Bali adalah kepercayaan publik, kepercayaan dari wisatawan domestik maupun internasional. Itu yang perlu kita bangun karena bisnis pariwisata adalah bisnis kepercayaan,” kata Whisnutama.

Menurut dia, sektor pariwisata merupakan bisnis yang mengedepankan kepercayaan sehingga hanya ketika wisatawan percaya saja mereka akan datang, berkunjung dengan aman dan nyaman ke Bali. Menparekraf juga mendorong Pemprov Bali melakukan tiga tahapan pembukaan beberapa sektor di Bali. 

Setelah pada tahap pertama pembukaan dianggap berhasil dengan implementasi protokol kesehatan yang ketat. Ia berharap tahapan selanjutnya bisa dilalui dengan cepat.

“Oleh karena itu saya mohon kepada para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat melaksanakan hal itu dengan baik. Sehingga semua proses tahapan bisa kita review dan kita bisa memasuki tahap-tahap selanjutnya dengan lebih cepat,” ujarnya. 

I Wayan Koster mengatakan untuk tahap kedua akan dilakukan pada Agustus 2020 dengan catatan apabila pergerakan tahap pertama kondusif dan berhasil. Maka akan dilanjutkan ke tahap kedua untuk wisatawan nusantara. Setelah tahap kedua berhasil berlanjut ke tahap ketiga dengan mulai membuka destinasi bagi wisatawan mancanegara pada September 2020.

“Tapi ini hanya persiapan dan ancang-ancang, bukan jadwal pelaksanaan. Jadi atau tidak tergantung dari perkembangan situasi dan dinamika COVID-19 khususnya perkembangan transmisi lokal di Bali,” ujarnya.

I Wayan Koster juga menjelaskan, hal tersebut sudah sesuai arahan Presiden dan Menparekraf terkait bahwa reopening Bali harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak tergesa-gesa.

“Jangan sampai terjadi pandemi gelombang kedua di Bali, bila kita terburu-buru. Karena itu akan berisiko dan sangat berat bagi kami,” katanya.

Saat kunjungan kerja ke Bali, Menparekraf didampingi Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, Dirut ITDC Abdulbar M. Mansoer, Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, berserta jajaran pimpinan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 

Abed Frans: Obyek Wisata NTT Terima Wisatawan Domestik, Private Tour Agar Jadi Prioritas  

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id; Ketua Asita NTT, Abed Frans menghimbau anggotanya maupun masyarakat untuk  kedepankan private tour, tidak mengikuti kegiatan open trip jika ingin menikmati kawasan wisata di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

 ” Open trip harga memang jauh lebih murah karena rombongan besar sementara di era New Normal dan masih ada pandemi global kita semua harus hati-hati dengan mengikuti protokol kesehatan sehingga grup private lebih aman dan nyaman,” katanya.

Pada para anggota Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata ( Asita) Nusa Tenggara Timur yang dipimpinnya, momentum dibukanya obyek wisata unggulan per 15 Juni 2020 lalu  agar dimanfaatkan untuk menjaring wisatawan domestik terutama grup kecil keluarga maksimal 10 orang.

” Memang kalau tour private biaya jadi lebih mahal namun sebagai destinasi super prioritas kita harus menjaga agar standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan di seluruh simpul destinasi benar-benar diterapkan dengan baik,” ungkapnya.

Pimpinan PT Flobamor Jaya Travel di Kupang ini mengatakan semua pelayanan memang menyesuaikan sehingga untuk kapal wisata misalnya, jumlah penumpang termasuk crew juga akan berkurang.

” Pembukaan kembali ini untuk wisatawan domestik dan menjadi semacam ‘pemanasan’ jika Bali sudah terbuka untuk wisatawan mancanegara karena turis asing yang datang ke Labuan Bajo, misalnya, pintu masuknya dari Bali,” jelas Abed Frans sambil menambahkan hingga hari ini Bali masih tertutup untuk wisman.

Momen pembukaan kembali ini agar tour operator menjual paket yang bersifat private karena lebih aman berwisata dengan keluarga sendiri, selain menjaga ekologi dan ekklusivitas karena Labuan Bajo bukan tujuan mass tourism.

” Kami harapkan wisatawan domestik tidak ragu untuk datang ke Komodo karena untuk masuk Labuan Bajo tidak memerlukan Swab/PCR seperti masuk ke Bali,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memang sudah membuka kembali destinasi wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo di Manggarai Barat pada 15 Juni 2020. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Wayan Darmawa dalam webinar ASITA pekan lalu mengatakan seluruh destinasi di kawasan srategis nasional itu akan dibuka serentak, namun dengan syarat khusus.

Misalnya, pengelola destinasi setempat, baik swasta maupun pemerintah desa, harus memastikan terlaksananya gerakan jaga jarak fisik atau physical distancing.

Adapun beberapa destinasi unggulan tersebut seperti Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Wae Rebo di Kabupaten Manggarai. Kemudian sejumlah destinasi wisata di Pulau Sumba, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua.

Pemprov NTT berharap, pemerintah kabupaten/kota yang memiliki destinasi unggulan melakukan antisipasi terhadap peningkatan arus kunjungan wisatawan setelah pembukaan.

Sebelum terjadi pandemi global, Wayan menargetkan, hingga akhir tahun nanti, jumlah turis yang datang ke kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mencapai 1,6 juta orang. 

Sebanyak 1 juta orang merupakan wisatawan domestik, sedangkan sisanya adalah wisman. “Saat ini, untuk turis asing kunjungannya di angka 200 ribu. Kalau di Pulau Komodo pada posisi Maret hampir 20 ribu,” tuturnya.