Adaptasi Baru di Era COVID-19: Bandara, Stasiun Kereta Terapkan Teknologi Minim Kontak

this formate

Eurostar akan terapkan teknologi minim kontak (foto: TripSavvy)

LONDON, bisniswisata.co.id: Virus Covid-19 masih menjadi ancaman. Meski demikian di sejumlah negara yang kasus positif covid-19-nya melandai, aturan pembatasan mulai dilonggarkan. Bandara dan stasiun kereta di Eropa, misalnya, telah diizinkan kembali beroperasi. Bedanya, kini mereka berencana untuk mengadopsi pola hidup baru, yakni: mengurangi sebisanya kontak agar aman dari penularan.

Eurostar, operator kereta api super cepat di Eropa, mengatakan pihaknya akan menerapkan teknologi pengenalan wajah. Teknologi ini akan menjadi pengganti sistem check-in yang lama. Sebelumnya, calon penumpang wajib menunjukkan paspor secara fisik. Kelak, itu tidak berlaku lagi.

Dengan teknologi ini, penumpang hanya akan di-scan wajahnya sebelum naik kereta. Sistem ini rencananya akan diluncurkan tahun depan untuk rute Inggris dan Perancis dulu. Secara bertahap akan diterapkan pada rute-rute lainnya di seluruh Eropa.

Cara kerjanya: Eurostar akan memindai wajah setiap penumpang begitu mereka tiba di stasiun. Tapi sebelumnya calon penumpang diminta mengunggah fotonya lewat smartphone. Saat tiba di stasiun Eurostar hanya tinggal mencocokkannya. Untuk pekerjaan ini, Eurostar memanfaatkan teknologi dari  iProov, perusahaan yang bergerak di bisnis otentikasi biometrik.

Meski sifatnya sukarela, kebanyakan penumpang kemungkinan besar akan memilih memanfaatkan teknologi ini demi menghindari interaksi saat pengecekan tiket dan paspor. Pihak penyedia teknologi yakin cara ini aman dilakukan. Sistemnya mampu mengotentikasi mana data yang palsu dan asli. 

Sebenarnya sejumlah bandara sudah mulai menerapkan teknologi minim kontak sebelum pandemi COVID-19 merebak. Para vendor menciptakan teknologi tersebut untuk meningkatkatn kecepatan dan efisiensi. 

Kini, saat virus corona melanda dunia, teknologi ini menjadi sangat relevan. Banyak bandara di dunia mulai memanfaatkannya untuk merespons kekhawatiran calon penumpang terhadap virus yang penularannya bergerak secara eksponesial. Permintaan untuk alat-alat ini melonjak terutama sejak wabah ini mulai melandai dan orang kembali mulai bepergian.

Dengan keterbatasan dana karena pemasukan turun drastsi akibat pandemi, bandara harus memilih teknologi yang paling tepat guna. Bandara Abu Dhabi misalnya, mulai menerapkan teknologi minim sentuh di 53 elevator yang tersedia di sana. Tujuannya agar para penumpang sebisanya tidak berinteraksi langsung dengan tombol-tombol yang ada di sana. Meta Touch, startup yang berbasis di Universitas Sains dan Inovasi Universitas UAE, menciptakan teknologi ini.

Di bandara internasional Seattle-Tacoma lain lagi. Di sana semua restoran telah mengadopsi Grab, layanan pemesanan digital, untuk mengurangi tatap muka. Pada April lalu, Grab memulai debutnya dengan memperkenalkan ‘kios virtual’ yang memungkinkan pelanggan hanya meng-scan kode QR atau mengetuk chip NFC di smartphone untuk memesan makanan tanpa perlu mengunduh aplikasi Grab

Kini, setiap bandara wajib menerapkan teknologi yang mendukung penerapan new normal yang diamanatkan pihak otoritas. Pemerintah Kanada akan mewajibkan pemeriksaan suhu bagi para crew maskapai dan calon penumpang. Aturan ini akan diberlakukan pada akhir Juni bagi penumpang luar negeri, dan akhir Juli untuk pelancong domestik.

Salah satu perusahaan yang diuntungkan adalah Cantronics. Perushaaan ini telah mendapat persetujuan pemerintah Kanada untuk memproduksi alat pengecekan suhu. Masalahnya, prosedur pengecekan suhu secara manual berpotensi memapar para pekerja yang bertugas. Untuk itu beberapa bandara menerapkan pendekatan bertahap.

Pertama, mereka menggunakan alat detektor yang diarahkan ke kerumunan. Alat ini akan mengidentifikasi penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih panas dari rata-rata penumpang lain. Kemudian otorias  bandara akan memisahkan mereka untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Teknologi pemindaian suhu belum betul-betul sempurna. Bandara Heathrow di London sudah menerapkan sistem yang ditempatkan di aula imigrasi Terminal 2, sejak bulan lalu. Mereka masih menunggu seberapa akurat mesin ini bekerja.

Cara lain untuk mengurangi interaksi tatap muka adalah dengan mengganti pekerja manusia dengan robot, setidaknya untuk melakukan screening awal. Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan berencana uji coba ‘mempekerjakan’ robot untuk mengidentifikasi siapa saja yang mengenakan masker dan yang tidak.

Sang robot akan melaporkan ke pihak berwenang bagi siapa yang melanggar. Cara ini diharapkan efektif untuk mengurangi tingkat pemaparan virus yang hingga kini belum ditemukan vaksi penawarnya.

 

Eurostar akan terapkan teknologi minim kontak (foto: TripSavvy)

 

Pemerintah Resmi Sahkan Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

this formate

Petugas pagelaran kesenian di obyek wisata di Bali gunakan APD( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang disusun bersama para pemangku kepentingan dan kementerian terkait.

Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar mengatakan, protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif disusun berlandaskan atas tiga isu utama.”Yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan,” kata Kurleni Ukar, hari ini.

KMK tersebut diantaranya mengatur protokol untuk hotel/penginapan/homestay/ asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, lokasi daya tarik wisata, moda transportasi, jasa ekonomi kreatif, jasa penyelenggara event/pertemuan, serta tempat dan fasilitas umum lainnya yang terkait erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selanjutnya, protokol dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh pihak, yakni kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat. Termasuk asosiasi, pengelola, pemilik, pekerja, dan pengunjung pada tempat dan fasilitas umum.

Kehadiran protokol kesehatan ini diharapkan dapat mendukung rencana pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap sehingga dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19.

Namun demikian, keputusan terkait pembukaan kembali usaha pariwisata tentu harus disesuaikan dengan tingkat risiko wilayah penyebaran COVID-19 dan kemampuan daerah dalam mengendalikan COVID-19.

“Pemerintah daerah dan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan keputusan yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan,” kata Kurleni Ukar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi disahkannya protokol kesehatan kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tercantum dalam KMK tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pengesahan dilakukan melalui satu pintu oleh Menteri Kesehatan agar protokol terharmonisasi dengan kementerian/lembaga lain.“Protokol kesehatan secara resmi dirilis oleh Kementerian Kesehatan sehingga menjadi acuan bersama dan tidak ada kementerian/lembaga yang mengeluarkannya secara mandiri melainkan terkoordinasi,” kata Wishnutama.

Kemenparekraf juga telah menyiapkan panduan teknis baik dalam bentuk video ataupun handbook yang mengacu kepada standar global. Handbook ini merupakan turunan yang lebih detail dari protokol yang baru saja ditandatangani Kemenkes sehingga akan mudah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melaksanakan kegiatannya.

“Hal ini sangat penting karena pariwisata adalah bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional. Gaining trust atau confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan,” kata dia.

Ia menekankan pesan Presiden Joko Widodo agar protokol ini dilaksanakan dengan baik dan tidak tergesa-gesa. “Sehingga nanti pada saatnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibuka bisa produktif dan tetap aman dari COVID-19. Itu hal yang mendasar dalam arahan presiden,” kata Menparekraf.

Yuk Simak Manfaat Staycation Bagi Wisatawan Domestik di Era New Normal.

this formate

Sebuah hotel tempat staycation ( Foto: Traveloka.com) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat kordinasi di bidang pariwisata pekan lalu dan menyebutkan kemungkinan beberapa destinasi wisata akan dibuka pada bulan Juli 2020. 

Pariwisata merupakan sektor pertama yang terdampak pandemi Corona. Oleh karena itu, pemerintah pun ingin sektor pariwisata yang bakal bangkit pertama kali di masa New Normal ini. Berbagai langkah pun dijalankan untuk mendorong sektor ini keluar dari keterpurukan. 

Saat ini, pemerintah meluncurkan empat program. Diharapkan program ini mampu mendorong kedatangan wisatawan asing kelas A dan kelas B di masa normal baru ini. 

“Untuk mencapai target itu, pemerintah meluncurkan empat program untuk wisatawan domestik, yaitu Activation, Staycation, Roadtrip, dan Epic Sale,”  kata Luhut.

Kali ini kita fokus ke staycation dulu yang agaknya menjadi mode liburan yang dilakukan tanpa harus keluar kota. Online Travel Agent ( OTA) juga telah banyak mempromosikan hotel, rumah peristirahatan, villa-villa untuk tempat melakukan staycation bersama keluarga.

Setelah ada kelonggaran dan  Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan mengatakan hingga akhir Juni 2020 merupakan masa transisi maka tidak ada salahnya melakukan staycation 

Bagi yang belum pernah mencoba gaya liburan ini, yuk simak keuntungan dan manfaat staycations berikut ini dikutip dari situs traveloka.com. Keuntungan dan Manfaat Liburan Ala Staycation;

1.Menghemat budget liburan. Coba ingat-ingat lagi berapa banyak uang yang  dihabiskan setiap kali pergi liburan ke luar negeri atau ke luar kota yang cuma memakan waktu 2 jam perjalanan?

Meskipun hanya berlibur di akhir pekan saja, tetap bisa menghabiskan uang banyak. Biaya transportasi, akomodasi, kuliner, dan bujet belanja rasanya tidak mungkin sedikit, kan? 

Nah, dengan staycation, bisa menghemat budget liburan yang biasa dikeluarkan itu tanpa perlu menguras banyak waktu dan tenaga. Bahkan  bisa dapat keuntungan ekstra kalau mau menggunakan jumlah budget yang sama untuk staycation. Budget malah bisa dialokasikan ke biaya kuliner untuk mencoba restoran atau hotel mewah yang belum kesampaian.

  1. Lebih punya banyak waktu.

Bayangkan kalau pergi keluar kota saat akhir pekan. Bisa jadi diperjalanan bisal ketemu macet yang tidak ada solusinya. Kalau kamu ke luar negeri, pastinya harus menempuh perjalanan ke bandara, menunggu keberangkatan lalu ada masanya di atas udara tidak bisa banyak melakukan aktivitas berjam-jam. Banyak sekali waktu yang terbuang untuk bisa merasakan liburan.

Beda kalau pilih staycation. Jarak hotel yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, juga jarak dari satu tempat hiburan ke tempat liburan lainnya juga tidak butuh banyak waktu. Tapi sudah bisa merasakan hawa liburan dalam waktu singkat.

  1. Tidak perlu bawa barang banyak

Bagi yang tidak suka packing karena itu staycation rasanya jadi liburan yang harus sering-sering dilakukan. Soalnya tidak lagi harus susah-susah bongkar pasang barang-barang ke dalam koper. Tidak perlu menarik koper sambil lari-lari mengejar pesawat. Cukup bawa pakaian dan keperluan sehari-hari seadanya dalam satu tas dan berangkat! Kalau memang ada yang tertinggal, bisa kembali ke rumah dan ambil seberapa banyak pun. Praktis, kan?

4.Mengurangi drama dalam perjalanan. Kadang disadari atau tidak, liburan sering membuatmu stres. Ada saja drama yang mungkin terjadi saat liburan. Ketinggalan pesawat, pesawat delay, tersesat di destinasi tujuan, sampai kekurangan uang. Belum lagi persiapan liburan yang membutuhkan usaha ekstra.

Misalnya harus buat jadwal perjalanan, riset destinasi wisata, sampai anggaran biaya. Bisa jadi tiba-tiba tiket pada tanggal yang diinginkan habis atau kamu tidak kedapatan kamar hotel yang diinginkan.

Liburan ke luar kota atau luar negeri pasti menyenangkan. Cuma rasanya sulit kalau tidak benar-benar dipersiapkan. Soalnya tidak bisa spontan memutuskan untuk berlibur begitu saja. Sedangkan, salah satu keuntungan dari staycation adalah kamu bisa sesuka hati booking kamar hotel untuk besok atau bahkan hari ini! 

Lalu, langsung leha-leha di kolam renang atau pijat di fasilitas hotel. Setelah itu, tinggal berendam di bathtub air hangat dan menunggu waktunya makan malam.

5.Mudah berkumpul dengan orang-orang terdekat. Pastinya jadi tantangan tersendiri untuk mengumpulkan orang-orang terdekat dan pergi berlibur bersama. Terkadang memang  butuh mencocokkan jadwal mereka untuk bisa pergi dalam waktu bersamaan jika mau pergi ke destinasi yang berada di luar kota atau luar negeri.

Inilah juga manfaat dari staycation. Kita tidak perlu bersusah payah memesan tiket, menyewa transportasi di destinasi tujuan, atau berpikir dua kali mengajak mereka berwisata kuliner.

Berkumpul bersama keluarga atau teman-teman terdekat bisa semudah bersebelahan kamar hotel dan melakukan aktivitas bersama-sama selama beberapa hari. Kita bisa juga menyewa satu apartemen dengan beberapa kamar lalu menikmati suasana baru di luar rumah sendiri.

6.Staycation karena dilakukan dikota sendiri juga dapat lebih mengenal berbagai sisi ibukota. Mungkin jarang terlintas di pikiran untuk mencari tahu wisata apa saja yang menarik di kota tempat kita  tinggal dan bekerja.? Padahal kalau kamu punya waktu sedikit untuk berlibur di dalam kota, pasti ada saja penemuan-penemuan yang menarik. 

Misalnya saja berwisata kuliner ke tempat-tempat yang tidak pernah kamu lewati sehari-hari atau memasuki tempat hiburan yang selama ini jadi incaran, tapi tidak pernah ada waktu untuk berkunjung. 

Bisa juga hunting spot foto di daerah yang dipilih secara acak. Pasti ada saja  cerita seru yang bisa didapatkan tanpa perlu pergi ke pantai nan jauh di sana atau gunung yang perlu didaki seharian.

  1. Punya waktu berkualitas.

Saat berada di luar kota atau di luar negeri, kamu pasti lebih sering berada di luar ruangan untuk eksplorasi. Rasanya sayang kalau sudah buang uang banyak tidak mengunjungi banyak tempat, kan? Lalu kamu jadi harus ke sana-sini tanpa memikirkan kaki mungkin sudah pegal atau kamu belum ganti baju seharian. 

Jika berlibur ala staycation, kita bisa  jadi lebih bisa punya waktu berkualitas untuk diri sendiri dan orang-orang tercinta. tidak perlu memikirkan harus bangun jam berapa agar bisa berkeliling sesuai jadwal. Tidak perlu buru-buru menghabiskan makanan supaya bisa mencoba makanan lain setelahnya.

 

Ketika Pandemi Global Membawa Berkah Bagi Konservasi Laut Raja Ampat

this formate


Pulau Fam di Raja Ampat yang ditetapkan jadi kawasan konservasi  ( Foto:Tirto.ID)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Selalu ada hikmah di setiap musibah. Ketika pandemi global virus Corona melanda seluruh dunia ternyata membawa berkah bagi konservasi laut Raja Ampat, satu dari 10 destinasi prioritas di negri ini.

“Selama pandemi virus corona mewabah, ekologi di Raja Ampat pun membaik selama beberapa bulan belakangan. Tak ada lagi hiruk pikuk wisatawan di Raja Ampat sejak pembatasan perjalanan karena corona, berdampak positif terhadap lingkungan di Raja Ampat,” kata Mark Erdman, Vice President Asia-Pacific Field Division Conservation International.

“Ini juga cukup menarik, kita lihat terumbu karang dan mega fauna di Raja Ampat justru diberikan istirahat pada saat ada masa COVID-19. Di beberapa dive site yang dulu menjadi sangat crowded justru terumbu karang tumbuh dengan baik tanpa adanya divers atau snorkelers,” kata Mark lewat Webinar belum lama ini.

Mark juga mengungkapkan bahwa tingkat underwater noise, atau suara kebisingan dari kapal-kapal yang biasa mengangkut wisatawan berkurang. Hal tersebut membuat hewan-hewan laut yang sebelumnya bersembunyi pun muncul kembali.

“Bahkan dilaporkan, manta dan hiu bisa dilihat di air dangkal di tempat yang dulu banyak wisatawan lalu lalang. Paus dan lumba-lumba juga akan lebih senang, karena laut terhindar dari kebisingan,” lanjut Mark.

Saat pariwisata terhenti, otomatis laut di Raja Ampat menjadi sepi, bahkan masyarakat lokal yang bekerja di pariwisata beralih profesi sebagai pencari ikan dan berkebun.

Data Kementrian Kelautan Perikanan ( KKP) Raja Ampat pada Januari hingga Maret 2020, wisatawan domestik ada 514 orang dan wisarawan mancanegara 7076 sehingga total kunjungan pada periode mencapai 7590 orang.

Tahun lalu pada periode sama kunjungan wisatawan domestik mencapai 3.056 orang dan wisatawan internasional 25.131 orang sehingga total wisatawan yang datang adalah 28.187 orang. Sebagai suatu kawasan wisata bahari, Raja Ampat terbukti berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. 

Kepulauan Raja Ampat merupakan jantung segitiga karang dunia (Heart of The Coral Triangle) dan sudah diakui sebagai salah satu kawasan yang memiliki terumbu karang terbaik di dunia. 

Selain ekosistem terumbu karang, Raja Ampat juga memiliki hamparan padang lamun, hutan mangrove, pantai berpasir dan pantai tebing berbatu. Berbagai spesies lokal terancam punah ditemukan di kawasan ini, seperti penyu, hiu, paus, pari manta, dugong dan lumba-lumba. 

Kondisi ini menjadikan perairan Raja Ampat memenuhi syarat sebagai kawasan konservasi sekaligus sebagai kawasan destinasi pariwisata superprioritas bahkan Raja Ampat telah berkembang menjadi ikon pariwisata bahari Indonesia, menjadi daya tarik pelancong dunia.

Sebagai kawasan yang paling populer (the hottest spot) di negara ini, ditinjau dari sisi pariwisata bahari. Kalau tren peningkatan jumlah pelancong ini tidak berubah di masa yang akan datang, maka dalam sepuluh tahun ke depan, akan begitu banyak manusia yang mengunjungi Raja Ampat. 

Untuk menjaga keberlanjutan setiap potensi sumberdaya yang dimiliki, maka pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Raja Ampat perlu mengembangkan konsep ekowisata, yaitu pariwisata yang berwawasan lingkungan.

“Kita juga mendapat laporan bahwa penangkapan ikan makin mudah untuk beberapa masyarakat lokal di Raja Ampat. Saya pikir ini satu hal yang sangat postif, justru kita melihat bahwa konservasi laut daerah di Raja Ampat berfungsi dengan sangat baik untuk ketahanan pangan masyarakat lokal,” papar Mark.

Walaupun alam diberikan untuk istirahat selama kurang lebih dua bulan ini, Mark mengingatkan bahwa sektor pariwisata di Raja Ampat merupakan roda ekonomi yang harus digerakkan.

“Tentunya ini waktu untuk refleksi, saya lihat Raja Ampat diberikan kesempatan untuk merumuskan arah dan pengembangan pariwisata di Raja Ampat,” pungkas Mark.

Perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata di Raja Ampat memang besar dan masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau masuk dalam Program Prioritas Strategis dalam RPJMN 2020-2024.

Di tempat terpisah, Januari lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan memprioritaskan dukungan terhadap lima destinasi super prioritas di tahun ini.

“Dalam pemikiran kami adalah pemikiran yang sesuai dengan visi presiden. Kami melanjutkan lagi enam tujuan wisata prioritas itu ada Raja Ampat, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Tanjung Kalayang, dan Pulau Seribu, itu jadi prioritas,” ujar  Budi, 

Dukungan terhadap lima daerah pariwisata super prioritas yang dikerjakan saat ini harus rampung di tahun 2020 dan dukungan di tahun depan pun masuk dalam lima program prioritas di 2021. 

Selain pembangunan konektivitas transportasi mendukung sektor pariwisata, program lainnya ada di sektor logistik, daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (TPK), Ibu Kota Negara Baru (IKN), serta pengembangan SDM.

Baca Juga:

https://bisniswisata.co.id/new-normal-raja-ampat-mampukah-wujudkan-wisata-ekologis-dan-eksklusif/

 

Spanyol Selama Tertutup Untuk Turis Asing Kehilangan  7,1 Miliar Euro

this formate

Sebuah festival di kota Pamplona , Utara Spanyol.   untuk terselenggaranya festival running of Bulls tahunan dimana ada banteng yang dilepas. ( foto: linguaschool.com) 

MADRID, bisniswisata.co.id:  Spanyol telah mengumumkan rencananya untuk secara bertahap membuka perbatasan bagi wisatawan dari negara-negara yang dianggap paling aman dalam perang melawan pandemi COVID-19, mulai hari ini 22 Jun 2020.

Menurut juru bicara Kementerian Pariwisata,  di Madrid, tanggal yang ditentukan untuk membuka kembali perbatasan untuk pariwisata adalah 1 Juli 2020 karena penutupan perbatasan sudah menunjukkan konsekuensi tinggi bagi ekonomi dalam hal devisa pariwisata.

Mengutip tourism-review.com, di saat normal sektor pariwisata Spanyol  Maret -April menghasilkan lebih dari 7,1 miliar euro tahun 2019. Dari catatan bisniswisata, wisatawan Indonesia dalam perjalanan tour ke Eropa Barat umumnya juga singgah di Spanyol dan berkontribusi pada perolehan devisa negara itu.

Devisa pariwisata Spanyol seperti juga seluruh dunia  telah hilang antara pertengahan Maret, ketika perbatasan ditutup hingga 30 April. Lebih dari 2,9 miliar euro hilang selama Maret, dan sisanya sekitar 4,2 miliar selama  April 2020 setelah National Statistics Institute (INE) Spanyol mengkonfirmasikan bahwa penerimaan wisatawan internasional nol selama bulan-bulan itu.

 Ini berarti bahwa surplus perdagangan dipertaruhkan, yang telah menjadi konstan dalam ekonomi Spanyol sejak 2012 ketika negara itu akhirnya keluar dari resesi ganda berkat industri ekspor.  Secara khusus, di samping neraca perdagangan, pariwisata menyumbang 3,7% dari PDB pada 2019 menurut Bank Spanyol.

 Mempertimbangkan bahwa neraca pembayaran Spanyol (BoP) menunjukkan tahun lalu kapasitas pembiayaan 2,3% sebagai persentase dari PDB, ini berarti bahwa jika kerugian pariwisata diperpanjang atau pengunjung turun secara dramatis selama peak season yang baru saja dimulai, maka perdagangan surplus Spanyol bisa dalam bahaya.

 Dalam pengertian ini, negara dapat melihat akhir dari sejarahnya selama delapan tahun berturut-turut dengan kapasitas keuangan dari produk ekspor, sesuatu yang tidak terjadi sejak masa perkembangan.  Sejak itu, sering terjadi defisit komersial selalu diselesaikan melalui devaluasi atau rencana penyesuaian yang parah.

 Di satu sisi, karena “tingkat pembatasan perjalanan”, dan, di sisi lain, karena persepsi risiko yang mungkin dimiliki para wisatawan tentang pandemi, yang dapat mengarah “pada penerapan langkah-langkah jarak sosial sukarela oleh  calon wisatawan “. 

Tak heran Spanyol dan Jerman bekerja bersama dalam pilot project wisata New Normal baru di Pulau Balearic di Majorca, Spanyol  yang telah menyambut pengunjung pertamanya dalam tiga bulan terakhir iini. Lewat kerjasama itu, wisatawan Jerman  berbondong-bondong berjemur matahari ke pantai Balearic, Spanyol.

Bacajuga:

https://bisniswisata.co.id/pariwisata-mulai-bangkit-turis-jerman-mencari-sinar-matahari-hingga-ke-spanyol/

Meski demikian, Bank Spanyol meragukan kemampuan negara itu untuk mendapatkan kembali wisatawan, terutama ketika negara-negara lain yang bersaing dengan Spanyol dalam kategori matahari dan pantai, seperti Yunani atau Portugal, menunjukkan catatan kesehatan yang lebih baik.

Perlu juga dicatat bahwa 83,7 juta wisatawan tiba di Spanyol tahun lalu, dan meskipun ada tingkat stagnasi tertentu (kenaikan 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya), pendapatan tumbuh tiga kali lipat (3,2%). Kontibusi pada dasarnya dari wisatawan yang justru bukan asal negara-negara Uni Eropa. 

Selain itu, 40 juta  dari 83 juta wisatawan yang mengunjungi Spanyol tahun lalu berasal dari Inggris (18 juta), Prancis dan Jerman (masing-masing 11 juta).  Oleh karena itu, Spanyol sangat tergantung pada negara-negara ini, yang juga sangat dipengaruhi oleh pandemi (kurang dalam kasus Jerman).

 Mengganti turis-turis ini dengan orang lain dari berbagai kebangsaan, dalam hal apa pun, tidak mungkin, karena pasar-pasar berikut terdiri dari negara-negara Nordik, yang tahun lalu diwakili untuk Spanyol sedikit lebih dari 5,5 juta pelancong menurut survei pergerakan wisatawan.

Bagi Spanyol, musim antara Juni dan September sangat penting.  Dari hampir 84 juta kedatangan tahun 2019, lebih dari 38 juta melintasi perbatasan pada bulan-bulan tengah tahun, sayangnya untuk tahun ini , pandemi masih akan menjadi masalah.  

Beberapa ahli percaya bahwa ini adalah alasan mengapa pemerintah Spanyol, sadar akan dampaknya terhadap perekonomian dan memutuskan untuk mempercepat fase berbeda dari rencana de-eskalasi.

Kebijakan ini tidak mengejutkan ketika memperhitungkan bahwa pariwisata (dalam hal PDB dan termasuk GNP) menghasilkan 147.946 juta euro pada 2018, yang mewakili 12,3% dari PDB.  

Sedangkan untuk pekerjaan, pariwisata, langsung dan tidak langsung, mempekerjakan 2,62 juta orang;  dengan kata lain, 12,7% dari total populasi karyawan Spanyol.

 

Berwisata Pulihkan Bisnis Travel & Tourism Tapi Jangan Lengah & Harus Disiplin

this formate

Wisata alam, salah satu sustainable tourism yang disukai pasca COVID-19. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dua wanita berpengaruh di bidang industri wisata , Gloria Guevera. President & CEO WTTC dan Sumaira Issacs, CEO World Tourism Forum Institute menyatakan tidak salah untuk mengharapkan dan bersikap antusias dimulainya kembali kegiatan perjalanan ( traveling) saat ini.

“Selain restart pariwisata tujuannya untuk pemulihan ekonomi  global, namun  kami tetap mengingatkan pentingnya memulai kembali bisnis travel & tourism dengan mengikuti protokol kesehatan sesuai standar global dan secara individu juga jangan lengah karena kita masih hidup di era pandemi COVID-19,” kata Sumaira Issacs dalam satu webinar dengan Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC)  belum lama ini.

Sedangkan Gloria mengatakan World Travel & Tourism Council ( WTTC) menyambut baik pembukaan kembali perbatasan dan pelonggaran pembatasan perjalanan di seluruh Eropa. Dia juga memuji rekomendasi Komisi Eropa (EC) kepada Negara-negara Anggota Schengen untuk mencabut  semua kontrol perbatasan internal pada 15 Juni dan pelancong internasional mulai 1 Juli 2020.

” Ini membantu pelancong merencanakan liburan Eropa mereka.Langkah penting ini akan membantu mendorong para wisatawan untuk mulai bepergian lagi, memberikan dorongan vital bagi sektor travel & tourism  dan memulai pemulihan ekonomi global yang sangat dibutuhkan,” kata Gloria yang tampil di webinar berbeda bersama Sapta Nirwandar di era Work from Home ini.

Dia mengikuti rekomendasi Komisi Eropa dan mengokordinasikan upaya untuk memulihkan zona Schengen yang berfungsi secepat mungkin. “Kami didorong untuk melihat Spanyol dan Jerman bekerja bersama dalam rencana pilot wisata baru dan melihat perkembangan wisatawan ke Pulau Balearic di Majorca trlah menyambut pengunjung pertamanya dalam tiga bulan terakhir ini,” ungkapnya.

Inisiatif baru ini membuat semua penumpang dan wisatawan yang datang dari Jerman menerima tes suhu pada saat kedatangan. Langkah ini menjadi pergerakan penting oleh dua destinasi unggulan Eropa ini dan merupakan langkah signifikan menuju pemulihan.

” Hal ini  penting bagi negara lain menerapkan tindakan serupa yang akan memulai sektor Perjalanan & Pariwisata ( Travel & tourisn) dan menyelamatkan jutaan mata pencaharian yang bergantung pada sektir pariwisata,” kata Gloria Guevara.

Dia menjelaskan bahwa selama 2019, Travel & Tourism bertanggung jawab atas 22,6 juta pekerjaan, atau 11,2% dari total tenaga kerja UE.  Ini juga menghasilkan € 1,319 miliar PDB, atau 9,5% untuk ekonomi UE, tumbuh sebesar 2,3% dari tahun sebelumnya.

Gloria Guevera. President & CEO WTTC ( kiri) dan Sumaira Issacs, CEO World Tourism Forum Institute

Sumaira Isaacs, mantan artis dan pengusaha yang berpengalaman 25 tahun di industri pariwisata menyarankan agar trend New Normal disikapi dengan hati-hati karena penduduk global masih hidup bersama virus COVID-19.

“Ketika destinasi dan obyek obyek wisata mulai dibuka dinegara Anda, prinsipnya yang berlaku adalah lebih dekat ke rumah akan lebih baik sehingga perjalanan liburan untuk jangka waktu dekat slogannya  #Lebih aman ke rumah,” kata Sumaira.

Sumaira Isaacs yang oleh organisasinya juga menjadi Chief Executive Officer for Global Tourism Forum ini menggambarkan psikologi perjalanan wisata jangka pendek, adalah yang paling pasti, yang juga dapat merujuk pada pola perjalanan bisnis.  

“Tujuan perjalanan bisnis sebagian besar ditandai dengan “kebutuhan” daripada “keinginan.”. Tidak salah untuk mengharapkan antusias dimulainya kembali kegiatan perjalanan selama waktu ini tapi tetap jangan lengah.

Sejarah telah memberikan  panduan tentang bagaimana pemulihan akan terjadi.  Masalah perbandingan adalah skala pandemi ini dan bahaya yang telah ditimbulkan dengan terjadinya resesi ekonomi yang menyeluruh dan terjadi di berbagai belahanbelahansecara bersamaan seperti COVID-19 saat ini.

Organisasi IATA memiliki peta yang menunjukkan bagaimana jumlah penumpang menurun dan pulih selama wabah SARS 2003 (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa, dengan 774 kematian, 8.096 orang di seluruh dunia memiliki diagnosis SARS yang dikonfirmasi. ” Mari kita setujui COVID-19 adalah kejadian terdasyat yang telah menyebabkan hampir semua industri perjalanan ditutup di seluruh dunia,”  kata Sumaira sambil mengingatkan organisasi kesehatan dunia WHO pada 11 Maret 2020 menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Katakanlah ini dalam grafik Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional yang disingkat IATA mencerminkan hari ke nol.  Untuk epidemi SARS lalu  perjalanan mulai pulih tiga hingga empat bulan setelah krisis dimulai maka hal  ini sama dengan Juni dan Juli untuk 2020.

Belajar dari pengalaman seperti SARS dimana bisnis bisa kembali setelah 4 bulan, maka besarnya akibat wabah COVID-19, maka hal ini tidak mungkin terjadi.

“Industri penginapan mungkin melakukan upaya bersama untuk mendorong pemesanan di bulan Agustus 2020  karena keinginan untuk mendapatkan bagian terakhir dari musim panas,” kata Sumaira.

Kecemasan karena terlalu jauh dari rumah dan ketakutan bepergian normal-normal saja karena orang akan berfikir jika terjadi sesuatu seperti kecelakaan di luar negri apa ada kemampuan untuk kembali ke negara asal seseorang di tengah kondisi lalu dimana wisatawan tidak bisa pulang akibat pandemi global ini.

“Tanda-tanda pertama dari peningkatan permintaan travel & tourim dapat dilihat untuk perjalanan dengan mobil, kereta komuter dan penerbangan yang lebih pendek.

Permintaan tertinggi juga dapat dilihat dari hotel, rental akomodasi tempat  liburan, sewa mobil transfer bandara dan acara tamasya yang menargetkan sektor-sektor tersebut.

Pengalaman wisata perkotaan yang padat penduduk tidak akan umum, terutama saat ini yang berisiko tinggi untuk keramaian dan ruang publik seperti butuh transit subway.  Wisatawan akan mengaitkan kesehatan yang baik dengan memilih pedesaan dan wisata  alami ( sustanaible tourism).

Dua wanita dengan kedudukan penting diorganisasi dunia ini tentu saja mendukung pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara. Intinya, berwisata Pulihkan bisnis travel & tourism tapi jangan lengah dan harus disiplin.

 

Hari Pertama CFD, Jalan Sudirman Dijaga Ketat Petugas Gabungan

this formate
JAKARTA, bisniswisata.co.id – Hari pertama Car Free Day ( CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jenderal Jalan Sudirman, Jakarta, pada masa pandemi COVID19 dikawal ketat petugas gabungan. Petugas gabungan itu terdiri dari Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, petugas gabungan itu bakal mengawasi aktivitas warga di sekitar CFD sesuai protokol kesehatan virus Corona atau Covid-19. Petugas gabungan itu bakal menjaga wilayah CFD hingga acara itu selesai pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pada pelaksanaan CFD pertama di masa transisi PSBB ini akan dilakukan pemisahan lajur jalan untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki.

Adapun rincian pemisahan lajur tesebut sebagai berikut:
1. Bagi pesepeda disiapkan 3 lajur paling kanan, olahraga lari disiapkan 1 lajur paling kiri, dan trotoar bagi pejalan kaki.
2. Pada segmen jalan dimana hanya terdapat 3 lajur, maka 2 lajur digunakan untuk jalur pesepeda, 1 lajur untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar.
3. Pada segmen jalan di simpang Flyover Karet, 2 lajur sebelah kanan digunakan untuk pesepeda dan 1 lajur paling kiri untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar.
4. Pada segmen Simpang Susun Semanggi, 2 lajur sebelah kanan disiapkan untuk pesepeda, bagi olahraga lari, dan pejalan

Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Koridor Perjalanan Wisata Bersama

this formate

Dear Rekan-rekan Media,

 

Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Koridor Perjalanan Wisata Bersama

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia dan Malaysia sepakat bekerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya membangun kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masing-masing negara yang begitu terpukul akibat pandemi COVID-19 salah satunya dengan menbangun koridor perjalanan wisata bersama.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Bekraf Nia Niscaya saat menjadi pembicara tamu dalam Talkshow Network Industry Travel bersama dengan Menteri Pariwisata, Seni & Budaya Malaysia, Dato’ Sri Nancy Shukri yang membahas Regional Tourism Collaborative Opportunities Post COVID-19“, Jumat malam, mengatakan Malaysia merupakan salah satu mitra penting bagi pariwisata Indonesia.

Malaysia selama ini menjadi salah satu negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia. Tercatat pada 2019 sebanyak 2,09 juta wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Indonesia.

“Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah yang panjang dalam kerja sama di berbagai sektor, terutama pariwisata. Sehingga sangat penting bagi kami untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama dalam upaya bersama bangkit dari COVID-19,” kata Nia Niscaya.

COVID-19 membawa perubahan mendasar bagi wisatawan dalam melakukan bepergian ke depannya. Untuk bepergian antarnegara, wisatawan akan cenderung lebih memilih bepergian dalam perjalanan dengan waktu yang tidak terlalu lama (short haul). Berdasarkan hal tersebut, Malaysia menjadi salah satu mitra potensial untuk dapat kembali menumbuhkan perjalanan wisatawan antarnegara.

Nia menjelaskan, kerja sama yang bisa dijalankan adalah bagaimana mendapatkan kepercayaan dunia bahwa kedua negara ini telah berhasil mengontrol penyebaran virus corona dan sepakat untuk menciptakan sebuah koridor perjalanan.

“Kita harus dapat memastikan penanganan COVID-19 di masing-masing negara telah teratasi dengan baik. Hal ini penting untuk dapat menimbulkan rasa kepercayaan wisatawan dari masing-masing negara fokus pasarnya. Trust is the new currency dalam masa kenormalan baru,” kata Nia.

Kemenparekraf telah menyiapkan handbook yang mengacu kepada standar global sebagai panduan teknis untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Handbook ini merupakan turunan yang lebih detil dari protokol yang sedang disusun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan diterapkannya protokol ini dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan. Hal ini sangat penting karena _gaining trust_ atau confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan.

“Penerapan protokol Cleanliness, Health and Safety (CHS) menjadi program penting yang saat ini tengah dijalankan. Sehingga saat nantinya gerbang antarnegara dapat dinyatakan dibuka, kepercayaan wisatawan akan faktor-faktor tersebut dapat terjaga dengan baik,” kata Nia Niscaya.

Hal senada dikatakan Menteri Pariwisata, Seni & Budaya Malaysia, Dato’ Sri Nancy Shukri. Menurutnya Indonesia dan Malaysia harus dapat meningkatkan kerja sama untuk dapat meningkatkan sektor pariwisata kedepan.

Untuk saat ini Malaysia masih akan lebih fokus dulu terhadap pasar domestik dengan berbagai program yang akan dijalankan. Selaras dengan penerapan protokol kesehatan yang juga akan dijalankan dengan ketat.

“Sektor pariwisata harus dapat beradaptasi dengan baik untuk dapat meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan agar dapat melakukan perjalanan dan tinggal lebih lama ke banyak destinasi,” kata Dato’ Sri Nancy.

Ia mengatakan Malaysia mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan akan memanfaatkan berbagai platform digital untuk dapat menjalankan protokol kesehatan, pengawasan, serta promosi.

“Malaysia sangat menikmati hubungan kerja sama yang terjalin dengan Indonesia selama ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkannya ke depan,” kata Dato’ Sri Nancy.

m

Thai Lion Air Menambah Penerbangan Untuk Rute Domestik

this formate

Thai Lion Air tingkatkan penerbangan domestik (Foto:Business Insider)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Thai Lion Air mulai meningkatkan operasional penerbangan untuk rute domestik. Chairman of the Board Thai Lion Air, Darsito Hendro Seputro mengatakan, bahwa setiap penumpang mendapat bagasi cuma-cuma 20 kilogram.

Namun maskapai tersebut tak menyediakan kudapan, “Thai Lion Air tidak menyediakan penjualan makanan ringan, minuman dan makanan berat,” katanya, Jumat, 19 Juni 2020.

Darsito menambahkan, bahwa penumpang tidak diizinkan membawa makanan sendiri untuk dikonsumsi selama perjalanan udara. “Thai Lion Air menjalankan operasional penerbangan sesuai standar operasional prosedur (SOP) berdasarkan aturan,” ujarnya dikutip Tempo.co

Dalam penerbangan domestik itu, Thai Lion Air melakukan pencegahan virus corona (Covid-19) dengan penyemprotan cairan pembunuh kuman sesuai prosedur yang berlaku. “Thai Lion Air sudah beroperasi secara normal, yang dibangun adalah bentuk kesadaran dari perusahaan, penumpang dan awak pesawat mengenai protokol kesehatan,” katanya.

Penerbangan domestik Thai Lion Air telah kembali beroperasi, sejak Jumat, 1 Mei 2020. Saat kembali beroperasi, Thai Lion Air buka untuk enam tujuan domestik satu kali setiap hari, yaitu Bangkok, Chiang Mai, Surat Thani, Ubon Ratcahani, Nakhon Si Thammarat, Hat Yai.

Kini layanan penerbangan telah ditingkatkan untuk rute domestik dari Bangkok, Bandara Internasional Don Mueang. Berikut tujuannya: 

  • Chiang Mai, Bandara Internasional Chiang Mai, Thailand Utara (CNX), 3 kali per hari
  • Surat Thani, Bandara Internasional Surat Thani, Distrik Phunphin (URT), 3 kali per hari
  • Ubon Ratcahani, Bandara Ubon Ratchathani (UBP), 1 kali per hari
  • Nakhon Si Thammarat, Bandara Nakhon Si Thammarat (NST), 2 kali per hari
  • Hat Yai, Bandara Internasional Hat Yai (HDY), 4 kali per hari
  • Chiang Rai, Bandara Internasional Mae Fah Luang (CEI), 3 kali per hari
  • Phitsanulokt, Bandara Phitsanulokt (PHS), 1 kali per hari
  • Khon Khaen, Bandara Khon Kaent (KKE), 2 kali per hari
  • Udonthani, Bandara Internasional Udonthani (UTH), 2 kali per hari
  • Krabi, Bandara Krabi (KBV), 2 kali per hari
  • Tambon Khok Lo, Mueang Trang, Bandara Trang (TST), 2 kali per hari
  • Phuket, Bandara Internasional Phuket (HKT), 3 kali per hari,
  • Adapun rute U-Tapao, Bandara Internasional U-Tapao-Rayong-Pattaya (UTP) ke Chiang Mai memiliki frekuensi 2 kali per-pekan.

Obyek Wisata Jakarta Buka Untuk Umum Kecuali Balita, Ibu Hamil dan Lansia 

this formate

Wisatawan lokal di Dunia Fantasi Ancol mengenakan masker selama berwisata. ( Foto: Alfan Noviar) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejumlah pusat rekreasi di Jakarta kembali dibuka hari ini seperti Kebun Binatang Ragunan, Taman Impian Jata Ancol. Selain daftar online baik petugas dan masyarakat yang berwisata harus memperhatikan protokol kesehatan. 

“Disiplin tidak hanya untuk pengunjung saja tapi juga untuk pihak manajemen dan karyawan. Dalam penerapan New Normal untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pelaku usaha harus disiplin,” kata Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI mengingatkan.

“Per hari ini,  20 Juni 2020 adalah  kesepakatan kami bersama dengan pelaku usaha untuk membuka kembali obyek wisara andalan DKI Jakarta.  Mereka harus batasi kapasitas 50% dan pasang pakta integritas yang harus dilaksanakan. Bila mereka melanggar akan ada sanksi sesuai peraturan,” ujar Cucu hari ini dalam Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Parekraf secara live streaming.

Kebun Binatang Ragunan tutup sementara selama kurang lebih tiga bulan, sejak 14 Maret, untuk mencegah penyebaran virus Corona,  merujuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 Thun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

“Pembukaan kembali Kebun Binatang Ragunan fase pertama dimulai tanggal 20 Juni sampai dengan 28 Juni 2020,” kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi Ragunan, Ketut Widarsana, dikutip Antara.

Sejumlah aturan baru diterapkan untuk mencegah penularan virus Corona saat Ragunan beroperasi pada PSBB masa transisi. Diantaranya pembatasan itu dilakukan dengan cara pengunjung diwajibkan mendaftar secara daring terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket masuk.

“Jumlah pengunjung maksimal 1.000 orang per hari Selasa sampai dengan Minggu. Hari Senin tetap diberlakukan hari libur satwa (tidak menerima kunjungan),” kata Ketut.

Setelah mendaftar tiket secara daring, pengunjung taman margasatwa yang merupakan lembaga konservasi alam dengan luas 147 hektar serta koleksi satwa sebanyak 2.288 ekor dan jumlah pohon kurang lebih 50.000 pohon. Untuk melakukan verifikasi pendaftaran daring di loket yang dibuka dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

Jam operasional kunjungan di Ragunan mulai dibuka pukul 08.00 sampai dengan 13.00 WIB. “Akses masuk pengunjung dibuka hanya melalui pintu utara di Jalan Harsono RM dan pintu barat di Jalan Kavling Polri Cilandak KKO,” kata Ketut.

                      Jerapah di Jebon Binatang Ragunan

Selain itu, Ragunan mewajibkan pengunjung memakai masker wajah dan membawa hand sanitizer sendiri, dan tidak dalam kondisi sakit. Ragunan melarang anak dan ibu hamil untuk berkunjung dalam periode ini.

Akibat penutupan sementara itu, jumlah pengunjung Ragunan turun drastis. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir rata-rata jumlah pengunjung mencapai 5.000.000 orang per tahun.

Sementara itu,  Corporate Communications PT Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan, destinasi wisata Ancol telah resmi dibuka hari ini. Ada beberapa hal yang sangat diperhatikan pihaknya dalam kondisi New Normal.

“Pertama adalah kapasitas yang disediakan hanya 50% demi para pengunjung bisa menjaga jarak satu sama lain. Slogan kami kini Senang, Selamat, Bareng Bareng (SSBB) untuk pengunjung. Kami terus pantau animo masyarakat,” kata Rika

Pihaknya Fokus menjaga protokol kesehatan khususnya tingkat kepadatan pengunjung. Dunia Fantasi juga sudah dibuka. Beberapa aturan teknis lainnya adalah pengunjung belum bisa melakukan aktivitas renang di beberapa wahana seperti sebelumnya.

Pada jam operasional sejumlah wahana mengalami penyesuaian seperti Dunia Fantasi buka pukul 10.00-17.00 WIB, Ocean Dream Samudera dan Sea World Ancol pukul 09.00-17.00 WIB.

 “Tidak diperkenankan untuk aktivitas berenang di pantai. Begitupun halnya dengan Dunia Fantasi, Sea World Ancol, dan Ocean Dream Samudera juga akan dibatasi jumlah pengunjung setiap harinya,” tambah Rika.

Selain itu manajemen juga menetapkan bahwa pengunjung dengan usia tertentu juga tidak diperkenankan masuk kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Prioritas untuk pengunjung juga dibatasi hanya untuk warga DKI Jakarta pada saat ini. 

“Untuk usia di bawah lima tahun kemudian di atas 50 tahun dan ibu hamil tidak diperkenankan rekreasi ke Ancol,” sambungnya.