Bertemu Ketua DPD RI, PWI Usulkan Sinergi Penguatan Peran DPD RI

this formate

Ketua Umum PWI, Atal S. Depari ( kiri) berdiskusi dengan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, ( Foto: Humas PWI/ Mercy)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  – DPD RI menerima audiensi dari Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Ruang Ketua DPD RI, kemarin. Dalam pertemuan tersebut, PWI menilai DPD RI sebagai sebuah lembaga parlemen yang layak disuarakan ke masyarakat. DPD RI saat ini dinilai sebagai corong aspirasi masyarakat yang terus berjuang untuk kepentingan daerah.

“Kami berharap ada sinergi dan kerja sama antara DPD RI dengan PWI. Dengan jaringan media di bawah PWI, program-program DPD RI dapat dipublikasikan secara serentak. Dengan misi DPD RI yang mencakup seluruh daerah di Indonesia, kerja sama PWI dengan DPD RI akan sangat strategis,” ucap Ketua Umum PWI, Atal S. Depari.

DPD RI merupakan lembaga yang telah terbukti dalam menyuarakan aspirasi-aspirasi daerah ke pusat. Menurut Atal, banyak kinerja positif DPD RI yang harus diinformasikan kepada masyarakat secara luas. Bisa dari program kelembagaan ataupun program dari setiap Senator, Anggota DPD RI.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut baik wacana sinergi antara DPD RI dengan PWI. Menurutnya selama kepemimpinannya, DPD RI harus mampu menjadi lembaga yang dapat membawa aspirasi daerah ke pusat, sehingga kepentingan-kepentingan daerah dapat terwujud melalui DPD RI.

“Saya menyambut baik dengan rencana kerja sama ini. DPD RI sejak saya pimpin, saya punya prinsip, kita jangan bawa masalah pusat ke daerah. Saya minta setiap anggota DPD RI bawa masalah daerah ke pusat, untuk kita carikan jalan keluarnya. Ada beberapa aspirasi dan isu di daerah telah berhasil kami temukan jalan keluarnya bersama eksekutif,” ucap LaNyalla.

Senada, Wakil Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, berpendapat DPD RI masih memiliki kewenangan yang terbatas dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Posisi DPD RI di dalam sistem bikameral masih belum kuat. Namun, posisi DPD RI saat ini semakin menguat, dimana dulunya hanya sekedar menyampaikan usulan Rancangan Undang-Undang (RUU).

Saat ini DPD RI sudah mulai dilibatkan dalam pembahasan RUU. DPD RI juga memiliki fungsi pengawasan yang menjadi kekuatan dalam kinerja DPD RI sebagai wakil daerah, oleh karena itu, DPD RI membutuhkan sinergitas untuk penguatan DPD RI sebagai lembaga perwakilan daerah. 

“Meski secara kelembagaan belum sekuat DPR, tapi harapan daerah untuk penyaluran aspirasinya yang formal jalurnya ya ke DPD RI. Pengaduan dari manapun kita selalu terima, tidak melihat dia dari mana,” kata Sultan B. Najamudin.

Menurut dia DPD RI- PWI Pusat  membutuhkan sinergitas untuk penguatan melalui pembangunan opini publik. ” Kita perlu mengkomunikasikan kinerja DPD. Banyak kerja-kerja DPD dalam 6 bulan ini yang konkrit yang harus dikomunikasikan,” kata Sultan.

Dalam pertemuan ini Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari turut didampingi Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi,Wakil Ketua Bidang Kerja sama Antar Lembaga Abdul Aziz, Zulkifli Gani Ottoh, Ketua Bidang Organisasi,Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Nurjaman Mochtar,Wakil Sekjen Marthen Selamet Susanto, Dar Edy Yoga Wakil Bendahara Umum dan Humas Mercys Charles Loho.

 

Brand Fashion Geulis Siap Dukung Aktivitas di Era New Normal

this formate

Dari kiri ke kanan desain Oliva Top,  Daily Shirt, Atalie Combine ( Foto: geulis.id) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gaung New Normal ( kenormalan baru) dan restart pariwisata belakangan ini makin kencang diberitakan media nasional maupun media sosial. Setelah bekerja, belajar dan beribadah dari rumah saja akibat pandami global COVID-19 maka kini banyak negara mulai melonggarkan aktivitasnya.

Begitu pula di Indonesia terutama Jakarta sebagai ibukota negri mulai dengan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dianggap mampu mempercepat penanggulangan sekaligus mencegah penyebaran corona di Indonesia.

PSBB di Jakarta dibulan Juni ini menjadi masa transisi sebelum akhirnya benar-benar dicabut. Kabar gembira lainnya sejumlah obyek wisata seperti Dufan, Ancol dan Kebun Binatang Ragunan juga sudah buka dengan jumlah pengunjung terbatas.

Sudah siap untuk berwisata ? siap dong membantu pemerintah menggerakkan sektor pariwisata  yang paling pertama terdampak pandemi Corona. Oleh karena itu, pemerintah pun ingin sektor pariwisata yang bakal bangkit pertama kali di masa New Normal ini. 

Berbagai langkah pun dijalankan untuk mendorong sektor ini keluar dari keterpurukan. Saat ini, pemerintah meluncurkan empat program untuk wisatawan domestik, yaitu Activation, Staycation, Roadtrip, dan Epic Sale.

Maksudnya activation, mulai ada pergerakan wisata deh yang dekat-dekat rumah juga bisa. Mau staycation, cari suasana baru menyewa rumah tempat liburan atau villa, stay di hotel bak liburan juga banyak pilihannya.

Week-end bisa mulai dengan roadtrip gunakan mobil sendiri atau kereta, bus untuk liburan,  cukup jarak pendek dulu. Terakhir Epic Sale silahkan browsing cari tempat-tempat epic dengan penawaran diskon gede-gede.

Sudah siapkan baju-bajunya ? brand fashion Geulis ternyata sudah menyediakan baju-baju yang sesuai untuk kegiatan restart memasuki kenormalan baru. Brand lokal ini paham benar  6 dari 10 wanita sering berucap tak punya baju yang cocok untuk dikenakan saat hendak mau berpergian ke suatu tempat atau acara.

Sejak 2018, Geulis hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menjadi solusi kala keadaan di atas menghampiri. Komitmennya adalah menciptakan dan membuat produk dengan desain terkini, kualitas produk yang baik dan harga yang terjangkau.

Dewi Utami, Marketing Communication PT. Geulis Busana Kreasindo sebagai produsen produk fashion dan aksesori Geulis mengatakan selain harga terjangkau dan bisa diperoleh di sejumlah toko  online yang ada, sedikitnya ada enam produk terbaru yang bisa dipakai untuk menyambut  semangat hidup di era baru sebagai berikut; 

Dari kiri ke kanan, Tisha Tunik, Calie Knitting Top dan Erima Jeans ( Foto: geulis.id)
  1. Oliva Top

Model atasan berlengan panjang ini sangat fleksibel untuk dipadupadankan dengan rok maupun celana. Cocok banget untuk kulit sawo matang yang ingin tampil casual. Warna yang netral juga mempermudah mix and match dengan aneka warna hijab kamu.

  1. Daily Shirt

Buat  yang suka memakai kemeja, daily shirt adalah pilihan tepat untuk memberikan kesan lebih formal namun tetap modis. Dengan bahan kain yang sejuk dan anti kusut, daily shirt sangat nyaman dipakai untuk aktivitasmu yang padat.

  1. Atalie Combine

Tampil effortless dengan kemeja warna netral yang memiliki kesan dua layer ini. Atalia Combine cocok untuk digunakan ke kantor maupun acara hangout sepulang kantor.

  1. Tisha Tunik

Tunik memang sahabat terbaik bagi perempuan, karena cocok untuk segala bentuk tubuh. Tisha Tunik menjadi atasan terfavorit karena pilihan warna kalem yang sangat pas untuk kulit sawo matang. Selain itu, Tisha Tunik ini juga wudhu-friendly, lho

  1. Calie Knitting Top

Calie Knitting Top akan membuat penampilanmu yang casual jadi semakin keren. Padukan dengan boyfriend jeans untuk tampil lebih modis. Bahan yang lembut dari Calie Knitting ini sangat nyaman untuk dipakai sehari-hari, dan pastinya, wudhu Friendly juga

  1. Erima Jeans

Ingin tampil casual?  Wujudkan penampilan trendi yang timeless dengan Erima Jeans. Terbuat dari bahan denim yang tidak kaku menjadikan atasan best-seller ini sangat adem sehingga tetap nyaman dipakai meski saat cuaca sedang gerah.

Nah banyak pilihankan ? kehadiran produk-produk ini semoga juga bisa menunjang aktivitas kaum wanita mendukung empat program pemerintah untuk wisatawan domestik Activation, Staycation, Roadtrip, dan Epic Sale. Ayo jadi wisatawan domestik yang keren penampilannya dan peduli pada negri tercinta. 

“Tunggu apalagi ? yuk dukung brand lokal dan simak beragam produknya di website geulis.id karena begitu banyak pilihan,” kata Dewi Utami bersemangat.

Sri Sultan : Menata Normal-Baru, Menuju Peradaban Baru DIY

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id : Menata Normal-Baru” dengan “Norma-Baru”, itulah arah mendasar untuk “Menuju Peradaban Baru DIY”. Bagaimana bayangan bentuknya? Seperti yang saya sampaikan, mau tidak mau kita harus mendarat darurat di sebuah pulau yang tidak kita kenal sama sekali –sebuah terra incognita
.
Di masa pengenalan ini, pertama-tama kita harus mengatasi trauma sosial. Kita memerlukan socio-cultural healing, terlebih dulu. Bangun dari keterpurukan yang menghantam tiba-tiba, juga memerlukan refleksi kehidupan masa lalu, sebagai ancangan perbaikan ke depan.

Back to nature, dengan mengutamakan sesuatu yang memang dibutuhkan, bukan memanjakan kelimpahan yang diinginkan, sebuah ilusi kehidupan dulu yang hiper-realita
.
Penerapan Kebijakan Normal-Baru, bukan hanya membuka kembali aktivitas-aktivitas kehidupan dengan standar dan protokol tertentu. Lebih dari itu. Juga menyatukan kehendak membangun hidup bersama di tengah keragaman perbedaan.

Utamanya, harus didasari oleh mutual trust untuk memperoleh mutual-benefits. Diikuti kesadaran dan kesediaan saling-belajar, memahami, menghargai dan berbagi, sebagai pengikat partisipasi, solidaritas dan kolaborasi dalam mewujudkan harmoni kehidupan bersama. Untuk itu, kita semua harus siap mengubah mindset dalam mengelola kehidupan bersama.

LALU, bagaimana penerapannya dalam pembentukan peradaban baru DIY? Sejatinya tidak mudah untuk menjawabnya, apalagi mewujudkannya. Memerlukan pandangan reflektif guna memperkuat fondasi pemahaman penyelenggaraan keistimewan DIY ke depan, berlandaskan Nilai-Nilai Filosofi, Core-Beliefs, dan Nilai-Nilai Budaya, Core-Values, yang mengatur hubungan vertikal dan horisontal
.
Nilai-nilainya itu dibagi dalam tiga tataran, yaitu (1) Nilai dasar yang bersifat abstrak dan tetap; (2) Nilai instrumental yang bersifat kontekstual dengan tuntutan zaman; dan (3) Nilai praksis yang terekspresikan dalam kehidupan sehari-hari, cara rakyat mewujud-nyatakan nilai-nilai itu
.
Sesungguhnya, pada nilai praksislah ditentukan tegak, atau rapuhnya nilai dasar dan nilai instrumental itu. Implikasinya, nilai-nilai yang abstrak-umum-universal itu perlu ditransformasikan menjadi rumusan yang riil-spesifik-kolektif, bahkan bersifat individual.

Artinya, nilai-nilai itu menjadi sifat-sifat dari subyek kelompok dan individu, sehingga menjiwai perilaku dalam lingkungan praksisnya di bidang ketugasan, profesi, dan kehidupan pribadi
.
Itulah substansi yang paling esensial dan aktual yang harus diwujudkan sebagai fondasi awal sekaligus langkah strategis “Menuju Peradaban Baru DIY”, yang juga harus dipahami oleh setiap Insan Peradaban Yogyakarta. Akhirnya, jangan lagi dikembalikan pada perdebatan makna nilai-nilai ideal yang di Era Baru ini tidak mengakar. Semoga demikianlah adanya!

Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.
.
Slasa Kliwon, 23 Juni 2020
HAMENGKU BUWONO X

 

Warga Brazil Berduyun-duyun ke Pantai Meski Kasus Covid-19 Belum Melandai

this formate

 

Pantai di Rio de Janeiro penuh warga yang berenang dan berjemur tanpa masker (Foto: CNN)

RIO DE JANEIRO, bisniswisata.co.id: Ahkhir pekan lalu Brazil melaporkan ada lebih dari satu juta kasus positif Covid-19 dengan kematian menyentuh 50.000 orang. Ia menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat dengan kasus virus corona tertinggi di dunia. WHO bahkan menyebut angka itu kemungkinan jauh lebih tinggi karena banyak kasus yang tidak dilaporkan. 

Meski kasus Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda melandai, warga Brazil sudah berduyun-duyun ke pantai selama akhir pekan lalu. Mereka bahkan banyak yang tak mengenakan masker apalagi menjaga jarak sosial. Kementerian Kesehatan Brazil mengatakan Senin (22/6) ada 21.432 kasus baru infeksi viurs corona dalam 24 jam terakhir dan 654 kematian baru. 

Nampaknya negara yang mendapat julukan samba ini kewalahan menghadapi pandemi Covid-19. Kasus orang yang positif terinfeksi Corona terus meningkat. Itu juga yang mendorong seorang pejabat kesehatan lokal menyatakan akan mengundurkan diri. Padahal dirinya baru memangku jabatan selama sebulan.

“Hanya satu yang ingin saya sampaikan: saya sudah mencoba,” kata sekretaris kesehatan negara bagian, Fernando Ferry, melalui video yang disiarkan stasiun televisi Brazil, Globo, seperti dilansir Reuters.

WHO menilai akan ada lonjakan kasus baru hingga lebih dari 54.000 dalam waktu 24 jam, atau lebih tinggi dari yang dilaporkan. Masalahnya jumlah tes Corona di sana masih rendah.

Begitupun, sejumlah aturan pembatasan mulai dilonggarkan di seluruh Brazil. Toko-toko eceran dibuka kembali pada Rabu 10 Juni di Sao Paulo, kota terbesar di Brasil, setelah ditutup selama dua bulan karena pandemi Corona COVID-19.

Wali Kota Sao Paolo Bruno Covas mengizinkan dimulainya perdagangan antara pukul 11.00 sampai pukul 15.00. Toko-toko dalam mal sudah diperbolehkan buka sejak Kamis, 11 Juni 2020.

 

Kemenparekraf Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan dalam Rencana Pembukaan Destinasi

this formate

Menparekraf Whishnutama Kusubandio di kantor BNPB, Senin. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi rencana pembukaan wisata alam sehingga diharapkan dapat kembali menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.

Wishnutama Kusubandio mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di kantor BNPB, Senin (22/6/2020).

Whisnutama mengatakan, banyak para pelaku sektor pariwisata menanti kebijakan ini karena selama tiga bulan terakhir sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. “Saat ini kita berencana membuka wisata alam yang berisiko rendah terhadap penularan,” kata Wishnutama.

Ia mengingatkan dalam rencana pembukaan wisata alam ini harus diikuti dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang disusun dan diusulkan oleh Kemenparekraf telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

Diharapkan protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam perencanaan pembukaan pariwisata, termasuk wisata alam.

“Jangan sampai dalam pelaksanaan nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Karena memperbaiki protokol bisa sehari dua hari saja, tetapi mengembalikan rasa percaya itu butuh waktu lama. Jika kita tidak hati-hati dan disiplin dalam pelaksanaanya dampak ekonominya bisa lebih buruk lagi bagi para pelaku sektor pariwisata,” kata dia.

Kemenparekraf Whisnutama bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ( kiri).

Kawasan pariwisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap tersebut terdiri dari kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa, dan geopark.

Selain itu juga pariwisata alam nonkawasan konservasi yang antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, kawasan pariwisata alam tersebut dapat dibuka secara bertahap sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal saat ini.

“Kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka adalah kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten kota zona hijau dan atau zona kuning, kata Doni.

Untuk zona lain akan diatur sesuai dengan kesiapan daerah dan pengelola kawasan. Keputusan pembukaan kawasan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten/kota pada zona hijau dan kuning diserahkan kepada bupati dan walikota,” tambahnya.

Ia mengatakan, pengambilan keputusan harus melalui proses musyawarah dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yang melibatkan pengelola kawasan pariwisata alam, Ikatan Dokter Indonesia di daerah, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat.

Selain juga melibatkan pakar ekonomi kerakyatan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh pers, pegiat konservasi, dunia usaha khususnya pelaku industri pariwisata, serta DPRD melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas.

“Pelaksanaan putusan ini harus melalui tahapan prakondisi yakni edukasi, sosialisasi, dan simulasi sesuai dengan kondisi kawasan pariwisata alam dan karakteristik masyarakat di daerah masing-masing,” kata dia.

Jika dalam perkembangannya ditemukan kasus COVID-19 atau pelanggaran terhadap ketentuan di kawasan pariwisata alam, maka tim gugus tugas kabupaten/kota akan melakukan pengetatan atau penutupan kembali setelah berkonsultasi dengan petugas provinsi dan gugus tugas pusat.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, berdasarkan hasil kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama-sama dengan pemerintah daerah di lapangan melalui unit pelaksana teknis kerja Kementerian tercatat ada 29 taman nasional dan taman wisata alam yang secara bertahap sudah dapat dibuka dari proyeksi waktu saat ini sampai dengan pertengahan Juli 2020.

“Beberapa taman nasional yang kita akan buka seperti misalnya Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru dan atau Rinjani,” kata Siti Nurbaya.

Setelah itu akan ditinjau kembali beberapa lokasi lain yang juga bisa dibuka secara bertahap. Diantaranya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, juga Bali.

 

WHO Berikan Peringatan Keras Bagi Negara yang Buka Aktivitas Masyarakat & Ekonomi

this formate

Mr Bean membantu WHO mengingatkan masyarakat dunia jangan lengah dengan protokol kesehatan.       ( Foto: who.int)

JENEWA, bisniswisata.co.id: Dunia telah memasuki fase baru dan berbahaya dari pandemi virus corona atau COVID-19. WHO berikan peringatan keras bagi negara yang buka aktivitas masyarakat & ekonomi.

Banyak orang yang merasa bosan berada di rumah dan banyak negara-negara sangat bersemangat membuka aktivitas masyarakat dan ekonomi mereka. 

“Padahal, virusnya masih cepat menyebar. Itu masih mematikan dan kebanyakan orang masih rentan,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dari situsnya who.int, Tedros yang mengeluarkan rilis, kemarin, mengungkapkan lebih dari 183.000 kasus baru COVID-19 dilaporkan ke WHO – yang terjadi dalam satu hari sejauh ini. Lebih dari 8,8 juta kasus sekarang telah dilaporkan ke WHO, dan lebih dari 465.000 orang telah kehilangan nyawa.

Beberapa negara terus melihat peningkatan yang cepat dalam kasus dan kematian. Sedangkan yang telah berhasil menekan transmisi sekarang melihat peningkatan dalam kasus ketika mereka membuka kembali masyarakat dan ekonomi mereka.

“Semua negara menghadapi keseimbangan yang rapuh, antara melindungi rakyatnya, sambil meminimalkan kerusakan sosial dan ekonomi. Itu bukan pilihan antara kehidupan dan mata pencaharian.  Negara dapat melakukan keduanya,” tegas Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dia mendesak negara-negara untuk berhati-hati dan kreatif dalam menemukan solusi yang memungkinkan orang untuk tetap aman saat melanjutkan kehidupan mereka. “Kami terus mendesak semua negara untuk menggandakan langkah-langkah dasar kesehatan masyarakat yang kami tahu berhasil,”

Pada saat yang sama, langkah-langkah ini hanya bisa efektif jika masing-masing dan setiap individu mengambil tindakan yang kita tahu bekerja untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

Sama halnya seperti kita melakukan hal-hal yang kita tahu berfungsi untuk mencegah penyebaran penyakit dan kita juga belajar lebih banyak tentang cara mengobati orang sakit, tambahnya.

Meskipun data masih awal, temuan baru-baru ini bahwa steroid deksametason memiliki potensi penyelamatan jiwa untuk pasien COVID-19 yang sakit kritis memberi kami alasan yang sangat dibutuhkan untuk merayakannya.

Dipandu oleh solidaritas, negara-negara harus bekerja sama untuk memastikan pasokan diprioritaskan untuk negara-negara di mana terdapat sejumlah besar pasien yang sakit kritis, dan persediaan tetap tersedia untuk mengobati penyakit lain yang memerlukannya.

 Transparansi dan pemantauan terus-menerus akan menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan mendikte persediaan, bukan sarana.

 Penting juga untuk memeriksa bahwa pemasok dapat menjamin kualitas, karena ada risiko tinggi produk di bawah standar atau dipalsukan memasuki pasar.

 WHO menekankan bahwa deksametason hanya boleh digunakan untuk pasien dengan penyakit parah atau kritis, di bawah pengawasan klinis yang ketat.

 

 

UNWTO Ingatkan Restart Pariwisata yang Bertanggung Jawab.

this formate

Penerima tamu, salah satu unit kerja di tempat pagelaran tari kecak di Uluwatu sedang melakukan simulasi SOP kebiasaan baru. UNWTO ingatkan seluruh anggotanya restart pariwisata secara bertanggungjawab. ( Foto: Kemenparekraf).

MADRID, bisniswisata.co.id:  Ketika pariwisata perlahan-lahan dimulai kembali di semakin banyak negara, Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) merilis data baru yang mengukur dampak COVID-19 pada sektor ini. 

 UNWTO menekankan perlunya tanggung jawab, keselamatan dan keamanan saat pembatasan perjalanan dicabut.  Organisasi ini juga menegaskan kembali perlunya komitmen yang kredibel untuk mendukung pariwisata sebagai pilar pemulihan.

Setelah beberapa bulan mengalami keterpurukan yang belum pernah terjadi sebelumnya, UNWTO sebagai barometer pariwisata dunia  melaporkan bahwa sektor ini restart terutama di negara-negara tujuan di belahan bumi Utara.

Pada saat yang sama, pembatasan perjalanan tetap diberlakukan di sebagian besar tujuan global, dan pariwisata tetap menjadi salah satu yang terparah dari semua sektor.

Terhadap latar belakang ini, UNWTO telah menegaskan kembali seruannya kepada pemerintah dan organisasi internasional untuk mendukung pariwisata yang menjadi jalur kehidupan bagi jutaan orang dan tulang punggung ekonomi.

Restart pariwisata dengan cara yang bertanggung jawab menjadi prioritas pencabutan pembatasan secara bertahap di beberapa negara, bersama-sama dengan penciptaan koridor perjalanan ( travel bubble)

Hal ini dimulainya kembali beberapa penerbangan internasional dan penerapan protokol keselamatan dan kebersihan yang ditingkatkan. “Langkah-langkah ini yang harus diperkenalkan oleh pemerintah ketika mereka berupaya memulai kembali pariwisata,” kata Zurab Pololikashvili,  Sekretaris Jenderal UNWTO.

Anjloknya jumlah wisatawan yang tiba-tiba dan secara  besar-besaran mengancam pekerjaan dan ekonomi.  Oleh karena itu, sangat penting bahwa memulai kembali pariwisata dijadikan prioritas dan dikelola secara bertanggung jawab, melindungi yang paling rentan dan dengan kesehatan dan keselamatan sebagai perhatian nomor satu sektor ini.  

Ketika aktivitas pariwisata dimulai kembali di mana-mana, UNWTO kembali menyerukan dukungan kuat untuk sektor ini guna  melindungi pekerjaan dan bisnis.

 “Kami menyambut langkah-langkah yang dilakukan oleh Uni Eropa (UE) dan masing-masing negara termasuk Perancis dan Spanyol untuk mendukung pariwisata secara ekonomi dan membangun fondasi untuk pemulihan.” tegasnya.

Bulan April sebenarnya menjadi salah satu waktu tersibuk tahun ini karena liburan Paskah, tapi penerapan pembatasan perjalanan yang menyeluruh menyebabkan penurunan 97% dalam kedatangan wisatawan internasional.  Ini mengikuti penurunan 55% di bulan Maret.  

Antara Januari dan April 2020, kedatangan wisatawan internasional menurun hingga 44%, yang berarti hilangnya sekitar US $ 195 miliar dalam penerimaan pariwisata internasional.

Menurut Zurab Pololikashvili, Asia dan Pasifik terpukul paling parah. Di tingkat regional, Asia dan Pasifik adalah yang pertama dilanda pandemi dan terparah antara Januari dan April, dengan kedatangan turis turun 51% pada periode itu.

Eropa mencatat penurunan terbesar kedua, dengan penurunan 44% untuk periode yang sama, diikuti oleh Timur Tengah (-40%), Amerika (-36%) dan Afrika (-35%).

Pada awal Mei, UNWTO menetapkan tiga skenario yang mungkin untuk sektor pariwisata pada tahun 2020. Ini menunjukkan potensi penurunan jumlah wisatawan internasional secara keseluruhan dari 58% menjadi 78%, tergantung pada kapan pembatasan perjalanan dicabut.  

Sejak pertengahan Mei, UNWTO telah mengidentifikasi peningkatan jumlah destinasi yang mengumumkan langkah-langkah untuk memulai kembali pariwisata.  Ini termasuk pengenalan langkah-langkah keselamatan dan kebersihan yang ditingkatkan dan kebijakan yang dirancang untuk mempromosikan pariwisata domestik.

‘Chat’ dan ‘Olahpesan’ yang Kuat Kini Sangat Penting Bagi Bisnis Travel 

this formate

Chat/ obrolan olahpesan kini menjadi lebih penting dari sekedar sebagai alat komunikasi. (Foto: Skift)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi virus corona telah menunjukkan bahwa chatting/ obrolan dan olahpesan yang kuat  penting bagi perusahaan yang ingin memberikan pengalaman dukungan pelanggan sebaik mungkin.

Mengutip kolaborasi Facebook dan laporan Skift, terbukti chat dan pesan lainnya semakin populer selama beberapa tahun sekarang – tidak hanya antara teman dan keluarga, tetapi juga antara pelanggan dan bisnis dan merek yang berinteraksi dengan mereka.  

Menurut perkiraan 2019 dari eMarketer, jumlah pengguna aplikasi chat seluler di seluruh dunia akan mencapai 2,7 miliar tahun ini.  Banyak dari aktivitas olahpesan itu terjadi di seluruh platform Facebook, dengan 2,99 miliar orang menggunakan Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Messenger setiap bulan, menurut data Q1 2020 dari perusahaan.

Ketika pandemi COVID -19 telah menjungkirbalikkan usaha bisnis dan rencana perjalanan selama beberapa bulan terakhir, chat/ obobrolan olahpesan menjadi lebih penting dari sekedar sebagai alat komunikasi.  

Hal ini terutama berlaku untuk perusahaan di seluruh sektor travel & tourisn industri mulai dari maskapai penerbangan, hotel, hingga penyedia tur dan aktivitas, dan seterusnya untuk  menjawab pertanyaan layanan pelanggan yang belum pernah dilihat sebelumnya di semua saluran komunikasi.  

Saat perusahaan dan tim dukungan pelanggan mereka bergulat dengan lonjakan dalam keterlibatan ini, alat obrolan dan olahpesan memainkan peran penting dalam bagaimana merek dapat mengotomatisasi operasi, melestarikan sumber daya, dan lebih memuaskan pelanggan.

 Lars Smidt, Direktur Pemasaran  di app agregator perjalanan Omio, telah melihat fungsi ini secara langsung: “Kami baru-baru ini menciptakan pengalaman pengiriman pesan sebagai dukungan pelanggan,”  

Kami menerima banyak sekali pesan pelanggan karena situasi Covid-19 dan dampaknya pada rencana perjalanan, jadi kami menciptakan layanan pada waktu yang tepat,” ungkapnya.  

Dengan tersedianya aplikasi pesan ini memungkinkan pihaknya untuk merespons pelanggan dengan lebih cepat dan mengurangi tekanan pada tim dukungan pelanggan yang ada, tambah Lars Smidt.

Adélaïde Lainé, direktur media sosial di Air France, menvungjapkan pengalaman serupa.  “Air France menghadapi volume pesan masuk pada bulan Maret – enam kali lebih tinggi dari rata-rata – karena para pelancong membutuhkan informasi tentang penerbangan, jadwal, perubahan, dan pembatalan mereka.  

Proses messaging kuat yang dimiliki merupakan kombinasi dari solusi otomatisasi, artificial intelligence dan membantui para agen tiket untuk secara cepat menjawab pertanyaan paling sederhana yang datang dari pelanggan Air France.

“Agen kami kemudian dapat menghabiskan waktu mereka bekerja untuk menyelesaikan kasus yang lebih kompleks dan mendesak. “Adélaïde Lainé

Peran yang berkembang yang dimainkan alat obrolan dan pesan saat ini masuk akal, mengingat semakin banyak waktu yang dihabiskan orang untuk smartphone mereka selama ini.

Sebuah survei oleh InMobi yang dilakukan antara 19 Maret dan 22 Maret 2020, menemukan bahwa 70 persen konsumen A.S. di daerah yang dilockdown menghabiskan lebih banyak waktu di ponsel mereka saat di rumah selama pandemi Covid-19.  

Kenyamanan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh alat chat dan olahpesan memungkinkan para pelancong untuk menerima informasi yang sensitif terhadap waktu ketika alat itu berfungsi dengan baik bagi mereka  dan menjadi sesuatu yang sangat membantu ketika berbagai hal tidak dapat diprediksi.

Alat obrolan dan olahpesan juga bermanfaat bagi perusahaan perjalanan.  Inovasi dalam pemrograman bahasa alami dan artificial intelligence (kecerdasan buatan)  memungkinkan perusahaan terlibat dengan pelanggan dalam mengotomatisasi permintaan sederhana.

Hal ini memungkinkan anggota tim dukungan pelanggan bisa menghabiskan waktu mereka pada hal-hal yang lebih kompleks.  Seperti Caroline Chupin, manajer produk, pengiriman pesan, di OUI.sncf.

“Menggunakan pesan di seluruh saluran telah memungkinkan kami untuk memberikan jawaban kepada pelanggan dengan sangat cepat.  Misalnya, banyak pelanggan bertanya bagaimana menerima pengembalian uang untuk perjalanan yang tidak dapat mereka ambil,”

Pihaknya telah menyiapkan jawaban khusus untuk pertanyaan umum yang dapat diterima pelanggan kami segera dari chatbots untuk menghindari waktu tunggu. 

Hal Ini telah memungkinkan tim dukungan pelanggannya untuk memfokuskan upaya mereka pada kasus-kasus yang lebih kompleks, ketika chatbots tidak dapat memberikan jawaban kepada pelanggan. 

Data menunjukkan bahwa elemen obrolan dan olahpesan ini mungkin sangat berharga bagi perusahaan perjalanan  di seluruh negri terdampak pandemi Covid-19, terutama saat permintaan dan pertanyaan pelanggan terus bergulir untuk menanyakan tentang pembatalan, pemesanan ulang, pengembalian uang, serta kesehatan dan keselamatan  Prosedur.  

Menurut Facebook, di banyak negara yang paling terpukul oleh virus, seperti Italia, total pengiriman pesan meningkat lebih dari 50 persen pada Maret 2020. Selain itu, sebagaimana dicatat dalam laporan Skift bahwa 51 %  orang Amerika membatalkan atau menjadwal ulang setidaknya satu perjalanan pra-dipesan yang seharusnya mereka lakukan pada bulan Maret.

Sebanyak  29 %  lainnya mengatakan mereka membatalkan setidaknya satu perjalanan dalam beberapa bulan mendatang karena kekhawatiran tentang wabah.  Angka-angka itu setara dengan sejumlah besar interaksi layanan pelanggan yang diperlukan untuk melakukan perubahan itu.

Majalah Digital BUMBU dari VIT0 Perancis Kenalkan Gastronomi RI

this formate

Paris, Perancis, bisniswisata.co.id:  BUMBU, majalah digital pertama dalam bahasa Perancis tentang budaya kuliner dan gastronomi Indonesia diterbitkan dan didistribusikan online di Perancis per 1 Juli 2020 secara gratis, kata Eka Moncarre, Kepala Visit Indonesia Tourism Office ( VITO) Perancis, hari ini.

Bumbu dalam bahasa Indonesia berarti rempah-rempah. Rempah-rempah adalah bagian dari warisan budaya dan tradisi Indonesia, yang berakar pada sejarah Indonesia, dan memperkenalkan Indonesia sebagai jalur rempah. 

Bumbu merupakan majalah kuliner digital independen dengan konsep mengangkat berbagai cerita kuliner dari masyarakat. Cerita-cerita ini dapat menjadi kepingan mozaik yang menggambarkan betapa hidupnya budaya kuliner di Indonesia. 

Majalah BUMBU lahir dengan tujuan mempromosikan tradisi dan budaya kuliner Indonesia, tetapi juga untuk menunjukkan evolusi masakan dunia di Indonesia.

VITO Perancis bekerja sama dengan tim BUMBU di Indonesia menerbitkan majalah kuliner digital “BUMBU” dalam bahasa Perancis. Majalah ini didistribusikan dan ditujukan untuk orang-orang Perancis yang ingin mengenal kuliner dan gastronomi Indonesia. 

“Cerita-cerita yang diangkat oleh BUMBU dapat menjadi kilasan wajah masyarakat dan kuliner di Indonesia,” ujar Eka Moncarre, selaku penanggung jawab majalah BUMBU di Perancis. 

Dengan memasukkan cerita yang personal dalam tulisan-tulisan kuliner di Bumbu, dinamika kuliner dapat dinarasikan sebagai hal yang tidak berdiri sendiri namun berelasi erat dengan masyarakatnya.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat kaya dengan keragaman budayanya (17.000 pulau, lebih dari 750 kelompok etnis, lebih dari 1.100 bahasa yang berbeda dan 260 juta penduduk).

Oleh karena itu, VITO Perancis ingin memperkenalkan majalah BUMBU untuk mempromosikan secara langsung tradisi kuliner dan kekayaan budaya Indonesia. Besar harapannya, BUMBU menjadi jalan masuk bagi budaya kuliner di Indonesia untuk dikenal oleh masyarakat Perancis, sebagai negara gastronomi 

Eka rajin memperkenalkan masakan Indonesia dengan mengikuti pameran kuliner Village International de la Gastronomie (VIG) di negara itu. Tahun 2017 untuk pertama kalinya RI mengikuti  Fête de la Gastronomie, salah satu proyek dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis.

Acara ini berlangsung di tengah Kota Paris, di pinggir sungai Seine tepatnya Port du Gros Caillou, Perancis. Eka menilai makanan menjadi jalur pembuka mengenalkan Indonesia pada orang Perancis yang belum kenal akan Indonesia.

Orang Perancis tahu dengan kuliner, mereka tahu banget dengan gastronomi. Jadi kalau kita mempromosikan Indonesia lewat kuliner dan gastronomi itu masuk sudah tepat, tambah Eka

Eka juga kerap mengadakan demo masak atau festival kuliner Indonesia di Perancis dan mendapatkan tanggapan positif dari para ahli dan masyarakat setempat.  “Banyak orang Perancis yang takjub saat mencoba kuliner Indonesia dan mereka suka makanan Indonesia, karena kuliner Indonesia. Kehadiran majalah BUMBU akan mengikat cinta mereka  pada kuliner kita “jelas Eka.

“Untukku Kembali” Sevenchords

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Bekerja di rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah, tidak harus membuat kita mati gaya, mati kreativitas. Kreativitas, selayaknya tetap bertumbuh, berkembang dalam keterbatasan ruang gerak fisik. Semangat berkarya itu dibuktikan grup musik Indonesia asal Bandung, Sevenchords.

Jumat 26 Juni 2020 Sevenchords, merilis lagu terbaru bertajuk “Untukku Kembali” secara digital melalui sejumlah layanan musik streaming.  Ini merupakan single pertama mereka setelah hibernasi selama dua tahun sejak EP (mini album) bertajuk Sevenchords (self-title) dilepas.

“Untuku Kembali”, berdurasi tiga menit 42 detik ini diciptakan pemain bas Sevenchords, Arby Rahmat. Cinta memang masih menjadi unsur utamanya, senada seperti kebanyakan lagu Sevenchords sebelumnya.

Namun lebih dari itu, Arby mencoba menyisipkan pesan moral bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang senantiasa membuka pintu maaf bagi orang lain.

“Semoga lagu ini dapat menjadi penyejuk hati para pendengar setia kami yang telah menanti karya terbaru Sevenchords setelah kurang lebih empat tahun,” kata Arby.

Penabuh drum Sevenchords, Amazia Yedija Pangasa Sabu atau Asa, memberikan nuansa yang berbeda dalam lagu ini.

Asa mengatakan lagu “Untukku Kembali” memang sengaja dibuat sederhana dengan hanya menggunakan suara kick, tepuk tangan, dan cymbal.

“Kenapa? Sebenarnya untuk mengikuti konsep lagu, membayangkan lagu ini dinyanyikan di depan api unggun sambil sing a long malam-malam. Jadi alat-alat yang dipakai pun minimalis saja,” ucap Asa.

Lebih lanjut, Asa menyampaikan alasan memasukkan nada-nada buatan lain seperti suara flute atau pun bunyi-bunyian lain yang dibuat secara elektrik. Nada pendukung tersebut digunakan lantaran cocok dengan karakter lagu itu.

“Awalnya mau ada string dan lain-lain. Tapi takut terlalu ramai, jadinya sederhana aja. Benar-benar sederhana. Nada-nada pendukung itu hanya untuk pemanis, supaya instrument yang ada lebih variatif,” ucapnya menambahkan.

Banyak tantangan yang dihadapi para personel Sevenchords dalam pembuatan lagu ini. Vokalis Sevenchords, Sekar Kinanti Tistia atau yang biasa dipanggil Tiesa, bahkan sempat pesimistis band ini tidak akan berlanjut. Kesibukan satu sama lain yang menjadi faktor utama untuk bisa membagi waktu dengan baik. Tiesa pun menerangkan idealisme satu sama lain dalam bermusik juga menjadi persoalan tersendiri bagi grup tersebut.

“Kedewasaan tentang cara kami membagi waktu, brainstorming, mau mencari benang merah dari opini masing-masing yang membuat kita lanjut dan dibuka lewat lagu ini,” ujar Tiesa.

“Tapi kami yakin kalau kami selalu melangkah, kami akan menghasilkan karya yang jadi satu rangkaian cerita buat kami. Dan mudah-mudahan cerita kami mewakili cerita yang mendengarkan lagu ini (Untukku Kembali),” imbuhnya

Kini, wajah baru personel Sevenchords terdiri dari Arby, Asa, Tiesa, dan gitaris Aldi Rubini. Sebelumnya Dwiky Hardika, juga menjadi salah satu personel Sevenchords, dan saat ini memutuskan untuk fokus diluar musik.

 “Somehow, keberadaan Dwiky itu seperti memberikan harapan dan energi baru buat Sevenchords dan buat saya khususnya. Vakumnya Kevina (Meilisa, pemain saksofon) juga berpengaruh, khususnya buat ngasih balance di teamwork Sevenchords serta opini tentang persaingan industri musik saat ini.” tutur Aldi.

Akan tetapi, segala sesuatu harus tetap berlanjut. Coba dengar lagu “Untukku Kembali” lagunya lebih dewasa, membuat Sevenchords seolah naik ke stage baru. Selamat menikmati ☺