Keberlanjutan Adalah Normal Baru Visi Pariwisata Masa Depan.  

this formate

Wisata alam bawah laut Indonesia harus dikelola secara berkelanjutan ( Foto Kemenparekraf)

MADRID, bisniswisata.co.id: Kalangan praktisi dan industri pariwisata di Indonesia maupun dunia sepakat Visi One Planet untuk pemulihan pariwisata yang bertanggung Jawab menjadi pedoman memulai kembali sektor ini agar lebih kuat dan lebih berkelanjutan dari krisis COVID-19.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengatakan sustainable  tidak boleh lagi menjadi bagian dari pariwisata tetapi harus menjadi norma baru untuk setiap bagian dari sektor ini.

Sustainable adalah salah satu elemen utama dari pedoman global untuk memulai kembali pariwisata, mengubah pandemi global menjadi titik balik untuk pariwisata yang keberlanjutan,” ungkapnya di situs resminya UNWTO hari ini.

Visi One Planet akan mendukung ketahanan pariwisata lebih siap menghadapi krisis di masa depan dan visi ini akan mendukung pengembangan dan implementasi rencana pemulihan, yang berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan Perjanjian Paris.

Pada saat pemerintah dan sektor swasta memulai jalan menuju pemulihan, saatnya tepat untuk terus melangkah maju menuju model pariwisata yang lebih berkelanjutan secara ekonomi, sosial dan lingkungan, tambah Zurab Pololikashvili.

Komitmen swasta

Sabina Fluxà, Wakil Ketua dan CEO Iberostar Group, sebuah perusahaan Hotel dan Resort internasional terkemuka, menekankan bahwa “sangat penting untuk tetap fokus pada menciptakan cara bepergian yang lebih bertanggung jawab dan adil”, ujarnya.

Dia menambahkan bahwa Iberostar telah merespons dengan mengintegrasikan keberlanjutan dalam  protokol keselamatan yang ditingkatkan dan selanjutnya berkomitmen pada kebijakan ekonomi untuk diterapkan serta memastikan setiap limbah baru dikelola dengan benar.

Menurut Delphine King, Direktur Eksekutif The Long Run, sebuah komunitas internasional bisnis pariwisata berbasiskan alam, “Anggota kami secara kolektif melestarikan lebih dari 20 juta hektar ekosistem yang rapuh, dan tidak satu pun dari pekerjaan ini yang berhenti meskipun ada pandemi dan pariwisata berhenti. Hal ini menunjukkan  di mana prioritas berada. “

James Thornton, CEO, Intrepid Travel, penyedia terkemuka  kegiatan petualangan, menyerukan tindakan yang berkomitmen dan menegaskan  untuk menunjukkan tindakan-tindakan yang telah mereka ambil untuk mengatasi perubahan iklim.

 “Kami percaya aksi iklim adalah komitmen kolektif untuk keberlanjutan seluruh industri perjalanan, dan dunia yang selalu kami jelajahi,” kata James Thornton.

Visi One Planet untuk pemulihan yang bertanggung jawab dari sektor pariwisata disusun dengan enam jalur tindakan untuk memandu pemulihan pariwisata yang bertanggung jawab bagi manusia, planet dan kemakmuran, yaitu kesehatan masyarakat, inklusi sosial, konservasi keanekaragaman hayati, aksi iklim, ekonomi sirkuler dan tata kelola serta keuangan  .

Program ini bertujuan untuk meningkatkan dampak pembangunan berkelanjutan dari sektor pariwisata pada tahun 2030 dengan mengembangkan, mempromosikan dan meningkatkan praktik konsumsi dan produksi yang berkelanjutan yang mendorong penggunaan sumber daya alam yang efisien, sembari menghasilkan lebih sedikit limbah dan mengatasi tantangan  perubahan iklim dan keanekaragaman hayati.  

Program Pariwisata Berkelanjutan One Planet dipimpin oleh UNWTO, dengan pemerintah Perancis dan Spanyol sebagai co-lead dan bekerja sama dengan UNEP.

Suara Indonesia

Ary Suhandi, Direktur INDECON (Indonesian Ecotourism Network) mengatakan RI harus memperhatikan target-target perubahan iklim. Sebagai salah satu penanda tangan Perjanjian Paris, Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29 persen dari emisi yang akan dihasilkan jika tidak ada perubahan yang dilakukan pada tahun 2030

“Indonesia memiliki peran penting dalam membantu mewujudkan target-target perjanjian yaitu membatasi kenaikan suhu global di bawah 2°C, jadi hal ini harus terus disosialisasikan pada masyarakat terutama di kawasan konservasi,” katanya mengingatkan.

Ary mengatakan prinsip ekowisata adalah konservasi melibatkan masyarakat dengan memberi peluang dan kesempatan guna berpartisipasi dan mendapat manfaat.

Jika ingin berkelanjutan maka pengembangan pariwisata harus menyeimbangkan antara ekonomi dan ekologi, konservasi alam, budaya dan sosial. 

“Prinsip pariwisata berkelanjutan pasca COVID-19 a.l meminimalkan dampak negatif, meningkatkan kesadaran & apresiasi terhadap alam, peninggalan sejarah, budaya dan memberikan pengetahuan bagi pengunjung ( wisatawan), masyarakat setempat dan pihak terkait,” kata Ary.

 

Desakan Refund Tiket Tinggi, Maskapai Malah Pakai Uang konsumen dan travel agent

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Meskipun jadwal penerbangan telah dibuka kembali namun hal tersebut tidak memperlihatkan kenaikan yang signifikan atas jumlah masyarakat yang bepergian menggunakan jalur transportasi udara.

Hal ini diungkapkan Jeffry Darjanto selaku Koordinator bagian Ticketing Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) dalam Live Instagramnya yang dikutip hari ini.

“Alih-alih kebanjiran akan permintaan pembelian tiket pesawat, Travel Agent anggota kami banyak menerima permintaan refund sejak bulan Februari hingga saat ini” ujar Jeffry.

Menurut dia hampir semua maskapai juga mengalami kesulitan likuiditas akibat minimnya angka penjualan dan juga masih terbebani dengan biaya operasional seperti gaji karyawan, sewa parkir pesawat, maintenance pesawat.

“Akhirnya  maskapaipun memutuskan untuk melakukan pengembalian tiket dengan menggunakan voucher/credit refund (maskapai internasional) atau top up deposit (maskapai domestik)” terang Jeffry

Minimnya penumpang juga dikarenakan masih belum optimalnya jadwal penerbangan di setiap daerah dan adanya beberapa persyaratan yang harus dipenuhi calon penumpang, diantaranya mempunyai surat keterangan sehat, surat keterangan dari perusahaan, melakukan rapid test/PCR.

“Namun dalam hal ini, Travel Agent dan konsumen adalah pihak yang dirugikan, karena baik Travel Agent sebagai pihak yang memberikan pembayaran tempo kepada kliennya maupun konsumen harus membayar terlebih dahulu kepada maskapai pada saat tiket dikeluarkan oleh maskapai,” kata Jeffrey.

Menurut dia boleh dikatakan maskapai penerbangan beroperasi bermodalkan uang milik konsumen dan travel agent. Kondisi bisnis Travel Agent ini dapat diibaratkan pepatah , Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.Tidak hanya harus menalangi terlebih dahulu pembelian tiket maskapai 

penerbangan, sejak merebaknya pandemi Covid-19 hingga saat ini, hampir seluruh Travel Agent anggota ASTINDO tidak memperoleh penghasilan namun tetap berkewajiban untuk membayar seluruh biaya operasional kantornya, seperti bayar gaji karyawan, pajak, BPJS, sewa kantor, cicilan pinjaman, dll.

Menyikapi kondisi ini, ASTINDO telah bernegosiasi dengan beberapa maskapai panjang untuk merencanakan ulang perjalanannya yang memberikan refund berbentuk voucher/credit refund untuk memberikan kelonggaran batas waktu pemakaian voucher/credit refund.

“Tadinya voucher hanya dapat dipergunakan sampai dengan bulan Desember 2020, namun berhasil dimundurkan sampai bulan Desember 2021, sehingga konsumen masih mempunyai waktu yang cukup “

Jeffry yang mewakili suara dari Travel Agent anggota ASTINDO mengharapkan pengertian seluruh konsumen yang telah melakukan pengajuan proses refund melalui Travel Agent agar bersabar, bahwa dalam kondisi normalpun proses refund biasanya memakan waktu 2-3 bulan. 

Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini, dimana hampir semua kantor maskapai penerbangan juga menerapkan “WFH” sehingga proses refund akan berjalan lebih lama dari kondisi normal.

“Disamping itu kami juga meminta pengertian seluruh konsumen agar tidak menuntut pengembalian penuh (full refund) mengingat adanya beberapa biaya yang telah dikeluarkan oleh Travel Agent sebelum proses refund ini dilakukan, seperti misalnya biaya gaji karyawan, operasional kantor, PPN atas penjualan tiket yang sebelumnya telah dibayarkan ke negara, dan biaya-biaya lainnya.

“Disamping pengembalian dana refund berbentuk voucher/credit refund, beberapa maskapai khususnya maskapai domestik mengembalikan dana refund ke dalam Top up deposit mengendap di rekening bank maskapai dan tidak dapat diuangkan oleh Travel Agent. 

Dana yang mengendap/deposit tersebut hanya dapat diambil untuk pembelian tiket maskapai tersebut. Itulah sebabnya dia menyayangkan kebijakan yang diberlakukan oleh beberapa maskapai ini.

Dana mengendap/deposit tersebut tidak dapat langsung dipergunakan karena hingga saat ini beberapa maskapai domestik belum beroperasi dan juga konsumen masih enggan bepergian menggunakan transportasi udara dikarenakan banyaknya aturan/syarat yang dirasa memberatkan konsumen.

Kondisi  ini sangat berdampak pada cash flow Travel Agent, terlebih bagi mereka yang tidak mempunyai cukup dana cadangan, sehingga tidak dapat mengembalikan dana refund kepada kliennya dalam bentuk tunai.

“Sangatlah wajar jikaTravel Agent mengenakan biaya pelayanan ataupun biaya administrasi kepada konsumen sebagai jasa atas proses pengurusan refund tiket tersebut dilakukan, terlebih lagi sudah tidak ada pemasukan apapun karena tidak adanya transaksi penjualan tiket penerbangan akhir-akhir ini” tutup Jeffry.

 

Tempat Wisata Raja Ampat Dibuka Desember, KKP Siapkan Protokol New Normal

this formate

Raja Ampat dibuka Desember (foto: be borneo)

KUPANG, bisnisiwsata.co.id: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang telah menyiapkan protokal new normal di tempat wisata Raja Ampat yang dijadwalkan buka pada Desember mendatang. 

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kabupten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, telah menutup semua wisata di daerah tersebut sejak 22 Maret untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Menurut Kepala BKKPN Kupang Ikram M. Sangadji pedoman umum pariwisata new normal antara lain berupa pembuatan pedoman new normal, pembuatan sistem satu pintu untuk pariwisata Raja Ampat, pengecekan wisatawan pada pintu masuk bandara/pelabuhan, dan digitalisasi sistem reservasi. 

Selain itu juga akan dilakukan penguatan sarana prasarana kesehatan untuk mendukung kegiatan pariwisata new normal dengan pengembangan sentra kesehatan di tingkat distrik, penguatan puskesmas terpadu yang berada di dalam kawasan serta penyiapan SDM medis dan paramedis yang berkualitas.

Ikram menambahkan, prinsip utama new normal pariwisata dalam kawasan konservasi perairan adalah menjamin terlaksananya aktivitas wisata dengan prinsip 4K yaitu kesehatan, keselamatan, kenyamanan dan kepuasan.

“BKKPN Kupang telah membuat protokol new normal pariwisata alam perairan, yang dapat menjadi masukan dalam pembuatan protokol pariwisata new normal di Raja Ampat,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (15/6/2020).

Lebih lanjut, dia menegaskan Raja Ampat perlu fokus pada pariwisata terbatas yang mengutamakan masyarakat lokal sebagai penerima keuntungan dari kegiatan pariwisata dan mengedepankan pariwisata yang tidak merusak alam/budaya warisan masyarakat Papua.

Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan izin operasi pelaku wisata sesuai dengan dokumen daya dukung yang telah disusun, menerapkan system mooring buoy, memperketat regulasi pengolahan limbah di kapal, resort dan Kota Waisai, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal agar lebih siap menghadapi tamu.

Persiapan new normal pariwisata di Raja Ampat ini disampaikan melalui webinar dengan menghadirkan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Conservation International, Fauna & Flora International, Indonesian Ecotourism Network, Konservasi Alam Nusantara, RADRA dan PUWSI. Kegiatan dilaksanakan secara virtual pada Kamis (10/06) untuk menjaring masukan dalam mempersiapkan new normal pariwisata di Kabupaten Raja Ampat.

 

 

AGI Luncurkan Program GELORA 2020 Sosialisasikan COVID-19

this formate

Sosialisasi pencegahan COVID-19 melalui Game

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Asosisasi Game Indonesia (AGI) meluncurkan sebuah program baru bertajuk Game Lokal Kreasi Indonesia atau GELORA 2020 untuk memfasilitasi para pengembang game lokal di Indonesia dalam mewujudkan ide pengembangan game terkait sosialisasi pencegahan dan penanganan wabah COVID-19.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung sosialisasi pencegahan penularan COVID-19 melalui game kreatif yang diciptakan oleh para pengembang game lokal tanah air itu.

Kemenparekraf/Baparekraf bekerja sama dengan Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Josua Simanjuntak  menjelaskan, selama satu pekan terakhir pihaknya bekerja sama dengan AGI dan Junior Doctors Network Indonesia melakukan seleksi yang terdiri dari dua tahap. 

Seleksi ini selain untuk melakukan validasi ide game milik peserta untuk memastikan bahwa game tersebut memuat pesan kesehatan yang valid dan membantu program sosialisasi pencegahan dan penanganan wabah COVID-19. 

“GELORA bertujuan untuk mendorong kreasi anak bangsa dalam menciptakan game-game yang inovatif. Kami fokus melakukan kampanye berbagai kebijakan pemerintah terkait penanganan COVID-19 dengan cara yang menghibur, namun penuh dengan unsur edukasi,”

Dengan demikian, mereka yang asyik memainkan game tersebut, secara tidak langsung mendapatkan informasi-informasi kesehatan dan sosialisasi ini. Protokol Masyarakat Produktif dan Aman yang sesuai dengan arahan Presiden juga dapat disosialisasikan dengan menggunakan game, tambah Josua Simanjuntak. 

Ide game yang terpilih dari kurasi nantinya akan difasilitasi oleh Kemenparekraf untuk diwujudkan menjadi sebuah game siap pakai. Bukan hanya itu, Junior Doctors Network Indonesia juga akan melakukan pendampingan selama proses pengembangan untuk memberikan saran-saran mengenai konten kesehatan dan sosialisasi apa yang bisa dimasukkan dalam game

Sementara itu, perwakilan dari Junior Doctor Network, dr. Bela Dirk menjelaskan saat menghadapi masa pandemi ini memang dibutuhkan edukasi secara massif dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak menyusahkan serta mudah dicerna di berbagai kalangan masyarakat, contohnya edukasi dari audio dan visual, salah satunya melalui game

“Harapannya adalah masyarakat Indonesia bisa teredukasi dan berperan aktif dalam pencegahan COVID-19. Kami senang bisa berpartisipasi di acara GELORA 2020 karena ide edukasi ini merupakan suatu hal yang tidak kami sangka awalnya dan ternyata menjadi salah satu aspek yang bisa membantu kami melakukan sosialisasi berbagai hal terhadap pandemi saat ini,” katanya.

Game-game yang terpilih pun dianggap sudah membawa pesan yang digaungkan pemerintah, antara lain “Jaga Jarak”, “Pakai Masker”, “Bangga Buatan Indonesia”, dan “New Normal”. Dari hasil seleksi, akhirnya terpilih tujuh studio yang akan mendapatkan dukungan dari Kemenparekraf untuk mewujudkan ide game yakni Educa Studio, GINVO Studio, Anoman Studio, SLAB Games, Arsanesia, Wisageni Studio, dan CIAYO Games.

Ketua Umum AGI Cipto Adiguno menjelaskan, Yayasan Teknologi untuk Indonesia  juga siap membantu untuk membawa pesan-pesan sosialisasi GELORA 2020 dalam game mobile mereka yang sudah rilis. 

Berjudul Dawn of Civilization: Game for Charity, game ini adalah sebuah game edukasi gratis ciptaan Solve Education! Indonesia yang bisa dimainkan tanpa memakai kuota internet. Game ini mengajak anak belajar tentang bahaya COVID-19, cara menjaga diri dan lingkungan, serta menangkal hoaks.

Di masa seluruh dunia terpengaruh oleh pandemi, baik secara kesehatan maupun ekonomi, industri game adalah salah satu yang relatif beruntung karena kedekatannya dengan format digital. 

“Namun demikian industri ini pun tidak luput dari efek domino surutnya ekonomi, terutama bagi bisnis jasa pembuatan game bagi industri lain,” ujar Cipto Adiguno.

 

Rita Sri Hastuti: Jurnalism is My Passion

this formate

Rita Sri Hastuti, Wakil Pemimpin Umum bisniswisata.co.id dan E-Mag EXPLORE

JAKARTA, bisniswisata.co.id – Nyaris tak ada hari-harinya yang luput dari aktivitas berkait jurnalistik. Bahkan bisa jadi,  dalam  tidur pun   mimpinya  adalah   ihwal   jurnalistik   yang   memang menjadi  bagian besar dari gairah hidupnya.

Rita Sri Hastuti (RSH), akrab disapa: Rita, adalah sahabat saya sejak kami sama belia dan mulai menapak karier sebagai jurnalis di Ibu Kota. Kami sama -sama menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Bahkan kini juga eksis di media yang sama. Rita menjadi atasan saya sebagaii Wakil Pemimpin Umum Portal Berita Wisata, www. bisniswisata.co.id serta Wakil Pemimpin Umum E-Magazine EXPLORE.

Tapi bukan alasan kedekatan itu, juga tak dengan maksud ‘jeruk makan jeruk’ atausekadar   politik   pencitraan,   bila   saya   menulis   dan   memprofilkannya.   Melainkan,   ini karena  Rita   punya   seabreg   pengalaman   hidup   yang   pantas  buat   diungkap,  bahka untuk dtulis menjadi sebuah buku memoar yang apik buat diselisik.

Bagi   saya,   Rita   adalah   jurnalis   komplet.   Ia   tak   cuma   terasah   sebagai   reporter   diberbagai lapangan tugas, tapi juga berpengalaman mengisi ragam jenjang kerja dalam struktur keredaksian dan bidang manajemen di media tempatnya bekerja. 

Di organisasi kewartawanan,  dari sekadar sebagai  Calon   Anggota   (CA)   PWI   Jaya,   kini   Rita menempati beberapa posisi penting dalam struktur organisasi PWI Pusat.Tak cuma koran dan majalah, Rita juga mengukir karier di radio dan televisi serta media massa baru berbasis internet.

Posisinya beragam baik sebagai jurnalis, manajer pelaksana usaha, bahkan sebagai  public   relations  (PR)   berbagai   perusahaan,   instansi,   dan   kegiatan   nonpers. Sejak lima tahun lalu dan lima tahun ke depan, Rita juga dipercaya negara menjadianggota dan pengurus Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia. 

Rita ( kanan) bersama Presiden Jokowi dan pengurus PWI Pusat di Solo

Anak Zaman

Di Ibu Kota pada 1980-an, ada beberapa jurnalis yang dikenal dengan nama sapaan Rita. Maka untuk membedakan antara satu dengan lainnya, di belakang nama-nama yang sama itu biasa diimbuhi ‘kata kunci’ spesifik. Rita kita ini populer sebagai Rita Zaman,  untuk merujuk  bahwa  Rita kita  ini adalah  Rita  yang  ‘anak’ Majalah  Zaman, tempatnya bekerja dulu.

Lahir  di  Jakarta, 13  November 1955,   Rita   menyelesaikan   pendidikan  dasar  dan menengah di Jakarta, yakni di SD Tarakanita, SMPN XII, dan SMA Tarakanita. Selain kuliah   di   LPK  Tarakanita  Jakarta,   pada  1975,   Rita kuliah juga di Jurusan   Sastra Indonesia , Fakultas   Sastra   Universitas   Indonesia,   yang   kini   menjadi   FIB-UI   atau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Semasa kuliah ini Rita mulai mengasah minatnya menulis, dengan menjadi Reporter Surat Kabar Kampus UI Salemba (1976 – 1980), kiprah yang mengantar langkah Rita masuk ke lingkungan Majalah Tempo  yang tahun 1979 mendirikan Majalah Mingguan Zaman,   dan  Rita   menjadi  Reporter/Staf   Redaksi  Bidang   Film  dan   Budaya   (1980 –1985).

Dari Swa ke Warisan Indonesia

Bagi Rita, menjadi jurnalis komplet agaknya sudah terpatri sebagai life of passion atau gairah   hidup.   Saat   Majalah  Zaman berhenti terbit   dan   lingkar  Majalah  Tempo mendirikan  Majalah Ekonomi  Bulanan SWA   (yang  merupakan  singkatan  dari  jargonperekonomian  Indonesia   saat  itu,  yakni   Swasembada),  Rita  bergabung  sebagai Redaktur (1985 – 1987).

Kemudian   pada   1987,   dalam   situasi   politik   yang   represif   terhadap   pers   Indonesia, bersama sebagian awak Tempo, Rita ikut mendirikan Majalah Mingguan Berita Editor dan   duduk  sebagai   Redaktur  Film  dan  Budaya   kemudian   Redaktur   Bisnis (1987 –1990). 

Dia juga sempat menjadi Kepala Biro Majalah Editor di Jawa Timur (1990 -1992). Ketika Majalah  Editor  dibredel bersamaan dengan Majalah  Tempo  dan Tabloid  Detik (1994), Rita ikut menerbitkan Majalah  Tiras  (1995 – 1998). Di situ ia duduk sebagai Manager   Promosi   kemudian   Redaktur   Pelaksana.

 Lepas   dari   situ,   selain   menjadi penulis lepas koran berbahasa Inggris  The Jakarta Post untuk bidang kebudayaan, ia membantu wartawan  senior  Wina   Armada  menerbitkan  Tabloid  Power   dan Tabloid Gosip (1999). Ia kemudian bersama wartawan senior Chrys Kelana menerbitkan Majalah  d’Maestro (2004 – 2008) yang lantas bersalin rupa jadi MaestroNews.

Rita tercatat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi/Redaktur Pelaksana (Mei – November 2008), dan Pemimpin Redaksi hingga tahun 2009. Bersama budayawan Putu Wijaya, seniornya di Majalah Zaman,   Rita   ikut   menerbitkan   Majalah  Warisan   Indonesia  dan   menjadi   Pemimpin Redaksi majalah tersebut hingga 2013.

Radio, Televisi, dan Kehumasan

Saya sebut Rita sebagai jurnalis komplet karena ia tak melulu aktif di media cetak, tapi sejak awal juga menapak jejak di media audio-visual, bahkan di bidang kehumasan.Tahun 1984 – 1987 misalnya, Rita juga aktif sebagai Reporter acara Seni dan Sastra diRRI, Penyiar Siaran Film di Radio Prambors (1986), Penyiar dan Produser di Radio DELTA FM (1994 – 2004).

Di   media  televisi,   Rita   adalah   Redaktur   Pelaksana   Acara  WANITA   dan   BERITA   diANTV (Avi Prod, 2001), Redaktur dan Narator Acara KABAR-KABARI MINGGU di RCTI(Shandika,   2002),   Redaktur   dan   Narator   Acara   KABAR   BAIK   di   TVRI( Sinemaindonesia, 2009 – 2010). 

Hal yang menarik, Rita juga dipercaya banyak pihak  untuk ikut menangani kehumasan. Penulis advertorial untuk televisi (1986) ini ikut mendirikan PT Adhidaya Visi Selaras(1993 – sekarang) sebagai penyelenggara seminar dan penerbitan media internal. 

Dia juga sigap sebagai Humas Festival Internasional Art Summit ’98 yang diselenggarakan Direktorat JenderalKebudayaan  Departemen  Pendidikan   dan  Kebudayaan   (1998),   Tim   Asistensi   Media untuk Dirjen Kebudayaan Prof. Dr. Edi Sedyawati (1999), dan Humas Festival Budaya Nusantara   yang digelar di Jakarta, tahun 1999.

Di   Jakarta   pada   tahun   2003   berdiri   Asosiasi  Tradisi   Lisan   (ATL)   yang   merupakanLembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia pertama untuk bidang budaya yangkehadirannya diakui  oleh UNESCO – Lembaga PBB untuk urusan budaya dan ilmu pengetahuan. 

Hingga sekarang, Rita adalah Koordinator Humas Seminar dan Festival Tradisi Lisan yang digelar oleh ATL. Di luar itu, Rita juga tercatat sebagai Humas Festival Revitalisasi  Budaya Melayu di Tanjungpinang (2004), Koordinator Humas Festival Film Indonesia (2005–2006), serta Koordinator Humas Indonesian Science Festival (2007 – 2013).

Rita ( depan) bersama Pengurus PWI Pusat yang didominasi kaum Pria.

Literasi dan buku

Tak   cuma  sibuk   melakoni   kerja   sebagai   jurnalis  dan   tenaga   kehumasan,   Rita   juga berbagi pengetahuan, antara lain dengan menjadi Pengajar Jurnalistik Media Cetak diMabes   TNI   (2010  –   2017)   dan   sejak   2009   mengajar   bahasa   jurnalistik  di   Politenik Negeri Jakarta.

Dia juga pengurus Forum Bahasa Media Massa (FBMM) dan bersamaBadan Pengembangan dan   Pembinaan Bahasa, Kemendikbud menjadi pembicara dibeberapa   media massa dan menjadi Tim Editor sejumlah buku.

Antara lain buku  Layar Perak, Sejarah Bioskop Indonesia  (Penerbit GPBSI,   1992),   buku  Biografi  H.   Masagung,  Ketut   Masagung:   Bapak  Saya   Pejuang Buku  (Gunung  Agung,   2003),   Memoar  Megawati:   Anak   Putra  Sang  Fajar  (Yayasan Kusuma   Pertiwi,   2012)   bersama   Yvonne   de   Fretes,  

 Kumpulan   Esai   Myra Sidharta Seribu Senyum dan Setetes Air Mata  (Penerbit Kompas, 2015),  Bunga Rampai Seni Pertunjukan   Kebetawian  karya   Julianti   Parani   (IKJ   Press   bersama   Gandung Bondowoso, 2017), dan Seribu Cermin karya Putu Wijaya (Teater Mandiri, 2019).   

Menyensor buat Anda 

Rita juga Ketua Panitia Tetap (Pantap) Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Pusat (2018 – 2023).  Dengan seabreg pengalaman itu, pantaslah bila negara merangkul Rita sebagai bagian dari SDM di Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia. 

LSF   adalah   lembaga  (independen)   penyensoran   film   dan   iklan   film   dibawah Kemendikbud RI, terkait aturan bahwa film (film cerita ataupun film noncerita) dan iklanfilm yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan wajib memperoleh surat tanda lulussensor film. 

Sebagai lembaga tetap dan independen  yang berkedudukan di ibu kota negara Republik  Indonesia, LSF terdiri dari 17 orang pengurus merangkap  anggota dipilih oleh panitia seleksi yang dibentuk Kemendikbud RI, dan dikonsultasikan kepada DPR-RI. Dalam melaksanakan tugas, LSF berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri terkait.

Rita sendiri bukan orang baru di LSF. Pada 2009 – 2015, Rita telah aktif di LSF sebagai Anggota LSF mewakili PWI Pusat. Pada kepengurusan LSF tahun 2015 – 2019 yang diketuai Dr Ahmad Yani Basuki M.Si, Rita memilih menjadi Tenaga Sensor Film LSF.

Jalan terbuka lebar. Maret lalu, saat pandemi Covid-19 sedang marak dan jadi trendingnews, di televisi muncul wajah  Rita Sri Hastuti  yang tengah dilantik Menteri  Nabiel Makarim sebagai seorang dari 17 orang pengurus LSF terpilih setelah melalui fit and proper test  DPR RI.

Dipimpin Ketua  Rommy Fibri Hardianto  dan Wakil Ketua Ervan Ismail,   Rita   duduk   sebagai   Ketua   Sub-Komisi   Data,   Laporan,   dan   Publikasi   (tentu merangkap Anggota) LSF Periode 2020 – 2024. 

Di Zaman Corona, Kolam Renang Pribadi pun Disewakan

this formate

Kolam pribadi kini disewakan (foto: click2houston)

CALIFORNIA, bisniswisata.co.id: Saat Pandemi Covid-19, banyak tempat umum di Amerika Serikat (AS) termasuk kolam renang ditutup. Keadaan ini telah menghancurkan bisnis kolam renang umum di sana. 

Namun kini muncul tren baru yang menarik. Para pemilik kolam-kolam pribadi mulai menyewakan kolam mereka kepada para parenang dengan memanfaatkan  platform yang mirip Airbnb, penyedia penginapan unik itu.

Swimply adalah nama platform yang diciptakan Bunim Laskin, pengusaha muda berusia 23 tahun. Dia membuat website dan aplikasi yang memungkinkan para perenang dan pemilik kolam renang ‘bertemu’. Sebenarnya ide membuat “Airbnb for pools” ini telah ada sejak 2018 lalu. Namun kala itu, dia belum mendapat peruntungan pembiayaan. Kini, nampaknya bisnis startup yang ia rintis itu mulai menggeliat.

“Memiliki kolam renang bisa mahal, tetapi untuk sekadar menikmatinya tidak harus seperti itu,” kata Laskin, pendiri dan CEO Swimply, dalam siaran pers seperti dilansir CNN International. “Kami berusaha mendemokratisasi pengalaman berenang sehingga setiap orang dapat sejenak escape from reality meski itu hanya ke halaman belakang orang lain di ujung jalan.”

Cara mendapatkan kolam renang pun sederhana saja, meski tetap butuh kesabaran dan fleksibilitas. Pertama, tentukan lokasi pilihan Anda. Swimply kemudian akan memberi sejumlah opsi beberapa kolam renang terdekat. Anda hanya diminta menentukan tanggal dan waktu berenang. Tarif tata-rata sewa kolam renang perjam adalah US$ 45 (sekitar Rp 650.000). Dan jika ada fasilitas tambahan seperti perapian, sauna, atau bahkan lapangan tenis, tarifnya tentu akan naik.

Menurut daya Swimply, saat ini ada 60.000 perenang yang terdaftar di aplikasi mereka. Para pendaftar ini mewakili rata-rata 5 hingga 8 orang. Musim panas tahun ini, Swimply memiliki lebih dari 3.000 kolam renang yang tersebar di 26 negara bagian di Amerika Serikat. Ada juga beberapa kolam, tapi tak banyak, di Kanada dan Australia.

Seperti halnya di platform Airbnb, tamu dan pemilik kolam renang dapat dengan aman ngobrol untuk mengonfirmasi detil rencana penggunaan kolam, atau sekadar mengajukan pertanyaan. Layanan Swimply tersedia selama 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu. 

Sejauh ini review yang muncul postif, artinya baik konsumen maupun pemilik kolam sama-sama menemukan layanan yang sesuai standar.

Yang pasti, berenang itu aman dilakukan. Virus corona tidak dapat bertahan di air yang diklorinasi dengan baik. Jadi akan banyak orang menghabiskan waktu musim panas dengan berenang. Oleh sebab itu Swimply mewajibkan para pemilik kolam untuk mematuhi aturan keamanan sesuai standar. Kolam-kolam harus dipastikan telah didesinfeksi sepenuhnya.

Rin Hindryati

Kolam pribadi kini disewakan (foto: click2houston)

 

Di Situs Megalitik Tutari, Diberlakukan Protokoler “New Normal”

this formate

PAPUA,bisniswisata.co.id: Per Juni 2020, pelabuhan laut dan bandara di wilayah Papua telah dibuka, dengan harapan sektor perekonomian masyarakat segera bergerak dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan COVID-19.

Objek kunjungan wisata situs megalitik Tutari di Kampung Doyo lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, juga mempersiapkan diri untuk dikunjungi. Usai simulasi penerapan protokol kesehatan new normal,  situs dibuka untuk wisata pendidikan.

“ Yang bisa berkunjung berstatus pelajar, guru, mahasiswa, peneliti dan akademisi. Bagi pelajar harus bisa menunjukan kartu identitas siswa atau kartu mahasiswa,” papar Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, kepada bisniswisata.co.id

Situs megalitik Tutari, salah satu destinasi wisata yang populer di Kabupaten Jayapura, terletak di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu. Menurut arkeolog Hari Suroto sebelum situs dibuka untuk pengunjung, simulasi diperlukan untuk melihat kesiapan situs dalam menyambut era new normal.

Beberapa ketentutan yang harus dijalankan di Situs Megalitik Tutari yaitu pengunjung situs wajib pakai masker, pengunjung situs wajib cuci tangan di pintu masuk. Pengunjung yang boleh masuk dalam area situs hanya yang memiliki suhu tubuh di bawah 37, 3 derajat celcius. Pengelola situs wajib menyediakan tempat cuci tangan, sabun dan hand sanitizer di pintu masuk situs.

Pengunjung Situs Megalitik Tutari dipastikan tidak akan berkerumun dalam satu tempat karena situs ini sangat luas, obyek batu berlukis tersebar luas di empat sektor, sektor lima berupa jajaran batu bulat, sektor enam terdapat menhir. 

Jumlah pengunjung pun dibatasi maksimal 30 persen dari jumlah pengunjung pada saat kondisi normal. Masing-masing pengunjung juga harus saling menjaga jarak sekitar 1,5 meter.

Penjaga situs akan mengawasi pergerakan pengunjung dan memandu pengunjung guna mencegah terjadinya kerumunan.

Situs Megalitik Tutari mulai ramai dikunjungi  sejak Balai Arkeologi Papua beberapa kali menggelar kegiatan Rumah Peradaban di situs tersebut.

Peradaban Danau Sentani

Menurut Hari Suroto, situs diberi nama Tutari karena berada di Bukit Tutari salah satu perbukitan di pinggir Danau Sentani. Suku yang pernah mendiami wilayah sekitar situs ini adalah Suku Tutari, dengan mata pencaharian berburu, menangkap ikan, beternak, dan bercocok tanam.

@Balai Arkeologi Papua

Suku Tutari sendiri sudah musnah karena perang suku. Penghuni wilayah Doyo Lama, saat ini bukan keturunan suku Tutari dan mereka percaya situs ini sakral hingga kini mitos tentang Suku Tutari dan nenek moyang masyarakat Doyo Lama diceritakan turun temurun pada generasi muda. Peninggalan di situs ini antara lain batu lukis, batu bongkahan berbentuk arca, batu berbaris, dan menhir (batu berdiri).

Balai Arkeologi Papua mengelompokkan peninggalan di Situs Megalitik Tutari menjadi 6 sektor berdasarkan lokasi batu lukis dengan motif lukisan bervariasi. Lukisan yang dihasilkan dengan cara menggores batu jenis batuan beku peridiotit yang disebut batu gabro. Penasaran? Yuk ke Danau Sentani.#piknikbesok

Serunya Melihat Atraksi Pukul Mochi Super Cepat di Jepang

this formate

Master mochi Mitsuo Nakatani (Foto: Robb Report)

TOKYO, bisniswisata.co.id: Saat berkunjung ke Japang jangan lupa singgah di pusat-pusat pembuatan mochi, salah satu makanan tradisional di sana. Para master mochi biasanya akan menunjukkan kebolehan mereka memukul-mukul adonan berbahan utama beras ketan atau “mochigomi.” 

Bukan sekadar memukul, mereka menumbuknya dengan kecepatan tinggi. Satu adonan biasanya dikerjakan dua orang, yang satu memukul-mukul sedangkan yang lain membalik-balik adonan supaya rata. Semua dilakukan dengan tangan. Satu-satunya alat bantu hanya sebuah palu kayu besar. Untuk berkoordinasi, mereka akan saling berteriak.

Mochi hadir di setiap perayaan tradisional di Jepang. Misalnya, saat tahun baru: rata-rata keluaga di negeri Sakura itu akan memasak sop sekaligus memanaskan mochi.

Banyak cara membuat mochi, tetapi secara tradisional pembuatannya dilakukan dengan cara memukul-mukul dan mengaduk adonan dengan tangan. Itulah yang dipertontonkan master mochi Mitsuo Nakatani. Pemilik toko kue tradisional Jepang bernama Nakatanidou ini terkenal sebagai pembuat mochi tercepat di dunia. 

Dia juga dikenal sebagai penumbuk mochi tercepat se-Jepang. Menyaksikannya memukul mochi dengan kecepatan tinggi dibantu rekannya yang bertugas membalik adonan beras ketan, amat mengasyikan. Teriakan mereka pun terdengar seperti sebuah ritme sendiri.

Menurut Nakatani tidak ada latihan formal untuk menjadi master mochi. Semua skilled diperoleh dari pengalaman seiring berjalannya waktu. 

“Rata-rata saya memukul tiga kali per detik selama dua menit,” katanya. Dia menggambarkan membuat mochi layaknya sedang berada dalam sebuah ‘pertempuran’.

Nakatani sudah menjadi pemukul mochi selama hidupnya. Menurut dia, momen paling membahagiakan adalah saat melihat pelanggannya menyantap mochi dengan puas. Ekspresi mereka yang beragam membuatnya senang.

 

Bora-Bora Tempat Syahrini Bulan Madu Buka Lagi 15 Juli 2020  

this formate

Pantai Bora-Bora tempat artis Syahrini-Reino Barack berbulan madu ( image source)

TAHITI, bisniswisata.co.id: Ada kabar gembira bagi turis Indonesia maupun artis papan atas yang ingin menikmati kembali keindahan Bora-bora, salah satu pulau di Polinesia Prancis yang akan membuka diri kembali untuk kunjungan wisman pada 15 Juli 2020.

Bora-bora, tempat artis Syahrini – Reino Barack berbulan madu ini terletak di Polinesia Prancis yang  memiliki 118 pulau dengan 67 pulau di antaranya berpenduduk. Secara administratif pulau ini masuk ke dalam negara Prancis.

Kepulauan ini memang terkenal dengan keindahan lautnya dan menjadi pilihan favorit liburan para artis dunia. Destinasi wisata menarik di Polinesia Prancis selain Bora Bora yaitu  Huahine, Maupiti, Raitea, Moorea, Rangiroa, Nuku Hiva, dan Hiva Oa.

Polinesia Prancis terkenal oleh keindahan pantainya dengan pasirnya yang putih dan lembut, gunungnya yang menakjubkan, air lautnya yang jernih dan dunia bawah lautnya yang memesona, serta kebudayaannya yang menarik.

Ibu kota Polinesia Prancis, yaitu Pape’ete atau sering ditulis Papeete. Pulau Tahiti yang terletak di Society Islands memiliki penduduk terbanyak dan menjadi salah satu pulau yang eksotis yang banyak dikunjungi oleh turis internasional

Kawasan dengan pantai-pantai indah seperti di Indonesia dengan jejeran pohon kelapa yang memikat ini kerap dipuji sebagai destinasi yang mampu memberikan pengalaman luar biasa  di dunia traveler.

Di kutip dari situs pariwisatanya, tahititourisme.org, setelah dilaporkan bahwa tidak ada kasus COVID-19 baru di Polinesia Prancis sejak 29 Mei lalu maka kawasan ini akan memulai kembali kegiatan wisata mulai 15 Juli 2020.

Seiring dibukanya perbatasan di berbagai negara, maka  maskapai penerbangan dari Eropa dan Amerika Serikat akan segera melayani jalur penerbangan ke Tahiti, yang merupakan pusat dari semua kegiatan pariwisata di wilayah ini.

Pemerintah dan dewan pariwisata Polinesia Prancis telah menetapkan aturan yang jelas tentang pengujian, jarak sosial dan karantina terhadap yang terpapar Coronavirus.  Siapa pun yang ingin bepergian ke sini harus memiliki polis asuransi perjalanan.

Selanjutnya, semua wisatawan yang tiba di sini dapat diuji secara acak untuk Coronavirus dalam empat hari pertama kedatangan mereka.  Selain itu, semua wisatawan harus diuji dan memiliki hasil negatif 72 jam sebelum naik pesawat.

Semua panduan berwisata di era New Normal sudah tersedia di situs resminya itu berikut panduan sebelum berangkat, selama di pesawat, saat tinggal di hotel dan menikmati tempat wisata yang ada.

Panduan bukan hanya untuk wisatawan, airlines dan cruise yang banyak masuk ke kawasan kepulauan itu juga harus mengikuti prosedur kesehatan yang ada.

Dalam hal setelah wisatawan mendarat di Tahiti dan dites dengan hasil positif maka mereka akan dikarantina atau di akomodasi setelahnya.  Selain membuka perbatasannya, dewan pariwisata juga gencar menyediakan tour  virtual.

Nah bagi yang belum bisa datang ke komunitas seberang laut dari Republik Prancis yang terletak di Samudera Pasifik Selatan ini kita dapat menikmati salah satu tour virtual mereka secara online hingga pandemi mereda tentunya. Bagi Syachrini dan Reino juoa mau mengulang moment vylan madu, siap-siap deh.

 

Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi Siap Terapkan “New Normal”

this formate

Pemkab Banyuwangi dua kali lakukan simulasi New Normal Agrowisata Tamansuruh (AWT) di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.

BANYUWANGI, bisniswisata.co.id: Sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi siap menyambut era kebiasaan baru (new normal) dengan protokol kesehatan yang ketat. Salah satunya, Agrowisata Tamansuruh (AWT) di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah.

Agrowisata ini  telah memiliki standar pariwisata di era new normal, mulai fasilitas protokol kesehatan hingga skema pembatasan pengunjung dan sudah disimulasikan di destinasi agrotourism seluas 10 hektare ini. 

“Protokol pencegahan COVID-19 sudah didukung fasilitas yang baik. Skema pembatasan pengunjung juga sudah disiapkan dengan sistem online,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dikutip dari situs banyuwangikab.go.id, hari ini.

Azwar Anas mengatakan sudah dua kali simulasi new normal dilakukan di Agrowisata Tamansuruh (AWT). Pertama dengan menempatkan penyaluran bansos yang biasanya di kantor kecamatan ke destinasi tersebut. Kedua, saat kunjungan kepala perwakilan BUMN dan dunia usaha.

Di pintu masuk, petugas melakukan pengecekan suhu tubuh setiap pengunjung, menyemprotkan handsanitizer, dan mempersilakan mencuci tangan sebelum memasuki area agrowisata. Petugasnya pun tertib menggunakan alat perlindungan diri, seperti masker, face shield, dan sarung tangan.

“Pihak pengelola sepakat akan membatasi jumlah pengunjung guna menghindari kerumunan massa. Saya pikir bagus sekali, ini bisa jadi model yang bisa dicontoh destinasi lain,” ujarnya.

Dia juga melongok kondisi kamar mandi bersih dan sanitasinya bagus. Fasilitas cuci tangan pakai sabun tersedia representatif.”Dengan cara seperti ini, siapapun yang berkunjung ke Banyuwangi akan merasa tenang karena sudah mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Bupati, garansi seperti ini sangat penting untuk menarik wisatawan. Masyarakat harus bangkit dengan kembali produktif untuk memulihkan perekonomian, namun tetap aman dari COVID-19.

Di Agrowisata Tamansuruh, juga tersedia berbagai sayur hingga buah-buahan organik. ”Dengan mengonsumsi langsung di lahannya, ini menjanjikan experience unik sekaligus meningkatkan kesehatan pengunjung,” terangnya.

Agrowisata Tamansuruh berada di kaki Gunung Ijen. Dikonsep agrotourism, destinasi ini menampilkan beragam pertanian Banyuwangi, mulai padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik. Juga ada hamparan bunga-bunga cantik warna warni yang menjadi spot instagrammable.

“Pemandangannya indah, komplit mulai pegunungan, sawah, hingga Selat Bali yang bisa dilihat dari ketinggian. Udaranya sejuk berlimpah oksigen. Cocok buat liburan bersana keluarga,” ujar Anas.

Destinasi ini juga menjadi tempat edukasi pertanian, sekaligus lahan percobaan/demplot. Yang terbaru, ada 33 varietas melon dikembangkan, termasuk melon chamoe, varietas melon asli Korea yang jadi primadona di Indonesia. 

”Sudah sukses dikembangkan di sini, dan bisa diaplikasikan petani di lahannya masing-masing,” ujarnya.

Para pelaku pariwisata Banyuwangi, lanjut Anas, terus memastikan kesiapannya menyambut era tatanan baru. “Yang penting disiapkan dulu. Kapan bukanya, kita tunggu komando dari pusat,” terangnya.