Kemenparekraf Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan dalam Rencana Pembukaan Destinasi

this formate

Menparekraf Whishnutama Kusubandio di kantor BNPB, Senin. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi rencana pembukaan wisata alam sehingga diharapkan dapat kembali menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di sektor pariwisata.

Wishnutama Kusubandio mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di kantor BNPB, Senin (22/6/2020).

Whisnutama mengatakan, banyak para pelaku sektor pariwisata menanti kebijakan ini karena selama tiga bulan terakhir sangat terdampak oleh pandemi COVID-19. “Saat ini kita berencana membuka wisata alam yang berisiko rendah terhadap penularan,” kata Wishnutama.

Ia mengingatkan dalam rencana pembukaan wisata alam ini harus diikuti dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang disusun dan diusulkan oleh Kemenparekraf telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

Diharapkan protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) ini dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam perencanaan pembukaan pariwisata, termasuk wisata alam.

“Jangan sampai dalam pelaksanaan nanti malah terjadi peningkatan kasus baru. Karena memperbaiki protokol bisa sehari dua hari saja, tetapi mengembalikan rasa percaya itu butuh waktu lama. Jika kita tidak hati-hati dan disiplin dalam pelaksanaanya dampak ekonominya bisa lebih buruk lagi bagi para pelaku sektor pariwisata,” kata dia.

Kemenparekraf Whisnutama bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya ( kiri).

Kawasan pariwisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap tersebut terdiri dari kawasan wisata bahari, kawasan konservasi perairan, kawasan wisata petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, suaka margasatwa, dan geopark.

Selain itu juga pariwisata alam nonkawasan konservasi yang antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, kawasan pariwisata alam tersebut dapat dibuka secara bertahap sampai dengan batasan pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas normal saat ini.

“Kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka adalah kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten kota zona hijau dan atau zona kuning, kata Doni.

Untuk zona lain akan diatur sesuai dengan kesiapan daerah dan pengelola kawasan. Keputusan pembukaan kawasan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten/kota pada zona hijau dan kuning diserahkan kepada bupati dan walikota,” tambahnya.

Ia mengatakan, pengambilan keputusan harus melalui proses musyawarah dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yang melibatkan pengelola kawasan pariwisata alam, Ikatan Dokter Indonesia di daerah, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat.

Selain juga melibatkan pakar ekonomi kerakyatan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh pers, pegiat konservasi, dunia usaha khususnya pelaku industri pariwisata, serta DPRD melalui pendekatan kolaborasi pentahelix berbasis komunitas.

“Pelaksanaan putusan ini harus melalui tahapan prakondisi yakni edukasi, sosialisasi, dan simulasi sesuai dengan kondisi kawasan pariwisata alam dan karakteristik masyarakat di daerah masing-masing,” kata dia.

Jika dalam perkembangannya ditemukan kasus COVID-19 atau pelanggaran terhadap ketentuan di kawasan pariwisata alam, maka tim gugus tugas kabupaten/kota akan melakukan pengetatan atau penutupan kembali setelah berkonsultasi dengan petugas provinsi dan gugus tugas pusat.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, berdasarkan hasil kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama-sama dengan pemerintah daerah di lapangan melalui unit pelaksana teknis kerja Kementerian tercatat ada 29 taman nasional dan taman wisata alam yang secara bertahap sudah dapat dibuka dari proyeksi waktu saat ini sampai dengan pertengahan Juli 2020.

“Beberapa taman nasional yang kita akan buka seperti misalnya Gunung Gede Pangrango, Bromo Tengger Semeru dan atau Rinjani,” kata Siti Nurbaya.

Setelah itu akan ditinjau kembali beberapa lokasi lain yang juga bisa dibuka secara bertahap. Diantaranya di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, juga Bali.

 

WHO Berikan Peringatan Keras Bagi Negara yang Buka Aktivitas Masyarakat & Ekonomi

this formate

Mr Bean membantu WHO mengingatkan masyarakat dunia jangan lengah dengan protokol kesehatan.       ( Foto: who.int)

JENEWA, bisniswisata.co.id: Dunia telah memasuki fase baru dan berbahaya dari pandemi virus corona atau COVID-19. WHO berikan peringatan keras bagi negara yang buka aktivitas masyarakat & ekonomi.

Banyak orang yang merasa bosan berada di rumah dan banyak negara-negara sangat bersemangat membuka aktivitas masyarakat dan ekonomi mereka. 

“Padahal, virusnya masih cepat menyebar. Itu masih mematikan dan kebanyakan orang masih rentan,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dari situsnya who.int, Tedros yang mengeluarkan rilis, kemarin, mengungkapkan lebih dari 183.000 kasus baru COVID-19 dilaporkan ke WHO – yang terjadi dalam satu hari sejauh ini. Lebih dari 8,8 juta kasus sekarang telah dilaporkan ke WHO, dan lebih dari 465.000 orang telah kehilangan nyawa.

Beberapa negara terus melihat peningkatan yang cepat dalam kasus dan kematian. Sedangkan yang telah berhasil menekan transmisi sekarang melihat peningkatan dalam kasus ketika mereka membuka kembali masyarakat dan ekonomi mereka.

“Semua negara menghadapi keseimbangan yang rapuh, antara melindungi rakyatnya, sambil meminimalkan kerusakan sosial dan ekonomi. Itu bukan pilihan antara kehidupan dan mata pencaharian.  Negara dapat melakukan keduanya,” tegas Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Dia mendesak negara-negara untuk berhati-hati dan kreatif dalam menemukan solusi yang memungkinkan orang untuk tetap aman saat melanjutkan kehidupan mereka. “Kami terus mendesak semua negara untuk menggandakan langkah-langkah dasar kesehatan masyarakat yang kami tahu berhasil,”

Pada saat yang sama, langkah-langkah ini hanya bisa efektif jika masing-masing dan setiap individu mengambil tindakan yang kita tahu bekerja untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain.

Sama halnya seperti kita melakukan hal-hal yang kita tahu berfungsi untuk mencegah penyebaran penyakit dan kita juga belajar lebih banyak tentang cara mengobati orang sakit, tambahnya.

Meskipun data masih awal, temuan baru-baru ini bahwa steroid deksametason memiliki potensi penyelamatan jiwa untuk pasien COVID-19 yang sakit kritis memberi kami alasan yang sangat dibutuhkan untuk merayakannya.

Dipandu oleh solidaritas, negara-negara harus bekerja sama untuk memastikan pasokan diprioritaskan untuk negara-negara di mana terdapat sejumlah besar pasien yang sakit kritis, dan persediaan tetap tersedia untuk mengobati penyakit lain yang memerlukannya.

 Transparansi dan pemantauan terus-menerus akan menjadi kunci untuk memastikan kebutuhan mendikte persediaan, bukan sarana.

 Penting juga untuk memeriksa bahwa pemasok dapat menjamin kualitas, karena ada risiko tinggi produk di bawah standar atau dipalsukan memasuki pasar.

 WHO menekankan bahwa deksametason hanya boleh digunakan untuk pasien dengan penyakit parah atau kritis, di bawah pengawasan klinis yang ketat.

 

 

UNWTO Ingatkan Restart Pariwisata yang Bertanggung Jawab.

this formate

Penerima tamu, salah satu unit kerja di tempat pagelaran tari kecak di Uluwatu sedang melakukan simulasi SOP kebiasaan baru. UNWTO ingatkan seluruh anggotanya restart pariwisata secara bertanggungjawab. ( Foto: Kemenparekraf).

MADRID, bisniswisata.co.id:  Ketika pariwisata perlahan-lahan dimulai kembali di semakin banyak negara, Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) merilis data baru yang mengukur dampak COVID-19 pada sektor ini. 

 UNWTO menekankan perlunya tanggung jawab, keselamatan dan keamanan saat pembatasan perjalanan dicabut.  Organisasi ini juga menegaskan kembali perlunya komitmen yang kredibel untuk mendukung pariwisata sebagai pilar pemulihan.

Setelah beberapa bulan mengalami keterpurukan yang belum pernah terjadi sebelumnya, UNWTO sebagai barometer pariwisata dunia  melaporkan bahwa sektor ini restart terutama di negara-negara tujuan di belahan bumi Utara.

Pada saat yang sama, pembatasan perjalanan tetap diberlakukan di sebagian besar tujuan global, dan pariwisata tetap menjadi salah satu yang terparah dari semua sektor.

Terhadap latar belakang ini, UNWTO telah menegaskan kembali seruannya kepada pemerintah dan organisasi internasional untuk mendukung pariwisata yang menjadi jalur kehidupan bagi jutaan orang dan tulang punggung ekonomi.

Restart pariwisata dengan cara yang bertanggung jawab menjadi prioritas pencabutan pembatasan secara bertahap di beberapa negara, bersama-sama dengan penciptaan koridor perjalanan ( travel bubble)

Hal ini dimulainya kembali beberapa penerbangan internasional dan penerapan protokol keselamatan dan kebersihan yang ditingkatkan. “Langkah-langkah ini yang harus diperkenalkan oleh pemerintah ketika mereka berupaya memulai kembali pariwisata,” kata Zurab Pololikashvili,  Sekretaris Jenderal UNWTO.

Anjloknya jumlah wisatawan yang tiba-tiba dan secara  besar-besaran mengancam pekerjaan dan ekonomi.  Oleh karena itu, sangat penting bahwa memulai kembali pariwisata dijadikan prioritas dan dikelola secara bertanggung jawab, melindungi yang paling rentan dan dengan kesehatan dan keselamatan sebagai perhatian nomor satu sektor ini.  

Ketika aktivitas pariwisata dimulai kembali di mana-mana, UNWTO kembali menyerukan dukungan kuat untuk sektor ini guna  melindungi pekerjaan dan bisnis.

 “Kami menyambut langkah-langkah yang dilakukan oleh Uni Eropa (UE) dan masing-masing negara termasuk Perancis dan Spanyol untuk mendukung pariwisata secara ekonomi dan membangun fondasi untuk pemulihan.” tegasnya.

Bulan April sebenarnya menjadi salah satu waktu tersibuk tahun ini karena liburan Paskah, tapi penerapan pembatasan perjalanan yang menyeluruh menyebabkan penurunan 97% dalam kedatangan wisatawan internasional.  Ini mengikuti penurunan 55% di bulan Maret.  

Antara Januari dan April 2020, kedatangan wisatawan internasional menurun hingga 44%, yang berarti hilangnya sekitar US $ 195 miliar dalam penerimaan pariwisata internasional.

Menurut Zurab Pololikashvili, Asia dan Pasifik terpukul paling parah. Di tingkat regional, Asia dan Pasifik adalah yang pertama dilanda pandemi dan terparah antara Januari dan April, dengan kedatangan turis turun 51% pada periode itu.

Eropa mencatat penurunan terbesar kedua, dengan penurunan 44% untuk periode yang sama, diikuti oleh Timur Tengah (-40%), Amerika (-36%) dan Afrika (-35%).

Pada awal Mei, UNWTO menetapkan tiga skenario yang mungkin untuk sektor pariwisata pada tahun 2020. Ini menunjukkan potensi penurunan jumlah wisatawan internasional secara keseluruhan dari 58% menjadi 78%, tergantung pada kapan pembatasan perjalanan dicabut.  

Sejak pertengahan Mei, UNWTO telah mengidentifikasi peningkatan jumlah destinasi yang mengumumkan langkah-langkah untuk memulai kembali pariwisata.  Ini termasuk pengenalan langkah-langkah keselamatan dan kebersihan yang ditingkatkan dan kebijakan yang dirancang untuk mempromosikan pariwisata domestik.

‘Chat’ dan ‘Olahpesan’ yang Kuat Kini Sangat Penting Bagi Bisnis Travel 

this formate

Chat/ obrolan olahpesan kini menjadi lebih penting dari sekedar sebagai alat komunikasi. (Foto: Skift)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pandemi virus corona telah menunjukkan bahwa chatting/ obrolan dan olahpesan yang kuat  penting bagi perusahaan yang ingin memberikan pengalaman dukungan pelanggan sebaik mungkin.

Mengutip kolaborasi Facebook dan laporan Skift, terbukti chat dan pesan lainnya semakin populer selama beberapa tahun sekarang – tidak hanya antara teman dan keluarga, tetapi juga antara pelanggan dan bisnis dan merek yang berinteraksi dengan mereka.  

Menurut perkiraan 2019 dari eMarketer, jumlah pengguna aplikasi chat seluler di seluruh dunia akan mencapai 2,7 miliar tahun ini.  Banyak dari aktivitas olahpesan itu terjadi di seluruh platform Facebook, dengan 2,99 miliar orang menggunakan Facebook, WhatsApp, Instagram, dan Messenger setiap bulan, menurut data Q1 2020 dari perusahaan.

Ketika pandemi COVID -19 telah menjungkirbalikkan usaha bisnis dan rencana perjalanan selama beberapa bulan terakhir, chat/ obobrolan olahpesan menjadi lebih penting dari sekedar sebagai alat komunikasi.  

Hal ini terutama berlaku untuk perusahaan di seluruh sektor travel & tourisn industri mulai dari maskapai penerbangan, hotel, hingga penyedia tur dan aktivitas, dan seterusnya untuk  menjawab pertanyaan layanan pelanggan yang belum pernah dilihat sebelumnya di semua saluran komunikasi.  

Saat perusahaan dan tim dukungan pelanggan mereka bergulat dengan lonjakan dalam keterlibatan ini, alat obrolan dan olahpesan memainkan peran penting dalam bagaimana merek dapat mengotomatisasi operasi, melestarikan sumber daya, dan lebih memuaskan pelanggan.

 Lars Smidt, Direktur Pemasaran  di app agregator perjalanan Omio, telah melihat fungsi ini secara langsung: “Kami baru-baru ini menciptakan pengalaman pengiriman pesan sebagai dukungan pelanggan,”  

Kami menerima banyak sekali pesan pelanggan karena situasi Covid-19 dan dampaknya pada rencana perjalanan, jadi kami menciptakan layanan pada waktu yang tepat,” ungkapnya.  

Dengan tersedianya aplikasi pesan ini memungkinkan pihaknya untuk merespons pelanggan dengan lebih cepat dan mengurangi tekanan pada tim dukungan pelanggan yang ada, tambah Lars Smidt.

Adélaïde Lainé, direktur media sosial di Air France, menvungjapkan pengalaman serupa.  “Air France menghadapi volume pesan masuk pada bulan Maret – enam kali lebih tinggi dari rata-rata – karena para pelancong membutuhkan informasi tentang penerbangan, jadwal, perubahan, dan pembatalan mereka.  

Proses messaging kuat yang dimiliki merupakan kombinasi dari solusi otomatisasi, artificial intelligence dan membantui para agen tiket untuk secara cepat menjawab pertanyaan paling sederhana yang datang dari pelanggan Air France.

“Agen kami kemudian dapat menghabiskan waktu mereka bekerja untuk menyelesaikan kasus yang lebih kompleks dan mendesak. “Adélaïde Lainé

Peran yang berkembang yang dimainkan alat obrolan dan pesan saat ini masuk akal, mengingat semakin banyak waktu yang dihabiskan orang untuk smartphone mereka selama ini.

Sebuah survei oleh InMobi yang dilakukan antara 19 Maret dan 22 Maret 2020, menemukan bahwa 70 persen konsumen A.S. di daerah yang dilockdown menghabiskan lebih banyak waktu di ponsel mereka saat di rumah selama pandemi Covid-19.  

Kenyamanan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh alat chat dan olahpesan memungkinkan para pelancong untuk menerima informasi yang sensitif terhadap waktu ketika alat itu berfungsi dengan baik bagi mereka  dan menjadi sesuatu yang sangat membantu ketika berbagai hal tidak dapat diprediksi.

Alat obrolan dan olahpesan juga bermanfaat bagi perusahaan perjalanan.  Inovasi dalam pemrograman bahasa alami dan artificial intelligence (kecerdasan buatan)  memungkinkan perusahaan terlibat dengan pelanggan dalam mengotomatisasi permintaan sederhana.

Hal ini memungkinkan anggota tim dukungan pelanggan bisa menghabiskan waktu mereka pada hal-hal yang lebih kompleks.  Seperti Caroline Chupin, manajer produk, pengiriman pesan, di OUI.sncf.

“Menggunakan pesan di seluruh saluran telah memungkinkan kami untuk memberikan jawaban kepada pelanggan dengan sangat cepat.  Misalnya, banyak pelanggan bertanya bagaimana menerima pengembalian uang untuk perjalanan yang tidak dapat mereka ambil,”

Pihaknya telah menyiapkan jawaban khusus untuk pertanyaan umum yang dapat diterima pelanggan kami segera dari chatbots untuk menghindari waktu tunggu. 

Hal Ini telah memungkinkan tim dukungan pelanggannya untuk memfokuskan upaya mereka pada kasus-kasus yang lebih kompleks, ketika chatbots tidak dapat memberikan jawaban kepada pelanggan. 

Data menunjukkan bahwa elemen obrolan dan olahpesan ini mungkin sangat berharga bagi perusahaan perjalanan  di seluruh negri terdampak pandemi Covid-19, terutama saat permintaan dan pertanyaan pelanggan terus bergulir untuk menanyakan tentang pembatalan, pemesanan ulang, pengembalian uang, serta kesehatan dan keselamatan  Prosedur.  

Menurut Facebook, di banyak negara yang paling terpukul oleh virus, seperti Italia, total pengiriman pesan meningkat lebih dari 50 persen pada Maret 2020. Selain itu, sebagaimana dicatat dalam laporan Skift bahwa 51 %  orang Amerika membatalkan atau menjadwal ulang setidaknya satu perjalanan pra-dipesan yang seharusnya mereka lakukan pada bulan Maret.

Sebanyak  29 %  lainnya mengatakan mereka membatalkan setidaknya satu perjalanan dalam beberapa bulan mendatang karena kekhawatiran tentang wabah.  Angka-angka itu setara dengan sejumlah besar interaksi layanan pelanggan yang diperlukan untuk melakukan perubahan itu.

Majalah Digital BUMBU dari VIT0 Perancis Kenalkan Gastronomi RI

this formate

Paris, Perancis, bisniswisata.co.id:  BUMBU, majalah digital pertama dalam bahasa Perancis tentang budaya kuliner dan gastronomi Indonesia diterbitkan dan didistribusikan online di Perancis per 1 Juli 2020 secara gratis, kata Eka Moncarre, Kepala Visit Indonesia Tourism Office ( VITO) Perancis, hari ini.

Bumbu dalam bahasa Indonesia berarti rempah-rempah. Rempah-rempah adalah bagian dari warisan budaya dan tradisi Indonesia, yang berakar pada sejarah Indonesia, dan memperkenalkan Indonesia sebagai jalur rempah. 

Bumbu merupakan majalah kuliner digital independen dengan konsep mengangkat berbagai cerita kuliner dari masyarakat. Cerita-cerita ini dapat menjadi kepingan mozaik yang menggambarkan betapa hidupnya budaya kuliner di Indonesia. 

Majalah BUMBU lahir dengan tujuan mempromosikan tradisi dan budaya kuliner Indonesia, tetapi juga untuk menunjukkan evolusi masakan dunia di Indonesia.

VITO Perancis bekerja sama dengan tim BUMBU di Indonesia menerbitkan majalah kuliner digital “BUMBU” dalam bahasa Perancis. Majalah ini didistribusikan dan ditujukan untuk orang-orang Perancis yang ingin mengenal kuliner dan gastronomi Indonesia. 

“Cerita-cerita yang diangkat oleh BUMBU dapat menjadi kilasan wajah masyarakat dan kuliner di Indonesia,” ujar Eka Moncarre, selaku penanggung jawab majalah BUMBU di Perancis. 

Dengan memasukkan cerita yang personal dalam tulisan-tulisan kuliner di Bumbu, dinamika kuliner dapat dinarasikan sebagai hal yang tidak berdiri sendiri namun berelasi erat dengan masyarakatnya.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang sangat kaya dengan keragaman budayanya (17.000 pulau, lebih dari 750 kelompok etnis, lebih dari 1.100 bahasa yang berbeda dan 260 juta penduduk).

Oleh karena itu, VITO Perancis ingin memperkenalkan majalah BUMBU untuk mempromosikan secara langsung tradisi kuliner dan kekayaan budaya Indonesia. Besar harapannya, BUMBU menjadi jalan masuk bagi budaya kuliner di Indonesia untuk dikenal oleh masyarakat Perancis, sebagai negara gastronomi 

Eka rajin memperkenalkan masakan Indonesia dengan mengikuti pameran kuliner Village International de la Gastronomie (VIG) di negara itu. Tahun 2017 untuk pertama kalinya RI mengikuti  Fête de la Gastronomie, salah satu proyek dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan Perancis.

Acara ini berlangsung di tengah Kota Paris, di pinggir sungai Seine tepatnya Port du Gros Caillou, Perancis. Eka menilai makanan menjadi jalur pembuka mengenalkan Indonesia pada orang Perancis yang belum kenal akan Indonesia.

Orang Perancis tahu dengan kuliner, mereka tahu banget dengan gastronomi. Jadi kalau kita mempromosikan Indonesia lewat kuliner dan gastronomi itu masuk sudah tepat, tambah Eka

Eka juga kerap mengadakan demo masak atau festival kuliner Indonesia di Perancis dan mendapatkan tanggapan positif dari para ahli dan masyarakat setempat.  “Banyak orang Perancis yang takjub saat mencoba kuliner Indonesia dan mereka suka makanan Indonesia, karena kuliner Indonesia. Kehadiran majalah BUMBU akan mengikat cinta mereka  pada kuliner kita “jelas Eka.

“Untukku Kembali” Sevenchords

this formate

BANDUNG, bisniswisata.co.id: Bekerja di rumah, ibadah di rumah, belajar di rumah, tidak harus membuat kita mati gaya, mati kreativitas. Kreativitas, selayaknya tetap bertumbuh, berkembang dalam keterbatasan ruang gerak fisik. Semangat berkarya itu dibuktikan grup musik Indonesia asal Bandung, Sevenchords.

Jumat 26 Juni 2020 Sevenchords, merilis lagu terbaru bertajuk “Untukku Kembali” secara digital melalui sejumlah layanan musik streaming.  Ini merupakan single pertama mereka setelah hibernasi selama dua tahun sejak EP (mini album) bertajuk Sevenchords (self-title) dilepas.

“Untuku Kembali”, berdurasi tiga menit 42 detik ini diciptakan pemain bas Sevenchords, Arby Rahmat. Cinta memang masih menjadi unsur utamanya, senada seperti kebanyakan lagu Sevenchords sebelumnya.

Namun lebih dari itu, Arby mencoba menyisipkan pesan moral bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang senantiasa membuka pintu maaf bagi orang lain.

“Semoga lagu ini dapat menjadi penyejuk hati para pendengar setia kami yang telah menanti karya terbaru Sevenchords setelah kurang lebih empat tahun,” kata Arby.

Penabuh drum Sevenchords, Amazia Yedija Pangasa Sabu atau Asa, memberikan nuansa yang berbeda dalam lagu ini.

Asa mengatakan lagu “Untukku Kembali” memang sengaja dibuat sederhana dengan hanya menggunakan suara kick, tepuk tangan, dan cymbal.

“Kenapa? Sebenarnya untuk mengikuti konsep lagu, membayangkan lagu ini dinyanyikan di depan api unggun sambil sing a long malam-malam. Jadi alat-alat yang dipakai pun minimalis saja,” ucap Asa.

Lebih lanjut, Asa menyampaikan alasan memasukkan nada-nada buatan lain seperti suara flute atau pun bunyi-bunyian lain yang dibuat secara elektrik. Nada pendukung tersebut digunakan lantaran cocok dengan karakter lagu itu.

“Awalnya mau ada string dan lain-lain. Tapi takut terlalu ramai, jadinya sederhana aja. Benar-benar sederhana. Nada-nada pendukung itu hanya untuk pemanis, supaya instrument yang ada lebih variatif,” ucapnya menambahkan.

Banyak tantangan yang dihadapi para personel Sevenchords dalam pembuatan lagu ini. Vokalis Sevenchords, Sekar Kinanti Tistia atau yang biasa dipanggil Tiesa, bahkan sempat pesimistis band ini tidak akan berlanjut. Kesibukan satu sama lain yang menjadi faktor utama untuk bisa membagi waktu dengan baik. Tiesa pun menerangkan idealisme satu sama lain dalam bermusik juga menjadi persoalan tersendiri bagi grup tersebut.

“Kedewasaan tentang cara kami membagi waktu, brainstorming, mau mencari benang merah dari opini masing-masing yang membuat kita lanjut dan dibuka lewat lagu ini,” ujar Tiesa.

“Tapi kami yakin kalau kami selalu melangkah, kami akan menghasilkan karya yang jadi satu rangkaian cerita buat kami. Dan mudah-mudahan cerita kami mewakili cerita yang mendengarkan lagu ini (Untukku Kembali),” imbuhnya

Kini, wajah baru personel Sevenchords terdiri dari Arby, Asa, Tiesa, dan gitaris Aldi Rubini. Sebelumnya Dwiky Hardika, juga menjadi salah satu personel Sevenchords, dan saat ini memutuskan untuk fokus diluar musik.

 “Somehow, keberadaan Dwiky itu seperti memberikan harapan dan energi baru buat Sevenchords dan buat saya khususnya. Vakumnya Kevina (Meilisa, pemain saksofon) juga berpengaruh, khususnya buat ngasih balance di teamwork Sevenchords serta opini tentang persaingan industri musik saat ini.” tutur Aldi.

Akan tetapi, segala sesuatu harus tetap berlanjut. Coba dengar lagu “Untukku Kembali” lagunya lebih dewasa, membuat Sevenchords seolah naik ke stage baru. Selamat menikmati ☺

Adaptasi Baru di Era COVID-19: Bandara, Stasiun Kereta Terapkan Teknologi Minim Kontak

this formate

Eurostar akan terapkan teknologi minim kontak (foto: TripSavvy)

LONDON, bisniswisata.co.id: Virus Covid-19 masih menjadi ancaman. Meski demikian di sejumlah negara yang kasus positif covid-19-nya melandai, aturan pembatasan mulai dilonggarkan. Bandara dan stasiun kereta di Eropa, misalnya, telah diizinkan kembali beroperasi. Bedanya, kini mereka berencana untuk mengadopsi pola hidup baru, yakni: mengurangi sebisanya kontak agar aman dari penularan.

Eurostar, operator kereta api super cepat di Eropa, mengatakan pihaknya akan menerapkan teknologi pengenalan wajah. Teknologi ini akan menjadi pengganti sistem check-in yang lama. Sebelumnya, calon penumpang wajib menunjukkan paspor secara fisik. Kelak, itu tidak berlaku lagi.

Dengan teknologi ini, penumpang hanya akan di-scan wajahnya sebelum naik kereta. Sistem ini rencananya akan diluncurkan tahun depan untuk rute Inggris dan Perancis dulu. Secara bertahap akan diterapkan pada rute-rute lainnya di seluruh Eropa.

Cara kerjanya: Eurostar akan memindai wajah setiap penumpang begitu mereka tiba di stasiun. Tapi sebelumnya calon penumpang diminta mengunggah fotonya lewat smartphone. Saat tiba di stasiun Eurostar hanya tinggal mencocokkannya. Untuk pekerjaan ini, Eurostar memanfaatkan teknologi dari  iProov, perusahaan yang bergerak di bisnis otentikasi biometrik.

Meski sifatnya sukarela, kebanyakan penumpang kemungkinan besar akan memilih memanfaatkan teknologi ini demi menghindari interaksi saat pengecekan tiket dan paspor. Pihak penyedia teknologi yakin cara ini aman dilakukan. Sistemnya mampu mengotentikasi mana data yang palsu dan asli. 

Sebenarnya sejumlah bandara sudah mulai menerapkan teknologi minim kontak sebelum pandemi COVID-19 merebak. Para vendor menciptakan teknologi tersebut untuk meningkatkatn kecepatan dan efisiensi. 

Kini, saat virus corona melanda dunia, teknologi ini menjadi sangat relevan. Banyak bandara di dunia mulai memanfaatkannya untuk merespons kekhawatiran calon penumpang terhadap virus yang penularannya bergerak secara eksponesial. Permintaan untuk alat-alat ini melonjak terutama sejak wabah ini mulai melandai dan orang kembali mulai bepergian.

Dengan keterbatasan dana karena pemasukan turun drastsi akibat pandemi, bandara harus memilih teknologi yang paling tepat guna. Bandara Abu Dhabi misalnya, mulai menerapkan teknologi minim sentuh di 53 elevator yang tersedia di sana. Tujuannya agar para penumpang sebisanya tidak berinteraksi langsung dengan tombol-tombol yang ada di sana. Meta Touch, startup yang berbasis di Universitas Sains dan Inovasi Universitas UAE, menciptakan teknologi ini.

Di bandara internasional Seattle-Tacoma lain lagi. Di sana semua restoran telah mengadopsi Grab, layanan pemesanan digital, untuk mengurangi tatap muka. Pada April lalu, Grab memulai debutnya dengan memperkenalkan ‘kios virtual’ yang memungkinkan pelanggan hanya meng-scan kode QR atau mengetuk chip NFC di smartphone untuk memesan makanan tanpa perlu mengunduh aplikasi Grab

Kini, setiap bandara wajib menerapkan teknologi yang mendukung penerapan new normal yang diamanatkan pihak otoritas. Pemerintah Kanada akan mewajibkan pemeriksaan suhu bagi para crew maskapai dan calon penumpang. Aturan ini akan diberlakukan pada akhir Juni bagi penumpang luar negeri, dan akhir Juli untuk pelancong domestik.

Salah satu perusahaan yang diuntungkan adalah Cantronics. Perushaaan ini telah mendapat persetujuan pemerintah Kanada untuk memproduksi alat pengecekan suhu. Masalahnya, prosedur pengecekan suhu secara manual berpotensi memapar para pekerja yang bertugas. Untuk itu beberapa bandara menerapkan pendekatan bertahap.

Pertama, mereka menggunakan alat detektor yang diarahkan ke kerumunan. Alat ini akan mengidentifikasi penumpang yang memiliki suhu tubuh lebih panas dari rata-rata penumpang lain. Kemudian otorias  bandara akan memisahkan mereka untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Teknologi pemindaian suhu belum betul-betul sempurna. Bandara Heathrow di London sudah menerapkan sistem yang ditempatkan di aula imigrasi Terminal 2, sejak bulan lalu. Mereka masih menunggu seberapa akurat mesin ini bekerja.

Cara lain untuk mengurangi interaksi tatap muka adalah dengan mengganti pekerja manusia dengan robot, setidaknya untuk melakukan screening awal. Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan berencana uji coba ‘mempekerjakan’ robot untuk mengidentifikasi siapa saja yang mengenakan masker dan yang tidak.

Sang robot akan melaporkan ke pihak berwenang bagi siapa yang melanggar. Cara ini diharapkan efektif untuk mengurangi tingkat pemaparan virus yang hingga kini belum ditemukan vaksi penawarnya.

 

Eurostar akan terapkan teknologi minim kontak (foto: TripSavvy)

 

Pemerintah Resmi Sahkan Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

this formate

Petugas pagelaran kesenian di obyek wisata di Bali gunakan APD( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) secara resmi telah mengesahkan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang disusun bersama para pemangku kepentingan dan kementerian terkait.

Protokol kesehatan sektor parekraf disahkan melalui KMK Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf, R. Kurleni Ukar mengatakan, protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif disusun berlandaskan atas tiga isu utama.”Yakni kebersihan, kesehatan, dan keamanan,” kata Kurleni Ukar, hari ini.

KMK tersebut diantaranya mengatur protokol untuk hotel/penginapan/homestay/ asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, lokasi daya tarik wisata, moda transportasi, jasa ekonomi kreatif, jasa penyelenggara event/pertemuan, serta tempat dan fasilitas umum lainnya yang terkait erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selanjutnya, protokol dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh pihak, yakni kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat. Termasuk asosiasi, pengelola, pemilik, pekerja, dan pengunjung pada tempat dan fasilitas umum.

Kehadiran protokol kesehatan ini diharapkan dapat mendukung rencana pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap sehingga dapat menggerakkan kembali usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19.

Namun demikian, keputusan terkait pembukaan kembali usaha pariwisata tentu harus disesuaikan dengan tingkat risiko wilayah penyebaran COVID-19 dan kemampuan daerah dalam mengendalikan COVID-19.

“Pemerintah daerah dan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif diharapkan dapat mempersiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan keputusan yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan,” kata Kurleni Ukar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengapresiasi disahkannya protokol kesehatan kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tercantum dalam KMK tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pengesahan dilakukan melalui satu pintu oleh Menteri Kesehatan agar protokol terharmonisasi dengan kementerian/lembaga lain.“Protokol kesehatan secara resmi dirilis oleh Kementerian Kesehatan sehingga menjadi acuan bersama dan tidak ada kementerian/lembaga yang mengeluarkannya secara mandiri melainkan terkoordinasi,” kata Wishnutama.

Kemenparekraf juga telah menyiapkan panduan teknis baik dalam bentuk video ataupun handbook yang mengacu kepada standar global. Handbook ini merupakan turunan yang lebih detail dari protokol yang baru saja ditandatangani Kemenkes sehingga akan mudah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melaksanakan kegiatannya.

“Hal ini sangat penting karena pariwisata adalah bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan wisatawan domestik maupun internasional. Gaining trust atau confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan,” kata dia.

Ia menekankan pesan Presiden Joko Widodo agar protokol ini dilaksanakan dengan baik dan tidak tergesa-gesa. “Sehingga nanti pada saatnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibuka bisa produktif dan tetap aman dari COVID-19. Itu hal yang mendasar dalam arahan presiden,” kata Menparekraf.

Yuk Simak Manfaat Staycation Bagi Wisatawan Domestik di Era New Normal.

this formate

Sebuah hotel tempat staycation ( Foto: Traveloka.com) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar rapat kordinasi di bidang pariwisata pekan lalu dan menyebutkan kemungkinan beberapa destinasi wisata akan dibuka pada bulan Juli 2020. 

Pariwisata merupakan sektor pertama yang terdampak pandemi Corona. Oleh karena itu, pemerintah pun ingin sektor pariwisata yang bakal bangkit pertama kali di masa New Normal ini. Berbagai langkah pun dijalankan untuk mendorong sektor ini keluar dari keterpurukan. 

Saat ini, pemerintah meluncurkan empat program. Diharapkan program ini mampu mendorong kedatangan wisatawan asing kelas A dan kelas B di masa normal baru ini. 

“Untuk mencapai target itu, pemerintah meluncurkan empat program untuk wisatawan domestik, yaitu Activation, Staycation, Roadtrip, dan Epic Sale,”  kata Luhut.

Kali ini kita fokus ke staycation dulu yang agaknya menjadi mode liburan yang dilakukan tanpa harus keluar kota. Online Travel Agent ( OTA) juga telah banyak mempromosikan hotel, rumah peristirahatan, villa-villa untuk tempat melakukan staycation bersama keluarga.

Setelah ada kelonggaran dan  Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan mengatakan hingga akhir Juni 2020 merupakan masa transisi maka tidak ada salahnya melakukan staycation 

Bagi yang belum pernah mencoba gaya liburan ini, yuk simak keuntungan dan manfaat staycations berikut ini dikutip dari situs traveloka.com. Keuntungan dan Manfaat Liburan Ala Staycation;

1.Menghemat budget liburan. Coba ingat-ingat lagi berapa banyak uang yang  dihabiskan setiap kali pergi liburan ke luar negeri atau ke luar kota yang cuma memakan waktu 2 jam perjalanan?

Meskipun hanya berlibur di akhir pekan saja, tetap bisa menghabiskan uang banyak. Biaya transportasi, akomodasi, kuliner, dan bujet belanja rasanya tidak mungkin sedikit, kan? 

Nah, dengan staycation, bisa menghemat budget liburan yang biasa dikeluarkan itu tanpa perlu menguras banyak waktu dan tenaga. Bahkan  bisa dapat keuntungan ekstra kalau mau menggunakan jumlah budget yang sama untuk staycation. Budget malah bisa dialokasikan ke biaya kuliner untuk mencoba restoran atau hotel mewah yang belum kesampaian.

  1. Lebih punya banyak waktu.

Bayangkan kalau pergi keluar kota saat akhir pekan. Bisa jadi diperjalanan bisal ketemu macet yang tidak ada solusinya. Kalau kamu ke luar negeri, pastinya harus menempuh perjalanan ke bandara, menunggu keberangkatan lalu ada masanya di atas udara tidak bisa banyak melakukan aktivitas berjam-jam. Banyak sekali waktu yang terbuang untuk bisa merasakan liburan.

Beda kalau pilih staycation. Jarak hotel yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal, juga jarak dari satu tempat hiburan ke tempat liburan lainnya juga tidak butuh banyak waktu. Tapi sudah bisa merasakan hawa liburan dalam waktu singkat.

  1. Tidak perlu bawa barang banyak

Bagi yang tidak suka packing karena itu staycation rasanya jadi liburan yang harus sering-sering dilakukan. Soalnya tidak lagi harus susah-susah bongkar pasang barang-barang ke dalam koper. Tidak perlu menarik koper sambil lari-lari mengejar pesawat. Cukup bawa pakaian dan keperluan sehari-hari seadanya dalam satu tas dan berangkat! Kalau memang ada yang tertinggal, bisa kembali ke rumah dan ambil seberapa banyak pun. Praktis, kan?

4.Mengurangi drama dalam perjalanan. Kadang disadari atau tidak, liburan sering membuatmu stres. Ada saja drama yang mungkin terjadi saat liburan. Ketinggalan pesawat, pesawat delay, tersesat di destinasi tujuan, sampai kekurangan uang. Belum lagi persiapan liburan yang membutuhkan usaha ekstra.

Misalnya harus buat jadwal perjalanan, riset destinasi wisata, sampai anggaran biaya. Bisa jadi tiba-tiba tiket pada tanggal yang diinginkan habis atau kamu tidak kedapatan kamar hotel yang diinginkan.

Liburan ke luar kota atau luar negeri pasti menyenangkan. Cuma rasanya sulit kalau tidak benar-benar dipersiapkan. Soalnya tidak bisa spontan memutuskan untuk berlibur begitu saja. Sedangkan, salah satu keuntungan dari staycation adalah kamu bisa sesuka hati booking kamar hotel untuk besok atau bahkan hari ini! 

Lalu, langsung leha-leha di kolam renang atau pijat di fasilitas hotel. Setelah itu, tinggal berendam di bathtub air hangat dan menunggu waktunya makan malam.

5.Mudah berkumpul dengan orang-orang terdekat. Pastinya jadi tantangan tersendiri untuk mengumpulkan orang-orang terdekat dan pergi berlibur bersama. Terkadang memang  butuh mencocokkan jadwal mereka untuk bisa pergi dalam waktu bersamaan jika mau pergi ke destinasi yang berada di luar kota atau luar negeri.

Inilah juga manfaat dari staycation. Kita tidak perlu bersusah payah memesan tiket, menyewa transportasi di destinasi tujuan, atau berpikir dua kali mengajak mereka berwisata kuliner.

Berkumpul bersama keluarga atau teman-teman terdekat bisa semudah bersebelahan kamar hotel dan melakukan aktivitas bersama-sama selama beberapa hari. Kita bisa juga menyewa satu apartemen dengan beberapa kamar lalu menikmati suasana baru di luar rumah sendiri.

6.Staycation karena dilakukan dikota sendiri juga dapat lebih mengenal berbagai sisi ibukota. Mungkin jarang terlintas di pikiran untuk mencari tahu wisata apa saja yang menarik di kota tempat kita  tinggal dan bekerja.? Padahal kalau kamu punya waktu sedikit untuk berlibur di dalam kota, pasti ada saja penemuan-penemuan yang menarik. 

Misalnya saja berwisata kuliner ke tempat-tempat yang tidak pernah kamu lewati sehari-hari atau memasuki tempat hiburan yang selama ini jadi incaran, tapi tidak pernah ada waktu untuk berkunjung. 

Bisa juga hunting spot foto di daerah yang dipilih secara acak. Pasti ada saja  cerita seru yang bisa didapatkan tanpa perlu pergi ke pantai nan jauh di sana atau gunung yang perlu didaki seharian.

  1. Punya waktu berkualitas.

Saat berada di luar kota atau di luar negeri, kamu pasti lebih sering berada di luar ruangan untuk eksplorasi. Rasanya sayang kalau sudah buang uang banyak tidak mengunjungi banyak tempat, kan? Lalu kamu jadi harus ke sana-sini tanpa memikirkan kaki mungkin sudah pegal atau kamu belum ganti baju seharian. 

Jika berlibur ala staycation, kita bisa  jadi lebih bisa punya waktu berkualitas untuk diri sendiri dan orang-orang tercinta. tidak perlu memikirkan harus bangun jam berapa agar bisa berkeliling sesuai jadwal. Tidak perlu buru-buru menghabiskan makanan supaya bisa mencoba makanan lain setelahnya.

 

Ketika Pandemi Global Membawa Berkah Bagi Konservasi Laut Raja Ampat

this formate


Pulau Fam di Raja Ampat yang ditetapkan jadi kawasan konservasi  ( Foto:Tirto.ID)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Selalu ada hikmah di setiap musibah. Ketika pandemi global virus Corona melanda seluruh dunia ternyata membawa berkah bagi konservasi laut Raja Ampat, satu dari 10 destinasi prioritas di negri ini.

“Selama pandemi virus corona mewabah, ekologi di Raja Ampat pun membaik selama beberapa bulan belakangan. Tak ada lagi hiruk pikuk wisatawan di Raja Ampat sejak pembatasan perjalanan karena corona, berdampak positif terhadap lingkungan di Raja Ampat,” kata Mark Erdman, Vice President Asia-Pacific Field Division Conservation International.

“Ini juga cukup menarik, kita lihat terumbu karang dan mega fauna di Raja Ampat justru diberikan istirahat pada saat ada masa COVID-19. Di beberapa dive site yang dulu menjadi sangat crowded justru terumbu karang tumbuh dengan baik tanpa adanya divers atau snorkelers,” kata Mark lewat Webinar belum lama ini.

Mark juga mengungkapkan bahwa tingkat underwater noise, atau suara kebisingan dari kapal-kapal yang biasa mengangkut wisatawan berkurang. Hal tersebut membuat hewan-hewan laut yang sebelumnya bersembunyi pun muncul kembali.

“Bahkan dilaporkan, manta dan hiu bisa dilihat di air dangkal di tempat yang dulu banyak wisatawan lalu lalang. Paus dan lumba-lumba juga akan lebih senang, karena laut terhindar dari kebisingan,” lanjut Mark.

Saat pariwisata terhenti, otomatis laut di Raja Ampat menjadi sepi, bahkan masyarakat lokal yang bekerja di pariwisata beralih profesi sebagai pencari ikan dan berkebun.

Data Kementrian Kelautan Perikanan ( KKP) Raja Ampat pada Januari hingga Maret 2020, wisatawan domestik ada 514 orang dan wisarawan mancanegara 7076 sehingga total kunjungan pada periode mencapai 7590 orang.

Tahun lalu pada periode sama kunjungan wisatawan domestik mencapai 3.056 orang dan wisatawan internasional 25.131 orang sehingga total wisatawan yang datang adalah 28.187 orang. Sebagai suatu kawasan wisata bahari, Raja Ampat terbukti berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. 

Kepulauan Raja Ampat merupakan jantung segitiga karang dunia (Heart of The Coral Triangle) dan sudah diakui sebagai salah satu kawasan yang memiliki terumbu karang terbaik di dunia. 

Selain ekosistem terumbu karang, Raja Ampat juga memiliki hamparan padang lamun, hutan mangrove, pantai berpasir dan pantai tebing berbatu. Berbagai spesies lokal terancam punah ditemukan di kawasan ini, seperti penyu, hiu, paus, pari manta, dugong dan lumba-lumba. 

Kondisi ini menjadikan perairan Raja Ampat memenuhi syarat sebagai kawasan konservasi sekaligus sebagai kawasan destinasi pariwisata superprioritas bahkan Raja Ampat telah berkembang menjadi ikon pariwisata bahari Indonesia, menjadi daya tarik pelancong dunia.

Sebagai kawasan yang paling populer (the hottest spot) di negara ini, ditinjau dari sisi pariwisata bahari. Kalau tren peningkatan jumlah pelancong ini tidak berubah di masa yang akan datang, maka dalam sepuluh tahun ke depan, akan begitu banyak manusia yang mengunjungi Raja Ampat. 

Untuk menjaga keberlanjutan setiap potensi sumberdaya yang dimiliki, maka pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Raja Ampat perlu mengembangkan konsep ekowisata, yaitu pariwisata yang berwawasan lingkungan.

“Kita juga mendapat laporan bahwa penangkapan ikan makin mudah untuk beberapa masyarakat lokal di Raja Ampat. Saya pikir ini satu hal yang sangat postif, justru kita melihat bahwa konservasi laut daerah di Raja Ampat berfungsi dengan sangat baik untuk ketahanan pangan masyarakat lokal,” papar Mark.

Walaupun alam diberikan untuk istirahat selama kurang lebih dua bulan ini, Mark mengingatkan bahwa sektor pariwisata di Raja Ampat merupakan roda ekonomi yang harus digerakkan.

“Tentunya ini waktu untuk refleksi, saya lihat Raja Ampat diberikan kesempatan untuk merumuskan arah dan pengembangan pariwisata di Raja Ampat,” pungkas Mark.

Perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pariwisata di Raja Ampat memang besar dan masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas atau masuk dalam Program Prioritas Strategis dalam RPJMN 2020-2024.

Di tempat terpisah, Januari lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akan memprioritaskan dukungan terhadap lima destinasi super prioritas di tahun ini.

“Dalam pemikiran kami adalah pemikiran yang sesuai dengan visi presiden. Kami melanjutkan lagi enam tujuan wisata prioritas itu ada Raja Ampat, Wakatobi, Morotai, Tanjung Lesung, Tanjung Kalayang, dan Pulau Seribu, itu jadi prioritas,” ujar  Budi, 

Dukungan terhadap lima daerah pariwisata super prioritas yang dikerjakan saat ini harus rampung di tahun 2020 dan dukungan di tahun depan pun masuk dalam lima program prioritas di 2021. 

Selain pembangunan konektivitas transportasi mendukung sektor pariwisata, program lainnya ada di sektor logistik, daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (TPK), Ibu Kota Negara Baru (IKN), serta pengembangan SDM.

Baca Juga:

https://bisniswisata.co.id/new-normal-raja-ampat-mampukah-wujudkan-wisata-ekologis-dan-eksklusif/