Spanyol Selama Tertutup Untuk Turis Asing Kehilangan  7,1 Miliar Euro

this formate

Sebuah festival di kota Pamplona , Utara Spanyol.   untuk terselenggaranya festival running of Bulls tahunan dimana ada banteng yang dilepas. ( foto: linguaschool.com) 

MADRID, bisniswisata.co.id:  Spanyol telah mengumumkan rencananya untuk secara bertahap membuka perbatasan bagi wisatawan dari negara-negara yang dianggap paling aman dalam perang melawan pandemi COVID-19, mulai hari ini 22 Jun 2020.

Menurut juru bicara Kementerian Pariwisata,  di Madrid, tanggal yang ditentukan untuk membuka kembali perbatasan untuk pariwisata adalah 1 Juli 2020 karena penutupan perbatasan sudah menunjukkan konsekuensi tinggi bagi ekonomi dalam hal devisa pariwisata.

Mengutip tourism-review.com, di saat normal sektor pariwisata Spanyol  Maret -April menghasilkan lebih dari 7,1 miliar euro tahun 2019. Dari catatan bisniswisata, wisatawan Indonesia dalam perjalanan tour ke Eropa Barat umumnya juga singgah di Spanyol dan berkontribusi pada perolehan devisa negara itu.

Devisa pariwisata Spanyol seperti juga seluruh dunia  telah hilang antara pertengahan Maret, ketika perbatasan ditutup hingga 30 April. Lebih dari 2,9 miliar euro hilang selama Maret, dan sisanya sekitar 4,2 miliar selama  April 2020 setelah National Statistics Institute (INE) Spanyol mengkonfirmasikan bahwa penerimaan wisatawan internasional nol selama bulan-bulan itu.

 Ini berarti bahwa surplus perdagangan dipertaruhkan, yang telah menjadi konstan dalam ekonomi Spanyol sejak 2012 ketika negara itu akhirnya keluar dari resesi ganda berkat industri ekspor.  Secara khusus, di samping neraca perdagangan, pariwisata menyumbang 3,7% dari PDB pada 2019 menurut Bank Spanyol.

 Mempertimbangkan bahwa neraca pembayaran Spanyol (BoP) menunjukkan tahun lalu kapasitas pembiayaan 2,3% sebagai persentase dari PDB, ini berarti bahwa jika kerugian pariwisata diperpanjang atau pengunjung turun secara dramatis selama peak season yang baru saja dimulai, maka perdagangan surplus Spanyol bisa dalam bahaya.

 Dalam pengertian ini, negara dapat melihat akhir dari sejarahnya selama delapan tahun berturut-turut dengan kapasitas keuangan dari produk ekspor, sesuatu yang tidak terjadi sejak masa perkembangan.  Sejak itu, sering terjadi defisit komersial selalu diselesaikan melalui devaluasi atau rencana penyesuaian yang parah.

 Di satu sisi, karena “tingkat pembatasan perjalanan”, dan, di sisi lain, karena persepsi risiko yang mungkin dimiliki para wisatawan tentang pandemi, yang dapat mengarah “pada penerapan langkah-langkah jarak sosial sukarela oleh  calon wisatawan “. 

Tak heran Spanyol dan Jerman bekerja bersama dalam pilot project wisata New Normal baru di Pulau Balearic di Majorca, Spanyol  yang telah menyambut pengunjung pertamanya dalam tiga bulan terakhir iini. Lewat kerjasama itu, wisatawan Jerman  berbondong-bondong berjemur matahari ke pantai Balearic, Spanyol.

Bacajuga:

https://bisniswisata.co.id/pariwisata-mulai-bangkit-turis-jerman-mencari-sinar-matahari-hingga-ke-spanyol/

Meski demikian, Bank Spanyol meragukan kemampuan negara itu untuk mendapatkan kembali wisatawan, terutama ketika negara-negara lain yang bersaing dengan Spanyol dalam kategori matahari dan pantai, seperti Yunani atau Portugal, menunjukkan catatan kesehatan yang lebih baik.

Perlu juga dicatat bahwa 83,7 juta wisatawan tiba di Spanyol tahun lalu, dan meskipun ada tingkat stagnasi tertentu (kenaikan 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya), pendapatan tumbuh tiga kali lipat (3,2%). Kontibusi pada dasarnya dari wisatawan yang justru bukan asal negara-negara Uni Eropa. 

Selain itu, 40 juta  dari 83 juta wisatawan yang mengunjungi Spanyol tahun lalu berasal dari Inggris (18 juta), Prancis dan Jerman (masing-masing 11 juta).  Oleh karena itu, Spanyol sangat tergantung pada negara-negara ini, yang juga sangat dipengaruhi oleh pandemi (kurang dalam kasus Jerman).

 Mengganti turis-turis ini dengan orang lain dari berbagai kebangsaan, dalam hal apa pun, tidak mungkin, karena pasar-pasar berikut terdiri dari negara-negara Nordik, yang tahun lalu diwakili untuk Spanyol sedikit lebih dari 5,5 juta pelancong menurut survei pergerakan wisatawan.

Bagi Spanyol, musim antara Juni dan September sangat penting.  Dari hampir 84 juta kedatangan tahun 2019, lebih dari 38 juta melintasi perbatasan pada bulan-bulan tengah tahun, sayangnya untuk tahun ini , pandemi masih akan menjadi masalah.  

Beberapa ahli percaya bahwa ini adalah alasan mengapa pemerintah Spanyol, sadar akan dampaknya terhadap perekonomian dan memutuskan untuk mempercepat fase berbeda dari rencana de-eskalasi.

Kebijakan ini tidak mengejutkan ketika memperhitungkan bahwa pariwisata (dalam hal PDB dan termasuk GNP) menghasilkan 147.946 juta euro pada 2018, yang mewakili 12,3% dari PDB.  

Sedangkan untuk pekerjaan, pariwisata, langsung dan tidak langsung, mempekerjakan 2,62 juta orang;  dengan kata lain, 12,7% dari total populasi karyawan Spanyol.

 

Berwisata Pulihkan Bisnis Travel & Tourism Tapi Jangan Lengah & Harus Disiplin

this formate

Wisata alam, salah satu sustainable tourism yang disukai pasca COVID-19. ( Foto: Kemenparekraf)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Dua wanita berpengaruh di bidang industri wisata , Gloria Guevera. President & CEO WTTC dan Sumaira Issacs, CEO World Tourism Forum Institute menyatakan tidak salah untuk mengharapkan dan bersikap antusias dimulainya kembali kegiatan perjalanan ( traveling) saat ini.

“Selain restart pariwisata tujuannya untuk pemulihan ekonomi  global, namun  kami tetap mengingatkan pentingnya memulai kembali bisnis travel & tourism dengan mengikuti protokol kesehatan sesuai standar global dan secara individu juga jangan lengah karena kita masih hidup di era pandemi COVID-19,” kata Sumaira Issacs dalam satu webinar dengan Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC)  belum lama ini.

Sedangkan Gloria mengatakan World Travel & Tourism Council ( WTTC) menyambut baik pembukaan kembali perbatasan dan pelonggaran pembatasan perjalanan di seluruh Eropa. Dia juga memuji rekomendasi Komisi Eropa (EC) kepada Negara-negara Anggota Schengen untuk mencabut  semua kontrol perbatasan internal pada 15 Juni dan pelancong internasional mulai 1 Juli 2020.

” Ini membantu pelancong merencanakan liburan Eropa mereka.Langkah penting ini akan membantu mendorong para wisatawan untuk mulai bepergian lagi, memberikan dorongan vital bagi sektor travel & tourism  dan memulai pemulihan ekonomi global yang sangat dibutuhkan,” kata Gloria yang tampil di webinar berbeda bersama Sapta Nirwandar di era Work from Home ini.

Dia mengikuti rekomendasi Komisi Eropa dan mengokordinasikan upaya untuk memulihkan zona Schengen yang berfungsi secepat mungkin. “Kami didorong untuk melihat Spanyol dan Jerman bekerja bersama dalam rencana pilot wisata baru dan melihat perkembangan wisatawan ke Pulau Balearic di Majorca trlah menyambut pengunjung pertamanya dalam tiga bulan terakhir ini,” ungkapnya.

Inisiatif baru ini membuat semua penumpang dan wisatawan yang datang dari Jerman menerima tes suhu pada saat kedatangan. Langkah ini menjadi pergerakan penting oleh dua destinasi unggulan Eropa ini dan merupakan langkah signifikan menuju pemulihan.

” Hal ini  penting bagi negara lain menerapkan tindakan serupa yang akan memulai sektor Perjalanan & Pariwisata ( Travel & tourisn) dan menyelamatkan jutaan mata pencaharian yang bergantung pada sektir pariwisata,” kata Gloria Guevara.

Dia menjelaskan bahwa selama 2019, Travel & Tourism bertanggung jawab atas 22,6 juta pekerjaan, atau 11,2% dari total tenaga kerja UE.  Ini juga menghasilkan € 1,319 miliar PDB, atau 9,5% untuk ekonomi UE, tumbuh sebesar 2,3% dari tahun sebelumnya.

Gloria Guevera. President & CEO WTTC ( kiri) dan Sumaira Issacs, CEO World Tourism Forum Institute

Sumaira Isaacs, mantan artis dan pengusaha yang berpengalaman 25 tahun di industri pariwisata menyarankan agar trend New Normal disikapi dengan hati-hati karena penduduk global masih hidup bersama virus COVID-19.

“Ketika destinasi dan obyek obyek wisata mulai dibuka dinegara Anda, prinsipnya yang berlaku adalah lebih dekat ke rumah akan lebih baik sehingga perjalanan liburan untuk jangka waktu dekat slogannya  #Lebih aman ke rumah,” kata Sumaira.

Sumaira Isaacs yang oleh organisasinya juga menjadi Chief Executive Officer for Global Tourism Forum ini menggambarkan psikologi perjalanan wisata jangka pendek, adalah yang paling pasti, yang juga dapat merujuk pada pola perjalanan bisnis.  

“Tujuan perjalanan bisnis sebagian besar ditandai dengan “kebutuhan” daripada “keinginan.”. Tidak salah untuk mengharapkan antusias dimulainya kembali kegiatan perjalanan selama waktu ini tapi tetap jangan lengah.

Sejarah telah memberikan  panduan tentang bagaimana pemulihan akan terjadi.  Masalah perbandingan adalah skala pandemi ini dan bahaya yang telah ditimbulkan dengan terjadinya resesi ekonomi yang menyeluruh dan terjadi di berbagai belahanbelahansecara bersamaan seperti COVID-19 saat ini.

Organisasi IATA memiliki peta yang menunjukkan bagaimana jumlah penumpang menurun dan pulih selama wabah SARS 2003 (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa, dengan 774 kematian, 8.096 orang di seluruh dunia memiliki diagnosis SARS yang dikonfirmasi. ” Mari kita setujui COVID-19 adalah kejadian terdasyat yang telah menyebabkan hampir semua industri perjalanan ditutup di seluruh dunia,”  kata Sumaira sambil mengingatkan organisasi kesehatan dunia WHO pada 11 Maret 2020 menetapkan COVID-19 sebagai pandemi.

Katakanlah ini dalam grafik Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional yang disingkat IATA mencerminkan hari ke nol.  Untuk epidemi SARS lalu  perjalanan mulai pulih tiga hingga empat bulan setelah krisis dimulai maka hal  ini sama dengan Juni dan Juli untuk 2020.

Belajar dari pengalaman seperti SARS dimana bisnis bisa kembali setelah 4 bulan, maka besarnya akibat wabah COVID-19, maka hal ini tidak mungkin terjadi.

“Industri penginapan mungkin melakukan upaya bersama untuk mendorong pemesanan di bulan Agustus 2020  karena keinginan untuk mendapatkan bagian terakhir dari musim panas,” kata Sumaira.

Kecemasan karena terlalu jauh dari rumah dan ketakutan bepergian normal-normal saja karena orang akan berfikir jika terjadi sesuatu seperti kecelakaan di luar negri apa ada kemampuan untuk kembali ke negara asal seseorang di tengah kondisi lalu dimana wisatawan tidak bisa pulang akibat pandemi global ini.

“Tanda-tanda pertama dari peningkatan permintaan travel & tourim dapat dilihat untuk perjalanan dengan mobil, kereta komuter dan penerbangan yang lebih pendek.

Permintaan tertinggi juga dapat dilihat dari hotel, rental akomodasi tempat  liburan, sewa mobil transfer bandara dan acara tamasya yang menargetkan sektor-sektor tersebut.

Pengalaman wisata perkotaan yang padat penduduk tidak akan umum, terutama saat ini yang berisiko tinggi untuk keramaian dan ruang publik seperti butuh transit subway.  Wisatawan akan mengaitkan kesehatan yang baik dengan memilih pedesaan dan wisata  alami ( sustanaible tourism).

Dua wanita dengan kedudukan penting diorganisasi dunia ini tentu saja mendukung pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara. Intinya, berwisata Pulihkan bisnis travel & tourism tapi jangan lengah dan harus disiplin.

 

Hari Pertama CFD, Jalan Sudirman Dijaga Ketat Petugas Gabungan

this formate
JAKARTA, bisniswisata.co.id – Hari pertama Car Free Day ( CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jenderal Jalan Sudirman, Jakarta, pada masa pandemi COVID19 dikawal ketat petugas gabungan. Petugas gabungan itu terdiri dari Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun Twitter Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, petugas gabungan itu bakal mengawasi aktivitas warga di sekitar CFD sesuai protokol kesehatan virus Corona atau Covid-19. Petugas gabungan itu bakal menjaga wilayah CFD hingga acara itu selesai pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pada pelaksanaan CFD pertama di masa transisi PSBB ini akan dilakukan pemisahan lajur jalan untuk pesepeda, olahraga lari, dan jalan kaki.

Adapun rincian pemisahan lajur tesebut sebagai berikut:
1. Bagi pesepeda disiapkan 3 lajur paling kanan, olahraga lari disiapkan 1 lajur paling kiri, dan trotoar bagi pejalan kaki.
2. Pada segmen jalan dimana hanya terdapat 3 lajur, maka 2 lajur digunakan untuk jalur pesepeda, 1 lajur untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar.
3. Pada segmen jalan di simpang Flyover Karet, 2 lajur sebelah kanan digunakan untuk pesepeda dan 1 lajur paling kiri untuk olahraga lari, dan pejalan kaki diarahkan untuk menggunakan trotoar.
4. Pada segmen Simpang Susun Semanggi, 2 lajur sebelah kanan disiapkan untuk pesepeda, bagi olahraga lari, dan pejalan

Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Koridor Perjalanan Wisata Bersama

this formate

Dear Rekan-rekan Media,

 

Indonesia-Malaysia Sepakat Kembangkan Koridor Perjalanan Wisata Bersama

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia dan Malaysia sepakat bekerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya membangun kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masing-masing negara yang begitu terpukul akibat pandemi COVID-19 salah satunya dengan menbangun koridor perjalanan wisata bersama.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Bekraf Nia Niscaya saat menjadi pembicara tamu dalam Talkshow Network Industry Travel bersama dengan Menteri Pariwisata, Seni & Budaya Malaysia, Dato’ Sri Nancy Shukri yang membahas Regional Tourism Collaborative Opportunities Post COVID-19“, Jumat malam, mengatakan Malaysia merupakan salah satu mitra penting bagi pariwisata Indonesia.

Malaysia selama ini menjadi salah satu negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Indonesia. Tercatat pada 2019 sebanyak 2,09 juta wisatawan asal Malaysia berkunjung ke Indonesia.

“Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah yang panjang dalam kerja sama di berbagai sektor, terutama pariwisata. Sehingga sangat penting bagi kami untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama dalam upaya bersama bangkit dari COVID-19,” kata Nia Niscaya.

COVID-19 membawa perubahan mendasar bagi wisatawan dalam melakukan bepergian ke depannya. Untuk bepergian antarnegara, wisatawan akan cenderung lebih memilih bepergian dalam perjalanan dengan waktu yang tidak terlalu lama (short haul). Berdasarkan hal tersebut, Malaysia menjadi salah satu mitra potensial untuk dapat kembali menumbuhkan perjalanan wisatawan antarnegara.

Nia menjelaskan, kerja sama yang bisa dijalankan adalah bagaimana mendapatkan kepercayaan dunia bahwa kedua negara ini telah berhasil mengontrol penyebaran virus corona dan sepakat untuk menciptakan sebuah koridor perjalanan.

“Kita harus dapat memastikan penanganan COVID-19 di masing-masing negara telah teratasi dengan baik. Hal ini penting untuk dapat menimbulkan rasa kepercayaan wisatawan dari masing-masing negara fokus pasarnya. Trust is the new currency dalam masa kenormalan baru,” kata Nia.

Kemenparekraf telah menyiapkan handbook yang mengacu kepada standar global sebagai panduan teknis untuk pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Handbook ini merupakan turunan yang lebih detil dari protokol yang sedang disusun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan masukan dari Kemenparekraf untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan diterapkannya protokol ini dengan baik, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan. Hal ini sangat penting karena _gaining trust_ atau confidence adalah kunci dalam percepatan pemulihan, jadi harus sangat diperhatikan dan diimplementasikan.

“Penerapan protokol Cleanliness, Health and Safety (CHS) menjadi program penting yang saat ini tengah dijalankan. Sehingga saat nantinya gerbang antarnegara dapat dinyatakan dibuka, kepercayaan wisatawan akan faktor-faktor tersebut dapat terjaga dengan baik,” kata Nia Niscaya.

Hal senada dikatakan Menteri Pariwisata, Seni & Budaya Malaysia, Dato’ Sri Nancy Shukri. Menurutnya Indonesia dan Malaysia harus dapat meningkatkan kerja sama untuk dapat meningkatkan sektor pariwisata kedepan.

Untuk saat ini Malaysia masih akan lebih fokus dulu terhadap pasar domestik dengan berbagai program yang akan dijalankan. Selaras dengan penerapan protokol kesehatan yang juga akan dijalankan dengan ketat.

“Sektor pariwisata harus dapat beradaptasi dengan baik untuk dapat meningkatkan kembali kepercayaan wisatawan agar dapat melakukan perjalanan dan tinggal lebih lama ke banyak destinasi,” kata Dato’ Sri Nancy.

Ia mengatakan Malaysia mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan akan memanfaatkan berbagai platform digital untuk dapat menjalankan protokol kesehatan, pengawasan, serta promosi.

“Malaysia sangat menikmati hubungan kerja sama yang terjalin dengan Indonesia selama ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkannya ke depan,” kata Dato’ Sri Nancy.

m

Thai Lion Air Menambah Penerbangan Untuk Rute Domestik

this formate

Thai Lion Air tingkatkan penerbangan domestik (Foto:Business Insider)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Thai Lion Air mulai meningkatkan operasional penerbangan untuk rute domestik. Chairman of the Board Thai Lion Air, Darsito Hendro Seputro mengatakan, bahwa setiap penumpang mendapat bagasi cuma-cuma 20 kilogram.

Namun maskapai tersebut tak menyediakan kudapan, “Thai Lion Air tidak menyediakan penjualan makanan ringan, minuman dan makanan berat,” katanya, Jumat, 19 Juni 2020.

Darsito menambahkan, bahwa penumpang tidak diizinkan membawa makanan sendiri untuk dikonsumsi selama perjalanan udara. “Thai Lion Air menjalankan operasional penerbangan sesuai standar operasional prosedur (SOP) berdasarkan aturan,” ujarnya dikutip Tempo.co

Dalam penerbangan domestik itu, Thai Lion Air melakukan pencegahan virus corona (Covid-19) dengan penyemprotan cairan pembunuh kuman sesuai prosedur yang berlaku. “Thai Lion Air sudah beroperasi secara normal, yang dibangun adalah bentuk kesadaran dari perusahaan, penumpang dan awak pesawat mengenai protokol kesehatan,” katanya.

Penerbangan domestik Thai Lion Air telah kembali beroperasi, sejak Jumat, 1 Mei 2020. Saat kembali beroperasi, Thai Lion Air buka untuk enam tujuan domestik satu kali setiap hari, yaitu Bangkok, Chiang Mai, Surat Thani, Ubon Ratcahani, Nakhon Si Thammarat, Hat Yai.

Kini layanan penerbangan telah ditingkatkan untuk rute domestik dari Bangkok, Bandara Internasional Don Mueang. Berikut tujuannya: 

  • Chiang Mai, Bandara Internasional Chiang Mai, Thailand Utara (CNX), 3 kali per hari
  • Surat Thani, Bandara Internasional Surat Thani, Distrik Phunphin (URT), 3 kali per hari
  • Ubon Ratcahani, Bandara Ubon Ratchathani (UBP), 1 kali per hari
  • Nakhon Si Thammarat, Bandara Nakhon Si Thammarat (NST), 2 kali per hari
  • Hat Yai, Bandara Internasional Hat Yai (HDY), 4 kali per hari
  • Chiang Rai, Bandara Internasional Mae Fah Luang (CEI), 3 kali per hari
  • Phitsanulokt, Bandara Phitsanulokt (PHS), 1 kali per hari
  • Khon Khaen, Bandara Khon Kaent (KKE), 2 kali per hari
  • Udonthani, Bandara Internasional Udonthani (UTH), 2 kali per hari
  • Krabi, Bandara Krabi (KBV), 2 kali per hari
  • Tambon Khok Lo, Mueang Trang, Bandara Trang (TST), 2 kali per hari
  • Phuket, Bandara Internasional Phuket (HKT), 3 kali per hari,
  • Adapun rute U-Tapao, Bandara Internasional U-Tapao-Rayong-Pattaya (UTP) ke Chiang Mai memiliki frekuensi 2 kali per-pekan.

Obyek Wisata Jakarta Buka Untuk Umum Kecuali Balita, Ibu Hamil dan Lansia 

this formate

Wisatawan lokal di Dunia Fantasi Ancol mengenakan masker selama berwisata. ( Foto: Alfan Noviar) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejumlah pusat rekreasi di Jakarta kembali dibuka hari ini seperti Kebun Binatang Ragunan, Taman Impian Jata Ancol. Selain daftar online baik petugas dan masyarakat yang berwisata harus memperhatikan protokol kesehatan. 

“Disiplin tidak hanya untuk pengunjung saja tapi juga untuk pihak manajemen dan karyawan. Dalam penerapan New Normal untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pelaku usaha harus disiplin,” kata Cucu Ahmad Kurnia, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI mengingatkan.

“Per hari ini,  20 Juni 2020 adalah  kesepakatan kami bersama dengan pelaku usaha untuk membuka kembali obyek wisara andalan DKI Jakarta.  Mereka harus batasi kapasitas 50% dan pasang pakta integritas yang harus dilaksanakan. Bila mereka melanggar akan ada sanksi sesuai peraturan,” ujar Cucu hari ini dalam Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Parekraf secara live streaming.

Kebun Binatang Ragunan tutup sementara selama kurang lebih tiga bulan, sejak 14 Maret, untuk mencegah penyebaran virus Corona,  merujuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 51 Thun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

“Pembukaan kembali Kebun Binatang Ragunan fase pertama dimulai tanggal 20 Juni sampai dengan 28 Juni 2020,” kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi Ragunan, Ketut Widarsana, dikutip Antara.

Sejumlah aturan baru diterapkan untuk mencegah penularan virus Corona saat Ragunan beroperasi pada PSBB masa transisi. Diantaranya pembatasan itu dilakukan dengan cara pengunjung diwajibkan mendaftar secara daring terlebih dahulu untuk mendapatkan tiket masuk.

“Jumlah pengunjung maksimal 1.000 orang per hari Selasa sampai dengan Minggu. Hari Senin tetap diberlakukan hari libur satwa (tidak menerima kunjungan),” kata Ketut.

Setelah mendaftar tiket secara daring, pengunjung taman margasatwa yang merupakan lembaga konservasi alam dengan luas 147 hektar serta koleksi satwa sebanyak 2.288 ekor dan jumlah pohon kurang lebih 50.000 pohon. Untuk melakukan verifikasi pendaftaran daring di loket yang dibuka dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

Jam operasional kunjungan di Ragunan mulai dibuka pukul 08.00 sampai dengan 13.00 WIB. “Akses masuk pengunjung dibuka hanya melalui pintu utara di Jalan Harsono RM dan pintu barat di Jalan Kavling Polri Cilandak KKO,” kata Ketut.

                      Jerapah di Jebon Binatang Ragunan

Selain itu, Ragunan mewajibkan pengunjung memakai masker wajah dan membawa hand sanitizer sendiri, dan tidak dalam kondisi sakit. Ragunan melarang anak dan ibu hamil untuk berkunjung dalam periode ini.

Akibat penutupan sementara itu, jumlah pengunjung Ragunan turun drastis. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir rata-rata jumlah pengunjung mencapai 5.000.000 orang per tahun.

Sementara itu,  Corporate Communications PT Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan, destinasi wisata Ancol telah resmi dibuka hari ini. Ada beberapa hal yang sangat diperhatikan pihaknya dalam kondisi New Normal.

“Pertama adalah kapasitas yang disediakan hanya 50% demi para pengunjung bisa menjaga jarak satu sama lain. Slogan kami kini Senang, Selamat, Bareng Bareng (SSBB) untuk pengunjung. Kami terus pantau animo masyarakat,” kata Rika

Pihaknya Fokus menjaga protokol kesehatan khususnya tingkat kepadatan pengunjung. Dunia Fantasi juga sudah dibuka. Beberapa aturan teknis lainnya adalah pengunjung belum bisa melakukan aktivitas renang di beberapa wahana seperti sebelumnya.

Pada jam operasional sejumlah wahana mengalami penyesuaian seperti Dunia Fantasi buka pukul 10.00-17.00 WIB, Ocean Dream Samudera dan Sea World Ancol pukul 09.00-17.00 WIB.

 “Tidak diperkenankan untuk aktivitas berenang di pantai. Begitupun halnya dengan Dunia Fantasi, Sea World Ancol, dan Ocean Dream Samudera juga akan dibatasi jumlah pengunjung setiap harinya,” tambah Rika.

Selain itu manajemen juga menetapkan bahwa pengunjung dengan usia tertentu juga tidak diperkenankan masuk kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Prioritas untuk pengunjung juga dibatasi hanya untuk warga DKI Jakarta pada saat ini. 

“Untuk usia di bawah lima tahun kemudian di atas 50 tahun dan ibu hamil tidak diperkenankan rekreasi ke Ancol,” sambungnya.

 

Islandia Kini Seakan Tak Pernah Dihantui Virus Corona

this formate

Islandia terbuka lebar bagi Pelancong (Foto: WFSB)

ISLANDIA, bisniswisata.co.id: Bar dan restoran penuh. Orang keluar rumah untuk  memanjakan diri. Tempat wisata geologi yang spektakuler terbuka lebar bagi pelancong. Siapa pun yang menjambangi Islandia sekarang akan merasa laksana virus Corona tak pernah meneror di sana. 

Bagi mereka yang datang dari negeri yang masih menjalankan kebijakan lock-down, kenormalan saat makan siang di kafe Reykjavik yang ramai sama mendebarkannya dengan berdiri di tepi jurang air terjun Gullfoss.

Ada bonus tambahan bagi mereka yang melawat ke negeri ini sekarang. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang senantiasa ramai, negeri ini kini lengang. Jadi,  wisatawan bisa leluasa menikmati alam Gullfoss, air panas Geysir yang eksplosif, serta yang lain. 

Ini semua bukan karena Islandia kebal terhadap Covid-19. Awalnya, virus berbiak di negera mungil Eropa Utara yang berpenduduk cuma sekitar 360-an ribu jiwa. Tapi, berkat aturan pelacakan dan penelusuran yang ketat,  bibit penyakit mematikan itu bisa disingkirkan sehingga perbatasan negara dapat dibuka kembali sejak 15 Juni kemarin.

Dua hari berselang, pada 17 Juni, Islandia merayakan hari nasionalnya dengan perhelatan seperti sebelumnya. Kala itu warga berhimpun di jalan-jalan Nordik yang indah. Tak ada wajah bermasker atau jarak sosial saat Perdana Menteri Katrin Jakobsdóttir tampil dan bicara di hadapan khalayak ramai. 

Deteksi Ketat

Sebelum menginjakkan kaki di Islandia,  pelancong harus mengenakan masker selama di pesawat  dan di pelataran Bandara Keflavik. Sesudah mendarat, mereka mengantri untuk pendeteksian hidung dan tenggorokan untuk memastikan semuanya bebas virus Corona. 

Ini bisa jadi merupakan pengalaman yang tak enak. Nanti semua orang akan di arahkan ke sebuah bilik. Di sana dua petugas yang berpakaian pelindung-medis lengkap menggunakan pipet plastik panjang untuk merengkuh wilayah yang lebih jauh dari yang Anda bayangkan,  guna mengambil sampel.

Sejak 1 Juli, hari pertama Islandia membuka diri ke Zona Schengen Eropa, pelancong harus membayar U$114 untuk proses pemeriksaan ini. 

Hasil pemeriksaan, dalam bentuk teks, akan datang beberapa jam berselang. Jika positif, pengunjung harus masuk karantina 14 hari, terlepas dari apa pun tujuan perjalanannya. Ada pilihan bila pengunjung hendak melanjutkan pemeriksaan atau langsung saja masuk karantina. 

Jika hasil test negatif, pengunjung boleh menikmati Islandia sepuasnya tanpa batasan. Seperti pada akhir pekan ini, umpamanya: mereka bisa langsung berangkat dari bandara ke spa panas bumi Blue Lagoon yang jaraknya beberapa kilometer saja. 

Semula Islandia salah satu negara yang paling tinggi tingkat infeksinya di Eropa yakni 513 kasus per 100.000; di Inggris 450 per 100.000.  Hebatnya,  sistem pemeriksaan dan pelacakan yang diterapkan pemerintah sangat efektif sehngga tingkat kematin akibat virus di sana terendah sedunia: 3 per 100.000 orang; sementara di Inggris 440 per 100.000. 

Kári Stefánsson, CEO dari deCODE, laboratorium swasta di Reykjavik yang menangani semua pemeriksaan di Islandia mengatakan kepada CNN bahwa sebagian keberhasilan mereka itu berkat upaya pengidentifikasian. Mereka mencermati ciri regional yang diperlihatkan mutasi virus yang berasal dari pelbagai kawasan dunia. 

“Ketika sebuah virus berpindah ke kawasan baru,  ia mulai bermutasi secara acak karena sudah mengurutkan virus yang masuk ke Islandia, kami langsung dapat menentukan dari mana asal mutasi,” jelas Stefánsson.

Begitupula, bisa menelusuri pembiakannya di tengah masyaratkat.Data tersebut diteruskan ke otoritas kesehatan agar dipakai untuk menelusuri siapa pun yang mungkin terkena virus, tambahnya.

 

Thailand Kucurkan Dana Stimulus US$ 718 Juta untuk Gerakan Wisata Domestik

this formate

Bangkok terkenal dengan wisata di Sungai Chao Phraya ( Foto: unsplash.com/@evankrause)

BANGKOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Thailand telah menyetujui stimulus pariwisata domestik sebesar 22,4 miliar baht (US $ 718 juta), sebagai bagian dari upaya untuk meredakan dampak pandemi COVID-19 dan mempercepat pemulihan di sektor travel & tourism 

Paket stimulus diusulkan oleh Kementerian Pariwisata dan Olahraga dan Kementerian Keuangan (Depkeu), dan terdiri dari tiga paket yang ditujukan untuk personel garis depan, tamu hotel dan mereka yang menggunakan transportasi domestik untuk bepergian.

Dikutip dari Bangkok Post, disebutkan bahwa hingga saat ini, belum ada rencana konkret yang disusun mengenai kapan wisatawan internasional akan diizinkan kembali masuk ke Thailand yang membuat para kepala DMC setempat frustrasi.  Dengan petunjuk bahwa travel bubble tidak dilaksanakan pada bulan Juli. 

Travel bubble adalah ketika dua atau lebih negara yang berhasil mengontrol virus corona sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung atau koridor perjalanan.

Tampaknya pemerintah Thailand telah menempatkan kedatangan wisatawan  asing bukan prioritas malah mengalihkan fokus pada wisata domestik menghidupkan kembali pariwisata dengan tiga paket insentif  dari Juli hingga Oktober tahun ini.

Subsidi liburan

Paket Dukungan Moral senilai 2,4 miliar baht akan mendanai perjalanan liburan 1,2 juta personel medis garis depan, sukarelawan kesehatan masyarakat, dan pejabat rumah sakit kecamatan.  Subsidi ini dibatasi pada 2.000 baht per wisatawan selama minimal 2 hari dan 1 malam untuk perjalanan yang dipesan melalui agen yang berpartisipasi.

Semua warga negara Thailand lainnya yang berusia 20 tahun ke atas akan memenuhi syarat untuk paket ‘Perjalanan Bersama’ yang dikucurkan sebanyak 18 miliar baht, dimana pemerintah akan mendanai 40 persen dari tarif menginap semalam di hotel-hotel yang berpartisipasi, maksimal 3.000 baht per malam selama tidak lebih dari lima malam.  

Subsidi akan berlaku untuk lima juta room night pertama yang memenuhi syarat yang dipesan di luar provinsi asal pelancong.  Paket ini juga termasuk subsidi, maksimal 600 baht per kamar, per malam untuk layanan lain, termasuk F&B terkait.

Dua miliar baht lainnya telah dialokasikan untuk paket ketiga, ‘Perjalanan Berbagi Kebahagiaan’, untuk mensubsidi tarif penerbangan domestik, tarif bus antar provinsi, dan biaya sewa mobil untuk dua juta orang.  Subsidi akan mencakup 40 persen dari biaya, tetapi dibatasi pada 1.000 baht per wisatawan.

Paket ini diharapkan dapat merangsang 100 juta perjalanan domestik dan memberi manfaat bagi 36.755 operasi F&B dan 24.700 akomodasi yang berpartisipasi dalam industri perhotelan.

 Dengan skema ini, pemerintah berharap untuk memberi insentif kepada orang Thailand yang seharusnya bepergian ke luar negeri untuk memilih petualangan lokal dan penerimaan domestik dapat menutupi kerugian devisa dari pariwisata

 Wisarawan Thailand menghabiskan 400 miliar baht untuk bepergian ke luar negeri pada 2019 – dan pemerintah berharap dapat menangkap 75 persen dari jumlah itu dalam penerimaan domestik tahun ini.

 Pada tahun 2019, Thailand mendapat 18 persen dari PDB pariwisata, dan pengeluaran perjalanan domestik mencapai sekitar enam persen dari total itu, sekitar satu triliun (dari tiga triliun) baht devisa pariwisata.

Pemerintah berharap mendapatkan setidaknya 900 miliar baht dari perjalanan domestik tahun ini, yang hampir akan menyaingi pendapatan pariwisata 2019 sebesar 1,28 triliun baht yang dihasilkan oleh kota-kota utama Thailand.

 Hotel yang ingin bergabung dengan program ini dapat mendaftar di Bank Thailand Krung milik negara, sementara wisatawan yang memenuhi syarat dapat mendaftar melalui aplikasi Bank Krungthai (KTB) untuk mendapatkan voucher elektronik.  

Tahun lalu, pemerintah Thailand juga mengeluarkan subsidi pariwisata domestik melalui aplikasi KTB, yang terbukti sangat populer sehingga aplikasi tersebut sempat macet dalam beberapa jam setelah peluncuran programnya.

 

Safri Burhanudin: Pariwisata Geopark RI adalah  Pariwisata Berkelanjutan

this formate

Pemandangan Geopark Banyuwangi dengan kawah Ijen, Jawa Timur.( Foto: Pinterest)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengembangan berbagai Geopark di Indonesia yang terus dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah kegiatan pariwisata yang berkelanjutan, kata Safri Burhanudin, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves. 

” Sustanaible Tourism arsu pariwisata berkelanjutan berbasis alam bukan untuk dieksploitasi tapi justru mekestarika alam,” ujarnya dalam forum virtual, Pengembangan Geopark, dihelat pada kemarin (18/06/2020)

Menurut analisa para pengamat, ujarnya, wisatawan yang mengunjungi wisata alam cenderung bertambah akibat dampak pandemi covid-19 ini. Berarti fasilitas dan segala sesuatunya harus dibenahi dan  pengelola Geopark dapat membangun infrastruktur lebih baik lagi. 

Pariwisata yang berkelanjutan dan bukan mengeksploitasi karena itu saatnya menentukan jumlah berapa orang wisatawan yang boleh masuk itu diatur. Dalam pariwisata Geopark, aspek pelestarian alam adalah yang utama dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. 

“Artinya alamnya tidak terganggu, budayanya tidak terganggu dan segala isinya tidak terganggu. Kalau misalkan di kemudian hari hal-hal tersebut terganggu, maka kami nyatakan pariwisata itu gagal,” jelasnya. 

Sementara itu, Plt Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Kosmas Harefa menjelaskan mengenai apa saja yang tengah dilakukan oleh Kemenko Marves untuk turut mengawal pengembangan Geopark di Indonesia.

“Kami sedang mengawal berbagai ketentuan terkait Geopark di Indonesia. Apa yang kami lakukan sekarang adalah tetap memberikan dukungan kepada pengembangan Geopark Indonesia ke depan. Geopark ini sangat luar biasa kontribusinya terhadap perekonomian kita, demikian juga untuk kontribusi terhadap sektor pariwisata yang sekitar 35 persen,” jelas Kosmas. 

Ia juga mengatakan, Kemenko Marves juga terus melakukan rapat-rapat intensif lintas kementerian/lembaga, dalam rangka penyiapan seluruh destinasi wisata di era New Normal. “Termasuk di dalamnya penyiapan destinasi berbentuk alam dan satu di antaranya adalah Geopark,” ujarnya. 

Sebagai informasi, Menko Marves Luhut B. Pandjaitan sebelumnya telah ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI). 

Indonesia adalah rumah bagi wisata alam dan  menjadi tuan rumah pertemuan bagi beberapa Geopark yang diresmikan oleh UNESCO, dan kebanyakan dari mereka dipenuhi oleh wisatawan.

Geopark atau Geological Park adalah wilayah dengan unsur geologi yang sangat kaya, di mana semua pihak wajib menjaga, menggunakan, dan mengembangkan semua warisan alam yang terkandung di dalamnya termasuk nilai-nilai dalam ekologi, arkeologi, sosiologi, dan termasuk seni dan budaya. 

Indonesia memiliki sekitar 15 Geopark yang sangat menakjubkan dan 7 di antaranya adalah, Gunung Rinjani NTB, Danau Toba Sumatera Utara, Gunung Batur Bali, Ciletuh Pelabuhanratu di Jawa Barat, Merangin di Jambi, Gunung Sewu di Yogyakarta, dan Banyuwangi Geopark di Jawa Timur.

 

Angkasa Pura I Siap Dengan Prosedur New Normal di 15 Bandara, Traffic Ngurah Rai di Posisi 8

this formate

Faik Fahmi ( kiri) saat mendampingi Kemenparekraf di Bandara Ngurah Rai, Bali yang sudah melayani jalur penerbangan domestik.

MANGUPURA, Bali, bisniswisata.co.id: Traffic penumpang domestik di Bandara Ngurah Rai Bali di bawah pengelolaan Angkasa Pura 1 pada periode 1-15 Juni 2020 mencapai 8.116 orang dengan 260 penerbangan. Jika dibandingkan dengan trafik bandara Angkasa Pura I lainnya pada periode yang sama maka jumlah ini berada pada posisi ke-8.

” Traffic penumpang di Ngurah Rai di bawah Bandara Sultan Hasanuddin yang melayani trafik penumpang tertinggi yaitu 53.940 orang dengan 996 pergerakan pesawat, Bandara Juanda Surabaya dengan 50.261 orang dan 886 pergerakan pesawat, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan 34.345 orang dan 659 pergerakan pesawat,” kata Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura, kemarin.

Berbicara saat menerima kunjungan kerja Kemenparekraf Whisnutama Kusubandio di Bandara Ngurah Rai,  Faik Fahmi menjelaskan bahwa pihaknya juga  telah menerapkan prosedur pelayanan dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal di 15 bandara yang dikelola.

 Upaya PT Angkasara Pura I dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang yang  melakukan perjalanan udara langsung mendapat apresiasi dari Whisnutama. 

“Saya sangat mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang telah berjalan dengan sangat bagus. Saya mengapresiasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” puji Whisnutama.

Sistem pengaturan saat penumpang melakukan pengambilan bagasi pun telah diatur dengan sangat baik dengan memperhatikan konsep jaga jarak atau physical distancing, tambah Menparekraf Wishnutama

Menurut Faik Fahmi, pihaknya  selalu memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik seperti konter check in, trolley, self check in machine, security check point (tray & x-ray), toilet, boarding pass scanner, hand rail,  arm chair  dengan pembersihan secara intens dan berkala menggunakan disinfektan.

Selain itu Angkasa Pura I juga mendorong mitra usaha atau tenant di bandara untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam pelayanan kepada pengguna jasa bandara dengan melalui penerapan:

  1. Menyediakan peralatan pelindung yang mungkin dibutuhkan karyawan, seperti pelindung wajah, sarung tangan, masker dan pemeriksaan kondisi kesehatan (< 38ºC). 
  2. Penyesuaian ruang kerja dan bisnis sesuai dengan panduan jarak fisik yang berlaku. 
  3. Penyediaan beberapa stasiun pembersih tangan dan atau wastafel di seluruh area disertai dengan rambu/petunjuk yang memadai untuk penumpang. 
  4. Mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan baru jika ada, seperti pemasangan perisai plexiglass antara karyawan yang berhadapan dengan pelanggan.
  5. Menganjurkan penggunaan tiang penopang antrean dan atau marka lantai untuk mengampanyekan penerapan jaga jarak fisik. 
  6. Meningkatkan kebersihan, pembersihan, dan disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan serta menyesuaikan jumlah staf yang dialokasikan untuk pelaksanaan pembersihan berdasarkan kapasitas atau volume penerbangan dan penumpang. 
  7. Implementasi pengaturan sirkulasi, jumlah pengunjung atau antrean dan batas waktu kunjungan di pintu masuk dan keluar untuk mencegah keramaian atau kerumunan. 
  8. Menyaratkan penggunaan peralatan makan sekali pakai dan penyediaan makanan dan minuman dalam kemasan untuk dibawa pulang dan atau dimakan di tempat. 
  9. Mengelola limbah secara efisien untuk meminimalkan penyebaran penyakit ke seluruh siklus hidup pemangku kepentingan dan titik kontak pengelolaan limbah. 

Sedangkan kepada petugas operasional yang bertugas, Angkasa Pura I mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata pelindung (goggles), pelindung wajah (face shield),  masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di area-area terminal.

Selain itu untuk pelaksanaan physical distancing juga telah melakukan pengaturan jarak antrian minimal 1,5 meter pada area check in counter, security check point, imigrasi, boarding lounge, garbarata, area baggage claim serta area tunggu transportasi publik.

“Penggunaan teknologi juga dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC) yang berfungsi untuk mengendalikan dan memonitor operasional bandara secara realtime dan memastikan penerapan protokol kesehata ,” kata Faik Fahmi.

Diiterapkan juga online customer service, boarding pass scanner serta digital meeting point (DMP) untuk meminimalisir interaksi langsung dengan penumpang dan mempermudah penjemputan penumpang, khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” imbuh Faik.