Kemenparekraf Dorong Promotor Musik Indonesia Bentuk Asosiasi

this formate

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf/Baparekraf mendorong promotor musik lokal membentuk Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) sebagai forum komunikasi dan bertukar pikiran dalam menyelesaikan berbagai isu yang muncul dalam bidang pertunjukan musik, terlebih dalam masa pandemi COVID-19.

“Keberadaan asosiasi dapat membantu memberi masukan pemerintah terkait pengembangan event musik di Indonesia,” kata Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf .

FGD dihadiri oleh para Promotor Musik antara lain Anas Syahrul Alimi (Rajawali Indonesia), Tommy Pratama (Original Production), Dino Hamid (Berlian Entertainment), Donny Junardy (Ravel Entertainment/Hammersonic), Darshan Pridhnani (HYPE Music Asia), Aminah (Mecimapro), dan Emil Mahyudin (Nadapromotama).

Perlu ada forum atau asosiasi event untuk membantu pemerintah dalam mengkurasi event-event terbaik di Tanah Air sejalan dengan tugas dan fungsi bidang Event Kemenparekraf, diantaranya mendukung event-event daerah.

“Selain itu membesarkan event nasional, serta membawa event internasional ke dalam negeri. Karena, DNA Indonesia adalah kreatif,” kata Rizki Handayani dalam FGD yang berlangsung di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Sehingga kerja sama antara pemerintah dan industri ke depan dapat terjalin semakin intensif mengenai pengembangan event musik, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan pergerakan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

“Para promotor senior bisa menjadi advisor atau pembina Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI). Jadi para promotor senior dilibatkan langsung juga di APMI,” kata Rizki Handayani.

Kemenparekraf/Baparekraf tengah menyusun buku panduan protokol kesehatan di bidang pertunjukan musik, sebagai panduan teknis yang mengacu dari Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

Asosiasi dapat memperkuat pembentukan buku panduan tersebut dengan memberi masukan, terutama terhadap titik-titik penting dalam penyelenggaraan pertunjukan musik.

Pembentukan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) diapresiasi para promotor yang hadir. Dino Hamid kemudian ditunjuk sebagai Ketua panitia pembentukan APMI.

Dino mengatakan, salah satu tugas besar APMI adalah membuat program event baik sebelum vaksin ditemukan dan sesudah vaksin ditemukan nanti. Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar dan mengubah preferensi masyarakat dalam berkegiatan. Yakni lebih mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan.

“Pembentukan APMI saat ini sedang tahap konsultasi dengan tim pengacara dan sudah membentuk tim kecil untuk pembentukan,” kata Dino Hamid.

Dukungan untuk membentuk APMI juga disampaikan Anas Syahrul Alimi dari Rajawali Production. Kehadiran APMI akan berdampak positif dan mendorong ekosistem pertunjukan musik di Indonesia lebih maju.

“Oleh karena itu harus ada asosiasi yang tidak hanya berbicara bisnis, tapi lebih mengedepankan semangat pengembangan event. Buat series festival musik Indonesia, dikemas dengan baik dan kita promosikan di negara pasar,” katanya.

Anas juga mengusulkan diadakannya music tourism Tujuannya agar ada paket yang memanjakan wisatawan dimana wisatawan bisa menyaksikan pertunjukan musik sekaligus berwisata.

Ia juga mengusulkan agar Kemenparekraf menyusun model event hybrid kombinasi online dan offline, yang dalam penyusunannya turut melibatkan Kementerian Kesehatan, Kepolisian, dan instansi terkait lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut baik pembentukan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) dan akan mempelajari lebih lanjut masukan dari para promotor.

Menurutnya penyelenggaraan event, khususnya pertunjukan musik memberikan peluang besar untuk mendatangkan wisatawan sehingga dapat mendorong bangkitnya perekonomian nasional.

“Event tidak hanya sebagai suguhan hiburan tapi sebagai atraksi yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas sejalan dengan visi Kemenparekraf,” kata Wishnutama.

 

Jepang Keluarkan Travel Advisory 16 Negara Terkait Kasus COVID-19

this formate

Seorang pria naik ke dalam kereta di Tokyo. ( Foto: AFP/Charly Triballeau)

TOKYO, bisniswisata.co.id; Jepangkan tingkatkan travel advisory untuk Palestina dan 16 negara lainnya termasuk Nepal, Kenya, dan Venezuela dan memperingatkan warganya tidak mengunjungi daftar negara tersebut di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona baru.

Di kutip dari Kyodo, Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi mengatakan negara-negara tersebut sekarang berada di Level 3, sehingga jumlah total negara dan wilayah berada pada urutan tertinggi kedua pada skala empat poin Kementerian Luar Negeri untuk penyakit menular menjadi 146.

Negara lain yang baru ditambahkan adalah Botswana, Komoro, Liberia, Libya, Madagaskar, Namibia, Paraguay, Republik Kongo, Sierra Leone, Somalia, Sudan, Suriname, dan Uzbekistan.

Mereka diharapkan akan ditambahkan ke daftar negara dan wilayah yang dikenakan larangan masuk bagi wisatawan asing setelah diskusi oleh Dewan Keamanan Nasional.

Perjalanan internasional ke dan dari Jepang melambat karena kontrol perbatasan yang diberlakukan untuk memperlambat penyebaran COVID-19.  

Jumlah pengunjung asing yang masuk dan warga negara Jepang yang keluar telah jatuh lebih dari 99 persen dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Amerika Serikat, Cina, dan seluruh Eropa termasuk di antara 129 negara dan wilayah yang telah dicakup oleh larangan masuk, yang berlaku untuk warga negara asing yang telah mengunjungi salah satu wilayah dalam waktu dua minggu setelah tiba di Jepang.

Jepang sejak dulu dikenal sebagai tempat menarik bagi wisatawan Indonesia sehingga tidak heran jika Jepang menjadi destinasi liburan favorit. Sebagian orang menganggap Jepang memiliki budaya dan keindahan alam yang kaya, sehingga perlu dijelajahi setiap sudutnya. Sebagian lagi menganggap Jepang merupakan negeri yang penuh dengan robot canggih dan manga yang membangkitkan imajinasi.

Sebagai negara empat musim, wisata Jepang menawarkan keindahan alam yang memesona dan tidak membosankan untuk dikunjungi. Musim semi saat suasana hangat dan bunga sakura pun mulai mekar, dianggap sebagai musim terbaik untuk jalan-jalan di Jepang.

Sedangkan banyak orang memanfaatkan musim panas untuk berkunjung ke Hokkaido, Pegunungan Chubu, dan Tohoku untuk mencari kesejukan di saat cuaca panas.

Untuk obyek wisata di Tokyo, Meiji-jingu atau Kuil Meiji berada di jantung kota Tokyo dekat distrik Harajuku yang sibuk, dan dikenal sebagai salah satu “pelarian” terbaik dari kota karena perasaan damai dan suasana hening seperti di hutan. Didedikasikan untuk Kaisar Meiji dan istrinya, Permaisuri Shoken.

Wisarawan Indonesia menyukai tempat yang menjadi sebuah oasis untuk mendapatkan ketenangan yang berbanding terbalik dengan kesenangan di Tokyo. Kuil itu sendiri sangat indah dan jika beruntung sering ada acara pernikahan baik cara tradisional maupun modern.

 

 

 

Pulang Libur Turis Jerman Bisa Test Corona Gratis di Bandara Munich

this formate

Wisatawan di Pulau Mallorca, Spanyol, destinasi yang digemari wisatawan Jerman. ( Foto: Google)

MUNICH, bisniswisata.co.id: Liburan musim panas membawa kekhawatiran munculnya gelombang coronavirus di musim gugur nanti di Jerman jika orang yang berlibur tidak berdisiplin diri dan waspada.

Kekhawatiran Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn beralasan karena ulah wisatawan Jerman yang berpesta di pulau Mallorca, Spanyol tanpa mengenakan masker atau, apapun yang terkait dengan praktik social distancing karena virus corona.

Ribuan orang Jerman terbang ke sana sejak negara-negara Uni Eropa membuka kembali perbatasan mereka satu sama lain pada bulan Juni.

Pantai-pantai di bawah sinar matahari Mallorca dan kehidupan malam yang semarak menjadikannya salah satu tujuan liburan paling populer bagi wisatawan Jerman.

Media setempat di pulau Spanyol yang menjadi tempat tujuan wisata favorit warga Jerman, sangat kritis terhadap turis Jerman, dengan menyebut perilaku mereka “kacau”, seolah-olah tidak ada yang pernah mendengar tentang pandemi Corona

Spahn juga memperingatkan bahwa Mallorca “tidak boleh berubah menjadi Ischgl kedua”, merujuk pada sebuah resor ski Austria yang menjadi hotspot COVID-19 dan berkontribusi pada penyebaran pandemi di seluruh Eropa.

Tak heran kalau Markus Soeder, kepala daerah negara bagian Bavaria di Jerman akan segera mulai menawarkan tes virus corona gratis di bandara bagi orang-orang yang kembali dari liburan, Minggu.

Jerman bernasib lebih baik daripada banyak negara tetangganya dalam menekan virus. Tetapi kekhawatiran meningkat bahwa para pelancong yang kembali dari luar negeri dapat membawa lonjakan kasus COVID-19 baru.

 “Saya pikir kita benar-benar harus fokus pada wisatawan yang kembali ini,” kata Soeder kepada penyiar ZDF, media setempat.

Dia mengatakan pemerintah setempat sedang mennyiapkan pusat pengujian di bandara Bavaria “di mana siapa saja dapat diuji secara gratis kapan saja”.

Skema ini diharapkan akan berjalan dalam beberapa hari. Bavaria adalah rumah bagi bandara Munich, terbesar kedua di Jerman setelah Frankfurt, serta beberapa bandara kecil.

Bandara Frankfurt juga memiliki pusat pengujian coronavirus tetapi layanan di sana biayanya antara 59 dan 139 euro ($ 67-159).

Negara bagian selatan Bavaria adalah salah satu daerah yang paling parah terkena dampak Jerman di awal pandemi, sebagian karena penduduk yang kembali dari liburan ski di hotspot coronavirus di Austria tadi.

Sebuah festival bir di kota Bavaria, Mitterteich, tak lama sebelum lokdown Maret dimulai, juga dipersalahkan karena berkontribusi pada penyebaran. Namun sejak saat itu Soeder, telah mendapatkan pujian luas atas penanganannya terhadap krisis, termasuk menolak seruan untuk pelonggaran dini pembatasan coronavirus.

Soeder, yang juga adalah pemimpin partai CSU telah melihat peringkat jajak pendapatnya melonjak sebagai hasilnya.Sebelumnya dia juga berani membatalkan Oktoberfest, festival bir populer yang rutin dilaksanakan di Bavaria setiap Oktober demi alasan keselamatan.

Dia sekarang adalah kandidat pilihan orang Jerman untuk menggantikan Merkel setelah dia mundur tahun depan – meskipun dia tidak secara resmi dalam pemilihan.

 Soeder berulang kali mengatakan “tempat saya di Bavaria” tetapi pengamat politik yakin ia mungkin akan ikut sebagai kandidat kanselir Jerman.           ( sumber: AFP/ Reuters/ VOA)

BACA JUGA: https://bisniswisata.co.id/pariwisata-mulai-bangkit-turis-jerman-mencari-sinar-matahari-hingga-ke-spanyol/

 

ACI Keluarkan Airport Traffic Dataset 2019 Cakup 2.565 bandara di 180 negara

this formate

Tahun lalu Cina dan Vietnam jadi bandara terpesat perkembangannya  ( Foto: ACI)

MONTREAL, bisniswisata.co.id  – Airports Council International (ACI) World  telah menerbitkan Dataset Laporan Lalu Lintas Bandara Dunia yang mencakup lalu lintas penumpang, volume kargo, dan pergerakan pesawat untuk tahun penuh 2019.

Dataset ini memberikan ilustrasi industri penerbangan yang sehat pada tahun 2019. Tahun lalu bandara-bandara dunia menampung 9,1 miliar penumpang, 120 juta metrik ton kargo, dan lebih dari 102 juta pergerakan pesawat.

Mengutip rilis di situsnya, aci.aero Dataset World Airport Traffic Report ( WATR) tahun jtu berisi cakupan data paling komprehensif yang pernah dikumpulkan oleh ACI World.  Ini mencakup jangkauan 2.565 bandara di 180 negara di seluruh dunia.

 “Industri bandara mengalami periode pertumbuhan lalu lintas penumpang yang berkelanjutan pada tahun 2019 tetapi, meskipun pertumbuhan konsisten ini, kami sekarang menghadapi krisis terburuk yang pernah dihadapi industri yang melumpuhkan lalu lintas penumpang maupun pendapatan akibat COVID  -19 pandemi, ”kata Direktur Jenderal ACI World, Luis Felipe de Oliveira.  

Konektivitas yang diberikan dan manfaat untuk bisnis maupun pariwisata merupakan bagian penting dari pemulihan ekonomi global. Industri penerbangan secara langsung menghasilkan 11 juta pekerjaan dan sekitar 60% dari tenaga kerja ini berada di bandara yang menyediakan lapangan kerja, manfaat sosial, dan pengembangan ekonomi bagi masyarakat yang dilayani.

Pada tahun 2019, pertumbuhan layanan udara global tetap konsisten dan tangguh tetapi dampak berkelanjutan dari proteksionisme dan perang dagang terhadap layanan transportasi udara internasional menjulang sebagai tantangan utama untuk pertumbuhan dalam jangka pendek.  Tidak ada yang bisa meramalkan bahwa pandemi global akan membuat industri penerbangan terhenti.

Bandara di beberapa wilayah membuat langkah tentatif menuju pemulihan – bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra mereka dalam ekosistem penerbangan – tetapi pemulihan hingga tingkat keberhasilan yang terlihat pada 2019 akan menjadi perjalanan yang panjang dan sulit.

 “Penerbangan adalah pendorong utama ekonomi lokal, regional dan nasional, dan bantuan keuangan langsung pemerintah dan bantuan lainnya sangat diperlukan untuk melindungi operasi, menjaga pekerjaan, dan mendukung pemulihan industri,” Luis Felipe de Oliveira.

Dataset Lalu Lintas Bandara Dunia ACI tetap menjadi sumber otoritatif untuk data global tentang permintaan transportasi udara di seluruh pasar kota besar di Afrika, Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin-Karibia, Timur Tengah, dan Amerika Utara.  Ini juga merupakan referensi industri utama untuk peringkat dan tren permintaan transportasi udara. 

 Lalu lintas penumpang global tumbuh + 3,5% pada 2019, menjadi total 9,1 miliar penumpang.  Lalu lintas penumpang internasional tumbuh lebih cepat dari lalu lintas penumpang domestik (+ 4,1% berbanding + 2,4%).  

Sementara pertumbuhan tetap positif pada tahun 2019, sebuah bukti ketahanan lalu lintas penumpang dalam menghadapi ketidakpastian global di sektor ekonomi, makanya peningkatan 2019 adalah pertumbuhan tahun-ke-tahun terkecil sejak 2009.

Dataset menunjukkan bahwa, sehubungan dengan lalu lintas penumpang, pusat gravitasi penerbangan terus bergeser ke timur pada tahun 2019.

Sebagian besar bandara besar yang paling cepat berkembang di dunia berada di Asia – delapan dari 30 bandara dengan pertumbuhan tercepat dengan lebih dari 15 juta penumpang  terletak hanya di dua negara: Cina dan Vietnam.

Sementara bandara menangani hampir 120 juta ton kargo udara pada tahun 2019, pasar mengalami tahun terburuk sejak Resesi Hebat mencatat kerugian sebesar -2,2% tahun-ke-tahun.  

Ketegangan perdagangan dan pembatasan perdagangan baru seperti tarif impor yang memengaruhi rantai pasokan global serta kepercayaan bisnis dan konsumen yang lebih lunak berkontribusi sebagian pada pergulatan kargo udara pada 2019.

Secara keseluruhan, pergerakan pesawat meningkat + 1,7% pada 2019 menjadi lebih dari 100 juta pergerakan.  Perkiraan global menunjukkan bahwa, rata-rata, 115 penumpang per pergerakan pada 2019, yang mewakili peningkatan tahun-ke-tahun sebesar + 1,8%.

 

Sensasi ‘Nyemplung’ ke Danau dengan Bus Amfibi di Jepang

this formate

Bus amfibi di Danau Yamba-Agatsumako (foto: Asahi Shimbun)

NAGANOHARA, bisniswisata.co.id: Seperti dalam film-film action, bus ini meluncur cepat dari jalan dan langsung ‘nyemplung’ ke danau. Bedanya, ini bukanlah sebuah adegan dalam film, bukan juga sebuah kecelakaan lalu lintas, melainkan wisata baru yang ditawarkan di Prefektur Gunma, Jepang.

Bus berjenis amfibi ini tidak dapat tenggelam seperti batu saat mencapai danau. Ia justru bisa berlayar melintasi air. Tour bus amfibi di Jepang sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru.

Pada 2018 saat ‘Negeri Matahari Terbit’ itu tengah mempesiapkan Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade yang sedianya diadakan tahun ini, mereka meluncurkan tour bus yang bisa melaju di jalan aspal maupun perairan. 

Bus yang diberi nama “Tokyo no Kaba” atau “Tokyo’s Hippo” ini melayani rute keliling kompleks perkantoran, tempat hiburan, dan terakhir ‘nyemplung’ ke Teluk Tokyo menyusuri bawah Jembatan Pelangi yang terbentang di atas teluk.

Tapi di Prefektur Gunma, wisata bus amfibi ini baru pertama kali diadakan. Tak tanggung-tanggung, pemerintah kota mengeluarkan dana sebesar 130 juta yen atau sekitar Rp 18 miliar untuk mewujudka wisata ini.

Mereka berharap bus yang akan meluncur ke danau buatan yang berasal dari Bendungan Yamba ini bisa menjadi daya tarik utama kota tersebut, demikian seperti dilansir Asahi Shimbun.

Uji coba telah dilaksanakan di Danau Yamba-Agatsumako pada 11 Juni lalu. Organisasi Kendaraan Amfibi di Jepang yang juga operator bus ini yang melakukannya. Mereka ingin memastikan kendaraan aman untuk digunakan. Selain itu mereka juga melatih para sopir bus. 

Saat uji coba, bus dipacu melaju ke danau. Ketika mendarat, semburan airnya keluar hingga ke jalan. Ketika sudah di danau, bus ini terapung beberapa saat sebelum baling-baling di belakangnya bekerja. Lalu, bus akan melaju dengan kecepatan sepeda memulai perjalanan melintasi danau.

Bus berkapasitas 42 penumpang yang eksteriornya berhias maskot kota ini, dijuluki Yamba Nyagaten-go. Bus amfibi ini akan berjalan sejauh 4 kilometer hingga mencapai bendungan. Penguasa lokal juga telah menjalin kerjasama dengan sejumlah pengelola tujuan wisata di sana seperti pemandian air panas Kawarayu Onsen. Harapannya, atraksi wisata baru ini dapat merevitalisasi kembali kawasan ini.

 

 

Pelaku UMKM Harus Manfaatkan Teknologi Digital Untuk Perluas Peluang Pasar

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sehingga dapat membuka peluang pasar yang lebih besar di tengah pandemi.

Wishnutama Kusubandio saat menjadi keynote speaker di seminar online “Pemerintah Hadir untuk UMKM” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Selasa (21/7/2020) mengatakan, pandemi COVID-19 membuat era digital terakselerasi lebih cepat dari yang seharusnya. Pandemi ini memaksa hampir semua orang untuk mentransformasi segala kegiatannya ke platform digital.

Pemerintah sendiri bersama dengan banyak kementerian/lembaga menginisiasi kampanye nasional gerakan Belanja Buatan Indonesia yang salah satu tujuannya mendorong pelaku UMKM bertransformasi dari pasar  offline ke online dengan memanfaatkan teknologi.

“Kami bersyukur karena menjadi yang pertama untuk memulai kampanye nasional Bangga Buatan Indonesia lewat program Beli Kreatif Lokal yang kami inisiasi. Saat ini dilanjutkan Kemenkominfo lewat program ‘Kita Bela Kita Beli’,” kata Wishnutama.

Dalam program Beli Kreatif Lokal, Menparekraf mengatakan pihaknya memberikan berbagai pendampingan untuk peningkatan kompetensi pelaku UMKM untuk masuk ke platform digital Diantaranya memberikan pelatihan pembuatan konten komersial yang menarik.

Kemudian membantu aktivasi media sosial UMKM, membuat online group dengan pendamping untuk membantu perencanaan keuangan, stocking  dan membuka channel untuk mendapat demand, dan lainnya.

Juga menyelenggarakan webinar khusus untuk peserta BKL dan konsultasi, membantu pengurusan sertifikat HAKI untuk 200 peserta terpilih mempromosikan dan mengikutsertakan peserta dengan performa terbaik ke program-program kerjasama Kemenparekraf dengan pihak lain. Serta program Bantuan Insentif Pemerintah dengan total dana yang dialokasikan sejumlah Rp 24 miliar.

“Dari jutaan pelaku UMKM yang bergabung, telah dilakukan kurasi terhadap 500 pelaku ekonomi kreatif dan akan terus berlanjut. Diharapkan dengan berbagai dukungan dan fasilitasi tersebut para pelaku UMKM dapat onboarding di 6 mitra e-commerce dan 3 mitra layanan transportasi daring sebagai wujud dari transformasi digital,” kata Wishnutama.

Untuk itu ia berharap agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik. Dengan transformasi ke digital, pemasaran yang dilakukan UMKM akan berjalan lebih cepat dan jangkauannya lebih luas.

Dengan demikian  dapat mempercepat perputaran siklus ekonomi, memperbaiki daya beli masyarakat, dan pada akhirnya mendorong kebangkitan ekonomi pascapandemi.

“Setiap krisis pasti ada peluang, sekali lagi saya sampaikan mari kita manfaatkan peluang ini. Pemerintah bekerja keras dan terus berupaya untuk ciptakan peluang dalam pandemi ini. Oleh karena itu mari kita manfaatkan peluang yang diciptakan ini,”kata Wishnutama.

Di akhir tahun, Kemenparekraf dan KemenKopUKM akan bekerjasama untuk melaksanakan BBI Award yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020. BBI Awards memiliki 15 kategori, dengan rincian 14 kategori berupa subsektor Ekonomi Kreatif dan 1 kategori UMKM.

“Diharapkan semua ini dapat membawa semangat kita semua untuk berbuat yang terbaik saat pandemi ini. Sekali lagi saya ingatkan bahwa di setiap krisis selalu ada kesempatan. Dan mari kita sama-sama manfaatkan peluang ini,” kata Wishnutama.

“Saya percaya bahwa pelaku UMKM Indonesia memiliki kemampuan untuk berinovasi dan berkreasi bersama-sama. Inovasi dan semangat gotong royong untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif harus terus digaungkan. Mari kita membawa semangat gotong royong kesatuan dan persatuan,” kata Wishnutama.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan dalam transformasi digital bagi UMKM bahkan untuk mengantar masyarakat masuk dalam komunitas digital tidak terlepas dari deployment infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Saat ini pemerintah terus berusaha untuk menyelesaikan network infrastruktur TIK, baik middle-mile dan last-mile network untuk menghubungkan konektivitas telekomunikasi sampai titik terdepan. Tidak hanya di wilayah nondaerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tapi juga di wilayah 3T di Indonesia.

“Sehingga dengan demikian akan tersedia dengan baik infrastruktur untuk ekonomi digital, termasuk yang dibutuhkan untuk UMKM transformasi ke digital ekonomi kita,” kata Johnny G. Plate.

Menurut dia, penting untuk meningkatkan rasio internetifikasi di Indonesia dan memperkecil disparitas internetifikasi antar wilayah dan penduduk. Baik dari sisi jangkauan maupun kualitas layanan internet yang memadai.

Dalam acara ini juga digelar diskusi yang menghadirkan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo, Head of Public Policy & Government Relations Shopee Radityo Triatmojo, Chief of Communication DANA Chrisma Albandjar, Manager of Public Policy and Government Relations idEA Rofi Uddarojat, dan sejumlah pelaku UMKM.

Diskusi tersebut mendorong para pelaku UMKM untuk menjadikan keterbatasan akibat COVID-19 menjadi _turning point_ untuk segera melakukan transformasi digital.

 

Tips Agar Tetap Aman Fitness Dari Penularan COVID-19

this formate

Begini Tips Agar Tetap Aman Dari Penularan COVID-19

 JAKARTA, bisniswisata.co.id : Saat berwisata atau melakukan perjalanan dinas ke daerah maupun mancanegara maka fasilitas gym kerap menjadi perhatian utama saat tamu menginap di hotel untuk memulai aktivitasnya dengan olahraga pagi hari.

Namun di era pandemi global saat ini,  olahraga di fasilitas gym baik di dalam hotel maupun di pusat kebugaran harus disertai dengan persiapan ekstra hati-hati sesuai dengan protokol kesehatan.

Soalnya pusat kebugaran dan tempat olahraga publik merupakan tempat dengan risiko penularan yang tinggi. Terlebih olahraga merupakan Aerosol Generating Procedures (AGPs) yaitu  aktivitas-aktivitas yang dapat menimbulkan aerosol. 

Untuk itulah dr. Anita Suryani, dokter spesialis olahraga hadir di Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB, memberikan tips-tips agar tetap dapat berolahraga dengan aman terutama di gym yang berada di tempat-tempat umum.

“Kita tahu aerosol membuat droplet jadi semakin kecil dan membuat bertahan lebih lama di udara sehingga penularan jadi makin mudah,” jelas dr. Anita.

Hal inilah yang membuat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) merekomendasikan agar masyarakat melakukan latihan fisik atau berolahraga di rumah saja. 

Namun, dengan melihat faktor sosial dan ekonomi, dr. Anita pun membagi tips agar tetap aman saat berolahraga di pusat kebugaran atau fasilitas olahraga pada ruang tertutup lainnya.

“Kita pengguna fitness atau pengguna gym, sebisa mungkin membawa semua peralatan sendiri. Handuk, baju, botol air,” ujar dr. Anita.

Sementara untuk peralatan olahraga yang digunakan bersama, selalu bersihkan terlebih dahulu dengan disinfektan sebelum digunakan. Ia juga menyarankan untuk tidak menyentuh mata, hidung dan mulut setelah memegang peralatan kebugaran.

Untuk penggunaan masker, dr. Anita mengakui masker dapat mengganggu metabolisme tubuh saat intensitas olahraga tinggi, namun tidak masalah untuk olahraga dengan intensitas rendah dan sedang.

Dia pun mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak demi menekan risiko penularan saat berolahraga di pusat kebugaran.

“Olahraga intensitas sedang itu meningkatkan sistem imun, bukan yang intensitas tinggi. Jadi kalau kita tertular Corona tidak akan bergejala, kita akan sehat-sehat saja,”

Tapi penularannya tetap harus dicegah dengan cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan bawa peralatan sendiri,” jelas dr. Anita.Nah siap berolahraga dan disiplin diri ?

 

Tuti Sunario : Aktifkan Crisis Center Kemenparekraf di Era COVID-19

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Indonesia dinilai gagal dalam menangani kasus COVID-19 oleh warga dunia. Keputusan Pemerintah RI tidak langsung melakukan lockdown dinilai telah membuat perbedaan besar dalam menekan penyebaran virus dan berdampak pada pariwisata nasional.

” Saya sebut warga dunia karena yang menyerang saya di media social adalah para relasi dan networking yang selama ini saya miliki sehingga saya berharap Kemenparekraf serius menangani crisis communication ini,” kata Wuryastuti Sunario, mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia ( BPPI).

Menurut dia, apa yang diungkapkan oleh relasi dan mitra-mitra kerjanya semasa duduk di pemerintahan dan terutama BPPI adalah cerminan kebutuhan perlunya industri pariwisata di mancanegara untuk memahami kebijakan Presiden Jokowi dengan baik.

” Indonesia dari awal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala besar ( PSBB). Presiden Jokowi juga sudah menegaskan pada seluruh dunia RI mengikuti semua protokol kesehatan yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia ( WHO) kecuali lockdown karena pertimbangan agar perekonomian tetap berjalan,” kata wanita yang akrab di sapa Tuti Sunario ini.

Menurut Tuti, keputusan pemerintah untuk menyebarkan informasi satu pintu untuk kasus virus Corona dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 adalah tepat namun dalam hal pariwisata yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi maka seharusnya crisis center di Kemenparekraf juga difungsikan dengan baik.

“Wisatawan Indonesia senang sekali berwisata ke Jepang tapi ketika negara itu melakukan Travel Bubble, yaitu pembukaan terbatas suatu negara bagi beberapa negara lain yang masing-masing memiliki kasus virus corona yang rendah atau terkontrol, RI tidak termasuk,” ujarnya.

Indonesia tidak termasuk dalam negara yang diizinkan berkunjung ke Jepang untuk alasan apapun, karena Indonesia dinilai gagal dalam menangani kasus COVID-19, tambahnya.

Di dunia pariwisata, ujarnya gaining trust bukan slogan tapi memang membutuhkan keterbukaan sehingga crisis center Kemenparekraf seharusnya aktif merangkul industri pariwisata di dalam dan luar negri sehingga tetap memupuk kepercayaan warga asing terhadap destinasi wisata di Indonesia.

” Jadi masalah tidak dipercaya hanya karena komunikasinya macet. Kerja pemerintah untuk percepatan penanganan COVID-19 sudah on the track, coba ikutin perkembangan di Amerika Serikat, Pemerintah pusat dan Pemerintah daerahnya ( federal) programnya tidak sinkron malah ada politisasi soal pemakaian masker  melanggar hak asasi manusia” kata Tuti.

Pariwisata dengan secanggih tekhnologi apapun di era 4.0 tetap cenderung mencari yang memanusiakan manusia, yang dekat di hati dan perasaan. Oleh karenanya, dalam hal pemasarannya sebaiknya industri menyatukan pemasaran tradisional yang lebih menggunakan human communication dengan pemasaran digital.

“Kalau mau industri pariwisata  Indonesia kembali berjaya pasca pandemi global ini maka crisis center Kemenparekraf optimalkan fungsinya dan lebih menjalankan human communication agar wholle seller dan tour operator di luar negri dan wisman kembali menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama mereka,” tegas Tuti Sunario.

Tuti mengutip pimpinan WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa kepemimpinan pemerintah yang kuat dan koordinasi strategi komprehensif harus dikomunikasikan dengan jelas dan konsisten.

Seberapa Efektif Memikat Pelancong dengan Berbagai Insentif?  

this formate

Di era pandemi COVID-19, banyak insentif ditawarkan bagi pelancong (foto: vermilion events)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sejak Maret lalu, seluruh dunia memberlakukan aturan lockdown. Hampir semua orang sudah empat bulan ini terjebak di dalam rumah. Hasrat untuk kembali melakukan perjalanan pun cenderung membuncah. 

Namun untuk saat ini perjalanan wisata masih belum sepenuhnya bisa dilakukan. Yang terjadi,  banyak orang kini mulai membuat list tempat-tempat yang hendak mereka kunjungi kelak jika aturan lockdown dilonggarkan.

Perlahan tapi pasti, sejumlah negara mulai melonggarkan aturan lockdown. Perbatasan pun mulai dibuka, hotel dan resort sudah menerima tamu. Prospek perjalanan ke depan pun semakin nyata.

Sudah berbulan-bulan pelaku bisnis pariwisata tak mendapat income. Seiring waktu, kini sejumlah destinasi mulai menawarkan paket-paket menarik untuk memikat calon wisatawan.

Cancun, di tenggara Meksiko misalnya, meluncurkan kampanye “Come to Cuncun 2 x 1”. Artinya, pelancong yang menginap di sana selama dua malam cukup membayar tarif untuk satu malam plus refund ongkos tiket pesawat bagi siapa saja yang bisa membawa teman.

Bulan lalu, pemilik kasino Derek Stevens bahkan menyediakan lebih dari 1.000 penerbangan ke Las Vegas untuk mendorong dibukanya kembali pariwisata domestik Amerika Serikat. Sementara itu di Thailand, Cape Fahn Hotel, sebuah resort mewah di Pulau (privat) Koh Samui, menawarkan paket “Buy 1 Get 1 Free”.

Seolah menyadari keadaan pelancong yang sedang dalam keadaan sulit tapi masih harus mengeluarkan dana untuk penerbangan dan akomodasi, negara  Balkan Bulgaria menggratiskan semua fasilitas sewa seperti kursi berjemur, payung, bahkan meja di pantai-pantai top mereka.

Di Swiss, otoritas pariwisata di Jenewa meluncurkan “Geneva Boxes”, yakni semacam paket wisata dalam kota dan hotel dengan potongan sampai 65%.  Jadi, saat ini banyak pilihan paket yang bukan hanya menawarkan diskon besar-besaran, di beberapa kasus bahkan betul-betull gratis.  

Sejumlah negara memilih untuk meluncurkan kampanye kompetitif mendeklarasikan negaranya aman dikunjungi. Kampanye ini bertujuan untuk meyakinkan pelancong yang belum merasa sepenuhnya yakin untuk bepergian setelah pandemi COVID-19. 

Uzbekistan, negara di Asia Tengah, misalnya bahkan bersedia membayar pengunjung yang terkontraksi COVID-19 selama mereka berlibur di sana. Pemerintah Uzbekistan berharap kampanye “Uzbekistan: Safe Travel Guaranteed” dapat meyakinkan pelancong untuk datang berkunjung. Mereka menjanjikan kompensasi sebesar 3.000 dollar AS bagi setiap wisatawan yang terinfeksi COVID-19.

Sementara itu Pulau Mediterania Siprus membuka kembali perbatasannya dengan negara-negara tertentu pada Juni. Mereka juga berjanji akan menutup seluruh biaya penginapan, makanan, minuman, dan obat-obatan bagi pengunjung yang dinyatakan positif COVID-19 selama mereka melancong di sana.

Namun, apakah segala insentif ini cukup memadai untuk meyakinkan pelancong kembali melakukan perjalanan wisata?

Sebuah survei yang dilakukan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) baru-baru ini menunjukkan 45% responden menyatakan mereka berharap bisa kembali melakukan perjalanan dalam beberapa bulan ke depan setelah pandemi mereka. Sementara 33% lainnya masih belum berminat bepergian karena takut tertular virus yang perilakunya masih misterius tersebut.

Joanna Lord, Chief Marketing Officer untuk perusahaan search engine Skyscanner, mengatakan bahwa insentif, khususnya potongan harga, merupakan cara sederhana dan efektif untuk menciptakan permintaan, tetapi seiring berjalannya waktu, pelancong akan lebih mempertimbangkan soal keamanan ketimbang harga.

“Dalam jangka pendek, diskon biaya penerbangan dan akomodasi akan cenderung menjadi biasa. Perusahaan penyedia perjalanan memulai kembali cash flow mereka dengan merangsang permintaan,” kata Lord kepada CNN Travel.

 

Ratusan Kaum Ibu Meriahkan HUT IKWI Secara Virtual

this formate

Ketua Umum  PWI Pusat Atal Depari ( kanan) di dampingi Indah Depari saat zoom bersama anggota IKWI dari berbagai provinsi. ( Foto: Rahmayulis Saleh)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sekitar 300 orang ibu-ibu yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI), tampak bersuka cita dan ceria. Mereka saling bertegur sapa dan tersenyum melalui media daring zoom.

Ya, ratusan ibu-ibu yang dominan isteri dari para wartawan di seluruh Indonesia tersebut, pada hari ini mengadakan kegiatan Silaturahmi Nasional dalam rangkaian HUT ke-59 IKWI.

Mereka berasal dari jajaran pengurus dan anggota IKWI yang berada di 22 provinsi dan tersebar di Pulau Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku.

Pada giat HUT tersebut, mereka ikut lomba menyanyi perorangan dan pergrup. Ada juga yang tampil membaca puisi, berpantun, dan lainnya. Semua tampak gembira apalagi setelah sekian lama tidak bertemu. Sejatinya acara HUT IKWI setiap tahun diadakan di dalam ruangan khusus dan dihadiri ratusan pengurus dan anggota dari berbagai provinsi.

Namun, situasi pandemi COVID-19 yang menerjang dunia, maka giat HUT pun diadakan secara virtual.
Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana menuturkan kelahiran IKWI pada 19 Juli 1961, didorong oleh semangat menjalin hubungan kekeluargaan dan kesetiakawanan di lingkungan keluarga pers, khususnya wartawan.

“IKWI lahir untuk memberikan penguatan dukungan dari para istri wartawan, terhadap para suami dalam menjalankan profesi sebagai wartawan,” ujar Indah sebelum pemotongan kue HUT di Gedung Dewan Pers Kebon Sirih, Jakarta, hari ini, Minggu (19/07/2020).

Pada perayaan HUT tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng di beberapa provinsi lainnya. Seperti perwakilan IKWI dari provinsi DIYogyakarta, Sulawesi Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, dan IKWI aceh, yang disaksikan oleh seluruh peserta.

Pada HUT IKWI ini juga diumumkan para juara dari peserta lomba karya tulis bertema Tetap Aktif dan Kreatif Selama Pandemi COVID-19, yang diikuti sejumlah peserta.

Koperasi IKWI
Indah mengatakan saat ini jumlah anggota IKWI terdaftar 728 orang dari 22 provinsi. “Dengan usianya yang sudah 59 tahun, jumlah anggota tersebut masih sedikit, belum sampai 1.000 orang,” tambahnya.

Program kerja ke depan, lanjutnya, IKWI akan mendirikan koperasi berskala nasional. “Kehadiran Koperasi IKWI diharapkan dapat menyejahterakan para anggotanya, dan menggairahkan gerak roda organisasi,” ungkap Indah.

Pembuatan Koperasi IKWI dengan menjual sembako yang dibandrol dibawah harga pasar, dan bekerjasama dengan Bulog Daerah. Dia menambahkan biasanya kaum ibu akan mengejar kalau ada selisih harga ketika berbelanja sembako, atau bisa mendapatkan pinjaman dengan cara mudah dan lunak berbasis kekeluargaan.