Tembang Baru Truedy Duality Ibarat Moksartham Jagadhita

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Bicara tembang terbaru Truedy Duality, dari judulnya saja sudah ngerik: A Mad Deus Most Art. Kemudian, jika ada kemiripan fonem dengan sang komposer tenar Muktahar, memang terinspirasi dari situ.

Menurut pandangan ganda campuran Truedy Duality, Wolfgang Amadeus Mozart, — lewat ekspresi musikalnya yang vulgar–, moncer terpancar semangat punk rock. Klop dengan pendekatan artistik di diri Truedy dan Kiki. Maka itu mereka berdua menamai lagunya lalu menerbitkan video lirik berkonstruksi bunyi senada: “A Mad Deus Most Art”.

Secara individual, Truedy bisa dibilang lumayan masyhur di kancah musik muda lokal juga nasional. Ia telah merilis beberapa karya yang mendapat apresiasi baik dari publik. Pun Kiki, cukup lama lintang pukang di sekena setempat serta pamornya pernah cukup melambung di grup (kini-bubar) Zat Kimia.

Namun kolaborasi dengan Pohon Tua,  bagi keduanya malah — oh–bersejarah. Bakat masing-masing yang sudah bernas, ketajamannya menjadi makin terarah dan kian trengginas. Bukan malah tumpang tindih, tapi saling menguatkan. Batman ditemani Robin. Arad didampingi Maya.

Truedy yang memiliki sisi liar namun kerap sedikit terkungkung dan Kiki yang sejatinya pemberontak tapi sering harus agak menahan diri, di zona kreasi Pohon Tua Creatorium dihadiahi visa bebas merdeka.

Silakan salto-koprol-kayang dalam berkarya. Bukan PSBB (Pembatasan Seni Berskala Besar) tapi PKM (Pembatasan Kesenian Mandiri).

Truedy Duality tercengang-girang sekaligus tertantang. “Kemampuan Mas Dang membuat kami lebih yakin dan ekspresif saat menulis lagu dan saat rekaman di studio, untuk menantang kemampuan kami lebih jauh lagi.” Ungkapnya.

Bayangkan Tori Amos bersulang negroni dengan Amanda Palmer lalu Karen O ikut mencicipi sedikit. Baroque pop tenang mendebarkan melaju menuju art punk yang jalang namun tetap estetik.

Ibaratnya semacam Moksartham Jagadhita: segala dharma mencekam Mozart bertujuan untuk mencapai kebahagiaan art punk dan kerohanian Dresden Dolls.

Bandara Internasional Hong Kong Laporkan Penurunan Penumpang Hingga Minus -98,6% untuk Agustus

this formate

Hong Kong International Airport ( Foto: The Moodie Davitt Report) 

HONG KONG, bisniswisata.co.id: : Badan Pariwisata Dunia ( UNWTO) baru saja merilis sedikitnya sudah lebih dari 50% negara di dunia mempermudah pembatasan perjalanan dan menerima wisman.  Namun arus kunjungan wisman memang masih anjlok seperti yang terjadi di Hong Kong, salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia.

Traveler  Indonesia suka berwisata ke Hong Kong karena bisa merasakan liburan seru dengan destinasi yang memiliki spot mewah, wisata belanja yang lengkap serta taman bermain yang beragam seperti Disneyland hingga Madame Tussauds. Luasnya yang kecil dan teknologi yang canggih membuat destinasi ini menjadi incaran wisatawan Indonesia.

Dilansir dari The Moodie Davitt Report, Otoritas Bandara Hong Kong telah mengumumkan penurunan tajam yang terus berlanjut dalam jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Hong Kong (HKIA) pada bulan Agustus, karena COVID-19 terus menghambat pertumbuhan.

Selama bulan tersebut, HKIA menangani 84.000 penumpang dan 10.000 pergerakan penerbangan, mewakili penurunan tahun-ke-tahun masing-masing sebesar -98,6% dan -72,0%.

Otoritas bandara mengatakan permintaan perjalanan tetap lemah sebagai akibat dari berlanjutnya pembatasan masuk Hong Kong untuk non-penduduk, serta pembatasan imigrasi dan tindakan karantina yang diterapkan di berbagai negara dan wilayah.

Ditambahkan, lalu lintas penumpang pada Agustus mengalami penurunan signifikan di semua kategori, yakni penduduk Hong Kong, pengunjung dan penumpang transfer / transit, dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Selama delapan bulan pertama tahun ini, HKIA menangani 8,5 juta penumpang dan 114.020 pergerakan penerbangan, masing-masing mewakili penurunan -83,2% dan -60,1%. Pada basis bergulir sepanjang 12 bulan baik penumpang dan pergerakan penerbangan tercatat -60,6% dan -42,0% tahun-ke-tahun dari  situasi normal pada angka 29,5 juta penumpang dan 248.285.

Sementara itu, untuk memfasilitasi prosedur karantina pemerintah bagi orang yang tiba di HKIA, Temporary Specimen Collection Centre (TSCC)  Departemen Kesehatan telah dipindahkan dari AsiaWorld-Expo ke Midfield Concourse (MFC) di area terlarang bandara.

Direktur Eksekutif Otoritas Bandara Hong Kong, Operasi Bandara Vivian Cheung mengatakan: “TSCC telah beroperasi dengan lancar di Midfield Concourse sejak relokasi. Untuk memastikan keamanan dan mencegah penyebaran infeksi di HKIA, kami telah bekerja sama dengan Pemerintah untuk menerapkan serangkaian tindakan untuk memisahkan staf bandara dan orang yang datang.

“Otoritas Bandara juga telah memasang saluran desinfeksi tambahan yang didedikasikan untuk anggota staf yang bekerja di TSCC, yang selanjutnya memperkuat upaya kami untuk menjaga lingkungan yang aman di HKIA.”

Industri Pariwisata Italia Diambang Kehancuran

this formate

ROMA, bisniswisata.co.id: Industri pariwisata Italia boleh merasa lega ketika pemerintah menyatakan berhasil mengendalikan penyebaran virus corona. Awal 2020, Italia termasuk negara kedua di luar China yang paling parah terdampak pandemi COVID-19. 

Kemudian datang musim panas yang seolah menawarkan secercah harapan. Para pelaku bisnis di sektor ini betul-betul telah siap meyambut para pelancong.

Namun, belum sempat mereka menikmati puncak musim liburan, musim dingin keburu datang. Pengamat memperkirakan hal Itu dapat menghancurkan harapan pada pemulihan ekonomi, terutama di sektor pariwisata. 

Pemerintah Italia, seperti halnya di banyak negara lain, telah menggelontorkan banyak uang tunai untuk membantu pelaku bisnis dan rakyat yang paling terdampak virus corona.

Mereka berharap keadaan segera membaik dan dunia pariwisata kembali bergairah. Sekadar informasi, sektor pariwisata yang menyumbang sekitar 13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

Namun dengan masih banyaknya negara yang memberlakukan aturan lockdown, harapan itu pun sirna. Apalagi musim dingin sebentar lagi segera datang.

 “Turis adalah apa yang kami butuhkan untuk tetap hidup,” kata Cassandra Santoro CEO sekaligus pendiri layanan perencanaan perjalanan,Travel Italian Style. 

“Pemandu wisata kami, para sopir, dan pekerja yang tersebar di Piedmont hingga Sisilia sudah memperkirakan akan kehilangan pekerjaan. Dan kini, mereka mencari pekerjaan lain.”

Secara tradisi, Agustus adalah bulan liburan bagi orang Italia. Penduduk akan berbondong-bondong keluar menikmati liburan dengan cara apapun untuk sejenak melepas penat.

Banyak orang berpikir tahun ini pun akan serupa meski harus dengan menerapkan aturan normal baru, yakni pakai masker dan jaga jarak sosial.

Nyatanya keadaan tidak membaik meski 60% warga Italia menyatakan akan rehat dan turis dari negara-negara Eropa bagian utara juga pergi berlibur ke sana. Perkiraan ekonomi tetap buruk.  

 “Proyeksi kerugian pada 2020 yang disebabkan minimnnya kunjungan turis asing adalah 24,6 miliar Euro [setara Rp 430 triliun), dan bahkan pengeluaran domesik pun turun 43,6 miliar Euro [setara Rp 760 triliun],” kata Giorgio Palmucci, presiden dewan pariwisata nasional Italia, ENIT.

Pandemi COVID-19 merusak tatanan ekonomi. Meski dengan harapan pertumbuhan dan pemulihan bakal terjadi dalam dua tahun mendatang, kerusakan parah yang luas membutuhkan pemulihan waktu lebih lama.

“Semua kota di Italia diperkirakan akan terkena dampak signifikan, terutama daerah yang lebih bergantung pada pengunjung internasional seperti Venesia, Florence, dan Roma.”

Masalah diperburuk dengan bertambahnya kasus COVID-19 yang disumbang anak-anak muda Italia. Mobilitas mereka tinggi, melintasi perbatasan ke negara-negara seperti Kroasia, Yunani, dan Malta. Selain itu, mereka juga kerap menyelenggarakan pesta musim panas di rumah-rumah. 

Meski tingkat kenaikan kasus baru masih lebih rendah dibandingkan Perancis dan Spanyol tetapi orang Italia khawatir dengan segera datangnya musim dingin. 

Kekhawatiran akan datangnya gelombang kedua infeksi COVID-19 memusnahkan harapan kebangkitan sektor pariwisata pada September dan Oktober. Banyak pelancong luar negeri telah membatalkan rencana liburannya dan memilih menunggu keadaan membaik.

Para pemilik usaha kini menganggap pernyataan pemerintah bahwa musim panas akan menjadi pendorong pariwisata domestik hanya sebuah retorika.

Optimisme berlebihan ditambah imej pantai-pantai yang padat saat libuaran Ferragosto pada 15 Agustus lalu, hanya menjadi semacam ‘asap’ penutup bagi gambaran industri yang sesungguhnya tengah di ambang kehancuran. 

Angka statistik menunjukkan gambaran yang lebih buruk. Konfederasi Bisnis Italia melaporkan 70% hotel di kota-kota seperti Roma dan Florence serta 20% di daerah pesisir tidak pernah kembali dibuka setelah aturan lockdown diberlakukan.

Lembaga Statistik Nasional Italia memproyeksikan 60% bisnis di sektor pariwisata khawatir mereka akan segera collapse. Larangan perjalanan ke luar negeri bagi warga Amerika – salah satu sumber pendapatan periwisata terbesar di Italia – juga ikut memperparah keadaan. 

 

Upaya Industri F&B di Taiwan agar MICE Bangkit Kembali

this formate

Taipei International Convention Centre  ( Foto: Meet Taiwan )

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Taiwan, negara yang banyak menyerap tenaga kerja dari Indonesia dan dikenal sebagai tujuan wisata Friendly Muslim berupaya bangkit dari dampak pandemi global dengan program kegiatan Meeting, Incentive, Conference & Exhibition atau disebut MICE

Sentuhan makanan khas Taiwan telah menjadi sorotan dalam jadwal program untuk acara MICE apa pun, dimana masakan lokal telah dipengaruhi oleh sejarah dan lokasi geografisnya.

Seafood, buah subtropis, dan banyak pilihan rempah-rempah berpadu dalam beragam rasa. Beef noodle soup versi Taiwan adalah salah satu hidangan paling populer di Taiwan, dan juga selalu disukai oleh para peserta MICE.

Beragam masakan lokal di Taipei seperti minced pork rice, oyster omelet and chicken cutlet memberikan cita rasa yang nikmat dan pengalaman bersantap yang tak terlupakan. Mango shaved ice di YongKang Street juga merupakan makanan penutup yang wajib dicoba.

Taipei menawarkan beragam masakan gourmet yang lezat. Selain jajanan kaki lima yang disebutkan di atas, jumlah restoran dan tempat makan lokal yang tercantum dalam Michelin Guide pun terus meningkat.

Saat mengadakan acara MICE di Taipei, salah satu pertanyaan yang selalu ditanyakan kepada para staff event adalah “Di mana restoran Din Tai Fung terdekat?”, sehingga delegasi dapat menikmati Dim Sum paling terkenal, “Xiaolongbao” yang terbungkus kertas tipis dengan 18 lipatan.

Dalam beberapa bulan terakhir di tahun 2020, komunitas MICE di Taipei segera menyadari bahwa self-service buffet dalam waktu dekat kemungkinan besar tidak akan menjadi pilihan yang dapat digunakan, dan mereka telah bekerja keras untuk menghasilkan solusi kreatif.

Enhanced seated dining adalah pilihan alternatif yang paling masuk akal jika ada anggota staf yang terlatih dalam tindakan sanitasi dan penanganan makanan. Pilihan lainnya adalah makanan kemasan yang diambil peserta dari lemari es atau beberapa lokasi, atau makanan dalam kotak sudah ditempatkan di kursi mereka dalam acara tersebut.

Yuanshan Plaza (sekitar 40 hektar) merupakan tempat konferensi dan pameran internasional di kota Taipei, dimana pemberitahuan pencegahan pandemi dan desinfeksi dipasang di pintu-pintu masuk, meja dan kursi diatur pada jarak sosial yang tepat, pemeriksaan suhu dan tindakan desinfeksi digunakan di restoran, dan pengendalian hama profesional dilakukan secara teratur.

Staf kebersihan sepenuhnya membersihkan ruang makan umum, ditambah staf restoran diperiksa suhu tubuhnya dan selalu membersihkan tangan mereka.

Cosmo Banquet Catering di TICC adalah vendor yang menyajikan makanan dan minuman untuk konferensi dan pameran. Menanggapi dampak COVID-19, Executive Chef, Shu-Nien Wang mengatakan bahwa langkah ekstra dan tingkat kehati-hatian saat ini menambah biaya untuk F&B, sehingga mereka menawarkan solusi untuk menghemat biaya makanan dan minuman selama acara.

Untuk setiap acara, ketersediaan fasilitas dan ruang event yang cukup besar ditetapkan sebagai langkah pencegahan keramaian untuk kehadiran yang diharapkan.

Pedoman ketat seputar makanan dan minuman merekomendasikan penyajian makanan untuk masing-masing individu seperti botol air individu, botol mini anggur, dll.

Penyelenggara acara saat ini menghindari menyajikan makanan di mana banyak tangan akan menyentuh makanan, seperti mangkuk keripik, dan menyediakan peralatan penyajian jika diperlukan atau mengatur makanan untuk disajikan oleh staf yang terlatih dalam penanganan makanan yang aman.

Penggunaan ruang alternatif untuk layanan makanan dan minuman sedang dipertimbangkan, melampaui jarak meja dan memanfaatkan ruang luar ruangan, jika tersedia, terutama saat pindah ke bulan-bulan yang hangat.

Menyediakan lingkungan terbuka jika memungkinkan, atau sekedar memastikan bahwa ruangan yang digunakan memiliki aliran udara dan jendela terbuka.

“Sangat penting untuk mengontrol jumlah orang di dalam ruangan agar tidak terlalu ramai dan mengingatkan peserta untuk mencuci tangan dan membersihkannya secara teratur,” ujar Direktur Patti Tang dari Willy DMC di Taipei. Dia percaya pada peran masker dalam meminimalisir kontaminasi, jadi para peserta memang wajib  untuk memakainya

Aktivitas sanitasi restoran di ruang publik Yuanshan Plaza, 
makanan Xiaolongbao tradisional  Taiwan dan kebijakan hotel sediakan alcohol pads untuk pengunjung Hotel Meridien Taipei. ( foto-foto TICC)

Pedoman umum untuk penyedia layanan F&B antara lain:

  • Menjaga agar hanya sedikit makanan yang dipajang, dan mengisinya kembali sesering mungkin untuk mengurangi jumlah makanan yang disentuh oleh peserta yang berbeda.
  • Opsi menu-only dikirim melalui plate service.
  • Kemas terlebih dahulu kantung atau kotak makanan, dan dikirim setelah tamu mengambil tempat duduk di area yang ditentukan.
  • Batasi jumlah orang di ruang dapur untuk mendorong jarak sosial dan membatasi jumlah orang yang menangani makanan.
  • Tunda sementara demo makanan atau kelas memasak dan jangan menawarkan sampel makanan.

Menurut Ms. Amanda Ma, F&B Supervisor for the TICC, pihaknya telah mengevaluasi pengukuran food safety yang sudah ada dan meminta untuk menambahkan beberapa lapisan kontrol pada proses penyiapan makanan dan prosedur pengoperasian stan sanitasi.

“Kami juga bertanya kepada semua staf di Cosmo Banquet di TICC tentang perlunya mematuhi rencana Hazard Analysis and Critical Control Points (HAACP)”, kata dia.

Tempat duduk, sekat plastik, dan penyemprotan disinfektan ke tangan: ini hanyalah beberapa hal yang biasa dilakukan oleh pengunjung restoran di Taiwan. Ini bukanlah adegan dari film distopia; ini adalah peningkatan normal baru peringkat Taiwan sebagai salah satu tujuan MICE teraman di dunia.

Ada banyak hotel MICE besar di Taipei, seperti Le Méridien Taipei, Marriott Taipei, dan Courtyard by Marriott. Untuk memastikan makan malam konferensi yang sehat bagi para tamu, pemangku kepentingan hotel menerapkan langkah-langkah pencegahan epidemi seperti sanitasi restoran secara menyeluruh.

Setiap waktu makan, pemeriksaan suhu tamu dan staf, staf yang mengenakan masker, sanitasi tangan rutin, dan perilaku manajemen kesehatan diri. Dengan protokol seperti itu, para tamu bisa merasa lebih nyaman saat bersantap. Dengan kata lain, semua pemangku kepentingan MICE Taipei siap untuk melayani semua layanan F&B.

Layanan yang diperlukan secara maksimal, dan teraman, luas dan  tentu saja, siap untuk memberikan pengalaman F&B “WOW” yang sehat dan aman untuk semua anggaran dan untuk semua selera. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi www.expopark.taipei atau www.anticovid19tw.org.

 

Registrasi Online Bantu TN Komodo Jaga Carrying Capacity

this formate

LABUAN BAJO, NTT, bisniswisata.co.id: – Penerapan registrasi online bagi calon wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo khususnya Taman Nasional Komodo (TNK) NTT tidak hanya berkaitan erat dengan carrying capacity dalam mewujudkan konsep pengelolaan destinasi premium, tapi juga bagian penerapan sistem keamanan dan keselamatan yang baik.

Juru Bicara Balai Taman Nasional Komodo, Muhammad Iqbal Putera, mengatakan, TN Komodo sebagai destinasi ekowisata kelas dunia sangat erat kaitannya dengan carrying capacity. Terlebih ekowisata bukanlah mass tourism sehingga jumlah wisatawan yang berkunjung perlu diatur atau tidak bisa dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu.

“Salah satu caranya dengan menerapkan sistem registrasi online ini. Dan sistem ini sangat erat kaitannya dengan keadaan COVID-19 saat ini sehingga pemantauan kesehatan dan pengawasan terhadap wisatawan itu bisa difungsikan melalui registrasi online.

Hal itu bertujuan agar kelestarian Taman Nasional Komodo terjaga sebagai wilayah konservasi nasional tanpa menghilangkan kesempatan bagi wisatawan untuk tetap berkunjung dengan rasa aman dan nyaman sehingga benar-benar mendapat pengalaman pariwisata yang berkualitas.

“Jadi tidak hanya bermanfaat bagi ekosistem, tapi juga keselamatan petugas dan stakeholders_ terkait,” kata Iqbal dalam sesi Travel Dialogue dalam acara FamTrip Media yang diselenggarakan BOPLBF, Sabtu (13/9/2020).

Sistem registrasi online sejauh ini sudah diterapkan di Taman Nasional Komodo sejak September 2019 di dua lokasi yakni Batu Bolong dan Karang Makassar, kemudian terus berkembang hingga saat ini untuk diterapkan di tujuh titik wisata di TN Komodo.

Berdasarkan kajian yang dilakukan pada 2018, ditetapkan carrying capacity terhadap sejumlah lokasi di TN Komodo yang masuk dalam zona hijau (diperuntukkan untuk wisata).

Lokasi tersebut adalah Loh Liang maksimal 250 orang, Loh Buaya 150 orang, dan Pulau Padar 60 orang. Sementara untuk lokasi perairan Karang Makassar 32 kapal, Batu Bolong 8 kapal, Siaba Besar, dan Pulau Mawan 20 kapal perhari.

“Tapi kajian itu perlu diperbaharui setiap dua tahun sekali. Dan karena angka itu berdasarkan kajian pada 2018, akan dibuat kajian terbaru untuk mendapatkan angka yang baru,” kata Iqbal.

Saat ini, seiring proses penyempurnaan, registrasi yang dilakukan masih bisa dilakukan secara online dan offline. Jika calon wisatawan memang sudah memiliki data persyaratan yang cukup, disarankan melakukan registrasi secara online yang dapat difasilitasi oleh travel agent atau tour operator yang ada di Manggarai Barat.

“Penerapan registrasi online secara ideal ini akan dilakukan ketika semua pihak sudah familiar dengan sistem ini.  Semoga bisa segera dilakukan karena concern kita adalah peningkatan kembali kunjungan wisatawan dari luar negeri dan sebelum itu terjadi internal kita harus siap dulu. Dan salah satunya ini caranya,” ujar Iqbal.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Agustinus Rinus, di kesempatan yang sama menjelaskan, sistem registrasi online ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas agen-agen perjalanan yang ada di Manggarai Barat.

Selama ini masih banyak agen perjalanan dari luar Manggarai Barat yang mendapatkan manfaat dari pariwisata Labuan Bajo namun tidak memberikan kontribusi pada daerah.

Berdasarkan data 2019, kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 187.128 dengan 55,9 persen di antaranya wisatawan mancanegara. Angka itu meningkat 875 persen dari tahun 2010 dengan lama tinggal rata-rata 6,9 hari dan jumlah pengeluaran  US$978.

Kontribusi pariwisata terhadap PAD Manggarai Barat di 2019 mencapai Rp40,605 miliar, meningkat 2.674 persen dari Rp2,37 miliar di tahun 2010.

“Calon wisatawan dapat melakukan registrasi dengan agen perjalanan atau tour operator yang harus terdaftar di Manggarai Barat. Daftarnya dapat dilihat di situs registration.labuanbajoflores.id,” kata dia.

Lebih jauh Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, menjelaskan, registrasi online ini juga akan mendukung penguatan safety and security yang menjadi faktor penting dalam dunia pariwisata juga ekonomi kreatif terutama di era adaptasi kebiasaan baru.

Registrasi online, dengan wilayah konservasi dari TN Komodo sebagai dasar, nantinya sebagai wujud pembangunan sistem digital pariwisata terpadu yang terintegrasi dalam satu big data. Menurut Shana, sistem digital pariwisata ini diharapkan akan menjadi rumah bagi pariwisata Flores dan NTT secara keseluruhan.

Sistem ini dimaksudkan selain untuk mendata identitas para pengunjung yang datang dan mentracing riwayat perjalanan para pengunjung, juga memperkuat penerapan tatanan normal baru di sektor pariwisata.

“Dengan sistem itu ketika ada keadaan darurat kami terbantu sekali. Dulu kalau ada kecelakaan kapal, atau kecelakaan diving kita kesulitan mencari tahu siapa operatornya mereka laporannya kemana,” ungkap Shana

Sistem registrasi online ini dan dikombinasikan dengan konsep panic button dari Kemenparekraf sehingga lebih mudah orang memberi sinyal saat kondisi darurat dan akan langsung terhubung ke instansi yang terkait, tambahnya.

Simulasi terhadap kondisi darurat tersebut awalnya akan disimulasikan di April 2020 namun tertunda akibat kondisi pandemi COVID-19. Namun Shana menegaskan bahwa pihaknya bersama pihak-pihak terkait telah menyusun action plan untuk di lapangan.

Dengan demikian  dalam waktu dekat akan mengaplikasikan modul pertama di lapangan dengan pengoperasian command center dan bertahap dengan berbagai fasilitas pendukung pada tahun depan.

“Kami akan pasang CCTV di titik keramaian dan ditargetkan selesai sebelum G20 di akhir 2022 dengan standar internasional,” kata Shana.

Pihaknya juga akan terus berupaya meningkatkan kapasitas SDM dalam membangun pola pikir pariwisata dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Termasuk bersama Dinas Pendidikan Provinsi NTT untuk memasukkan muatan lokal tentang konservasi dan pariwisata di sekolah-sekolah.

“BOPLBF juga akan terus melibatkan mitra-mitra lokal dalam setiap kegiatan yang dilakukan guna meningkatkan kapasitas mereka dalam berorganisasi sehingga dapat membantu mereka untuk nantinya memulai usaha sendiri,” ujarnya.

Kamar Dengan Pemandangan Jendela Apakah di  Hotel ‘Star Wars’ ?

this formate

ORLANDO, AS, bisniswisata.co.id: Penasaraan itu wajar, untuk sebagian besar hotel, pertanyaan ini akan menjadi pertanyaan yang sangat menggelikan untuk ditanyakan: Mengapa kita melihat jendela dipasang di hotel?” Itu seperti bertanya, “Mengapa pemain sepak bola itu memakai helm?”

Tapi ini bukan hotel biasa. Dilansir dari Inside The Magic Ini adalah hotel Star Wars yang sangat ditunggu-tunggu dan sangat imersif, Star Wars: Galactic Starcruiser. 

Saat Tamu Walt Disney World Resort check-in di Terminal Galactic Starcruiser, mereka tidak akan lagi berada seperti di beberapa hotel di  Florida Tengah. Mereka akan dibawa dengan shuttle ke Starcruiser, Halcyon. Dengan kata lain, Tamu akan berada di luar angkasa.

Ketika rencana untuk membangun hotel diumumkan dan konsep seni dirilis di sekitar D23 Expo, dikatakan bahwa pembangunan bahkan akan diperluas ke kamar itu sendiri. Mereka tidak akan mendapatkan pemandangan yang ditemukan di Hotel Resor Disney lainnya.

Hotel Disney umumnya  seperti pemandangan taman, pemandangan kebun, atau pemandangan danau. Sebaliknya, mereka akan bangun setiap hari dengan pemandangan yang benar-benar keluar dari dunia ini.

Jadi mengapa tampaknya kabin kamar di dalam Halcyon memiliki jendela biasa?.@bioreconstruct menunjukkan hal ini di Twitter awal pekan ini, membagikan gambar baru dari proyek konstruksi tersebut, dengan mengatakan “Tidak jelas untuk apa bukaannya, karena kabin dikatakan memiliki jendela ke luar angkasa, melihat batuu.

Kami tidak tahu apa sebenarnya bukaan yang tampak ini. Jika bukaan ini ternyata jendela, itu berarti tingkat pembangunan yang diberikan oleh pengalaman resor ini berkurang secara signifikan. Tapi Walt Disney Imagineers bisa bermain dengan opsi ketiga. Salah satu yang memungkinkan tamu untuk memilih antara pemandangan langit atau terestrial di luar jendela mereka.

Tingkat kemampuan menyerap seolah berada di kapal Halcyon akan menjadi luar biasa. Hal ini akan menjadi intens, dan ditutup di dalam gedung selama lebih dari 48 jam bisa sangat sesak, dan membingungkan bahkan dengan pemandangan “luar” dan banyak gangguan yang menyenangkan.

Pembangunan yang diharapkan juga dapat memberikan lebih banyak penjelasan tentang mengapa tamu dibatasi pada pelayaran dua malam di atas Halcyon – dengan satu “Spaceport of Call,” di Black Spire Outpost, Batuu, Disney’s Hollywood Studios – daripada yang diperkirakan permintaan. Seluruh proyek ini bersifat eksperimental! Bagaimanapun, demam kabin adalah hal yang paling pasti.

Oh iya, dan jangan lupa untuk menyebutkan fakta bahwa kapal benar-benar akan diserang selama Anda tinggal di dalamnya. Tapi Anda dapat memiliki kesempatan untuk melawan.

Semua itu akan menghancurkan ilusi keseluruhan berada di starcruiser mewah, memiliki pilihan untuk jendela nyata mungkin adalah keputusan yang tepat karena akan memungkinkan para tamu merasa lega tanpa harus pergi untuk melakukan satu tamasya mereka ke Batuu. 

Melalui ini juga akan membuat Star Wars: Galactic Starcruiser jauh lebih mudah diakses oleh tamu daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Kita dapat berspekulasi apapun tetapi, sayangnya, kita tidak memiliki gagasan nyata atau pernyataan resmi tentang apa sebenarnya bukaan hitam di hotel baru itu. Dan kita tidak akan tahu sampai Disney memberikan penjelasan resmi tentang masalah ini hingga nanti ketika mereka melakukannya.

 

Lebih dari 50% Tujuan Global Permudah Pembatasan Perjalanan Tapi Tetap Harus Hati-Hati

this formate

Resort di  Seychelles, satu dari 10 SIDS (Small Island Developing States) yang hingga kini masih tertutup bagi wisman. ( Foto:  unsplash.com/Victor Garcia)

SPANYOL, bisniswisata.co.id:  Mayoritas tujuan di seluruh dunia (53%) kini telah mulai melonggarkan pembatasan perjalanan yang diberlakukan sebagai tanggapan terhadap pandemi COVID-19. Meskipun banyak yang tetap berhati-hati dalam melihat perkembangan pandemi.

Laporan Edisi ketujuh “Pembatasan Perjalanan Terkait COVID-19: Tinjauan Global untuk Pariwisata” dari UNWTO menegaskan tren yang sedang berlangsung menuju dimulainya kembali pariwisata secara bertahap.

Menganalisis pembatasan hingga 1 September, Badan Pariwisata Dunia ( UNWTO) menemukan bahwa total 115 tujuan (53%) dari semua tujuan di seluruh dunia telah mengurangi pembatasan perjalanan, meningkat 28 sejak 19 Juli lalu.

Dari jumlah tersebut, dua telah mencabut semua pembatasan, sementara 113 negara sisanya terus menerapkan langkah-langkah pembatasan tertentu.

“Kepemimpinan yang terkoordinasi dan kerjasama yang ditingkatkan antar pemerintah berarti pariwisata perlahan tapi pasti dimulai kembali di banyak bagian dunia. kata Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UNWTO.

Memulai pelonggaran pembatasan perjalanan juga membuka pintu bagi keuntungan sosial dan ekonomi pariwisata untuk kembali.  “Meskipun kami harus tetap waspada dan berhati-hati, kami prihatin tentang tujuan wisata dengan pembatasan perjalanan penuh yang sedang berlangsung, terutama di mana pariwisata adalah jalur kehidupan dan pembangunan ekonomi dan sosial sedang terancam. ” tambahnya.

Perdalam pengetahuan pariwisata

Untuk pertama kalinya, laporan Pembatasan Perjalanan Terkait COVID-19 mencakup data penting tentang infrastruktur kesehatan dan kebersihan yang ada di tempat tujuan, sekaligus menganalisis tingkat pemberitahuan kasus baru COVID-19.

Hal Ini memungkinkan UNWTO untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan destinasi untuk melonggarkan pembatasan. Khususnya, laporan tersebut menunjukkan:

1. Destinasi yang mengurangi pembatasan perjalanan umumnya memiliki infrastruktur kesehatan dan kebersihan tingkat tinggi atau sangat tinggi. Mereka juga cenderung memiliki tingkat infeksi COVID-19 yang relatif rendah.

2. Di negara maju, 79% tujuan pariwisata telah melonggarkan pembatasan. Di negara berkembang, hanya 47% tujuan yang telah melakukannya.

3. Sebanyak 64% dari destinasi yang telah mereda memiliki ketergantungan tinggi atau sedang pada udara sebagai moda transportasi untuk kedatangan pariwisata internasional.

Pada saat yang sama, laporan tersebut menunjukkan bahwa banyak tujuan di seluruh dunia sangat berhati-hati dalam melonggarkan pembatasan perjalanan yang diberlakukan sebagai tanggapan terhadap pandemi dan beberapa telah melewati tindakan keras dalam upaya untuk menjaga keamanan warganya.

Sejumlah 93 destinasi (43%) dari semua destinasi di seluruh dunia terus menutup perbatasannya sepenuhnya untuk pariwisata, di mana 27 di antaranya telah ditutup sepenuhnya selama setidaknya 30 minggu.

Selain itu, lebih dari setengah dari semua tujuan dengan perbatasan yang sepenuhnya tertutup untuk pariwisata diklasifikasikan sebagai salah satu Negara Paling Rentan di Dunia. Mereka termasuk 10 SIDS (Small Island Developing States), satu Least Developed Country (LDC) dan tiga Land-Locked Developing Countries (LLDCs).

Lebih dari separuh tujuan dengan pembatasan penuh yang masih diberlakukan juga sangat bergantung pada penerbangan, dengan setidaknya 70% dari kedatangan turis mereka datang melalui udara, menyebabkan dampak konektivitas yang signifikan bagi warga dan perekonomian mereka.

UNWTO terus memantau dampak COVID-19 terhadap pariwisata. Sejak awal, badan khusus PBB telah menyarankan bahwa situasinya berubah-ubah dan bahwa, bahkan saat pariwisata dimulai kembali di beberapa daerah, di daerah lain, pembatasan dapat diperketat dan perbatasan ditutup kembali.

Demikian pula, UNWTO telah mengamati peningkatan dalam travel advisories yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk warganya sendiri, di samping pembatasan yang semakin beragam dan tindakan lain yang diarahkan pada penumpang yang datang dari negara atau wilayah tertentu.

Ada Toilet Umum Tembus Pandang di Tokyo, Berani Coba?

this formate

Di Jepang, ada toilet umum yang dibuat transparan (foto: business insider)

TOKYO, bisniswisata.co.id: Selama ini toilet dianggap sebagai tempat yang sangat pribadi. Umumnya orang menemukan privacy-nya di sana. Makanya toilet, termasuk toilet umum, biasanya ditempatkan di belakang-belakang.

Tabu rasanya mengumbar, apalagi membuat dinding toilet transparan alias tembus pandang sehingga memungkinkan orang melihat ke dalamnya. Di Jepang, aturan-aturan ini dilanggar. 

Shibuya, salah satu distrik paling populer di Tokyo, Jepang, baru-baru ini menambahkan fasilitas publik baru yang langsung menarik perhatian. Fasilitas baru itu adalah toilet umum yang dindingnya tembus pandang. Kok bisa?

Tapi, Anda tak perlu khawatir akan terlihat dari luar saat menggunakan toilet ini. Perancangnya yang tergabung dalam Shigeru Ban Architects telah mendesain dengan cerdas. Ketika seorang pengguna toilet masuk dan mengunci pintu, dinding akan otomatis berubah warna menjadi buram, yang menghalangi pandangan dari luar.

Hal ini dimungkinkan karena ada arus listrik yang mengalir di dinding kaca. Ketika pintu dikunci, arus listrik terputus sehingga pengguna toilet bisa buang hajat tanpa takut dilihat dari luar. Ini artinya pengguna toilet tak perlu takut bisa diintip jika listrik tiba-tiba terputus.

Jadi yang penting diingat adalah memastikan mengunci pintu yang terletak tepat di bawah pegangan pintu. Masalahnya, dari dalam toilet orang tidak tahu apakah kacanya sudah buram atau tidak.

Dinding di antara bilik toilet juga dipasangai cermin, sehingga menambah perasaan aneh seolah sedang ditonton. Itulah bagian yang mendebarkan.Toiletnya sendiri luas, sangat bersih, dan diberi warna yang sesuai, perpaduan antara warna putih dan krom. 

Para perancangnya berharap cara itu dapat mengatasi kekhawatiran tentang penggunaan toilet. Maksudnya, dengan memasang dinding kaca transparan maka orang dapat mengetahui dari luar apakah toilet itu berisi atau tidak.

“Hal ini memungkinkan orang untuk memeriksa kebersihan dan apakah ada orang lain di dalam toilet dari luar. Saat malam, nyala lampu dari toilet ini juga menerangi taman seperti sebuah lentera yang cantik,” sebut pernyataan resmi Shigeru Ban Architects di laman Tokyotoilet.jp.

Toilet transparan ini merupakan bagian dari proyek Nippon Foundation yang menugaskan sejumlah arsitek terkemuka untuk merancang ulang fasilitas umum.

“Dengan membuat toilet tembus pandang, kita bisa mengurangi kekhawatiran orang tentang kebersihan, juga keamanan, karena kau bisa lihat tidak ada orang yang bersembunyi di dalamnya,” kata pejabat komunikasi Nippon Foundation Kana Saji kepada AFP.

Dan salah satu warga setempat, Masataka Tsuchigami (55) mengatakan dia percaya kepada teknologi di balik dinding transparan, dan tidak khawatir dunia tiba-tiba bisa melihatnya buang hajat di dalam toilet.

“Jika skenario terburuk terjadi, takkan parah-parah amat, kita semua kan lahir tanpa busana!”

 

 

Pilihan Orang Super Kaya,  Cari Tempat Terpencil, Unik & Berkesan

this formate

Permintaan pesiar dengan kapal yacht di tengah pandemi global naik 50 %. ( Foto: CNN)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Masih seputar pelayanan pribadi untuk liburan klien-klien super kaya, Black Tomato,spesialis perjalanan mewah sukses membuat paket-paket wisata yang sifatnya pribadi, unik dan memberikan kesan yang mendalam ( imersif).

Tom Marchant, salah satu pendiri Black Tomato bercerita, beberapa tahun yang lalu, perusahaannya telah mengatur perjalanan untuk seorang dermawan Kanada yang memiliki “7 Keajaiban Dunia” versinya sendiri di daftar keinginannya.

“Wisatawan kaya menginginkan pengalaman yang unik dan dipersonalisasi, “kata pendiri Black Tomato itu seperti dilansir dari CNN Travel.

Permintaannya a.l dimulai dengan menyelam di antara lempeng tektonik di Islandia, kemudian menyelam bersama hiu putih besar di Cape Town, Afrika selama beberapa hari, ditemani oleh salah satu ahli biologi kelautan terkemuka dunia.

 Di India, dia menghabiskan waktu mengajar bahasa Inggris di sebuah sekolah di daerah kumuh untuk kegiatan personal social responsibility, yaitu melayani masyarakat.

Setelah itu melakukan tour setelah jam kerja ke Kota Terlarang di Beijing,  menikmati seluruh tempat itu untuk dirinya sendiri. Perjalanan tersebut diakhiri dengan kunjungan yang berarti ke Hiroshima, Jepang.

Saat tumbuh dewasa, sang dermawan membaca sebuah buku, yang ditulis oleh seorang yang selamat dari serangan nuklir, yang sangat memengaruhi filosofi hidupnya.  Black Tomato lalu melacak siapa penulisnya dan mengatur agar klien dapat makan malam dengan ‘pahlawannya’.

 “Pengalaman yang sangat pribadi yang sepenuhnya disesuaikan dengan klien inilah yang membuat perjalanan menjadi berkesan,” kata Marchant dan menambahkan bahwa salah satu perwujudan dari kemewahan hari ini justru menunjukkan pemikiran yang tulus untuk rakyat.

Selain personalisasi, dia mengatakan bahwa pelancong dengan kekayaan sangat tinggi juga menghargai eksklusivitas.  Itulah mengapa mereka menyiapkan layanan yang disebut Blink – menyediakan apa yang pada dasarnya adalah akomodasi pop-up yang telah dirancang oleh klien.

 “Kata unik dilontarkan dengan sangat bebas. Tetapi apakah itu benar-benar unik? Dalam hal ini, ya, karena Anda merancangnya sendiri.”

 

Dari jumlah benang seprai Anda hingga transparansi langit-langit, wisatawan dapat merancang tempat peristirahatan jarak jauh yang sempurna. Melalui layanan Blink-nya, Black Tomato dapat mengatur akomodasi pop-up di lokasi terpencil.

Perusahaan telah menyiapkan beberapa pop-up pribadi yang menakjubkan, termasuk kamp mewah senilai US $ 100.000 di pedalaman pegunungan selatan Selandia Baru yang hanya dapat diakses dengan helikopter.

Pada perjalanan lain, mereka membangun akomodasi mewah sementara di tengah Lembah Suci di Peru. Untuk mencapai kemah tenda, klien naik kereta pribadi melalui lembah, dan Black Tomato mengejutkan mereka dengan pertunjukan kembang api di sepanjang jalan.Total biaya perjalanan hanya di bawah US $ 1,4 juta.

“Kami menempatkannya di bagian terpencil dunia yang tidak pernah memiliki akomodasi, jadi pada dasarnya Anda adalah orang pertama yang menginap di tempat itu. Matahari terbit atau terbenam bisa Anda saksikan langsung dari tempat tidur? Tidak ada orang lain yang pergi  untuk mendapatkan momen itu. “

Arti mewah bagi milyuner & Bilioner

Untuk klien kaya dari Red Savannah, perusahaan perjalannan eksklusif, liburan tidak hanya berarti infinity pool dan spa glamor. Soalnya wisatawan elit mencari lebih banyak substansi           ” pengalaman perjalanan dan keaslian” daripada kemewahan yang ‘disanitasi’.

Pendiri dan CEO George Morgan-Grenville mengatskan bahwa dia jarang menerima permintaan yang aneh. “Meskipun ada keinginan yang sangat kuat untuk mendorong batasan dan mengalami apa yang orang lain tidak pernah miliki, saya menolak beberapa klaim aneh yang dibuat oleh perusahaan perjalanan,” katanya.

Pendiri Red Savannah mengatakan “pengalaman” perjalanan lebih populer daripada perjalanan mewah yang terlalu bersih. Misalnya, mereka memiliki klien yang meminta koki selebriti terbang ke Antartika untuk membuatkan telur Benediktus sambil dihibur oleh mezzo-soprano kelas dunia.

 “Saya pribadi telah berurusan dengan sejumlah nama yang sangat terkenal – termasuk membawa Yang Mulia Pangeran Charles bersafari dan juga berjalan-jalan di Himalaya – dan dalam 33 tahun, saya belum pernah melihat permintaan yang tidak masuk akal seperti itu!”

 Meski begitu, perusahaan telah berhasil menampung beberapa wild card. Untuk hari jadi khusus, misalnya, seorang klien meminta Red Savannah untuk membeli gelang Cartier yang mahal untuk istrinya, kemudian membantunya memberikan kejutan saat makan malam di Dubai.

 “Untuk menimbulkan gangguan, kami mengatur agar pasangan itu memiliki meja di samping akuarium besar restoran. Kami meminta penyelam muncul dan melambai dengan panik ke arah istri klien.

 “Setelah menarik perhatiannya yang luar biasa, si penyelam itu kemudian mengangkat pesan yang bertuliskan ‘Lihat alas tempatmu’.”  Tentu saja, ketika dia melihat ke bawah, ada kotak Cartier.

Klien lain – seorang pengusaha fintech terkenal – mengunjungi vila Tuscan untuk kedua kalinya. Sebagai seorang fanatik tenis, ia meminta agar lapangan tenis pribadi vila diperpanjang ke samping tepat 40 sentimeter agar memiliki lebih banyak ruang antara sisi lapangan dan jaring.

 “Kami benar-benar mengatur agar pekerjaan berlangsung tanpa biaya untuk klien, yang sekarang kembali setiap tahun selama dua hingga tiga minggu,” kata Morgan-Grenville.

 “Itu hanya mungkin untuk beroperasi di industri perjalanan kelas atas dengan pengetahuan yang mengakar dan punya buku hitam kontak yang sangat substansial sehingga hampir semua permintaan dapat dipenuhi asalkan Anda tahu orang yang tepat.”

Catherine Heald, CEO dan salah satu pendiri Remote Lands, mengatakan kemewahan sejati juga tentang logistik. Wisatawan yang sangat kaya mencari akses dan bantuan, ungkapnya. 

“Klien ini ingin dapat menavigasi tujuan dengan kewaspadaan tertinggi dan mengetahui bahwa mereka bekerja dengan orang-orang yang dapat menyelesaikannya untuk mereka, berapa pun harganya.”

 Dia mengutip perjalanan ke Mongolia musim panas lalu, di mana dua individu dengan kekayaan sangat tinggi ingin melakukan perjalanan sehari ke Danau Baikal – “danau air tawar terbesar, terdalam, terjernih dan tertua di dunia, yang menampung 23% dari  air permukaan segar dunia “- di tetangga Siberia.

Mereka berharap untuk terbang dengan jet pribadi ke Bandara Baikal Siberia, kemudian naik helikopter ke Pulau Olkhon di dalam Danau Baikal di mana mereka akan bertemu dengan seorang nelayan ahli.

 Perjalanan sampingan ini terbukti sangat sulit dilakukan dalam satu hari, karena kemungkinan penundaan cuaca. “Kemungkinan besar mereka akhirnya harus tinggal di Ulan-Ude atau Pulau Olkhon, atau bahkan tidak turun sama sekali.”

Tapi jet itu lepas landas dan bintang-bintang sejajar.  “Mereka memiliki apa yang mereka gambarkan sebagai hari terbaik dalam hidup,”kata Heald.

Setelah matahari terbenam, mereka naik helikopter dan kemudian jet datang tepat waktu. Mereka sudah kembali ke tempat tidur hangat mereka di Shangri-La Hotel Ulaanbaatar pada tengah malam. Misi selesai!”

Mengisolasi diri

Bagi beberapa pelancong elit, kapal pesiar yang indah di teluk terpencil adalah definisi kemewahan, terutama di tengah pandemi. Perjalanan kapal pesiar yacht ke tempat-tempat terpencil semakin populer karena pandemi COVID-19, kata perusahaan charter Y.CO.

Manajemen kapal yacht, broker dan  perusahaan charter Y.CO telah mengatur beberapa petualangan epik selama bertahun-tahun, termasuk perjalanan melalui Norwegia di mana grup memberi mereka anggaran yang hampir tidak terbatas.

 Penjelasan singkatnya sederhana: “Ciptakan petualangan yang melampaui impian terliar mereka.”

Permintaan tersebut memulai proyek yang membutuhkan perencanaan berbulan-bulan dan berpuncak pada semua jenis peristiwa yang aneh dan indah, kata Charlie Birkett, salah satu pendiri dan CEO dsri Y.CO

“Kami memiliki putri duyung yang mengantarkan teka-teki kepada para tamu, memimpin anak-anak dalam perburuan harta karun dongeng yang ajaib, pengejaran mobil klasik yang dramatis di sepanjang pantai (ditonton langsung dari kapal pesiar) dan kami bahkan mengatur pesta bertema ABBA di atap ABBA  museum.”

 Perjalanan kapal pesiar sangat diminati akhir-akhir ini.  Y.CO telah melihat peningkatan 50% dalam permintaan sejak lockdown terkait pandemi dimulai awal tahun ini.

 “Semakin banyak, kapal pesiar ini menjadi pangkalan untuk membuka petualangan yang menakjubkan,” kata Gary Wright, salah satu pendiri dan ketua Y.CO, kepada CNN Travel.

 “Kami melihat lebih banyak permintaan dari klien yang ingin menjelajahi lebih banyak daerah terpencil, menghabiskan lebih banyak waktu di kapal dan lebih sedikit waktu di pelabuhan yang sibuk.”

 Selain itu, orang memilih tujuan mereka agar sesuai dengan pembatasan perjalanan yang berubah.  Misalnya, klien AS lebih tertarik pada Polinesia Prancis, sedangkan klien Eropa lebih tertarik pada Mediterania.

Sama seperti di belahan dunia lainnya, perjalanan mewah berubah karena pandemi. Menurut Albanese of Element Lifestyle, klien mencari ruang terbuka tempat mereka bisa menyewa rumah pribadi.

Mereka juga lebih sering bepergian secara domestik.  Misalnya, orang Amerika telah menunjukkan peningkatan minat pada tujuan wisata seperti ke Lake Tahoe, Hamptons, Twin Farms di Vermont, Blackberry Farm di Tennessee, dan Ranch di Rock Creek di Montana.

 Demikian pula, Tom Marchant, salah satu pendiri Black Tomato mengatakan klien memesan perjalanan darat domestik dan lebih lama, lebih imersif tinggal di tempat-tempat terpencil.

 “Dalam jangka pendek, kami melihat proses pengambilan keputusan untuk traveling didorong oleh ke mana mereka bisa pergi dan betapa mudahnya itu,” kata Marchant.

 Wisatawan mewah juga melakukan perjalanan berbulan-bulan karena banyak orang sekarang dapat bekerja di mana saja. “Beberapa ingin bersembunyi di rumah pribadi di Montana atau tinggal di pulau pribadi bersama keluarga mereka – kami telah menemukan banyak properti pribadi dan kapal pesiar pribadi untuk klien,” kata Marchant.

 Sekarang orang bisa bekerja pada siang hari, tetapi pada akhir pekan atau malam hari, dikelilingi oleh pemandangan dan alam yang indah serta hal-hal baru untuk dilakukan.

Perjalanan multi-generasi mungkin menjadi tren abadi lainnya, karena banyak orang ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang yang mereka cintai.

“Dan banyak keluarga belum bisa bertemu satu sama lain, karena semua orang terpisah, jadi kami melihat pemesanan kelompok keluarga besar berkumpul untuk rumah pribadi di suatu tempat yang indah tahun depan.”

 Pulau-pulau pribadi, yacht, dan jet juga banyak diminati, menurut Morgan-Grenville dari Red Savannah.

“Ada perubahan tertentu dari perkotaan menuju daerah yang lebih terpencil dan kebanyakan orang biasanya meminta akomodasi dengan kepadatan rendah, seperti kamp safari dan vila pribadi,” kata Morgan-Grenville.

“Pulau-pulau pribadi eksklusif seperti Pulau Thanda, di lepas pantai Tanzania, juga akan banyak diminati, begitu pula resor di Samudra Hindia dengan pantai pribadi dan akomodasi di atas air . Keterpencilan yang gemilang akan menjadi urutan prioritas hari ini.”

 

 

Sewa penguin dan Makan Malam Senilai US$ 300.000, Permintaan Liburan Terliar dari Orang Super Kaya  

this formate

Liburan sebuah keluarga berlayar di pulau-pulau cantik di Indonesia  Timur seperti Komodo yang unik untuk klien yang direkam oleh sinematografer yang telah membuat film laris seperti “Star Wars” dan “Interstellar”. ( Foto: CNN)

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Di masa krisis seperti saat ini ada travel agent mewah dan concierge service  yang berhasil mewujudkan hal yang tidak mungkin menjadi kenyataan seperti mengatur makan malam pribadi senilai $ 300.000 dengan koki selebriti atau mendirikan tempat perkemahan mewah pop-up di stepa Sahara utara.

Dilansir dari CNN travel, musim panas lalu, Element Lifestyle memberikan layanan pribadi dengan memblock Kapel Sistine sehingga ada satu keluarga beranggotakan enam orang di New York dapat menikmati karya seni Michelangelo yang menakjubkan tanpa ada pengunjung lain. Untuk sebuah pengalaman, maka layanan ini menelan biaya sekitar US$ 75.000.

Dalam penerbangan ke Seoul, spesialis perjalanan Asia yaitu  Remote Lands membantu empat keluarga Korea-Amerika terkemuka yang terdiri dari empat orang membeli semua kursi kelas utama sebanyak 12 kursi hanya agar mereka dapat menikmati kabin secara pribadi dan  harganya sekitar US$ 20.000 per kursi.

Di Korean Air, mereka juga pernah melayani sebuah keluarga yang lupa mengurus visa masuk Myanmar untuk salah satu anak mereka. Perusahaan perjalanan Red Savannah fixer yang kerap dapat penghargaan mengurus visa tersebut  dan meyakinkan kepala imigrasi di Yangon untuk menyetujui formulir saat klien berada di udara.  Saat para pelancong itu mendarat, visa sudah menunggu mereka.

Di Islandia, Black Tomato,spesialis perjalanan mewah sukses membuat lamaran impian menjadi kenyataan dengan menyembunyikan cincin berlian di dalam gua es untuk ditemukan oleh calon pengantin.

Pada perjalanan lainnya, Black Tomato juga mengurus perjalanan berlayar ke Indonesia bergaya Hollywood yang unik untuk klien dengan mengirim seorang sinematografer Hollywood, yang telah memfilmkan film laris seperti “Star Wars” dan “Interstellar”.

Tugasnya  untuk merekam sebuah keluarga dalam perjalanan berlayar enam minggu mereka melalui pulau-pulau di Indonesia.  Secara total, kelompok tersebut menghabiskan sekitar US$ 665.000.

Pelancong super-elit mampu pergi ke mana saja dan melakukan apa saja dengan mengandalkan tim ahli perjalanan yang sangat terampil, adaptif, dan kreatif untuk mewujudkannya.

 “Satu-satunya alasan dari semua ini mungkin adalah bahwa kami memiliki jaringan pemecah masalah yang fantastis di seluruh dunia, yang mengenal kami dan jenis pengalaman yang ingin kami berikan,” kata Tom Marchant, salah satu pendiri Black Tomato.

Kemping mewah di pulau privat, makan malam, pertunjukan khusus duo rapper LMFAO, tidur dalam tenda diatas pasir pantai di Bolivia untuk memenuhi permintaan klien. ( Foto: CNN)

“Kadang-kadang ada elemen Willy Wonka dalam cara kita bekerja. Apakah ini mungkin? Aku tidak tahu … Mari kita jelajahi!” tambahnya.

Cerita Element Lifestyle melayani orang-orang super kaya a.l adalah mengatur konser pribadi untuk kliennya, termasuk pertunjukan duo rapper LMFAO.

Membuat kejutan saat beberapa orang masuk ke suite hotel San Diego dan menemukan sekeranjang buah atau mungkin sebotol anggur.  Klien yang lain menemukan trio penguin hidup, yang dipinjam dari kebun binatang untuk sore hari. Begitulah cara pendiri Element Lifestyle Michael Albanese pernah mengejutkan seorang klien, yang pacarnya terobsesi dengan penguin.

“Ketika kami mengetahui bahwa pacar klien menyukai penguin, itu memicu sebuah ide. Bisakah kami menyewa pinguin? Bisakah kami menaikannya ke dalam hotel? Kami mulai menelepon dan semuanya berjalan dengan mudah,” katanya.

“Total ada tiga penguin – satu agak pemarah dan berdiri di pojok. Tapi tak usah diceritakan karena semuanya membawa kegembiraan disepanjang akhir pekan klien,” 

Albanese, yang bekerja dengan klien yang menghabiskan sekitar US$ 100.000- US$ 200.000 per perjalanan dua minggu. Dia juga telah menciptakan acara berburu harta karun di seluruh Eropa untuk suatu keluarga dan teman, lengkap dengan lagu tema unik yang ditulis dan dibawakan oleh artis terkenal.

Untuk klien lain, perusahaan mengatur makan malam delapan hidangan pribadi yang dipandu oleh koki selebriti Eric Ripert, dari Le Bernardin yang terkenal di dunia di New York City.

Element Lifestyle pernah juga mengatur makan malam pribadi senilai US$ 300.000 yang menampilkan pelabuhan empat ditemukan kapal karam yang lebih tua dari Abraham Lincoln.

“Klien bertanya kepada kami tentang hal-hal yang tidak mungkin dan mereka mengetahuinya. Biasanya, permintaan di luar kebiasaan ini menghadirkan masalah yang menarik dan unik untuk diselesaikan,” kata Albanese.  Dia menambahkan bahwa untuk memenuhi suatu keinginan membutuhkan waktu, kesabaran dan keuletan.

Dalam kasus Ripert, katanya, butuh lebih dari sembilan bulan untuk meyakinkan koki, yang jarang mengadakan acara pribadi semacam ini. “Ini bahkan bukan tonggak sejarah atau ulang tahun atau apa pun. Istri klien hanya mencintai Eric Ripert, jadi ini adalah makan malam impian,”

Dia juga menyewa sommelier dari French Laundry untuk memberikan pilihan jenis minum anggur yang cocok dengan suasana pelabuhan, kapal karam yang usianya lebih tua dari Abraham Lincoln. Semua bisa diatur untuk sebuah pengalaman makan malam seharga US$ 300.000.