Kangen Jalan-jalan, TX Travel Dorong Pergerakan Wisatawan Domestik

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: TX Travel dengan 255 cabangnya di  seluruh Indonesia tak pernah menyerah dengan terpuruknya industri pariwisata akibat pandemi global COVID-19.

Di era New Normal dimana sejumlah destinasi wisata dan obyek wisata mulai dibuka kembali, beragam paket wisata ditawarkan bekerjasama dengan maskapai penerbangan maupun industri pariwisata lainnya.

Uniknya paket yang ditawarkan dikomunitas Jalan-jalan yang didirikannya memberikan kebebasan pada wisatawan  untuk jalan jalan bebas kemana saja, bebas.

” Setelah sekian lama bekerja dan belajar dari rumah, bagi mereka yang kangen jalan-jalan dan sudah mulai berwisata ke destinasi favorit, kami berikan kebebasan kemana mereka mau pergi baik di Bali maupun di Jogja,” kata Anton Thedy.

Harga paket  sudah termasuk tiket pesawat, menginap 3 malam di hotel bintang 4, antar jemput bandara hotel PP. Disediakan private mobil selama 2 hari, sopir dan BBM, untuk jalan jalan bebas kemana saja, tambah Anton.

Untuk komunitas sepeda yang suka jalan bareng juga ada tawaran gowes di Bali. Mau pergi hanya berdua juga bisa. Harga sudah termasuk tiket pesawat Jakarta Bali PP, menginap dua malam di hotel, transportasi, makan, sepeda, pemandu.

” Tidak usah repot ngajak sepeda-nya terbang, disediakan di lokasi, tinggal gowes. Track gowes tinggal pilih mau dari Luwus atau Jatiluwih pemandangan sawah Subak yang diakui UNESCO dan ada pemandunya,” jelas Anton.

Bali selalu memukau pada setiap sudutnya, pulau yang masyarakatnya begitu menghargai budaya, bersinergi dengan bumi, dan mencintai alam memang banyak yang rindu untuk datang.

Begitu pula Yogyakarta, banyak yang kangen jalan dan nongkrong di jalan  legendarisnya yaitu Jalan  Malioboro. Yogyakarta  digambarkan penyanyi Katon Bagaskara dengan lirik ‘ Ada setangkup haru dalam rindu, setiap sudut bersahabat penuh selaksa makna’.

“Keunggulan lainnya setiap kali datang selalu ada obyek wisata baru di daerah istimewa Yogyakarta ini,” kata penulis buku Wisata Domestik ini. Pergerakan wisatawan domestik yang didorongnya ini diharapkan segera memulihkan perekonomian rakyat.

Nah siapa yang rindu jalan-jalan ? hubungi TX Travel. Perlu informasi apa saja  tentang penerbangan, hotel, tour, cruise dan segala persyaratannya bisa hubungi  TX Travel, tegasnya.

Pelatihan Suara Sinema Film Scoring Anak negeri ( Simfoni) Perkuat Kualitas SDM RI

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia kreatif di bidang musik latar (scoring movie) agar dapat menghasilkan karya musik dan film yang lebih berdaya saing, kata Wisnu Bawa Tarunajaya. hari melalui rilisnya.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf itu mengatakan pelatihan yang berlangsung 10 -11 September 2020 diikuti 100 peserta dari subsektor film akan meningkatkan daya saing SDM RI.

“Kami terus mendorong para pelaku kreatif di tengah pandemi COVID-19, untuk tetap kreatif berkarya. Karena jika kita memiliki kreativitas dan inovasi kita tidak akan pernah habis untuk bisa tetap berkarya,” ujar Wisnu Bawa Tarunajaya.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Wisnu Bawa Tarunajaya ( Foto : Jelajahnusae)

Pelatihan Simfoni tersebut didampingi narasumber profesional di bidangnya, seperti komposer dan Penata musik film Tya Subiakto, Sinematografer Agyl Shahriar, Komposer dan Pianis Kenny Febrian, Musisi Komposer dan Orkestra Alvin Witarsa, Komposer dan Produser Musik Omar Aryarindra, Komposer dan Produser Musik Philipus Yudistiro.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengambangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muh. Ricky Fauziyani menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang seluk-beluk musik film, dan bisa langsung mempraktikkan cara menata musik dalam film.

“Para peserta diberikan materi tentang pengenalan musik film, pengetahuan digital audio workstation, komposisi musik, orkestrasi, produksi musik film, dan produksi film,” ujarnya.

Ricky menjelaskan musik termasuk dalam subsektor prioritas. Bahkan pada rantai ekosistem, musik tidak berdiri sendiri sebagai subsektor utama melainkan sangat dibutuhkan dan memiliki keterkaitan dengan subsektor lain, salah satunya subsektor film.

“Bayangkan saja, film tanpa musik, yang terjadi pesan dramatikal pada adegan film tersebut tidak sampai kepada penonton, dan film akan terasa hambar,” katanya.

Sementara itu, Tya Subiakto yang menjadi salah satu narasumber saat pelatihan Simfoni menjelaskan, pihaknya berbagi ilmu kepada calon-calon penata musik film dan memberikan beberapa materi.

“Ini akan menjadi hal yang paling indah dan menyenangkan untuk para calon penata musik film di Indonesia. Peserta juga bisa menghubungi narasumber secara langsung untuk memperoleh penjelasan yang lebih akurat,” ujarnya.

 

Meski Mahal, Restoran di Pesawat yang Parkir Ini Laris Manis

this formate

Pandemi COVID-19 memaksa Singapore Airlines buka restoran di pesawat (foto: techbrink)

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Meski dibandrol dengan harga US$ 496 atau sekitar Rp 7,3 juta per kepala, wisatawan tetap antusias untuk menjajal sensasi makan siang di atas pesawat Airbus A380 yang parkir di bandara Changi, Singapura. Saking larisnya, penjualan kursi untuk dua hari pertama terjual habis hanya dalam waktu setengah jam.

Merespons animo pelanggan, maskapai ini perlu menambah dua tanggal lagi untuk restorannya. Peminat sudah masuk ke daftar tunggu untuk makan siang dan makan malam.

Dilansir BBC, Singapore Airlines termasuk satu dari banyak maskapai yang tengah mencari model bisnis baru untuk menutupi pendapatan yang hilang akibat pandemi COVID-19. Mereka saat ini berencana menggunakan dua pesawat Airbus A380 untuk setiap sesi tiga jam.

Tiap pesawat akan diisi setengah kapasitas demi mematuhi peraturan jarak sosial. Pengunjung akan diizinkan untuk memilih kelas kabin (dengan kursi ekonomi mulai dari sekitar US$ 39 atau Rp 574 ribu) sambil menonton film saat mereka makan. Bedanya, pesawat pada posisi tidak lepas landas.

Maskapai ini juga menawarkan jasa pengiriman makanan ke rumah beserta peralatan makan dan merchandise perusahaan. Singapore Airlines sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk menawarkan program flights to nowhere atau program terbang dari bandara Changi hanya untuk berputar-putar di langit, lalu kembali lagi ke Changi.

Akan tetapi, rencana itu kemudian dibatalkan. Maskapai lain, termasuk Eva (Taiwan) dan Qantas (Australia), sudah menjalankan penerbangan tamasya yang mendarat di bandara yang sama tempat mereka lepas landas.

Singapore Airlines terpukul parah akibat pandemi COVID-19. Bulan lalu mereka mengumumkan akan memberhentikan 4.300 staf atau sekitar 20 persen dari tenaga kerjanya.

Sejumlah maskapai penerbangan berharap dapat kembali bergeliat dengan penerbangan domestik seiring dicabutnya pembatasan. Singapore Airlines tidak punya kemewahan tersebut. Nyatanya, banyak pesawat maskapai ini kini ‘ngendon’ di Alice Springs di Australia sambil menunggu bisnis pulih. 

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah memperingatkan bahwa ratusan ribu pekerjaan di industri penerbangan terancam survive akibat pandemi COVID-19.

Asosiasi, yang mewakili 290 maskapai, mengatakan mereka memperkirakan lalu lintas tahun ini hanya mencapai 66 persen di bawah level penerbangan pada 2019.

 

 

Kopi Spesialiti Indonesia Siap Gebrak Eropa & Jadi Promosi Wisata Dunia

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id:  Kopi Arabika asal Indonesia memiliki cita rasa yang kuat dan khas, menurut Andre Nilsson dari Swedia. Hal ini berbeda dengan kopi Arabika dari negara penghasil kopi lainnya.

“Apabila dikembangkan sedikit lebih baik lagi, Indonesia bisa menjadi salah satu negara pengekspor kopi terbagus di dunia,” kata Andre yang menyukai Kopi Toraja ini. 

Komentar senada diberikan 2 (dua) orang barista dan coffee roaster Finlandia yaitu Jani Huusko dan Hannah. Mereka sepakat dengan Andre bahwa cita rasa kopi Arabika Indonesia demikian khas, namun begitu dicari, terkadang persediaan di pasar tidak banyak.

Menurut mereka Indonesia harus memanfaatkan negara-negara Nordik, mengingat penduduk negara itu merupakan peminum kopi terberat di dunia. 

”Bayangkan rata-rata 1 orang meminum 12-13 kg per-tahun”, kata Jani Husska yang sudah 9 tahun menggeluti kopi spesial. Ahli dan praktisi kopi dari Denmark, Norwegia dan Jerman juga memberikan komentar pada saat diskusi Webinar yang berlangsung 12 Oktober 2020 sore sampai malam.

Diselenggarakan oleh Kemlu, acara ”Indonesia’s Specialty Coffe-Europe” dibuka oleh Prayono Atiyanto, Dubes/Diplomat Ahli Utama Kemlu.

”Kami sengaja mengambil tema specialty coffee ini karena tujuannya adalah mencari titik temu dan mencatat cara inovatif untuk meningkatkan ekspor kopi ke Eropa”, kata Prayono.

Prayono Atiyanto, Dubes/ Diplomat Ahli Utama Kemlu

Menurut dia , para ”ahli kopi” Indonesia secara periodik perlu memberikan update tentang proses pembuatan kopi sesuai dengan sifat transparansi dari bisnis kopi itu sendiri. 

”Melalui pertemuan virtual ini, kalangan Eropa dapat mendengarkan dan berkomunikasi langsung dengan para pemangku kepentingan di Indonesia”, jelas Prayono 

Sejalan dengan maksud tersebut Prayono mengumpulkan praktisi, analis dan pebisnis baik dari Swedia, Finlandia, Norwegia, Denmark,  Jerman maupun Indonesia.

Dari pihak Indonesia hadir ”Morning Glory Coffee”, perusahaan Anomali Coffee, analis kopi dari Jawa Barat dan PTPN 12 Jember. Dalam diskusi yang dipandu Dubes Bagas Hapsoro tersebut menampilkan beberapa panelis dan pembicara. 

Berbicara sebagai panelis pertama, Natanael Charis, CEO/pendiri ”Morning Glory Coffee”  menjelaskan proses produksi kopi. Satu hal yang perlu ditekankan dalam proses produksi kopi saat ini pengusaha mengontrol secara ketat setiap langkah dari proses kopi sesuai dengan kaedah internasional. 

“Ini berlaku untuk semua orang yang terlibat dalam rantai pemrosesan kopi kami”, kata Natanael. Tanaman kopinya dibudidayakan secara organik dan ditanam di dalam hutan lindung di provinsi Jabar yang memiliki iklim mikro yang sempurna untuk menanam kopi.

Rocky Martakusumah, seorang Q Arabica Grader dan barista, asal Bandung menambahkan bahwa Jawa Barat siap untuk menyediakan kopi bagus kelas dunia. Hal ini mengingat riset dan pengembangan kopi yang semakin mumpuni. 

”Kami seperti halnya dengan Morning Glory Coffee menggunakan internet of things untuk pengembangan kopi”, ujar Rocky. Kata kunci menurut Rocky adalah kualitas kopi akan dihasilkan dari inovasi, teknologi dan traceability.

“Kami bisa membuktikan asal kopi Indonesia untuk specialty coffee”, kata Rocky yang pernah melalang buana di Swedia dan Riga tahun 2017.

Dubes Bagas Hapsoro ( kiri atas), memandu acara bersama Dubes Prayono Atiyanto dan para pelaku bisnis kopi spesialiti.

Perlu gencar pemasaran 

Pengusaha asal Norwegia, Alf Kramer menjelaskan bahwa walaupun Indonesia dikenal dengan kopi robustanya, namun ternyata jenis kopi Arabica dari Indonesia lebih banyak menarik para penggemar kopi asal Eropa.

Alf Kramer juga menyarankan perlunya diperbanyak kegiatan pemasaran. Tidak saja mengenai produk tetapi juga informasi. ”Orang-orang Eropa sangat kritis terhadap informasi”, kata Alf Kramer. Juga dijelaskan bahwa bukti ilmiah yang mempunyai kredibilitas tinggi akan mengangkat kopi Indonesia. 

Pengimpor green beans (biji kopi) Regnar Kragh asal Denmark juga memberikan masukan dalam diskusi, yakni terkait kontinuitas dari persediaan.  Disayangkan oleh Regnar bahwa produksi kopi Arabica di Indonesia masih tergolong kurang banyak.

“Sekitar 80 persen produksi kopi Indonesia masih dikuasai oleh jenis Robusta,” Regnar Kragh hingga kini masih berbisnis langsung dengan pengusaha Indonesia. 

Cerita sukses My Bali Coffee

Diskusi juga mendengarkan cerita sukses perusahaan kopi Indonesia yang memasarkan label My Bali Coffee. Perusahaan di Jerman ini mampu mengembangkan varian kopi Indonesia dan telah dipasarkan ke lebih 300 unit toko dan supermarket di Jerman.

Perolehan kopi  My Bali Coffee, menurut pemiliknya Sascha Bayu Handoyo  ini dilakukan melalui ”direct trade”  langsung dengan petani kopi  Indonesia secara berkelanjutan di beberapa sentra kopi Indonesia. 

Kegiatan Webinar Kemlu Specialty Coffee ini menurut Dubes Prayono akan diteruskan secara berseri. Melalui program Webinar ini Kemlu menggalakkan program yang memberikan informasi langsung bagi para pegiat kopi tentang pentingnya kopi.

Tidak saja mempunyai nilai bisnis, tetapi juga sosial dan perhatian kepada lingkungan. ”Tujuan akhirnya adalah meningkatnya ekspor kopi di luar negeri. Semoga cerita sukses My Bali Coffee bisa dicontoh di negara lain”, kata Dubes Prayono menutup diskusi. 

 

UNWTO dan IATA Bertekad Mengembalikan kepercayaan Konsumen pada Dunia Penerbangan.

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: UNWTO dan IATA bertekad memulai kembali aktivitas pariwisata global dengan aman lewat penandatanganan nota kesepahaman sebagai jembatan antara sistem PBB dan sektor swasta, ungkap rilis organisasi itu. 

Kerjasama antara Badan Pariwisata Dunia                 ( UNWTO ) di bawah PBB dan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) itu akan fokus pada peningkatan kepercayaan konsumen dalam perjalanan dan menempatkan keberlanjutan di pusat pemulihan dan pertumbuhan di masa depan.

Dari awal krisis saat ini, UNWTO telah memimpin jalan dalam mengatasi faktor lockdown  yang dibutuhkan untuk restart pariwisata yang sukses. Perjanjian dengan Asosiasi Perdagangan Global untuk sektor udara Ini  membangun dan mengenali kolaborasi yang ada di antara kedua organisasi tersebut agar tetap diarahkan untuk memulihkan kepercayaan wisatawan. 

Sekretaris Jenderal UNWTO, Zurab Pololikashvili mengatakan: “Perjalanan udara merupakan komponen penting dari aktivitas pariwisata global. Kemitraan antara UNWTO dan IATA akan melihat upaya bersama untuk meningkatkan kepercayaan untuk terbang dan melakukan aktivitas pariwisata pada umumnya.

UNWTO akan menggunakan keahliannya dalam inovasi dan status sebagai konektor maupun pemimpin sektor publik dan swasta guna membantu penerbangan bergerak lagi, tambahnya.

” Lebih dekat, kolaborasi ini lebih fokus pada bangunan sekaligus menjaga kepercayaan diri dalam perjalanan internasional, kesepakatan baru juga akan melihat UNWTO dan IATA bekerja sama untuk mendorong inovasi dan mempromosikan kolaborasi publik-publik yang lebih besar. Sebagai restart pariwisata, MOUini akan membantu memastikan pemulihan berkelanjutan dan inklusif. 

“Pembukaan border internasional yang aman untuk pariwisata sangat penting. Wisatawan ingin merasa aman, dan mereka ingin yakin bahwa rencana perjalanan mereka tidak akan terpengaruh oleh perubahan peraturan  terakhir,” kata Alexandre de Juniac,  Direktur Jenderal IATA

Agar hal ini terjadi dibutuhkan kolaborasi yang lebih besar antara sektor publik dan swasta. Kemitraan yang disempurnakan dengan Organisasi Pariwisata Dunia akan membantu memandu pemulihan penerbangan atas bulan-bulan kritis di depan, kata Juniac.

IATA telah menjadi anggota afiliasi UNWTO sejak 1978, memberikan suara yang kuat untuk Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) – sebuah instansi khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa.

IATA juga merupakan anggota aktif Dewan Anggota Afiliasi UNWTO dan berkontribusi pada Panduan Global UNWTO untuk Restart Tourism yang dirilis pada Mei untuk membantu memandu pemerintah dan sektor swasta dalam menanggapi pandemi COVID-19.

Kolaborasi ini tercermin dalam publikasi akhir dimana  serangkaian rekomendasi yang berbeda untuk sektor transportasi udara dimasukkan, dengan fokus pada pengenalan protokol kebersihan yang ditingkatkan menjamin keselamatan penumpang dan pekerja maskapai.  

Pedoman Global juga menekankan perlunya kemitraan dan koordinasi yang kuat di setiap tingkat sektor penerbangan. UNWTO memimpin sektor yang bersatu dan kemitraan terbaru ini datang seiring UNWTO terus memimpin sektor pariwisata global dan respons terhadap tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi serta kerjasama erat dengan asosiasi sektor swasta dan bisnis.

UNWTO juga baru-baru ini menandatangani perjanjian dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), yang akan melihat dua badan PBB bekerja sama untuk memanfaatkan kekuatan pariwisata mendorong keberlanjutan pembangunan sosial dan ekonomi

 

OAG: 69% Pelancong Akan Lakukan Perjalanan Internasional 6 Bulan ke Depan.

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Enam puluh sembilan persen pelancong berniat melakukan penerbangan internasional dalam enam bulan ke depan, sementara 79 persen memiliki rencana untuk perjalanan udara domestik, demikian menurut laporan OAG.

Dilansir dari Travel Biz News, OAG, penyedia data dan wawasan perjalanan terkemuka di dunia, merilis laporan baru tentang kepercayaan wisatawan berdasarkan survei global terhadap lebih dari 4.000 pengguna aplikasi perjalanan flightview-nya.

Secara keseluruhan, tingkat ketakutan untuk menangkap COVID-19 saat terbang hangat-hangat kuku, dan kebanyakan konsumen terbuka untuk perjalanan udara.

Demikian pula, hasrat untuk bepergian lebih terlihat di kalangan milenial dan Gen-Z.  Kedua generasi cenderung melakukan penyesuaian perjalanan dan lebih bersemangat untuk melakukan perjalanan di dalam negeri dibandingkan dengan rekan mereka di seluruh dunia.

Hampir sepertiganya belum dan tidak berniat untuk mengubah kebiasaan perjalanan mereka. Tujuh puluh enam persen pelancong setuju mandat masker adalah tindakan keselamatan paling efektif 

Pemakaian masker yang diterapkan maskapai dan bandara, diikuti dengan prosedur pembersihan yang lebih baik, menurut pernyataan OAG.

 “Sebagian besar konsumen, terutama pelancong yang lebih muda, siap terbang dalam keadaan yang tepat,” kata John Grant, kepala analis di OAG. 

Menurut dia, kurangnya rasa takut tentu mengejutkan dan menjadi pertanda baik bagi pemulihan pasar.  Tentu saja, pemulihan penuh akan didorong oleh seberapa baik kita melawan pandemi secara global dan ketika pembatasan perjalanan dicabut dengan aman.

Pada skala 10 poin, lebih dari setengah konsumen menilai kekhawatiran akan tertular COVID-19 saat bepergian kurang dari lima, dengan 21% menunjukkan tidak ada rasa takut.  Namun, OAG menemukan bahwa berbagi informasi waktu nyata tetap penting untuk membangun kepercayaan wisatawan bahkan sebelum ke bandara.

 OAG, penyedia data perjalanan global terkemuka yang berbasis di Inggris, telah mendukung pertumbuhan dan inovasi ekosistem perjalanan udara sejak 1929. OAG beroperasi secara global di AS, Singapura, Jepang, Lituania, dan Cina.

Tony Fernandes Bicara Soal Transformasi Digital di AirAsia

this formate

          Air Asia lounge (foto: AnalyticsWeeks)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: CEO Grup AirAsia Tony Fernandes baru-baru ini bercakap dengan Skift. Dalam wawancara eksklusif tersebut ia mantap menyatakan perusahaan yang dinakhodainya telah bertransformasi total secara digital menjadi perusahaan  yang ia sebut ‘digital lifestyle company’ yang fokus bukan hanya pada travel industri. 

Ia mengklaim AirAsia sebagai perusahaan penerbangan pertama di Asia yang menjual tiket secara online. Jadi menurutnya digitalisasi telah menjadi semacam DNA-nya AirAsia.

Padahal, kenang Tony, dua dekade silam tepatnya pada 2 Desember 2001, ia membeli AirAsia dari DRB-HICOM (BUMN Malaysia), dengan harga hanya 1 ringgit. Kala itu, kinerja maskapai ini terbilang buruk dengan keuangan yang defisit.

“Setiap maskapai [kala itu] tak ada yang menganggap kami,” kenang Fernandes. Semua menertawakan kami. Siapa dia, orang dari bisnis musik ini?” kenangnya. Sekadar info, Fernandes memang sukses membangun karier sebagai eksekutif Warner Music.

“Kini, saya yakin orang dari dunia gitial pun mengatakan hal yang sama: siapa orang dari bisnis penerbangan ini. Tapi waktu yang akan membuktikan. Kami [sebenarnya] tak perawan lagi di dunia digital,” kata Fernandes.

Ubah Slogan

AirAsia baru saja meluncurkan airasia.com, sebuah aplikasi baru yang memiliki lebih dari 15 jenis produk dan layanan di bawah tiga pilar, yaitu travel, e-commerce, dan fintech

Tony Fernandes mengubah slogan yang selama ini melekat dengan bisnis penerbangan murah “Now Everyone Can Fly” menjadi “For Everyone”. Tak hanya itu, logo perusahaan juga diubah menjadi huruf kecil “a” meninggalkan identitas lamanya yang identik dengan maskapai penerbangan.

Tony Fernandes dalam siaran persnya menjelaskan identitas baru perusahaan itu menunjukkan sebagai aplikasi super ASEAN, melengkapi transformasi AirAsia dari maskapai penerbangan digital menjadi platform gaya hidup yang komprehensif untuk semua orang.

Di tengah pandemi COVID-19 dimana industri penerbangan sedang terpuruk, platform airasia.com dapat menjadi sumber penghidupan baru bagi grup perusahaan.

Berikut ini petikan wawancara eksklusif skift dengan Tony Fernandes:

Apakah aplikasi ini akan menjadi poros bisnis atau sandaran di masa depan?

Fernandes mengatakan airasia.com akan menjadi identitas baru sekaligus aplikasi yang menyediakan paket layanan pesawat-hotel, food delivery, dan jasa keuangan.

Dia bahkan memproyeksikan bisnis e-commerce akan memakan porsi 50% aktivitas bisnis grup dalam lima tahun mendatang. 

Saat ditanya bagaimana strategi perusahaan menghadapi perusahaan yang telah lebih dulu berkembang seperti Agoda, Expedia, atau Trip.com dalam hal akuisisi dan pemasaran pelanggan, Fernandes blak-balakan mengatakan: “Kami tidak. Kami tidak bisa. Dan kami tidak akan mencoba.” 

Dia mengatakan strateginya adalah membujuk dan meyakinkan para pemesan tiket lewat platform airasia.com untuk sekalian pesan hotel dan sewa mobil di sana.

Ia yakin strategi ini dapat menambah pelanggan baru di layanan e-commerce. Apalagi menurutnya 70% pelanggan AirAsia membeli tiket lewat situs airasia.com. Ini berbeda dengan maskapai lain yang sebagaian klien membeli tiket melalui agen perjalanan online

“AirAsia akan memasarakan produk e-commerce melalui salurannya sendiri. Ini bukan permainan zero-sum,” kata Fernandes. Maksudnya, tetap saja akan ada banyak pemenang dan e-commerce akan terus bertumbuh meski COVID-19 akan hilang dari muka bumi.

Kadang tak ada salahnya meminjam pedoman yang selama ini dipakai para travel agency online: bermitra [dulu] dengan perusahaan, lalu akhiri kemitraan, kemudian buat sendiri tiruannya.

Expedia grup dan AirAsia telah menjalin kerjasama cukup lama untuk kegiatan di kawasan Asia Pasifik. Kongsi ini pun belum lama berakhir. Kini AirAsia lebih percaya diri untuk jalan sendiri meski untuk mencari hotel, ia masih memanfaatkan sumber dari Expedia.

Fernandes dengan terbuka mengatakan ia memiliki beberapa tutor terbaik di Grup Expedia, di antaranya Chairman Barry Diller dan mantan CEO Dara Khosrowshahi. Ia juga mengakui memperoleh banyak pengalaman lewat usaha patungan tersebut. “Hingga kemudian kami berkata, ‘Lihat, kita bisa melakukan ini sendiri,” kata Fernandes.

Kekuatan data

 “Ketika saya memulai [bisnis penerbangan] 19 tahun lalu, saya pikir kita memiliki model bisnis yang hebat,” katanya. Kini, ia pun merasa yakin telah menemukan model data hebat yang memungkinkan AirAsia mengejar ketertinggalan dari perusahaan yang telah lebih dulu terjun.

Fernandes berpendapat salah satu keunggulan kompetitif perusahaan penerbangan adalah pada kumpulan datanya, termasuk data yang diambil dari program hadiah dan kartu kredit merek bersama. 

“Itulah yang disebut mengenal [dengan baik] pelanggan Anda selama 19 tahun,” katanya. “Ini memiliki data dengan resolusi sangat tinggi, KYC (Know Your Customer Data).”

Fernandes kembali menegaskan AirAsia bukan pencipta model bisnis biro perjalanan online atau food-delivery tetapi ia adalah perusahaan yang belajar dari apa yang sudah dilakukan para pendahulunya. 

Yang dimiliki AirAsia adalah data. “Kami belajar dari mereka semua selama beberapa tahun terakhir. Setidaknya dalam dua tahun ini. Kami telah menempatkan data yang kami miliki pada posisinya. Semua keranjang berada di satu tempat, dengan bantuan Palantir, dengan bantuan Google.”

Mengubah perilaku pelanggan itu sulit

AirAsia tengah bertaruh bahwa mereka dapat mengubah perilaku konsumen. Mereka berharap dapat mengubah pola pikir orang-orang.

Kalau  semula hanya memesan tiket pesawat kini juga mencari penawaran lain seperti memesan hotel bahkan membeli hal-hal di luar bisnis pariwisata seperti baju atau segala yang berkaitan dengan mode.

 “Etos kami tetap sama. Kami tidak akan menjual Hermes di website kami.”  kata Fernandes yang merujuk pada filosofi perusahaan yang menjual tiket murah.

Ia kemudian memberi contoh Grab, perusahaan aplikasi di Asia Tenggara yang memulai usaha dengan hanya menawarkan tumpangan atau Amazon yang awalnya menjual buku. Fernandes berpendapat perusahaan itu kemudan berkembang pesat.

 “Amazon adalah pemimpinnya. Selama bertahun-tahun mereka menjual buku. Sekarang mereka menjual ruang cloud.”katanya

Tony juga menuturkan telah mempercepat bisnis digital dan memperluas penawaran produk airasia.com dari perjalanan ke kehidupan sehari-hari.

Sama seperti cara perusahaan membangun AirAsia sebagai merek, airasia.com akan muncul sebagai aplikasi super Asean, pendamping perjalanan dan gaya hidup. 

“Saya tidak sabar menunggu semua orang merasakan airasia.com dan semua yang ditawarkannya saat dunia siap melakukan perjalanan lagi,” ujarnya.

 

Pelaku Usaha Wisata Selam Dorong Penerapan Protokol CHSE

this formate

Wisata selam perlu menerapkan CHSE ( Foto : Haruan Nasional )

DENPASAR, Bali, bisniswisata.co.id: Pelaku usaha wisata selam di Bali siap menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) untuk meningkatkan minat dan kepercayaan wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai upaya membangkitkan kembali pariwisata Indonesia, terutama wisata selam yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Rizki Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf /Baparerkraf menyatakann kegembiraannya atas kesiapan para diver itu.

 

Berbicara pada  “Sosialisasi Panduan CHSE Usaha Wisata Selam” di Prime Plaza Hotel and Suites Sanur, Denpasar, Bali, Senin (12/10/2020), Rizki Handayani mengatakan, wisata selam merupakan salah satu subsektor yang menjadi daya tarik utama dari sektor pariwisata Tanah Air.

Hampir 30 persen destinasi yang ada di 10 Destinasi Super Prioritas (DSP) adalah destinasi wisata bahari dan wisata selam. Oleh karena itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebelumnya telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan berbasis CHSE untuk wisata selam.

“Kita harapkan panduan ini menjadi acuan bagi teman-teman pelaku wisata selam ketika para tamu kembali datang (ke Indonesia), kata Rizki Handayani.

Dengan panduan inilah kita bisa meningkatkan standar kualitas pariwisata nasional, meningkatkan kepercayaan wisatawan nusantara dan wisatawan global, dan perlahan-lahan memulihkan sektor pariwisata kita, tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, lanjut Rizki, kunjungan wisatawan mancanegara ke berbagai destinasi wisata di Indonesia menurun drastis akibat pandemi COVID-19. Dari sekitar 1,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan Januari 2020, menjadi sekitar 159 ribu kunjungan pada bulan Juli 2020.

Rizki pun mengajak para pelaku wisata selam menggaungkan panduan ini ke wisatawan. Lewat sosialisasi tersebut nantinya diharapkan penerapan protokol kesehatan dapat memperkuat kepercayaan para wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, selain karena tergugah oleh keindahan alam bawah laut yang dimiliki Indonesia, terutama Bali.

“Saya harapkan acara hari ini bisa menjadi langkah awal kita untuk mewujudkan penerapan panduan CHSE di kalangan pelaku usaha. Saya juga berharap kegiatan  ini menjadi salah satu upaya kita bersama untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan panduan CHSE kepada wisatawan, ” tuturnya.

Dengan demikian calon wisman memahami bahwa Indonesia terus bersiap menghadapi situasi _new normal_ dan bersiap membuka kembali kegiatan pariwisata sesuai aturan kesehatan yang berlaku di seluruh dunia.

Dalam menyusun panduan protokol CHSE wisata selam ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan Divers Alert Network (DAN) Indonesia.

Panduan protokol kesehatan berbasis CHSE untuk wisata selam dapat diakses oleh seluruh stakeholders wisata selam di situs www.kemenparekraf.go.id.

Acara ini juga dihadiri oleh Tim Penyusun CHSE Usaha Wisata Selam Kemenparekraf, Daniel Abimanju Carnadie, dan Bayu Wardoyo; President & CEO Divers Alert Network (DAN) serta William M. Ziefle; dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa.

Dalam kesempatan itu, Daniel Abimanju Carnadie, menuturkan buku panduan CHSE disusun dengan sederhana dan seringkas mungkin agar memudahkan pembaca untuk memahami isi panduan di dalamnya.

“Buku panduan ini terdiri dari panduan umum dan panduan khusus. Panduan umum terkait berbagai macam hal yang umum seperti mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengukur suhu tubuh,”

Sementara panduan khusus menjelaskan hal yang lebih spesifik, berlaku bagi pelaku usaha wisata selam, pekerja, pelanggan atau wisatawan, aktivitas, dan pengelolaan tempat usaha wisata selam, kata Daniel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini. Ia berharap pelaksanaan sosialisasi ini bisa membawa perkembangan positif bagi pariwisata bahari di Pulau Dewata.

“Terima kasih kepada Kemenparekraf atas penyelenggaraan acara ini. Semoga ke depannya pariwisata Bali bisa meningkat, mulai dari jumlah kedatangan wisatawan hingga peningkatan durasi tinggal wisatawan di Bali ini,” ucap Putu Astawa.

 

 

Kios “Check-in” Mandiri di Terminal 3 Bandara Dubai

this formate

DUBAI, bisniswisata.co.id: Memperlancar dan memudahkan pelayanan perjalanan di bandara, manajemen penerbangan Emirates memperkenalkan layanan fasilitas mandiri kios check-in dan penyerahan bagasi mandiri di Terminal 3 Bandara Internasional Dubai.

Layanan ini tersedia untuk penumpang yang akan bepergian ke semua tujuan Emirates kecuali ke AS, Kanada, Cina, India dan Hong Kong. Pasalnya negara- negara tujuan terbang tersebut, menetapkan sejumlah persyaratan tambahan bagi setiap penumpang baik sekadar transit mau pun menjadi tujuan akhir.

Sebanyak 16 mesin penyerahan bagasi mandiri dan 8 kios layanan mandiri baru melengkapi meja check-in yang diawaki oleh agen Emirates untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan selama periode puncak dan meningkatkan pengalaman pelanggan di Dubai. Fasilitas layanan mandiri akan ditambahkan dalam beberapa bulan mendatang.

Kios check-in mandiri, memungkinkan pelanggan untuk check-in, menerima boarding pass, memilih kursi di pesawat dan menyerahkan bagasi mereka. Walau pun staf Emirates siap membantu jika diperlukan, fasilitas ini sepenuhnya memberikan layanan mandiri, yang memungkinkan pelanggan untuk menjalani proses checkin dan penyerahan bagasi dengan lancar dan langsung menuju ke imigrasi. Fasilitas dibersihkan dan didesinfeksi secara teratur, dan pembersih tangan juga tersedia untuk para pelanggan.

Penawaran baru ini merupakan bagian investasi berkelanjutan Emirates dalam produk dan layanan untuk memberikan pengalaman perjalanan tiada banding di darat dan di udara. Solusi ini dikembangkan Emirates bersama Dubai Aviation Engineering Projects dan Dubai Airports. Kios check-in mandiri akan terus ditingkatkan untuk menawarkan fitur-fitur baru di masa mendatang, termasuk layanan tanpa sentuh dan memungkinkan pelanggan untuk melakukan pemesanan ulang sendiri.

Fleksibilitas dan Jaminan

Kebijakan pemesanan Emirates menawarkan fleksibilitas dan kepercayaan kepada pelanggan untuk merencanakan perjalanan mereka. Pelanggan yang membeli tiket untuk perjalanan pada atau sebelum 31 Maret 2021 dapat menikmati syarat dan opsi pemesanan ulang jika harus mengubah rencana perjalanan mereka.

Pelanggan dapat mengubah tanggal perjalanan, memperpanjang masa berlaku tiket selama dua tahun, atau mengubah tiket menjadi voucher perjalanan untuk digunakan pada pembelian terkait penerbangan di masa mendatang untuk diri sendiri atau keluarga dan teman-teman.

Tes PCR COVID-19

Pelanggan Emirates yang membutuhkan sertifikat tes PCR COVID-19 sebelum berangkat dari Dubai dapat memanfaatkan harga khusus di American Hospital dan klinik satelit mereka di seluruh Dubai hanya dengan menunjukkan tiket atau boarding pass. Pemeriksaan di rumah atau kantor juga tersedia dengan hasil dalam waktu 48 jam.

Perlindungan Global Gratis untuk COVID-19

Penumpang Emirates dapat bepergian dengan percaya diri karena maskapai akan menanggung biaya pengobatan jika telah didiagnosis dengan COVID-19 selama perjalanan. Kebijakan ini berlaku sampai 31 Desember2020 selama 31 hari sejak pelanggan Emirates pertama terbang. Artinya, pelanggan dapat terus menikmati perlindungan ini bahkan jika berpergian ke kota lain setelah tiba di tujuan Emirates. *

Studi Ini Ungkap Risiko Rendah Penularan Virus Corona di Dalam Pesawat

this formate

Penularan virus corona dalam pesawat diyakini rendah (foto: avionews)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Studi terkini menunjukkan tingkat risiko yang rendah penularan virus corona di dalam pesawat selama penerbangan. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) melaporkan bahwa sejak awal 2020 hingga saat ini, jumlah kasus orang terinfeksi virus corona di dalam pesawat hanya 44.

Jumlah itu relatif kecil jika dibandingkan dengan total penumpang pesawat selama periode yang sama yang mencapai 1,2 miliar.

“Risiko seorang penumpang tertular COVID-19 saat di dalam pesawat, nampaknya sangat rendah. Dengan hanya 44 kasus di antara 1,2 miliar pelancong berarti hanya ada satu kasus untuk setiap 27 juta penumpang pesawat,” kata Dr. David Powell, penasihat medis IATA, seperti dilansir Traveldailynews.

Apalagi menurutnya sebagian besar kasus tersebut terjadi sebelum aturan memakai masker secara luas diberlakukan.

Sementara itu hasil riset terpisah para produsen pesawat termasuk Airbus, Boeing dan Embrarer, memberi jawaban mengapa infeksi virus dalam pesawat relatif rendah.

Meski metedologinya sedikit berbeda, semua mengarah pada satu kesimpuluan bahwa sistem aliran udara dalam pesawat mampu mengontrol pergerakan partikel di kabin yang pada akhirnya dapat membatasi penyebaran virus.

Lebih detil studi ini menunjukkan sejumlah faktor yang dapat menurunkan risiko infeksi virus corona dalam pesawat. Selain sistem aliran udara, ada juga filter penyaringan yang kuat HEPA (High Efficiency Particulate Air) yang mampu memastikan kualitas udara dan kebersihan kabin terjaga.

Selain itu, tingginya tingkat pertukaran udara terbukti dapat mengurangi risiko penularan penyakit dalam pesawat selama kurun waktu normal.

Apalagi sekarang ada aturan tambahan pemakaian masker. Ini memberi perlindungan ekstra yang cukup signifikan. Penumpang dapat duduk di kabin dengan perasaan lebih aman dibandingkan berada di dalam ruangan pada banyak tempat lain.

Pesawat terbang memang didesain dengan karakteristik khusus dan terbukti berkontribusi pada rendahnya tingkat transmisi virus dalam kabin. Ini termasuk:

Memungkinkan terjadinya tatap muka yang terbatas karena seluruh penumpang duduk menghadap ke depan dan bergerak sangat sedikit

Posisi kursi yang berjajar ke depan memberi efek penghalang fisik bagi pergerakan udara. Desain pesawat memungkinkan aliran udara diarahkan dari langit-langit ke lantai pesawat dan bukan ke depan

Tingginya udara segar yang masuk ke dalam kabin. Udara dalam pesawat bertukar 20-30 kali per jam. Bandingkan dengan rata-rata yang terjadi di dalam ruangan kantor atau sekolah yang masing-masing bertukar hanya 2-3 kali per jam dan 10-15 kali per jam.

Pemasangan filter HEPA mampu membersihkan bakteri atau virus lebih dari 99,9%. Ini memberi jaminan bahwa pasokan udara yang masuk ke kabin bukan jalur yang ideal bagi mikroba.