Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hilda Ansariah Sabri, melongok desa-desa wisata di kota Banjarmasin sesuai program kerja pengembangan desa wisata organisasi profesi itu. Berikut laporan perjalanannya bagian ke tiga
BANJARMASIN,bisniswisata.co.id: Namanya Ir. Mohammad Bezqoni, 40, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ( HPI) cabang Kota Banjarmasin. Ayah tiga anak jebolan Fakultas Geodesi Institut Tekhnonogi Bandung ( ITB) ini terlalu asyik menjadi tour leader di Bandung sehingga tidak menuntaskan kuliahnya di perguruan tinggi bergengsi itu.
Sosok Bebez yang menjadi Ketua HPI Kota Banjarmasin dan Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia ( ASPPI) se Kalimantan Selatan inilah yang mendampingi kunjungan saya di kota Banjarmasin sehingga waktu yang ada bisa efektif dan efisien karena networking yang dimilikinya demikian luas untuk mendapatkan nara sumber yang dibutuhkan.
Sadar akan kewajibannya untuk menuntaskan kuliah dan mendapatkan gelar sarjana, akhirnya saat hijrah ke Surabaya. Bebez masuk ke perguruan tinggi swasta mengambil jurusan Tekhnik Industri dan menyelesaikan strata satu di kota Pahlawan itu.
Di Banjarmasin, kota kelahirannya, sang ibu, Hj. Ristiaty Fairid Rusdi yang menjadi Wakil Ketua ASITA Kalsel merasa lega dan berharap sulung dari 4 bersaudara ini mau bergabung dengannya mengelola PT Annisa Purnama Wisata Tour & Travel. Namun Bebez lebih suka merantau dan belajar dari berbagai travel agent besar di dalam dan luar negri.
Kembali ke Banjarmasin dan mengikat janji dengan Chusnul khotimah atau akrab dipanggil Sinyo asal Palaihari, Kalsel. Bebez yang kini memiliki dua putri dan satu putra ( Kiki, Keyla dan Ibra) mengaku banyak meninggalkan anak dan istri karena profesinya sebagai pemandu wisata dari sebuah perusahaan di Kanada.
” Saya lebih banyak melayani wisman di Bali sehingga sering dijuluki tante saya sebagai ” Bang Toyib” yang jarang pulang. Setiap kali acara keluarga selalu diwakili oleh anak & istri,” ungkap Bebez tergelak.
Meski sibuk dengan pekerjaan, begitu ada peluang beasiswa untuk mendalami bisnis tour & travel di negara Kolombia, Amerika Selatan langsung disambernya tanpa ada keraguan.
Keikhlasan istri dan anak-anak untuk ditinggal imam mereka ke negri yang jauh mendorong tekad Bebez untuk bersungguh-sungguh mengikuti program pendidikan dan berkutat di dunia kampus lagi.
” Ada pepatah bilang bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Memang negaranya jauh tapi dilewati garis khatulistiwa juga seperti di Indonesia jadi saya yakin tidak sulit hidup di alam tropis,” ungkapnya.
Republik Kolombia ialah sebuah negara di barat laut Amerika Selatan yang hutannya lebat. Sekitar 72% merupakan kawasan hutan. Kolombia berbatasan dengan Laut Karibia di sebelah utara, dan barat laut berbatas dengan Venezuela dan Brasil di timur; Peru dan Ekuador di selatan; serta Panama dan Samudra Pasifik di barat.
Satu hal lagi yang ingin dipelajarinya adalah Kolombia merupakan negara penghasil kopi terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Sama seperti Indonesia yang juga memiliki beragam jenis kopi unggulan.
Negara yang dilintasi garis khatulistiwa ini juga penghasil zamrud. Hampir 95% konsumsi zamrud dunia berasal dari negara ini. Luas wilayahnya sekitar 2,5 kali luas pulau Sumatra.
Keputusannya untuk ke Kolombia memang tepat karena beasiswa diterima dari peserta mancanegara sehingga hingga kini Bebez masih terhubung dengan ” saudara” barunya lewat telpon maupun media sosial masing-masing.
Demi memajukan sektor wisata, teman-temannya di program Kolombia juga punya visi yang sama. Para peserta yang datang dari berbagai belahan dunia itu ingin berkontribusi langsung pada pengembangan pariwisata di kota asal dan negaranya masing-masing.
Dalam waktu singkat, mereka langsung akrab dan saling mendukung. Apalagi bukan kuliah di kampus semata karena selebihnya juga jalan-jalan keobyek wisata utama Kolombia.
Kesempatan jalan-jalan ternyata Bebez mengaku bisa meluruskan imej tentang Islam identik dengan teroris. Saat mau sholat, Bebez senang sholat dialam terbuka dan menjadi tontonan orang banyak.
” Kalau dikenang, rasanya ingin menangis karena mereka yang selalu sibuk mencarikan makanan berupa sayuran dan daging ayam karena tahu Muslim tidak makan babi. Saat mau sholat di teras kampus atau dimana saja maka merekalah yang menjaga disekeliling agar ibadah saya bisa khusuk tak perlu terbirit-birit,” jelas Bebez.
Bezqoni saat mengikuti program di Kolombia dan saat membawa wisatawan mancenegara berwisara ke berbagai daerah
Ujung Tombak Pariwisata Kalsel
Pandemi global COVID-19 yang melanda 215 negara di dunia memang membuat industri pariwisata dunia langsung terpuruk akibat bencana penyakit yang disebabkan virus Corona itu.
Industri pariwisata Banjarmasin lumpuh total selama 7 bulan terakhir begitu juga dengan nasib 20 pemandu wisata di kota Banjarmasin yang harus banting stir mencari nafkah di luar bisnis pariwisata.
Bebez sendiri melakukan budidaya ikan Nila dan lele, menanam sayuran di pot-pot dan halaman rumah, menjual burger Sabak secara online yang sudah dirintisnya sejak setahun lalu. Bisnis lainnya adalah membuat pakan ikan dengan budidaya belatung.
Beruntung dia boleh memanfaatkan lahan dan rumah orangtunya, Ir. H. Fairid Rusdi di Handil Bakti, daerah pinggiran kota tempat dia bisa membuat latihan budidaya ikan dan belatung bagi anggota HPI maupun ASPPI yang mau belajar.
“Alhamdulilah dimasa jeda yang panjang ini sejumlah anggota bisa bertahan hidup dengan aktivitas budidaya ini. Hal yang penting adalah menyikapi keterpurukan dengan terus aktif dan bersikap optimistis,” kata Bebez.
Di era New Normal ketika aktivitas mulai menggeliat dan maskapai mulai melayani rute-rute penerbangannya, Bebez berinisiatif untuk mengoperasikan bus wisata milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalsel untuk segera difungsikan.
Saat launching Febuari 2020 lalu ketika Banjarmasin menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional, dua bis wisata itu parkir panjang di halaman kantor saja.
” Sejak diresmikan bersama Presiden Jokowi, Gubernur Kalsel Panan Birin dan para menteri yang sudah berkeliling dengan bis wisata itu di area halaman Gubernuran, Banjar Baru, bis wisata Bajajalan mangkrak karena pandemi global,” kata Bebez.
Pada 6 Oktober 2020 lalu bis wisata terbuka Bajajalanan keliling dioperasikan dengan biaya Rp 10 ribu per orang bagi warga maupun wisatawan yang ingin bersantai sambil rekreasi menikmati Kota Banjarmasin.
Bis wisata ini dikelola tiga asosiasi pariwisata, seperti ASITA, Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Kalsel dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalsel.
Kehadiran bis terbuka yang didukung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalsel ini, diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berekreasi meski di tengah pandemi COVID-19 yang belum mereda.
” Kami terus evaluasi karena harga yang berlaku sekarang tidak mengcover biaya untuk supir, pemandu wisata maupun biaya operasional karena didera pandemi hanya bisa untuk kapasitas maksimum 15 orang ” ujarnya.
Bebez akan mengusulkan biaya minimal Rp 50.000/orang, bahkan mungkin bisa lebih tinggi karena di sejumlah ibukota provinsi seperti di Bandung, Solo, Jogja sudah beroperasi bis wisata keliling layaknya restoran berjalan sambil menikmati suasana kota dan menikmati snack.
” ATM itu kan bisa juga diartikan dengan Amati, Tiru dan Modifikasi, jadi dalam hal pengelolaan bis wisata keliling kita juga terapkan yang baik untuk kondisi di Banjarmasin,” tambahnya.
Saat ini, Bebez bersama anggota HPI turun langsung bergiliran menjadi pemandu di bis yang start mulai Taman 0 Kilometer, Jalan Sudirman, RE Martadinata, MT Haryono, Pangeran Samudera, Sutoyo S, R Suprapto, A Yani, Gatot Subroto, P Hidayatullah, Adhiyaksa, Hasan Basri dan kembali ke 0 Kilometer, paparnya.
Tri Hita Karana
Didalam agama Hindu ada sebuah ajaran yang disebut Tri Hita Karana. Tri Hita Karana terbentuk dari tiga kata, Tri yang berarti tiga, Hita yang berarti kebahagiaan atau sejahtera, Karana yang berarti sebab atau penyebab. Jadi Tri Hita Karana mempunyai arti tiga penyebab kebahagiaan.
Melakukan guiding di Bali membuat Bebez akrab dengan ajaran Hindu tersebut. Terlebih, keberadaan subak di Bali yang menerapkan filosofi dari Tri Hita Karana.
Bis wisata Bajajalanan mulai beroperasi 6 Oktober lalu.
Jatiluwih adalah salah satu destinasi wisata di Indonesia yang membuatnya jadi salah satu tempat tujan para wisatawan. Subak Jatiluwih, Tabanan, adalah contohnya Tri Hita Karana itu.
Subak Jatiluwih adalah warisan budaya tak benda yang ditetapkan UNESCO pada tahun 2012. Selain masih asli dan asri jika dibandingkan subak lain di Bali yang banyak dibatasi taman beton (bangunan),
Varietas padi yang ditanam di subak Jatiluwih adalah varietas lokal yakni padi bali merah. Ketiga, secara estetika pemandangan subak Jatiluwih juga terlihat indah.
Keempat, subak Jatiluwih masih mengikuti aturan tradisional dalam melestarikannya. Karena subak inilah Desa Jatiluwih juga menjadi desa wisata yang telah ditetapkan sejak tahun 1993.
Menurut Bebez, konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup tangguh. Falsafah tersebut memiliki konsep yang dapat melestarikan keaneka ragaman budaya dan lingkungan di tengah hantaman globalisasi dan homogenisasi.
“Pada dasarnya hakikat ajaran Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain,” .
Setiap hubungan memiliki pedoman hidup menghargai sesama aspek sekelilingnya. Prinsip pelaksanaannya harus seimbang, selaras antara satu dan lainnya. Apabila keseimbangan tercapai, manusia akan hidup dengan menghindari daripada segala tindakan buruk. Hidupnya akan seimbang, tenteram, dan damai.
” Dalam ajaran Islam, Tri Hita Karana ini juga sudah lebih lengkap sehingga para pemangku kepentingan yang ditugaskan untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya tinggal terapkan. Pariwisata Kalsel yang keunggulannya di wisata alam juga perlu menerapkannya,” kata Bebez.
Dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat menggantikan pandangan hidup modern yang lebih mengedepankan individualisme dan materialisme. Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupus pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak
” Para pimpinan daerah yang diamanahkan untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya, marilah kita menjaga alam. Artinya pasar terapung Kuin yang hampir punah gegara kebijakan salah dari pimpinan kita bangkitkan lagi,”
Banjarmasin yang dijuluki kota Seribu Sungai, peliharalah Sapta Pesonanya, menerapkan unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah-tamah dan Kenangan.
“Sungai bukan bak sampah, jangan kotori dengan sampah rumahtangga maupun sampah pabrik. Jadi kebijakan, peraturan pemerintah harus bisa menjaga sungai tetap bersih. Bagaimana kalau warganya tidak mendukung ? apa sangsinya ?,” kata Bebez.
Kasus lainnya, kata bebez, Pemerintah mungkin punya niat baik bahwa tanah yang tak dapat produktif di sulap agar bisa ditanami maka diolah dengan bahan kimia tapi akhirnya mencemari sungai yang menjadi sumber kehidupan warga.
” Ikan, udang serta penghuni sungai lainnya tercemar oleh bahan kimia. Termasuk kebijakan para perajin kain Sasirangan di sepanjang sungai Martapura yang membuang limbah pewarnaan kain ke sungai,” terangnya.
Banyak kebijakan yang akhirnya menutup mata pencaharian pasar terapung tapi tidak disadari oleh pemerintah sehingga akhirnya aset pariwisata Banjarmasin itu nyaris punah.
” Oleh karena itu kalau studi banding ke daerah lain atau negara lain belajarlah terus hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan juga dengan alam semesta ciptaan Tuhan ” kata Bebez dengan mimik muka serius.
Alhasil perjalanan dari desa wisata dan kampung-kampung wisata di kota Banjarmasin yang didampingi ketua ASPPI Kalsel ini menjadi lebih bermakna, penuh filosofi dan religius. Terima kasih Bebez atas pencerahannya.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perjalanan ke luar negeri bisa menjadi salah satu perjalanan paling aktif yang pernah Anda alami. Melihat semua pemandangan membutuhkan banyak berjalan kaki, dan banyak kota terbaik untuk dikunjungi di dunia tidak dibangun di atas tanah datar.
Dilansir dari Travel Daily News, meski tergantung pada jenis perjalanan yang Anda lakukan, namun pasti anda lebih banyak duduk daripada biasanya. Penerbangan panjang dan tour bus akan membuat kaki Anda lelah.
Pertunjukan dan konser dapat membuat Anda duduk berjam-jam, dan kamar hotel kecil bukanlah yang terbaik untuk berolahraga di pagi hari. Belum lagi bahwa banyak berjalan kaki dapat membuat kaki Anda sakit, tetapi Anda tidak akan mendapatkan latihan kardio saat berjalan-jalan.
Namun, jangan khawatir, karena kami memiliki beberapa saran yang akan membantu Anda menemukan cara untuk terus bergerak, memompa jantung, dan membuat Anda merasa baik meskipun jet lag dan diet perjalanan yang penuh dengan natrium dan gula.
Rawat otot yang kaku dan persendian
Rasa sakit karena duduk adalah salah satu hambatan terbesar untuk aktif saat bepergian ke luar negeri. Setelah penerbangan 15 jam, misalnya, hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah berolahraga.
Namun, penting untuk membuat diri Anda bergerak lagi secepat mungkin, atau Anda mungkin mulai lebih ketat. Duduk dalam jangka waktu yang lama bahkan membuat Anda rentan terhadap pembekuan darah di kaki Anda.
Stimulasi aliran darah, bantu otot Anda rileks, dan lawan peradangan dengan krim CBD. Ketika Anda memijat hanya dengan sedikit krim CBD Anda akan cepat lega karena Anda menargetkan kelompok otot tertentu dan mendapatkan dosis penyembuhan langsung.
Konsumen yang ingin menuai manfaat potensial cannabidiol (CBD), cannabinoid non-memabukkan yang sangat populer ditemukan di tanaman ganja, kemungkinan besar tidak hanya akan menemukan minyak CBD, tetapi juga berbagai krim CBD dan topikal lainnya.
Faktanya, sejak Undang-Undang Pertanian 2018 melegalkan produk CBD, pasar kesehatan dan kebugaran telah dibanjiri dengan serangkaian topikal yang diresapi CBD. Munculnya CBD telah memberi banyak orang cara legal untuk mencari bantuan terapeutik.
Namun, konsumen yang tidak terbiasa dengan manfaat medis CBD, mungkin bertanya-tanya, apa kegunaan krim CBD? Bagaimana bisa membantu kondisi atau penyakit saya lebih baik daripada minyak CBD? ”
Tingkatkan keefektifan lebih banyak lagi dengan mengonsumsi permen karet CBD jika legal di negara tujuan Anda bepergian.
* Catatan: Periksa hukum di negara tujuan Anda untuk memastikan bahwa produk CBD Anda legal sebelum Anda naik ke pesawat. Topikal CBD umumnya baik-baik saja di mana saja, tetapi CBD yang dapat dikonsumsi memiliki beberapa batasan ketat di sebagian besar negara Asia dan Timur Tengah.
Gunakan aplikasi untuk menemukan rute lari yang bagus
Jika Anda suka berlari dan Anda ingin sekali berolahraga kardio saat bepergian, gunakan aplikasi untuk menemukan rute yang tepat. Beberapa aplikasi memungkinkan Anda menyesuaikan tingkat kesulitan, dan Anda dapat menemukan rute yang akan membawa Anda ke situs terbaik di wilayah Anda.
Saat berada di area asing, selalu ada baiknya untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk memastikan keselamatan Anda. Jangan lupa untuk memberi tahu mitra perjalanan Anda ke mana tujuan Anda dan berapa lama Anda berniat untuk pergi — dan pastikan Anda membawa ponsel Anda.
Ikuti kelas di gym atau studio
Mengikuti kelas olahraga adalah cara yang bagus untuk bertemu orang baru, mempelajari teknik dan gerakan baru. Mengambil kelas olahraga saat bepergian ke luar negeri membawa segalanya ke tingkat yang baru.
Hal Ini akan memberi Anda kesempatan untuk melihat hal-hal seperti orang lokal, bertemu orang-orang yang akan memberi Anda petunjuk tentang cara melakukan squat yang lebih baik dan tempat makan terbaik.
Anda mungkin bisa mendapatkan tarif diskon untuk biaya satu atau dua kelas karena Anda bepergian; dan Anda bisa mendapatkan perspektif yang sama sekali baru tentang rutinitas olahraga yang sama yang telah Anda latih selama bertahun-tahun.
Tetap terhidrasi
Ketika Anda keluar dari rutinitas normal Anda, Anda mungkin lupa untuk minum air dalam jumlah yang sama seperti yang biasanya Anda lakukan — namun Anda mungkin kehilangan lebih banyak dari biasanya.
Menginap di hotel, berada di lingkungan yang berbeda, dan makan di luar membuat lebih sulit untuk mendapatkan semua air yang Anda butuhkan. Namun, ini adalah salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan hasil maksimal dari perjalanan Anda.
Bergantung pada waktu dan wilayah perjalanan Anda, tetap terhidrasi dapat menyelamatkan Anda dari sengatan panas. Paling tidak, itu akan melawan kelelahan dan kram otot.
Sebagai aturan umum, Anda sudah mengalami dehidrasi saat Anda haus, jadi jangan gunakan itu sebagai indikator berapa banyak air yang harus Anda minum. Alih-alih, cari tahu berapa asupan ideal Anda berdasarkan berat badan dan aktivitas fisik Anda, kemudian usahakan untuk minum setidaknya sebanyak itu setiap hari.
Pikiran terakhir
Jika Anda sedang berlibur ke luar negeri, Anda harus bersenang-senang! Pastikan Anda merawat diri sendiri dengan baik, dan cobalah untuk melakukan aktivitas fisik sehingga Anda dapat merasakan yang terbaik tidak peduli seberapa banyak Anda harus duduk.
Namun, jangan stres karena melewatkan satu atau dua hari latihan kardio jika Anda sedang keluar dan ingin menikmati waktu perjalanan. Itu semua akan ada di sana menunggu Anda ketika Anda kembali ke rumah.
HONOLULU, bisniswisata.co.id: Sejak Juni, Hawaii telah bolak-balik dalam pengambilan keputusannya yang memungkinkan wisatawan untuk kembali tanpa karantina wajib selama 14 hari. Setelah mengumumkan tanggal target tentatif untuk membuka kembali tiga kali sebelumnya.
Gubernur David Ige telah mengumumkan tim kepemimpinan baru yang akan mengawasi tanggapan kesehatan masyarakat negara bagian itu terhadap Covid-19 dan program pengujian pra-perjalanan untuk Covid-19, yang akan dimulai 15 Oktober.
Dilansir dari CNN Travel, program pengujian, yang awalnya diumumkan oleh Ige pada 24 Juni, memungkinkan penumpang yang masuk menghindari karantina selama mereka diuji dalam 72 jam sebelum keberangkatan.
Hasil harus berasal dari tes amplifikasi asam nukleat resmi FDA (NAAT) yang dilakukan oleh laboratorium bersertifikat CLIA.
Selain itu, penumpang yang tiba diharapkan untuk diperiksa suhu mereka dan harus mengisi formulir kesehatan perjalanan. Jika pengunjung datang tanpa hasil tes yang diminta, mereka akan dikarantina selama 14 hari atau sampai mereka memberikan bukti tes negatif.
Enam bulan yang panjang
Ketika Covid-19 mulai mendatangkan malapetaka di pulau Hawaii, Ige melembagakan karantina wajib 14 hari untuk pengunjung dan penduduk yang kembali pada 26 Maret.
Pada tanggal 14 Juni, dia berharap bahwa penutupan tersebut telah menciptakan lingkungan yang cukup aman untuk dibuka kembali bagi para pelancong dan menghadapi bencana ekonomi dari apa yang dianggap sebagai penghentian total ekonomi pariwisata Hawaii.
Gubernur David Ige lalu mengumumkan program pengujian pra-perjalanannya – yang semula seharusnya dilakukan berlaku 1 Agustus.
Sayangnya, kasus melonjak pada minggu-minggu berikutnya, dan Ige harus menunda tanggal pembukaan kembali dan menerapkan program pengujian pra-perjalanan tiga kali, menjaga karantina wajib di tempat hingga tanggal target saat ini 15 Oktober 2020.
Penjaga baru
Sementara Ige telah menjadi yang terdepan dalam masalah ini, dengan pengumuman terbaru ini hadir pemimpin baru dalam pembukaan kembali dan pengujian.
“Letnan Gubernur Josh Green akan menjadi ujung tombak program pengujian pra-perjalanan, yang mencakup penambahan mitra untuk mengelola pengujian dan mencari opsi baru dan juga bertanggung jawab untuk merencanakan strategi vaksinasi COVID-19 di negara bagian AS.
Sekarang yang harus dilakukan para pelancong adalah melihat jam menghitung mundur dan berharap kekacauan, kebingungan, dan kehancuran yang ditimbulkan oleh pandemi di Hawaii akan terlihat melalui kaca ‘spion’ pada pertengahan Oktober.
TOKYO, bisniswisata.co.id: Sebelum pandemi virus Corona memicu perbincangan global tentang kebersihan, ada satu bagian dari pesawat yang tidak ingin disentuh siapa pun – pintu kamar mandi.
Itulah sebabnya maskapai Jepang ANA sedang menguji pintu kamar mandi hands-free baru yang dapat dibuka penumpang dengan siku atau lengan bawah.
Dilansir dari CNN Travel, salah satu tantangan dalam mendesain apa pun untuk pesawat terbang adalah kurangnya ruang. Pintu toilet terbuka ke dalam (lebih sedikit penyumbatan lorong) atau memiliki pegangan kecil dan datar sebagai pengganti gagang pintu.
Tapi apa yang akan Anda lihat pada prototipe ANA adalah sesuatu yang higienis tetapi juga menghemat ruang: Pegangan pintu toilet dengan kait perak yang sudah dikenal sekarang memiliki pegas yang terpasang sehingga Anda dapat membukanya dengan menekan ke dalam alih-alih dengan menarik keluar.
Di dalam kamar mandi, mekanisme pengunciannya terlihat cukup familiar, dengan tombol yang Anda geser dari satu sisi ke sisi lain. Tombol berukuran lebih besar juga dapat dikunci dan dibuka kuncinya dengan siku Anda, yang berarti Anda dapat memiliki pintu bebas genggam baik di dalam maupun luar.
Saat ini, prototipe pintu hanya tersedia di ruang tunggu ANA di Bandara Haneda Tokyo, di mana perusahaan sedang mengumpulkan umpan balik hingga akhir Agustus. Jika desain terbukti populer dan mudah digunakan, desain tersebut dapat digunakan secara lebih luas.
Inovasi pintu dikonsep oleh JAMCO, sebuah perusahaan Jepang yang mengkhususkan diri pada produk untuk industri penerbangan.
Secara khusus, tempat ini terkenal dengan kursi pesawat, dapur kecil, dan – Anda dapat menebaknya – kamar mandi.
Saat ini, penumpang yang terbang dengan ANA diminta untuk memakai masker atau penutup wajah lainnya dan menggunakan kios layanan mandiri untuk memasukkan tas mereka. Banyak anggota kru yang mengenakan masker dan pelindung wajah untuk perlindungan tambahan.
“Ketika Anda mulai melakukan perjalanan melalui udara lagi, kami menawarkan kenyamanan dan kesenangan yang sama seperti sebelumnya,” kata Presiden dan CEO ANA, Yuji Hirako, dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan program kebersihan baru maskapai “ANA Care Promise”.
Menurut maskapai penerbangan, langkah-langkah kebersihan ini termasuk filter udara di dalam pesawat – kualitas yang sama dengan yang digunakan di ruang operasi rumah sakit – dan desinfeksi rutin setiap permukaan di pesawat – termasuk, ya, pintu toilet.
Banyak kapal pesiar masuk galangan kapal Aliaga (foto: Getty Images/CNN)
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kapal-kapal pesiar yang dulu begitu berkilau kini nampak seperti tak terawat dan mulai bobrok. Dibiarkan sandar pada sebuah pantai, bagian dalam menganga.
Tak nampak lagi sisa kejayaan saat kapal-kapal ini elegan berlayar di laut lepas. Inilah potret suram bisnis kapal pesiar seperti diwartakan CNN Travel.
Kapal-kapal yang tengah sandar ini pernah menjadi kebanggaan armada jelajah. Salah satunya Carnival Cruise Line. Nasibnya kini sungguh mengenaskan: terdampar di galangan kapal Aliaga di Turki, menunggu hancur, dan siap untuk dijual sebagai barang bekas.
Menurut lazimnya, kapal pesiar yang sudah tiba di galangan kapal Aliaga sesungguhnya telah menemuai akhir perjalanan. Ketika perusahaan memutuskan bahwa sebuah kapal tak lagi dibutuhkan dan tidak ada yang mau membelinya.
Maka ia akan dilepas berlayar satu kali jalan ke Aliaga atau tempat serupa di Alang, India atau Ganadi, dekat pelabuhan Karachi di Pakistan.Menurut laporan Reuters, di Aliaga, bisnis naik 30 persen tahun ini setelah pandemi.
Foto drone dari galangan kapal menunjukkan gambar kapal pesiar mirip zombie: separuh bagian masih nampak mengesankan sedangkan setengahnya sudah berupa kerangka dan puing.
Kolam renang dalam kapal masih nampak utuh; lapangan golf onboard berwarna hijau menciptakan kesan menakutkan di tengah reruntuhan kapal yang terus memburuk.
Pada kapal lain yang tersisa hanya cerobong merah. Itulah salah satu bagian paling terkenal dari Carnival Cruise Line.
Meski di Eropa kapal-kapal pesiar mulai kembali berlayar dan Amerika akan segera menyusul dengan penerapan sejumlah aturan baru, industri ini masih menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Ratusan kapal pesiar yang berlayar ke seluruh dunia di awal tahun ini, sebagian besar hanya mengapung di lautan, tanpa penumpang.
Sementara itu masih banyak lagi kapal yang tengah diselesaikan. Pekerjaan ini ada sebelum 2020 ketika industri kapal pesiar senilai US$ 150 miliar tengah booming.
Jadi kapal-kapal itu diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar yang tengah bertumbuh pesat kala itu. Tapi di era pandemi virus corona, itu berarti akan terjadi kelebihan kapal.
Di tengah kondisi seperti saat ini dimana pandemi virus corona masih membayang dan perusahaan menghadapi kesulitan keuangan, maka banyak kapal pesiar dipensiunkan lebih awal dari yang diharapkan.
Pada September 2020, Carnival Corporation mengumumkan rencana untuk menjual 18 kapal pesiar yang dinilai ‘kurang efisein’ dalam beberapa bulan mendatang.
Itu berarti ada pengurangan 12% dari keseluruhan armadanya. Banyak dari kapal-kapal ini sebenarnya telah menerbitkan rencana pelayaran untuk 2021. Pandemi memaksa mereka membatalkan semua.
Banyak dari kapal ini sebelumnya telah menerbitkan rencana perjalanan berlayar 2021. Beberapa kapal Carnival bahkan telah dijual, termasuk Costa Victoria, yang sempat direncanakan akan dihancurkan pada Juni kemarin.
Rina Didi Basrindu, Ketua Kelompok Sadar Wisata. ( Pokdarwis) Karindangan di Kampung Arab, Banjarmasin. ( tengah)
Ketua Departemen Pariwisata Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hilda Ansariah Sabri, melongok desa-desa wisata di kota Banjarmasin sesuai program kerja pengembangan desa wisata organisasi profesi itu. Berikut laporan perjalanannya bagian kedua.
BANJARMASIN,bisniswisata.co.id:Seorang ibu melongok kearah sungai dari arah dapurnya yang persis berada di pinggiran sungai Miyai, anak Sungai Martapura. Tiba-tiba ibu tua itu melemparkan tas plastik hitam ke sungai bersama sampah rumah tangga di dalamnya.
Rina Didi Basrindu, Ketua Kelompok Sadar Wisata. ( Pokdarwis) Karindangan di Kampung Arab, Banjarmasin seketika terkesima dan tak berbicara apa-apa kecuali menoleh ke arah saya sambil berkata;
” Inilah contoh nyata di depan mata apa yang menjadi tantangan kami di Pokdarwis Karindangan dalam menularkan virus Sapta Pesona menerapkan unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah-tamah dan Kenangan,” ungkap Rina.
Tantangan yang dihadapi saat kampungnya menjadi tujuan wisata adalah masyarakat setempat harus Sadar Wisata. Sadar untuk menjadi tuan rumah yang baik sehingga dengan adanya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara maka kebersihan harus dijaga.
“Warga masih saja buang sampah ke sungai, ini juga menjadi keprihatinan bersama,” kata Rina lirih tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
Ketua yang memiliki 20 anggota Pokdarwis ini tergolong wanita yang spontan, gesit dan senang bekerja dengan tim. Saat ibu tua itu tertangkap mata menjadikan sungai yang merupakan sumber air dan kehidupan banyak orang sebagai bak sampah, Rina tampak geram tapi mampu meredam kekecewaannya.
Kami memang sedang duduk di Cafe R, dari inisial nama depannya. Dia tengah menceritakan bagaimana maraknya pengunjung di kawasan kuliner Arabian Food yang baru saja kami lihat lokasinya di bawah jembatan Simpang Tiga, Kayutangi.
Kemeriahan pengunjung dan pejabat yang hadir hanya bisa disaksikan lewat foto-foto di handphonenya karena suasana itu sebelum bencana pandemi global COVID-19 terjadi.
Lokasi di ujung jalan Antasan Kecil Barat, Banjarmasin itu sekarang tinggal gapura dan sejumlah supir ojek online yang sedang beristirahat sejenak sambil menunggu order masuk.
Setahun lalu tepatnya pada 27 September 2019, ratusan warga terlihat memadati kawasan bawah Jembatan Simpang Tiga Kayutangi, Banjarmasin. Masyarakat di kawasan Jalan Antasan Kecil Barat tepatnya yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karindangan, menggelar wisata kulinernya.
Tak hanya jajanan khas Banjar yang tersedia, tetapi utamanya adalah kuliner khas Timur Tengah ( Arabian Food). Selain itu, para wisatawan yang datang juga dapat menikmati keindahan anak sungai yang ada di depannya.
Hal lain yang bisa didapatkan pengunjung di kawasan tersebut adalah kemudahan akses transportasi darat maupun sungai. Makanya tak heran, setiap hari Jumat, ratusan orang masyarakat dari berbagai penjuru yang dijuluki Kota Seribu Sungai, datang mengunjungi kawasan wisata tersebut.
Dukungan terhadap destinasi wisata yang berada di bawah Jembatan Simpang Tiga, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu juga ditunjukan para pengurus dan kader PKK se Kota Banjarmasin. Saat peresmian setahun lalu, ada Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, istri Walikota Ibnu Sina.
” Sejak COVID-19, kuliner masakan Timur Tengah otomatis tutup. Sekarang di era New Normal, sudah banyak yang menanyakan kapan kami akan buka lagi. Begitu diizinkan kembali kami akan langsung buka kalau perlu tiap hari tidak usah tunggu tiap akhir pekan,”
Dia optimistis, lokasinya yang berada di kampung Arab bukan hanya akan dikunjungi wisatawan lokal, wisatawan domestik maupun mancanegara, tapi juga termasuk semua keturunan etnik Arab, pendakwah, penyebar agama Islam di kampung Arab itu yang awalnya datang dari Aceh
Kini keturunannya tersebar di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Pulau Jawa dan wilayah nusantara lalu diyakininya juga akan tertarik datang ke tempat leluhurnya yang kini memiliki kawasan Arabian Food, harap Rina.
Pokdarwis Karindangan memang berada di kawasan Pasar Lama, salah satu kelurahan di Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia.
Aktivitas anak sungai Martapura di belakang rumah warga Kampung Arab, santai di Cafe R dan suasana kawasan kuliner Arabian Food di bawah jembatan saat peresmian.
Sejarah Kampung Arab
Di dalam wilayah kelurahan Pasar Lama terdapat kawasan-kawasan yang disebut Pasar Lama, Kampung Bugis dan Kampung Arab (Antasan Kecil Barat). Pada masa kolonial Hindia Belanda di Banjarmasin etnik Arab tinggal dalam suatu wilayah Kampung Arab tersebut.
Pemerintah kolonial Belanda di Banjarmasin mengangkat seorang Kapten Arab dengan tugas mengepalai orang-orang etnik Arab-Indonesia. Sekitar tahun 1899, Kapten Arab dipegang oleh Said Hasan bin Idroes Al Habesi.
Dilansir dari FB Majelis Taklim Miftahus Surur, asal muasal etnik Arab di Kalimantan Selatan dari silsilah keturunan Sayid Muhammad Maula Aidid (Muhammad bib Ali Shahib Al-Hauthoh ( 1334-1442 M) datang dari Aceh datang ke Banjar Kalimantan Selatan pada penghujung abad ke-16.
Sayid Jalaluddin adalah anak Sayid Muhammad Wahid (Aceh) dan Syarifah Halisyah. Jalaluddin beristri Tamami putri Sultan Abdul Kadir Alaudin di Banjar (di kerajaan Pagatan). Istri Jalaluddin adalah kerabat kerajaan Gowa Tallo.
Karena mempunyai istri yang berasal dari keluarga kerajaan tersebut, Jalaluddin datang ke Gowa Tallo. Sayang, di sana ulama yang merupakan keturunan ke-27 dari Rasulullah ini kurang dipedulikan. Jalaludin kemudian pindah ke Cikoang, Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yang kini menjadi basis keluarga Aidid di Makassar.
Selain itu, ada keterangan lain yang menyebutkan bahwa, para Wali Songo (pada zaman kerajaan Demak), dipercaya datang dari Arab ke Nusantara untuk keperluan dakwah menyebarkan agama Islam.
Leluhur Wali Songo adalah Abdul Malik bin Alwi bin Muhammad Shahib Mirbath yang hijrah dari Hadramaut ke India. Buyut Abdul Malik bernama Jamaludin Husin adalah datuk dari Syarif Hidayatullah (Sunang Gunung Jati di Cirebon).
Garis silsilah para wali lainnya seperti Maulana Malik Ibrahim (Gresik), Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Drajat dan Sunan Bonang tersambung ke nama Jamaludin Husin.
Sejarahnya, dulu dimasa kolonial Belanda, Kelurahan Pasar Lama (Kampung Parit) yang juga dikenal dengan nama Kampung Bugis, dipimpin oleh kepala suku Bugis, yaitu Daing Makarauw (tahun 1843) dan Pambakal Kamal (tahun 1861).
Tak heran, jika sekarang di Jalan Sulawesi, Kelurahan Pasar Lama ini masih ada nama gang, yaitu Gang Pare-Pare, Gang Kendari, Gang Palopo.
Tambah Atraksi
3 A yaitu akses, amenitas dan atraksi menjadi andalan satu obyek wisata untuk menjaring tamu. Oleh karena itu Rina berharap Pokdarwis yang dipimpinnya juga bisa menambah atraksi seperti bermain sepeda air atau menjadikan anak sungai Martapura yaitu Sungai Miyai sebagai Sungai Chao Phraya, Thailand.
Dia juga ingin membuat suasana Padang Pasir lebih kental dengan melukis dinding-dinding di bawah jembatan dan menyiapkan properti foto seperti topi Aladin, misalnya.
santai ditepi anak sungai Miyai menikmati lalu lintas air seperti di Chao phraya.
Sungai Chao Phraya atau disebut juga Menam Chao Phraya adalah sungai terpanjang dan terpenting di negara Thailand. Panjang nya 372 kilometer mengalir dari utara Thailand menuju Teluk Thailand ( Teluk Siam ) di selatan.
Wilayah sungai ini disebut “The East Venesia” atau “Venesia dari Timur”, karena banyaknya kanal, sampan dan pemukiman rumah di atas sungai ini, mirip seperti kota Venesia di Italia.
Rumah-rumah di Kampung Arab terutama lokasi wisata kuliner Kampung Arab sangat mirip dengan kanal-kanal Chao Phraya. Bahkan lokasi berada dekat pertemuan anak sungai yang terhubung ke sungai besar lainnya seperti Sungai Barito dan sungai besar Martapura.
Anak Sungai Miyai belakang Cafe R yang dilewati dengan perahu klotok ini merupakan sungai penting yang jadi tulang punggung transportasi penduduk di sekitar melalui kanal-kanal yang ada.
Kanal-kanal tersebut terhubung ke kampung-kampung hingga Kota Banjarmasin ini dijuluki sebagai kota Seribu Sungai. Saat kami duduk santai di tepi bantara sungai memang asyik melihat lalu lalang perahu kelotok membawa buah-buahan maupun hasil bumi seperti labu kuning yang ditata diatas perahu untuk dijual.
Akses sungai dan hal lain yang bisa didapatkan pengunjung di kawasan tersebut adalah kemudahan akses transportasi darat maupun sungai. Makanya tak heran, setiap hari Jumat, ratusan orang masyarakat dari berbagai penjuru kota datang mengunjungi kawasan wisata ArabianFood tersebut.
Tak hanya itu, para pejabat seperti Camat, Danramil, dan Kapolsek Banjarmasin Tengah yang hadir saat pembukaan Arabian Food sampai kini masih kerap datang. Terutama Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina yang rajin bersepeda lalu duduk menikmati suasana sungai yang membelah kampung Arab.
Rina mengatakan bukan hal mudah membuka daya tarik kuliner Arabian Food dan menerapkan Sapta Pesona karena dia harus berhadapan dengan beragam masyarakat termasuk merangkul preman dan menghilangkan kebiasaan buruk yang ada di tengah masyarakat.
” Perlu kesabaran dan 17 warga yang mengisi dengan kuliner khas Timur Tengah ini juga harus bisa bekerja sama dan berbagi dengan Pokdarwis Karindangan sehingga wisatawan betah berkunjung,”.
Leadership kekeluargaan sehari-hari juga dibuktikan oleh Rina untuk mengisi menu masakan di Cafe R miliknya sehingga dia cukup menyediakan minuman, sementara komunitas lainnya mengisi menu makanannya.
” Kalau ada Pasar Wadai Ramadhan, biasanya komunitas ibu-ibu Kampung Arab ini juga rajin mengisi sehingga dengan adanya Arabian Food mereka bisa berjualan tanpa harus menunggu bulan puasa karena dengan dibukanya wisata kuliner tersebut bisa meningkatkan penghasilan warga Kota Banjarmasin.
Rina berharap Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin serius dalam mengembangkan kawasan wisata baru yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) karena itu dia ingin ada bantuan perahu klotok untuk pengunjung dengan mengenakan Tanggui, topi lebar khas Kalsel sehingga bisa menjadi atraksi untuk swa foto.
” Untuk tahun 2021, kami harapkan bantuan CSR berupa perahu klotok dan sepeda air. Kalau perlu para pedagang kue di dalam perahu berjualan di anak sungai sehingga Pasar Terapung yang sudah mulai menghilang bisa berjualan di tempat kami,” kata Rina.
Di sisi lain dia harus meningkatkan kesadaran warga untuk ikut bergerak dan menjaga agar kawasan tersebut dapat menarik dan aman dikunjungi wisatawan .
“Jadi setelah COVID-19 berakhir Pokdarwis Karindangan bisa sukses menarik banyak wisatawan lokal dan internasional untuk datang berkunjung ke tempat wisata yang kami kelola,” kata Rina mengakhiri obrolan.
BANDUNG, bisniswisata.co.id: – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung pemahaman pelaku industri musik, seni pertunjukan, dan penerbitan terkait tata suara (sound system) sehingga mampu bekerja berdasarkan standar internasional.
“Dalam penyelenggaraan acara, sound system memegang peranan yang sangat penting selain tata cahaya dan tata panggung. Tata suara sebagai teknik pengaturan suara atau bunyi sangat diperlukan pada suatu pertunjukan, pertemuan, rapat, dan lain-lain,” kata Mohammad Amin, hari ini.
Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukan dan Penerbitan Kemenparekraf ini berbicara saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Sound System di Bandung Fox Harris City Center Hotel, Jumat (9/10/2020).
“Tata suara memainkan peran yang sangat penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari panggung dan bahkan dari acara pertunjukan itu sendiri,” ujar Mohammad Amin.
Ia juga menjelaskan, tata suara seringkali dianggap tidak memerlukan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya dan memasangnya. Padahal sound system memiliki ilmu dasar yang harus diketahui oleh setiap operator.
Sesederhana apapun sound system, akan tetap diperlukan dasar-dasar ilmu yang harus dikuasai oleh operator. “Untuk itu kami menggelar bimbingan teknis terkait hal ini yang dilakukan dengan metode teori dan praktik selama tiga hari,” tambahnya.
Materinya peserta dibekali dengan konsep ilmu dasar dari tata suara yang dapat dipelajari dan dipraktikkan dengan tepat, jika dipandu dengan baik dan benar.
Selama Bimbingan teknis akan disampaikan beberapa materi antara lain microphone, mixer, equalizer, power amplifier, hingga loudspeaker,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, David “Klein” Karnadi yang menjadi narasumber Bimtek SoundSystem menjelaskan, salah satu kasus atau masalah utama dalam tata suara adalah _microphone_.
Maka dalam bimtek tersebut materi yang disampaikan seputar masalah mengenai _microphone_ seperti tata cara menggunakan, cara pemilihan microphone, dan cara menggunakan _wireless microphone_.
“Dari kegiatan bimtek ini, diharapkan peserta dapat lulus uji kompetensi untuk skema penata bunyi atau suara pratama. Dan peserta dapat bekerja berdasarkan standar internasional serta dapat menerapkan ilmu tentang sound system secara profesional,” ujarnya.
Salah satu peserta menyatakan rasa terima kasihnya pada Kemenparekraf yang menjadi penyelenggara dan penyandang dana bagi bimtek ini.
“Kementrian mana yang peduli dengan bimtek yang detil begini hingga ke masalah sound system ?. Kementrian mana yang mitigasi bencana pandemi global COVID-19 sampai memberdayakan hotel untuk karantina pasien ? . Jujur saya berterima kasih pada Menparekraf pak Whisnutama,” ujar pelaku Ekraf yang tak mau disebut namanya ini.
YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: AVMS Fashion Movement tampilkan sejumlah karya dan menghasilkan produk fashion ditengah perjuangan melawan kondisi keterpurukan akibat pandemic COVID-19.
Digelar untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kegiatan ini diharapkan menjadi ‘pahlawan’ masa kini yang memberikan dampak positif dan menyalakan semangat bagi sekitarnya terutama menggerakkan ekonomi fashion Indonesia dengan membuka kesempatan bagi seluruh desainer dari segala kalangan
“Harapan kami juga melalu AVMS FM ini dapat memberikan kesempatan kepada pelaku fashion dari luar kota jogjakarta untuk dapat bergabung bersama kami, dan juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Arby Vembria, penggagas dan penyelenggara kegiatan ini, hari ini.
Acara menampilkan karya 12 desainer Yogyakarta dengan karya terbaru mereka pada AVMS Fashion Movement di Arby Vembria Modeling School digital studio, hari ini
Mereka adalah Touch of Ramadhani by Ramadhani Kadir, X Vy.Co Leather Bags, Bea Chic by Linsa Emanuela, Sakawuni Boutique by Listyani Darma, HNT by Hesti Nugraheni, Madaka by Air Monika, Almaisya by Erma Widiati.
Ada juga CF by Ria Whany, Batik Damal Langit by Ratmi, Omah Djait Gege by Henny Ananda, Allasara by Mutia Trani, Anak Boo by Yasinta Riska dan NIMCO by Resti.
Mengingat adanya peraturan pemerintah dalam menghadapi New Normal bahwa tidak boleh melebihi 50 orang dalam sebuah kegiatan yang mengakibatkan kerumunan massa, maka acara ini juga streaming melalui media sosial, ungkap Arby Vembria
Acara lansung yang dapat disaksikan juga dibuat dalam tiga sesi untuk menghindari kerumunan (physical distancing) yaitu mulai pukul 16.00 WIB-17.00 WIB, 18.30 WIB- 19.30 WIB, dan 20.00 WIB-21.00 WIB.
“Untuk menerapkan protokol kesehatan acara dibagi tiga sesi untuk mengurangin kerumunan. Tak hanya itu, dalam satu ruangan studio jumlahnya pun dibatasi,” ungkapnya.
Untuk mengikuti kegiatan ini, lanjut Arby, tak ada persyaratan tertentu bagi UMKM dan desainer untuk menampilkan produknya. Asalkan, produk atau brand yang dimiliki UMKM atau desainer asli (milik sendiri).
“Kalau persyaratan khusus atau kurasi produk kami tidak ada patokan. Karena, niat awalnya memang untuk membantu penjualan. Namun, yang diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ini mereka (peserta) harus punya produk orisinil,” tuturnya.
Nantinya, penikmat fesyen dapat berbelanja secara langsung produk tersebut secara online melalui akun resmi AVMS Yogyakarta atau akun masing-masing pemilik brand.
“Harapan kami, melalui AVMS Fasion Movement dapat memberikan kesempatan kepada pelaku fesyen termasuk dari luar kota jogjakarta untuk dapat bergabung bersama kami. Rencananya jangkauan peserta bisa diperluas dengan target nasional,” tambahnya.
Pihaknya sudah menyelenggarakan sebanyak enam kali dan untuk pagelaran yang ketujuh akan dibuat secara nasional, jelasnya.
Pemerintah Thailand berencana garap pasar kelas atas dengan keindahan pulau-pulaunya.
BANGKOK, bisniswisata.co.id: Dewan Pariwisata Thailand berharap dapat menyambut 50.000 turis asing pada kuartal ke-4, yang mewakili 0,5% dari angka 2019. Organisasi tersebut ingin meyakinkan pemerintah untuk membuka pintunya bagi lebih banyak pengunjung.
Dilansir dari Tourism Review, pendapatan yang diharapkan dari turis asing adalah sekitar 4,5 miliar baht (US $ 121 juta) untuk kuartal tersebut, penurunan 99% tahun-ke-tahun, kata Chairat Trirattanajarasporn, ketua Dewan Pariwisata Thailand ( TAT).
Dewan mengharapkan 6,74 juta turis asing tahun ini, turun 83% dibandingkan dengan 2019, tahun terbaik yang pernah diraih oleh sektor pariwisata Thailand dengan 39,8 juta pengunjung, kenangnya.
Prospek tahun depan masih belum pasti, kata Chairat Trirattanajarasporn, meski dinas pariwisata menyebutkan angka 20 juta wisman pada 2021.
“Kalau tidak ada vaksin dan masih ada karantina selama 14 hari, saya perkirakan tahun depan tidak akan ada lebih dari beberapa ratus ribu turis,” katanya.
Thailand relatif terhindar dari wabah Covid-19 dibandingkan dengan kebanyakan negara dan melarang turis asing memasuki negara itu pada bulan April. Kerajaan memuncak dalam jumlah infeksi yang dilaporkan pada 22 Maret dengan 188 kasus dilaporkan pada hari yang sama.
Selain beberapa lusin turis medis yang diizinkan masuk sejak Juli, tidak ada wisatawan asing yang diizinkan masuk sejak 4 April. Tetapi kerajaan diperkirakan akan mulai menyambut pengunjung asing pertama dengan visa tinggal lama.
Namun, pihak berwenang, yang tidak menyembunyikan keinginan mereka untuk memanfaatkan krisis Covid-19 untuk beralih dari pariwisata massal ke pariwisata kelas atas, ingin membatasi jumlah pengunjung menjadi 1.200 per bulan.
Langkah yang tampaknya untuk benar-benar membantu a sektor yang mendukung beberapa juta orang secara langsung dan tidak langsung dan benar-benar hancur oleh pembatasan perjalanan global tetapi terutama lokal.
Institusi sektor ini akan mengusulkan kepada pemerintah untuk mengizinkan lebih banyak turis asing yang datang dari negara-negara berisiko sangat rendah untuk kembali pada bulan Desember tanpa karantina selama 14 hari, kata Vichit Prakobgosol, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Thailand.
Wisatawan muslim tak bakal kesulitan mencari restoran halal di Taiwan (foto: taiwanhalal)
TAIPEI, bisniswisata.co.id: Setelah Jepang dan Korea, kini Taiwan pun mulai tertarik untuk serius menggarap potensi wisatawan Muslim yang umumnya gemar mengeluarkan biaya cukup signifikan. Potensi itu sangat disayangkan jika tidak dioptimalkan.
“Menurut Global Muslim Travel Index, sejak lima tahun belakangan, peringkat Taiwan meningkat dalam hal tujuan wisata terbaik di antara negara-negara non-Muslim. Dari peringkat 10 pada 2015, jadi peringkat tiga pada 2019,” kata Rita Pawestri Setyaningsih, peneliti Pusat Penelitian Kewilayahan (P2W) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),
Pernyataan itu Rita sampaikan dalam webinar LIPI bertajuk Prospek Wisata Halal Bagi Indonesia: Pengalaman Dari Taiwan.
Saat ini Taiwan memiliki sembilan lembaga sertifikasi halal yang telah menerbitkan sertifikat halal pada 1.088 perusahaan dan ratusan ribu jumlah produk yang disediakan.
Negara berpenduduk sekitar 23 juta orang ini hanya memiliki populasi Muslim sebesar 1 persen. Yang menambah banyak justru para migran, termasuk dari Indonesia yang menurut Rita jumlahnya ada sektiar 300.000 orang. Namun untuk urusan tempat makan halal, wisatawan Muslim dijamin tak akan kesulitan mendapatkannya.
Sebenarnya sudah sejak 2009, Taiwan mempromosikan pariwisata halal. “Dulu ada brosur bertuliskan Taiwan targets Muslim tourists yang diterbitkan Chinese Muslim Association (CMA). Mereka semacam Majelis Ulama Indonesia (MUI) kalau di sini,” ujar Rita.
Meski demikian, wisata halal di Taiwan baru berkembang pesat pada 2016 setelah ada regulasi yang mendukung program itu. Selain itu kebijakan New Southbound Policy (NSP) dengan 18 negara juga telah memesatkan perkembangan pariwisata halal di sana.
Adapun negara-negara tersebut adalah Australia, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam.
Kebijakan ini memang lebih difokuskan untuk meningkatkan kerja sama Taiwan dengan negara lain agar tidak bergantung pada daratan China. Namun, ternyata kerja sama itu juga memengaruhi pariwisata halal.
Wisata Halal bukan wisata Islam
Melalui hasil penelitian yang dilakukan pada 2018, Rita seperti dilansir Kompas mengungkapkan bahwa Taiwan mendefinisikan pariwisata halal sebagai pariwisata umum yang dilengkapi dengan layanan ramah Muslim.
Meski sama-sama mengusung konsep halal, pariwisata halal berbeda dengan Islamic Tourism atau pariwisata Islam yang memiliki unsur keagamaan. Itu lantaran sebagian, bahkan seluruh niatan dalam pariwisata Islam adalah untuk kepentingan keagamaan.