Mari “Skill- up” Kemampuan “Digital Marketer” nya

this formate

DENPASAR, Bali, bisniswisata.co.id: PANDEMI COVID-19 menstimulasi banyak pekerja kantoran beralih profesi memberdayakan bakat terpendam dan segala kemampuan mereka menjadi pebisnis UMKM, entrepreneur. Mereka  belajar dan bekerjasama dengan robot sosial media dan piranti elektronik secara otodidak untuk membuka bisnis independen, karena dipaksa oleh keaadaan untuk bisa bertahan memenuhi kebutuhan ekonominya.

Saat memasuki triwulan ketiga masa pandemi, dilaksanakan komitmen membuka sektor ekonomi dengan protokol kesehatan. Upaya yang memerlukan dukungan peningkatan kualitas keahlian yang telah dimiliki pekerja profesional kepariwisataan.

Adalah DIGIMAKZ ruang bimbingan pelatihan fokus ke praktek dengan kelas konvensional tatap muka, mentorship in workshop series  dengan visi skill-up digital marketer. Mentorship terbagi dalam enam seri, bertujuan memperkaya praktisi UMKM dengan pengetahuan bisnis era digital dan  menyediakan pendampingan agar tidak tergagap  dalam praktik.

“Kita tinggal selangkah untuk memulai bisnis atau memantapkan bisnis yang sudah berjalan, “ ungkap Jeffry Wibisono praktisi branding yang cukup dikenal di industri perhotelan dan pariwisata.

Ruang pelatihan yang dikelola Suzana Widiastuti dan Jeffry Wibisono terbuka untuk umum, baik dari hospitality industry, pebisnis independen juga siapa pun yang berminat meningkatkan kemampuan digital marketing-nya.

“Karena ini kelas bimbingan dengan praktek, kami membatasi peserta maksimum sebanyak 20 orang,” ungkap Jeffry .

Seri Menjadi Digital Marketer menggunakan sistem berjenjang, pertemuan dengan jarak dua (2) minggu dari setiap seri-nya dengan total enam kali (6 X) pertemuan. Dijadualkan 14 dan 28 Nov 2020, 12 dan 26 Des 2020, 16 dan 30 Jan 2021.

Workshop Seri #1 akan dimulai pada Sabtu, 14 November 2020,  pukul 9:00 pagi sampai diperkirakan selesai pukul 14:00 siang WITA, bertempat di Fame Hotel Sunset Road Kuta, Bali. Pendaftaran via Whatsapp link https://wa.me/6281388808076 (Jeffrey) dengan investasi sebesar Rp. 250.000 per orang, termasuk makan siang.

Mentoring seri #1 dengan materi Cara Cerdas Monetisasi Media Sosial diberikan  Suzana Widiastuti seorang digital maker maker istilah yang sedang trend di kalangan startup — intinya orang yang bisa membangun dan meluncurkan produk tentang apa saja. Mari bergabung. Belajar, dan Skill-up

Spanyol Umumkan Keadaan Darurat Baru Ketika Infeksi COVID-19 Melonjak

this formate

Orang-orang yang memakai masker wajah berjalan di Burgos, Spanyol utara, pada 21 Oktober 2020. (Foto: AFP / Cesar Manso)

MADRID,Spanyol,bisniswisata.co.id Pemerintah Spanyol mengumumkan keadaan darurat baru ketika infeksi COVID-19 melonjak. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez umumkan keadaan darurat baru pada Minggu (25 Oktober) untuk mengekang infeksi virus Corona yang melonjak.

Dilansir cna.asia dari Reuters, selain itu Pedro juga memberlakukan jam malam lokal pada malam hari dan melarang perjalanan antar daerah dalam beberapa kasus.

Langkah-langkah tersebut mulai berlaku mulai Minggu malam dan akan mewajibkan semua wilayah kecuali Kepulauan Canary untuk memberlakukan jam malam dan membatasi jumlah orang yang diizinkan untuk bertemu menjadi enam orang saja.

“Kami hidup dalam situasi ekstrim  dan ini adalah krisis kesehatan paling serius dalam satu abad terakhir,” katanya dalam jumpa pers setelah rapat kabinet.

Catalonia adalah salah satu daerah pertama pada hari Minggu yang menggunakan undang-undang baru untuk memberlakukan jam malam, yang akan berlaku pada pukul 10 malam.  Tempat-tempat yang dibuka untuk umum harus tutup pada jam 9 malam.

“Saya percaya bahwa dengan cara tertentu suatu tindakan harus diambil karena semuanya menjadi sedikit di luar kendali. Saya pikir lebih banyak tindakan akan datang, tetapi ini awal yang baik.” kata Paula, guru pelatihan kejuruan.

Daerah lain yang mengumumkan jam malam mulai Minggu malam termasuk Cantabria dan La Rioja. Spanyol memberlakukan salah satu upaya lockdown ( penguncian)  terberat di awal pandemi dan kemudian melonggarkan pembatasan selama musim panas.

Tetapi seperti banyak negara Eropa lainnya, gelombang kedua telah melanda dalam beberapa minggu terakhir, dan sekarang memiliki salah satu jumlah infeksi tertinggi di Eropa Barat.  Total kasus naik menjadi 1.046.132 pada hari Jumat, sementara jumlah kematian mendekati 35.000.

Keadaan darurat membutuhkan persetujuan parlemen untuk bertahan lebih dari 15 hari.  Sanchez meminta parlemen untuk menyetujui perpanjangannya hingga 9 Mei 2021.

Semakin banyak daerah yang meminta pemerintah menerapkan langkah tersebut.  Wilayah Madrid telah membatasi jumlah orang yang dapat bertemu di dalam rumah menjadi enam, serta melarang percampuran rumah tangga yang berbeda dalam semalam.

Wakil presiden Kepulauan Canary Roman Rodriguez mentweet dia “puas” hotspot turis telah dikecualikan dari jam malam tetapi mendorong orang untuk tidak lengah.

 Pulau-pulau itu berharap bisa menyelamatkan musim turis mereka setelah Inggris dan Jerman pekan lalu memutuskan bahwa mereka tidak lagi berisiko bepergian.

Keputusan tersebut akan berfungsi sebagai kerangka hukum untuk menerapkan sistem tingkat peringatan baru, serupa dengan yang telah diterapkan di negara-negara seperti Jerman dan Prancis.

Berdasarkan tingkat risikonya, bepergian antar daerah dapat dilarang jika suatu daerah memutuskan, kecuali untuk alasan yang dapat dibenarkan seperti bekerja.  Pergerakan juga bisa dibatasi di dalam wilayah dalam penguncian lokal.

Sebagian besar wilayah sudah berada di atas parameter untuk dipertimbangkan pada tingkat risiko tertinggi.

Pernikahan Unik di Yogyakarta Jadi Daya Tarik Wisata dan Sosialisasi 3 M

this formate

Suasana pernikahan di atas perahu di Bendungan 

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Acara Manten Satukan Tekad Reresik  Bumi untuk Pariwisata Indonesia dipersembahkan FORTAIS ( Forum Ta’aruf Indonesia Sewon), Bantul, Dermaga Cinta Kali Gajahwong Giwangan didukung Pemerintah Kota Yogyakarta, Minggu.

Program yang di dukung pula oleh  Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta ini digelar di destinasi wisata Kota Yogyakarta. Walau sederhana  tetap menerapkan protokol kesehatan dan prosesi diawali  naik dua mobil penyapu jalan Road sweeper (penyapu) DLH Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta.

Iring-iringan dimulai dari Kelurahan Giwangan menuju ke Dermaga Cinta Kali Gajahwong diringi  petugas Cantik berkostum DLH dan Srikandi Gajahwong sambil di jalan melakukan penyapuan sebagai simbol reresik bumi.

Sesampai lokasi dilakukan pengecekan suhu tubuh pemakaian handsanitizer (cuci tangan semua yang hadir termasuk pengantin dan petugas yang dilakukan oleh tim Puskesmas Umbulharjo bersama Pol PP. Polisi dan TNI. 

Selanjutnya tiga pasang calon pengantin langsung memasuki Dermaga Cinta Sungai Gajahwong yang telah disulap menjadi pelaminan Sebelum prosesi ijab  qobul sebagai tanda mereka tetap semangat dalam mengadapi pandemi saat ini, bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengucapkan Ikrar Sumpah Pemuda sekaligus penanda Kebangkitan Pariwisata.

Acara diwali sambutan ketua panitia Nikah Bareng Nasional & FORTAIS RM Ryan Budi Nuryanto, SE dan sambutan Wakil Walikota Kota Yogyakarta yang diwakili Camat Umbulharjo Drs Rumpis Trimintarta dilanjutkan prosesi ijab oleh Kepala KUA Umbulharjo, H Handdri Kusuma, SAg. M.S dan penghulu Muhammad Fauzan Fatkhulloh, S.HI.

Saksi nikah adslah Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Camat Umbulharjo dan Ketua FORTAIS & NIkah Bareng Nasional RM Ryan Budi Nuryanto SE beserta jajaran Muspika Umbulharjo dan dihadiri Ketua Komisi B. DPRD Kota Yogyakarta serta Lurah Giwangan.

Acara  ditutup dengan do’a untuk pengantin dan keselamatan Indonesia serta nikah bareng ini membawa misi: Kampanye 3 M (mencuci tangan memakai masker. dan menjaga jarak), acara Budaya, Kebangsaan & Pariwisata Jogia.

Kegiatan  ini adalah pernikahan unik pertama di Indonesia dan dunia karena dilakukan secara bersamaan di atas kapal yang berlayar di Bendungan dan Mobil Road Sweeper (penyapu) DLH Kota Yogyakarta dengan mahar seperangkat alat sholat dan masker 28 buah (sesuai tanggal Sumpah Pemuda) dan 1 buah sapu lidi (gerang) simbol reresik bumi dan persatuan dimana sebelum ijab pengantin membagikan masker kepada wisatawan sebagai komitmen mereka menjadi Duta Protokol Kesehatan 3 M.

Para pengantin adalah Divya Merlinda (22th) dari Kec. Umbulharjo Jogja, & Angga Nur Nugroho (26th). Kec Miati, Sleman menikah di atas Bendung Lepen Mrican. Pasangan kedua  Suwaryati (48th), Kec Gedongtengen, Jogja, & Fajar Novianto (47th), Kec Gondokusuman, Jogja. Keduanya menikah di atas kapal berlayar.

Pengantin ke tiga adalah  Suswanti (39 th). Kec Kraton, Jogja & Paul Wijaya Panjaitan (37th) Kec Mantrijeron, Jogja yang menikah di atas mobil Road Sweeper (penyapu) DLH Kota Yogyakarta).

Ijab kabul di atas mobil road sweeper ( mobil penyapu jalan)

Acara ini gratis fasilitas dari biaya nikah mahar pelaminan unik cincin kawin tematik dengan tulisan aksara jawa , rias/ baju pengantin, dokumentasi dan bulan madu di hotel berbintang sebagai komitmen mereka menjadi Duta Protokol Kesehatan dan lingkungan di masyarakat dan kehidupan berumah tangga mereka membagikan masker dan menyapu jalan. 

Para pengantin tampak antusias untuk membagikan masker kepada para wisatawan sambil juga menerima ucapan selamat berbahagia. Ketua Golek Garwo FORTAIS Sewon & Nikah Bareng Nasional  Ryan Budi juga menegaskan dengan pernikahan ini sebagai Tanda Kebangkitan Pariwisata.

Sekaligus mempromosikan Yogyakarta sebagai  tujuan wisata Wedding yang harus digarap bersama-sama banyak pihak untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. 

Acsta nikah bareng kali ini adalah serie ke-7 yang digelar ditengah pandemi untuk meringankan beban masyarakat untuk menikah sesuai dengan protokol kesehatan.

” Kami juga menyatukan tekad, bersama 8500 pasang Alumni Golek Garwo dan Nikah Bareng untuk mengkampayekan 3 M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak dalam kehidupan tatanan baru atau normal baru ini  pada HUT Kota Yogyakarta  ke 264 tahun, ” tegas Ketua Panita Ryan Budi Nurvanto.

 

 

Work From Dubai, Ini Syarat dan Keuntunganya

this formate

Suasana malam yang menawan di Burj Khalifa (foto: AP)

DUBAI, bisniswisata.co.id: Pandemi COVID-19 telah mengubah pola kerja orang. Kini, sebagian besar perusahaan telah mengizinkan karyawannya untuk bekerja dari rumah. Mereka tak lagi wajib setor muka, datang secara fisik ke kantor. 

Konsep bekerja dari rumah pun dapat diterjemahkan menjadi work from tourist destination. Indonesia pun gencar mempromosikan program work from Bali. Sayang, sejumlah pembatasan masih menghambat orang untuk bisa bepergian antar negara.

Dubai melakukan hal yang sama. Negara yang terkenal sebagai primadona wisata di kawasan Timur Tengah ini baru saja meluncurkan program yang mereka sebut ‘Dubai Virtual Working’.

Program ini didesain untuk individu maupun keluarga yang tertarik tinggal di Uni Emirates Arab sambil tetap bekerja dari sana.

Dengan visa khusus yang berlaku selama setahun, para profesional dapat bekerja secara virtual sambil menikmati keindahan kota.

Menurut Lonely Planet, program visa baru ini juga akan memungkinkan tamu jangka panjang melakukan hal-hal yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh penduduk, seperti membuka rekening bank dan mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah lokal.

Selain itu, bagi mereka yang memenuhi syarat juga akan mendapatkan akses ke semua layanan yang diperlukan, termasuk telekomunikasi, utilitas, dan pilihan sekolah untuk keluarga mereka. Pelamar individu juga akan mendapatkan keuntungan dari pajak penghasilan sebesar nol persen.

“Pandemi global telah mengubah cara kita hidup dan bekerja. Perusahaan multinasional di seluruh dunia mempercepat tingkat adopsi digital mereka dan kehadiran fisik untuk memenuhi tanggung jawab profesional telah didefinisikan ulang,”kata Direktur Jenderal Departemen Pemasaran Pariwisata dan Perdagangan Dubai, Yang Mulai Helal Saeed Almarri.

Mereka yang tertarik mengajukan visa ini harus dapat menunjukkan bahwa mereka berpenghasilan minimal US$ 5.000 (Rp 73, 6 juta) sebulan dengan menyerahkan bukti pekerjaan mereka.

Kemudian, yang harus mereka lakukan adalah membayar biaya visa US$287 (Rp 4,2 juta) ditambah asuransi kesehatan.

Sedangkan bagi pemilik perusahaan, mereka harus menyerahkan bukti kepemilikan perusahaan selama satu tahun atau lebih, dengan bukti pendapatan bulanan rata-rata US$ 5.000 dan laporan bank tiga bulan terakhir.

Seperti yang dicatat oleh pemerintah daerah, program ini bertujuan untuk menarik lebih banyak talenta terbaik untuk tinggal dan bekerja di Emirat, dan semoga mereka menumbuhkan ide dan bisnis baru saat berada di sana.

Inisiatif baru ini merupakan bukti kemampuan Uni Emirat Arab untuk cepat beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah dan memperkenalkan langkah-langkah baru.

“Hal ini meningkatkan kemudahan berbisnis dan meningkatkan daya saing ekonominya,” kata Presiden Kamar Dagang dan Industri Dubai Hamad Buamin.

Traveler yang tertarik untuk mendaftar program visa ini, dan melihat semua keuntungannya, dapat mengunjungi situs Visit Dubai.

 

H. Ir. Artha Hanif, Ketum DPP Ben Sukma Ketua DEPETA ASITA 71

this formate

TANGERANG, bisniswisata.co.id: H. Ir. Artha Hanif ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat ASITA 71 periode 2020- 2024 dalam Munasus dan Munaslub ASITA 1971, pada Senin 26 Oktober di hotel Atria Serpong.

Musyawarah diikuti 100 peserta (mengikuti prokes) dan 500 anggota seluruh Indonesia melalui sistem on-line, selain memilih Ketua dan pengurus DPP. Juga menetapkan Ketua DEPETA ASITA 71 dan terpilih tokoh pariwisata Sumatera dan mantan Ketua Umum DPP ASITA, Ben Sukma.

H. Ir Athar Hanif, Ketum DPP ASITA 71

Tugas berat yang harus segera dihadapi kepengurusan DPP ASITA 71 adalah mengawal kasus hukum yang sedang berproses, sembari “kedalam”  membenahi organisasi sesuai kitah organisasi yang dibentuk tahun 1971 oleh para pendiri ASITA. Keluar, membuka komunikasi dengan pihak terkait industri pariwisata di Indonesia mau pun di pasar global, demikian disampaikan Ketum DPP ASITA 71 pada sambutan pertamanya.

Seperti diketahui Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies /ASITA ) didirikan pada 07 Januari 1971 dengan akta pendirian No 17 tanggal 15 Maret 1975 di hadapan notaris Raden Soeratman dan selanjutnya telah didaftarkan dan diregister di PN Jakpus pada 11 Februari 1982.

Tujuan dibentuknya ASITA 1971 adalah meningkatkan peran anggota sebagai salah satu pelaku utama pariwisata nasional, penghasil devisa dan peningkatan pendapatan serta pengembangan kapasitas usaha berdaya saing global. Meningkatkan citra pariwisata Indonesia dengan memberikan kepuasan, rasa aman, adanya kepastian perlindungan dan jaminan terhadap kepentingan pemakai jasa dan pihak-pihak yang berkepentingan sesama anggota. Meningkatkan peran anggota dengan melakukan usaha untuk memajukan kemampuan yang meliputi kemampuan profesional, teknis dan finansial sehingga bisa mencapai standar internasional.

ASITA 1971 juga menetapkan tugas pokok asosiasi antara lain melayani dan melindungi kepentingan anggota, menampung saran dan memperjuangkan aspirasi anggota. Memberikan bimbingan, arahan kepada anggota dalam rangka mengembangkan kapasitas dan kemampuan.

Asosiasi juga memberikan masukan dan atau pertimbangan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan dan program kepariwisataan. Memberikan dukungan kepada anggota dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan kemampuan profesionalisme.

Asosiasi berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada angggota dalam melakukan kegiatan usaha secara profesional agar terhindar dari praktek usaha yang dapat merugikan sesama anggota. Menjadi mediator anggota dengan para pihak pemangku kepentingan usaha kepariwisataan, dalam rangka membangun kerjasama sinergis baik di dalam dan atau di luar usaha jasa pariwisata pada tingkat lokal, nasional dan global

Tata Krama

Ketum DPP ASITA 71, Ketua DEPETA ASITA 71 bersama peserta Munassus dan Munaslub ASITA 71

Asosiasi mewakili dan memperjuangkan kepentingan anggota. Mengembangkan kemampuan dan meningkatkan keterampilan para anggota agar dapat mencapai kinerja yang lebih baik.Mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi mengenai kebijakan pemerintah dan ketentuan lain di bidang usaha perjalanan wisata.

Asosiasi selayaknya menjaga etika usaha, mencegah persaingan tidak sehat di antara sesama anggota serta menggalang kerjasama dengan semua pihak untuk kepentingan anggota khususnya dan kepentingan kepariwisataan pada umumnya. Dan melaksanakan fungsi mediasi sesama anggota maupun pihak lain dalam rangka penyelesaian masalah.

Untuk menjaga integritas dan martabat pengurus dan anggota ASITA 71, ditentukan pedoman tingkah laku yang memberikan arah pada kegiatan organisasi, usahanya, melindungi profesi dan masyarakat dari perbuatan yang merugikan. Peraturan Tata Krama ( Kode Etik ) sejak ditetapkan tahun 1971 sampai saat ini mengalami proses penyempurnaan sesuai kebutuhan asosiasi.

Munassus dan Munaslub ASITA 71 juga menegaskan bahwa Peraturan Tata Krama (Kode Etik) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Anggaran Dasar ASITA 71  dan wajib ditaati dan dijunjung tinggi, dilaksanakan dan mengikat semua anggota. Dan untuk kepengurusan DPP ASITA 71 periode 2020- 2024 ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas Tata Krama Pusat (DEPETA Pusat) adalah Ben Sukma.

Polemik organisasi ini mencuat setelah adanya organisasi Perkumpulan Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia bernama ASITA  dengan akte notaris tahun 2016.

Pendaftaran Matra Kriya Fest 2020 Diperpanjang Hingga 30 Oktober

this formate

Pendaftaran Matra Kriya Fest 2020 Diperpanjang Hingga 30 Oktober

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pendaftaran Matra Kriya Fest (MKF) 2020 yang dibuka dibuka dari tanggal 14 September diperpanjang hingga 30 Oktober 2020. Formulir aplikasinya bisa diunduh di tautan matrakriyafesi weebly.com/, kata Rosanto Bima Pratama, Ketua Umum Matra Kriya Fest 2020, hari ini.

Kompetisi ini terbuka, gratis dan tidak dipungut biaya dengan total hadiah 20 juta rupiah Matra Kriya Fest merupakan salah satu ajang mencari seniman-seniman muda seni kriya berbakat di penjuru nusantara

Matra Kriya Fest kali ini mengangkat tema “Nusantara in Slice”, sebagai tema festival yang dimaksudkan sebagai jalan tengah untuk menyadari keterbatasan menyelami seluruh bentuk seni rupa, serta wacana yang tersebar dan beragam di Indonesia.

Seni rupa di Indonesia pada kenyataannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi keberadaannya. Mengingat beragamnya kekayaan intelektual seni yang dimiliki, bermacam warna budaya, dimensi sosial yang unik dan kaya, serta sejarah yang berbeda-beda tiap daerahnya.

Karya seni yang muncul merupakan cerminan olah perasaan dan buah pemikiran penciptanya yang dipengaruhi oleh keadaan sosial-budaya di mana senimannya berada.

Musyaffa, salah satu juri mengatakan pemilihan tema “Nusantara in Slice”, karena lokasi dihelatnya MKF 2020, Yogyakarta, menjadi salah satu laboratorium besar bagi perkembangan kebudayaan.

Terjadi percampuran dan potongan kecil kebudayaan lain yang berpengaruh pada penciptaan karya seni. Masifnya dan terbukanya teknologi informasi menyebabkan interaksi dan rasa memiliki kebudayaan lain.

Gabungan dua kebudayaan atau lebih tersebut kemudian terakumulasi dan tersublimasi pada seni yang dihasilkan. Meskipun tidak meninggalkan sepenuhnya kebudayaan awalnya Rosanto Bima selaku ketua panitia MKF 2020 menerangkan bahwa kompetisi karya kriya ini ditujukan bagi para perupa muda dengan batasan umur di bawah 35tahun.

MKF 2020 hadir untuk menjaring karya, bakat terbaik, dan melihat pencapaian -pencapaian estetik-artistik para perupa muda dalam perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Sebelumnya Matra Kriya Fest bemama Matra Award yang pernah digelar pada tahun 2018

Meskipun MKF 2020 dihelat di tengah pandemi, Rosanto Bima berharap hal itu tidak menjadi penghambat bagi seniman. “Kita harus berdamai dengan kondisi saat ini dengan menaati protokol kesehatan agar kegiatan ini menjadi nyaman dan aman,” ungkapnya.

COVID-19 jangan sampai jadi penghambat kreativitas seniman muda seni kriya di Indonesia. Sisi positif pandemi ialah lebih mendekatkan seniman pada dunia digital dan menguasai sisi marketing di dunia tersebut. Sehingga apresiasi terhadap karya seniman bisa menjangkau masyarakat luad, tambah Rosanto Bima.

Pameran utama MKF 2020 digelar tanggal 7-16 November 2020 di Pendhapa Art Space. “Acaranya dilaksanakan via daring (online), namun saat acara opening MKF 2020, seniman di undangan dan kami berharap mereka yang terpilih bisa datang.

Sedangkan Gallery tour dan workhsop terkait kriya dihadirkan via video tutorial serta akan ada berbagai acara lainnya. Open call MKF 2020 semoga bisa menjadi salah satu langkah bagi seniman perupa kriya di tingkat nasional untuk memunculkan penemuan-penemuan dan estetika baru di dunia kriya dan menjaring karya-karya menarik.” tutup Bima.

Basmah Al-Mayman dari UNWTO Membantu Membuka Timur Tengah untuk Dunia

this formate

RIYADH. bisniswisata.co.id: Dengan pengalaman hampir 19 tahun di industri pariwisata, Basmah Al-Mayman adalah pionir di bidangnya. Warga negara Teluk Arab pertama yang mewakili Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) di tingkat regional memandang dengan optimis masa depan sektor ini di Timur Tengah.

Dilansir dari ArabNews, rencana UNWTO untuk membuka kantor regional di Riyadh – yang pertama di luar kantor pusat globalnya di Spanyol – menunjukkan adanya pengakuan yang semakin besar atas potensi kawasan MENA di sektor yang menguntungkan ini, kata Al-Mayman kepada Arab News dalam sebuah wawancara eksklusif.

“Memilih Arab Saudi untuk kantor regional adalah keputusan yang bagus – tepat di samping proyek pariwisata terbesar di dunia, yang akan datang di Arab Saudi,” katanya.

Tidak diragukan lagi mengacu pada AlUla, Diriyah, Qiddiya, Amaala, Laut Merah Proyek dan kota pintar NEOM di antara perkembangan lainnya.

“Ini jelas merupakan indikator seberapa tinggi profil Arab Saudi telah meningkat di UNWTO, selain mencerminkan perkembangan pariwisata sebagai bagian dari rencana diversifikasi ekonomi Kerajaan,” kata Al-Mayman

Kehadiran pariwisata dalam Agenda Visi 2030 dan rencana transformasi ekonomi mencerminkan kehadiran Kerajaan yang tumbuh dalam pariwisata dunia, ungkapnya.

Investasi senilai US$810 miliar diharapkan dapat mengubah Arab Saudi selama dekade berikutnya menjadi salah satu pasar pariwisata rekreasi terbesar di dunia, dengan Dana Investasi Publik Kerajaan dan Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi (SCTH) memimpin tuntutan tersebut.

Wisata religi juga akan terus menarik jutaan peziarah ke Arab Saudi setiap tahun untuk Haji dan Umrah – yang bersama-sama menambah sekitar US$12 miliar ke PDB Kerajaan per tahun.

Potensi sektor ini dengan tepat ditunjukkan oleh lonjakan pariwisata domestik selama bulan-bulan musim panas 2020, ketika virus corona menyebabkan penurunan tajam dalam perjalanan ke luar negeri.

Perjalanan domestik meningkat 31% tahun ini dibandingkan dengan 12 bulan sebelumnya, dan penerbangan lokal harus diperbesar untuk memenuhi permintaan.

Hasilnya, permata tersembunyi Kerajaan, seperti pantai Umluj yang dipenuhi pulau, pegunungan selatan Abha, dan provinsi Asir yang indah, yang terkenal dengan pemandangannya yang menakjubkan dan iklimnya yang sejuk sepanjang tahun, kini kembali masuk dalam peta wisata.

UNWTO dari basisnya di ibu kota Spanyol, Madrid, di mana ia menjabat sebagai direktur regional Timur Tengah sejak 2018, Al-Mayman telah mengabdikan seluruh karirnya untuk mengembangkan industri pariwisata jauh sebelum Arab Saudi mulai membuka diri kepada dunia.

“Pariwisata Saudi dan saya sama-sama memulai bersama,” ucap Al-Mayman. Saya masih sangat muda ketika saya bergabung dengan Komisi Pariwisata Saudi (SCTH) ketika pertama kali dimulai.

Tidak ada struktur resmi untuk organisasi dan tidak ada industri. ” Mengingat bahwa hanya ada beberapa wanita di industri pariwisata Saudi saat itu (“sebenarnya kurang dari lima”), Al-Mayman mengatakan dia senang dengan perubahan yang telah dilakukan sejak itu.

Selama waktunya di SCTH, di mana dia menjabat sebagai dewan direksi, Al-Mayman berjuang keras untuk mendapatkan arsitektur bersejarah Arab Saudi yang berharga, termasuk reruntuhan AlUla dan Diriyah yang menakjubkan

Ini terdaftar sebagai situs Warisan Dunia UNESCO. Dia mengenang perjuangan awal ini dalam pertemuan menteri pariwisata G20 baru-baru ini.

“Memiliki situs-situs ini di tabel G20, bagi saya pribadi, membuat saya menyadari seberapa jauh kami telah mencapai dan apa yang telah kami lalui dalam industri ini,” katanya.

Al-Mayman mewujudkan sebagian besar semangat yang mendorong perubahan sosial yang melanda masyarakat Saudi, termasuk pemberdayaan perempuan.

Dia sangat berterima kasih kepada ibunya yang telah mendukung pendidikannya dan membantunya mewujudkan potensi penuhnya.

“Sejak saya masih kecil, ibu mendorong saya untuk membaca dan dia – Tuhan memberkati jiwanya – pembaca yang sangat baik dan dia mendorong saya untuk menjadi yang terbaik,” kata Al-Mayman.

Dia adalah satu-satunya anak perempuan dalam keluarga, tetapi  tidak dibesarkan sebagai seorang gadis. Dia dibesarkan dengan cara yang sama seperti saudara-saudara lainnya.

Menyinggung kata-kata yang sering dikutip dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada konferensi Future Investment Initiative pada Oktober 2018. –

“Timur Tengah akan menjadi Eropa baru” – Al-Mayman berkata: “Ini adalah ambisi regional. Saya hanya mengutip pemimpin di belakangnya. Itu benar. Kita bisa melihatnya terjadi.

Bahkan sekarang, selama pandemi COVID-19, wilayah kami tidak terlalu terpengaruh dan rentan karena berbagai alasan.

Kesuksesan Al-Mayman membuatnya berada di peringkat ke-13 dalam “Power List” Forbes Middle East 2020 dari 100 wanita bisnis yang berada di puncak pimpinan mereka.

Dia juga satu-satunya wanita yang termasuk mewakili pariwisata di dunia Arab. Tapi, seperti yang dia tunjukkan, wanita kuat bukanlah hal baru di wilayah ini.

“Jika kita berbicara tentang tanah ini, yang sekarang dikenal sebagai Arab Saudi, di Makkah kita memiliki Sayidah Khadijah (istri nabi), yang memiliki peran utama dalam masyarakat dan ekonomi lokal di Makkah,” katanya.

“Jika kita melihat sejarah modern, ketika Kerajaan dimulai, Putri Nourah binti Abdulrahman, saudara perempuan pendiri, memainkan peran utama dalam hubungan nasional,”

Dia mewakili pendiri dalam banyak situasi, di mana dia akan menerima delegasi wanita internasional yang datang untuk haji atau alasan lainnya.

“Juga, kami memiliki begitu banyak wanita hebat di bidang pendidikan dan kedokteran. Wanita Saudi tidak pernah berhenti bekerja, tidak pernah berhenti berkontribusi pada masyarakat mereka, dan tidak pernah berhenti berkontribusi pada perekonomian mereka. Saya hanya ingin tahu mengapa beberapa negara menganggap peran wanita Saudi baru dimulai sekarang. ”

Mengenai industri pariwisata Timur Tengah, Al-Mayman yakin hari-hari yang lebih baik akan datang. “Saya sangat optimis dengan kawasan ini,” katanya.

“Banyak negara-negara bergerak maju dalam bidang pariwisata, bergerak maju dalam menciptakan peluang kerja yang lebih layak bagi pria dan wanita dan bagi kaum muda pada umumnya.”

Arab Saudi memperkenalkan program e-visa baru pada September 2019 untuk membantu menarik wisatawan asing, tetapi terpaksa menangguhkan layanan tersebut karena timbulnya pandemi.

Ini akan melanjutkan penerbitan visa turis paling cepat Januari 2021, Ahmed Al-Khateeb, menteri pariwisata Saudi, mengatakan kepada Bloomberg bulan lalu – mungkin lebih cepat lagi jika vaksin untuk COVID-19 ditemukan.

Al-Mayman yakin pariwisata akan bangkit kembali lebih cepat dari hantaman virus corona di Teluk daripada di Eropa dan negara-negara ekonomi maju lainnya. “Kami menangani pandemi ini dengan serius,” katanya.

“Oleh karena itu, kerusakan dan kerugian lebih rendah dibandingkan dengan wilayah yang lebih besar karena kami memiliki populasi yang jauh lebih kecil dan sebagian besar negara di wilayah tersebut juga memiliki ekonomi yang kuat.”

Al-Mayman percaya bahwa adalah tanggung jawab negara-negara Teluk yang lebih kaya ini untuk menyumbangkan keterampilan dan pengetahuan mereka untuk mempromosikan pembangunan internasional.

“Saya sangat ambisius dan ingin melihat lebih banyak pejabat Arab dan GCC memiliki lebih banyak posisi terdepan dalam badan-badan khusus PBB. Kami adalah satu dunia, dan kami saling melayani dan membantu, ” ucap Al-Mayman.

“Menjadi kontributor keuangan tidak cukup. Kami juga memiliki orang-orang dengan bakat dan keterampilan yang baik yang juga dapat membantu wilayah lain di dunia ini untuk menjadikan planet ini tempat yang lebih baik.

Tari Riris Mangenjali, Menggambarkan Rasa Syukur atas Berkah Air Hujan

this formate

YOGYAKARTA. bisniswisata.co.id: Tarian Riris Mangenjali yang terdiri atas 9 penari tampil hikmat dlm tradisi kenduri Banyu Udan yang diselenggarakan oleh Komunitas Banyu Bening, kemarin, Sabtu 24 Oktober 2020 di halaman Sekolah Air Hujan Banyu Bening di Tempursari Sardonoharjo Ngaglik Sleman. Yogyakarta.

Selain tarian Riris Mangenjali juga ditampilkan kirab budaya dari Bregada Pangeran Cempa yang terdiri atas 22 prajurit tradisional. Kenduri Banyu Udan merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Banyu Udan pimpinan Sri Wahyuningsih atau yg akrab disapa Yu Ning.

Tradisi ini menggambarkan wujud rasa syukur atas nikmat air hujan yang dilimpahkan Tuhan Yang Maha Kuasa. .

Yu Ning menambahkan bahwa selama ini sebagian besar warga masyarakat masih memandang negatif terhadap air hujan sebagai sumber penyakit dan bencana.

Padahal air hujan sebenarnya sarat dengan manfaat untuk kesehatan. Oleh karenanya perlu disikapi positif dengan pola 5 M, yaitu menampung, mengolah, minum, menabung, mandiri.

Dengan Kenduri Banyu Udan ini Komunitas Banyu Bening justru mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan falsafah “hamemayu hamemayu hayuning bawana” yakni sikap untuk mencintai dan memelihara lingkungan alam ciptaan Tuhan.

Sikap mencintai lingkungan alam ini perlu diwujudkan dan dikampanyekan oleh seluruh komponan dan elemen warga masyarakat bersama dengan pemerintah secara terpadu dan berkesinambungan.

Diantara sikap nyata yang mendukung konsep tersebut adalah tetap menjaga lingkungan hidup, melakukan penghijauan lingkungan, tidak menebang pohon secara sembarangan, menjaga kebersihan sungai, selokan dan lingkungan sekitar sehingga tidak terjadi bencana banjir dan bencana alam lainnyalainnya tegas wahyuningsih.

Saudi Arabia Selenggarakan KTT Bahas Kecerdasan Buatan ( AI) Berdampak Sosial Positif

this formate

Peserra hadiri KTT Global Summit 2020 di Riyadh      ( Foto: AFP).

DUBAI,bisniswisata.co.id: Kecerdasan buatan, atau AI, disebut-sebut sebagai inovasi paling revolusioner sejak mesin uap, menandai era baru dalam komunikasi, perawatan kesehatan, dan energi bersih, tetapi juga tantangan baru untuk pekerjaan, melebarnya ketidaksetaraan, dan aturan seputar privasi data.

Dilansir dari Arab News, hal ini  menandai tonggak sejarah Arab Saudi  di ranah digital minggu ini dengan peluncuran Strategi Nasional baru untuk Data dan Kecerdasan Buatan di KTT AI Global (21 & 22 Oktober) di Riyadh, di mana Kerajaan juga menandatangani serangkaian perjanjian baru dengan perusahaan teknologi.

Dengan investasi besar dalam infrastruktur, pendidikan dan kontrak dengan para pemimpin dunia dalam 5G, AI, dan penyimpanan cloud, Arab Saudi berbaris ke depan antrian dalam apa yang oleh Forum Ekonomi Dunia (WEF) dijuluki Revolusi Industri Keempat (4IR).

“Ini telah mengubah banyak aspek tentang bagaimana kita berhubungan satu sama lain, bagaimana kita melakukan bisnis, dan itu mengubah sistem medis kita,” kata Fabrizio Hochschild, penasihat khusus sekretaris jenderal PBB, kepada peserta forum.

“Dan itu hanya akan semakin penting karena kami mendapatkan lebih banyak poin data dan lebih banyak perangkat yang terhubung ke internet. AI akan menjadi sumber kehidupan ekonomi kami dan kehidupan sosial dan politik kami. ”

Di antara kesibukan kesepakatan baru yang ditandatangani pada hari kedua KTT virtual Riyadh adalah dua proyek strategis dengan raksasa teknologi China Huawei, termasuk satu tentang bahasa Arab dan pengenalan karakter.

Meskipun bahasa Arab digunakan oleh hampir 400 juta orang di seluruh dunia, pengamat mengatakan bahwa bahasa Arab kurang terlayani dalam hal AI.

“Ini sangat penting karena Arab Saudi, sebagai pemimpin di dunia Arab, ingin mendukung semua warga Arab dengan teknologi AI yang berspesialisasi dalam bahasa Arab,” kata Dr. Majid Altuwaijri, pengawas umum Pusat Nasional untuk Kecerdasan Buatan di Otoritas Data dan AI Saudi (SDAIA).

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Huawei untuk mendukung dunia Arab dengan teknologi dan alat yang akan membuat hidup mereka lebih mudah.”

Charles Yang, presiden Huawei, mengatakan kepada forum bahwa inovasi seperti 5G, AI, dan cloud dengan cepat menjadi platform ekonomi digital. Karena itu, perusahaannya menginvestasikan US$100 miliar dalam teknologi ini selama lima tahun ke depan.

Investasi ini jelas membuahkan hasil. Kinerja keuangan Huawei pada paruh pertama tahun 2020 melampaui ekspektasinya sendiri, mencapai US$ 64,8 miliar – meningkat 13 persen dibandingkan tahun lalu.

“Saya sangat yakin setelah kerja sama kami bahwa kami akan mendukung Arab Saudi untuk mencapai (tujuannya) dan kami akan menjadikan AI, 5G, dan cloud menjadi pendorong dan mesin baru untuk ekonomi baru Saudi,” kata Yang.

Perjanjian yang ditandatangani dengan Alibaba Group, perusahaan China lainnya, dirancang untuk mengembangkan proyek kota pintar milik Kerajaan sendiri, memanfaatkan kemajuan di beberapa kota yang sedang berkembang di China.

Kesepakatan ketiga ditandatangani dengan raksasa AS IBM untuk membantu mengubah sektor kesehatan dan energi menggunakan inovasi AI terbaru.

“Kami juga akan memiliki orang-orang top kami yang bekerja sama dengan para peneliti IBM untuk menghasilkan produk yang dapat membantu dunia dan umat manusia pada umumnya,” kata Altuwaijri.

KTT Riyadh lebih dari sekadar menandatangani kesepakatan. Dengan menyatukan beberapa pemikir paling cemerlang di bidang teknologi masa depan, peserta mengeksplorasi infrastruktur apa yang dibutuhkan negara agar berhasil menerapkan AI.

Berbicara di forum tersebut, Nasser Sulaiman Al-Nasser, CEO grup Saudi Telecom Company (STC), mengatakan negara-negara harus memperlakukan AI sebagai bagian dari ekosistem, menarik investasi dari sektor publik dan swasta, dan menyusun kerangka peraturan yang benar.

“Ada pilar yang perlu ada untuk memastikan Anda memposisikan diri Anda sebagai perusahaan transformasi digital,” kata Al-Nasser.

Anda tidak dapat mengasumsikan AI tanpa teknologi yang tepat, yang berarti cloud dan 5G dengan kemampuannya yang digabungkan dengan komputasi edge. Itu adalah infrastruktur.

Untuk mempersiapkan revolusi ini, Arab Saudi telah berinvestasi besar-besaran dalam meningkatkan kecepatan internetnya, tumbuh dari peringkat 105 dunia tiga tahun lalu menjadi sepuluh besar saat ini.

Salah satu ketakutan utama seputar 4IR adalah dampak teknologi baru terhadap lapangan kerja. WEF memperkirakan sekitar 73 juta pekerjaan akan terlantar pada tahun 2022. Tindakan sekarang dapat membantu populasi beradaptasi dengan industri baru, kata Al-Nasser.

“Diharapkan 130 juta lapangan kerja baru akan tercipta, jika ada lingkungan yang kondusif untuk pendidikan dan pelatihan,” katanya.

Untuk tujuan ini, pemerintah Saudi menginvestasikan SR1 miliar (sekitar US$266 juta) di universitas tahun lalu saja untuk membantu mengubah pendidikan. STC telah menjadi salah satu dari sedikit perusahaan di Kerajaan yang telah mulai merekrut berdasarkan keterampilan dan bukan hanya pendidikan.

“Kami telah melihat bakat-bakat dalam keamanan siber yang tidak pernah masuk universitas dan mereka luar biasa,” kata Al-Nasser.

Pihaknya memastikan untuk membuka jalan untuk ini – Anda tidak dapat menciptakan peluang kecuali Anda memiliki lingkungan yang kondusif untuk belajar, tambahnya.

Berkat investasi Kerajaan pada populasi mudanya, Al-Nasser yakin Arab Saudi akan memimpin dalam pengembangan  kecerdasan buaran atau AI.

Dr. Esam Alwagait, direktur Pusat Informasi Nasional Arab Saudi, mengatakan bahwa 66 tujuan Visi 2030 Kerajaan terkait langsung dengan AI. Namun tantangan tetap ada, katanya, karena sistem regulasi belum matang.

“Anda perlu memiliki sistem regulasi yang sangat gesit yang dapat beradaptasi untuk menghindari menahan inovator dan wirausahawan. Tapi, pada saat yang sama, Anda tidak ingin terbuka ketika Anda memiliki masalah seperti AI yang dapat dipercaya atau etis, “katanya.

Perawatan kesehatan – area yang sangat sensitif dalam ranah privasi data – berada di garis depan pikiran semua orang saat ini, karena COVID-19 menantang pemerintah untuk menemukan teknologi pengujian dan penelusuran yang cepat dan andal untuk melindungi populasi mereka.

Abdullah Alswaha, ketua G20 Digital Economy Ministerial Taskforce, mengatakan AI dan teknologi pengolah data lainnya dapat dengan cepat mendiagnosis penyakit dan meningkatkan hasil kesehatan.

Itulah sebabnya, KTT G20 tahun ini, di bawah kepresidenan Saudi, akan menempatkan revolusi teknologi di depan dan di tengah.

“Kami memiliki peluang yang sangat unik dengan konvolusi konektivitas, data besar, dan AI untuk mendemokratisasi perawatan kesehatan sedemikian rupa sehingga kami dapat memberdayakan setiap warga negara di muka bumi untuk memiliki sistem pemeriksaan perawatan kesehatan dini,” kata Alswaha pada KTT virtual Riyadh.

“Kemampuan ini akan membantu kita mengatasi hal-hal seperti diabetes tipe 2, yang merupakan salah satu penyebab utama kebutaan. Dan ini akan memberdayakan semua orang untuk meraih ponsel cerdas mereka, mengambil foto retina mereka dan dapat mendeteksi dini tanda-tanda diabetes tipe 2. ”

Teknologi serupa dapat membantu transisi Arab Saudi ke energi bersih untuk melindungi planet ini, kata Alswaha, menunjuk ke kota pintar Neom baru Kerajaan di pantai Laut Merah sebagai tempat yang tepat untuk mengeksplorasi inovasi ini.

“Neom adalah salah satu dari tiga tujuan teratas dalam hal kemampuan kami untuk mengubah angin dan matahari menjadi elektron hijau dengan proses elektrolisis, dengan Laut Merah, untuk menghasilkan energi hijau dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Hal  ini akan membantu kami mempercepat penerbangan hijau dan transportasi laut ramah lingkungan, karena mereka tidak dapat didukung oleh baterai lithium hingga saat ini, kata Alswaha.

Kota-kota Ini Jadi Favorit untuk Staycation Saat Libur Panjang Pekan Depan

this formate

Staycation di pinggir kota Jakarta, pilihan wisatawan di saat pandemi (foto: liputan6)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Liburan panjang akhir pekan di penghujung Oktober segera tiba. Minggu depan saat cuti bersama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, banyak orang diperkirakan akan pergi berlibur untuk sejenak melepas penat di tengah pandemi COVID-19. 

Sejumlah restriksi selama pandemi membatasi ruang gerak orang untuk berlibur jauh dari tempat tinggal. Pilihannya kemudian jatuh pada staycation atau berlibur dekat dengan rumah. Terbukti, staycation telah menjadi salah satu pilihan wisata yang populer.

Bandung dan Yogyakarta menjadi kota yang banyak diminati para pelancong, demikian menurut Adil Mubarak, VP Operations of RedDoorz.

“Ada fasilitas tol juga memudahkan tamu ke properti,” kata Adil dalam konferensi pers virtual baru-baru ini.

Berdasarkan data biro perjalanan daring Pegipegi, lokasi staycation paling banyak diminati adalah kota-kota besar di Indonesia.

“Untuk top 5 cities, masih di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Malang, dan Semarang,” kata Busyra Oryza, Corporate Communications Manager Pegipegi, kepada Antara.

Pegipegi memprediksi kota-kota besar tersebut akan jadi destinasi favorit liburan akhir pekan kelak. Itu terlihat dari data pemesanan tiket pesawat sejak pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar pada Juni lalu.

Setelah pembatasan melonggar, masyarakat yang selama ini berdiam diri di rumah mulai berani bepergian ke luar kota.

“Jika kami lihat periode pemesanan tiket pesawat sejak dilakukannya pelonggaran PSBB Juni lalu hingga saat ini, lima destinasi favorit diantaranya adalah Medan, Jakarta, Makassar, Padang dan Pontianak.”

Sementara itu untuk mengantisipasi peningkatan penumpang yang akan memanfaatkan libur panjang pekan depan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah meminta operator transportasi untuk meningkatkan frekuensi perjalanan untuk mencegah penumpukan penumpang.

Menhub juga memastikan operator transportasi selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Bahkan penumpang pesawat dan kereta api pun diberikan face shield secara cuma-cuma.

Dia memprediksi pada 28 Oktober 2020 atau dimulainya cuti bersama akan terdapat puncak arus kepadatan kendaraan.

Oleh karena itu, masyarakat yang ingin berlibur diimbau untuk tidak bertumpu di satu hari tersebut, demi mencegah potensi rawan terjadi penularan COVID-19.

Menhub memprediksi potensi kepadatan terjadi di tiga titik yaitu, pertama, Jalan dari arah Jakarta menuju ke arah timur (Jawa Barat, Tengah, dan Timur). Kedua, kapal penyeberangan ke arah Sumatera, dan ketiga di Bandara.