Perlu Pengalaman Wisata Melalui Karya Kreatif Lokal di Labuan Bajo

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Kemenparekraf /Baparekraf mengidentifikasi berbagai strategi dalam pengembangan karya kreatif lokal sebagai upaya meningkatkan daya tarik wisata di Labuan Bajo, NTT.

“Saat ini wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara melakukan perjalanan wisata tidak hanya sekadar jalan-jalan santai atau melihat keindahan alam, tetapi pariwisata yang memberikan pengalaman bagi wisatawan itu sendiri,”  kata  Joshua Puji Mulia Simanjuntak, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatif Kemenparekraf /Baparekraf,

Menurut dia, salah satu upaya agar wisatawan memperoleh pengalaman dalam berwisata adalah melalui karya atau produk kreatif lokal seperti kriya, fesyen, kuliner, serta seni pertunjukan.

Untuk itu, diperlukan strategi yang dapat mengembangkan kreatif lokal tersebut, khususnya di Labuan Bajo yang merupakan destinasi wisata kelas premium, kata Josua Simanjuntak.

Oleh karena itu, Kemenparekraf/Baparekraf menginisiasi kegiatan diskusi kelompok terpumpun yang dimoderatori oleh Aloysius Baskoro Junianto akademisi dari subsektor Desain Produk.

Hal ini supaya pelaku industri ekonomi kreatif memperoleh informasi baru sehingga dapat menciptakan strategi terkait pengembangan dan inovasi di subsektor ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

Direktur Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo – Flores, Shana Fatina beserta Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat, Agustinus Rinus, menjelaskan saat ini pihaknya sedang mendorong inkubasi berbagai karya kreatif

Misalnya seperti kuliner, fesyen, seni pertunjukan, seni musik, dan seni tari, dengan melibatkan komunitas lokal serta menceritakan profil potensi apa saja yang ada diwilayah Manggarai Barat.

“Temen-temen komunitas nanti bisa showcase dan berinteraksi dengan wisatawan. Mereka bisa menyuguhkan karya kreatif lokal yang otentik kepada wisatawan dengan konsep destinasi premium,” kata Shana Fatina.

Hal ini dilakukan agar wisatawan benar-benar bisa meperoleh pengalaman dan merasakan kemewahan yang tidak wisatawan temukan di tempat lain, ujarnya.

Sementara itu, Konsultan Ahli Kuliner, Vita Datau, mengatakan pengeluaran  terbesar wisatawan yaitu untuk berbelanja makan, minuman, dan oleh-oleh. Hal ini dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal. Maka dari itu, atraksi kuliner di Labuan Bajo harus dikembangkan.

Sebagai contoh, terdapat sebuah desa di Manggarai Barat yang memproduksi gula sendiri. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk mengembangkan atraksi kuliner.

“Wisatawan bisa terjun langsung dalam proses pembuatan gula tersebut. Sehingga, bisa menciptakan daya tarik wisata kuliner baru,” kata Vita Datau.

Selain itu, tren kuliner dunia sekarang ini yaitu makanan harus bernutrisi dan sehat serta mengangkat produk lokal seperti ikan, sayur, dan produk kuliner khas lainnya. Oleh karena itu, peningkatan terhadap kualitas produk lokal sangat diperlukan, kata Vita.

Konsultan Ahli Kriya, Fauzy Prasetya Kamal, mengatakan bahwa sedikit pengrajin kriya yang bisa menuangkan keahliannya ke dalam pengetahuan, sehingga keahlian tersebut tidak memperoleh refund digenerasi berikutnya.

“Melihat kondisi tersebut, perlu ada peningkatan kompetensi SDM, agar pengrajin kriya memiliki kemampuan dalam menuliskan keahlian mereka,” ujar Fauzy.

Soalnya dalam pengembangan karya kreatif tidak hanya produknya saja yang ditingkatkan, tetapi sumber daya manusianya juga perlu mendapat perhatian. Sehingga, regenerasi pengrajin kriya akan terus ada, tambahnya

Konsultan Ahli Fesyen, Aprina Murwanti, menuturkan potensi lokal utama fesyen di Manggarai Barat yang dapat dikembangkan yaitu kain tenun.

Namun, tantangan dalam mengembangkan kain tenun ini adalah belum terbentuknya ekosistem busana fesyen tenun.

“Untuk mendukung pengembangan produk fesyen tersebut diperlukan kolaborasi dengan desainer dalam mengelola busana secara berkelanjutan ” kata Aprina Murwanti

Para penenun belum terbuka sama sekali dengan dunia fesyen. Selain itu, perlu pengembangan ragam hias dan tekstur tenun, serta memberikan kesempatan kepada penenun untuk melakukan showcase, ungkap Aprina.

Dengan pengembangan produk-produk kreatif lokal unggulan, dapat memberikan kontribusi pada pariwisata yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Labuan Bajo.

 

Kerjasama Dewan Pers – PT Pertamina: Sebanyak 105 Insan Media Lakukan Tes PCR

this formate

Suasana tes swab PCR di dalam Hall Dewan Pers Jakarta. ( Foto: Rahmatulis Saleh)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sebanyak 105 orang insan media melakukan tes swab (PCR), atas kerja sama Dewan Pers dengan PT Pertamina.

Pelaksanaan tes usap polymerase chain reaction (PCR) gratis senilai Rp100 juta tersebut, dilakukan oleh tim medis dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), yang dipusatkan di Hall Gedung Dewan Pers, Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2020).

Dalam pelaksanaan tes usap PCRvl ini, diikuti banyak wartawan dari berbagai media massa. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengikutkan 30 anggotanya yang berasal dari berbagai platform media massa. Mereka didampingi Ketua PWI Peduli Pusat M. Nasir.

Peserta dari pagi tampak antri dengan mengikuti protokol kesehatan. Dominan dari mereka adalah para jurnalis yang masih muda dan produktif.

“Semua dapat dilayani dengan baik. Terima kasih Dewan Pers, RSPP, dan Pertamina yang memfasilitasi tes usap PCR gratis,” kata Elly Pujianti, Sekretaris PWI Peduli Pusat yang turun menyiapkan pesertanya.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman, mengatakan pemberian tes Swab PCR gratis ini, merupakan komitmen Pertamina untuk menjaga dan melindungi para insan media yang selama ini harus terus bekerja di lapangan untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan publik.

“Insan media merupakan garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Baik terkait dengan perkembangan bisnis Pertamina, maupun berita terkini tentang Covid-19 itu sendiri, sehingga harus mendapat perlindungan yang maksimal,” ujar Fajriyah.

Pertamina, lanjutnya, telah menggelontorkan bantuan untuk penanganan COVID-19, baik untuk tenaga medis, para jurnalis, pelanggan Pertamina serta masyarakat umum”.

Dalam pelaksanaan tes usap PCR Jumat pagi itu, diikuti banyak wartawan dari berbagai media massa anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat. “Semua dapat dilayani dengan baik. Terima kasih Dewan Pers, RSPP, dan Pertamina yang memfasilitasi tes usap PCR gratis,” kata Elly.

Berbagai program CSR dan bina lingkungan Pertamina dalam membantu penanganan COVID-19 tersampaikan dengan baik kepada publik, berkat bantuan dan kerja sama para insan media, baik cetak, online, maupun elektronik,” tambahnya.

Sementara itu Direktur RSPP Dr. Syamsul Bahri mengatakan RSPP dan PT Pertamina (Persero), selama ini sangat concern dalam penanganan COVID-19.

Pada masa pandemi  saat ini, hal yang tidak kalah penting adalah upaya pencegahan (preventif) dengan melakukan screening atas orang-orang yang mempunyai risiko tertular COVID-19 seperti pekerja media

Dia memaparkan sebagai anak usaha Pertamina yang bergerak dalam bidang kesehatan, RSPP telah menyiapkan fasilitas pemeriksaan PCR untuk diagnostik, penyiapan fasilitas Perawatan Khusus pasien Covid- 19 di RSPP Extension Modular di Simprug, Jakarta Selatan, dan Rumah Sakit khusus COVID-19 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers Agus Sudibyo, mengatakan dalam kondisi pandemi saat ini, tuntutan bagi profesi wartawan semakin terasa seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan bermanfaat.

“Wartawan, khususnya yang melakukan tugas peliputan di lapangan, pada perkembangannya kini juga menjadi salah satu jenis pekerjaan yang berisiko terpapar Covid-19 paling tinggi.”

Untuk itu, tambah Agus, Dewan Pers sangat mengapresiasi kepedulian PT Pertamina (Persero) dan RSPP yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tes swab PCR untuk insan media ini. “Semoga ke depannya akan lebih banyak perusahaan yang bersedia untuk mendukung kegiatan semacam ini,” ujarnya.

 

 

Distribusi Air Zam-zam Kini  Melalui platform Bisnis Elektronik Saudi HNAK dengan Layanan Pengiriman ke Rumah.

this formate

Modernisasi pengemasan air Zam-zam dan layanan antar ke rumah di Arab Ssudi ( Foto; Arabnews)

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Ini adalah salah satu keajaiban Islam yang paling abadi, mewakili rahmat Tuhan.  Sumur Zamzam pertama kali muncul 5.000 tahun yang lalu di bawah kaki Nabi Ismael setelah ibunya Siti Hajar, istri kedua Ibrahim, berlari tujuh kali di antara dua bukit Safa dan Marwah mencari air untuk menyelamatkan putranya yang kehausan.

Nama sumur berasal dari frase Zome Zome, yang berarti “berhenti mengalir,” perintah yang diulangi oleh Hajar saat dia berusaha untuk menahan mata air tersebut. Air sumur  ini selalu bersih tidak mengandung lumut, serangga, jamur, atau kotoran lainnya. 

Air ini mengandung tingkat mineral alami yang lebih tinggi daripada air desalinasi normal.  Karena alasan ini, ia memiliki rasa yang berbeda dan berat.

Jemaah  selalu ingin minum dari sumur dan membawa botol berisi air ke tanah air mereka karena diyakini sebagai sumber penyembuhan alami bagi orang sakit, menurut Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari Arabnews, pengembangan dan pemeliharaan Sumur Zamzam sangat penting, dengan sumber air terlindungi selama berabad-abad dengan berbagai cara.

Sebagai sumber utama air bagi pengunjung ke Makkah di zaman kuno dan bagi para peziarah saat ini, sumur ini tidak pernah berhenti menghasilkan air berkah bagi umat Islam, kecuali untuk waktu yang singkat.

Selama berabad-abad, sumur itu dijaga oleh Abd Al-Muttalib bin Hashim, kakek Nabi Muhammad, kemudian oleh banyak khalifah Muslim hingga zaman modern, ketika itu berada di bawah perlindungan raja-raja Saudi dimulai dengan pendiri Arab Saudi saat ini, Raja  Abdul Aziz.

Di masa lalu, sumur suci dilindungi dengan cara primitif, tetapi selama pemerintahan almarhum Raja Abdullah, sebuah lompatan besar telah diambil sehubungan dengan pengembangan cara pemeliharaan sumur.  Dia mengubah metode pengisian dan pendistribusian air di dua Masjid Suci.

 Ia juga memulai Proyek Air Raja Abdullah bin Abdul Aziz Zamzam (KPZW) pada tahun 2013.  Dengan semakin banyaknya jemaah yang datang Umrah dan Haji, kebutuhan air zamzam pun meningkat pesat.  Ini membutuhkan lebih banyak pengembangan untuk sumur.

Biaya konstruksi proyek ini berjumlah lebih dari SR700 juta (US$ 187 juta). Proyek ini menghilangkan banyak metode lama yang tidak profesional terkait dengan pemompaan, penyaringan, pendistribusian, dan pengisian air, menggantinya dengan teknologi terbaru dan teraman.

 Dulu, air digunakan untuk dibotolkan secara manual dalam berbagai ukuran wadah, tanpa mengikuti proses pembotolan resmi, mengakibatkan polusi air yang tidak diinginkan.

Membagikan air Zamzam kemasan di dalam bus, pabrik pembotolan air Zam Zam di Makksh, rel tua dan ember Zamzam terpelihara dengan baik di museum serta porselen isi air zam-zam dari abad 19  (Foto file SPA).

Namun, dengan proyek baru ini, ada dua ukuran utama wadah resmi – 5 dan 10 liter – di mana air diolah, dibotolkan, disimpan, dan didistribusikan secara efisien.

Sebelum perjalanan Haji atau Umrah berakhir, pengunjung harus mendapatkan satu atau dua botol air Zamzam sebelum berangkat, yang pada tahun-tahun sebelumnya sering menimbulkan kekacauan dan antrian yang tidak teratur. 

Saat ini, proyek memungkinkan wadah air untuk didistribusikan kepada para jemaah  di dalam bus atau di bandara untuk menghemat waktu dan mencegah kepadatan.

 Di dalam Dua Masjid Suci, air disediakan dalam pendingin yang menjalani proses pembersihan dan pengisian setiap hari.

 Pembelian air Zam-zam secara online adalah bagian dari proyek Perusahaan Air Nasional, yang dimulai setelah penangguhan penjualan sebagai tindakan pencegahan selama merebaknya pandemi virus Corona baru.

Air Zam-zam sekarang didistribusikan melalui platform bisnis elektronik Saudi HNAK, yang juga menawarkan layanan pengiriman ke rumah.

 Ekstraksi, pemompaan, dan pengawasan berkelanjutan terhadap penyimpanan dan jaringan pipa dicapai melalui teknologi serat optik dari jaringan Kontrol Pengawasan dan Akuisisi Data.

 Dengan semua teknologi ini, kualitas mineral alami air Zam-zam terjaga dan dipertahankan sesuai dengan penelitian cermat yang dilakukan untuk menentukan metode pemompaan dan penyaringan yang paling sesuai.

 Untuk mencegah semua karakteristik air Zamzam terpengaruh oleh kontaminasi alami eksternal, Pusat Studi dan Penelitian Zam-zam telah menerapkan kontrol kualitas yang ketat.

 “Untuk dapat mengelola Sumur Zam-zam secara berkelanjutan, kita perlu memiliki pemahaman penuh tentang pengaturan lingkungan dan hidrogeologi dari sumur suci ini dan sumber air yang mencapainya, termasuk konduktor air di daerah tersebut,”  Samer Showman, presiden pusat penelitian, mengatakan kepada Arab News.

“Kita perlu melihat bagaimana air disimpan dan seberapa cepat ia bergerak dan jenis mineral yang diekstraksi melalui perjalanannya di antara bebatuan untuk memahami apa yang menjadi ciri sidik jari air Zam-zam.

 “Kami telah menghubungkan model matematika dengan jaringan data curah hujan dan stasiun curah hujan di bagian akuifer yang berbeda untuk menentukan volume dan kuantitas air yang tepat yang dapat diambil sepanjang tahun di Wadi Ibrahim,” tambahnya.

 Showman mengatakan bahwa laboratorium khusus untuk air Zam-zam di Makkah melacak dan menguji sampel air yang berbeda, yang dianalisis setiap minggu untuk menjaga kualitas air.

 

 

 

 

Lama Tutup Karena Pandemi, Istana Kepresidenan di Abu Dhabi Dibuka Kembali

this formate

Istana kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (foto: Al Arabiyya)

ABU DHABI, bisniswisata.co.id: Istana kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), mengumumkan pembukaan kembali tempat itu bagi wisatawan.

Pemberitahuan disampaikan pihak istana pada Senin lalu. Mereka juga menyampaikan langkah-langkah keamanan yang ketat yang perlu dipatuhi pengunjung dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19.

Menurut situs resmi Qasr Al Watan, dilansir di Al Arabiya, Kamis (22/10), pembukaan kembali istana yang megah tersebut dibarengi dengan serangkaian aturan kesehatan baru.

Pertama, akan ada peningkatakan frekuensi penerapan sanitasi dan desinfeksi. Kedua, kapasitas istana akan dikurangi guna menghindari kepadatan dan memastikan adanya jarak sosial.

Masih menurut Qasr Al Watan, semua tamu juga wajib menjalani pemeriksaan termal sebelum memasuki istana. Pembersih tangan gratis tersedia hampir di seluruh istana guna memudahkan pengunjung mencuci tangan secara teratur.

Para tamu juga akan diminta untuk memakai masker wajah saat berada di dalam istana. Kebijakan jarak sosial dua meter telah diberlakukan di seluruh istana, kecuali bagi pengunjung keluarga yang tinggal serumah.

Untuk menghindari kontak sosial, para tamu disarankan agar memanfaatkan metode pembayaran minim sentuhan. Peta istana digital juga disediakan.

Pengunjung tinggal mengunduhnya gratis. Peta ini akan membantu menavigasi jalan para pengunjung melewati bagian-bagian berbeda yang ada dalam istana.

Qasr El Watan ditutup sejak 26 Maret 2020. Saat itu tak ada pemberitahuan pasti kapan akan dibuka kembali. Pihak berwenang hanya menyatakan penutupan itu sebagai bentuk komitmennya untuk terus memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan pengunjung dan kolega mereka.

Sebagai catatan, istana kepresidenan ini kerap digunakan untuk menjamu para pemimpin asing dan para tokoh pimpinan politik. Selain itu, tempat ini juga sering dipakai untuk pertemuan dewan tertinggi UEA dan kabinet federal. 

Pada Maret 2019, istana di Abu Dhabi ini dibuka untuk umum tepat ketika mereka merayakan sejarah dan budaya UEA.

Istana ini dirancang oleh Arsitek Bahrain Ahmad Bucheery, yang menurut Architectural Digest Middle East terinspirasi oleh desain era Mughal. Arsitektur istana menggabungkan motif lokal klasik seperti lengkungan, kubah, dan ubin berornamen.

Desainnya juga dikaitkan dengan warisan dan kesenian Teluk Arab, yang mengintegrasikan 5.000 pola geometris, vegetal, dan bunga di seluruh ruang.

 

Keadaan Ekonomi Islam Global: Mengincar Peluang Baru

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Seiring dengan konsumen Muslim di seluruh dunia yang makin  mencari produk dan layanan berbasis agama, ekonomi Islam melihat pertumbuhan yang kuat di antara semua lini yang berbeda.

Karena 1,8 miliar konsumen Muslim berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka yang diilhami oleh ajaran agamanya sehingga menciptakan basis konsumen yang tangguh. Itu sebabnya pengeluaran Muslim di seluruh ekonomi Islam diperkirakan akan tumbuh lebih jauh.

Ketertarikan dan kemakmuran di antara Muslim di seluruh dunia, keterlibatan yang meningkat dari merek-merek terkemuka, peningkatan fokus investor, kampanye pemasaran, dan pencitraan merek yang terkait dengan kebutuhan berbasis agama mendorong pertumbuhan sektor ini.

Laporan State of the Global Islamic Economy Report mengungkapkan pengeluaran kaum Muslim diperkirakan akan mencapai US$ 3,2 triliun pada tahun 2024, naik dibandingkan  pada 2018, Muslim menghabiskan $ 2,2 triliun di sektor makanan, farmasi dan gaya hidup, mewakili pertumbuhan 5,2 persen tahun-ke-tahun.  

Laporan tersebut mengungkapkan 10 pendorong utama yang memacu pertumbuhan ekonomi Islam adalah pertumbuhan populasi;  meningkatnya kemakmuran;  meningkatkan afinitas agama.,

Selain itu konektivitas digital,   konsumerisme etis,  pertumbuhan multinasional;  diversifikasi dan pembangunan ekonomi;  perdagangan halal;  peraturan dan pengembalian investor.

Mengukur kekuatan ekonomi Islam di 73 negara berdasarkan supply and demand driver dan pertimbangan lainnya, Malaysia memimpin pemeringkatan Global Islamic Economy Indicator (GIEI) dengan skor 111, diikuti oleh UEA (79), Bahrain (60),  dan Arab Saudi (50.2).

Dalam hal peluang bisnis, bahan-bahan halal, fintech Islami, dan pakaian mewah sederhana menjadi beberapa sektor kunci untuk pertumbuhan pada tahun 2020 ini. 

Secara lokal, Dubai berusaha untuk memantapkan dirinya sebagai ibu kota ekonomi Islam dan telah mengambil beberapa langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

 Dubai Islamic Economy Development Center (DIEDC) meluncurkan strategi ekonomi Islam yang diperbarui (2017-2021) tiga tahun lalu untuk mengidentifikasi metrik baru ghna memantau pertumbuhan tiga sektor inti – keuangan Islam, produk halal dan gaya hidup Islami (termasuk budaya, seni,  fesyen dan pariwisata keluarga) dan mengukur kontribusinya terhadap PDB negara.

Pada 2018, ekonomi Islam menyumbang Dhs41,8 miliar – 9,9 persen – ke PDB Dubai, menandai peningkatan 2,2 persen dari Dhs40,95 miliar pada 2017.

Di lansir dari gulfbusiness, Bryan Stirewalt, CEO, Otoritas Jasa Keuangan Dubai mengatakan teknologi memiliki peran besar untuk dimainkan lebih jauh dalam meningkatkan fungsi pasar dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk-produk Islami.

“Dengan memungkinkan perbandingan yang lebih mudah di seluruh produk keuangan Islam di bidang perbankan dan takaful, ini telah membantu penetrasi pasar yang lebih besar. ” kata Bryan Stirewalt

Namun, karena ekosistem yang lebih besar terus dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, dan ruang keuangan Islam juga terpengaruh.  

Mengingat protokol penguncian dan resesi berikutnya di negara-negara inti keuangan Islam, industri ini diperkirakan  hanya  tumbuh satu digit rendah hingga menengah pada tahun 2020-2021, setelah pertumbuhan 11,4 % pada tahun 2019 didukung oleh kinerja pasar sukuk yang kuat,  laporan Peringkat Global S&P menyarankan.

“Keuangan Islam dikenal karena menyediakan produk yang bertanggung jawab secara sosial serta keuangan berkelanjutan dan lingkungan COVID-19 dapat memberikan kesempatan untuk memanfaatkannya “jelasnya

Di Abu Dhabi Islamic Bank (ADIB), program bantuan dan tindakan dukungan yang kami tawarkan kepada pelanggan pribadi dan bisnis kami mendapat perhatian yang kuat, dan kami tetap responsif terhadap perubahan kebutuhan mereka, ”kata Philip King, kepala global Perbankan Ritel di ADIB.

Matthew Escritt, mitra, Perbankan dan Keuangan, Pinsent Masons Middle East mengatakan dengan dampak komersial yang kompleks dari pandemi COVID-19, peluang untuk ekonomi Islam menjadi jelas.  

Institusi keuangan Islam yang bermodal besar siap untuk menutup celah likuiditas yang diantisipasi dan mendukung bisnis yang sehat melalui periode ketidakpastian ekonomi yang mendalam.  

“Hal yang sangat menarik tentang titik ini adalah bahwa peluang untuk menumbuhkan pangsa pasar ini diimbangi di UEA dengan upaya bersama dari pihak pemerintah untuk meningkatkan lingkungan regulasi di mana ekonomi Islam akan beroperasi,”  

Salah satu sektor di dunia Islam yang mengalami peningkatan adalah perjalanan Muslim, Media Halal dan Rekreasi, ungkap Matthew Escritt.

Sektor perjalanan juga mengalami peningkatan permintaan yang diilhami oleh agama.  Diaspora Muslim yang semakin meluas yang mencari paket perjalanan holistik yang tidak hanya dikondisikan untuk kepekaan agama tetapi juga memerlukan pengalaman yang kaya konten dan telah mengarah pada perwujudan penyedia layanan khusus.

Konten yang terkait dengan perjalanan dan terinspirasi oleh agama umumnya memerlukan peningkatan privasi, lingkungan bebas alkohol, pilihan makan halal, dan pengaturan sholat.

 Laporan Mastercard-CrescentRating Halal Travel Frontier 2019 mengidentifikasi 17 tren yang diharapkan membentuk perjalanan halal.  Teknologi, lingkungan, dan aktivisme sosial akan sangat memengaruhi industri perjalanan halal, sementara teknologi seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan AI juga akan mendorong tren baru, menurut laporan tersebut.

Sudah pasti ada peningkatan dalam permintaan untuk perjalanan yang diilhami oleh iman dan saya pikir sebagian besar dari itu disebabkan oleh bagian-bagian industri yang bereaksi terhadap kebutuhannya.

“Saya yakin ada banyak hal yang akan datang dari sektor teknologi perjalanan dalam hal memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa, namun itu untuk permintaan perjalanan berbasis agama dan arus utama,” catat Nabeel Shariff, pendiri situs liburan halal Rihaala.com

Dengan aplikasi yang saat ini tersedia bagi pelanggan yang mencari pencari Kiblat atau panduan tujuan yang kaya konten, ini telah membantu membuat wisatawan Muslim percaya diri dalam menjelajahi tujuan baru.

 “Wisatawan Muslim adalah orang yang aspiratif dan penuh petualangan seperti segmen gaya hidup lainnya, jadi pendorong utama pertama adalah memberikan pengalaman yang luar biasa.  Menyesuaikan pengalaman tersebut dengan persyaratan iman mereka,” tambahnya.

Hal ini menambah lapisan kenyamanan dan keyakinan lebih lanjut di tujuan, hotel atau atraksi tempat mereka menginvestasikan waktu dan uang mereka.  Penggerak utama ketiga adalah tentang membuat persyaratan tersebut mudah diakses dan ditempatkan di tempat tujuan, tambah Shariff.

Sementara itu, media dan rekreasi halal memiliki portofolio konten yang semakin luas – film dan serial TV – serta aplikasi yang ditujukan untuk kebutuhan Muslim.

 Pengeluaran Muslim untuk media dan rekreasi adalah US$ 220 miliar pada 2018 dan diperkirakan akan mencapai US$ 309 miliar pada tahun 2024, laporan SGIE mengungkapkan.

Acara seperti Festival Film Mosquers, yang bertujuan untuk menghibur dan membangun jembatan dengan menghadirkan pengalaman Muslim, sedang bermunculan, konten yang diilhami oleh agama untuk anak-anak seperti kartun juga mendapatkan kekuatan 

 

Pariwisata Halal Membuat Kemajuan di Tengah Pandemi

this formate

Antakia, destinasi di Turki yang kini  banyak dikunjungi Muslim Traveler domestik.

ISTANBUL, bisniswisata.co.id: Dengan pandemi yang membayangi wisatawan, minat terhadap pariwisata halal yang menawarkan privasi lebih besar meningkat, kata seorang operator tour internasional.

Dilansir dari Hurriyet Daily News, dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency yang dikelola negara, Emrullah Ahmet Turhan, sekretaris jenderal Organisasi Pariwisata Internasional Halal, mengatakan sub kategori pariwisata ini memahami perlunya privasi yang memberikan keunggulan di masa-masa yang tidak pasti ini.

Pariwisata halal menawarkan paket yang dibuat khusus untuk wisatawan yang mematuhi hukum Islam, menawarkan antara lain menginap di hotel yang tidak menyajikan alkohol dan fasilitas spa dan kolam renang terpisah untuk pria dan wanita.

Turhan mengatakan orang dapat menikmati musim liburan musim panas mengikuti aturan jarak sosial, yang ditawarkan oleh pariwisata halal. Menyinggung soal wisata halal  maka di Turki, dia mengatakan hampir 30 hotel telah mengubah fasilitas mereka menjadi pariwisata halal.

“Minat pariwisata halal semakin meningkat setelah jumlah pelancong internasional menurun di tengah pandemi. Pemilik fasilitas akomodasi semakin beralih ke wisatawan domestik untuk mengkompensasi kerugian akibat kurangnya wisatawan asing. Sehingga terjadi peningkatan jumlah hotel yang menawarkan jasa wisata halal, ”ujarnya.

Dia menambahkan bahwa semua hotel mengambil tindakan yang diperlukan terhadap COVID-19 untuk memastikan masa tinggal yang aman bagi pelanggan mereka.

Memperhatikan bahwa pariwisata halal secara global adalah “bisnis yang serius,” katanya pada tahun 2018 mencapai volume US$ 171 miliar. Berbagi beberapa angka lagi, dia mengatakan 121 juta Muslim di seluruh dunia melakukan perjalanan ke negara lain setiap tahun.

“Sekitar 8,5 juta Muslim datang ke Turki untuk liburan setiap tahun,” katanya, mencatat itu merupakan 10 persen dari wisatawan Muslim global. Dia melanjutkan dengan mengatakan setiap turis “halal” rata-rata menghabiskan setidaknya  US$ 1.296 di Turki.

Turki memiliki potensi untuk mendapatkan bagian yang lebih besar di pasar pariwisata halal global, tambahnya.

Setelah pertama kali muncul di China tahun lalu, COVID-19 telah menyebar ke beebagai negaea dan wilayah yang memicu ketakutan global dan kejatuhan ekonomi karena negara-negara membatasi perjalanan udara dan memberlakukan pembatasan untuk membatasi penyebarannya.

Pariwisata dan perjalanan udara termasuk di antara industri yang paling terpukul akibat pandemi.

Ini Sebab Mengapa 3 Maskapai Timur Tengah Ini Akan Lebih Lama Pulih

this formate

Maskapai Timur Tengah akan lebih lama pulih (foto: airline weekly)

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perusahaan penerbangan di Timur Tengah menghadapi tantangan baru setelah sebelumnya [saat musim panas] sempat optimis. Kala itu sejumlah negara melonggarkan aturan restriksi.

Namun kini, banyak negara kembali menutup diri. Mereka tengah bersiap menghadapi gelombang kedua bahkan ketiga serangan virus corona. 

Aturan karantina pun kembali diberlakukan. Itu berarti berita buruk bagi tiga perusahaan penerbangan raksasa Timur Tengah, yakni Emirates, Qatar, dan Etihad. 

Asosiasi Transportasi Udara International (IATA) telah menurunkan forecast lalu lintas penerbangan ke Timur Tengah selama 2020, menjadi hanya 30% dari level tahun lalu.

Sebelumnya mereka menargetkan sekitar 45%. Keadaan ini diperkirakan akan berlangsung hingga 2024, seperti dilansir Airline Weekly.

Sementara itu dua maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS), United dan Delta Airlines justru melaporkan pendapatan kuartal ketiga mereka stabil di kisaran setengah dari level 2019. Mereka yakin keadaan ini akan bertahan hingga akhir tahun. 

Selama ini tiga maskapai besar Timur Tengah boleh bangga dengan kemampuan dan kesuksesan mereka mengoperasikan pesawat-pesawat berbadan besar membawa banyak penumpang dari belahan dunia manapun. Melalui hub di Dubai dan Doha, mereka menjangkau berbagai tujuan di seluruh muka bumi. 

Kini, dunia menghadapi pandemi COVID-19. Keadaan memaksa banyak negara memberlakukan pembatasan perjalanan dan karantina. Ini tidaklah menguntungkan bagi bisnis penerbangan.

Faktor lain yang ikut merontokkan pasar yang telah dibangun Emirates, Qatar, dan Etihad adalah meningkatnya jumlah penerbangan point-to-point. Maskapai seperti British Airways dan Virgin Atlantic kini meluncurkan penerbangan langsung ke India dan Pakistan.

Sementara United Airlines baru saja menambah penerbangan langsung ke India dan Afrika. Sedangkan operator penerbangan India, seperti Vistara, sudah terbang langsung ke London dan tempat lain.

Perubahan jaringan penerbangan jarak jauh ini jelas memengaruhi bisnis para operator pesawat terbang di Teluk. Jumlah penumbang yang terbang melalui hub telah terkuras. Pandemi COVID-19 memperburuk keadaan. 

Dalam jangka pendek, akankah penumpang berminat untuk terbang dan transit di hub? Itu menjadi pertanyaan banyak kalangan.

Selama pandemi, terbukti mereka pertimbangkan untuk tidak tinggal berlama-lama di bandara yang hanya akan berisiko tertular virus Corona. Artinya, para penumpang akan cenderung memilih penerbangan langsung. 

Tentu ceritanya akan berubah setelah vaksin ditemukan. Tetapi saat itu terjadi, nampaknya pola perjalanan dapat berubah secara permanen.

Yang jelas, Timur Tengah memiliki pasar penerbangan bertarif rendah yang sangat dinamis. Sebagian maskapai penerbangan ini bahkan mulai menawarkan penerbangan jarak lebih jauh. Sebagian besar pasar selama ini dikuasai tiga maskapai utama yakni Emirates, Qatar, dan Etihad. 

Dengan armada Airbus A380, mereka terbang hampir ke seluruh penjuru dunia. Namun kini, banyak pesawat A380 mereka yang terpaksa parkir saja di bandara.

Qatar baru-baru ini bahkan mengatakan belum dapat memastikan kapan A380 mereka akan kembali beroperasi. 

Seperti menjadi ciri khas wabah pandemi, bisnis kargo justru relatif bersinar. Data IATA menunjukkan lalu lintas kargo ke Timur Tengah hanya turun 7% di bulan Agustus. 

Untuk mensiasati kekosongan pesawat penumpang berbadan lebar, sejumlah maskapai memanfaatkan sebagian kapasitas itu untuk diisi kargo. Tren pemanfaatan ruang pada pesawat komersial untuk diisi karbo meningkat signifikan.  

“Perjalanan udara dengan pesawat ternyata pulih lebih melambat dari yang kami antisipasi. Para pelancong di Timur Tengah belum berminat kembali melakukan perjalanan udara.

Itu adalah berita buruk bagi industri penerbangan di kawasan tersebut,” kata Muhammad Albakri, wakil presiden IATA untuk kawasan Afrika dan Timur Tengah.

IATA sebelumnya memprediksi akan terjadi penurunan jumlah penumbang menjadi hanya 45% dari capaian di 2019. Namun keadaan nampaknya akan lebih buruk. Mereka memperkirakan jumlah penumpang hanya akan mencapai sepertiga dari angka di 2019. 

“Gelombang kedua serangan virus Corona yang dikombinasi dengan pembatasan perjalanan dan aturan karantina memaksa kami memangkas prediksi,” imbuhnya.

 

Emirates per Desember “Daily Flight” Jakarta – Dubai

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: MULAI bulan Desember 2020, operator penerbangan Emirates  memulai layanan setiap hari (daily flight) rute Jakarta – Dubai. Rencananya pada 3 Desember, pesawat dengan kode penerbangan EK359 akan diberangkat dari Jakarta pada pukul 00:15 waktu setempat dan tiba di Dubai pada pukul 05:30. Penerbangan kembali EK358, diberangkat dari Dubai pada pukul 10:45 waktu setempat dan tiba di Jakarta pada pukul 22:10.

Langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang diberlakukan di Dubai semakin memperkuat komitmen Emirates untuk menyambut turis internasional kembali ke Dubai. Penambahan ini, meningkatkan konektivitas penumpang yang ingin bepergian ke Dubai atau 90 destinasi lain dalam jaringan Emirates.

Semenjak dibuka pada tanggal 7 Juli yang lalu, Dubai telah menerima pengunjung baik untuk keperluan bisnis mau pun untuk liburan. Untuk memastikan kesehatan dan keselamatan semua penumpang, awak pesawat dan komunitas sekitar, Dubai mengharuskan semua penumpang yang akan ke Dubai atau yang transit untuk membawa hasil tes PCR COVID-19. Penumpang dapat memeriksa persyaratan “masuk” sebelum berpergian ke Dubai.

Emirates, bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan untuk menerapkan langkah-langkah dan protokol yang cermat, untuk melindungi keselamatan dan kesehatan penumpang, kru, komunitas lokal dan masyarakat. Pemberlakuan protokol kesehatan berlapis di kota Dubai memungkinkan Emirates, mengurangi risiko penyebaran virus dan mengelola tindakan yang diperlukan secara efektif.

 Kota Dubai siap menyambut wisatawan mau pun pebisnis dan telah membuka kembali hotel, pusat perbelanjaan dan tempat wisata dengan langkah-langkah komprehensif untuk mencegah penularan virus corona.

Saat ini, Emirates melayani lebih dari 90 tujuan, memfasilitasi opsi perjalanan tambahan untuk penumpang di seluruh dunia melalui koneksi yang nyaman di Dubai sembari mengambil langkah-langkah komprehensif untuk memastikan kesehatan dan keselamatan penumpang dan karyawan.

Penumpang Emirates dapat bepergian dengan percaya diri, karena Emirates telah berkomitmen untuk menanggung biaya pengobatan untuk COVID-19 apabila mereka didiagnosis terpapar COVID-19 saat dalam perjalanan dan jauh dari rumah. Perlindungan ini belaku untuk penerbangan hingga 31 Desember 2020 dan berlaku untuk 31 hari terhitung mulai saat penumpang pertama terbang.

Artinya, penumpang dapat terus menikmati perlindungan ini bahkan jika berpergian ke kota lain setelah tiba di tujuan Emirates mereka. Saat ini, Emirates melayani enam kali penerbangan mingguan antara Jakarta dan Dubai.

Emirates telah menerapkan serangkaian langkah komprehensif dari awal hingga akhir perjalanan, guna memastikan keselamatan penumpang dan karyawan di darat dan di udara, termasuk membagikan perlengkapan kebersihan gratis berisi masker, sarung tangan, dan tisu antibakteri untuk semua penumpang.

TCA/RGL dengan UEA- Korsel- Tiongkok dan Singapura

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: BANDARA Soekarno-Hatta sebagai pintu gerbang utama negara memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas Indonesia dengan negara lainnya. Untuk itu PT Angkasa Pura II bersama seluruh stakeholder memastikan Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL) yang diinisiasikan pemerintah dapat berjalan lancar.

“TCA/RGL ini bertujuan untuk memfasilitasi kemudahan perjalanan khusus bisnis, diplomatik dan dinas, ” jelas President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.

Seperti diketahui TCA yang sudah berjalan di Bandara Soekarno- Hatta yaitu  TCA Indonesia – Persatuan Emirat Arab/PEA (Uni Emirat Arab/UEA), efektif 29 Juli 2020. Selain Bandara Soekarno-Hatta, bandara kuala Namu di Deli Serdang  menjadi salah dua dari 4 bandara yang menjadi titik masuk dalam skema TCA/RGL ini.

TCA Indonesia – Korea Selatan, berlaku efektif pada 17 Agustus 2020, TCA Indonesia – Tiongkok mulai 20 Agustus 2020. Sedang TCA Indonesia – Singapura rencananya dimulai 26 Oktober 2020.

Persiapan pelaksanaan skema TCA Indonesia – Singapura tengah dilakukan PT Angkasa Pura II bersama stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta antara lain Otoritas Bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (KKP Kemenkes), Imigrasi, Bea Cukai, Balai Karantina, maskapai, pihak ground handling.

 “Salah satu yang tengah disiapkan di Bandara Soekarno-Hatta adalah laboratory test facilities untuk melakukan PCR test kepada para penumpang dari Singapura yang termasuk di dalam skema TCA,” jelas Muhammad Awaluddin.

Alur kedatangan bagi penumpang dari Singapura adalah: traveler landing di terminal kedatangan, kemudian menuju checkpoint clearance aplikasi e-HAC (electronic health alert card), proses imigrasi dan bea cukai, lanjut menuju check point pemeriksaan PCR test. 

Tidak Perlu

Terkait pelaksanaan TCA/RGL Indonesia – Singapura, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan WNI tidak memerlukan visa untuk masuk ke Singapura dengan syarat memiliki sponsor government agency /enterprises di Singapura serta mengajukan safe travel pass.

Sedangkan untuk applicant’s dari Singapura harus memiliki sponsor government/business entity di Indonesia dan mengajukan visa secara online kepada Ditjen Imigrasi Indonesia.
Eligilble travellers dari Indonesia wajib melakukan registrasi aplikasi Trace Together dan Safe Entry selama di Indonesia. Sementara, eligible travellers dari Singapura wajib melakukan registrasi aplikasi e-HAC dan PeduliLindungi selama di Indonesia.

Tercatat penerbangan Jakarta – Singapura merupakan rute internasional tersibuk ke-3 di dunia. Berdasarkan laporan dari OAG, sepanjang tahun 2019 terdapat 27.046 penerbangan yang dilayani oleh 7 maskapai di rute tersebut yaitu Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Lion Air, Jetstar Asia, Indonesia AirAsia, Scoot, dan Batik Air.

Seiring dengan pandemi COVID-19, jumlah penerbangan di rute Jakarta – Singapura mengalami penurunan. Pada Januari 2020 jumlah penerbangan masih di sekitar sekitar 2.500 penerbangan lalu turun di September 2020 menjadi sekitar 300 penerbangan. 

TGA/RGL yang diterapkan ini sebagai langkah optimalisasi penerbangan rute Indonesia – Singapura sehingga dapat tetap berkontribusi mendukung aktivitas perekonomian. 

Batik Indigo dan Batik Corak Kiwi di Wellington

this formate

WELLINGTON, Selandia Baru, bisniswisata.co.id: RAYAKAN keindahan batik Indonesia, New Zealand Indonesia Association (NZIA) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Wellington selenggarakan pameran batik True Colours: The Natural Way of Batik Colouring. Berbagai kalangan, pengusaha, akademisi, mahasiswa hingga anggota parlemen antusias mengikuti pameran tersebut.

Uniknya, pada kegiatan ini dipamerkan batik berwarna indigo dan batik dengan motif burung Kiwi warna sogan yang disukai oleh para pengunjung. Pameran ini dimaksudkan pula agar masyarakat setempat dapat mencintai batik produk asli Indonesia dan memperluas promosi tentang Batik Indonesia di Selandia Baru.

 “Dengan kegiatan ini semoga semakin banyak masyarakat, khususnya anggota NZIA yang belajar bagaimana cara membatik,” jelas Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengapresiasi kolaborasi NZIA dan DWP memperkenalkan batik kepada khalayak umum Selandia Baru.   

Pameran dilanjutkan dengan bincang-bincang Presiden NZIA Wellington, Hannah Brackley dengan Ketua DWP KBRI Wellington, Dewi Yahya. Pada kesempatan tersebut, Dewi Yahya menjelaskan mengenai teknik pewarnaan alami untuk warna biru indigo.