Teknologi Robotik dan AI Merevitalisasi Pengalaman Hotel

this formate

NEW JERSEY, bisniswisata.co.id: Masa depan ada di sini. Sementara robot dan kecerdasan buatan adalah “konsep keren” untuk masa depan, COVID-19 membalikkan industri dan memaksa perbincangan baru tentang staf hotel dan keselamatan tamu.

Dilansir dari travelpulse.com,  pengalaman hotel dengan koneksi manusia yang dipersonalisasi tidak akan pernah menjadi usang, tetapi teknologi robotik dapat mengubah permainan menjadi lebih baik.

Penelitian oleh Gartner menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan mendorong lebih dari dua pertiga loyalitas pelanggan. Berinvestasi dalam teknologi yang tepat sekarang dapat memastikan para tamu merasa aman dan nyaman saat menginap di hotel tahun ini.

Hal ini meningkatkan kepuasan secara keseluruhan, yang kemudian mengarah pada peningkatan loyalitas dan kunjungan kembali. Mari kita bahas tiga area di mana teknologi terbaru akan memberikan pengaruh terbesar pada pengalaman hotel dan menawarkan masa inap yang disesuaikan untuk para tamu.

Di Lobby

Alih-alih menyapa tamu dengan agen meja depan yang tersenyum saat mereka tiba, masker wajah, penghalang fisik, dan jarak adalah norma. Hotel, seperti Hotel Sky di Johannesburg, menggunakan petugas otomatis untuk melayani tamu.

Pelayanan mulai dari check-in hingga memindahkan bagasi ke kamar mereka. Selain membantu tamu dengan tugas, robot ini juga dapat memindai ekspresi wajah untuk mengukur sentimen pengalaman tamu.

Kios swalayan, serupa dengan yang tersedia di bandara, juga dapat memberi tamu kendali atas interaksi mereka, mengenali preferensi loyalitas mereka, dan menawarkan cara yang efisien dan mudah untuk check-in. Ini mempersingkat waktu tunggu dan menghilangkan kebutuhan untuk berhubungan dengan staf dan tamu lain.

Hotel mencari cara untuk menggantikan layanan pramutamu tradisional untuk menghindari tamu berlama-lama di lobi, mempercepat waktu tunggu, dan membatasi eksposur ke tamu dan staf lain.

Hotel seperti Hilton menggunakan layanan pramutamu robot untuk menawarkan rekomendasi, petunjuk arah, dan informasi hotel. Aplikasi seluler juga memungkinkan tamu melewati antrean, menawarkan pengalaman yang efisien namun tetap dipersonalisasi.

 

 

Menparekraf Terus Berkeliling, Ajak Masyarakat Tak Gentar Aksi Terorisme

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id : Semangat 3G yaitu Gercep atau gerak cepat, Geber atau gerak bersama dan Gaspol atau garap semua potensi lapangan kerja kembali diterapkan oleh Kemenparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyikapi Aksi teror yang belakangan ini terjadi di Indonesia.

” Jelas aksi ini berpotensi mengganggu sektor pariwisata di Tanah Air. Padahal, sektor pariwisata saat ini tengah berjuang untuk bangkit kembali di tengah pandemi COVID -19 ” ujarnya dalam Weekly Press Briefing, Senin (5/4/2021)

Melihat maraknya aksi terorisme, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, setelah adanya rangkaian peristiwa teror yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya semakin mempererat koordinasi dengan pihak keamanan.

“Terutama Polri, terkait penanganan masalah yang sangat strategis dan fundamental ini. Kami juga masih terus mengkaji apa saja dampak-dampaknya dan sektor parekraf sangat bergantung pada stabilitas keamanan,” ujar Sandi 

Menurut dia, kolaborasi dengan pihak berwenang harus kuat dengan menggaungkan pesan bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi para wisatawan terutama wisatawan nusantara.

Dia juga minta masyarakat untuk tidak gentar dan tidak boleh takut terhadap aksi teror yang terjadi di Tanah Air belakangan ini karena ketakutan masyarakatlah yang menjadi tujuan dari para pelaku teror.

Jika pemerintah dan masyarakat gerak bersama ( Geber) melawan aksi terorisme maka kebangkitan sektor pariwisata tidak akan terganggu. Dia sendiri sibuk mengunjungi berbagai lokasi pariwisata sekaligus membangkitkan optimisme sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta meningkatkan kewaspadaan.

Jadwalnya yang padat bahkan tanpa mengambil jatah hari liburnya diakhur pekan maupun hari libur nasional agaknya karena konsisten untuk Gaspol atau garap semua potensi lapangan yang ada. 

“Indonesia tidak takut dengan aksi teror yang terjadi dan kita bersama-sama dengan instansi terkait akan meningkatkan kesiagaan kita untuk mencegah terjadinya teror lain, mohon masyarakat berpartisipasi aktif,” tegasnya.

Seperti diketahui saat libur memeringati Hari Wafat Isa Al Masih, Sandiaga Uno sudah berada di  kaki Gunung Sumbing, tepatnya Desa Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah pada Jumat (2/4/2021).

Dia juga mengunjungi Dusun Butuh yang disebut sebagai Nepal Van Java dan Viral di media sosial. Diapun menjajal langsung menginap di dusun yang menjadi salah satu gerbang pendakian ke Gunung Sumbing.

Esoknya Menparejraf melakukan dialog dengan sejumlah komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Tengah dan Yogyakarta yang berlangsung di “Kopi Ingkar Janji”, Sabtu (3/4/2021) sore.

Singgah sehari di Jakarta, Sandiaga memulai hari kerjanya di hari Senin ini dengan  beragam agenda dan Weekly Press Briefing. Selesai jumpa pers dia langsung berangkat untuk kunjungan kerja ke Banten dan Peninjauan Kawasan KEK Tanjung Lesung gingga hari Rabu mendatang. Gaspol pak !.

 

Mengapa Penting Untuk Memilih Sistem Manajemen Properti Hotel Yang Tepat

this formate

QUEBEC, Kanada, bisniswisata.co.id:  Cara termudah untuk meningkatkan pendapatan Anda sekaligus memberikan pengalaman tamu yang tak terlupakan adalah dengan menggunakan sistem manajemen properti hotel (PMS) yang kuat.

Sistem ini membantu merampingkan operasi dengan menggabungkan reservasi di beberapa saluran pada satu dasbor. Beberapa pelaku bisnis perhotelan cenderung membingungkan mereka dengan perangkat lunak pemesanan hotel, namun, sistem ini lebih banyak akal dan efisien.

Mereka juga membantu mengatur tugas-tugas rumah tangga dan menjadwalkan dan melakukan transaksi seperti pembayaran, setoran, pengembalian uang, dll.

Dilansir dari Hotelnewsresource.com, cakupan fungsionalitas yang ditawarkan oleh sistem manajemen properti hotel sudah cukup untuk meyakinkan para pelaku bisnis perhotelan.

Dari memiliki komunikasi tamu hingga menghasilkan laporan kinerja bisnis, memilih perangkat lunak manajemen hotel yang tepat meningkatkan produktivitas dengan mengotomatiskan tugas-tugas manual yang monoton dan mengurangi beban staf.

Sistem manajemen properti hotel (PMS) Hotelogix dirancang untuk para pelaku bisnis perhotelan yang cerdas. Ini menawarkan solusi lengkap dengan audit malam dan Mesin Pelatihan Otomatis (ACE) untuk meningkatkan ROI dan mengesahkan staf Anda.

Sisrem Ini juga berguna untuk mengidentifikasi tren tidak hanya dalam keramahan tetapi juga dalam data internal Anda – menjadikannya investasi terbaik.

Jika Anda tidak ramah teknologi atau hanya ragu-ragu untuk mengambil lompatan kepercayaan sebagai pengguna pertama kali, berikut adalah beberapa fitur yang membedakan sistem manajemen properti (PMS) Hotelogix –

1. Operasi jarak jauh berbasis cloud

Dunia saat ini adalah digital. Aplikasi hotel terbaik adalah semua sistem berbasis cloud yaitu mereka dapat dioperasikan secara online dari mana saja dan kapan saja.

Memiliki sistem berbasis ‘cloud’ memungkinkan pelaku bisnis perhotelan menyimpan data dalam jumlah besar. Untuk menjaga keamanan, data disimpan di satu lokasi yang aman.

Namun, semua data ini dapat diakses dari jarak jauh kapan saja di perangkat apa pun – yang Anda perlukan hanyalah koneksi internet yang stabil.

Dibandingkan dengan sistem lawas, sistem berbasis cloud Hotelogix memungkinkan Anda menyimpan, memproses, menganalisis, dan berbagi data.

Data yang sesuai dengan GDPR ini kemudian digunakan untuk mempersonalisasi dan menyesuaikan pengalaman tamu. Ini juga digunakan untuk menganalisis tren pasar dan mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.

Karena dapat dioperasikan dari jarak jauh, Anda tidak perlu lagi bergantung pada lokasi atau komputer tertentu untuk mengelola hotel Anda. Hotelogix PMS adalah mitra Anda dalam bisnis bahkan ketika Anda sedang dalam perjalanan.

2. Mendukung banyak fungsi

Hotelogix PMS menawarkan lebih dari sekedar sistem manajemen properti hotel sederhana, ini adalah solusi all-in-one. Anda tidak perlu lagi berinvestasi di banyak platform atau menyewa banyak vendor untuk setiap fungsi.

Perangkat lunak manajemen properti hotel Hotelogix terintegrasi secara mulus dengan perangkat lunak tambahan seperti mesin pemesanan web, manajer saluran, integrasi POS, manajemen pendapatan, dll.

Ada juga fitur tambahan seperti dasbor yang ramping dan mudah digunakan, laporan dan analitik yang dapat ditindaklanjuti, dan beberapa gateway pembayaran yang dapat diakses melalui aplikasi seluler.

Rangkaian produk Hotelogix dirancang untuk menawarkan solusi yang efisien untuk mendukung lingkungan kerja yang serba cepat dari hotel kecil hingga menengah. Namun, satu ukuran tidak cocok untuk semua – jadi, software ini dapat sangat disesuaikan dengan kebutuhan properti.

Solusi hebat Hotelogix meliputi:

● Mesin Pemesanan Web 2.0– Cara yang dipersonalisasi dan efisien untuk mendorong lebih banyak pemesanan langsung dari situs web hotel dan halaman Facebook Anda. Juga dikenal sebagai sistem reservasi, mesin pemesanan online adalah cara terbaik untuk meningkatkan pemesanan tanpa kehilangan komisi apa pun.

Perangkat lunak serbaguna ini sangat cocok untuk pelaku bisnis perhotelan yang ingin mendapatkan lebih banyak pemesanan dengan komisi 0% dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi.

● Manajer saluran– Alat distribusi online yang memungkinkan Anda memaksimalkan penjualan dan mengelola daftar Anda di Online Travel Agent  ( OTA) pada waktu yang sama. Mengintegrasikan channel manager dengan PMS Anda berfungsi pada model inventaris gabungan

Ini berarti tarif kamar dan ketersediaan secara otomatis diperbarui di semua saluran setiap kali pemesanan dilakukan. Tidak perlu lagi membagi inventaris antar saluran.

● Solusi Pembayaran Tanpa Kontak – Solusi lain untuk menyederhanakan operasi sehari-hari adalah solusi pembayaran terintegrasi. Perangkat lunak pembayaran nirsentuh dapat dihubungkan dengan sistem manajemen properti Anda dengan sepotong kode sederhana.

Ini akan membantu Anda memproses pembayaran, setoran, dan pengembalian uang secara digital. Anda tidak lagi harus melacak dan memelihara akun dengan uang tunai. Ini juga mempromosikan check-out tanpa sentuhan karena Anda dapat melunasi pembayaran terutang di ponsel cerdas Anda.

● Manajemen POS – Jika Anda mengelola properti dengan beberapa titik penjualan (POS) misalnya restoran, bar, toko butik, dll; sistem manajemen POS cocok untuk Anda. Perangkat lunak ini akan menyatukan semua sumber penjualan.

Anda, para tamu, dapat menikmati layanan “tambahkan ke kamar” dan pembelian mereka akan ditagihkan ke kamar mereka. Anda tidak lagi harus memeriksa tagihan dan menjalankan audit di setiap POS. Dengan desain sederhana dan manajemen terpusat, POS menghemat waktu dan uang.

● Mobile PMS- Kelola perusahaan Anda saat bepergian dengan kekuatan aplikasi PMS seluler Hotelogix. Manfaatkan kekuatan setelan perhotelan lengkap untuk mengelola operasi hotel Anda untuk mempercepat check-in, check-out.

Begitu pula untuk operasional rumah tangga, mengelola beberapa outlet POS secara efisien, dan mendapatkan akses ke laporan yang dapat ditindaklanjuti dari kenyamanan ponsel cerdas Anda.

● Pembelajaran Jarak Jauh- Dapatkan sambil belajar dengan modul pelatihan dan sertifikasi jarak jauh kami yang unik- Hotelogix ACE. Lakukan tugas di PMS dengan inisiatif belajar sambil melakukan ini yang terintegrasi langsung dengan PMS hotel Anda.

Ini adalah proses tiga langkah sederhana yang dapat diulang sesering yang Anda suka- tonton video, lakukan tugas, dapatkan kredit! Ini adalah solusi sempurna untuk melatih karyawan Anda.

● Dukungan 24×7: Hotelogix menawarkan dukungan obrolan langsung 24 jam x7 hari untuk membantu Anda menjaga bisnis Anda selalu berjalan. Dengan dukungan multi bahasa, pakar solusi kami menjamin solusi yang efisien dan inovatif untuk membantu Anda menjalankan bisnis tanpa repot.

3. Pembaruan dan sinkronisasi waktu nyata

Setiap hotel unik, tetapi kita semua memprioritaskan hal yang sama – pengalaman tamu dan pengiriman layanan. Teknologi meningkatkan penyampaian layanan- semakin sedikit waktu yang dihabiskan staf Anda untuk tugas-tugas kasar, semakin banyak waktu yang mereka miliki untuk fokus pada tamu.

Sistem manajemen properti hotel yang bagus mengotomatiskan banyak tugas yang memakan waktu – mengelola email, menjadwalkan janji temu, melacak kinerja, meningkatkan keamanan, dan sebagainya.

Sinkronkan semua operasi Anda dari meja depan hingga rumah tangga dan unit tempat penjualan – dengan pembaruan waktu nyata yang memastikan Anda tidak pernah melewatkan pembaruan tamu.

Sistem Manajemen Properti Hotel adalah Kunci Sukses

Para pelaku bisnis perhotelan mencari sistem manajemen properti hotel yang serbaguna karena mereka ingin menemukan sistem terbaik untuk membantu mereka mengelola bisnis mereka.

Sebagian besar pelaku bisnis perhotelan telah menyadari bahwa metode lama seperti lembar excel dan sistem manajemen di tempat tidak lagi efisien dalam skenario saat ini.

Perangkat lunak manajemen hotel perlu memanfaatkan teknologi terbaru untuk membuka jalan yang lebih baik ke depan. Konektivitas yang mulus dan pengoperasian hotel yang efisien telah menjadi kunci untuk meningkatkan layanan.

Manajemen hotel yang sukses menggunakan solusi all-in-one berbasis cloud seperti Hotelogix PMS. Hotelogix menawarkan sistem manajemen properti hotel terbaik untuk hotel kecil hingga menengah.

Penawaran termasuk meja depan serbaguna, manajer saluran, mesin pemesanan, manajemen pendapatan, laporan dan audit, dan sistem POS. Semua sistem terintegrasi dengan mulus satu sama lain sehingga para pelaku bisnis perhotelan pengalaman pengoperasian yang paling mulus.

 

Strategi Pemulihan Pariwisata yang Difokuskan Pada ‘Aid For Trade’  

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Bank Pembangunan Asia (ADB) bermitra dengan Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) untuk memimpin percakapan tentang apa dampak pandemi COVID-19 pada pariwisata global bagi pembangunan di kawasan Asia-Pasifik.

Diselenggarakan sebagai bagian dari World Trade Organization’s Aid-for-Trade Stocktaking Event yang  mempertemukan perwakilan sektor utama untuk menilai bagaimana sektor dapat diubah untuk mendorong pemulihan dan membangun keberlanjutan.

Menurut data terbaru dari UNWTO, pandemi menyebabkan penurunan kedatangan wisatawan internasional sebesar 73% secara global pada tahun 2020. Penurunan ini bahkan lebih tajam di Asia-Pasifik.

ADB memperkirakan penurunan lebih dari 80% untuk tahun 2020, seperti halnya banyak negara Asia yang terus memberlakukan pembatasan perjalanan yang ketat. Penurunan yang tiba-tiba ini telah menunda kemampuan sektor untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Membangun Keberlanjutan dan Ketahanan

Acara khusus di WTO, yang dimoderatori oleh Anna Fink, Ekonom di ADB, membahas bagaimana ‘bantuan untuk perdagangan’ dapat digunakan untuk membangun keberlanjutan dan ketahanan yang lebih besar di sektor pariwisata.

Bergabung dengan Ekonom Senior Matthias Helble di Bank Pembangunan Asia dan Zoritsa Urosevic Direktur Hubungan dan Kemitraan Kelembagaan di UNWTO adalah perwakilan dari pemerintah Azerbaijan dan Selandia Baru, dan Suzanne Becken, seorang ahli pariwisata dari Universitas Griffith.

Matthias Helble dari ADB menyampaikan bahwa, menurut perkiraan ADB terbaru, pemulihan penuh untuk sektor ini hanya diharapkan paling cepat pada tahun 2023. Promosi pariwisata domestik, serta pembuatan ‘gelembung perjalanan’ yang memungkinkan perjalanan dilanjutkan antara tujuan tertentu, disorot sebagai strategi potensial untuk mendorong pemulihan dalam jangka pendek.

Pengenalan kartu vaksin selanjutnya dapat mempercepat pemulihan. Namun, langkah-langkah ini seharusnya hanya bersifat sementara, dan negara-negara pada akhirnya perlu mempersiapkan pembukaan penuh.

Dukungan Jangka Pendek dan Jangka Panjang untuk Pariwisata

Matthias Helble dari ADB menekankan bahwa pandemi yang berkepanjangan membahayakan kelangsungan hidup sebagian besar sektor pariwisata. Untuk membantu pemerintah mendanai langkah-langkah kebijakan yang memfasilitasi bantuan yang ditargetkan kepada rumah tangga dan perusahaan yang paling parah terkena dampak pandemi,

ADB meluncurkan paket dukungan $ 20 miliar pada April 2020. Pada akhir tahun 2020, ADB telah berkomitmen $ 16,3 miliar dari paket ini dalam bentuk grants, bantuan teknis, dan pinjaman kepada pemerintah anggota berkembang dan sektor swasta.

Pada saat yang sama, UNWTO telah memperluas dukungannya kepada Negara-negara Anggota di seluruh kawasan, termasuk melalui peluncuran Paket Bantuan Teknis Pemulihan Pariwisata UNWTO, yang memberikan dukungan ahli ke berbagai tujuan di sepanjang Jalur Sutra yang bersejarah.

Untuk pemulihan jangka panjang, Zoritsa Urosevic dari UNWTO menekankan pentingnya mengembangkan arsitektur keuangan baru untuk mengadopsi dan membangun kebijakan bisnis yang inovatif, rendah karbon, melingkar, aman, dan inklusif, serta instrumen untuk pemulihan.

Pada saat yang sama, baik ADB maupun UNWTO menegaskan kembali pentingnya kerja sama internasional dan harmonisasi kebijakan, baik untuk memulai kembali pariwisata internasional dan kemudian memantau dan memandu pertumbuhan di masa depan untuk memastikan sektor ini menghasilkan potensinya untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Proyek di Spanyol Akan Buka 198 Hotel Baru Tahun 2024

this formate

SPANYOL, bisniswisata.co.id: Sebelum akhir 2024, 198 hotel baru dengan 27.187 kamar diharapkan dibuka di Spanyol, menurut laporan terbaru oleh perusahaan konsultan CBRE untuk pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Semua ini terlepas dari kenyataan bahwa pada tahun 2020 investasi hotel di Spanyol anjlok 60%, dari 2,5 miliar euro pada 2019 menjadi 1.005 juta euro tahun lalu.

Dilansir dari  tourism-review.com, sebagian besar penawaran hotel baru yang diharapkan untuk tahun 2020 ditunda hingga tahun ini. Para ahli percaya bahwa industri hotel dapat melihat pemulihan pada tahun 2021, tetapi ini akan terjadi pada kecepatan yang berbeda dan pada awalnya didorong oleh permintaan domestik.

Laporan tersebut menyatakan bahwa negara-negara Eropa dengan permintaan domestik yang kuat dan ketergantungan yang lebih sedikit pada pariwisata internasional, terutama perjalanan jarak jauh, akan pulih terlebih dahulu dari situasi yang disebabkan oleh pandemi yang sedang berlangsung, seperti yang dialami pada paruh kedua tahun 2020.

Ini juga merinci bahwa pendapatan perusahaan hotel di Eropa secara keseluruhan tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan ke tingkat pra-pandemi hingga 2024.

Tahun lalu industri melaporkan volume investasi di hotel-hotel baru di Eropa sebesar 9,4 miliar euro, yang merupakan penurunan 66% dibandingkan tahun 2019.

CBRE mengatakan bahwa investasi telah jatuh di seluruh benua karena dampak pandemi dan pembatasan perjalanan yang mengikutinya. Inggris memimpin investasi dengan 2,6 miliar euro (60% kurang dari setahun sebelumnya), diikuti oleh Jerman (1.950 juta) dan Italia (1.040 juta), yang mencatat penurunan masing-masing sebesar 60% dan 69%.

Jorge Ruiz, Head of Iberia Hotels menunjukkan bahwa tahun 2020 dimulai dengan positif untuk Spanyol, menambahkan investasi 14% lebih banyak dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2019.

Namun, setelah pandemi, “faktor-faktor seperti ketidakpastian pasar yang besar, kekurangan pembiayaan bank, perlambatan aktivitas dan perbedaan ekspektasi harga antara pembeli dan penjual menyebabkan penurunan volume investasi,” kata Ruiz.

Melihat ke depan tahun ini, Ruiz percaya bahwa “dengan rampungnya rencana vaksinasi, akan ada aktivitas yang lebih besar di industri, di mana permintaan domestik akan memainkan peran penting.”

Ia percaya bahwa pemulihan industri perhotelan akan berada pada kecepatan yang berbeda dan akan dimulai dengan segmen pedesaan dan alam serta tujuan semenanjung.

Nanti, akan mencapai pantai di pulau, yang lebih bergantung pada permintaan internasional, diikuti dengan perjalanan untuk alasan profesional seperti pertemuan bisnis, kongres, konvensi, konferensi ( MICE ), yang sebagian besar telah berkurang karena pandemi.

Menurut laporan CBRE, permintaan hotel di Spanyol telah berkinerja baik selama lima tahun terakhir (2015-2019, mencapai rekor menginap semalam 342,9 juta pada 2019 (meningkat 0,9% dibandingkan 2018). Namun, jumlah menginap semalam hingga November Tahun 2020 turun 72,9% dibandingkan periode yang sama tahun 201

Prospek keuangan penerbangan: COVID -19 Bikin Investor Lebih  Diskriminasi Dalam Penilaian Pesawat

this formate

CYPRUS, bisniswisata.co.id: Nilai-nilai pesawat akan semakin mencerminkan penilaian ulang terkait dampak pandemi terhadap  maskapai tentang jumlah dan jenis pesawat yang mereka butuhkan. Mengarah ke armada lebih kecil,  berbadan sempit yang lebih hemat bahan bakar karena model pesawat berbadan lebar yang lebih tua tidak lagi digunakan.

Dilansir dari Travel Daily News, Scope Ratings mengatakan krisis parah yang melanda sektor penerbangan, karena pandemi virus Corona telah mengurangi perjalanan udara seminimal mungkin, akan berdampak luas bagi pembiayaan penerbangan setelah valuasi pesawat anjlok tahun lalu.

Satu pelajaran yang diperoleh investor dari krisis terbaru adalah untuk membedakan dengan lebih jelas antara model pesawat yang berbeda, terlihat dalam tingkat depresiasi yang berbeda pada tahun 2020: rata-rata 43,9% untuk pesawat penumpang berbadan lebar, rata-rata 23,7% untuk jet penumpang berbadan sempit yang paling efisien. , dan sedikitnya 7,7% untuk beberapa pesawat kargo.

“Beberapa model berbadan lebar yang lebih tua dan kurang efisien seperti Airbus A340, A380 dan Boeing’s B747 mungkin tidak akan pernah terbang lagi, dengan nasib yang sama mungkin akan terjadi pada beberapa pesawat B777-200 / 300 dan A330 – terlihat dalam runtuhnya harga pesawat ini, ”Kata Helene Spro, analis di Scope.

“Namun, pandemi telah menyebabkan permintaan yang kuat untuk angkutan udara, menjelaskan ketahanan valuasi pesawat kargo,” tambahnya.

Dengan asumsi kecepatan pemulihan ekonomi meningkat karena pihak berwenang mencabut pembatasan perjalanan di tengah peluncuran vaksin COVID -19, itu adalah teknologi baru, pesawat berbadan sempit dan berbadan lebar akan mendapatkan kembali sebagian dari nilainya yang hilang.

“Pesawat berbadan sempit berteknologi baru dan dua model pesawat berbadan lebar Boeing dan Airbus berteknologi baru – B787 dan A350 – akan memulihkan sebagian nilainya yang hilang saat lalu lintas penumpang pulih,” kata Spro.

Pesawat-pesawat ini – dengan mesin yang lebih efisien dan penggunaan teknologi lain untuk memaksimalkan penghematan bahan bakar – merupakan inti dari rencana maskapai penerbangan untuk armada yang lebih ramping, lebih kecil, dan lebih ramah lingkungan di masa depan.

“Namun, kami berharap untuk melihat pemulihan nilai teknologi pesawat berbadan sempit baru seperti A320neo sebelum B787 dan A350,” kata Spro.

Maskapai akan menghentikan pesawat berbadan lebar berteknologi lama seperti A340, A380, B747 serta beberapa B777-200 / 300 dan A330. “Untuk beberapa model ini, seperti A340 dan A380, memisahkan pesawat mungkin menjadi satu-satunya cara untuk memulihkan nilai,” kata Spro.

Perpisahan pesawat akan menimbulkan kerugian bagi investor, terutama yang berinvestasi ke subordinasi tranches. “Kami menyoroti pentingnya mempertimbangkan model pesawat dalam transaksi di masa mendatang,” kata Spro.

Transaksi yang melibatkan model pesawat berteknologi lama akan memiliki risiko kredit yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan transaksi dengan pesawat berteknologi baru. Nilai agunan pesawat berteknologi baru sebagian melindungi investor jika terjadi penarikan kembali dan acara pemasaran ulang.

“Meskipun nilai pasar pesawat tidak lagi meningkat, investor harus melakukan stress test sebelum melakukan transaksi baru. Krisis belum berakhir. Harga pesawat bisa turun lebih jauh jika pemulihan ekonomi lebih lambat dari yang diharapkan, ”kata Spro.

Trik Aman saat Belanja Produk Kreatif 

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sudah bukan rahasia jika sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berpotensi besar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem yang menunjang.

Sekadar gambaran, pada tahun 2019, 17 subsektor ekonomi kreatif memberi kontribusi besar dalam perekonomian tanah air. Berdasarkan data yang dihimpun dalam OPUS Ekonomi Kreatif tahun 2019.

Ekonomi kreatif berontribusi sebesar Rp 1.105 triliun terhadap PDB nasional. Angka ini naik 9,5 persen dibanding tahun 2017 dengan total kontribusi sebesar Rp1.009 triliun.

Tak heran jika hal ini membuat Indonesia berada di posisi ketiga setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan, dalam jumlah kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB negara. Namun pandemi COVID -19 membuat sektor yang sedang melesat ini, seakan terhenti lajunya.

Lewat aksi #InDOnesiaCARE Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE secara ketat dan disiplin menjadi kunci utama dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Proyeksi pemulihan pariwisata ini akan bergantung sekali pada kasus COVID-19. Jika kita bisa single atau double digit (angka penularan kasus COVID-19) tentu akan sangat luar biasa sehingga akan membangun confidence to travel dari wisatawan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, awal Februari 2021.

Supaya tetap aman saat belanja produk kreatif buatan lokal, berikut hal yang sebaiknya dilakukan: 

Belanja lewat e-commerce

Era digital memudahkan siapapun berinteraksi tanpa harus bertemu. Hal ini juga berlaku di ranah niaga. E-commerce adalah solusi agar tetap menyenangkan dan aman ketika berbelanja produk kreatif lokal.

Patuhi protokol kesehatan

Di mana saja kita berada, tetap disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Selain itu, jika hendak ke toilet jangan lupa bawa disinfektan atau tisu basah yang mengandung alkohol agar tetap bersih dan higienis.

Hindari tempat ramai

Jika tiba di sebuah tempat dan ternyata cukup ramai, sebaiknya tunggu sejenak hingga situasi agak kondusif. Namun ada baiknya jika cari tempat lain yang lebih sepi dan tenang. Selain lebih aman, tempat yang tenang bikin tubuh dan pikiran lebih rileks.

Berwisata sambil belanja di situasi pandemi bukanlah hal yang menakutkan, asal kita selalu patuh dan disiplin pada protokol kesehatan dengan menerapkan 3M di mana pun.

Kisah Kasih Enam Bersaudara Saat Staycation

this formate

SENTUL, bisniswisata.co.id: Jelang Ramadhan, adanya larangan mudik Lebaran dan setahun lebih tidak pernah berjumpa dengan kakak- kakak membuat saya mengirim WA untuk minta berjumpa, tentunya dengan protokol kesehatan  yang ketat. 

Permintaan si bontot dipenuhi karena selama pandemi global COVID-19 setahun lalu kami hanya berjumpa lewat video call dan zoom. Meski belum tuntas dengan vaksinasi kedua, sehari jelang hari H masing-masing swab test antigen dan mengunggah hasilnya di WA grup termasuk Tien ajudan rumah tangga yang akan ikut serta.

Menginap di Villa Bundar, kawasan Sentul, Kab. Bogor akhirnya terwujud. Siang setelah sholat dhuhur kami berangkat dengan dua kendaraan menuju Sentul. Dua keponakan milenial memesan tempat untuk staycation selama tiga hari dua malam melalui online travel agent ( OTA) untuk memfasilitasi orangtua dan saudara-saudara kandungnya usia 62 – 71 tahun guna melepas kangen.

Perjalanan dari Kelapa Gading hingga Sentul kurang dari satu jam, namun memasuki Sentul City yang bertransformasi menjadi kota hunian sekaligus pariwisata di ketinggian 250-500 meter di atas permukaan laut perut sudah keroncongan karena belum makan siang.

Sebuah restoran yang dilewati di Ruko Pinus Niaga no: 1 cukup menggoda hingga akhirnya rombongan turun atas komando Ramadi. Menunya lumayan beragam sampai ada trancam Jawa, semacam urap yang isinya sayur-sayuran berupa kacang panjang, timun, dan tauge dengan rasa yang pas dan fresh kesukaan alm pak suami dan alm ibu mertua saya.

Tempatnya homey, dari depan pintu ruko, sedangkan pintu belakang langsung berhubungan dengan kluster perumahan dengan kountur tanah pegunungan dengan pohon-pohon pinus.

Perjalanan dilanjutkan sekitar 5 km melalui rumah-rumah penduduk lokal dan berhenti disebuah halaman mirip pintu masuk sebuah kebun yang rindang penuh pepohonan. Ternyata di dalamnya ada villa bundar dengan kolam renang yang terawat baik.

Anak-anak dari Drs Haji Abdul Kadir Sabri dan Hajjah Halimatun Tamkin ini enam orang terdiri tiga lelaki dan tiga perempuan. Kami langsung berhamburan masuk mirip kegiatan camping jaman SD dulu sambil menenteng tas.

Bagian bawah villa ada satu kamar dan dapur yang luas serta dua meja kayu menghadap kolam renang. Area ini menjadi terminal enam saudara kongkow sambil bertukar cerita saat masa kecil kami tinggal di Jalan Cipayung I/ 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ibunda alm Hajjah Halimatun Tamkin dan ayahanda alm Drs H. Abdul Kadir Sabri

Dulu, saat SD, sayalah yang sering diutus ke warung Bang Amat untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Maklum bontot, urusannya yang ringan saja belanja dan bersih-bersih, lap-lap meja atau menyapu. Sedangkan dua kakak perempuan lainnya urusan dapur dan masak. 

Lokasi warung dekat kali Ciragil dan sekarang dekat dengan Ketoprak Ciragil yang cukup digemari masyarakat. Biasanya sehari saya bisa bolak balik tiga kali ke warung dan kadang jumpa teman sehingga lupa buru-buru pulang.

Cerita masa kecil menjadi obrolan sampai sore. Bagaimana ayah sebagai pendiri Muhammadiyah cabang Kebayoran Baru tergolong disiplin dalam soal agama dan ibunda Halimatun yang berprofesi sebagai bidan banyak menolong kelahiran ibu-ibu muda seputar Kebayoran, Blok A dan Bangka di tahun 1960 an itu 

Ibu selalu pulang dengan oleh-oleh hasil kebun seperti pepaya, pisang, singkong, ubi dan kadang bawa kue bolu. Karena dimasa itu banyak yang tidak bisa membayar biaya persalinan dan ibunda juga tidak pernah menagih bayaran.

Tahun 1949 ibunda sudah jadi bidan, konon angkatan pertama bidan CBZ nama awal Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo. Klinik Puskesmas di Jl Gunawarman dan RS Bersalin Taman Puring, Kebayoran Baru adalah tempat ibunda membangun institusi kesehatan itu dari awal berdirinya.

” Ingat bu guru mengaji datang, adik- beradik malah kaburr. Ayah dan ibu lagi bekerja, kakak tertua keluar lewat garasi ke rumah tetangga sehingga bu guru ngaji menunggu tidak ada muridnya,” kata Fatimah Bandarsyah, si sulung terkekeh-kekeh.

Akibat kenakalan seperti itu pastinya ayah marah besar di meja makan. Namun ibunda selalu bisa menenangkan ayah sehingga suaranya langsung surut dan kami bisa makan dengan tenang.

Cerita di masa G 30 S PKI,  kondisi perekonomian negara sangat sulit masyarakat makan bulgur, jagung hingga cerita makan telur yang harus dipotong dan dibagi rata muncul di tengah perbincangan.

Untunglah sebagai pegawai negri, ayah dan ibu tergolong kreatif. Ayah punya usaha kontrakan, halaman rumah diisi dengan tanaman sayuran, tanaman bumbu dapur, singkong dan ternak ayam. Jadi dimasa sulit itu 6 bersaudara tetap minum susu kedele, makan 4 sehat lima sempurna dan bebas makan telur sampai bisulan.

Tiga anak lelakinya Hilmi, Halim dan Hilman punya keahlian mengolah tanah lempung menjadi mainan patung ( boneka), alat masak dan mainan lainnya. Kakak perempuan no: lima, Hilma suka sekali main masak masakan dan tugasnya memang membantu kakak no: satu, Fatimah,  untuk masak padahal di rumah ada dua pembantu.

Kakak saya Hilmi juga sering membuatkan permen kopi, mirip permen kopiko sekarang ini padahal cuma pakai penggorengan. Dia juga kerap menbuat nasi kepel panggang blue band diisi abon. Pastinya kreasi sendiri saja biar adik bontotnya tidak jajan sembarangan.

Nah mainan buatannya yang sampai sekarang tidak akan lupa adalah dari kulit jeruk Bali yaitu mobil-mobilan ditarik tali. Maklum tahun 1960 an masih langka mainan. Kulit jeruk Bali oleh ketiga kakak yang kreatif itu bisa dibikin bentuk lainnya sehingga rumah kami ramai dengan anak tetangga.

Untuk main boneka biasanya masih pakai kertas dilipat-lipat, dibentuk salib lalu diikat benang di ujungnya. Wajah bonekanya digambar sendiri mau anak perempuan atau laki-laki. Lalu diberi baju dari kertas juga.

Aktivitas olahraga renang, basket, pingpong dan senam Perkasa Indonesia

Kalau untuk rumah-rumahan biasanya sudah banyak yang jual bangku, lemari, tempat tidur mungil pokoknya satu set. Penjualnya depan Kebun Raya Bogor, salah satu destinasi wisata andalan di masa itu.

Kalau sudah main masak-masakan dan boneka kertas memang asyik. Biasanya sampai ayah pulang kantor halaman rumah masih ramai dengan teman-teman. Mobil Landrover masuk garasi disambut riang. Kadang ayah ikut nimbrung ajak kami berkumpul duduk di ruang tengah dan mulailah dia mendongeng.

Maklum belum banyak yang memiliki TV. Itupun dengan satu channel TVRI saja. Oleh karena itu kepandaian ayah mendongeng membuat kami sering melongo, pilihan ceritanya bisa beragam ada Abunawas, Tarzan cerita-cerita rakyat dan banyak cerita rekaan ayah juga karena saat mendongeng ( Story telling) ayah tengah mendidik anak kandung dan anak-anak komplek dengan pendidikan karakter.

Kalau jaman sekarang, cerita ayah itu mencakup Emotional Spiritual Quotient ( ESQ). Soal kepatuhan untuk ibadah, bagaimana kondisi neraka dan surga bisa diceritakannya dengan santai dan menyenangkan meskipun kami semua juga jadi takut.

Pertemuan penuh makna

Saat duduk bernostalgia masa kecil itulah kami dikejutkan berita duka wafatnya Tuti Arundale teman saya semasa SMA yang tinggal di Inggris dan kembali ke tanah air hanya beberapa hari lalu wafat karena CA serta wafatnya Luki, seorang sepupu.

Itulah kenyataan sehari-hari yang kita temui, dapat kabar duka karena penyakit komorbid atau akibat COVID-19 yang sudah memakan korban jutaan nyawa di dunia.  Pertemuan enam bersaudara ini jadi semakin bermakna, selagi ada umur, selagi bisa bertemu, sebelum maut menjemput, pertemuan ini sungguh bermakna.

Untunglah sore itu, kakak sulung kami sesuai sifatnya selalu mengatur kami untuk jaga jarak, tertib bermasker di meja panjang tepi kolam renang itu.  Cerita nostalgia dan leadership dari kedua orangtua membuat kami enggan beranjak dari meja makan dengan mulut yang terus ngemil.

Berkumpul bersama, ibadah bersama dengan sholat berjamaah menjadi lebih intens keesokan harinya hingga  kami juga membahas niat bersama membangun sebuah rumah ibadah untuk keluarga besar Sabri maupun masyarakat umum lainnya.

Lokasinya terutama di Bengkulu tempat ayah dibesarkan, meskipun leluhurnya berasal dari Bukit Tinggi, Sumatra Barat dan Bugis, Sulawesi Selatan. Keputusannya pulang dari villa kami berbagi tugas untuk mengkomunikasikannya pada sesepuh keluarga besar tentunya.

Ayah yang terakhir menjadi Kepala Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengabdikan dirinya untuk mengajar,mengasuh Universitas Muhammadiyah yang ikut didirikannya bersama Rumah Sakit Islam, Jakarta. Memiliki anak, menantu dan cucu-cucu serta keturunan lainnya perlu dipikirkan pendidikan agamanya hingga ke liang kubur.

Begitu pula keturunan dari dua kakak dan adik-adik ayah sebagai anggota Keluarga Besar Sabri yang kini jumlahnya sudah menjadi seratusan orang perlu kompak dan ikut terlibat. Ayah terlahir sebagai anak ke tiga dari 8 saudara dari Ibu bernama Ramlah dan ayah bernama Sabri.

Kakak Sulung, Fatimah, Hilmi, Halim, Hilman, Hilma dan Hilda

Hari kedua aktivitas terganggu hujan tapi sejak pagi hari aktivitas olahraga lebih mendominasi mulai dari Senam Perkasa Indonesia, gerakan senam asal Bandung yang mampu menguras keringat dengan cepat. Di lanjutkan dengan main basket, pingpong dan berenang untuk terapi syaraf.

Kelucuan tidak terelakkan karena aktivitas lansia yang sudah menurun pendengaran dan daya ingat malah menjadi bumbu pertemuan dan mengundang tawa. Apalagi Tien, asisten rumah tangga bercerita mengirim foto aktivitas kami di villa pada seorang adiknya dan langsung dibalas pertanyaan, lagi di panti jompo mana iki mbak ?. 

Ya,  kami hanya berkumpul berenam karena pasangan hidup rata-rata sudah kembali ke alam baqa. Tinggal Hilman yang masih didampingi istri tercinta dan tidak ikut ke Villa. Kalau adik Tien mengira kami penghuni panti jompo tidak salah juga karena kepalanya rata-rata sudah putih.

Aktivitas selanjutnya membuat dokumentasi foto dan video. Tugas sayalah mewawancarain kakak sendiri satu-persatu sehingga sepulang nanti kami bisa merangkumnya dalam sebuah tayangan video menarik untuk anak dan cucu.

Rasa haru, menangis bersama, tertawa bersama selama proses pengambilan video tidak terelakkan hingga akhirnya hari menjelang sore kembali. Turunnya hujan kembali menghentikan aktivitas di hari kedua sehingga sisa waktu untuk beribadah dan meringkuk di dalam selimut karena Sentul memilki udara pegunungan.

Pagi hari berikutnya,  awan tebal masih menggantung. Semalaman memang hujan lebat. Lima kakak pilih duduk mengobrol sambil menyantap makan pagi di bangku panjang. Saya masih bisa menyelesaikan renang dan gerakan senam di air karena syaraf ke jepit di pinggang kanan.

Packing dan mengumpulkan semua barang bawaan jadi aktivitas sepanjang pagi, apalagi matahari bersembunyi terus dibalik awan. Jam sepuluh pagi dua mobil dikendarai Evy dan Reza sudah tiba. Ada Gojek pula datang membawa kiriman tiga pizza box dari keponakan.

Alhamdulilah usai sholat dhuhur meninggalkan Villa Bundar menuju Jakarta. Pulang kali ini dengan misi membuat rumah ibadah. Kalau dananya terbatas buat Rumah Hafiz Quran, tempat mencetak anak, cucu dan masyarakat menjadi penghafal Al-Quran.

Kalau cita-cita besarnya ya buat Mesjid yang indah, bisa jadi tujuan wisata juga, bisa untuk pendidikan umat  termasuk non Muslim bahwa Islam itu agama yang Rahmatan Lil Alamin. Islam untuk semua. Semoga Allah ridha dengan semua makna yang kami berikan ini, untuk Indonesia, untuk Nusantara, untuk Dunia.

Kedatangan Wisman Januari 2021  Turun 87%, UNWTO Serukan Kordinasi Lebih Kuat Untuk Restart Pariwisata.

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Dampak menghancurkan dari pandemi COVID-19 pada pariwisata global telah berlanjut hingga 2021, dengan data baru menunjukkan penurunan 87% dalam kedatangan turis internasional pada Januari dibandingkan dengan 2020.

Prospek untuk sisa tahun ini tetap berhati-hati karena itu UNWTO terus menyerukan koordinasi yang lebih kuat pada protokol perjalanan antar negara untuk memastikan pariwisata dimulai kembali dengan aman dan menghindari kerugian besar-besaran selama satu tahun lagi untuk sektor ini.

Menyusul akhir yang sulit hingga tutup tahun 2020, pariwisata global mengalami kemunduran lebih lanjut di awal tahun ini karena negara-negara memperketat pembatasan perjalanan sebagai tanggapan terhadap wabah virus baru.

Menurut UNWTO World Tourism Barometer edisi terbaru, seluruh kawasan dunia terus mengalami penurunan besar dalam kedatangan wisatawan di bulan pertama tahun ini.  Pengujian wajib, karantina, dan dalam beberapa kasus penutupan perbatasan sepenuhnya, semuanya telah menghalangi dimulainya kembali perjalanan internasional. 

Selain itu, kecepatan dan distribusi peluncuran vaksinasi lebih lambat dari yang diharapkan, yang selanjutnya menunda dimulainya kembali pariwisata.

Semua wilayah global terpukul keras

Komunitas internasional perlu mengambil tindakan tegas dan segera untuk memastikan tahun 2021 yang lebih cerah. Jutaan mata pencaharian dan bisnis bergantung padanya

Penurunan kunjungan di Asia dan Pasifik minus (-) 96%, wilayah yang terus memberlakukan tingkat pembatasan perjalanan tertinggi, mencatat penurunan terbesar dalam kedatangan internasional di bulan Januari. 

Eropa dan Afrika sama-sama mengalami penurunan kedatangan 85%, sedangkan Timur Tengah mencatat penurunan 84%.  Kedatangan internasional di Amerika menurun 77% di bulan Januari, menyusul hasil yang lebih baik di kuartal terakhir tahun ini.

Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili mengataka. bahwa tahun 2020 adalah tahun terburuk dalam sejarah pariwisata.  Komunitas internasional perlu mengambil tindakan tegas dan segera untuk memastikan tahun 2021 yang lebih cerah. 

“Jutaan mata pencaharian dan bisnis bergantung padanya.  Koordinasi yang lebih baik antar negara dan protokol perjalanan dan kesehatan yang selaras sangat penting untuk memulihkan kepercayaan pada pariwisata dan memungkinkan perjalanan internasional untuk dilanjutkan dengan aman menjelang puncak musim panas di belahan bumi utara. ” tambahnya.

Outlook untuk 2021

Dengan 32% dari semua tujuan global benar-benar tertutup untuk wisatawan internasional pada awal Februari, UNWTO mengantisipasi beberapa bulan pertama yang menantang di tahun 2021 untuk pariwisata global.

Berdasarkan tren saat ini, UNWTO memperkirakan kedatangan wisatawan internasional turun sekitar 85% pada kuartal pertama 2021 dibandingkan periode yang sama tahun 2019. 

Hal ini akan mewakili hilangnya sekitar 260 juta kedatangan internasional jika dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi.  Ke depan, UNWTO telah menguraikan dua skenario untuk 2021, yang mempertimbangkan kemungkinan rebound dalam perjalanan internasional pada paruh kedua tahun ini.  

Hal Ini didasarkan pada sejumlah faktor, terutama pencabutan besar-besaran pembatasan perjalanan, keberhasilan program vaksinasi atau pengenalan protokol yang diselaraskan seperti Digital Green Certificate yang direncanakan oleh Komisi Eropa.

Skenario pertama menunjukkan rebound pada bulan Juli, yang akan menghasilkan peningkatan 66% kedatangan internasional untuk tahun 2021 dibandingkan dengan posisi terendah bersejarah tahun 2020. 

Dalam hal ini, kedatangan masih akan berada 55% di bawah tingkat yang tercatat pada tahun 2019.  Skenario kedua mempertimbangkan potensi rebound pada bulan September, yang menyebabkan peningkatan kedatangan sebesar 22% dibandingkan tahun lalu.  Tetap saja, ini akan menjadi 67% di bawah level tahun 2019.

 

Bali Mengekor Pasar Indonesia Lainnya Dalam Pemulihan Kinerja Hotel

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Indonesia menyelesaikan tahun 2020 dalam bentuk yang sama dengan negara-negara lain di kawasan. Permintaan domestik cukup kuat untuk mengangkat hunian hotel dari titik terendah pandemi tetapi tidak cukup untuk mengatasi kekosongan perjalanan internasional.

Seiring dengan pergerakan Indonesia di awal tahun 2021, dampak dari hilangnya permintaan internasional terlihat paling jelas di Bali, yang terus mengikuti pasar regional negara tersebut dalam proses pemulihan.

Dilansir dari Hospitalitynet.org, selain tingkat hunian Singapura yang terangkat oleh tuntutan karantina, Indonesia juga sejalan dengan negara-negara Asia Pasifik lainnya sebesar 36% tahun ini.

Bisnis lebih buruk di Bali, bagaimanapun, dengan tingkat hunian tergantung di bawah 20% hampir sepanjang tahun. Pada saat yang sama, Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya naik ke level yang lebih tinggi berkat ketergantungan yang lebih besar pada permintaan domestik oleh pasar tersebut.

Tingkat hunian untuk semua kota mulai meningkat pada bulan Juni setelah berakhirnya “masa darurat” selama 3 bulan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia.

Lonjakan okupansi pada akhir tahun 2020 sejalan dengan perayaan tahun baru, sedangkan penambahan periode yang lebih tinggi di Bandung berkorelasi dengan hari libur nasional seperti tahun baru Islam dan perayaan Maulid Nabi.

Untuk mengatasi tingkat hunian yang lebih rendah, pelaku bisnis perhotelan di Bali dapat mengandalkan tarif kamar untuk mendorong pendapatan per kamar yang tersedia (RevPAR). Untuk tahun 2020, ADR Bali 91% lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Terlepas dari itu, ketika mengindeks RevPAR ke level 2019, Bali tetap berada jauh di belakang pasar utama lainnya di negara ini. Karena dampak pandemi pada data tahun 2020, 2019 menjadi tolok ukur para pelaku bisnis perhotelan untuk mengukur pemulihan mereka.

Data awal terbaru dari bulan Februari 2021  menunjukkan bahwa rata-rata tingkat hunian harian Bali masih di bawah 35%. Sementara kampanye vaksin negara itu, yang dimulai pada pertengahan Januari yang memberikan alasan optimisme, masih belum ada jadwal pembukaan kembali untuk pelancong dari negara-negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Pembukaan kembali yang akhirnya akan memberikan dorongan yang paling dibutuhkan oleh para pelaku bisnis perhotelan di lndonesia.