lobby hotel

Kiat Apurva Kempinski Bali Semangati Kalangan Internal & Masyarakat Hadapi Pandemi Global.

this formate

CANGGU, bisniswisata.co.id: Memiliki pimpinan yang visioner diekspresikan Danti Yuliandari, Director of Marketing The Apurva Kempinski Bali sebagai berkah untuk menghasilkan berbagai program yang mampu menyemangati internal hotel dan masyarakat luas.

” Jujur saja General Manager kami, Vincent Guironnet, seorang yang visioner dan mampu menyemangati kalangan internal hotel dan masyarakat luas sehingga kami menjadi hotel yang sepanjang pandemi gobal terus beroperasi dan menjadi tujuan liburan masyarakat untuk sejumlah fasilitas hotel secara gratis pula,” katanya.

Danti ingat saat Desember 2019, COVID-19 terdeteksi di Wuhan, maka GM Apurva itu sudah mencanangkan program menjaga higienitas di seluruh aspek hotel dan mensosialisasikannya di lingkungan management dan berbagai depertemen yang ada lewat Crisis Management Support.

” Saat itu kami memiliki sekitar seribuan karyawan baik yang karyawan tetap, staf harian maupun outsourcing dengan 475 kamar. Semua sudah diperingatkan bagaimana menangani masalah kebersihan dann keamanan dari virus bahkan sebelum keluar panduan dari Badan Kesehatan Dunia ( WHO),” ungkapnya.

Pada bulan Febuari-Maret 2020 dikalangan internal hotel sudah bergilir mulai mendapatkan training dan memasuki bulan April-Mei tahun lalu ketika hotel resmi tutup beroperasi maka program training berkaitan  Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE sudah berjalan dengan baik.

” Juni tahun lalu kami hotel yang pertama buka dengan 100 kamar lebih dulu dan jumlah karyawan tinggal 300 orang yang bekerja serabutan saling mendukung karena karyawan harian dan outsourcing yang pertama di rumahkan,” kata Danti.

Pengalaman orang-orang back office mengerjakan pekerjaan operasional hotel bahkan melayani valet parkir, terjun langsung ke restoran untuk membantu tamu sarapan pagi, melayani buffet, membersihkan kamar dan pekerjaan lainnya justru akhirnya membuat mereka menjadi solid dengan team kerja yang minim.

” Kami yang berada di ring satu manajemen akhirnya merasakan sendiri setiap departemen memiliki tingkat kesulitan dan juga fun masing-masing sehingga kami menjadi semangat untuk berjibaku agar tingkat hunian hotel tidak anjlok meskipun 700 kartawan work from home,” kenangnya.

kolambrenang
Kenegahan hotel dengan 475 kamar menghadap laut di kawasan Nusa Dua, Bali. ( Foto repro: Edlyn Damara)

Kreatif, inovatif dan saling respek dengan tugas masing-masing menjadi semangat tinggi di bawah komando Vincent Guironnet. Mereka juga menghasilkan sebuah survey yang dilakukan terhadap 100 tamu hotel mengenai tren berwisata ke depan dan apa yang diharapkan tamu.

Apurva dari bahasa Sansekerta artinya “unik dan megah” sehingga sesuai namanya, Apurva  Kempinsky Bali merefleksikan dedikasi hotel bintang lima ini dalam mempersembahkan hunian unik, dan mewah.

Hotel memiliki identitas dan pilar yang unik dengan menawarkan konsep “Majestic Open Air Theatre” atau teater terbuka yang megah dimana para tamu memiliki kesempatan untuk merasakan keajaiban dari seni budaya dari peninggalan Kerajaan Majapahit dan Kerajaan di Bali meski baru di lobby hotelnya saja.

” Jangan khawatir, keunikan dan kemewahan ini tidak hanya bisa dinikmati oleh tamu yang menginap di hotel kami. Tamu umum boleh menikmati kemegahan lobby hotel, ” 

Bisa juga menikmati fasilitas kolam renang sepanjang 60 meter, menikmati keindahan restoran koral dengan pemandangan riil bawah laut serta piknik di pantai lewat program Beach Depass Fee, menikmati keindahan laut dari pantai pasir putih dari hotel pinggir laut ini dengan gratis tentunya,” ungkap Danti.

Management hotel ingin menyebarkan semangat pada  masyarakat untuk mendapatkan hiburan di hotel mewah ini ditengah tekanan menghadapi krisis ekonomi dan pandemi global yang belum juga berakhir.

” Untuk Restoran Koral kami buka untuk sesi foto pengunjung saja di siang hari saat tutup dari jam 11.00 – 15.00 WIT. Jadi bisa merasakan sensasi berada diantara ikan-ikan yang bebas berenang di atas kepala kita,” kata Danti.

Tak heran jika lobby hotel Apurva selalu dipadati mobil-mobil pengunjung yang datang dan pergi karena pengunjung bisa puas berfoto ria  di spot-spot foto yang instagramble. Tentu saja dengan syarat mengikuti prosedur kesehatan yang berlaku. 

Nah butuh pembuktian ? silahkan meluncur kesana dan posting di media sosial masing-masing. Berbagai restoran yang ada juga terbuka untuk umum terutama restoran Jepang, tapi di sini  jangan lupa bayar kalau selesai makan ya.

Vaksin dan Solusi Digital Memudahkan Pembatasan Perjalanan

this formate

MADRID, Spanyol, bisniswisata.co.id: Peluncuran vaksinasi global dan peningkatan adopsi solusi digital untuk perjalanan yang aman akan mengarah pada peningkatan mobilitas internasional selama beberapa minggu dan bulan ke depan, demikian data terbaru dari Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO).

Menurut edisi terbaru Laporan Pembatasan Perjalanan dari badan khusus PBB untuk pariwisata, pada 1 Juni, 29% dari semua tujuan di seluruh dunia memiliki pembatasan yang sepenuhnya tertutup untuk pariwisata internasional. Dari jumlah tersebut, lebih dari setengahnya telah ditutup untuk turis sejak Mei 2020 atau lebih lama, dan sebagian besar berada di negara kepulauan Asia dan Pasifik.

Sebagai perbandingan, hanya tiga tujuan (Albania, Kosta Rika, Republik Dominika) yang sepenuhnya terbuka untuk wisatawan, tanpa batasan.

Terukur

Pemerintah berperan penting untuk memulai kembali dan memulihkan pariwisata melalui kolaborasi, penggunaan data, dan solusi digital.

Satu dari tiga (34%) dari semua tujuan ditutup sebagian, dan 36% meminta hasil tes COVID-19 negatif pada saat kedatangan, dalam beberapa kasus dikombinasikan dengan persyaratan karantina. Data tersebut mengkonfirmasi tren menuju destinasi yang mengadopsi pendekatan berbasis bukti dan risiko untuk pembatasan perjalanan, — mengingat situasi epidemiologi yang berkembang dan munculnya varian baru.

Memang, 42% dari semua destinasi telah memberlakukan pembatasan khusus bagi pengunjung dari destinasi dengan varian baru, penangguhan penerbangan dan penutupan perbatasan hingga karantina wajib. Selain itu, sebagian besar tujuan dengan tindakan paling ketat memiliki tingkat vaksinasi terendah, data juga menunjukkan hubungan antara kecepatan vaksinasi dan pelonggaran pembatasan.

Sebagai perbandingan, destinasi-destinasi yang memiliki tingkat vaksinasi lebih tinggi dan di mana negara-negara dapat bekerja sama dalam aturan dan protokol yang selaras — seperti yang diterapkan di wilayah Schengen di Uni Eropa—, berada pada posisi yang lebih memungkinkan secara pelahan memulai kembali perjalanan wisata.

“Pemerintah berperan penting untuk memulai kembali dan memulihkan pariwisata melalui kolaborasi, penggunaan data, dan solusi digital”, kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili

Kecepatan yang Berbeda

Perbedaan regional sehubungan dengan pembatasan perjalanan tetap ada. 70% dari semua tujuan di Asia dan Pasifik ditutup total, dibandingkan dengan hanya 13% di Eropa, serta 20% di Amerika, 19% di Afrika dan 31% di Timur Tengah. Menilai persyaratan saat ini untuk penumpang yang divaksinasi, 17% dari semua tujuan di seluruh dunia secara khusus menyebutkan penumpang yang divaksinasi dalam peraturan mereka.

Dalam kebanyakan kasus, pembatasan perjalanan tetap berlakukan wajib vaksinasi lengkap (yang telah menerima dua dosis vaksin yang disetujui), meskipun di tempat lain, semua pembatasan dicabut. UNWTO mengharapkan bahwa ini akan berkembang secara signifikan selama beberapa minggu mendatang.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa dimulainya kembali pariwisata global akan tetap tidak terdengar selama pemerintah terus menyarankan agar berhati-hati. Empat dari 10 pasar sumber teratas, menyarankan warganya agar tidak bepergian ke luar negeri – jika tidak penting– (keempat ini menghasilkan 25% dari semua kedatangan internasional pada tahun 2018). *

WTTC menyambut baik peluncuran Sertifikat COVID Digital UE

this formate

WTTC menyambut baik peluncuran Sertifikat COVID Digital UE

LONDON, bisniswisata.co.id: Virginia Messina, Wakil Presiden Senior WTTC, mengatakan pihaknya yakin Sertifikat COVID Digital Uni Eropa ( UE) akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan sektor travel & tourism yang lebih luas di seluruh Eropa, yang telah berjuang untuk bertahan hidup selama lebih dari setahun.

 “Sertifikat itu adalah contoh yang bagus dan seharusnya membantu kembalinya perjalanan internasional yang aman;  membantu memulihkan pekerjaan dan memberi sinyal kebangkitan sektor yang akan sangat penting bagi pemulihan ekonomi di seluruh benua,” kata Virginia Messina.

 Pihaknya memuji Komisi Uni Eropa atas program nini dan lembaga untuk mengadopsi ini dengan cepat, namun, Negara Anggota Uni Eropa harus mengambil pendekatan yang terkoordinasi dan harmonis, menyelaraskan kebijakan untuk menghindari fragmentasi dan kebingungan di antara wisatawan yang membutuhkan aturan dan peraturan yang mudah dipahami untuk melakukan perjalanan yang mulus selama masa sulit ini.

 “Dampak dahsyat dari pandemi COVID-19 pada sektor travel & tourism global telah menghapus jutaan pekerjaan dan melihat kontribusinya terhadap PDB anjlok.  Kehidupan jutaan orang yang bergantung pada sektor ini juga telah dijungkirbalikkan oleh pandemi, menyebabkan stres dan kekhawatiran yang sangat besar ” tegasnya.

 “Kami berharap Sertifikat COVID Digital yang baru akan memainkan peran utama dalam membuka kembali dengan aman sektor yang akan sangat penting untuk menyelamatkan pekerjaan, mata pencaharian, dan ekonomi di seluruh dunia,” tambahnya

Eropa sambut wisatawan Amerika

Di kesempatan terpisah , WTTC menyambut baik berita tentang Negara-negara Anggota UE yang menyambut kembali pengunjung Amerika

Virginia Messina mengatakan pihaknya sambut baik negara-negara Anggota UE yang menyambut kembali pengunjung Amerika, langkah pertama dalam pembukaan kembali perjalanan internasional dan meningkatkan ekonomi.  

Perjalanan dari sudut pandang liburan dan bisnis menyumbang total US$9,1 miliar ke PDB global pada 2019. Kedua segmen harus diizinkan untuk dimulai kembali untuk mendorong keuntungan finansial dan memulihkan kehilangan pekerjaan, dan kami berharap negara lain akan mengikuti jejak ini dan membuka kembali dengan aman  perjalanan internasional khususnya Inggris.

 “Mengizinkan perusahaan untuk melanjutkan bisnis di wilayah keuangan utama akan sangat penting untuk pemulihan.  Perjalanan terkait pekerjaan antara AS dan Inggris saja menyumbang lebih dari US$1,3 miliar untuk ekonomi Amerika pada tahun 2019.

“Saat kita mulai keluar dari pandemi, memulihkan mobilitas antara dua pusat keuangan teratas ini, akan memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali bisnis internasional dan  pada gilirannya ekonomi,”

Apalagi musim panas adalah musim utama untuk liburan keluarga, jadi kami berharap untuk melihat langkah-langkah dicabut untuk memungkinkan para wisatawan mengunjungi tujuan favorit mereka di sisi lain Atlantik.

Tingkat vaksinasi saat ini di AS (hampir 47% divaksinasi penuh) dan Inggris (hampir 49% divaksinasi penuh) telah mendorong pemerintah di kedua sisi Atlantik untuk membangun kembali koridor perjalanan internasional.

Pemulihan keuangan untuk sisa tahun 2021 dan seterusnya bertumpu pada pemulihan mobilitas untuk pelancong bisnis dan liburan.

 “Sekarang adalah waktunya bagi AS dan Inggris untuk mengambil kepemimpinan dengan menetapkan standar baru untuk bepergian melintasi perbatasan dengan aman, memungkinkan perusahaan dan pelancong untuk bertemu dan menjelajah secara langsung di kedua sisi Atlantik.” kata Virginia Messina.

 

Perketat aturan masuk ke Indonesia

Mulai 6 Juli, Masuk ke Indonesia Harus Vaksin

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Telah terjadi peningkatan persebaran Virus SARS-CoV-2 dan SARS-CoV-2 varian baru (Alpha, Beta, Delta, dan Gamma) di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia merespon perkembangan tersebut dengan menetapkan Addendum SE Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi COVID2019. Ketentuan khusus bagi pelaku perjalanan internasional yang masuk ke wilayah Indonesia guna memproteksi WNI dari imported case.

Adendum ditetapkan untuk melindungi warga negara dari paparan COVID

Berkaitan dengan hal tersebut Menkomarinves Luhut Binsar Panjahitan menegaskan terhitung sejak 6 (enam) Juli 2021, seluruh Warga Negara Asing (WNA) yang masuk ke Indonesia wajib mengantongi kartu/ bukti vaksin.

“Seluruh WNA yang ke Indonesia, mulai 6 Juli 2021, harus menunjukkan kartu vaksin (fully vaccinated) dan hasil PCR negatif COVID-19 sebelum bisa masuk Indonesia. Pengecualian sertifikat vaksin diberikan kepada diplomat dan kunjungan pejabat asing setingkat menteri sesuai dengan praktek hubungan diplomatik yang juga diterapkan negara lain” kata Jubir Jodi Mahardi.

Menko Luhut memaparkan, sementara untuk WNI yang akan masuk ke Indonesia namun belum mengantongi kartu vaksin, harus terlebih dahulu menunjukkan PCR negatif COVID-19 sebelum kedatangan, dan setelah dikarantina dan terbukti negatif PCR akan langsung diberikan/ dilaksanakan vaksin.

“Aturan karantina, baik bagi WNA mau pun WNI, akan menjalani karantina selama 8 hari dengan 2x test PCR, yaitu saat kedatangan dan pada hari ke 7,” jelas Jubir Jodi.

Karantina 8 Hari

Adapun mengenai batas karantina selama 8 (delapan) hari, sesuai arahan Kementerian Kesehatan dengan pertimbangan: Dibutuhkan pengetatan masa karantina pelaku perjalanan internasional sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan menghadapi baru (variant of concern). Diingatkan bahwa median inkubasi virus SARS-CoV-2 varian Delta dan Alpha adalah 4 hari. Maka, masa karantina 8 hari berarti mencakup dua kali lipat median masa inkubasi virus tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, karantina 8 hari dilakukan dengan kombinasi entry & exit testing RT-PCR yang dilakukan pada saat ketibaan pelaku perjalanan (hari pertama) dan diulang pada hari ke-7(ketujuh). Entry testing dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi penularan dari pelaku perjalanan. Sedang, exit testing dilakukan pada hari ke-7 untuk menunggu masa inkubasi virus, sebagai antisipasi virus belum terdeteksi pada tes pertama.

Kombinasi karantina dan entry-exit testing (hari ke-1 dan ke-7) dapat mencegah penularan pasca karantina, dengan probabilitas penularan < 0,25%. Implementasi karantina pelaku perjalanan perlu dilakukan dengan disiplin dan ketat, agar tidak terjadi penularan di masa karantina.*

Serba Kekurangan di Bisnis Perjalanan Musim Panas  AS yang Hebat 

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Setelah mimpi buruk  selama satu setengah tahun terakhir, para eksekutif di hotel, persewaan jangka pendek, tujuan dan bahkan maskapai penerbangan di AS menghadapi rasa sakit yang akut dari peluang yang hilang musim panas ini ketika banyak yang memprediksi industri perjalanan dan pariwisata akan melihat salah satu lonjakan permintaan terkuat dalam catatan.

Di sisi pelancong ada persamaan, akan ada tujuan terjual habis, layanan tambahan di hotel dan restoran yang dibanjiri, tempat duduk siku-siku di penerbangan, dan atraksi yang tidak mungkin dikunjungi karena jalur masuk tidak akan ada habisnya, dan tempat parkir padat oleh kendaraan bahkan  bemper ketemu bemper.

Dapur banyak yang sampai kekurangan tenaga kerja besar musim panas 2021.

“Kekurangan tenaga kerja di seluruh industri dapat menempatkan penyedia perjalanan pada risiko tidak dapat mengembalikan kapasitas cukup cepat untuk memenuhi permintaan, yang dapat menyebabkan hilangnya pendapatan,” kata Jason Guggenheim, kepala perjalanan global BCG.

 “Selanjutnya, ini juga menciptakan risiko pengiriman, dengan gangguan layanan, pembatalan, dan elemen pengalaman produk ditutup atau beroperasi pada jam tertentu, seperti restoran tertentu di resor mungkin tidak memiliki staf untuk buka meskipun hotel sedang dalam kapasitas.” tambahnya.

Tetapi tidak bisakah perusahaan perjalanan memperbaiki pemutusan penawaran dan permintaan tenaga kerja ini dengan menawarkan upah yang lebih tinggi? Tidak sesederhana itu, menurut Guggenheim.

“Perusahaan perjalanan akan dan mau membayar lebih untuk mengembalikan jumlah tenaga kerja yang tepat, tetapi permintaan masih fluktuatif sehingga memastikan mereka membawa kembali tenaga kerja dengan bijaksana. Hal ini  sangat penting untuk struktur biaya dan kemampuan mereka untuk menghasilkan margin dan arus kas yang positif,” kata Guggenheim. 

Menurut dia, hampir setiap perusahaan perjalanan memiliki neraca yang lebih lemah sekarang dibandingkan dengan pra-pandemi, menempatkan penekanan lebih besar pada menghasilkan arus kas positif dan perlahan-lahan mengurangi beban neraca yang melemah.

Inilah sektor demi sektor melihat permintaan perjalanan dan pemutusan kekurangan tenaga kerja di AS.

Kekurangan tenaga kerja pemilik hotel 

Dilansir dari Skift.com, perusahaan hotel besar mengharapkan musim panas ini menjadi yang terbaik dalam catatan perjalanan liburan, tetapi ada krisis kekurangan tenaga kerja yang membatasi seberapa baik kinerja beberapa properti.

Perekrutan hotel di AS melambat bulan lalu tepat sebelum dimulainya musim perjalanan musim panas: 35.000 pekerjaan yang ditambahkan sektor hotel pada bulan Mei lebih sedikit dari 54.000 pekerjaan yang ditambahkan pada bulan April. 

Para ekonom sebelumnya mengatakan kepada Skift bahwa industri setidaknya perlu mempertahankan kecepatan perekrutan April untuk dapat menangani lonjakan pelancong musim panas dengan lebih baik.

MCR, pemilik hotel dan operator di balik properti seperti TWA Hotel di New York City, memiliki 600 hingga 700 posisi terbuka yang harus diisi oleh para pemimpin perusahaan karena berbagai alasan, kata CEO Tyler Morse selama Skift Hospitality & Marketing Summit lalu.

Kekurangan tenaga kerja membuat beberapa operator hotel melakukan segalanya mulai dari memperingatkan tamu bahwa mereka harus bersabar dengan staf yang terlalu banyak bekerja hingga memotong layanan seperti tata graha harian. 

Hotel-hotel lain, seperti Heckfield Place di Inggris, terkadang memiliki kapasitas tamu yang terbatas untuk mempertahankan tingkat layanan biasa bagi para tamu.

Masalah kekurangan staf mungkin tampak seperti penggaruk kepala mengingat betapa dahsyatnya pandemi ini untuk perjalanan: Sekitar 62 juta pekerjaan perjalanan dan pariwisata hilang secara global akibat pandemi, menurut laporan Boston Consulting Group baru-baru ini.

Banyak operator menunjuk pada tambahan $300 dalam tunjangan pengangguran federal mingguan yang berlangsung hingga awal September di AS sebagai penyebab utama kekurangan staf; meskipun, beberapa ekonom membantah klaim ini.

Yang lain menunjukkan kurangnya pengasuhan anak, berlanjutnya masalah kesehatan selama pandemi, dan bahkan migrasi permanen dari perhotelan ke pekerjaan bergaji lebih tinggi sebagai pendorong lain karena kurangnya pekerja.

Sementara industri optimis masalah tenaga kerja pada akhirnya akan teratasi, itu pasti tidak akan menemukan perbaikan pada waktunya untuk musim panas.

“Dua tahun dari sekarang itu tidak akan menjadi masalah, tetapi, tergantung pada pasar tempat Anda berada, akan ada beberapa perubahan sistemik, dan kita semua hanya harus membajak dan menunggu,” kata Morse dari MCR.

Sewa Jangka Pendek Menghadapi Kekurangan Persediaan

Perusahaan persewaan jangka pendek seperti Airbnb dan Vrbo berusaha keras untuk mendaftarkan tuan rumah guna memastikan mereka akan memiliki properti yang cukup musim panas ini di AS untuk memenuhi apa yang diperkirakan akan menjadi peningkatan permintaan yang besar, tetapi kemungkinan mereka akan gagal.

“Anda tidak dapat memecahkan masalah karena tidak ada cukup rumah di Outer Banks [Carolina Utara] untuk semua orang yang ingin pergi ke Outer Banks musim panas ini,” kata Jeff Hurst, presiden Vrbo dan pemasaran bersama Expedia Group. , di bulan Mei. “Beberapa orang harus tidak pergi ke Outer Banks musim panas ini.”

Berbicara pada pertemuan puncak Skift tentang persewaan jangka pendek, Hurst mengatakan Vrbo bermaksud untuk memperluas dari seluruh rumah ke jenis inventaris terkait lainnya seperti resor untuk memenuhi permintaan, tetapi dia mengakui tujuan ini aspiratif, dan tidak akan terjadi pada waktunya untuk musim panas saat ini.

Airbnb melihat “pemulihan yang kuat” dalam perjalanan domestik AS, dan operasi perusahaan di Eropa telah meningkat setiap bulan pada tahun 2021, Chief Financial Officer Dave Stephensen mengatakan pada konferensi Nasdaq lalu.

Jadwal Pangkas Maskapai

American Airlines membatalkan lebih dari 300 penerbangan bulan Juni lalu karena cuaca buruk dan masalah kepegawaian di AS. Meskipun diperkirakan tidak akan berdampak material pada keuangan, situasi tersebut menyoroti tantangan lain yang dihadapi industri: tumpukan pelatihan kru.

Setelah pembatalan, American akan memangkas jadwalnya sekitar 1 persen – atau sekitar 200 atau lebih penerbangan per minggu – dari jadwalnya hingga Juli. 

Hal Ini akan memungkinkannya mengejar sertifikasi ulang pilot yang cuti sebentar musim gugur lalu, serta awak kereta yang mengubah jenis pesawat yang mereka terbangkan.

Delta Air Lines juga menghadapi kekurangan staf pilot serupa yang memaksanya untuk membatalkan beberapa ratus penerbangan dan membuka blokir kursi tengah lebih awal dari yang direncanakan pada bulan April. 

Maskapai yang berbasis di Atlanta telah menghadapi backlog pelatihan ulang pilot pada jenis pesawat baru setelah mempercepat pensiunnya Boeing 777 dan keluarga McDonnell Douglas MD-88 tahun lalu.

Masalah kepegawaian muncul bahkan setelah maskapai penerbangan AS menerima lebih dari US$70 miliar dalam bantuan virus corona federal. Namun, dana tersebut tidak banyak berarti ketika tidak ada waktu simulator yang tersedia untuk melatih lebih banyak pilot. 

Air Current menunjukkan masalah ini setahun yang lalu ketika memperkirakan “kemacetan” yang akan datang dalam acara pelatihan yang dapat membatasi kemampuan industri untuk pulih dengan cepat.

Ini bukan untuk mengatakan maskapai mengharapkan sesuatu yang kurang dari musim panas gangbuster. Pesawat akan penuh dan bandara sibuk. Satu-satunya hal yang hilang adalah pelancong bisnis yang menguntungkan yang merupakan kunci industri untuk kembali ke profitabilitas.

Destinasi Ramai

Dengan banyak tujuan internasional yang masih terlarang atau baru saja muncul dari hibernasi akibat COVID, beberapa area pantai dan resor AS, serta atraksi lainnya, mungkin dibanjiri turis.

Misalnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Taman Nasional Arches di Utah sering tutup pada pukul 9 pagi akhir-akhir ini, dan menyarankan pengunjung untuk kembali beberapa jam kemudian jika mereka ingin masuk.

Pada Selasa pagi, situs web taman menyatakan: “Taman saat ini penuh, dan kami untuk sementara menunda masuk ke taman. Kendaraan yang mencoba memasuki taman harus kembali di lain waktu. Pertimbangkan untuk kembali nanti sore atau mengunjungi tempat wisata terdekat lainnya.”

Canyonlands yang kurang populer, yang dapat memiliki waktu tunggu yang lebih pendek, telah menjadi dermawan karena pengunjung yang diblokir untuk memasuki Arches mencoba Canyonlands sebagai gantinya, kata cerita Wall Street Journal.

CEO Airbnb Brian Chesky telah mengatakan berkali-kali sejak awal pandemi bahwa para pelancong akan mengubah pola mereka dan mengunjungi tujuan yang tidak biasa. Itu akan terjadi karena kebutuhan pada musim panas 2021 karena tujuan-tujuan yang biasa-biasa saja l, seperti yang dideskripsikan, akan penuh sesak.

Efek riak dari pertemuan bisnis yang terlewatkan

Selama setahun terakhir, sebagian besar bisnis mengelola tanpa pertemuan langsung, karena panggilan Zoom mengambil alih. Penawaran masih dilakukan. Tetapi efek tetesan dari pertemuan-pertemuan yang tidak terjadi di dunia nyata sangat memukul.

Sangat mudah untuk membayangkan. Sopir taksi melewatkan penumpang yang pergi dari kantor ke bandara. Maskapai kehilangan tarif kelas bisnis yang menggiurkan, hotel mengabaikan pemesanan, restoran tidak mendapatkan reservasi makan, dan banyak perjalanan taksi lainnya tidak pernah terjadi. 

Penggunaan kartu kredit perusahaan akan menghasilkan pendapatan yang bagus untuk bisnis yang berhubungan dengan perjalanan dan transportasi selama setahun terakhir ini.

Sekarang bayangkan efek berganda MICE

Karyawan di A.S. telah mendapatkan kembali kebebasan yang cukup, tetapi rantai dermawan yang luas ini belum jelas.Meskipun pemesanan meningkat dan tanda-tanda positif di seluruh industri, kebijakan perjalanan tetap membatasi.

Tidak heran CEO Hilton telah bergabung dengan kampanye baru untuk meyakinkan lebih banyak negara bagian untuk mengizinkan lebih banyak “pertemuan yang dikelola secara profesional” untuk memulihkan musim panas yang hilang.

Secara internasional, itu masih tidak terlihat bagus. Menurut jajak pendapat baru-baru ini, hanya 12 persen responden yang mengatakan perusahaan mereka telah melanjutkan perjalanan bisnis internasional yang tidak penting.

“Penelitian kami mengatakan perlu beberapa waktu bagi perusahaan untuk mengizinkan banyak perjalanan – atau bahkan jenis perjalanan yang sama – seperti yang mereka lakukan sebelum pandemi,” kata Suzanne Neufang, CEO Asosiasi Perjalanan Bisnis Global, yang melakukan jajak pendapat pada  7-11 Juni 2021 lalu.

Penurunan aktivitas ini akan diperparah oleh lebih sedikit pekerja yang kembali ke kantor secara permanen setelah pandemi (atau hanya lebih sedikit kantor), yang berarti masa depan yang tidak pasti bagi perusahaan perhotelan yang berbasis di kota pada khususnya.

 

Cara Jadi Wisatawan yang Lebih Berkelanjutan & Panduan Beyond Green 

this formate

MAASTRICHT, bisniswisata.co.id: Meskipun pandemi ini begitu menantang, pandemi juga memberikan banyak pelajaran berharga dan jeda yang sangat dibutuhkan untuk mempertimbangkan jenis dunia apa yang ingin kita tinggali di masa depan – dan bagaimana kita ingin bepergian.

Dilansir dari Hospitalitynet.org, dengan penguncian global yang terus meningkat, “orang-orang melihat kehidupan dengan tujuan dan makna yang lebih dalam,” kata Costas Christ, Pakar Keberlanjutan Global dan Direktur Eksekutif Beyond Green – merek hotel kepemimpinan berkelanjutan baru yang diluncurkan pada bulan April.

“Dan ini berarti memperlambat untuk menikmati setiap momen, merangkul keindahan alam, peduli pada orang lain, dan melindungi planet kita.” kata Costas Christ.

Perjalanan masa depan, tambahnya, harus fokus pada bagaimana kita semua dapat melakukan perjalanan dengan lembut, sebuah filosofi yang menjadi inti dari Beyond Green yang meninggalkan dampak positif pada tempat-tempat yang kita kunjungi.

Costas, yang juga membantu menetapkan Kriteria Pariwisata Berkelanjutan Global fari Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB) membagikan sarannya tentang bagaimana para pelancong dapat melangkah lebih bertanggung jawab.

Perjalanan penuh rasa syukur, hormat dan berdampak 

Bepergian dengan lembut dan penuh rasa syukur berarti tidak pernah melupakan kita berada di rumah, komunitas, dan negara orang lain. Itu berarti selalu bersyukur atas hak istimewa berada di sana.

Dalam kehidupan kita yang serba cepat, terkadang kita melupakan kekuatan dan tujuan dari rasa syukur dan kepercayaan, tetapi perjalanan dan pariwisata harus fokus pada merayakan keragaman budaya dan menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang lokal yang kita temui. 

Dalam arti sebenarnya, perjalanan melintasi dunia ini mencerahkan. Dan dengan kesadaran ini muncul tanggung jawab yang lebih besar untuk bepergian dengan lembut dengan fokus pada dampak positif bagi orang dan tempat yang kita kunjungi.

Lakukan penelitian anda

Sebelum mendaftar, ajukan tiga pertanyaan kepada perusahaan perjalanan atau hotel Anda: Dapatkah Anda memberikan contoh bagaimana Anda beroperasi dengan cara yang ramah lingkungan?

Bagaimana Anda mendukung dan promosikan keragaman budaya dan melindungi alam? Dan terakhir, bagaimana – dan dengan cara apa – apakah hotel atau perusahaan perjalanan Anda bermanfaat bagi masyarakat setempat? 

Jika Anda tidak bisa mendapatkan jawaban langsung dan contoh untuk setiap pertanyaan ini, lanjutkan dan temukan perusahaan wisata atau hotel lain yang dapat memberikan jawaban yang jelas.

Saat ini ada begitu banyak pilihan bagus, dan kami menciptakan Beyond Green untuk memudahkan perjalanan berkelanjutan. Semua anggota Beyond Green telah menjalani penelitian terperinci untuk menunjukkan prinsip keberlanjutan mereka dalam tindakan dan dampak.

Sadar membuat  keputusan 

Pilih untuk membeli barang dari pengrajin lokal dan bisnis milik keluarga untuk memastikan uang Anda masuk ke komunitas dengan cara yang benar. Dan jangan pernah membeli produk satwa liar sebagai oleh-oleh. Katakan saja tidak pada bulu, cangkang, kulit, dan produk satwa liar lainnya untuk dijual. Dengan cara ini Anda juga dapat membantu mengakhiri perdagangan ilegal satwa liar.

Berikan cara yang benar

Alih-alih membawa barang-barang seperti pakaian, buku, pensil, dan hadiah untuk dibagikan kepada penduduk desa, carilah organisasi nirlaba lokal terkemuka yang berfokus pada pembangunan sosial dan ekonomi di tingkat masyarakat dan bermitra dengan mereka. 

Memberi dampak yang benar adalah tentang pemberdayaan masyarakat. Tempat yang baik untuk memulai adalah dengan organisasi wanita, seperti yang telah ditunjukkan berkali-kali, bahwa mendukung usaha mikro wanita memiliki dampak yang lebih besar untuk menyentuh dan membantu lebih banyak kehidupan.

Naik KA, sepeda dan jalan kaki

Tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga akan membantu Anda merangkul perjalanan yang lambat, yang semuanya tentang mengalami dan merasakan, lebih dari sekadar melihat, suatu tempat.

Saat Anda benar-benar perlu terbang, gunakan penyedia offset karbon yang andal, dan pilih penerbangan non-stop vs. koneksi.

Berakar pada keberlanjutan sosial, portofolio global BeyondGreen dari 29 hotel, resor, dan penginapan melampaui dasar-dasar keberlanjutan untuk juga merangkul prinsip-prinsip dasar seperti upah yang adil, kesetaraan gender, inklusivitas, dan perlindungan budaya asli dan lokal.

 

Pandemi masih dapat melaukan talk show hal career

Virtual Career Fair 2021 Bali

this formate

 

SANUR, BALI, bisniswisata.co.id:  “Apakah syarat untuk seseorang menjadi digital nomad?”, tanya Rio Pasaribu CEO Founder REDY Indonesia selaku pemandu pada Talk Show Virtual Career Fair di Sanur.  Event bertajuk BALI kemBALI BEKERJA, menghadirkan 11 pembicara tamu dari beragam profesi.

Menanggapi pertanyaan tersebut Jeffrey Wibisono V, General Manager House of OM —perusahaan holistik berbasiskan komunitas dan Sekolah guru yoga — menyatakan, digital nomad itu sangat spesifik.

https://www.youtube.com/watch?v=e525UxKlQz0

Menurut Jeffrey, digital nomad adalah orang yang memiliki skill-set, self-starter, matang dalam keilmuannya, produktif dengan less supervision. Sebagai individu, memiliki kemampuan berkolaborasi dengan orang lain dengan skill-set berbeda. Kemampuan berkolaborasi, bekerjasama membangun ekosistem dalam lingkup sektor-sektor industri pendukungnya.

Pembicaraan dalam talk show berlanjut dan berkembang, bahwa lazimnya tuntutan pekerjaan adalah menguasai bahasa asing, minimum bahasa Inggris. Alasannya? Seorang digital nomad secara  nasionalis adalah “diplomat” informal bagi negara asalnya. Dan menjadi seorang diplomat harus mampu berdiplomasi, untuk mampu berdiplomasi, tentunya harus menguasai bahasa orang-orang yang akan berkaitan erat dengan misi nasional yang diemban, jelas Jeffrey.

Caranya?

Tips cara belajar termudah adalah dengan melakukan yang kita senangi. Misalnya menonton film yang bahasa Inggris tanpa text. Atau mendengarkan lagu. Latihan mendengar dan mengucapkan kata perkata dengan suara keras dan berulang-ulang untuk mendapat aksennya. Hafalkan saja. Kalau sudah lancar, baru belajar grammar-nya, ungkapnya lebih jauh.

Personality Introvert menjadi Extrovert

Bagaimana dengan mereka yang introvert memasuki dunia digital nomad?

Perlu diketahui, Jeffrey  penulis buku “ Catatan Edan Penuh Teladan”  adalah seorang introvert kemudian menjadi extrovert dan juga telah menjalankan dunia kerja yang “ memerdekan diri” dari keterbatasan ruang dan waktu.

Menurut Jeffrey, jawabannya adalah dari berlatih untuk membantu orang lain. Kata kunci nya, dari telephone courtesy “How can I help you?” Dengan berbekal kata kunci “help” ini, tegasnya kemampuan berinteraksi dengan orang lain meningkat terutama yang berhubungan dengan pekerjaan. Kemudian mampu membuka diri dengan belajar dari orang lain.

Dalam sejarah karir Jeffrey dengan berbekal bahasa Inggris dan kemampuan berkomunikasi, dia dikenal sebagai seorang salesman dan praktisi public relations yang diperhitungkan. Dia adalah owner Hospitality Industry Consultant Indonesia in Bali, Telu Learning Consulting,  Jasa Konsultan Hotel, menejer di  House of Om, juga seorang  copywriter.

Talk Show dengan gaya informal menekankan pada hal salesmanship yang memerlukan relationship jangka panjang dalam membangun dan membina kepercayaan. Profesi salesman dan customer service membantu orang lain, sebagai solution provider. Dan pekerjaan tersebut menjadi salah satu pilihan pekerja digital nomad dengan dukungan teknologi sebagai tools kerja.

Talkshow ditutup oleh Rio Pasaribu dengan pesan “Jangan pernah putus asa. Tetaplah berusaha. Pada saat butuh pertolongan, nyatakanlah”

 

Aturan baru perjalanan menggunakan angkutan udara

Aturan Baru Perjalanan Orang Dengan Transportasi Udara

this formate

JAKARTA,bisniswisata.co.id: Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan Surat Edaran (SE) Nomor 45 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang berlaku mulai 5 Juli 2021.

Surat dengan tujuan untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia dengan melakukan pembatasan mobilitas orang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menegaskan bahwa pembatasan ini hanya berlaku untuk mobilitas orang, sedangkan angkutan logistik tetap berjalan seperti biasa.

“Surat Edaran ini merupakan tindaklanjut dari SE Satuan Tugas COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021. Aturan terbaru ini berlaku untuk mengatur pembatasan mobilitas orang saja, sedangkan untuk angkutan logistik tetap berjalan seperti biasa”, ujarnya.

Bagi pelaku perjalanan yang melakukan penerbangan antar bandar udara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan Pulau Bali, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin pertama) dan surat keterangan negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam.

“Aturan baru bagi calon penumpang jasa transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan vaksin dan surat keterangan negatif tes RT-PCR  berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan antar bandar udara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan Pulau Bali”, tegasnya.

Sementara itu, aturan mengenai pelaku perjalanan yang akan melakukan mobilitas selain di Pulau Jawa dan Bali, maka diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Masyarakat yang hendak bepergian, hendaknya menyesuaikan persyaratan perjalanan transportasi udara, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat beberapa masyarakat ada yang belum melakukan vaksinasi. Khusus bagi yang belum vaksinasi dikarenakan alasan medis, maka wajib membawa surat keterangan dari dokter spesialis yang bersangkutan”, ujar Dirjen Novie.

Kebijakan Pemprov Bali

Masyarakat diminta taat PPKM Darurat

Sementara di Bali instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali yang ditindaklanjuti Gubernur Bali dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Pada poin 3 huruf l SE Gubernur Bali No.9 Tahun 2021 disebutkan bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin suntik 1), surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan dengan transportasi darat dan laut wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin suntik 1), surat keterangan hasil negatif uji SWAB berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya di Denpasar, calon penerima vaksin harus dalam keadaan sehat. Karena itu akan dilakukan screening sebelum bisa mendapatkan vaksinasi.

Selain itu wajib menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), calon penerima vaksin agar membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), khususnya untuk usia dibawah 18 tahun. Sedangkan bagi penyintas COVID-19 bisa mendapatkan vaksin tiga bulan setelah negatif COVID-19.

Masih terkait PPDN, selain kebijakan  vaksin, juga disampaikan arahan harga tes PCR dan antigen. Gubernur Koster meminta biaya swab tes PCR diturunkan menjadi 700 ribu rupiah. Begitu juga dengan SWAB tes rapid antigen agar diturunkan menjadi 100 ribu rupiah.

laut biru

Halim Chandra Berkontribusi Pada Masyarakat Lokal Lewat Mereren Village.

this formate

CANGGU,Bali, bisniswisata.co.id:  Ada beberapa pulau tetangga yang dekat dengan Bali.  Ada 3 yang paling terkenal, terletak sekitar 20 km dari Bali ke Tenggara yang dikenal sebagai Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan. 

Masing-masing pulau ini memiliki tujuan wisata dan seni yang unik.  Bagi banyak orang, ketiga pulau ini mungkin tidak dikenal sebagai bagian dari kabupaten Bali.  Betapa tidak, mereka memberikan kontribusi yang besar bagi perkembangan pariwisata di daerah Bali. 

Di antara ketiga pulau tersebut, Pulau Nusa Penida adalah yang terbesar, dan juga dikenal sebagai tujuan terbaik untuk scuba diving.  Meskipun dua pulau lainnya, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan terletak terpisah, secara administratif masih termasuk dalam wilayah Nusa Penida.

Kepulauan ini termasuk dalam wilayah kabupaten Klungkung.  Selat Badung memisahkan pulau-pulau dan Bali daratan. Di Pulau Nusa Penida,  pengunjung bisa menemukan pantai murni yang indah dan beberapa tempat konservasi yang melindungi tanaman, burung, dan juga penyu.  

villa
Deretan villa di Mereren Village menghadap pantai di Nusa Penida

Saat menyelam di Pulau Nusa Penida, kemungkinan besar penyelam  akan melihat pelagis besar, seperti Manta Ray (Manta Birostris) di beberapa lokasi dan Mola Mola (Oceanic Sunfish).  Jika beruntung, terkadang juga akan melihat hiu paus.

Meski bukan hobby diving, namun Halim Chandra berkunjung ke Nusa Penida di medio  2016 karena mendengar ada peluang komoditi rumput laut dan kopra di sana.

Niat awalnya adalah ingin diversifikasi usaha. Sebagai developper yang menbangun perumahan, apartemen, rumah toko ( Ruko), Halim datang dan menemukan hanya ada 7 hotel yang bisa menjadi pilihannya untuk menginap.

“Hotelnya sudah berkisar harga Rp 1 jutaan per malam dan begitu menikmati keindahan pulau ini langsung fokusnya jadi ingin bikin villa bukan cari rumput laut tapi cari lokasi terbaik,” kata Halim Chandra, pemilik Mereren Village, Nusa Penida.

Tak perlu lama, tahun 2017 dia datang lagi dan langsung tidak pulang-pulang ke Jakarta dan ibaratnya jadi Bang Toyib yang tidak pulang-pulang seperti lirik lagu dangdut.

” Saya langsung investasi bangun 7 villa di atas lahan yang strategis. Dengan sistem investasi dan partnership nantinya saya bisa total bangun 36 villa,” kata Halim Chandra.

Menyasar kelas premium, Mereren Village yang artinya berhenti sejenak atau singgah mulai beroperasi pada 2019. Sejarah kelahirannya sudah menghadapi  Gempa Lombok, juli 2018 di susul dengan erupsi Gunung Agung kedua di bulan Desember di tahun yang sama.

Belum genap setahun beroperasi Mereren Village menghadapi pandemi global masuknya virus Corona hingga sekarang. Tamu yang semula 95% dari Eropa kini justru sebaliknya 95% adalah wisatawan lokal maupun dari nusantara.

” Tamu bule juga ada tapi yang nyasar saja alias digital nomad asing yang tertahan tinggal di Bali ,” kata Halim sambil tergelak. Maksudnya wisman yang tidak mau pulang ke negaranya atas nama Corona dengan alasan belum ada penerbangan internasional, pembatasan dan lainnya.

potret
Halim Chandra, pemilik Mereren Village bersama istri

Personal Social Responsibility

Biasa jadi pengembang rumah, apartemen dan ruko, lalu membuat Mereren Village, Halim Candra langsung nyebur di dunia hospitality yang identik dengan keramahtamahan dan pelayanan dari hati.

“Beruntung saya bisa learning by doing alias belajar dan praktik langsung dari tokoh pengusaha lokal yang juga memiliki villa yaitu Wayan Winawan yang membuat saya jadi banyak terlibat dengan komunitas lokal terutama untuk menjaga ekosistem laut Nusa Penida agar terjaga keindahannya “

Wayan Winawan yang putra daerah ini berjasa dalam mengedukasi masyarakat lokal dan membina kalangan perhotelan bahkan bisa dibilang merubah mindsetnya sehingga apapun yang akan dilakukannya kini berorientasi pada lingkungan dan berdampak pada masyarakat. Apalagi semakin peduli lingkungan tantangannya juga mengejutkan.

” Salah satu tantangan yang saya hadapi adalah ketika pertama kali datang ke Nusa Penida hanya ada 7 hotel, sekarang di tahun 2020 lalu saja sudah ada 480 an hotel, homestay, rumah panggung sewa dan sebagainya,”

Persaingannya juga luar biasa karena rumah panggung kayu dari Sulawesi atau Palembang pembangunannya cukup seminggu sudah bisa disewakan pada pengunjung yang datang ke pulau Nusa Penida.

” Untungnya kami menyasar kelas premium jadi bisa tetap fokus pada segmen pasar yang ada tapi tamu akan kembali karena kami menawarkan aktivitas untuk berkontribusi pada masyarakat setempat,”

Menawarkan pengalaman berharga selain aktivitas diving sudah dilakukan Halim Candra dari awal beroperasinya karena semua dimulai dari diri sendiri untuk menjadi orang ‘Nusa Penida’ seperti menyelamatkan terumbu karang, membuat kolam-kolam tadah hujan dan aktivitas lainnya.

Pulau karang Nusa Penida yang indah membutuhkan banyak sumber mata air yang membuat Halim belajar bagaimana khasiat pohon-pohon tertentu mulai dari bambu, pohon Intaran     ( Mimba) yang banyak manfaat untuk umat dan sekaligus kelak sebagai sumber air.

Pohon intaran yang mudah ditemukan di pinggir jalan bisa dimanfaatkan mulai bagian kulit, daun, biji hingga pucuknya untuk menjaga kesehatan. Seperti anti inflamasi, anti bakteri, anti jamur, pencuci darah, detok dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Siapa sangka orang Jakarta ini akhirnya jadi paham bahwa dari satu pohon bernama Pohon Intaran ( Mimba) yang akarnya menghujam ke dalam tanah dan pohonnya menjulang tinggi sebagai pohon pelindung bisa menurunkan sedikitnya 10 derajat suhu panas.

Presiden Soekarno bahkan mengirim ke Arab Saudi untuk menghijaukan Padang Arafah yang panas karena banyak mengeluarkan oksigen. Pada awal-awal pengiriman haji, jemaah Indonesia tidak tahan hawa panas gurun pasir. 

Presiden Soekarno mengirim bibit pohon Intaran dan petaninya sekaligus untuk merawat sehingga di Arab namanya menjadi Pohon Soekarno.

Dalam pengobatan Hindu, pohon Intaran bisa menyembuhkan beragam penyakit termasuk COVID-19, penahan dan pemecah angin dan banyak digunakan untuk ritual keagamaan sehingga menjadi pohon sakral.

Fasilitas Mereren Village dan keindahan taman laut Nusa Penida

Explore Bali, jangan merugi

Dari pengalaman menerima tamu yang didominasi negara-negara Eropa dan memiliki kepedulian tinggi pada ekowisata serta pembangunan yang berkelanjutan, Halim Candra menjadi paham Bali memiliki kekayaan yang bisa membuat wisatawan menjadi peduli pada kelangsungan hidup ke depan.

” Oleh karena itu eksplore Bali karena sesuai julukannya Pulau Dewata, semua wilayahnya cantik jadi saatnya wisatawan nusantara juga datang, jangan merugi karena waktunya sekarang tepat,” katanya.

Banyak juga yang bisa dipelajari dari wisatawan Eropa yang datang. Mereka tidak berfikir pada gaya hidup hari ini, tapi bagaimana mewariskan keindahan alam dan ekosistem yang lestari pada generasi penerus yaitu anak, cucu nanti, tambahnya.

Oleh karena itu dia optimistis menggali kearifan alam dan kearifan lokal pada Wayan Winawan dan penduduk lainnya. membuatnya dapat menggali program yang melibatkan emosional dari tamu, dimana tamu akan terus datang karena memiliki proyek pelestarian alam di Nusa Penida.

” Harga menginap di hotel kami mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 1,5 juta, namun kalau dilibatkan dalam kegiatan Corporate Social Responsibility      ( CSR) atau Personal Social Responsibility ( PSR), tamu mau  merogoh kocek 50 juta hingga ratusan juta karena berbasis community projects, mampu memberi  manfaat untuk masyarakat lokal,” jelas Halim.

Mengajak tamu untuk memiliki pengalaman pribadi dan menjadi bahagia dengan kegiatan penangkaran penyu, menanam mangrove, budi daya pohon Intaran, membuat embung dan aktivitas lainnya menjadi daya tarik wisata bagi orang-orang yang sudah mapan hidupnya.

Harapannya ke depan pemerintah pusat maupun daerah menyerbarkan informasi yang merata untuk seluruh Bali karena potensinya besar. Sayang jika wisatawan nusantara tidak mampu menikmati keindahan Bali yang menjadi tanah airnya sendiri.

Kegiatan di Bali tidak ada habisnya, bagi pebisnis juga begitu yang mau berinvestasi. “Soal rumput laut yang dulu justru menjadi komoditi incaran  tetap akan menjadi diversifikasi usaha saya nanti,” tambahnya

Jepang dan Korea masih membutuhkan rumput laut basah karena kandungan kolagennya untuk bahan kosmetikanya tinggi. Halim terus mempelajari bagaimana bisa mengambil nutrisinya dan diolah menjadi tepung misalnya.

Menyinggung  komoditi kopra dan produksi virgin coconut oil dari buah kelapa, Halim juga tambah bersemangat. Termasuk membahas manfaat tanaman bambu mulai dari rebung, batang hingga daun yang bermanfaat.

Mereren Village bisa menjual langsung nanti produk-produk dari bahan alami sekaligus mengedukasi atas kekayaan flora dan fauna yang kita miliki,”

Sayangnya obrolan di kedai kopi jelang magrib itu harus kami akhiri. Dalam perjalanan pulang di dalam mobil jadi terpikir bagaimana seorang pengembang menjadi hotelier dan membuat pilihan sebagai aktivis lingkungan ?. Hidup memang pilihan termasuk menjadi malaikat penyelamat lingkungan seperti Halim Chandra. Bravo bro !

 

Apa yang Dilakukan Kapal Pesiar Saat Kasus COVID Terjadi Dalam Pelayaran

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Ketika jalur pelayaran mulai kembali beroperasi, wabah COVID-19 yang terisolasi telah terjadi di atas beberapa kapal. Tetapi tidak seperti hari-hari awal pandemi, ketika wabah terjadi di kapal (dan di darat) dalam jumlah massal, kasus COVID-19 ini mewakili kenyataan yang sangat berbeda.

Dilansir dari  cruisecritic.com.au,  Royal Caribbean melaporkan dua penumpang dalam pelayaran Adventure of the Seas saat ini – keduanya berusia di bawah 16 tahun dan karena itu, tidak divaksinasi – telah dinyatakan positif COVID-19. Satu tidak menunjukkan gejala, satunya lagi memiliki gejala ringan.

Royal Caribbean segera menguji orang lain di pesta perjalanan terkait. Semua muncul negatif. Saluran tersebut juga menguji semua kontak dekat, yang semuanya juga dinyatakan negatif.

Penumpang yang terkena dampak dan rombongan perjalanan mereka turun dari kapal selama kunjungannya di Freeport, Bahama. Royal Caribbean mencatat 92 persen penumpang di Adventure of the Seas telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19, sedangkan delapan persen sisanya berusia di bawah 16 tahun.

Apa yang sangat penting di sini adalah bahwa protokol dan prosedur di tempat bekerja. Kedua kasus itu ditemukan sebagai bagian dari pengujian rutin akhir pelayaran Royal Caribbean terhadap semua penumpang.

Kasus COVID-19 di Kapal Lain Telah Diidentifikasi, Ditampung

Insiden ini mirip dengan yang terjadi dua minggu lalu di atas Celebrity Millennium. Kami berada di kapal ketika dua kasus ditemukan sebagai bagian dari pengujian rutin di akhir pelayaran.

Pasangan itu diisolasi di kabin lain, dan penumpang serta awak diuji ulang. Hasilnya: tidak ada penumpang atau awak lain yang terpengaruh.

Wabah terisolasi ini juga telah terjadi di kapal MSC Cruises dan Costa Cruises yang telah berlayar selama pandemi di Italia, dan semuanya telah ditangani dengan aman dan efisien.

Pada bulan Maret 2020, ketika pandemi virus Corona mulai mendatangkan malapetaka di seluruh dunia, tidak ada prosedur seperti itu. Kapal berlayar penuh, dan dunia belajar tentang COVID-19 bersama dengan industri pelayaran.

 Acara terkenal seperti yang terjadi di atas Diamond Princess di Jepang menghadapi COVID-19, meskipun penyebarannya didokumentasikan dengan baik di tempat lain, seperti tempat ibadah, hotel, bar dan restoran, pusat komunitas, dan rumah pribadi.

Penghapusan kasus COVID-19 di dalam pesawat bukanlah suatu pilihan, terutama ketika anak-anak yang tidak dapat divaksinasi dapat membawanya ke dalam pesawat tanpa terdeteksi.

Meskipun beberapa jalur pelayaran seperti Norwegian Cruise Line mengamanatkan bahwa hanya penumpang yang divaksinasi, dan tidak ada orang lain, yang boleh berlayar. 

Peluncuran Vaksin untuk Remaja, Anak-anak Akan Bantu Kelanjutan Kapal Pesiar

Di atas kapal Adventure of the Seas, dua penumpang yang dites positif tidak divaksinasi dan berusia di bawah 16 tahun. Dalam kategori usia tersebut, hasil yang merugikan jarang terjadi dan karena vaksinasi disetujui untuk remaja dan anak-anak dan tersedia bagi mereka, jenis kejadian ini akan berkurang kejadiannya.

Pelancong yang tidak divaksinasi diharuskan memakai masker di atas kapal Royal Caribbean, dan mempraktikkan jarak fisik.

Aturan dan peraturan ini, yang ditetapkan oleh CDC, melampaui apa yang diharapkan dari bisnis di darat. Kapal di laut harus memiliki tes COVID-19 dan rencana isolasi.

Beberapa aturan seperti itu ada untuk perusahaan berbasis lahan. Wabah COVID-19 baru-baru ini di sebuah gedung kantor Florida menewaskan dua karyawan dan beberapa lainnya dirawat di rumah sakit.

Semuanya tidak divaksinasi dan tidak mengenakan masker. Seorang pekerja yang terpapar dan empat orang terinfeksi tidak terkena karena telah divaksinasi COVID-19.

Kembali ke laut, kemungkinan kasus terisolasi akan terus muncul sekarang dan kemudian saat pelayaran dilanjutkan. Tetapi dengan jalur pelayaran yang mengharuskan (atau sangat mendorong) penumpang untuk berlayar dengan mandat vaksinasi penuh, insiden seperti ini harus segera menjadi bagian dari masa lalu.