Fun & Faith”: Generasi Baru Wisata Halal Cari Hiburan Tanpa Tinggalkan Iman

this formate

SINGAPURA, bisniswisata co.id: Pasar wisata halal global kini tidak lagi sekadar segmen kecil di industri pariwisata. Tren perjalanan Muslim semakin berkembang pesat dan menjadi salah satu sektor paling dinamis serta punya nilai ekonomi tinggi di dunia.

Dilansir dari www.crescentrating.com, baru-baru ini, seri webinar Halal Tourism dari CrescentRating mengulas secara mendalam apa yang dicari oleh generasi pelancong Muslim masa kini — khususnya yang menggabungkan antara kesenangan dan nilai religius.

Wisata Halal: Dari Niche Jadi Utama

Jumlah wisatawan Muslim terus meningkat dan diproyeksikan semakin besar seiring pertumbuhan populasi Muslim di seluruh dunia. Sebagian besar dari mereka adalah generasi muda di bawah usia 40 tahun, yang berarti peluang pasar ini sangat besar untuk berkembang di berbagai tujuan wisata global.

Keseimbangan antara iman dan hiburan

Dalam pengambilan keputusan liburan, aspek keimanan bukan sekadar pertimbangan tambahan, melainkan prioritas utama bagi pelancong Muslim.

Namun, generasi baru ini juga tidak ingin pengalaman berwisata terasa monoton atau hanya fokus pada aspek ritual. Mereka mencari kombinasi antara pengalaman menyenangkan (“fun”) dan wisata yang tetap menghormati nilai agama (“faith”).

Tiga faktor yang paling penting ketika memilih jasa perjalanan atau destinasi adalah:

1. Tersedianya sertifikasi halal atau fasilitas yang ramah Muslim
2. Kualitas layanan
3. Harga yang kompetitif
Urutan ini menunjukkan bahwa memenuhi syarat halal harus tetap hadir bersama standar kualitas tinggi dan nilai yang sepadan.

Siapa yang Mendorong Pertumbuhan?

Beberapa segmen yang paling berpengaruh dalam naiknya pasar halal tourism antara lain:*Muslim Millennials: Di usia 35–45 tahun, mereka punya daya beli tinggi dan sering bepergian.

*Wisatawan Muslimah: Perempuan Muslim kini jadi salah satu pengambil keputusan utama dalam perjalanan keluarga, bahkan melakukan perjalanan sendiri.

*Muslim Gen Z: Generasi yang paham digital dan berpengaruh dalam menentukan destinasi, mencari pengalaman autentik serta layanan yang mudah diakses melalui teknologi.

Layanan “Wajib Ada” Bagi Wisatawan Muslim

Agar pengalaman liburan benar-benar ramah Muslim, ada empat hal yang dianggap tidak bisa ditawar:
*Makanan Halal — Tanpa babi, alkohol, dan disiapkan sesuai syariat.
*Fasilitas Salat — Ruang salat bersih, tempat wudhu, serta arah kiblat yang jelas sangat penting.
*Kamar Mandi dengan Fasilitas Air — Ketersediaan air sangat penting bagi kebersihan dan ibadah.
*Lingkungan yang Aman & Ramah — Pelancong Muslim mencari tempat yang bebas dari diskriminasi atau Islamophobia.

Selain itu, fasilitas tambahan seperti layanan khusus Ramadan, pengalaman budaya Muslim lokal, hingga aktivitas yang ramah keluarga atau privat bisa meningkatkan kepuasan perjalanan Muslim.

Strategi Pelayanan yang Lebih Dalam

Untuk membangun hubungan jangka panjang dengan wisatawan Muslim, CrescentRating memperkenalkan kerangka kerja T.R.U.S.T.:
*Transparency (Transparansi)
*Relevance (Relevansi Budaya & Iman)
*Understand Quality (Kualitas Konsisten)
*Social Connection (Koneksi Melalui Digital & Komunitas)
*Thoughtful Rewards (Loyalitas yang Bermakna)

Kerangka ini membantu pelaku industri tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menciptakan pengalaman berkesan yang membuat pelancong muslim kembali lagi

Dari New York ke Bali: Perubahan Rute Carnival Cruise Janjikan Pelayaran Tak Terlupakan bagi Wisatawan Dunia

this formate

NEW YORK, bisniswisata.co.id:  Para penggemar kapal pesiar di seluruh dunia memiliki alasan untuk merayakan. Carnival Cruise Line baru-baru ini mengumumkan perubahan besar pada jadwal pelayaran tahun 2027-28, yang berdampak pada dua kapal terpopulernya: Carnival Firenze dan Carnival Splendor.

Perubahan ini menawarkan pelabuhan asal (homeport) baru, destinasi segar, dan rute internasional yang lebih luas bagi para pelancong.

Dilansir dari www.travelandtourworld.com, carnival memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam pelayaran global, memadukan rute Karibia yang sudah dikenal dengan pelayaran petualangan melintasi Asia dan Australia.

Petualangan Baru Carnival Firenze di New York
Perubahan yang paling signifikan melibatkan Carnival Firenze, yang akan pindah dari Pesisir Barat AS ke Pesisir Timur, dengan New York City sebagai pelabuhan asal barunya.

Relokasi ini membuka peluang menarik bagi wisatawan di Amerika Utara maupun pengunjung internasional yang mencari pelayaran durasi pendek atau menengah.

Penumpang kini dapat menikmati perjalanan 4 dan 5 hari dari New York, mengunjungi destinasi ikonik seperti Bermuda, Portland (Maine), dan Saint John (New Brunswick).

Pelayaran ini menyediakan perpaduan sempurna antara pemandangan indah, pengalaman budaya, dan relaksasi pantai.
Carnival Firenze juga akan menghadirkan pelayaran Karibia Timur yang lebih lama, membawa wisatawan ke surga tropis yang ideal untuk liburan keluarga, pasangan, dan penjelajah solo.

Perpaduan pelabuhan baru dan favorit klasik menjadikan kapal ini pilihan fleksibel untuk berbagai preferensi perjalanan.

Opsi Karibia dan Bermuda yang Diperluas

Meskipun ada penempatan baru di Pesisir Timur, Carnival terus meningkatkan penawaran Karibia-nya. Pelayaran dari New York mencakup pemberhentian di pulau-pulau populer, menawarkan kombinasi pantai berpasir, budaya lokal, dan ekskursi petualangan.

Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan pada tahun 2027 atau 2028, pemesanan lebih awal sangat disarankan. Mengamankan akomodasi lebih awal memastikan akses ke pelayaran musiman, keberangkatan hari raya, dan pilihan kamar (stateroom) terbaik.

Carnival Splendor Menuju Asia dan Australia
Sementara Carnival Firenze menjelajahi Pesisir Timur dan Karibia, Carnival Splendor bersiap untuk memperluas rencana perjalanan internasionalnya. Kapal ini akan memulai pelayaran baru di Asia Tenggara, mengunjungi destinasi seperti Singapura, Lombok dan Bali di Indonesia.

Perjalanan ini memungkinkan penumpang untuk mengalami beragam budaya, lanskap tropis, dan pengalaman kuliner yang unik. Hari-hari di laut menawarkan hiburan lengkap, pilihan bersantap, dan aktivitas rekreasi, membuat perjalanan terasa sama menariknya dengan destinasi yang dituju.

Selain itu, Carnival Splendor akan menawarkan pelayaran lebih pendek yang berangkat dari Sydney, Australia, termasuk opsi 3 dan 4 hari di sekitar pulau-pulau terdekat. Pelayaran ini melayani wisatawan yang mencari liburan singkat dan nyaman sambil tetap menikmati fasilitas kapal pesiar.

Tips Wisata untuk Pelayaran 2027-28

Pembaruan rute Carnival memberikan opsi global bagi wisatawan, namun perencanaan yang matang akan memastikan pengalaman terbaik. Berikut beberapa tips perjalanan:

• Pesan Lebih Awal: Pelayaran New York dan Asia Tenggara diperkirakan akan sangat populer, jadi amankan kamar Anda jauh-jauh hari.

• Periksa Regulasi Perjalanan: Selalu tinjau persyaratan masuk untuk setiap negara, termasuk visa dan panduan kesehatan.

• Pertimbangkan Cuaca Musiman: Perjalanan ke Karibia paling baik dilakukan pada bulan-bulan musim dingin, sementara Asia Tenggara ideal di luar musim kemarau/monsoon.

• Pilih Pelayaran yang Sesuai: Keluarga, pasangan, dan pelancong solo harus memilih rencana perjalanan yang sesuai dengan gaya perjalanan dan ketersediaan waktu mereka.

Mengapa Perubahan Ini Penting bagi Wisatawan

Pembaruan rute Carnival mencerminkan komitmennya untuk menyediakan campuran pelayaran klasik dan petualangan internasional. Dengan memindahkan Carnival Firenze ke New York dan memperluas penawaran Asia serta Australia pada Carnival Splendor, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelajahi dunia melalui laut.

Liburan kapal pesiar memberikan cara unik untuk mengunjungi berbagai destinasi sambil menikmati hiburan, makanan, dan relaksasi di atas kapal. Rute baru ini memudahkan penumpang untuk merasakan budaya global, pemandangan indah, dan pelarian tropis dalam satu perjalanan yang mulus.

Abu Dhabi Amankan Pembukaan Musim Gran Turismo World Series 2026 Bersejarah.

this formate

Saeed Al Fazari, Direktur Eksekutif Urusan Strategis di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata – Abu Dhabi ( kiri)  dan Kazunori Yamauchi, produser seri Gran Turismo, mengumumkan bahwa Abu Dhabi akan menjadi tuan rumah acara pembukaan Gran Turismo World Series 2026, untuk pertama kalinya di Timur Tengah.

ABU DHABI, bisniswisata.co.id : ABU DHABI, UEA – Abu Dhabi akan menjadi tuan rumah acara pembukaan Gran Turismo World Series 2026 untuk pertama kalinya di Timur Tengah, dengan pembukaan musim yang dijadwalkan pada 28 Maret 2026 di Space42 Arena.

Acara penting ini akan menyatukan para pembalap Gran Turismo terbaik dunia dalam kejuaraan elit langsung, melibatkan penggemar lokal sekaligus menampilkan kemampuan esports Abu Dhabi kepada jutaan penonton global.

Dilansir dari traveldailynews.com, pengumuman tersebut disampaikan selama Final Dunia Gran Turismo World Series 2025 di Pusat Kongres Internasional Fukuoka di Jepang. Di atas panggung, Saeed Al Fazari , Direktur Eksekutif Urusan Strategis di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata – Abu Dhabi , secara resmi mengkonfirmasi Abu Dhabi sebagai kota tuan rumah untuk pembukaan musim 2026.

Acara pembukaan Gran Turismo World Series 2026 diselenggarakan oleh Polyphony Digital Inc. , anak perusahaan Sony Interactive Entertainment dan pengembang serta penerbit seri Gran Turismo, bekerja sama dengan Abu Dhabi Gaming .

Abu Dhabi Gaming adalah inisiatif yang dipimpin oleh DCT Abu Dhabi yang mengoordinasikan upaya untuk memposisikan Emirat sebagai pusat game global.

Mengomentari pengumuman tersebut, Saeed Al Fazari mengatakan: “Menjadi tuan rumah pembukaan Gran Turismo World Series adalah momen membanggakan bagi Abu Dhabi dan kawasan MENA yang lebih luas,” ujarnya.

Hal ini mencerminkan ambisi kami untuk menjadi destinasi di mana kemungkinan tidak terbatas. Ini menandai tonggak penting bagi sektor esports dan motorsport, membawa kompetisi global elit ke Emirat, tambahnya.

Ini  menunjukkan kemampuan Abu Dhabi yang telah terbukti untuk menghadirkan pengalaman esports dan motorsport kelas dunia. Abu Dhabi terus menawarkan lingkungan yang aman dan siap menghadapi masa depan bagi bisnis, investor, dan talenta, mendukung visi untuk menjadi pusat global bagi inovasi, hiburan, game, dan motorsport. kata Saeed Al Fazari.

Gran Turismo World Series adalah kompetisi global tahunan yang dirancang untuk menentukan pemain Gran Turismo terbaik di dunia. Kompetisi ini menggabungkan kualifikasi daring yang terbuka untuk pemain di seluruh dunia dengan acara World Series langsung, di mana para pembalap peringkat teratas melakukan perjalanan ke destinasi internasional ikonik untuk berkompetisi di depan penonton langsung.

Kazunori Yamauchi , produser seri Gran Turismo, menyoroti pentingnya debut di Timur Tengah:“Kami sangat senang melihat Abu Dhabi menjadi tuan rumah pembukaan Gran Turismo World Series 2026 pada Maret 2026, menandai pertama kalinya acara ini diadakan di Timur Tengah.”

Ini adalah tonggak sejarah bagi kejuaraan kami dan bukti kehadiran kawasan ini yang semakin berkembang dalam olahraga motor dan esports global. Selain itu, kami senang bahwa Sirkuit Yas Marina, salah satu tempat olahraga motor paling khas di dunia, kini tersedia di Gran Turismo 7, ungkapnya.

“Tujuan kami selalu untuk menghubungkan para pemain dengan sensasi dan warisan balap, dan Yas Marina menawarkan pengalaman unik yang akan beresonansi dengan penggemar olahraga motor dan komunitas game di seluruh dunia.”

Dimasukkannya Sirkuit Yas Marina dalam Gran Turismo 7 semakin memperluas warisan olahraga motor Abu Dhabi ke arena digital, menciptakan peluang baru bagi audiens global untuk terlibat dengan budaya keunggulan kompetitif emirat melalui balap simulasi.

Dari perspektif ekosistem, acara ini juga dilihat sebagai akselerator strategis untuk ambisi gaming Abu Dhabi. Marcos Muller-Habig , Direktur Pemberdayaan Sektor di Abu Dhabi Gaming, mengatakan: “Pengumuman ini menandai momen yang menggembirakan bagi penggemar motorsport dan esports di kawasan ini dan dunia, dan menempatkan Abu Dhabi Gaming di garis depan percakapan balap simulasi global.

Hal ini mencerminkan peran pihaknya  sebagai penghubung mitra dan peluang kelas dunia. Seiring terus mendorong visi Emirat untuk menjadi destinasi global utama dan pusat terkemuka untuk industri game dan esports,.

Acara seperti Gran Turismo World Series 2026 menjadi katalisator pertumbuhan dan tonggak penting dalam perjalanan kami untuk membangun ekosistem yang memberdayakan talenta, menarik kemitraan, dan mempercepat pengembangan bisnis, tegas Marcos Muller-Habig

Gran Turismo, yang dikembangkan oleh Polyphony Digital Inc. , secara luas dianggap sebagai salah satu simulator mengemudi paling akurat secara visual dan dinamis di dunia.

Waralaba ini baru-baru ini melampaui 100 juta unit terjual secara global, yang menggaris- bawahi kinerja komersialnya yang kuat dan pengaruh budayanya di komunitas game dan motorsport.

Dengan dibukanya Gran Turismo World Series 2026, Abu Dhabi semakin memperkuat posisinya di persimpangan esports, motorsport, inovasi, dan hiburan global, serta mempertegas perannya sebagai destinasi yang mampu menyelenggarakan pengalaman olahraga langsung dan digital kelas dunia.

Meet Global MICE Congress 2025 menggandakan jumlah peserta, menarik lebih dari 2.500 profesional industri ke Moskow.0

this formate

MOSCOW, bisniswisata.co.id : Edisi 2025 dari Kongres MICE Meet Global mencatat peningkatan signifikan dalam keterlibatan internasional, menarik lebih dari 2.500 peserta ke Moskow pada tanggal 17-18 Desember lalu,  Jumlah peserta dua kali lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 dan enam kali lebih besar dibandingkan acara perdana yang diadakan pada tahun 2023.

Dilansir dari traveldailynews.com, Forum internasional ini mempertemukan perwakilan dari asosiasi industri, organisasi pemasaran destinasi, biro konvensi dan pameran, klien korporat, dan penyelenggara acara profesional dari 37 negara di seluruh BRICS dan Global South.

Menurut penyelenggara, sekitar 70% peserta adalah eksekutif senior dan pengambil keputusan, sehingga memungkinkan diskusi kemitraan dan perjanjian komersial untuk dimulai langsung selama acara tersebut.

Program kongres berfokus pada peran acara bisnis dan destinasi yang terus berkembang dalam lanskap global yang berubah. Sesi-sesi tersebut mengeksplorasi daya saing destinasi, efektivitas acara bisnis, teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan neuroteknologi, serta pengaruh ekonomi pengalaman yang semakin besar dalam sektor MICE .

Selama dua hari, acara ini juga mencetak rekor dengan lebih dari 8.000 pertemuan bisnis yang telah dijadwalkan sebelumnya dan yang diadakan di lokasi.

Pembicara dan delegasi internasional terkemuka termasuk Marcus Lee , CEO China Travel Online; Tushar Kesharwani , Anggota Dewan Pengurus Biro Promosi Konvensi India ; Ruqaya Cassim , Pelaksana Tugas Direktur Visit Qatar MICE ; Hosea Andreas Runkat , Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia dan Dharmendra Jain , Pendiri dan CEO Actnable AI yang berbasis di Kenya .

Peserta lainnya juga ada Otoritas pariwisata dari Mesir, Yordania, Maladewa, Nepal, Tanzania, dan Uzbekistan juga turut hadir menyoroti pentingnya kolaborasi,

Projeni Pather , Ketua Asosiasi6y766y66666 Penyelenggara Pameran Afrika, menyatakan: “Kolaborasi adalah faktor kunci keberhasilan, baik secara lokal maupun global. Pameran yang datang ke Afrika harus bertindak sebagai mitra solusi, bukan sekadar peserta pameran.”

Kongres tersebut menampilkan 15 sesi bisnis yang terstruktur di sekitar tema-tema utama termasuk konferensi dan pameran, destinasi dan asosiasi, tren dan analitik global, pertemuan dan insentif, strategi bisnis, dan teknologi.

Tema utama untuk tahun 2025, “Persatuan Melalui Keragaman Terbuka: Peluang Baru untuk Pertumbuhan Global,” membingkai diskusi tentang personalisasi, format hibrida, gamifikasi, mega-event, dan model promosi baru untuk destinasi bisnis, dengan perhatian khusus diberikan pada pasar Asia.

BRICS dan Global South, termasuk operator MICE, penyedia transportasi, biro konvensi, asosiasi, dan grup hotel yang berupaya memperkuat visibilitas di pasar negara berkembang.

Pameran khusus seperti “Made in Moscow” dan “Moscow Tea Party” menyoroti inisiatif lokal. Program pembeli undangan menarik 200 pembeli, terutama dari Timur Tengah, India, dan Tiongkok.

Sejak diluncurkan pada tahun 2023, Kongres Meet Global MICE telah memposisikan dirinya sebagai forum pariwisata bisnis internasional terbesar di Rusia.

Kegiatan didukung oleh Komite Pariwisata Kota Moskow , acara ini sejalan dengan upaya yang lebih luas untuk memperkuat profil pariwisata internasional dan acara bisnis Moskow, khususnya di pasar masuk prioritas termasuk Tiongkok, India, negara-negara CIS, dan Timur Tengah.

Bagaimana Pariwisata Global Tahun 2026 ?

this formate

CHESHIRE, bisniswisata.co.id : Angka-angka tersebut terlihat bagus di atas kertas. Pada tahun 2026, dunia akan menyaksikan lebih banyak wisatawan internasional daripada sebelumnya. Ini melampaui rekor tahun 2019 yang dulunya tampak mustahil setelah Covid.

Pendapatan akan meningkat. Lapangan kerja akan bertambah., permintaan perjalanan kelas menengah tetap kuat. Namun, di balik pertumbuhan ini tersembunyi realita yang keras. Pariwisata global menghadapi dunia yang lebih panas dan kurang dapat diprediksi pada tahun 2026.

Dilansir dari tourism-review.com, perubahan iklim semakin cepat. Zona konflik tetap aktif. Inflasi tetap tinggi. AI mengubah industri ini dengan cepat.

Destinasi dan bisnis tidak dapat mengukur kesuksesan hanya berdasarkan jumlah kedatangan. Ketahanan adalah yang terpenting saat ini. Perusahaan harus menarik tamu sekaligus melindungi mereka dari guncangan lingkungan dan ekonomi. Komunitas setempat juga membutuhkan perlindungan.

Pemanasan planet mengubah peta dunia.

Perubahan iklim menentukan jadwal. Musim panas di Mediterania terlalu panas bagi banyak keluarga dan lansia. Kota-kota menjadi sepi ketika suhu mencapai 40°C. Asap kebakaran hutan menyelimuti pantai. Wisatawan memilih tanggal yang berbeda.

Pemesanan musim semi dan musim gugur di Eropa Selatan meningkat pesat. Tempat-tempat yang lebih sejuk di Eropa Utara dan daerah pegunungan kini populer.

Pulau-pulau kecil dan daerah pantai rendah menghadapi masalah citra yang besar. Naiknya permukaan laut dan siklon yang lebih kuat merusak citra sempurna yang telah mereka bangun.

Citra ini telah menopang perekonomian mereka selama beberapa dekade. Para pemimpin yang cerdas berubah dengan cepat. Mereka menjelaskan langkah-langkah keamanan mereka dengan jelas.

Mereka berbicara tentang restorasi hutan bakau dan desain tahan badai. Kejujuran ini membantu mereka bersaing.

Cuaca panas ekstrem dan banjir bandang di Timur Tengah dan Afrika Utara memaksa terjadinya perubahan. Tour dilakukan saat fajar atau senja. Tempat-tempat tersebut menggunakan naungan dan sistem penyemprotan kabut.

Mereka mendaur ulang air. Tempat-tempat yang tidak berubah akan kehilangan pelanggan. Skor kepuasan akan menurun.

Perang dan Desas-desus Perang

Konflik juga mengganggu jalur perjalanan. Perang di Gaza menghentikan pemulihan di Israel, Palestina, Yordania, dan Mesir. Operator tour membatalkan sebagian besar perjalanan keagamaan dan budaya.

Bahkan tempat yang aman pun harus membangun kepercayaan. Mereka membutuhkan pembaruan keamanan secara real-time dan aturan pemesanan yang fleksibel. Rencana keamanan yang terlihat jelas sangat diperlukan.

Pelancong Baru: Lebih singkat, lebih selektif, membawa hewan peliharaan dan terobsesi dengan budaya Pop. Keuangan kelas menengah sedang terbatas. Orang-orang melakukan perjalanan yang lebih singkat.

Mereka memesan lebih lambat dan membandingkan harga dengan cermat. Para pelancong menginginkan “nilai yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan” daripada “kemewahan dengan harga murah.”

Namun, kebiasaan baru mendatangkan keuntungan bagi perusahaan yang berkembang pesat.

Segala hal yang ramah hewan peliharaan: Para pelancong membawa anjing dan kucing. Bandara, hotel, dan restoran harus membuat peraturan yang baik untuk hewan peliharaan. Jika tidak, mereka akan kehilangan pelanggan ini.

Wisata budaya pop: Film, permainan, dan acara menjadi pendorong utama perjalanan. Tempat-tempat tersebut harus menawarkan lebih dari sekadar tempat berfoto.

Sisilia memiliki tour “Teratai Putih”. Seoul menawarkan acara “Permainan Cumi-cumi”. Pengalaman-pengalaman ini mengenakan harga tinggi dan menghindari keramaian.

Hotel kustom: Perangkat digital memungkinkan tamu memilih kamar yang mereka inginkan. Mereka dapat memilih balkon yang menghadap ke utara atau kamar yang jauh dari lift. Mereka juga dapat membayar untuk peralatan gym tambahan.

Bentuk-bentuk pariwisata baru semakin berkembang. Anda bisa menaiki taksi robot Waymo di London pada tahun 2026. Anda mungkin bisa bersantap di restoran robot di Shanghai.

Pertanian vertikal di Singapura menjadi wisata populer. Ini bukan lagi aktivitas khusus. Sekarang, ini adalah alasan utama untuk berkunjung.

Formula Kemenangan untuk Tahun 2026
Destinasi dan bisnis unggulan memiliki tiga ciri yang sama: Mereka menggunakan data iklim untuk setiap keputusan. Ini mencakup berbagai hal, mulai dari penetapan harga hingga konstruksi.

Mereka menangani ketegangan politik dengan jujur. Mereka merespons dengan empati, bukan dengan diam. Mereka membuat kunjungan menjadi bermakna.

Warga setempat mendapatkan manfaat sama seperti para tamu. Instagram penuh dengan foto. dan AI membuat rencana perjalanan. Tetapi perbedaan terbesar adalah manusia.

Perjalanan yang baik tidak hanya menghabiskan uang. Perjalanan menghubungkan budaya,  menyampaikan kebenaran yang sulit dengan penuh keanggunan.

Wisatawan dan tuan rumah saling memahami dengan lebih baik. Hal ini lebih penting daripada menghitung jumlah kedatangan. Koneksi itulah yang akan menjadi warisan sejati pariwisata global pada tahun 2026.

2026: Ketika Pariwisata Indonesia Harus Belajar Bernapas Lagi

2026: Ketika Pariwisata Indonesia Harus Belajar Bernapas Lagi

this formate

“Industri yang sehat, lahir dari manusia yang utuh. Ketika pelakunya kehilangan tawa, fokus, dan damai, pariwisata berhenti menjadi pengalaman—dan berubah menjadi sekadar transaksi.”

The energy for 2026 is fun, focus, and peaceMENJELANG pergantian tahun, sebuah kutipan visual sederhana beredar luas di media sosial: “The energy for 2026 is fun, focus, and peace.”

Bagi sebagian orang, kalimat ini “mungkin” seperti afirmasi ringan, kalimat yang pantas ditempel di meja kerja atau dijadikan wallpaper ponsel.

Bagi saya, —yang telah menghabiskan bertahun-tahun hidup di industri pariwisata dan perhotelan, dari ruang rapat pemilik modal hingga lorong back of the house hotel—kalimat ini terasa jauh lebih dalam. Ia bukan dekorasi. Ia diagnosis.

Diagnosis atas industri yang sedang kehabisan napas.

Pertanyaannya sederhana namun mendasar: apa relevansi “fun, focus, peace” dengan arah pariwisata Indonesia ke depan? Dan lebih jauh lagi, bagaimana tiga kata ini berkelindan dengan Sapta Pesona —Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan— yang selama puluhan tahun menjadi fondasi moral pariwisata kita?

Jawabannya tidak sesederhana jargon. Tetapi justru di situlah urgensinya.

2025: Tahun Ketahanan yang Melelahkan

Tahun 2025 adalah tahun bertahan hidup. Bukan hanya bagi pelaku usaha kecil, tetapi juga bagi hotel besar, destinasi mapan, bahkan brand yang selama ini dianggap “kebal krisis”.

Kita menyaksikan tekanan yang datang dari berbagai arah:

  • ketidakpastian regulasi, khususnya terkait STR (Short-Term Rental),
  • kompetisi platform digital yang bergerak jauh lebih cepat dari adaptasi kebijakan,
  • perubahan perilaku wisatawan yang semakin sensitif terhadap harga namun menuntut pengalaman personal,
  • burnout SDM hospitality yang tidak lagi bisa ditutup dengan narasi “ini memang industri jasa”,
  • serta kondisi kahar dan bencana alam yang memperlihatkan betapa rapuhnya fondasi destinasi jika tidak dikelola secara berkelanjutan.

Industri ini bertahan. Tetapi banyak manusianya lelah. Dan industri yang bertahan tanpa merawat manusianya, sedang menabung krisis lebih dalam.

Karena itu, 2026 tidak cukup dijawab dengan target kunjungan, angka okupansi, atau grafik pertumbuhan.2026 menuntut pemulihan jiwa industri.

FUN: Ketika Industri Lupa Caranya Merasa Bahagia

Salah satu kalimat dalam visual tersebut berbunyi: Spend time with people who make you feel seen.”

Di industri hospitality, kalimat ini terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya sangat subversif.

Berapa banyak karyawan hotel yang bekerja dalam sistem yang menuntut senyum, tetapi tidak pernah benar-benar “melihat“ mereka sebagai manusia? Berapa banyak frontliner yang dituntut ramah, namun tidak pernah ditanya apakah mereka baik-baik saja?

Di titik inilah “fun” kehilangan maknanya.

Fun bukan soal hiburan. Fun adalah indikator kesehatan emosional ekosistem kerja.

Ketika tawa menghilang dari ruang kerja, ketika interaksi berubah menjadi sekadar SOP, ketika keramahan diproduksi secara mekanis, di situlah hospitality kehilangan ruhnya.

Gejala ini nyata dan terukur:

  • meningkatnya kelelahan emosional frontliner,
  • turnover yang tak lagi bisa disebut “lumrah industri”,
  • absennya ruang dialog yang aman antara manajemen dan tim operasional,
  • target yang terus dinaikkan tanpa diimbangi pemulihan psikologis.

Industri yang lelah tidak mampu menciptakan pengalaman yang segar. Dan tamu —secepat apa pun promosi digital— selalu bisa merasakan perbedaan antara keramahan yang hidup dan keramahan “dipaksakan”.

Jika Sapta Pesona berbicara tentang Ramah dan Kenangan, maka fun adalah prasyaratnya.

FOCUS: Menentukan Arah di Tengah Kebisingan

Pesan berikutnya dalam visual itu berbunyi: Say no to pointless meetings. Save your energy for your highest goals.”

Ini bukan sekadar nasihat produktivitas. Ini kritik struktural.

Pariwisata Indonesia sering kali terlihat sibuk—tetapi tidak selalu bergerak.
Rapat panjang tanpa keputusan. Program besar tanpa evaluasi. Kebijakan yang berubah cepat tanpa transisi yang manusiawi.

Kita perlu keberanian untuk bertanya: apa yang benar-benar penting untuk difokuskan di 2026?

Setidaknya ada empat fokus krusial:

  1. Harmonisasi STR dan Hotel

STR bukan musuh. Mereka realitas. Yang dibutuhkan adalah level playing field: pajak setara, standar keamanan, dan perlindungan wisatawan.

Tanpa keadilan regulasi, konflik akan terus berulang dan kepercayaan pasar akan terkikis.

  1. Kualitas Pengalaman, Bukan Sekadar Jumlah

Mengejar volume tanpa kualitas adalah strategi jangka pendek. Pariwisata berkelanjutan dibangun dari pengalaman yang bermakna, bukan statistik kedatangan.

  1. SDM sebagai Aset Utama

SDM bukan biaya. Mereka core asset. Hotel masa depan tidak dibedakan oleh bangunan, tetapi oleh manusia yang menghidupinya.

  1. Digitalisasi Integratif

Digital adalah akselerator, bukan pengganti hospitality. Tanpa fokus pada kualitas layanan, digitalisasi hanya melahirkan kebisingan promosi —tanpa kedalaman pengalaman—.

PEACE: Infrastruktur Emosional yang Terlupakan

Bagian visual yang paling jujur bagi saya adalah: “Let yourself breathe deeply.”

Industri ini jarang memberi ruang bernapas.

Tekanan datang dari segala arah: tamu, pemilik modal, media sosial, regulator. Namun tekanan paling berbahaya adalah tekanan yang tidak terlihat —dipendam oleh manusia di dalam sistem—.

Ketika frontliner menangis setelah shift panjang, itu bukan drama personal. Itu kegagalan sistem.
Ketika GM hidup dalam kecemasan target, itu bukan kelemahan individu. Itu sinyal ketidakseimbangan manajemen. Ketika destinasi dieksploitasi berlebihan, masyarakat lokal yang membayar harganya.

Karena itu, peace bukan afirmasi kosong. Ia adalah infrastruktur emosional industri pariwisata masa depan.

Tanpa peace, semua SOP hanya akan terasa dingin. Tanpa kesehatan mental, keramahan kehilangan kehangatannya.

Arah Kebijakan: Stabilitas, Keadilan, Ketegasan

Jika 2026 ingin menjadi titik balik, maka kebijakan harus berhenti reaktif. Yang dibutuhkan: regulasi STR yang konsisten dan adil, insentif nyata untuk peningkatan kualitas SDM, kolaborasi pemerintah–industri–komunitas yang setara, standar kebersihan dan keamanan destinasi yang seragam, penguatan UMKM lokal dalam rantai nilai pariwisata, digitalisasi untuk transparansi, bukan sekadar promosi.

Pariwisata bukan hanya mesin ekonomi. Ia adalah moral economy —tempat angka dan manusia harus seimbang—.

2026: Tahun Menemukan Nafas

Jika harus dirangkum dalam satu kalimat:

2026 adalah tahun ketika pariwisata Indonesia harus kembali menjadi industri yang membuat manusianya hidup —bukan menguras hidupnya.

Fun untuk memberi napas. Focus untuk memberi arah. Peace untuk memberi makna.

Ketiganya bukan konsep spiritual. Ketiganya adalah strategi masa depan.

Dan bila kita berani menjalankannya, industri ini bukan hanya pulih—tetapi tumbuh menjadi lebih manusiawi, lebih bermartabat, dan lebih berkelanjutan dari sebelumnya. *

Malang, 30 Desember 2025
Jeffrey Wibisono V.
Konsultan Industri Perhotelan dan Pariwisata

Penumpang Liburan Natal Melebihi Ekspektasi di Filipina.

this formate

Penumpang memproses dokumen perjalanan mereka di Bandara Internasional Ninoy Aquino. Lalu lintas penumpang internasional selama periode perjalanan Natal telah melampaui proyeksi awal, dengan lebih dari 61.000 kedatangan tercatat di semua pelabuhan internasional pada 23 Desember. (Foto arsip)

MANILA, bisniswisata.co.id: Lalu lintas penumpang internasional selama periode perjalanan Natal telah melampaui proyeksi awal, dengan lebih dari 61.000 kedatangan tercatat di semua pelabuhan internasional pada 23 Desember 2025

Di Bandara Internasional Ninoy Aquino, petugas imigrasi memproses 49.176 kedatangan internasional dan 61.784 keberangkatan pada tanggal tersebut, kata Biro Imigrasi (BI) dalam sebuah pernyataan pada Malam Natal.

Secara nasional, total lalu lintas penumpang internasional mencapai 61.658 kedatangan dan 66.655 keberangkatan. Peningkatan volume penumpang yang stabil mencerminkan peningkatan perjalanan liburan, kata Biro Imigrasi ( BI)

Tercatat bahwa operasi imigrasi tetap tertib dan terkendali dengan 132 petugas imigrasi tambahan di seluruh negeri dan pengaktifan loket imigrasi bergerak di terminal-terminal yang ramai.

Untuk memastikan kelancaran operasi selama musim liburan, BI telah mengerahkan personel Imigrasi yang ditugaskan untuk operasi garis depan. Mereka juga tidak diizinkan untuk cuti selama musim liburan untuk mempertahankan jumlah tenaga kerja yang memadai.

Biro tersebut juga mengatakan bahwa penggunaan gerbang elektronik (e-gate) yang berkelanjutan telah membantu mengurangi kepadatan di loket imigrasi, sehingga mempercepat waktu pemrosesan.

Dengan meningkatnya volume penumpang, BI mengingatkan semua pelancong internasional untuk tiba di bandara setidaknya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan mereka untuk memberikan waktu yang cukup bagi prosedur maskapai penerbangan, keamanan, dan imigrasi.

Pihak imigrasi meyakinkan publik bahwa mereka tetap sepenuhnya siap untuk menangani lonjakan jumlah penumpang selama liburan dan berkomitmen untuk memastikan layanan imigrasi yang aman, efisien, dan ramah penumpang sepanjang periode Natal dan Tahun Baru. (PNA)
.

Mengenal Lebih Dekat Pemuteran, Desa Wisata di Bali yang Meraih Penghargaan Desa Wisata Terbaik 2025

this formate

BULELENG, Bali, bisniswisata.co.id: Pulau Bali tidak pernah kehilangan pesonanya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Selain pantai-pantainya yang menakjubkan, Bali juga menawarkan desa-desa wisata yang unik dan mempesona, seperti Desa Pemuteran di Kabupaten Buleleng.

Dilansir dari Kemenpar.go.id, desa kecil yang terletak di pantai barat Bali, sekitar 3 jam perjalanan dari Kuta ini menawarkan keindahan alam yang menakjubkan dengan suasana desa pesisir yang tenang. Tahun ini, Desa Pemuteran memenangkan penghargaan internasional bergengsi untuk Desa Wisata Terbaik (BTV) 2025 dari UN Tourism.

Penghargaan tersebut, yang diberikan pada Upacara Desa Wisata Terbaik oleh UN Tourism 2025 & Pertemuan Jaringan Tahunan Ketiga yang diadakan di Huzhou, Tiongkok, pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, juga berfungsi sebagai pengakuan yang menekankan reputasi Pemuteran sebagai salah satu destinasi wisata berkelanjutan terbaik di dunia.

Desa Pariwisata dengan Prinsip Keberlanjutan

Sebagai desa pesisir, Pemuteran terkenal dengan keindahan lautnya, kekayaan budaya lokal, dan komitmen yang kuat terhadap praktik pariwisata berkelanjutan. Masyarakat setempat aktif melindungi ekosistem laut dan melestarikan tradisi Bali melalui berbagai inisiatif berbasis komunitas.

Melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah, Desa Pemuteran berupaya menyeimbangkan pembangunan pariwisata dengan pelestarian lingkungan. Pendekatan inilah yang menjadikan Pemuteran unik dan menarik bagi wisatawan yang mencari pengalaman otentik.

Sebelumnya, Desa Pemuteran memenangkan penghargaan Standar Pariwisata ASEAN dalam Pariwisata Berbasis Komunitas (CBT) untuk periode 2023-2025.

Keberhasilan di BTV 2025 melanjutkan prestasi desa-desa pariwisata Indonesia di panggung global, menyusul keberhasilan Desa Nglanggeran (2021), Desa Penglipuran (2023), Desa Jatiluwih (2025), dan Wukirsari (2024).

Desa Pemuteran menawarkan destinasi menarik bagi mereka yang mencari kedamaian tanpa mengorbankan keseruan menjelajah.

Salah satu daya tarik utamanya adalah Desa Pemuteran. Di sini, wisatawan dapat menikmati hamparan pasir yang luas dengan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan.

Area ini cukup luas dan dikelilingi oleh perbukitan, memberikan nuansa yang lebih alami dan tenang. Selain bersantai di pantai, pengunjung dapat menikmati aktivitas menyelam atau snorkeling untuk menyaksikan keindahan bawah laut yang terjaga dengan baik.

Konservasi Biorock Pemuteran

Dekat dengan pantai, terdapat Biorock Pemuteran, sebuah proyek konservasi laut yang menampilkan terumbu karang buatan terbesar di dunia.

Di sini, pengunjung dapat menyaksikan formasi karang berbentuk hewan yang unik yang tumbuh di struktur bawah laut. Mengamati konservasi terumbu karang adalah pengalaman menyelam yang unik dan tak tertandingi.

Wisata Budaya di Pura Batu Kursi

Pura Batu Kursi adalah destinasi wajib kunjungan bagi para pencinta budaya. Terletak di puncak bukit dengan pemandangan laut yang spektakuler, pura ini memiliki ikon batu besar berbentuk kursi sebagai daya tariknya.

Meskipun harus menaiki banyak anak tangga untuk mencapai tempat ini, pemandangannya sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.

Penghargaan Desa Wisata Terbaik 2025 adalah bukti nyata bahwa Desa Pemuteran telah berhasil menggabungkan keindahan alam, kearifan lokal, dan keberlanjutan dalam satu destinasi

Jika Anda mencari tempat yang tenang namun bermakna untuk liburan Anda, maka Desa Pemuteran harus menjadi destinasi impian Anda berikutnya.

Secrets Baby Beach Buka Jalan Bagi Resor All-Inclusive di Aruba

this formate

Secrets Baby Beach Aruba adalah resor pertama Hyatt Inclusive Collection di pulau ini.(Foto: Hyatt)

SAN NICOLAS, Aruba, bisniswisata.co.id: Kami hanya berjarak lima menit dari Secrets Baby Beach Aruba, tetapi saat melihat keluar jendela van, saya tidak melihat tanda-tanda resor. Yang terlihat hanyalah lanskap luas dan gersang, dihiasi kaktus dan tanaman hijau rendah, dan di baliknya, pasir dan laut.

Pengemudi kami melewati beberapa tikungan lagi ketika tiba-tiba, resor itu muncul: kompleks modern bertingkat rendah dengan eksterior berwarna pasir dan aksen kayu dan logam gelap, yang menyatu sempurna dengan lingkungan gurun di sekitarnya.

Namun, baik dalam Hyatt Inclusive Collection maupun lanskap pariwisata Aruba, Secrets Baby Beach Aruba menonjol. Dibuka pada bulan Juni, Secrets Baby Beach Aruba yang memiliki 304 kamar adalah properti pertama Inclusive Collection di pulau ini.

Ini juga merupakan pengembangan resor pertama yang debut di San Nicolas, terletak di ujung tenggara Aruba, jauh dari zona hotel yang sudah mapan di pulau tersebut.

Namun, area tersebut, yang dulunya didominasi oleh kilang minyak yang ditutup bertahun-tahun lalu, siap menjadi pusat pariwisata, dengan Secrets memimpinnya.

Lahan di dekat properti tersebut telah dibersihkan dan dipersiapkan untuk pembangunan di masa mendatang, menunjukkan bahwa transformasi San Nicolas baru saja dimulai.

“Sebagian besar orang belum pernah ke bagian pulau ini,” kata Ricardo Portillo, direktur penjualan dan pemasaran resor, selama tour properti. adi, apa yang kami coba ciptakan adalah destinasi baru di dalam destinasi ini, tambahnya.

Permintaan untuk properti ini sudah sangat tinggi. Meskipun datang untuk menginap selama musim sepi di Aruba pada akhir Oktober, tingkat hunian di resor tersebut hampir mencapai 90%, dibandingkan dengan kisaran 60% hingga 70% yang lebih umum untuk properti lain di Aruba pada waktu yang sama tahun ini, menurut Portillo.

Ia menghubungkan daya tarik tersebut dengan beberapa faktor. Pertama, para penggemar merek Secrets sedang menemukan Aruba.

“Kami membawa pasar baru, karena bagi banyak klien Secrets, ini adalah pertama kalinya mereka di sini,” katanya.

Kamar tamu king dengan akses langsung ke kolam renang di Secrets Baby Beach Aruba. Kredit Foto: Hyatt

Resor ini juga mengisi kekosongan di sektor perhotelan Aruba. Resor all-inclusive kelas atas khusus dewasa seperti Secrets jarang ditemukan di pulau ini, di mana hanya segelintir pemain all-inclusive yang beroperasi.

Namun tidak seperti banyak pasar all-inclusive tradisional, di mana sebagian besar tamu menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam “gelembung” resor, Aruba adalah destinasi yang lebih disukai wisatawan untuk dijelajahi.

“Biasanya, klien tidak meninggalkan resor [seperti ini], tetapi di sini, orang-orang melakukannya karena mudah,” kata Portillo.

Dia menambahkan bahwa Secrets Baby Beach adalah satu-satunya Secrets dalam Inclusive Collection yang menawarkan penyewaan mobil di tempat bagi tamu yang ingin menjelajah sendiri, dengan harga mulai dari sekitar US$100 hingga US$140 per hari.

Sekitar 20% hingga 30% tamu resor menyewa kendaraan untuk menjelajah, kata Portillo, dan properti tersebut sedang mengukur permintaan untuk layanan antar-jemput potensial ke pantai seberang pulau. “Kami hanya mencoba melihat apa yang diinginkan klien,” katanya.

 

Layanan pramutamu pantai resor

Tata letak pantai resor juga berbeda dari sebagian besar properti Inclusive Collection di Karibia, dengan perbedaan tersebut terkadang membutuhkan edukasi tamu, menurut Portillo.

Pantai-pantai Aruba adalah pantai umum, jadi Secrets telah beradaptasi dengan menawarkan layanan pramutamu pantai di Baby Beach, teluk terdekat yang dapat diakses melalui jalan kaki menurun sekitar lima menit.

 

Bagi yang lebih suka menghindari berjalan kaki, tersedia layanan antar-jemput berupa mobil golf untuk mengantar tamu dari resor dan kembali.

Kursi pantai yang disiapkan oleh petugas concierge pantai Secrets. Kredit Foto: Christina Jelski

Selama menginap, saya merasakan langsung layanan concierge. Saya berjalan santai ke pantai Baby Beach yang berpasir putih lembut dan berair biru kehijauan yang dangkal.

Di sana, sebuah van yang dilengkapi dengan logo Secrets berfungsi sebagai markas concierge. Staf resor menyambut saya dengan hangat, menyiapkan kursi pantai dan menawarkan handuk serta minuman.

Tidak perlu berebut tempat terbaik di tepi pantai. Meskipun pantainya relatif kecil, pantai tersebut tidak ramai pada siang hari kerja ini, dengan campuran tamu resor, wisatawan lain, dan keluarga lokal yang tampak seimbang.

Namun, dengan Secrets yang menikmati kesuksesan awal di San Nicolas dan profil destinasi sebagai pusat pariwisata yang meningkat, hari-hari yang lebih ramai kemungkinan akan datang

Malaysia Perluas Rute Udara Internasional untuk Mendorong Pariwisata

this formate

Para penumpang mengantre untuk prosedur check-in di Bandara Internasional Kuala Lumpur (Foto: VNA)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia Tiong King Sing mengumumkan rencana untuk meluncurkan 21 rute penerbangan internasional baru mulai bulan ini hingga pertengahan Januari tahun depan sebagai bagian dari persiapan untuk Visit Malaysia Year 2026 (Tahun Kunjungan Malaysia 2026).

Dilansir dari https://en.vietnamplus.vn/, Tiong mengatakan bahwa layanan baru tersebut terdiri dari 16 penerbangan terjadwal dan lima penerbangan carter yang akan dioperasikan oleh 10 maskapai penerbangan, hubungkan Malaysia dengan destinasi di seluruh ASEAN, Asia Timur, Uzbekistan, dan Sri Lanka.

Dari 16 rute terjadwal, 13 rute akan dimulai dalam bulan Desember, sementara rute sisanya akan dimulai pada bulan Januari. Rute-rute ini akan menambah 81 penerbangan langsung ke Malaysia, dengan kapasitas maksimal hampir 14.000 penumpang per minggu.

Untuk lima penerbangan carter, empat akan dimulai pada bulan Desember, sementara satu akan dimulai bulan depan, katanya. Menurut menteri tersebut, layanan penerbangan baru ini akan melibatkan delapan negara dan 17 destinasi, menghubungkan sembilan bandara Malaysia, yaitu Kuala Lumpur, Subang, Penang, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Tawau, Kuching, Ipoh, dan Langkawi.

Asia Timur tetap menjadi fokus utama dari ekspansi rute ini, dengan tujuh penerbangan terjadwal dan tiga penerbangan carter yang menghubungkan Malaysia ke delapan kota di Tiongkok.

Selain itu, penerbangan terjadwal baru akan diluncurkan ke Osaka (Jepang), dan Busan (Republik Korea), sementara Taichung, Taiwan (Tiongkok), akan menerima layanan penerbangan carter.

Di lingkup ASEAN, enam penerbangan terjadwal akan menghubungkan Malaysia dengan Singapura, Jakarta dan Medan di Indonesia, serta Cebu di Filipina.
Sementara itu, Tashkent (Uzbekistan) dan Colombo (Sri Lanka) masing-masing akan menerima satu penerbangan terjadwal