Airbnb Bermitra dengan Sensasi Rap Thailand, MILLI, untuk Memamerkan Soft Power’ Bangkok

this formate

BANGKOK , bisniswisata.co.id: Airbnb telah berkumpul dengan rapper Thailand, MILLI, untuk pengalaman eksklusif “Bangkok Weekender” guna menarik wisatawan Gen Z global.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menampilkan “kekuatan lunak” Thailand dengan menawarkan pengalaman mendalam dalam budaya musik dan kuliner kontemporer Bangkok.

Inti dari kampanye ini adalah menginap sekali waktu yang dipandu oleh MILLI, menampilkan sesi karaoke pribadi, lokakarya nasi ketan mangga, dan tur ke tempat-tempat lokal favoritnya.

Kemitraan ini secara resmi didukung oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), sejalan dengan strategi pariwisata nasional “5 Hal yang Wajib Dilakukan”.

Airbnb telah bermitra dengan rapper Thailand, MILLI, untuk pengalaman eksklusif “Bangkok Weekender” guna menarik wisatawan Gen Z global.Kolaborasi ini bertujuan untuk menampilkan “kekuatan lunak” Thailand dengan menawarkan pengalaman mendalam ke dalam budaya musik dan kuliner kontemporer Bangkok.

Inti dari kampanye ini adalah menginap sekali waktu yang dipandu oleh MILLI, menampilkan sesi karaoke pribadi, lokakarya nasi ketan mangga, dan tur ke tempat-tempat lokal favoritnya.

Kemitraan ini secara resmi didukung oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), sejalan dengan strategi pariwisata nasional “5 Hal yang Wajib Dilakukan”.

Ikon Thailand, MILLI, bergabung dengan Airbnb untuk ‘Bangkok Weekender’ eksklusif, memadukan musik dan warisan kuliner untuk menargetkan lonjakan minat perjalanan Gen Z global.

Dalam langkah strategis untuk merebut pasar Gen Z global, Airbnb telah mengumumkan kemitraan tingkat tinggi dengan rapper terkemuka Thailand, Danupha “MILLI” Khanatheerakul.

Seperti yang dilaporkan oleh Thanawan Winaisathien untuk Thansettakij, kolaborasi ‘Bangkok Weekender’ dirancang untuk menampilkan kekuatan lunak Thailand melalui dua lensa, yaitu musik kontemporer dan kuliner tradisional.

Inisiatif ini hadir saat Thailand memasuki musim puncak perjalanan.Menurut data Airbnb terbaru, pencarian akomodasi di kerajaan tersebut telah meningkat hampir 20% dari tahun ke tahun.

Minat di kalangan wisatawan Gen Z Thailand bahkan lebih menonjol, dengan volume pencarian melonjak lebih dari 25%, menandakan meningkatnya keinginan akan pengalaman otentik dan mendalam secara budaya

Sri Lanka Bidik 3 Juta Wisatawan di 2026 untuk Perkuat Pemulihan Pasca Topan

this formate

SIPRUS, bisniswisata.co.id: Sri Lanka menetapkan target menyambut sekitar 3 juta wisatawan internasional pada tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan ekonomi setelah dampak Topan Ditwah yang melanda negara tersebut pada akhir November 2025.

Dilansir dari www.traveldailynews.asia, pada tahun 2025, Sri Lanka berhasil mencatat rekor 2,36 juta pengunjung, menjadikannya salah satu pencapaian tertinggi dalam sejarah pariwisata negara ini.

Sektor pariwisata juga tetap menjadi sumber devisa terbesar kedua, dengan pendapatan sekitar US$3,2 miliar pada tahun lalu.
Target ini mewakili kenaikan sekitar 27 % dibandingkan tahun sebelumnya, yang dianggap penting bagi upaya pemulihan dari kerusakan akibat topan.

Topan Ditwah menelan 645 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan parah pada lebih dari 110.000 rumah, serta merusak infrastruktur penting seperti jalan, rel kereta, dan jembatan dengan kerugian diperkirakan mencapai US$4,1 miliar.

Selain itu, pemerintah Sri Lanka juga menargetkan investasi sekitar US$500 juta di sektor pariwisata sepanjang 2026, meningkat dari US$329 juta yang berhasil dihimpun dari 126 proyek pada tahun sebelumnya.

Pejabat terkait menekankan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak hanya penting untuk pendapatan negara, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mendorong stabilitas ekonomi saat negara tengah mengatasi dampak bencana tersebut.

Malaysia Jadi Salah Satu Destinasi Wisata Global Terpopuler di Kuartal Pertama 2026

this formate

SIPRUS, bisniswisata.co.id: Malaysia semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata teratas di dunia pada awal tahun 2026, menurut data pemesanan terbaru dari Trip.com Group.

Hal ini terjadi bersamaan dengan dimulainya kampanye Visit Malaysia 2026 yang resmi diluncurkan pada tahun ini.
Permintaan wisatawan global tinggi
Berdasarkan data pemesanan perjalanan antara 1 Januari hingga 31 Maret 2026, Malaysia berada dalam 5 besar tujuan teratas bagi pelancong dari Asia Tenggara dan Tiongkok Daratan.

Dilansir dari www.traveldailynews.asia, negara ini juga menempati peringkat 10 besar tujuan wisata yang paling banyak direncanakan oleh wisatawan dari Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan.

Kuala Lumpur masuk top 10 Kota tujuan dunia
Kuala Lumpur meraih peringkat ke-8 sebagai kota yang paling banyak direncanakan untuk dikunjungi oleh wisatawan internasional pada awal 2026, sejajar dengan kota besar seperti Tokyo, Seoul, dan Bangkok — menandakan daya tarik Malaysia yang terus meningkat di pasar global.

Wisatawan Malaysia Juga Aktif Bepergian
Data menunjukkan bahwa pelancong Malaysia juga sangat aktif bepergian ke luar negeri di kuartal pertama tahun ini. Penerbangan mid-haul (2.000 km – 5.000 km) dan short-haul (di bawah 2.000 km) menjadi rute yang paling banyak dibooking.

Secara domestik, kota-kota seperti Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Penang, Kuching, dan Johor Bahru menjadi tujuan favorit. Untuk perjalanan internasional, tujuan utama wisatawan Malaysia adalah China, Singapura, Jepang, Thailand, dan Indonesia.

Dominasi generasi Millennial

Wisatawan generasi Millennial mendominasi pemesanan perjalanan dengan 51 % dari total booking, melampaui gabungan Gen X (24 %) dan Gen Z (21 %). Hal ini menunjukkan pengaruh kuat generasi ini terhadap tren perjalanan saat ini.

Atraksi wisata yang populer

Baik di luar negeri maupun di dalam Malaysia, taman hiburan menjadi daya tarik utama. Untuk wisatawan Malaysia, atraksi internasional teratas yang dibooking adalah taman hiburan besar di Asia.

Sementara itu, Genting SkyWorlds Theme Park,Sunway Lagoon Theme Park, dan Skytropolis Indoor Theme Park menjadi pilihan favorit wisata domestik.

DOT Promosikan Sogod Bay sebagai Destinasi Selam Global di Pameran Paris.

this formate

Partisipasi Teluk Sogod menggarisbawahi komitmen wilayah tersebut untuk mengembangkan pariwisata penyelaman yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi. (Foto milik Departemen Pariwisata Visayas Timur)

Teluk Sogod adalah salah satu lokasi penyelaman yang ditampilkan di Salon de la Plongée 2026, salah satu pameran penyelaman terbesar dan paling bergengsi di dunia, yang diadakan dari tanggal 8 hingga 11 Januari 2026 di Paris Expo Porte de Versailles.

KOTA TACLOBAN, bisniswisata.co.id:  Departemen Pariwisata (DOT) meningkatkan upaya untuk memposisikan Teluk Sogod di Leyte Selatan sebagai destinasi penyelaman global yang sedang berkembang setelah memamerkan daya tarik bawah lautnya di Salon de la Plongée 2026, salah satu pameran penyelaman terbesar di dunia, yang diadakan dari tanggal 8 hingga 11 Januari di Paris Expo Porte de Versailles.

Direktur Regional DOT Visayas Timur, Karina Rosa Tiopes, mengatakan dalam pernyataan pers pada hari Senin bahwa pameran internasional tersebut memberikan platform strategis bagi wilayah tersebut untuk secara langsung terlibat dengan pasar selam global dan menarik lebih banyak wisatawan selam asing.

“Ini adalah kali kedua kami bergabung dengan Salon de la Plongée. Tujuan utama kami adalah untuk memperluas jangkauan kami ke pasar selam dan pada akhirnya meningkatkan kedatangan para penggemar selam,” katanya.

Para pemangku kepentingan utama di bidang selam dari Visayas Timur juga berpartisipasi dalam acara tersebut, termasuk perwakilan dari Sogod Bay Scuba Resort dan Peter’s Dive Resort, yang berinteraksi dengan pengunjung dan memberikan informasi langsung tentang daya tarik bawah laut yang unik di wilayah tersebut.

Tiopes menjelaskan bahwa partisipasi Sogod Bay menggarisbawahi komitmen wilayah tersebut untuk mengembangkan pariwisata selam yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi, sekaligus memposisikan destinasi tersebut sebagai destinasi yang wajib dikunjungi dalam lanskap laut Filipina yang beragam.

Promosi tersebut dilakukan melalui Paviliun DOT Filipina, di mana keanekaragaman hayati laut Sogod Bay, terumbu karang, dan kehidupan makro yang kaya disoroti.

Departemen Pariwisata (DOT) menyatakan optimisme bahwa promosi di Paris akan berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan internasional dan pengakuan yang lebih kuat terhadap Teluk Sogod sebagai salah satu lokasi menyelam unggulan berikutnya di Filipina. (PNA)

Desember Lalu, Hampir 5.000 Turis Kapal Pesiar Menandai Pemulihan Pariwisata Kamboja

this formate

Kamboja sambut kapal pesiar Diamond Princess, yang telah berlabuh dengan aman di Pelabuhan Otonom Sihanoukville, membawa hampir 3.000 wisatawan internasional

PNHOM PENH, bisniswisata.co.id: Pariwisata maritim Kamboja mencapai tonggak sejarah Desember lalu ketika Pelabuhan Otonom Sihanoukville menyambut hampir 5.000 wisatawan internasional melalui kedatangan beruntun kapal pesiar Westerdam dan Diamond Princess.

Meskipun banyak pengunjung menikmati kunjungan singkat, sifat “volume tinggi” dari kunjungan Westerdam dan Diamond Princess telah memberikan dorongan pendapatan yang vital bagi para pedagang lokal dan operator tur selama musim liburan puncak.

Ketegangan perbatasan antara Kamboja dan Thailand kembali memanas pada 7 Desember, menimbulkan tekanan bagi kegiatan pembangunan, termasuk pariwisata.

Namun, Provinsi Preah Sihanouk telah mendatangkan wisatawan asing selama masa sulit, seperti hampir 2.000 penumpang pada pertengahan Desember, ketika Pelabuhan Otonom Sihanoukville menyambut Westerdam, sebuah kapal pesiar mewah yang membawa 1.877 penumpang dari 43 negara.

Didukung oleh kru multinasional berjumlah 800 orang, kedatangan kapal tersebut menandai hari yang penting bagi pariwisata lokal, dengan sebagian besar pengunjung berasal dari Amerika Serikat dan Australia.

Pada tanggal 29 Desember 3025 lalu Kamboja menyambut kapal pesiar Diamond Princess, yang berlabuh di Pelabuhan Otonom Sihanoukville, membawa hampir 3.000 wisatawan internasional dari berbagai negara ke Kamboja.

Untuk menyambut para wisatawan, Menteri Pariwisata Huot Hak dan Mang Sineth, Gubernur Provinsi Preah Sihanouk, memimpin upacara penyambutan yang hangat, dengan kapal tersebut berukuran panjang 288,33 meter, lebar 37,5 meter, dan kedalaman lambung 8,5 meter.

“Kapal tersebut telah berlabuh dengan selamat di Pelabuhan Otonom Sihanoukville membawa 2.850 wisatawan internasional dari 52 negara, yang mengunjungi berbagai objek wisata Kamboja, termasuk resor pantai kota, pagoda, dan Pasar Sentral, di antara lainnya,” menurut unggahan Kementerian Pariwisata.

Huot Hak menyatakan jedatangan ini bertepatan dengan persiapan Kamboja dan Pemerintah Kerajaan untuk merayakan ulang tahun ke-27 Kebijakan Win-Win yang diprakarsai oleh Mantan Perdana Menteri Hun Sen, serta Hari Perdamaian di Kamboja 2025 dan ulang tahun ke-7 Monumen Win-Win.

“Oleh karena itu, berlabuhnya Diamond Princess bukanlah suatu kebetulan; melainkan, hal ini menyampaikan pesan dan citra yang jelas kepada dunia bahwa Kamboja menikmati perdamaian dan stabilitas politik serta mengalami kemajuan di semua sektor.”

Chhay Sivlin, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Kamboja (CATA), mengatakan kepada Kiripost bahwa kedatangan kapal tersebut telah menciptakan pandangan positif dari pihak luar yang ingin mengunjungi Kamboja, mengingat saat ini industri pariwisata sedang mengalami masa sulit.

Dia mengatakan, “Dari 3.000 penumpang di kapal tersebut, 600 di antaranya telah mengunjungi provinsi Preah Sihanouk, meskipun mereka hanya singgah sebentar, yaitu satu malam.

Setelah itu, mereka pindah ke destinasi lain sesuai jadwal perjalanan. Kami senang karena kedatangan ini jelas menunjukkan bahwa Kamboja adalah salah satu tempat terbaik untuk dikunjungi.”

Menurut Dewan Pariwisata Kamboja, kedatangan kapal tersebut mencerminkan “kepercayaan internasional terhadap perdamaian, stabilitas politik, dan potensi pariwisata Kamboja yang terus berkembang, sekaligus berkontribusi pada perekonomian nasional dan lokal”.

“Kunjungan ini juga menyoroti munculnya provinsi Preah Sihanouk sebagai pusat ekonomi dan pariwisata utama, yang didukung oleh rencana perluasan pelabuhan laut dalam Sihanoukville yang sedang berlangsung untuk mengakomodasi kapal internasional yang lebih besar,” tambahnya.

Lega Pet Hotel & Pet Care, Konsep Baru Hospitality Pet Friendly

this formate

Ucis, sang arsitek beragam fasilitas di
LeGareca Space

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Fasilitas unik untuk hewan peliharaan dengan sang majikan  bernama Lega Pet Hotel & Pet Care menjadi pelayanan utama yang ditawarkan Le Gareca.

Ucis, putri Butet yang tergerak membuat LeGareca sebagai tempat yang ramah hewan, berangkat dari pengalamannya saat keluar kota ingin membawa hewan kesayangannya, tetapi sulit mencari penginapan yang bisa membawa hewan kesayangan. Kalau pun ada,harganya mahal sekali, tidak ada yang ramah di kantong.

Maka LeGareca Space dibuat menjadi tempat yang ramah hewan. Tamu-tamu bisa datang dengan membawa anjing atau kucing kesayangannya dengan aman dan nyaman.”Kami berfikir bagaimana caranya agar tamu yang datang ke sini merasa aman dan nyaman, kami sediakan semua,” ujar Ucis.

Pihak manajemen tak bosan menginformasikan, bahwa syarat utama hewan masuk ke area LeGareca, adalah tidak berkutu atau berjamur. Kalau berkutu atau berjamur, harus masuk ruang screening, atau tidak bisa masuk.

Pintu masuk bagi tamu yang membawa anjing atau kucing, sudah dibedakan, yaitu harus melewati ruang screening untuk dicek apakah hewan yang dibawa berkutu atau berjamur. Kalau ternyata berkutu, di ruang screening sudah standby paramedis yang bekerja di bawah arahan dokter hewan. Ditimbang berat badan hewan, harus diberi beberapa Mili obat tetes kutu.

“Kami memilih untuk keamanan semuanya. Misalnya, anjing mau mandi, karena dari awal screening, banyak kutunya dan mau mandi. Ya sudah, kita tetap dengan pengobatan tetes kutu, tapi langsung dibawa ke pet hotel di belakang,” jelas Ucis.

Di area belakang, ada Lega Pet Hotel, yang melayani grooming, mandi spa, dan bermacam-macam layanan untuk anjing atau kucing. Menyediakan fasilitas beberapa jenis kandang dalam ruangan ber-AC. Ada kandang box besar dan box kecil. Untuk anjing, pet hotel ini bisa menampung sekitar 16 ekor yang terdiri dari 6 ekor anjing besar dan 10 ekor anjing kecil. Sedangkan untuk kucing, bisa menampung 22 ekor.

“Jadi konsepnya, orang bisa menginapkan anjing atau kucing kesayangannya di sini. Hewan kesayangan mereka bisa dimandikan, bisa dititipkan di sini dengan hitungan per jam. Ya istilahnya doggy day care, begitu. Kucing juga bisa, ada juga untuk keluarga kucing yang biasanya indukan yang baru melahirkan,” tutur Ucis.

Ada pula petshop yang menjual aksesoris, baju, dan pakan terapi. Petshop sebenarnya tidak boleh menjual kalau tidak ada dokternya. Jadi lebih ke pakan terapi. Nah, itu jarang bisa didapatkan kalau petshopnya tidak dinaungi oleh dokter hewan, ungkapnya.

Setelah ada penginapan untuk hewannya, Ucis berfikir, sekalian saja dibuat penginapan untuk orangnya. Penginapan untuk tamu pun dibuat yang pet friendly.

“Di Yogya, kami sempat riset kecil-kecilan untuk sebuah tempat yang menyatakan pet friendly. Tapi mereka hanya sebatas memperbolehkan saja, tapi tidak begitu peduli dengan keamanan hewan itu.”

Misalnya, mereka tidak berfikir bagaimana kalau anjing itu terlepas. Tidak ada pagar
yang membatasi, jadi anjing bisa keluar dari area cafe sampai ke jalan,” cerita Ucis.

Untuk penginapan, ada 3 kamar:satu di lantai bawah, disediakan untuk tamu yang alergi bulu. Sehingga semua hewan tidak boleh masuk. Juga karena mengingat banyak orang tua yang kesulitan naik tangga. Jadi di bawah diutamakan untuk klien atau tamu yang sudah sulit naik tangga dan yang alergi bulu.

Di lantai atas, ada dua kamar bentuk Mezzanine untuk 2 sampai 3 orang karena ada satu sofabed. Anjing dan kucing bisa masuk. Secara venue, Ucis ingin mengedukasi orang, bahwa LeGareca adalah tempat yang Pet Friendly.

“Sebab adakalanya mungkin info ini tidak tersampaikan. Di saat orang datang untuk ngopi, lalu melihat ada pengunjung lain yang membawa anjing, dia lalu merasa tidak suka.

Kami ingin mengedukasi orang-orang seperti mereka. Caranya adalah dengan misalnya, di depan kami sudah memasang papan nama dengan gambar anjing, di kiri kanan. Kalau pun dia tidak melihat itu, nanti di setiap meja akan kami hadirkan informasi bahwa tempat ini Pet Friendly, lho.

Orang pasti akan terfilter dengan sendirinya. Kalau tidak suka atau jijik satu ruangan dengan anjing, pasti tidak akan kemari lagi. Ya sudah tidak apa-apa, berarti memang mereka bukan market yang ingin kita datangkan. Kami sudah siap dengan resiko itu,” tegas Ucis.

Namun LeGareca juga menyediakan ruangan yang anjing atau kucing tidak masuk. Ruangan ber-AC yang tentu saja No Smoking Area.
Nama LeGareca, diambil dari dua unsur. Yaitu Lega karena ada Pet Hotel bernama Lega Pet Hotel, dan Reca yang juga berarti patung, karena ada patung Kertaradjasa sebagai Landmark – penanda.

Menurut Ucis, bagi yang punya hewan kesayangan, pasti mereka jarang melihat harga di menu, yang penting saat lapar, makan adanya apa.

“Beda cerita kalau market kami kalangan mahasiswa yang mungkin mereka akan mencari menu yang harganya ramah di kantong.”

Hal itu dipertegas oleh Butet Kartaredjasa, “Kalau orang yang sayang hewan, kelas sosialnya sudah tergambarkan, to? Jadi memang bukan kelasnya mahasiswa, yen mahasiswa njuk waton murah (kalau mahasiswa lalu asal murah). Ini tidak, jadi untuk kelas tertentu.

Orang Yogya yang akan keluar kota, bisa menitipkan hewan kesayangannya di sini. Orang luar kota yang punya hewan kesayangan, ketika akan berlibur, bisa membawa hewan kesayangannya ke sini. Di sini ada hotel untuk hewan kesayangannya itu. Dan ini sangat potensial, karena belum ada yang segmennya seperti itu,” papar Butet penuh semangat. (Rini CLara)

LeGareca Art Galery: Alternatif Oleh-oleh dari Yogya.

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id; Segmen market LeGareca sebenarnya ada berbagai macam yang bisa dibidik. Salah satunya adalah Art Lovers untuk LeGareca Art Galery, dengan dua galeri yang berbeda – galeri besar dan galeri kecil.

Sebenarnya ada 4 area yang bisa dipakai. Galeri besar, khusus untuk karya-karya dan koleksi Butet Kartaredjasa, yang setiap bulan akan dirolling memajangnya. Galeri kecil, Selasar, dan di dalam ruangan cafe. Penempatan koleksi menurut Ucis sepenuhnya ditentukan olehvsang ayah, mau karya yang mana, koleksi yang mana.

“Supaya karya saya tidak hanya disimpan di gudang, tetapi bisa didisplay. Tetapi kalau
kawan-kawan seniman mau menggunakan, ya aku ngalah, tidak apa-apa. Misalnya, saya
punya koleksi karya dosen-dosen saya, senior-senior saya, mungkin suatu kali saya pamerkan,” tutur Butet.

Kadang koleksi kawan-kawannya yang sudah almarhum, itu jadi satu tema tersendiri. Butet juga mengoleksi banyak karya dan dia membuat LeGareca Art Galery, karena terinspirasi oleh Perupa Putu Sutawijaya pemilik galeri Sangkring. Juga Jumadi Alfi, Perupa yang juga pemilik galeri Sarang.

“Galeri Putu dan Alfi itu kan aset personal, tapi tidak untuk dirinya sendiri. Ini juga aset
personalku, aku ya bisa saja ora usah nggawe (tidak usah membuat). Tapi kalau aset personalku ini diwujudkan, bisa dipetik manfaatnya untuk banyak kawan-kawan seniman,” jelas Butet.

Keinginan Butet membuat LeGareca Art Galery, sebenarnya sederhana saja, yaitu memberikan alternatif oleh-oleh dari Yogya.
“Orang yang datang ke Yogya, ingin membawa oleh-oleh, tidak harus gudeg, tidak harus bakpia. Tetapi bisa Artwork – benda seni yang tidak mahal.

 

Misalnya, untuk karya sketsa yang sekelas Putu Sutawijaya atau Nasirun, seharga 5 juta
rupiah, tapi kan tamu-tamu akan memiliki untuk dikoleksi. Harapan saya sih begitu. Nanti mungkin yang akan dipamerkan sketsa-sketsa karya kawan-kawan seniman yang harganya paling mahal 5 juta rupiah,” urai Butet.

Kalau kawan-kawan seniman mau serius pameran, lanjut Butet, ya silakan saja.
“Bisa rembugan dengan manajemen, apakah statusnya menyewa ruangan atau bagi hasil. Tapi ada ruang untuk presentasi karya, asalkan jadwalnya cocok. Tempat ini kan juga butuh perawatan, butuh bayar listrik, kabeh ya ora ana sing gratisan (semua ya tidak ada yang gratisan).

Bayar tapi tidak mahal, atau bagi hasil,” tegas Butet sambil menambahkan, bahwa
sudah banyak kawan-kawan seniman yang mengajukan jadwal untuk pameran di LeGareca Art Galery. Di antaranya, Asmujo untuk bulan September, dan Sanggar Nganu milik Budi Ubrux Haryono untuk bulan Juni.

Untuk galeri kecil, Selasar, dan di dalam ruangan cafe, pihak manajemen yang menentukan. “Misalnya, bisa saja kami mengadakan open call, tapi karya-karya dipajang di Selasar atau di dalam ruangan cafe, tidak di galeri. Ada banyak tembok atau dinding, begitu ada yang kosong langsung kami pakai,” jelas Ucis.

Galeri kecil bisa pula diubah fungsi menjadi meeting room atau gathering dengan kapasitas sekitar 50 orang, atau pentas kecil-kecilan. “Jadi galeri kecil selama tidak disewa orang lain, kami buka untuk kegiatan meeting atau gathering. Mereka akan sewa ruangan dengan background di belakangnya karya-karya yang kami sediakan memang untuk pameran.

Kami sepakat, setiap bulan ganjil manajemen mengadakan pameran. Ada yang open call, ada yang kami undang untuk pameran. Nah, di saat kami membuat pameran, kami usahakan agar area di tengah galeri tidak ada panel. Jadi bisa disewa untuk meeting, gathering, arisan, pertunjukan pentas kecil-kecilan, dan lain-lain,” jelas Ucis.

Pintu galeri kecil sengaja tidak ditutup, supaya sewaktu-waktu bisa untuk back stage. Jendela galeri kecil dibuat tidak permanen sebagai jendela. Tetapi bisa berfungsi sebagai pintu, sehingga orang bisa keluar masuk dari jendela itu

“Kami mengatur program untuk galeri kecil agar bisa disewakan, juga area tribun di belakang, area kebun, dan dog park.”
Selain itu, seniman-seniman bisa menga- jukan untuk pameran di LeGareca Art Galery, tentu saja dengan kurasi dari pihak manajemen.

“Kami akan menawarkan dua pilihan, bisa sewa ruangan atau bagi hasil. Tapi tetap harus sesuai kurasi manajemen,”jelas Ucis. ( Rini Lara)

LeGareca Cafe dengan Beragam Sajian Berbeda

this formate

Galuh Paskamagma sebagai pengelola LeGareca

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id; Menu-menu yang tersedia di LeGareca Cafe, awalnya berangkat dari Warung Bu Ageng milik Rullyani Isfihana istri Butet Kartaredjasa yang sudah beberapa tahun ini memproduksi sendiri Sei Sapi, Sei Ayam dan Sei Kambing. Berangkat dari produk itulah yang kemudian dikembangkan menjadi menu yang meski ada di luar, tetapi diolah supaya berbeda.

“Bedanya, orang tidak menyangka, bahwa Soto ini ternyata topingnya Sei. Nah, kami
menyajikan sensasi yang mungkin tidak ditemukan di tempat lain. Atau gorengan Tahu Isi Sei Ayam, yang orang jarang menemukan di tempat lain,” tutur Ucis.

Ada menu Ndaramen, yang mungkin orang menyebutnya Dry Ramen – Ramen tanpa kuah. Tetapi Ndaramen diolah sedemikian rupa dengan tambahan dan rasa yang spesial.

Menu-menu LeGareca, disiapkan oleh Galuh yang senang memasak dengan resepnya sendiri. “Kami diskusi, Galuh punya menu apa untuk disajikan. Ada Monica Raulla FG sebagai manajer yang harus mendampingi Galuh,” jelas Ucis.

Misalnya, kita butuh menu sayur nih. Kita butuh menu yang tanpa nasi, kita harus menyediakan juga menu untuk orang yang tidak makan daging. Misalnya, Tempe Lor Gula, yaitu tidak memakai protein hewani. Jadi tamu yang vegetarian masih bisa
makan, tambahnya.

Dia mengusahakan bahan dasar makanan yang mudah dicari, tetapi mengolahnya dengan pengolahan yang tidak biasa.

Untuk minuman, LeGareca Cafe berusaha mengikuti apa yang sedang hits di kalangan
anak-anak muda yang senang ngopi. Saat ini yang sedang hits, adalah dirty-dirtyan

“Versi kita, versi yang tidak memakan waktu dan menekan biaya yang terlalu tinggi. Untuk Dirty Lega, kami menyiapkan susu khusus yang dicampur dan di atasnya ada Espresso,” jelas Ucis. Ada pula Dirty Latte, yaitu susu yang dibuat manis dengan cara di destilasi.

Susu masuk ke dalam freezer sampai beku, lalu semalaman dibuka supaya menetes. Mungkin dari satu liter susu, hanya jadi setengahnya. Karena itu persediaannya pun terbatas, dalam satu hari hanya bisa menyediakan 10 porsi.

“Yang jelas, kami ingin menghadirkan, ada yang senang ngopi masih bisa ngopi, bisa
nongkrong. Yang tidak suka kopi, masih ada pilihan lain dan tidak hanya itu-itu saja. Masih ada yang rempah-rempahan, ada teh-tehan. Tidak hanya untuk mereka yang senang ngopi saja.”

Untuk anak-anak pun, tersedia menu makanan untuk anak-anak. Bahkan ada menu Babyccino yang sebenarnya terbuat hanya dari susu saja.

Untuk menyiapkan menu-menu yang disajikan LeGareca, Ucis bersama Galuh mengaku butuh waktu setidaknya dua sampai tiga bulan yang dilakukan lewat survei di tempat-tempat mereka biasa makan.

Berangkat dari pengalaman kadang ketika kulineran di satu tempat makan tapi ternyata tidak ada sayurnya. Karena itu di sini kami sediakan menu-menu yang bersayur.
Begitu juga dengan makanan kecil, mereka berangkat pengalaman seringnya ngemil yang manis-manis di luaran, tambahnya.

“ Kami merasa, oh ini kok rasanya kurang enak. Bagaimana kalau kita coba sendiri dengan resep yang menurut kita enak dan cocok. Itulah yang terkurasi untuk disajikan di cafe. Menu yang kita buat sudah dengan deskripsi menu ini isinya apa saja,”tutur Ucis.

LeGareca Cafe yang buka sejak pagi pukul 7.00 hingga pukul 23.00 ini, digawangi oleh tak kurang dari 25 anak-anak muda yang energik dan profesional, yang usianya di bawah 30 tahun.

Mereka terdiri dari 17 orang untuk cafe yang dibagi dalam dua shift, pertama dari pukul 6.30 – 15.00, dan dari pukul 14.30 – 23.00.
Lalu ada 5 orang bertugas di Pet Hotel dan Pet Care, terdiri dari 1 dokter hewan, 1 paramedis, 2 groomer dan 1 bagian admin.

“Karena cafe buka sejak pagi, kami membidik market orang-orang yang habis olahraga, atau mereka yang sehabis mengantar anak sekolah. Sedangkan sore hingga malam hari, menjadi saat-saat ramai pengunjung yang kebanyakan anak-anak muda. Banyak juga yang membawa
anjing atau kucing kesayangan mereka.”

Menurut Butet Kartaredjasa, makanan juga bagian dari kebudayaan. “Kreasi berupa makanan, itu bagian dari kebudayaan. Ya sudah, anak-anak berkesempatan
mengekspresikan cita rasa pangan, saya nggak cawe-cawe,” ujar Butet.

LeGareca Space: Paduan Antara Kuliner, Seni dan Pet Hotel yang Ramah Hewan

this formate

Oleh : Rini Clara
Foto : Rifzikka Atmadiningrat &
dokumen LeGareca

Satu lagi tempat untuk bersantai yang nyaman dan unik, hadir di Selatan Yogyakarta. Namanya LeGareca Space, berlokasi di Jl. Padokan Baru No.100, Kasihan, Bantul. Berikut empat tulisan terpadu dari keluarga Butet Kartaredjasa

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Unik dan menarik, LeGareca Space menjadi tempat bersantai yang Ramah Hewan dengan memadukan antara Cafe, Art Galery, Pet Hotel dan Pet Care, Penginapan dan Butik Kamidaur yang menjual baju-baju yang di daur ulang, dan Tribun untuk berbagai acara outdoor.

LeGareca menempati lahan seluas tak kurang dari 1.700 meter persegi. Lahan milik Aktor kawakan yang juga perupa Butet Kartaredjasa ini, sudah cukup lama menganggur, sebelumnya untuk usaha pengalengan makanan. LeGareca dikelola oleh dua putri Butet Kartaredjasa – Suci Senanti yang akrab disapa Ucis dan si bungsu Galuh Paskamagma.

“Awalnya, saya minta ijin Bapak hanya area depan saja untuk Cafe dengan halamannya yang luas. Tetapi Bapak minta sekalian saja ada galerinya. Maka, keluarlah desain seperti sekarang ini,” cerita Ucis.

Dengan adanya galeri yang diberi nama LeGareca Art Galery, berarti harus ada fasilitas penunjang yang lain. Apa yang bisa membuat orang tertarik untuk datang, tapi tidak hanya membidik satu market saja.

“Kalau hanya galeri dan makanan, agak segmented. Maka, saya perluas dengan area yang Pet Friendly, bisa membawa anjing atau kucing kesayangannya,” jelas Ucis.

Desain bangunan LeGareca Space terwujud setelah melewati isi kepala 4 arsitek.
“Awalnya saya yang membuat layout. Pertama, F&B di sini. Lalu area Selasar.
Saya sebutkan semua kebutuhan dan keinginan saya, juga keinginan Bapak.

Ucis lalu bergandengan dengan arsitek A. Tetapi arsitek A terlalu sibuk, sehingga apa yang sudah dibuat arsitek A, dia kembangkan lagi dengan arsitek B. Arsitek B dengan pikirannya sendiri mengolah ini, jadi
berubah lagi. Setelah selesai sampai di bagian bangunan besarnya, saya gandeng lagi arsitek C. Nah arsitek terakhir inilah yang sampai sekarang tandem dengannya.

Beragam fasilitas cafe, gallery dengan keunikan hingga Pet Hotel

“Kayaknya kita perlu menambah ini. Kayaknya desain yang itu terlalu heboh, nah kita ganti. Plus saya sebagai lulusan arsitektur. Jadi ada 4 isi kepala orang lulusan arsitektur yang pada akhirnya mewujudkan tempat ini,” Ucis menjelaskan panjang lebar.

Ada pun konsep bangunannya, di bagian depan begitu terasa unsur Indiesnya, dengan
jendela-jendela yang tinggi dan lebar. Semakin ke belakang, ruangan didesain lebih simpel, tidak banyak pernak-pernik.

“Kami memakai kusen bukan kusen kayu. Memang untuk kebutuhan estetika, kayu tetap yang utama, kayu kami tempatkan di bagian depan. Sedangkan untuk bagian belakang, kami memakai kaca.

Untuk pivot jendela kayunya, saya minta memakai kayu untuk pengudaraan. Kalau tidak memakai pivot, di dalam ruangan pasti
panas sekali, udara tidak bergerak,” jelas Ucis yang lulusan Arsitektur.

Jendela kayu ada dua sisi yang terdiri dari 4 daun jendela. Sisi dalam dengan 2 daun jendela yang rata, bisa dijadikan panel. Lalu sisi luar dengan 2 daun jendela, berfungsi untuk pengudaraan.

Patung Kartaredjasa yang sudah menjadi koleksi Butet Kartaredjasa ini, merupakan karya masterpiece dari pematung maestro Ribut Samiono dari Trowulan, Jawa Timur.

“Patung itu dari batu utuh, dari letusan gunung Kelud awal abad 1900-an. Dipahat langsung tanpa sambungan. Ketika saya ke sana, sudah 75%. Jadi saya ketemu itu, dan namanya kebetulan sama dengan nama saya. Waktu itu saya nggak punya uang, ya nggak saya beli. Tapi dua tahun kemudian saya ada rejeki, dan ternyata belum laku, akhirnya diberikan pada saya.

Saya taruh di sini sebagai Landmark – Penanda. Nanti backgroundnya ada tanaman rambat warna hijau,” cerita Butet Kartaredjasa dengan mata berbinar.

Liburan Sambil Olahraga? StarCruises dan Under Armour Hadirkan Fitness Cruise di Laut

this formate

Fasilitas olahraga dan rekreasi di Star Voyager

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Liburan identik dengan santai dan makan enak. Tapi bagaimana kalau liburan justru bikin tubuh makin bugar? Inilah konsep yang ditawarkan StarCruises lewat kolaborasi unik bersama Under Armour dalam program pelayaran bertema kebugaran bertajuk “Fitness @ Sea”.

Program ini akan berlangsung pada Januari 2026 di atas kapal Star Voyager, dengan rute pelayaran yang menarik dari Port Klang, Phuket, hingga Singapura. Konsepnya sederhana tapi segar: liburan tetap jalan, olahraga juga tidak ketinggalan.

Olahraga seru di tengah laut

Selama pelayaran, penumpang bisa mengikuti berbagai kelas olahraga dan kebugaran yang dipandu langsung oleh pelatih profesional dari Under Armour. Mulai dari latihan fungsional, pilates, hingga sesi olahraga berintensitas tinggi — semuanya dirancang agar bisa diikuti oleh berbagai tingkat kebugaran.

Menariknya, seluruh sesi ini bisa diikuti tanpa biaya tambahan. Bahkan, penumpang yang aktif mengikuti program kebugaran berkesempatan mendapatkan merchandise eksklusif Under Armour.

Tren liburan sehat yang makin diminati

Konsep Fitness @ Sea mencerminkan tren baru di dunia pariwisata: wellness tourism. Kini, semakin banyak orang yang ingin berlibur tanpa meninggalkan gaya hidup sehat.

Liburan bukan lagi soal rebahan sepanjang hari, tapi juga soal menjaga energi, kebugaran, dan keseimbangan tubuh. StarCruises melihat peluang ini dengan menghadirkan pengalaman pelayaran yang bukan hanya menyenangkan, tapi juga memberi manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Tetap liburan, tetap menikmati destinasi

Meski fokus pada kebugaran, pengalaman liburan khas kapal pesiar tetap jadi andalan. Penumpang masih bisa menikmati hiburan, fasilitas kapal, pilihan kuliner, serta waktu berkunjung ke destinasi populer seperti Phuket dan Singapura.

Hasilnya adalah kombinasi liburan yang terasa lebih aktif, segar, dan berbeda dari pelayaran pada umumnya.

Liburan masa depan: sehat dan menyenangkan

Kolaborasi StarCruises dan Under Armour membuktikan bahwa konsep liburan terus berkembang mengikuti gaya hidup masyarakat. Ke depan, liburan bukan hanya tentang ke mana kita pergi, tetapi juga bagaimana kita pulang dengan kondisi tubuh dan pikiran yang lebih baik.

Bagi pencinta olahraga dan gaya hidup sehat, fitness cruise seperti ini bisa menjadi pilihan liburan baru yang patut dicoba.

Sumber: https://www.cruisemapper.com/news/15717-starcruises-under-armour-introduce-fitness-focused-sailing