DESTINASI ENTREPRENEUR EVENT GALERY INTERNATIONAL KOMUNITAS

LeGareca Art Galery: Alternatif Oleh-oleh dari Yogya.

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id; Segmen market LeGareca sebenarnya ada berbagai macam yang bisa dibidik. Salah satunya adalah Art Lovers untuk LeGareca Art Galery, dengan dua galeri yang berbeda – galeri besar dan galeri kecil.

Sebenarnya ada 4 area yang bisa dipakai. Galeri besar, khusus untuk karya-karya dan koleksi Butet Kartaredjasa, yang setiap bulan akan dirolling memajangnya. Galeri kecil, Selasar, dan di dalam ruangan cafe. Penempatan koleksi menurut Ucis sepenuhnya ditentukan olehvsang ayah, mau karya yang mana, koleksi yang mana.

“Supaya karya saya tidak hanya disimpan di gudang, tetapi bisa didisplay. Tetapi kalau
kawan-kawan seniman mau menggunakan, ya aku ngalah, tidak apa-apa. Misalnya, saya
punya koleksi karya dosen-dosen saya, senior-senior saya, mungkin suatu kali saya pamerkan,” tutur Butet.

Kadang koleksi kawan-kawannya yang sudah almarhum, itu jadi satu tema tersendiri. Butet juga mengoleksi banyak karya dan dia membuat LeGareca Art Galery, karena terinspirasi oleh Perupa Putu Sutawijaya pemilik galeri Sangkring. Juga Jumadi Alfi, Perupa yang juga pemilik galeri Sarang.

“Galeri Putu dan Alfi itu kan aset personal, tapi tidak untuk dirinya sendiri. Ini juga aset
personalku, aku ya bisa saja ora usah nggawe (tidak usah membuat). Tapi kalau aset personalku ini diwujudkan, bisa dipetik manfaatnya untuk banyak kawan-kawan seniman,” jelas Butet.

Keinginan Butet membuat LeGareca Art Galery, sebenarnya sederhana saja, yaitu memberikan alternatif oleh-oleh dari Yogya.
“Orang yang datang ke Yogya, ingin membawa oleh-oleh, tidak harus gudeg, tidak harus bakpia. Tetapi bisa Artwork – benda seni yang tidak mahal.

 

Misalnya, untuk karya sketsa yang sekelas Putu Sutawijaya atau Nasirun, seharga 5 juta
rupiah, tapi kan tamu-tamu akan memiliki untuk dikoleksi. Harapan saya sih begitu. Nanti mungkin yang akan dipamerkan sketsa-sketsa karya kawan-kawan seniman yang harganya paling mahal 5 juta rupiah,” urai Butet.

Kalau kawan-kawan seniman mau serius pameran, lanjut Butet, ya silakan saja.
“Bisa rembugan dengan manajemen, apakah statusnya menyewa ruangan atau bagi hasil. Tapi ada ruang untuk presentasi karya, asalkan jadwalnya cocok. Tempat ini kan juga butuh perawatan, butuh bayar listrik, kabeh ya ora ana sing gratisan (semua ya tidak ada yang gratisan).

Bayar tapi tidak mahal, atau bagi hasil,” tegas Butet sambil menambahkan, bahwa
sudah banyak kawan-kawan seniman yang mengajukan jadwal untuk pameran di LeGareca Art Galery. Di antaranya, Asmujo untuk bulan September, dan Sanggar Nganu milik Budi Ubrux Haryono untuk bulan Juni.

Untuk galeri kecil, Selasar, dan di dalam ruangan cafe, pihak manajemen yang menentukan. “Misalnya, bisa saja kami mengadakan open call, tapi karya-karya dipajang di Selasar atau di dalam ruangan cafe, tidak di galeri. Ada banyak tembok atau dinding, begitu ada yang kosong langsung kami pakai,” jelas Ucis.

Galeri kecil bisa pula diubah fungsi menjadi meeting room atau gathering dengan kapasitas sekitar 50 orang, atau pentas kecil-kecilan. “Jadi galeri kecil selama tidak disewa orang lain, kami buka untuk kegiatan meeting atau gathering. Mereka akan sewa ruangan dengan background di belakangnya karya-karya yang kami sediakan memang untuk pameran.

Kami sepakat, setiap bulan ganjil manajemen mengadakan pameran. Ada yang open call, ada yang kami undang untuk pameran. Nah, di saat kami membuat pameran, kami usahakan agar area di tengah galeri tidak ada panel. Jadi bisa disewa untuk meeting, gathering, arisan, pertunjukan pentas kecil-kecilan, dan lain-lain,” jelas Ucis.

Pintu galeri kecil sengaja tidak ditutup, supaya sewaktu-waktu bisa untuk back stage. Jendela galeri kecil dibuat tidak permanen sebagai jendela. Tetapi bisa berfungsi sebagai pintu, sehingga orang bisa keluar masuk dari jendela itu

“Kami mengatur program untuk galeri kecil agar bisa disewakan, juga area tribun di belakang, area kebun, dan dog park.”
Selain itu, seniman-seniman bisa menga- jukan untuk pameran di LeGareca Art Galery, tentu saja dengan kurasi dari pihak manajemen.

“Kami akan menawarkan dua pilihan, bisa sewa ruangan atau bagi hasil. Tapi tetap harus sesuai kurasi manajemen,”jelas Ucis. ( Rini Lara)

admin