DESTINASI ENTREPRENEUR HOSPITALITY INTERNATIONAL LIFESTYLE

Lega Pet Hotel & Pet Care, Konsep Baru Hospitality Pet Friendly

Ucis, sang arsitek beragam fasilitas di
LeGareca Space

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Fasilitas unik untuk hewan peliharaan dengan sang majikan  bernama Lega Pet Hotel & Pet Care menjadi pelayanan utama yang ditawarkan Le Gareca.

Ucis, putri Butet yang tergerak membuat LeGareca sebagai tempat yang ramah hewan, berangkat dari pengalamannya saat keluar kota ingin membawa hewan kesayangannya, tetapi sulit mencari penginapan yang bisa membawa hewan kesayangan. Kalau pun ada,harganya mahal sekali, tidak ada yang ramah di kantong.

Maka LeGareca Space dibuat menjadi tempat yang ramah hewan. Tamu-tamu bisa datang dengan membawa anjing atau kucing kesayangannya dengan aman dan nyaman.”Kami berfikir bagaimana caranya agar tamu yang datang ke sini merasa aman dan nyaman, kami sediakan semua,” ujar Ucis.

Pihak manajemen tak bosan menginformasikan, bahwa syarat utama hewan masuk ke area LeGareca, adalah tidak berkutu atau berjamur. Kalau berkutu atau berjamur, harus masuk ruang screening, atau tidak bisa masuk.

Pintu masuk bagi tamu yang membawa anjing atau kucing, sudah dibedakan, yaitu harus melewati ruang screening untuk dicek apakah hewan yang dibawa berkutu atau berjamur. Kalau ternyata berkutu, di ruang screening sudah standby paramedis yang bekerja di bawah arahan dokter hewan. Ditimbang berat badan hewan, harus diberi beberapa Mili obat tetes kutu.

“Kami memilih untuk keamanan semuanya. Misalnya, anjing mau mandi, karena dari awal screening, banyak kutunya dan mau mandi. Ya sudah, kita tetap dengan pengobatan tetes kutu, tapi langsung dibawa ke pet hotel di belakang,” jelas Ucis.

Di area belakang, ada Lega Pet Hotel, yang melayani grooming, mandi spa, dan bermacam-macam layanan untuk anjing atau kucing. Menyediakan fasilitas beberapa jenis kandang dalam ruangan ber-AC. Ada kandang box besar dan box kecil. Untuk anjing, pet hotel ini bisa menampung sekitar 16 ekor yang terdiri dari 6 ekor anjing besar dan 10 ekor anjing kecil. Sedangkan untuk kucing, bisa menampung 22 ekor.

“Jadi konsepnya, orang bisa menginapkan anjing atau kucing kesayangannya di sini. Hewan kesayangan mereka bisa dimandikan, bisa dititipkan di sini dengan hitungan per jam. Ya istilahnya doggy day care, begitu. Kucing juga bisa, ada juga untuk keluarga kucing yang biasanya indukan yang baru melahirkan,” tutur Ucis.

Ada pula petshop yang menjual aksesoris, baju, dan pakan terapi. Petshop sebenarnya tidak boleh menjual kalau tidak ada dokternya. Jadi lebih ke pakan terapi. Nah, itu jarang bisa didapatkan kalau petshopnya tidak dinaungi oleh dokter hewan, ungkapnya.

Setelah ada penginapan untuk hewannya, Ucis berfikir, sekalian saja dibuat penginapan untuk orangnya. Penginapan untuk tamu pun dibuat yang pet friendly.

“Di Yogya, kami sempat riset kecil-kecilan untuk sebuah tempat yang menyatakan pet friendly. Tapi mereka hanya sebatas memperbolehkan saja, tapi tidak begitu peduli dengan keamanan hewan itu.”

Misalnya, mereka tidak berfikir bagaimana kalau anjing itu terlepas. Tidak ada pagar
yang membatasi, jadi anjing bisa keluar dari area cafe sampai ke jalan,” cerita Ucis.

Untuk penginapan, ada 3 kamar:satu di lantai bawah, disediakan untuk tamu yang alergi bulu. Sehingga semua hewan tidak boleh masuk. Juga karena mengingat banyak orang tua yang kesulitan naik tangga. Jadi di bawah diutamakan untuk klien atau tamu yang sudah sulit naik tangga dan yang alergi bulu.

Di lantai atas, ada dua kamar bentuk Mezzanine untuk 2 sampai 3 orang karena ada satu sofabed. Anjing dan kucing bisa masuk. Secara venue, Ucis ingin mengedukasi orang, bahwa LeGareca adalah tempat yang Pet Friendly.

“Sebab adakalanya mungkin info ini tidak tersampaikan. Di saat orang datang untuk ngopi, lalu melihat ada pengunjung lain yang membawa anjing, dia lalu merasa tidak suka.

Kami ingin mengedukasi orang-orang seperti mereka. Caranya adalah dengan misalnya, di depan kami sudah memasang papan nama dengan gambar anjing, di kiri kanan. Kalau pun dia tidak melihat itu, nanti di setiap meja akan kami hadirkan informasi bahwa tempat ini Pet Friendly, lho.

Orang pasti akan terfilter dengan sendirinya. Kalau tidak suka atau jijik satu ruangan dengan anjing, pasti tidak akan kemari lagi. Ya sudah tidak apa-apa, berarti memang mereka bukan market yang ingin kita datangkan. Kami sudah siap dengan resiko itu,” tegas Ucis.

Namun LeGareca juga menyediakan ruangan yang anjing atau kucing tidak masuk. Ruangan ber-AC yang tentu saja No Smoking Area.
Nama LeGareca, diambil dari dua unsur. Yaitu Lega karena ada Pet Hotel bernama Lega Pet Hotel, dan Reca yang juga berarti patung, karena ada patung Kertaradjasa sebagai Landmark – penanda.

Menurut Ucis, bagi yang punya hewan kesayangan, pasti mereka jarang melihat harga di menu, yang penting saat lapar, makan adanya apa.

“Beda cerita kalau market kami kalangan mahasiswa yang mungkin mereka akan mencari menu yang harganya ramah di kantong.”

Hal itu dipertegas oleh Butet Kartaredjasa, “Kalau orang yang sayang hewan, kelas sosialnya sudah tergambarkan, to? Jadi memang bukan kelasnya mahasiswa, yen mahasiswa njuk waton murah (kalau mahasiswa lalu asal murah). Ini tidak, jadi untuk kelas tertentu.

Orang Yogya yang akan keluar kota, bisa menitipkan hewan kesayangannya di sini. Orang luar kota yang punya hewan kesayangan, ketika akan berlibur, bisa membawa hewan kesayangannya ke sini. Di sini ada hotel untuk hewan kesayangannya itu. Dan ini sangat potensial, karena belum ada yang segmennya seperti itu,” papar Butet penuh semangat. (Rini CLara)

admin