Arab Saudi Perkenalkan Halal Mark Track untuk Integrasikan Standar ESG

this formate

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk halal Saudi baik di dalam maupun luar negeri.

ARAB SAUDI, bisniswisata.co.id:  –Pusat Halal Saudi, bagian dari Otoritas Makanan dan Obat Saudi, telah memperkenalkan sistem Halal Mark Track untuk menyelaraskan sertifikasi halal dengan standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).

Dilansir dari halalfocus.com, artikel yang berasal dari  foodbusinessmea.com ini mengungkapkan program ini diimplemen-tasikan dalam kemitraan dengan perusahaan pengembangan produk Halal, yang dimiliki oleh Dana Investasi Publik Kerajaan, dan THIQAH

Tujuannya menciptakan ekosistem halal yang lebih andal dan berkelanjutan. Halal Mark Track mengintegrasikan standar halal yang disetujui dengan persyaratan ESG, memungkin- kan produk untuk memenuhi kriteria keagamaan dan keberlanjutan di bawah pengawasan Pusat Halal Saudi.

Dengan menggabungkan kepatuhan halal dengan langkah-langkah ESG, inisiatif ini berupaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Saudi dan memperkuat daya saing mereka di pasar regional dan global.

Kemitraan antara Perusahaan Pengembangan Produk Halal dan THIQAH berfokus pada pengembangan ekosistem terstruktur untuk menilai produk dan layanan, memberikan bisnis standar kualitas yang diakui.

Perusahaan yang memperoleh sertifikasi dapat memperluas operasi mereka secara lokal dan internasional sambil mematuhi tolok ukur kualitas dan keberlanjutan yang selaras secara global.

Para pejabat menggambarkan Halal Mark Track sebagai upaya strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional di sektor halal dan menyediakan peluang pasar bagi perusahaan lokal dan asing.

Modernisasi Manajemen Peternakan

Peluncuran sertifikasi ini menyusul laporan Juli 2025 yang menyatakan bahwa Arab Saudi sedang menguji coba sistem manajemen peternakan digital menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk memantau kesehatan dan produktivitas ruminansia kecil.

Sistem Saudi Smart Flock, yang diperkenalkan di bawah Program Pembangunan Pertanian Pedesaan Berkelanjutan (Saudi Reef), diimplementasikan di enam peternakan percontohan tahun lalu untuk memodernisasi peternakan hewan skala kecil.

Sistem ini mengidentifikasi hewan melalui fitur wajah, melacak kinerja, memantau kesehatan, dan mengkonsolidasikan catatan peternakan ke dalam satu platform digital yang cocok untuk peternakan tradisional dan intensif.

Petani yang menggunakan sistem ini menerima data real-time tentang kinerja dan kesehatan ternak, yang bertujuan untuk mengurangi kerugian dan meningkatkan kualitas ternak dari waktu ke waktu.

Tujuan Saudi Reef adalah untuk meningkatkan pendapatan petani skala kecil dan meningkatkan produksi pangan nasional melalui manajemen peternakan berbasis teknologi.

Sektor peternakan tetap menjadi pusat perekonomian pedesaan, dengan jutaan domba, kambing, dan unta dipelihara di seluruh Kerajaan, menurut Otoritas Umum Statistik.

Data GASTAT menunjukkan sekitar 22 juta domba, 7,4 juta kambing, dan 2,2 juta unta, dengan sebagian besar domba betina dan mayoritas unta berusia empat tahun atau lebih.

Seoul ke Tokyo: Panduan Perjalanan Halal Terbaik 2026 untuk Maskapai Penerbangan & Hotel.

this formate

                      Foto :halaltimes.com
TOKYO, bisniswisata.co.id: Menyaksikan perkembangan lanskap halal Tokyo di depan umum pada tahun 1990-an, hanya terdiri dari beberapa warung kebab yang terletak di jalan-jalan belakang, yang lebih ditoleransi daripada dipahami.

Dilansir dari www.halaltimes.com, pada tahun 2026, telah menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda: ekosistem yang tepat, teratur, dan berteknologi canggih yang berbicara dengan lancar tentang kehidupan Muslim.

Dipadukan dengan evolusi Seoul yang sama cepatnya, koridor antara kedua kota ini sekarang membentuk salah satu rute perjalanan halal paling penting di dunia.
Bagi pelancong Muslim kontemporer, stiker “ramah Muslim” tidak lagi cukup.

Pertanyaannya sekarang lebih tajam. Siapa yang mengontrol rantai pasokan?
Di mana fermentasi berubah menjadi alkohol? Apakah ruang sholat hanya simbolis—atau dapat digunakan? Panduan ini ditulis untuk para pelancong yang menginginkan jawaban, bukan jaminan.

Penerbangan Singkat, Audit Panjang

Penerbangan dua jam antara Seoul dan Tokyo telah menjadi ujian diam-diam terhadap integritas halal. Apa yang tersaji di nampan kurang penting daripada bagaimana makanan itu sampai di sana.

Maskapai penerbangan utama Korea Selatan, yang beroperasi dari Incheon, kini mengandalkan sistem katering halal tertutup yang disertifikasi oleh otoritas Muslim domestik.

Pada tahun 2026, sistem ini telah menjadi tolok ukur regional, yang dirancang untuk menghilangkan kontaminasi silang dari dapur ke kabin.

Maskapai penerbangan nasional Jepang juga telah membuat kemajuan signifikan, menyelaraskan layanan makanan mereka dengan badan sertifikasi halal domestik.

Namun, para pelancong berpengalaman tahu untuk melihat lebih dari sekadar hidangan utama. Roti gulung, makanan penutup, dan olesan sering berasal dari toko roti Jepang yang masih bergantung pada lemak nabati.

Sertifikasi, jika ada, harus berlaku untuk seluruh hidangan, bukan hanya hidangan utama.

Di Mana Niat Berperan Penting

Di kedua kota tersebut, halal telah berkembang melampaui akomodasi. Halal telah menjadi sesuatu yang disengaja.

Evolusi Seoul paling terlihat di Itaewon, yang telah melampaui reputasinya sebagai kantong asing. Restoran yang dulunya dirancang untuk turis kini dengan percaya diri melayani keluarga Muslim setempat.

Tempat-tempat makan lama di dekat masjid pusat tetap menjadi titik acuan bukan karena familiar, tetapi karena mereka menolak untuk mengurangi cita rasa atau praktik keagamaan.

Hotel juga telah beradaptasi. Beberapa properti besar kini diam-diam menawarkan kamar yang selaras dengan arah salat, dilengkapi dengan makanan ringan halal dan sajadah bukan sebagai hal baru, tetapi sebagai pilihan standar yang cukup sering diminta untuk membenarkan keberadaannya secara permanen.

Suasana kuliner halal di Tokyo berbeda. Kontrol lebih diutamakan daripada visibilitas. Tempat-tempat yang paling terpercaya cenderung diawasi oleh Muslim sendiri, dengan rantai pasokan dikelola secara pribadi, bukan secara simbolis.

Ini terutama berlaku di kalangan yakiniku dan ramen halal yang berkembang di kota ini, di mana perbedaan antara kepatuhan dan keyakinan terlihat jelas dalam rasa, sumber bahan, dan transparansi.

Bahan-Bahan yang Diam-diam Menempuh Perjalanan

Risiko halal yang paling persisten di Asia Timur tidak mengumumkan diri. Risiko tersebut tercampur dalam saus, glasir, dan adonan.
Bumbu berbasis alkohol tetap umum dalam masakan Jepang, terutama dalam bumbu perendam dan persiapan nasi.

Pasta tradisional Korea, yang dihargai karena kedalaman rasa dan kepedasannya, sering difermentasi dengan alkohol.

Bahkan makanan yang dipanggang yang tampaknya tidak berbahaya seringkali bergantung pada lemak hewan yang tidak cocok untuk diet halal.

Pada tahun 2026, stiker sertifikasi yang dikeluarkan oleh otoritas Muslim setempat telah menjadi lebih terstandarisasi di kios-kios jalanan di area ramai.

Stiker tersebut bukan sekadar hiasan. Ini adalah sinyal praktis di lingkungan di mana mengajukan pertanyaan detail masih dianggap sensitif secara budaya.

Doa, Secara Praktis

Peta akan memberi tahu Anda di mana ruang doa berada. Pengalaman akan memberi tahu Anda apakah Anda dapat menggunakannya.

Beberapa fasilitas doa yang dirancang dengan sangat baik di Tokyo tetap tersembunyi di balik kesopanan dan prosedur, hanya dapat diakses setelah menghubungi staf atau mengikuti protokol stasiun.

Ruang doa di Seoul, sebaliknya, cenderung berkelompok di sekitar pusat-pusat yang dikenal, lebih mudah ditemukan tetapi seringkali ramai pada jam-jam sibuk.

Di kedua kota, pengembangan hotel yang lebih baru telah mulai memasukkan drainase area basah yang dirancang dengan pertimbangkan ritual wudhu, sebuah pengakuan arsitektur bahwa tamu Muslim bukan lagi pengecualian yang harus dikelola, tetapi konstituen yang harus dilayani.

Dua Kota, Dua Gaya

Tokyo mendekati halal dengan disiplin seorang veteran: standar yang ketat, akses yang tersebar, dan sedikit ruang untuk kesalahan.

Seoul beroperasi dengan kepercayaan diri seorang insider, menawarkan variasi, visibilitas, dan jaringan bisnis keluarga yang berkembang yang menjadi jangkar komunitas. Keduanya berhasil. Hal itu hanyalah cerminan dari naluri budaya yang berbeda.

Bepergian dengan Tanggung Jawab

Pada tahun 2026, perjalanan etis telah memperoleh makna yang lebih tajam. Mendukung pariwisata halal kini juga berarti mempertahankan ekonomi Muslim lokal.

Di Tokyo, itu sering berarti makan di koridor lingkungan yang dibentuk oleh komunitas imigran daripada waralaba global. Di Seoul, itu berarti memasuki kafe-kafe di jalan-jalan kecil yang dikelola oleh keluarga yang membantu membangun suasana sebelum menjadi tren.

Perjalanan, seperti keyakinan, dibentuk oleh niat. Baik berdiri di bawah menara Seoul saat fajar atau bergerak di tengah malam neon Tokyo, para pelancong Muslim saat ini tidak lagi mencari izin. Mereka menavigasi sistem yang dibangun, pada akhirnya, dengan mempertimbangkan mereka.

Memahami Sertifikasi Halal di Amerika Serikat

this formate

Muslim Amerika menonton parade Islam ( Foto: The New York Time)

Oleh Chris Bates untuk Northpennnow.com

IOWA, AS, bisniswisata.co.id: Sertifikasi halal menjadi semakin penting dalam industri makanan Amerika karena konsumen Muslim mencari jaminan bahwa produk tersebut sesuai dengan hukum diet Islam dan standar makanan yang sesuai dengan Syariah.

Dengan sekitar 3,5 juta Muslim yang tinggal di Amerika Serikat, permintaan akan produk halal yang tersertifikasi dengan benar terus meningkat, menjadikan standar sertifikasi halal sebagai jembatan penting antara produsen makanan halal dan konsumen Muslim yang sadar.

Apa Arti Halal?

Istilah “halal” adalah kata Arab yang berarti “diperbolehkan” atau “sah” menurut hukum Islam (Syariah). Dalam konteks makanan dan minuman halal, halal mengacu pada barang-barang yang boleh dikonsumsi oleh Muslim sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam Al-Quran dan ajaran Nabi Muhammad (SAW).

Kebalikan dari halal adalah “haram,” yang berarti terlarang atau tidak halal. Prinsip halal tidak hanya sekadar menghindari produk daging babi dan alkohol. Prinsip ini mencakup seluruh proses produksi makanan halal, mulai dari pengadaan bahan-bahan halal hingga metode penyembelihan Islami (Zabiha), pengolahan, penyimpanan, dan bahkan pengemasan halal.

Agar daging dianggap sebagai daging halal, hewan harus disembelih oleh tukang jagal Muslim terlatih yang menyebut nama Allah (Bismillah), hewan tersebut harus sehat pada saat disembelih, dan darah harus benar-benar dikeluarkan dari bangkai sesuai dengan persyaratan penyembelihan Islami.

Apa itu Sertifikasi Halal?

Sertifikasi halal adalah proses formal di mana organisasi Islam yang memenuhi syarat dan badan sertifikasi halal memverifikasi dan mengesahkan bahwa produk makanan, bahan-bahan halal, dan proses produksi sesuai dengan hukum diet Islam dan standar kepatuhan halal.

Ketika suatu produk menerima sertifikasi halal, itu berarti lembaga sertifikasi halal yang berwenang telah memeriksa seluruh rantai pasokan dan memastikan bahwa segala sesuatu mulai dari bahan-bahan hingga praktik manufaktur memenuhi persyaratan keaslian halal.

Proses sertifikasi halal memberikan kepercayaan dan ketenangan pikiran kepada konsumen Muslim bahwa produk yang menggunakan logo halal atau simbol halal telah diperiksa secara menyeluruh oleh otoritas halal yang terpercaya.

Bagi produsen dan pengecer makanan, sertifikasi halal membuka pintu ke pasar konsumen Muslim baik di dalam negeri maupun internasional, yang mewakili peluang ekonomi yang signifikan dalam industri halal global yang bernilai lebih dari $2 triliun.

Organisasi Sertifikasi Halal Utama di AS
Amerika Serikat tidak memiliki satu badan pemerintah pun yang mengawasi persyaratan sertifikasi halal, tidak seperti beberapa negara lain yang memiliki sertifikasi halal pemerintah.

Sebaliknya, berbagai organisasi Islam swasta dan badan sertifikasi halal menyediakan layanan sertifikasi. Organisasi sertifikasi halal ini berbeda dalam interpretasi mereka terhadap yurisprudensi Islam, standar halal, dan jangkauan geografis.

HalalWatch.us

HalalWatch.us telah muncul sebagai lembaga sertifikasi halal terkemuka yang melayani komunitas Muslim Amerika dengan standar verifikasi halal yang ketat dan layanan yang komprehensif.

Organisasi ini berfokus pada transparansi dan akuntabilitas dalam proses otentikasi halal, menyediakan verifikasi terperinci tentang bahan-bahan halal, metode produksi halal, dan manajemen rantai pasokan.

HalalWatch.us menawarkan layanan sertifikasi halal untuk berbagai kategori produk termasuk daging dan unggas halal, makanan olahan, minuman halal, suplemen nutrisi, kosmetik halal, dan farmasi halal.

Proses sertifikasi mereka melibatkan inspeksi fasilitas yang menyeluruh, verifikasi bahan, pemantauan produksi, dan audit halal reguler untuk memastikan kepatuhan halal yang berkelanjutan.

Organisasi ini mempertahankan kehadiran online yang kuat, sehingga memudahkan konsumen untuk memverifikasi sertifikasi produk dan bagi bisnis untuk mengakses layanan sertifikasi halal.

Hal yang membedakan HalalWatch.us adalah komitmen mereka terhadap pendidikan halal dan kesadaran konsumen. Mereka menyediakan sumber daya yang membantu umat Muslim memahami prinsip-prinsip halal dan membuat keputusan pembelian yang tepat tentang produk bersertifikasi halal.

Tanda sertifikasi halal mereka pada produk menawarkan kepercayaan kepada konsumen bahwa barang-barang tersebut telah melalui evaluasi yang ketat dan memenuhi standar diet Islam yang otentik.

Dewan Makanan dan Gizi Islam Amerika (IFANCA)

IFANCA, yang didirikan pada tahun 1982, adalah salah satu organisasi sertifikasi halal tertua dan paling dihormati di Amerika Utara. Berbasis di Chicago, Illinois, IFANCA telah mensertifikasi ribuan produk dan fasilitas halal di seluruh Amerika Serikat dan internasional.

Organisasi ini diakui oleh banyak negara mayoritas Muslim dan mempertahankan persyaratan sertifikasi halal yang ketat.
Simbol sertifikasi halal IFANCA, huruf M berbentuk bulan sabit di dalam lingkaran, dikenal luas oleh konsumen Muslim Amerika.

Organisasi ini mensertifikasi segala hal mulai dari produk individual hingga seluruh fasilitas manufaktur dan telah memantapkan dirinya sebagai otoritas halal tepercaya dalam industri makanan halal.

Islamic Services of America (ISA)

ISA, yang didirikan pada tahun 1975 dan berkantor pusat di Cedar Rapids, Iowa, adalah badan sertifikasi halal utama lainnya di Amerika Serikat.

Organisasi ini menyediakan layanan sertifikasi untuk produsen, pengolah, dan distributor makanan, dengan fokus pada produk daging halal dan unggas halal, tetapi juga mencakup berbagai macam makanan halal lainnya.

ISA menekankan inspeksi rutin dan mempertahankan kehadiran di fasilitas manufaktur melalui inspektur halal terlatih mereka. Sertifikasi halal mereka diakui secara internasional, membantu produsen Amerika mengekspor produk halal ke pasar halal global.

Halal Transactions of Omaha (HTO)

Berbasis di Nebraska, HTO menyediakan layanan sertifikasi halal dengan kekuatan khusus di industri pengolahan daging.

Organisasi ini bekerja sama erat dengan pengolah daging dan rumah potong hewan halal untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan penyembelihan Islami dan mempertahankan inspektur halal di fasilitas yang bersertifikasi.

Organisasi terkemuka lainnya

Beberapa organisasi lain menyediakan layanan sertifikasi halal di Amerika Serikat, termasuk American Halal Foundation (AHF), Halal Monitoring Services (HMS), dan berbagai pusat Islam regional dan lokal yang menawarkan sertifikasi halal di komunitas mereka.

Proses Sertifikasi Halal

Memahami bagaimana produk menjadi bersertifikasi halal membantu konsumen menghargai ketelitian di balik segel halal pada kemasan makanan mereka.

Meskipun prosedur spesifik bervariasi di antara organisasi sertifikasi halal, proses sertifikasi halal secara umum mengikuti langkah-langkah yang serupa.

Aplikasi dan penilaian awal

Bisnis yang mencari sertifikasi halal memulai dengan mengirimkan aplikasi ke badan sertifikasi halal. Aplikasi ini mencakup informasi rinci tentang produk, bahan halal, pemasok, dan proses manufaktur.

Lembaga sertifikasi meninjau informasi ini untuk menentukan apakah produk atau fasilitas tersebut berpotensi memenuhi standar halal dan persyaratan Islam.

Verifikasi Bahan dan Pemasok

Salah satu langkah paling penting melibatkan verifikasi setiap bahan yang digunakan dalam produksi makanan halal. Lembaga sertifikasi halal memeriksa spesifikasi bahan, sertifikasi pemasok, dan lembar data keselamatan bahan.

Mereka menelusuri bahan-bahan tersebut kembali ke sumbernya untuk memastikan tidak ada yang haram (terlarang) yang masuk ke dalam proses produksi. Ini termasuk memeriksa kandungan alkohol, turunan babi, daging yang disembelih secara tidak benar, produk darah, dan zat terlarang lainnya menurut hukum Islam.

Banyak bahan yang tampak tidak berbahaya mungkin mengandung unsur haram yang tersembunyi. Misalnya, pengemulsi, enzim, dan perasa tertentu mungkin berasal dari sumber hewani yang tidak halal.

Gelatin, bahan umum, dapat berasal dari gelatin babi atau hewan yang disembelih secara tidak benar. Alkohol dapat digunakan sebagai pembawa perasa bahkan dalam produk di mana keberadaannya tidak jelas bagi konsumen Muslim.

Inspeksi Fasilitas

Organisasi sertifikasi halal melakukan inspeksi di tempat terhadap fasilitas manufaktur dan pabrik pengolahan makanan halal. Inspektur halal memeriksa jalur produksi, area penyimpanan, peralatan, dan prosedur pembersihan.

Mereka memverifikasi bahwa fasilitas dapat menjaga pemisahan antara produk halal dan non-halal bila perlu, atau bahwa prosedur pembersihan menyeluruh ada ketika peralatan yang sama memproses keduanya, memastikan integritas halal.

Untuk fasilitas pengolahan daging dan rumah potong hewan halal, inspektur memberikan perhatian khusus pada metode penyembelihan Zabiha, memastikan bahwa penyembelih Muslim terlatih melakukan penyembelihan sesuai dengan persyaratan penyembelihan Islam

Hewan diperlakukan secara manusiawi sesuai dengan standar kesejahteraan hewan, doa yang tepat (Tasmiyah) dipanjatkan, dan darah dikeringkan dengan benar.

Dokumentasi dan Prosedur Operasi Standar
Fasilitas harus mendokumentasikan proses mereka dan menetapkan prosedur operasi standar (SOP) yang menjaga integritas halal di seluruh produksi.

Dokumentasi ini menjadi bagian dari berkas sertifikasi halal dan memandu operasi harian. Pelatihan staf tentang persyaratan halal juga penting, memastikan semua orang yang terlibat dalam produksi makanan halal memahami pentingnya menjaga standar diet Islam.

Pemantauan dan Audit Berkelanjutan

Sertifikasi halal bukanlah peristiwa sekali saja. Organisasi sertifikasi melakukan audit halal secara berkala, yang dapat berupa inspeksi terjadwal atau mendadak, untuk memastikan kepatuhan berkelanjutan terhadap standar halal.

Frekuensi audit bergantung pada organisasi sertifikasi halal dan jenis produk atau fasilitas. Operasi berisiko tinggi mungkin memerlukan pengawas halal tetap di lokasi, sementara produk berisiko rendah mungkin diaudit setiap tahun atau setengah tahun.

Penerbitan dan Perpanjangan Sertifikat

Setelah berhasil menyelesaikan proses sertifikasi halal, organisasi tersebut menerbitkan sertifikat halal yang berlaku untuk jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.

Produk kemudian dapat menampilkan logo halal atau simbol halal organisasi tersebut pada kemasan. Bisnis harus mengajukan permohonan perpanjangan sertifikasi halal sebelum masa berlaku habis, dan seluruh proses diulang untuk memastikan kepatuhan halal yang berkelanjutan.

Mengapa Sertifikasi Halal Penting
Bagi konsumen Muslim, sertifikasi halal memberikan jaminan penting dalam sistem pangan yang kompleks di mana bahan dan metode pengolahan tidak selalu transparan.

Membaca daftar bahan saja seringkali tidak cukup, karena banyak komponen memiliki nama teknis yang mengaburkan asal-usulnya, dan bahan pembantu pengolahan serta perlakuan peralatan mungkin tidak tercantum pada label.

Sertifikasi halal memungkinkan umat Islam untuk memenuhi kewajiban agama mereka dengan percaya diri. Islam mewajibkan penganutnya untuk hanya mengonsumsi makanan halal, dan sertifikasi membuat hal ini praktis di masyarakat modern di mana produk mengandung banyak bahan dari berbagai sumber.

Produk bersertifikat halal memberikan jaminan keagamaan dan ketenangan pikiran yang dibutuhkan umat Islam saat membuat keputusan pembelian.

Bagi bisnis, sertifikasi halal merupakan keputusan strategis dengan manfaat yang signifikan. Populasi Muslim Amerika memiliki daya beli yang besar, dan sertifikasi halal memungkinkan perusahaan untuk melayani segmen pasar Muslim ini secara efektif.

Banyak Muslim secara eksklusif atau lebih memilih membeli produk bersertifikat halal, terutama untuk daging halal, unggas halal, dan makanan olahan.

Di luar pasar domestik, sertifikasi halal membuka pintu bagi perdagangan halal internasional. Banyak negara mayoritas Muslim mewajibkan sertifikasi halal untuk impor makanan, dan sertifikasi dari organisasi sertifikasi halal Amerika yang diakui memfasilitasi masuk ke pasar ekspor halal yang menguntungkan ini.

Pasar makanan halal global terus berkembang, menawarkan peluang luar biasa bagi eksportir halal Amerika yang bersertifikat.
Tantangan dan Pertimbangan dalam Sertifikasi Halal

Lanskap sertifikasi halal di Amerika Serikat menghadapi beberapa tantangan. Tidak adanya pengawasan atau standardisasi pemerintah berarti badan sertifikasi halal yang berbeda mungkin memiliki standar dan interpretasi hukum Islam yang berbeda-beda.

Hal ini dapat menimbulkan kebingungan bagi konsumen dan bisnis tentang sertifikasi halal mana yang dapat dipercaya.

Beberapa organisasi telah menghadapi kritik karena kurangnya ketelitian atau karena mensertifikasi produk yang diragukan memenuhi standar keaslian halal.

Kurangnya regulasi berarti siapa pun secara teoritis dapat mengklaim menawarkan layanan sertifikasi halal, meskipun organisasi sertifikasi halal yang bereputasi telah membangun reputasi mereka melalui pengalaman bertahun-tahun dan kepercayaan komunitas Muslim.

Biaya merupakan pertimbangan lain bagi bisnis yang mencari sertifikasi halal. Sertifikasi melibatkan biaya untuk aplikasi, inspeksi, dan pemantauan berkelanjutan, yang dapat cukup besar bagi bisnis makanan kecil.

Namun, banyak yang menganggap investasi ini sepadan mengingat akses ke pasar konsumen Muslim dan peluang industri halal.

Pemahaman antaragama dan lintas budaya juga berperan. Bisnis yang baru mengenal persyaratan halal mungkin perlu edukasi tentang hukum diet Islam dan mengapa praktik halal tertentu penting bagi konsumen Muslim.

Membangun pemahaman ini mendorong implementasi standar halal dan kepatuhan halal yang lebih baik.

Masa Depan Sertifikasi Halal di Amerika
Industri sertifikasi halal di Amerika Serikat terus berkembang dan matang.

Pertumbuhan populasi Muslim, peningkatan kesadaran konsumen tentang produk halal, dan perluasan perdagangan halal global semuanya mendorong perkembangan sektor ini.

Teknologi memainkan peran yang semakin penting, dengan blockchain dan sistem pelacakan digital yang dieksplorasi untuk meningkatkan transparansi rantai pasokan dan verifikasi halal.

Upaya standardisasi sedang berlangsung, dengan diskusi tentang menciptakan standar halal yang lebih seragam di seluruh organisasi sertifikasi.

Meskipun standardisasi lengkap mungkin tidak layak mengingat perbedaan mazhab fiqih Islam, harmonisasi yang lebih besar dapat menguntungkan bisnis dan konsumen Muslim.
Pendidikan konsumen tentang sertifikasi halal tetap penting.

Seiring semakin banyak warga Amerika dari berbagai latar belakang yang menyadari sertifikasi halal, pemahaman tentang arti penunjukan halal dan mengapa hal itu penting pun meningkat.

Banyak non-Muslim juga memilih produk halal, karena menganggapnya menawarkan jaminan kualitas dan perlakuan etis terhadap hewan dengan mengikuti praktik penyembelihan yang manusiawi.

Kesimpulan

Sertifikasi halal di Amerika Serikat berfungsi sebagai penghubung penting antara persyaratan diet Islam dan produksi makanan modern.

Melalui kerja organisasi seperti HalalWatch.us, IFANCA, ISA, dan badan sertifikasi halal tepercaya lainnya, konsumen Muslim dapat dengan percaya diri menjelajahi pasar dengan mengetahui bahwa produk bersertifikat halal memenuhi kewajiban agama dan standar diet Islam mereka.

Bagi bisnis, sertifikasi halal mewakili peluang untuk melayani segmen pasar Muslim yang signifikan dan terus berkembang sekaligus menunjukkan komitmen terhadap beragam kebutuhan konsumen.

Seiring dengan terus berkembangnya komunitas Muslim Amerika dan ekspansi industri halal global, sertifikasi halal akan menjadi semakin penting di sektor makanan halal.

Memahami sertifikasi halal membantu semua orang—baik Muslim maupun non-Muslim—untuk menghargai kompleksitas sistem pangan modern dan pentingnya akomodasi keagamaan dalam masyarakat yang beragam.

Baik Anda seorang konsumen yang mencari produk halal atau bisnis yang pertimbangkan sertifikasi halal, mengenali pentingnya dan ketelitian proses sertifikasi halal sangat penting untuk membuat keputusan yang tepat tentang pilihan makanan halal dan kepatuhan halal

Malaysia Menandatangani MoU dengan Turki untuk Memperluas Investasi dan Industri Halal

this formate

Sikh Shamsul Ibrahim (Foto: MEDIA MULIA/File)

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id: Menurut laporan News Straits Times (NST) hari ini, CEO Otoritas Pengembangan Investasi Malaysia (Mida), Sikh Shamsul Ibrahim menyatakan bahwa Malaysia dan Turki akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga investasi Turki untuk meningkatkan kerja sama bilateral di sektor investasi dan industri.

Dilansir dari Malaysianreserve.com, Turki dipandang sebagai gerbang strategis menuju Eropa, menawarkan peluang bagi Malaysia untuk memperluas investasi dan mengembangkan industri Halal secara internasional

“Kami akan bertukar MoU dengan Invest in Türkiye untuk mengintensifkan kerja sama, termasuk menarik lebih banyak investasi Turki ke Malaysia serta investasi Malaysia ke Turki,” katanya.

Kolaborasi ini akan mencakup sektor industri dan teknologi, memanfaatkan kekuatan Turki di bidang kedirgantaraan dan pertahanan, dengan tujuan menarik pemasok multinasional Turki untuk menggunakan Malaysia sebagai pintu gerbang ke pasar Asia.

Sementara itu, CEO Perusahaan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Malaysia (Matrade), Abu Bakar Yusof, mengatakan Turki bukan hanya pasar ekspor, tetapi juga berfungsi sebagai pintu gerbang ke Eropa dan Balkan.

“Kami memandang pasar Turki bukan hanya untuk potensi domestiknya, tetapi juga sebagai titik masuk ke pasar Eropa dan Balkan. Ini menghadirkan peluang besar bagi eksportir Malaysia untuk menggunakan Turki sebagai pusat untuk menembus pasar Eropa,” ujarnya.

Abu Bakar menambahkan bahwa berbagai sektor, termasuk industri Halal, akan mendapat manfaat dari kerja sama ini, didukung oleh lokasi strategis Turki dan populasi mayoritas Muslim.

BPJPH Teken 7 Kerja Sama Strategis untuk Perkuat Ekosistem Halal Nasional

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Mengawali tahun 2026, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melakukan penguatan ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) nasional melalui penandatanganan tujuh kerja sama strategis. Kerja sama tersebut di antaranya Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan juga Recognition Agreement dengan mitra lintas sektor.

Penandatanganan tersebut berlangsung di Gedung BPJPH, Jakarta Timur, Selasa (7/1/2026). Pada kesempatan yang sama, BPJPH juga menyerahkan Sertifikat Akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) kepada Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan, sebagai bagian dari penguatan infrastruktur sertifikasi halal nasional, khususnya pada sektor strategis kelautan dan perikanan.

Dilansir dari bpjph.halal.go.id, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan bahwa kolaborasi multipihak ini merupakan fondasi utama dalam memperkuat penyelenggaraan jaminan produk halal di Indonesia.

Menurutnya, halal tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis pertumbuhan ekonomi nasional.

“Esensi halal adalah keterbukaan dan transparansi. Dari sana lahir traceability dan trustability. Ketika halal menjadi standar, maka halal akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Babe Haikal, sapaan akrab Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan, Rabu

Lebih lanjut, Babe Haikal menegaskan bahwa penyelenggaraan JPH telah memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, penguatan sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam memperluas pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

“Kita membutuhkan jutaan pendamping halal untuk mendorong puluhan juta pelaku usaha (UMK). Karena itu, kolaborasi adalah keniscayaan. Sekarang waktunya, kalau tidak sekarang kapan lagi, dan kalau bukan kita siapa lagi,” lanjut Babe Haikal.

Penguatan Ekosistem Halal Sejalan dengan Arahan Presiden Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJPH juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa seluruh program pemerintah harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kemandirian ekonomi nasional.

Penyelenggaraan JPH dinilai sejalan dengan arah kebijakan tersebut karena mampu melindungi konsumen sekaligus meningkatkan daya saing produk bahkan hingga mampu menembus pasar internasional.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ishartini, menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPJPH merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk kelautan dan perikanan Indonesia.

“Kerja sama ini memperkuat standardisasi, pengawasan mutu, serta pemanfaatan laboratorium pengujian dalam mendukung sertifikasi halal. Hal ini penting untuk meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia di pasar domestik maupun global,” ujar Ishartini.

Penyerahan Sertifikat Akreditasi LPH kepada Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan menandai penguatan peran laboratorium pengujian dalam mendukung proses sertifikasi halal, khususnya bagi sektor yang melibatkan puluhan ribu pelaku usaha di berbagai daerah.

Adapun tujuh kerja sama yang ditandatangani BPJPH bersama para mitra strategis, di antaranya sebagai berikut:

(1) MoU antara BPJPH dan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang Sinergi Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal pada Sektor Kelautan.

(2) Recognition Agreement antara BPJPH dan Good Fortune Halal Certification Service (Qingdao) Co., Ltd.

(3) MoU antara BPJPH dan UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi tentang Tridharma Perguruan Tinggi Bidang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal.

(4) Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJPH dan Universitas Padjadjaran tentang Penguatan Regulasi Sertifikasi Halal Impor melalui Regulatory Impact Analysis untuk Inovasi Sosial Perlindungan Konsumen dan MoU Tridharma Perguruan Tinggi Bidang JPH.

(5) PKS antara BPJPH dan Universitas Indonesia Halal Training Center tentang Pelatihan Jaminan Produk Halal.

(6) MoU antara BPJPH dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) tentang Sosialisasi, Edukasi, dan Promosi Bidang Jaminan Produk Halal.

(7) Amandemen Pertama PKS antara BPJPH dan PT Indonesian Cloud tentang Perubahan atas Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Aset Selain Tanah dan/atau Bangunan. [

Pariwisata MICE Terus Berkembang dan Kini Semakin Mengutamakan Keberlanjutan

this formate

MAASTRICHT, bisniswisata.co.id: Pariwisata MICE, singkatan dari Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions — menjadi salah satu segmen paling signifikan dalam industri perjalanan bisnis global.

Dilansir dari www.hospitalitynet.org, selain memberikan kontribusi ekonomi besar, MICE kini juga menjadi pendorong perubahan besar dalam cara destinasi, hotel, dan penyedia layanan memperhatikan isu lingkungan.

Pertumbuhan Pasar MICE yang Tinggi
Menurut data terbaru dari Global Growth Insights, nilai pasar pariwisata MICE global diperkirakan mencapai USD 1.172 triliun pada tahun 2025 dan diproyeksikan lebih dari dua kali lipat pada 2035 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 9,87%.

Angka ini mencerminkan bahwa meskipun teknologi digital terus maju, kebutuhan untuk berinteraksi langsung dan membangun hubungan tetap kuat.

Keberlanjutan Jadi Faktor Utama

Salah satu perubahan paling penting dalam industri ini adalah meningkatnya fokus pada keberlanjutan. Hampir separuh dari pembeli jasa MICE saat ini lebih memilih tempat dan praktik acara yang ramah lingkungan.

Mereka ingin memastikan bahwa kegiatan yang mereka lakukan selaras dengan tujuan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan (ESG).

Sebagai respons terhadap tren ini, beberapa kelompok perhotelan mulai menawarkan solusi baru. Contohnya, RIU Plaza España meluncurkan layanan untuk memperkirakan dan menghitung jejak karbon dari sebuah acara, baik sebelum maupun sesudah pemesanan, agar penyelenggara dapat membuat keputusan yang lebih berdampak rendah.

Strategi untuk MICE yang lebih hijau

Agar event MICE lebih berkelanjutan, para pelaku industri dapat menerapkan beberapa strategi praktis:

– Mengukur dan Melaporkan Jejak Karbon: Menggunakan alat yang mampu menghitung emisi dari perjalanan, akomodasi, tempat acara, dan konsumsi makanan untuk mengetahui bagian mana yang memiliki dampak terbesar.

– Memilih Venue Bersertifikat Hijau: Tempat dengan sertifikasi keberlanjutan biasanya memiliki manajemen energi, limbah, dan air yang lebih bertanggung jawab.

– Menghadirkan Pengalaman Acara yang Ramah Lingkungan: Termasuk memilih bahan yang berkelanjutan, transportasi rendah emisi, dan praktik sumber yang bertanggung jawab.

MICE dan masa depan yang bertanggung Jawab

Industri MICE kini dipandang tidak hanya sebagai kegiatan besar yang menghimpun banyak orang, tetapi juga sebuah peluang untuk memperkuat tanggung jawab lingkungan.

Keberhasilan di masa depan tidak lagi diukur hanya dari jumlah peserta atau pendapatan, tetapi seberapa bertanggung jawab kegiatan tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Tren yang Muncul di Industri MICE Tiongkok (2025–2026)

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co.id: Apa saja tren yang paling signifikan yang Anda amati di industri MICE negara Anda untuk tahun 2025–2026, dan faktor apa yang mendorong perubahan ini?.

Dilansir dari afeca.asia, dalam beberapa bulan terakhir, topik ini telah banyak dibahas, dan arah yang jelas mulai muncul. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam permintaan akan pengalaman yang dipersonalisasi, karena baik peserta maupun peserta pameran mencari keterlibatan yang lebih dalam dan bermakna.

Format acara berkembang untuk mencakup kombinasi kreatif interaksi bisnis-ke-bisnis dan bisnis-ke-konsumen, memungkinkan daya tarik yang lebih luas dan program yang lebih dinamis.

Penggunaan teknologi meningkat secara signifikan, dengan kecerdasan buatan semakin populer sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, penyampaian konten, dan keterlibatan audiens.

Pada saat yang sama, kesehatan dan kesejahteraan menjadi tema utama selama acara, dengan penyelenggara lebih menekankan pada kesejahteraan fisik dan mental.

Kesadaran lingkungan juga meningkat, terutama di kalangan peserta yang lebih muda yang mengharapkan transparansi dan tanggung jawab yang lebih besar terkait jejak karbon dan praktik berkelanjutan.

Bagaimana pasar Anda merespons meningkatnya permintaan akan acara bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab?
Di Tiongkok, responsnya relatif lambat.

Meskipun beberapa penyelenggara internasional telah memimpin, dan beberapa tempat seperti SNIEC telah mengadopsi prinsip dan strategi ESG, adopsi industri yang lebih luas masih terbatas.

Tanpa penegakan yang lebih kuat atau arahan yang jelas dari pemerintah, kemajuan yang signifikan kemungkinan tidak akan meningkat dalam waktu dekat.

Apa peran badan pemerintah atau asosiasi industri dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan sektor MICE hingga tahun 2025–2026?

Di banyak kota di Asia Pasifik, khususnya di Hong Kong, Bangkok, Singapura, dan sebagian Shanghai, pemerintah memainkan peran aktif dengan memberikan subsidi untuk jenis acara tertentu.

Industri seperti teknologi tinggi, data dan komunikasi, robotika dan otomatisasi, mode dan budaya, serta acara yang berfokus pada AI, termasuk di antara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan keuangan, tergantung pada skala acara tersebut.

Selain itu, lembaga pemerintah terkait secara proaktif mempromosikan keunggulan MICE Tiongkok di luar negeri melalui upaya pemasaran destinasi dan jangkauan internasional.

Bagaimana negara Anda memposisikan diri untuk menarik lebih banyak acara MICE internasional pada tahun 2025–2026, dan keuntungan atau tantangan apa yang Anda antisipasi?

China secara aktif berupaya menarik lebih banyak pengunjung internasional dan, pada gilirannya, investor dengan melonggarkan peraturan di berbagai bidang seperti penerbitan visa, pajak penghasilan individu, pajak perusahaan, dan menawarkan tunjangan khusus bagi individu yang memenuhi syarat.

Kota-kota Tier 1 seperti Shanghai dan Beijing memimpin upaya ini dengan program MICE yang komprehensif. Inisiatif ini bertujuan tidak hanya untuk mendorong kehadiran di acara bisnis tetapi juga untuk mempromosikan kekayaan budaya kota-kota tersebut, termasuk peragaan busana, peluncuran produk mewah, museum, dan festival musik dan seni.

Keuntungan utama terletak pada skala dan keragaman penawaran kota-kota ini, sementara tantangan tetap ada seputar konsistensi peraturan dan kecepatan implementasi.

Ke depan, sektor atau segmen audiens mana (misalnya, kongres medis, konferensi teknologi, perjalanan insentif) yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan terbesar dalam industri MICE negara Anda?

Kekayaan warisan budaya dan keanekara- gaman lanskap alam Tiongkok terus menjadi daya tarik utama bagi pariwisata internasional dan perjalanan insentif.

Di bidang acara bisnis, kami mengantisipasi pertumbuhan yang kuat dalam kongres khusus, terutama di bidang kedokteran, olahraga, pariwisata, dan musik.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tetap optimis tentang perluasan berkelanjutan industri pameran Tiongkok, dengan harapan pertumbuhan yang lebih kuat lagi dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Riset Internova Travel Group: Kenaikan Biaya Perjalanan Membentuk Kembali Cara OrangAmerika Berwisata di Tahun 2026.

this formate

Pelayaran ekspedisi tarifnya naik 20%  salah satu pertimbangan berat bagi konsumen

Harga tiket pesawat yang lebih tinggi, tarif hotel mewah, dan pelayaran ekspedisi mendorong wisatawan untuk memikirkan kembali nilai dan cara nereka memesan.

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Kenaikan biaya perjalanan di berbagai segmen utama industri ini membentuk kembali cara orang Amerika merencanakan, memesan, dan memprioritaskan perjalanan, menurut riset dari Internova Travel Group, salah satu perusahaan jasa perjalanan terbesar di dunia.
Temuan tersebut mengungkapkan bahwa harga yang lebih tinggi mempercepat pergeseran menuju perjalanan yang lebih strategis dan berorientasi pada pengalaman.
Konsumen melakukan perjalanan yang lebih sedikit tetapi direncanakan dengan lebih matang, sementara mitra penyedia perjalanan dan destinasi melihat polarisasi yang semakin meningkat antara perjalanan yang berfokus pada nilai dan perjalanan premium, dengan tekanan yang meningkat pada pasar menengah.
Riset ini didasarkan pada analisis jutaan pemesanan dan survei terhadap 4.000 pelancong, dan dirinci dalam The Internova Index: North American Traveler Insights, laporan riset eksklusif Internova Travel Group.
Para pelancong tidak menjauhi perjalanan, tetapi mereka menjadi jauh lebih selektif tentang di mana dan bagaimana mereka membelanjakan uang.
Seiring kenaikan harga, terutama di segmen pasar premium, kita melihat para pelancong semakin bergantung pada panduan ahli dari penasihat perjalanan untuk membantu mereka memprioritaskan nilai, fleksibilitas, dan pengalaman yang bermakna. Henry Gilroy, Wakil Presiden Eksekutif, Strategi, di Internova Travel Group
Meskipun permintaan untuk perjalanan tetap kuat, data menunjukkan bahwa kenaikan harga terkonsentrasi di segmen pasar yang lebih tinggi – khususnya di penerbangan premium, hotel mewah, dan pelayaran ekspedisi – menciptakan tantangan dan pertimbangan baru bagi pelancong bisnis dan liburan pada tahun 2026.
Bagi pelancong bisnis dan pelancong liburan kelas atas, kenyamanan dan penghematan waktu semakin menjadi prioritas utama.
Harga rata-rata tiket pesawat kelas bisnis jarak jauh kini mencapai US$4.500, naik dari US$4.385 pada tahun 2023, sementara harga tiket kelas ekonomi sedikit menurun, memperlebar kesenjangan antara pilihan perjalanan standar dan premium.
Harga hotel mewah juga meningkat, dengan rata-rata tarif harian hotel mewah di Amerika Utara naik 4,9%, dibandingkan dengan penurunan 1,8% di hotel premium, menandakan semakin besarnya kesenjangan antara akomodasi kelas atas dan menengah. Pertumbuhan tarif bahkan lebih kuat di destinasi mewah internasional, khususnya di seluruh Eropa.
Di antara kategori pelayaran, harga untuk pelayaran ekspedisi telah meningkat lebih dari 20% sejak tahun 2023, jauh melebihi peningkatan 5% untuk pelayaran kontemporer, mencerminkan lonjakan permintaan untuk pengalaman kapal kecil yang mendalam di destinasi terpencil.
Meskipun biaya meningkat, 27% wisatawan mengatakan mereka berharap untuk lebih banyak bepergian pada tahun 2026, sementara hanya 6% yang berharap untuk lebih sedikit bepergian, menggarisbawahi prioritas yang terus diberikan konsumen pada perjalanan bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Namun, para pelancong menyesuaikan diri dengan mempersingkat perjalanan, memilih destinasi yang lebih mewah secara selektif, dan mencari bantuan ahli dari penasihat perjalanan untuk mengatasi kenaikan harga.
Lebih dari 60% pelancong mengatakan mereka berharap akan menggunakan penasihat perjalanan sebagai saluran pemesanan utama mereka pada tahun 2026, terutama untuk perjalanan yang lebih panjang, lebih mahal, dan internasional.
Harga yang lebih tinggi mengubah perilaku, bukan menekan permintaan, tambah Gilroy. Pelancong menginginkan kepastian bahwa mereka membuat pilihan yang cerdas, dan itu mendorong fokus baru pada perencanaan, keahlian, dan personalisasi yang diberikan oleh penasihat perjalanan.
Untuk laporan lengkap atau informasi lebih lanjut tentang Internova Analytics and Consulting, silakan kunjungi www.internova.com/research.
Tentang Global Travel Collection
Global Travel Collection (GTC), bagian dari Internova Travel Group, adalah kumpulan penasihat perjalanan mewah internasional yang paling berpengaruh. Lebih dari 1.500 penasihat GTC adalah pemimpin industri dalam menyediakan layanan perjalanan premium kepada pelancong rekreasi, eksekutif perusahaan, dan industri hiburan.
Jangkauan dan pengaruh global GTC yang terintegrasi menghasilkan nilai, pengakuan, dan perlakuan istimewa bagi kliennya yang bepergian ke seluruh dunia.
Tentang Internova Travel Group
Internova Travel Group adalah salah satu perusahaan jasa perjalanan terbesar di dunia dengan berbagai merek terkemuka yang memberikan keahlian perjalanan pribadi dan berkualitas tinggi kepada klien wisata dan korporat.
Internova mengelola perusahaan wisata, bisnis, dan waralaba melalui portofolio divisi yang berbeda. Internova mewakili lebih dari 100.000 penasihat perjalanan di lebih dari 6.000 lokasi milik perusahaan dan afiliasi, terutama di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris Raya, dengan kehadiran di lebih dari 80 negara.

Indonesia Tutup tahun 2025 dengan Laporan Acara Senilai US$1,4 miliar

this formate

Pembukaan kuartal ke-4 NICE 2025 menetapkan nada optimis untuk pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2026. ( Foto: Nusantara International Convention Exhibition (NICE)

Kampanye kementerian baru dan tempat-tempat baru mendukung tahun yang kuat untuk pertemuan dan acara.

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sektor MICE dan acara Indonesia mencatat kinerja yang kuat pada tahun 2025, dengan peluncuran kampanye digital yang mendukung kalender nasional dan penambahan tempat-tempat baru yang menandai pertumbuhan berkelanjutan hingga tahun 2026.

Melalui platform Event by Indonesia, Kementerian Pariwisata mendukung ratusan acara, yang terdiri dari 99 acara Karisma Event Nusantara (KEN), 46 acara berskala nasional, 29 acara internasional, dan 24 acara MICE.

Dilansir dari meetings-conventions asia.com, diluncurkan di berbagai platform media sosial pada Juli 2025, Event by Indonesia memusatkan informasi tentang berbagai acara di seluruh negeri, dan dilengkapi dengan aktivasi online-to-offline.

Dorongan terkoordinasi untuk acara-acara tersebut menghasilkan 12,2 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 20.800 UMKM dan lebih dari 250.000 pekerja, dan menghasilkan perkiraan omzet ekonomi sebesar Rp23,76 triliun (US$1,4 miliar), kata Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana.

Para pelaku industri melaporkan bahwa pertumbuhan sisi penawaran memperkuat permintaan.

Ryan Adrian, direktur pelaksana PT Industri Pameran Nusantara – usaha patungan antara Agung Sedayu Group dan Salim Group di balik tempat pameran dan konvensi NICE Jakarta – mengamati pertumbuhan yang solid di sektor MICE pada tahun 2025.

“Penambahan tempat-tempat baru telah menciptakan peluang untuk perluasan acara yang sudah ada dan untuk menyelenggarakan acara internasional baru yang masuk ke Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta Raya,” katanya.

Ke depan, Adrian memperkirakan momentum akan berlanjut hingga tahun 2026 meskipun ada ketidakpastian global yang lebih luas.

“Kinerja regional dan nasional tetap relatif kuat. Tren pemesanan untuk MICE di tempat NICE diperkirakan akan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2025, ketika kami hanya beroperasi selama empat bulan,” tambahnya.

Resolusi Tahun Baru: Berhenti Melakukan Ini di Tahun 2026

this formate

Oleh Shep Hyken

MAATRICH, bisniswisata.co.id: Selamat Tahun Baru! Ini adalah musim di mana banyak orang (dan perusahaan) meluangkan waktu untuk mengatur ulang dan bersiap untuk memulai tahun baru.

Dilansir dari hospitalitynet.org, beberapa sudah membuat rencana mereka. Yang lain memilih untuk melakukannya di awal tahun. Tidak masalah kapan Anda memilih untuk mengatur ulang selama Anda melakukannya.

Jadi, untuk artikel ini, saya ingin menawarkan sesuatu untuk dipertimbangkan. Dua belas resolusi Tahun Baru dalam bentuk apa yang HARUS Anda HENTIKAN! (Ngomong-ngomong, saya baru-baru ini menulis artikel serupa yang menampilkan lima poin ini untuk Forbes. Baca artikelnya di sini.)

Sebelum kita masuk ke daftar, saya meninjau kembali artikel-artikel selama setahun terakhir, mencari konsep-konsep yang saya katakan harus kita lakukan untuk pelanggan kita.

Kemudian saya membalikkannya dan, alih-alih membuat daftar resolusi yang harus dilakukan, saya membuat daftar hal-hal yang harus dihentikan. Jadi, berikut adalah selusin resolusi yang dimulai dengan kata berhenti:

Berhenti mencoba untuk membuat setiap pelanggan terkesan: Membuat pelanggan terkesan di setiap interaksi adalah hal yang mustahil. Sebaliknya, fokuslah pada pengalaman yang konsisten dan dapat diprediksi yang membangun kepercayaan dan keyakinan dengan pelanggan Anda.

Berhenti membuang waktu pelanggan Anda: Membuang waktu pelanggan mengirimkan pesan bahwa Anda tidak menghormati mereka. Contoh umum dari hal ini adalah ketika Anda menelepon dukungan pelanggan dan, sambil menunggu dalam waktu yang tidak wajar, Anda mendengar pesan yang diulang: “Panggilan Anda penting bagi kami.” Jelas tidak!

Berhenti berpikir AI adalah jawabannya: Perusahaan yang mengira mereka dapat menghilangkan departemen dukungan pelanggan dengan layanan pelanggan berbasis AI akan segera menyadari bahwa mereka tidak bisa.

AI adalah salah satu jawabannya, tetapi bukan satu-satunya jawaban. Dibutuhkan keseimbangan antara AI dan manusia untuk menciptakan pengalaman layanan pelanggan terbaik.

Berhenti membuat pelanggan mengulang-ulang perkataan mereka: Perhatikan apa yang dikatakan pelanggan pertama kali. Buat catatan, sehingga jika mereka menelepon kembali atau berbicara dengan orang lain, ada catatannya, dan pelanggan tidak perlu memulai dari awal.

Berhenti bersembunyi di balik kebijakan perusahaan: Saya masih terkejut mendengar karyawan mengatakan, “Itu kebijakan perusahaan.” Jika digunakan dengan cara yang salah, tiga kata itu adalah pembunuh loyalitas pelanggan. Kebijakan seharusnya adalah menemukan cara untuk memastikan pelanggan kembali.

Berhenti memperlakukan layanan pelanggan sebagai pusat biaya: Jika dilakukan dengan baik, layanan pelanggan membuat pelanggan terus kembali lagi dan lagi. Itu adalah pemasaran. Ketika ROI dari layanan pelanggan Anda mengurangi tingkat churn dan menambah laba bersih, itu adalah generator pendapatan.

Berhenti menggunakan akronim dan jargon perusahaan: Menggunakan inisial dan kata-kata yang digunakan di “dalam” perusahaan dapat membuat pelanggan merasa tidak nyaman. Ketika mereka tidak mengerti atau bingung karena apa yang Anda katakan, Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan mereka.

Berhenti berpikir survei memberikan umpan balik terbaik: Saya menyukai survei jika dilakukan dengan benar. Survei mendapatkan umpan balik dari pelanggan Anda, tetapi mungkin sumber informasi penting yang lebih baik adalah karyawan lini depan Anda. Jadi, akui karyawan lini depan sebagai sumber umpan balik pelanggan yang berharga.

Berhenti berpikir “Kami sudah melatih karyawan kami melalui pelatihan layanan pelanggan”: Pelatihan layanan pelanggan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan. Itu adalah sesuatu yang Anda lakukan. Diperlukan penguatan berkelanjutan dari pelatihan awal Anda untuk menjaga agar karyawan yang baik tetap berfokus pada pelanggan.

Berhenti berpikir program loyalitas menciptakan loyalitas: Ada beberapa program loyalitas yang menciptakan loyalitas pelanggan sejati, tetapi sadarilah bahwa program loyalitas biasanya merupakan program pemasaran yang berfokus pada membuat pelanggan kembali. Tidak ada yang salah dengan itu, tetapi ingatlah bahwa pelanggan tetap tidak selalu pelanggan setia.

Berhentilah berasumsi bahwa jika pelanggan Anda tidak mengeluh, mereka tidak punya alasan untuk mengeluh: Pelanggan tidak selalu mengeluh kepada Anda, tetapi mereka akan mengeluh tentang Anda kepada teman dan kolega mereka. Diam tidak selalu berarti bahagia.

Berhentilah menyelesaikan masalah, dan mulailah menyelesaikan masalah pelanggan: Saya baru-baru ini mewawancarai David Fuhr, kepala penjualan di Sweetwater, untuk episode Amazing Business Radio yang akan datang.

Ketika kami membahas pemecahan masalah dan keluhan, dia berkata, “Kita menyelesaikan masalah pelanggan.” Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Anda pertama-tama menyelesaikan masalah pelanggan, yaitu menyelesaikan masalah dan mendapatkan kembali kepercayaan mereka, dan kemudian Anda bekerja dengan tim untuk mencari tahu mengapa ada masalah dan bagaimana hal itu dapat dicegah agar tidak terjadi lagi.

Itu adalah contoh sempurna dari fokus pada pelanggan. Dan begitulah. Dua belas ide tentang apa yang harus dihentikan. Masih banyak lagi, dan bukan hanya dari artikel yang telah saya tulis. Lihatlah proses yang memengaruhi pelanggan Anda.

Apa yang mereka keluhkan? Buat daftar Anda sendiri tentang apa yang harus dihentikan. Bukan hanya apa yang Anda lakukan. Terkadang justru apa yang tidak Anda lakukan yang membuat pelanggan berkata, “Saya akan kembali!”
Penulis adalah: Pakar layanan pelanggan dan pengalaman, pembicara utama, dan penulis buku terlaris