CRUISE DESTINASI EXPLORE! INTERNATIONAL LIFESTYLE

Riset Internova Travel Group: Kenaikan Biaya Perjalanan Membentuk Kembali Cara OrangAmerika Berwisata di Tahun 2026.

Pelayaran ekspedisi tarifnya naik 20%  salah satu pertimbangan berat bagi konsumen

Harga tiket pesawat yang lebih tinggi, tarif hotel mewah, dan pelayaran ekspedisi mendorong wisatawan untuk memikirkan kembali nilai dan cara nereka memesan.

NEW YORK, bisniswisata.co.id: Kenaikan biaya perjalanan di berbagai segmen utama industri ini membentuk kembali cara orang Amerika merencanakan, memesan, dan memprioritaskan perjalanan, menurut riset dari Internova Travel Group, salah satu perusahaan jasa perjalanan terbesar di dunia.
Temuan tersebut mengungkapkan bahwa harga yang lebih tinggi mempercepat pergeseran menuju perjalanan yang lebih strategis dan berorientasi pada pengalaman.
Konsumen melakukan perjalanan yang lebih sedikit tetapi direncanakan dengan lebih matang, sementara mitra penyedia perjalanan dan destinasi melihat polarisasi yang semakin meningkat antara perjalanan yang berfokus pada nilai dan perjalanan premium, dengan tekanan yang meningkat pada pasar menengah.
Riset ini didasarkan pada analisis jutaan pemesanan dan survei terhadap 4.000 pelancong, dan dirinci dalam The Internova Index: North American Traveler Insights, laporan riset eksklusif Internova Travel Group.
Para pelancong tidak menjauhi perjalanan, tetapi mereka menjadi jauh lebih selektif tentang di mana dan bagaimana mereka membelanjakan uang.
Seiring kenaikan harga, terutama di segmen pasar premium, kita melihat para pelancong semakin bergantung pada panduan ahli dari penasihat perjalanan untuk membantu mereka memprioritaskan nilai, fleksibilitas, dan pengalaman yang bermakna. Henry Gilroy, Wakil Presiden Eksekutif, Strategi, di Internova Travel Group
Meskipun permintaan untuk perjalanan tetap kuat, data menunjukkan bahwa kenaikan harga terkonsentrasi di segmen pasar yang lebih tinggi – khususnya di penerbangan premium, hotel mewah, dan pelayaran ekspedisi – menciptakan tantangan dan pertimbangan baru bagi pelancong bisnis dan liburan pada tahun 2026.
Bagi pelancong bisnis dan pelancong liburan kelas atas, kenyamanan dan penghematan waktu semakin menjadi prioritas utama.
Harga rata-rata tiket pesawat kelas bisnis jarak jauh kini mencapai US$4.500, naik dari US$4.385 pada tahun 2023, sementara harga tiket kelas ekonomi sedikit menurun, memperlebar kesenjangan antara pilihan perjalanan standar dan premium.
Harga hotel mewah juga meningkat, dengan rata-rata tarif harian hotel mewah di Amerika Utara naik 4,9%, dibandingkan dengan penurunan 1,8% di hotel premium, menandakan semakin besarnya kesenjangan antara akomodasi kelas atas dan menengah. Pertumbuhan tarif bahkan lebih kuat di destinasi mewah internasional, khususnya di seluruh Eropa.
Di antara kategori pelayaran, harga untuk pelayaran ekspedisi telah meningkat lebih dari 20% sejak tahun 2023, jauh melebihi peningkatan 5% untuk pelayaran kontemporer, mencerminkan lonjakan permintaan untuk pengalaman kapal kecil yang mendalam di destinasi terpencil.
Meskipun biaya meningkat, 27% wisatawan mengatakan mereka berharap untuk lebih banyak bepergian pada tahun 2026, sementara hanya 6% yang berharap untuk lebih sedikit bepergian, menggarisbawahi prioritas yang terus diberikan konsumen pada perjalanan bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Namun, para pelancong menyesuaikan diri dengan mempersingkat perjalanan, memilih destinasi yang lebih mewah secara selektif, dan mencari bantuan ahli dari penasihat perjalanan untuk mengatasi kenaikan harga.
Lebih dari 60% pelancong mengatakan mereka berharap akan menggunakan penasihat perjalanan sebagai saluran pemesanan utama mereka pada tahun 2026, terutama untuk perjalanan yang lebih panjang, lebih mahal, dan internasional.
Harga yang lebih tinggi mengubah perilaku, bukan menekan permintaan, tambah Gilroy. Pelancong menginginkan kepastian bahwa mereka membuat pilihan yang cerdas, dan itu mendorong fokus baru pada perencanaan, keahlian, dan personalisasi yang diberikan oleh penasihat perjalanan.
Untuk laporan lengkap atau informasi lebih lanjut tentang Internova Analytics and Consulting, silakan kunjungi www.internova.com/research.
Tentang Global Travel Collection
Global Travel Collection (GTC), bagian dari Internova Travel Group, adalah kumpulan penasihat perjalanan mewah internasional yang paling berpengaruh. Lebih dari 1.500 penasihat GTC adalah pemimpin industri dalam menyediakan layanan perjalanan premium kepada pelancong rekreasi, eksekutif perusahaan, dan industri hiburan.
Jangkauan dan pengaruh global GTC yang terintegrasi menghasilkan nilai, pengakuan, dan perlakuan istimewa bagi kliennya yang bepergian ke seluruh dunia.
Tentang Internova Travel Group
Internova Travel Group adalah salah satu perusahaan jasa perjalanan terbesar di dunia dengan berbagai merek terkemuka yang memberikan keahlian perjalanan pribadi dan berkualitas tinggi kepada klien wisata dan korporat.
Internova mengelola perusahaan wisata, bisnis, dan waralaba melalui portofolio divisi yang berbeda. Internova mewakili lebih dari 100.000 penasihat perjalanan di lebih dari 6.000 lokasi milik perusahaan dan afiliasi, terutama di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris Raya, dengan kehadiran di lebih dari 80 negara.

Hilda Ansariah Sabri

Pendiri, Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan pemegang sertifikasi Wartawan Utama Dewan Pers dan Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat (2018-2023)