Pembukaan kuartal ke-4 NICE 2025 menetapkan nada optimis untuk pertumbuhan berkelanjutan di tahun 2026. ( Foto: Nusantara International Convention Exhibition (NICE)
Kampanye kementerian baru dan tempat-tempat baru mendukung tahun yang kuat untuk pertemuan dan acara.
JAKARTA, bisniswisata.co.id: Sektor MICE dan acara Indonesia mencatat kinerja yang kuat pada tahun 2025, dengan peluncuran kampanye digital yang mendukung kalender nasional dan penambahan tempat-tempat baru yang menandai pertumbuhan berkelanjutan hingga tahun 2026.
Melalui platform Event by Indonesia, Kementerian Pariwisata mendukung ratusan acara, yang terdiri dari 99 acara Karisma Event Nusantara (KEN), 46 acara berskala nasional, 29 acara internasional, dan 24 acara MICE.
Dilansir dari meetings-conventions asia.com, diluncurkan di berbagai platform media sosial pada Juli 2025, Event by Indonesia memusatkan informasi tentang berbagai acara di seluruh negeri, dan dilengkapi dengan aktivasi online-to-offline.
Dorongan terkoordinasi untuk acara-acara tersebut menghasilkan 12,2 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 20.800 UMKM dan lebih dari 250.000 pekerja, dan menghasilkan perkiraan omzet ekonomi sebesar Rp23,76 triliun (US$1,4 miliar), kata Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana.
Para pelaku industri melaporkan bahwa pertumbuhan sisi penawaran memperkuat permintaan.
Ryan Adrian, direktur pelaksana PT Industri Pameran Nusantara – usaha patungan antara Agung Sedayu Group dan Salim Group di balik tempat pameran dan konvensi NICE Jakarta – mengamati pertumbuhan yang solid di sektor MICE pada tahun 2025.
“Penambahan tempat-tempat baru telah menciptakan peluang untuk perluasan acara yang sudah ada dan untuk menyelenggarakan acara internasional baru yang masuk ke Indonesia, khususnya di wilayah Jakarta Raya,” katanya.
Ke depan, Adrian memperkirakan momentum akan berlanjut hingga tahun 2026 meskipun ada ketidakpastian global yang lebih luas.
“Kinerja regional dan nasional tetap relatif kuat. Tren pemesanan untuk MICE di tempat NICE diperkirakan akan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun 2025, ketika kami hanya beroperasi selama empat bulan,” tambahnya.










