LONDON, bisniswisaya.co.id: Dewan Pariwisata Dunia (WTTC) mengungkapkan bahwa Timur Tengah mengalami pertumbuhan Pariwisata yang kuat, dengan sektor ini berkembang sebesar 5,3% pada tahun 2025, melampaui rata-rata global sebesar 4,1% dan memperkuat posisi kawasan ini sebagai salah satu pasar perjalanan paling dinamis di dunia.
Riset Dampak Ekonomi (EIR) terbaru WTTC, sebuah studi global terkemuka tentang kinerja Pariwisata, menyoroti kinerja kuat kawasan ini di berbagai indikator utama, termasuk pengeluaran pengunjung internasional, perjalanan domestik, dan perjalanan bisnis.
Gloria Guevara, Presiden & CEO, WTTC, mengatakan: “Timur Tengah terus menunjukkan pertumbuhan Pariwisata yang kuat pada tahun 2025, dengan Arab Saudi memainkan peran sentral dalam mendorong keberhasilan ini dan muncul sebagai pemimpin di kawasan ini, dengan pertumbuhan hampir dua kali lipat rata-rata global.
Kinerja Timur Tengah pada tahun 2025 menyoroti kekuatan dan potensi jangka panjang Pariwisata, dengan sektor ini terus bertindak sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan konektivitas internasional di seluruh kawasan.”
Timur Tengah Menunjukkan Momentum Pertumbuhan yang Kuat
Sektor Pariwisata di Timur Tengah terus menunjukkan kinerja yang luar biasa, dengan pertumbuhan melebihi rata-rata global dan juga melampaui perekonomian regional secara keseluruhan. Pengeluaran wisatawan internasional meningkat 5,2%, dibandingkan dengan 3,2% secara global, mencerminkan permintaan yang kuat dan peningkatan konektivitas global.
Sektor Pariwisata di kawasan ini menyumbang US$385,8 miliar terhadap PDB pada tahun 2025, mendukung 7,1 juta lapangan kerja, yang menggarisbawahi pentingnya sektor ini secara ekonomi yang terus berkembang.
Arab Saudi Mendorong Momentum Regional
Inti dari pertumbuhan ini adalah Arab Saudi, ekonomi Pariwisata terbesar di kawasan ini, yang menyumbang US$178 miliar terhadap PDB dan 46% dari total ekonomi Pariwisata Timur Tengah.
Kerajaan ini terus menunjukkan kinerja yang luar biasa, dengan pertumbuhan PDB Pariwisata sebesar 7,4% pada tahun 2025, hampir dua kali lipat dari tingkat pertumbuhan sektor global sebesar 4,1%, dan sekitar 40% lebih tinggi dari rata-rata regional Timur Tengah sebesar 5,3%.
Pengeluaran wisatawan internasional juga meningkat 8,2%, jauh melampaui rata-rata global sebesar 3,2%, yang semakin menggarisbawahi daya tarik Arab Saudi yang semakin meningkat sebagai destinasi global terkemuka dan posisinya sebagai pemimpin di kawasan ini.
Perjalanan bisnis menjadi pendorong yang sangat kuat, dengan pengeluaran meningkat lebih dari 55%, menyoroti peran Arab Saudi yang semakin berkembang sebagai pusat global untuk bisnis, acara, dan investasi.
Selain Arab Saudi, pasar lain di seluruh kawasan juga menunjukkan kinerja yang kuat. Sektor Pariwisata UEA mencapai PDB sebesar US$68,5 miliar pada tahun 2025, dengan pengeluaran wisatawan internasional sebesar $56,9 miliar.
Ini mencerminkan posisinya sebagai pusat global utama. Yordania mencatat pertumbuhan PDB Pariwisata sebesar 5,5%, dengan pengeluaran wisatawan internasional mencapai US$8,5 miliar.
Sementara Oman juga mengalami pertumbuhan yang kuat sebesar 5,5%, bersamaan dengan pengeluaran wisatawan internasional sebesar US$4,0 miliar, yang menyoroti momentum berkelanjutan pada tahun 2025 di pasar-pasar utama GCC dan regional.
Perjalanan bisnis mendorong pertumbuhan
Di seluruh Timur Tengah, perjalanan bisnis meningkat pesat, dengan pengeluaran meningkat 23% pada tahun 2025, menjadikannya salah satu segmen dengan kinerja terkuat dalam pertumbuhan sektor ini.
Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan permintaan untuk interaksi tatap muka, bersamaan dengan peran kawasan yang semakin luas dalam menyelenggarakan acara internasional besar, konferensi, dan aktivitas investasi.
Di tengah tantangan regional baru-baru ini, sektor Pariwisata Timur Tengah terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dengan pemulihan yang diharapkan akan cepat setelah stabilitas jangka panjang kembali ke kawasan tersebut.
Didukung oleh fundamental yang kuat, investasi berkelanjutan, dan peran strategisnya dalam konektivitas global, kawasan ini tetap berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan lintasan pertumbuhannya.
Membuka pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan
Riset WTTC menyoroti bahwa investasi berkelanjutan dalam infrastruktur, konektivitas, dan pengembangan destinasi, bersamaan dengan fokus pada perjalanan bernilai tinggi dan pariwisata bisnis, akan sangat penting untuk mempertahankan momentum ini dari waktu ke waktu.
Dengan terus memperkuat kolaborasi publik-swasta dan meningkatkan ekosistem perjalanan secara keseluruhan, negara-negara di seluruh kawasan ini berada pada posisi yang baik untuk lebih meningkatkan pengeluaran wisatawan, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.










