Kehadiran” Jadi Fasilitas Utama di Industri Perhotelan Masa Depan

this formate

                          Foto: Google

MAATRICH, bisniswisata.co.id: Industri perhotelan terus berubah seiring kemajuan teknologi otomatisasi yang semakin cepat. Namun, menurut Susie Arnett, Direktur Program Wellness di Six Senses, hal yang justru menjadi kunci pengalaman tamu bukanlah teknologi semata, melainkan kehadiran manusia yang nyata dan hubungan emosional antara staf dan tamu.

Diansir dari hospitalitynet.org, Arnett menekankan bahwa hotel bukan sekadar bangunan atau fasilitas, tetapi sebuah ruang sosial yang mencerminkan kebutuhan manusia untuk merasa diterima dan terhubung.

Dalam era di mana layanan semakin banyak diotomatisasi, nilai sebenarnya dari keramahan hotel justru terletak pada interaksi personal yang autentik antara tamu dan staf.

Dari pelayanan menuju “Kehadiran

Dalam pengalaman di pusat retreat dan wellness, Arnett melihat bahwa kesuksesan pengalaman tamu sangat ditentukan oleh kualitas hubungan yang dibangun, bukan oleh fasilitas fisik semata.

Oleh karena itu, staf masa depan tidak lagi dilihat sebagai pekerja pelayanan biasa, tetapi lebih sebagai pemandu pengalaman yang hadir secara emosional dan responsif.

Pendekatan ini mendorong pelatihan staf untuk fokus pada keintiman, empati, dan kecerdasan emosional — keterampilan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi otomatis.

Dengan automation menangani tugas-tugas logistik, maka hubungan interpersonal menjadi “amenitas” paling bernilai bagi tamu yang mencari pengalaman unik dan bermakna.

Hotel Sebagai Ruang Interaksi Manusia

Arnett mengingatkan bahwa inti dari keramahtamahan adalah hubungan manusia yang otentik. Ketika staf mampu benar-benar “hadir” untuk tamu — memberi perhatian, mendengarkan, dan merespons kebutuhan secara intuitif — itu akan menciptakan momen berkesan yang tidak bisa ditiru oleh mesin atau sistem digital.

Inilah sebabnya mengapa kehadiran — bukan sekadar layanan atau teknologi — menjadi fasilitas penting di masa depan industri hotel dan resort.

Dengan mengedepankan keterlibatan manusia yang tulus, hotel dapat menawarkan pengalaman yang lebih dalam, personal, dan tak terlupakan bagi setiap tamu.

*Artikel ini merupakan bagian dari edisi tahunan The HOTEL Yearbook 2026

Trio hotel IHG, InterContinental, Kimpton, dan Holiday Inn Resort, akan Buka pada Tahun 2029.

this formate

SINGAPURA, bisniswisata.co id: IHG Hotels & Resorts akan membuka hotel tiga merek di dekat Universal Studios Japan di Osaka pada tahun 2029, menandai proyek pembangunan baru terbesar mereka di negara tersebut.
Proyek pengembangan hotel baru di Osaka, Jepang, dekat Universal Studios Japan.

Proyek ini, bekerja sama dengan Sakurajima Kaihatsu LLC, sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Kajima Corporation, akan menampilkan hotel tiga merek yang terdiri dari properti InterContinental, Kimpton, dan Holiday Inn Resort.

Pengembangan ini dijadwalkan dibuka pada tahun 2029 dan akan menjadi proyek hotel baru terbesar IHG di Jepang. Kompleks hotel baru ini akan berlokasi di Konohana-ku, Osaka, memberikan akses mudah bagi para tamu ke Universal Studios Japan dan Integrated Resort yang akan datang di Yumeshima.

Lokasi ini dapat diakses melalui perjalanan perahu selama 10 menit atau berkendara dari resor. Pengembangan ini akan mencakup 817 kamar, menjadikannya tambahan yang signifikan bagi penawaran perhotelan di area tersebut.

Hotel InterContinental akan memiliki 244 kamar, restoran yang buka sepanjang hari, bar dan lounge lobi, pengalaman pemandian air panas bergaya Jepang, pusat kebugaran, kolam renang di atap, dan ruang pertemuan, termasuk ballroom dan empat ruang pertemuan.

Hotel Kimpton akan menawarkan 246 kamar, restoran yang buka sepanjang hari, restoran khusus di atap, deli/kafe, pusat kebugaran, kolam renang dalam ruangan, dan empat ruang pertemuan.

Holiday Inn Resort akan memiliki 327 kamar, restoran yang buka sepanjang hari, deli/kafe, klub anak-anak, ruang permainan, dan fasilitas kolam renang dalam ruangan untuk dewasa dan anak-anak.

Perkembangan ini menandai proyek hotel tiga merek pertama IHG di Jepang dan memperluas kehadirannya sebagai mitra hotel resmi Universal Studios Japan. Hotel-hotel ini akan menjadi satu-satunya properti bermerek internasional di area tersebut setelah dibuka.

Proyek ini merupakan bagian dari ekspansi IHG yang sedang berlangsung di Jepang, di mana perusahaan saat ini mengoperasikan 57 hotel di 10 merek, dengan tambahan 20 properti dalam tahap perencanaan.

Hotel-hotel baru ini akan melengkapi portofolio IHG yang sudah ada di Osaka, yang meliputi InterContinental Osaka, voco Osaka Central, RIHGA Royal Hotel Osaka, dan Vignette Collection.

Perkembangan ini diharapkan akan mendapat manfaat dari peningkatan infrastruktur di sekitarnya, seperti perpanjangan Jalur JR Sakurajima dan pembukaan terminal feri baru.

Selain itu, Bandara Internasional Kansai baru-baru ini meningkatkan kapasitas penumpangnya menjadi 40 juta per tahun setelah renovasi.

Universal Studios Japan, yang dimiliki oleh Comcast NBCUniversal, adalah destinasi hiburan utama di Osaka, yang menarik pengunjung dari Jepang dan luar negeri.

Taman ini menampilkan wahana-wahana yang berbasis pada merek hiburan populer dan terus berkembang dengan tambahan baru seperti SUPER NINTENDO WORLD.

Mulai Tahun Ini, Rekening Tabungan Turis Asing ke Bali Bakal Dicek

this formate

Foto: Ilustrasi di Bali (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo).

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali merancang kebijakan baru untuk wisatawan mancanegara tahun 2026. Pemprov Bali akan mengecek setiap rekening tabungan wisatawan mancanegara yang berlibur di Bali mulai tahun ini.

“Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Gianyar dilansir kantor berita Antara.

Selain memeriksa tabungan, katanya, setiap turis asing yang hendak masuk Bali akan dicek waktu tinggal yang akan diambil. Pemprov juga akan mengecek aktivitas yang hendak dilakukan dalam kunjungan.

“Ini supaya terkontrol semua, seperti juga kalau kita berwisata ke negara lain, dengan kebijakan negara lain seperti itu kita akan melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Di hadapan Menteri Pariwisata, dia terlebih dahulu menjabarkan bahwa kunjungan wisman sepanjang 2025 sebanyak 7,050 juta orang melalui jalur udara dan 71 ribu orang melalui jalur laut.

Dalam sejarah kepariwisataan Bali, angka kunjungan ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun, peningkatannya mulai terasa tahun ke tahun setelah pandemi COVID-19 mereda.

“Semua dikerahkan supaya orang mau datang ke Bali, itulah yang berlangsung sekarang jadilah dia (wisman) keenakan, nah ini harus kita atasi dan mengatasi tidak bisa sehari dua hari, perlu kesabaran,” ujar Koster.

Pemprov Bali menyadari banyak situasi tak menyenangkan terjadi seperti yang banyak disebutkan terkait masalah sampah dan kemacetan. Kata Koster, tahun ini dia ingin memastikan pariwisata yang berkualitas.

“Ke depan ini kita akan mulai mengarah kepada pariwisata berkualitas, jadi tidak secara jumlah semata, tapi yang berkualitas yang dirancang melalui peraturan daerah itu tata kelola kepariwisataan,” ucap Koster

Pemulihan Penuh sistem AC di MCIA Dijadwalkan 8 Januari.

this formate

Bandara Internasional Mactan-Cebu (Foto arsip)

MANILA, bisniswisata.co.id: Pemulihan penuh sistem pendingin udara Bandara Internasional Mactan-Cebu (MCIA) diperkirakan selesai pada hari Kamis.

Dalam pernyataan yang diunggah di halaman media sosial MCIAdilaporkan bahwa unit operasi utama dan unit cadangan mengalami masalah teknis, yang mengakibatkan kerusakan sistem pendingin udara.

Inspeksi, pemecahan masalah, dan penggantian suku cadang segera dilakukan, menurut unggahan tersebut.

“Meskipun sistem dipulihkan sementara, masalah tersebut muncul kembali dan berlanjut sepanjang hari,” tambahnya.

Pendingin udara ditempatkan dan staf membagikan air minum kemasan sementara manajemen berkoordinasi dengan penyedia layanan pihak ketiga.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan, terutama selama musim puncak perjalanan, dan kami mengakui kekhawatiran yang disampaikan oleh penumpang kami, termasuk yang dibagikan di media sosial,” bunyi pernyataan tersebut.

Pendingin udara tambahan dan perbaikan pada beberapa unit sedang dilakukan, menurut unggahan tersebut.

Sementara itu dari  Bandara Internasional Ninoy Aquino (NAIA) lalu lintas penumpang mencapai hampir 2,6 juta selama liburan baru-baru ini, naik 6,86 persen dari tahun ke tahun (YoY).

New NAIA Infra Corp. (NNIC) mencatat 2.589.889 penumpang dari 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. NNIC juga melaporkan bahwa volume penumpang mencapai puncaknya pada 180.089 pada 4 Januari lalu – volume penumpang harian tertinggi yang tercatat hingga saat ini.

Penerbangan juga meningkat sebesar 3,29 persen YoY. NAIA menangani 13.766 penerbangan selama liburan baru-baru ini, dibandingkan dengan 13.766 penerbangan domestik dan internasional pada periode liburan sebelumnya.

“Tim dari NNIC, maskapai penerbangan, lembaga pemerintah, dan mitra layanan bekerja sama erat sepanjang periode liburan untuk mengelola antrean, penerbangan, dan arus penumpang,” kata konsorsium yang dipimpin San Miguel Corp. dalam sebuah unggahan di media sosial.

NNIC sebelumnya telah menerapkan perbaikan dan menambahkan fasilitas di seluruh bandara untuk mendukung arus penumpang yang lebih baik. (PNA)

Laos Muncul Sebagai Destinasi Liburan Asia Tenggara Paling Terjangkau di Tahun 2026

this formate

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Laos telah meraih tempat di antara destinasi wisata paling terjangkau di dunia untuk tahun 2026, mengamankan posisi dalam daftar yang sangat dinantikan dari majalah Indie Traveller, yaitu “26 Tempat Menakjubkan dan Murah yang Harus Anda Kunjungi pada Tahun 2026.”

Dilansir dari travelandtourworld.id,pengakuan ini menyoroti Laos sebagai pilihan utama bagi para pelancong yang hemat biaya yang ingin menikmati pengalaman budaya yang kaya tanpa harus menanggung biaya perjalanan yang mahal.

Menurut Indie Traveller, Laos menawarkan nilai yang luar biasa untuk uang Anda, dengan biaya harian untuk wisatawan dengan anggaran terbatas berkisar antara US$17 hingga US$25. Bagi mereka yang memilih pengalaman kelas menengah.

Wisatawan dapat memperkirakan pengeluaran antara US$35 dan US$45 per hari. Pengeluaran harian ini mencakup biaya penting seperti akomodasi, makanan, dan transportasi domestik, menjadikan Laos sebagai destinasi paling ramah anggaran di Asia Tenggara.

Keterjangkauan ini, dikombinasikan dengan keindahan alam dan budaya yang dinamis, menjadikan Laos pilihan yang semakin populer bagi para backpacker, keluarga, dan wisatawan independen.

Taman Bermain Alami untuk Para Petualang

Hal yang membuat Laos sangat menarik adalah lanskap alamnya yang menakjubkan. Negara ini memiliki beberapa pemandangan terindah di Asia Tenggara, termasuk hutan lebat, perbukitan, dan sungai yang tenang.

Hampir 70 persen wilayah Laos ditutupi hutan, yang menyediakan latar belakang yang kaya untuk petualangan luar ruangan. Mulai dari mendaki gunung hingga berkayak di sepanjang Sungai Mekong, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas dengan harga yang sangat terjangkau.

Laos juga semakin dikenal dengan perkembangan pariwisata petualangannya, di mana para pencari sensasi dapat menikmati aktivitas seperti zip-lining, panjat tebing, dan bahkan naik balon udara.

Aktivitas-aktivitas ini, yang sering ditemukan di tempat wisata populer lainnya dengan harga premium, ditawarkan di Laos dengan harga yang jauh lebih murah, menjadikannya pilihan utama bagi pecinta alam dan penggemar adrenalin.

Peningkatan Infrastruktur dan Aksesibilitas

Meskipun Laos terus mempertahankan suasana yang menawan dan santai, negara ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam infrastruktur pariwisatanya. Jalan dan pilihan transportasi telah membaik, sehingga memudahkan pengunjung untuk mengakses baik tempat-tempat terkenal maupun permata tersembunyi di negara ini.

Hal ini termasuk peningkatan akses ke destinasi populer seperti kota Luang Prabang yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, dan lanskap dramatis Dataran Tinggi Bolaven, rumah bagi beberapa air terjun paling menakjubkan di negara ini.

Gibbon Experience adalah atraksi unggulan lain di Laos yang menawarkan kesempatan unik bagi pengunjung untuk menginap di rumah pohon dan meluncur di atas kanopi hutan menggunakan tali.

Pengalaman ekowisata ini memungkinkan wisatawan untuk terhubung dengan alam secara mendalam dan mendebarkan. Fakta bahwa Laos menawarkan pengalaman tak terlupakan dengan harga terjangkau semakin memperkuat statusnya sebagai destinasi wisata yang tak tertandingi untuk tahun 2026.
iklan

Ekowisata dan Perjalanan Berkelanjutan

Pengakuan Indie Traveller terhadap Laos menyoroti lebih dari sekadar keterjangkauannya, tapi juga menyoroti inisiatif ekowisata dan pariwisata berbasis komunitas di negara tersebut.

Laos semakin menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman perjalanan otentik yang bermanfaat bagi pengunjung dan komunitas lokal. Banyak kegiatan dan tur yang tersedia dirancang untuk melestarikan lingkungan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi daerah pedesaan.

Fokus pada pariwisata berkelanjutan ini telah menarik perhatian publikasi perjalanan internasional, dengan Laos sering disoroti karena upayanya untuk melindungi sumber daya alamnya sambil menyediakan pengalaman perjalanan yang bermakna dan mendalam.

Negara ini juga mendapatkan pengakuan atas komitmennya terhadap praktik pariwisata bertanggung jawab yang memprioritaskan konservasi lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal.

Luang Prabang danTempat Lain yang Wajib Dikunjungi

Daftar Indie Traveller juga menyoroti Luang Prabang, yang sering dianggap sebagai salah satu kota paling menawan dan kaya budaya di Asia Tenggara.

Sebagai kota Warisan Dunia UNESCO, Luang Prabang menawarkan kepada pengunjung perpaduan unik antara arsitektur tradisional Laos, kuil Buddha, dan pasar jalanan yang ramai, semuanya berlatar belakang alam yang menakjubkan.

Kota ini telah berulang kali mendapatkan penghargaan dari publikasi terkemuka seperti Perjalanan+Rekreasi Dan Perjalanan Cerdas Asia karena suasananya yang tenang dan signifikansi budayanya.

Selain Luang Prabang, Laos memiliki beberapa permata tersembunyi lainnya yang belum sepenuhnya ditemukan oleh pariwisata arus utama. Misalnya, ibu kota Vientiane, dengan suasananya yang santai dan sejarahnya yang kaya, menawarkan pengalaman yang lebih jauh dari jalur wisata biasa.

Sementara itu, daerah Si Phan Don (Empat Ribu Pulau) adalah tempat peristirahatan yang tenang, sempurna bagi mereka yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk tempat-tempat wisata yang ramai.

Meningkatnya Popularitas Laos

Pengakuan terbaru dari Indie Traveller ini hanyalah salah satu dari banyak penghargaan yang telah diterima Laos dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan terus meningkatnya popularitas negara ini di kalangan wisatawan dengan anggaran terbatas.

Dengan kombinasi keterjangkauan harga, keindahan alam, dan pengalaman budaya yang mendalam, Laos dengan cepat menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang mencari petualangan otentik tanpa harga yang mahal.

Untuk tahun 2026, Laos bukan hanya destinasi ramah anggaran, tetapi juga tempat di mana pengunjung dapat merasakan kekayaan Asia Tenggara dengan cara yang otentik dan terjangkau.

Baik Anda mencari petualangan, budaya, atau sekadar tempat untuk bersantai, Laos menawarkan semua ini—dan masih banyak lagi—dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada banyak destinasi populer lainnya.

Seiring dengan semakin fokusnya perjalanan pada pengalaman otentik dan ramah anggaran, naiknya Laos ke puncak daftar destinasi terjangkau merupakan cerminan dari daya tariknya yang terus berkembang dan pengakuan atas komitmen berkelanjutan negara tersebut untuk melestarikan keindahan alamnya sambil memberikan pengalaman yang kaya dan bermanfaat bagi para pengunjung.
i

Pariwisata Thailand ke Kamboja Turun 47% di Tengah Ketegangan Perbatasan

this formate

Wisatawan mengunjungi kuil Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja.( Foto: Kiripost/Siv Channa)

PHNOM PENH, bisniswisata.co.id: Lanskap pariwisata Kamboja sedang menghadapi tantangan dan perubahan akibat ketegangan geopolitik, karena kedatangan wisatawan dari Thailand turun 47 persen dalam 11 bulan pertama tahun 2025.

Seiring intensifikasi konflik perbatasan, Vietnam menduduki peringkat teratas, diikuti oleh Tiongkok. “Jumlah wisatawan Thailand akan terus menurun karena konflik perbatasan saat ini telah menjadi sangat serius,”

Lanskap pariwisata Kamboja telah mengalami perubahan dramatis pada tahun 2025, dengan Vietnam dan Tiongkok sekarang memimpin kedatangan wisatawan asing karena pasar Thailand yang dulunya dominan runtuh.

Pengunjung dari negara tetangga tersebut turun drastis hampir setengahnya karena bentrokan perbatasan. Menurut statistik terbaru Menurut Kementerian Pariwisata, dalam 11 bulan pertama tahun 2025, Kamboja menyambut 1.013.173 wisatawan Thailand, di antaranya 496.070 perempuan.

Ini menandai penurunan 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut laporan tersebut, mayoritas datang untuk liburan dan bisnis. Meskipun terjadi penurunan jumlah, pasar Thailand tetap menjadi salah satu dari tiga sumber kedatangan wisatawan asing terbesar di Kamboja.

Vietnam saat ini menduduki peringkat teratas dengan 1.115.416 kedatangan, sementara Tiongkok berada di urutan kedua dengan 1.104.952, tambah laporan tersebut.
Chhay Sivlin, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Kamboja (CATA), mengatakan kepada Kiripost, “Jumlah wisatawan Thailand akan terus menurun karena konflik perbatasan saat ini telah menjadi sangat serius.”

Dia mengatakan banyak warga Kamboja, termasuk anak-anak, telah merasakan dampak negatif dari pertempuran tersebut, yang memicu gerakan-gerakan tertentu, seperti memboikot produk dan bisnis Thailand, serta menolak mengunjungi Thailand. Oleh karena itu, mungkin ada warga Thailand yang memiliki sentimen yang sama terhadap Kamboja.

“Jumlah wisatawan Thailand tercatat dalam 11 bulan pertama tahun 2025, sementara pada bulan terakhir, sejak konflik perbatasan, jumlah pengunjung Thailand lebih sedikit,” kata Sivlin, seraya menambahkan bahwa jumlah tersebut mungkin akan semakin menurun tajam pada bulan Desember.

Misalnya, pada November 2025, hanya tercatat 17.172 kedatangan wisatawan Thailand dalam laporan tersebut. Ini merupakan penurunan drastis dari November 2024, ketika 188.487 warga Thailand mengunjungi Kamboja; penurunan sebesar 90 persen.

Sivlin mengatakan bahwa dibutuhkan waktu bagi pariwisata antara kedua negara untuk pulih, dan menambahkan, “Mereka [pemerintah] perlu menunjukkan komitmen, sehingga masalah ini dapat diatasi secara bertahap.”

Menurut Badan Pariwisata Kamboja, “Aktivitas pariwisata di destinasi utama Kamboja, termasuk Siem Reap, Phnom Penh, Sihanoukville, Kep, Kampot, dan pulau-pulau, terus berlanjut tanpa gangguan. Selain itu, hotel, tempat wisata, restoran, layanan transportasi, dan operator tur beroperasi seperti biasa dan menyambut pengunjung.

“Otoritas nasional terkait bekerja secara proaktif untuk menjaga stabilitas, memastikan keselamatan publik, dan mendukung kelancaran operasi perjalanan di seluruh negeri. Kamboja tetap menjadi destinasi yang damai dan ramah, dan wisatawan dapat melanjutkan rencana perjalanan mereka seperti biasa,” tambahnya.

Brunei Mencatat Lonjakan Penumpang Kapal Pesiar pada Tahun 2025

this formate

BANDAR SERI BEGAWAN, bisniswisata.co.id:  Brunei mencatat total 28.776 penumpang kapal pesiar pada tahun 2025 dari 11 kedatangan kapal pesiar, menandai peningkatan signifikan dibandingkan dengan 17.860 penumpang pada tahun 2024, kata Departemen Pengembangan Pariwisata Brunei, hari ini

Dikansir dari Xinhua membangun momentum positif yang dicapai pada tahun 2025, depar-temen tersebut mengatakan Brunei menantikan prospek pariwisata kapal pesiar yang menggembirakan pada tahun 2026, dengan perkiraan 24 kedatangan kapal pesiar yang dijadwalkan sepanjang tahun.

Menurut departemen tersebut, umpan balik yang diterima dari penumpang kapal pesiar sepanjang musim 2025 sangat positif.

Berbagai wisata darat diselenggarakan untuk penumpang kapal pesiar, menawarkan kesempatan mendalam untuk menjelajahi kekayaan budaya Brunei. Salah satu daya tarik utamanya adalah kunjungan ke desa terapung, atau yang dikenal secara lokal sebagai “Kampong Ayer.”

Wisata tersebut juga mencakup kunjungan ke Museum Regalia Kerajaan dan berbagai landmark indah di sekitar ibu kota, memberikan pengenalan menyeluruh kepada penumpang tentang warisan, budaya, dan cara hidup Brunei.

Visit Malaysia Year 2026 Dimulai: Malaysia Menyambut Hangat Di Seluruh Negeri

this formate

Pejabat Malaysia menyambut turis di bandara

KUALA LUMPUR, bisniswisata.co.id:  Pariwisata Malaysia menyambut Tahun Baru dengan perayaan nasional di seluruh gerbang internasional utama dan pusat transportasi untuk menyambut pengunjung internasional ke Malaysia, menandai peluncuran resmi kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026).

Dilansir dari www.tourism.gov.my, YB Dato Sri Tiong King Sing, Menteri Pariwisata, Seni dan Kebudayaan, turut hadir dalam resepsi utama di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), salah satu tempat utama untuk inisiatif pembukaan yang penting ini.

Secara bersamaan, upacara penyambutan juga diadakan di 55 titik masuk utama dan lokasi strategis di seluruh 13 negara bagian, menandai awal yang terpadu untuk kampanye pariwisata utama negara ini.

“VM2026 bukan sekadar kampanye pariwisata; ini adalah gerakan nasional yang mencerminkan persatuan, harmoni, kehangatan, dan keragaman budaya kita. Dengan menyambut para pelancong di hari pertama tahun ini, kita menyoroti komitmen Malaysia untuk memberikan pengalaman pariwisata yang inklusif, kreatif, dan ramah sepanjang tahun 2026,” kata Menteri.

Perayaan penyambutan nasional ini dimungkinkan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, maskapai penerbangan, otoritas bandara, pelaku industri pariwisata, dan mitra strategis.

Dukungan tersebut mencakup bantuan logistik, persiapan tempat acara, dan sponsor dari mitra korporat. Kontribusi ini, mulai dari voucher, produk makanan dan minuman hingga souvenir dan diskon atraksi, meningkatkan pengalaman kedatangan bagi para pelancong.
Sekaligus menampilkan kehangatan, harmoni, keragaman, dan penawaran pariwisata Malaysia yang dinamis.

Perayaan serentak di bandara, pos pemeriksaan perbatasan, dan terminal transportasi utama ini berfungsi sebagai simbol kuat kesiapan Malaysia untuk menyambut dunia.
Untuk meningkatkan suasana meriah, kelompok pelancong pertama yang tiba di lokasi terpilih disambut dengan pertunjukan budaya Malaysia yang meriah, pengamen jalanan, dan pertunjukan kontemporer yang dipadukan dengan unsur-unsur warisan budaya, bersamaan dengan penampilan maskot resmi, Wira dan Manja.

Para pelancong juga menerima souvenir bertema VM2026, termasuk gantungan kunci maskot eksklusif, menciptakan kesan pertama yang tak terlupakan yang mencerminkan kehangatan, harmoni, keragaman, dan semangat petualangan Malaysia.

Sebagai bagian dari kampanye VM2026, Malaysia akan meluncurkan kalender sepanjang tahun yang terdiri dari lebih dari 300 acara yang menyoroti identitas multikultural bangsa, warisan seni, dan tradisi perayaan.

Beberapa acara unggulan meliputi Festival Tahun Baru Imlek VM2026, Festival Idul Fitri VM2026, Festival Deepavali VM2026, dan Festival Natal VM2026, bersama dengan perayaan budaya ikonik seperti Festival Tadau Kaamatan dan Gawai Dayak.

Acara-acara yang dikurasi ini menawarkan pengalaman mendalam mulai dari parade budaya dan pameran kuliner hingga pertunjukan tradisional, upacara spiritual, dan perayaan yang dipimpin komunitas sepanjang tahun.

Melalui kampanye VM2026, Malaysia bertujuan untuk menarik 43 juta pengunjung internasional pada tahun 2026, sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi negara.
Momentum sektor yang kuat tercermin dalam kedatangan pengunjung internasional dari Januari hingga November 2025, yang mencapai 38,3 juta.

Dipandu oleh lagu temanya, Surreal Experiences, kampanye VM2026 menjanjikan program sepanjang tahun yang semarak berupa festival, pertunjukan budaya, pameran, perayaan komunitas, dan pengalaman khas Malaysia yang dirancang untuk memikat wisatawan dari seluruh dunia.

Memanfaatkan potensi besar Malaysia sebagai destinasi wisata kelas dunia, VM2026 diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah kedatangan wisatawan sekaligus menciptakan lapangan kerja, meningkatkan citra global negara, dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.

Kampanye ini juga akan memperdalam apresiasi budaya dan merangsang pertumbuhan di berbagai sektor di luar pariwisata, termasuk perhotelan, transportasi, ritel, dan industri gastronomi

Menjelajahi Tempat Wisata Hidden Gem Bali

this formate

BALI, bisniswisata.co.id: Menjelajahi wisata hidden gem Bali bukan hanya soal mendapatkan foto yang bagus, tapi tentang menghargai sisi autentik Pulau Dewata yang masih terjaga.

Mencari ketenangan saat libur akhir tahun 2025? Wisata hidden gem Bali mulai dari lembah berkabut hingga pantai rahasia adalah solusinya.

Liburan Tahun Baru 2026 di Bali kali ini bukan lagi soal kemacetan di Canggu, melainkan tentang menemukan kembali jiwa Pulau Dewata di sisi yang lebih sunyi.

Bagi Anda yang sudah jenuh dengan hiruk pikuk Bali Selatan, tahun ini adalah momen yang tepat untuk melirik sisi utara dan timur pulau. Tren wisata hidden gem kini didominasi oleh destinasi berbasis alam dan wellness yang menawarkan pengalaman “healing” sesungguhnya.

Lupakan sejenak beach club yang penuh sesak. Mari kita jelajahi 5 destinasi tersembunyi yang akan membuat liburan akhir tahun Anda lebih bermakna.

Dilansir dari harapanrakyat.com, berikut rekomendasi hidden gem yang dimaksud:

1. Lembah Sidemen: “The New Ubud” di Karangasem
Jika Anda merindukan suasana Ubud 20 tahun lalu, Sidemen adalah jawabannya. Terletak di Bali Timur, Sidemen menawarkan pemandangan sawah terasering dengan latar belakang Gunung Agung yang megah.

Di tahun 2025, banyak eco-resort bambu yang berdiri di sini, menjadikannya destinasi favorit untuk slow travel.

2. Savana Tianyar: Pesona Afrika di Tanah Bali
Siapa sangka Bali memiliki padang sabana yang sangat luas? Savana Tianyar di Kecamatan Kubu menjadi salah satu wisata hidden gem Bali yang kini menjadi incaran para fotografer.

Saat musim kemarau atau transisi seperti akhir tahun, rumput kekuningan dengan latar belakang gunung menciptakan atmosfer ala Afrika. Sangat cocok bagi Anda yang ingin berburu foto estetik tanpa gangguan kerumunan turis.

3. Gili Putih Sumberkima: Daratan Pasir di Tengah Laut
Bergeser ke Bali Utara, ada sebuah gundukan pasir putih menawan bernama Gili Putih Sumberkima. Aksesnya memerlukan perahu nelayan dari pelabuhan terdekat.

Keunikan tempat ini adalah bentuk daratannya yang berubah-ubah mengikuti pasang surut air laut. Ini adalah definisi nyata dari wisata hidden gem Bali 2025.

4. Gembleng Waterfall: Kolam Infinity Alami
Bosan dengan air terjun biasa? Gembleng Waterfall di Sidemen memiliki beberapa kolam alami kecil di bagian atas tebing yang berfungsi seperti infinity pool.

Sambil berendam di air yang dingin, Anda bisa menikmati pemandangan hutan tropis dari ketinggian. Ingat, tetap jaga kebersihan karena tempat ini masih dianggap sakral oleh warga lokal.

5. Danau Tamblingan: Nuansa Magis di Balik Kabut
Untuk Anda yang menyukai petualangan dan suasana mistis-romantis, Danau Tamblingan adalah pilihan utama. Jauh dari kebisingan mesin motor, di sini Anda hanya akan mendengar suara dayung kano tradisional.

Hutan yang rimbun dan pura-pura tua di pinggir danau memberikan energi ketenangan yang luar biasa untuk refleksi akhir tahun.

Untuk mencapai tepat-tempat tersembunyi ini, sewa saja kendaraan pribadi: Karena destinasi hidden gem umumnya minim transportasi umum, pastikan Anda menyewa mobil atau motor jauh-jauh hari.

Hormati Adat Lokal: Beberapa tempat di atas memiliki area suci. Selalu gunakan pakaian yang sopan (sarung bali) saat memasuki area pura.

Datang Lebih Awal: Meski “hidden”, tempat-tempat ini mulai naik daun. Datanglah saat matahari terbit untuk mendapatkan cahaya terbaik dan privasi maksimal.

Menjelajahi wisata hidden gem Bali bukan hanya soal mendapatkan foto yang bagus, tapi tentang menghargai sisi autentik Pulau Dewata yang masih terjaga.

Pastikan rencana perjalanan Anda terorganisir dengan baik agar libur Natal dan Tahun Baru kali ini menjadi kenangan yang tak terlupakan

Lambat dan Berkelanjutan: Menemukan Pengalaman Ramah Lingkungan di Asia Tenggara

this formate

Ke kebun lengkeng ( Foto: Indonesia.travel) 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Perjalanan di Asia Tenggara telah lama mengikuti pola yang familiar, yaitu pantai, kuil, dan daftar periksa Instagram. Namun, di luar rute yang sudah umum tersebut, bentuk pariwisata yang lebih tenang mulai terbentuk yang lebih menekankan pada komunitas lokal, jejak lingkungan yang lebih ringan, dan pengalaman yang tidak perlu filter untuk terasa bermakna.

Dilansir dari reccessary.com, alternatif ini bukan hanya tentang melihat lebih banyak, tetapi lebih tentang bepergian dengan cara yang berbeda. Ekowisata sudah menyumbang hingga 45% dari pendapatan pariwisata Indonesia, yang menggarisbawahi peran ekonominya yang semakin berkembang.

Di tingkat regional, pemerintah ASEAN juga telah mulai memformalkan pergeseran ini. Pada Januari 2024, blok tersebut merilis Peta Jalan Aksi untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan, yang menetapkan prioritas bersama untuk pertumbuhan pariwisata yang lebih hijau dan inklusif.

Berikut adalah beberapa contoh yang menggambarkan bagaimana pariwisata berkelanjutan dipraktikkan di lapangan.
Thailand
Belajar memasak makanan Lanna
Chiang Mai, yang dulunya merupakan pusat Kerajaan Lanna kuno, kini juga menjadi pusat ekowisata di Thailand utara.

Di antara cara yang lebih santai untuk berinteraksi dengan budaya lokal adalah kelas memasak yang berpusat pada masakan tradisional Lanna dan bahan-bahan musiman yang bersumber dari lokal.

Seringkali terstruktur sebagai sesi seharian penuh, kelas-kelas ini biasanya dimulai dengan kunjungan ke kebun atau pasar terdekat, diikuti dengan persiapan langsung. Hari itu biasanya diakhiri dengan peserta berbagi hidangan yang telah mereka masak bersama.

Pertemuan Etis dengan Gajah

Kota ini juga telah menjadi pusat pergeseran yang lebih luas dalam pendekatan pariwisata gajah. Alih-alih wahana dan pertunjukan, semakin banyak suaka yang sekarang menekankan penyelamatan dan rehabilitasi, menghindari trik, menunggangi, dan kontak manusia yang intensif.

Fasilitas-fasilitas ini memungkinkan gajah untuk berkeliaran, makan, dan bersosialisasi secara lebih alami, mencerminkan perubahan sikap terhadap kesejahteraan hewan.

Untuk pendekatan keberlanjutan yang lebih tidak konvensional, Taman Kotoran Gajah (Elephant POOPOOPAPER Park) menawarkan museum luar ruangan dan lokakarya yang menunjukkan bagaimana kertas dapat diproduksi dari kotoran gajah daur ulang.

Penginapan berkelanjutan dengan lebih sedikit plastik

Keberlanjutan juga membentuk lanskap akomodasi Chiang Mai. Penerbit panduan perjalanan Lonely Planet menyoroti beberapa hotel yang telah memasukkan pertimbangan lingkungan dan sosial ke dalam operasional mereka.

Di dekat Sungai Ping, 137 Pillars House menempati bangunan Borneo Trading Company yang telah dipugar dan telah menghilangkan plastik sekali pakai, mengomposkan sampah organik untuk kebunnya, menggunakan kantong pengumpulan sampah yang dapat digunakan kembali, dan mengandalkan pengendalian nyamuk non-kimia.

Sebagai salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi di ASEAN dan secara global, pariwisata merupakan penggerak utama ekonomi Thailand. Negara ini telah lama memasukkan unsur-unsur pariwisata berkelanjutan ke dalam agenda kebijakannya, dengan sebagian besar inisiatif dipimpin oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT).

Vietnam

Bersepeda atau mendaki di Lembah Mai Chau, sekitar 150 kilometer barat laut Hanoi, Mai Chau cukup dekat untuk liburan singkat namun jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Terletak di lembah dataran rendah yang dibingkai oleh pegunungan, daerah ini sangat cocok untuk bentuk perjalanan yang lebih lambat.

Medannya yang relatif datar membuat bersepeda menjadi cara yang mudah diakses untuk berpindah antar desa, sawah, dan pertanian, di mana rutinitas pertanian sebagian besar tetap tidak berubah.

Bagi mereka yang lebih suka berjalan kaki, jalur pendakian mengarah ke teras sawah terdekat dan perbukitan sekitarnya, menawarkan pemandangan lembah dan lanskapnya yang lebih luas.

Banyak pengunjung menginap di pondok-pondok ramah lingkungan kecil yang dibangun dengan bahan-bahan lokal dan terbarukan, yang dirancang untuk menyatu dengan lanskap sekitarnya.

Indonesia

Menikmati Kopi Organik di Sumatra
Di beberapa wilayah Sumatra, wisata kopi menawarkan titik masuk skala kecil ke pertanian lokal. Kunjungan ke perkebunan kopi organik biasanya melibatkan berjalan-jalan di kebun, mempelajari cara menanam dan mengolah kopi, serta menjelajahi jalur hutan terdekat yang mengarah ke sungai dan hutan rindang.

Pencicipan sering kali mencakup kopi yang baru diseduh bersama teh cascara yang terbuat dari buah kopi kering. Beberapa pengalaman juga menggabungkan lokakarya pemanggangan atau sensori dasar, mengalihkan fokus dari konsumsi ke kerja keras dan ekosistem di balik secangkir kopi.

Penekanan pada mata pencaharian lokal dan konteks lingkungan ini selaras dengan pendekatan Indonesia yang lebih luas terhadap pariwisata berkelanjutan, yang relatif terinstitusionalisasi dengan baik di tingkat nasional dan lokal.

Strategi pariwisata negara ini memprioritas- kan koordinasi regional, kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan destinasi berkelanjutan. Kemajuan dipantau melalui indikator kinerja utama yang melampaui operator komersial untuk mencakup berbagai lokasi yang lebih luas, mencerminkan keterlibatan pemangku kepentingan yang lebih luas.

Filipina

Boracay, setelah perubahan total, pantai berpasir putih Boracay pernah menjadikannya salah satu pulau yang paling banyak dikunjungi di Filipina, tetapi bertahun-tahun pariwisata yang tidak terkendali meninggalkan kerusakan lingkungan yang terlihat.

Pada tahun 2018, pemerintah menutup pulau itu untuk pengunjung selama enam bulan untuk memungkinkan rehabilitasi. Sejak dibuka kembali, Boracay beroperasi di bawah kendali yang lebih ketat, termasuk pembatasan aktivitas di tepi pantai, konsumsi makanan dan minuman, dan batasan baru pada pembangunan.

Perubahan tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan untuk menyeimbangkan pariwisata dengan pemulihan lingkungan.
Di tingkat nasional, keberlanjutan telah diintegrasikan ke dalam perencanaan pariwisata melalui Rencana Pembangunan Pariwisata Nasional (NTDP) dan Strategi Ekowisata Nasional (NES) Filipina.

Siklus NTDP dari tahun 2011–2016 dan 2016–2022 menekankan daya saing bersamaan dengan pertumbuhan inklusif, menyelaraskan tujuan pariwisata negara dengan Rencana Strategis Pariwisata ASEAN yang lebih luas.

Seiring meningkatnya minat pada perjalanan berkelanjutan, demikian pula risiko greenwashing. Istilah-istilah yang samar seperti “ramah lingkungan” atau “hijau” mungkin terdengar meyakinkan, tetapi tanpa penjelasan yang jelas, istilah-istilah tersebut seringkali hanya berupa pemasaran semata.

Operator yang lebih kredibel cenderung lebih spesifik tentang apa yang mereka lakukan, baik itu melibatkan penggunaan energi terbarukan, menghilangkan plastik sekali pakai, atau beralih ke transportasi yang lebih bersih. Label sertifikasi dapat membantu, tetapi nilainya bergantung pada standar dan verifikasi di baliknya.

Pada akhirnya, membangun daftar tujuan wisata ramah lingkungan bukan hanya tentang mengejar tempat-tempat yang sempurna, tetapi lebih tentang memilih untuk bepergian secara lebih berkelanjutan, dengan kesadaran yang lebih besar tentang orang-orang dan lingkungan yang memungkinkan perjalanan tersebut.