Apakah Aman untuk Bepergian ke Polandia Pada Tahun 2024

this formate

CHESHIRE, UK, bisniswisata.co.id : Polandia, yang dinobatkan sebagai destinasi teratas dalam “Where to Travel in 2023” CNN, mengundang dengan budayanya yang dinamis dan bentang alamnya yang menakjubkan.

Ketika para pelancong dari seluruh dunia berkumpul untuk menjelajahi kota-kota bersejarah dan pedesaannya yang indah, Polandia telah menjadikan dirinya sebagai lokasi yang wajib dikunjungi di peta perjalanan global.

Dilansir dari tourism-review.com, namun, perkembangan geopolitik terkini di wilayah tersebut menimbulkan tantangan baru bagi calon pengunjung.

Konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina berdampak hingga ke Polandia, yang memengaruhi keselamatan dan aksesibilitas beberapa area bagi wisatawan.

Itulah mengapa tetap terhubung dengan kartu eSIM Polandia sangat penting, untuk memastikan Anda memiliki akses ke peta, informasi lokal, dan layanan darurat.

Dampak Perang Rusia-Ukraina

Konflik antara Rusia dan Ukraina terus mempengaruhi stabilitas geopolitik di Eropa Timur. Ketika perang berlanjut, dampaknya meluas ke negara-negara tetangga, termasuk Polandia. Khususnya, wilayah yang dekat dengan perbatasan timur mengalami peningkatan tindakan keamanan dan peningkatan kewaspadaan.

Situasi di perbatasan Polandia-Belarus sangat tegang. Laporan terbaru menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aktivitas migran , dengan individu-individu didorong ke Polandia dari Belarus dan Rusia. Hal ini menyebabkan peningkatan operasi keamanan dan ketegangan di wilayah perbatasan.

Efek berantai dari ketegangan ini nyata dalam ekonomi dan masyarakat setempat, memengaruhi segala hal mulai dari bisnis lokal hingga sektor pariwisata yang lebih luas.

Saat Polandia menghadapi tantangan yang rumit ini, dampaknya terhadap pariwisata menjadi dua kali lipat: sementara beberapa daerah tetap ramai dikunjungi wisatawan, daerah lain mengalami penurunan jumlah wisatawan yang signifikan. 

Pergeseran ini mengubah lanskap pariwisata di Polandia, mendorong pemerintah daerah dan wisatawan internasional untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dengan cepat.

Zona perjalanan aman di Polandia

Krakow

Kraków tetap menjadi salah satu tujuan teraman dan terpopuler di Polandia. Pusat bersejarahnya merupakan situs Warisan Dunia UNESCO, sebagian besar terisolasi dari gangguan eksternal. 

Wisatawan dapat menjelajahi alun-alun pasar yang semarak, kastil megah, dan museum tanpa terlalu mengkhawatirkan keselamatan. Pihak berwenang setempat mempertahankan kehadiran yang kuat, memastikan bahwa Kraków tetap ramah dan aman bagi pengunjung.

Warsawa

Sebagai ibu kota, Warsawa dilengkapi dengan berbagai langkah keamanan yang kuat. Kota ini merupakan pusat kegiatan budaya dan ekonomi, dengan berbagai objek wisata yang aman dan mudah diakses. 

Keberadaan kedutaan internasional dan kepolisian yang kuat menambah keamanan di area tersebut, menjadikannya pilihan yang aman bagi wisatawan yang ingin merasakan sejarah Polandia yang kaya dan berbagai fasilitas modern.

Gdańsk

Terletak di pantai Baltik, Gdańsk terkenal dengan kota tua dan warisan maritimnya yang indah. Kota ini memiliki rekam jejak keamanan, didukung oleh pentingnya kota ini sebagai tujuan wisata. 

Pemerintah setempat berinvestasi besar-besaran dalam keselamatan wisatawan, memastikan bahwa kawasan seperti Pasar Panjang dan Royal Way aman bagi pengunjung sepanjang tahun.

Wroclaw

Terkenal dengan alun-alun kotanya yang indah dan pemandangan budayanya yang dinamis, Wrocław adalah tempat yang aman bagi wisatawan. Jaringan transportasi umum kota yang luas dan kawasan perkotaan yang terpelihara dengan baik memudahkan pengunjung untuk bernavigasi dengan aman.

Program perpolisian komunitas dan bantuan wisata di Wrocław merupakan manfaat tambahan yang membantu memastikan kunjungan yang aman.

Poznan

Poznań menggabungkan suasana sejarah yang kaya dengan catatan keamanan yang kuat. Balai kota Renaisans, alun-alun pasar tua, dan sejumlah museum diawasi secara ketat dan dilestarikan dengan baik, memastikan keamanan bagi wisatawan. 

Polisi setempat memberikan keamanan nyata, yang diperkuat selama acara besar seperti Pameran Internasional Poznań.

Tindakan pencegahan saat berkunjung ke Polandia

Sebelum bepergian ke Polandia, penting untuk mempersiapkan dan mengambil tindakan pencegahan tertentu untuk memastikan perjalanan Anda aman dan menyenangkan. 

Wisatawan disarankan untuk terus mengetahui informasi terkini mengenai pedoman perjalanan , undang-undang setempat, persyaratan masuk, dan nasihat kesehatan. 

Mendaftarkan rencana perjalanan Anda ke kedutaan Anda dan memiliki asuransi perjalanan yang komprehensif juga merupakan langkah yang disarankan untuk meningkatkan keselamatan Anda selama Anda tinggal.

Ingat, situasi di Polandia bisa berubah dengan cepat. Untuk tetap menjadi yang terdepan, pertahankan komunikasi yang konstan dengan keluarga dan teman di rumah. 

Tip praktisnya adalah membawa kartu e-SIM Polandia, memastikan Anda memiliki akses yang dapat diandalkan ke jaringan lokal untuk pembaruan dan keadaan darurat.

Saat menjelajahi Polandia, penting untuk mengetahui kebiasaan dan peraturan hukum setempat. Hindari area di dekat perbatasan timur, yang mungkin memiliki risiko keamanan yang tinggi. 

Jika Anda memerlukan bantuan, sebaiknya Anda mengetahui nomor darurat setempat dan layanan yang ditawarkan oleh kedutaan Anda. Untuk panduan keselamatan lebih lanjut, lihat saran dari Travel.State.Gov .

Kesimpulannya, meskipun Polandia tetap menjadi tujuan wisata yang menarik, iklim geopolitik saat ini memerlukan kewaspadaan ekstra. Tetap mendapatkan informasi melalui sumber terpercaya dan mematuhi tindakan pencegahan perjalanan yang dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pengalaman yang aman dan bermanfaat di Polandia. 

Selalu periksa pembaruan dari platform penasihat perjalanan tepercaya sebelum dan selama perjalanan Anda untuk memastikan informasi terkini

Platform Media Sosial Sangat Penting Bagi Sektor Perjalanan dan Perhotelan.

this formate

CHESHIRE, UK,bisniswisata.co.id : Hampir 17 tahun setelah Facebook pertama kali memperkenalkan iklan, pentingnya pemasaran media sosial dan perdagangan sosial terus tumbuh. 

Pemasar memanfaatkan platform media sosial untuk menjangkau pelanggan mereka dan merencanakan strategi dengan cermat untuk menarik pelanggan potensial dan yang sudah ada.

Dilansir dari tourism-review.com, konten sosial telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan pariwisata di tempat-tempat tertentu, terkadang menimbulkan kekhawatiran tentang pariwisata yang berlebihan. 

Namun, urgensinya terletak pada kenyataan bahwa banyak perusahaan perjalanan dan perhotelan memerlukan bantuan dalam mengukur dampak strategi media sosial mereka secara akurat. 

Kurangnya pemahaman ini bukan sekadar tantangan; ini adalah rintangan karena periode konversi yang panjang, jalur digital yang rumit untuk pemesanan, dan tidak adanya metode yang tepat untuk menghubungkan keberhasilan dengan platform media sosial.

Phocuswright telah merilis laporan penelitian perjalanan baru berjudul “Pendekatan Penggunaan Media Sosial dalam Perjalanan” sebagai bagian dari rangkaian penelitian yang lebih luas. 

Laporan ini bukan sekadar pendalaman; ini adalah eksplorasi mendalam tentang bagaimana platform media sosial digunakan untuk perjalanan. 

Hasilnya tidak hanya mengeksplorasi bagaimana wisatawan memanfaatkan berbagai platform untuk berbagai aspek perjalanan mereka dan preferensi mereka terhadap akun dan platform lain.

Tetapi juga meneliti perilaku media sosial dalam perjalanan, termasuk apa yang dicari wisatawan saat berinteraksi dengan akun bermerek, ‘menyukai’ konten, berbagi pengalaman mereka, atau menyebutkan merek perjalanan. 

Pengetahuan ini tidak hanya berharga; perusahaan perjalanan dan perhotelan harus berkembang pesat di era digital.Dengan memperoleh wawasan tentang demografi yang terlibat dengan media sosial dan memahami psikologi di balik keterlibatan pengguna, merek perjalanan dan perhotelan dapat meningkatkan strategi pemasaran sosial mereka dan terhubung lebih baik dengan audiens target mereka.

Sebagian besar wisatawan (57%) menggunakan media sosial untuk perjalanan mereka. Mereka menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti mencari ide, informasi perjalanan umum, berbelanja, membuat pemesanan, atau berbagi konten di halaman mereka.

Berbagi konten adalah cara paling umum orang menggunakan media sosial selama perjalanan mereka. Hampir dua pertiga pengguna media sosial berbagi konten di berbagai platform (kecuali YouTube) selama perjalanan baru-baru ini. Postingan ini mencakup posting permanen di feed dan cerita yang hilang setelah 24 jam.

Platform media sosial merupakan salah satu sumber daring terpopuler untuk menemukan ide perjalanan, hanya kalah tipis dari pencarian umum. Waktu yang dihabiskan untuk berinteraksi dengan konten perjalanan di media sosial memiliki dampak yang signifikan: 62% pengguna media sosial membuat keputusan perjalanan tertentu karena melihat konten media sosial.

Korea Selatan Perkenalkan Visa Khusus Untuk Jadi Bintang K-Pop

this formate

SEOUL, bisniswisata.co.id : Korea Selatan berupaya meningkatkan pariwisatanya dengan memanfaatkan musik K-pop yang populer. Keberhasilan K-pop telah menarik ribuan penggemar dari Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa untuk mengunjungi lokasi pembuatan video musik dan mempelajari bahasanya.

Dilansir dari tourism-review.com, telah terjadi peningkatan permintaan dari warga asing muda (berusia 14 hingga 17 tahun) untuk tinggal di Seoul guna belajar bahasa sejak berakhirnya karantina wilayah. 

Beberapa organisasi, seperti grup Go Live (Nacel dan Club Langues et Civilisations), kini menawarkan paket kursus bahasa yang mencakup kelas tari K-pop.

Visa baru untuk penggemar budaya Korea

Pada pertengahan bulan Juni, Kementerian Ekonomi dan Keuangan Korea Selatan mengumumkan program percontohan visa yang menawarkan peluang pertumbuhan profesional dan pribadi yang unik.

Program ini diperuntukkan bagi orang asing yang ingin magang dan berlatih dance, koreografi, dan modeling khusus K-pop di Korea Selatan.

Rincian program ini, yang disebut “K-Culture Training Visa,” dan tanggal peluncurannya saat ini masih ditunggu-tunggu, menambah kegembiraan. Rinciannya akan diungkapkan akhir tahun ini. Kandidat tidak memerlukan undangan magang resmi atau melalui agen bakat untuk memperoleh visa ini.

Visa apa untuk pergi ke Korea Selatan?

Kebanyakan orang Eropa saat ini dapat melakukan perjalanan ke Korea Selatan untuk masa tinggal turis kurang dari 90 hari tanpa visa.

Namun mereka harus melengkapi K-ETA online terlebih dahulu atau mengisi kartu kedatangan saat memasuki negara tersebut. Semua prosedur visa pelajar dilakukan secara online melalui situs web South Korea Visa Center (KVAC). 

Biaya visa berjumlah €126, dan diperlukan janji temu dengan otoritas imigrasi pada saat kedatangan untuk mendapatkan izin tinggal. Penting untuk dicatat bahwa kedutaan tidak mengelola dokumen-dokumen ini tetapi pusat visa khusus untuk Eropa.

Revitalisasi Pariwisata

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea melaporkan bahwa K-pop adalah alasan orang-orang mengunjungi Korea Selatan. 

Budaya K, termasuk K-food dan K-drama, sangat populer dan telah memicu fenomena yang dikenal sebagai “Hallyu,” atau “gelombang Korea.” Gelombang budaya ini dapat membantu meningkatkan pariwisata karena negara tersebut berupaya pulih dari dampak COVID-19. Pada tahun 2023, negara tersebut menyambut 11 juta pengunjung, dibandingkan dengan 17,5 juta pada tahun 2019.

 

Brand Africa” menjadi pusat perhatian saat UN Tourism Buka Potensi Kawasan

this formate

MADRID, bisniswisata.co.id: Pariwisata PBB akan mempertemukan para pemimpin sektor untuk menekankan pentingnya kolaborasi guna membuka potensi investasi dan pertumbuhan di seluruh kawasan dan untuk memperkuat suara “Brand Africa”.

Edisi kedua Konferensi Regional tentang Merek Afrika (Livingstone, Zambia, 22 Juli) akan lebih memajukan upaya Pariwisata PBB dalam mendukung Anggotanya dari seluruh kawasan dalam menentukan arah perjalanan untuk tahun-tahun mendatang.  

Selain negara-negara anggota, konferensi ini juga akan menampilkan partisipasi Anggota Afiliasi dari masyarakat sipil dan dunia usaha, serta para pemimpin sektor swasta lainnya.  

Mempromosikan ‘Merek Afrika’ 

‘Mempromosikan Afrika untuk Membuka Investasi Pariwisata dan Potensi Pertumbuhan Sektor ini’, menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi di seluruh benua.  

Konferensi ini akan menampilkan Brand Africa Think Tank.  Forum tertutup ini akan mempertemukan para CEO terkemuka, manajer umum Organisasi Pariwisata Nasional, dan pemangku kepentingan sektor swasta. 

Fokusnya adalah pada pengembangan strategi komunikasi, pemasaran, dan branding yang efektif untuk membangun kembali kepercayaan pasar dan menghidupkan kembali pariwisata di era pascapandemi.  

Inisiatif ini bertujuan untuk memposisikan Afrika sebagai tujuan global teratas dengan menyoroti aset alam dan daya tarik budaya benua tersebut.  

Sesi Investasi dengan Fokus di Zambia 

Konferensi ini juga akan mencakup sesi yang berfokus pada tren investasi pariwisata global, dengan penekanan khusus pada Zambia.  

Sesi ini akan memberikan wawasan tentang peluang pembangunan berkelanjutan dan strategi untuk menarik dan mengamankan investasi pariwisata.  Poin-poin penting yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

*Strategi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan  Meningkatkan Daya Saing Pariwisata Global Afrika 

 *Inovasi dalam Pemasaran dan Branding Pariwisata 

 *Strategi Pemulihan Pasca Pandemi untuk Sektor Pariwisata 

*Peluang dan Tantangan Investasi dalam Pariwisata Afrika 

Sebagai penutup konferensi ini, Pariwisata PBB akan meluncurkan “Buku Panduan Melakukan Bisnis untuk Zambia”, yang menawarkan wawasan dan pedoman praktis untuk pembangunan berkelanjutan dalam 

sektor pariwisata Zambia. 

Konferensi ini akan diselenggarakan dalam rangka Pertemuan ke-67 Komisi Regional Pariwisata PBB untuk Afrika

 

Perjalanan & Pariwisata di Amerika Latin Dapat Tingkatkan Ekonomi Kawasan Sebesar US$260 Miliar Selama Dekade Berikutnya

this formate

Laporan terbaru WTTC menyoroti tindakan untuk meningkatkan pertumbuhan sektor ini

MEKSIKO, bisniswisata.co.id: : Dewan Perjalanan & Pariwisata Dunia (WTTC), bekerja sama dengan VFS Global, mengungkapkan bahwa sektor Perjalanan & Pariwisata Amerika Latin (LATAM) dapat menambah hampir US$260 miliar pada perekonomian kawasan dan menciptakan hampir delapan juta lapangan kerja baru  selama 10 tahun ke depan.

 Menurut laporan bertajuk ‘Membuka Peluang untuk Pertumbuhan Perjalanan & Pariwisata di LATAM’, potensi pertumbuhan ini bergantung pada tiga kebijakan utama untuk mencapai pertumbuhan tahunan sebesar 3,4%, yang mencapai kontribusi hampir US$909,2 miliar.

 Laporan tersebut mencakup paket kebijakan yang berfokus pada peningkatan pertumbuhan LATAM berdasarkan infrastruktur transportasi, fasilitasi visa, dan pemasaran pariwisata.

 Perjalanan & Pariwisata merupakan sektor yang sangat penting di kawasan ini, dengan kontribusi lebih dari US$629 miliar terhadap perekonomian kawasan pada tahun 2023, dan menyambut 86 juta wisatawan internasional.

 Sektor ini penting untuk lapangan kerja tahun lalu, memberikan penghidupan bagi lebih dari 24,6 juta orang, setara dengan 9% dari seluruh pekerjaan di wilayah tersebut.

 Julia Simpson, Presiden & CEO WTTC, mengatakan sektor Perjalanan & Pariwisata LATAM telah menyaksikan transformasi yang luar biasa.  Dalam beberapa tahun terakhir, sektor ini telah tumbuh secara signifikan dan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian kawasan.

 “Potensi pertumbuhan Perjalanan & Pariwisata di LATAM sangat signifikan.  Negara ini telah mengalami pertumbuhan substansial sejak tahun 2000, dan dengan kebijakan yang tepat, negara ini dapat memperoleh tambahan dana sebesar US$260 miliar pada dekade berikutnya,” kata Julia Simpson.

 Negara-negara di kawasan ini memerlukan infrastruktur transportasi yang lebih baik, proses visa yang disederhanakan, peningkatan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati dan alam, serta kampanye pemasaran yang efektif untuk menyoroti kekayaan destinasi di kawasan yang dinamis ini, tambahnya.

 Zubin Karkaria, Pendiri dan CEO VFS Global, mengatakan pihaknya sangat senang dapat bermitra dengan WTTC untuk membuka potensi besar yang ditawarkan Travel & Tourism di LATAM.

 “Sejak kehadiran kami di LATAM pada tahun 2009, kami kini menjadi mitra terpercaya bagi 18 pemerintah, melayani 29 kota di 17 negara di kawasan ini,” ujarnya. 

VFS Global, dengan keahliannya dalam layanan visa dan promosi pariwisata, berkomitmen untuk memainkan peran penting dalam memanfaatkan potensi LATAM.  Keterlibatan kami juga dapat membantu destinasi dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja, yang merupakan komponen penting dalam sektor pariwisata.

 “Laporan komprehensif ini berfungsi sebagai peta jalan bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan Dewan Pariwisata Nasional, untuk merumuskan strategi yang membuka potensi ekonomi benua ini, menarik investasi penting, dan meningkatkan kedatangan wisatawan asing. 

Kawasan ini akan memperoleh manfaat signifikan dari pengalaman kami dalam menyederhanakan mobilitas lintas batas melalui solusi teknologi yang sangat aman, andal, efisien, dan inovatif.

 Laporan ini menggali perjalanan sejarah sektor Perjalanan & Pariwisata di LATAM.  Ini adalah kisah menghadapi tantangan secara langsung, mulai dari Krisis Keuangan Global pada tahun 2008 hingga kemunduran yang disebabkan oleh wabah penyakit dan ketidakstabilan politik.

 Terlepas dari semua tantangan ini, sektor Perjalanan & Pariwisata berada pada jalur menuju pemulihan. Menurut badan global tersebut, tahun 2024 diproyeksikan menjadi tahun yang memecahkan rekor, dengan mencapai kontribusi PDB lebih dari US$650 miliar, serta penciptaan tambahan satu juta lapangan kerja, sehingga totalnya menjadi 25,7 juta.

 Peluang untuk Perjalanan & Pariwisata Amerika Latin (LATAM)

 Laporan ini menggarisbawahi pendekatan strategis untuk meningkatkan pariwisata dengan mengintegrasikan investasi di bidang infrastruktur, meningkatkan konektivitas udara, dan menyederhanakan prosedur visa. 

 Laporan ini menyoroti pentingnya melindungi keanekaragaman hayati dan alam melalui pengelolaan air yang lebih baik dan penggunaan energi rendah karbon. 

 Upaya ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memastikan kelestarian lingkungan.

 Memanfaatkan teknologi digital akan meningkatkan pengalaman perjalanan dan dapat mengoptimalkan strategi pemasaran, didukung oleh wawasan berbasis data.  Berinvestasi pada masyarakat lokal dan pelestarian alam memperkaya pengalaman pengunjung dan memastikan Travel & Tourism berkelanjutan dan inklusif. 

 Terakhir, memastikan langkah-langkah keselamatan membangun kepercayaan dan mempertahankan pertumbuhan di sektor Perjalanan & Pariwisata.  Strategi kohesif ini bertujuan untuk memperkuat posisi kawasan ini sebagai destinasi yang kompetitif dan menarik secara global.

 Upaya-upaya ini dapat membuka potensi pelestarian lingkungan, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi di sektor Perjalanan & Pariwisata LATAM

Lima Langkah Berani untuk Meningkatkan Daya Saing Perjalanan Nasional AS dan Menguntungkan Pengunjung

this formate

WASHINGTON, bisniswisata.co.id: Amerika Serikat berada di titik puncak inovasi besar yang telah lama ditunggu-tunggu dalam hal keamanan dan fasilitas perjalanan—perkembangan yang akan meningkatkan kemampuan negara tersebut untuk lebih agresif bersaing dalam mendapatkan wisatawan global.

Tujuannya membalikkan laju pemulihan yang tertinggal seiring dengan keunggulan negara-negara lain, menurut penelitian yang sedang dilakukan oleh Commission on Seamless and Secure Travel dan Asosiasi Perjalanan A.S (US Travel Association).

“Sudah waktunya bagi para pejabat AS untuk melakukan lompatan maju dan menyediakan peralatan di bandara dan perbatasan AS untuk memfasilitasi jutaan pengunjung baru dengan aman,” kata Geoff Freeman, Presiden dan CEO Asosiasi Perjalanan AS.  

Dilansir dari laman US Travel Association, dengan Piala Dunia, Olimpiade Musim Panas, dan tonggak sejarah lainnya yang sudah di depan mata, satu dekade peristiwa besar sudah di depan mata, dan kita harus bersiap untuk memproses jutaan wisatawan secara efisien dan aman agar dapat sepenuhnya menyadari manfaat menjadi tuan rumah.  

Dalam kunjungannya ke Inggris minggu lalu, Commission on Seamless and Secure Travel  yang diketuai oleh mantan Penjabat Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Kevin McAleenan, berinteraksi dengan bandara, maskapai penerbangan, dan perwakilan pemerintah AS dalam upaya memodernisasi perjalanan.  

Anggota Komisi bertemu dengan para pemimpin di Bandara Heathrow London dan pejabat dari Bandara Gatwick, Bandara Edinburgh, Virgin Atlantic, International Airlines Group dan British Airways, serta personel senior Kedutaan Besar AS di London.


Commission on Seamless and Secure Travel dan Asosiasi Perjalanan A.S. melakukan kunjungan lapangan ke Bandara Heathrow.

 

Mempersiapkan inovasi tingkat berikutnya, AS sedang membangun kemitraan yang efektif dengan mitra-mitranya di Inggris dan negara-negara sekutu lainnya untuk memajukan inovasi besar dalam keamanan dan fasilitas perjalanan.  

Inisiatif utama yang ditunjukkan oleh anggota Komisi yang memerlukan tindakan pemerintah federal meliputi:

*Mencabut batasan pada cairan dan barang terkait di dalam tas jinjing

*Meningkatkan inisiatif Keamanan Terpadu untuk memungkinkan penumpang dan bagasi mereka yang bepergian dari bandara internasional tertentu dapat melewati pemeriksaan duplikat setibanya di AS saat melanjutkan penerbangan lanjutan;

*Memodernisasi Izin Awal di bandara asing yang ditunjuk untuk memeriksa wisatawan sebelum tiba di AS;

*Memanfaatkan biometrik untuk memperkuat keamanan, meningkatkan pengalaman penumpang, dan melindungi privasi—mulai dari pemeriksaan visa hingga pemeriksaan bea cukai dan pemeriksaan penumpang;  

*Mereformasi proses visa pengunjung AS untuk memenuhi meningkatnya permintaan perjalanan ke Amerika Serikat.

Masing-masing langkah ini akan meningkatkan keamanan dan meningkatkan fasilitas perjalanan. Awal tahun ini, survei Euromonitor International menemukan bahwa Amerika Serikat berada di peringkat 17 dari 18 negara besar dalam hal daya saing perjalanan global.  

Komisi ini dibentuk sebagai tanggapan terhadap survei ini, dengan tujuan untuk memahami bagaimana negara tersebut dapat bersaing secara lebih efektif dalam mendapatkan wisatawan global dan menciptakan visi serta rekomendasi kebijakan untuk memodernisasi pengalaman perjalanan, meningkatkan daya saing AS, dan memfasilitasi pertumbuhan.

 “Dengan pekerjaan penting Komisi yang mendekati titik tengah, solusi berbasis keamanan yang akan memberi AS peta jalan menuju praktik keamanan wisatawan terbaik di kelasnya dan meningkatkan pangsa perjalanan masuk kita kini menjadi fokus yang jelas,” kata Freeman.

Sebuah laporan oleh commission on sesmless and secure travel  diperkirakan akan disampaikan kepada anggota parlemen dan pejabat di Washington pada musim gugur ini.

US Travel Association adalah organisasi nirlaba nasional yang mewakili industri perjalanan senilai $1,3 triliun, yang merupakan kontributor penting bagi perekonomian dan kesuksesan negara kita.  

US Travel Association menghasilkan program dan wawasan serta mendukung kebijakan untuk meningkatkan perjalanan ke dan di dalam Amerika Serikat.  Kunjungi ustravel.org untuk informasi lebih lanjut.

 

  

 

Pemerintah Spanyol Harus Mengadopsi Rekomendasi Komisi Ekologi untuk Produksi SAF

this formate

JENEWA, bisniswisata.co.id:  Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyambut baik persetujuan proposal legislatif yang tidak mengikat kepada pemerintah Spanyol untuk mempromosikan produksi Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF) di Spanyol. 

Komisi Transisi Ekologis dan Tantangan Demografi dari Kongres Deputi Spanyol menyetujui proposal yang meminta pemerintah pusat untuk: 

  •   Memberikan insentif untuk produksi SAF, 
  •   Mendanai Penelitian dan Pengembangan untuk sumber-sumber SAF baru, 
  •   Membangun kemitraan publik-swasta untuk SAF, dan
  •   Mengembangkan strategi untuk akses terhadap limbah dan biomaterial untuk bahan baku SAF.

Usulan tersebut disampaikan Partai Rakyat (PP) dengan dukungan Partai Pekerja Sosialis Spanyol (PSOE). “Usulan komprehensif Komisi Ekologi untuk memberikan dukungan negara yang lebih besar terhadap SAF merupakan langkah besar ke arah yang benar,” kata Rafael Schvartzman, Wakil Presiden Regional IATA untuk Eropa.

Hal yang sangat menggembirakan adalah proposal ini mendapat dukungan dari berbagai spektrum politik.  Menyadari pentingnya penerbangan, konsensus politiknya adalah melakukan dekarbonisasi penerbangan tanpa membatasi akses masyarakat terhadap perjalanan udara.  Saat ini penting bagi pemerintah Spanyol untuk mengubah proposal ini menjadi undang-undang, kata Rafael Schvartzman.

SAF adalah teknologi utama bagi dunia penerbangan untuk mencapai emisi CO2 nol pada tahun 2050. Peningkatan produksi secara besar-besaran diperlukan untuk meningkatkan produksi SAF tahunan global dari tingkat saat ini sebesar 1,5 juta ton pada tahun 2024 menjadi lebih dari 400 juta ton pada tahun 2050.  

UE telah menetapkan mandat jangka pendek untuk penggunaan SAF sebesar 2% dari seluruh bahan bakar penerbangan yang diangkut di bandara-bandara UE pada tahun 2025 (meningkat menjadi 6% pada tahun 2030).

Sementara di tingkat global Organisasi Penerbangan Sipil Internasional bertujuan untuk mencapai 5%  pengurangan emisi karbon penerbangan pada tahun 2030 menggunakan SAF dan Bahan Bakar Penerbangan Rendah Karbon.  

 “Maskapai penerbangan sangat fokus untuk mencapai emisi nol karbon pada tahun 2050. Ketika pemerintah menetapkan target sementara, penting bagi mereka untuk menetapkan kebijakan untuk mencapainya.  

Komisi Ekologi Spanyol telah memahami dengan tepat bahwa produksi SAF tertinggal jauh dibandingkan permintaan.  Mewujudkan usulan-usulan ini menjadi undang-undang akan mengatasi permasalahan tersebut, selain menciptakan lapangan kerja, menopang sektor pariwisata, dan meningkatkan kemandirian energi.  

“Spanyol akan menjadi pemimpin di Eropa dan contoh global yang dapat diikuti oleh negara-negara lain,” kata Schvartzman.

 

Saudia Menuntaskan Tahap Pertama Musim Haji 1445 H, Membawa Lebih Dari 500.000 Jemaah Haji.

this formate

JEDDAH, bisniswisata.co.id: Saudia, Maskapai penerbangan nasional Saudia Arabia, telah berhasil menuntaskan operasi tahap pertama Musim Haji 1445 H, ditandai dengan penyelesaian kedatangan penerbangan. Penerbangan terakhir (SV5827) di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dari Riyadh, membawa 445 orang jemaah Haji.

Selama tahap kedatangan, yang berlangsung selama 32 hari, kerjasama yang lancar antara berbagai badan pemerintah memastikan jemaah Haji menjalaninya dengan lancar.

Kinerja yang terintegrasi ini sesuai dengan pengarahan dari kepemimpinan Saudia Arabia yang bijaksana dengan menyediakan layanan berkualitas tinggi untuk jemaah haji.

Jumlah total Jemaah Haji yang diangkut Saudia 509.000 orang dalam 3400 penerbangan dari lebih 150 destinasi di seluruh dunia selama tahap kedatangan. 

Jumlah operasi penerbangan mencapai Kinerja Tepat Waktu setinggi 88%. Jemaah menikmati serangkaian pelayananan tingkat tinggi, termasuk layanan digital dan program hiburan dalam pesawat dengan konten pendidikan tentang peraturan dan ritual Haji dalam berbagai bahasa.

Amer Alkhushail, Chief Executive Officer Saudia Haji dan Umrah, mengatakan: Operasi selama fase kedatangan sangat baik.  Keberhasilan proses ini disebabkan oleh rencana strategis yang pertimbangkan perjalanan permintaan dan kapasitas armada.

“Hal ini  memungkinkan pelaksanaan operasional yang lancar dan pemberian layanan berkualitas tinggi. Saya  ingin mengambil kesempatan ini dan menyampaikan penghargaan saya kepada seluruh tim di Saudia atas signifikansi mereka berkontribusi dalam meningkatkan pengalaman tamu melalui penyediaan layanan udara dan darat tingkat tinggi.” kata Amer Alkhushail.

Setelah tiba penerbangan terakhir, Saudia dengan cepat telah memulai persiapan untuk tahap kedatangan. Banyak rapat diselenggarakan untuk mendiskusikan strategi yang optimal dalam pelaksanaan tahap kedua, bertujuan untuk kelancaran pergerakan di bandara dan memastikan Kinerja Tepat waktu di seluruh tahap.

Tentang Saudia

Saudia (Saudia Airlines) adalah maskapai penerbangan nasional Kerajaan Arab Saudi. Didirikan pada tahun 1945. Maskapai ini telah berkembang menjadi salah satu maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah.

Saudia telah berinvestasi secara signifikan untuk membarui pesawatnya dan saat ini telah mengoperasikan salah satu armada terkini. Maskapai ini melayani jaringan rute global yang luas dengan melayani sekitar 100 destinasi di empat benua, termasuk 28 bandara domestik di Arab Saudi.

Sebagai anggota International Air Transport Association (IATA) dan Arab Air Carriers Organization (AACO), Saudia juga telah menjadi maskapai penerbangan anggota SkyTeam, sebuah aliansi maskapai terbesar kedua di dunia, sejak tahun 2012.

Baru-baru ini, Saudia dianugerahi penghargaan sebagai “Maskapai Kelas Dunia 2024” selama tiga tahun berturut-turut pada acara penghargaan The APEX Official Airline Ratings™. Saudia berhasil naik 11 peringkat pada peringkat maskapai

Skytrax sebagai Maskapai Terbaik Dunia 2023 dan menduduki peringkat teratas di antara maskapai global untuk kinerja ketepatan waktu (OTP) terbaik menurut laporan dari Cirium.

 

Festival Indonesia Pertama di Denmark Sukses, Berharap Jadi Acara Tahunan

this formate

Oleh Nina Mussolini Hansson

KOPENHAGEN, bisniswisata.co.id: Festival Indonesia pertama di Denmark memukau belasan ribu masyarakat Indonesia dan Denmark di Kopenhagen dan ditunggu untuk menjadi acara tahunan.

Festival ini sukses mencuri perhatian masyarakat Kota Kopenhagen melalui berbagai sajian penampilan budaya, kuliner khas Indonesia dan berbagai produk serta handycraft hingga muncul berbagai inisiatif untuk menjadi acara tahunan termasuk promosi pelestarian lingkungan di Indonesia. 

Tontonan interaktif

Festival yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 29 Juni 2024, di Rådhuspladsen, atau Alun-Alun Kota Kopenhagen, menarik perhatian tidak kurang dari sekitar 16 ribu pengunjung yang disuguhi panggung hiburan.

Panggung  menampilan berbagai tarian dan penampilan budaya dari berbagai daerah di Indonesia yang diantaranya, Sabang, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Bali dan Makassar.

Tim Budaya dari Kalimantan Timur menarik perhatian pengunjung melalui Tari Bengen Tawai, Pelalo Adat dan Tari gantar yang mengajak para pengunjung untuk turut menari.

Kesenian Angklung dari Jawa Barat juga berhasil memikat para pengunjung Festival melalui penampilan Manshur Angklung yang menyuguhkan perpaduan alat musik Angklung dengan Electronic Dance Music (EDM).

Selain itu, seribu pengunjung juga turut bermain Angklung melalui penampilan Angklung interaktif dimana pengunjung juga dapat membawa pulang Angklung yang dimainkan.

Dubes RI di Denmark, Dewi Wahab (tengah) bersama tamu undangan ( foto-foto KBRI  Kopenhagen)
Youtuber Denmark ceritakan pengalaman berwisata di Indonesia serta berbagai atraksi budaya dan kerumunan penonton yang berharap Festival Indonesia hadir tiap tahun.

Penampilan Tari Kecak yang diusung oleh komunitas Masyarakat Bali di Denmark, juga berhasil mencuri perhatian pengunjung yang mengajak lebih dari 200 orang pengunjung untuk ikut menari kecak.

Selain berbagai penampilan budaya, Youtuber asal Denmark, Kristian Hansen, juga tampil untuk berbagi pengalamannya travelling di Indonesia. “Saya sangat senang sekali menjadi bagian dari Festival ini, dan berkesempatan untuk berbagi cerita kepada Masyarakat Denmark tentang keindahan alam dan ragam budaya Indonesia”, pungkasnya setelah berbicara di atas panggung.

Sementara itu, terdapat 27 booth di Indonesian Festival Copenhagen yang tidak hanya menyajikan sajian makanan khas Indonesia, tetapi juga menjual berbagai produk dan kerajinan tangan dari Indonesia. 

Ada juga beberapa travel agent yang menawarkan paket wisata ke Indonesia, hingga Save Orangutan Foundation, sebuah yayasan asal Denmark yang turut membuka booth dan memanfaatkan momentum penyelenggaraan Indonesian Festival Copenhagen untuk mendorong kampanye konservasi Orangutan.

“Festival yang sangat meriah. Kami sangat menikmati menjadi bagian dari kegiatan yang sangat luar biasa ini” pukas Marie dari Save Orangutan Foundation berharap dapat berpartisipasi kembali tahun depan,” 

Sebagai Festival Indonesia pertama di Denmark, kegiatan ini menjadi penawar rindu masyarakat Indonesia di Denmark yang telah tinggal selama belasan bahkan puluhan tahun.

Indonesian Festival Copenhagen juga menarik perhatian masyarakat Indonesia yang tinggal di negara sekitar seperti Swedia dan Norwegia, yang datang ke Kopenhagen khusus untuk menyaksikan Festival ini. 

“Dari mulai parade pembukaan, tarian tradisional, kita ikut nari kecak dan maen Angklung, sambil jajan makanan Indonesia, acaranya seru banget”, pungkas Tya, seorang WNI yang datang dari kota Malmo, Swedia.

Fesitival yang diselenggarakan oleh KBRI Kopenhagen tersebut dibuka oleh Duta Besar Dewi Wahab dengan menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kota Kopenhagen dan seluruh sponsor yang mendukung pelaksanaan Festival seperti Kementerian Luar Negeri RI dan Bank Indonesia, Kementerian Investasi, Kawasan Industri Terpadu Batang, Bank Mandiri, ASDP, dan Singapore Airlines. 

Acara Tahunan

Sambutan yang sangat luar biasa dari Masyarakat Denmark khususnya Kota Kopenhagen membuat Duta Besar  RI di Denmark, Dewi Wahab berharap bahwa Indonesian Festival Copenhagen dapat dilakukan menjadi acara tahunan. 

Mayor of Employment and Integration of Copenhagen, Jens-Kristian Lütken, yang menjadi tamu kehormatan dalam pembukaan Festival menyampaikan apresiasi kepada Masyarakat Indonesia -Denmark, yang walaupun jumlahnya tidak banyak, namun telah memberikan warna keberagaman yang sangat positif pada kota Kopenhagen.

Kegiatan Indonesian Festival Copenhagen merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan promosi terpadu yang diselenggarakan oleh KBRI Kopenhagen dari tanggal 24 hingga 29 Juni 2024. Selain Festival, kegiatan promosi Indonesia terpadu tersebut juga dirangkaikan dengan penyelenggaraan Indonesia Investment Forum pada tanggal 27 Juni 2024, bekerja sama dengan Danish Industry. 

Sementara itu, bekerja sama dengan Bank Indonesia, KBRI Kopenhagen juga telah turut mendorong promosi specialty coffee Indonesia di ajang World of Coffee 2024 di Copenhagen, 27-29 Juni 2024.

*Laporan Senior Journalist tinggal di Malmo, Swedia

Pemerintah Laos Longgarkan Pembatasan Visa Turis untuk Sisa Tahun 2024 Agar Tingkatkan Pariwisata

this formate

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Pemerintah telah menyetujui bebas visa bagi wisatawan dari negara-negara tertentu, dan juga menambah jumlah hari bagi pengunjung dari negara-negara tersebut untuk dapat tinggal di Laos.

Dilansir dari thestar.com, langkah ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan selama sisa Tahun Kunjungan Laos 2024, dengan aturan baru yang akan berlaku mulai 1 Juli hingga 31 Desember.

Wisatawan Tiongkok, termasuk mereka yang memegang paspor yang diterbitkan di Hong Kong, Makau, dan Taiwan dan merupakan bagian dari paket tour, tidak akan diharuskan membayar visa turis jika masa tinggal mereka di Laos tidak melebihi 15 hari dan tidak memerlukan visa. 

Mereka harus menjadi bagian dari kelompok yang dipimpin oleh seorang pemandu yang dipekerjakan oleh perusahaan tour Laos yang terdaftar di Kementerian Informasi,Kebudayaan dan Pariwisata. Wisatawan pemegang paspor Taiwan akan diberikan konfirmasi visa (visa volant) seperti sebelumnya, dan tidak memerlukan stiker visa. 

Wisatawan pemegang paspor dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Austria, Belgia, Denmark, Kanada, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Inggris dapat mengajukan permohonan visa multiple entry di kedutaan atau konsulat Laos di negara asalnya.

Pengunjung dari negara-negara tersebut yang mengajukan permohonan visa di perbatasan darat atau memperoleh visa online (e-visa) hanya dapat memasuki Laos satu kali tetapi dapat tinggal di negara tersebut hingga 60 hari.

Mereka yang memiliki paspor dari Denmark, Norwegia, Finlandia, Swedia, Austria, Belgia, Spanyol dan Yunani yang bermaksud untuk tinggal di Laos tidak lebih dari 15 hari tidak memerlukan visa turis atau stiker visa, tetapi hanya dapat memasuki Laos satu kali.

Warga negara Thailand dapat memasuki Laos dengan izin perbatasan atau izin perbatasan sementara dan dapat tinggal di Laos hingga 10 hari, dibandingkan dengan tiga hari biasanya. 

Mereka boleh melakukan perjalanan ke tiga provinsi yang bersebelahan, harus meninggalkan Laos di titik masuk mereka, dan juga harus menggunakan layanan perusahaan tur Laos yang terdaftar di Kementerian Informasi, Kebudayaan dan Pariwisata.

Ketentuan yang sama juga berlaku bagi warga negara Vietnam yang memasuki Laos dengan izin perbatasan atau izin perbatasan sementara sesuai dengan perjanjian bilateral tinggal 15 hari antara Laos dan Vietnam.

Perusahaan tour Laos yang mengarahkan pengunjung dalam perjalanan di negara tersebut harus terdaftar di Kementerian Informasi, Kebudayaan dan Pariwisata dan harus memberikan daftar nama tamu dan rencana perjalanan kepada petugas imigrasi untuk mendapatkan persetujuan.

Warga negara Tiongkok yang memasuki Laos dengan izin perbatasan berdasarkan perjanjian bilateral tinggal 10 hari antara Laos dan Tiongkok dapat melakukan perjalanan dengan Kereta Api Laos-Tiongkok dari provinsi Luang Namtha ke Vientiane, singgah di provinsi Oudomxay, Luang Prabang dan Vientiane serta ibu kotanya jika diinginkan.

Mereka harus keluar dari Laos di titik masuknya dan juga harus menggunakan layanan perusahaan tour Laos yang terdaftar di Kementerian Informasi, Kebudayaan dan Pariwisata.