ASEAN DESTINASI INTERNATIONAL NEWS

Pemerintah Laos Longgarkan Pembatasan Visa Turis untuk Sisa Tahun 2024 Agar Tingkatkan Pariwisata

VIENTIANE, bisniswisata.co.id: Pemerintah telah menyetujui bebas visa bagi wisatawan dari negara-negara tertentu, dan juga menambah jumlah hari bagi pengunjung dari negara-negara tersebut untuk dapat tinggal di Laos.

Dilansir dari thestar.com, langkah ini bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan selama sisa Tahun Kunjungan Laos 2024, dengan aturan baru yang akan berlaku mulai 1 Juli hingga 31 Desember.

Wisatawan Tiongkok, termasuk mereka yang memegang paspor yang diterbitkan di Hong Kong, Makau, dan Taiwan dan merupakan bagian dari paket tour, tidak akan diharuskan membayar visa turis jika masa tinggal mereka di Laos tidak melebihi 15 hari dan tidak memerlukan visa. 

Mereka harus menjadi bagian dari kelompok yang dipimpin oleh seorang pemandu yang dipekerjakan oleh perusahaan tour Laos yang terdaftar di Kementerian Informasi,Kebudayaan dan Pariwisata. Wisatawan pemegang paspor Taiwan akan diberikan konfirmasi visa (visa volant) seperti sebelumnya, dan tidak memerlukan stiker visa. 

Wisatawan pemegang paspor dari Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Austria, Belgia, Denmark, Kanada, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Irlandia, Italia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Inggris dapat mengajukan permohonan visa multiple entry di kedutaan atau konsulat Laos di negara asalnya.

Pengunjung dari negara-negara tersebut yang mengajukan permohonan visa di perbatasan darat atau memperoleh visa online (e-visa) hanya dapat memasuki Laos satu kali tetapi dapat tinggal di negara tersebut hingga 60 hari.

Mereka yang memiliki paspor dari Denmark, Norwegia, Finlandia, Swedia, Austria, Belgia, Spanyol dan Yunani yang bermaksud untuk tinggal di Laos tidak lebih dari 15 hari tidak memerlukan visa turis atau stiker visa, tetapi hanya dapat memasuki Laos satu kali.

Warga negara Thailand dapat memasuki Laos dengan izin perbatasan atau izin perbatasan sementara dan dapat tinggal di Laos hingga 10 hari, dibandingkan dengan tiga hari biasanya. 

Mereka boleh melakukan perjalanan ke tiga provinsi yang bersebelahan, harus meninggalkan Laos di titik masuk mereka, dan juga harus menggunakan layanan perusahaan tur Laos yang terdaftar di Kementerian Informasi, Kebudayaan dan Pariwisata.

Ketentuan yang sama juga berlaku bagi warga negara Vietnam yang memasuki Laos dengan izin perbatasan atau izin perbatasan sementara sesuai dengan perjanjian bilateral tinggal 15 hari antara Laos dan Vietnam.

Perusahaan tour Laos yang mengarahkan pengunjung dalam perjalanan di negara tersebut harus terdaftar di Kementerian Informasi, Kebudayaan dan Pariwisata dan harus memberikan daftar nama tamu dan rencana perjalanan kepada petugas imigrasi untuk mendapatkan persetujuan.

Warga negara Tiongkok yang memasuki Laos dengan izin perbatasan berdasarkan perjanjian bilateral tinggal 10 hari antara Laos dan Tiongkok dapat melakukan perjalanan dengan Kereta Api Laos-Tiongkok dari provinsi Luang Namtha ke Vientiane, singgah di provinsi Oudomxay, Luang Prabang dan Vientiane serta ibu kotanya jika diinginkan.

Mereka harus keluar dari Laos di titik masuknya dan juga harus menggunakan layanan perusahaan tour Laos yang terdaftar di Kementerian Informasi, Kebudayaan dan Pariwisata.

 

Evan Maulana