Dari Pontianak, Wings Air Terbangi Serawak

this formate

PONTIANAK, Bisniswisata.co.id: Lion Air melalui anak perusahaannya, Wings Air rencananya membuka rute internasional pertama dari Kota Pontianak dengan merambah Kuching, Sarawak.

Menurut Distrik Manajer Lion Grup Lukman, penerbangan perdana akan dilakukan pada 24 Januari 2018. “Ini merupakan penerbangan internasional pertama untuk Wings Air dari Pontianak,” ujar Lukman di Pontianak, Selasa (16/1/2018)

Lukman menjelaskan, hadirnya Wings Air di rute yang baru tersebut karena melihat potensi yang besar dari dua daerah yakni Pontianak dan Kuching, Sarawak, Malaysia.

“Orang dari Kalbar, khususnya dari Pontianak senang berakhir pekan di luar kota bahkan keluar negeri termasuk ke Kuching. Orang yang berobat di rumah sakit di Kuching juga ramai,” jelasnya seperti dilansir laman Inilah.com

Ia berharap dengan penerbangan yang ada dapat membantu dan mempermudah warga Kalbar untuk pergi ke Kuching atau sebaliknya dengan harga ekonomis yakni di kisaran Rp200 ribuan.

“Hadirnya kita untuk membantu mobilitas orang dalam berbagai urusan. Dengan Wings Air juga semakin membuka konektivitas bukan hanya antardaerah, namun sudah antarnegara,” jelas dia.

Pada penerbangan tersebut, Wings Air akan terbang dua kali sehari dengan jadwal dari Pontianak pukul 09.45 WIB dan 18.00 WIB. Sementara dari Kuching pukul 07.00 dan 11.55 waktu Malaysia.

Penerbangan Pontianak-Kuching tersebut merupakan rute keempat untuk Wings Air di Pontianak setelah terbang ke Ketapang, Sintang, dan Putussibau. (INI)

Belajar Kearifan Lokal Dan Menjaga Lingkungan Di Desa Pentingsari

this formate

JOGJAKARTA, bisniswisata.co.id: Tiba di desa wisata Pentingsari yang berada di wilayah Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Jogjakarta saat pagi hari membuat kami bisa puas menghirup udara segar apalagi desa ini rimbun dengan pepohonan.

Ning Doto, istri dari Ketua Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis) Pentingsari tengah menyapu halaman rumahnya ketika kami tiba pada 2 Januari 2018. Bersama Marta Uli Emilia, CEO PT Shali Riau Lestari,didampingi Sahala Sitompul, Zefanya Elisha dan Sachio Mazmur Wilbert.

Kereta api eksekutif yang kami tumpangi semalam tiba di Jogja jam 4.30 pagi. Meski di stasiun Tugu kami sudah menyeruput teh panas dan sarapan dengan nasi gudek, aroma teh panas yang disuguhkan tuan rumah dan kue-kue yang dihidangkan langsung menggugah selera.

Kami berkumpul di ruang tamu belakang rumah Doto Yogantoro dan langsung terlibat obrolan yang mengasyikan. Maklum kedatangan Marta bersama suami dan dua anaknya di desa ini bukan sekedar liburan akhir tahun tetapi melakukan studi banding dalam pengelolaan desa wisata.

Pentingsari yang mulai dikembangkan sebagai desa wisata tahun 2008. Kini namanya sudah dikenal baik secara nasional maupun internasional karena menjunjung tinggi kearifan lokal dan telah mendapat penghargaan dari World Tourism Organization ( WTO) sebagai desa terbaik yang menerapkan kode etik wisata di tingkat lokal.

Tak heran pokdarwis Pentingsari sehari-seharinya sibuk melayani beragam organisasi untuk studi banding, praktek kerja lapangan ( PKL) berbagai sekolah maupun universitas hingga kunjungan wisatawan mancanegara.

Pak Mardi, sesepuh Desa Pentingsari menerima Marta Uli Emilia, CEO PT Shali Riau Lesari ( kanan)

Desa wisata ini memang sudah terkenal baik secara nasional maupun internasional. Bahkan para  pengelola desa wisata dari Bali sebagai destinasi utama di negri ini juga datang ke Pentingsari untuk belajar langsung beragam keberhasilan yang telah dicapai Pentingsari.

“Ibarat produk, Pentingsari adalah sebuah merek namun yang kami jual adalah mengemas beragam kegiatan menggunakan media apa yang dimiliki dan apa yang ada dalam kehidupan sehari-hari atau disebut Live In,” kata Doto.

Mereka yang hidup dikota besar dan jenuh dengan kehidupan perkotaan maka berkunjung ke desa ini akan menemukan kedamaian dan udara bersih. Aneka tanaman buah dan beragam komoditi lainnya seperti coklat, lada, kopi disamping hasil pertanian lainnya juga tumbuh subur.

Saat kedatangan dan mobil mulai masuk desa maka kita bisa melihat halaman rumah penduduknya ditanami tanaman obat, pohon langka,  aneka buah-buahan seperti manggis, jambu kristal, rambutan, mangga, pisang dan aneka buah lainnya. Sambil berjalan santai terbayang bisa menikmati dan memettik langsung buah-buah itu dari pohonnya.

Desa wisata Pentingsari sudah memasuki usia 10 tahun sejak dicanangkan sebagai desa wisata pada 15 Mei 2008. Karena terletak di lereng Gunung Merapi, berwisata ke Pentingsari  juga bisa menikmati pesona Gunung Merapi sepanjang perjalanan.

“Dua tahun terakhir penghasilan desa wisata ini mencapai Rp 5 miliar dengan penduduk yang umumnya bertani tapi juga terlibat dalam beragam kegiatan tamu di Pentingsari.  Sejak tiba, para tamu sudah di sambut dengan tarian dan yang menari warga desa sendiri,”jelasnya.

Menurut Doto dari penghasilan Rp 5 milyar per tahun itu hanya 10% yang masuk ke kas Pokdarwis dan menjadi dana sosial untuk membantu warga yang kematian, sakit, pembangunan fasilitas wisata.

“ Jika fokus menyediakan jasa untuk wisarawan, kerja 10 hari juga sudah mendapatkan penghasilan diatas UMR. Oleh karena itu pokdarwis giat memasarkan Desa Wisata Pentingsari yang disingkat Dewi Peri di berbagai media sosial,” jelasnya.

Coba simak bagaimana desa ini bisa menghidupkan warganya dari beragam aktivitas yang ditawarkan.
Menginap di home stay (3 x makan/1 x snack), Sewa arena outbound/campingground, Sewa Pendopo / Aula, Sewa Joglo, Sewa sound system,Tour guide lokal.

Untuk paket dan atraksi wisata ada
kunjungan obyek pertanian, perkebunan, atraksi bajak sawah/tanam padi, atraksi wiwitan/panen padi (jika musim), memancing/tangkap ikan, tracking/petualangan,
sepak bola lumpur, outbound/Field trip TK – SD, SMP, SMA, perguryan tinggi, gowes dan lainnya.

Kegiatan atraksi seni dan budaya yang ditawarkan seperti penyambutan/punokawan/Jathilan, Cokekan/Karawitan, belajar gamelan, belajar tari klasik, paket kenduri, paket atraksi kuliner, belajar membatik, kreasi janur, kreasi wayang suket dan atraksi ronda malam.

Untuk seluruh jasa yang ditawarkan maka yang melayani adalah warga desa sendiri. Sedikitnya 30 orang menjadi pengurus pokdarwis dan 125 warga terlibat langsung dalam beragam aktivitas yang ditawarkan.

Jumlah rumah penduduk yang menyisihkan sejumlah kamarnya untuk menginap tamu wisatawan mencapai 55 rumah sehingga bila ada rombongan sampai 200 an orangpun bisa tertampung di homestay milik penduduk.

“Alhamdulilah kehidupan masyarakat setelah menjadi desa wisata meningkat pesat. Kalau sebelumnya keuntungan menjadi petani sayur hanya Rp 500 ribu/bulan. Maka setelah terlibat dalam aktivitas desa penghasilannya jadi Rp 1.5 juta perbulan,” kata Doto.

Ilustrasi penghasilan sebuah keluarga di desanya misalnya seperti ini: sang ayah mengurus kedatangan tamu, si ibu menyiapkan jamuan bersama ibu PKK lainnya, sang anak jadi pemandu wisata maka seisi rumah sudah mendapatkan penghasilan sendiri.sendiri.

Di rumah kopi yang di kelola poktan dimana tamu bisa melihat proses pembuatan kopi dan langsung minum kopi di tempat

Rasa memiliki

Bagaimana caranya meyakinkan warga desa bahwa mereka tidak perlu eksodus ke luar desa untuk mencari matapencaharian ? bagaimana pula mengikat sarjana-sarjana dari desa untuk membangun desanya tidak perlu ke kota untuk mencari pekerjaan ?.

Doto mengungkapkan bahwa 15 tahun lalu sekitar 20% tanah di desa sudah jatuh ke investor dari kota. Maklum secara geografis, desa wisata Pentingsari berada di bawah kaki gunung Merapi, membuat desa ini selalu di selimuti hawa sejuk baik siang atau pun malam dan tanahnya subur.

Memang jika diperhatikan di Peta, bentuk geografi dari desa wisata Pentingsari terlihat unik, berbentuk seperti semenanjung, di sebelah selatannya terdapat lembah Ponteng dan Gondoran, di sebalah barat terdapat lembah yang curam yaitu kali Kuning.

Di timur juga terdapat lembah Kali Pawon, dan di sebelah  utaranya merupakan pemukiman warga lokal dan hamparan luas dari pemandangan gunung Merapi.

Doto dan istri yang sama-sama lulusan sarjana Perikanan Institut Pertanian Bogor ( IPB) akhirnya kembali ke kampung halamannya, Pentingsari, jogjakarta. Mereka bahkan meninggalkan usaha yang sudah dirintis di ibukota Jakarta dan menyerahkan pada kerabatnya.

“Kita harus menggali potensi yang ada di desa sehingga bisa hidup lebih makmur dan tidak perlu menjual tanah ke orang-orang kota. Kalau bukan kita yang peduli dan punya rasa memliki siapa lagi yang mau mempertahankan desa dari intervensi asing ?,”

Pendirian Doto dan Mardi, sesepuh desa untuk menggali potensi desa menjadi desa wisata ternyata terbukti. Selain menjadi desa wisata utama di Jogjakarta dengan segudang prestasi dari dalam dan luar negri,.

Doto Yogantoro sendiri juga terus mengukir prestasi dan dua tahun berturut-turut menjadi juri Community-Based Tourism (CBT) dan homestay di Indonesia. Tahun lalu pak Doto berhasil meloloskan 5 homestay ke Manila, Filipina dan berhasil menyabet penghargaan Asean Homestay Award.

Dia juga  menjadi ketua Forum Komunikasi desa wisata di Kabupaten Sleman dan menjadi trainer terbang yang membimbing desa-desa lainnya di seluruh Indonesia untuk membentuk desa wisata.

Membangun desa wisata yang digerakan masyarakat, dirancang oleh masyarakat, dilaksanakan oleh masyarakat dan hasilnya juga dinikmati oleh masyarakat membutuhkan proses yang panjang.

Mardi, mantan kepala desa dan sesepuh Pentingsari saat ditemui di rumahnya mengatakan tidak mudah meyakinkan masyarakat setempat untuk menjadi desa wisata. Namun sebagian besar warga tidak yakin tamu mau datang.

“Biasanya mereka yang sudah menjadi pegawai dan merasa punya pendidikan tinggi. Kelompok masyarakat inilah yang paling sulit diyakinkan dan cenderung menolak. Pada warga yang seperti itu biasanya saya dekati secara pribadi dan pelan-pelan dikasih tugas misalnya disuruh menelpon dan berkordinasi dengan organisasi yang mau datang sehingga akhirnya lama-lama mendukung juga,” kata Mardi.

Alhamdulilah, ujarnya, kini hanya 1-2 orang yang tidak mau mendukung aktivitas desa wisata. Pengurus Pokdarwis harus fokus pada semua warga yang mendukung dan meyakinkan bahwa mereka harus kompak, kerja keras dan mampu merancang kegiatan.

“Yang menjadi andalan utamanya bukan desanya tapi kemampuan merancang aktivitasnya. Oleh karena itu kegiatan Live In yang jadi primadona. Seminggu tidak ada tamu rumah rasanya sepi,” kata Mardi yang rumahnya menjadi homestay dan kerap dipilih mantan Menbudpar I Gde Ardika untuk menginap.

Doto Yogantoro dengan berbagai fasilitas desa

Andalkan Live In

Dengan menjual kehidupan keseharian, desa wisata Pentingsari tidak menjual fasilitas mewah. Standar dari homestay juga  adalah rumah biasa dengan standar minimal tempat tinggal. Namun siapa sangka Menteri, pengusaha, pejabat, akademisi hingga beragam komunitas selalu mengunjungi desa wisata Pentingsari.

“Prinsipnya tamu datang lewat satu pintu dan harus reservasi. Kordinator homestay akan membagi dengan adil dan transparan sehingga 55 rumah yang menjadi homestay kamar-kamarnya terisi,” jelas Doto.

Pihaknya berprinsip tidak boleh di jajah oleh tamu dan pengunjung yang pulang hari. Tamu juga harus menghormati dengan tata krama desa sehingga tetap menjaga ketenangan dan ketentraman desa.

Para tamu yang membuat acara di desa tidak boleh menggunakab sound system lebih dari 3000 Watts. Pihaknya juga mempunyai tim sweeping jam ibadah. Saat waktu ibadah maghrib sampai dengan isya tidak boleh ada kegiatan di desa dan jam 10 malam tim juga sweeping tamu yang berkunjung.

“Sekitar 95% masyarakat desa wisata Pentingsari adalah muslim namun pengunjungnya terkadang 100% non-muslim tapi mereka bisa  menghormati masyarakat yang menjadi tuan rumah.” kata Doto sambil mengajak kami berkeliling desa.  

Kami mampir kerumah warga yang sedang melakukan persiapan  hajatan pernikahan putrinya, salah satu pemandu wisata desa Pentingsari yang ayu. Ning Doto dan para ibu lainnya sudah 3 hari membantu pemilik hajat untuk menyiapkan konsumsi.

Kami Lalu berkunjung ke kelompok tani Tunggaksemi yang mengolah kopi robusta. Informasi cara mengolah kopi ini  kita dapatkan di rumah kopi sebagai bagian dari atraksi andalan Desa Wisata Pentingsari.

Setiap pengunjung diberikkan arahan dan informasi mengenai pengolahan kopi robusta secara tradisional, lengkap dengan penjelasan  nilai-nilai edukasi dan ekonomi yang bisa dipetik dari wisatawan.

Zefanya Elisha dan Sachio Mazmur Wilbert betah melihat cara pemanggangan kopi. Pengalaman ini memberi kenangan tersendiri. Dengan mengenalkan proses, terbukti wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari akan merasakan nilai-nilai budaya dalam pertanian.

Setiap kali melewati rumah penduduk yang tengah beraktivitas di depan rumah, secara spontan wajahnya akan tersenyum dan mengajak mampir. Hari sudah menjelang magrib sehingga kami meneruskan perjalanan pulang ke homestay Doto.

Begitulah kehidupan di desa wisata Pentingsari, desa wisata alam dan budaya yang menjunjung tinggi kearifan lokal serta mengedepankan kepedulian sosial sebagai daya tarik utamanya.

 



 





Tips Hadapi Jet Lag Pasca Liburan

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: I Don’t Lika Monday, memang Senin kerap jadi hari yang paling menyebalkan. Setelah Sabtu dan Minggu menikmati libur, Senin selalu jadi hari transisi di mana tubuh dan pikiran harus siap dengan rutinitas dan setumpuk pekerjaan.

Rasa lelah tak hanya timbul akibat waktu liburan yang habis untuk pesta atau jalan-jalan. Rasa lelah ini bisa juga karena orang mengalami social jet lag atau jet lag sosial. Istilah jet lag, mungkin sering diasosiasikan dengan kondisi tubuh yang harus beradaptasi dengan zona waktu yang baru.

Jet lag bisa mengakibatkan rasa ngantuk dan lsu, juga pola tidur yang terganggu. Rupanya menghadapi rutinitas setelah liburan pun bisa dibilang jet lag. “Jet lag sosial muncul saat jam biologis tubuh kita keluar dari ritme biasanya, dan berhadapan dengan lingkungan eksternal,” jelas Carmel Harrington, pakar tidur dan anggota Sleep Health Foundation, seperti dikutip dari Daily Mail, (12/1).

Harrington menjelaskan, rasa lelah muncul karena terganggunya waktu tidur. Orang tak sadar bahwa jam tubuh kembali diatur tiap pagi, tepatnya saat bangun tidur. Saat hari kerja, mungkin orang bangun pada pukul 06:00 atau 07:00. Tubuh pun siap tidur pada pukul 22:00 atau 23:00.

Jika saat akhir pekan orang tidur larut, tubuh mungkin tidak akan siap tidur hingga pukul 03:00 pada hari berikutnya. “Jet lag sosial adalah apa yang dirasakan pada Senin, saat anda benar-benar keluar dari jadwal yang biasa dijalani,” tambahnya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Harrington memberikan beberapa tips agar orang tak terjangkit ‘social jet lag’ atau bahkan menyebut Senin sebagai ‘Black Monday’. ia berkata, orang perlu bangun tidur di waktu yang sama setiap hari. “Olah raga paling tidak 20 menit setiap hari, berjalan saat jam makan siang juga baik,” katanya.

Meski sudah berolah raga dan bangun secara teratur, Harrington mengingatkan agar orang berangkat tidur tanpa membawa masalah. Artinya, segala masalah atau pekerjaan sebaiknya diselesaikan sebelum tidur. Selain itu, hindari tidur melebihi waktu tidur reguler saat akhir pekan.

Sebaiknya, hindari makan besar tiga jam sebelum tidur. “Coba atur alarm satu jam sebelum jam tidur dan saat itu, matikan semua gadget, matikan lampu dan mandilah dengan air hangat,” tambahnya. (DAILY)

2017, Pariwisata AS Kehilangan 1,7 Juta Wisman

this formate

WASHINGTON DC, Bisniswisata.co.id: Dalam sejarah Amerika Serikat (AS) kehilangan sekitar 1,7 juta orang wisatawan mancanegara (wisman) pada tujuh bulan pertama 2017. Para ahli mengkhawatirkan lebih dari 40,000 jenis lapangan kerja pada industri perjalanan wisata akan terkena dampaknya.

Data Kementerian Pariwisata AS, penurunan sekitar 1,7 juta wisatawan asing pada tujuh bulan pertama 2017 itu turun sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Seperti dilansir BBC, Selasa (16/01/2018) terkait anjloknya jumlah turis yang berwisata ke negeri Paman Sam, dituding faktor penyebabnya Trump slump. Faktor the Trump slump juga menyebabkan posisi AS diambilalih oleh Spanyol sebagai negara nomor dua di dunia yang paling banyak dikunjungi wisatawan, sebagaimana diumumkan UNWTO, badan PBB untuk turis pada Senin (15/1/2018).

Tahun 2016, AS maupun Spanyol kedatangan sekitar 76 juta turis asing. Awal pekan ini, Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy mengumumkan negaranya kedatangan lebih dari 82 juta wisatawan luar negeri pada 2017, atau naik sekitar 9% dibanding tahun sebelumnya.

Dalam catatan UNWTO, Perancis tetap menjadi negara paling populer di dunia sebagai daerah kunjungan wisata. Para pemerhati bisnis memperkirakan ada sejumlah faktor yang menjelaskan mengapa jumlah turis asing berkurang ke AS.

# Faktor utama nilai dolar AS

Nilai dolar AS berada pada posisi tertinggi pada 2017, sehingga membuat biaya perjalanan menjadi jauh lebih mahal bagi wisatawan dari negara lain. Mereka juga menyalahkan pernyataan-pernyataan keras anti-imigran Presiden Trump, termasuk larangannya bagi warga dari negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim untuk berkunjung ke AS.

# Faktor kedua Omong kotor.

Pada Kamis lalu, dalam pertemuan dengan anggota senat dan kongres untuk membahas masalah imigrasi, Presiden Trump melontarkan ucapan yang dianggap kotor. “Mengapa orang-orang dari negara ‘lobang kotoran’ itu berdatangan ke sini,” katanya. Awalnya tak ada yang membantah dia mengeluarkan kalimat itu. Tetapi selang sehari kemudian, Trump mengeluarkan cuitan diTwitter. “Bahasa yang saya gunakan dalam pertemuan itu memang keras, tapi saya tidak menggunakan istilah (shithole) itu.” lontarnya.

# Faktor ketiga, Anjlok di semua lini.

Pada kuartal pertama 2017, kunjungan turis asing ke AS turun 4,2 persen, jika dibandingkan pada tiga bulan pertama 2013, yang naik 6,4 persen, ketika Barack Obama memulai periode keduanya sebagai presiden. “Ini bukan pencapaian untuk mengatakan retorika dan kebijakan pemerintahan ini mempengaruhi sentimen di seluruh dunia, mengakibatkan antipati terhadap AS dan mempengaruhi perilaku perjalanan wisata,” kata Adam Sacks, pimpinan Tourism Economics.

Perusahaan riset ini mengeluarkan laporan pada September 2017 yang memperkirakan arus masuk wisatawan akan menurun dari Januari sampai Maret 2018 sehingga akan membebani ekonomi AS sekitar 4,2 miliar dolar AS atau Rp 55,9 triliun. Angka tertinggi setiap wilayah menunjukkan kunjungan turis dari negara-negara Timur Tengah turun 32,2 persen. Disusul dari turis dari Afrika yang turun 28,2 persen dan turis dari Amerika latin, terutama Meksiko, turun 14,4 persen. Perhitungan terpisah dilakukan otoritas AS menyebutkan wisatawan asing berkurang sekitar 8 persen. Adapun turis dari Eropa berkurang 2,7 persen.

# Kontribusi wisman

Pada 2016, kedatangan wisatawan asing berkontribusi sekitar 212 miliar dolar AS atau Rp 2.824 triliun bagi pertumbuhan ekonomi AS. Nilai itu setara dengan hampir 10 persen dari ekspor negara tersebut. Pada tahun yang sama, perjalanan dan pariwisata ikut mendongkrak sekitar 8,1 persen pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) AS.

Data dari Kementerian Perdagangan AS menunjukkan pendapatan dari kunjungan wisatawan asing telah berkurang. Jumlah pemasukan yang diterima AS dari kunjungan wisatawan asing dari Januari hingga November 2017 sekitar 187 miliar atau Rp 2.492 triliun, anjlok 3,3 persen dibandingkan 2016.

“Kenaikan perjalanan internasional sangat penting bagi tujuan ekonomi Presiden Trump agar pertumbuhan PDB sebesar tiga persen tetap berlanjut,” kata Presiden dan CEO asosiasi perjalanan AS, Roger Dow dalam sebuah pernyataan.

Bagaimanapun, turunnya kunjungan turis asing ini sudah dirasakan oleh tempat-tempat di kawasan pedesaan AS yang selama ini menjadi kunjungan tetap para turis. Dalam pernyataan baru-baru ini, biro pariwisata kota New York telah merevisi secara mendasar perihal prediksi kunjungan wisatawan asing.

Dari yang semula diperkirakan berjumlah 400.000 kunjungan sebelum pemilihan Presiden Trump, tapi saat ini diperkirakan anjlok hingga 300.000 kunjunganturis asing. Hasil penelitian lainnya memperkirakan Los Angeles dapat kehilangan sekitar 800.000 kunjungan wisatawan asing pada 2019. (BBC)

Bentrokan Dekat Bandara Mitiga, Semua Penerbangan Ditunda

this formate

LIBYA, Bisniswisata.co.id: Semua penerbangan di Bandara Mitiga ditunda pemberangkatannya, akibat bentrokan terjadi di sekitar bandara tersebut di kota Libya, Tripoli, Senin (15/1/2018). Tiga orang dinyatakan tewas dalam peristiwa itu. Tembakan senjata berat bisa terdengar dari pusat kota, sehingga otoritas bandara menangguhkan semua penerbangan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Akibat penundaan yang tak ada kepastiannya, menyebabkan ratusan penumpang, termasuk wisatawan terlantar di Bandara. Mereka juga tidak bisa keluar bandara karena kondisinya tidak memungkinkan untuk kembali ke Hotel.

Surat kabar setempat juga Xinhua melaporkan, Selasa (16/01/2018) pertempuran melibatkan Special Deterrence Force (Rada), salah satu kelompok paling kuat di kota tersebut, melawan kelompok saingan yang berbasis di lingkungan Tajoura Tripoli. Rada bertindak sebagai unit anti-kejahatan dan anti-terorisme dan mengendalikan bandara Mitiga dan sebuah penjara besar di sebelahnya.

Mitiga adalah sebuah pangkalan udara militer di dekat pusat Tripoli yang telah menjadi bandara utama untuk penerbangan sipil sejak bandara internasional sebagian hancur karena pertempuran pada 2014.

Rada mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa bandara tersebut telah diserang oleh seseorang yang disebut “Bashir ‘the Cow’” dan yang lainnya yang mereka cari menyusul pelarian mereka dari fasilitas penahanan yang direbut oleh Rada di tempat lain di Tripoli.

Rada memasang foto-foto jalanan di sekitar bandara, yang menunjukkan truk pick-up yang dipenuhi dengan senjata dan sebuah tank. Tripoli telah dikendalikan oleh sejumlah kelompok bersenjata sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan pemimpin lama Muammar Gaddafi dan menyebabkan pecahnya negara tersebut.

Fraksi-fraksi tersebut terkadang bentrok dalam pertempuran di akar rumput atau pembunuhan atau penahanan anggota mereka. Namun kini laporan terjadinya pertempuran terbuka dalam beberapa bulan terakhir telah menurun setelah beberapa kelompok bersekutu dengan pemerintah yang diakui secara internasional, termasuk Rada, mengkonsolidasikan kontrol mereka terhadap sebagian besar wilayah ibu kota. (XIN)

Museum Bahari Jakarta Dilalap Si Jago Merah

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan Penjaringan Jakarta Utara, dilalap si Jago Merah, Selasa (16/01/2018) pagi sekitar pukul 08.55 WIB. Kobaran api mengakibatkan asap hitam tebal membumbung tinggi. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran museum bersejarah juga belum dapat informasi apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Satriadi mengatakan pihaknya mendapat laporan kebakaran terjadi pukul 08.55 WIB.
Pukul 09.00 WIB, 16 unit pemadam kebakaran dari Damkar Jakarta Utara dan Jakarta Barat dikerahkan ke lokasi kejadian . Saat ini kondisi api masih menyala dan sedang dilakukan penanganan “Sekarang masih pemadaman,” ujar Satriadi.

Saat ini kondisi api masih membesar, dan rembetan membahayakan namun petugas pemadam berusaha menghalau jangan sampai api terus merembet ke lokasi lainnya, terutama di beberapa lokasi yang tersimpan benda-benda bersejarah.

Hingga berita ini naik, api masih terus berkobar. Polisi mengamankan lokasi dan lalu lintas. Juga belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran.

Letak museum itu berada di seberang pelabuhan Sunda Kelapa. Museum itu adalah salah satu dari delapan museum di bawah pengawasan Dinas kebudayaan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta.

Kawasan Museum Bahari sempat direvitalisasi. Pasalnya, ada tempat bersejarah yang merupakan peninggalan tertua zaman Belanda seperti Pelabuhan Sunda Kelapa, Menara Syahbandar, dan Museum Bahari, yang tertutup padatnya permukiman dan pertokoan di area itu.

Awalnya, bangunan Museum Bahari merupakan gudang untuk menyimpan rempah-rempah. Sejarahnya, sebelum tahun 1500, kawasan Sunda Kelapa di muara Sungai Ciliwung merupakan pelabuhan Kerajaan Pajajaran. Tempat itu berkembang dengan dibangunnya pos perdagangan sebagai buah perjanjian antara warga lokal dengan orang Portugis, tahun 1522.

Pada tahun 1526-1527, Sunda Kelapa ditaklukkan oleh Fatahillah yang dibantu tentara-tentara Islam dari Cirebon dan Demak. Di sana pun didirikan Kota Jayakarta. Penguasa Kota Jayakarta saat itu tidak menerima kehadiran orang Portugis hingga tahun 1596 datanglah kapal-kapal Belanda pertama kali di Sunda Kelapa.

Pada abad ke-17, tepatnya tahun 1610-1611, Belanda diberi izin membangun sebuah gudang serta sebuah benteng di sisi timur muara Sungai Ciliwung. Belanda berhasil menaklukkan Jayakarta dan mendirikan Batavia di sana. Kawasan Sunda Kelapa didirikan benteng dan menjadi kantor pusat VOC di Asia tahun 1619.

Sepuluh tahun kemudian, tahun 1629, Batavia dikepung Sultan Agung Mataram. Pimpinan VOC saat itu, Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen (JP Coen), meninggal setelah mengidap penyakit kolera.

Sepeninggal JP Coen, daerah sisi barat Sungai Ciliwung dikembangkan dan dikelilingi oleh tembok kota dan kubu-kubu. Kubu yang masih ada sampai saat ini adalah kubu Kulemborg dan Zeeburg.

Pada tahun 1652, barulah bagian tertua dari bangunan gedung rempah dibangun, yang sekarang dikenal dengan nama Museum Bahari. Gudang rempah tersebut diresmikan sebagai Museum Bahari pada tahun 1977, dengan gudang dan menara-menara kawal VOC di dalamnya.

Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan 800 koleksi bahari di Indonesia. Mulai dari lukisan perahu tradisional Indonesia, hingga sejarah pelabuhan besar di Indonesia. Sebelum menjadi museum oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta pada tahun 1977, gedung bangunan museum diserahkan VOC ke PT Telkom.

Koleksi, struktur, dan lingkungan sekitar museum banyak dinilai pengunjung kurang terawat dan nyaman. Walau hanya dikunjungi rata-rata 3.000 pengunjung per bulan, 30 persennya adalah turis mancanegara. Bangsa Indonesia kiranya perlu ingat, kebesaran bangsa dilihat dari cara bangsanya menghargai sejarah. (NDHIK)

ERUPSI LAGI, BANDARA NGURAH RAI AMAN

this formate

KARANGASEM, Bisniswisata.co.id,-UNTUK kesekian kalinya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali kembali erupsi dengan ketinggian kolom erupsi sekitar 2.000 hingga 2.500 meter di atas puncak kawah pada Senin (15/1/2018) pukul 07.23 WITA. Erupsi disertasi asap dan abu vulkanik berwarna kelabu dengan tekanan sedang, intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.
PVMBG melaporkan erupsi hanya sesaat dan tidak menerus karena gempa letusannya hanya sesaat pada pukul 07.23 Wita. Aktivitas vulkanik masih cukup tinggi yang ditandai dengan kegempaan dan tremor menerus. Status Awas (level IV) dengan rekomendasi daerah berbahaya adalah di dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah. Tidak boleh ada aktivitas masyarakat dalam bentuk apa pun di dalam radius 6 kilometer. Di luar radius 6 kilometer, kondisinya aman.
Sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) dalam upaya peningkatan keselamatan perhubungan udara maka PVMBG telah mengeluarkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode warna ORANGE pascaerupsi. Sebaran abu vulkanik hanya terjadi di sekitar Gunung Agung. Abu vulkanik tidak ada yang mengarah ke bandara. Kondisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok aman dan beroperasi normal.
Hujan abu vulkanik tipis dilaporkan jatuh di beberapa desa seperti di Desa Kesimpar, Desa Datah Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Masyarakat melihat erupsi Gunung Agung juga tidak panik. Sosialisasi yang terus diberikan kepada masyarakat mengenai potensi dan antisipasi erupsi Gunung Agung menyebabkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat meningkat. Pengalaman penanganan erupsi selama November 2017 lalu telah memberikan pemahaman yang lebih baik sehingga masyarakat lebih siap menghadapi erupsi.
Sementara itu, jumlah pengungsi saat ini 47.268 jiwa yang berada di 229 titik pengungsian. BNPB dan unsur terkait terus memberikan pendampingan dan bantuan kepada Pemda dan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Agung. Masih ada beberapa permasalahan dalam penanganan pengungsi seperti aktivasi posko belum berjalan normal, distribusi logistik ke pos pengungsian belum lancar dan lainnya. Koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak.

Masyarakat dihimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan menghadapi erupsi susulan. Pantauan PVMBG melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi. Rekaman seismograf pada 14/1/2018 tercatat nihil gempa tektonik lokal (TL), 7 kali gempa vulkanik Dalam (VA), 6 kali gempa vulkanik dangkal (VB), nihil gempa low-frekuensi (LF), 24 kali gempa hembusan, dan tremor menerus dengan amplitudo 1-5 mm (dominan 1 mm). *Dwi/*

700 Turis Booking Wisata Luar Angkasa Bertarif Rp3 Miliar

this formate

SAN FRANCISCO, Bisniswisata.co.id: Meski Bertarif US$ 250.000 (Rp 3,3 miliar) per kursi, tak menyurutkan para turis untuk melakukan perjalanan wisata ke luar angkasa. Dengan menumpang Virgin Galactic para orang kaya, termasuk para pesohor sangat ingin menikmati wisata unik dan dianggap spektakuler.

Menurut perusahaan Virgin Galatic, hingga kini telah ada lebih 700 orang wisatawan yang memesan kursi mahal tersebut, termasuk para selebritas.

Menurut beberapa laporan yang dilansir laman virgingalactic.com, Senin (15/01/2018) di antara lebih dari 700 orang yang telah mendaftar sejauh ini, termasuk selebritas Brad Pitt, Ashton Kutcher, Angelina Jolie, Tom Hanks dan Paris Hilton.

Pada Kamis (11/1/2018) , Virgin Galactic telah menyelesaikan uji luncur lanjutan dari pesawat luar angkasa VSS Unity. Keberhasilan itu menempatkan perusahaan pada jalurnya untuk mengirim wisatawan ke luar angkasa dalam beberapa bulan ini.

Tes tersebut, yang berlangsung lebih dari tiga tahun sejak kecelakaan fatal yang dialami perusahaan tersebut, memperlihatkan manuver pesawat tersebut dengan aman sampai ke tanah dari ketinggian 50.000 kaki (15 km).

Pendiri Virgin Galactic Richard Branson telah mengklaim VSS Unity, versi kedua dari pesawat SpaceShipTwo, akan membawa orang-orang yang melakukan penerbangan uji coba di suborbital pada bulan April.

Didirikan pada tahun 2010 dengan tujuan untuk membawa pelanggan yang membayar ke luar angkasa dan kembali lagi, tragedi melanda Virgin Galactic pada tahun 2014 ketika kecelakaan penerbangan uji coba SpaceShipTwo menewaskan seorang pilot dan melukai yang lainnya.

Butuh dua tahun bagi perusahaan itu untuk mendapatkan kembali persetujuan dari US Federal Aviation Administration (FAA) untuk menerbangkan SpaceShipTwo lagi.

Uji terbang ketujuh VSS Unity, menunjukkan pesawat itu diterbangkan dari Pelabuhan Udara dan Antariksa Mojave California dengan melekat pada pesawat pembawa White Knight . Begitu mencapai 50.000 kaki (15 km), Unity dilepaskan. (VIRGIN)

PT SRL Belajar Penerapan Community Based Tourism (CBT) Di Nglanggeran

this formate

Sugeng Handoko (kanan) berbagi pengetahuan dengan tamu-tamunya dari Prov. Riau

NGLANGGERAN, GUNUNGKIDUL, Yogyakarta, bisniswisata.co.id: Eksekutif  Perusahaan pengolah limbah B 3 dari Provinsi Riau melakukan studi banding untuk pengembangan desa wisata dengan mengunjungi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nglanggeran, Gunung Kidul, Jogjakarta.

“Dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT) harus ada sinergi yang baik antara pemerintah ( Disprov Pariwisata), Swasta dan masyarakat karena itu inisiatif untuk melakukan studi banding karena ingin pariwisata Riau lebih maju sangat kami hargai ” kata Sugeng Handoko, Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran yang menerima tim dari Riau pekan lalu.

Marta Uli Emilia, CEO PT Shali Riau Lestari,didampingi Sahala Sitompul, Zefanya Elisha & Sachio Mazmur Wilbert, mengatakan pihaknya senang traveling dan sudah mengunjungi beragam destinasi wisata dunia dan mengharapkan pengembangan pariwisata Riau meningkat.

“Prov Riau banyak memiliki destinasi yang indah termasuk potensi wisata bahari. Riau tidak identik dengan kebun kelapa sawit dan minyak bumi tapi juga komoditi lainnya seperti lada. Kami akan mengajak pemerintah dan kelompok Tani Lada mengembangkan desa wisata dan homestay,” kata Marta Uli Emmilia.

Sebagai pimpinan perusahaan yang peduli lingkungan, pihaknya telah melakukan pembinaan kelompok tani ( Poktan)  Tani Mandiri Gunung Jati ( MGJ)  di Desa Kota Baru, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, yang berpotensi menjadi desa wisata sentra lada.

Aktivitas di Nglanggeran, gunung purba yang sarat pengetahuan

Marta ingin perusahaannya memiliki  program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.“Pemerintah dan swasta dapat mendorong masyarakat mewujudkan program Nawacita Presiden Jokowi di bidang pariwisata,” tegasnya.

Untuk itu setelah studi banding pihaknya akan mengajak Pemprov Riau untuk bersinergi pentahelix karena pariwisata maju kalau dimulai dengan  masyarakatnya yang sadar wisata, kata Marta Uli Emmilia.

Sugeng mengatakan Desa Nglanggeran beruntung karena memiliki magnet pesona Gunung Api Purba Nglanggeran, suatu gunung api purba yang terbentuk sekitar 60-70 juta tahun lalu. Sekarang gunung ini dinyatakan sudah tidak aktif lagi. Batuannya berbentuk bongkahan batu andesit raksasa membentang sekitar 800 meter dan setinggi 300 meter.

“Saat ini pengunjung terbesar ke Nglanggeran adalah untuk studi  banding. Setiap hari kami melayani tamu-tamu dari berbagai daerah maupun dari desa-desa lainnya untuk study banding. Sekarang desa memiliki dana dan ada Badan Usaha Milik Desa,” kata Sugeng.

Paket outbound, trekking, flyng Fox dan aktivitas yang menantang lainnya tersedia dengan harga paket mulai Rp 75.000 hingga Rp 3,5 juta untuk paket berayun diantara dya tebing.

“Pengunjung tahun 2016 mencapai 255 ribu orang dengan penghasilan Rp 1,8 miliar/ tahun. Tahun 2014 pengunjung memang lebih tinggi sampai 325 ribu orang tapi penghasilan hanya Rp 1, 4 miliar sehingga target pengunjung dikurangi namun produk beragam sehingga penghasilan naik “ kata Sugeng.

Studi banding selain dalam hal pengelolaan dan menyiapkan masyarakat menjadi entrepreneur, juga terutama berkaitan dengan penghargaan Desa Wisata Terbaik Asean 2016 dalam pengembangan Community Based Tourism (CBT) yang diterima Nglanggeran awal Januari 2017

Menurut Sugeng pihaknya sangat mengapresiasi sikap pro aktif yang dilakukan pimpinan PT Shali Riau Lestari serta niat mulianya belajar langsung dari keberhasilan Nglanggeran hingga menerima penghargaan utama di tingkat Asean itu.

“Kami belajar pengelolaan homestay dengan studi banding ke Desa Pentingsari di Kab. Sleman, Jogja dengan membawa 2 bus anggota Pokdarwis. Masyarakat Riau nanti juga bisa dibina untuk membuka homestay di pedesaan jika desa wisatanya dikembangkan,” kata Sugeng.

Marta ingin pariwisata Riau lebih dioptimalkan pengembangannya agar masyarakat bisa hidup tambah sejahtera dan anak-anak para petani yang dikembangkan jadi desa wisata bisa sekolah lebih tinggi.

Embung di puncak Nglanggeran

“ Lewat CSR kami ingin membuat program pemberdayaan seperti di Nglanggeran dan desa wisata Pentingsari serta desa wisata lainnya di Jogjakarta ini yang terbukti sudah memiliki omzet miliaran rupiah. Pariwisata bisa jalan jika kordinasi, sinergi pentahelix dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Selain berdiskusi mengenai pemberdayaan masyarakat, Marta dan tim juga banyak bertanya mengenai langkah awal yang dilakukan Sugeng merintis Nglanggeran.

Dia juga melihat homestay yang dikembangkan di Nglanggeran serta Griya Coklat Nglanggeran, suatu  upaya menggerakkan masyarakat untuk menghidupkan desanya dengan membuatkan beragam produk coklat  menggunakan pula susu kambing etawa milik petani setempat.

Obyek wisata di Nglanggeran selain gunung api juga Embung (tampungan air) Kebun Buah Nglanggeran yang memiliki luas 0,34 Ha, digunakan sebagai pengairan kebun buah durian dan kelengkeng. Jenis durian yang ditanam adalah jenis durian Monton.

Selain itu juga ada air terjun Kedung Kandang yang musiman  terletak di selatan Gunung Api Purba dengan hamparan terasiring persawahan milik petani masyarakat Desa Nglanggeran.

Keunikan air terjun ini adalah berada ditengah terasiring sawah dan berbentuk undak-undak batuan vulkanik. Aliran air dengan pemandangan yang bagus hanya didapati ketika musim penghujan saja.

Marta berharap Pemprov Riau dan pihak terkait fokus pada pengembangan SDM pariwisata terutama dalam pelatihan hospitality termasuk studi banding poktan untuk belajar ke desa wisata yang ada di Jogja ini.



Wisata Heritage PG Colomadu Dibuka bagi Wisatawan

this formate

KARANGANYAR, Bisniswisata.co.id: Kemegahan bangunan Pabrik Gula (PG) Colomadu di masa lampau dalam waktu dekat bakal kembali hadir. Namun, bukan sebagai pabrik gula, melainkan tempat wisata bernuansa heritage yang menawan.

Setelah berhenti beroperasi tahun 1997, bangunan bekas pabrik gula di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tersebut terkesan mangkrak. Hingga 20 tahun berlalu, secara perlahan bangunan menjadi rusak. Bahkan mesin-mesin dan besi-besi bangunannya juga banyak yang hilang.

Seolah bereinkarnasi, bangunan megah eks PG Colomadu bakal kembali hadir dan dapat dilihat publik. Melalui sinergi sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Perumahan (PP), PT Taman Wisata Candi, dan PT Jasa Marga Properti, bangunan lawas tersebut diubah fungsi menjadi tempat wisata bernuansa heritage.

Perusahaan-perusahaan pelat merah itu selanjutnya membentuk konsorsium yang diberi nama PT Sinergi Colomadu. “Kami mulai menggarap pada April 2017,” ujar General Manager (GM) Konstruksi PT Sinergi Colomadu, Edison Suardi seperti dilansir laman SINDOnews, Senin (15/01/2018).

Tak tanggung-tanggung, dana Rp2 triliun digelontorkan dalam tiga tahap. Tahap pertama guna menggarap bangunan utama, nilainya sekitar Rp200 miliar di lahan seluas 6,4 hektare dari total luas bekas PG Colomadu yang mencapai 22 hektare.

Bangunan utama yang merupakan bekas pabrik, disulap menjadi museum heritage, convention hall, merchandise, food and beverage. “Saat ini realisasinya sudah mencapai sekitar 70%,” katanya.

Pembangunan terus dikebut karena awal Maret diproyeksikan harus selesai. Pada 24 Maret mendatang, rencananya diresmikan serta digelar konser musik bertaraf internasional. Proyek dilembur hingga pukul 22.00 WIB dengan melibatkan 400 pekerja.

Kendala yang dihadapi dalam penyelesaian adalah persoalan cuaca yang sulit diprediksi. Ketika hujan, para pekerja harus turun karena licin, dan menghindari bahaya petir. Selain bangunan utama, di sisi baratnya terdapat bekas rumah pesanggrahan besaran Mangkunegaran atau rumah dinas kepala PG Colomadu.

Bangunan itu bakal disulap menjadi royal restoran, serta tempat transit tamu agung, dan VVIP. Kedua bangunan itu kini tengah didaftarkan sebagai Benda Cagar Budaya (BCB).

Agar kemegahan bangunan nampak dari luar, tembok pagar lama dibongkar dan diganti dengan tembok yang rendah. Tembok baru dibuat lebih mundur karena di depannya akan dibuat trotoar dengan lebar 9 meter di pinggir jalan Adisutjipto. Selain itu juga dilengkapi tempat duduk agar menjadi publik area. “Sehingga masyarakat dapat selfie atau foto foto dengan latar belakang bangunan pabrik,” bebernya.

Sementara museum heritage di bagian bangunan utama menampilkan mesin-mesin yang dahulu dipakai untuk proses giling tebu. Termasuk jalur rel yang ada di dalamnya tetap dipertahankan. Mesin-mesin tua yang sudah berkarat kini telah dicat dasar warna abu abu. “Semua yang ada di dalam pabrik tetap kami pertahankan. Nantinya dilengkapi display videotron sejarah pabrik gula, dan ilustrasinya,” ucap Edison.

Sedangkan gedung convention hall berkelas internasional, akan dijadikan tempat konser dengan kapasitas 3.000 penonton. Panggung dibuat kedap suara serta berkaca agar rangkaian mesin-mesin pabrik tetap nampak dari dalam gedung pertunjukan. Agar suaranya tidak memantul dari kaca, dilengkapi alat penangkap suara.

Untuk memperbaiki kembali bangunan yang sudah tua dan masuk peninggalan sejarah tingkat kesulitan lebih tinggi dan membutuhkan waktu lama. Sejumlah bagian sudah banyak yang hancur dan mengelupas. Bagian yang telah rusak diakui terpaksa yang yang diganti, seperti bagian atapnya karena sudah jebol semuanya. Sementara, tembok bangunan dan besi penyangga tetap dipertahankan.

Pihaknya bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo telah mengkaji struktur bangunan dan kondisinya masih baik. Selain convention hall, di luar bangunan sisi timur dibuat sedemikian rupa agar bisa dipakai pertunjukan outdoor dengan background bangunan utama pabrik dan cerobongnya. Listrik dengan kapasitas 1.300 KVA bakal dipasang guna menunjang operasional. Dua genset yang masing-masing memiliki kekuatan 1.000 KVA juga disiapkan. “Saat ada konser nantinya juga ditambahi dengan suplai genset sendiri.”

Bekas rumah rumah tua di bagian utara eks PG Colomadu nantinya juga akan garap. Rumah-rumah kuno yang dahulu bagian yang tak terpisahkan dari PG Colomadu, rencananya dijadikan pusat bisnis. Rumah-rumah kuno itu kondisinya juga terlihat tak terawat dan terkesan terbengkalai. (SIN)