17 – 21 Januari 2018, Indonesian Arts Exhibition

this formate

CIKARANG, Bisniswisata.co.id: PT Kawasan Industri Jabebeka Tbk (KIJA) menggelar pameran seni lukis dan barang antik kelas dunia. Pameran bertajuk “Indonesia Art Exhibition, First Among Equals”, menghadirkan lukisan karya maestro Indonesia, guci ratusan tahun dari China, galeri NU, karya seniman Ancol, bonsai super pilihan dan humanoid dari Kota Tua. Pameran seni berlangsung di Jababeka Convention Center (JCC), Cikarang Jawa Barat, pada 17-21 Januari 2018.

Indonesian Art Exhibition (IAE) berjudul “Standing with The Masters”, mempromosikan lebih dari 70 karya-karya dari seniman lukis Indonesia dari segala periode sejak abad ke-19, dipelopori Raden Saleh.

Galeri-galeri papan atas Indonesia ikut bergabung dalam pameran ini menampilkan karya lima maestro seni rupa Indonesia versi OHD antara lain Affandi, Kartika Afandi, Hendra Gunawan, Soedibio, H. Widayat, serta 159 karya seni batik lukis, patung, instalasi dan berbagai bentuk lainya. Oei Hong Djien, founder & collector dari OHD Museum juga akan menghadiri pameran.

IAE juga menghadirkan koleksi lukisan karya dari Nasirun, seniman lukis Yogyakarta yang pernah menorehkan karya lukisnya di body puluhan mobil dan mendapatkan rekor MURI.

Bahkan memamerkan 20 guci dari Dinasti Ming dan Tang yang akan menghiasi ruang pameran dengan kapasitas 3.000 orang tersebut. Ditambah lagi dengan deretan karya dari galeri NU milik Gus Mus dan ditemani oleh 34 seniman Ancol, 5 humanoid dari Kota Tua Jakarta serta akan menampilkan beberapa tanaman bonsai super pilihan.

Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan industri kreatif Indonesia, mendorong penciptaan devisa negara, dan meningkatkan citra Indonesia dalam seni budaya yang tak kalah dengan negara lain.

Kedatangan khusus tamu undangan dapat memanfaatkan layanan Helikopter (Jakarta-Cikarang-Jakarta), shuttle bus dan kereta wisata. Bagi tamu-tamu yang sudah hadir pun dimungkinkan untuk melakukan industrial visit ke industri-industri di lingkungan Kawasan Indusri Jababeka, yang dipandu secara profesional oleh tim dari Bekasi Industrial Tourism (BIT).

IAE didukung 48 hotel, 215 restoran, 15 executive spa, 21 business club, 3 lapangan golf, 1 stadium olahraga, 1 waterpark, 7 entertainment center, Jakarta Heli Club (JHC) dan Kereta Api Wisata.

IAE bekerjasama dengan Program Studi DKV (Disain Komuniasi Visual) President University, yang juga menampilkan President University Student Orchestra, serta Marching Band SMA Presiden, serta berbagai tarian selamat datang dari siswa-siswi SMP dan SD Presiden. (redaksibisniswisata@gmail.com)

35 Tahun Dilarang, Warga Arab Saudi Kini Bisa Nonton Film

this formate

ARAB SAUDI, Bisniswisata.co.id: Warga Arab Saudi akhirnya bisa kembali menonton film di bioskop, setelah selama 35 tahun dilarang. Sebagai awal kembali dibukanya bioskop, film yang bakal diputar adalah “Emoji Movie”.

Padahal, saat ini banyak film Hollywood yang tengah naik daun di pasaran, namun mereka memilih memutar film yang hanya mendapatkan skor 9% dari situs review film Rotten Tomatoes dan diterima hanya sekitar 39% penonton.

Pemutaran film lainnya di Jeddah adalah Captain Underpants: The First Epic Movie, yang mendapatkan kritikan lebih baik dari para pengamat film. Di Arab Saudi sendiri, bioskop telah dilarang beroperasi awal 1980 sebagai bagian dari kebijakan konservatif.

Reformasi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman (32) mengurangi banyak pembatasan,t karena pemerintah berusaha untuk memperluas ekonomi dan mengurangi ketergantungannya pada minyak.

Rencananya, bioskop permanen pertama akan dibuka pada Maret 2018. Untuk saat ini, bioskop hanya bersifat sementara yang dilengkapi dengan proyektor, karpet merah dan mesin popcorn. Sebagai bagian dari konservatif mereka, film akan disensor untuk memastikan mereka tetap sesuai dengan nilai moral kerajaan.

Kebijakan ini menyusul diperbolehkannya pertunjukkan konser, pertunjukan komedi dan perempuan dibolehkan mengemudi selama setahun terakhir.

Mamdouh Salim, yang mengelola sebanyak 70 sinema sementara dalam sepekan ini menyebutkan sampai sekarang, tidak ada infrastruktur untuk bioskop, jadi mereka mencoba memanfaatkan tempat alternatif untuk mendekati bentuk sinematik.

“Kami mencoba menggunakan film-film ini untuk menjadi titik awal sebagai screening sinematik pertama setelah keputusan bioskop diperbolehkan kembali.” ujarnya sambil menambahkan sedikitnya 300 layar bioskop akan dibuka pada 2030 mendatang, dan akan membuka sebanyak 30.000 lapangan kerja baru. (DAY)

Kuliner di Swiss, Lobster Dilarang Direbus Hidup-hidup

this formate

SWISS, Bisniswisata.co.id: Siapa tak kenal kuliner Lobster. Salah satu Sea Food ini, digemari banyak orang. Meski harganya selangit, namun tetap diburu pecinta kuliner sea food. Kelezatannya membuat makanan laut menjadi santapan dan hidangan yang lezat.

Biasanya, untuk mengolahnya, lobster biasanya direbus terlebih dahulu hidup-hidup sebelum dimasak menjadi berbagai makanan lezat. Hal ini dilakukan, karena banyak yang berasumsi jika lobster tidak bisa merasakan sakit. Namun, para ilmuwan telah menemukan sistem saraf lobster sangat canggih dan cukup kompleks sehingga terasa sangat sakit saat direbus hidup-hidup.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/01/2018) berdasarkan penemuan itu, mulai 1 Maret 2018, pemerintah Swiss mengeluarkan larangan untuk merebus lobster hidup-hidup sebelum diolah. Dengan kata lain, lobster harus dimatikan terlebih dahulu sebelum direbus.

Pemerintah Swiss juga menerapkan larangan menempatkan lobster dan kepiting di atas es atau di air dingin. Kepiting dan Lobster hidup yang hendak dijual, harus ditempatkan dalam wadah dibuat seperti habitat mereka.

Undang-undang baru, akan diberlakukan pada Maret 2018. Setelah melalui perdebatan panjang di kalangan ilmuwan dan peneliti tentang apakah lobster merasakan sakit sama sekali saat direbus. Awalnya, peneliti menyimpulkan hewan seperti lobster dan serangga merasa tidak sakit berkat sistem saraf sederhana.

Penelitian yang lebih baru telah menunjukkan lobster mungkin merasa sakit. Sebuah studi tahun 2013 diterbitkan dalam Journal of Experimental Biology menemukan kepiting memilih untuk menghindari sengatan listrik saat terkena.

“Bahkan jika Anda enggan untuk percaya bahwa data tersebut sebagai sugestif hewan-hewan tersebut mengalami rasa sakit, apakah ini bermanfaat untuk menerapkannya pada miliaran hewan setiap tahun di seluruh dunia?” papar Bob Elwood dari Queen’s University Belfast kepada BBC

Keputusan Swiss dipuji Inggris dari kelompok hak asasi manusia People for the Ethical Treatment of Animals (P.E.T.A.). Pada tahun 2013, kelompok tersebut membuat video yang menunjukkan “pembantaian” terhadap lobster dan kepiting.

Bahkan Keputusan Swiss disambut oleh Profesor Robert Elwood, profesor emeritus dalam ekologi, evolusi, perilaku dan ekonomi lingkungan di Queens University, Belfast. Elwood melakukan serangkaian percobaan yang menyarankan Lobster adalah makhluk dan merebuh dalam kondisi hidup tidak manusiawi.

“Dengan data yang kami ketahui, sangat mungkin hewan itu akan sakit. Kami memberi perlindungan pada burung dan mamalia, saat ini kami hanya memberi sedikit perlindungan untuk lobster dan kepiting,” ungkapnya.

Ternyata, Italia bahkan Selandia Baru sudah lebih dulu menerapkan peraturan ini. Pada Juni 2017, pengadilan tertinggi di Italia memutuskan bahwa lobster tidak boleh disimpan di atas es di restoran karena hal itu menyebabkan mereka mengalami penderitaan yang tidak dapat dibenarkan sebelum mereka menuju kematian dan akhirnya dijadikan santapan. (BBC)

Gaji & Tunjangan Pilot di Indonesia Menggiurkan

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kesempatan terbang menjelajah dunia dengan berbagai fasilitas membuat profesi pilot tak pernah kehilangan pesonanya di mata masyarakat. Tidak dapat dimungkiri, pilot saat ini – salah satu profesi “elite” di Indonesia yang lekat dengan image pendapatan tinggi dan fasilitas yang diperoleh. Lantas, seberapa menjanjikankah profesi komandan burung besi tersebut?

Pendapatan pilot Indonesia secara rata-rata Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per bulan. Adapun penghasilan untuk pilot pemula yang baru mengantongi commercial pilot license sekitar Rp 30 juta per bulan.

Menurut manajemen Garuda Indonesia, penghasilan pilot yunior di maskapai pelat merah ini pada tahun-tahun pertama dapat menyentuh nominal Rp 60 jutaan. Komponen pendapatan tersebut biasanya terdiri dari gaji plus tunjangan lain dan akan bertambah seiring dengan bertambahnya masa kerja dan jam terbang.

Pundi-pundi pilot juga semakin menebal pada saat menjadi pilot senior. Seorang kapten senior di maskapai bintang lima seperti Garuda dapat memiliki penghasilan atau take home pay berkisar Rp 100 juta sampai Rp 150 juta.

Capaian pendapatan tersebut belum termasuk benefit noncash lain, seperti tunjangan kesehatan, asuransi personal, lost of flying licence, iuran pensiun, BPJS, kesehatan pensiun, penghargaan masa kerja, dan penghargaan pensiun yang bervariasi di setiap maskapai.

Profesi pilot dibekali dengan berbagai proteksi dan fasilitas jaminan karier yang beragam, mulai dari jaminan kesehatan bagi yang bersangkutan dan keluarganya, jaminan kecelakaan, bahkan jaminan profesi jika terjadi sesuatu yang mengakibatkan hilangnya lisensi terbang.

Pilot juga mendapatkan jaminan kesehatan dengan kategori di atas rata-rata. Jaminan tersebut bisa meng-cover tindakan operasi. Bahkan, operasi sakit jantung sampai pemasangan ring dapat di-cover. Jaminan lainnya juga diberikan apabila terjadi kecelakaan yang menyebabkan pilot cacat tetap atau meninggal.

Fasilitas lain yang dimiliki pilot adalah layanan antar jemput dari dan ke bandara hingga fasilitas konsesi berupa tiket penerbangan bagi pilot dan keluarga yang lumrah ditemui pada pegawai maskapai penerbangan.

Seorang pegawai berhak mendapatkan konsesi tiket atau jatah tiket terbang gratis ataupun potongan harga di bawah harga normal tiket penerbangan untuk semua rute penerbangan yang dilayani maskapai tersebut.

Kompleksitas beban kerja

Fasilitas dan range pendapatan yang tinggi tersebut tentunya juga berbanding lurus dengan beban kerja seorang pilot. Bahkan, profesi pilot ini termasuk dalam profesi yang rentan terhadap tingkat stres yang tinggi.

Seorang pilot dituntut memiliki sense of accuracy yang baik dalam mengoperasikan pesawat. Mampu bekerja dalam tekanan, khususnya dalam kondisi-kondisi tertentu terkait kondisi teknis operasional penerbangan yang membutuhkan keputusan cepat.

Selain itu, jam kerja pilot yang berbeda dengan jam kerja pegawai darat pada umumnya mengharuskan pilot lebih banyak menghabiskan waktu di udara.

“Jadi, selain harus mengorbankan waktunya, seorang pilot juga harus membuang jauh permasalahannya dengan keluarga atau teman. Mereka harus berkonsentrasi secara penuh saat mengemudikan pesawat. Hal itu cukup sulit,” ucap Alif, salah seorang flight instructor di Nusa Flying International School, seperti diunduh Kompas.com, Rabu (17/01/2018).

Alif menambahkan bahwa hampir semua pilot mengalami tingkat stres tertinggi saat hendak melakukan proses landing. Saat landing, pilot membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Ia harus menjaga kecepatan laju pesawat, menyesuaikan titik luncur yang diarahkan, membaca cuaca, hingga harus memikirkan apakah bahan bakar pesawat masih cukup atau tidak.

Semua harus berada dalam pantauan sang pilot. Karena itu, proses landing menjadi salah satu bagian paling menegangkan sekaligus membuat stres para pilot. “Jika hanya terbang, semua orang itu bisa terbang. Namun, seorang pilot akan memberikan sebuah penerbangan yang aman dan memuaskan semua penumpang yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Segala sesuatunya harus sesuai dengan prosedur, kita tahu ini pesawat sedang berada di mana dan mendarat di mana, itu memang hanya pilot yang bisa,” ucap Alif.

Seorang pilot juga dituntut mampu menjaga kebugaran. Terkait hal ini, International Civil Aviation Organization (ICAO) Council menetapkannya dalam International Standard and Recommended Practices atau yang biasa disebut dengan SARPs. ICAO menekankan pentingnya keadaan penerbang atau pilot yang bebas dari kelelahan.

Indonesia juga telah menerapkan batasan jam terbang untuk pilot yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 28 Tahun 2013. Dalam bagian lampiran peraturan ini disebutkan, seorang pilot dan kopilot dilarang terbang secara berturut-turut lebih dari 9 jam dalam satu hari. Durasi 9 jam ini mirip-mirip dengan waktu kerja orang kantoran.

Daya serap industri belum maksimal

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) sempat menyoroti tentang masih banyaknya pilot di Indonesia yang menganggur. “Pilot menganggur itu lulusan sekolah pilot yang masih belum bekerja. Di Indonesia, ada 26 sekolah pilot dan lebih-kurang ada sekitar 556 lulusan (data sebelumnya 1.200 orang) belum bekerja,” kata Ketua IPI Capt Rama Noya.

Hal tersebut juga diamini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyatakan bahwa banyaknya pilot Indonesia yang menganggur. Salah satunya disebabkan banyaknya sekolah penerbangan sehingga mencetak lulusan yang tidak terserap dengan baik.

Salah satu yang disorot oleh Menhub mengenai banyaknya pilot Indonesia yang menganggur karena para pilot pemula sungkan mengeluarkan keringat dan menolak bekerja pada rute penerbangan perintis. “Pilot kita maunya langsung naik jet, maunya Boeing 737, langsung ATR. Suruh pakai baling-baling ke Papua, enggak mau,” ujarnya Menhub.

Menhub lantas menegaskan akan segera menindaklanjut tren pengangguran pilot ini. “Kami akan mengambil langkah-langkah taktikal. Langkah pertama adalah mencari solusi bagi 1.200 (pilot) yang menganggur ini,” kata Menhub.

Menhub menugaskan Dirjen Perhubungan Udara dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan untuk menyeleksi, dari mereka yang menganggur untuk kembali dididik untuk mendapatkan yang terbaik. “Setelah dididik, mereka ada yang terbaik. Ini kami berikan kepada industri,” lanjut Menhub.

“Saya sudah punya konsep, nanti disampaikan ke Dirjen Perhubungan Udara. Jadi, bagi mereka yang sudah lulus, kami magangkan ke maskapai-maskapai. Artinya, mereka tidak digaji penuh, tetapi mereka bisa standby,” ucapnya. (KMP)

Bawa 700 Turis, MS Azamara Lepas Jangkar di Tanjung Emas

this formate

SEMARANG, Bisniswisata.co.id: Kapal pesiar MS. Azamara Journey bersandar di Tanjung Emas pada pukul 08.30 WIB hari ini. Kunjungan kapal wisata itu kedua kali memasuki tahun 2018, setelah sebelumnya menerima kunjungan Kapal Pesiar MS. Volendam pada 6 Januari 2018.

“Ini kedua karena sebelumnya Pelabuhan Tanjung Emas menerima kunjungan Kapal Pesiar MS. Volendam,” kata General Manager PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Pelabuhan Tanjung Emas, Ardhy Wahyu Basuki, Rabu (17/01/2018).

Manajemen Pelindo III sengaja menyediakan berbagai hiburan kepada wisatawan sepertil ive music, tarian tradisional, wifi, dan stand-stand souvenir untuk menyambut para wisatawan, yang dapat dinikmati di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas. “Kapal pesiar yang dinahkodai Capt Johannes Tyssedengan GRT 30.277 dan panjang 181 meter,” kata Ardhy menambahkan.

Kapal itu MS Azamara Journey membawa 700 wisatawan dan 423 awak kapal, mereka bakal melanjutkan perjalanan wisata ke berbagai obyek wisata yang ada di Jawa Tengah. Sejumlah obyek wisata yang akan disambangi di antaranya Candi Borobudur, Semarang Sights and Shopping, Tlogo Agro Highlands, dan Simpang Lima.

Kunjungan itu, kata Ardhy, akan dipandu oleh sebuah jasa tour and travel dari Destination Asia. “Lembaga itu menyediakan 14 bus untuk mengangkut 700 wisatawan.” Sedangkan turis yang tidak menggunakan jasa tour and travel memilih tetap berada di dalam kapal atau berjalan-jalan mengelilingi kota Semarang menggunakan taksi.

Seorang penumpang kapal, Shanon, mengaku senang saat mendarat di Semarang, ia mengaku baru pertama kali datang di jawa tengah. “Inilah pertama kalinya saya datang ke Semarang dan Indonesia. Saya pikir ini akan menjadi perjalanan yang hebat,” ucapnya seperti dilansir laman Tempo.co.

Kapal pesiar dari Singapura itu rencananya meninggalkan Pelabuhan Tanjung Emas pada pukul 19.00 WIB. Setelah itu kapal pesiar akan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (TMP)

Desainer Gisca Dmelia Pamer Kain Ikat Sumba di New York

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Desainer muda Tanah Air, Gisca Dmelia membawa nama Indonesia dalam sebuah pagelaran busana di New York, baru-baru ini. Dalam acara tersebut, Gisca mengusung tema Exotic Glamz dengan menghadirkan kain Ikat Sumba sebagai hasil karyanya. Gisca memposting foto dan video momentum acara fashion show di New York lewat akun Instagramnya.

“A year end trunk show of @giscadmelia @giscadmeliacollections Exotic Glamz in #newyork @ifg_nyc @indonesiancreativehub a perfect combination between Indonesian heritage fabric inspired by IKAT SUMBA and my glamorous DNA ???? #video by @angelarompis media partner @herworldindonesia,” tulis Gisca Dmelia pada kolom keterangan Instagramnya

Kain Ikat Sumba sengaja dibawa Gisca Dmelia untuk mengenalkan kekayaan busana tradisional Indonesia ke mancanegara. Sedangkan tema Exotic Glamz yang diusungnya terinspirasi dari kehidupan para wanita di kota New York.

“Menurut saya, Indonesia memiliki potensi di bidang fesyen untuk diperkenalkan di mancanegara dan saya bangga sekali waktu memperkenalkan corak ikat Sumba ini. Walaupun apa yang saya buat adalah dengan teknik print, itu juga dikarenakan masyarakat di New York mereka menyukai pakaian dengan cara perawatan yang simple,” kata Gisca Dmelia, dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/1/2018).

Gisca Dmelia merasa bangga dengan sambutan positif yang diberikan masyarakat New York terhadap karya-karyanya. Hal itu membuatnya semakin percaya diri untuk memperkenalkan hasil karyanya kepada masyarakat dunia.

“Mereka menyukai koleksi saya dan saya mendapat banyak pujian. Selain itu beberapa orang langsung menanyakan di mana dapat membeli koleksi-koleksi saya ini. Sekarang ini bisa didapatkan di Indonesia Fashion Gallery, New York, tepatnya di Manhattan,” ujar Gisca Dmelia. (INI)

Wisatawan India ke Pulau Dewata Makin Bergairah

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Wisatawan India yang berlibur ke Pulau Bali selama periodel Januari-November 2017 mencapai 243.638 orang atau melonjak 79.283 orang (48,25 persen) dibanding periode sama tahun sebelumnya yang tercatat 164.345 orang.

“Mereka sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, dan hanya 1.506 orang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho, di Denpasar, Selasa (16/1/2018).

Dilanjutkan, kini semakin bergairah masyarakat India untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya masyarakat Bali yang diwarisi secara turun temurun, menjadikan India menempati posisi ketiga negara terbanyak turisnya ke Pulau Dewata setelah China dan Australia.

Seperti dilansir laman Wartaekonomi.co.id, dalam peningkatan jumlah wisatawan, India menempati urutan kedua setelah China yang masyarakatnya berliburan ke Bali sebanyak 1.374.320 orang atau meningkat 467.292 orang (51,52 persen) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 907.028 orang.

Adi Nugroho menambahkan, kunjungan wisatawan India ke Bali itu mampu memberikan kontribusi sebesar 4,53 persen dari total wisman yang berkunjung ke Pulau Dewata sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017 atau meningkat 896.691 orang (19,99 persen) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 4,48 juta orang.

Dari sepuluh negara terbanyak pengirim turis ke Bali, delapan negara di antaranya mengalami peningkatan, dan dua negara yakni Australia dan Malaysia menunjukkan adanya penurunan masing-masing 3,02 persen dan 2,66 persen.

Sedangkan delapan negara yang masyarakatnya semakin banyak berwisata ke Bali selain India dan China, adalah Jepang 9,85 persen, Inggris 12,29 persen, Amerika Serikat 16 persen, Prancis 8,60 persen, Jerman 17,03 persen, dan Korea Selatan 23,05 persen.

Adi Nugroho menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan India ke Bali berkat adanya persamaan seni budaya dan agama Hindu yang tumbuh dan berkembang di Pulau Dewata.

Demikian juga adanya hubungan kerja sama yang semakin baik antara Pemerintah Indonesia dengan India, khususnya Bali, sehingga mampu mendorong bertambah ramai wisatawan asal Negeri Ramayana menikmati panorama alam serta keunikan seni budaya Bali serta adanya teransportasi udara yang lancar. (WEO)

Maret-Mei 2018, Kawasan Borobudur Diwarnai Atraksi Seni Budaya

this formate

MAGELANG, Bisniswisata.co.id: Kawasan Borobudur menjadi magnet pariwisata selama dua bulan penuh yakni Maret-Mei 2018 dengan kehadiran Ruwat-Rawat Borobudur edisi ke-15. Ruwat-Rawat Borobudur yang digelar pertama kali pada 2003 akan diadakan mulai 6 Maret-Mei 2018.

“Ruwat-Rawat Borobudur 2018” merupakan acara yang bertujuan untuk memperkuat usaha meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengembangan kepariwisataan kawasan Candi Borobudur,” kata penyelenggara Ruwat-Rawat Borobudur 2018, Sucoro, mengutip leterangan resminya, Selasa (15/1/2018).

Kegiatan rutin tahunan ini diawali dengan kegiatan Pra Ruwat Rawat Borobudur 2018 (6/3) dengan tema “Memetri Candi, Nguri-uri Tradisi” yang berlangsung di Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Ringin Putih, Giritengah, Gleyaran.

Dilanjutkan Sesaji Menoreh (7/3) dengan gelar Kidung Karma Wibangga di Tuksongo. Lalu, 10 Maret 2018 akan digelar pentas kesenian di TWCB dan 13 Maret 2018 diadakan Pitutur Luhur di Warung Info Jagat Cleguk. “Pada 17-29 Maret berlangsung Festival Kesenian Rakyat. Berlangsung di sejumlah wilayah Kledung, Tempuran, Cebuntan, Jambewangi, Tanggulangin dan Ngluwar,” jelas Sucoro.

Jadwal untuk Kledung (17-18 Maret), Tempuran (19-20), Cebungan (21-22), Jambewangi (23-24), Tanggulangin (25), Madjogondha Ngablak (26) dan Ngluwar (27). Kemudian Mentengan (28-29) berupa Ritual Badhut Sejati dan 31 Maret Pentas Kesenian Dialog Budaya di TWCB.

“Sejumlah atraksi budaya siap dinikmati wisatawan. Mulai dari Ritual Jamasan, sedekah Kai Cebungan, sedekah Makam Mbah Ndoko, Ritual Badhut Sejati Menthengan, dan Kirab Budaya,” ucapnya.

Pesta seni budaya rakyat Magelang ini diakhiri pada 6 Mei 2018 dengan Kirab Budaya Ruwat Rawat Borobudur 2018. Kirab dimulai dari Halaman Parkir TWCB lewat jalan Medangkamulan, jalan Badrawati, Pintu 7 dan halaman Candi Borobudur. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Sajikan Makanan di Piring Kayu, Restoran Inggris Didenda

this formate

BIRMINGHAM, Bisniswisata.co.id: Era Now, restoran, kafe atau rumah makan yang tidak menggunakan alas makannya dengan piring melainkan dengan bahan kayu. Penggunaan berbahan kayu ini cukup populer, sehingga banyak restoran yang mengikuti tren ini karena mungkin lebih menarik dan unik. Namun di Inggris sajikan makanan pakai piring kayu, dianggap pelanggaran.

Salah satu restoran di Inggris bernama Ibrahim’s Grill and Steak House, mengalami nasis tragis. Oktober 2016, resto ini dikunjungi Departemen Lingkungan Dewan Kota Birmingham untuk menilai tingkat kebersihan di restoran tersebut.

Dikutip dari independent, Selasa (16/1/2018) Kunjungan tersebut dilatar belakangi, karena ada 14 orang tamu yang diduga keracunan makanan setelah bersantap di restoran tersebut.

Dalam laporan tersebut, Mereka mencatat bahwa karyawan memilih untuk memakai sarung tangan sekali pakai daripada mencuci tangan mereka dan restoran tersebut menyajikan makanan di atas piring kayu yang tidak dibersihkan dengan benar.

DUa bulan kemudian, Dewan Kota Birmingham kembali dan ternyata dibalik semua ini karena piring kayu tersebut tidak higienis dan masih digunakan untuk menyajikan makanan diduga tidak dicuci bersih sehingga meninggalkan bekas makanan.

Karena dianggap mengabaikan kesehatan konsumen, kasus ini akhirnya dibawa ke persidangan. Hasil akhir dari persidangan tersebut menyatakan bahwa Ibrahim’s Grill and Steak House bersalah.

Pengadilan Magistrat Birmingham mendenda Ibrahim’s Grill and Steak House £ 50.000 atau senilai Rp 862 juta karena kegagalan mereka mematuhi pemberitahuan perbaikan, dengan tambahan biaya £ 670 atau seharga Rp 11 juta dan £ 120 atau Rp 2 juta sebagai biaya ganti rugi kepada korban.

Menurut Badan Standar Makanan, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa piring kayu kurang higienis daripada plastik, asalkan sudah dibersihkan dengan benar setelah digunakan. (INDE)

Tamu Asing Nginap Hotel Berbintang di Sulut Menyusut

this formate

MANADO, Bisniswisata.co.id: Pertumbuhan hotel berbintang di Kota Manado Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami penurunan, dikarenakan jumlah tamu asing yang menginap mencapai 4,15 hari pada bulan November 2017.

“Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing di hotel berbintang pada bulan November 2017 mencapai 4,15 hari menurun 0,34 poin dibanding bulan Oktober 2017 sebesar 4,49 hari,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud di Manado, seperti dilansir laman Antaranews, Selasa (16/01/2018).

Kendati mengalami penurunan, katanya, namun kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut tetap tinggi. “Sebagian besar wisman yang datang ke Sulut, hanya beberapa hari saja menginap di hotel berbintang, dan selanjutnya ke resort dan di pinggir pantai,” katanya.

Jumlah Wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan November 2017 sebanyak 6.433 orang atau menurun sebesar 16,31 persen dibanding bulan Oktober 2017 yang mencapai 7.687 orang. Jika dibandingkan bulan November 2016 meningkat sebesar 50,66 persen.

Wisman didominasi oleh warga Tiongkok sebanyak 5.031 orang (78,21 persen), diikuti oleh Singapura 287 orang (4,46 persen), Jerman 207 orang (3,22 persen). Untuk RLMT Indonesia pada bulan November 2017 mencapai 1,74 hari menurun 0,09 poin dibanding bulan Oktober 2017 sebesar 1,83 hari.

Secara keseluruhan RLMT pada bulan November 2017 sebesar 2,02 hari menurun 0,27 poin jika dibandingkan dengan bulan Oktober 2017 yang mencapai 2,29 hari. (Ant)