Gunung Agung Erupsi, Karangasem Kian Mendunia

this formate

KARANGASEM BALI, Bisniswisata.co.id: Erupsi Gunung Agung pada 26 November 2017, membuat nama Karangasem semakin mendunia. Gara-gara erupsi membuat wisatawan mancanegara meninggalkan Bali. Bahkan niat berwisata ke Bali terpaksa ditunda. Juga beberapa penerbangan dalam dan luar negeri membatalkan penerbangannya. Kondisi ini jelas berdampak merosotnya kunjungan wisatawan, disaat peak season di penghujung tahun 2017.

Setelah erupsi gunung Agung mereda, nama Karangasem, salah satu Kabupaten di Bali masih tetap menjadi bahan pergunjingan. Bahkan, wisatawan nusantara maupun mancanegara, ingin mengetahui lebih jauh tentang Karangasem.

Tercatat ada beberapa hal yang wajib diketahui soal Karangasem, Bali, seperti dilansir laman Kompas.com, Kamis (18/01/2018).

# Karangasem berada di sisi timur Bali

Kabupaten Karangasem terletak sekitar 70 kilometer dari Denpasar. Waktu tempuh dari Denpasar sekitar satu hingga dua jam. Untuk ke sana, Anda bisa gunakan jalur darat melalui jalan bypass Jalan Ida Bagus Mantra dari Bandara Ngurah Rai di Tuban, Badung. Anda bisa gunakan kendaaraan sepeda motor, mobil, atau pun kendaraaan umum. Bus yang bisa Anda gunakan yaitu bus Trans Sarbagita jurusan Nusa Dua-Batubulan. Dari Batubulan, Gianyar, bisa naik kendaraan umum berupa minibus ke Karangasem. Namun minibus ini singgah terlebih dahulu di Terminal Klungkung, Kabupaten Klungkung, sebelum melanjutkan perjalanan ke Karangasem.

#. Punya gunung vulkanik

Wilayah Kabupaten Karangasem memiliki gunung berapi aktif dan tertinggi di Bali yakni Gunung Agung Bali. Akhir tahun 2017, gunung tersebut sempat berstatus awas karena erupsi. Jika Gunung Agung berstatus normal, wisatawan bisa mendaki melalui tiga jalur pendakian di gunung ini. Meski demikian, wisatawan pun bisa datang ke Kabupaten ini untuk menikmati indahnya alam juga destinas di sana. Selain itu juga melihat aktivitas gunung dari jarak yang aman.

#. Terdapat desa adat

Di desa yang memiliki luas sekitar 917,2 hektar ini, Anda dapat menemukan bagaimana Bali saat masih tradisional dengan penduduk Bali Mula. Jaraknya sendiri sekitar 60 kilometer dari Denpasar. Desa ini pun memiliki keunikan tersendiri, masyarakatnya masih memegang teguh aturan adat dari leluhur. Penduduk di sana pun disebut dengan kaum Bali Mula, merupakan penduduk yang pertama kali mendiami Pulau Bali sebelum penduduk Jawa bermigrasi ke Pulau Bali. Masyarakat Tenganan mempunyai peraturan yang biasa disebut dengan awig-awig. Seperti halnya tidak boleh ada poligami atau pun perceraian. Selain itu, ada pula aturan untuk mengatur sistem pemerintahan, hak tanah dan hak sumber daya alam, perkawinan, pendidikan, dan upacara adat. Meski demikian, masyarakat memiliki talenta luar biasa, mereka biasanya membuat kerajinan lontar dan menenun sendiri kain gringsing yang memang hanya diproduksi di desa ini.

#. Spot terbaik melihat terbitnya dan terbenam matahari

Di Karangasem, wisatawan pun bisa melihat indahnya proses terbit dan terbenam matahari. Lokasinya sendiri di Bukit Asah. Di bukit tersebut Anda bisa menikmati pemandangan laut dari terbing, dilengkapi dengan hamparan rumput yang luas. Tidak hanya itu, suasana pun mendukung, karena begitu sepi, teduh nan rindang.

#. Penghasil buah salak

Desa Sibetan di Karangasem merupakan desa yang dikenal sebagai penghasil buah salak. Sebagian besar salak di Bali berasal dari desa ini. Ada 14 jenis pohon salak di Desa Sibetan, dan semua dikelola secara organik. Masyarakat di sana pun begitu terampil, membuat olahan salak menjadi wine salak. Oleh sebab itu, salak juga wine salak bisa dijadikan oleh-oleh khas Bali.

#. Punya pura terbesar di Bali

Pura Besakih merupakan Pura terbesar di Bali, berada di ketitnggian Gunung Agung. Di waktu-waktu tertentu, Pura Besakih dibanjiri umat Hindu Bali yang melaksanakan upacara keagamaan.

#. Obyek wisata instagramable

Salah satu obyek wisata di Karangasem yang memiliki spot instagramble adalah Taman Ujung. Obyek wisata tersebut merupakan tempat peristirahatan Raja Karangasem yang terakhir. Di dalamnya memiliki bangunan istana perpaduan Bali dan Eropa yang sangat cantik. Wisatawan pun dapat berfoto di tengah taman air dan juga keindahan arsitektur bangunan. Selain itu bisa bermain rekreasi air, bersantai di bale (pendopo), dan melihat sejarah Kerajaan Karangasem di Taman Ujung.

#. Titik selam terbaik di Bali

Laut yang ada di sekitaran Desa Tulamben disinyalir sebagai salah satu titik terbaik menyelam di Bali. Wisatawan pun bisa menyelam untuk menikmati keindahan alam laut. Terumbu karang juga biota laut yang masih terjaga. Titik penyelaman ini tidak hanya untuk penyelam profesional, tetapi juga beberapa operator diving menawarkan aktivitas untuk penyelam pemula.

#. Tak perlu takut soal penginapan

Di Karangasem sendiri sudah tersebar hotel mulai dari kelas backpacker hingga kelas resor mewah. Sebagian besar hotel-hotel ini berada di daerah Pantai Candidasa. Namun, berbeda dengan wilayah selatan seperti Kuta, kawasan ini relatif masih sepi dan tarif kamar pun tidak terlalu mahal.

#. Wajib coba sate lilit di Karangasem

Lokasi Karangasem yang berada di pesisir pantai, membuat makanan laut menjadi khas santapan di sana. Anda pun bisa menyicipi sate lilit menggunakan ikan segar yang dipadukan dengan kelapa di Karangasem. (KMP)

2 Juta Turis Kunjungi Destinasi Wisata Kesehatan Pamukkale

this formate

ANKARA, Bisniswisata.co.id: Pamukkale dalam bahasa Turki berarti kastel kapas. Sebutan tersebut memang ada benarnya, karena objek wisata yang berada di kawasan Denizli ini menawarkan pemandangan bak di negeri dongeng.

Kolam air panas yang berundak menjadi pemandangan utamanya. Turis yang datang biasanya berendam untuk kesehatan, karena air panas bersuhu 36 derajat Celcius mengandung mineral yang menyehatkan tubuh.

Pamukkale menjadi tempat pelesir keluarga bangsawan di zaman Yunani kuno. Peneliti sejarah mengatakan kalau kolam air panas alami di sini menjadi fasilitas spa pertama yang digunakan manusia. Reruntuhan Hierapolis juga bisa ditemukan di sini.

Karena itu, objek wisata ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Setiap tahunnya, ada 2 juta turis yang datang untuk berendam di kolam panasnya.

Presiden Asosiasi Hotel dan Pariwisata Turki, Gazi Murat Sen, mengatakan kalau semakin banyak turis yang datang ke Pamukkale untuk berwisata kesehatan. Pihaknya menyambut baik tren tersebut, dengan rencana pembangunan lebih banyak fasilitas dan layanan pariwisata di sana.

Dari pusat kota Istanbul, Pamukkale bisa dijangkau dengan penerbangan ke Bandara Cardak di Denizli. Bahkan, bisa juga menggunakan kereta api ruter Izmir ke Denizli via Selcuk.

Pamukkale selalu ramai oleh turis, terutama di musim libur dan akhir pekan. Tapi, sore dan malam hari merupakan waktu yang pas untuk berkunjung jika ingin suasana yang lebih senyap. Bulan November sampai Maret juga disebut lebih sepi turis karena musim dingin sedang berlangsung. (NDHYK)

Tunggu Buah Durian Jatuh, Obyek Wisata Alternatif Pesisir Selatan

this formate

PAINAN, SUMBAR, Bisniswisata.co.id: Industri pariwisata Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) menawarkan paket agro wisata alternatif seputar durian kepada wisatawan yang berkunjung ke daerah Pesisir Selatan. Paket wisata yang dijual mulai makan buah durian segar hingga menunggu buah durian jatuh dari pohonnya.

“Kami menyediakan varietas buah durian sesuai pesanan wisatawan mulai dari durian jenis kunik, kambuik, jantuang, taruang, manggi dan lainnya,” kata pelaku wisata yang juga pemilik Delima Home Stay di Pesisir Selatan, Aciak di Painan, Kamis (18/1/2018).

Khusus paket agro wisata menunggu buah durian jatuh dari pohonnya, diberikan tergantung pesanan dari wisatawan apakah satu hari, dua hari atau lebih. “Pada musim durian tahun lalu saya mendapatkan tiga paket wisata menunggu durian jatuh dari pohon ini,” tambahnya seperti dikutip laman Republika.co.id

Harga paket tergantung dari kesepakatan dengan masing-masing wisatawan. Ada harga awal yang ditawarkan tetapi bisa dinego. “Bagi kami yang penting dapat untung dan wisatawan nyaman,” ujarnya.

Khusus paket menunggu buah durian pihaknya memastikan keselamatan wisatawan sebagai hal utama, karena menunggu buah durian dilakukan di area perbukitan. “Saya sebagai penyedia jasa tidak akan melepaskan wisatawan begitu saja, namun akan mendampingi mereka hingga selesai,” katanya.

Ia mengaku paket wisata minat khusus ini telah ia kembangkan sejak 2014 sebagai upaya memberikan wisatawan alternatif berlibur sesuai selera. Selain seputar buah durian, paket wisata lain berupa permainan tradisional, mencari belut, hingga menarik pukat tepi dan kegiatan unik lainnya yang diminati wisatawan. (REP)

Visi Gubernur Jabar: Pangandaran Jadi Destinasi Wisata Dunia

this formate

PANGANDARAN, Bisniswisata.co.id: Potensi kekayaan alam, khususnya pantai Pangandaran menjadi salah satu destinasi paririwata dunia. Mengingat Pantai Pangandaran dengan lautan lepas yang langsung berhubungan dengan luar negeri serta memiliki kedaulatan sekitar 12 mil. Selain itu, kekayaan alam dan potensi perikanan yang luar biasa sehingga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Sejak awal selalu ada sebuah visi mejadi destinasi wisata dunia,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) kepada wartawan saat meninjau obyek wisata Pangandaran di desa Pananjung Kabupaten Pangandaran, seperti dilansir laman Wartaekonomi.com, Kamis (18/1/2018).

Diakuinya, dulu Pangandaran terkesan dengan tata ruang yang tidak rapih, kumuh, kotor dan tak layak menjadi obyek wisata. Namun kini semuanya sudah berubah dan tengah menyiapkan diri sebagai destinasi wisata level internasional “Alhamdulilah ternyata kali ini Kabupaten Pangadaran kali bisa membuktikannya dengan membersikan kawasan pantai,” pungkasnya.

Berdasarkan Undang Undang sempadan pantai hanya 100 kilo meter yang membentang mulai dari Palabuhanratu sampai Cisolok Kabupaten Sukabumi yang seharusnya bebas dari keberadaan bangunan apapun kecuali untuk kepentingan pariwisata. “Untuk pariwisata dan keindahan jadi tidak boleh ada banguan selain itu, kalau pun ada bangunan di sana merupakan pemantau keamanan,” tegasnya.

Jika sempadan pantai dengan luas 430 km dijaga dengan baik untuk kepentingan pariwisata maka Jawa Barat twrcata sebagai kawasan wisata terpanjang di dunia. “Meskipun keinginan ini masih jauh tapi sudah dimulai di Pangandaran,” pungkasnya.

Pandangaran Jawa Barat dikenal dengan wisata pantainya, bukan hanya wisatawan lokal dan nasional namun juga mancanegara. Pantai-pantai di Pangandaran memiliki panorama yang cantik dan menarik. Tapi apakah tujuan wisata di Pangandaran hanya pantai saja?

Ternyata tidak tercatat ada 35 destinasi wisata yang tersebar di penjuru Pandarangan, namun dari jumlah itu hanya beberapa spot wisata yang keren, hits, ngetrend dan kerap dikunjungi mulai Situs budaya, situs bersejarah, spot foto foto kekinian sampai air terjun yang sangat memanjakan mata. Inilah obyek wisata di Pangandaran:

# Wisata Pantai

Tak lengkap memang ke Pengandaran, tidak ke pantainya. Ada beberapa pantai yang sudah akrab ditelinga wisatawan seperti Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Pantai Keusik Luhur, Pantai Karapyak, Pantai Batu Hiu, Pantai Pananjung, Pantai Lembah Putri, Pantai Karang Nini, Pantai Madasari, Pantai Karang Tirta, Pantai Muaragatah, Pantai Legok Jawa, Pantai Duduk Pangandaran, Pantai Pasir Beusi, Pantai Karang Seugeuh, Pantai Palatar Agung, Pantai Karang Tamaga dan Pantai Kalapa Satangkal. Seluruh pantai ini memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Soal panorama dan keindahnnya, lebih baik buktikan sendiri.

# Cukang Taneuh

Disebut juga Green Canyon oleh seorang berkebangsaan Perancis tahun 1993. Green Canyon terletak di Desa Kertajaya, Cijulang. Objek wisata ini menawarkan keindahan dinding bebatuan ditutupi lumut dan wisatawan dapat menikmatinya dengan menyusuri sungai menggunakan perahu atau simpan milik warga sekitar. Selama perjalanan susur sungai bisa menikmati indahnya ngarai dengan udara yang sejuk dan juga pemandangan hijau yang menarik.

# Wisata Susur Gua

Ada tujuh gua alam yang menakjubkan di cagar alam Pangandaran. Ketujuh gua itu antara lain Gua Sumur Mudal, Gua Parat (Gua Keramat), Gua Miring (Gua Cemped), Gua Lanang, Gua Panggung, Gua Cirengganis dan Gua Karang Bolong. Dalam sejarah peradaban manusia, gua sering dianggap memiliki nilai mistis atau sejarah tertentu sehingga keberadaanya sering dikeramatkan. Namun kini gua menjadi daya tarik wisata yang kerap dikunjungi wisatawan.

# Curug Bojong
Dulu air terjun atau curug ini bernama Curug Sawangan. Namun sekarang ini lebih terkenal dengan nama Curug Bojong dikarenakan air sungainya berasal dari Kampung Bojong. Jika Anda ingin menujju tempat ini dari Pangandaran, ambil jalur Babakan kemudian Sukahurip dengan jarak tempuh sekiar 6 km saja.

# Santirah River Tubing

Bagi wisatawan suka wisata air yang memacu adrenalin? Anda bisa mendatangi Santirah River Tubing. Di sini Anda akan merasakan serunya berarung jeram tapi tidak dengan menggunakan perahu karet, melainkan dengan menggunakan ban besar. Aliran sungai Santirah yang ada di Desa Selasari akan membuat Anda basah lengkap dengan sensasi terombang ambing di antara arus dan bebatuan sungai. Jarak tempat wisata ini dengan pusat kota hanya 15 km saja.

# Saung Muara
Kalau Anda mencari pantai yang bisa dijadikan area untuk berkemah bersama keluarga atau teman, maka Saung Muara inilah tempatnya. Terletak di ujung Jalan Pamugaran, lokasi ini dapat Anda tempuh dari pintu masuk Pangandaran, belok kanan dan lakukan perjalanan sekitar 1 km. Anda akan mendapati pemandangan alam yang indah dengan udara sejuk dan mangrove di sekelilingnya. Di sini, Anda juga bisa menikmati pemandangan para nelayan yang sibuk mencari ikan. Saung Muara memiliki fasilitas seperti gazebo dan mushola. Anda juga bisa menikmati kuliner yang terdapat di warung-warung sepanjang pantai. Menikmati pemandangan matahari tenggelam sambil ber-BBQ dengan teman atau keluarga akan menjadi pengalaman tak terlupakan di sini.

# Pangandaran Waterpark

Walau termasuk tempat wisata yang masih baru, tapi waterpark ini bisa jadi tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tidak sama dengan waterpark lainnya, waterpark di Pangandaran ini letaknya di pinggiran Pantai Lembah Putri. Anda bisa menemukannya sekitar 5 km dari pintu wisata Pangandaran tepatnya di Kecamatan Kalipucang. Ada beberapa kolam yang bisa dinikmati dan juga lapangan untuk berkendara ATV. (NDHYK)

Narezushi, Sushi Primitif Perlu Dicoba

this formate

TOKYO, Bisniswisata.co.id: Sushi, kuliner paling populer dan tradisional asal Jepang ini berupa nasi yang digulung dengan berbagai isian plus topping yang membuat selera untuk disantap. Biasanya Susho dinikmati dengan tambahan wasabi serta kecap asin.

Kini Sushi sudah melegenda dan menyebar di penjuru dunia, bahkan sudah akrab dengan lidah pecinta kuliner di Indonesia. Padahal, Sushi yang beredar saat ini merupakan generasi Sushi yang kesekian kalinya. Ternyata ada jenis Sushi paling tradisional, primitif dan awal atau pertama kali kelahiran Sushi di Jepang.

Narezushi, namanya. Memang Narezushi sangat berbeda jauh dengan sushi yang biasa dikonsumsi. Narezushi berbahan baku ikan fermentasi yang diawetkan dengan nasi. Tidak diketahui kapan narezushi ini ditemukan, namun diperkirakan pada abad ke-8 Narezushi masuk ke Jepang. Meskipun banyak orang menyukai rasanya, narezushi memiliki bau ikan yang sangat kuat.

Di sekitar Danau Biwa, danau terbesar di Jepang, narezushi menjadi makanan pokok dan sumber protein yang penting. Mengutip CNN, Kamis (18/01/2018) di daerah itu paling umum dibuat adalah funazushi yang terbuat dari ikan nigorobuna.

Resep narezushi ini berbeda-beda di setiap keluarga, sebagian besar memiliki resep sendiri yang diturunkan dari generasi ke generasi. Meskipun memiliki resep berbeda, narezushi tetap diolah dengan metode yang sama.

Pertama ikan diawetkan dengan garam selama beberapa bulan sampai kering. Ikan ini dicampur dengan nasi dan difermentasikan kembali. Ikan ini disimpan di ruangan gelap dengan suhu ruangan. Ikan yang telah difermentasikan bisa dibiarkan selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Bagaimana dengan rasanya? Narezushi biasanya dijual dalam bentuk satu ikan utuh dan dilengkapi dengan saus goopy atau yogurt. Koki akan mengiris sushi ini dengan tipis dan menyajikannya diatas nasi. Namun narezushi juga disajikan dengan bubur dan teh panas atau pun digoreng.

Narezusi memiliki aroma seperti limbah dan rasa asam yang kuat. “Orang-orang yang mencintai funazushi, mereka sangat menyukainya.” kata Kazyuki Oashi, koki eksekutif di Lake Biwa Marriot Hotel.

Jika sushi jenis ini diolah dengan benar, bagian kepala ikan juga bisa dikonsumsi. Jika berada di Jepang, narezushi sangat mudah ditemukan. Untuk sushi dengan kualitas tinggi, bisa mencari di toko tradisional yang ada di sepanjang tepi Danau Biwa.

Kimura, salah satu toko yang menjual hidangan tersebut lebih dari lima puluh tahun. “Karena ikan ini langka sekarang, tak semua nelayan bisa menangkapnya, jadi kami berpikir ini adalah makanan khusus, ini bukan lagi hal yang biasa,” kata Akiko Higashimomo, seorang penjaga toko Kimura.

“Biasanya dipesan saat acara keluarga dan acara khusus karena memiliki rasa yang sangat kuat. Ini bukan sesuatu yang bisa Anda makan setiap harinya.” tambahnya sambil menambahkan Narezushi kini mulai ditawarkan kepada pecinta kuliner Sushi.

Higashimomo mengungkapkan menyantap narezushi biasanya dilakukan dengan perlahan. “Jika Anda mencobanya sedikit, cobalah dengan sake. Ini bisa terasa enak dengan wine, karena rasanya seperti blue cheese.” sambungnya. (CNN)

Turis Korsel Makin Gemar Pesiar ke Pulau Dewata

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Bali makin diminati wisatawan asal Korea Selatan (Korsel). Buktinya, turis Korsel yang menghabiskan liburan ke Pulau Dewata mencapai 168.181 orang, selama sebelas bulan periode Januari-November 2017. Jumlah ini meningkat 31.499 orang atau 23,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2016 yang tercatat 136.682 orang.

“Mereka sebagian besar datang melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya dan hanya sebelas orang lewat pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho di Denpasar, Kamis (18/1/2018).

Seperti dilansir Antaranews, kunjungan pelancong Korsel ke Bali untuk menikmati panorama alam, keunikan seni budaya memberikan kontribusi sebesar 3,12 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017.

Total wisman yang berkunjung ke Pulau Dewata itu meningkat 896.691 orang atau 19,99 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,48 juta orang.

Dilajutkan, Korsel merupakan salah satu dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Pulau Dewata. Korsel menempati peringkat kesembilan dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali setelah China, Australia, India, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, Perancis dan Jerman.

Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, hanya dua negara yang mengalami penurunan yakni Australia sebesar 3,02 persen dan Malaysia 2,66 persen. Delapan negara lainnya meliputi China meningkat 51,52 persen, India 48,25 persen, Jepang 9,85 persen, Inggris 12,29 persen, Amerika Serikat 16 persen, Perancis 8,60 persen dan Jerman 17,03 persen, ujarnya.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika sempat menjamu makan malam rombongan delegasi dari Korea yang terdiri dari model, penyanyi, vlogger, pelaku perfilman hingga jurnalis di Gedung Kerta Sabha, Denpasar. Kedatangan mereka di Bali selama lima hari hingga Kamis (18/1/2018) difasilitasi Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) dengan harapan dapat turut mempromosikan pariwisata Bali, sebagai upaya mempercepat pemulihan pariwisata di tengah kondisi erupsi Gunung Agung.

Pastika meyakinkan rombongan delegasi Korea bahwa Gunung Agung lokasinya 95 km arah timur Kota Denpasar dan kini status awas hanya dalam radius enam kilometer. Dengan demikian banyak objek wisata yang masih aman dan bisa dikunjungi.

Diharapkan rombongan delegasi Korea dapat menginformasikan melalui media sosial tentang kondisi Bali yang aman untuk dikunjungi. Kedatangan rombongan ke Bali dinilai cukup efektif, mengingat mereka adalah para bintang muda yang punya pengaruh di negaranya.

Ketua AMPB Gusti Kade Sutawa mengatakan pihaknya sengaja mendatangkan delegasi Korea sebagai bagian dari upaya pemulihan pariwisata Bali. “Kami tergabung dalam aliansi urunan memfasilitasi kedatangan mereka. Ada yang membantu akomodasi dan kebutuhan lain selama mereka di Bali,” ujarnya. (NDHYK)

2018, Pariwisata Global Diprediksi Tumbuh 6,7 Persen

this formate

BEIJING, Bisniswisata.co.id: Sepanjang tahun 2018, pendapatan pariwisata dunia diperkirakan tumbuh sebesar 6,7 persen. Jumlah ini jauh lebih tinggi daripada perkiraan tingkat pertumbuhan PDB global, menurut sebuah laporan pariwisata dunia yang dirilis Rabu (17/1/2018).

Pada 2017, jumlah total kunjungan wisatawan mancanegara meningkat menjadi 11,9 miliar, naik 6,8 persen secara tahun ke tahun, dan pendapatan pariwisata global diperkirakan mencapai 5,3 triliun dolar AS, kata laporan yang dikeluarkan oleh World Tourism Cities Federation (WTCF) yang berbasis di Beijing.

Seperti dilansir laman Xinhua, Kamis (18/01/2018), tahun 2017, Cina menyumbang 4,5 miliar kunjungan wisatawan, paling banyak, sementara Amerika Serikat menuai pendapatan pariwisata tertinggi. Laporan tersebut memperkirakan jumlah total kunjungan wisatawan mancanegara akan mencapai 12,7 miliar tahun ini.

Momentum keseluruhan ekonomi global, perbaikan infrastruktur pariwisata, pemasaran pariwisata dan kebijakan visa yang menguntungkan di banyak negara akan mempercepat ekonomi pariwisata global, kata Song Rui, kepala Pusat Penelitian Pariwisata di bawah Chinese Academy of Social Sciences. Didirikan pada 2012, WTCF saat ini memiliki 128 anggota kota yang mencakup 62 negara dan wilayah. (XIN)

2018, Musisi Dunia Konser di Indonesia

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Pentas musik Tanah Air pada 2018 diperkirakan bakal semakin semarak. Sejak akhir tahun ini, sederet penyanyi maupun grup band dari mancanegara sudah dipastikan bakal menyapa penggemarnya di tanah air.

Mereka dijadwalkan tampil di atas panggung membawakan musik dari beragam genre mulai pop, rock, hingga electronic dance music yang diawali dengan konser:

# Liam Gallagher

Membuka tahun 2018, mantan vokalis grup musik Oasis bakal menyapa penggemarnya di Indonesia untuk pertama kalinya lewat konser bertajuk LIAM GALLAGHER of OASIS – WORLD TOUR 2018 yang dipersembahkan The Playmaker bekerja sama dengan Nada Promotama selaku promotor. Sebelumnya, konser ini direncanakan berlangsung 8 Agustus 2017, namun diundur menjadi 14 Januari 2018. Antusias penggemar Liam Gallagher tetap tinggi meskipun konser yang seharusnya digelar pada 8 Agustus 2017 lalu sempat ditunda. Pihak Promotor memastikan bagi para fans yang telah membeli tiket konser tertanggal 08 Agustus 2017, tetap berlaku untuk konser 14 Januari 2018 yang berlangsung di Ecovention Ancol, Jakarta Utara itu.

# The XX
Band indie pop asal inggris, The XX akan menyambangi Jakarta dengan menggelar konser bertajuk I See You Tour 2018 di Hall B3 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 23 Januari 2017. The XX jadi perhatian dunia musik setelah melepas album debut xx pada 2009, dilanjutkan dengan album Coexist pada tahun 2012. Pada tahun 2017 ini, The XX yang beranggotakan Oliver Sim ( bass dan vokal ), Romy Madley Croft ( gitar dan vokal ) serta Jamie XX (synths, drums, keybord, violin dan vokal ) merilis album ketiganya yang bertajuk I See You. Tiket konser band beraliran indie pop tersebut, melansir dari laman Ismaya Live, sudah mulai dijual dari harga Rp149.000 untuk early bird GA Section 2, hingga Rp 690.000 untuk VIP.

# Incubus

Band asal Amerika Serikat Incubus akan menyapa para penggemarnya pada 7 Februari 2018 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Berbeda dengan Liam Gallagher yang baru pertama kali manggung di Indonesia, Incubus pernah menggelar konser di Jakarta pada 2008 dan 2011.
Tahun ini, konser Incubus dipromotori PT Dyan Mas Entertaiment Asia (DM Asia). Untuk tiket presale, dibanderol dengan harga Rp 500 ribu untuk kelas Festival dan Rp 750 ribu untuk kelas Front Stage. Adapun untuk harga normal, penonton harus merogoh kocek sebesar Rp900 ribu untuk kelas Front Stage Festival dan Rp650 ribu untuk kelas Tribun.

# Paramore
Untuk ketiga kalinya, grup band asal Amerika Serikat Paramore akan kembali menggelar konser di Indonesia. Paramore yang beranggotakan Hayley Williams (vokal), Taylor York (gitar) dan Zac Farro (drum) menggelar konser di Jakarta pada 16 Februari 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten.Paramore. schatzytha.student.umm.ac.id Konser bertajuk Paramore Tour Four Indonesia ini merupakan bagian rangkaian tur promosi album ke-5 mereka, After Laughter yang telah menduduki posisi nomor satu Billboard’s 25 Best Rock Albums 2017, Critics’ Picks. Konser ketiga ini adalah hasil kolaborasi antara MCM Live, Sonic Live Asia, Gudlive Pro, dan Pop Entertainment. Tiketnya mulai dijual pada 29 Desember 2017 mulai pukul 14.00 WIB melalui BookMyShow. Tersedia 2000 tiket early bird dengan Rp1.000.000 untuk early bird Festival A dan Rp850.000 untuk Earlybird Festival B. Setelah tiket early bird habis, harganya naik menjadi Rp1.500.000 untuk Festival A dan Rp1.250.000 untuk Festival B.

# Fifth Harmony

Grup vokal perempuan asal Amerika Serikat Fifth Harmony akan menggelar konser perdana di Indonesia. Grup vokal hasil ajang pencarian bakat ini akan menyapa para penggemarnya pada 12 Maret 2018 di The Kasablanka, Jakarta. Konser bertajuk Fifth Harmony: PSA Tour 2018 ini dipromotori oleh Lima Dimensi Production dan Indonesia Music Network. Adapun tiket konser tersebut bisa diperoleh melalui laman tiketmusik.com dengan harga mulai Rp 850 ribu hingga Rp1,5 juta yang akan dibuka dalam 3 kategori, yaitu VIP (Standing), Festival-A dan Festival-B.

# The Chainsmokers

Duo DJ Andrew Taggart dan Alex Pall yang tergabung dalam The Chainsmokers akan menggelar konser di Jakarta International Expo, Kemayoran, pada 30 Maret 2018 mendatang. The Chainsmoker didatangkan oleh promotor Townsquare Entertainment dan Third Eye Management.
Tiket dibanderol mulai Rp 900 ribu sampai Rp 2 juta. The Chainsmoker mulai dikenal sejak 2014 melalui lagu berjudul Selfie. Pada 2015, lagu mereka Roses berhasil mencapai top 10 di Billboard Hot 100. The Chainsmoker juga telah berhasil meraih sejumlah penghargaan seperti Grammy Award, American Music Award, dan Billboard Music Awards.

# The Script
Band asal Dublin, Irlandia, The Script akan kembali mengguncang panggung musik di Jakarta. Danny O’Donoghue, Mark Sheehan, dan Glen Power siap menggelar konser di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan pada 10 April 2018. Konser ini merupakan bagian dari tur The Script yang diberi tajuk ‘Freedom Child Tour’. Sebelumnya, The Script juga pernah tampil di Jakarta pada 2011 lalu. Untuk konser kali ini, penjualan tiket dibagi menjadi dua bagian, presale dan normal. Untuk Presale, dibuka mulai 15-31 Desember 2017, yakni Golden Priority Class Rp 990 ribu, Festival Rp 650 ribu, dan Diamond VVIP (termasuk makanan ringan dan minuman) Rp 2,25 juta. Penjualan tiket dengan harga normal baru akan dibuka pada 1 Januari 2018, dengan rincian Golden Priority Class Rp 1,25 juta, Festival Rp 850 ribu, dan Diamond VVIP (termasuk makanan ringan dan minuman) Rp 2,5 juta.

# Katy Perry

Katy Perry kembali menyambangi Indonesia. Katy Perry akan menggelar konser tur Witness di ICE BSD, Tangerang pada 14 April 2018. Sesuai dengan nama tur, Katy Perry akan banyak membawakan single dari album terbarunya Witness, seperti Chained to the Rhythm dan Swish Swish. Tiket konser musik ini dibanderol Rp 900.000 untuk kelas Bronze, Rp 1.300.000 untuk kelas Silver, Rp 2.000.000 untuk kelas Gold, Rp. 3.000.000 untuk kelas Festival A, Rp. 4.000.000 untuk kelas Festival B hingga Rp. 5.000.000 untuk kelas Platinum.

# Celine Dion

Pelantun ‘My heart Will Go On’ tersebut sudah mengkonfirmasikan kehadirannya di Tanah Air pada 7 Juli 2018. Konser rencana berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor, pada hari Sabtu 7 Juli 2018. Celine akan menggelar konsernya yang bertajuk ‘CELINE DION LIVE 2018 TOUR’ merupakan konser Celine Dion pertama kali di Indonesia. Selain Indonesia, Celine juga menggelar konsernya di Tokyo, Macau, Singapura, Jakarta, Taipei, Manila dan Bangkok. Untuk penjualan tiket, dimulai pada 19 Januari 2018, dengan harga mulai dari Rp1,5 juta. (*)

Minim, Turis Asing Kunjungi Pantai Selatan Yogya

this formate

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo, dan Bantul merupakan kabupaten di DI Yogyakarta (DIY) yang memiliki potensi wisata pantai yang luar biasa. Tak heran, destinasi itupun kerap diserbu wisatawan nusantara dan membuat beberapa pantai menjadi lautan manusia.

Sayangnya, meski Yogyakarta merupakan destinasi wisata tingkat dunia, namun tak banyak wisatawan asing yang mengisi liburanya dengan mengunjungi kawasan pantai selatan. Padahal, DIY adalah destinasi favorit kedua setelah Bali bagi wisatawan asing.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta, pun mengakui bahwa hingga saat ini wisatawan asing yang singgah ke pantai selatan masih minim. “Ini menjadi tantangan kami untuk dapat membuat wisatwan asing juga tertarik singgah ke pantai-pantau yang ada di DIY,” ujarnya seperti dilansir laman Republika.co.id, Rabu (17/1/2018).

Berdasarkan data, lanjutnya, hingga saat ini mayoritas wisatawan asing lebih tertarik untuk menikmati wisata budaya dan wisata heritage, bukan wisata alam seperti pantai. Tak heran, wisatawan asing di DIY lebih jamak di temui di candi, keraton, Taman Sari, dan wisata yang beraroma budaya atau heritage lainya.

Menurutnya, fakta itu bukan berarti bahwa kawasan pantai tak berpeluang untuk menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan asing. Hingga saat ini, Dinas Pariwisata DIY bersama Dinas Pariwisata di masing-masing kabupaten pun terus mencari resep agar wisata pantai juga dapat menarik wisatawan asing. “Kita harus mempelajari karakter wisatawan asing,” kata dia.

Dia pun mendorong kepada setiap pemangku kepentingan agar bersama-sama melakukan terobosan dan peningkatan fasilitas. Ia pun meyakini, pada dasarnya, pasti ada wisatawan asing yang ingin berinterakasi dengan alam dengan mengisi liburan di pantai.

Terlebih, pantai di DIY juga memiliki panorama yang sangat menarik dan memiliki akses yang mudah dijangkau. Apa yang terjadi di DIY ini pun terbilang berbeda dengan wisata pantai di Bali. Pasalnya, destinasi wisata pantai di pulau dewata itu sangat jamak ditemui adanya wisatawan asing yang menikmati liburan.

Artinya, wisatawan asing di Bali tak hanya tertarik dengan wisata heritage dan wisata budaya yang ada di Bali, namun juga tertarik dengan obyek wisata pantai. (REP)

Kebakaran Museum Bahari, Nilai Kerugiannya Tak Terhingga

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kebakaran yang melanda Museum Bahari Jakarta, menyisahkan kepedihan yang mendalam. Betapa tidak sedih karena beberapa koleksi museum yang merupakan peninggalan sejarah ludes dilalap Si Jago Merah. Kesedian lainnya, kini wisatawan tak bisa menikmati benda-benda yang memiliki nilai sejarah masa lalu.

Tercatat ada 64 koleksi yang terbakar terdiri beberapa miniatur kapal, replika kapal nusantara, maket pulau Onrust dan Batavia, juga beberapa panel pameran, alat navigasi dan beberapa manequine dengan tokoh- tokoh kebaharian.

“Bicara kerugian jelas nilainya enggak bisa dihitung secara nominal materi, tidak bisa dinilai dengan satuan harga. Karena banyak koleksi berharga serta gedung berusia 300 tahun, tentunya tak dapat dinilai dengan rupiah,” papar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati kepada Bisniswisata.co.id melalui pesan tertulis, Rabu (17/1/2018).

Dilanjutkan, bangunan museum yang terletak di kawasan Penjaringan Jakarta Utara ini, dibangun tahun 1771 sampai 1773. “Ini yang sulit kita kembalikan nilainya. Yang membuat mahal dan sulit menaksir kerugiannya adalah penggunaan bahan material yang digunakan. Belum lagi berbagai koleksi yang langka,” lontarnya dengan serius.

“Kayu kalau kita bisa dapat kayu sama besarnya, tapi kayu 300 tahun lalu gimana. Sekarang tidak banyak, terus nilai sejarah di dalam bangunan tersebut juga tak bisa dikembalikan,” ujarnya.

Diakui, Pemprov DKI Jakarta akan mengembalikan bangunan Museum Bahari seperti semula. Perbaikan akan dilakukan setelah kepolisian selesai melakukan penyelidikan akibat kebakaran. Hingga kini, masih menunggu hasil penelitian terkait koleksi museum yang terdampak kebakaran.

“Jadi langkah ke depan kita tentu akan mengembalikan lagi bentuk aslinya karena masih utuh sebagian ya. Jadi kita mengembalikan karena kita masih punya denahnya, kita akan kembalikan lagi,” ungkapnya.

Selain itu, memperbaiki sejumlah stan-stan di salam museum yang berisi sejumlah informasi. “Kemudian juga pameran yang ada disitu kita bentuk lagi. Karena sebagian besar itu miniatur-miniatur, replika, pameran-pameran yang sifatnya edukatif,” tuturnya.

Diharapkan musibah kebakaran ini dapat dijadikan pelajaran agar kedepannya pengelola dan para penjaga lebih waspada dan berhati-hati lagi. “Mudah-mudahan jadi pelajaran buat kita supaya lebih care lagi sama bangunan cagar budaya dan tentu penanganannya enggak bisa sama dengan bangunan baru,” ujarnya.

Museum Bahari yang kemarin dilalap api baru saja selesai renovasi pada November 2017 dilalap si jago merah, pada Selasa (16/01/2018). Akibatnya Gedung C di lantai 2 disebut sebagai titik terparah dari kebakaran itu. Hingga kini bekas kebakaran diberi police line untuk memudahkan penyelidikan. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, karena kebakaran terjadi pagi hari. (NDIK)