2017, Kedatangan Wisman Via Bandara Ngurah Rai Raih Prestasi

this formate

BADUNG, Bisniswisata.co.id: SEPANJANG tahun 2017, kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) melalui Bandara Ngurah Rai meraih prestasi kenaikan yang mengembirakan. Pasalnya, pada tahun itu terjadi erupsi Gunung Agung sehingga Bandara internasional ini sempat ditutup sementara dan penerbangan dibatalkan juga dialihkan ke bandara lainnya.

Untungnya masih terjadi kenaikan jumlah penumpang dari dalam maupun luar negeri yang tebus angka 5,96 juta orang. Jumlah tersebut naik 884.000 wisatawan mancanegara jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016 sebesar 5,07 juta wisatawan atau tumbuh sebesar 17,4 persen.

“Hasil profiling wisman tahun 2017 menunjukkan, wisman asal China menempati posisi tertinggi datang ke Bali. Jumlahnya mencapai 1,38 juta atau tumbuh 43,4 persen dibanding tahun sebelumnya,” papar General Manager Bandara Ngurah Rai Yanus Suprayogi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (20/01/2018).

Turis Tiongkok berwisata ke Pulau Dewata merupakan tipe rombongan. Mereka berlibur ke Bali rombongan dengan menggunakan pesawat carter. “Tahun lalu kami memang menerima banyak penerbangan charter dari kota-kota besar di Tiongkok, termasuk penambahan rute baru untuk penerbangan regular. Nah, faktor inilah yang mendongkrak jumlah kedatangan,” sambungnya.

Diakuinya, berbagai maskapai berlomba-lomba menerbangkan armadanya dari dan menuju Tiongkok. Kota – kota tujuan antara lain Beijing, Chengdu, Pudong Guangzhou, Hangzhou, Zhengzhou dan kota-kota lainnya di China. Bahkan, para pelaku pariwisata di Bali juga sangat gencar melirik market wisman asal Negara Tirai Bambu itu.

Berbeda dengan Tiongkok, wisman asal Australia mengalami sedikit penurunan dimana di tahun 2016 berjumlah 1,08 juta menjadi 1,07 juta orang di tahun 2017. Sedangkan India yang masuk dalam urutan tertinggi ketiga mengalami peningkatan yang sangat siginifikan yaitu dari 179.000 menjadi 266.000 wisman. Tumbuh hampir 49 persen.

“Walau pun sempat mengalami penurunan, tetapi secara keseluruhan jumlah wisman yang datang ke Bali di tahun 2017 ini berhasil memenuhi target yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Bahkan capaiannya 8 persen di atas target,” pungkasnya.

Yanus belum memberikan target kedatangan pelancong asing ke Bali pada tahun 2018. Meski demikian pihaknya optimis terjadi kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen, apalagi Bali bakal ada event internasional IMF-World Bank Meeting pada Oktober 2018, sehingga diharapkan akan berjalan lancar. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Waspada, Jalan Menuju Bromo Rawan Longsor

this formate

PROBOLINGGO, Bisniswisata.co.id: Wisatawan yang hendak menikmati keindahan Gunung Bromo patut berhati-hati, waspada. Akibat kondisi cuaca tak bersahabat dengan guyuran hujan, beberapa titik jalan mengalami longsor dan membahayakan keselamatan pengguna jalan menuju kawasan wisata Gunung Bromo di Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Lokasi rawan longsor ada di daerah Jurang Perahu, Dusun Jombok, Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura. Pada Rabu, 17 Januari 2018, terjadi longsor di pinggir jalan menuju wisata Gunung Bromo. Sepanjang 20 meter bahu jalan ambrol dengan kedalaman delapan meter. Akibatnya, pembatas jalan yang terbuat dari besi baja menggantung. Hal itu diakibatkan oleh tanah bahu jalan alami longsor.

Dodik Nurhuda, anggota Koramil Sukapura, membenarkan longsor ini diakibatkan oleh hujan lebat yang melanda kawasan Gunung Bromo sejak beberapa pekan terakhir. “Sehingga tanah menjadi gembur dan rentan terbawa arus air hujan,” ucap dia, Jumat (19/1/2018).

Dilanjutkan, titik yang longsor itu tentu sangat membahayakan bagi pengguna jalan, baik wisatawan yang hendak berkunjung ke Bromo maupun warga sekitar. Apalagi, hingga saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah.

Buat mencegah terjadinya kecelakaan, di sekitar lokasi diberi tanda berupa tumpukan karung putih berisi tanah dan pasir. “Kami sudah melaporkan ke pihak BPBD dan PU terkait longsor itu, karena untuk perbaikan dan pembangunannya ada pada instansi itu,” kata Camat Sukapura, Yulius Christian.

Selama musim penghujan, wisatawan maupun warga setempat hendaknya untuk waspada. Sebab, kawasan pegunungan Bromo rawan dengan longsor. Tahun lalu, hujan lebat yang mengguyur lereng Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, menyebabkan tebing setinggi 20 meter longsor. Bencana itu menyebabkan kemacetan panjang di akses utama menuju wisata Gunung Bromo. Minimnya peralatan membuat evakuasi material longsor berjalan lambat.

Camat setempat, Yulius Christian menuturkan longsor terjadi karena guyuran hujan deras sejak Jumat, 21 April 2017. Gemuruh hebat terjadi saat tebing runtuh. Saat kejadian, tidak ada warga atau wisatawan yang sedang melintas. “Memang sebelumnya itu hujan sangat deras. Baru tadi ada informasi dari warga kalau ada longsor,” tutur Yulius, seperti dikutip Liputan6.com.

Warga bersama pihak Kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya mengevakuasi material longsor. Namun karena minimnya peralatan, proses evakuasi berjalan lambat. Selama proses evakuasi berlangsung, warga melakukan sistem buka tutup arus agar kendaraan tidak tertahan terlalu lama. Bencana itu sempat memutus akses satu-satunya menuju wisata Gunung Bromo.

Wisatawan yang hendak turun merasa terganggu dengan keadaan ini. Mereka takut, ketinggalan pesawat atau kereta yang telah dipesan sebelumnya. “Yaa, longsor ini menyebabkan kemacetan besar. Hampir dua jam saya tertahan di tempat ini,” kata wisatawan asal Inggris, Christoper.

Sejauh ini, proses pembersihan material tengah diusahakan warga dan muspika setempat dengan menggunakan alat seadanya. Sementara, warga berupaya mendatangkan alat berat untuk segera membuka kembali jalur utama menuju Bromo itu. (LEO)

Manjakan Wisatawan, Bus Wisata Bandros Ditambah

this formate

BANDUNG, Bisniswisata.co.id: Manjakan wisatawan, Pemerintah Kota Bandung menambah unit bus wisata khas kota Bandung: Bandung Tour on Bus (Bandros). Kini ditambah 12 unit Bandros baru. Pembelian bus wisata itu menelan dana APBD sekitar Rp 12,4 miliar. Dengan bertambahnya 12 bus wisata baru, kini ada 18 bus Bandros yang mengantarkan wisatawan berkeliling Kota Bandung.

“Akhirnya kami putuskan Bandros itu tidak dengan pola CSR karena lama untuk meyakinkan pihak ketiga untuk menyumbang. Tiga tahun hanya dapat enam lah. Apalagi kini jumlah wisatawan yang datang ke Bandung meningkat. Target 2018 sebesar 7 juta wisatawan,” ungkap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai mencoba menaiki Bandros baru di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (19/1/2018).

Sehingga, lanjut dia, diputuskan melalui dana APBD, dengan jumlah yang 12 ditambah 6 ini bisa menjadi rute rute wisata lebih baik. Bandros dibagi menjadi enam warna, yakni biru, kuning, hijau, ungu, merah muda, dan hitam. Setiap warna memiliki rute berbeda.

Bandros berwarna biru akan berkeliling dari Alun-Alun Bandung, Cibaduyut, Taman Leuwi Panjang, Museum Sri Baduga, Alun-alun Regol, dan Kawasan Buah Batu. Bandros Kuning akan melewati rute Lapangan Gasibu, Taman Cibeunying, Taman Superhero, Taman Foto, Gedung Merdeka, Alun-alun Bandung, dan Braga.

Bandros Ungu akan melayani tujuan Gasibu, Taman Cikapayang, Alun-alun Ujungberung, Museum Geologi, dan Pusdai. Bandros Hijau akan membawa wisatawan melewati Chinatown, Pasir Kaliki, Alun-alun Cicendo, Karang Setra, UPI, dan GOR Padjadjaran.

Bandros Merah Muda yang akan melewati Gasibu, Taman Pasupati (Taman Jomblo), Teras Cikapayang, Teras Cihampelas, hingga Taman Budaya. “Kalau Bandros yang hitam itu khusus untuk tamu VIP yang datang ke Kota Bandung. Jadi itu untuk tamu-tamu pemerintah kota bisa pakai yang itu,” ujar Emil, sapaan akrabnya.

Diharapkan, keberadaan bus Bandros dapat menekan jumlah kendaraan pribadi wisatawan yang datang ke Bandung. “Tapi nanti saya juga ingin agar ada satu Bandros dipinjamkan ke kecamatan, biar yang menikmati tidak hanya wisatawan, tetapi juga bisa memberi kebahagiaan untuk warga di kewilayahan. Kan semua orang juga ingin naik,” katanya.

Pengelolaan 12 Bandros saat ini masih dipegang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) secara swakelola. Kelak, Dishub akan melakukan lelang untuk menentukan pengelola Bandros sehingga bisa dimanfaatkan secara lebih profesional.

Kepala Dinas Perhubungan Didi Ruswandi menuturkan, Bandros ini dijadwalkan akan beroperasi Februari 2018. Pihaknya masih memproses kajian tarif agar tidak mengganggu angkutan kota dan Bandros sebelumnya. Dishub akan menetapkan dua jenis tarif, yakni tarif sekali jalan dan paket seharian (one day pass).

Tarif sekali jalan akan berkisar antara Rp 10.000-15.000. Sedangkan ongkos paket seharian akan dipatok seharga Rp 25.000-Rp 50.000. “Saat ini kita akan uji rute dulu. Kemungkinan Februari baru kita bisa jalan,” jelas Didi seperti dikutip laman Kompas.com. (NDHYK)

Gelar Imlek, Bali Berambisi Dongkrak Kunjungan Turis China

this formate

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Gubernur Bali Made Mangku Pastika sepakat dengan Konjen China di Bali untuk menyelenggarakan perayaan Tahun Baru Imlek pada 22 Februari 2018 di Pulau Dewata. Kerja sama ini diharapkan mempererat hubungan Bali dengan China, sekaligus meningkatkan jumlah wisman asal negara tersebut ke Pulau Bali.

“Kegiatan itu berdampak positif bagi citra pariwisata Bali yang sempat terguncang karena status Gunung Agung. Kami bisa tunjukkan ke dunia jika pariwisata kita sudah pulih, dengan kedatangan banyak wisatawan China ke sini,” jelasnya Konsul Jenderal China di Bali Chen Wei di Denpasar, Jumat (19/1/2018).

Dalam perayaan diharapkan ada kolaborasi antara grup kesenian China diwakili Provinsi Yunan. Provinsi ini merupakan sister province Bali, selain itu perayaan akan dimeriahkan seniman Bali yang akan menampilkan kesenian Bali.

Chen Wei mengapresiasi respons positif Pemprov Bali tentang ajakan kerja sama perayaan Imlek antardua negara. Hal ini bisa menjadi upaya memperkuat kerja sama.

Dilanjutkan, kedatangan wisatawan China ke Bali mulai meningkat pascaerupsi Gunung Agung, dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Tahun Baru China, yaitu saat perayaan Imlek.

Chen Wei juga menawarkan program beasiswa bagi pelajar dan guru berprestasi untuk belajar bahasa Mandarin gratis di negaranya, dan ditanggung oleh pemerintahnya. Hal itu selain sebagai upaya memperkuat kerja sama, sekaligus langkah Pemerintah China agar pramuwisata berbahasa Mandarin semakin banyak.

“Program ini sudah berlangsung dari tahun lalu, dan tahun ini diakomodir sebanyak 84 siswa dan 4 guru bisa berangkat ke China belajar bahasa Mandarin,” ujarnya seperti dilansir laman Bisnis.com

Bahkan untuk pelajar dan guru di kawasan Bali, program ini juga sudah menyasar para pegawai bea cukai, imigrasi dan kepolisian, untuk mempermudah komunikasi dengan wisatawan China. Ke depan tidak menutup kemungkinan memfasilitasi ASN Pemprov Bali yang ingin mengikuti program ini.

Sementara Gubernur Pastika menyampaikan apresiasi atas kepercayaan wisatawan China akan kondusivitas Bali pasca erupsi Gunung Agung. “Saat ini aktivitas Gunung Agung sudah menurun, dan diperkirakan akan stabil, jadi saya mengapresiasi kunjungan wisatawan China yang mulai meningkat,” ujar Pastika.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat Wisatawan asal China yang berliburan ke daerah tujuan wisata Pulau Bali mencapai 1,37 juta orang selama sebelas bulan periode Januari-November 2017. Jumlah ini melonjak 467.292 orang atau 51,52 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 907.028 orang.

Kunjungan masyarakat China untuk menikmati panorama alam serta keunikan seni dan budaya masyarakat Bali menempati peringkat teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, mampu memberikan andil sebesar 25,54 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 5,38 juta orang selama sebelas bulan pertama tahun 2017, meningkat 896.691 orang atau 19,99 persen, karena periode yang sama tahun sebelumnya hanya menerima 4,48 juta orang.

Setelah China disusul kunjungan wisatawan Australia memberikan kontribusi 18,87 persen, India 4,53 persen, Jepang 4,42 persen, Inggris 4,25 persen, Amerika Serikat 3,30 persen, Perancis 3,17 persen, Jerman 3,15 persen, Korea Selatan 3,12 persen dan Malaysia 2,88 persen. Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali sebagian besar mengalami peningkatan yang signifikan, hanya dua negara yang mengalami penurunan yakni Australia3,02 persen dan Malaysia 2,66 persen. (NDHYK)

Hoaxs, Tiket Pesawat Wajib Cantumkan NPWP

this formate

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Kini beredar isu pembelian tiket pesawat penumpang mulai April 2018, wajib menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Isu sempat merebak ke agen tiket hingga calon penumpang yang biasa melakukan perjalanan via udara. Untungnya, isu itu cepat ditanggapi serius sekaligus dibantah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu).

“Itu hoax. Jangan percaya isu yang tak jelas sumbernya. Jadi tidak benar bahwa penumpang pesawat harus menunjukkan NPWP atau diminta NIK-nya untuk dicantumkan dalam tiket pesawat,” ungkap Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama, di Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Saat ditunjukkan isi pesan hoaks beredar di media sosial: “Info mulai bulan April’2018…Setiap pembelian tiket pesawat semua di minta NPWP … Semua di catat… Nanti di sosialisasikan mulai bulan April baru di jalankan Ini PER 31/2017, dimana penerbitan e FP PPN hrs mencantumkan NPWP dan atau NIK (nomor induk kependudukan). PER 31/2017, berlaku efektif mulai 1 April 2018.

Sosialisasi dan detail belum dpt info. Krm penerbangan hrs menerbitkan e FP PPN, kemungkinan besar begitu. Untuk anak2 mengunakan NPWP orang tua sesuai tanggungan yg disampaikan dlm SPT Pribadinya”

Dilanjutkan, Perdirjen 31/2017 memang mewajibkan pencantuman NIK atau nomor paspor mulai 1 April 2018 bagi pembeli yang tak memiliki NPWP. Hal ini pun hanya berlaku bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) Penjual yang menerbitkan e-faktur yang penerbitannya melalui aplikasi khusus dan tersambung dengan sistem Ditjen Pajak.

Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi PKP Pedagang Eceran yang melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen akhir. Juga tidak berlaku bagi dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak, yang penerbitannya tidak dilakukan melalui sistem e-faktur.

Dokumen tertentu tersebut misalnya tiket pesawat, tagihan jasa telekomunikasi, tagihan air minum/bersih (PAM), dan tagihan listrik. “E-ticket dari perusahaan penerbangan itu tidak sama dengan e-faktur yang dimaksud dalam administrasi atau sistem PPN,” jelasnya. (NDHYK)

26-28 Januari 2018, Sodong Culture Symphony

this formate

CILACAP, Bisniswisata.co.id: Cilacap Jawa Tengah punya kalender wisata. Sodong Culture Symphony (SCS), namanya. Hasil kreasi anak muda Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Cilacap ini, menyajikan berbagai destinasi wisata mulai ekosistem, alam, seni budaya, kuliner hingga entertaiment musik. SCS digelar di Pantai Sodong, Adipala Cilacap, pada 26-28 Januari 2018.

Dalam kegiatan ini, wisatawan diajak mengeksplor keindahan Pantai Sodong serta magisnya Gunung Selok, Cilacap. Bahkan yang gemar seni budaya, ada Pesona Tari Jalungmas. Tarian unik perpaduan budaya Jawa dan Sunda. Dibawakan secara kolosal, tarian tersebut dipastikan akan menghipnotis para wisatawan. Bukan sekedar sajian tarian saja. Penonton nantinya juga akan diajak menari bersama di acara tersebut.

Tariannya untuk mengapresiasi karya Maestro Tari Jalungmas ibu Tiek Entarti. Nanti juga para penari akan mengajak para wisatawan untuk ikut menari, agar lebih mengenal kesenian tradisional juga agar happy.

Event tersebut juga menampilkan Sodong Carnival yang unik. Carnivalnya dilaksanakan di atas pasir Pantai Sodong. Spiritnya bunga Wijayakusuma, bunga magis pantai selatan. Busana pesertanya juga unik. Pada carnival ini para peserta diwajibkan untuk memadukan busana batik dengan bahan bekas sebagai hiasannya.

Temanya ‘Beauty of Wijayakusuma, dengan konsep karnaval batik atau karya bahan bahan bekas di padu padankan dengan glamor ataupun bersayap. Sekitar 200 peserta dari daerah Banyumasan juga masyarakat Cilacap akan meramaikan karnaval ini.

Kuliner serta pernak pernik khas Cilacap pun tak ketinggalan. Ada Pasar Cemaraan yang siap menemani. Kuliner khas seperti thempleng, lanthing, mendoan, lepet bakalan mengisi lapak di Pasar Cemaraan. Lapaknya pun digelar setiap hari di bawah pohon cemara pantai Sodong.

Hingga kini sudah ada 18 lapak kuliner yang ikut menyemarakkan SCS. Ada dua konsep lapak yang akan kita hadirkan. Panggon Garing utk stand pernak pernik serta Panggon Tales buat kuliner.

Kemeriahan tak akan berhenti sampai di situ. Sodong Bejazz Pesisir bakalan bikin Malam Minggu wisatawan makin oke. Pengisi acaranya dijamin paten-paten. Ada Sruti Respati, Jess Kidding dan Nufi Wardhana yang bakalan menemani wisatawan bermalam mingguan. Balutannya 1000 obor dinyalakan di pinggir pantai.

Dengan konsep Jazz Pesisir kita angkat untuk mengenalkan betapa eksotiknya Pantai Sodong. Majestiknya Gunung Selok di Pesisir Selatan Jawa menambah daya magisnya. Apalagi acaranya bakalan di balut dengan 1000 obor.

Pantai Sodong memang luar biasa. Spot eksotisnya dijamin banyak. Begitu datang barisan pohon kelapa akan menyambut kedatangan wisatawan. Pohon cemara udang yang ditanam secara rapi menciptakan aspek estetika sangat terlihat indah, spot yang pas buat berselfie ria.

Bukan cuma itu daerah perbukitan area Gunung Selok bakalan menjadi spot fantastis lainnya. Area tersebut adalah area perbukitan yang indah dengan aliran air terjun yang keren. Untuk mendakinya tidak terlalu sulit karena jalan menuju ke atas sudah dibuka dan cukup aman dengan papan petunjuk.

Selain air terjun wisatawan juga akan menemukan goa di gunung tersebut. Bukan cuma satu tetapi lebih dari tiga. Dari atas Gunung Selok akan terlihat jelas kecantikan Pantai Sodong yang luar biasa. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Mariah Carey Dituntut Ganti Rugi Rp40 Miliar

this formate

NEW YORK, Bisniswisata.co.id: Mariah Carey tengah terlilit masalah hukum dengan promotor Amerika Selatan karena membatalkan tur konser secara sepihak. Hingga kini kasusnya masih berlanjut. Perwakilan Carey tutup mulut, belum mau angkat bicara terkait tuntutan sang promotor.

Pada Oktober 2016, penyanyi bergenre Pop, R&B Modern menggunakan Twitter meminta maaf kepada penggemarnya di Amerika Latin karena membatalkan konser di sana. Ia lantas menyalahkan pihak promotor atas kejadian itu.

“Hancur karena pertunjukan saya di Chile, Argentina dan Brasil harus dibatalkan. Penggemar saya pantas mendapatkan yang lebih baik daripada bagaimana promotor-promotor ini memperlakukan mereka,” tulis penyanyi dan penulis lagu kelahiran Huntington, New York, 27 Maret 1970.

Pelantun hit When You Believe dan Without You ini, kemudian menuntun pihak promotor dan mengklaim mereka gagal membayarnya secara penuh dan merusak citranya karena pembatalan tur konser ini.

Sebagai jawaban, pihak promoter atas nama Fenix ini dilaporkan menuntut balik Carey. Berdasarkan dokumen pengadilan yang didapatkan The Blast, Fenix menuduh Carey mangkir dari pertunjukannya di Argentina dan Chile tanpa pemberitahuan dan alasan. Mereka meminta setidaknya US$500 ribu (sekitar Rp6,7 miliar) atas kerugian yang dialami di setiap pertunjukan.

Melansir AceShowbiz, Jumat (19/01/2018) TMZ melaporkan Carey telah dibayar hampir 75 persen dari kontrak yang disepakati kedua belah pihak, yakni sebesar US$703.100 (sekitar Rp9,4 miliar).

Fenix menganggap itu sebagai praktik standar setiap keduanya bekerja sama sebelumnya. Karenanya, pernyataan Carey sebelumnya dianggap salah dan bersifat fitnah.

Secara total, Feniz meminta Carey setidaknya US$3 juta (sekitar Rp40 miliar) untuk penggantian biaya yang telah dibayarkan kepada sang diva dan “citra sang promotor yang tidak bisa diperbaiki di mata penggemar konser dan artis lain.” lontarnya. (TMZ)

Malaysia Airlines Mendarat Darurat, 244 Penumpang Tegang

this formate

SYDNEY, Bisniswisata.co.id: Pesawat Malaysia Airlines (MAS) dalam penerbangan MH122 dari Sydney menuju Kuala Lumpur terpaksa melakukan pendaratan darurat di sebuah wilayah pedalaman terpencil kota Alice Spring Australia pada Kamis (18/1/2018), setelah mengalami “masalah teknis”.

Seluruh penumpang berjumlah sekitar 244 orang, dilaporkan selamat setelah pesawat MAS berjenis Airbus A330-300 yang membawa mereka itu dialihkan ke Alice Springs di Northern Territory karena satu mesinnya bermasalah. Para penumpang menulis di Twitter untuk melaporkan bahwa mereka mendengar “suara bising yang menganggu” dari salah satu mesin pesawat.

Salah seorang penumpang, Chin Kanani mengatakan, istrinya mulai khawatir saat dia mendengar suara berdentum. “Dia mengatakan saat berada di toilet, dia mulai mendengar suara berdentam dari sisi kanan pesawat dan itulah awal segalanya,” kata Kanani kepada ABC, Jumat (19/01/2018)

Selanjutnya, sambung dia, semua penumpang tegang, berdoa dan dipenuhi rasa was-was akan kejadian tang tak diinginkan. menjadi menegangkan karena kru kabin meminta kami siap untuk menghadapi pendaratan darurat. “Ini pengalaman terburuk menumpang Malaysia Airlines,” katanya serius.

Menurut sejumlah penumpang, pilot sudah memerintahkan mereka untuk bersiap menghadapi benturan. Beruntung, pesawat Airbus A330-300 itu bisa mendarat dengan selamat meski hanya menggunakan satu mesin. “Pilot mendaratkan pesawat dengan satu mesin yang bekerja, mesin lainnya sama sekali rusak,” kata Mohamad Nogheib, juga seorang penumpang.

Dalam pernyataannya, MAS mengatakan “Keamanan saat kapan pun merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar dan kapten memutuskan untuk mengalihkan penerbangan guna mendapatkan bantuan teknis.” ungkapnya.

Pihak maskapai penerbangan Malaysia itu mengatakan para penumpang akan dipindahkan dari Alice Springs ke Kuala Lumpur dengan menggunakan penerbangan MH148 pada Jumat (19/1/2018).

Penerbangan MH122 meninggalkan bandara Sydney pada pukul 13.06, Kamis (18/1/2018) dan dijadwalkan mendarat di Kuala Lumpur pada pukul 18.30 di hari yang sama. Para penumpang kemudian diinapkan di sejumlah hotel di Alice Springs sementara maskapai mempersiapkan pesawat pengganti. (ABC)

Disetujui, Batam Kembangkan Wisata Pulau Galang & Rempang

this formate

BATAM, Biniswisata.co.id: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyetujui rencana Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, mengembangkan Pulau Rempang dan Pulau Galang (Relang) menjadi daerah tujuan wisata.

“Dalam rapat dengan kementerian di Tanjungpinang beberapa hari yang lalu, Relang (Rempang dan Galang) dibahas untuk daerah pariwisata,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad di Batam, Kamis (18/1/2018) .

Pemerintah Kota Batam mengapresiasi dukungan pemerintah pusat tersebut. “Dan kami menyambut baik kalau ada pelaku usaha yang ingin mengembangkan pariwisata di Relang,” kata Amsakar seperti diunduh laman Tempo.co

Ia berharap kementerian terkait segera menerbitkan peraturan yang mendukung rencana pengembangan Relang sebagai daerah tujuan wisata. Bahkan ia mengusulkan agar Pulau Rempang dan Pulau Galang ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. “Kedua pulua itu memiliki potensi wisata bahari yang besar. Apalagi letaknya yang yang strategis di sekitar Selat Malaka,” ucapnya.

Diharapkan, pemerintah pusat mempertegas status Relang, yang saat ini masih menjadi sengketa antara Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam.

Selain itu pemerintah perlu mengevaluasi Daerah Penting Cakupan Luas dan Strategis (DPCLS) dan hutan lindung di kawasan itu. “Kami mengharapkan DPCLS dan hutan lindung didudukkan, baru setelah itu bisa kita olah,” kata dia.

Pulau Rempang dan Pulau Galang merupakan dua dari ratusan pulau yang berada di wilayah Kota Batam. Pulau itu terletak di sebelah selatan pulau utama.

Presiden BJ Habibie, saat menjabat sebagai Ketua Otorita Batam (kini berubah nama menjadi Badan Pengusahaan KPBPB Batam) membangun enam jembatan penghubung dari Pulau Batam hingga Pulau Galang, demi memudahkan pengembangan Batam. Namun, hingga kini pulau itu belum bisa dikembangkan karena status quo.

Obyek wisata di Pulau Galang berupa wisata sejarah, dimana wisatawan yang berkunjung bisa melihat-lihat bekas pengungsian warga Vietnam. Kondisi wisata di pulau ini memang berbeda dengan pulau lain yang kebanyakan menampilkan keindahan alam. Di pulau ini, wisatawan seolah-olah berada di negara Vietnam zaman dulu. Peninggalan para pengungsi Vietnam:

#. Humanity Statue Tinhn Han Loai
Humanity Statue Tinhn Han LoaiSebuah patung yang berada di dekat area masuk Kampung Vietnam merupakan patung kemanusiaan yang dibuat untuk mengingatkan dunia bahwa masih diperlukan kedamaian. Patung itu dinamai Tinhn Han Loai karena mengambil satu dari nama seorang gadis Vietnam bernama Tibhb Han Loai yang mati karena bunuh diri. Konon, perempuan ini adalah korban kekerasan dan perkosaan yang dilakukan oleh sesama pengungsi Vietnam. Perempuan ini bunuh diri karena tidak kuasa menanggung malu. Di lokasi patung ini ada banyak monyet liar yang habitatnya tidak boleh diganggu. Namun monyet itu tidak akan mengganggu.

#. Monumen Perahu
Sebuah spot yang menampilkan perahu kayu kecil yang digunakan oleh para pengungsi Vietnam untuk menuju Indonesia. Di perahu kecil itulah ratusan pengungsi berdesakan untuk melarikan diri. Bisa dibayangkan bagaimana sengsaranya mereka. Perahu tersebut pernah ditenggelamkan oleh para pengungsi. Kabarnya itu adalah upaya pengajuan protes ke pemerintahan Indonesia karena mereka pernah akan dipulangkan ke negara Vietnam. Kini perahu tersebut direnovasi dan dijadikan satu bagian dari wisata sejarah Kampung Vietnam.

#. Pemakaman Nghia-Trang Galang
Di pulau ini juga ada kompleks pemakaman yang menampung sekitar 500 makam dari pengungsi. Mereka meninggal karena wabah penyakit yang mereka bawa dari Vietnam. Pemakaman tersebut berbentuk khas Vietnam dan kini sudah semakin tidak terawat. Pemakaman ini juga merupakan satu bagian dari sejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan para pengungsi. Di area masuk pemakaman ada satu tulisan dalam 4 bahasa yang merupakan pesan untuk mengingat sejarah kelam tersebut. Hingga saat ini, seringkali ada keluarga pengungsi dari Vietnam yang datang ke sini untuk berziarah ke makam keluarganya yang dikubur di sini.

#. Museum Kampung Vietnam
Museum ini merupakan museum yang menampilkan barang-barang peninggalan para pengungsi. Ada juga foto diri mereka yang kini dipasang di museum. Foto-foto tersebut dipasang dengan judul Seribu Wajah Kenangan Camp Sinam Pulau Galang. Selain foto, ada banyak peralatan hidup pengungsi Vietnam yang dipajang, seperti peralatan rumah tangga ataupun peralatan kantor PBB saat bertugas di pulau tersebut. Juga rumah sakit dan penjara Kampung Vietnam. Penjara di Kampung Vietnam ini digunakan untuk mengurung para pengungsi Vietnam yang suka melakukan kejahatan. Kedua bangunan tersebut terkenal angker.

# Tempat Ibadah
Juga bangunan ibadah seperti Vihara Quan Am Tu, beberapa gereja lainnya, dan juga sebuah mushola. Vihara tersebut sudah mengalami beberapa kali pemugaran dan kini bentuknya tidak sama persis dengan bentuk aslinya. Tapi, kesan sejarah dan nilai religi masih bisa didapatkan dari sana. Vihara ini adalah salah satu tempat ibadah yang sering dijadikan lokasi ibadah pada masa itu. ada patung Guang Shi Pu Sha di depan vihara.

# Wisata Pantai Vio Vio
Pantai Vio Vio namanya memang belum setenar pantai Nongsa karena memang ini termasuk salah satu tujuan wisata yang baru saja diperkenalkan ke publik. Pantai Vio Vio cukup mudah uutk ditemukan sekaligus dijangkau. Pantainya terletak di Pulau Galang, jadi wisatawan lebih dahulu harus melewati Jembatan Tuanku Tambusai atau lebih dikenal dengan Jembatan 5 Barelang.

Sementara obyek wisata yang ditawarkan di Pulau Rempang berupa wisata Pa-Auk Tawya Vipassana Dhura Hermitage, yang berada di dalam hutan Pulau rempang. Tempat tersebut tidak lain adalah sebuah rumah ibadah berupa vihara yang digunakan oleh para biksu untuk bermeditasi. (BBS)

2018, Sumbar Sesumbar Targetkan 8,2 Juta Wisatawan

this formate

PADANG, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sesumbar menargetkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu pada 2018 sekitar 8,2 juta orang, meningkat dari 2017 yang mencapai sekitar 7,6 juta orang. Target itu, terkait upaya pemerintah Sumbar menjadikan pariwisata sebagai pendorong perekonomian daerah.

“Jumlah itu terbagi 55.700 wisatawan mancanegara dan 8.170.000 wisatawan nusantara,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian di Padang, Kamis (18/1/2018).

Dilanjutkan, target itu sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumbar 2016-2021 itu bisa dicapai dengan dukungan semua pihak, pemerintah, pelaku usaha pariwisata dan masyarakat. Pembenahan destinasi wisata agar makin nyaman dan aman untuk dikunjungi menjadi hal yang penting untuk dilakukan, termasuk menjaga kebersihan toilet.

Harga kuliner yang tidak jelas dan merugikan wisatawan juga tidak boleh terjadi lagi, meski kasus seperti itu menurut Oni sudah jarang terjadi. Demikian juga persoalan tarif parkir di destinasi wisata, jangan sampai ada yang menaikkan sesuka hati tanpa mengikuti aturan.

Oni mengatakan dalam beberapa tahun terakhir destinasi wisata di Sumbar terus berbenah, hingga menjadi “layak jual” pada wisatawan. Bahkan inovasi juga dilakukan, seperti pada kawasan seribu rumah gadang di Kabupaten Solok Selatan. Beberapa rumah gadang mulai difungsikan serupa hotel.

Wisatawan bisa menikmati sensasi bermalam di rumah adat Minangkabau itu. Selain itu even seni dan budaya juga mulai berkembang seperti Sawahlunto International Music Festival (SIMFest), Payokumbuah Botuang Festival dan Padang Indian Ocean Music Festival (PIOMFest).

Even itu diyakini bisa menarik minat wisatawan disamping even yang telah lebih dahulu ada seperti Tabuik Piaman. Penerbangan langsung Padang-Singapura dan sebaliknya juga diyakini menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumbar.

Ketua pengusaha perjalanan wisata (ASITA) Sumbar, Ian Hanafiah mengatakan dengan strategi promosi yang baik, terutama pada daerah yang warganya suka berkunjung ke Sumbar, tingkat kunjungan bisa terus meningkat. Faktor itu ditambah dengan variasi dan inovasi paket wisata oleh perusahaan perjalanan wisata serta ketersediaan kamar hotel.

Sumbar memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa dan beragam. Destinasi tersebar mulai dari laut hingga gunung. Seni dan budaya juga mendukung dengan sistem matrilineal yang unik. Demikian juga dengan keberagaman kuliner yang memanjakan lidah. (INI)