Gado-gadonya Jadi Viral, Ternyata Jamie Punya Restoran di Bali

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Akhir Februari 2018, Chef Jamie menciptakan kehebohan di dunia maya karena memposting video via Instagram @jamieoliver saat dia sedang membuat gado-gado. Dalam video berdurasi sekitar dua menit tersebut, Jamie menyebut gado-gado sebagai salad yang merupakan makanan jalanan (street food) di Indonesia.

Karyanya membuat video menjadi viral, bahkan mengundang banyak komentar netizen di Indonesia. Koki asal Inggris ini dianggap salah dalam membuat gado-gado karena menggunakan sayuran mentah, bukan yang sudah direbus, juga menggunakan selai kacang yang diblender sebagai bumbu, bukan diulek.

Meski banyak diserang, sesungguhnya Jamie sudah lama melihat Indonesia sebagai pasar yang potensial untuk bisnisnya. Ini dibuktikan dengan dibukanya salah satu label restoran miliknya, Jamie’s Italian, di Bali sejak Juni 2015.

Restoran tersebut dijalankannya dengan bantuan Hotel Properties Limited (HPL), perusahaan properti yang berbasis di Singapura, yang juga menjalankan operasional jaringan hotel, di antaranya Four Seasons, Hilton International, dan Hard Rock Cafe.

Restoran keluarga ini berada dekat Pantai Kuta, dibuka mulai pukul 11.00-23.00 waktu setempat. Dikutip laman jamieoliver.com, restoran ini menyajikan menu khas Italia seperti piza, spageti, dan menu lainnya untuk makan malam romantis. Bahkan, sekadar menikmati bir dingin juga bisa.

Desainnya, restoran ini banyak mengambil atmosfer Bali dengan beberapa karya seni seniman lokal. Teras untuk menikmati suasana sore dan matahari, dapur terbuka di lantai atas, serta bar yang luas. “Saya sangat antusias membawa Jamie’s Italian ke Bali. Makanan lezat dan koktail enak berpadu dengan matahari, pasir, dan pantai. Siapa yang tidak suka?,” tulis Jamie.

Saat Jamie mendapat kesempatan menyulap SUV dengan menambahkan peralatan dapur sebanyak yang bisa dia impikan, pria berusia 42 tahun ini tidak bisa menahan diri. Bekerja sama dengan tim Operasi Khusus Land Rover, dia pun membuat mobil mewah seharga mulai dari 45.895 poundsterling (Rp878 juta) ini bersahabat dengan para pencinta makanan.

Mobil ini memiliki banyak fitur mengagumkan. Dikutip This Is Money, Land Rover Discovery 4 x 4 kustom memungkinkan Jamie memanggang ayam dari kisi-kisi, memasak dengan perlahan-lahan gunakan panas dari mesin, mentega dan es krim sambil berjalan. Barbeku, keluarkan minyak zaitun, bahkan memunculkan dua irisan roti panggang dari pemanggang roti di antara kursi pengemudi dan penumpang di samping gear stick.

Lalu, ada bermacam selai yang bisa dipilih tepat di atasnya. Tepat di bagian kap depan, mobil memiliki pemanggang di konsol tengah dan rotisserie berputar di depan kisi-kisi tempat ayam bisa dimasak. Semua itu didukung motor listrik di gril yang dikendalikan putaran mesin.

Ada dua kecepatan yang tersedia, pengaturan yang lebih lambat untuk rotisserie dan yang lebih cepat untuk pembuat pasta, yang bisa diatur menggunakan tombol di bawah kap mesin atau menggunakan throttle. Throttle juga bisa digunakan untuk meningkatkan kecepatan lebih jauh. Sementara itu, tidak hanya bagian depan yang disulap.

Dikutip laman delish, bagian belakang mobil juga mengalami perubahan yang sungguh dahsyat. Ketika pintu belakang mobil atau pintu bagasi dibuka bisa digunakan sebagai atap. Tepat di bawahnya terdapat kompor lambat dan kompor untuk memanggang.

Roda bisa berfungsi sebagai pembuat es krim dan churner mentega, bisa juga untuk membuat pasta. Seluruh bagian dapur ini bisa ditarik keluar dari bagasi, lengkap dengan wastafel dan banyak ruang untuk persiapan.

Di area yang sama, ada laci khusus pisau dan rak rempah-rempah lalu cobek dan ulekan yang menyerupai kepala piston. Ada kebun tanaman rempah di jendela mobil, dispenser minyak zaitun (EVOO) yang turun dari bagasi, wastafel aluminium custom-made, TV layar datar, dan meja kerja dapur deployable yang juga berfungsi ganda sebagai meja makan.

Meski memiliki dapur yang cukup lengkap, fungsi mobil ini tetap berjalan dengan baik dan tetap bisa menampung Jamie, sang istri, dan kelima anaknya. Selain Land Rover, Jamie juga dikabarkan memiliki DB9 V8 Vantage Aston Martin seharga USD145.000 (Rp2 miliar). (DAY)

Melonjak, Penumpang Kapal Pesiar Sandar di Pelabuhan Benoa

this formate

DENPASAR, bisniswisata.co.id: PT Pelindo III (Persero) Cabang Benoa Bali mencatat penumpang kapal pesiar di pelabuhan itu hingga Februari 2018 mencapai hampir 21.600 orang atau melonjak 28 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu. “Jumlah itu tidak termasuk awak kapal,” kata General Manajer Pelindo III Cabang Benoa I Wayan Eka Saputra di Denpasar.

Seperti dilansir laman Antara, Selasa (13/03/2018), hingga minggu pertama Maret 2018 sudah ada 22 kapal pesiar berlayar di Pelabuhan Benoa, enam di antaranya berlabuh dan sisanya bersandar di dermaga timur. Selain itu ada satu kapal melakukan proses “turn around” atau menaikkan dan menurunkan penumpang yakni kapal pesiar MV Azamara Journey pada Januari lalu.

Dilanjutkan, rencananya selama Maret akan ada 13 kapal pesiar lagi yang bersandar dan berlabuh di Pelabuhan Benoa dengan total penumpang diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Sebagian besar kapal pesiar yang masuk pelabuhan itu, lanjut dia, merupakan kapal mewah yang berbendera Bahama, Malta dan Britania Raya.

Tahun ini Pelindo III Benoa menargetkan melayani sekitar 80 kapal pesiar yang singgah di Bali. “Waktu berlabuh dan bersandar rata-rata mencapai 24 jam sehingga penumpang yang juga wisatawan mancanegara itu memiliki cukup waktu berkeliling di sekitar destinasi wisata terdekat di antaranya Kuta, Seminyak, Ubud, Nusa Dua dan Canggu,” paparnya.

Menurutnya, kunjungan kapal pesiar setiap tahunnya menunjukkan tren positif sehingga diharapkan memberikan dampak berlipat ganda terhadap okupansi hotel, transportasi dan pekerja seni serta pelaku usaha mikro kecil menengah. Baru-baru ini kapal pesiar Norwegian Jewel berbendera Bahama bersandar untuk pertama kalinya di Pelabuhan Benoa pada Senin (5/3).

Kapten kapal Kenneth Harstorm ketika memberikan plakat kepada Pelindo III mengaku bahwa pihaknya akan berlayar kembali ke Pulau Dewata setelah pelayaran dari Alaska, Amerika Serikat, sekitar November 2018. (NDHIK)

Pelukis Bulgaria Pamer Lukisan Tehnik Membatik

this formate

SOFIA BULGARIA, bisniswisata.co.id: Batik semakin mendunia. Buktinya pelukis Bulgaria aktif melukis batik dalam kanvas. Kini koleksi hasil lukisannya dipamerkan dalam Pameran lukisan kontemporer dengan menggunakan tehnik batik. Pameran lukisan berjudul “Fiery Return” dibuka pada hari Jumat (9/3/2018) yang berlangsung hingga 14 April 2018 di Galeri 79, Arena Serdica Hotel di Kota Sofia, Bulgaria.

“Saat pembukaan, pameran lukisan karya Milena Stanislavova ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat kota Sofia, juga pecinta batik asal Bulgaria. pameran ini mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia,” papar Mahesa Abby, Internship di KBRI Sofia, Bulgaria dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Bisniswisata.co.id, Selasa (13/03/2018).

Mahesa menjelaskan Milena Stanislavova juga seorang jurnalis Bulgaria ini, kembali menyelenggarakan pameran solo seni lukis teknik batiknya setelah lama vakum di dunia seni lukis. Milena mulai belajar teknik lukis batik sejak tahun 1997, saat menjadi murid klub batik di kota Burgas Bulgaria.

Sejak saat itu, Milena jatuh cinta untuk terus menggunakan teknik melukis batik dengan wax. Berbagai inspirasi muncul dalam lukisan kontemporernya. Milena mulai melukis pohon, bunga, hingga berbagai hal abstrak lainnya. Dan kini melukis dengan tema batik. Tercatat ada lebih dari 10 lukisan teknik membatik dipamerkan di Kota Sofia.

Dalam kata sambutan Dubes RI Sofia, yang dibacakan oleh PF Politik, Johannes Manginsela, menyatakan batik merupakan bagian dari kekayaan warisan tradisi Indonesia, yang kini sudah mendunia karena sudah diakui UNESCO sejak 2009. Dukungan KBRI terhadap pameran ini dan berbagai kegiatan budaya lainnya merupakan wujud nyata MoU Kebudayaan kedua negara yang ditandatangani pada tahun 2016.

Diharapkan dengan gelaran pameran seni lukis ini, semakin mendukung berkembangnya pencinta batik di Bulgaria, selain dengan adanya klub batik di kota Burgas dan Targovishte.

Pameran lukisan kontempore ini dipadati banyak pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kerabat dan keluarga terdekat, para pecinta seni, wartawan serta perwakilan dari pihak-pihak yang terlibat dalam terselenggaranya kegiatan pameran tersebut.

Disela-sela pembukaan pameran lukisan teknik batik terbaru karya Milena Stanislavova, ada daya tarik tersendiri dari pameran ini adalah adanya penampilan Tarian Renggong Manis, merupakan tarian tradisional Indonesia dari tanah Betawi. Tari ini dibawakan pemudi Bulgaria yang merupakan anggota group tari binaan KBRI Sofia, Pesona Mawar Nusantara. Tarian ini berhasil mencuri perhatian seluruh pengunjung yang hadir. (redaksibisniswisata@gmail.com)

Hotel Tak Miliki Resapan Air Berkontribusi Pada Banjir Jakarta

this formate


JAKARTA, bisniswisata.co.id:
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menengarai Hotel Sari Pan Pasific di jalan Thamrin Jakarta Pusat menyumbang pada banjir jika sedang ada hujan deras. Pasalnya, hotel bintang empat ini tidak memiliki sumur resapan.

“Jadi barusan kita selesai melakukan pemeriksaan di sebuah hotel di Jalan Thamrin. Disini terlihat banyak sekali ketentuan-ketentuan bahkan ketentuan perundangan yang tidak ditaati,” tegas Gubernur DKI usai inspeksi mendadak (sidak) pemanfaatan air tanah, penyediaan sumur resapan, dan instalasi pengolahan air limbah di Hotel Sari Pan Pasific Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Dilanjutkan, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat, “Pertama, kita periksa sumur resapan ternyata tempat ini yang seharusnya memiliki sumur resapan, tapi tidak ada sumur resapannya. Itu sudah mendasar sekali. Jadi air yang digunakan di hotel ini dialirkan keluar dan menyumbang pada banjir kalau sedang ada hujan yang deras. Karena apa? karena bukan dimasukkan dalam tanah,” kata Anies.

Kedua, instalasi pengelolaan air limbahnya, dimana banyak masalah. Ditemukan tadi ketentuan-ketentuan yang menyangkut prinsip-prinsip dasar pengelolaan limbah itu tidak dijalankan, sambungnya.

“Ketiga, menyangkut dengan sumur dalam. Disini ijinnya surat ijin pengambilan air SIPA itu terakhir tahun 2013 sudah tidak berlaku lagi. Sudah kadaluarsa. Dan peletakkan alat-alatnya, alat ukur dan lain-lain tidak sesuai dengan ketentuan,” tegasnya serius.

Gubernur meminta dengan tegas untuk menyelamatkan Jakarta dari kerusakan lingkungan hidup. “Saya tadi sampaikan kepada pengelola hotel ini, kalau saya masuk ke kamar hotel, disana ada tulisan help us to conserve environment, Conserve water dengan cara handuknya digunakan berkali-kali ya percuma,” lontarnya.

Kalau kita pengguna hotel, lanjut dia, menghemat air tapi pengelola hotel tidak mengelola air dengan baik maka tidak ada artinya. Sama dengan pengolahan limbah air lainnya yang tidak mengikuti prinsip-prinsip lingkungan.

Gubernur meminta kepada semua pengelola gedung-gedung tinggi harus memperhatikan terhadap masalah ini. Bahkan pihaknya akan mendatangi semua gedung di Jakarta untuk mengecek kondisi resapan airnya. “Kita akan periksa seluruh fasilitas anda. Siapkan semua data sampaikan dengan jujur, sampaikan dengan apa adanya nanti kita akan koreksi sama-sama,” kata Anies.

Saat dilakukan razia oleh Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Air Tanah, Anies hanya mengawasi sementara petugas yang berkomunikasi langsung dengan manajemen hotel Sari Pan Pasific.

“Saya hanya mengawasi tim yang sedang melakukan operasi tersebut. Serta melihat langsung kondisi tempat pembuangan limbah yang mengeluarkan bau yang tajam,” tegasnya.

Ditambahkan pengecekan ini dilakukan untuk menindaklanjuti Keputusan Gubernur Nomor 279 Tahun 2018 tentang Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan yang mulai berlaku 6 Februari lalu. “Sekali lagi, Kami ingin memastikan pemilik maupun pengelola gedung betul-betul mematuhi aturan,” ucapnya.

Tim ini terdiri dari unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi terkait seperti, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan; Dinas Lingkungan Hidup; Satpol PP; Dinas Sumber Daya Air; serta Balai Konservasi Tanah. Tim bertugas meminta data-data terkait pemakaian air minum, pengolahan air limbah serta kelengkapan dokumen,” terangnya.

Sebanyak lima tim dengan masing-masing tim terdiri dari 10 anggota akan bekerja secara maraton melakukan pemeriksaan. Karena tercatat ada 80 gedung yang akan diperiksa hingga 21 Maret 2018. (NDHYK)

Susi Air Terbangi Daerah Terisolir Long Bawan

this formate

TARAKAN, bisniswisata.co.id: Susi Air sukses melakukan penerbangan perdana ke daerah terisolir Long Bawan di Kalimantan Utara (Kaltara), Senin (12/3/2018). Penerbangan ini termasuk dalam program penerbangan bersubsidi pemerintah untuk rute perintis.

Distrik Manager Susi Air Tarakan Daniel Dwi Ananta mengatakan untuk penerbangan rute Tarakan-Long Bawan tidak ada komersial. “Karena ini perintis APBN,” cetus Daniel seperti dilansir laman Bisnis.com, Senin (12/03/2018)

Dalam operasinya, kata Daniel, siapa saja bisa menggunakan jasa angkut Susi Air untuk perintis. Namun, Susi Air tetap memprioritaskan warga pedalaman. “Hanya kami prioritaskan kepada saudara-saudara kita yang ada di perbatasan atau pedalaman karena subsidi diperuntukkan bagi masyarakat pedalaman seperti Krayan, Long Apung, Long Bawan,” ujarnya.

Dia memastikan untuk penerbangan pekan ini sudah penuh. Semua telah dipesan masyarakat yang akan melakukan penerbangan ke Long Bawan maupun sebaliknya.

Di Kaltara, Susi Air menyiapkan 3 pesawat karavan C208B dengan kapasitas 12 seat. Ada juga jenis pesawat pilatus porter PC6 melayani Malinau-Binuang dan Binuang-Long Ayuk dengan kapasitas 7 seat.

Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan, Elfi Amir mengatakan subsidi perintis melayani 10 rute di Kaltara. Penerbangan rute Tarakan-Long Bawan dijadwalkan seminggu 4 kali penerbangan. “Senin, Selasa, Rabu dan Kamis,” cetus Elfi.

Ada juga penerbangan lainnya yakni Malinau-Long Bawan dijadwalkan 4 kali penerbangan, Long Bawan-Nunukan dijadwalkan 2 kali penerbangan, Malinau-Long Layu dijadwalkan 1 kali penerbangan, Binuang-Malinau dijadwalkan 1 kali penerbangan, Tarakan-Maratua dijadwalkan 1 kali penerbangan dan Kalimarau-Maratua dijadwalkan 1 kali penerbangan.

“Semuanya ada subsidi. Jadi total subsinya 2.070 penerbangan. Soal harga tiket murni ditentukan oleh pemerintah,” sambungnya sambil enggan menyebut harga tiket penerbangan di kawasan terisolir. (BC)

9 – 31 Maret 2018, Pameran Japanese Beautiful Art

this formate

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Meski dijuluki sebagai negara maju, Jepang tetap dapat mempertahankan tradisinya hingga kini. Salah satunya tampak dari berbagai karya seni, yang meskipun memiliki tampilan kekinian, tetapi tetap dibuat dengan teknik yang telah dipergunakan dan terpelihara selama ratusan tahun, bahkan telah diwariskan secara turun-temurun. Inilah kehabatan Jepang.

Untuk menampilkan tradisi Jepang, House of Sampoerna (HoS) menjalin kerja sama dengan seniman dari Jepang dengan menggelar pameran bertajuk “Japanese Beautiful Art”, yang diselenggarakan di Galeri House of Sampoerna (HoS) di Surabaya, pada 9 hingga 31 Maret 2018.

Pameran yang menampilkan 35 karya seni khas negeri sakura ini melibatkan 5 seniman dengan latar belakang kesenian yang berbeda. Soho Konishi, misalnya, adalah generasi keempat dari Miyabi School yang terus berupaya aktif mengembangkan Oshie.

Oshie adalah seni tradisional tiga dimensi khas Jepang yang sudah ada sejak zaman Edo (1603-1867), dan terbuat dari hasil penyatuan bahan kimono dan chiyogami (kertas Jepang) yang diisi dengan kapas atau spons.

Seperti halnya Soho, Mikiko Shimizu mempersembahkan jenis kesenian Ikebana, yakni seni merangkai bunga yang berkembang di Jepang sejak abad ke-6. Sedangkan, Daiki Matsunaga, pria lulusan Fakultas Seni dari Universitas Kyoto Seika mengangkat Chookoku yaitu seni pahat khas Jepang melalui karyanya yang sangat unik.

Tidak hanya menggambarkan makhluk hidup disekitarnya, karya pahat ciptaannya juga berbentuk figur imajiner, bahkan juga terinspirasi oleh cerita-cerita khayalan negeri dongeng seperti cerita peri yang tinggal jauh di dalam hutan pada karyanya yang berjudul “Listen to the trees voices”.

Dengan kekuatan goresan tangan dan fude pen (brush pen), Yuri Fujita menghasilkan karya lukis minimalis berbentuk wajah, seperti pada karya berjudul “Tobu” (terbang). Dan Guy Hirose, yang mengawali karir sebagai seorang pematung, justru mempersembahkan instalasi yang mengekspose tentang Surabaya dengan judul “Surabaya Artiques”, sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Surabaya.

“Harapan saya pameran ini dapat dinikmati serta diapresiasi oleh masyarakat luas khususnya masyarakat Surabaya, sehingga masyarakat dapat mengenal lebih jauh kesenian asli Jepang” ujar Soho Konishi peserta sekaligus koordinator pameran dalam siaran pers, Senin (12/3/2018). (redaksibisniswisata@gmail.com)

Pariwisata Eropa Cari Solusi Baru Atasi Kepadatan Wisatawan

this formate

BERLIN, bisniswisata.co.id: Sejumlah tujuan wisata utama di Eropa, kini berupaya mencari cara baru untuk mengatasi lonjakan wisatawan asing yang jumlahnya berlebihan atau overcapacity. Sehingga daya dukung destinasi wisata sudah tidak mencukupi.

Langkah ini diambil saat kota-kota seperti Venice, Dubrovnik, dan Barcelona harus mengelola banyak turis yang tiba tiap hari dengan penerbangan murah dan kapal pesiar. Jumlah wisatawan yang berlebihan itu telah membuat warga lokal bahkan wisatawan asing sendiri mengeluh.

Sebanyak 9% turis yang mengikuti survei oleh firma konsultan IPK menyatakan, kepadatan turis memengaruhi kualitas perjalanan mereka tahun lalu. Bahkan masalah keamanan di sejumlah pantai di Mesir dan Turki.

Selain itu penerbangan murah telah meningkatkan pertumbuhan kedatangan internasional ke negara-negara seperti Spanyol dan Kroasia hingga lebih dari 10% dalam beberapa tahun terakhir, ungkap data dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO), dikutip kantor berita Reuters, Senin (12/03/2018).

Wali Kota Dubrovnik Mato Frankovic mengakui kepadatan pengunjung di tujuan wisata itu kesuksesan, tapi ada garis tipis antara sukses dan gagal. Daripada mencoba membatasi jumlah pengunjung yang mem belanjakan uang di hotel, makanan, dansuvenir, kota-kota itu mencari cara agar para turis pindah dari tujuan populer wisata.

Dubrovnik ingin meluncurkan aplikasi smartphone pada akhir 2018 yang memungkinkan pengguna mengetahui kapan kota tua di lembah itu sudah penuh pengunjung dan menyarankan tujuan alternatif di luar kota bagi para turis. Kota Dubrovnik juga berencana menguji program taksi online untuk menarik turis pergi ke wi layah sekitar.

Barcelona sedang merancang rencana marketing bersama wilayah sekitar agar para turis mengeksplorasi tempat selain tujuan populer seperti gereja Sagrada Familia atau jalan raya Las Ramblas. “Barcelona itu kecil, tapi tujuan Barcelona melampaui kota itu dan memiliki banyak tujuan serta daya tarik,” ujar Direktur Pariwisata Barcelona Joan Torrella Rene. (NDHYK)

Komunitas Betawi Kritik Keras Film Benyamin Biang Kerok

this formate

DEPOK, bisniswisata.co.id: Setelah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik Film Benyamin Biang Kerok, kini giliran Komunitas Betawi melakukan kritik keras terhadap film yang beredar 1 Maret 2018. Jika YLKI menyoroti film dimainkan Reza Rahadian tak layak ditonton anak-anak, sementara Komunitas Betawi menilai film garapan Hanung Bramantyo merupakan aksi penipuan terhadap budaya betawi serta sekedar memanfaatkan nama seniman Betawi, Benyamin Sueb.

“Menurut saya dia ini hanya mendompleng nama Benyamin Sueb sebagai tokoh betawi untuk komersialisasi film. Padahal tak ada sangkut pautnya sama sekali dengan betawi, jadi ini penipuan,” kata Ketua Perkumpulan Betawi Kita Roni Adi dalam diskusi Film dan Stigmatisasi Orang Betawi di Komunitas Bambu, Depok, Minggu kemarin. Diskusi dihadiri sejarawan JJ Rizal, Sekjen Forum Jurnalis Betawi M Syakur Usman, dan tokoh betawi lainnya.

Selain menipu, sambung dia, film Benyamin Biang Kerok juga menghina Benyamin Sueb sebagai tokoh kebudayaan betawi. “Benyamin yang digambarkan di film itu seolah-olah Benyamin itu kayak orang idiot, orang bodo. Padahal Benyamin adalah orang sangat cerdas utamanya dalam mengembangkan kebudayaan betawi di masyarakat,” lontarnya serius.

Disisi lain film ini lebih menonjolkan pornografi, kekerasan dan minum-minuman keras. “Tidak ada sama sekali unsur betawi yang digembar-gemborkan, ini namanya penipuan,” katanya.

Dihimbau agar masyarakat Betawi, tidak menonton film ini. Bahkan mendesak keluarga Benyamin Sueb membatalkan pemakaian nama Benyamin untuk bagian kedua yang sudah dibuat dan tayang Desember 2018. “Sebab pihak pembuat film mangkir dari pakem moral yang disepakati. Sudah saatnya para produser menghentikan film-film yang hanya mempertebal stigma negatif tentang orang Betawi,” tegasnya.

Fadjriah, perwakilan Perkumpulan Betawi Kita menambahkan Komunitas Perkumpulan Betawi Kita mempemrotes film yang menggunakan judul serupa yang dimainkan Benyamin S pada 1973. “Kayaknya tidak serius dalam menggarap cerita. Namanya Benyamin Biang Kerok, pasti membayangkan bagaimana Benyamin membuat karakter Pengki, dengan kejahilan tapi tetap bikin merasa bahagia, tukang onar yang lucu dan jenaka,” kata Fadjriah.

Dalam pernyataan resmi Perkumpulan Betawi Kita, sambung dia, Dulu Benyamin itu mendobrak sistem yang tabu dan hasilnya pembaruan, konsepnya pembaruan. Dan spirit itu tidak tampak dalam Film Benyamin Biang Kerok. “Kami menilai mayoritas narasi, adegan, gaya hidup yang dibawa dalam film karya Hanung itu tidak hadir pikiran di dalamnya.” sambungnya.

Semua asal comot. Memang benar Benyamin juga asal comot, tetapi beda asal comot dengan kreativitas dibanding asal comot yang tanpa pikiran, tulisnya dalam pernyataan secara resmi.

Komunitas yang mengatasnamakan Betawi itu juga menilai Hanung banyak menjiplak banyak adegan ala Hollywood berlatar spionase seperti James Bond. Juga dengan kehadiran gambaran kehidupan malam seperti perjudian dan minuman keras juga dinilai tak sesuai dengan semangat Benyamin dan budaya Betawi.

Kehadiran sejumlah bintang film papan atas seperti Lidya Kandou, Omas, Meriam Bellina, hingga Rano Karno dinilai tak mampu memberikan nilai lebih pada film yang diproduksi Falcon Pictures itu. “Benar dengan film ini nama Benyamin menjadi naik dan dibicarakan lagi, tapi buat apa jika dinaikkan untuk dipermalukan. Buat apa jika dibicarakan untuk jadi bahan dikasihani nasibnya yang dilecehkan,” tulis pernyataan tersebut.

Kritik juga diberikan kepada Falcon Pictures yang disebut mengabaikan pesan keluarga Benyamin untuk menghindari sejumlah hal seperti pusar, rokok, minuman keras muncul dalam film. Pelanggaran ini dianggap membuat nilai dan budaya Betawi semakin hilang.

Komunitas itu pun menyeru kepada masyarakat Betawi untuk menunda menonton film tersebut, dan meminta kepada pihak keluarga Benyamin membatalkan pemakaian nama seniman tersebut di bagian kedua film yang tayang Desember mendatang.

“Betawi hanya tempelan, kayak cuma lagu Ondel-ondel dan terus munculin kerak telor. Terus Babe [Benyamin Sueb] enggak pernah mau ada rokok atau minuman bir di filmnya, itu pun sudah pesan keluarga. Keluarga kasih pakem, tapi semua dilanggar,” kata Fadjriah.

Di sisi lain, putra sekaligus ketua Yayasan Benyamin Sueb, Beno Rachmat menyatakan bentuk kekecewaan atas film tersebut adalah hal yang wajar. “Kalau saya pribadi wajar ada yang suka dan tidak suka. Itulah dinamika di dunia kita hidup,” kata Beno seperti dikutip laman CNNIndonesia.com, Senin (12/03/2019).

Ditemui pada 26 Januari 2018, saat momen ziarah ke makam Benyamin Sueb di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Benny Pandawa mengatakan pihak keluarga memberikan pakem kepada Falcon Pictures atas film tersebut. Benny, anak bontot dari Benyamin Sueb dari istri pertama Noni menyebut rokok, minuman keras, dan SARA tidak direstui keluarga untuk masuk ke film. (NDHYK)

Bawa Powerbank dalam Pesawat, Ada Aturannya Lhoo?

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Insiden terbakarnya pengisi baterai ponsel atau powerbank, di bagasi kabin dalam maskapai China Southern Airlines pada akhir Februari 2018 menjadi masalah baru dalam dunia penerbangan internasional. Tak ingin kejadian itu terjadi di dunia penerbangan nasional, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menerbitkan Surat Edaran (SE) terkait ketentuan membawa powerbank dan baterai lithium cadangan dalam pesawat.

Surat edaran ditujukan untuk maskapai penerbangan dalam dan luar negeri yang terbang di atau dari wilayah Indonesia. SE Nomor 015 Tahun 2018 yang ditetapkan pada tanggal 09 Maret 2018. Surat Edaran itu juga mengacu pada ketentuan internasionsl yaitu Annex 17 doc 8973 dan Annex 18 dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan IATA.

“Hanya peralatan dengan daya yang besar yang kami tangkal, yang kecil silahkan saja dengan perlakuan tertentu sesuai aturan. Hal ini juga mulai diatur di berbagai negara maju dalam hal penerbangan, yang selalu responsif demi menjaga keselamatan penerbangan” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Senin (12/3/2018).

Beberapa poin penting dalam surat edaran, Pertama: penumpang harus melapor kepada petugas maskapai mengenai powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa ke dalam kabin pesawat. Powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa harus ditempatkan di bagasi kabin.

Kedua: petugas maskapai harus melarang penumpang melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank selama penerbangan. Ketiga: peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh (watt-hour atau daya per jam).

Poin-poin lengkap dalam surat edaran terkait membawa Powerbank dalam pesawat, antara lain:

01. Semua penyelenggara bandara diinstruksikan untuk menginfomasikan kepada setiap penumpang dan personel pesawat udara terkait ketentuan membawa powerbank atau baterai lithium cadangan pada pesawat udara.

02. Maskapai domestik dan asing diinstruksikan untuk menanyakan kepada setiap penumpang pada saat proses lapor diri (check-in) terkait kepemilikan powerbank atau baterai lithium cadangan.

03. Maskapai harus memastikan bahwa powerbank atau baterai lithium cadangan yang dibawa penumpang dan personel pesawat udara, harus memenuhi beberapa ketentuan. Seperti power bank atau baterai lithium cadangan yang dibawa di pesawat udara tidak terhubung dengan perangkat elektronik lain.

04. Maskapai harus melarang penumpang dan personel pesawat udara melakukan pengisian daya ulang dengan menggunakan powerbank pada saat penerbangan.

05. Powerbank atau baterai lithium cadangan tersebut harus ditempatkan pada bagasi kabin dan dilarang pada bagasi tercatat.

06. Peralatan yang boleh dibawa hanya yang mempunyai daya per jam (watt-hour) tidak lebih dari 100 Wh (watt-hour atau daya per jam). Sedangkan peralatan yang mempunyai Wh lebih dari 100 Wh tapi tidak lebih dari 160 Wh, harus mendapatkan persetujuan dari maskapai dan diperbolehkan untuk dibawa maksimal dua unit per penumpang.

07. Untuk peralatan yang mempunyai daya per jam lebih dari 160 Wh (Wh ≥ 160) atau besarnya daya per jam (watt-hour) tidak dapat diidentifikasi, maka peralatan tersebut dilarang dibawa dalam penerbangan.

08. Untuk peralatan powerbank atau baterai lithium cadangan yang tidak mencantumkan keterangan jumlah Wh, maka perhitungan jumlah Wh dapat diperoleh dengan rumus E = V x I. E = daya per jam, satuannya adalah watt-hour (Wh), V = tegangan, satuannya adalah volt (V), I = arus, satuannya adalah ampere (Ah).

09. Apabila hanya diketahui miliampere (mAh), maka untuk mendapatkan ampere-hour (Ah) harus dibagi 1000. Contohnya; jika jumlah voltase 5 V dan jumlah kapasitas 6000 mAh, maka jumlah daya per jam adalah 6000 mAh : 1000 = 6 Ah. Sedangkan daya per jamnya adalah 5 V x 6 Ah = 30 Wh sehingga masih boleh dibawa dalam penerbangan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

ISEI Ajak Pemda Investasi Pariwisata

this formate

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) berharap, pengurus ISEI di daerah ikut berperan meningkatkan perekonomian daerah dengan memberikan pemahaman sekaligus asukkan kepada pemerintah daerah (Pemda) mengenai potensi-potensi apa saja yang dapat menggerakkan ekonomi daerah.

“Salah satu potensi itu, yaitu sektor pariwisata yang dapat memberikan multiplier effect yang besar. Namun, multiplier effect itu bisa terjadi jika Pemda mau berinvestasi, baik dari APBD maupun dengan mengundang swasta untuk berinvestasi,” lontar Ketua Umum ISEI Bambang Brodjonegoro dalam keterangan resminya diterima Bisniswisata.co.id, Senin (12/03/2018).

Dilanjutkan, upaya pemerintah daerah menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendatangkan investasi, seharusnya memang tidak hanya diarahkan untuk membangun kawasan industri atau mendatangkan pabrik-pabrik, namun juga sektor jasa seperti pariwisata.

Pasalnya, pariwisata tidak hanya mendongkrak ekonomi daerah, namun juga dapat menjadi sumber devisa dan memperkuat sumber devisa. “Tourisme merupakan kategori ekspor jasa, karena akan menghasilkan devisa untuk Indonesia sehingga bisa memperkuat rupiah secara permanen,” papar Bambang yang juga sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Apalagi, sambung dia, lonjakan kunjungan turis ke Indonesia masih belum spektakuler seperti Jepang, karena sektor pariwisata Indonesia masih sangat bergantung pada Bali. Hal tersebut terjadi lantaran daerah lain kurang mengeksplore, mengembangkan, serta kurang mempromosikan sektor pariwisata di daerah.

Padahal jika berkeliling ke daerah, semua akan bilang daerah Indonesia punya potensi pariwisata yang bagus, seperti pantai yang indah, bukit yang hijau, budaya unik, dan banyak lagi. Hanya saja itu baru sebatas pengamatan dan observasi, tambahnya.

Diakuinya, hingga kini belum ada ada langkah konkret bagaimana pantai dan bukit yang indah menjadi kenyataan sebagai tempat yang bisa mendatangkan turis. “Jadi dari hal-hal kecil, kita sebenarnya bisa membantu memperkuat sumber devisa melalui ekspor jasa yang namanya pariwisata,” ujar Bambang. (redaksibisniswisata@gmail.com)